spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...
Beranda blog Halaman 31

Nvidia & MediaTek Kembangkan Chip N1, Setara RTX 5070!

Telko.id – NVIDIA bekerja sama dengan MediaTek untuk mengembangkan chip baru bernama N1, sebuah system-on-chip (SoC) yang dirancang khusus untuk laptop generasi berikutnya.

Chip N1 ini digadang akan memiliki performa grafis setara dengan RTX 5070. Chip ini menjadi langkah Nvidia untuk masuk ke pasar prosesor laptop yang selama ini didominasi oleh Intel, AMD, dan Apple.

Bocoran wujud asli perangkat keras ini muncul melalui daftar penjualan di platform barang bekas asal China, Goofish, yang menampilkan unit motherboard purwarupa. Dilansir dari Detik iNET, papan sirkuit tersebut sempat ditawarkan seharga 1.400 dolar AS atau sekitar Rp 22,4 juta sebelum akhirnya dihapus oleh penjual.

Secara teknologi, chip N1 menggabungkan CPU berbasis ARM, GPU, dan NPU (AI processor) dalam satu paket terpadu. Pendekatan ini memungkinkan perangkat memiliki performa tinggi sekaligus efisiensi daya yang lebih baik, mirip dengan strategi yang digunakan Apple pada chip seri M.

Baca Juga:

Data spesifikasi menunjukkan chip N1 dikelilingi oelh delapan modul memori SK Hynix LPDDR5X dengan total kapasitas mencapai 128GB.

Komponen utama in imemerlukan pasokan daya tinggi yang didukung oleh pengaturan daya masih serta ruang khusus untuk sistem pendingin kipas pada perangkat laptop atau tablet.

Berdasarkan keterangan CEO Jensen Huang, chip N1 berbagi pondasi silicon yang sama dengan perangkat GB10 Superchip. Prosesor tersebut mengandalkan 20 inti CPU berbasis Arm rancangan MediaTek yang terbagi dalam dua kluster khusus untuk mengoptimalkan pemrosesan.

Chip ini juga dirancang untuk mendukung kebutuhan komputasi modern, termasuk AI, gaming, dan pembuatan konten. Dengan integrasi GPU berbasis arsitektur terbaru Nvidia, performanya diklaim mampu menyaingi kelas GPU diskrit tertentu, namun dengan konsumsi daya yang lebih rendah sehingga cocok untuk laptop tipis dan ringan.

Pada sektor visual, chip ini mengintegrasikan GPU berarsitektur Blackwell yang memiliki 6.144 inti CUDA di dalamnya. Kekuatan grafis bawaan yang sangat tinggi ini diklaim mampu menyaingi performa kartu grafis kelas atas untuk menangani beban kerja berat dan kebutuhan gaming.

Papan sirkuit purwarupa tersebut juga dilengkapi berbagai konektivitas modern seperti port HDMI, USB Type-A, USB-C, serta dua slot M.2. Selain itu, terdapat antena terintegrasi untuk mendukung jaringan nirkabel pada perangkat yang menggunakan modul sampel engineer Nvidia N1 AI Book ini.

Beberapa produsen seperti Dell dan Lenovo disebut sudah mulai menguji perangkat berbasis chip ini, dengan target peluncuran di sekitar tahun 2026, kemungkinan bertepatan dengan ajang teknologi seperti Computex.

Langkah ini menunjukkan arah baru industri laptop, di mana arsitektur ARM mulai semakin kompetitif dibandingkan x86. Jika berhasil, chip N1 berpotensi mengubah pasar dengan menghadirkan laptop yang lebih ringan, baterai lebih awet, namun tetap mampu menjalankan tugas berat seperti AI dan gaming.

Telkom dan Katadata Kolaborasi Kuatkan Ekosistem AI di Kampus

0

Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berkolaborasi dengan Katadata Indonesia dalam program Data Unboxed @Campus untuk memperkuat ekosistem kecerdasan buatan (AI) nasional.

Kegiatan bertajuk “Strengthening Indonesia’s AI Ecosystem: From Campus Innovation to National Impact” ini digelar di Auditorium Universitas Udayana, Bali, Jumat (10/4).

Forum ini dirancang untuk membuka wawasan mahasiswa mengenai pemanfaatan AI dalam penguatan talenta dan pengembangan inovasi melalui sinergi kampus dan industri.

Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Telkom dalam mengakselerasi transformasi digital Indonesia dengan pendekatan end-to-end. VP Corporate Communication Telkom Andri Herawan Sasoko menekankan bahwa AI kini telah menjadi fondasi strategis.

“AI bukan lagi sekadar teknologi masa depan, melainkan enabler utama yang menentukan daya saing bangsa. Telkom memandang penguatan ekosistem AI harus dilakukan secara kolaboratif, dengan kampus sebagai pusat inovasi dan talenta, serta industri sebagai akselerator implementasi,” pungkas Andri dalam sambutannya.

Rektor Universitas Udayana, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D., dalam sambutan pembuka menyoroti pentingnya pemanfaatan AI yang inklusif di semua bidang.

Ia menekankan bahwa upaya ini harus berakar pada kearifan lokal untuk memperkuat identitas bangsa dan memerlukan kolaborasi terintegrasi antara industri, pemerintah, dan akademisi.

Pada sesi panel discussion, diskusi menghadirkan Andri Herawan Sasoko, EGM Digital Product Telkom Komang Budi Aryasa, serta Dosen dan Praktisi AI I Putu Agus Eka Darma Udayana.

Diskusi mengupas implementasi nyata AI di industri, kesiapan talenta digital, dan integrasi antara riset kampus dengan kebutuhan pasar.

