Telko.id – Telkomsel lewat produk nya by.U menggelar promo yang bertajuk TikTok Everyday. Harapannya, promo ini dapat mendukung kreativitas content creators dengan ragam paket internet terjangkau #SemuanyaSemaunya.
Dengan melakukan pembelian kuota data apa saja, pengguna by.U akan mendapatkan kuota TikTok Everyday sebesar 1 GB/hari untuk mengakses TikTok selama masa berlaku paket kuota data yang dibeli.
“Melihat fenomena semakin tumbuhnya jumlah kreator aplikasi TikTok di Indonesia, Telkomsel melalui by.U terus berinovasi untuk dapat menunjang kreativitas para kreator TikTok di Indonesia menghadirkan ragam paket digital yang sesuai #SemuanyaSemaunya,” kata Trio Lumbantoruan, Vice President by.U.
Trio menambahkan, “Kami memahami bahwa, banyak konten TikTok yang tidak hanya menghibur, namun juga mengedukasi. Untuk itu, sejalan dengan komitmen Telkomsel dalam menghadirkan solusi digital yang berdampak bagi masyarakat, by.U memberikan kuota TikTok Everyday 1 GB/hari untuk menjawab kebutuhan tersebut.”
Promo TikTok Everyday 1 GB/hari juga berlaku untuk pembelian awal kuota data dan SIM card by.U. Untuk mendapatkan SIM card by.U, memilih nomor, dan menentukan besaran kuota, pelanggan dapat mengunduh aplikasi by.U dari Google Play Store atau App Store, atau mengakses website by.U di www.byu.id.
Pelanggan pun dapat melakukan pembayaran melalui berbagai metode, seperti transfer bank, e-money, hingga bayar secara tunai di Indomaret atau Alfamart terdekat. Semuanya dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan #SemuanyaSemaunya.
Sebagai layanan seluler prabayar digital pertama di Indonesia, by.U terus mendengarkan dan mewujudkan permintaan masyarakat akan beragam variasi paket internet dengan harga terjangkau. Didorong juga dengan semakin cepatnya perubahan perilaku masyarakat dalam memanfaatkan akses digital di tengah masa pandemi COVID-19, pertumbuhan jumlah pengguna by.U sendiri meningkat 196 persen dibandingkan dengan jumlah pengguna di akhir tahun 2020.
“Kuota tambahan TikTok Everyday 1 GB/hari ini lebih dari cukup bagi para pengguna, yang rerata mengakses aplikasi TikTok selama 100 menit dalam sehari. Dengan dukungan jaringan broadband berteknologi terdepan dan terluas dari Telkomsel, kami berharap dapat memberikan kenyamanan yang bernilai tambah bagi kalangan anak muda Indonesia untuk terus membuka berbagai peluang kebaikan dalam membuat konten-konten yang kreatif dan bermanfaat,” pungkas Trio. (Icha)
Telko.id – StraitsX platform aset digital Asia Tenggara yang dikembangkan oleh Xfers, sebuah perusahaan fintech berbasis di Singapura yang memiliki lisensi dari Monetary Authority of Singapore (MAS) untuk penerbitan uang elektronik, hari ini mengumumkan peluncuran “StraitsX Business Account” untuk stablecoin XIDR di Indonesia.
Akun Bisnis StraitsX ini menyediakan infrastruktur dan solusi aset digital yang terjangkau, mudah diakses, dan developer-friendly bagi 62 juta bisnis di Indonesia, mulai dari usaha kecil dan menengah (UKM) hingga perusahaan multinasional (MNC).
“Sejalan dengan visi pemerintah Indonesia untuk memperkenalkan agenda digital yang lebih inklusif dan adil, tujuan kami adalah untuk membangun ekosistem aset digital yang kuat dan dapat dioperasikan oleh mitra lokal dan internasional secara terpercaya,” kata Aymeric Salley, Head of StraitsX.
Stablecoin StraitsX Indonesia (XIDR) memiliki potensi besar dalam ekosistem keuangan global, selain fungsi utamanya dalam transaksi cryptocurrency di blockchain publik. Berkat keunggulan teknologi blockchain, stablecoin dapat membantu memfasilitasi pengiriman aset digital kepada siapa saja, kapan saja, dan di mana saja dalam hitungan menit tanpa perantara apa pun, sehingga memberikan opsi pengiriman yang lebih cepat dan lebih murah.
Pandemi COVID-19 telah mendorong bisnis di Indonesia untuk mengadopsi layanan pembayaran digital; fenomena ini membuka lebih banyak peluang bagi usaha kecil dan menengah (UKM), pengusaha di pedesaan, pengusaha tunggal, dan bisnis daerah untuk mengadopsi sistem pembayaran tanpa uang tunai (cashless).
Secara regional, 28% pedagang digital percaya bahwa mereka tidak akan berhasil menghadapi pandemi jika bukan karena platform transaksi digital. Saat ini, sekitar 98% pedagang menerima pembayaran digital sehingga membuat posisi layanan keuangan digital menjadi semakin penting.
Menurut datareportal.com, sebesar 51,1% dari 270 juta penduduk Indonesia masuk dalam kategori underbanked atau unbanked, sedangkan tingkat penetrasi internet hanya mencapai 73,3%. Dengan pertumbuhan fintech, blockchain, dan aset digital Indonesia yang luar biasa pesat, permintaan untuk stablecoin berdenominasi rupiah Indonesia yang andal dan kompatibel semakin tinggi.
Maka dari itu, XIDR hadir untuk memberikan cara yang mudah dan aman bagi orang-orang yang tidak memiliki rekening bank untuk mengakses layanan keuangan. Langkah ini merepresentasikan upaya XIDR untuk memberdayakan, mendemokratisasi, dan mempercepat akses ke aset digital bagi individu dan bisnis di wilayah Asia dan sekitarnya.
“Pandemi COVID-19 telah membuka peluang bagi Indonesia untuk mempercepat adopsi teknologi digital. Hal ini terlihat dari aktivitas ekonomi digital di Indonesia yang terus meningkat sehingga membuat permintaan untuk aset digital muncul tidak hanya dari investor kripto, tetapi juga dari pelaku usaha di Indonesia. Dari perspektif yang lebih luas, tren tersebut juga menunjukkan bagaimana bisnis dan industri dapat mendorong inklusi keuangan, di mana literasi digital memegang peranan penting,” kata Business Development Manager StraitsX Indonesia, Kinansyah Pramaditia.
