spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 850

Huawei Mate X2

0

Telko.id – Spesifikasi Huawei Mate X2 bertumpu pada Kirin 9000 5G, 8 GB dan kamera yang mampu menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 50 MP. Perangkat yang diperkenalkan pada 2021, February 22 ini dibekali sistem operasi Android 10, EMUI 11, no Google Play Services dan layar berukuran 8.0″ Inch.

Sampai berita ini diturunkan, Huawei memang belum secara resmi merilis harga Huawei Mate X2. Tapi jika melihat dari spesifikasi yang ditawarkan, perangkat ini diperkirakan akan dibandrol dengan harga yang kurang lebih sama dengan seri pendahulunya.

(Baca Juga : Harga dan Spesifikasi Huawei Terbaru)

Perangkat cerdas ini hadir dengan beberapa pilihan warna (Black, White, Light Blue, Rose Gold) dan memiliki body berdimensi Unfolded: 161.8 x 145.8 x 8.2 mmFolded: 161.8 x 74.6 x 14.7 mm dengan berat 295 g (10.41 oz). Desainnya dibangun dari komponen Glass front, glass back, aluminum frame, dengan slot SIM card yang diletakkan pada sisi body, support Hybrid Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by).

Spesifikasi Huawei Mate X2

Pada sektor performa, perangkat ini mengandalkan chipset Kirin 9000 5G yang ditopang Central Processing Unit atau CPU Octa-core (1×3.13 GHz Cortex-A77 & 3×2.54 GHz Cortex-A77 & 4×2.05 GHz Cortex-A55) dan prosesor grafis / GPU Mali-G78 MP24. Komponen pemrosesan tersebut didukung dengan RAM berkapasitas 8 GB. Lengkap dengan opsi penyimpanan internal / ROM berkapasitas 256GB/512GB storage, NM dan baterai berjenis Li-Po dengan kapasitas 4500 mAh.

Beralih ke bagian multimedia, ada layar berukuran 8.0″ Inch dengan jenis Foldable OLED, 90Hz. Resolusi layarnya 2200×2480 pixels dan telah dilengkapi dengan ,Cover display: 6.45″, OLED, 90Hz, 1160 x 2700 pixels, 456 ppi. Layar tersebut jadi viewfinder yang cukup nyaman untuk menampilkan beragam fungsi yang dibawanya. Termasuk untuk menonton video dan bermain game tentunya.

Dan layaknya sebuah perangkat cerdas, Huawei Mate X2 sudah dibekali konektifitas yang terbilang lengkap. Untuk konektifitas jaringan seluler misalnya. Perangkat ini support teknologi GSM / CDMA / HSPA / CDMA2000 / LTE / 5G yang bisa digunakan untuk melakukan komunikasi data dengan kecepatan maksimal HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A, 5G. Selain itu ada juga konektifitas USB USB Type-C 3.1, USB On-The-Go, GPS(Yes, with dual-band A-GPS, GLONASS, BDS, GALILEO, QZSS, NavIC), Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac/6, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot, dan bluetooth (5.2, A2DP, LE). Tak ketinggalan fitur lainnya seperti Fingerprint (side-mounted), accelerometer, gyro, proximity, compass, barometer, color spectrum, .

Kamera Huawei Mate X2

Sejak kemunculan media sosial dan platform berbagi lainnya, kamera jadi salah satu fitur penting dari sebuah perangkat cerdas. Tak terkecuali perangkat yang satu ini. Ya, berikut adalah sensor kamera utama yang dibenamkan ke dalam body belakang Huawei Mate X2 :

  • 50 MP, f/1.9, 23mm (wide), 1/1.28″, 1.22µm, omnidirectional PDAF, Laser AF, OIS
    12 MP, f/2.4, 70mm (telephoto), PDAF, OIS, 3x optical zoom
    8 MP, f/4.4, 240mm (periscope telephoto), PDAF, OIS, 10x optical zoom
    16 MP, f/2.2, 17mm (ultrawide), AF.

Sensor kamera tersebut tidak hanya bisa digunakan untuk menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 50 MP tapi juga untuk merekam video dengan resolusi maksimal 2160p. Lalu bagaimana dengan kamera depannya?

Well, untuk kamera depan, perangkat ini mengandalkan sensor 16 MP, f/2.2, (wide) yang tidak hanya penting untuk selfie, tapi juga bisa diandalkan saat melakukan video call ataupun video conference. Kamera tersebut dilengkapi dengan fitur HDR, panorama dan bisa digunakan untuk merekam video dengan resolusi maksimal 1080p@30fps.

Huawei P40 4G

0

Telko.id – Spesifikasi Huawei P40 4G bertumpu pada Kirin 990, 8 GB dan kamera yang mampu menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 50 MP. Perangkat yang diperkenalkan pada 2021, February 26 ini dibekali sistem operasi Android 10, EMUI, no Google Play Services dan layar berukuran 6.1″ Inch.

Sampai berita ini diturunkan, Huawei memang belum secara resmi merilis harga Huawei P40 4G. Tapi jika melihat dari spesifikasi yang ditawarkan, perangkat ini diperkirakan akan dibandrol dengan harga yang kurang lebih sama dengan seri pendahulunya.

(Baca Juga : Harga dan Spesifikasi Huawei Terbaru)

Perangkat cerdas ini hadir dengan beberapa pilihan warna (Frost Silver, Dark Blue) dan memiliki body berdimensi 148.9 x 71.1 x 8.5 mm (5.86 x 2.80 x 0.33 in) dengan berat 175 g (6.17 oz). Desainnya dibangun dari komponen Glass front, glass back, dengan slot SIM card yang diletakkan pada sisi body, support Single SIM (Nano-SIM/eSIM) or Hybrid Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by).

Spesifikasi Huawei P40 4G

Pada sektor performa, perangkat ini mengandalkan chipset Kirin 990 yang ditopang Central Processing Unit atau CPU Octa-core (2×2.86 GHz Cortex-A76 & 2×2.09 GHz Cortex-A76 & 4×1.86 GHz Cortex-A55) dan prosesor grafis / GPU Mali-G76 MP16. Komponen pemrosesan tersebut didukung dengan RAM berkapasitas 8 GB. Lengkap dengan opsi penyimpanan internal / ROM berkapasitas 128GB storage, NM dan baterai berjenis Li-Po dengan kapasitas 3800 mAh.

