spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...
Beranda blog Halaman 77

Spotify Hadirkan Fitur About the Song, Ungkap Makna di Balik Lagu

Telko.id – Spotify kembali memperkenalkan inovasi terbaru bagi para penikmat musik digital melalui peluncuran fitur About the Song.

Fitur anyar ini dirancang khusus untuk memberikan penjelasan mendalam mengenai makna di balik lagu yang sedang didengarkan oleh pengguna, memberikan konteks yang lebih kaya dibandingkan sekadar audio.

Kehadiran fitur ini menjawab rasa penasaran pendengar yang sering kali bertanya-tanya tentang pesan tersirat atau cerita latar belakang dari sebuah karya musik.

Dengan About the Song, Spotify tidak hanya berfungsi sebagai pemutar musik, tetapi juga sebagai media edukasi yang menghubungkan intensi artis dengan persepsi pendengar secara langsung di dalam aplikasi.

Pembaruan ini menambah deretan Fitur Baru yang terus digulirkan oleh platform streaming asal Swedia tersebut demi meningkatkan pengalaman pengguna.

Informasi mengenai makna lagu ini akan muncul di antarmuka pemutaran, memungkinkan akses instan tanpa perlu mencari informasi tersebut di situs web eksternal atau mesin pencari.

Menyelami Cerita di Balik Lirik

Fitur About the Song bekerja dengan menyajikan narasi atau fakta menarik terkait proses kreatif dan inspirasi lagu.

Hal ini berbeda dengan fitur lirik standar yang hanya menampilkan teks nyanyian. Fokus utama dari penambahan ini adalah untuk memperdalam koneksi emosional antara penggemar dan musisi melalui pemahaman konteks karya.

Bagi pengguna yang berlangganan Paket Premium maupun pengguna gratis, pemahaman terhadap sebuah lagu sering kali menjadi nilai tambah tersendiri.

Fitur ini diprediksi akan meningkatkan keterlibatan pengguna di dalam aplikasi, membuat mereka betah berlama-lama mengeksplorasi diskografi artis favorit mereka sembari membaca kisah di balik layar.

Respon Pengguna dan Ketersediaan

Peluncuran fitur ini memicu berbagai reaksi dari komunitas pengguna. Kolom komentar dan forum diskusi mulai ramai membahas bagaimana fitur ini membantu mereka menginterpretasikan lagu-lagu yang selama ini mungkin memiliki makna ambigu.

Transparansi makna lagu ini menjadi langkah strategis Spotify untuk menjadi platform musik yang lebih holistik.

Langkah ini juga sejalan dengan upaya perusahaan dalam mempertahankan basis pengguna di tengah persaingan ketat layanan streaming.

Sebelumnya, Spotify juga telah melakukan penyesuaian pada layanan gratis mereka sebagai bagian dari Strategi Iklan untuk menarik lebih banyak audiens. Dengan adanya fitur edukatif seperti About the Song, nilai tawar aplikasi ini di mata pengguna diharapkan semakin kuat.

Hingga berita ini diturunkan, fitur tersebut sedang digulirkan secara bertahap. Pengguna disarankan untuk memastikan aplikasi Spotify mereka telah diperbarui ke versi terbaru untuk menikmati pengalaman menyelami makna lagu secara langsung. (Icha)

Samsung Perkuat Posisi di Pasar Audio Lewat Inovasi TWS Galaxy Buds Series

0

Telko.id – Samsung Electronics Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam memimpin evolusi pengalaman audio digital melalui jajaran perangkat Galaxy Buds Series.

Langkah strategis ini diambil sebagai respons terhadap pergeseran perilaku konsumen, di mana aktivitas mendengarkan musik dan podcast kini telah bertransformasi menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat modern di Tanah Air.

Fenomena audio sebagai gaya hidup ini terlihat dari tingginya minat pengguna internet Indonesia yang memanfaatkan konten audio di berbagai situasi. Mulai dari bekerja, bepergian, hingga momen bersantai, perangkat audio kini hadir hampir di setiap kesempatan.

Samsung merespons tren ini dengan menghadirkan ekosistem terintegrasi yang menawarkan konektivitas mulus antar perangkat, memastikan pengguna mendapatkan kualitas suara terbaik tanpa hambatan.

Pertumbuhan pasar earphone di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir turut didorong oleh kebutuhan akan pengalaman audio yang lebih personal dan mendalam. Kategori True Wireless Stereo (TWS) mencatat permintaan tertinggi berkat kepraktisan konektivitas Bluetooth yang ditawarkan.

Terlebih lagi, dengan hilangnya audio jack pada sebagian besar smartphone terkini, keberadaan perangkat TWS Premium menjadi semakin esensial bagi konsumen yang menginginkan fleksibilitas.

MX Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia, Tipe Sultan, menjelaskan bahwa ekspektasi masyarakat terhadap perangkat audio terus berkembang seiring dengan cara mereka mengekspresikan diri.

Content image for article: Samsung Perkuat Posisi di Pasar Audio Lewat Inovasi TWS Galaxy Buds Series

“Musik dan podcast kini menjadi bagian dari cara masyarakat Indonesia beraktivitas dan mengekspresikan diri. Seiring itu, ekspektasi terhadap pengalaman audio pun berkembang. Melalui ekosistem Galaxy yang semakin terintegrasi, Samsung terus menghadirkan inovasi audio yang lebih imersif dan relevan dengan kebutuhan pengguna,” ujar Tipe Sultan.

Evolusi Inovasi TWS Samsung dari Masa ke Masa

Keunggulan produk audio Samsung lahir dari fokus perusahaan yang konsisten menciptakan pengalaman cerdas dan nyaman. Rekam jejak inovasi ini terlihat jelas dari lini produk yang telah dirilis dan mendapat sambutan positif, mulai dari Galaxy Buds2 Series hingga Galaxy Buds3 Series yang terbaru.

Perjalanan inovasi ini dimulai dengan peluncuran Galaxy Buds2 pada Agustus 2021, yang kemudian disusul oleh Galaxy Buds2 Pro pada Agustus 2022. Seri ini membawa desain yang lebih ergonomis, ringkas, dan bobot yang jauh lebih ringan dibandingkan pendahulunya.