StraitsX juga memiliki tim di Indonesia dalam upaya memenuhi misinya untuk mempercepat akses ke aset digital bagi individu dan bisnis di Indonesia. Baru-baru ini misalnya, StraitsX menghadirkan Jume Analyes sebagai product lead. Sebelum bergabung dengan StraitsX, Jume adalah co-founder IDRS, stablecoin Rupiah di atas blockchain Solana.
XIDR bertujuan untuk menjadi stablecoin rupiah Indonesia yang paling hemat biaya sekaligus menawarkan utilitas maksimum kepada pemiliknya. Proses pencetakan dan penukaran XIDR ke Rupiah dapat dilakukan secara gratis melalui platform StraitsX, dengan biaya transaksi on-chain yang dibatasi.
Pengguna dapat memanfaatkan kemampuan stablecoin XIDR untuk mengirim rupiah secara tepercaya dan aman pada protokol blockchain Ethereum dan Ziliqa dengan daftar mitra ekosistem StraitsX yang semakin luas di bawah ini.
Sampai saat ini platform StraitsX telah menyelesaikan lebih dari 130.000 transaksi dengan nilai lebih dari 2,5 miliar dolar Singapura. XIDR diharapkan mampu untuk mengikuti keberhasilan peluncuran XSGD, stablecoin yang sepenuhnya didukung oleh dolar Singapura. Saat ini, XSGD telah memiliki kapitalisasi pasar senilai lebih dari 200 juta dolar Amerika Serikat.
Penduduk Indonesia bisa mendapatkan token XIDR dengan cara mendaftarkan diri untuk akun StraitsX dan mentransfer Rupiah ke rekening bank mereka. Akun bisnis juga tersedia untuk berbagai bisnis yang ada di Indonesia dengan batas transaksi yang lebih tinggi dibandingkan dengan akun pribadi, serta ditambah dengan fitur advanced account management.
“Mengenalkan akun bisnis StraitsX adalah cara unik menciptakan lebih banyak peluang bagi lembaga keuangan, bisnis, dan konsumen untuk melakukan transaksi dan pengelolaan keuangan. Oleh karena itu StraitsX berharap stablecoin XIDR semakin berfungsi sebagai media yang cepat, nyaman, dan aman di Indonesia,” tutup Kinansyah. (Icha)
ZTE terus berinovasi dengan meluncurkan HPZTE nubia Z40 Pro, untuk menghadirkan teknologi terbaru ke dalam genggaman Anda. Diperkenalkan pada 25 February 2022, HP ini menawarkan kombinasi antara kinerja dan estetika. ZTE nubia Z40 Pro menjanjikan pengalaman penggunaan yang mengesankan melalui chipset Snapdragon 8 Gen 1 yang memiliki score Antutu 10 rata-rata di angka 1157266 dan ditopang oleh RAM berkapasitas 8-16 GB. Spesifikasi tersebut jadi modal ZTE nubia Z40 Pro untuk bersaing dengan Realme GT2 Pro yang dibandrol dengan harga Rp 10.400.000 dan dilengkapi chipset Snapdragon 8 Gen 1 serta RAM 8/12 GB, dan Oppo Find X5 Pro yang dibandrol dengan harga Rp 10.000.000 dan dilengkapi chipset Snapdragon 8 Gen 1 serta RAM 8/12 GB. ZTE nubia Z40 Pro sendiri, menurut data terakhir kami di bulan Mei 2026, belum ada informasi harga dan ketersediaannya di pasar Indonesia.
Selain harga, prosesor, dan memori, variabel penting yang juga bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam memilih sebuah HP adalah layar. Untuk itu ZTE menanamkan layar AMOLED berukuran 6.67 inches, 107.4 cm2 (~91.0% screen-to-body ratio) dengan resolusi 1080 x 2400 pixels, 20:9 ratio (~395 ppi density) dengan refresh rate 144Hz. Pada sektor kamera, spesifikasi kamera utama 64 MP yang didukung perekaman video Yes juga jadi andalan ZTE nubia Z40 Pro. Dan semua fitur tersebut ditenagai oleh baterai Li-Po berkapasitas 5000 mAh yang didukung fitur pengisian 66W. Spesifikasi lainnya bisa Anda lihat pada tabel di bawah , atau cek ulasan lengkapnya dengan membaca artikel ZTE nubia Z40 Pro: 7 Fakta Penting yang Perlu Diketahui.
Sampai saat ini, kami belum mendapatkan informasi harga ZTE nubia Z40 Pro, tapi kami akan informasikan di laman ini begitu ada update harga untuk HP ini.
Berapakah RAM ZTE nubia Z40 Pro?
ZTE nubia Z40 Pro dilengkapi RAM berkapasitas 8-16 GB dengan opsi memori internal 128GB 8GB RAM dan 256GB 8GB RAM(lihat tabel untuk varian memori lainnya).
ZTE nubia Z40 Pro menggunakan chipset apa?
ZTE nubia Z40 Pro menggunakan chipset Snapdragon 8 Gen 1 yang diatas kertas mencatatkan score Antutu 10 di angka rata-rata sekitar 1157266.
Apakah ZTE nubia Z40 Pro cocok untuk main game?
Untuk HP ini, praktis hampir semua jenis game bisa Anda mainkan dengan nyaman dan rata kanan.
Apakah ZTE nubia Z40 Pro memiliki sensor sidik jari? Dimana posisinya?
Ya, ZTE nubia Z40 Pro sudah dilengkapi dengan sensor sidik jari. posisinya ada di bawah layar atau under display.
Apakah ZTE nubia Z40 Pro sudah fast charging?
HP ini support pengisian baterai 66W wired; 15W magnetic wireless (gravity version), 80W wired (regular version) .
ZTE nubia Z40 Pro tiba di pasar dengan janji peningkatan yang signifikan dari pendahulunya, menandai langkah baru dalam evolusi HP ZTE. Dikenal karena inovasinya, ZTE nubia Z40 Pro menggabungkan teknologi canggih dan fitur yang unik, membuatnya menjadi subjek perbincangan hangat di kalangan penggemar teknologi. Namun, ada aspek-aspek tertentu yang perlu dipertimbangkan dengan cermat sebelum memilih ZTE nubia Z40 Pro sebagai HP pilihan Anda.
Artikel ini akan menjelajahi tujuh fakta penting tentang ZTE nubia Z40 Pro, termasuk jawaban atas beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan di mesin pencari: Apakah layar ZTE nubia Z40 Pro memberikan pengalaman visual yang lebih baik? Bagaimana kualitas dan kecanggihan kameranya dibandingkan dengan model lain di pasaran? Apakah ada fitur-fitur khusus yang menjadikan ZTE nubia Z40 Pro berbeda dari HP lainnya? Melalui analisis kritis terhadap pertanyaan-pertanyaan ini, kami berusaha memberikan gambaran lengkap dan objektif tentang ZTE nubia Z40 Pro, membantu Anda membuat keputusan yang tepat berdasarkan informasi yang akurat.