Beralih ke bagian multimedia, ada layar berukuran 6.1″ Inch dengan jenis OLED. Resolusi layarnya 1080×2340 pixels dan telah dilengkapi dengan ,. Layar tersebut jadi viewfinder yang cukup nyaman untuk menampilkan beragam fungsi yang dibawanya. Termasuk untuk menonton video dan bermain game tentunya.

Dan layaknya sebuah perangkat cerdas, Huawei P40 4G sudah dibekali konektifitas yang terbilang lengkap. Untuk konektifitas jaringan seluler misalnya. Perangkat ini support teknologi GSM / HSPA / LTE yang bisa digunakan untuk melakukan komunikasi data dengan kecepatan maksimal HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A. Selain itu ada juga konektifitas USB USB Type-C 3.1, USB On-The-Go, GPS(Yes, with dual-band A-GPS, GLONASS, BDS, GALILEO, QZSS, NavIC), Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac/6, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot, dan bluetooth (5.1, A2DP, LE). Tak ketinggalan fitur lainnya seperti Infrared face recognition, fingerprint (under display, optical), accelerometer, gyro, proximity, compass, color spectrum, .

Kamera Huawei P40 4G

Sejak kemunculan media sosial dan platform berbagi lainnya, kamera jadi salah satu fitur penting dari sebuah perangkat cerdas. Tak terkecuali perangkat yang satu ini. Ya, berikut adalah sensor kamera utama yang dibenamkan ke dalam body belakang Huawei P40 4G :

  • 50 MP, f/1.9, 23mm (wide), 1/1.28″, 1.22µm, omnidirectional PDAF, OIS
    8 MP, f/2.4, 80mm (telephoto), PDAF, OIS, 3x optical zoom
    16 MP, f/2.2, 17mm (ultrawide), AF.

Sensor kamera tersebut tidak hanya bisa digunakan untuk menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 50 MP tapi juga untuk merekam video dengan resolusi maksimal 2160p. Lalu bagaimana dengan kamera depannya?

Well, untuk kamera depan, perangkat ini mengandalkan sensor 32 MP, f/2.0, 26mm (wide), 1/2.8″, 0.8µm
IR TOF 3D, (biometrics sensor only) yang tidak hanya penting untuk selfie, tapi juga bisa diandalkan saat melakukan video call ataupun video conference. Kamera tersebut dilengkapi dengan fitur HDR dan bisa digunakan untuk merekam video dengan resolusi maksimal 4K@30/60fps, 1080p@30/60fps.

The NextDev Umumkan Komerce Sebagai Startup Terbaik

0

Telko.id – The NextDev Talent Scouting 2020 umumkan Komerce sebagai startup Berdampak Sosial Terbaik. Pengumuman pemenang tersebut dilakukan dalam babak Grand Final National Pitching yang digelar secara daring pada 28 Januari 2021, sekaligus menutup rangkaian penyelenggaraan program The NextDev Talent Scouting 2020. 

 Selanjutnya, seluruh finalis pada Grand Final National Pitching yang berjumlah 12 startup akan mengikuti program lanjutan yaitu The NextDev Academy 2021 untuk mengembangkan upaya dampak sosialnya.

“Telkomsel mengucapkan selamat atas keberhasilan Komerce serta apresiasi bagi seluruh startup yang telah menampilkan ide-ide terbaiknya pada The NextDev Talent Scouting 2020. Telkomsel bersyukur dapat terus konsisten membangun perkembangan ekosistem digital di Indonesia melalui program The NextDev selama lima tahun terakhir ini,” ungkap Setyanto Hantoro, Direktur Utama Telkomsel dalam Grand Final National Pitching The NextDev Talent Scouting 2020 menjelaskan. 

Setyanto pun menambahkan bahwa melalui ajang ini Telkomsel memfasilitasi para pemain industri kreatif digital untuk saling berkolaborasi dan memaksimalkan potensi digital untuk menghadirkan solusi berdampak positif yang dapat membuka segala kemungkinan bagi masyarakat.

Baca juga : The NextDev Summit 2020 Hadir Demi Perubahan Industri Kreatif Digital

Hadir dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo RI Widodo Muktiyo mengatakan, “Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Telkomsel yang sudah peduli dengan bangsa dan generasi muda. Indonesia akan menjadi bangsa yang besar, termasuk dari kekuatan startup, sehingga upaya ini dapat menunjukkan kemampuan generasi muda sebagai pahlawan digital yang mampu mengakselerasi transformasi digital di Tanah Air”. 

Oleh sebab itu, Widodo pun berharap semua pihak dapat mengoptimalkan peran digital dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dari segi bisnis, sosial, dan kemanusiaan, sebagai peluang yang bisa dimaksimalkan bersama generasi muda.

The NextDev Talent Scouting sendiri merupakan kompetisi nasional bagi early-stage startup berdampak sosial positif yang mampu menjadi penguat ekosistem digital di Indonesia melalui implementasi teknologi di sektor yang lebih luas. Pada edisi kali ini, ajang ini terbagi ke dalam empat kategori vertikal, yaitu EnviroTech For Better Planet, The Borderless Digital Economy, HealthTech Innovation, dan EdTech for All

Tiap kategori dirancang berdasarkan Sustainable Development Goals dari PBB agar ajang ini dapat membentuk startup yang mampu menyediakan solusi berbasis teknologi terkini terhadap tiap tantangan fundamental di tengah masyarakat.

Ajang ini resmi dibuka pada November 2020 dan diikuti oleh 282 early-stage startup yang telah disaring secara bertahap hingga menghasilkan 12 nama startup yang bersaing di fase Grand Final National Pitching. Di babak ini, Duitin (EnviroTech For Better Planet), Komerce (The Borderless Digital Economy), DocLink (HealthTech Innovation), dan Parakerja (EdTech for All) menjadi yang terbaik di kategorinya masing-masing dan berhak mendapatkan dana hibah sebesar Rp10.000.000.

