spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 60

Hans Patuwo Jadi CEO, GoTo Rombak Direksi

0

Telko.id – Pemegang saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) secara resmi menyetujui penunjukan Hans Patuwo sebagai Direktur Utama dan Group Chief Executive Officer (CEO) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar hari ini, Selasa (17/12/2025).

Perubahan kepemimpinan ini menggantikan posisi Patrick Walujo dan menjadi bagian dari agenda suksesi serta pembaruan komposisi dewan yang sebelumnya telah diumumkan perusahaan.

Selain pengangkatan Hans Patuwo, pemegang saham juga menyetujui sejumlah perubahan signifikan dalam struktur Dewan Komisaris dan Direksi.

RUPSLB menyepakati pengunduran diri Pablo Malay dan Winato Kartono dari Dewan Komisaris. Posisi mereka akan digantikan oleh Andre Soelistyo dan Santoso Kartono. Ade Mulyana juga mengundurkan diri dari posisi Direksi, yang turut disetujui dalam rapat tersebut.

Dalam pernyataan resminya, Hans Patuwo menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan.

“Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk mengemban tanggung jawab ini. Saya ingin berterima kasih kepada Bapak Patrick atas bimbingan dan kepemimpinannya, yang telah menjadi kunci dalam membentuk GoTo menjadi organisasi yang kuat seperti saat ini,” ujarnya.

Hans menegaskan fokusnya ke depan adalah pada eksekusi yang disiplin dan penciptaan nilai jangka panjang. “Mitra driver kami berada di garis terdepan, menjadi fondasi kesuksesan kami, bersama dengan mitra usaha dan konsumen yang bergantung pada layanan kami setiap hari,” tambahnya.

Komitmen terhadap mitra driver ini sejalan dengan program sebelumnya, seperti ketika GoTo menanggung iuran BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan untuk mitra Gojek berprestasi.

Perombakan jajaran pimpinan ini, menurut pernyataan pers GoTo, merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memastikan stabilitas, kesinambungan strategis, dan tata kelola yang kuat.

Langkah ini diambil seiring persiapan GoTo memasuki fase pertumbuhan berkelanjutan berikutnya. Agenda suksesi ini telah mendapat persetujuan penuh dari pemegang saham, mengikuti RUPS tahunan 2025 di mana seluruh agenda disetujui.

Content image for article: Hans Patuwo Resmi Jadi CEO GoTo, Susunan Dewan Direksi dan Komisaris Dirombak

Profil dan Perjalanan Karier Hans Patuwo di GoTo

Hans Patuwo bukanlah nama baru di ekosistem GoTo. Ia telah mengumpulkan pengalaman hampir delapan tahun di dalam perusahaan, dimulai dari Gojek, GoPay, hingga akhirnya di GoTo pasca merger. Perjalanan kariernya menunjukkan fokus yang kuat pada operasional dan strategi bisnis inti.

Hans pertama kali bergabung dengan Gojek pada tahun 2018 sebagai Chief Operating Officer (COO), dengan tanggung jawab utama mengelola operasional dan ekosistem mitra driver.

Pada tahun 2021, perannya bergeser untuk memimpin unit bisnis yang kemudian berkembang menjadi GoTo Financial. Di posisi ini, ia mengawasi peluncuran bisnis pinjaman (lending) dan pengembangan aplikasi GoPay, yang kini menjadi salah satu platform fintech terkemuka di Indonesia.

Inovasi di bidang fintech terus berlanjut, termasuk dengan kehadiran GoPay Later di platform ShopTokopedia.

Awal tahun 2024, Hans ditunjuk sebagai Chief Operating Officer GoTo Grup, dengan mandat membentuk strategi korporat dan memimpin proyek migrasi infrastruktur cloud perusahaan. Cakupan tanggung jawabnya kembali diperluas pada Juli 2025 ketika ia diangkat sebagai Presiden On-Demand Services.

Sebelum bergabung dengan Gojek, Hans memiliki pengalaman kerja internasional di Amerika Serikat, Tiongkok, dan Singapura, termasuk pernah menjabat sebagai Partner di firma konsultan manajemen McKinsey & Company.

Struktur Baru Dewan Komisaris dan Direksi GoTo

Setelah RUPSLB, komposisi Dewan Komisaris dan Jajaran Direksi GoTo mengalami penyegaran. Susunan baru ini dirancang untuk mendukung visi pertumbuhan jangka panjang perusahaan. Berikut adalah daftar lengkapnya:

Content image for article: Hans Patuwo Resmi Jadi CEO GoTo, Susunan Dewan Direksi dan Komisaris Dirombak

Dewan Komisaris:

  • Komisaris Utama: Agus D. W. Martowardojo
  • Komisaris Independen: John A. Prasetio
  • Komisaris Independen: Dirk Van den Berghe
  • Komisaris Independen: Marjorie Tiu Lao
  • Komisaris: Wishnutama Kusubandio
  • Komisaris: Andre Soelistyo
  • Komisaris: Santoso Kartono

Jajaran Direksi:

  • Direktur Utama: Hans Patuwo
  • Wakil Direktur Utama: Catherine Hindra Sutjahyo
  • Direktur: Simon Tak Leung Ho
  • Direktur: Monica Lynn Mulyanto
  • Direktur: R.A. Koesoemohadiani
  • Direktur: Wuzhen (William) Xiong
  • Direktur: Sudhanshu Raheja

Perubahan struktur kepemimpinan ini menandai babak baru bagi GoTo. Dengan kombinasi antara pemimpin yang sudah memahami lini bisnis secara mendalam seperti Hans Patuwo dan penyegaran di tingkat komisaris, perusahaan berharap dapat mengoptimalkan eksekusi strategi yang telah dirancang.

Fokus pada ekosistem digital yang inklusif dan penguatan talenta lokal, sebagaimana pernah dijalankan melalui berbagai inisiatif, menjadi landasan yang penting untuk masa depan.

Langkah suksesi ini diharapkan dapat memberikan stabilitas dan arah yang jelas bagi seluruh pemangku kepentingan GoTo, termasuk karyawan, mitra driver, mitra usaha, dan konsumen.

Dengan dasar operasional dan keuangan yang terus diperkuat, GoTo memposisikan diri untuk menghadapi dinamika pasar digital Indonesia yang terus berkembang. (Icha)

OPPO A6 dan A6x Resmi, Berbekal 7000mAh dan Layar 120Hz

0

Telko.id – OPPO Indonesia secara resmi meluncurkan dua smartphone baru untuk segmen menengah, yaitu OPPO A6 dan OPPO A6x.

Kedua perangkat ini hadir dengan fokus pada daya tahan baterai besar, performa stabil, dan layar mulus 120Hz, menjawab kebutuhan pengguna aktif masa kini.

Peluncuran ini menegaskan komitmen OPPO dalam menghadirkan teknologi yang relevan untuk kehidupan sehari-hari.

Patrick Owen, Vice President OPPO Indonesia, menyatakan bahwa smartphone adalah partner yang menemani momen penting pengguna.