1. Layar AMOLED dengan Refresh Rate 144Hz
Pun layar AMOLED bukan sesuatu yang rare di pangsa pasar yang dibidik ZTE nubia Z40 Pro, tapi keberadaannya tetap menjadi nilai tambah. Terlebih layarnya sudah mendukung refresh rate 144Hz, variabel yang cukup penting untuk jadi bahan pertimbangan pecinta game dalam memilih sebuah HP.
Dan sebagai perbandingan, pesaing lainnya seperti
Realme GT2 Pro yang dibandrol dengan harga Rp 10.400.000 memiliki layar LTPO2 AMOLED dengan refresh rate 120Hz, dan Oppo Find X5 Pro yang dibandrol dengan harga Rp 10.000.000 memiliki layar LTPO2 AMOLED dengan refresh rate 120Hz.
2. Chipset Grade A+ dengan GPU Rating 741
Di atas kertas, chipset Snapdragon 8 Gen 1 yang dibawa ZTE nubia Z40 Pro mencatatkan score Antutu 10 rata-rata di angka 1157266. Performanya ditopang oleh RAM berkapasitas 8-16 GB. Di level performa yang sama,
ada Realme GT2 Pro dengan chipset Snapdragon 8 Gen 1 - Antutu 1157266 dan RAM 8/12 GB, dan ada Oppo Find X5 Pro dengan chipset Snapdragon 8 Gen 1 - Antutu 1157266 dan RAM 8/12 GB. Sementara untuk performa grafis, GPU Adreno 730 milik ZTE nubia Z40 Pro kami beri rating 741. Sebagai pembanding, GPU Realme GT2 Pro punya rating 741, dan GPU Oppo Find X5 Pro punya rating 741.
3. Support 5G
Meski sebagian pengguna berpendapat bahwa 4G sudah cukup untuk memberikan pengalaman berselancar di dunia maya dengan nyaman, tapi keberadaan teknologi 5G di ZTE nubia Z40 Pro adalah sebuah nilai tambah. Paling tidak, HP ini sudah membawa Anda selangkah lebih maju untuk menapaki masa depan. Dimana HP di level yang sama seperti
Realme GT2 Pro yang dibandrol dengan harga Rp 10.400.000 sudah support teknologi 5G , dan Oppo Find X5 Pro yang dibandrol dengan harga Rp 10.000.000 sudah support teknologi 5G .
4. Baterai 5000 mAh - charging 66W support wireless
Semua fitur yang ada di ZTE nubia Z40 Pro ditenagai oleh baterai Li-Po berkapasitas 5000 mAh yang didukung fitur pengisian 66W wired; 15W magnetic wireless (gravity version) dan 80W wired (regular version). Ya, dukungan HP ini terhadap pengisian baterai secara wireless jadi sebuah nilai tambah. Sementara pesaingnya,
Realme GT2 Pro, dan Oppo Find X5 Pro,
masing masing dilengkapi
baterai 5000 mAh - charging 65W, dan baterai 5000 mAh - charging 80W support wireless.
5. Frame Aluminum
ZTE nubia Z40 Pro memiliki detail bodi Glass front, aluminum frame, glass back dengan dimensi 161.9 x 72.9 x 8.4 mm yang memiliki ketebalan 8.4 mm. HP ini sudah dilengkapi dengan sensor sidik jari yang posisinya ada di bawah layar atau under display. Adapun untuk variasi warna, ZTE nubia Z40 Pro menyediakan opsi warna Interstellar Black, Star Black dan Silver.
6. Kamera Utama 64 MP dengan OIS dan PDAF
Tak bisa dipungkiri, kamera jadi salah satu daya tarik utama dari sebuah HP. Untuk itulah ZTE nubia Z40 Pro menanamkan kamera utama dengan spesifikasi 64 MP, f/1.7, 35mm (standard), 1/1.7", PDAF, OIS. Fungsionalitasnya didukung oleh kamera kedua yang memiliki spesifikasi 8 MP, f/3.4, 125mm (periscope telephoto), 1/4.0", PDAF, OIS, 5x optical zoom dan kamera ketiga beresolusi 50 MP, f/2.2, 14mm, 116˚ (ultrawide). Sementara untuk kebutuhan selfie, HP ini menyediakan kamera dengan spesifikasi 16 MP, f/2.5, (wide).
Well, satu hal yang menarik dari kamera ZTE nubia Z40 Pro adalah keberadaan fitur Optical Image Stabilization (OIS). Ini sedikit banyak menjawab pertanyaan tentang kuallitas jepretan. Karena sejatinya, keberadaan stabilisasi optik bisa mengurangi blur akibat gerakan pada saat memotret, membuat hasil rekaman video jadi lebih stabil dan bahkan memungkinkan kita untuk memaksimalkan teknik fotografi advance, seperti misal menggunakan long exposure tanpa menggunakan tripod. Untuk autofokus, HP ini menggunakan Phase Detection Autofocus (PDAF) , menawarkan kecepatan dan akurasi yang luar biasa dalam autofokus.
7. Opsi Memori
Last but not least, fakta yang tak kalah pentingnya adalah perihal opsi memori penyimpanan. Yup, HP ZTE nubia Z40 Pro dilengkapi RAM berkapasitas 8-16 GB dengan opsi memori internal 128GB 8GB RAM dan 256GB 8GB RAM serta 256GB 12GB RAM(cek laman harga dan spesfikasi ZTE nubia Z40 Pro untuk melihat varian memori lainnya).
Telko.id – Pemerintah saat ini sedang mempersiapkan rencana untuk membuat satelit SATRIA-2. Padahal SATRIA-1 masih dalam proses pembuatan di Canes. Langkah ini dilakukan karena kebutuhan Indonesia belum mencukupi.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate saat melakukan peninjauan Satelit Bumi di Kabupaten Kupang.
“Semua itu belum cukup jika mengingat kebutuhan Indonesia. Maka BAKTI Kominfo juga sudah menyiapkan rencana untuk SATRIA-2. Saya sudah minta izin kepada Presiden akhir bulan ini dan awal bulan depan untuk mengunjungi Eropa. Saya, antara lain, akan ke Prancis untuk melanjutkan pembicaraan persiapan pembangunan SATRIA-1 dan kemudian ke Inggris untuk membicarakan pembangunan satelit SATRIA-2,” papar Johnny.
Kenapa perlu satelit SATRIA-2?
kapasitas satelit Satria-1 hanya memuat 150 Gbps untuk memancarkan akses internet di 150 ribu titik seluruh pelosok Indonesia. Jumlah kapasitas tersebut masih jauh dari target.