Semua startup finalis ajang mengikuti beberapa tahapan pitching, seperti pada Top 12 yang dinilai oleh panel juri Denny Abidin (VP Corporate Communications Telkomsel), Stella Tambunan (CEO YCAB Ventures), Gibran Huzaifah (CEO E-Fishery), dan Yoris Sebastian (Co-Founder Inspigo.id). Kemudian pada tahap Top 4 untuk menentukan Best of the Best Startup, panel juri yang memberi penilaian meliputi Setyanto Hantoro (Direktur Utama Telkomsel), Neil El Himam (Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf RI), Fajrin Rasyid (Direktur Digital Business Telkom Group), Veronica Colondam (CEO YCAB Foundation), dan Antonie de Carbonel (CCO Gojek). 

Berdasarkan penilaian dewan juri tersebut, Komerce terpilih sebagai Best of the Best Startup dan berhak membawa pulang dana hibah sebesar Rp100.000.000. Tidak ketinggalan, terdapat pula kategori Most Favorite Startup dengan hadiah sebesar Rp10.000.000 yang dimenangi oleh Meyer Food berdasarkan pemungutan suara dari netizen di media sosial The NextDev.

“Dengan adanya inisiatif The NextDev, diharapkan para talenta digital yang sedang membangun usaha rintisan atau startup tidak patah semangat dan terus dapat terlibat dalam perkembangan sektor ekonomi kreatif dengan penggunaan teknologi digital yang dapat membuka berbagai peluang untuk kemajuan bangsa Indonesia. Semoga kedepannya, Telkomsel dan para startup binaan The NextDev dapat menciptakan ekosistem yang mampu meningkatkan kontribusi nilai tambah ekonomi digital kreatif, sehingga memperbesar peluang Indonesia dalam persaingan ekonomi global,” tutup Setyanto.

Selanjutnya, semua startup finalis The NextDev Talent Scouting 2020 akan mengikuti The NextDev Academy, ajang pengembangan startup teknologi berdampak sosial positif dengan kurikulum komprehensif serta bimbingan mentor terbaik, yang akan kembali diselenggarakan pada tahun ini. Informasi lebih lanjut mengenai The NextDev dan seluruh inisiatifnya dapat diakses di thenextdev.id dan media sosial di @thenextdev. (Icha)

Jaringan 3 Indonesia Kini hadir di Morowali, Sulawesi Tengah

0

Telko.id – Jaringan 3 Indonesia kini sudah hadir di Morowali, salah satu daerah pertambangan terbesar di Sulawesi tengah. Untuk mewujudkan upaya tersebut, operator ini bekerja sama dengan Nokia dengan menerapkan LTE Base Station over Public Backhaul.

Pemasangan LTE Base Station (BTS) di daerah terpencil dan terisolasi, seperti di area pertambangan dan perkebunan menghadirkan tantangan tersendiri karena membutuhkan banyak perangkat relai transmisi sebagai backhaul (jaringan pengalur) untuk menghubungkan BTS dengan BTS dan BTS ke jaringan inti (core network). 

LTE Base Station over Public Backhaul dari Nokia dirancang untuk bisa bekerja dengan berbagai jenis backhaul, termasuk jaringan internet publik. Dengan solusi inovatif ini, saat koneksi internet publik tersedia, koneksi tersebut bisa digunakan sebagai backhaul transmisi sehingga tidak perlu lagi memasang relai transmisi di daerah dengan medan yang sulit. Teknologi ini dapat mempermudah masyarakat di area pertambangan mendapatkan konektivitas selular dengan kualitas yang lebih baik.

Upaya 3 Indonesia dalam menerapkan solusi LTE Base Station over Public Backhaul di daerah Morowali ini merupakan salah satu bentuk komitmen 3 Indonesia dalam mewujudkan ketersediaan konektivitas mobile broadband terbaik di seluruh Indonesia. Hal ini juga menunjukkan kemampuan 3 Indonesia untuk menjadi yang terdepan di Indonesia dalam memenuhi kebutuhan para pengguna, termasuk pengguna korporat, di daerah terpencil.

Baca juga : Demi Memuluskan 5G, 3 Indonesia Lakukan Transformasi Jaringan

“3 Indonesia selalu berinovasi dan terus mewujudkan komitmen untuk membantu pemerintah dalam percepatan transformasi digital. Penerapan teknologi ini menandai tonggak penting bagi unit 3Business kami dalam memberikan solusi inovatif untuk mengatasi tantangan dalam menghubungkan LTE Base Station di area yang sulit dan terpencil, ujar M. Buldansyah Wakil Presiden Direktur 3 Indonesia.

Solusi dari Nokia ini menurut Buldansyah mampu menghadirkan konektivitas selular yang lebih baik yang dapat membantu pertumbuhan industri di daerah Morowali dan meningkatkan produktivitas bagi masyarakat yang tinggal di sekitar area tersebut didukung jaringan 3 Indonesia yang semakin luas dan kuat. 

“Kami sangat senang bisa menghadirkan layanan ini sebagai salah satu implementasi unit 3 Business kami dalam mendukung kemajuan industri di daerah,” ungkap Buldansyah menambahkan.

“Nokia mengembangkan solusi LTE Base Station yang dapat bekerja dengan berbagai teknologi backhaul yang berbeda dan memberikan fleksibilitas bagi operator selular untuk menjangkau pelanggan,” ujar Willie Cher, Head of Customer Business Team for Hutchison, Nokia Asia Pacific and Japan.

Dan, Nokia pun berhasil menerapkan solusi ini dan 3 Indonesia telah dapat melihat manfaat langsungnya. Penyedia teknologi ini pun berharap dapat melanjutkan kolaborasi ini di tahun-tahun mendatang. (Icha)

Aplikasi Laut Nusantara Punya Fitur Baru, Bisa Kenali 3 Jenis Ikan!

Telko.id – Aplikasi Laut Nusantara terus dikembangkan oleh XL Axiata Tbk (XL Axiata) dan Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Hasil pengembangan terakhir berupa fitur baru yang mampu menunjukkan keberadaan tiga jenis ikan dengan nilai ekonomi yang tinggi, yaitu Lemuru Bali, Tuna Mata Besar, dan Cakalang. Fitur ini sudah bisa dimanfaatkan oleh nelayan sejak Januari 2021 ini.

“Kami akan terus berusaha menambah manfaat dari aplikasi Laut Nusantara dengan menghadirkan fitur-fitur baru yang bisa membantu para nelayan untuk semakin produktif. Fitur terbaru ini bisa memandu nelayan untuk mendapatkan ikan-ikan dengan nilai ekonomi yang tinggi, yang juga dikenal sulit untuk ditangkap. Tentu kami berharap fitur baru ini bisa membantu usaha para nelayan untuk meningkatkan pendapatan mereka,” ungkap Marwan O Baasir, Chief Corporate Affairs Officer XL Axiata menjelaskan.

