spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 902

LinkAja Dukung Digitalisasi di Lingkungan Kodam Jaya

0

 Telko.id – LinkAja dukung digitalisasi di lingkungan Komando Daerah Militer (Kodam) Jaya yang berlokasi Jl Mayjen Sutoyo, Jakarta Timur dengan turut serta dalam acara Kodam Goes Digital.

Acara ini dihadiri oleh Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiono, Asisten Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Hamid Ponco Wibowo, Direktur Kelembagaan BRI Agus Noorsanto, Direktur Utama PD Pasar jaya Arief Nasrudin dan Direktur Utama LinkAja Haryati Lawidjaja.

Pada kesempatan ini, LinkAja menjadi pelopor uang elektronik yang memberikan kemudahan dalam metode pembayaran secara digital di berbagai lokasi yang tersebar di area Kodam Jaya guna memenuhi kebutuhan para prajurit dan warga sekitar untuk bertransaksi di koperasi, kantin, Pasar Obor Cijantung, hingga pembayaran infaq di masjid lingkungan Kodam Jaya.

Solusi pembayaran elektronik ini merupakan sinergi antara LinkAja dengan Kodam Jaya, Bank Indonesia (BI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan PD Pasar Jaya, yang ke depannya akan diimplementasikan pada seluruh area Kodam di Indonesia. Kodam Jaya telah menerapkan QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard) pada ekosistem pembayarannya, sehingga memungkinkan seluruh transaksi yang ada di lingkungan tersebut untuk dapat dilakukan melalui satu QR Code, yang bisa dibayar melalui berbagai aplikasi pembayaran berstandar QRIS.

Dengan hadirnya LinkAja dukung digitalisasi di lingkungan Kodam jaya, seluruh ekosistem di area tersebut, dari mulai para prajurit, warga sekitar, hingga para pedagang kantin dan pasar, tidak perlu lagi menggunakan uang tunai untuk proses pembayaran di berbagai titik transaksi, baik dengan menggunakan LinkAja, Layanan Syariah LinkAja maupun layanan pembayaran berstandar QRIS lainnya.

Kemudahan ini pun menjadi nilai tambah di masa pandemi, yang meminimalisir penggunaan uang tunai dalam rangka memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Sebagai bentuk dukungan terhadap digitalisasi transaksi di area Kodam jaya, terdapat cashback 20% yang dapat dinikmati pengguna LinkAja dengan nominal maksimal Rp 10,000 per transaksinya selama periode awal Agustus hingga akhir September 2020.

Baca juga : 1 Tahun LinkAja, Apa Saja Pencapaian Fintech Punya BUMN Ini?

“Kerja sama strategis ini merupakan upaya kami dalam memperluas akses pembayaran nontunai yang memudahkan kehidupan masyarakat sehari-hari, terutama dalam hal ini masyarakat di lingkungan Kodam Jaya dan sekitarnya,” ungkap Haryati Lawidjaja, selaku Direktur Utama LinkAja.

Kehadiran LinkAja dukung digitalisasi dengan metode QRIS, telah diimplementasikan pada seluruh merchant di seluruh Indonesia. Selain memudahkan kehidupan harian masyarakat dalam bertransaksi, tentunya memberikan keuntungan kompetitif kepada koperasi, para pedagang Pasar Obor Cijantung, dan kantin, karena dapat memberikan kemudahan transaksi yang dirasakan langsung oleh pihak penjual dan pembeli, terutama di era pandemi seperti sekarang ini.

Hingga saat ini, LinkAja telah dapat digunakan di lebih dari 200 ribu merchant di seluruh Indonesia, 481 pasar tradisional, lebih dari 14,000 partner donasi digital, 1.569 e-commerce, pembayaran dan pembelian kebutuhan sehari hari seperti pulsa telekomunikasi, token listrik, tagihan rumah tangga, iuran BPJS,  hingga berbagai layanan keuangan lainnya seperti transfer ke semua rekening bank dan tarik tunai tanpa kartu.

Selain itu, LinkAja juga dapat digunakan di lebih dari satu juta titik transaksi untuk pengisian dan penarikan saldo, yang meliputi ATM, transfer perbankan, jaringan ritel,  hingga layanan keuangan digital.

Bank Indonesia melalui penjelasan yang disampaikan oleh Asisten Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta menyatakan bahwa Bank Indonesia turut mendukung adanya perluasan penggunaan QRIS di berbagai lapisan masyarakat agar dapat memudahkan dalam bertransaksi secara aman dan sehat serta tetap memenuhi protokol kesehatan.

Bank Indonesia juga mengapresiasi setinggi-tingginya inisiatif Kodam Jaya bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, PT Finarya (LinkAja), Bank Rakyat Indonesia dan PD Pasar Jaya dalam mendorong penggunaan QRIS pada Pedagang di Pasar Obor Cijantung dan menjadi bagian dari 4,2 juta merchant yang telah menggunakan QRIS. Selanjutnya diharapkan hal ini dapat direplikasikan ke pasar tradisional lain se DKI Jakarta.

Direktur Kelembagaan dan BUMN BRI Agus Noorsanto menyampaikan keterlibatan BRI pada pembayaran digital di lingkungan Kodam Jaya merupakan bentuk dukungan Perseroan guna menciptakan cashless society yang sudah dicanangkan oleh pemerintah. “Lewat transaksi secara nontunai atau cashless diharapkan dapat meningkatkan layanan transaksi secara aman dan nyaman,“ tambah Agus.

BRI hadir di Koperasi dan Kantin Kodam Jaya dengan beberapa solusi yaitu memfasilitasi pelanggan Koperasi dan Kantin untuk dapat melakukan isi ulang “top up” saldo LinkAja menggunakan BRImo dan menyediakan fasilitas akseptasi pembayaran menggunakan EDC BRI (bisa juga menggunakan QRIS).