“Melalui OPPO A6 dan A6x, kami menghadirkan kombinasi daya tahan baterai besar, performa yang stabil, serta desain premium yang relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia, sehingga pengguna dapat menjalani hari dengan lebih percaya diri dan tanpa kompromi,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Telko.id.

OPPO A6 hadir dalam varian tunggal 6GB/128GB. Sementara itu, OPPO A6x menawarkan lebih banyak pilihan konfigurasi, mulai dari 4GB/64GB, 4GB/128GB, 6GB/128GB, hingga 6GB/256GB.

Variasi ini ditujukan untuk memenuhi beragam kebutuhan pengguna, mulai dari penggunaan dasar hingga yang memerlukan kapasitas penyimpanan lebih besar untuk hiburan dan produktivitas.

Content image for article: OPPO A6 dan A6x Resmi, Baterai 7000mAh dan Layar 120Hz untuk Aktivitas Harian

Daya Tahan Baterai Jadi Andalan Utama

Salah satu sorotan utama dari OPPO A6 dan A6x adalah kapasitas baterai yang besar. OPPO A6 dibekali baterai raksasa berkapasitas 7.000mAh, sedangkan OPPO A6x mengusung baterai 6.500mAh.

Kapasitas ini dirancang untuk menemani aktivitas pengguna dari pagi hingga malam tanpa khawatir kehabisan daya, baik untuk komunikasi, streaming video, atau pekerjaan.

Tak hanya besar, baterai pada seri ini juga diklaim tahan lama. OPPO menyebutkan, bahkan setelah 1.800 siklus pengisian daya, kapasitas baterai tetap terjaga di atas 80 persen.

Untuk mendukung mobilitas tinggi, OPPO A6 dilengkapi teknologi pengisian daya cepat 45W SUPERVOOC™ Flash Charge yang memungkinkan pengisian penuh dalam waktu singkat.

Performa Stabil dan Layar Mulus 120Hz

Keduanya ditenagai oleh Snapdragon® 685 4G Mobile Platform yang menjanjikan performa stabil dan efisien untuk kebutuhan harian seperti multitasking, menikmati konten multimedia, atau bermain game ringan.

Untuk menjaga suhu perangkat tetap optimal selama penggunaan intensif, OPPO membekali seri ini dengan sistem pendinginan SuperCool VC yang menggunakan vapor chamber berukuran besar dan lapisan grafit.

Pengalaman gaming juga didukung oleh fitur AI GameBoost yang mengatur performa dan efisiensi daya secara cerdas. Fitur Splash Touch memastikan layar tetap responsif meski digunakan dengan tangan basah.

Kedua ponsel ini menjalankan ColorOS 15 dengan Luminous Rendering Engine untuk animasi yang lebih halus dan Full-Dimensional Scene Smoothness Optimization untuk menjaga kelancaran sistem. OPPO A6 bahkan telah lulus uji kelancaran hingga 60 bulan di OPPO Lab.

Layar kedua ponsel ini mendukung refresh rate 120Hz (Ultra Bright Display), menawarkan pengalaman visual yang lebih mulus saat scrolling, menonton video, atau bermain game. Kombinasi performa dan layar ini menjadi nilai jual penting bagi OPPO A6 dan A6x di pasaran.

Ketangguhan fisik juga menjadi perhatian, khususnya untuk OPPO A6. Ponsel ini memiliki sertifikasi ketahanan SGS IP66, IP68, dan IP69 yang membuatnya tahan terhadap debu, percikan air bertekanan tinggi, hingga perendaman dalam air.

Struktur unibody yang solid dengan perlindungan pada komponen penting dirancang untuk gaya hidup aktif pengguna.

Dari sisi desain, OPPO A6 dan A6x mengusung bodi ramping setebal 8,61mm dengan frame metalik unibody untuk kesan premium dan kokoh.

OPPO A6 tersedia dalam warna Sapphire Blue dan Sakura Pink, sementara OPPO A6x hadir dengan pilihan warna Ice Blue, Violet Purple, dan Plum Purple.

Harga dan Ketersediaan OPPO A6 Series

OPPO A6x varian 4GB/64GB dipasarkan dengan harga Rp1.599.000. Varian 4GB/128GB dibanderol Rp1.799.000, sementara varian 6GB/128GB seharga Rp2.399.000 dan 6GB/256GB dengan harga Rp2.699.000.

Adapun OPPO A6 varian 6GB/128GB resmi dijual seharga Rp2.899.000, menawarkan baterai 7.000mAh dan pengisian daya cepat 45W sebagai nilai lebih.

Seluruh varian OPPO A6 dan A6x telah tersedia untuk dibeli secara luring di OPPO Store, OPPO Experience Store, serta toko retail resmi OPPO di seluruh Indonesia.

Untuk pembelian daring, perangkat ini dapat diperoleh melalui OPPO Online Store, Shopee, Blibli, Tokopedia, TikTok Shop, dan Lazada. Informasi lebih lengkap dapat diakses melalui situs resmi OPPO Indonesia.

Peluncuran OPPO A6 dan A6x ini memperkaya portofolio OPPO di segmen menengah dengan menawarkan paket lengkap daya tahan baterai, performa, dan ketangguhan.

Kehadiran mereka diharapkan dapat menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang mengutamakan smartphone andal untuk aktivitas harian tanpa perlu sering mengisi daya. (Icha)

AFTECH dan BSSN Teken MoU, Perkuat Keamanan Siber Fintech Indonesia

0

Telko.id – Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk meningkatkan kapasitas keamanan siber dan sandi penyelenggara teknologi finansial.

Kolaborasi strategis ini bertujuan memperkuat ketahanan siber industri fintech nasional melalui kerja terpadu dan berkelanjutan, menanggapi tingginya risiko kejahatan digital di sektor keuangan.

Penandatanganan MoU ini, yang berlangsung pada 17 Desember 2025, menjadi langkah konkret dalam membangun pola kerja sama yang terarah. Ketua Umum AFTECH, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa inisiatif ini mencerminkan komitmen industri untuk memperkuat tata kelola dan menjaga kepercayaan publik.

“Melalui kerja sama strategis dengan BSSN, AFTECH ingin memastikan anggota memiliki kapasitas keamanan siber yang selaras dengan standar nasional. Ini merupakan langkah konkret untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan inovasi fintech tumbuh secara bertanggung jawab,” ujar Pandu dalam pernyataan resminya.

Urgensi penguatan keamanan siber didukung data nasional yang mengkhawatirkan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat lebih dari 370 ribu laporan penipuan transaksi keuangan sepanjang Januari hingga November 2025, dengan potensi kerugian mencapai Rp8,2 triliun.

Survei Anggota Tahunan AFTECH 2024–2025 juga mengungkap phishing sebagai jenis serangan siber paling umum, dialami oleh 27,12 persen perusahaan fintech. Ancaman ini semakin kompleks dengan maraknya AI yang dijadikan senjata baru oleh penjahat siber.