Peningkatan signifikan juga diberikan pada fitur Active Noise Cancelling (ANC) dan teknologi two-way dynamic speaker. Khusus untuk varian Pro, Samsung bahkan menyematkan fitur Neck Stretch Reminder yang berfungsi menjaga postur tubuh pengguna saat duduk dalam durasi lama.

Evolusi berlanjut dengan kehadiran Galaxy Buds3 dan Galaxy Buds3 Pro yang dirilis pada Juli 2024. Seri ini menawarkan pengalaman audio terbarukan melalui fitur canggih seperti Adaptive EQ dan Adaptive ANC.

Salah satu terobosan utamanya adalah Integrasi Gemini AI yang membuat perangkat semakin pintar. Dari segi desain, fitur Blade Lights memberikan nuansa futuristis sekaligus fungsi intuitif untuk pengaturan volume dan pemutaran konten.

Content image for article: Samsung Perkuat Posisi di Pasar Audio Lewat Inovasi TWS Galaxy Buds Series

Galaxy Buds3 FE: Opsi TWS Terbaik di Harga Kompetitif

Melengkapi jajaran produk premiumnya, Samsung merilis Galaxy Buds3 FE pada September 2025. Perangkat ini diposisikan sebagai rekomendasi TWS yang sangat bernilai dengan kisaran harga Rp1 jutaan.

Meski dibanderol dengan harga yang lebih terjangkau, Galaxy Buds3 FE tetap membawa fitur-fitur premium seperti ANC dan integrasi kecerdasan buatan, menjadikannya pilihan menarik bagi konsumen yang ingin merasakan teknologi audio terkini tanpa menguras kantong.

Kombinasi desain ergonomis dan fitur canggih pada seri FE ini memperluas jangkauan pengalaman audio inovatif Samsung ke lebih banyak segmen konsumen.

Dengan dukungan Ekosistem Galaxy, seluruh varian Galaxy Buds mampu menjadi pendamping ideal untuk produktivitas, komunikasi, hingga hiburan.

Menjawab Kebutuhan Gaya Hidup Digital

Samsung memahami bahwa alasan konsumen menikmati konten audio sangat beragam. Banyak pengguna mendengarkan musik untuk menjaga suasana hati saat bekerja atau berolahraga, sementara podcast sering dijadikan sarana mencari inspirasi, mempelajari hal baru, serta memperbarui informasi terkini.

Oleh karena itu, fitur peredam kebisingan dan integrasi asisten pintar menjadi sangat relevan untuk mendukung fokus pengguna.

Ke depan, Samsung berkomitmen untuk terus memperkuat pendekatannya dalam menetapkan standar baru di industri TWS. Perusahaan memastikan bahwa setiap perangkat audio yang diluncurkan tidak hanya menawarkan kualitas suara jernih, tetapi juga adaptif dan intuitif terhadap kebutuhan sehari-hari pengguna. (Icha)

haloBCA Integrasikan Layanan Digital dan Fisik, Cegah Penipuan

Telko.id – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) secara resmi mengumumkan langkah strategis pengintegrasian teknologi digital dengan layanan fisik guna memaksimalkan pelayanan bagi 43 juta rekening nasabah yang tercatat hingga akhir 2025.

Upaya penyatuan ekosistem layanan ini difokuskan melalui satu pintu akses, yakni aplikasi haloBCA, yang dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan perbankan sekaligus meningkatkan keamanan nasabah dari ancaman kejahatan siber.

EVP Contact Center & Digital Services BCA, Adrianus Wagimin, mengungkapkan bahwa volume interaksi nasabah terus mengalami lonjakan signifikan.

Sepanjang tahun 2025 saja, Halo BCA telah melayani total 30 juta interaksi yang masuk melalui berbagai kanal, mulai dari telepon, layanan percakapan (chat), hingga media sosial. Angka tersebut mencakup beragam aktivitas, termasuk permintaan penanganan atas laporan kasus kriminalitas yang menimpa nasabah.

Terkait isu keamanan, data dari Indonesia Anti-Scam Center (IASC) tahun 2025 mencatat adanya sekitar 400 ribu laporan kriminalitas di seluruh Indonesia. Dari total angka nasional tersebut, Halo BCA menerima sekitar 23 ribu laporan yang berkaitan langsung dengan nasabah mereka.

Modus kejahatan yang paling mendominasi laporan tersebut adalah praktik scamming dan phishing yang mencatut nama besar BCA untuk memperdaya korban.

Adrianus menjelaskan bahwa para pelaku kejahatan kerap menggunakan iming-iming keuntungan finansial atau menebarkan rasa takut (fear-mongering) agar target merasa terdesak.

Situasi psikologis ini dimanfaatkan pelaku agar nasabah tanpa sadar menyerahkan informasi sensitif dan rahasia. Dalam Strategi BCA untuk mengedukasi pasar, Adrianus merinci perbedaan mendasar antara kedua modus tersebut.

Scamming didefinisikan sebagai tindakan penipuan di mana pelaku mengaku sebagai orang atau institusi lain, sedangkan phishing lebih mengarah pada teknik rekayasa sosial (social engineering) yang mengeksploitasi kelalaian korban untuk mencuri data.

Merespons tantangan tersebut serta kebutuhan nasabah yang kian kompleks, Halo BCA terus melakukan inovasi fitur. Saat ini, nasabah dapat memanfaatkan fitur Voice Internet Protocol (VOIP) Call.

Teknologi ini memungkinkan nasabah menghubungi layanan Halo BCA tanpa memotong pulsa seluler, cukup dengan menggunakan koneksi internet melalui aplikasi. Kemudahan ini diharapkan dapat mempercepat pelaporan jika terjadi kendala transaksi atau indikasi penipuan.

Memasuki tahun 2026, pengembangan aplikasi haloBCA semakin agresif dengan penambahan deretan Fitur Baru. Adrianus memaparkan beberapa fasilitas anyar yang siap digunakan, antara lain layanan live chat yang lebih responsif, fitur pemantauan status laporan secara real-time, serta kemudahan buka blokir PIN kartu ATM secara mandiri.

