spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 92

Lenovo AI Glasses V1: Ubah Cara Bekerja dan Berkomunikasi

0

Telko.id – Bayangkan jika kacamata biasa yang Anda kenakan tiba-tiba bisa menerjemahkan percakapan asing secara real-time, menjadi teleprompter cerdas untuk presentasi penting, atau memberikan navigasi AR tanpa perlu mengangkat ponsel.

Ini bukan lagi adegan film fiksi ilmiah, melainkan realitas yang dibawa Lenovo melalui peluncuran AI Glasses V1 di China dengan harga 3.999 yuan (sekitar $562).

Dalam beberapa tahun terakhir, pasar wearable device telah berkembang pesat melampaui smartwatch dan fitness tracker. Perangkat yang menawarkan komputasi ambient—teknologi yang hadir di sekitar kita tanpa mengganggu—mulai menjadi fokus utama inovasi.

Lenovo, raksasa teknologi yang telah lama dikenal dengan laptop dan PC-nya, kini mengambil langkah berani masuk ke arena kacamata pintar, bersaing dengan produk seperti Apple Vision Pro yang akan diperbarui tahun ini.

AI Glasses V1 bukan sekadar aksesori teknologi biasa. Dengan fokus pada kenyamanan ringan dan fungsionalitas berbasis AI, produk ini menargetkan pengguna profesional, content creator, dan traveler yang menginginkan fitur cerdas dalam bentuk wearable yang praktis. Mari kita telusuri lebih dalam apa yang membuat kacamata pintar ini layak diperhitungkan.

Desain Ringan dengan Teknologi Display Mutakhir

Dengan bobot hanya 38 gram, Lenovo AI Glasses V1 berhasil menciptakan keseimbangan sempurna antara fitur canggih dan kenyamanan pakai sepanjang hari.

Rahasia ringannya terletak pada material dan konstruksi yang dioptimalkan, dimana Lenovo mengklaim desainnya mengurangi tekanan pada hidung dan telinga—masalah umum yang sering dialami pengguna kacamata pintar sebelumnya.

Teknologi display yang digunakan cukup mengesankan: resin diffraction light waveguide display yang mampu mencapai puncak kecerahan hingga 2000 nits.

Ini berarti konten tetap terbaca jelas bahkan di bawah sinar matahari langsung. Dengan ketebalan lensa hanya 1.8mm dan eye box range 15×11mm, visual tetap konsisten meski pengguna sedikit bergerak—solusi elegan untuk masalah jitter yang sering mengganggu pengalaman AR.

Lenovo AI Glasses V1

Asisten AI Tianxi: Otak di Balik Kecerdasan Kacamata

Di jantung AI Glasses V1 terdapat asisten pintar Tianxi buatan Lenovo, yang menghadirkan kemampuan voice command, real-time translation, dan information queries.

Fitur penerjemahannya khususnya patut diperhatikan, karena memungkinkan komunikasi bilingual baik suara maupun teks langsung dalam bidang pandang pengguna, berfungsi layaknya interpreter visual.

Fitur ini mengingatkan kita pada perkembangan teknologi penerjemah instan lainnya, seperti fitur terjemahan instan Microsoft Edge, namun dengan pendekatan yang lebih immersive dan hands-free.

Bagi profesional yang sering berinteraksi dengan klien internasional atau traveler yang menjelajahi negara baru, kemampuan ini bisa menjadi pembeda signifikan.

Teleprompter Built-in untuk Content Creator dan Public Speaker

Salah satu fitur paling inovatif AI Glasses V1 adalah mode teleprompter internal yang dirancang khusus untuk content creator dan public speaker.

Ketika dipasangkan dengan aksesori smart ring dari Lenovo, pengguna dapat menggulir naskah atau mengontrol slide presentasi tanpa perlu menunduk atau berpaling dari audiens.

Fitur ini menyelesaikan masalah klasik presentasi: bagaimana menjaga kontak mata dengan audiens sambil mengakses catatan atau mengontrol materi presentasi.

Dengan solusi ini, presenter dapat terlihat lebih percaya diri dan terhubung lebih baik dengan penonton, sambil tetap memiliki akses penuh ke materi mereka.

Pengalaman Audio dan Kontrol yang Dioptimalkan

Konfigurasi dual-microphone dan dual-speaker pada AI Glasses V1 memungkinkan panggilan hands-free dengan kualitas suara stereo.

Panel kontrol sentuh pada gagang kacamata memberikan akses mudah untuk mengelola panggilan, pesan, dan konten di layar—semuanya tanpa perlu mengeluarkan smartphone dari saku.

Sistem navigasi AI yang menyediakan panduan visual dan audio real-time menambah dimensi baru dalam berpergian, meski saat ini hanya kompatibel dengan smartphone Android.

Dukungan untuk mode display monocular dan binocular memberikan fleksibilitas sesuai kebutuhan penggunaan, apakah untuk informasi cepat atau pengalaman immersive yang lebih lengkap.

Ketahanan Baterai dan Konektivitas

Dari sisi daya tahan baterai, AI Glasses V1 menawarkan performa yang bervariasi tergantung mode penggunaan: hingga 4 jam dalam mode teleprompter, 8-10 jam dalam mode terjemahan, dan sekitar 2.6 jam untuk pemutaran pada kecerahan dan volume maksimum.

Dengan waktu siaga hingga 250 jam dan dukungan fast charging yang mengisi penuh dalam sekitar 40 menit, produk ini cukup siap untuk penggunaan sehari-hari.

Konektivitas Bluetooth 5.4 memastikan koneksi yang stabil dan efisien daya dengan perangkat paired. Kombinasi fitur dan spesifikasi ini menunjukkan bagaimana Lenovo telah mempertimbangkan berbagai skenario penggunaan nyata dalam pengembangan produk.

Peluncuran AI Glasses V1 ini sejalan dengan visi Lenovo tentang masa depan komputasi yang lebih personal dan kontekstual, mengingatkan kita pada trend AI terbaru yang juga diadopsi iOS 26.

Dengan fokus pada produktivitas dan komunikasi yang lebih seamless, kacamata pintar ini berpotensi mengubah cara kita berinteraksi dengan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari.

Ketersediaan AI Glasses V1 di JD.com mulai 9 November memberikan akses langsung bagi konsumen China untuk mengalami teknologi ini.

Meski belum ada pengumuman resmi untuk pasar global, peluncuran ini menandai babak baru dalam evolusi wearable technology—dimana AI tidak hanya menjadi fitur tambahan, tetapi inti dari pengalaman pengguna yang transformatif.

Bagi profesional yang selalu terhubung dan content creator yang mengutamakan mobilitas, AI Glasses V1 mungkin akan menjadi companion teknologi berikutnya yang sulit untuk ditinggalkan. (Icha)

Google Play Store Pakai AI untuk Ringkas Review Aplikasi

0

Telko.id – Pernahkah Anda menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk membaca puluhan, bahkan ratusan, review aplikasi di Google Play Store? Rasanya seperti mencari jarum di tumpukan jerami—melelahkan dan kerap membuat bingung.

Padahal, keputusan untuk mengunduh sebuah aplikasi seringkali bergantung pada pengalaman pengguna sebelumnya.

Google, raksasa teknologi yang tak pernah berhenti berinovasi, telah lama mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) ke dalam hampir seluruh lini produknya.