Peluncuran Pedoman Teknis Keamanan Siber

Momen penandatanganan MoU juga diiringi peluncuran Pedoman Keamanan Siber AFTECH. Dokumen teknis ini mengatur berbagai aspek keamanan siber, mulai dari pencegahan, deteksi, respons, hingga penanganan insiden internal.

Pedoman disusun oleh Departemen Keamanan Siber AFTECH di bawah koordinasi Wakil Ketua Umum I Bidang Regulatory & Compliance, Marshall Pribadi, dengan melibatkan BSSN dan Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC.

Peluncuran panduan ini merupakan tindak lanjut dari pengesahan Kode Etik Terintegrasi AFTECH 2025, di mana keamanan siber ditetapkan sebagai salah satu dari sepuluh prinsip utama.

Dengan demikian, pedoman berfungsi sebagai panduan implementatif bagi anggota AFTECH untuk menerjemahkan prinsip kode etik ke dalam praktik operasional yang konkret dan terukur, termasuk dalam mengadopsi solusi seperti VIDA Authentication Suite untuk mengatasi tantangan keamanan digital.

Kolaborasi Kunci Ketahanan Ekosistem Digital

Kepala BSSN, Nugroho Sulistyo Budi, menyampaikan bahwa MoU dengan AFTECH merupakan bagian dari upaya berkelanjutan BSSN membangun kolaborasi di seluruh lapisan ekosistem keuangan digital.

Setelah sebelumnya bekerja sama dengan OJK, PPATK, pelaku industri, hingga pemerintah daerah, kolaborasi dengan asosiasi payung fintech dinilai strategis.

“Keamanan siber tidak bisa dikerjakan sendiri. Kolaborasi lintas otoritas dan industri adalah kunci agar sistem keuangan nasional terlindungi dari ancaman siber, termasuk scam dan kejahatan digital berbasis teknologi,” tegas Nugroho.

“BSSN menyambut baik kerja sama ini sebagai upaya memperkuat kapasitas keamanan siber penyelenggara teknologi finansial,” ujar Nugroho menjelaskan.

MoU yang berlaku selama lima tahun ini menjadi landasan kerja sama dalam berbagai aspek, meliputi penyusunan kebijakan dan standar keamanan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan pengamanan infrastruktur informasi, penanganan insiden siber, kampanye literasi, serta pertukaran data dan informasi ancaman siber.

Kedua pihak berkomitmen mengembangkan program lanjutan seperti pelatihan, sertifikasi, dan simulasi penanganan insiden. Komitmen terhadap autentikasi AI yang dinilai penting untuk memperkuat keamanan digital juga dapat menjadi bagian dari pengembangan kapasitas ini.

Dengan ditandatanganinya MoU dan diluncurkannya pedoman teknis, industri fintech Indonesia memasuki fase baru penguatan tata kelola dan keamanan digital.

Inisiatif ini menegaskan komitmen bersama untuk menjadikan keamanan siber sebagai pilar utama dalam membangun ekonomi digital Indonesia yang aman, tepercaya, dan berkelanjutan. (Icha)

Registrasi SIM Card Wajib Face Recognition Mulai 2026, Operator Siap

0

Telko.id – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi menetapkan jadwal implementasi registrasi kartu SIM berbasis biometrik pengenalan wajah (face recognition).

Pendaftaran sukarela untuk metode baru ini akan dimulai pada 1 Januari 2026, dengan masa transisi hybrid hingga akhir Juni, sebelum berjalan penuh mulai 1 Juli 2026.

Kebijakan ini merupakan langkah konkret untuk memutus mata rantai kejahatan digital yang kerap menggunakan nomor seluler sebagai pintu masuk.

Pengumuman ini disampaikan dalam talkshow bertajuk “Ancaman Kejahatan Digital serta Urgensi Registrasi Pelanggan Seluler Berbasis Biometrik Face Recognition” yang digelar Komdigi bersama Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) di Jakarta, Rabu (17/12/2025).

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menegaskan urgensi kebijakan ini dengan menyebut kerugian penipuan digital telah mencapai lebih dari Rp7 triliun.

“Setiap bulan ada 30 juta lebih scam call dan setiap orang menerima minimal satu spam call seminggu sekali. Hal tersebut yang membuat Komdigi membuat kebijakan registrasi SIM Card menggunakan face recognition,” jelas Edwin dalam sambutannya.

Pernyataan ini memperkuat langkah Komdigi yang mewajibkan registrasi HP dengan face recognition sebagai upaya sistematis menanggulangi kejahatan siber.

Marwan O. Baasir, Direktur Eksekutif ATSI, menyatakan operator seluler telah siap melaksanakan kebijakan baru ini. Ia merinci jadwal implementasinya.

Untuk tahap awal mulai 1 Januari 2026, akan digunakan sistem hybrid. Calon pelanggan baru dapat memilih dua cara: menggunakan data kependudukan berupa Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Kartu Keluarga (NoKK) seperti selama ini, atau menggunakan data kependudukan berupa NIK dan Biometrik wajah.

Kemudian, mulai 1 Juli 2026, registrasi untuk pelanggan baru akan sepenuhnya menggunakan biometrik murni.

“Ini hanya berlaku untuk pelanggan baru, sedangkan pelanggan lama tidak perlu registrasi lagi,” tegas Marwan.

Kebijakan transisi ini sejalan dengan informasi sebelumnya mengenai mengenai masa transisi 1 tahun registrasi kartu SIM pakai face recognition.

Edwin Hidayat Abdullah menambahkan, aturan ini juga bertujuan membantu operator membersihkan database dari nomor-nomor tidak aktif.

Pasalnya, lebih dari 310 juta nomor seluler beredar, padahal populasi dewasa Indonesia sekitar 220 juta.

“Jadi sinyal frekuensi seluler para operator bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang benar-benar menjadi pelanggan loyal dan bukan digunakan oleh para pelaku tindak kejahatan digital,” jelasnya.

Kesiapan Infrastruktur dan Kolaborasi dengan Dukcapil

Kesiapan operator tidak hanya sekadar pernyataan. Marwan memaparkan sejumlah langkah konkret yang telah diambil. Pertama, operator telah mengimplementasikan validasi biometrik untuk proses penggantian kartu SIM di gerai.

Kedua, mereka telah menjalani Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri untuk pemanfaatan data kependudukan, yang diperpanjang setiap dua tahun.

Ketiga, operator mendukung standardisasi sistem keamanan bersertifikasi ISO 27001 dan standardisasi liveness detection (pendeteksian keaslian wajah) minimal bersertifikasi ISO 30107-3 untuk memastikan bahwa obyek adalah manusia dan hidup.

Kolaborasi dengan Dukcapil menjadi fondasi krusial. Dalam talkshow yang sama, dilakukan penandatanganan PKS antara Ditjen Ekosistem Digital Komdigi dengan Ditjen Dukcapil Kemendagri.

Dirjen Dukcapil Kemendagri, Dr. Teguh Setyabudi, M.Pd, menyatakan kesiapan lembaganya untuk mendukung Komdigi dan ATSI dalam pengawasan.

“Kami terbuka untuk membicarakan solusinya jika ada masalah dalam pengawasan data kependudukan dalam ekosistem digital ini,” ujarnya, seraya menegaskan hal ini berdasar Undang-Undang No 24 Tahun 2013.

