spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1682

OTT Asing Terancam Diblokir Jika Tidak Punya Badan Usaha Tetap

0

Telko.id – Beberapa waktu lalu, ketika isu Netflix merebak, ramai juga dibicarakan bahwa para perusahaan over the top, seperti Netflix dan lainnya harus memiliki Badan Usaha Tetap (BUT).

Badan usaha tetap yang dimaksud ini bukan sekedar kantor perwakilan saja. Karena kalau kantor perwakilan saja, tidak ada pajak yang masuk. Padahal, yang diinginkan oleh pemerintah ada, Negara juga terkait dengan aspek bisnis dan perlindungan konsumen.

Kembali Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara menegaskan bahwa perusahaan over the top tentang masalah ini. Perusahaan OTT yang tidak membuat Badan Usaha Tetap atau BUT akan di blokir. Hal ini juga sempat disampaikan oleh Rudiantara waktu ke Silicon Valley beberapa waktu lalu.

Contoh OTT yang dimaksud adalah seperti Google, Twitter, Facebook, Line dan lainnya. Di mana, konten atau layanan perusahaan OTT tersebut dapat diakses oleh masyarakat melalui internet tetapi tidak dapat dikontrol oleh penyelenggara internet.

Dengan memiliki BUT, maka perusahaan OTT itu akan patuh pada peraturan yang ada di Indonesia. Saat ini, para perusahaan OTT itu bebas mengumpulkan data para penggunannya. Dan dapat dipergunakan sesuai dengan kebutuhannya. Lalu, untuk perlindungan konsumennya tidak ada dasarnya. Hal itu yang membuat BUT ini wajib untuk para OTT.

Selain itu, ada juga masalah perpajakan. Jika para OTT itu sudah memiliki BUT maka setiap transaksi yang dilakukan di Indonesia akan terkena pajak. Sesuai dengan Undang-undang Perpajakan yang berlaku.

Para OTT, menurut Rudiantara tidak diwajibkan untuk mendirikan kantor sendiri. Bisa saja dengan melakukan kerjasama atau joint venture dengan perusahaan lokal atau bekerjasama dengan operator.

Untuk aturannya sendiri, saat ini masih digodok. Rencananya, pada akhir Maret 2016 ini akan selesai dan dikeluarkan. Setelah itu aka nada masa transisi agar para perusahaan OTT dapat menyesuaikan diri dan memenuhi aturan yang dikeluarkan.

Dari sekian banyak OTT yang ada di Indonesia, Rudiantara cukup mengapresiasi yang dilakukan oleh Line Indonesia. Di mana perusahaan ini dianggap cukup proaktif bersilaturahmi dan sharing tentnag langkah-langkah yang akan dilakukan untuk menyesuaikan dengan regulasi dan budaya lokal. Begitu info yang disampaikan oleh Rudiantara dalam Twit nya.

Selain itu, Line Global juga telah menunjuk konsultan lokal dan koordinasi dengan kantor di Indonesia untuk memberikan masukan dan review terhadap konten yang ada. Line Indonesia juga sudah resmi memiliki badan usaha (Business Establishment) sebagai wujud komitmen perusahaan di Indonesia.

Line Indonesia juga akan melakukan filtering pada beberapa konten stiker yang sensitive agar tidak dapat diakses di Indonesia. Dan akan secara terbuka melakukan komunikasi dengan Kominfo untuk menghadirkan konten-konten positif di Indonesia. (Icha)

Layanan 4G LTE XL Siap Jangkau 85 Kota di 2016

0

Telko.id – PT XL Axiata Tbk (XL) terus mempercepat penetrasi layanan 4G LTE. Hingga akhir tahun 2016 nanti, anak usaha Axiata Group ini mentargetkan layanan 4G LTE bisa menjangkau 85 kota, baik di Jawa maupun luar Jawa. Langkah XL ini tidak terlepas dari benefit yang didapatkan perusahaan dari penggelaran layanan internet cepat sejauh ini. Salah satunya adalah mampu meningkatkan jumlah pelanggan yang bernilai tinggi sesuai dengan segmen pelanggan yang dituju.

Diakui Chief Service Management Officer XL, Yessie D. Yosetya, keberadaan layanan internet cepat 4G LTE tidak bisa dibantah lagi telah berhasil meningkatkan revenue perusahaan, terutama melalui akuisisi pelanggan dari segmen hight value customer.