Content image for article: Telkom dan Katadata Kolaborasi Kuatkan Ekosistem AI di Kampus

Komang Budi Aryasa menjelaskan implementasi konkret AI oleh Telkom yang didukung oleh Telkom AI Center of Excellence (AI CoE).

“Telkom telah mengembangkan berbagai use case AI yang terintegrasi dengan platform data dan digital services, mulai dari analitik bisnis hingga pengambilan keputusan berbasis data,” jelas Komang.

Ia menambahkan bahwa melalui AI CoE, kapabilitas dibangun secara end-to-end agar AI memberikan nilai nyata.

AI CoE Telkom ditopang lima pilar dengan pendekatan kolaborasi pentahelix. Pilar pertama adalah AI Campus yang berfokus pada riset dan pengembangan kompetensi AI di lingkungan akademik sebagai “hulunisasi”.

Empat pilar lainnya berfungsi sebagai “hilirisasi”, yaitu AI Playground untuk pengembangan prototipe, AI Connect untuk jejaring kolaborasi, AI Hub sebagai pusat berbagi solusi, dan AI Native untuk penerapan AI dalam internal TelkomGroup.

Keterlibatan aktif mahasiswa menjadi fokus utama acara. Selain mengikuti sesi diskusi, mahasiswa juga berpartisipasi dalam tanya jawab interaktif dan eksplorasi studi kasus implementasi AI di industri. Mereka juga mendapatkan akses ke platform data Databoks dari Katadata untuk memperkuat literasi data dan kemampuan analitis.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Telkom bersama Katadata menyalurkan bantuan satu unit desktop di perpustakaan Universitas Udayana dengan akses penuh Databoks Premium selama satu tahun.

Bantuan juga mencakup akses langganan bagi 100 mahasiswa selama satu bulan. Inisiatif ini diharapkan mendukung kegiatan riset dan pengembangan kapabilitas AI di kalangan civitas akademika.

Program ini merupakan wujud nyata dari strategi Telkom dalam membangun ekosistem digital yang berkelanjutan. Kolaborasi dengan dunia pendidikan sejalan dengan upaya perusahaan dalam menyiapkan talenta digital yang adaptif dan berdaya saing untuk kebutuhan industri masa depan.

Inisiatif serupa juga tercermin dalam program AdXelerate Executive Connect yang menjalin kemitraan strategis di sektor media.

Ke depan, Telkom berkomitmen terus memperkuat perannya dalam pengembangan ekosistem AI nasional. Langkah ini tidak terlepas dari penguatan infrastruktur digital sebagai fondasi utama.

Komitmen terhadap keandalan infrastruktur juga ditunjukkan melalui kesiapan operasional, seperti yang dilakukan anak usahanya dalam menjaga konektivitas selama momen penting dan mengerahkan teknisi untuk menjaga jaringan.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Telkom dan Katadata mendorong terciptanya ekosistem pembelajaran yang lebih aplikatif. Mahasiswa tidak hanya memahami konsep AI secara teoritis, tetapi juga mendapatkan gambaran nyata mengenai implementasi dan peluang karier di era digital.

Program Data Unboxed @Campus diharapkan dapat mereplikasi sinergi serupa di perguruan tinggi lain, mempercepat hilirisasi inovasi dari kampus untuk dampak nasional yang lebih luas. (Icha)

Galaxy S26 Series Resmi Rilis, Sorotan Media dan Kreator SEAO

Telko.id – Samsung secara resmi meluncurkan Galaxy S26 Series dalam acara Galaxy Unpacked 2026 di San Francisco. Peluncuran ini menandai era baru ponsel berbasis AI yang lebih cerdas dan intuitif.

Antusiasme tidak hanya terasa di lokasi acara, tetapi juga tertangkap melalui perspektif para kreator dan media dari Asia Tenggara dan Oseania (SEAO) yang hadir langsung.

Carl Nordenberg, VP & Regional Head of Mobile eXperience Business Samsung, menyoroti peningkatan signifikan pada Galaxy AI.

“Galaxy S26 Series bukan sekedar perangkat untuk berkomunikasi, tetapi kini semakin menjadi pendamping kamera andalan bagi para kreator,” ujarnya dalam ulasan bersama Adam Lobo.

Ulasan lengkap mengenai peningkatan AI dan fitur-fitur baru perangkat ini dapat disimak untuk memahami bagaimana teknologi membantu pengguna beraktivitas lebih efisien.

Bagi yang tidak hadir langsung, kreator seperti @volix.media berhasil menghadirkan energi acara Unpacked ke layar penonton.

Konten mereka menangkap momen pengenalan Galaxy S26 Series, sesi hands-on, hingga reaksi pertama dan momen ‘wow’ saat kemampuan Galaxy AI dirasakan langsung. Semangat Unpacked berhasil diterjemahkan dari San Francisco hingga ke khalayak di kawasan SEAO.

Dari sisi fotografi, Galaxy S26 Series menawarkan pendampingan kamera kelas dunia. Kreator @droidlime mendemonstrasikan fitur Super Steady terbaru dengan horizontal lock yang menjaga video tetap stabil sempurna meski terjadi goyangan.

Sistem kamera ini, seperti ditampilkan @fuzzchannel, membuka banyak kemungkinan kreatif mulai dari tangkapan wide-angle yang luas hingga detail close-up yang tajam.

Kombinasi sistem kamera mutakhir dengan Galaxy AI memberikan kontrol lebih pada setiap frame. Hal ini memungkinkan para kreator merekam, mengedit, dan membagikan konten dengan kualitas setara studio langsung dari ponsel. Inovasi ini semakin mengukuhkan posisi seri ini sebagai flagship terbaru Samsung.