Marwan juga menegaskan komitmen keamanan data pelanggan. “Tiga tahun terakhir kebocoran data ini tidak berasal dari operator seluler karena kami selalu upgrade semua sistem hingga data centernya. Operator sudah jalankan AI sejak 2021,” klaimnya.

Dukungan OJK dan Tekanan Tingginya Kasus Penipuan Digital

Dukungan untuk kebijakan registrasi biometrik ini juga datang dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Rudi Agus Purnomo Raharjo dari Kepala Departemen Perlindungan Konsumen OJK menyatakan bahwa penipuan mengaku sebagai pihak lain melalui panggilan telepon (fake call) adalah jenis penipuan dengan kerugian tertinggi di Indonesia.

“Selama setahun ini, jumlah kerugian penipuan fake call paling besar yakni Rp1,54 triliun,” ujarnya. Angka ini lebih besar dibanding penipuan investasi atau jual beli online. Rudi berharap adanya sinergi dan kolaborasi lintas sektor antara OJK, Komdigi, ATSI, dan lainnya untuk mencegah penipuan secara lebih efektif.

Data yang diungkap dalam talkshow memperlihatkan betapa seriusnya ancaman ini. Hingga September 2025, jumlah pelanggan seluler yang tervalidasi mencapai lebih dari 332 juta.

Namun, laporan Indonesia Anti Scam Center (IASC) mencatat 383.626 rekening terlapor sebagai rekening penipuan dengan total kerugian masyarakat mencapai Rp 4,8 triliun.

Data dari mantan Komisioner Ombudsman, Alamsyah Saragih, memperkuat argumen tersebut. Ia menyebut ada 85.908 laporan phishing di Indonesia, tertinggi kedua di ASEAN setelah Thailand.

Sebanyak 66% orang dewasa di Indonesia pernah menerima pesan scam. “Prasyaratan-prasyaratan terkait registrasi SIM Card menggunakan Face Recognition ini harus segera terselesaikan untuk melindungi masyarakat,” tegas Alamsyah.

Dengan jadwal yang telah ditetapkan dan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, implementasi registrasi biometrik wajah untuk kartu SIM kini memasuki fase eksekusi.

Langkah ini menempatkan Indonesia dalam daftar negara yang menerapkan registrasi ketat, menyusul langkah serupa di negara lain seperti Bangladesh yang memperketat registrasi SIM untuk mengurangi penipuan.

Kesuksesannya tidak hanya bergantung pada kesiapan teknologi operator, tetapi juga pada sosialisasi kepada masyarakat dan pengawasan terhadap potensi penyalahgunaan data. (Icha)

TelkomGroup Kerahkan 13.700 Personel Siaga 24/7 Jaga Layanan Digital NATARU 2025/2026

0

Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bersama seluruh operating company mengerahkan 13.700 personel yang siaga 24/7 untuk menjaga keandalan layanan digital selama periode perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (NATARU 2025/2026).

Kesiapan ini ditegaskan melalui peninjauan langsung jajaran direksi dan komisaris di Posko TelkomGroup Siaga NATARU 2025/2026 di wilayah Telkom Regional III, Malang, Senin (15/12).

Direktur Utama Telkom Indonesia Dian Siswarini menyatakan fokus perusahaan adalah memastikan seluruh kebutuhan konektivitas masyarakat terpenuhi secara optimal.

“Momen Natal dan Tahun Baru merupakan periode yang krusial, kebutuhan layanan konektivitas digital cenderung meningkat tajam. Fokus kami adalah memastikan seluruh kebutuhan konektivitas masyarakat dapat terpenuhi secara optimal, sehingga TelkomGroup dapat menghadirkan layanan prima dan mendukung setiap momen kebersamaan tanpa kendala yang signifikan,” ujar Dian saat memantau kesiapan personel secara hybrid yang terhubung ke Command Center Telkom Integrated Operation Center (TIOC).

Persiapan terintegrasi mencakup penguatan infrastruktur jaringan dan kesiapan operasional. TelkomGroup menyiapkan infrastruktur dan IT Tools yang beroperasi secara redundant. Didukung 14 infrastruktur kabel laut domestik serta jalur trafik internasional melalui dua gateway di Batam dan Manado dengan total kapasitas hingga 23,2 Tbps atau naik 12% year-on-year (YoY).

Penguatan jaringan akses juga dilakukan melalui optimalisasi lebih dari 4.000 BTS 5G Telkomsel yang tersebar di 56 kota di Indonesia.

Untuk menjaga kualitas layanan di kawasan dengan mobilitas tinggi, TelkomGroup memperkuat pengamanan infrastruktur di 437 Point of Interest (POI) Mobile.

Lokasi tersebut mencakup tempat wisata, pusat perbelanjaan, jalur mudik, transportasi publik seperti rest area, bandara, pelabuhan, stasiun, kawasan permukiman, serta fasilitas rumah ibadah. Bagi segmen enterprise, perusahaan memastikan konektivitas digital tetap stabil melalui penguatan 1.665 POI untuk mendukung layanan publik.

Content image for article: TelkomGroup Kerahkan 13.700 Personel Siaga 24/7 Jaga Layanan Digital NATARU 2025/2026

Seluruh aktivitas pengawalan infrastruktur dan layanan digital dimonitor secara terpusat melalui 22 Posko Siaga NATARU 2025/2026 yang terdiri dari 9 posko utama dan 13 posko anak perusahaan.

Posko-posko ini beroperasi hingga 6 Januari 2026 dan didukung sistem smart command center untuk memonitor layanan dan infrastruktur secara rutin.

Komisaris Independen Telkom Ira Noviarti mengapresiasi dedikasi seluruh pegawai TelkomGroup yang terlibat. “Terima kasih untuk seluruh pegawai TelkomGroup yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan Posko Siaga NATARU. Saya mengimbau semua pihak di TelkomGroup untuk bisa memberikan service yang terbaik bagi seluruh pelanggan dan masyarakat di Indonesia,” ujar Ira.

Ia menekankan pentingnya memberikan pelayanan terbaik sekaligus memperkuat posisi Telkom di pasar.

Selain aspek teknis, TelkomGroup menghadirkan beragam program dan penawaran khusus bagi pelanggan retail Telkomsel serta pelanggan korporasi, enterprise, dan UMKM melalui Telkom Solution dan Indibiz.

Promo menarik, kemudahan berlangganan layanan, serta dukungan ekosistem aplikasi digital dihadirkan untuk menunjang kebutuhan komunikasi, hiburan, dan produktivitas masyarakat selama libur akhir tahun.

Usai meninjau Posko Siaga di Malang dan apel kesiapan nasional, jajaran BOC dan BOD TelkomGroup melakukan kunjungan ke GraPARI TelkomGroup Kayutangan, Malang untuk berinteraksi langsung dengan pelanggan.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyerahkan cinderamata sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan kepercayaan pelanggan. Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan pengalaman pelanggan secara berkelanjutan.