Selain itu, terdapat pula fitur pembaruan data nasabah, pengaturan OTP transaksi, hingga mekanisme persetujuan digital yang membuat proses administrasi menjadi lebih ringkas.

Sebagai langkah preventif, BCA bersama tim komunikasi pemasaran dan perusahaan menggaungkan gerakan #tanyaHaloBCAaja. Kampanye ini melibatkan seluruh garda terdepan (frontliners) BCA untuk meningkatkan kesadaran nasabah agar lebih waspada terhadap modus kriminalitas.

Gerakan ini menekankan bahwa segala urusan perbankan dapat diselesaikan lebih aman dan nyaman melalui aplikasi resmi.

Komitmen BCA dalam melindungi nasabah juga diperkuat melalui keanggotaan aktif di Indonesia Anti-Scam Center (IASC) di bawah naungan OJK serta Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI).

Kolaborasi lintas lembaga ini menjadi bukti keseriusan bank dalam menciptakan ekosistem keuangan yang aman. Adrianus menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh nasabah untuk selalu mengambil langkah tepat dan memanfaatkan kanal resmi aplikasi haloBCA demi keamanan transaksi. (Icha)

Aplikasi haloBCA Integrasikan Layanan Digital dan Fisik, Efektif Cegah Penipuan

Telko.id – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) secara resmi mengumumkan langkah strategis pengintegrasian teknologi digital dengan layanan fisik guna memaksimalkan pelayanan bagi 43 juta rekening nasabah yang tercatat hingga akhir 2025. Upaya penyatuan ekosistem layanan ini difokuskan melalui satu pintu akses, yakni aplikasi haloBCA, yang dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan perbankan sekaligus meningkatkan keamanan nasabah dari ancaman kejahatan siber.

EVP Contact Center & Digital Services BCA, Adrianus Wagimin, mengungkapkan bahwa volume interaksi nasabah terus mengalami lonjakan signifikan. Sepanjang tahun 2025 saja, Halo BCA telah melayani total 30 juta interaksi yang masuk melalui berbagai kanal, mulai dari telepon, layanan percakapan (chat), hingga media sosial. Angka tersebut mencakup beragam aktivitas, termasuk permintaan penanganan atas laporan kasus kriminalitas yang menimpa nasabah.

Terkait isu keamanan, data dari Indonesia Anti-Scam Center (IASC) tahun 2025 mencatat adanya sekitar 400 ribu laporan kriminalitas di seluruh Indonesia. Dari total angka nasional tersebut, Halo BCA menerima sekitar 23 ribu laporan yang berkaitan langsung dengan nasabah mereka. Modus kejahatan yang paling mendominasi laporan tersebut adalah praktik scamming dan phishing yang mencatut nama besar BCA untuk memperdaya korban.

Adrianus menjelaskan bahwa para pelaku kejahatan kerap menggunakan iming-iming keuntungan finansial atau menebarkan rasa takut (fear-mongering) agar target merasa terdesak. Situasi psikologis ini dimanfaatkan pelaku agar nasabah tanpa sadar menyerahkan informasi sensitif dan rahasia. Dalam Strategi BCA untuk mengedukasi pasar, Adrianus merinci perbedaan mendasar antara kedua modus tersebut. Scamming didefinisikan sebagai tindakan penipuan di mana pelaku mengaku sebagai orang atau institusi lain, sedangkan phishing lebih mengarah pada teknik rekayasa sosial (social engineering) yang mengeksploitasi kelalaian korban untuk mencuri data.

Merespons tantangan tersebut serta kebutuhan nasabah yang kian kompleks, Halo BCA terus melakukan inovasi fitur. Saat ini, nasabah dapat memanfaatkan fitur Voice Internet Protocol (VOIP) Call. Teknologi ini memungkinkan nasabah menghubungi layanan Halo BCA tanpa memotong pulsa seluler, cukup dengan menggunakan koneksi internet melalui aplikasi. Kemudahan ini diharapkan dapat mempercepat pelaporan jika terjadi kendala transaksi atau indikasi penipuan.

Memasuki tahun 2026, pengembangan aplikasi haloBCA semakin agresif dengan penambahan deretan Fitur Baru. Adrianus memaparkan beberapa fasilitas anyar yang siap digunakan, antara lain layanan live chat yang lebih responsif, fitur pemantauan status laporan secara real-time, serta kemudahan buka blokir PIN kartu ATM secara mandiri. Selain itu, terdapat pula fitur pembaruan data nasabah, pengaturan OTP transaksi, hingga mekanisme persetujuan digital yang membuat proses administrasi menjadi lebih ringkas.

Sebagai langkah preventif, BCA bersama tim komunikasi pemasaran dan perusahaan menggaungkan gerakan #tanyaHaloBCAaja. Kampanye ini melibatkan seluruh garda terdepan (frontliners) BCA untuk meningkatkan kesadaran nasabah agar lebih waspada terhadap modus kriminalitas. Gerakan ini menekankan bahwa segala urusan perbankan dapat diselesaikan lebih aman dan nyaman melalui aplikasi resmi.

Komitmen BCA dalam melindungi nasabah juga diperkuat melalui keanggotaan aktif di Indonesia Anti-Scam Center (IASC) di bawah naungan OJK serta Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). Kolaborasi lintas lembaga ini menjadi bukti keseriusan bank dalam menciptakan ekosistem keuangan yang aman. Adrianus menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh nasabah untuk selalu mengambil langkah tepat dan memanfaatkan kanal resmi aplikasi haloBCA demi keamanan transaksi.

ChromeOS Akan Pensiun, Google Siapkan AluminiumOS

Telko.id – Setelah lebih dari satu dekade menjadi tulang punggung Chromebook, ChromeOS dilaporkan akan memasuki masa pensiun. Google disebut menargetkan akhir dukungan sistem operasi tersebut pada 2034 sebagai bagian dari perubahan besar ekosistemnya.

Informasi ini muncul dari sebuah dokumen pengadilan dalam kasusu antitrust Google di Amerika Serikat. Dalam transkrip sidang, ChromeOS disebut masih akan terus didukung selama beberapa tahun ke depan, tetapi Google berencana menghentikannya sepenuhnya setelah 2034. Setelah itu, proyek sistem operasi baru bernama AluminiumOS diprediksi menjadi platform utama untuk perangkat desktop dan thin client Google.