Kreativitas juga diwujudkan melalui fitur Photo Assist berbasis AI yang telah ditingkatkan. @geek_culture menampilkan bagaimana fitur canggih pada Galaxy S26 Series ini membantu menyempurnakan gambar dan mengekspresikan ide dengan lebih mudah. Fitur ini sejalan dengan tools kreatif lain seperti Creative Studio yang membuat konten makin personal.

Privasi menjadi prioritas utama dalam Galaxy S26 Series. Fitur Privacy Display mendapat pujian karena mampu melindungi informasi sensitif pengguna.

“Baik itu pesan pribadi, email pekerjaan, maupun informasi perbankan, fitur Privacy Display menjadi terobosan yang membantu menjaga privasi Anda, bahkan saat beraktivitas di mana saja,” jelas pernyataan resmi Samsung.

Tim Schannel dari Vietnam memaparkan dan mendemonstrasikan cara kerja fitur terbaru ini. Sementara itu, @chill_with_dan membagikan kesan pertama tentang kemampuan menyesuaikan tingkat privasi sesuai kebutuhan.

Berkat lapisan piksel cerdas, layar ini mengontrol apa yang bisa dilihat orang di sekitar, memberikan rasa percaya diri baru saat mengakses informasi sensitif.

Peluncuran Galaxy S26 Series ini memperlihatkan komitmen Samsung dalam menghadirkan perangkat yang tidak hanya powerful tetapi juga aman dan mendukung produktivitas.

Seri ini dirancang untuk menjadi partner andalan, termasuk untuk momen-momen spesial seperti yang dihadirkan pada konten malam hari.

Galaxy Unpacked 2026 telah menampilkan momen-momen menonjol dari inovasi terbaru Samsung. Bagi yang ingin menyaksikan kembali keseluruhan acara, tayangan ulang Unpacked tersedia untuk diakses.

Galaxy S26 Series resmi hadir sebagai jawaban atas kebutuhan akan perangkat mobile yang cerdas, kreatif, dan menjaga privasi penggunanya. (Icha)

Telkom dan PGN Bangun Green Data Center dengan Energi Biomethane

0

Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) resmi menjalin kerja sama strategis untuk mengintegrasikan infrastruktur digital dengan pasokan energi rendah karbon.

Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang bertujuan mendukung operasional green data center berkelanjutan.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Telkom Dian Siswarini dan Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto di Jakarta pada Jumat (10/4). Kehadiran sejumlah direksi dari kedua BUMN menguatkan komitmen sinergi lintas sektor untuk akselerasi transformasi digital dan transisi energi nasional.

Dalam kerja sama ini, Telkom berperan sebagai pengembang ekosistem digital dan data center yang membutuhkan pasokan energi rendah emisi.

Sementara itu, PGN bertugas menyediakan pasokan energi tersebut, khususnya biomethane yang berasal dari limbah minyak kelapa sawit di wilayah Sumatra.

Ruang lingkup kolaborasi mencakup studi bersama hingga penjajakan implementasi energi hijau pada ekosistem data center TelkomGroup, baik di dalam maupun luar negeri.

Senior Director of Business Performance and Assets Optimization Danantara Indonesia Bhimo Aryanto menyatakan kolaborasi ini merupakan momentum penting.

“Sinergi yang dibangun tidak hanya akan menciptakan efisiensi, tetapi juga membuka peluang penciptaan nilai baru yang berkelanjutan, serta memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem digital regional,” ujar Bhimo.

Content image for article: Telkom dan PGN Kolaborasi Bangun Green Data Center dengan Energi Biomethane

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menegaskan langkah strategis ini untuk mendukung pembangunan infrastruktur digital nasional.

“Kolaborasi ini mendukung kesiapan energi yang bersih dan efisien untuk pengembangan data center yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kedaulatan digital Indonesia dan mendorong Indonesia sebagai regional digital hub,” ungkap Dian. Ambisi ini sejalan dengan upaya TelkomGroup menjadi digital infrastructure powerhouse.

Lima wilayah strategis pengembangan data center TelkomGroup telah teridentifikasi berpotensi didukung pasokan energi PGN. Lokasi tersebut adalah Cikarang, Batam, Serpong, Sentul, dan Surabaya.

Wilayah-wilayah ini telah terintegrasi dengan jaringan pipa gas eksisting PGN, memungkinkan optimalisasi infrastruktur sekaligus membuka peluang pengembangan jaringan baru.

Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto menyoroti peran strategis biomethane sebagai motor penggerak transformasi bisnis.

“PGN telah melangkah lebih jauh dari sekadar penyedia gas bumi konvensional, tetapi juga sebagai penyedia energi bersih yang menjadi fondasi bagi infrastruktur masa depan. Inisiatif biomethane untuk data center ini membuka peluang nilai tambah baru sekaligus mendukung transisi energi nasional,” jelas Arief.

Kolaborasi domestik dengan PGN ini berjalan seiring dengan perluasan kemitraan global TelkomGroup dalam pengembangan ekosistem green digital infrastructure. Salah satu mitra utama adalah Sembcorp Development Ltd.

Kemitraan melalui entitas data center NeutraDC tersebut telah terjalin sejak 2025 dan fokus pada eksplorasi integrasi antara infrastruktur digital, platform, serta layanan energi berkelanjutan.

Kerja sama global ini mencakup pengembangan solusi terintegrasi berbasis energi rendah karbon untuk mendukung operasional dan kebutuhan pelanggan enterprise.

Pendekatan end-to-end ini bertujuan memperkuat strategi dari ketersediaan energi hijau di sisi hulu hingga pengembangan solusi terintegrasi di sisi hilir.

Sinergi antara kolaborasi domestik dan global diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang lebih komprehensif. Hal ini khususnya untuk mendukung pengembangan AI-ready green data center dan memperkuat positioning TelkomGroup sebagai pemain kunci di ekosistem digital regional. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya menjawab tantangan reformasi regulasi digital.