TelkomGroup juga memaknai momentum NATARU dengan menjalankan kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Inisiatif tersebut meliputi penyaluran bantuan sosial bagi korban bencana alam banjir dan bantuan alat produksi bagi UMKM MakRum, binaan Rumah BUMN Telkom di Malang.

Bantuan Siaga NATARU juga disalurkan dalam skala nasional, sejalan dengan upaya TelkomGroup dalam mempercepat pemulihan jaringan pasca bencana seperti yang terjadi di Sumatera.

Kesiapan operasional ini merupakan implementasi dari pilar strategi transformasi TLKM 30 dalam penguatan keunggulan operasional dan layanan.

Upaya serupa dalam menjaga keamanan layanan juga dilakukan anak perusahaan seperti Finnet yang memperkuat keamanan transaksi digital dengan Fraud Detection System.

Dian Siswarini menutup pernyataannya dengan mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat. “Menjelang penghujung tahun, kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan oleh masyarakat kepada TelkomGroup.

Selamat menikmati momen libur bersama keluarga. Semoga di tahun 2026 mendatang kita dapat terus bersama-sama melangkah maju dan bertransformasi menuju masa depan digital yang inklusif dan berkelanjutan,” tutupnya.

Komitmen menjaga layanan ini mencerminkan respons cepat perusahaan terhadap situasi darurat, sebagaimana terlihat dalam upaya Telkomsel memulihkan 79,7% layanan pasca banjir Sumatera. (Icha)

Telkomsel dan ITB Resmikan AI Innovation Hub Pertama di Indonesia

0

Telko.id – Telkomsel bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) secara resmi meluncurkan AI Innovation Hub pertama di Indonesia pada Senin (16/12/2025).

Pusat inovasi kolaboratif ini bertempat di lantai 4 Labtek STEI ITB dan menjadi wujud nyata komitmen Telkomsel dalam mengakselerasi pengembangan talenta digital serta memperkuat kapasitas inovasi kecerdasan artifisial (AI) nasional.

Peresmian hub ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Nota Kesepahaman yang dilakukan pada Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2025 lalu.

Inisiatif ini sejalan dengan payung komitmen Telkomsel bernama ‘Hitakari’ yang berarti ‘membawa manfaat’ dalam bahasa Sanskerta, serta mendukung misi Asta Cita Pemerintah dan visi Indonesia Emas 2045. “AI Innovation Hub ini kami harapkan menjadi pintu masuk bagi mahasiswa, peneliti, dan startup untuk belajar, menguji, dan mengembangkan solusi AI secara nyata,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Meutya Hafid, dalam pernyataannya.

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menegaskan bahwa pembukaan hub ini mencerminkan tanggung jawab perusahaan untuk berkontribusi pada peningkatan kapabilitas ekosistem digital.

“Melalui kolaborasi erat bersama ITB, Garuda Spark Komdigi, dan berbagai pemangku kepentingan, kami ingin memastikan adopsi dan literasi AI dapat diakses lebih luas,” kata Nugroho.

Kolaborasi dengan institusi pendidikan seperti ITB ini sejalan dengan upaya strategi kolaborasi untuk percepatan inovasi AI yang juga dilakukan oleh entitas Grup Telkom lainnya.

Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., menyambut baik inisiatif strategis ini. “AI Innovation Hub akan berfungsi sebagai katalisator riset dan pengembangan teknologi AI yang aplikatif, menghubungkan para peneliti, pelaku industri, dan masyarakat luas,” jelasnya.

Kehadiran hub di kampus ITB ini memperkuat ekosistem pembelajaran AI, mengikuti jejak inisiatif serupa seperti AI Campus yang dihadirkan Telkom untuk percepatan adopsi AI di perguruan tinggi.

Content image for article: Telkomsel dan ITB Resmikan AI Innovation Hub Pertama di Indonesia

AI Innovation Hub yang dikelola melalui kemitraan dengan ITB ini terbuka untuk umum dengan jam operasional mengikuti kampus. Telkomsel dan ITB menargetkan ratusan peserta online dari masyarakat dan mahasiswa untuk mengikuti pembelajaran dasar AI Academy, dengan 100 peserta di antaranya diproyeksikan melanjutkan ke level menengah dan lanjutan.

Target jangka panjangnya adalah mendorong peserta mengikuti Program Certified AI Basic secara offline hingga 2029 melalui kerja sama dengan Komdigi.

Empat Pilar Kegiatan Utama di AI Innovation Hub

Untuk mewujudkan tujuannya, AI Innovation Hub menghadirkan empat pilar kegiatan utama yang dirancang untuk menjangkau berbagai kalangan, dari pemula hingga profesional.

Pertama, AI Academy menawarkan platform Learning Management System (LMS) yang menyediakan pembelajaran terstruktur untuk semua level, dari Beginner hingga Advanced.

Platform ini dilengkapi konten video interaktif, modul pelatihan, latihan soal, dan ujian yang terintegrasi dengan sistem pra-penilaian. Peserta yang menyelesaikan pelatihan akan mendapatkan sertifikat resmi.

Kedua, AI Hub Event akan menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti webinar, kompetisi hackathon, diskusi panel, dan sesi jejaring. Acara-acara ini menghadirkan praktisi AI dari berbagai sektor dan bertujuan merangsang pertukaran ide antara pelaku bisnis, akademisi, dan komunitas startup.

Content image for article: Telkomsel dan ITB Resmikan AI Innovation Hub Pertama di Indonesia

Ketiga, AI Hub Showcase menjadi ruang untuk menampilkan proyek-proyek AI inovatif dari AI Labs, startup, serta use case dari internal Telkomsel dan mitra. Showcase menggunakan format interaktif seperti demo video dan QR code untuk memudahkan pemahaman pengunjung tentang penerapan nyata AI di industri.

Keempat, AI Labs menyediakan fasilitas coworking space yang didukung tim ahli AI, data scientist, dan product owner. Laboratorium ini dilengkapi akses ke platform AI berbasis GPU serta dataset untuk mendukung riset dan pengembangan solusi sesuai kebutuhan akademik dan industri, berfungsi sebagai ‘playground’ inovasi.

SISCAMLING: Inovasi AI untuk Perlindungan Pelanggan dari Scam

Pada momen yang sama, Telkomsel juga memperkenalkan Sistem Cegah Scam Keliling (SISCAMLING), sebuah layanan proteksi berbasis AI yang dirancang untuk mendeteksi, memblokir, dan memberi peringatan terhadap panggilan serta SMS mencurigakan secara real-time. Layanan ini diberikan tanpa biaya dan tanpa perlu instalasi aplikasi tambahan.

SISCAMLING bekerja dengan model AI yang terus dilatih menggunakan big data telekomunikasi, analisis riwayat panggilan, dan integrasi data global untuk mengidentifikasi pola penipuan dengan akurasi tinggi.

Pencegahan dilakukan di tingkat jaringan, sehingga perlindungan aktif secara otomatis. Pelanggan akan menerima notifikasi kontekstual pada panggilan atau SMS yang terindikasi scam atau spam.