“Fakta ini membulatkan keputusan XL untuk segera mengembangkan layanan 4G LTE ke arah yang lebih berkualitas dan mampu menjangkau pelanggan serta masyarakat yang lebih luas lagi di tahun 2016 ini,” ungkapnya melalui keterangan resmi, Jumat (26/2).

Yessie menambahkan, secara teknis, keberadaan layanan 4G LTE terbukti telah mampu meningkatkan kualitas layanan internet XL. Hal ini ditunjukkan dari peningkatan kinerja latency (delay) akses internet sejak layanan 4G LTE digelar, dari sebelumnya sekitar 130ms menjadi hanya 30ms. Pun demikian dari sisi kapasitas  kecepatan download, meningkat dari yang sebelumnya sekitar 1Mbps, menjadi 25Mbps.

Layanan internet cepat 4G LTE juga telah terbukti mampu meningkatkan nilai persepsi pasar terhadap kualitas layanan data XL. Jika sebelumnya layanan data XL lebih dikenal karena tarif yang terjangkau, setelah adanya 4G LTE menjadi lebih dikenal karena kualitas layanannya.

XL sangat serius menyiapkan semua syarat untuk bisa meyakinkan pelanggan dan masyarakat. Dari capex atau belanja modal kurang dari Rp 7 triliun yang disiapkan untuk 2016 ini, mayoritas dialokasikan untuk mendukung bisnis layanan Data termasuk memuluskan rencana pengembangan 4G LTE.

Melanjutkan agenda transformasi yang telah diterapkan sejak tahun lalu, PT XL Axiata akan berfokus mengembangkan layanan 4G LTE di tahun 2016. Hal ini sejalan dengan salah satu target yaitu menciptakan peluang pertumbuhan bisnis baru (re-invent). Peluang-peluang baru tersebut akan berbasis pada teknologi digital, melalui pemanfaatan layanan internet cepat 4G LTE.

Saat ini, layanan 4G XL didukung oleh lebih dari 3 ribu BTS 4G yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Adapun kota yang telah dicakup layanan 4G LTE  XL berjumlah  sekitar 35 kota, baik di Jawa dan luar Jawa.

China Mobile Buat Joint Innovation Lab 5G Bersama ZTE

0

Telko.id – Peluang untuk 5G memang menggiurkan. Apalagi, dengan mengaplikasikan teknologi 5G maka operator memiliki peluang untuk menambah pendapatannya secara signifikan. Itu sebabnyam banyak operator yang sudah bersiap menghadapi era tersebut. Berbagai penelitian dan uji coba mulai dilakukan. China Mobile memilih ZTE untuk bekerjasama untuk membentuk Joint Innovation Lab atau JIL untuk teknologi 5G ini.

Kerjasama ini diresmikan pada KTT global TD-LTE Initiative (GTI) yang diselenggarakan selama Mobile World Congress 2016 di Barcelona. 5G JIL ini dibentuk untuk menarik beberapa pihak antar industri yang berbeda untuk memfasilitasi evolusi 4G ke 5G dan menciptakan virtual circle untuk inovasi. China Mobile memiliki rencana untuk membuat lebih banyak peluang kerjasama lagi antar industri yang berbeda untuk menggali potensial lain seperti komunikasi dasar, Internet of Things (IOT), Internet of Vehicle (IoV), Industri Internet, Cloud Robotics, Virtual Reality (VR), dan augmented Reality (AR).

Pusat laboratorium 5G JIL ini akan berada di Beijing dan laboratorium regional di China Mobile Internasional Information Port di Qingdao, Chongqing dan tempat lainnya. China Mobile dan mitranya akan secara aktif mengambil bagian dalam tes 5G yang dilakukan oleh kelompok IMT-2020 (5G) di Cina, untuk memperoleh validasi kandidat teknologi 5G, standart development dan konstruksi rantai industri. Sementara itu, China Mobile akan bekerja sama dengan Global TD-LTE Initiative (GTI), GSMA, NGMN dan organisasi internasional lainnya, serta mitra lain untuk memperluas kerjasama.

Sebagai salah satu mitra kunci pertama China Mobile, ZTE berkomitmen untuk berpartisipasi dalam semua kegiatan lab termasuk promosi evolusi 4G, 5G standardisasi, pembangunan infrastruktur, dan produk serta pengembangan platform aplikasi.