“Kami baru market sounding, kebutuhannya itu hingga 1 Tbps, sedangkan satelit Satria-1 itu 150 Gbps jadi kurang sekitar 850 Gbps lagi,” ujar Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Kominfo, Anang Latif beberapa waktu lalu.
“Dibutuhkan satelit Satria-2 dan Satria-3 yang rencananya masing-masing kapasitasnya 300 Gbps. Itu sekarang kita lakukan market sounding dengan berbagai macam metode pembiayaan kami coba, salah satunya KPBU, beberapa konsorsium negara lain juga bisa investasi di proyek ini,” tuturnya.
Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) berencana menggelar lelang pemilihan badan usaha pelaksana Satelit Multifungsi Satria II pada kuartal III/2022. Hingga saat ini, ketentuan dan persyaratan untuk ikut tender masih disusun.
“[Tender Pemilihan Badan Usaha Pelaksana Satria II] rencananya kuartal III/2022,” kata Anang.
Anang menjelaskan proses tender tidak dapat dilakukan pada kuartal I dan kuartal II/2022 karena untuk menjalankan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) membutuhkan proses yang cukup panjang.
Sebagai informasi, Satelit Satria I dibangun dengan skema KPBU, di mana PT Satelit Nusantara Tiga menjadi badan usaha pelaksana. Pembangunan Satelit Satria II pun rencananya menempuh cara yang sama.
Setelah terpilih badan usaha pelaksana untuk Satria II, kemudian akan ditentukan tempat pembangunan dan sumber pendanaan.
Sebelumnya, berdasarkan perhitungan Bakti dari 150.000 titik yang akan mendapat layanan Satria I, terdapat sekitar 26,52 juta calon penerima layanan internet Satria.
Dengan total permintaan tersebut, diperkirakan rata-rata per pengguna hanya akan mendapat kuota sebesar 1,14GB setiap bulan atau setara dengan 2 jam aktivitas konferensi video. Jumlah tersebut dinilai sangat kurang.
Terdapat kesenjangan antara suplai data dari satelit dengan permintaan. Merujuk pada data Telkomsel pada 2019, kata Anang, rata-rata pelanggan seluler per individu mengkonsumsi data sebesar 5,2GB per bulan.
Pada 2023, prediksi Bakti, rata-rata konsumsi paket data per pelanggan per bulan mencapai 41GB – 50GB.
Anang mengatakan jika Indonesia bertahan dengan menggunakan satu satelit untuk melayani 26,5 juta pengguna, maka daerah 3T tetap akan tertinggal. Pasalnya, rata-rata pengguna seluler pada 2023 telah mengonsumsi data sebesar 50GB atau sekitar 40 kali lipat lebih besar dibandingkan dengan konsumsi data penghuni di 3T.
Adapun jika ditambahkan dengan Satria II yang diproyeksikan memiliki kapasitas sebesar 300Gbps dan Satria 3 dengan kapasitas 500Gbps, maka rata-rata per pengguna per GB yang diterima setiap bulannya mencapai 7,25GB. Dengan catatan, pada 2030 – saat Satria 2 dan 3 diproyeksikan telah meluncur – jumlah penerima internet di 3T masih 26,5 juta. (Icha)
Telko.id – Tahun 2022 memang akan banyak tantangannya. Terutama dari sisi jaringan karena adanya kebiasaan masyarakat yang berubah menghadapi paska pandemic covid-19. Di mana trafik data diproyeksikan akan terus naik. Dan, ini strategi pembangunan jaringan XL Axiata di 2022.
Tahun 2022 ini XL Axiata terus berupaya meningkatkan kualitas jaringan data guna mengimbangi terus meningkatnya trafik penggunaan oleh pelanggan dari tahun ke tahun.
Untuk memastikan kebutuhan jaringan berkualitas terpenuhi di tahun 2022 ini, manajemen XL Axiata telah menetapkan fokus pembangunan jaringan yaitu meningkatkan kapasitas dan efisiensi guna menghadirkan customer experience yang lebih baik. Sejumlah inisiatif telah mulai diimplementasikan sejak awal tahun ini untuk merealisasikan tujuan tersebut.
”Menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih baik menjadi prioritas utama kami. Oleh karena itu kami terus melakukan berbagai upaya dan inisiatif secara konsisten untuk dapat mewujudkan hal tersebut, karena kami percaya dengan kualitas jaringan yang terus ditingkatkan akan membuat pelanggan semakin nyaman dan stay longer dalam menggunakan layanan-layanan yang kami sediakan,” kata I Gede Darmayusa, Direktur & Chief Technology Officer XL Axiata dalam media update hari ini, Kamis (24/02).
Gede menambahkan, setiap tahun kebutuhan konektivitas data terus meningkat. Hal tersebut didorong oleh terus bertambahnya pengguna layanan internet. Data menunjukkan, 73,7% dari populasi Indonesia saat ini telah mengakses internet, dengan waktu berselancar rata-rata mencapai 9 jam per hari. Sebanyak 61,8% populasi juga aktif menggunakan media sosial, dengan waktu akses rata-rata sekitar 7,5 jam per hari.
Gaya hidup digital memang telah menjadi kebutuhan utama bagi pelanggan XL Axiata dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Karena itu, mereka menjadi lebih sensitif terhadap pengalaman digitalnya, seperti misalnya kecepatan akses internet yang kurang memadai, rendahnya kualitas sinyal di dalam ruangan, hingga koneksi yang sering macet saat main gim atau mengakses konten hiburan.
Gede juga menyebutkan, untuk fokus pembangunan jaringan XL Axiata di 2022 ini, sejumlah inisiatif telah mulai dijalankan sejak awal 2022 mencakup beberapa aspek. Pertama, peningkatan customer experience.
Untuk hal ini, dilakukan penerapan intelligence and automation guna meningkatkan kemampuan jaringan, yang meliputi otomatisasi pada konfigurasi jaringan, optimasi, self-diagnostic, serta pemulihan jaringan. Selain itu, XL Axiata juga sudah mengimplementasi automated optimization untuk VoLTE services, serta value-based planning tools yang melibatkan beberapa aspek strategis bisnis dalam perencanaan jaringan.
Dengan penerapan intelligence and automation ini, XL Axiata dapat meningkatkan kualitas dan efisiensi jaringan secara lebih cepat, dimana intelligence and automation ini diaplikasikan pada proses perencanaan hingga pengoperasian jaringan.