Berdasarkan uji coba di sejumlah lokasi yang dilakukan oleh BROL, tingkat ketepatan informasi sebaran Tuna dan Cakalang ini cukup tinggi, yaitu antara 60% – 80%, tergantung kondisi musim penangkapan ikan. Artinya, berdasarkan petunjuk dan informasi yang diberikan, peluang nelayan untuk mendapatkan jenis-jenis ikan tersebut cukup besar. 

Menurut Kepala BROL, Dr. Teja Arief Wibawa, fitur baru tersebut bekerja berdasarkan data dari Laboratorium Riset Kelautan yang dikelola oleh BROL. Hasil penelitian menunjukkan, setiap jenis ikan memiliki preferensi atau kesesuaian habitat masing-masing yang berpengaruh pada pola hidup ikan, termasuk migrasi, berkembang biak, juga kebiasaan makan.

Baca juga : 100 Nelayan di Banten Dapat Sosialisasi Aplikasi Laut Nusantara Dari XL

Berbekal pengetahuan tersebut, BROL melakukan pemodelan habitat ikan Tuna, Cakalang, dan Lemuru. Kondisi laut yang dijadikan dasar analisis pemodelan tidak hanya kondisi permukaan laut menyangkut suhu dan klorofil-a, tetapi sudah mempertimbangkan kondisi lingkungan pada lapisan renang ikan-ikan tersebut yang mencakup temperatur sub-surface, salinitas, dan arus.

“Tuna dan Cakalang termasuk di antara jenis ikan dengan permintaan pasar yang tinggi. Pada tahun 2017, Indonesia memasok lebih dari 16% produksi Tuna dan Cakalang dunia. Karena itu, keduanya dan juga Tongkol oleh menjadi program prioritas bidang perikanan tangkap oleh KKP. Sementara itu, Lemuru merupakan ikan khas dan spesifik di selat Bali, yang juga memiliki nilai ekonomi tinggi,” tambah Teja Arief.

Dipergunakan 5.000 nelayan

Sejak pertama kali diluncurkan pada 2018, aplikasi Laut Nusantara telah dikenalkan kepada komunitas nelayan di berbagai daerah. XL Axiata dan BROL telah melakukan sosialisasi di 28 kota/kabupaten, bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat. Total lebih dari 5.400 nelayan telah mengikuti pelatihan dan sosialisasi penggunaan aplikasi Laut Nusantara. Mereka juga mendapatkan bantuan perangkat smartphone yang telah dipasang aplikasi Laut Nusantara dan paket data dari XL Axiata.

Kini semakian luas masyarakat nelayan yang memanfaatkan aplikasi Laut Nusantara. Tidak hanya mereka yang mendapatkan sosialisasi, namun banyak nelayan yang mengetahuinya manfaat aplikasi ini dari komunikasi antarkomunitas nelayan, dari berita di media massa, serta dari media sosial. Karena itu, tercatat ada lebih dari 45 ribu akun yang telah memanfaatkan aplikasi ini, yang tersebar di hampir seluruh Indonesia.

Aplikasi Laut Nusantara saat ini telah sampai pada tahap pengembangan Fase 4. Aplikasi ini merupakan aplikasi digital yang ditujukan bagi kalangan nelayanan tradisional yang biasa menggunakan peralatan tradisional dan beroperasi tidak lebih dari 20 mil dari garis pantai.

Selain data-data yang akurat mengenai prakiraan lokasi keberadaan ikan, di aplikasi ini nelayan juga bisa mendapatkan informasi data cuaca laut terkait kecepatan angin dan tinggi gelombang, perhitungan BBM, hingga fitur untuk panggilan darurat. Selain itu, ada juga fitur perbincangan yang bisa nelayan manfaatkan untuk mendapatkan informasi mengenai harga ikan tangkapan di pasar. (Icha)

by.U Berikan Berbagai Pilihan Kuota Dengan Harga Terjangkau

0

Telko.id – by.U berikan berbagai pilihan kuota dengan harga terjangkau demi memenuhi kebutuhan para generasi Z atau Gen Z. Terlebih saat pandemi seperti ini, aktivitas para Gen Z ini juga banyak dilakukan secara online. 

Hal tersebut kini diwujudkan dengan by.U berikan Kuota Yang Bikin Aman Jaya, yang merupakan kuota berbasis kecepatan internet Mbps tanpa batasan kuota GB dengan dua varian kuota yaitu untuk kecepatan maksimum 1,5 Mbps dan 1 Mbps dengan harga mulai dari Rp 1.000 untuk durasi 1 jam.

“Agar bisa selalu memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama anak muda yang didominasi oleh generasi Z (Gen Z), by.U terus membuat inovasi yang sesuai dengan dinamika gaya hidup yang serba digital. Diharapkan, dengan adanya Kuota Yang Bikin Aman Jaya, pelanggan dapat tetap beraktivitas secara lancar, baik itu saat belajar, bekerja, ataupun berkomunikasi, dengan ditunjang oleh akses internet berkualitas dengan harga yang tetap terjangkau,” ungkap Trio Lumbantoruan, Vice President by.U menjelaskan. 

Upaya tersebut, menurut Trio diberikan agar pelanggan tetap dapat mendapatkan kebebasan dan bisa melakukan berbagai kegiatan #SemuanyaSemaunya dengan by.U.

Baca juga : by.U Dari Telkomsel Dipercaya Generasi Z sebagai Brand Digital Pilihan

Kuota Yang Bikin Aman Jaya dan seluruh paket internet dari by.U dapat dinikmati menggunakan jaringan terdepan dan terluas dari Telkomsel. Pelanggan bisa mengakses seluruh pilihan kuota data by.U di akun Instagram @byu.id dan di website byu.id/id/package.

Trio menambahkan, di awal tahun 2021 ini, by.U berkomitmen untuk selalu mencoba memenuhi beragam kebutuhan Gen Z yang dekat dengan dunia digital di kesehariannya, mulai dari segi pendidikan hingga hiburan berupa games, media sosial, dan beragam konten digital di dunia maya. Aplikasi by.U sendiri sudah diunduh oleh 4,6 juta pengguna dengan profil pelanggan 70% nya adalah segmen Gen Z.