Disamping itu, melalui EDC BRI Koperasi dan Kantin dapat menerima transaksi pelanggan menggunakan Kartu Debit & Kartu Kredit dengan logo GPN, Mastercard, Visa dan Privat Label, serta Kartu BRIZZI. BRI juga memberdayakan Koperasi dengan memberikan fasilitas menjadi AgenBRILink yang dapat memberikan layanan transaksi perbankan perbankan di lingkungan Kodam Jaya. (Icha)

 

 

Teknologi XL Smart Poultry Terbukti Mampu Tingkatkan Produksi Unggas

0

Telko.id – Teknologi XL Smart Poultry terbukti mampu tingkatkan produksi ungags. Hal ini terlihat dari PT Sierad Produce Tbk (Sierad Produce) yang menggunakan solusi XL yang berbasis Internet Of Things tersebut, produksinya dapat meningkat.

Kerjasama kedua pihak yang telah berlangsung dalam setahun terakhir juga berhasil meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan peternakan unggas tersebut. Saat ini hasilnya sudah bisa dilihat, dari hasil proses evaluasi bersama Sierad Produce untuk penerapan XL Smart Poultry di daerah Banten dan Jawa Barat, solusi berbasis IoT ini terbukti berhasil dapat meningkatkan Index Performa (IP) diatas standard rata – rata Nasional.

Baca juga : XL Axiata Kembangkan Smart Poultry Berbasis IoT Bersama PT Sierad

Kini, kedua pihak telah siap untuk mengembangkan kerjasama yang lebih luas lagi dalam penerapan solusi digital tersebut.

“Teknologi XL Smart Poultry tidak hanya berperan untuk mendigitalisasi kandang, namun juga dapat membantu sebagai personal assistant bagi para peternak seperti fitur notifikasi dan alert, dan juga integrasi ke ekosistem industri unggas yang lebih luas,” ungkap Feby Sallyanto, Chief Enterprise & SME Officer XL Axiata.

Feby menambahkan bahwa “Kerjasama dengan Sierad Produce tahun lalu merupakan peluang besar bagi kami di XL Business Solutions untuk mengembangkan solusi berdasarkan situasi nyata yang dihadapi oleh klien kami. Selanjutnya, kami dan Sierad Produce akan melakukan ekspansi besar-besaran dalam penerapan solusi ini.”

XL Smart Poultry

Index Performa yang disebut kan diatas tersebut merupakan salah satu ukuran yang digunakan untuk menilai keberhasilan dari usaha peternakan ayam berdasarkan tingkat jumlah ayam yang hidup, berat panen Ayam, umur panen serta FCR (Feed Conversion Ratio). Peningkatan IP diatas rata rata nasional merupakan sebuah pencapaian tersendiri yang membuktikan bahwa digitalisasi bisa meningkatkan performa produksi serta kualitas panen yang pada akhirnya dapat meningkatkan keuntungan peternakan ayam.

Hasil tersebut akan sangat berat dicapai jika dengan menggunakan cara-cara lama atau tanpa menerapkan solusi XL Smart Poultry.

Rencana pengembangan kerjasama yang akan segera direalisasikan kedua pihak adalah demokratisasi teknologi dimana solusi dari XL ini akan diperluas dan menjangkau semua peternakan ayam di Indonesia yang diperkirakan mencapai 70.000 – 80.000 peternak ayam.

Menurut Feby, XL Smart Poultry adalah wujud nyata revolusi industri 4.0 di sektor industri peternakan ayam dengan menggunakan XL flexIoT, yang merupakan unified full-stack IoT platform dengan standar Telco-Grade yang memberikan keamanan, kemudahan integrasi dan scale-up bisnis Anda.

Dalam rentang setahun terakhir kerjasama dengan Sierad Produce, XL Axiata juga terus melakukan pengembangan pada solusi XL Smart Poultry. Beragam inovasi baru terus diimplementasikan. Pada kuartal ketiga 2019, telah dilakukan pengembangan seperti penggunaan perangkat untuk melindungi sensor dari masuknya air pada saat proses pembersihan, penyesuaian formula dan algoritma untuk mengikuti standar terkini pada poultry industry dan penambahan analitik untuk menganalisa pasokan pakan menggunakan load cell pada feed hopper.

Manfaat XL Smart Poultry

Sedikitnya ada lima keuntungan yang peternak ayam bisa dapatkan dengan menerapkan solusi XL Smart Poultry. Peternak dapat memonitor kondisi lingkungan secara real-time mulai dari suhu dan kelembaban sampai dengan tingkat cahaya, kecepatan angin, kadar CO2, juga ammonia.

Kemudian, peternak dapat memonitor konsumsi pakan dan minum ayam serta hasil tumbuh kembang ayam melalui indikator harian ABW (Average Body Weight) atau rata-rata berat harian. Peternak juga akan mendapatkan peringatan dan notifikasi secara langsung sehingga dapat lebih cepat tanggap menangani hal di kandang.

Manfaat selanjutnya adalah solusi ini  dapat membantu peternak dalam mengotomatisasi operasional kipas dengan menyesuaikan suhu dan kelembaban lingkungan untuk mencapai target suhu harian dalam kandang.

Peternak juga dapat melakukan analisa performa dari beberapa indikator yang ada seperti FCR, IP, FE (Feed Efficiency), dan Depletion atau Mortality rate melalui XL Smart Poultry Dashboard baik melalui website ataupun aplikasi mobile. Terakhir, peternak juga dapat memonitor status dari masing sensor dan melakukan proses kalibrasi melalui dashboard.

Komitmen XL Axiata dalam pengembangan IoT diwujudkan dalam pembangunan jaringan NB-IoT di lebih dari 30 kota besar, pengembangan platform flexIoT sebagai IoT Solution Enabler, dan pengaktifan X-Camp sebagai pusat pengembangan serta RnD yang mempertemukan Industri dengan para Makers.

Hingga saat ini, ribuan perusahaan telah aktif memanfaatkan produk dari XL Business Solution untuk menumbuhkan bisnis mereka. (Icha)

 

 

 

Xiaomi Redmi 9 Prime

0

Telko.id – Spesifikasi Xiaomi Redmi 9 Prime bertumpu pada Helio G80, 4 GB dan kamera yang mampu menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 13 MP. Perangkat yang diperkenalkan pada 2020, August 04 ini dibekali sistem operasi Android 10, MIUI 11 dan layar berukuran 6.53″ Inch.