Dari asisten virtual hingga algoritma pencarian, AI menjadi tulang punggung ekosistem digital mereka.

Kini, gelombang transformasi AI tersebut akhirnya mencapai toko aplikasi terbesar di dunia, Google Play Store. Setelah lebih dari setahun diuji coba, fitur ringkasan review berbasis AI secara resmi mulai diluncurkan kepada pengguna Android.

Langkah ini bukan hanya sekadar pembaruan antarmuka, melainkan sebuah terobosan yang berpotensi mengubah cara kita mengevaluasi aplikasi.

Di tengah maraknya isu keamanan dan kredibilitas aplikasi—seperti kasus aplikasi jual beli ganja “haram” di Google Play Store yang sempat viral—kehadiran asisten digital ini menjadi semakin relevan.

Mengulik Fitur “Users Are Saying” yang Diperkuat AI

Fitur baru ini muncul dalam bentuk section bertajuk “Users are saying” yang terletak tepat di atas daftar review tradisional. Bayangkan ini sebagai asisten pribadi yang telah membaca semua review untuk Anda, lalu menyajikan intisarinya dalam satu paragraf yang padat dan informatif.

Ringkasan AI ini secara cerdas mengidentifikasi dan menyoroti poin-poin positif dan negatif yang paling sering disebutkan oleh pengguna.

Namun, Google tidak setengah-setengah dalam implementasinya. Di bawah paragraf ringkasan, Anda akan menemukan serangkaian ‘chips’—tombol tematik yang dapat diketuk.

Setiap chip mewakili tema spesifik dari review, seperti “mudah digunakan”, “baterai boros”, atau “iklan mengganggu”.

Dengan mengetuk chip tersebut, Anda akan langsung diarahkan ke review-review spesifik yang membahas tema itu, memberikan kedalaman informasi tanpa harus menyelami seluruh lautan komentar.

Perlu dicatat bahwa fitur ini hanya tersedia untuk aplikasi yang telah memiliki cukup banyak review. Meskipun Google belum mengungkapkan ambang batas pastinya, kebijakan ini memastikan bahwa ringkasan yang dihasilkan benar-benar representatif.

Hal ini sejalan dengan upaya Google dalam menjaga kualitas konten di platformnya, sebagaimana terlihat dalam kasus penghapusan aplikasi “Kepo” di Play Store beberapa waktu lalu.

Langkah Strategis Google dalam Persaingan Ecosystem

Peluncuran fitur AI review summary ini tidak terjadi dalam ruang hampa. Pada April 2025, Apple telah lebih dulu memperkenalkan fitur serupa di iOS App Store.

Persaingan ketat antara dua raksasa teknologi ini dalam menyempurnakan pengalaman pengguna toko aplikasi semakin memanas. Namun, Google memiliki keunggulan tersendiri dengan integrasi AI yang lebih mendalam ke dalam ekosistem Android.

Rollout fitur ini dilakukan secara bertahap, mengikuti pola khas Google dalam meluncurkan pembaruan. Meski terkesan lambat, pendekatan ini memungkinkan mereka untuk memantau performa dan menerima umpan balik sebelum rilis skala penuh.

Bagi pengguna yang belum melihat fitur ini di perangkat mereka, bersabarlah—revolusi AI di Play Store sedang dalam perjalanan.

Inovasi ini juga datang di saat yang tepat, mengingat semakin kompleksnya lanskap aplikasi mobile. Dengan ribuan aplikasi baru bermunculan setiap bulan, pengguna membutuhkan alat yang lebih cerdas untuk menyaring opsi.

Fitur ringkasan AI bukan hanya tentang menghemat waktu, tetapi juga tentang meningkatkan kualitas keputusan pengunduhan aplikasi. Terutama dalam menyikapi aplikasi-aplikasi yang kontroversial, seperti yang terlihat ketika Google memblokir developer asal China di Play Store karena alasan keamanan.

Masa Depan Review Aplikasi: Otomatisasi vs. Authentisitas

Kehadiran AI dalam meringkas review membuka diskusi menarik tentang masa depan interaksi pengguna dengan konten ulasan. Di satu sisi, efisiensi yang ditawarkan sangat menggiurkan.

Bayangkan bisa memahami kualitas sebuah aplikasi hanya dalam 30 detik, alih-alih menghabiskan waktu 30 menit membaca review manual.

Namun, pertanyaan kritis muncul: akankah ringkasan AI ini sepenuhnya objektif? Sistem AI dilatih berdasarkan data yang ada, dan data tersebut bisa saja mengandung bias.

Selain itu, ada kekhawatiran tentang potensi manipulasi—apakah developer bisa “mengakali” sistem dengan membanjiri review positif tertentu agar diambil sebagai ringkasan oleh AI?

Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Beberapa pengamat telah mencatat praktik penghapusan review negatif yang dibayar di platform Google.

Transparansi dalam algoritma AI dan mekanisme moderasi menjadi kunci untuk memastikan bahwa fitur ini benar-benar bermanfaat bagi pengguna akhir, bukan sekadar alat marketing bagi developer.

Terlepas dari segala pertimbangan tersebut, langkah Google ini menandai babak baru dalam evolusi toko aplikasi. Integrasi AI tidak lagi sekadar fitur tambahan, melainkan menjadi kebutuhan dasar dalam menangani kompleksitas konten digital.

Seiring dengan perkembangan teknologi ini, kita mungkin akan melihat kemampuan yang lebih canggih, seperti ringkasan yang disesuaikan dengan profil pengguna atau deteksi sentimen yang lebih nuanced.

Bagi pengguna Android, kehadiran asisten AI di Play Store merupakan kabar gembira. Waktu yang dihemat dari membaca review manual bisa dialokasikan untuk hal-hal yang lebih produktif.

Bagi developer, ini adalah tantangan sekaligus peluang—untuk lebih memperhatikan feedback pengguna yang sesungguhnya, karena kini keluhan dan pujian mereka akan disajikan secara lebih terstruktur dan mudah diakses.

Revolusi AI di Google Play Store telah dimulai, dan masa depan evaluasi aplikasi tidak akan pernah sama lagi. (Icha)

Bocoran! Baterai Xiaomi 9.000 mAh, Game Changer atau Sekadar Mimpi?

0

Telko.id – Bayangkan smartphone yang bisa bertahan tiga hari penuh tanpa colokan charger, bahkan dengan penggunaan intensif untuk gaming dan streaming.

Di era di mana ketergantungan pada daya baterai menjadi momok harian, klaim kehadiran ponsel dengan kapasitas baterai 9.000 mAh terdengar seperti jawaban dari segala keluhan.

Inilah yang sedang digosipkan mengenai salah satu ponsel Xiaomi mendatang, sebuah terobosan yang berpotensi mengubah standar ketahanan daya di pasar smartphone.

Lanskap smartphone global saat ini memang diwarnai oleh perlombaan fitur, dari kamera beresolusi tinggi hingga chipset yang semakin powerful. Namun, di balik semua kecanggihan itu, ada satu komponen yang kerap menjadi titik lemah: baterai.

Banyak perangkat, termasuk beberapa model terbaru dari berbagai brand, masih berjuang untuk bertahan seharian penuh. Sebagai perbandingan, Oppo Reno 14 Pro yang baru saja rilis membawa baterai 6.000 mAh yang sudah dianggap besar, namun tetap berada jauh di bawah angka yang kini dibocorkan untuk Xiaomi.