“Dengan SISCAMLING, kami ingin menghadirkan rasa aman yang nyata agar pelanggan tetap produktif dan fokus pada aktivitas digitalnya,” tutur Nugroho. Layanan ini dirancang dengan prinsip privacy-by-design dan mematuhi standar perlindungan data.

Pengaturan preferensi dan ringkasan aktivitas perlindungan dapat dikelola melalui mini-app SISCAMLING di aplikasi MyTelkomsel.

SISCAMLING telah diaktifkan secara bertahap mulai 15 Desember 2025 untuk pelanggan SIMPATI dan Telkomsel Halo, dengan target menjangkau seluruh pelanggan pada awal 2026. Informasi lebih lanjut dapat diakses di tsel.id/siscamling.

Inisiatif AI Innovation Hub dan SISCAMLING menegaskan posisi Telkomsel sebagai bagian dari TelkomGroup yang terus memperkuat perannya sebagai Digital National Champion.

Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk keunggulan kompetitif di industri, tetapi juga relevan dengan agenda strategis negara dalam membangun talenta digital unggul dan ekosistem inovasi yang berdampak luas, sejalan dengan semangat inovasi yang ditunjukkan pelaku industri teknologi lainnya dalam menghadirkan solusi mutakhir. (Icha)

Xiaomi 17 Ultra Versi Global Dikonfirmasi FCC, Rilis Segera

0

Telko.id – Xiaomi 17 Ultra akan segera meluncur di pasar global. Hal ini dikonfirmasi oleh sertifikasi dari Federal Communications Commission (FCC) Amerika Serikat yang baru saja terungkap.

Perangkat dengan model 2512BPNDAG telah mendapatkan lampu hijau dari regulator tersebut, menandai langkah penting menuju peluncuran internasional.

Meskipun Xiaomi sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi, sertifikasi FCC menjadi bukti kuat bahwa varian global dari flagship kamera terbarunya sedang dalam persiapan akhir.

Database IMEI mengungkapkan bahwa nomor model 2512BPNDAG tersebut memang merujuk pada Xiaomi 17 Ultra. Huruf “G” di akhir kode model secara tradisional digunakan Xiaomi untuk menandai perangkat yang ditujukan untuk pasar global (Global).

Sertifikasi FCC untuk Xiaomi 17 Ultra versi global

Berdasarkan dokumen sertifikasi, Xiaomi 17 Ultra global akan datang dengan dukungan konektivitas lengkap. Perangkat ini memiliki fitur 5G, Wi-Fi 7, Bluetooth Low Energy (LE), dan pengisian daya nirkabel.

Untuk sistem operasi, smartphone ini akan langsung menjalankan Android 16 dengan lapisan kustomisasi HyperOS 3 di atasnya, sebuah kombinasi yang diharapkan untuk seri flagship tahun 2025/2026.

Tenaga penggerak utama perangkat ini, seperti yang telah banyak dibocorkan sebelumnya, diperkirakan akan menggunakan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 dari Qualcomm. Chipset generasi terbaru ini dijanjikan membawa lonjakan performa dan efisiensi yang signifikan.

Fokus Utama pada Sistem Kamera

Sebagai penerus lini Ultra, fokus utama Xiaomi 17 Ultra tentu saja berada pada kemampuan fotografi. Smartphone ini dikabarkan akan tetap mempertahankan sensor utama berukuran 1-inch type, sebuah standar high-end yang telah diterapkan pada generasi sebelumnya.

Pendekatan ini sejalan dengan strategi kamera terbaru Xiaomi yang lebih menitikberatkan pada kualitas sensor dan pengolahan berbasis kecerdasan buatan (AI).

Peluncuran global ini menjadi bagian dari ekspansi produk flagship Xiaomi yang semakin agresif. Setelah sebelumnya ramai dibicarakan mengenai waktu rilis Xiaomi 17 standar di pasar internasional, kehadiran versi Ultra melengkapi penawaran premium perusahaan di kancah global.

Keberhasilan mendapatkan sertifikasi FCC, yang merupakan salah satu persyaratan kunci untuk dijual di banyak negara termasuk Amerika Serikat, menunjukkan kesiapan Xiaomi dalam hal compliance dan distribusi.

Menanti Jadwal dan Detail Harga

Saat ini, Xiaomi telah menjadwalkan peluncuran Xiaomi 17 Ultra di China pada 26 Desember 2025. Dengan adanya sertifikasi global yang sudah keluar, jarak antara peluncuran domestik dan internasional diperkirakan tidak akan terlalu lama. Pola ini konsisten dengan strategi peluncuran flagship Xiaomi dalam beberapa tahun terakhir.

Kehadiran Xiaomi 17 Ultra di pasar global akan langsung bersaing dengan smartphone premium lain di kelasnya. Performa chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan sistem kamera mutakhirnya akan menjadi nilai jual utama.

Bagi konsumen yang mengutamakan fotografi mobile kelas profesional, varian Ultra sering kali menjadi pertimbangan utama dibandingkan model standar, sebagaimana perbandingan dalam lini lain seperti POCO F8 Ultra vs F8 Pro.

Dukungan purna jual juga menjadi faktor penting untuk produk flagship. Keberadaan perangkat global biasanya diikuti dengan perluasan layanan purna jual Xiaomi di berbagai negara, termasuk kemungkinan perluasan garansi resmi dan ketersediaan suku cadang.

Sertifikasi FCC yang telah diperoleh membuka jalan bagi distribusi yang lebih terstruktur dan dukungan yang memadai bagi konsumen di luar China.

Langkah ini mempertegas ambisi Xiaomi untuk konsisten berada di jajaran puncak pasar smartphone global. Dengan mengandalkan kombinasi hardware mutakhir, inovasi kamera, dan sistem operasi terbaru, Xiaomi 17 Ultra siap menjadi salah satu kontestan berat di segmen flagship awal tahun 2026.

Seluruh detail spesifikasi resmi, harga, dan negara tujuan peluncuran pertama masih menunggu pengumuman langsung dari Xiaomi. (Icha)

Oppo Find X9 Ultra Bakal Hadirkan Baterai Lebih dari 7.000 mAh

0

Telko.id – Oppo dikabarkan tengah mempersiapkan peningkatan signifikan untuk seri flagship-nya. Eksekutif perusahaan, Zhou Yibao, mengonfirmasi bahwa Oppo Find X9 Ultra akan dibekali kapasitas baterai yang lebih besar dari 7.000 mAh. Pengungkapan ini disampaikan melalui tanggapan terhadap komentar pengguna di platform Weibo.

Zhou Yibao secara eksplisit menyebutkan bahwa baterai pada Find X9 Ultra akan melampaui angka 7.000 mAh. Pernyataan langsung dari eksekutif Oppo ini memberikan gambaran awal yang konkret tentang salah satu peningkatan utama yang akan dibawa oleh ponsel flagship terbaru tersebut.

Meski tanggal peluncuran resmi belum diumumkan, bocoran ini telah memicu antusiasme di kalangan penggemar.

Jika dibandingkan dengan pendahulunya, Oppo Find X8 Ultra, yang memiliki baterai 6.100 mAh, peningkatan ke angka di atas 7.000 mAh merupakan lompatan yang cukup besar.