Sampai berita ini diturunkan, Xiaomi memang belum secara resmi merilis harga Xiaomi Redmi 9 Prime. Tapi jika melihat dari spesifikasi yang ditawarkan, perangkat ini diperkirakan akan dibandrol dengan harga [content-egg-block template=customizable next=1 show=price] yang kurang lebih sama dengan seri pendahulunya.[content-egg-block template=price_comparison]

(Baca Juga : Harga dan Spesifikasi Xiaomi Terbaru)

Perangkat cerdas ini hadir dengan beberapa pilihan warna (Space Blue, Mint Green, Matte Black, Sunrise Flare) dan memiliki body berdimensi 163.3 x 77 x 9.1 mm (6.43 x 3.03 x 0.36 in) dengan berat 198 g (6.98 oz). Desainnya dibangun dari komponen Glass front (Gorilla Glass 3), plastic back, plastic frame, dengan slot SIM card yang diletakkan pada sisi body, support Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by).

Spesifikasi Xiaomi Redmi 9 Prime

Pada sektor performa, perangkat ini mengandalkan chipset Helio G80 yang ditopang Central Processing Unit atau CPU Octa-core (2×2.0 GHz Cortex-A75 & 6×1.8 GHz Cortex-A55) dan prosesor grafis / GPU Mali-G52 MC2. Komponen pemrosesan tersebut didukung dengan RAM berkapasitas 4 GB. Lengkap dengan opsi penyimpanan internal / ROM berkapasitas 64GB/128GB storage, microSDXC dan baterai berjenis Li-Po dengan kapasitas 5020 mAh.

Beralih ke bagian multimedia, ada layar berukuran 6.53″ Inch dengan jenis IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors. Resolusi layarnya 1080×2340 pixels dan telah dilengkapi dengan Corning Gorilla Glass 3,400 nits typ. brightness (advertised). Layar tersebut jadi viewfinder yang cukup nyaman untuk menampilkan beragam fungsi yang dibawanya. Termasuk untuk menonton video dan bermain game tentunya.

Baca Juga : LayarKaca21 dan 7 Situs Nonton Film Gratis Pengganti Indoxxi

Dan layaknya sebuah perangkat cerdas, Xiaomi Redmi 9 Prime sudah dibekali konektifitas yang terbilang lengkap. Untuk konektifitas jaringan seluler misalnya. Perangkat ini support teknologi GSM / HSPA / LTE yang bisa digunakan untuk melakukan komunikasi data dengan kecepatan maksimal HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A. Selain itu ada juga konektifitas USB 2.0, Type-C 1.0 reversible connector, USB On-The-Go, GPS(Yes, with A-GPS, GLONASS, BDS), Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot, dan bluetooth (5.0, A2DP, LE). Tak ketinggalan fitur lainnya seperti Fingerprint (rear-mounted), accelerometer, proximity, compass, .

Kamera Xiaomi Redmi 9 Prime

Sejak kemunculan media sosial dan platform berbagi lainnya, kamera jadi salah satu fitur penting dari sebuah perangkat cerdas. Tak terkecuali perangkat yang satu ini. Ya, berikut adalah sensor kamera utama yang dibenamkan ke dalam body belakang Xiaomi Redmi 9 Prime :

  • 13 MP, f/2.2, 28mm (wide), 1/3.1″, 1.12µm, PDAF
    8 MP, f/2.2, 118˚ (ultrawide), 1/4.0″, 1.12µm
    5 MP, f/2.4, (macro)
    2 MP, f/2.4, (depth).

Sensor kamera tersebut tidak hanya bisa digunakan untuk menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 13 MP tapi juga untuk merekam video dengan resolusi maksimal 1080p. Lalu bagaimana dengan kamera depannya?

Well, untuk kamera depan, perangkat ini mengandalkan sensor 8 MP, f/2.0, 27mm (wide) yang tidak hanya penting untuk selfie, tapi juga bisa diandalkan saat melakukan video call ataupun video conference. Kamera tersebut dilengkapi dengan fitur HDR dan bisa digunakan untuk merekam video dengan resolusi maksimal 1080p@30fps.

Nokia C3

0

Telko.id – Spesifikasi Nokia C3 bertumpu pada Unisoc SC9863A, 3 GB dan kamera yang mampu menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 8 MP. Perangkat yang diperkenalkan pada 2020, August 04 ini dibekali sistem operasi Android 10 dan layar berukuran 5.99″ Inch.

Sampai berita ini diturunkan, Nokia memang belum secara resmi merilis harga Nokia C3. Tapi jika melihat dari spesifikasi yang ditawarkan, perangkat ini diperkirakan akan dibandrol dengan harga [content-egg-block template=customizable next=1 show=price] yang kurang lebih sama dengan seri pendahulunya.[content-egg-block template=price_comparison]

(Baca Juga : Harga dan Spesifikasi Nokia Terbaru)

Perangkat cerdas ini hadir dengan beberapa pilihan warna (Nordic blue, Sand gold) dan memiliki body berdimensi 159.9 x 77 x 8.7 mm (6.30 x 3.03 x 0.34 in) dengan berat 184.5 g (6.53 oz). Desainnya dibangun dari komponen Glass front, plastic back, plastic frame, dengan slot SIM card yang diletakkan pada sisi body, support Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by).

Spesifikasi Nokia C3

Pada sektor performa, perangkat ini mengandalkan chipset Unisoc SC9863A yang ditopang Central Processing Unit atau CPU Octa-core (4×1.6 GHz Cortex-A55 & 4×1.2 GHz Cortex-A55) dan prosesor grafis / GPU IMG8322. Komponen pemrosesan tersebut didukung dengan RAM berkapasitas 3 GB. Lengkap dengan opsi penyimpanan internal / ROM berkapasitas 32GB storage, microSDXC dan baterai berjenis Li-Ion dengan kapasitas 3040 mAh.

Beralih ke bagian multimedia, ada layar berukuran 5.99″ Inch dengan jenis IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors. Resolusi layarnya 720×1440 pixels dan telah dilengkapi dengan ,. Layar tersebut jadi viewfinder yang cukup nyaman untuk menampilkan beragam fungsi yang dibawanya. Termasuk untuk menonton video dan bermain game tentunya.