Sebagai layanan seluler prabayar serba digital pertama di Indonesia, pembelian kartu SIM perdana by.U juga dapat dilakukan secara daring di aplikasi by.U. Calon pelanggan bisa mengunduh aplikasi by.U secara gratis di Google Play Store atau App Store. 

Selanjutnya, calon pelanggan dapat dengan mudah melakukanpembuatan paket dengan menentukan sendiri besaran kuota data dan kuota topping, memih nomor sendiri sesuai keinginan, mendapatkan SIM Card dengan memilih titik pengambilan terdekat atau langsung diantar ke lokasi yang diinginkan, dan menyelesaikan pembayaran melalui ragam metode pembayaran seperti transfer bank, e-money, hingga bayar secara tunai di Indomaret atau Alfamart terdekat. Semuanya dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan #SemuanyaSemaunya.

Setelah mendapatkan SIM card by.U, pelanggan bisa langsung melakukan aktivasi dengan sangat mudah dengan memasukkan SIM Card by.U ke ponsel dan  melakukan registrasi di aplikasi by.U, memastikan ponsel terkoneksi internet dari by.U dan  menonaktifkan jaringan wifi ataupun jaringan seluler SIM card kedua (jika ada),  mengaktifkan SIM Card lewat aplikasi by.U. 

Pelanggan bisa klik “Aktifkan SIM Card, dan  mengikuti tata cara registrasi dan aktivasi SIM card yang tertera di aplikasi dengan memasukkan NIK dan Nomor KK yang sesuai dengan KTP pengguna dan KK dari keluarga pengguna.

Selain dari itu, by.U juga telah menghadirkan Pojok Hiburan yang memungkinkan pengguna untuk mendengarkan lagu melalui fitur MIXTape, mengakses podcast, membaca artikel lewat by.U Discover, menonton film di byUskop, serta bermain by.U Mini Games semua secara gratis. Semua kemudahan layanan digital dari by.U, dapat diakses hanya dengan mengunduh satu aplikasi terintegrasi dari by.U. (Icha)

BAKTI Tandatangani 2 Kontrak Untuk Percepat Pemerataan BTS 4G

0

Telko.id – BAKTI tandatangani 2 kontrak untuk perecepat pemerataan BTS 4G di Indonesia senilai adalah Rp 7,5 triliun atau setara USD 500 juta. Pengadaan menara BTS 4G ini, sebenarnya telah diinisiasi sejak tahun 2020. Hanya saja baru direalisasikan saat ini dan  yang ditandatangani pertama adalah kontrak payung pengerjaan dua paket, yakni paket 1 dan 2 dari 5 paket yang sudah direncanakan.

BAKTI tandatangani 2 paket, yakni paket 1 dan 2 untuk pembangunan BTS 4G yang akan dilakukan oleh konsorsium yang terdiri dari Fiberhome, Telkom Infra, dan Multitrans Data.

Pengerjaan pengadaan BTS 4G untuk paket 1 dan 2 akan meliputi wilayah Sumatera, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, dan Maluku atau disebut wilayah non-Papua.

BTS 4G yang disediakan oleh konsorsium tersebut akan menjangkau lebih dari 2.700 desa dan kelurahan di pulau-pulau di atas.

Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyaksikan penandatanganan kontrak payung antara BAKTI dan konsorsium tersebut menyatakan bahwa saat ini masih ada 12.548 desa/kelurahan yang belum terjangkau oleh jaringan 4G dari total 83.218 desa/kelurahan di seluruh Indonesia. Agar dapar diselesaikan di tahu anggaran 2021-2022.

“Karenanya, Kementerian Kominfo mengupayakan penyediaan infrastruktur ini untuk selesai pada tahun 2022, atau sepuluh tahun lebih cepat dari rencana awal di tahun 2032, jika dilakukan biasa-biasa saja,” tandasnya.

Diharapkan dengan ada nya paket tersebut setidaknya akan merangsang dan mendorong belanja negara lebih dari Rp7 Triliun atau USD 0,5 Miliar. 

“Dari Rencana Belanja Kementerian Kominfo sampai tahun 2024 nanti ada sekitar USD 7,5 Miliar atau Rp107 s.d Rp108 Triliun. Yang didanai melalui bauran kebijakan pembiayaan melalui USO (Universal Service Obligation), APBN, dan PNBP (Pendapatan Nasional Bukan Pajak) sektor Kominfo,” jungkap Johnny menambahkan.

Dana tersebut akan digunakan untuk mengadakan infrastruktur pendukung konektivitas dan kegiatan lainnya.

Johnny juga berharap, dengan penandatanganan kontrak payung BTS 4G ini, aktivitas pengerjaan fisik di lapangan bakal segera dimulai dengan tetap menerapkan protokol kesehataan saat pandemi Covid-19.

Kemkominfo menargetkan pembangunan infrastruktur BTS 4G untuk paket 1 dan 2 ini bisa selesai pada akhir 2022.

Dalam waktu dekat, Kemkominfo juga akan kembali mengadakan infrastruktur BTS 4G untuk wilayah Papua meliputi paket 3, 4, dan 5.

“Paket 3, 4, dan 5 yaitu untuk wilayah Papua sedang pelelangan, diharapkan pada bulan Februari 2021 penandatanganan kontrak bisa dilakukan. Namun ini tergantung pada proses negosiasi yang dilakukan,” ujar Johnny.

Anang Latif menambahkan, penandatanganan kontrak pengadaan BTS 4G untuk paket 3, 4, dan 5 akan dilakukan menyusul karena wilayah yang akan digarap adalah Papua.

“Papua memiliki kontur berbeda dengan paket lainnya, oleh karena itu perlu detail rencana jaringan yang match dengan wilayah desa yang digarap,” tutur Anang.

Kemkominfo sendiri memiliki pekerjaan rumah untuk membangun infrastruktur internet di 12.548 desa atau kelurahan. Agar pengerjaannya bisa dikebut, Kemkominfo meminta kepada operator seluler untuk mengerjakan infrastruktur internet 4G di 3.435 desa.