“Peluncuran 5G JIL akan memperdalam dan memperluas kemitraan ZTE dengan China Mobile membawanya ke tingkat yang lebih tinggi. Dengan adanya laboratorium ini maka perusahaan Cina akan berperan lebih banyak lagi pada standarisasi 5G secara global dan industry,” “kata Zhao xianming, Executive Vice President ZTE, menjelaskan. (Icha)

Indosat Ooredoo Mungkinkan Turis Peroleh Kartu SIM Secara Virtual

0

Telko.id – Dalam ajang Mobile World Congress yang berlangsung di Barcelona, Spanyol, Indosat Ooredoo dan Taisys mengumumkan kerjasama kedua perusahaan, dimana Indosat Ooredoo bergabung dengan platform slimduet GreenRoam Alliance’s. Kerjasama ini akan menyertakan paket selular prabayar  Indonesia dalam platform slimduet GreenRoam Alliance.

Slimduet adalah ekosistem eSIM komersial pertama di dunia yang memungkinkan penyediaan SIM prabayar secara virtual. Menggunakan platform Taisys’ slimduet, distribusi SIM Indosat Ooredoo akan bertransformasi menjadi lebih digital, dimana turis yang datang ke Indonesia kini dapat membeli dan mengunduh kartu prabayar lokal Indosat Ooredoo lewat aplikasi slimduet.

Diungkapkan President Director & CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli dalam siaran pers-nya, JUmat (26/2), kerjasama ini merupakan wujud dari komitmen Indosat Ooredoo untuk terus memberikan pengalaman digital kepada perlanggan melalui penyediaan solusi distribusi SIM card secara virtual untuk pelanggan, khususnya untuk para turis atau tamu mancanegara yang berkunjung ke Indonesia.

“Kami terus bertransformasi untuk menciptakan berbagai solusi dan inovasi digital, dan kami sangat bersemangat dalam menyediakan solusi  ini karena dapat memperluas peluang pasar dan bisnis kami,” katanya.

Sementara itu, Chairman Taisys, Jason Ho mengaku sangat menyambut kehadiran Indosat Ooredoo sebagai anggota terbaru dari GreenRoam Alliance.

“Seluruh anggota Alliance memiliki akses ke produk dan solusi telco-centric yang komprehensif yang dirancang untuk membantu melewati tantangan pasar dan menciptakan sumber pendapatan baru melalui inovasi dan teknologi yang teruji. Kami yakin dua perusahaan akan bekerja sama untuk pengembangan bisnis ke depan,” ujarnya.

Keputusan Indosat untuk memilih slimduet sebagai solusi distribusi virtual sendiri diambil sebagai upaya untuk melayani 10 juta turis internasional yang berkunjung ke Indonesia setiap tahunnya. Dengan solusi ini, para turis telah dapat mengunduh nomor prabayar Indosat Ooredoo dan siap digunakan ketika mereka mendarat di Indonesia.

Cina Siap-Siap Untuk Implementasikan 5G di 2020

0

Telko.id – Janji teknologi 5G akan memberikan kecepatan yang lebih tinggi dalam mengakses internet membuat setiap Negara mempersiapkan diri. Termasuk juga Cina. Tahun ini, Cina akan memulai untuk melakukan penelitian untuk mengimplementasikan 5G di tahun 2020. Hal ini disampaikan oleh Zhang Feng, ministry’s telecommunications division head Cina.

“Antara 2016 dan 2018, negara bermaksud untuk mengembangkan teknologi telekomunikasi 5G. Baik melakukan pengujian frekuensi maupun standar untuk ujicoba jaringan sebelum akhirnya di tahun 2020 akan diresmikan,” ujar Zhang Feng menjelaskan seperti dikutip dari shanghaidaily.com.

Ini adalah pertama kalinya regulator industri Cina mengumumkan jadwal secara rinci pembangunan 5G di negeri ini, pasar ponsel dunia terbesar Ponsel dengan lebih dari 1,3 miliar pengguna.

Dengan peningkatan kecepatan dan bandwidth lebih dari 1 gigabyte per detik dan 10-20 kali lebih cepat dari teknologi saat ini 4G, 5G akan mendorong munculnya aplikasi baru dan perkembangan dalam komunikasi high-definition video dan monitoring, virtual reality, mobil self-driving dan smart home, dan juga meningkatkan pengembangan Internet of Things.

Beberapa perusahaan papan atas, termasuk Huawei dan Ericsson menampilkan produk yang mengadopsi 5G di Mobile World Congress, di dunia konferensi industri telekomunikasi terbesar di Barcelona pekan ini.