Google sendiri pada 2025 sudah mengonfirmasi rencana untuk melebur Android dan ChromeOS menjadi satu platform desktop terpadu. AliminiumOS disebut sebagai hasil dari strategi tersebut, dan pengembangannya kini sudah berjalan aktif, demikian mengutip dari Techspot, Jumat (6/2/2026).

Dokumen pengadilan juga menegaskan Google wajib mendukung perangkat ChromeOS yang sudah beredar “setidaknya” hingga 2033. Hal ini terkait komitmen perusahaan memberikan update dan dukungan software selama 10 tahun bagi pengguna Chromebook.

Baca juga:

Perubahan ini terjadi di tengah tekanan besar terhadap Google setelah kalah dalam gugatan Departemen Kehakiman AS terkait monopoli pencarian web. Hakim dalam kasus tersebut menyatakan Google memegang posisi monopoli illegal, sehingga perusahaan kini fokus mengurangi dampak putusan tersebut. Chrome browser masih dipertahankan, namun masa depan ChromeOS dan penerusnya menjadi bagian yang lebih tidak pasti.

Secara teknis, ChromeOS selama ini dikenal sebagai sistem operasi ringan berbasis browser Chrome dan Linux, yang populer di sektor pendidikan karena harga perangkatnya terjangkau dan pengelolaannya mudah.

AluminiumOS diperkirakan akan menjadi varian Android yang dioptimalkan untuk penggunaan desktop. Sistem ini disebut akan mendukung aplikasi Android dan juga kompatibel dengan aplikasi ChromeOS yang sudah disesuaikan untuk layar lebih besar.

Menariknya, Aluminium OS juga digadang-gadang menjadi Android pertama yang bisa berjalan di arsitektur Arm maupun x86, membuka peluang lebih luas untuk perangkat PC dan laptop murah.

Jika Aluminium OS benar-benar menggantikan ChromeOS, Google berpotensi membangun dominasi baru di pasar perangkat pendidikan berbiaya rendah dan desktop Android dalam beberapa tahun mendatang, meski langkah ini juga bisa memicu kontroversi baru di tengah sorotan regulator.

Nvidia Diprediksi Absen Rilis GPU Gaming Sepanjang 2026

0

Telko.id – Fokus Nvidia pada pengembangan kecerdasan buatan (AI) disebut mulai mengubah arah strateginya. Mengutip laporan The Information, perusahaan ini diperkirakan tidak akan meluncurkan GPU baru sepanjang 2026.

Mengutip dari Endgadget, Jumat (6/2/2026), keputusan ini menandai Sejarah baru di mana untuk pertama kalinya dalam tiga dekade, Nvidia absen meluncurkan chip gaming tahunan.

Berdasarkan laporan tersebut, Nvidia telah menggeser jadwal pembaruan lini RTX 50 ke tahun 2026. Penundaan ini menjadi sinyal kuat bahwa bisnis gaming, yang dulunya merupakan tulang punggung perusahaan, kini kian terpinggirkan oleh ledakan permintaan chip AI.

Tingginya permintaan Ai global terlah memicu kelangkaan chip memori yang cukup parah, mengganggu keseimbangan industri elektronik konsumen.

Situasi ini diperburuk dengan proyeksi kenaikan harga produk elektronik akibat kelangkaan komponen dan dampak dari kebijakan tarif perdagangan.

Baca juga:

Sektor otomotif hingga perangkat keras PC juga terkena dampak serupa. Bagi Nvidia, kendala pasokan ini menjadi alasan yang logis untuk memilih memproduksi chip AI yang memiliki nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi.

Pada sembilan bulan pertama tahun 2022, sektor gaming menyumbang 35% dari total pendapatan. Namun, pada periode yang sama pada 2025, angka tersebut merosot tajam menjadi hanya sekitar 8%.

Sementara chip AI menawarkan margin keuntungan sekitar 65%, jauh melampaui kartu grafis gaming yang berada di angka 40%.

Keputusan ini menjadi kabar buruk bagi komunitas gamer. Konsumen yang saat ini masih kesulitan mendapatkan seri RTX 50 dipastikan tidak akan melihat kehadiran versi ‘Super’ yang sebelumnya diharapkan akan meluncur pada tahun 2026.

Lebih lanjut, penundaan ini diprediksi akan memberikan efek domino pada peta jalan (roadmap) produk masa depan Nvidia. Generasi berikutnya, yang kemungkinan besar akan sebagai RTX 60, kini dilaporkan ikut muncur dari jadwal.

Awalnya, komponen tersebut dijadwalkan masuk tahap produksi massal pada akhir 2027, namun kini target tersebut diragukan dapat tercapai tepat waktu.

Langkah ini menegaskan Nvidia untuk transformasi perusahaan dari pemimpin pasar kartu grafis menjadi penguasa infrastruktur komputasi AI global, meskipun harus mengorbankan basis penggemar setianya di sektor gaming.

DJI RS 5, Gimbal Canggih untuk Kreator Profesional

0

Telko.id – Erajaya Active Lifestyle secara resmi mengumumkan kehadiran DJI RS 5 di pasar Indonesia pada 6 Februari 2026.

Sebagai distributor resmi, Erajaya menghadirkan gimbal kamera komersial generasi terbaru ini untuk menjawab tingginya permintaan akan perangkat produksi konten yang menawarkan stabilitas superior, efisiensi kerja, dan fleksibilitas bagi videografer independen maupun rumah produksi profesional.

Peluncuran perangkat ini menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam menyediakan teknologi kreatif kelas dunia yang selaras dengan pesatnya pertumbuhan industri konten digital di Tanah Air.

DJI RS 5 dirancang khusus sebagai solusi adaptif yang mampu mendukung mobilitas tinggi para kreator, tanpa mengorbankan kualitas hasil rekaman visual.

CEO Erajaya Active Lifestyle, Djohan Sutanto, menegaskan bahwa kehadiran produk ini bukan sekadar penambahan lini produk, melainkan upaya strategis untuk memberdayakan kreator lokal.