Penandatanganan MoU ini menjadi momentum penting bagi TelkomGroup dalam membuktikan perannya sebagai enabler ekosistem digital nasional yang berdaya saing global.

Bagi PGN, langkah ini memperkuat posisinya dalam pengembangan dan penyediaan energi rendah karbon untuk infrastruktur digital masa depan. Integrasi kekuatan infrastruktur digital dan energi berkelanjutan diharapkan dapat menghadirkan solusi inovatif yang scalable dan berkelas dunia. (Icha)

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

0

Telko.id – Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah inisiatif yang mengubah data biometrik dari perangkat wearable menjadi strategi latihan berbasis data untuk menaklukkan kompetisi Hybrid Race.

Program ini menghadirkan pengalaman latihan hybrid yang dipandu langsung oleh podium finisher dari #TeamGarmin di 20FIT Arena Menteng.

Chandrawidhi Desideriani, Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia, menekankan pergeseran paradigma dalam kompetisi fitness modern.

“Di kompetisi Hybrid, performa tidak lagi hanya soal seberapa kuat Anda berlatih, tetapi seberapa cerdas Anda membaca tubuh sendiri. Melalui data biometrik yang akurat dari Garmin, setiap keputusan, mulai dari kapan berlatih, bagaimana mengatur pace, hingga kapan harus recovery, menjadi lebih terukur, presisi, dan berdampak langsung pada hasil akhir,” ujarnya.

Hybrid Race merupakan format kompetisi kompleks yang menggabungkan intensitas anaerobic di setiap functional workout station dengan aerobic endurance pada sesi lari berulang.

Kombinasi ini menuntut pengelolaan energi yang sangat presisi. Dalam kondisi tersebut, perangkat konvensional dinilai tidak lagi memadai. Atlet membutuhkan wearable integration yang mampu menyajikan metrik performa komprehensif secara real-time.

Di Garmin Hybrid Lab, peserta memanfaatkan data sebagai panduan utama. Metrik seperti Training Readiness, Heart Rate Variability (HRV), dan Recovery Time menjadi dasar untuk menentukan intensitas latihan.

Jika indikator menunjukkan kondisi tubuh rendah, perangkat Garmin akan menyarankan beban latihan lebih ringan atau istirahat guna menghindari overtrain.

Sesi latihan dapat dirancang secara custom melalui aplikasi Garmin Connect, menggabungkan lari dan High-Intensity Interval Training (HIIT) hingga 16 segmen.

Selama latihan, pemantauan Heart Rate Zones memberikan insight mendalam mengenai respons tubuh, memungkinkan atlet tetap berada dalam zona optimal untuk menjaga keseimbangan antara performa dan efisiensi energi.

Content image for article: Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Garmin juga menyediakan analisis performa mendalam melalui pengukuran VO2 Max untuk kapasitas aerobik dan Lactate Threshold untuk mengetahui batas keletihan.

Untuk memastikan efektivitas program jangka panjang, atlet dapat memantau Training Load dan Training Status usai setiap sesi. Pendekatan ini membantu memitigasi risiko sekaligus menjaga performa tetap optimal.

Program ini didukung oleh Sunpride, Lactasoy, dan Strive untuk memastikan asupan nutrisi dan energi peserta terjaga selama latihan intensitas tinggi.

Setelah sesi latihan hybrid berakhir, seluruh data secara otomatis terintegrasi ke dalam Garmin Connect Ecosystem untuk evaluasi komprehensif. Salah satu indikator kunci adalah Training Effect, yang membedakan dampak latihan terhadap sistem aerobic dan anaerobic. Data ini membantu atlet memahami respons tubuh dan menentukan langkah selanjutnya.

Content image for article: Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Proses ini juga mencakup recovery time optimization, di mana pengguna dapat mengetahui waktu terbaik untuk kembali berlatih tanpa meningkatkan risiko cedera.

Dengan histori data yang tersimpan rapi, progres performa dapat dipantau secara berkelanjutan, mirip dengan prinsip platform pelatihan interaktif lainnya.

Melalui kombinasi biometric data tracking, performance metrics, dan wearable integration, Garmin menghadirkan solusi yang melampaui fungsi perangkat wearable biasa.

Ekosistem terintegrasi ini tidak hanya mencatat aktivitas, tetapi mengolah data menjadi insight yang dapat langsung diterapkan dalam strategi latihan dan kompetisi.

Pendekatan berbasis data ini memungkinkan setiap pengguna, dari atlet profesional hingga penggemar olahraga, untuk mengoptimalkan potensi mereka dengan cara yang lebih cerdas dan terukur.

Garmin Indonesia mengajak pengguna mengeksplorasi fitur advanced seperti HRV Status dan Training Readiness pada perangkat mereka.

Dengan sinkronisasi rutin ke Garmin Connect, setiap sesi latihan dapat diubah menjadi strategi berbasis data yang berkelanjutan.

Inisiatif seperti Garmin Hybrid Lab dan program pelatihan talenta olahraga lainnya menandakan semakin pentingnya pendekatan teknologi dan data dalam pengembangan performa atletik di berbagai cabang. (Icha)

Youtube Shorts Hadirkan Fitur Kloning Kreator Berbasis AI

Telko.id – YouTube mulai mendorong kreator untuk memanfaatkan teknologi AI dengan menghadirkan fitur yang memungkinkan mereka “mengkloning diri” secara digital. Fitur ini memungkinkan kreator membuat versi AI dari suara maupun wajah mereka, sehingga dapat digunakan untuk memproduksi konten secara lebih efisien.