Bocoran terbaru ini datang dari sumber yang cukup diperhitungkan di kalangan penggemar teknologi, Digital Chat Station di Weibo. Lantas, seberapa realistis kabar tentang ponsel dengan “power bank berjalan” ini, dan apakah kita benar-benar akan melihatnya melampaui batas-batas pasar China?

Mengulik Bocoran: 9.000 mAh dan 100W Fast Charging

Menurut laporan dari Digital Chat Station, Xiaomi tidak hanya sedang mengerjakan ponsel dengan baterai raksasa 9.000 mAh, tetapi juga melengkapinya dengan dukungan pengisian cepat 100W. Kombinasi ini yang membuatnya terdengar sangat ambisius.

Bayangkan, Anda memiliki kapasitas baterai yang hampir dua kali lipat dari smartphone mainstream, dan bisa mengisinya dari kosong hingga penuh dalam waktu yang sangat singkat. Ini adalah jawaban atas dua permintaan terbesar pengguna: ketahanan lama dan pengisian yang cepat.

Ilustrasi salah satu ponsel Xiaomi Redmi mendatang yang dikabarkan akan membawa baterai berkapasitas 9.000 mAh

Lebih menarik lagi, sang tipster juga menyebutkan bahwa Xiaomi bahkan memiliki purwarupa dengan kapasitas lebih gila lagi: 10.000 mAh.

Jika ini terbukti benar, ponsel Redmi yang belum diketahui namanya ini akan menyandang gelar sebagai salah satu ponsel dengan baterai terbesar yang pernah ada, mendekati kategori power bank portabel. Ini mengingatkan kita pada era Nokia 9000 Communicator yang legendaris dengan ketahanan dayanya, namun dengan teknologi yang sudah berlipat ganda.

Spekulasi Model: Redmi Turbo 5 atau Bukan?

Lalu, ponsel model apa yang akan membawa baterai raksasa ini? Beberapa sumber di China menduga bahwa perangkat yang dimaksud adalah Redmi Turbo 5 yang akan datang.

Namun, spekulasi ini langsung menemui jalan buntu. Laporan terbaru tentang Redmi Turbo 5 justru menunjuk pada kapasitas baterai yang “hanya” 7.500 mAh—angka yang masih sangat besar, tapi jelas bukan 9.000 mAh.

Kontradiksi ini menimbulkan beberapa kemungkinan. Bisa jadi Digital Chat Station merujuk pada model yang berbeda dalam lini Redmi, atau mungkin ini adalah perangkat yang rencananya akan diluncurkan di bawah nama seri lain.

Yang pasti, kebingungan ini adalah ciri khas dari fase rumor, di mana berbagai informasi saling berseliweran sebelum kebenaran resmi diumumkan.

Kendala Pasar Global: Akankah Baterai Raksasa Ini Sampai ke Tangan Kita?

Di sinilah letak penyesalan potensial bagi penggemar di luar China. Laporan tersebut dengan jelas menyatakan skeptisisme mengenai kemungkinan ponsel ini diluncurkan secara global, atau setidaknya, tidak dengan kapasitas baterai yang sama.

Ada pola yang konsisten dari Xiaomi dan brand China lainnya: versi global dari ponsel dengan baterai silicon-carbon berkapasitas besar seringkali dikirim dengan kapasitas sel yang dikurangi untuk pasar seperti Eropa dan lainnya.

Mengapa hal ini terjadi? Alasannya kompleks, menyangkut regulasi pengiriman baterai besar-besaran secara internasional, biaya logistik, dan mungkin juga strategi diferensiasi produk.

Ini mirip dengan kasus petisi konsumen untuk Redmi K20 yang dianggap kemahalan, di mana harapan tinggi konsumen global terkadang berbenturan dengan realitas strategi bisnis perusahaan.

Jadi, meski kabar tentang baterai 9.000 mAh ini menggoda, bijaknya kita menahan euforia sejenak. Jangan terlalu berharap perangkat ini akan meluncur di pasar Indonesia atau global dengan spesifikasi yang persis sama. Realitas pasar seringkali memiliki caranya sendiri untuk meredam ekspektasi.

Analisis Teknologi: Apa Artinya Bagi Pengguna?

Lalu, apa sebenarnya yang dijanjikan oleh angka 9.000 mAh ini bagi pengalaman pengguna sehari-hari? Dengan kapasitas sebesar itu, ponsel ini berpotensi bertahan selama 2-3 hari dengan penggunaan normal, atau menyediakan lebih dari 10 jam screen-on time untuk aktivitas berat seperti gaming atau video streaming.

Ditambah dengan pengisian cepat 100W, kekhawatiran akan kehabisan baterai bisa benar-benar menjadi cerita lama.

Namun, pertanyaannya adalah: pada kompromi apa? Baterai yang lebih besar hampir selalu berarti ponsel yang lebih tebal dan berat. Apakah konsumen rela mengorbankan faktor bentuk yang ramping untuk mendapatkan ketahanan ekstra? Atau apakah Xiaomi telah menemukan cara untuk menjejalkan kapasitas besar ke dalam bodhi yang tetap ergonomis? Ini adalah teka-teki desain yang harus dijawab.

Selain itu, tren perangkat mobile tidak hanya tentang smartphone. Inovasi di bidang tablet dan perangkat gaming juga menekankan pada ketahanan baterai, menunjukkan bahwa kebutuhan akan daya tahan lama adalah universal.

Jika Xiaomi berhasil membawa teknologi ini ke pasaran, mereka bisa memicu perlombaan baru di industri, di mana “hari penggunaan” menjadi metrik yang sama pentingnya dengan jumlah kamera atau kecepatan processor.

Bocoran baterai Xiaomi 9.000 mAh ini ibarat angin segar di tengah kebuntuan inovasi baterai smartphone. Ia menawarkan janji kebebasan dari colokan charger, sebuah impian bagi banyak pengguna.

Namun, di balik janji manis itu, tersembunyi pertanyaan tentang realisasi, ketersediaan global, dan trade-off desain yang harus diterima. Untuk saat ini, kita hanya bisa menunggu dan berharap bahwa kali ini, rumor tersebut bukan sekadar embusan angin, melainkan pertanda datangnya badai inovasi yang sesungguhnya. (Icha)

Apple AI Siri 2026 Bocoran Terbaru, Siap Guncang Dunia?

0

Telko.id – Apple baru saja mengumumkan rencana besar mereka di bidang kecerdasan buatan, dan ini bukan sekadar pembaruan biasa.

Setelah sukses meraih pendapatan fantastis sebesar $102,5 miliar di kuartal IV, CEO Tim Cook membocorkan strategi berikutnya yang bisa mengubah cara kita berinteraksi dengan teknologi.

Dalam wawancara eksklusif dengan CNBC, Cook mengungkapkan bahwa meski permintaan pasar sangat tinggi, Apple masih menghadapi kendala pasokan untuk beberapa model iPhone 17 dan seri 16 tahun lalu.

Namun, yang lebih menarik perhatian adalah komitmen Apple terhadap pengembangan kecerdasan buatan. Setelah penundaan bertahun-tahun, akhirnya Siri yang dirombak total dengan AI akan diluncurkan tahun depan.