“Di Erajaya Active Lifestyle, kami berkomitmen menghadirkan teknologi terbaik yang dapat membantu kreator Indonesia menghasilkan karya kelas dunia. Kehadiran DJI RS 5 tidak hanya menawarkan performa stabilisasi terdepan, tetapi juga workflow yang lebih efisien dan fleksibel bagi videografer independen,” ujar Djohan.

Menurut Djohan, produk ini diposisikan sebagai enabler bagi generasi baru kreator untuk berkarya lebih cepat, presisi, dan bebas secara kreatif. Hal ini sejalan dengan tren Cakap Digital yang terus meningkat di Indonesia, di mana kualitas konten menjadi kunci utama dalam persaingan industri kreatif.

Content image for article: Erajaya Resmi Luncurkan DJI RS 5, Gimbal Canggih untuk Kreator Profesional

Peningkatan Performa dan Desain Ringan

Sebagai penerus dari seri Ronin yang populer, DJI RS 5 membawa sejumlah pembaruan signifikan untuk mengakomodasi dinamika produksi modern. Salah satu keunggulan utamanya adalah implementasi Algoritma Stabilisasi RS Generasi ke-5.

Teknologi ini didukung oleh peningkatan torsi motor hingga 50 persen, yang menjamin hasil rekaman tetap stabil dan mulus meskipun kamera melakukan pergerakan yang intens atau cepat.

Meskipun memiliki tenaga motor yang besar, DJI RS 5 tetap mempertahankan desain yang ringkas. Dengan bobot hanya 1,46 kilogram, gimbal ini mampu menopang beban (payload) hingga 3 kilogram.

Kapasitas ini membuatnya sangat ideal untuk dipasangkan dengan berbagai kombinasi kamera mirrorless dan lensa zoom yang umum digunakan oleh para profesional. Kemampuan ini setara dengan ketangguhan Drone Flagship DJI yang juga dirancang untuk membawa optik berkualitas tinggi.

Untuk mendukung presisi pengambilan gambar, perangkat ini dibekali dengan Smart Tracking Module terbaru. Fitur cerdas ini memungkinkan gimbal untuk melacak subjek—baik manusia, hewan, maupun kendaraan—secara akurat hingga jarak 10 meter.

Selain itu, terdapat fitur Indikator Sumbu Z yang berfungsi meminimalisir guncangan vertikal saat videografer berjalan atau berlari, memastikan hasil visual yang konsisten layaknya produksi sinema.

Fitur Cerdas dan Daya Tahan Baterai

Efisiensi daya menjadi salah satu sorotan utama pada DJI RS 5. Gimbal ini mendukung teknologi pengisian daya cepat (fast charging) yang memungkinkan baterai terisi penuh hanya dalam waktu sekitar satu jam.

Dalam penggunaan normal, baterai bawaan mampu bertahan hingga 14 jam. Bagi kreator yang membutuhkan durasi syuting lebih panjang, penggunaan aksesori BG70 High Capacity Battery Grip dapat memperpanjang masa pakai hingga 30 jam, menjadikannya solusi andal untuk produksi long-form tanpa khawatir kehabisan daya.

Content image for article: Erajaya Resmi Luncurkan DJI RS 5, Gimbal Canggih untuk Kreator Profesional

DJI RS 5 juga terintegrasi penuh dengan ekosistem DJI lainnya, memberikan pengalaman penggunaan yang seamless. Dukungan terhadap DJI Focus Pro dan DJI SDR Transmission memungkinkan kontrol fokus dan transmisi gambar dilakukan secara lebih profesional.

Integrasi ini mirip dengan kemudahan yang ditawarkan pada lini Kamera Aksi terbaru DJI, di mana konektivitas antar perangkat menjadi prioritas.

Menyadari tren konten vertikal yang mendominasi media sosial, DJI menyematkan fitur Native Vertical Shooting Generasi ke-3. Fitur ini memudahkan kreator beralih ke mode potret tanpa perlu aksesori tambahan yang rumit.

Ditambah dengan fitur Auto Axis Locks Gen 2 dan Electronic Briefcase Handle, videografer mendapatkan fleksibilitas maksimal dalam berbagai skenario pengambilan gambar, mulai dari low angle hingga transisi cepat.

Harga dan Ketersediaan

Erajaya Active Lifestyle menghadirkan DJI RS 5 dalam dua pilihan paket penjualan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran konsumen di Indonesia:

  • Varian Standalone: Dibanderol dengan harga Rp 7.697.000, paket ini cocok untuk pengguna yang membutuhkan unit gimbal dasar dengan performa tinggi.
  • Varian Combo: Ditawarkan seharga Rp 9.689.000, paket ini dilengkapi dengan berbagai aksesori tambahan untuk mendukung kebutuhan produksi yang lebih kompleks dan profesional.

Konsumen dapat memperoleh produk ini melalui jaringan ritel Erajaya Active Lifestyle, seperti DJI Experience Store, Urban Republic, serta Dealer Resmi DJI Indonesia.

Selain itu, pembelian secara daring juga tersedia melalui Official Store DJI Indonesia di berbagai platform e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dan Eraspace.com.

Peluncuran ini diharapkan dapat menstimulasi kreativitas komunitas kreator di Indonesia, mulai dari pembuat film independen hingga content creator media sosial, seiring dengan makin matangnya ekosistem digital nasional. (Icha)

Laba BCA Digital 2025 Meroket 98 Persen, Tembus Rp213 Miliar

0

Telko.id – PT Bank Digital BCA (BCA Digital) menorehkan pencapaian gemilang pada tahun buku 2025 dengan mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 98% Year on Year (YoY).

Dalam laporan kinerja terbarunya, perseroan berhasil membukukan laba senilai Rp213,4 miliar, sebuah angka yang merefleksikan pertumbuhan profitabilitas hampir dua kali lipat dibandingkan periode sebelumnya.

Pengumuman kinerja positif ini disampaikan dalam sesi “Ngobrol C.U.A.N bareng BCA Digital” yang digelar pada perhelatan BCA Expoversary 2026 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (6/2/2026).