Melalui BAKTI, Kemkominfo sudah menghadirkan akses internet di 1.209 desa. Dengan begitu sisanya adalah 7.904 desa yang rencananya akan dikerjakan dalam lima paket, seperti disebutkan di atas. (Icha)

Belajar Online Ideal Menurut Guru dan Orang Tua Siswa

0

Jakarta, 28 Januari 2021 – Belajar online ideal itu, guru harus bisa memberikan materi yang menarik sehingga tidak membuat bosan siswa. Itu yang diharapkan oleh orang tua siswa. Pasalnya, walaupun sudah ada Surat Keputusan Bersama 4 Menteri yang diumumkan pada akhir November tahun lalu, yang memperbolehkan atau memberikan kewenangan penuh kepada pemerintah daerah untuk memutuskan boleh tidaknya dilakukan pembelajaran tatap muka. 

Pun begitu, menurut Nadiem Makarim, orang tua memiliki hak penuh untuk menentukan. Bagi orang tua yang tidak menyetujui anaknya melakukan pembelajaran tatap muka, peserta didik dapat melanjutkan pembelajaran dari rumah secara penuh. Apalagi, kondisi saat ini masih belum memungkinkan untuk diadakannya pembelajaran tatap muka, sehingga belajar online yang ideal pun sangat diharapkan oleh banyak pihak.

Sayang nya, dengan tidak adanya pembelajaran tatap muka ini banyak pihak yang mengkhawatirkan dampak negatif nya. Pemerintah sendiri melihat ada tiga kategori dampak negatif dari pembelajaran jarak jauh atau belajar online ini. 

Kategori pertama adalah ada ancaman anak putus sekolah. Di mana anak terpaksa bekerja membantu orang tua nya yang terdampak pandemi. Lalu ada juga orang tua yang tidak melihat peran guru kalau tidak ada pembelajaran tatap muka. 

Lalu kategori ke dua adalah kendala tumbuh kembang anak. Mulai dari ada nya kesenjangan capaian belajar anak, ketidakoptimalan pertumbuhan terutama di usia-usia emas seperti PAUD. Sampai kekhawatiran adanya resiko learning loss.

Pada kategori ketiga, pembelajaran jarak jauh ini berdampak pada tekanan psikososial dan kekerasan dalam rumah tangga. Terjadi nya anak stress karena tidak dapat berinteraksi dengan guru, teman dan lingkungannya. Lalu, tanpa sekolah, banyak anak yang terjebak kekerasan dalam rumah tangga yang tidak diketahui oleh guru. 

Walau pun banyak dampak negatif yang muncul, menurut pengakuan Rifal Rinaldi, salah seorang guru di SMA YWKA Bandung, secara keseluruhan yang ia lihat, capaian akademis tidak ada penurunan signifikan. Nilai para siswa didik tidak jeblok. Ini dibandingkan dengan sebelum pandemi. “Penurunan nilai tidak terjadi secara signifikan,” ungkapnya. Hal ini membuktikan bahwa sebenarnya siswa dapat beradaptasi dengan kondisi PJJ ini. 

Memang diakuinya, ada dampak lain yang muncul dengan adanya PJJ ini yang bukan berkenaan dengan nilai. Tapi lebih pada karakter siswa. Rifal mengakui bahwa adanya penurunan respect atau rasa hormat siswa terhadap gurunya karena memang kuantitas pertemuan yang sangat minim. Hal ini kemudian yang membuat, ia sering ‘kehilangan’ fokus siswa nya saat PJJ. 

Hal itu juga yang dilihat dan dirasakan oleh Meilin, orang tua siswa SMP di Jakarta Timur. Menurut nya, sekolah dalam proses pembelajaran jarak jauh atau belajar online ideal itu adalah dapat memberikan motivasi pada murid agar tidak malas belajar dan tidak membosankan. 

“Saya melihat, anak saya dengan PJJ ini tambah malas, malah ibu nya yang tambah rajin, tambah pintar. Kalau pun ada kelas virtual, tidak sepenuh nya anak itu fokus mengikuti pelajaran. Terkadang sibuk dengan smartphone nya sehingga kurang memperhatikan guru yang sedang menjelaskan,” ungkap Meilin. 

Ditambah lagi, sering kali putri nya malas untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Sampai dirinya sering mendapatkan teguran dari wali kelas karena putrinya belum menyerahkan tugas. “Setelah dapat teguran, baru deh, anak saya mengerjakan tugasnya. Kadang bertumpuk sampai 4-5 tugas,” cerita Meilin dalam Podcast Telset yang digelar pada Selasa, 26 Januari 2021. 

Meilin berharap, belajar online ideal selama PJJ ini, guru dapat memberikan materi pelajaran dengan lebih interaktif dan tidak membuat bosan sehingga siswa pun dapat lebih bersemangat dan fokus ketika belajar.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Rifal, “Kami sebagai guru, sudah berusaha maksimal agar siswa memperhatikan materi yang kami ajar kan. Namun, tetap sulit untuk bisa mendisiplinkan siswa ketika melakukan pembelajaran secara virtual. Yang bisa kami lakukan hanya coba berkoordinasi dengan orang tua untuk bisa melakukan pendampingan belajar mulai dari jam 7 sampai jam 11. Boleh orang tua, kakak, saudara atau siapapun saja. Yang penting ada yang mendampingi sehingga siswa pun dapat mengikuti pelajaran dan memahami materi”.

Rifal juga menambahkan bahwa sekitar 60% siswa yang melakukan PJJ tidak fokus, seperti yang dikeluhkan oleh Meilin. Walau demikian, guru juga terus mencari formula yang tepat agar siswa bertambah fokus dan maksimal dalam belajar jarak jauh ini. 

Untuk mengurangi dampak negatif tersebut, Rifal menyebutkan bahwa sekolah nya melakukan home visitHome visit ini dilakukan oleh wali kelas atau guru BK untuk mencari tahu dan melakukan pemantauan terhadap perkembangan siswa. Masalahnya, untuk siswa SMA, agak sulit juga kalau orang tua harus membantu putra putri nya untuk belajar. Maklum saja, materi yang dipelajari juga jauh lebih sulit ketimbang untuk siswa SD maupun SMP. “Jadi, home visit ini, bagi kami sangat bermanfaat”.

Menurut Maryam Mursadi, Head of Academic dari KELAS PINTAR, memang dampak negatif dari pembelajaran jarak jauh atau e-learning ini tidak bisa dihindari. “Kondisi sarana dan prasarana yang tidak merata disetiap daerah, juga menjadi penyebab munculnya dampak negatif tersebut,” ungkap Maryam. 