Bahkan, spekulasi berkembang bahwa Find X9 Ultra bisa saja mengadopsi kapasitas 7.500 mAh, mengingat varian OPPO Find X9 Pro yang telah diluncurkan juga sudah menggunakan baterai berkapasitas tersebut.

Peningkatan daya tahan baterai menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan generasi baru ini.

Oppo Find X8 Ultra

Selain baterai, Oppo Find X9 Ultra juga diprediksi akan membawa sejumlah peningkatan di sektor performa dan fotografi. Ponsel ini diharapkan debut pada April 2026 dengan ditenagai oleh chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5. Konfigurasi kameranya disebutkan akan berupa setup quad-camera di belakang, yang dipimpin oleh sensor utama beresolusi 200 MP.

Sensor beresolusi tinggi ini sebelumnya juga telah menjadi bahan perbincangan terkait kemungkinan kolaborasi Oppo dengan Sony.

Selain sensor utama, sistem kamera Find X9 Ultra dilengkapi dengan lensa telefoto periskop dengan zoom optikal 3x, lensa ultrawide, serta telefoto periskop sekunder dengan jangkauan zoom optikal yang lebih panjang.

Konfigurasi ini menegaskan posisinya sebagai perangkat yang berfokus pada kemampuan fotografi profesional. Inovasi dalam hal kualitas dan ketahanan perangkat juga menjadi perhatian Oppo, seperti yang terlihat dari komitmen mereka melalui standar baru seperti Apex Guard.

Strategi peluncuran Oppo yang menyebarkan produk sepanjang tahun bertujuan untuk menjaga momentum dan perhatian pasar. Dengan rencana peluncuran Find X9 Ultra pada kuartal kedua 2026, Oppo berusaha menghindari periode “mati” dimana brand bisa terlupakan dalam siklus produk.

Pendekatan ini juga memungkinkan setiap produk, termasuk varian Pro yang sudah lebih dulu dirilis, mendapatkan sorotan maksimal.

Informasi mengenai Oppo Find X9 Ultra ini masih bersifat rumor dan menunggu konfirmasi resmi dari Oppo.

Namun, pengungkapan dari eksekutif perusahaan mengenai kapasitas baterai memberikan indikasi kuat tentang arah pengembangan flagship mereka yang mendengarkan kebutuhan pengguna akan daya tahan yang lebih lama. (Icha)

Harga RAM Naik, Pasar Smartphone Global Diprediksi Turun 2,1% pada 2026

0

Telko.id – Lonjakan harga memori atau RAM yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir diprediksi akan memberikan dampak signifikan terhadap industri smartphone global pada tahun depan.

Lembaga analis Counterpoint merevisi proyeksi pengiriman smartphone global untuk 2026 dari yang sebelumnya stagnan menjadi kontraksi sebesar 2,1%.

Kenaikan harga komponen yang disebut “menghukum” ini diperkirakan masih akan berlanjut, bahkan berpotensi naik hingga 40% lagi hingga kuartal kedua 2026.

Senior Analyst Counterpoint, Yang Wang, menyatakan bahwa situasi ini akan sangat menantang bagi sebagian besar pemain.

Grafik perbandingan pangsa pasar smartphone global dan pertumbuhan tahunan (YoY) dari OEM kunci pada tahun 2026 berdasarkan proyeksi Counterpoint, menunjukkan revisi ke bawah.
Proyeksi pangsa pasar dan pertumbuhan smartphone global oleh OEM kunci untuk 2026 (Sumber: Counterpoint Research).

“Apple dan Samsung berada dalam posisi terbaik untuk menghadapi beberapa kuartal ke depan. Namun, akan sulit bagi yang lain yang tidak memiliki banyak ruang gerak untuk mengelola pangsa pasar versus margin keuntungan. Kita akan melihat ini terutama terjadi pada OEM China seiring berjalannya tahun,” kata Wang, seperti dikutip Telko.id dari laporan tersebut.

Revisi proyeksi ini menunjukkan pergeseran yang cukup tajam dari ekspektasi sebelumnya.

Dampak kenaikan harga sudah terasa pada Biaya Material (Bill of Materials/BoM) smartphone. Saat ini, BoM untuk ponsel kelas rendah dilaporkan 25% lebih tinggi dibandingkan awal tahun.

Sementara itu, ponsel kelas menengah dan tinggi mengalami kenaikan masing-masing sebesar 15% dan 10%. Jika prediksi untuk kuartal kedua 2026 terbukti, BoM diperkirakan dapat meningkat lagi sebesar 8% hingga 15%.

Smartphone Shipment YoY Growth Forecasts and Revisions, 2026

Counterpoint memperkirakan perusahaan smartphone akan mengalami penurunan pengiriman secara keseluruhan. Oppo dan vivo yang awalnya diproyeksikan akan meningkatkan pengiriman tahun depan, kini diprediksi justru mengalami penurunan.

Xiaomi dan terutama Honor diprediksi akan mengalami penurunan lebih dalam dari yang diperkirakan sebelumnya. Meski Apple dan Samsung juga akan merasakan dampaknya, kondisi mereka diperkirakan tidak akan separah produsen lain.

Produsen smartphone telah mulai beradaptasi dengan biaya yang meningkat dengan merestrukturisasi lini produk dan memotong spesifikasi.

Senior Analyst Counterpoint lainnya, Shenghao Bai, mengungkapkan, “Pada beberapa model, kami melihat penurunan kualitas komponen seperti modul kamera dan solusi periskop, layar, komponen audio, dan tentu saja, konfigurasi memori.”

Strategi ini merupakan upaya untuk menjaga harga jual tetap kompetitif di tengah tekanan biaya produksi yang melonjak.

Analis juga memperingatkan bahwa Harga Jual Rata-rata (Average Selling Price/ASP) smartphone pada 2026 akan lebih tinggi dari perkiraan semula. Prediksi awal kenaikan ASP adalah 3,9%, namun prediksi baru menunjuk angka 6,9%.

Hal ini mengindikasikan bahwa produsen kemungkinan akan mencoba mengarahkan konsumen ke model-model yang lebih premium. Pada model premium, dampak kenaikan harga RAM relatif lebih kecil karena komponen memori hanya menyumbang porsi yang lebih kecil dari total Biaya Material.

Lonjakan harga memori ini menjadi tantangan tersendiri bagi inovasi spesifikasi di kelas menengah. Beberapa fitur yang biasanya menjadi andalan, seperti kamera periskop atau konfigurasi RAM besar, mungkin akan dikurangi atau dihilangkan untuk menekan biaya.

Situasi ini berpotensi mempengaruhi daya saing produk, seperti yang mungkin terjadi pada lini Galaxy Z Series yang selama ini mengandalkan spesifikasi tinggi untuk segmen kreator.

Di sisi lain, tekanan pada margin keuntungan bisa mendorong perusahaan untuk lebih agresif dalam efisiensi operasional dan strategi pemasaran.