Kedua perusahaan ini melihat bahwa Cina merupakan pasar yang luar biasa. Ericsson memprediksikan bahwa Cina, Korea Selatan, Jepang dan Amerika Serikat akan memiliki 150 juta langganan 5G Ponsel dengan 2021.

Sedangkan Huawei, yang kini sedang gencar memasarkan jaringan 4.5G yang merupakan teknologi antara sebelum masuk ke teknologi 5G, memprediksikan bahwa bahwa 5G dijadwalkan akan digunakan secara komersial di Cina dan Jepang tahun depan. (Icha)

Indonesia Jadi Korban Kejahatan Kelompok Hacker Lazarus?

0

Telko.id – Berkolaborasi dengan Novetta dan mitra lainnya, Kaspersky Lab baru-baru ini mengumumkan kontribusinya terhadap Operasi Blockbuster. Tujuan dari operasi ini adalah untuk menghentikan aktivitas kelompok Lazarus – sebuah entitas yang sangat berbahaya dan bertanggung jawab atas kerusakan data serta aksi spionase siber konvensional terhadap beberapa perusahaan di seluruh dunia.

Para penjahat siber ini diyakini menjadi dalang di balik serangan terhadap Sony Pictures Entertainment pada tahun 2014, serta operasi DarkSeoul yang menargetkan media dan lembaga keuangan di tahun 2013.

Setelah serangan yang sangat merusak terhadap perusahaan produksi film terkenal, Sony Pictures Entertainment (SPE) pada tahun 2014, Global Research and Analysis Team (GReAT) dari Kaspersky Lab mulai melakukan penyelidikan atas sampel malware Destover yang digunakan dalam serangan itu. Hal ini mengarah ke penelitian yang lebih luas lagi yaitu ke kelompok yang terkait aksi spionase siber dan sabotase siber yang menargetkan diantaranya lembaga keuangan, media, dan perusahaan manufaktur.

Berdasarkan karakteristik umum dari kelompok malware yang berbeda-beda, para ahli perusahaan berhasil mengelompokkan puluhan serangan terisolasi dan menentukan bahwa mereka semua berasal dari satu pelaku ancaman, para anggota lainnya dalam Operasi Blockbuster ini juga mengkonfirmasikan hal serupa menurut analisia mereka masing-masing.

Kelompok hacker Lazarus sampai saat ini masih aktif dan diyakini memulai aksinya bahkan beberapa tahun sebelum terjadinya insiden SPE. Kaspersky Lab dan peneliti lainnya di Operasi Blockbuster mengkonfirmasi adanya hubungan antara malware yang digunakan dalam berbagai serangan, seperti di Operasi DarkSeoul, dimana tergetnya adalah perbankan dan media penyiaran yang berbasis di Seoul; Operasi Troy, dimana yang menjadi targetnya adalah pasukan militer di Korea Selatan; dan tidak ketinggalan insiden Sony Pictures.

Selama penyelidikan, peneliti Kaspersky Lab saling bertukar temuan awal dengan AlienVault Labs. Pada akhirnya peneliti dari kedua perusahaan memutuskan untuk menyatukan upaya dan melakukan investigasi secara bersama-sama. Pada saat yang bersamaan, aktivitas kelompok Lazarus juga sedang diselidiki oleh banyak perusahaan dan spesialis keamanan lainnya. Salah satu dari perusahaan ini, Novetta memulai sebuah inisiatif yang bertujuan untuk mempublikasikan kemampuan yang paling sering digunakan dan berdampak luas dari aktivitas kelompok Lazarus. Sebagai bagian dari Operasi Blockbuster, bersama-sama dengan Novetta, AlienVault Labs, dan mitra lainnya, Kaspersky Lab menerbitkan temuannya untuk kepentingan masyarakat luas.

Dengan menganalisis beberapa sampel malware yang terdeteksi di berbagai insiden keamanan siber serta menciptakan aturan-aturan pendeteksian yang khusus, Kaspersky Lab, AlienVault dan spesialis lain di Operasi Blockbuster mampu mengidentifikasi sejumlah serangan yang memang dilakukan oleh kelompok Lazarus.

Link dari beberapa sampel hingga merujuk ke satu kelompok ditemukan pada saat analisis metode yang digunakan oleh penjahat siber ini. Secara khusus, ditemukan bahwa para penjahat siber secara aktif mendaur ulang kode – maksudnya adalah menggunakan kembali fragmen kode dari satu program berbahaya untuk digunakan di program berbahaya lainnya.