Yang penting menurut Maryam adalah guru dan orang tua harus re-orientasi tentang pembelajaran jarak jauh ini. Guru dan orang tua harus paham bahwa, PJJ ini tidak sama dengan pembelajaran tatap muka, bahkan sangat berbeda. Ini yang perlu dipahami. 

Misalnya, jika sekolah normal, ketika siswa ada yang tidak mengerti dengan materi pelajaran, bisa langsung bertanya pada gurunya atau diskusi dengan temannya. Nah, saat PJJ, hal ini tidak bisa dilakukan. 

Untuk mengatasi permasalahan yang muncul karena PJJ ini, KELAS PINTAR memiliki solusinya. Misalnya ketika mengajarkan materi secara virtual, tidak semua siswa dapat memahami. Mungkin hanya 30% saja yang dipahami, bisa karena koneksi yang terputus atau sebab lainnya dan tidak bisa masuk lagi dalam kelas virtual. Kendala teknis ini bisa terjadi. 

Lalu yang 70% nya bagaimana? Menurut Maryam, guru dapat mengarahkan siswa untuk mempelajari materi yang ada dalam KELAS PINTAR sesuai dengan pelajaran dan kelas nya. Baik itu yang berbentuk ebook, animasi atau video yang berisikan materi pelajaran yang diberikan oleh guru dari KELAS PINTAR. Dengan demikian, siswa dapat mencapai pemahamannya secara utuh dengan belajar mandiri melalui konten yang ada didalam KELAS PINTAR. 

 “Ini yang kami sebut dengan Scaffolding. Di mana anak belajar bukan hanya dari 1 sumber saja, dari guru saja, tetapi bisa juga dari teman, orang tua dan sumber lain-lain,” ujar Maryam. 

Guru juga bisa membuatkan kelompok, jadi siswa bisa belajar secara kelompok. Ini juga akan meningkatkan pencapaian dalam pehaman pada materi pelajaran. 

Hal ini juga yang dilakukan oleh Rifal. Ketika melakukan video conference yang disebut KELAS dalam layanan SEKOLAH dari KELAS PINTAR, ia dapat mengarahkan siswa nya untuk mengekplorasi materi pelajarannya atau memberi tugas. Semua nya terintegrasi. 

Untuk mengatasi anak malas, atau tidak termotivasi. Biasa nya anak itu akan termotivasi itu jika ada reward dan punishment. “Lalu kalau guru, kita nih lagi jaman susah nih, internet susah, kita maklumin saja. Nah, itu tidak boleh. Ini merupakan bagian dari pembanguna karakter. Ini pun dapat menjadi motivasi bagi siswa dan membiasakan siswa untuk belajar secara mandiri,” ujar Maryam menegaskan. 

Sedangkan untuk pembangunan karakter siswa, menurut Maryam, dengan adanya reward and punishment bisa membantu masalah tersebut. 

“Guru harus cukup tegas memberlakukannya. Cara tersebut juga dapat memotivasi siswa untuk bisa belajar mandiri. Walaupun, pembangunan karakter ini tidak dapat serta merta terbentuk, tetapi dapat membentuk karakter siswa dikemudian hari,” ujar Maryam. 

Dalam KELAS PINTAR sendiri, untuk pembangunan karakter ini ada dalam latihan soal atau test. Terutama dalam soal-soal yang masuk dalam katagori HOTS atau High Order Thinking Skill. Jadi bukan sekedar soal essay atau pilihan ganda saja. Tetapi juga studi kasus yang bisa disampaikan guru dalam tugas pada siswa dan dikerjakan secara berkelompok. 

“Jadi proses pembelajaran jarak jauh ini tidak hanya satu arah saja, bisa lebih interaktif dan tentu nya akan membantu guru karena penyerahan hasil tugas juga jumlah nya berkurang, tetapi siswa semua nya bisa mendapatkan nilai. Yang lebih penting, siswa dapat ”, ujar Maryam menambahkan.

Selain itu, KELAS PINTAR juga memiliki layanan TANYA. Di mana layanan ini akan membantu siswa ketika mendapatan soal yang sulit. Guru Ahli dari KELAS PINTAR akan membantu. Nah, saat PJJ ini, KELAS PINTAR pun menambah jam operasional layanan TANYA. Yang dulu hanya malam saja, sekarang ditambah dengan pagi hari. Harapannya, ketika siswa diberi tugas oleh gurunya dan kesulitan dalam pengerjaan, bisa bertanya pada guru dari KELAS PINTAR. 

Solusi iDo Voice, Layanan 3 in 1 Voice Terbaru Dari Indosat

0

Telko.id – Indosat Ooredoo Business Luncurkan Solusi 3-in-1 yang disebut dengan iDo Voice. Solusi ini adalah untuk membantu perusahaan beradaptasi dengan transformasi digital secara cepat, baik dalam aktivitas bekerja, rapat/pertemuan atau berkolaborasi dengan semua pemangku kepentingan di internal maupun eksternal perusahaan.

Solusi iDo Voice erdiri dari 3 layanan baru dari layanan voice untuk pelanggan korporasi yaitu Cloud Voice Pro, Servoice, dan Microsoft 365 Voice Business. Ketiga solusi tersebut bertujuan untuk menjawab kebutuhan pelanggan korporat pada situasi pandemi saat ini. Korporasi tetap dapat memfasilitasi karyawannya untuk terus terhubung, menjalankan bisnis dengan lebih efisien, dan tetap menjaga para pelanggannya tanpa terikat waktu dan tempat. 

“Indosat Ooredoo berkomitmen untuk terus mendukung pemerintah dan masyarakat Indonesia dalam situasi yang menantang ini. Di tengah pandemi saat ini, perusahaan juga perlu beradaptasi dalam menjalankan bisnisnya dan Indosat Ooredoo hadir dengan solusi yang relevan dengan kebutuhan tersebut,” ungkap Chief Business Officer Indosat Ooredoo, Bayu Hanantasena. 

Solusi ini diklaim oleh Indosat sebagai yang pertama memberikan layanan digital yang sudah terintegrasi dengan layanan SIP trunk sehingga mempermudah perusahaan untuk melakukan transformasi digital dan memberikan kenyamanan kepada perusahaan untuk berfokus pada bisnis inti perusahaan, efisiensi biaya, dan tetap terhubung dengan pelanggan mereka.