Aspek kedua adalah memberikan pengalaman layanan digital yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat seperti penyediaan layanan yang terintegrasi untuk mobile consumer dan home serta penyediaan kapasitas jaringan yang sesuai dengan kebutuhan tiap area.
Aspek ketiga, reliable service experience atau pengalaman layanan yang lebih andal dimana untuk aspek ini XL Axiata menargetkan 100% availability dengan menambah 12.000 BTS LTE900 yang menjangkau 343 kota, serta menambah 100 BTS 5G di 3 kota. Selain itu, XL Axiata juga menambah 2 lokasi core, 6.000 site fiberisasi dan 20.000 km tambahan fiber untuk menjamin realtime high-performance, lag-free experience bagi pelanggan.
Pada tahun 2022 ini, XL Axiata juga akan terus menyiapkan infrastruktur jaringan guna menunjang layanan 5G. Salah satu milestone terpenting dan utama adalah memastikan ketersediaan spektrum dan perangkat.
Di awal tahun ini, XL Axiata mengadakan uji coba co-existency 5G dan Fixed-Satellite Service (FSS) guna memastikan potensi pemanfaatan spektrum 3.5GHz bagi 5G. Uji coba salah satunya sudah dilaksanakan di kawasan sekitar Sirkuit Mandalika, Lombok. Uji coba yang lain dilakukan bersama BRI dan Universitas Telkom.
XL Axiata juga akan ikut mendukung upaya pemerintah dalam membuktikan kesiapan Indonesia menggelar konektivitas broadband kecepatan tinggi, yaitu 5G, dan diharapkan akan mendorong pertumbuhan perangkat pendukungnya.
Implementasi program ini diantaranya akan dilaksanakan dalam ajang G20 yang akan dilaksanakan di sejumlah kawasan wisata, antara lain Danau Toba, Bali, Mandalika, dan Labuhan Bajo. (Icha)
Telko.id – Reno7 Series 5G keluaran dari Oppo memang bikin penasaran. Maklum saja, spesifikasi lengkap nya diumumkan sedikit demi sedikit. Tapi sekarang waktu nya untuk tahu lebih dalam lagi tentang spesifikasi lengkap nya. Penasaran ya?
Ya, akhirnya Oppo menutup seluruh rangkaian kegiatan perkenalan Reno7 Series di Indonesia dengan menyelenggarakan Reno7 Series Pre-Launch Event. Pada akhir dari rangkaian kegiatan ini, Oppo membeberkan seluruh spesifikasi perangkat Reno7 series 5G dan memberikan informasi tambahan mengenai Oppo Reno7 yang akan segera hadir di Indonesia.
“Kami menutup rangkaian acara perkenalan Reno7 Series hari ini (24/2). Selanjutnya perangkat Oppo Reno7 Series 5G akan meluncur tanggal 2 Maret 2022 melalui platform media sosial resmi Oppo Indonesia baik di Instagram, Facebook, dan YouTube pada pukul 19.00 WIB, di sana kami juga akan memperkenalkan perangkat Reno7 dan juga perangkat IoT baru, Watch Free,” ujar Aryo Meidianto A, PR Manager Oppo Indonesia.
Apa saja sih fitur unggulan dari Reno7 Series ini?
ThePortraitExpert
Oppo Reno7 series hadir dengan membawa keunggulan fitur portrait, tidak hanya pada satu sisi kamera saja, Oppo mengembangkan fitur potret untuk dapat berjalan sama baiknya pada kamera swafoto dan kamera utama.
Menariknya, pada Reno7 series, Oppo berupaya untuk meniru hasil potret yang biasanya didapatkan melalui kamera DSLR dengan lensa bukaan besar. Kini, melalui Reno7 series Oppo menawarkan penggunanya kebebasan untuk mengatur kedalaman bidang dan ruang tajam melalui kemampuannya meniru sifat optik dari kamera DSLR.
Portrait mode pada Reno7 series dapat mensimulasikan 25 tingkatan ukuran diafragma yang dapat disesuaikan mulai dari F0.95 hingga F16. Selain itu Oppo juga menghadirkan efek bokeh flare untuk mencapai efek bokeh layaknya produksi video profesional dengan menggunakan lensa bukaan lebar dan menggunakan sebuah smartphone.
OppoReno7 5G
Oppo Reno7 5G hadir dengan material penampang belakang yang dibuat dengan proses Laser Direct Imaging (LDI). Teknik LDI diterapkan untuk meniru gambaran jejak bintang dan menciptakan pola yang terdiri dari 1,2 juta raster mikro serta diproduksi dengan tingkat presisi 20 mikron.
LDI menerapkan teknologi laser engraving pada lapisan yang terletak di atas Oppo Glow. Lapisan Oppo Glow menghasilkan gradasi warna yang dapat berubah secara dinamis dan diperkuat sehingga tahan terhadap goresan.
Oppo juga melengkapi Reno7 5G dengan baterai 4.500 mAh dan teknologi pengisian daya super cepat 65W SUPERVOOC, yang membuat perangkat dapat diisi daya hingga 100% dalam waktu sekitar 31 menit. Oppo Reno7 5G memiliki kompartibilitas 5G pada frekuensi band N1, N3 dan N40 berkat keberadaan prosesor 5G Mediatek Dimensity 900 5G.
Reno7 5G membawa layar besar 6.4 inchi AMOLED. Demi menjanjikan pengalaman bermain game, multimedia dan sosial media yang lebih lancar, tidak lupa Oppo melengkapi layar ini dengan refresh rate 90hz.
Oppo Reno7 5G juga dilengkapi dengan RAM 8GB yang dapat diekspansi hingga 5GB dan juga penyimpanan internal 256GB yang masih dapat ditambah dengan kartu microSD hingga 1TB.
OppoReno7 Z 5G
Oppo Reno7 Z 5G mengusung Ultra-Slim Retro Design dengan bingkai samping datar. Reno7 Z 5G menjadi salah satu perangkat smartphone yang dilengkapi prosesor baru Snapdragon 695 5G. Prosesor ini memberikan kompatibilitas dengan seluruh operator telekomunikasi penyelengara jaringan 5G di Indonesia terutama pada dukungan band N1, N3 dan N40.
Oppo juga memperkenalkan Dual Orbit Light, sebuah fitur yang membawa nostalgia breathing light yang diperkenalkan Oppo pada perangkat Find 7 di tahun 2013. Dua buah breathing light yangletaknya tersembunyi di bawah dua cincin dekorasi lensa, dapat menyala ketika terdapat panggilan, notifikasi atapun saat meluncurkan game.