Lalu, apa yang membuat pengumuman ini begitu spesial? Tidak hanya tentang Siri yang lebih pintar, tetapi juga tentang visi Apple membangun ekosistem AI yang lebih terbuka.

Setelah kerja sama dengan OpenAI pada 2024, raksasa teknologi asal Cupertino ini berencana menjalin lebih banyak kemitraan dengan penyedia AI lainnya.

Cook dengan tegas menyatakan niat Apple untuk memperluas jaringannya di dunia kecerdasan buatan, meski tidak merinci perusahaan mana saja yang akan diajak bekerja sama.

Siri Baru Akhirnya Tiba, Tapi Kapan?

Bocoran terbaru mengindikasikan bahwa Siri yang telah dijanjikan sejak lama akhirnya akan meluncur pada Maret 2026. Sebenarnya, Apple seharusnya merilis pembaruan Siri tahun ini, namun peluncurannya tertunda lagi.

Penundaan ini membuat banyak penggemar setia Apple bertanya-tanya: apakah perusahaan ini mulai kehilangan inovasi seperti yang dikhawatirkan beberapa pakar?

Namun, data keuangan Apple menunjukkan cerita yang berbeda. Perusahaan ini justru menunjukkan performa yang sangat kuat dengan proyeksi pertumbuhan pendapatan 10-12% untuk kuartal Desember.

Angka ini cukup mengesankan mengingat pengiriman smartphone global turun 17% di Q4, di mana Apple justru berhasil menyalip Samsung.

Tim Cook: Apple is planning more AI partnerships

Strategi AI Apple: Dari Tertutup Menuju Terbuka

Perubahan paling signifikan dalam strategi Apple adalah pergeseran dari pendekatan tertutup menuju kolaborasi yang lebih terbuka. Kerja sama dengan OpenAI pada 2024 menjadi titik balik penting, dan kini Apple mengonfirmasi akan menjalin lebih banyak kemitraan serupa.

Ini menunjukkan kesadaran Apple bahwa dalam perlombaan AI, tidak ada perusahaan yang bisa berjalan sendirian.

Pendekatan baru ini mirip dengan yang dilakukan kompetitor seperti Xiaomi, yang bakal menggunakan Snapdragon 8 Elite 2 untuk seri terbarunya. Kolaborasi antar perusahaan teknologi semakin menjadi kunci dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat.

Tantangan di Balik Kesuksesan

Di balik angka pendapatan yang mengesankan, Apple menghadapi tantangan tidak kecil. Cook mengungkapkan bahwa perusahaan menanggung biaya tambahan sebesar $1,1 miliar akibat tarif pada kuartal September.

Yang lebih mengejutkan, Apple memperkirakan biaya tarif untuk kuartal Desember akan mencapai $1,4 miliar.

Biaya tambahan ini tentu berdampak pada strategi pricing Apple ke depan. Namun, dengan Erajaya Digital yang menambah 101 gerai baru, distribusi produk Apple di Indonesia justru semakin menguat. Ini menunjukkan bahwa meski menghadapi tantangan global, pasar regional tetap menjadi prioritas.

Tim Cook: Apple is planning more AI partnerships

Masa Depan Apple Intelligence

Dengan rencana peluncuran Siri AI pada Maret 2026 dan perluasan kemitraan AI, Apple sedang membangun fondasi untuk masa depan yang lebih cerdas.

Pertanyaannya, apakah ini akan cukup untuk mempertahankan posisi Apple di puncak? Atau justru menunjukkan bahwa Apple mulai kehilangan keunggulan inovatifnya?

Yang pasti, perkembangan AI Apple ini sejalan dengan tren global dimana kecerdasan buatan menjadi kompetensi utama. Seperti yang dilakukan Indosat dengan pelatihan AI untuk generasi muda, penguasaan teknologi ini menjadi kunci kesuksesan di era digital.

Apple telah membuktikan kemampuan mereka dalam menghasilkan pendapatan yang solid, bahkan di tengah tantangan pasokan dan biaya tarif yang membengkak.

Kini, semua mata tertuju pada Maret 2026 – apakah Siri baru Apple akan menjadi game changer yang ditunggu-tunggu, atau sekadar pembaruan biasa yang tertunda? Jawabannya akan menentukan apakah Apple bisa mempertahankan mahkotanya sebagai raja inovasi teknologi. (Icha)

vivo X300 Ultra Bakal Bawa Kamera Dual 200MP, Siap Guncang Dunia!

0

Telko.id – vivo dikabarkan sedang mempersiapkan kejutan besar dengan meluncurkan vivo X300 Ultra secara global. Perubahan strategi ini bisa menjadi momen penting dalam sejarah ekspansi vivo di pasar premium internasional.

Bukti Nyata dari Database GSMA

Bocoran terbaru yang paling meyakinkan datang dari GSMA database, dimana terlihat model V2562 yang tidak mengikuti skema penamaan biasa untuk ponsel vivo di China. Perbedaan penamaan ini mengindikasikan kuat bahwa vivo sedang mempersiapkan versi internasional dari X300 Ultra.

Model number yang tidak biasa ini menjadi sinyal jelas bahwa perusahaan serius mengekspansi jangkauan produk flagship-nya.

Kehadiran varian global ini sangat tepat waktu, mengingat vivo X300 Series sendiri diprediksi rilis pada Oktober dengan membawa chipset Dimensity 9500.

Momentum ini menunjukkan vivo ingin menawarkan paket komplit kepada konsumen global, tidak hanya varian menengah tapi juga yang paling premium.

vivo X300 Ultra is going global after all

Revolusi Kamera Mobile dengan Dual 200MP

Yang membuat X300 Ultra begitu spesial adalah konfigurasi kameranya yang benar-benar revolusioner. Menurut rumor yang beredar, ini akan menjadi ponsel pertama di dunia yang mengusung dua sensor 200MP.

Sensor utama dan telephoto-nya kemungkinan besar akan menggunakan sensor terbaru dari Sony, menandakan lompatan signifikan dalam teknologi fotografi mobile.

Dengan konfigurasi seperti ini, vivo sepertinya ingin mendominasi persaingan perang kamera ultra antara Huawei, Oppo, vivo, Samsung, dan Xiaomi.

Dual sensor 200MP ini bukan hanya angka marketing semata, tapi janji kemampuan fotografi yang sebelumnya hanya bisa dibayangkan.

Analisis Harga: Titik Kritis Penerimaan Pasar Global

Meskipun spesifikasi menjanjikan, pertanyaan terbesar adalah tentang harga. Komentar dari pengguna di forum teknologi menunjukkan ambang batas psikologis yang menarik.

Banyak yang menyatakan bahwa harga $1,800 (sekitar Rp 27 juta) akan langsung membuat mereka beralih ke iPhone, sementara range $1,300-$1,500 (Rp 19-22 juta) untuk versi 1TB dengan baterai 7000mAh dianggap sebagai “definite buy”.

Pasar global, khususnya Barat, masih memiliki resistensi terhadap ponsel China berharga premium. vivo perlu belajar dari pengalaman brand lain yang gagal menembus pasar premium karena pricing strategy yang kurang tepat.

Kombinasi spesifikasi monster dengan harga kompetitif bisa menjadi kunci sukses X300 Ultra di pasar internasional.