Cloud Voice Pro adalah layanan voice berbasis cloud yang dapat memberikan kenyamanan berkomunikasi kepada korporasi yang memiliki banyak pegawai, yang memungkinkan para pegawai dapat terhubung dengan menggunakan nomor telepon kantor kapan pun, di mana pun dan menggunakan jaringan apapun baik itu jaringan operator selular maupun jaringan WiFi. Cloud Voice Pro memberikan layanan dan fitur lengkap dari Cloud Collaboration, Cloud Call Center dan Cloud Conference (audio & video).

Servoice memberikan kemudahan kepada pelanggan korporasi untuk tetap dekat (engage) dengan pelanggannya (end user). Dengan Servoice pelanggan korporasi tetap dapat melakukan kampanye produk dengan layanan voice broadcast yang memberikan keamanan dan kemudahan dalam mengirimkan pesan kepada end user, layanan voice masking yang memberikan keamanan kepada pelanggan untuk tetap terhubung dengan penyedia layanan seperti layanan ride hailing, ecommerce, layanan voice OTP (One time password) yang memberikan keamanan kepada dalam bertransaksi perbankan, ecommerce menggunakan suara ketimbang SMS. 

Microsoft 365 Voice Business sendiri merupakan jawaban atas tantangan kolaborasi selama masa pandemi dan pascapandemi. Dengan kolaborasi antara produk yang ada saat ini, SIP trunk dan Microsoft teams, karyawan dapat selalu terkoneksi dengan perusahaan melalui layanan Microsoft teams dan melakukan panggilan keluar kantor dengan menggunakan SIP trunk Indosat Ooredoo Business. 

Kemudahan dalam melakukan panggilan keluar kantor semudah menekan tombol ponsel dan terkoneksi secara cepat dan aman. Suara yang dihasilkan pun jernih, dan dapat menggunakan jaringan seluler apapun maupun menggunakan jaringan WiFi. (Icha)

Pemerintah Batalkan Lelang Frekuensi 2.3 GHz, Kenapa?

0

Telko.id – Pemerintah batalkan lelang frekuensi 2.3 GHz yang diumumkan pembukaannya pada tanggal 20 November 2020 lalu. Padahal sudah ada pemenang nya juga yang diumumkan 14 Desember 2020 lalu. Pemenangnl lelang frekuensi selebar 30 MHz yang dialokasikan untuk jaringan 5G itu dimenangkan oleh tiga operator: Telkomsel, Smartfren dan Hutchison Tri (3). 

Dalam pengumumannya, Jumat, 22 Januari 2021 lalu, proses Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 2,3 GHz pada Rentang 2.360 – 2.390 MHz untuk Keperluan Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler dihentikan. 

Menurut Ferdinandus Setu, Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, langkah yang diambil tersebut sebagai sebuah langkah kehati-hatian dan kecermatan dari Kementerian Kominfo guna menyelaraskan setiap bagian dari proses seleksi ini dengan ketentuan peraturan perundang-undangan berkaitan dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di lingkungan Kementerian Kominfo, khususnya Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2015.

Sebagai tindak lanjut dari pemerintah batalkan lelang ini, serta dalam rangka memberikan kepastian hukum kepada Peserta Seleksi yang telah menyerahkan dokumen jaminan keikutsertaaan seleksi (bid bond), maka Kementerian Kominfo telah mengembalikan bid bond tersebut pada hari Jumat tanggal 22 Januari 2021 dan diterima langsung oleh perwakilan Peserta Seleksi bersangkutan.

Kementerian Kominfo secepatnya akan melakukan langkah-langkah tindak lanjut yang lebih cermat dan berhati-hati guna memastikan agar spektrum frekuensi radio sebagai sumber daya alam yang bersifat terbatas (limited natural resources), khususnya pita frekuensi radio 2,3 GHz pada rentang 2.360-2.390 MHz, dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.

Menurut Moch S. Hendrowijono, Pengamat Telekomunikasi, seperti dikutip dari Kompas.com, pembatalan seperti yang sekarang terjadi itu suatu hal yang belum pernah terjadi sejak ada lelang frekuensi yang terbuka tahun 2016. 

“Masalahnya lalu bukan selesai dengan sekadar mengembalikan uang jaminan peserta lelang. Pemerintah harus bisa menjelaskan alasan pembatalan lelang. Sebab ini akan menjadi preseden yang tidak baik ke depannya. Jika alasan “menyelaraskan dengan peraturan perundangan, berupa PP No 80/2015 tentang PNBP”, maka bisa dikatakan, penetapan pemenang dengan besaran angka penawaran yang kemudian diterima, itu merupakan hal yang fatal,” ungkap Hendro. 

Hendro menambahkan bahwa Menteri Kominfo Johnny G Plate tidak mempelajari pengalaman lelang-lelang sebelumnya, terutama lelang frekuensi selebar 30 MHz di spektrum sama, 2300 MHz beberapa waktu lalu. Lelang dimenangkan oleh Telkomsel dengan harga sedikit di atas satu triliun rupiah (Rp 1.050.000.000.000). Sementara di sisi lain, Kementerian Kominfo punya kewajiban untuk mengumpulkan sebanyak mungkin PNBP yang didapat antara lain dari lelang frekuensi, BHP (biaya hak penggunaan frekuensi), upfront fee, dan lain-lain. 

Jika dihitung dari lelang yang dimenangkan Telkomsel sebelumnya, 30 MHz lelang terakhir hanya menghasilkan 3X Rp 144,8 miliar sama dengan Rp 434,4 miliar. Jumlah ini sangat jauh dari Rp 1,05 triliun yang dibayarkan Telkomsel sebelumnya. 

Sementara tahun-tahun sebelumnya Kementerian Kominfo menyetorkan PNBP ke negara tidak kurang dari Rp 30 triliun. Bukan tidak mungkin, Menkominfo mendapat teguran dari Kementerian Keuangan karena kegagalan mendapatkan PNBP yang seharusnya paling tidak mendapat Rp 1,05 triliun. 

Lalu, akankah lelang spectrum Pengguna Pita Frekuensi Radio 2,3 GHz pada Rentang 2.360 – 2.390 MHz ini akan dilakukan lagi? Kita tunggu saja pengumuman dari pemerintah selanjutnya. (Icha)