Baca Juga : LayarKaca21 dan 7 Situs Nonton Film Gratis Pengganti Indoxxi

Dan layaknya sebuah perangkat cerdas, Nokia C3 sudah dibekali konektifitas yang terbilang lengkap. Untuk konektifitas jaringan seluler misalnya. Perangkat ini support teknologi GSM / HSPA / LTE yang bisa digunakan untuk melakukan komunikasi data dengan kecepatan maksimal HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE Cat4 150/50 Mbps. Selain itu ada juga konektifitas USB microUSB 2.0, GPS(Yes, with A-GPS), Wi-Fi 802.11 b/g/n, hotspot, dan bluetooth (4.2, A2DP, LE). Tak ketinggalan fitur lainnya seperti Fingerprint (rear-mounted), accelerometer, proximity, .

Kamera Nokia C3

Sejak kemunculan media sosial dan platform berbagi lainnya, kamera jadi salah satu fitur penting dari sebuah perangkat cerdas. Tak terkecuali perangkat yang satu ini. Ya, berikut adalah sensor kamera utama yang dibenamkan ke dalam body belakang Nokia C3 :

  • 8 MP, f/2.0, AF.

Sensor kamera tersebut tidak hanya bisa digunakan untuk menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 8 MP tapi juga untuk merekam video dengan resolusi maksimal 1080p. Lalu bagaimana dengan kamera depannya?

Well, untuk kamera depan, perangkat ini mengandalkan sensor 5 MP, f/2.4 yang tidak hanya penting untuk selfie, tapi juga bisa diandalkan saat melakukan video call ataupun video conference. Kamera tersebut dilengkapi dengan fitur dan bisa digunakan untuk merekam video dengan resolusi maksimal 720p@30fps.

Industri Harap Bea Cukai Lebih Agresif Tangkap Pengedar Ponsel BM

0

Telko.id – Industri dan pelaku bisnis smartphone mengapresisasi langkah Bea Cukai yang menangkap pengedar ponsel BM atau black market pada, 23 Juli 2020 yang dilakukan oleh Kantor Wilayah Bea dan Cukai Jakarta. Pelaku dijerat dengan pelanggaran pasal 103 huruf d Undang-undang No. 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan. Disebutkan dalam operasi tersebut ditemukanbarang bukti antara lain 190 Handphone bekas berbagai merek dan uang tunai hasil penjualan sejumlah Rp 61.300.000,-.

Selain itu, juga diserahkan harta kekayaan/penghasilan tersangka yang disita di tahap penyidikan, dan akan diperhitungkan sebagai jaminan pembayaran pidana denda dalam rangka pemulihan keuangan negara ( Dhanapala Recovery ) yang terdiri dari uang tunai senilai Rp 500.000.000, rumah senilai Rp 1,15 Milyar, dan rekening bank senilai Rp 50.000.000.

“Penyerahan barang bukti dan tersangka tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen Bea Cukai untuk melindungi masyarakat dari peredaran barang-barang ilegal serta mengamankan penerimaan negara. Ke depannya, Kanwil Bea Cukai Jakarta akan terus berusaha melindungi industri dalam negeri sehingga penerimaan negara dapat optimal,” ungkap @bckanwiljakarta, IG resmi bea cukai wilayah Jakarta.

Menanggapi hal tersebut, Andi Gusena, Direktur Marketing Advan mengatakan mendukung langkah pihak Bea Cukai untuk memberantas pengedar ponsel BM. “Kami berharap ini menjadi langkah awal sebagai langkah untuk menstop ponsel Black Market,” ungkap Andi Gusena,

CEO Mito, Hansen pun berharap langkah Bea Cukai tidak berhenti di situ. Hansen mendorong agar para pengedar ponsel BM  lainnya ditertibkan untuk membuat ekosistem Industri lebih kondusif..

“Langkah Bea Cukai kami pandang sangat positif sebagai langkah strategis dan menunjukkan bahwa pemerintah benar-benar serius memberantas peredaran ponsel black market. Ini kami pandang selaras dengan kebijakan aturan validasi IMEI,” ungkap Hansen.

“Sebagai produsen nasional, tentunya kami berharap pula agar pemerintah terus melakukan operasi yustisi untuk mempersempit gerakan para pengedar ponsel BM yang merugikan Negara dan konsumen,” ungkap Hansen.

Sebagaimana diketahui aturan validasi IMEI yang mengatur pemblokiran ponsel Black Market sudah diterapkan sejak 18 April 2020 lalu. Kendati sudah diterapkan, pengedar ponsel BM masih marak di pasar dan masih mendapatkan layanan operator selular.

“Di tengah masih belum optimalnya software validasi IMEI, kami kira langkah Bea Cukai sudah tepat,”  ungkap Hansen.

Saat ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah membentuk Gugus Tugas pengelolaan sementara Central Equipment Identity Register (CEIR) dalam rangka implementasi pengendalian IME.

Dirjend SDPPI, Ismail menyatakan bahwa SK pengangkatan Satuan Tugas tersebut sudah ditandatangani oleh kedua kementerian dalam hal ini MoU Dirjen ILMATE, Kementerian Perindustrin dan Dirjen SDPPI Kementerin Kominfo.

Adapun salah satu poin penting perjanjian kerjasama tersebut terkait hibah CEIR. Untuk kegiatan transfer data IMEI ke CIER dari PUSDATIN, Pengoperasian dan pengendalian IMEI dalam pengawasan bersama Kementerian Perindustrian dan Kementerian Kominfo dalam bentuk Gugus Tugas.

Sementara ini sistem akan dijalankan secara cloud computing untuk sementara waktu dikarenakan perangkat fisik untuk memasang system CEIR masih dalam proses.

Diharapkan dengan adanya Gugus Tugas tersebut bisa terjadi sinergisasi kinerja untuk mengoptimalkan pengendalian IMEI.

Ketua YLKI, Tulus Abadi menilai dengan telah terbentuknya Gugus Tugas tersebut, diharapkan benar-benar bisa mengerem pengedar ponsel BM di masa transisi antara cloud computing ke perangkat fisik CEIR.