Langkah ini diambil di tengah upaya platform menyeimbangkan kehadiran fitur generatif dengan maraknya masalah konten tiruan. Perusahaan menyebut fitur ini memungkinkan pengguna membuat versi digital dari diri mereka sendiri yang disebut avatar.

Avatar pintar ini nantinya bisa disisipkan ke dalam video Shorts yang sudah ada sebelumnya. Pengguna juga bebas memanfaatkannya untuk membuat sebuah klip video yang benar-benar baru dari awal.

Secara teknologi, fitur ini memanfaatkan model AI generatif yang mampu meniru suara, ekspresi, hingga gaya komunikasi kreator. Dengan begitu, kreator bisa membuat video tanpa harus selalu tampil langsung di depan kamera, karena AI dapat membantu menyampaikan pesan atau narasi dengan karakter yang serupa.

Cara membuat tiruan digital ini rupanya tidak semudah menekan satu tombol. Pengguna harus merekam video swafoto langsung untuk menangkap wajah dan suara mereka sambil mengikuti serangkaian instruksi dari sistem.

Baca Juga:

Agar hasilnya maksimal, perekaman wajib dilakukan di tempat dengan pencahayaan yang bagus dan lingkungan yang tenang. Perangkat ponsel juga harus dipegang sejajar dengan tinggi mata dan pastikan tidak ada orang lain di latar belakang.

Setelah avatar selesai dibuat, pengguna bisa langsung memerintahkan sistem untuk membuat klip pendek berdasarkan teks. Klip hasil olahan kecerdasan buatan ini memiliki durasi maksimal hingga delapan detik.

YouTube juga menekankan bahwa penggunaan teknologi ini tetap harus melalui izin dan kontrol penuh dari kreator. Artinya, proses kloning digital tidak bisa dilakukan sembarangan tanpa persetujuan, guna menghindari penyalahgunaan seperti deepfake atau pencurian identitas digital.

Pengguna berhak menghapus avatar maupun video yang memuat tiruan tersebut kapan pun mereka mau. Jika tiruan digital ini dibiarkan menganggur selama tiga tahun berturut-turut, sistem akan menghapusnya secara otomatis.

Semua video yang menggunakan avatar ini akan ditandai dengan jelas sebagai hasil buatan kecerdasan buatan. Penandaan ini mencakup tanda air visual serta label digital seperti SynthID dan C2PA, dikutip dari 9to5Google, Senin (13/4/2026).

Ketersediaan fitur ini akan dilakukan secara bertahap dan belum bisa dinikmati oleh semua orang secara serentak. Syarat utamanya adalah kreator harus berusia minimal 18 tahun dan sudah memiliki saluran YouTube yang aktif.


Waspadalah Modus Juice Jacking, Data Bisa Dicuri dari Charger

Telko.id – Munculnya modus kejahatan siber bernama juice jacking menjadi ancaman baru bagi pengguna smartphone, terutama saat mengisi daya di fasilitas umum. Teknik ini memanfaatkan port USB publik yang telah dimodifikasi untuk mencuri data atau menyisipkan malware ke perangkat tanpa disadari pengguna.

Dilansir dari laman American Association of Retired Persons, Juice jacking adalah istilah untuk modus kejahatan siber yang memanfaatkan port USB publik sebagai celah untuk menyerang perangkat pengguna.

Modus ini dikhawatirkan terjadi saat seseorang mengisi daya ponsel, tablet, atau perangkat lain di stasiun pengisian daya umum yang tersedia di bandara, hotel, pusat perbelanjaan, atau tempat publik lain. Dalam skenario ini, port USB yang tampak seperti charger biasa ternyata juga bisa dipakai untuk mentransfer data, bukan sekadar menyalurkan listrik.

Ancaman ini biasanya ditemukan di tempat umum seperti bandara, stasiun, hotel, atau pusat perbelanjaan yang menyediakan fasilitas charging gratis. Karena terlihat normal, banyak pengguna tidak menyadari bahwa port tersebut bisa saja telah disusupi perangkat berbahaya.

Istilah ini kembali ramai dibahas setelah FBI melalui kantor lapangan Denver pada April 2023 mengingatkan masyarakat agar menghindari penggunaan stasiun pengisian daya gratis di tempat umum.

Baca Juga:

FBI menyebut pelaku kejahatan siber telah menemukan cara untuk memakai port USB publik guna menyisipkan malware dan perangkat lunak pemantau ke perangkat korban. Peringatan serupa juga pernah diperbarui oleh Federal Communications Commission (FCC) yang menyebut juice jacking sebagai salah satu taktik pencurian siber yang perlu diwaspadai.

Selain pencurian data, juice jacking juga dapat digunakan untuk menanam malware ke dalam smartphone. Malware ini bisa berjalan di latar belakang, memantau aktivitas pengguna, hingga mencuri informasi secara berkelanjutan tanpa terdeteksi.

Meski terdengar mengkhawatirkan, risiko ini sebenarnya bisa diminimalkan dengan langkah sederhana. Pengguna disarankan untuk menggunakan charger pribadi, membawa adaptor sendiri (bukan langsung colok USB publik), atau menggunakan perangkat tambahan seperti USB data blocker yang hanya mengizinkan aliran listrik tanpa transfer data.

Perkembangan modus seperti juice jacking menunjukkan bahwa ancaman siber kini tidak hanya datang dari internet, tetapi juga dari perangkat fisik di sekitar kita. Seiring meningkatnya ketergantungan pada smartphone, kesadaran terhadap keamanan digital menjadi semakin penting dalam aktivitas sehari-hari.

Netzme Raih Penghargaan Sebagai Mitra Digitalisasi UMKM

0

Telko.id – PT Netzme Kreasi Indonesia (Netzme) secara resmi menerima penghargaan sebagai Mitra Kolaborator Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam acara Malam Halal Bihalal Jakarta 2026.