Untuk memberikan daya tahan penggunaan seharian, Oppo Reno7 Z 5G dilengkapi baterai 4.500 mAh dan teknologi pengisian daya super cepat 33W SUPERVOOC sehingga perangkat ini dapat diisi penuh dalam waktu 63 menit. Tak lupa layar 6.4 inchi AMOLED FHD+ hadir memberikan kenyamanan menonton konten streaming, apalagi dilengkapi sertifikasi Netflix HD & Amazon HD Streaming.
Reno7 Z 5G membawa RAM 8GB dengan opsi ekspansi hingga 5GB dan juga penyimpanan Internal 128GB yang dapat diperluas dengan microSD hingga 1TB. Reno7 Z 5G menjadi salah satu smartphone pertama yang menerima peringkat A tingkat atas dalam sertifikasi TÜV SÜD 36-Month Fluency.
Oppo Reno7 Oppo Reno7 membawa bahasa desain Ultra-Slim Retro Design yang membawa bingkai datar. Perangkat ini banyak mebawa kejutan, terutama penempatan SONY IMX 709 yang memberikan 60% peningkatan sensitivitas terhadap cahaya dan melakukan pengurangan noise sebesar 35% jika dibandingkan dengan kamera swafoto dengan sensor IMX 616 yang terdapat pada Reno6 Pro.
Tidak hanya itu, Oppo memberikan fitur yang sebelumnya dibawa pada Find X3 Pro, yakni Micro-Lens. Oppo Reno7 dilengkapi kamera 30x Micro-Lens untuk memberikan kemampuan dalam menangkap gambar yang tergolong mikroskopis.
Oppo juga memperkenalkan warna baru Sunset Orange pada Reno7, pewarnaan ini menggunakan teknik pemrosesan Fiberglass-Leather dengan material kaca pertama di industri untuk memberikan nuansa premium dan warna tahan lama.
Untuk mencapai efek Fiberglass-Leather, bahan menyerupai tekstur butiran pada kulit leci dibuat menggunakan proses pelapisan dan pemanggangan 6 kali sebelum diintegrasikan ke penutup belakang ponsel. Proses akhir Fiberglass-Leather menjadikan lapisan ini lebih tipis dan lebih tahan lama daripada lapisan kulit imitasi lainnya,
Oppo Watch Free
Tidak hanya perangkat smartphone, Oppo juga memperkenalkan salah satu IoT-nya pada hari ini. Oppo memperkenalkan, Oppo Watch Free. Watch Free memiliki keunggulan daya tahan baterai 14 hari lamanya apabila digunakan dengan penggunaan secara umum.
Selain memiliki daya tahan baterai yang lama, Watch Free juga dilengkapi pengisian daya cepat VOOC Flash Charge, dengan 5 menit pengisian daya, pengguna akan mendapatkan seharian waktu pemakaian.
Watch Free saat ini juga membawa lebih dari 100 mode olahraga yang dapat dipilih pengguna. Untuk masalah kesehatan, Watch Free mendukung fitur pengukuran kadar oksigen dalam darah secara berkelanjutan, OSleep untuk memantau dan menganalisa tidur lebih profesional, komprehensif, dan dipersonalisasi untuk sebelum, selama, dan setelah tidur untuk efektif mendeteksi masalah tidur dan memberikan saran waktu tidur yang tepat.
Peluncuran Resmi
Oppo akan mengumumkan perangkat Reno7 series 5G yang terdiri dari Reno7 5G dan Reno7 Z 5G serta Watch Free, sekaligus memperkenalkan Oppo Reno7 pada peluncuran yang dapat disaksikan secara daring pada pukul 19.00 WIB tanggal 2 Maret 2022 melalui media sosial resmi OPPO Indonesia baik pada halaman Facebook, Instagram maupun YouTube.
Telko.id – Pemerintah beberapa waktu lalu memang meminta para operator untuk mematikan layanan 3G. Alasannya, agar spektrum yang ada dapat dimanfaatkan untuk layanan 4G atau melayani kebutuhan data masyarakat yang lebih baik. Itu sebabnya, layanan 3G XL Axiata pun, perlahan tapi pasti akan dimatikan.
Dalam rencana yang dibuat operator ini, layanan 3G XL Axiata akan ‘mati total’ pada Maret 2022. Diawali pada kuartal 4 2021, dimana ada 22 kota dengan jumlah tower sebanyak 22.000 BTS yang mulai dilakukan penataan ulang teknologi 3G atau XL menyebutnya sebagai 3G Sunset.
“22.000 tower 3G bulan depan (Maret) semua bisa di-sunset,” kata I Gede Darmayusa, Direktur & Chief Technology Officer XL Axiata, dalam media update mengenai jaringan XL Axiata yang digelar virtual, Kamis (24/2/2022).
Gede pun menjelaskan, sejauh ini XL Axiata telah mematikan 5.000 BTS 3G dan setiap harinya, ada sekitar 1.000 BTS 3G yang dinonaktifkan.
“Semuanya dilakukan secara bertahap dan ditargetkan selesai pada bulan Maret,” tutur Gede.
Lebih lanjut, dia menyebutkan, sejauh ini operator telekomunikasi di Indonesia sudah memulai asesmen atau menilai untuk mulai mematikan layanan 3G dan ada pula yang sudah mematikannya.
Gede menjelaskan, tujuan dari penghentian layanan 3G adalah spektrum fekuensi yang digunakan untuk menggelar jaringan 3G bisa lebih efisien jika dipakai untuk menggelar layanan 4G LTE. Apalagi saat ini 4G adalah tulang punggung layanan internet di Indonesia.
“Dengan dipindahkannya spektrum dari 3G ke 4G, layanan data akan semakin baik dan efisien. Apalagi, teknologi 4G jauh lebih efisien dalam memanfaatkan spektrum dibandingkan 3G,” ujar Gede.
Gede juga menambahkan bahwa masyarakat jangan panic. Pasalnya, selain bertahap menghentikan layanan 3G, XL Axiata juga terus melakukan sosialisasi terhadap pelanggan. Para pelanggan yang belum menggunakan USIM disarankan untuk berganti USIM agar bisa mendapatkan sinyal LTE.
Sementara bagi pelanggan yang belum memiliki perangkat berjaringan LTE, XL Axiata menyediakan program bundling perangkat yang didukung berbagai promo.
Menurut Gede, di beberapa tempat dengan jumlah pelanggan 3G cukup banyak, XL Axiata berupaya mempertahankan pelanggan-pelanggan tersebut dengan berbagai promo bundling dan kampanye promosi.
“Kami tidak ingin kehilangan mereka, tetapi market harus mengerti dan pemerintah sudah memperhitungkan dengan matang (untuk menghentikan layanan 3G),” katanya.