“Kami harap Gusus Tugas bisa bekerja secara efektif. Karena beberapa waktu lalu ponsel black market masih bisa nyala dan dapat layanan selular. Selain itu operasi yustisi yang dilakukan pihak Bea Cukai pun harus terus digalakan dan benar-benar menyentuh para pelaku bisnis ponsel gelap. Jangan sampai ada kesan tebang pilih. Hajar semua para pelakuya karena merugikan konsumen dan negar,” ungkap Tulus.

Kami, lanjut Tulus menunggu kiprah Bea Cukai lebh agresif memberantas para pelaku ponsel black market. “Saya yakin mereka sudah punya datanya. Beberapa waktu lalu juga marak penjulannya di e-commerce,” tandas Tulus.

Tulus juga berharap, pihak terkait untuk benar-benar secara simultan berkomitmen menegakkan aturan mainnya. “Kalau tidak salah dengar, kemarin yang ditangkap oleh pihak Bea Cukai sekarang menjadi tahanan kota. Kami akan terus memantau terhadap progres penanganan para pelaku bisnis ponsel Black Maket agar jangan sampai lolos begitu saja,” ungkap Tulus. (Icha)

 

 

2 Varian Oppo Watch Sekaligus Diluncurkan, Apa Beda nya?

0

Telko.id – 2 Varian OppoWatch yang baru saja diperkenalkan, merupakan bagian dari Internet of Things(IoT) Oppo terbaru yang masuk ke pasar Indonesia yakni Oppo Watch 46mm dan Oppo Watch 41mm. Kedua perangkat jam pintar (smartwatch) ini akan diperkenalkan seiring peluncuran resmi OPPO Reno4 di Indonesia pada 6 Agustus mendatang.

Dari sisi desain, ada perbedaan ukuran dari kedua nya. Oppo Watch 41mm berdimensi lebih kecil yakni 41.45 x 36.37 x 11.4mm. Sedangkan Oppo Watch 46mm memiliki dimensi 46 x 39 x 11.35mm dan hanya hadir dengan 1 warna saja yakni hitam. Sedangkan Oppo Watch 41mm ada dua pilihan, hitam dan Rose Gold.

2 Varian Oppo Watch ini hadir dengan desain kotak. “Oppo Watch mengusung flexible dual curved display dengan desain kotak yang merupakan smartwatch pertama yang berjalan di WearOS by Google dengan desain tersebut,” ujar PR Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto, dalam acara pre-launch di Jakarta, Senin, 3 Agustus 2020.

Penggunaan OS keluaran dari Google, WearOS juga menjadi alasan tersendiri bagi Oppo. Pasalnya, Oppo tidak hanya akan diedarkan di Asia Tenggara saja. “Kami juga Asia Selatan dan Eropa. Untuk memperoleh pasar paling besar, maka kami menggunakan yang paling banyak digunakan, yaitu sistem operasi Android, WearOS by Google,” kata Aryo.

Selain itu, OS tersebut juga akan sangat mendukung penyesuaian tampilan jam dan menyediakan banyak aplikasi di Google Play Store. Sistem operasi tersebut juga menyediakan fitur sehat, seperti pelacakan data kesehatan 24/7, serta ditujukan untuk perluasan pengguna dan kompatibilitas dengan perangkat smartphone berbasis Android.

Lalu, 2 Varian Oppo Watch ini sama-sama memiliki layar AMOLED, dilindungi Corning Gorilla Glass 3 dan dipadukan dengan Aluminium Alloy seri 6000.

Hanya saja, Oppo Watch 46mm hadir menggunakan layar berukuran 1,91 inci yang memiliki resolusi 402×476 dan kerapatan piksel 326ppi dan kecerahan hingga 500nits, sementara Oppo Watch 41mm menggunakan layar AMOLED 1,6 inci dengan resolusi 320×360.

Yang menarik, kedua nya juga menyediakan beragam watch face yang juga dapat dipilih dari album smartphone. Ada pula fitur outfit-matching AI Watch Face yang akan menghasilkan wallpaper yang cocok dengan gaya busana pengguna.

Arloji pintar tersebut dilengkapi dengan lima sensor yang dapat menyajikan hasil pemantauan terhadap latihan olahraga dan juga workout tracking yang dilakukan oleh pengguna. Namun, ada sedikit perbedaan dari keduanya untuk masalah ketahanan air. Untuk Oppo Watch 46mm memiliki ketahanan air 5ATM. Sedangkan varian 41mm, ketahanan airnya 3ATM.

Oppo Watch menyediakan lima menit kursus olahraga dan lima mode olahraga yang dapat dikembangkan sendiri seperti lari kebugaran, lari untuk pembakaran lemak, jalan kaki, bersepeda dan berenang.

Tidak hanya itu, wearable tersebut juga didukung Google Fit yang menghadirkan lebih dari 90 mode olahraga untuk membantu me mperluas skenario pengguna.

Dari segi dapur pacu, 2 Varian Oppo Watch ini sama-sama ditenagai sistem dual-chip, yaitu Qualcomm Snapdragon 3100 untuk Mode Cerdas dan chip Ambiq Apollo3 untuk Mode Penghemat Daya, yang keduanya digunakan untuk menyeimbangkan kinerja dan efisiensi energi.

Oppo juga membenamkan teknologi pengisian daya cepat VOOC Flash Charging pada Oppo Watch. “Baterai Oppo Watch akan terisi penuh selama 75 menit, dan hanya 15 menit charging untuk penggunaan 18 jam,” ujar Aryo.

Namun, untuk bacteria, Oppo Watch 46mm dibekali baterai 430mAh, sementara varian 41mm didukung baterai 300mAh. Walau demikian, keduanya dilengkapi RAM 1GB dan ROM 8GB.

Spesifikasi Lengkap 2 Varian Oppo Watch

2 Varian Oppo Watch

(Icha)

 

vivo S7 5G

0

Telko.id – Spesifikasi vivo S7 5G bertumpu pada Snapdragon 765G, 8 GB dan kamera yang mampu menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 64 MP. Perangkat yang diperkenalkan pada 2020, August 03 ini dibekali sistem operasi Android 10, Funtouch 10.5 dan layar berukuran 6.44″ Inch.