Penghargaan ini diberikan atas kontribusi aktif perusahaan dalam mendorong digitalisasi serta pemberdayaan UMKM dan pedagang pasar tradisional.

Acara puncak rangkaian Jakarta Festive Wonder tersebut digelar di Taman Fatahillah, Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, pada Sabtu (11/04/2026). Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno hadir langsung dalam kegiatan yang menjadi simbol persatuan warga ibu kota.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Rano Karno menekankan semangat kolaborasi sebagai kunci pembangunan Jakarta. “Halal Bihalal Jakarta malam ini bukan milik satu golongan, bukan milik satu kelompok, bukan milik satu identitas. Halal bihalal ini adalah milik kita semua, milik warga Jakarta,” ujar Rano Karno.

Beliau menambahkan bahwa sinergi dengan berbagai mitra, termasuk di sektor ekonomi digital, sangat krusial. “Kita ingin memastikan semua warga punya tempat, semua punya ruang, dan semua punya harapan di kota ini,” tegasnya.

Hingga April 2026, Netzme telah memberikan edukasi dan implementasi digitalisasi kepada pedagang di 21 pasar yang berada di bawah naungan Perumda Pasar Jaya. Program ini merupakan bagian dari inisiatif Jakpreneur yang digalakkan Pemprov DKI.

Content image for article: Netzme Raih Penghargaan Mitra Digitalisasi UMKM dan Pasar Jaya di Halalbihalal Jakarta 2026

CCO Netzme, Bayu Wijanarto, menyatakan penghargaan ini menjadi mandat untuk terus memperkuat ekonomi akar rumput. “Sejalan dengan pesan Bapak Rano Karno mengenai kota yang merangkul, Netzme hadir untuk merangkul pelaku usaha yang selama ini kesulitan menjangkau teknologi finansial,” ungkap Bayu.

Bentuk nyata dukungan Netzme adalah penyediaan QRIS Soundbox, solusi teknologi yang memberikan notifikasi suara transaksi secara real-time. Alat ini membantu pedagang pasar tradisional bertransaksi dengan lebih aman dan percaya diri.

“Melalui QRIS Soundbox dan program edukasi berkelanjutan bersama Jakpreneur serta Pasar Jaya, kami ingin memastikan pedagang pasar tidak merasa asing dengan kemajuan digital di kotanya sendiri,” tambah Bayu Wijanarto.

Rangkaian Jakarta Festive Wonder, yang diawali dari perayaan Natal, tercatat memberikan dampak ekonomi signifikan. Selama periode tersebut, perputaran ekonomi mencapai sekitar Rp 67,5 triliun.

Program mudik ke Jakarta yang diinisiasi Gubernur Pramono Anung juga mencatat transaksi hingga Rp20 miliar. Angka ini mencerminkan aktivitas ekonomi yang terus berjalan dan kepercayaan terhadap Jakarta sebagai pusat kegiatan.

Digitalisasi UMKM dan pasar tradisional menjadi fokus penting dalam transformasi ekonomi ibu kota. Upaya serupa juga dilakukan oleh berbagai pemain lain, seperti yang terlihat dalam program pemberdayaan UMKM oleh Telkom.

Keberhasilan acara di Kawasan Kota Tua ini juga tidak lepas dari dukungan infrastruktur teknologi. Sebelumnya, XL Axiata telah menguji coba jaringan 5G dan WiGig di lokasi yang sama, menyiapkan konektivitas untuk berbagai acara besar.

Transformasi digital Jakarta terus berjalan dengan berbagai inisiatif. Selain digitalisasi pasar, wacana pengembangan metaverse juga mulai dikaji untuk memperkuat identitas kota secara digital.

Pemerintah provinsi juga memanfaatkan teknologi untuk layanan lainnya. Seperti inisiatif pengawasan kendaraan yang menggunakan jaringan 5G untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban.

Penghargaan kepada Netzme menandai komitmen berkelanjutan antara sektor swasta dan pemerintah dalam membangun ekosistem digital yang inklusif. Kolaborasi semacam ini diharapkan dapat mempercepat adaptasi teknologi di tingkat pedagang kecil, yang merupakan tulang punggung perekonomian lokal.

Dengan adanya program edukasi dan tools seperti QRIS Soundbox, diharapkan lebih banyak lagi pedagang pasar tradisional yang dapat bertransisi ke sistem pembayaran digital.

Langkah ini tidak hanya meningkatkan efisiensi tetapi juga membuka akses terhadap data transaksi yang dapat digunakan untuk pengembangan usaha lebih lanjut.

Pemprov DKI Jakarta terus mendorong terciptanya lingkungan usaha yang adaptif terhadap teknologi.

Dukungan terhadap mitra kolaborator seperti Netzme menjadi bagian dari strategi besar untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang tidak hanya maju, tetapi juga merangkul semua lapisan masyarakat dalam arus transformasi digital. (Icha)

Pasar Smartphone Global Turun 6% di Q1 2026 Akibat Krisis Memori

Telko.id – Pengiriman smartphone global mengalami penurunan 6% secara tahunan (year-on-year/YoY) pada kuartal pertama 2026.

Penurunan ini didorong oleh kelangkaan komponen memori DRAM dan NAND yang mengganggu pasokan dan meningkatkan biaya produksi, menurut data terbaru dari Counterpoint Research.

Estimasi awal dari Counterpoint menunjukkan sentimen pasar secara keseluruhan tetap hati-hati. Penyebab utamanya adalah kekurangan komponen memori dan permintaan yang lebih lemah.