Gede berharap, nantinya Kemkominfo akan membuat keputusan resmi mengenai penghentian layanan 3G di 2022. Dengan begitu, industri bakal melakukan berbagai hal untuk menjaga bisnis, pelanggan, sekaligus manufaktur tetap bisa bertumbuh.
Salah satunya dukungan yang dibutuhkan adalah vendor harus mendaftarkan perangkat yang bisa mendukung panggilan VoLTE.
“Imbauan pemerintah untuk mematikan 3G perlu diiringi dengan kebijakan semua handset 4G enable VoLTE. Dengan begitu, penetrasi akan cepat dan pelanggan tidak merasakan dampak dimatikannya 3G,” tutur Gede.
Ia mencontohkan, di beberapa negara, penjualan perangkat 3G sudah dilarang sehingga layanan 3G bisa dimatikan.
Bagi pelanggan enterprise, XL Axiata juga melakukan edukasi yang sama. Sehingga semua masih bisa terlayanan jaringan 4G dan 2G.
Gede lebih lanjut mengungkap, saat ini layanan panggilan suara berbasis LTE alias VoLTE juga sudah digulirkan. Jadi, layanan panggilan suara yang semula menggunakan jaringan 3G atau 2G, dengan adanya VoLTE kini bisa berjalan menggunakan jaringan 4G.
Gede menyatakan, dengan dimatikannya layanan 3G, kualitas panggilan tidak akan menurun. Apalagi saat ini menurutnya, 60 persen panggilan suara lebih banyak dilakukan dengan WhatsApp.
“Jadi memang panggilan dengan 3G sudah semakin kecil. Dengan orang memakai layanan VoLTE, nantinya mereka tidak akan sadar apakah sedang menelepon dengan jaringan 2G, 3G, atau 4G karena kualitas VoLTE tetap baik,” katanya. (Icha)
Telko.id – SATRIA-1 atau Satelit Multifungsi (SMF) Indonesia Raya 1 masih dalam proses pabrikasi di Cannes. Di sisi lain, pemerintah pun sedang menyiapkan 11 satelit bumi untuk mendukung operasional satelit tersebut.
11 Satelit bumi ini nantinya akan menjadi jembatan angkasa telekomunikasi, khususnya di kawasan terdepan, tertinggal dan terluar (3T).
“Kini tengah dalam proses pabrikasi di Cannes, Prancis yang dikerjakan oleh Thales Alenia Space. Di Indonesia sejumlah aktivitas pun digelar. Salah satunya dengan pembangunan Satelit Stasiun Bumi yang akan ditempatkan di 11 lokasi yaitu Cikarang, Batam, Banjarmasin, Tarakan, Pontianak, Kupang, Ambon, Manado, Manokwari, Timika dan Jayapura,” jelas Johnny G.Plate, Menteri Kominfo saat meninjau lokasi pembangunan Ruang Kontrol Satelit Bumi SATRIA-1 di Jl. Dusun III, Kel. Balok. Kec. Kupang Barat, Kab. Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Rabu (23/02/2022).
Pembangunan 11 stasiun bumi untuk penghubung jembatan angkasa, menurut Menkominfo menunjukkan keseriusan Pemerintah dalam mengejar target Proyek Satelit SATRIA-1. Badan Aksesibilitas Telekomunikasi Informasi (BAKTI) Kementerian Komifo membangun gateway di 11 lokasi tersebut dengan pertimbangan pemerataan akses dan percepatan transformasi digital.
“Pemerintah, atas nama Kementerian Komunikasi dan Informatika terus berupaya menghadirkan konektivitas secara merata di seluruh pelosok tanah air sebagai fondasi utama dalam transformasi digital. Jadi Proyek Satria ini diharapkan dapat mendukung percepatan tranformasi digital dengan menghubungkan yang tidak terhubung, to connect all the dots,” tandasnya.
Menteri Johnny menjelaskan pembangunan SATRIA-1 juga melibatkan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat, terutama berkaitan dengan penempatan stasiun bumi.
“BAKTI Kominfo dan PT Satelit Nusantara III juga melakukan pendekatan dengan pemerintah daerah dan tokoh-tokoh masyarakat di lokasi sekitar gateway. Hal ini untuk memberikan penjelasan mengenai manfaat-manfaat yang akan diterima secara langsung maupun tidak dengan adanya proyek Satria,” ungkapnya.
Saat ini terdapat tiga jenis stasiun bumi yang disiapkan Kementerian Kominfo. Pertama, Pengendali Satelit Primer yang berfungsi sebagai stasiun pusat pengendali dan pengawas alur pergerakan satelit mengontrol proses penerimaan sinyal. Kedua, Network Operation Control (NOC) berfungsi untuk mengawasi, mengendalikan serta mencatat aktivitas jaringan yang sedang berlangsung untuk memastikan semuanya berjalan sesuai standar dan rencana yang telah ditentukan.
Dan ketiga, Gateway Satelitte (juga disebut sebagai teleport atau HUB), merupakan stasiun bumi yang mengirimkan data ke dan dari satelit ke local area network.
150 Ribu Titik Layanan Publik
Johnny mengungkapkan, pada tanggal 18 Agustus 2021 lalu telah dilaksanakan peletakan batu pertama atau groundbreaking untuk Stasiun Pusat Pengendali Satelit Primer, Network Operation Control dan Gateway Proyek SATRIA-1 di Cikarang, Kab. Bekasi, Jawa Barat.
“Hal ini menandai telah dimulainya pembangunan untuk ruas bumi Proyek SATRIA-1, sekaligus menunjukkan bahwa meskipun masih berada di tengah situasi pandemi, kami terus melayani masyarakat,” ujarnya.
Selain membuat Stasiun Bumi, BAKTI Kementerian Kominfo sedang mempersiapkan titik-titik yang akan mendapat akses internet dari SATRIA-1. Menurut Johnny, selain sebagai cadangan, SATRIA-1 ini juga akan berfungsi sebagai penambah kapasitas layanan untuk telekomunikasi.
“Menurut perhitungan BAKTI, satelit cadangan perlu memiliki kapasitas sekitar 80Gbps. Sementara SATRIA-1 memiliki kapasitas transmisi 150Gbps. Dari sisi konstruksi, satelit ini dimulai pada 3 September 2020. Kemudian, akan diluncurkan sesuai jadwal yaitu pada kuartal kedua 2023 dan bisa beroperasi secara komersial paling lambat pada 17 November tahun yang sama,” jelasnya.
Satelit SATRIA-1 ditargetkan bisa menjangkau 150.000 titik layanan publik, terbanyak untuk sekolah dan pesantren (93.900) untuk mendukung Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan ujian berbasis komputer. Satelit itu juga akan memberikan akses internet untuk puskesmas dan rumah sakit di 3.700 titik dan 3.900 titik layanan keamanan masyarakat di wilayah 3T.