Sampai berita ini diturunkan, Vivo memang belum secara resmi merilis harga vivo S7 5G. Tapi jika melihat dari spesifikasi yang ditawarkan, perangkat ini diperkirakan akan dibandrol dengan harga [content-egg-block template=customizable next=1 show=price] yang kurang lebih sama dengan seri pendahulunya.[content-egg-block template=price_comparison]

(Baca Juga : Harga dan Spesifikasi Vivo Terbaru)

Perangkat cerdas ini hadir dengan beberapa pilihan warna (Black, White, Gradient Blue) dan memiliki body berdimensi 158.8 x 74.2 x 7.4 mm (6.25 x 2.92 x 0.29 in) dengan berat 170 g (6.00 oz). Desainnya dibangun dari komponen , dengan slot SIM card yang diletakkan pada sisi body, support Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by).

Spesifikasi vivo S7 5G

Pada sektor performa, perangkat ini mengandalkan chipset Snapdragon 765G yang ditopang Central Processing Unit atau CPU Octa-core (1×2.4 GHz Kryo 475 Prime & 1×2.2 GHz Kryo 475 Gold & 6×1.8 GHz Kryo 475 Silver) dan prosesor grafis / GPU Adreno 620. Komponen pemrosesan tersebut didukung dengan RAM berkapasitas 8 GB. Lengkap dengan opsi penyimpanan internal / ROM berkapasitas 128GB/256GB storage, no card slot dan baterai berjenis Li-Po dengan kapasitas 4000 mAh.

Beralih ke bagian multimedia, ada layar berukuran 6.44″ Inch dengan jenis AMOLED capacitive touchscreen, 16M colors. Resolusi layarnya 1080×2400 pixels dan telah dilengkapi dengan ,. Layar tersebut jadi viewfinder yang cukup nyaman untuk menampilkan beragam fungsi yang dibawanya. Termasuk untuk menonton video dan bermain game tentunya.

Baca Juga : LayarKaca21 dan 7 Situs Nonton Film Gratis Pengganti Indoxxi

Dan layaknya sebuah perangkat cerdas, vivo S7 5G sudah dibekali konektifitas yang terbilang lengkap. Untuk konektifitas jaringan seluler misalnya. Perangkat ini support teknologi GSM / CDMA / HSPA / LTE / 5G yang bisa digunakan untuk melakukan komunikasi data dengan kecepatan maksimal HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A, 5G. Selain itu ada juga konektifitas USB Type-C 1.0 reversible connector, USB On-The-Go, GPS(Yes, with A-GPS, GLONASS, GALILEO, BDS), Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot, dan bluetooth (5.1, A2DP, LE, aptX HD). Tak ketinggalan fitur lainnya seperti Fingerprint (under display, optical), accelerometer, proximity, compass, .

Kamera vivo S7 5G

Sejak kemunculan media sosial dan platform berbagi lainnya, kamera jadi salah satu fitur penting dari sebuah perangkat cerdas. Tak terkecuali perangkat yang satu ini. Ya, berikut adalah sensor kamera utama yang dibenamkan ke dalam body belakang vivo S7 5G :

  • 64 MP, f/1.9, 26mm (wide), 1/1.72″, 0.8µm, PDAF
    8 MP, f/2.2, 120˚, 16mm (ultrawide), 1/4.0″, 1.12µm
    2 MP, f/2.4, (depth).

Sensor kamera tersebut tidak hanya bisa digunakan untuk menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 64 MP tapi juga untuk merekam video dengan resolusi maksimal 2160p. Lalu bagaimana dengan kamera depannya?

Well, untuk kamera depan, perangkat ini mengandalkan sensor 44 MP, f/2.0, (wide)
8 MP, f/2.3, 105˚ (ultrawide) yang tidak hanya penting untuk selfie, tapi juga bisa diandalkan saat melakukan video call ataupun video conference. Kamera tersebut dilengkapi dengan fitur HDR dan bisa digunakan untuk merekam video dengan resolusi maksimal 4K@30/60fps, 1080p@30/240fps.

ACMIC Rilis MINIMAX, Power Bank 10.000mAh dengan Teknologi Ai

0

Telko.id, Jakarta –  ACMIC, local brand untuk produk power bank premium, hari ini meluncurkan ACMIC MINIMAX. Power Bank premium berkapasitas 10.000 mAh ini hadir dengan teknologi Kecerdasan Buatan, AI Charge. Teknologi ini memungkinkan pengisian baterai lebih cepat dalam waktu singkat.

AI Charge (ACMIC Intelligent Charging System) adalah teknologi pintar terbaru dari ACMIC yang mampu mengisi baterai 4.5x lebih cepat dibandingkan charger 1A dan dapat mendeteksi kebutuhan daya baterai dari berbagai jenis teknologi charging yang ada saat ini. Sebagai contoh, Qualcomm Quick Charge 4+, Samsung Adaptive Fast Charging, Huawei Super Charge, Oppo & Realme VOOC Flash Charge, Oneplus Dash Charge, dan Motorola Turbo Power.

Selain AI Charge, power bank terbaru ACMIC ini juga dibekali teknologi Atom Cell Generasi kedua yang mampu memadatkan kapasitas baterai ke dalam ukuran yang sangat kecil (56.5 x 79 mm dan berat 174g) hingga setengah dari ukuran normalnya. Dengan ukuran tersebut, ACMIC MINIMAX tak hanya nyaman digenggam tetapi juga mudah diselipkan ke dalam saku ataupun dimasukkan ke dalam tas saat dibawa bepergian.

“ACMIC MINIMAX hadir untuk memberikan lebih banyak pilihan dalam pengisian baterai. Dimana dengan teknologi AI Charge dan Atom Cell yang diusungnya, power bank ini tidak hanya mampu mendeteksi daya yang dibutuhkan baterai tetapi juga nyaman dibawa kemana-mana. Dan yang paling penting, MINIMAX juga diproduksi menggunakan standar keamanan internasional sehingga aman digunakan kapan dan dimanapun, termasuk di dalam kabin pesawat,” jelas Heri Hertanto, CEO PT Satu Pro Global Niaga selaku distributor tunggal ACMIC di Indonesia.