Momentum ini dimanfaatkan perusahaan untuk memaparkan transparansi kinerja, inovasi layanan, serta komitmen keberlanjutan yang menjadi landasan operasional mereka.

Head of Corporate Planning BCA Digital, Yoga T. Halim, mengungkapkan bahwa tahun 2025 menjadi tonggak sejarah penting bagi perusahaan. Pertumbuhan laba yang signifikan ini berjalan beriringan dengan kepercayaan nasabah yang semakin kuat.

Hal ini terlihat dari total Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh 22% menjadi Rp14,3 triliun. Selain itu, berkat sinergi yang kuat dalam Ekosistem Digital Grup BCA, penyaluran kredit tercatat naik 31% mencapai Rp8,6 triliun, serta pendapatan operasional yang meningkat 38% menjadi Rp1,5 triliun dari basis nasabah yang kini melebihi 3 juta pengguna.

Strategi Berkelanjutan dan Inovasi User-Centric

Keberhasilan finansial BCA Digital tidak lepas dari pendekatan strategis yang berfokus pada kebutuhan pengguna. Nariswari Yudianti, Head of Corporate Communications BCA Digital, menjelaskan bahwa setiap inovasi yang dihadirkan melalui aplikasi blu dirancang dengan prinsip user-centric.

Fitur-fitur baru bukan sekadar menjadi pembeda atau Unique Selling Point, melainkan solusi konkret bagi dinamika hidup nasabah.

Komitmen ini juga tercermin dalam berbagai penghargaan yang diterima sepanjang tahun lalu. Kerja keras dalam menghadirkan pengalaman perbankan yang mulus atau seamless membuahkan 50 penghargaan industri selama 2025.

Dominasi apresiasi tersebut meliputi kategori Product & Services sebanyak 22 penghargaan, Sales & Communication dengan 19 penghargaan, serta pengakuan di bidang Leadership dan operasional.

Lebih dari sekadar angka, perusahaan mengintegrasikan nilai keberlanjutan melalui inisiatif Corporate Sustainability Initiative (CSI). Program ini bertumpu pada tiga pilar utama: People untuk inklusi finansial, Prosperity untuk literasi keuangan, dan Planet untuk pelestarian lingkungan.

Salah satu wujud nyata dari pilar Prosperity adalah program edukasi yang menyasar Investor Muda dan pelajar. Program bluAcademy yang berlangsung sepanjang 2025 berhasil merangkul 1.876 peserta dengan peningkatan literasi rata-rata mencapai 96,5%.

Selain itu, inisiatif bluAcademy TGIF! (Teens Guide Into Finance) telah mengedukasi 350 siswa di empat kota besar untuk membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini, sejalan dengan semangat Resolusi Finansial yang kuat.

Dampak Nyata bagi Lingkungan dan Rencana 2026

Di sektor lingkungan, kolaborasi BCA Digital dengan Rekosistem melalui manajemen limbah di lingkungan kantor berhasil mengelola sekitar 5.200 kg sampah dengan prinsip zero residue. Upaya ini setara dengan pengurangan emisi karbon sebesar 1.400 kg CO2e.

Tak hanya itu, inovasi kartu fisik bluCard yang menggunakan lebih dari 85% bahan Recycled PVC turut berkontribusi menekan limbah plastik hingga 700 kg.

Memasuki tahun 2026, BCA Digital telah menyiapkan strategi matang untuk memperluas dampak positifnya. Fokus perusahaan akan diarahkan pada empat pilar strategis utama:

  • Sustainable Growth & Trust: Menjaga profitabilitas berkelanjutan dengan tata kelola yang kokoh.
  • Expanding Ecosystem: Eksplorasi kolaborasi dengan mitra strategis untuk akses layanan yang lebih inklusif.
  • Elevating Tech: Penguatan infrastruktur TI demi layanan yang andal, aman, dan responsif.
  • Purpose for Impact: Inovasi adaptif untuk pertumbuhan yang berdampak nyata bagi masyarakat.

“Memasuki tahun 2026, BCA Digital akan terus memperkuat pendekatan keberlanjutan berbasis People, Planet, dan Prosperity melalui pengembangan berbagai inisiatif dan kolaborasi yang relevan dengan ekosistem blu,” tutup Nariswari. (Icha)

Evolusi Kamera Samsung Galaxy S Series, Jagonya Nightography dan Video Profesional

0

Telko.id – Samsung Electronics Indonesia kembali mempertegas posisinya sebagai pemimpin pasar dalam industri mobile photography melalui lini flagship unggulannya, Galaxy S Series.

Di tengah kompetisi perangkat premium yang kian sengit, di mana banyak produsen menawarkan spesifikasi tinggi yang tampak serupa, Samsung memilih jalur inovasi berkelanjutan yang berfokus pada pengalaman pengguna nyata.

Perusahaan menyoroti kemampuan kamera yang tidak hanya mengandalkan resolusi besar, tetapi juga integrasi kecerdasan buatan dan sistem optik canggih untuk menghasilkan konten profesional di berbagai kondisi pencahayaan.

Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, mengungkapkan bahwa konsumen saat ini memiliki ekspektasi tinggi terhadap kemampuan kamera smartphone. Mereka menginginkan hasil foto dan video yang terlihat profesional tanpa harus dipusingkan oleh pengaturan teknis yang rumit.

Menurutnya, inovasi yang dihadirkan Samsung bertujuan mempermudah setiap pengguna untuk menangkap momen dengan hasil tajam, terang, dan detail, bahkan di kondisi cahaya yang menantang sekalipun.

Rekam jejak keunggulan ini bukanlah hasil kerja semalam. Reputasi kamera Samsung dibangun melalui evolusi teknologi yang konsisten dari generasi ke generasi, mulai dari pengenalan sensor beresolusi tinggi hingga pengembangan fitur Nightography yang kini menjadi standar industri.

Pengakuan global pun telah diraih, termasuk penghargaan Best Smartphone di ajang Global Mobile Awards, yang memvalidasi kualitas kamera profesional Samsung di level flagship dalam menghadapi berbagai skenario sulit, seperti merekam konser yang dinamis hingga pemotretan minim cahaya.