Kesuksesan dalam meraih konsumen di tengah harga yang meningkat memerlukan pendekatan yang jitu.

Lingkungan bisnis yang semakin ketat ini juga menuntut ketahanan ekosistem digital. Kestabilan platform pendukung menjadi krusial, terlebih di tengah tren keamanan siber yang semakin ketat, sebagaimana terlihat dalam upaya pemblokiran agresif terhadap platform yang dimanfaatkan sindikat siber. Kepercayaan konsumen terhadap ekosistem produk akan semakin diuji ketika harga naik.

Revisi proyeksi pasar smartphone global ini menjadi sinyal bagi seluruh pemain industri, dari produsen, supplier, hingga retailer, untuk mempersiapkan strategi dalam menghadapi kuartal-kuartal yang menantang di tahun 2026.

Kemampuan beradaptasi dengan fluktuasi harga komponen dan menjaga nilai proposisi di mata konsumen akan menjadi penentu utama. (Icha)

POCO F8 Ultra vs F8 Pro: Mana yang Lebih Layak Dibeli?

0

Telko.id – Xiaomi secara resmi telah meluncurkan dua varian unggulan terbaru dari lini POCO, yaitu F8 Pro dan F8 Ultra.

Keduanya hadir dengan segmentasi harga dan spesifikasi yang jelas, memunculkan pertanyaan utama: apakah selisih harga sekitar €180-200 untuk F8 Ultra benar-benar sepadan dengan peningkatan yang ditawarkan?

Perbedaan paling mendasar terletak pada desain dan material. POCO F8 Pro menggunakan kombinasi bodi belakang kaca dan rangka aluminium, dengan lapisan pelindung Gorilla Glass 7i di bagian depan.

Sementara itu, F8 Ultra hadir dengan Poco Shield Glass di depan, rangka aluminium, serta pilihan bodi belakang dari fiber-reinforced plastic atau silicone polymer pada varian Denim Blue.

Dari segi dimensi, F8 Pro lebih ringan dan kompak karena memiliki layar yang lebih kecil, sebuah pertimbangan bagi pengguna yang menyukai ponsel dengan ukuran lebih pas di genggaman.

Kedua ponsel ini memiliki kualitas layar yang hampir identik, dengan kemampuan kecerahan yang mengesankan dan sertifikasi HDR10+ serta Dolby Vision.

Namun, F8 Ultra unggul dengan kapasitas baterai yang sedikit lebih besar, yang memberikan performa ketahanan baterai lebih lama dalam tes penelusuran web dan pemutaran video, meski perbedaannya secara keseluruhan tidak terlalu signifikan.

Keduanya mendukung pengisian cepat 100W HyperCharge milik Xiaomi, dengan F8 Ultra yang butuh waktu sedikit lebih lama untuk terisi penuh. Keunggulan lain F8 Ultra adalah dukungan pengisian nirkabel cepat 50W.

Performa dan Audio: Loncatan Generasi Chipset dan Speaker Premium

Di bagian audio, meski sama-sama mengusung speaker stereo hasil tuning Bose, terdapat perbedaan mencolok. F8 Ultra dilengkapi dengan “subwoofer” internal yang biasanya ditemukan di tablet, menghasilkan suara yang lebih penuh, hangat, dan bass yang lebih terasa.

Kualitas suaranya disebut-sebut termasuk yang terbaik dari ponsel belakangan ini. Di sisi lain, F8 Pro lebih keras dan cocok untuk podcast atau video dengan suara yang lebih datar serta fokus pada vokal dan mid.

Pembedaan performa dilakukan melalui chipset yang berbeda. F8 Pro ditenagai Snapdragon 8 Elite (flagship tahun lalu), sedangkan F8 Ultra mendapatkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 terbaru.

Dalam benchmark, chipset di F8 Ultra menunjukkan peningkatan 26% pada CPU, 13% pada GPU, dan kurang dari 10% pada skor gabungan AnTuTu 10.

Meski keduanya mampu menangani aplikasi dan game berat, performa lebih tinggi pada F8 Ultra dapat dianggap sebagai investasi untuk masa pakai yang lebih panjang. Kedua perangkat menjalankan HyperOS 3 berbasis Android 16 dengan janji 4 pembaruan OS utama dan 6 tahun patch keamanan.

Kamera: Keunggulan Clear F8 Ultra dengan Beberapa Pengecualian

Sistem kamera menjadi area di mana F8 Ultra menunjukkan keunggulan yang lebih jelas. Ia memiliki sensor utama yang lebih besar, kamera telefoto dengan zoom optik 5x (vs 2.5x di F8 Pro), serta kamera ultrawide dengan resolusi dan sensor yang lebih baik. Kamera depan F8 Ultra juga beresolusi 32MP, lebih tinggi dari 20MP pada F8 Pro.

Dalam kondisi cahaya cukup, foto dari kamera utama keduanya terlihat mirip, namun hasil F8 Ultra lebih tajam, detail, dan memiliki definisi lebih baik, terutama di area gelap atau dalam ruangan.

Kamera ultrawide F8 Ultra juga menghasilkan gambar dengan detail lebih alami, sementara hasil F8 Pro cenderung oversharpened.

Untuk zoom, hasil crop 2x dari kamera utama F8 Ultra bahkan mengungguli foto dari kamera zoom 2.5x khusus di F8 Pro. Pada zoom 5x, kamera khusus F8 Ultra tentu lebih unggul, meski F8 Pro bisa mendekati kualitasnya dalam cahaya baik.

Dalam kondisi malam hari, keunggulan F8 Ultra kembali terlihat pada kamera utama dan zoom, dengan detail lebih banyak dan kontras lebih baik.

Namun, menariknya, kamera ultrawide 8MP F8 Pro justru lebih tajam dan akurat dalam reproduksi warna di beberapa situasi malam hari. Untuk video, tidak ada pemenang mutlak.

Video ultrawide 1080p F8 Pro sedikit lebih tajam, sementara video 4K dari kamera utama keduanya identik. Video malam dari kamera utama F8 Ultra memiliki dynamic range lebih baik.

Perbandingan video zoom 2x vs 2.5x cukup berimbang, dengan F8 Pro unggul di malam hari untuk ketajaman dan noise.

Peluncuran POCO F8 series ini semakin memperkuat posisi brand di segmen performa tinggi. Keputusan antara F8 Pro dan F8 Ultra pada akhirnya kembali pada prioritas pengguna.

F8 Ultra jelas merupakan ponsel yang lebih mampu dengan performa, audio, dan kamera yang lebih baik. Namun, selisih harga yang cukup signifikan menjadikan F8 Pro pilihan yang sangat masuk akal bagi yang memiliki budget terbatas atau lebih menyukai ponsel dengan ukuran lebih kompak, meski bukan termasuk ponsel kecil. Seperti yang terjadi di pasar global, di mana persaingan dengan iPhone 16 begitu ketat, diferensiasi produk seperti ini menjadi kunci.

Tren ponsel dengan kemampuan AI khusus juga semakin berkembang, seperti yang terlihat pada rencana kolaborasi ByteDance dan ZTE. (Icha)