{Baca juga: Gandeng Never Too Lavish, Acmic Rilis 3 Power Bank Super Stylish}

Dari segi fitur, selain AI Charge dan Atom Cell, ACMIC MINIMAX juga didukung dengan teknologi Power Delivery 3.0 yang mampu mengisi daya perangkat (iPhone 8 ke atas) secepat kilat – 50% dalam 30 menit atau 4x lebih cepat dibanding charger standar bawaan. Sementara label Flight Friendly Powerbank 37Wh yang dibawanya sekali lagi memastikan bahwa power bank ini aman dibawa masuk ke dalam pesawat.

Untuk memberikan perlindungan menyeluruh terhadap perangkat, ACMIC MINIMAX juga dilengkapi dengan 9 perlindungan pintar meliputi Smart Temperature Protection, Smart Over-Charge Protection, Smart Over-Discharge Protection, Smart Short-Circuit Protection, Smart Input Over-Voltage Protection, Smart Output Over-Voltage Protection, Smart Recovery Protection, Smart Output Over-Current Protection dan Smart PTC Cell Protection. Semua perlindungan pintar itu ditanamkan demi mengantisipasi kesalahan-kesalahan yang mungkin dilakukan saat melakukan pengisian baterai.

“Dengan semua teknologi yang dibenamkan di badannya, ACMIC MINIMAX diharapkan dapat  menjadi power bank yang dapat diandalkan para pengguna gadget, kapan dan untuk perangkat apapun,” lanjut Heri.

ACMIC MINIMAX akan mulai dipasarkan secara serentak pada tanggal 6 Agustus 2020 dengan harga Rp 799.000. Tapi khusus untuk pembelian melalui Blibli.com, Shopee, Tokopedia, dan Bukalapak, ACMIC MINIMAX bisa didapat dengan harga khusus yaitu Rp 249.000. Selain itu, pengguna juga akan mendapatkan bonus berupa kabel Ai Charge senilai Rp 99.000.

 

Xiaomi Redmi 9 Prime Berbekal Layar Full HD+ dan Quad Camera

0

Telko.id – Xiaomi Redmi 9 Prime kali pertama diperkenalkan pada 2020, August 04. Perangkat bermesin Helio G80 ini hadir dengan sistem operasi Android 10, MIUI 11 dan dibekali dengan RAM berkapasitas 4 GB.

Sampai berita ini diturunkan, Xiaomi memang belum secara resmi merilis harga Xiaomi Redmi 9 Prime. Tapi jika melihat dari spesifikasi yang ditawarkan, perangkat ini diperkirakan akan dibandrol dengan harga yang kurang lebih sama dengan seri sebelumnya (Xiaomi Redmi Note 9).

(Baca Juga : Harga dan Spesifikasi Xiaomi Terbaru)

Perangkat cerdas ini hadir dengan beberapa pilihan warna (Space Blue, Mint Green, Matte Black, Sunrise Flare) dan memiliki body berdimensi 163.3 x 77 x 9.1 mm (6.43 x 3.03 x 0.36 in) dengan berat 198 g (6.98 oz). Desainnya dibangun dari komponen Glass front (Gorilla Glass 3), plastic back, plastic frame, dengan slot SIM card yang diletakkan pada sisi body, support Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by).

Kamera Xiaomi Redmi 9 Prime

Sejak kemunculan media sosial dan platform berbagi lainnya, kamera jadi salah satu fitur penting dari sebuah perangkat cerdas. Tak terkecuali perangkat yang satu ini. Ya, berikut adalah sensor kamera utama yang dibenamkan ke dalam body belakang Xiaomi Redmi 9 Prime :

  • 13 MP, f/2.2, 28mm (wide), 1/3.1″, 1.12µm, PDAF
    8 MP, f/2.2, 118˚ (ultrawide), 1/4.0″, 1.12µm
    5 MP, f/2.4, (macro)
    2 MP, f/2.4, (depth).

Sensor kamera tersebut tidak hanya bisa digunakan untuk menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 13 MP tapi juga untuk merekam video dengan resolusi maksimal 1080p. Lalu bagaimana dengan kamera depannya?

Well, untuk kamera depan, perangkat ini mengandalkan sensor 8 MP, f/2.0, 27mm (wide) yang tidak hanya penting untuk selfie, tapi juga bisa diandalkan saat melakukan video call ataupun video conference. Kamera tersebut dilengkapi dengan fitur HDR dan bisa digunakan untuk merekam video dengan resolusi maksimal 1080p@30fps.

Spesifikasi Xiaomi Redmi 9 Prime

Pada sektor performa, perangkat ini mengandalkan chipset Helio G80 yang ditopang Central Processing Unit atau CPU Octa-core (2×2.0 GHz Cortex-A75 & 6×1.8 GHz Cortex-A55) dan prosesor grafis / GPU Mali-G52 MC2. Komponen pemrosesan tersebut didukung dengan RAM berkapasitas 4 GB. Lengkap dengan opsi penyimpanan internal / ROM berkapasitas 64GB/128GB storage, microSDXC dan baterai berjenis Li-Po dengan kapasitas 5020 mAh.

Beralih ke bagian multimedia, ada layar berukuran 6.53″ Inch dengan jenis IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors. Resolusi layarnya 1080×2340 pixels dan telah dilengkapi dengan Corning Gorilla Glass 3,400 nits typ. brightness (advertised). Layar tersebut jadi viewfinder yang cukup nyaman untuk menampilkan beragam fungsi yang dibawanya. Termasuk untuk menonton video dan bermain game tentunya.

Baca Juga : LayarKaca21 dan 7 Situs Nonton Film Gratis Pengganti Indoxxi

Dan layaknya sebuah perangkat cerdas, Xiaomi Redmi 9 Prime sudah dibekali konektifitas yang terbilang lengkap. Untuk konektifitas jaringan seluler misalnya. Perangkat ini support teknologi GSM / HSPA / LTE yang bisa digunakan untuk melakukan komunikasi data dengan kecepatan maksimal HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A. Selain itu ada juga konektifitas USB 2.0, Type-C 1.0 reversible connector, USB On-The-Go, GPS(Yes, with A-GPS, GLONASS, BDS), Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot, dan bluetooth (5.0, A2DP, LE). Tak ketinggalan fitur lainnya seperti Fingerprint (rear-mounted), accelerometer, proximity, compass, .

Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah spesifikasi Xiaomi Redmi 9 Prime :

NETWORK
Technology GSM / HSPA / LTE
2G bands GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 – SIM 1 & SIM 2
3G bands HSDPA 850 / 900 / 1900 / 2100
4G bands 1, 3, 5, 8, 40, 41
Speed HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A
LAUNCH
Announced 2020, August 04
Status Available. Released 2020, August 06
BODY
Dimensions 163.3 x 77 x 9.1 mm (6.43 x 3.03 x 0.36 in)
Weight 198 g (6.98 oz)
Build Glass front (Gorilla Glass 3), plastic back, plastic frame
SIM Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by)
Colors Space Blue, Mint Green, Matte Black, Sunrise Flare
Water-repellent coating
DISPLAY
Type IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors
Size 6.53 inches, 104.7 cm2 (~83.2% screen-to-body ratio)
Resolution 1080 x 2340 pixels, 19.5:9 ratio (~395 ppi density)
Protection Corning Gorilla Glass 3
400 nits typ. brightness (advertised)
PLATFORM
OS Android 10, MIUI 11
Chipset Mediatek Helio G80 (12 nm)
CPU Octa-core (2×2.0 GHz Cortex-A75 & 6×1.8 GHz Cortex-A55)
GPU Mali-G52 MC2
MEMORY
Card slot microSDXC (dedicated slot)
RAM 4 GB
Internal 64GB 4GB RAM, 128GB 4GB RAM
MAIN CAMERA
Sensors 13 MP, f/2.2, 28mm (wide), 1/3.1″, 1.12µm, PDAF
8 MP, f/2.2, 118˚ (ultrawide), 1/4.0″, 1.12µm
5 MP, f/2.4, (macro)
2 MP, f/2.4, (depth)
Features LED flash, HDR, panorama
Video 1080p@30fps
SELFIE CAMERA
Sensors 8 MP, f/2.0, 27mm (wide)
Features HDR
Video 1080p@30fps
SOUND
SOUND
CONNECTIVITY
WLAN Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot
Bluetooth 5.0, A2DP, LE
GPS Yes, with A-GPS, GLONASS, BDS
NFC
Radio Wireless FM radio (no wired headphones required)
USB 2.0, Type-C 1.0 reversible connector, USB On-The-Go
FEATURES
Sensors Fingerprint (rear-mounted), accelerometer, proximity, compass
Other
BATTERY
Type Li-Po
Size 5020 mAh
Li-Po 5020 mAh, non-removable
TESTS
Performance
Battery life

Telkom dan BRI, Berkolaborasi Tingkatkan Layanan Berbasis Satelit

0

Telko.id – Telkom dan BRI melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan terkait kolaborasi layanan teknologi berbasis satelit. Nota kesepahaman kedua BUMN tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah dan Direktur Utama BRI, Sunarso disaksikan langsung oleh Menteri BUMN Erick Thohir dan Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo di Gedung BRI, Jakarta (30/7). 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Enterprise & Business Service Telkom Edi Witjara, Direktur Digital, IT & Operation BRI Indra Utoyo, Direktur Kelembagaan & BUMN BRI Agus Noersanto, serta CEO Telkomsat Endi Fitri.

Menteri BUMN Erick Thohir menyambut baik kerjasama antara Telkom dan BRI ini sebagai bentuk kolaborasi BUMN untuk Indonesia. Lebih lanjut Erick mengatakan, “Kementerian BUMN terus mendorong agar sesama BUMN saling mendukung dalam menciptakan nilai tambah bagi setiap perusahaan BUMN agar dapat memberikan yang terbaik kepada pelanggan dan seluruh masyarakat Indonesia”.

BRI sebagai Bank BUMN dengan aset terbesar di Indonesia bertekad untuk terus meningkatkan pelayanannya kepada para stakeholder dengan memperkuat infrastruktur di bidang teknologi informasi sebagai business enabler, khususnya dalam hal pemanfaatan teknologi satelit. 

Di sisi lain, TelkomGroup sebagai BUMN terbesar di bidang telekomunikasi digital di Indonesia berupaya mewujudkan harapan Kementerian BUMN dalam hal penguatan digitalisasi BUMN. Dalam bisnis satelit, BRI merupakan satu-satunya bank yang mengoperasikan satelit di Indonesia sedangkan Telkom dikenal sebagai penyedia layanan satelit terbesar di Asia Tenggara.

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan, melalui nota kesepahaman ini Telkom dan BRI sepakat untuk saling mendukung aktivitas operasional dan memberikan nilai tambah pada masing-masing perusahaan. 

“Dengan kapabilitas  dan kompetensi di bidang satelit  yang dimiliki serta pengalaman operasionalisasi selama ini, kami siap untuk mendukung peningkatan kualitas dan kapabilitas layanan BRI demi memberikan yang terbaik kepada masyarakat Indonesia,” ujar Ririek. 

Telkom berkomitmen untuk mendorong peningkatan keunggulan operasional BUMN, salah satunya dengan kolaborasi pemanfaatan potensi layanan teknologi berbasis satelit baik dalam tahap perencanaan, desain, produksi, maupun implementasinya dengan prinsip yang saling menguntungkan.

Selanjutnya Direktur Utama BRI Sunarso menambahkan, “Kerjasama dengan Telkom merupakan langkah strategis bagi BRI guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional sehingga pelanggan dan masyarakat dapat merasakan peningkatan kualitas layanan BRI”.

Secara umum nota kesepahaman antara Telkom dan BRI yang menjadi landasan untuk kerja sama, mencakup pemanfaatan yang saling menguntungkan baik secara sewa, atau model bisnis lainnya atas kapasitas-kapasitas satelit yang dimiliki dan dioperasikan oleh TelkomGroup, perencanaan pengembangan bisnis, desain, dan implementasi layanan berbasis satelit serta pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi untuk pengembangan karyawan di bidang satelit. Tak menutup pula kemungkinan kerja sama lainnya. 

Ke depannya, diharapkan kerjasama ini dapat semakin meningkatkan kualitas produk dan layanan BUMN dalam pemanfaatan teknologi digital terkini demi memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk Indonesia, sesuai dengan semangat BUMN untuk Indonesia. (Icha)