Fondasi Inovasi: Era Galaxy S20 dan S21 Ultra

Perjalanan panjang Samsung dalam mendefinisikan ulang fotografi seluler dimulai dengan penguasaan perangkat keras yang mumpuni. Pada fase awal, khususnya melalui Galaxy S20 dan S21 Ultra, Samsung meletakkan dasar inovasi dengan berfokus pada peningkatan resolusi dan jangkauan zoom yang belum pernah ada sebelumnya.

Samsung menjadi pelopor dengan membenamkan sensor 108MP yang dipadukan dengan teknologi pixel binning. Teknologi ini memungkinkan kamera untuk menyerap cahaya dalam jumlah yang jauh lebih banyak, sehingga mampu menghasilkan gambar yang tetap detail meskipun diambil dalam kondisi pencahayaan yang kurang ideal. Langkah ini menjadi titik balik penting dalam fotografi malam hari menggunakan ponsel.

Content image for article: Evolusi Kamera Samsung Galaxy S Series, Jagonya Nightography dan Video Profesional

Selain resolusi, pada era ini Samsung juga memperkenalkan teknologi periscope telephoto dan fitur Space Zoom. Terobosan ini menetapkan standar baru kemampuan pembesaran gambar di industri smartphone, memungkinkan pengguna menangkap subjek dari jarak jauh dengan kualitas yang tetap terjaga.

Kemampuan ini menjadi solusi bagi tantangan fotografi jarak jauh yang sebelumnya sulit ditaklukkan oleh kamera ponsel konvensional.

Transformasi Nightography: Dari S22 hingga S25 Ultra

Memasuki era Galaxy S22 hingga generasi terbaru Galaxy S25, fokus inovasi Samsung bergeser dari sekadar adu spesifikasi resolusi menuju penguasaan menyeluruh terhadap fotografi dan videografi minim cahaya.

Konsep Nightography diperkenalkan bukan sebagai fitur tunggal, melainkan sebuah sistem terpadu yang menggabungkan sensor canggih, optik berkualitas, stabilisasi gambar, dan pemrosesan AI.

Evolusi ini dapat dilihat melalui tahapan berikut:

  • Galaxy S22 Ultra: Menjadi tonggak awal dengan fokus pada kualitas optik. Penggunaan Super Clear Glass pada lensa kamera berhasil mengurangi pantulan cahaya dan efek lens flare yang sering mengganggu saat memotret lampu kota di malam hari. Dikombinasikan dengan sensor besar dan OIS yang ditingkatkan, perangkat ini mampu menghasilkan foto malam yang lebih bersih dan tajam.
  • Galaxy S23 Ultra: Samsung melangkah lebih jauh dengan menghadirkan kamera 200MP pertama di lini Galaxy S Series. Sensor ini memadukan resolusi ultra-tinggi dengan pemrosesan AI cerdas. Teknik pixel binning lanjutan memungkinkan penangkapan detail yang lebih kaya, sekaligus membuka peluang eksplorasi kreatif seperti Astrophotography untuk memotret langit malam.
  • Galaxy S24 Ultra: Kapabilitas Nightography diperluas ke ranah video, khususnya untuk skenario dinamis seperti konser. Dukungan Ultra HDR, kamera utama 200MP, dan periscope telephoto 50MP dengan 5x optical zoom memastikan hasil rekaman tetap stabil dan jernih. Fitur Visi AI Samsung terlihat jelas di sini melalui Photo Assist dan Generative Edit yang membantu penyempurnaan visual secara instan.

Puncak Inovasi pada Galaxy S25 Ultra

Pada generasi terbaru, Galaxy S25 Ultra menyempurnakan pengalaman Nightography menjadi lebih adaptif dan berpusat pada kreator (creator-centric). Samsung menghadirkan peningkatan signifikan pada sektor videografi dengan kemampuan perekaman video 10-bit HDR yang dilengkapi Galaxy Log yang disempurnakan.

Fitur ini memberikan fleksibilitas luas bagi para profesional untuk melakukan color grading, termasuk pada rekaman yang diambil dalam kondisi minim cahaya.

Sektor perangkat keras juga mendapatkan peningkatan masif dengan hadirnya kamera ultra wide 50MP dan kemampuan perekaman video 8K dari lensa lebar.

Tidak hanya mempertahankan kekuatan sensor 200MP dan sistem zoom optis yang andal, Galaxy S25 Ultra juga melengkapi proses kreatif penggunanya dengan serangkaian fitur berbasis kecerdasan buatan.

Fitur-fitur seperti Audio Eraser, Portrait Studio, Auto Trim, dan Generative Edit memungkinkan alur kerja pembuatan konten menjadi lebih cepat, intuitif, dan presisi. Pengguna dapat melakukan penyuntingan tingkat lanjut langsung dari perangkat, mulai dari pengambilan gambar hingga tahap akhir produksi.

Inovasi ini sejalan dengan rumor pengembangan teknologi masa depan, seperti modem yang mungkin disematkan pada Galaxy S26, yang menunjukkan komitmen jangka panjang Samsung.

Melalui rangkaian inovasi yang konsisten ini, Samsung Galaxy S Series telah membuktikan diri sebagai pionir dalam fotografi seluler. Dengan memastikan kualitas gambar yang teroptimalisasi di segala kondisi, Samsung berhasil menjadikan setiap penggunanya layaknya fotografer profesional hanya dalam satu genggaman tangan. (Icha)

Xiaomi SU7 Ultra Hadir di Gran Turismo 7, Tawarkan Performa Buas

0

Telko.id – Xiaomi secara resmi mengumumkan kehadiran kendaraan listrik performa tinggi andalannya, Xiaomi SU7 Ultra, ke dalam ekosistem gim simulasi balap legendaris, Gran Turismo 7.

Pengumuman yang disampaikan pada 6 Februari 2026 di Beijing ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Xiaomi dan pengembang gim ternama, Polyphony Digital Inc., yang merupakan anak perusahaan dari Sony Interactive Entertainment Inc.

Debut bersejarah Xiaomi dalam waralaba Gran Turismo ini ditandai dengan peluncuran “Update 1.67” yang telah digulirkan sejak 29 Januari 2026.