“Selain itu, satelit ini akan menjangkau 47.900 titik kantor desa, kelurahan, kecamatan dan kantor pemerintahan daerah lainnya serta 600 titik layanan publik lainnya,” tandas Menkominfo.
Dalam peninjauan, Menkominfo Johnny G. Plate didampingi Staf Khusus Bidang Komunikasi Politik, Philip Gobang; Bupati Kabupaten Kupang, Korinus Masneno; Kepala Biro Umum, Sensilaus Dore dan Kepala Balmon Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Kupang, Latuse. (Icha)
Oppo Find X5 mendarat di pasar dengan janji-janji besar, tetapi apakah ia benar-benar inovasi atau sekedar iterasi? Pertanyaan-pertanyaan seperti 'Apa yang membedakan Oppo Find X5 dari para pesaingnya di segmen yang sama?', 'Bagaimana performa baterainya?', dan 'Apakah fitur-fitur baru yang diusung memberikan dampak nyata bagi pengguna?' sering muncul dalam diskusi online. Dalam rangkaian 7 fakta penting ini, kami akan membongkar Oppo Find X5, menyajikan evaluasi yang tepat tentang performanya dalam kehidupan nyata, spesifikasi kameranya, dan tentunya, menilai apakah investasi pada HP ini benar-benar bernilai atas harganya.
1. Layar AMOLED dengan Refresh Rate 120Hz
Pun layar AMOLED bukan sesuatu yang rare di pangsa pasar yang dibidik Oppo Find X5, tapi keberadaannya tetap menjadi nilai tambah. Terlebih layarnya sudah mendukung refresh rate 120Hz, variabel yang cukup penting untuk jadi bahan pertimbangan pecinta game dalam memilih sebuah HP.
Dan sebagai perbandingan, pesaing lainnya seperti
Asus ROG Phone 5 Ultimate memiliki layar AMOLED dengan refresh rate 144Hz, dan Asus ROG Phone 5 Pro memiliki layar AMOLED dengan refresh rate 144Hz.
2. Chipset Grade A dengan GPU Rating 526
Di atas kertas, chipset Snapdragon 888 5G yang dibawa Oppo Find X5 mencatatkan score Antutu 10 rata-rata di angka 875420. Performanya ditopang oleh RAM berkapasitas 8/12 GB. Di level performa yang sama,
ada Asus ROG Phone 5 Ultimate dengan chipset Snapdragon 888 5G - Antutu 875420 dan RAM 18 GB, dan ada Asus ROG Phone 5 Pro dengan chipset Snapdragon 888 5G - Antutu 875420 dan RAM 16 GB. Sementara untuk performa grafis, GPU Adreno 660 milik Oppo Find X5 kami beri rating 526. Sebagai pembanding, GPU Asus ROG Phone 5 Ultimate punya rating 526, dan GPU Asus ROG Phone 5 Pro punya rating 526.
3. Support 5G
Meski sebagian pengguna berpendapat bahwa 4G sudah cukup untuk memberikan pengalaman berselancar di dunia maya dengan nyaman, tapi keberadaan teknologi 5G di Oppo Find X5 adalah sebuah nilai tambah. Paling tidak, HP ini sudah membawa Anda selangkah lebih maju untuk menapaki masa depan. Dimana HP di level yang sama seperti
Asus ROG Phone 5 Ultimate sudah support teknologi 5G , dan Asus ROG Phone 5 Pro sudah support teknologi 5G .
4. Baterai 4800 mAh - charging 80W support wireless
Semua fitur yang ada di Oppo Find X5 ditenagai oleh baterai Li-Po berkapasitas 4800 mAh yang didukung fitur pengisian 80W wired, PD, 30W wireless dan 10W reverse wireless. Ya, dukungan HP ini terhadap pengisian baterai secara wireless jadi sebuah nilai tambah. Sementara pesaingnya,
Asus ROG Phone 5 Ultimate, dan Asus ROG Phone 5 Pro,
masing masing dilengkapi
baterai 6000 mAh - charging 65W, dan baterai 6000 mAh - charging 65W.
5. Frame Aluminum
Oppo Find X5 memiliki detail bodi Glass front (Gorilla Glass Victus), glass back, aluminum frame dengan dimensi 160.3 x 72.6 x 8.7 mm yang memiliki ketebalan 8.7 mm. HP ini sudah dilengkapi dengan sensor sidik jari yang posisinya ada di bawah layar atau under display. Adapun untuk variasi warna, Oppo Find X5 menyediakan opsi warna Black, White dan Purple.
6. Kamera Utama 50 MP dengan OIS dan PDAF Multi Directional
Tak bisa dipungkiri, kamera jadi salah satu daya tarik utama dari sebuah HP. Untuk itulah Oppo Find X5 menanamkan kamera utama dengan spesifikasi 50 MP, f/1.8, 24mm (wide), 1/1.56", 1.0µm, multi-directional PDAF, OIS. Fungsionalitasnya didukung oleh kamera kedua yang memiliki spesifikasi 13 MP, f/2.4, 52mm (telephoto), 1/3.4", 2x optical zoom, PDAF dan kamera ketiga beresolusi 50 MP, f/2.2, 15mm, 110Ë_ (ultrawide), 1/1.56", 1.0µm, multi-directional PDAF. Sementara untuk kebutuhan selfie, HP ini menyediakan kamera dengan spesifikasi 32 MP, f/2.4, 25mm (wide), 1/2.74", 0.8µm.
Well, satu hal yang menarik dari kamera Oppo Find X5 adalah keberadaan fitur Optical Image Stabilization (OIS). Ini sedikit banyak menjawab pertanyaan tentang kuallitas jepretan. Karena sejatinya, keberadaan stabilisasi optik bisa mengurangi blur akibat gerakan pada saat memotret, membuat hasil rekaman video jadi lebih stabil dan bahkan memungkinkan kita untuk memaksimalkan teknik fotografi advance, seperti misal menggunakan long exposure tanpa menggunakan tripod. Untuk autofokus, HP ini menggunakan Phase Detection Autofocus (PDAF) Multi Directional, menawarkan kecepatan dan akurasi yang luar biasa dalam autofokus.
7. Opsi Memori
Last but not least, fakta yang tak kalah pentingnya adalah perihal opsi memori penyimpanan. Yup, HP Oppo Find X5 dilengkapi RAM berkapasitas 8/12 GB dengan opsi memori internal 128GB 8GB RAM dan 256GB 8GB RAM serta 256GB 12GB RAM.