Pusat data AI yang sedang masif dibangun menyerap produk memori dalam jumlah besar, mirip dengan yang terjadi pada GPU, sehingga menyisakan lebih sedikit untuk elektronik konsumen seperti smartphone.

Analis Senior Counterpoint, Shilpi Jain, mengatakan, “Penurunan pengiriman ini terutama didorong oleh pemain memori yang memprioritaskan pusat data AI daripada elektronik konsumen, meninggalkan OEM dengan margin yang tertekan dan memaksa mereka untuk meneruskan kenaikan biaya Bahan Baku (BOM) langsung ke konsumen.”

Produsen (OEM) telah menyesuaikan strategi harga dan produksi mereka, seperti menunda produk dan mengurangi peluncuran. Di sisi lain, konsumen menahan pengeluaran di tengah ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Beberapa OEM justru melakukan pengiriman lebih awal untuk mengantisipasi kenaikan harga komponen dan biaya logistik yang lebih mahal, yang ternyata meredam penurunan pengiriman yang lebih besar.

Dalam peringkat OEM, Apple meraih kemenangan dengan memimpin pasar untuk pertama kalinya di kuartal pertama. Pangsa pasarnya mencapai 21% dengan pertumbuhan 5% YoY.

Berkat posisi premium dan rantai pasokannya yang sangat terintegrasi, Apple disebut sebagai merek yang paling tahan terhadap krisis memori. Faktor pendukung lainnya adalah popularitas seri iPhone 17, program tukar-tambah yang agresif, dan ketergantungan ekosistem yang mendorong pertumbuhan volume meski lingkungan makro lebih lemah.

Apple juga menikmati pertumbuhan yang lebih kuat di beberapa pasar kunci Asia-Pasifik, seperti China, India, dan Jepang.

Samsung kurang beruntung dengan penurunan pengiriman 6% YoY di Q1 dan pangsa pasar 20%. Merek ini mengalami permintaan yang lebih lemah di segmen pasar massal dan penundaan peluncuran seri Galaxy S26, meski laporan mencatat momentum awal seri S26 tetap kuat.

Untuk mengurangi tekanan biaya yang meningkat, Samsung menyesuaikan portofolio produknya dengan menyederhanakan opsi entry-level dan menekankan konfigurasi tier yang lebih tinggi, yang efektif menaikkan harga awal sekaligus memperkuat posisi premium perangkatnya.

Xiaomi di posisi ketiga mengalami penurunan tertinggi di antara lima merek teratas, yaitu 13% YoY. Counterpoint menyebutkan, karena terekspos berat pada segmen entry-level yang sensitif harga, Xiaomi menjadi sangat rentan terhadap kenaikan biaya memori. OPPO dan vivo menempati posisi keempat dan kelima, dan keduanya juga mengalami penurunan pengiriman.

Lebih jauh di peringkat, Google dan Nothing disebutkan meraih kemenangan. Google berhasil mencatatkan pertumbuhan pengiriman 14% YoY.

Counterpoint mengatakan jajaran Pixel “memperkuat kehadirannya di pasar matang kunci, dengan kemampuan AI tepi, fotografi komputasi, dan perangkat lunak yang bersih serta ramah pengguna membantu merek mendapatkan pangsa.”

Nothing menikmati pertumbuhan 25% YoY, karena “terus mendapat manfaat dari desainnya yang khas, posisi ceruk, dan kesadaran konsumen yang tumbuh, mendorong adopsi kuat di segmen targetnya.”

Shilpi Jain menambahkan, “Sementara pasokan tetap terbatas, kenaikan harga energi, biaya logistik yang lebih tinggi, dan ketidakpastian ekonomi yang didorong oleh ketegangan di Timur Tengah membuat sentimen konsumen untuk perangkat baru tetap rendah, mendorong permintaan untuk perangkat refurbished dan semakin menekan pengiriman”.

Ia juga menambahkan bahwa kekurangan chip memori dan kenaikan biaya paling berdampak pada segmen yang sensitif harga, seperti perangkat entry dan mid-range, yang paling terpapar tekanan permintaan dan pasokan seperti itu.

Outlook dan Perbedaan Pandangan

Prospek Counterpoint untuk sisa tahun ini tetap lemah, karena diperkirakan krisis memori mungkin berlangsung hingga akhir 2027. Diharapkan OEM akan memprioritaskan nilai daripada volume, pembaruan konfigurasi, memotong model bermargin rendah, dan lebih banyak bergerak di perangkat refurbished untuk mempertahankan pangsa pasar kelas bawah.

“Dengan premiumisasi yang tetap stabil tetapi margin di bawah tekanan, merek akan semakin mengandalkan perangkat lunak, ekspansi ekosistem, dan layanan untuk pertumbuhan di kuartal-kuartal mendatang,” simpul laporan tersebut.

Namun, pendapat terbagi mengenai waktu spesifik dampak krisis memori terhadap pasar smartphone. Menurut angka Omdia untuk periode yang sama, pasar smartphone global justru tumbuh 1% YoY.

Omdia menegaskan ini belum mencerminkan dampak penuh dari kenaikan biaya di sisi pasokan karena “pengisian inventaris vendor di saluran sementara mendukung pengiriman.”

Omdia memperkirakan harga DRAM dan NAND seluler naik sekitar 90% secara kuartalan (QoQ) di Q1 dan mengharapkannya meningkat 30% lagi di Q2.

Runar Bjorhovde, Analis Utama di Omdia, mengatakan, “Yang terburuk masih di depan karena tekanan yang digerakkan oleh biaya membebani rantai nilai smartphone. Dalam jangka pendek, harga yang lebih tinggi menciptakan guncangan permintaan, dengan konsumen menunda pembelian, sebelum secara bertahap beradaptasi saat harga stabil. Pada saat yang sama, ketidakpastian seputar harga dan ketersediaan mendorong beberapa mitra saluran untuk meningkatkan inventaris, yang sementara mendukung pengiriman.”