Keberhasilan vivo X300 Series di Eropa dengan harga dan spesifikasi unggulan sebelumnya bisa menjadi acuan yang baik. Jika vivo mampu menawarkan nilai lebih yang signifikan dibanding kompetitor, resistensi terhadap brand China di segmen premium mungkin bisa ditembus.

Strategi vivo Menghadapi Kompetisi Ketat

Peluncuran X300 Ultra secara global menunjukkan perubahan strategi besar-besaran dari vivo. Dengan komitmen update OS Android yang kuat seperti terlihat dalam program 4 update OS Android untuk ponsel unggulan vivo dan iQOO, brand ini sedang membangun ekosistem yang lebih sustainable untuk konsumen global.

Persaingan di segmen ultra-premium semakin sengit dengan kehadiran Honor Ultra dan berbagai flagship dari OPPO. vivo tampaknya ingin membedakan diri dengan fokus pada fotografi ekstrem melalui dual sensor 200MP, sambil tetap memperhatikan aspek daya tahan dengan baterai besar 7000mAh.

Keputusan vivo ini datang di saat yang tepat, ketika konsumen global semakin terbuka terhadap alternatif selain Apple dan Samsung. Dengan kombinasi teknologi kamera mutakhir, daya tahan baterai yang impressive, dan komitmen software jangka panjang, X300 Ultra berpotensi menjadi game changer di pasar smartphone premium internasional.

Meskipun masih dalam tahap rumor, semua indikasi mengarah pada peluncuran global vivo X300 Ultra yang akan menggebrak pasar.

Bagi para photography enthusiast dan tech lovers yang selama ini hanya bisa mengagumi kemampuan vivo dari jauh, akhirnya kesempatan untuk memiliki flagship terbaik mereka semakin dekat.

Tinggal menunggu pengumuman resmi dan yang paling krusial – harga yang tepat untuk memenangkan hati konsumen global. (Icha)

Telin dan CTL, Kolaborasi Perkuat Konektivitas Digital Timor-Leste

0

Telko.id – PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) dan Cabos de Timor-Leste, E.P. (CTL) secara resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk kolaborasi strategis dalam pengembangan infrastruktur dan konektivitas digital antara Timor-Leste dan Indonesia.

Penandatanganan kerja sama bilateral ini dilakukan dalam seremoni di Jakarta pada Rabu (29/10) dan menjadi kerangka kerja sama yang fokus pada kepentingan bersama kedua negara.

MoU tersebut ditandatangani langsung oleh CEO Telin Budi Satria Dharma Purba dan Menteri Transportasi dan Komunikasi sekaligus President of the CTL Board Miguel Manetelu.

Kolaborasi ini mencakup pertukaran pengetahuan, penguatan kapasitas, serta potensi pengembangan sistem kabel laut bilateral yang akan meningkatkan konektivitas lintas negara.

Inisiatif ini menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat konektivitas regional, mempercepat transformasi digital, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan teknologi antara kedua negara.

Menteri Miguel Manetelu menekankan fokus strategis pemerintah terhadap investasi infrastruktur digital dalam pernyataannya.

“Inisiatif yang sedang dijalankan seperti Timor-Leste Submarine Cable System (TLSSC) dan proyek konektivitas nasional bukan sekadar penyediaan fasilitas telekomunikasi modern, melainkan wujud komitmen pemerintah untuk membangun bangsa yang terhubung secara digital,” ujar Miguel.

Miguel menambahkan bahwa CTL memiliki tanggung jawab tidak hanya menyediakan infrastruktur, namun juga berinvestasi pada masa depan masyarakat.

“Dengan berpartner bersama Telin, sebagai global player di ekosistem digital, Timor-Leste mendapatkan mitra strategis yang memberikan lebih dari sekadar konektivitas. MoU ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia untuk menghadirkan akses, peluang, dan inovasi yang berkelanjutan,” paparnya.

Content image for article: Telin dan CTL Tandatangani MoU Perkuat Konektivitas Digital Timor-Leste

CEO Telin Budi Satria Dharma Purba menyampaikan optimisme terhadap kemitraan ini dan menegaskan bahwa MoU tersebut menjadi landasan strategis bagi kerja sama jangka panjang.

“Penandatanganan MoU ini merupakan tonggak penting dalam memperkuat kerja sama digital antara Indonesia dan Timor-Leste. Sebagai penyedia infrastruktur digital global, Telin berkomitmen mendukung pertumbuhan regional melalui berbagi pengetahuan, pengalaman, dan teknologi untuk menghadirkan konektivitas yang berkelanjutan,” ujar Budi.

Budi menambahkan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah nyata untuk menciptakan dampak yang lebih luas. “Kami berkomitmen menghubungkan negara, memberdayakan masyarakat, dan mempercepat transformasi digital di kawasan,” tegasnya. Kolaborasi ini sejalan dengan peran strategis Timor-Leste yang semakin berkembang di ASEAN setelah bergabung sebagai anggota baru, yang berkontribusi pada penguatan integrasi digital di kawasan.

Kolaborasi Telin dan CTL ini menjadi bagian dari upaya lebih besar dalam mendorong transformasi digital di kawasan. Seperti inisiatif AdMedika yang memperkuat peran TPA untuk digitalisasi rumah sakit, kemitraan ini menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam membangun ekosistem digital yang terintegrasi.

Langkah ini menjadi awal dari kolaborasi lebih lanjut melalui diskusi teknis, studi bersama, dan proyek percontohan yang akan dijalankan untuk merealisasikan kerangka kerja sama yang telah disepakati.

Melalui penandatanganan nota kesepahaman ini, diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi dalam bidang pengelolaan kabel laut, pengembangan internet dan keamanan siber, serta transformasi digital dan pembangunan infrastruktur.

Kemitraan strategis antara Telin dan CTL ini juga selaras dengan berbagai inisiatif digital lainnya di Indonesia.

Pengembangan infrastruktur digital menjadi kunci dalam mempercepat transformasi digital di kawasan.

Penandatanganan MoU ini dihadiri oleh perwakilan senior dari kedua organisasi dan menandai babak baru dalam hubungan bilateral digital antara Indonesia dan Timor-Leste.

Kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat realisasi berbagai proyek infrastruktur digital yang akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat kedua negara.

Dengan kolaborasi ini, Telin dan CTL berkomitmen untuk tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga mengembangkan kapasitas sumber daya manusia dan menciptakan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan bagi pertumbuhan ekonomi digital di kawasan ASEAN. (Icha)

MODENA dan Indosat Kolaborasi Hadirkan Layanan Telekomunikasi Baru

Telko.id – MODENA dan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) secara resmi menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan perjanjian pada 31 Oktober 2025.

Kolaborasi ini bertujuan menghadirkan layanan telekomunikasi baru yang akan terintegrasi ke dalam ekosistem Seamless MODENA, memperkuat konektivitas digital untuk mendukung gaya hidup cerdas end-to-end di Indonesia.

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Dong Pyo Jeon, Executive Vice President Commercial MODENA, dan Muhammad Buldansyah, Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison. Acara ini menandai komitmen kedua perusahaan dalam memperluas jangkauan ekosistem digital terintegrasi di Tanah Air.