Melalui pembaruan tersebut, para pemain di platform PlayStation®4 dan PlayStation®5 kini dapat mengunduh dan merasakan sensasi memacu kendaraan luxury high-performance ini di berbagai lintasan virtual. Akses penuh untuk menggunakan mobil ini dibuka mulai pukul 14:00 (GMT+8) setelah pembaruan dirilis, memberikan kesempatan bagi komunitas global untuk menjajal teknologi otomotif terbaru dari raksasa teknologi China tersebut.

Masuknya Xiaomi SU7 Ultra ke dalam jajaran kendaraan Gran Turismo 7 bukan sekadar penambahan konten biasa. Gim ini dikenal memiliki standar kurasi yang sangat ketat dan menuntut realisme tingkat tinggi, yang biasanya didominasi oleh merek otomotif tradisional dengan sejarah panjang di dunia balap.

Kolaborasi yang pertama kali diumumkan pada 7 Juni 2025 ini menjadi validasi atas kualitas rekayasa dan inovasi yang ditawarkan oleh Hadir di GT7.

Hal ini sekaligus memicu antusiasme tinggi di kalangan sim-racer maupun penggemar otomotif yang ingin merasakan simulasi berkendara yang identik dengan aslinya.

Validasi Langsung dari Kazunori Yamauchi

Proses digitalisasi Xiaomi SU7 Ultra dilakukan dengan standar presisi yang ekstrem. Kazunori Yamauchi, Produser seri Gran Turismo, terlibat langsung dalam pengujian mobil ini di dunia nyata. Yamauchi melakukan uji coba di berbagai lokasi ikonik, mulai dari Beijing, sirkuit legendaris Nürburgring Nordschleife, hingga Sirkuit Tsukuba di Jepang.

Pengujian ini bertujuan untuk memahami karakteristik unik kendaraan agar dapat diterjemahkan secara akurat ke dalam format digital.

Content image for article: Xiaomi SU7 Ultra Resmi Hadir di Gran Turismo 7, Tawarkan Performa Buas

Kerja sama teknis antara kedua belah pihak berjalan sangat intensif. Tim vehicle dynamics performance dari Xiaomi EV bahkan diterbangkan langsung ke studio Polyphony Digital di Fukuoka, Jepang.

Kunjungan ini dilakukan untuk melakukan validasi akhir dan memastikan setiap aspek pengendalian, fisika kendaraan, hingga respons suara di dalam gim benar-benar merepresentasikan karakter asli dari Xiaomi SU7 Ultra.

Spesifikasi Teknis yang Mengerikan

Di balik tampilan visualnya yang memukau, Xiaomi SU7 Ultra menyimpan spesifikasi teknis yang menjadikannya monster di lintasan balap.

Mobil ini ditenagai oleh sistem penggerak Xiaomi Hyper Tri-Motor dengan konfigurasi Dual V8s dan V6s. Kombinasi mesin elektrik canggih ini mampu menyemburkan tenaga hingga 1.548 horse power (HP) dengan torsi puncak mencapai 1.770 N·m.

Angka performa ini menempatkannya sebagai salah satu Mobil Listrik paling bertenaga yang pernah diproduksi.

Didukung oleh platform tegangan tinggi 800V, akselerasi mobil ini tergolong fenomenal. Xiaomi SU7 Ultra mampu melesat dari posisi diam hingga 100 km/jam hanya dalam waktu 1,98 detik (tanpa one-foot rollout).

Untuk mendukung pengendalian yang presisi, Xiaomi menyematkan sistem suspensi double-wishbone di bagian depan dan five-link di bagian belakang. Kaki-kaki mobil ini juga dilengkapi dengan dual-chamber air springs serta peredam adaptif performa tinggi yang menjamin stabilitas saat bermanuver ekstrem.

Meskipun dirancang untuk performa lintasan, kendaraan ini tetap menawarkan kepraktisan untuk penggunaan harian. Baterai yang digunakan mendukung jarak tempuh hingga 630 km berdasarkan siklus CLTC.

Selain itu, teknologi pengisian dayanya memungkinkan pengisian cepat dari 10% hingga 80% hanya dalam durasi 11 menit, memberikan efisiensi waktu yang signifikan bagi penggunanya.

Rekor Nyata di Nürburgring

Reputasi Xiaomi SU7 Ultra tidak hanya dibangun di atas kertas atau simulasi virtual. Pada 1 April 2025, versi produksi mobil ini yang dilengkapi dengan Track Package berhasil menaklukkan sirkuit neraka, Nürburgring Nordschleife.

Mobil ini mencatatkan waktu putaran 7 menit 04,957 detik. Pencapaian tersebut memecahkan Rekor Nürburgring sebagai kendaraan eksekutif listrik tercepat di sirkuit tersebut.

Keberhasilan ini tidak lepas dari integrasi teknologi canggih seperti chassis torque vectoring control dan desain aerodinamis mutakhir yang memastikan mobil tetap menempel di aspal meski dipacu dalam kecepatan tinggi.

Prestasi di dunia nyata inilah yang kemudian dibawa ke dalam Gran Turismo 7, memungkinkan pemain untuk mencoba memecahkan rekor waktu mereka sendiri menggunakan replika digital yang akurat.

Strategi Global dan Tantangan Lap-Time

Founder, Chairman, sekaligus CEO Xiaomi Group, Lei Jun, menyambut antusias kehadiran mobil ciptaannya di panggung gim global. Lei Jun berharap para pemain di seluruh dunia dapat merasakan langsung karisma dan kecanggihan teknologi kendaraan pintar milik Xiaomi EV.

Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi global Xiaomi setelah sukses menarik perhatian pasar di Spanyol, Singapura, Jepang, dan Jerman sepanjang tahun 2025.

Guna memeriahkan peluncuran ini, Polyphony Digital menggelar kompetisi khusus berupa tantangan lap-time resmi. Kompetisi ini akan berlangsung selama dua minggu di sirkuit virtual Monza.

Para sim-racer dari berbagai negara diundang untuk membuktikan kemampuan mengemudi mereka dan memacu Xiaomi SU7 Ultra hingga batas maksimal di lintasan lurus sirkuit Italia yang terkenal tersebut. (Icha)