Dia menambahkan bahwa ini akan menunda daripada mengimbangi dampak bagi vendor, dengan tekanan diperkirakan semakin intens seiring berjalannya tahun. Qualcomm sebelumnya juga telah memperingatkan dampak krisis memori terhadap kinerja kuartalan.

Omdia mengharapkan pasar smartphone global semakin miring ke sisi negatif pada 2026, dengan pengiriman kemungkinan turun sekitar 15% di tengah biaya yang meningkat dan volatilitas makro.

Tren ini mengonfirmasi prediksi sebelumnya tentang penurunan pasar smartphone pada tahun ini, meski sebelumnya sempat ada pertumbuhan di kuartal III 2025.

Bagaimanapun, selama permintaan untuk membangun pusat data tidak surut, tekanan pada komponen yang menyertainya akan tetap ada.

Strategi vendor seperti Samsung yang mungkin fokus pada inovasi bentuk faktor, seperti smartphone trifold, dan penyesuaian portofolio akan menjadi kunci dalam menghadapi lingkungan pasar yang menantang ini. (Icha)

TCL A400 Pro TV Eksklusif Hadir di INFORMA, Desain Seperti Lukisan

Telko.id – TCL secara resmi meluncurkan televisi estetik TCL A400 Pro NXT VISION TV di Indonesia melalui kemitraan eksklusif dengan INFORMA Electronics.

TV dengan teknologi QD-Mini LED ini hadir dengan desain ultra-tipis dan layar matte anti-pantulan, dirancang untuk menyatu sempurna dengan dinding layaknya sebuah karya seni.

Kolaborasi ini menegaskan posisi INFORMA Electronics sebagai destinasi utama produk teknologi terkini. Bertha Hapsari, Vice President of Marketing Communication INFORMA Electronics, menyatakan bahwa kebutuhan masyarakat kini berkembang tidak hanya pada kecanggihan teknologi, tetapi juga pada produk yang mampu menyatu dengan gaya hidup dan estetika hunian.

“Melalui kehadiran TCL A400 Pro secara eksklusif di seluruh toko kami, INFORMA Electronics ingin menghadirkan nilai tambah dan pengalaman baru dalam menciptakan ruang yang nyaman,” ujarnya.

Evan Tang, CEO TCL Indonesia, menambahkan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk menjangkau konsumen yang mengapresiasi perpaduan teknologi flagship dan gaya hidup.

“Melalui fitur QD-Mini LED, kami memastikan kualitas gambar tetap menjadi yang utama, sementara desain ‘Fit Everywhere’ memastikan TV ini menjadi pusat perhatian yang artistik di dalam ruangan,” kata Tang.

TCL A400 Pro diklaim sebagai televisi artistik pertama di Indonesia yang mengusung teknologi flagship QD-Mini LED.

Teknologi ini menghasilkan tingkat kecerahan tinggi, kontras tajam, dan akurasi warna presisi untuk pengalaman menonton film, olahraga, atau bermain game yang lebih optimal. Performa visual tersebut didukung oleh sistem audio premium dari ONKYO.

Content image for article: TCL A400 Pro TV Eksklusif Hadir di INFORMA, Desain Seperti Lukisan

Fitur unggulan utama TV ini adalah mode Art Gallery dan layar matte. Saat tidak digunakan untuk menonton, layar dapat menampilkan lukisan digital atau foto keluarga dengan tampilan seperti kanvas asli, bebas dari pantulan cahaya yang mengganggu.

Desain ultra-slim dan opsi pemasangan Seamless Wall-mount memungkinkan TV terpasang rapat di dinding.

INFORMA Electronics menjadi satu-satunya retailer di Indonesia yang menyediakan varian ukuran terbesar, yaitu 75 inci, secara eksklusif di semua gerainya.

Selain ukuran 75 inci, seri TCL A400 Pro juga tersedia dalam pilihan ukuran 32, 43, 55, dan 65 inci untuk menyesuaikan berbagai kebutuhan ruang.

Fleksibilitas penempatan menjadi poin penting. Selain dapat dipasang di dinding, TV ini juga mendukung penggunaan mobile floor stand untuk kemudahan memindahkannya antar ruangan sesuai keinginan pengguna.

Kehadiran TCL A400 Pro memperkaya pilihan TV premium di pasar Indonesia yang semakin mengedepankan desain. Tren integrasi perangkat elektronik dengan interior rumah kini semakin kuat, di mana perangkat tidak hanya berfungsi tetapi juga menjadi elemen dekorasi.

Peluncuran produk eksklusif melalui jalur retail tertentu, seperti yang dilakukan TCL dengan INFORMA, menjadi strategi umum untuk membangun positioning produk.

Konsumen dapat mengunjungi gerai INFORMA Electronics terdekat untuk melihat dan merasakan langsung fitur TCL A400 Pro.

INFORMA Electronics juga menawarkan kemudahan pembelian dengan cicilan 0% hingga 24 bulan, termasuk opsi tanpa kartu kredit. Informasi produk dan pembelian dapat diakses melalui INFORMA Mobile App atau platform omnichannel Ruparupa dari Kawan Lama Group.

Inovasi pada televisi terus berkembang, tidak hanya pada kualitas gambar tetapi juga pada integrasi dengan ekosistem rumah pintar. Sebelumnya, Samsung memperkenalkan TV Micro RGB 130 inci yang menawarkan teknologi layar terbaru.

Sementara itu, perangkat pendukung seperti WiZ TV Sync Lights juga hadir untuk menciptakan pengalaman hiburan rumah yang lebih imersif. (Icha)