Michael Jizhar, Executive Vice President MODENA, menyatakan kolaborasi ini lahir dari kesamaan visi antara MODENA dan Indosat dalam menghadirkan solusi yang menyatukan teknologi dan kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan dukungan jaringan luas dan andal dari Indosat, kami akan menghadirkan layanan telekomunikasi yang menjadi bagian dari ekosistem Seamless, memperkuat konektivitas yang lebih pintar dan stabil untuk mendukung smart living dalam satu pengalaman yang terhubung,” ujarnya.

Pada tahap awal, kolaborasi ini akan menghadirkan layanan kartu SIM dan paket data pascabayar yang dapat dibeli secara bundling dan digunakan secara terintegrasi oleh pengguna.

Layanan dirancang untuk memberikan pengalaman konektivitas yang lebih praktis dan stabil dengan berbagai nilai tambah. Keunikan layanan ini memungkinkan pelanggan tetap menggunakan nomor telepon Indosat mereka saat menikmati paket dari Seamless tanpa perlu mengganti nomor yang sudah ada.

Kolaborasi strategis antara perusahaan teknologi dan operator telekomunikasi semakin marak di Indonesia.

Muhammad Danny Buldansyah, Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, menekankan bahwa kolaborasi ini menjadi wujud nyata peran Indosat sebagai mitra strategis dalam mendorong transformasi digital lintas industri.

“Kami senang dapat mendukung MODENA dalam membangun konektivitas yang menghadirkan pengalaman hidup cerdas bagi lebih banyak masyarakat Indonesia. Inisiatif ini sejalan dengan tujuan besar kami dalam memberdayakan Indonesia melalui inovasi teknologi, konektivitas tanpa batas, dan kolaborasi lintas sektor,” jelasnya.

Kolaborasi ini tidak akan berhenti pada layanan dasar telekomunikasi saja. MODENA dan IOH terus mengembangkan solusi yang memungkinkan layanan telekomunikasi terintegrasi lebih dalam dengan ekosistem Seamless lainnya, membuka potensi baru bagi kehidupan cerdas yang lebih nyaman, inklusif, dan saling terhubung.

Seamless merupakan visi jangka panjang MODENA untuk membangun ekosistem gaya hidup cerdas yang saling terhubung, di mana perangkat, konektivitas, dan layanan digital bekerja secara terintegrasi dalam satu ekosistem.

Untuk merealisasikan visi ini, MODENA tengah mengembangkan berbagai lini bisnis yang menjadi fondasi dari ekosistem Seamless.

Sebagai bagian dari komitmen membangun ekosistem tersebut, MODENA telah menghadirkan berbagai inisiatif yang memperkuat konektivitas dan integrasi layanan.

Dimulai dengan peluncuran MODENA Seamless IoT, solusi smart home yang memungkinkan pengguna mengontrol 17 perangkat Internet of Things (IoT) secara terpusat melalui MODENA Seamless App.

Langkah ini kemudian diperluas melalui kerja sama dengan MNC Kapital Indonesia untuk membangun MODENA Pay, layanan keuangan digital yang akan terintegrasi dengan Seamless untuk memberikan kemudahan transaksi dalam satu ekosistem.

Seluruh inisiatif MODENA ke depannya akan diintegrasikan secara lebih cerdas melalui konektivitas yang kini mulai dibangun lewat kolaborasi strategis dengan IOH.

Ekosistem ini akan terus bertumbuh dengan berbagai inovasi dan layanan baru lainnya yang memperkaya pengalaman pengguna.

Michael Jizhar menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang MODENA Group untuk tumbuh melampaui bisnis peralatan rumah tangga.

“Melalui 12 pilar bisnis kami yang terdiri dari elektronik, energi, IoT, water solutions, mobilitas, industri berat, retail cloud, engineering and construction, logistik, peralatan medis, teknologi informasi dan komunikasi, serta layanan keuangan, kami percaya kolaborasi ini akan memperkuat peran MODENA dalam membangun ekosistem terintegrasi untuk kehidupan modern,” tutupnya.

Kolaborasi MODENA dan Indosat Ooredoo Hutchison ini diharapkan dapat mempercepat adopsi teknologi digital di masyarakat sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem digital global.

Integrasi antara perangkat elektronik, konektivitas, dan layanan digital dalam satu platform terpadu diprediksi akan menjadi tren utama dalam perkembangan teknologi smart living di Tanah Air. (Icha)

Telkom Transformasi Jadi Strategic Holding untuk Efisiensi Bisnis

0

Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengumumkan langkah transformasi korporasi menjadi strategic holding dan penataan portofolio bisnis.

Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan perusahaan untuk memastikan fokus bisnis lebih tajam, sinergi antar entitas, serta menciptakan nilai tambah optimal bagi seluruh pemangku kepentingan.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji menegaskan bahwa streamlining portofolio bisnis hadir agar Telkom dapat semakin fokus pada bisnis inti yang mendukung pilar transformasi perusahaan.

“Dengan organisasi yang lebih lean dan efisien, setiap anak perusahaan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang optimal bagi TelkomGroup,” ujar Seno dalam agenda Forum Group Discussion: Streamlining Anak Usaha untuk Agility & Optimalisasi Bisnis Telkom yang berlangsung Jumat (31/10) di Bandung.

Transformasi strategic holding ini sejalan dengan aspirasi streamlining BUMN yang diamanatkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Program nasional tersebut menargetkan pemangkasan jumlah perusahaan BUMN dari awalnya 1.000 menjadi sekitar 200-240 melalui konsolidasi dan restrukturisasi untuk meningkatkan efisiensi, profitabilitas, dan daya saing global.

Seno menjelaskan bahwa streamlining merupakan bagian penting dalam mewujudkan strategic holding dua tingkat (two tier strategic holding) yang berfokus pada penciptaan nilai.

“Strategi ini dapat memperkuat posisi Telkom sebagai digital telco dan enabler ekosistem digital nasional yang berdaya saing global, sekaligus mendorong efisiensi, improvement, sinergi dan pertumbuhan bisnis berkelanjutan,” tambahnya.

Content image for article: Telkom Transformasi Jadi Strategic Holding untuk Efisiensi Bisnis

Inisiasi rencana program streamlining Telkom didasarkan pada kajian subsidiary streamlining yang disusun menggunakan framework dari konsultan bisnis independen.

Framework tersebut dirancang secara komprehensif untuk mengevaluasi portofolio anak perusahaan dan menentukan opsi optimal bagi masing-masing entitas.

Opsi yang tersedia meliputi cut loss atau divestasi di bawah nilai invested capital, write off atas shareholder loan, maupun pembubaran anak usaha yang dinilai tidak lagi memberikan nilai tambah strategis bagi TelkomGroup.

Langkah ini bertujuan memastikan tidak terdapat anak usaha dengan portofolio yang hampir serupa sehingga organisasi menjadi lebih ramping dan efisien.

Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI, Dr. Muhammad Yusuf Ateh, memberikan penjelasan penting mengenai aspek hukum dalam proses streamlining.

“Cut loss merupakan langkah pemutusan kerugian perusahaan tidak semakin besar. Tindakan ini sah dan dapat dilakukan sepanjang dilandasi niat baik untuk memperbaiki kondisi perusahaan, tidak mengandung unsur mens rea, serta dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” jelas Yusuf Ateh.

Yusuf Ateh menekankan bahwa pelaksanaan cut loss harus disertai dokumentasi yang lengkap dan akurat, serta memperoleh persetujuan dari Danantara.

“Akan lebih kuat apabila didukung oleh peraturan internal Danantara yang mengaturnya,” tambahnya.

Ia juga menyatakan bahwa kerugian yang timbul dari keputusan bisnis yang diambil dengan dasar itikad baik dan dibuktikan tanpa unsur mens rea merupakan risiko bisnis yang wajar, bukan tindak pidana korupsi.

Jaksa Agung Muda Pembinaan Dr. Hendro Dewanto, S.H., M.Hum menyampaikan bahwa sinergi Telkom dengan Danantara, BPKP, BP BUMN, Kejaksaan, dan auditor publik akan menghasilkan model best practice baru bagi tata kelola BUMN di Indonesia.

“Keberhasilan restrukturisasi Telkom akan bermuara pada dua hal, yakni peningkatan nilai Telkom sebagai perusahaan dan terjaganya amanat publik,” ujarnya.

Direktur Legal & Compliance Telkom Andy Kelana menambahkan pentingnya penguatan strategi serta pemahaman mendalam terhadap aspek kepatuhan.

“Agar inisiatif ini dapat memberikan dampak positif bagi Telkom, kami juga menekankan pentingnya penguatan strategi serta pemahaman mendalam terhadap aspek kepatuhan. Dengan demikian, setiap keputusan strategis diambil secara prudent dengan melibatkan pertimbangan dan masukan dari berbagai pemangku kepentingan,” ujar Andy.

Telkom berkomitmen memastikan setiap proses streamlining dilakukan secara akuntabel dan transparan, selaras dengan prinsip Governance Risk and Compliance (GRC).

Perusahaan juga berkoordinasi erat dengan Kejaksaan Agung, BPKP, Danantara, dan Badan Pengaturan BUMN untuk menjamin kepatuhan hukum dan mendukung transformasi menuju korporasi yang lebih gesit, efisien, dan berkelanjutan.

Sebagai upaya memastikan proses streamlining berjalan secara hati-hati dan sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik, Telkom melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk ahli akademisi, auditor, dan kejaksaan. Pendekatan kolaboratif ini memastikan pelaksanaan proses streamlining berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku.

Transformasi strategic holding dan penataan portofolio bisnis ini merupakan wujud dukungan Telkom terhadap inisiatif pemerintah dalam upaya menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Perusahaan tetap berkomitmen menjalankan peran strategisnya dalam mendukung transformasi digital Indonesia yang berkelanjutan melalui berbagai inovasi dan layanan terkini.

Melalui langkah transformasi ini, Telkom mengukuhkan posisinya sebagai pelaku utama dalam ekosistem digital Indonesia. Perusahaan terus beradaptasi dengan dinamika pasar yang berkembang pesat, sekaligus memastikan kontribusi optimal bagi pertumbuhan ekonomi digital nasional.

Inisiatif strategic holding ini juga sejalan dengan perkembangan teknologi 5G dan solusi digital yang menjadi fokus pengembangan industri telekomunikasi saat ini.

Forum Group Discussion yang diselenggarakan Telkom menghadirkan berbagai narasumber kunci, termasuk Kepala BPKP RI Dr. Muhammad Yusuf Ateh sebagai keynote speaker, Jaksa Agung Muda Pembinaan Dr. Hendro Dewanto, Deputi Akuntan Negara BPKP Iwan Taufiq Purwanto, dan Dosen Fakultas Hukum Universitas Mataram Muhammad Hayyanul Haq.

Acara ini dimoderatori oleh Asisten Pemulihan Aset Kejaksaan Tinggi Kalimatan Selatan Dr. Yudhi Kurniawan.

Dukungan terhadap transformasi digital tidak hanya datang dari Telkom, tetapi juga dari berbagai pemain lain di industri. Seperti yang terlihat dalam inisiatif Rakuten Cloud dan Alita yang turut mendorong percepatan transformasi digital Indonesia melalui teknologi edge AI dan cloud-native infrastructure.

Dengan transformasi menjadi strategic holding dan penataan portofolio bisnis yang lebih efisien, Telkom memposisikan diri untuk menghadapi tantangan digital masa depan sekaligus memaksimalkan peluang pertumbuhan dalam ekosistem digital yang semakin kompetitif. (Icha)

HDC NeutraDC-Nxera Batam Raih Sertifikasi Tier-3 dari Uptime Institute

0

Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui PT Teknologi Data Infrastruktur (NeutraDC Nxera Batam) berhasil meraih Uptime Institute Tier-3 Certification of Design Documents (TCDD) untuk fasilitas Hyperscale Data Center (HDC) NeutraDC-Nxera Batam.

Sertifikasi global ini menegaskan kesiapan operasional dan komitmen TelkomGroup dalam membangun pusat data andal untuk mendukung ekosistem digital di Asia Tenggara.

Pembangunan fasilitas HDC NeutraDC-Nxera Batam telah memasuki fase akhir, ditandai dengan penyelenggaraan topping off ceremony pada Kamis (30/10) lalu.

Fasilitas ini diproyeksikan siap beroperasi pada tahun 2026. Sertifikasi Tier-3 menjadi pencapaian penting dalam memastikan keandalan, keamanan, dan kesiapan operasional pusat data berstandar internasional yang menjadi fondasi ekosistem digital Indonesia.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menjelaskan bahwa perolehan sertifikasi global ini merupakan wujud nyata komitmen Telkom dalam menghadirkan infrastruktur digital yang tangguh, efisien, dan berdaulat.

“Hyperscale Data Center di Batam menjadi bagian penting dari strategi Telkom untuk memperkuat posisi Indonesia di peta ekonomi digital Asia Tenggara. Dengan standar Tier-3, kami memastikan tingkat keamanan dan keandalan sistem tertinggi agar dapat mendukung pertumbuhan layanan berbasis AI, Cloud, dan Big Data,” ujar Dian.

CEO NeutraDC-Nxera Batam Indrama YM Purba menambahkan bahwa pencapaian Tier-3 ini bukan hanya capaian teknis, tetapi juga simbol kesiapan Indonesia untuk bersaing di ekosistem digital global.

“Sertifikasi Tier-3 menegaskan keunggulan infrastruktur yang kami bangun, dari efisiensi energi, ketahanan sistem, hingga keamanan operasional. Fasilitas ini akan menjadi rumah bagi berbagai penyedia layanan AI dan Cloud berskala internasional, sekaligus menghubungkan kekuatan digital Indonesia dengan pasar regional,” jelas Indrama.

Content image for article: HDC NeutraDC-Nxera Batam Raih Sertifikasi Tier-3 dari Uptime Institute

Kolaborasi Strategis dengan Enam Mitra Utama

Sebagai langkah memperkuat ekosistem konektivitas pada fasilitas HDC, NeutraDC Nxera Batam menandatangani Master Service Agreement (MSA) dengan enam mitra utama dari sektor Internet Service Provider (ISP) dan telekomunikasi. Mitra tersebut terdiri dari Permana Net, Super Sistem Group, LitUp Network Indonesia, Iforte, Telin, Matrix NAP Info, dan Moratelindo.

Kolaborasi ini memperkuat posisi NeutraDC-Nxera Batam sebagai pusat data carrier-neutral yang menghadirkan keandalan konektivitas, fleksibilitas, serta ketahanan jaringan bagi pelanggan korporasi dan hyperscaler.

Pendekatan carrier-neutral memungkinkan berbagai penyedia layanan untuk terhubung dan beroperasi dalam satu ekosistem yang terintegrasi.

Komitmen Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan

Dalam operasionalnya, HDC NeutraDC Nxera Batam menerapkan prinsip keberlanjutan dengan penggunaan pasokan listrik dari sumber energi terbarukan.

Selain itu, pengelolaan pendinginan dan manajemen panas dirancang secara efisien untuk memastikan operasional ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Penerapan teknologi efisiensi energi ini sejalan dengan tren global dalam pengelolaan pusat data yang semakin memperhatikan aspek lingkungan. Inisiatif ini juga mendukung komitmen Indonesia dalam transisi menuju ekonomi hijau dan digital yang berkelanjutan.

Dengan perolehan sertifikasi Tier-3 ini, NeutraDC-Nxera Batam memperkuat posisinya sebagai pusat data berkeandalan tinggi dan carrier-neutral yang mendukung pertumbuhan ekosistem digital secara inklusif.

Fasilitas ini siap melayani kebutuhan hyperscaler, enterprise global, serta menjadi tulang punggung bagi berbagai solusi berbasis AI dan Cloud di kawasan regional.

Pentingnya keamanan data dan sistem menjadi perhatian utama dalam pengembangan infrastruktur digital. Seperti yang tercermin dalam perkembangan praktik keamanan siber, perlindungan data harus menjadi prioritas dalam setiap pengembangan teknologi.

“Pencapaian ini membawa Indonesia selangkah lebih maju dalam membangun infrastruktur digital kelas dunia, memperluas peluang kolaborasi lintas sektor, dan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi digital yang berkelanjutan,” tutup Dian Siswarini.

Pengembangan infrastruktur digital seperti HDC NeutraDC-Nxera Batam juga mendukung program digitalisasi UKM yang sedang digalakkan di berbagai daerah.

Ketersediaan infrastruktur cloud dan data center yang andal menjadi fondasi penting bagi transformasi digital nasional. (Icha)

Telkomsel & OpenAI Luncurkan ChatGPT Go Rp50.000 di Indonesia

0

Telko.id – Telkomsel dan OpenAI secara resmi meluncurkan Paket Promo Bundling Telkomsel x ChatGPT Go di Indonesia.

Ini merupakan kolaborasi pertama di Asia Tenggara yang menawarkan akses berlangganan ChatGPT Go mulai dari Rp50.000. Paket ini mencakup data khusus untuk mengakses aplikasi ChatGPT dan langganan ChatGPT Go, memberikan pengalaman AI yang lebih inklusif melalui jaringan Telkomsel.

Derrick Heng, Direktur Marketing Telkomsel, menyatakan kolaborasi ini sebagai bentuk komitmen perusahaan sebagai digital lifestyle enabler.

“Kami berkolaborasi dengan OpenAI untuk menghadirkan teknologi AI terdepan yang dapat diakses oleh semua orang di Indonesia,” ujarnya. Menurut Heng, layanan ini menjawab kebutuhan nyata masyarakat dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Oliver Jay, Managing Director of International dari OpenAI, menekankan pentingnya membuat teknologi AI menjadi lebih mudah diakses. “Dengan ChatGPT Go dan akses ke model GPT-5 terbaru, kami ingin menjadikan teknologi AI terdepan sebagai sesuatu yang sederhana, ekonomis, dan bermanfaat bagi semua orang,” jelas Jay.

Kolaborasi dengan Telkomsel diharapkan dapat membantu masyarakat Indonesia menemukan jawaban lebih cepat dan mengeksplorasi ide-ide baru.

ChatGPT Go menawarkan berbagai keunggulan dibanding paket premium lainnya, termasuk batas pesan dengan GPT-5 hingga 10 kali lebih banyak, pembuatan gambar per hari hingga 10 kali lebih banyak, unggah file atau gambar per hari hingga 10 kali lebih banyak, serta memori percakapan 2 kali lebih panjang untuk respons yang lebih personal.

Content image for article: Telkomsel & OpenAI Luncurkan Bundel ChatGPT Go Rp50.000 di Indonesia

Paket promo ini tersedia untuk pelanggan SIMPATI (prabayar) dan Halo (pascabayar) melalui aplikasi MyTelkomsel.

Untuk pelanggan prabayar, tersedia tiga pilihan paket: Standalone Pack seharga Rp50.000 untuk 1 bulan dengan 3 GB data khusus ChatGPT plus akses ChatGPT Go 1 bulan, Surprise Deal mulai Rp50.000 dengan paket data internet hingga 100 GB plus fitur yang sama, serta Starter Pack SIMPATI ChatGPT seharga Rp55.000 untuk kartu perdana.

Pelanggan pascabayar Halo mendapatkan penawaran lebih variatif, termasuk Standalone Pack Rp50.000 untuk 1 bulan atau Rp75.000 untuk 2 bulan, Ekstra Kuota mulai Rp45.000 dengan masa aktif bervariasi, serta benefit untuk pelanggan baru yang berlangganan Halo+ Rp120.000 atau lebih.

Pelanggan juga memiliki opsi alternatif untuk mendapatkan akses ChatGPT Go, termasuk menukarkan 1.000 Telkomsel Poin untuk akses berlangganan 2 bulan.

Selain itu, paket ini tersedia untuk pelanggan baru IndiHome dengan paket di atas 75 Mbps dan melalui program retensi pelanggan terbatas.

Strategi bundling dengan harga spesial ini sejalan dengan tren industri telekomunikasi dalam menghadirkan nilai tambah bagi pelanggan.

Proses aktivasi paket ChatGPT Go terbilang sederhana. Pengguna perlu menginstal aplikasi ChatGPT di perangkat iOS atau Android, membeli paket melalui MyTelkomsel, mengklaim voucher via SMS, login, dan memilih metode pembayaran default untuk perpanjangan otomatis.

Setelah masa promo berakhir (1-2 bulan sesuai paket), harga normal Rp75.000 per bulan akan berlaku, namun pelanggan dapat membatalkan kapan saja sebelum perpanjangan otomatis.

Kolaborasi Telkomsel dengan OpenAI ini merupakan bagian dari strategi beyond connectivity yang terus dikembangkan perusahaan. Layanan beyond connectivity menjadi fokus utama operator telekomunikasi dalam memberikan nilai tambah di luar layanan konektivitas tradisional.

Melalui Bundel ChatGPT Go, Telkomsel berkomitmen mendorong produktivitas dan menginspirasi kreativitas pengguna.

Promo ini berlaku hingga 30 April 2026 dengan jumlah terbatas. Informasi lengkap dapat diakses melalui tsel.id/tselchatgpt. Ke depan, Telkomsel berencana menjajaki kolaborasi lebih dalam dengan OpenAI untuk menghadirkan pengalaman AI yang semakin seamless dan terintegrasi, mendukung penerapan solusi AI lintas industri, serta mengembangkan talenta AI di Indonesia.

Kehadiran Bundel ChatGPT Go ini menandai babak baru dalam akses teknologi AI di Indonesia. Dengan harga yang terjangkau dan fitur yang lengkap, diharapkan lebih banyak masyarakat dapat merasakan manfaat teknologi kecerdasan artifisial dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus mempercepat adopsi AI di berbagai sektor. (Icha)