Selain itu, para peneliti juga melihat adanya kesamaan dalam modus operandi penyerang. Ketika menganalisis artefak dari serangan yang berbeda-beda, mereka menemukan bahwa droppers – file khusus yang digunakan untuk menginstal berbagai variasi dari payload jahat – kebanyakan menyimpan payload jahat mereka dalam arsip ZIP yang dilindungi kata sandi. Sementara kata sandi untuk arsip yang digunakan dalam serangan yang berbeda-beda juga sama di hard coding dalam droppers.

Proteksi terhadap kata sandi dilakukan dalam upaya mencegah sistem secara otomatis mengambil dan menganalisis payload, tetapi dalam kenyataannya hal itu malah membantu para peneliti untuk mengidentifikasi kelompok.

Sebuah metode khusus digunakan oleh penjahat siber untuk mencoba menghapus jejak keberadaan mereka dari sistem yang terinfeksi, bersama dengan beberapa teknik yang mereka gunakan untuk menghindari deteksi oleh produk anti-virus juga memberi peneliti sarana tambahan serangan mengelompokan serangan-srangan yang terkait. Pada akhirnya puluhan serangan ditargetkan yang berbeda-beda, dimana para pelakunya tidak diketahui, merujuk ke satu pelaku ancaman.

Lazarus

Lokasi Target Serangan

Analisis tanggal kompilasi dari sampel menunjukkan bahwa sampel paling awal kemungkinan ditemukan sejak tahun 2009, atau lima tahun sebelum serangan terhadap Sony Pictures. Jumlah sampel baru bahkan tumbuh secara signifikan sejak 2010. Ini mencirikan kelompok Lazarus sebagai kelompok hacker yang stabil dan telah lama beraksi.

Berdasarkan ekstraksi metadata dari sampelyang diselidiki, sebagian besar program berbahaya yang digunakan oleh kelompok Lazarus tampaknya telah dikumpulkan selama jam kerja zona waktu GMT+ 8 – GMT+ 9.

“Seperti yang sudah kami prediksikan bahwa jumlah serangan malware wiper akan terus bertambah. Malware semacam ini terbukti menjadi jenis senjata siber paling efektif. Kemampuan untuk merusak ribuan komputer hanya dengan menekan sebuah tombol menjadi imbalan yang setimpal bagi tim Computer Network Exploitation yang memang bertugas untuk memberikan informasi  menyesatkan (disinformasi) dan melakukan perusakan terhadap perusahaan yang menjadi sasaran. Namun,  dengan adanya kerjasama dengan mitra lain di industri ini, kami merasa bangga dapat mengungkapkan aksi tidak bermoral dari para penjahat siber yang  memanfaatkan teknik-teknik yang menghancurkan,” kata Juan Guerrero, senior security researcher di Kaspersky Lab melalui keterangan resminya, Jumat (26/2).

Hal yang tak jauh berbeda diutarakan Jaime Blasco, chief scientist, AlienVault. Menurutnya, para pelaku kejahatan ini memiliki keterampilan dan tekad yang diperlukan untuk melakukan aksi spionase siber dengan tujuan mencuri data atau menyebabkan kerusakan. “Ketika hal tersebut digabungkan dengan penggunaan teknik disinformasi dan penipuan, mereka berhasil melakukanbeberapa aksi kejahatan siber dalam beberapa tahun terakhir,” katanya.

Ia menambahkan, operasi Blockbuster adalah contoh nyata bahwa dengan berbagi informasi dan kolaborasi antar perusahaan dapat menaikkan standar kesulitan menjadi lebih tinggi sehingga mencegah para penjahat siber ini terus melanjutkan aksinya.

Misi Berlanjut, Shopee Kembali Gratiskan Ongkos Kirim

0

Telko.id – Setelah beberapa waktu lalu sempat menggratiskan ongkos kirim ke seluruh Indonesia, sebagai apresiasi bagi penjual dan pembelinya, Shopee baru-baru ini kembali menggelar promo serupa. Keputusan ini diambil sebagai kelanjutan misi perusahaan untuk menjadi marketplace terbaik bagi para Usaha Kecil & Menengah (UKM) di Indonesia, terutama yang berada di pelosok.

Melalui keterangan resminya, Jumat (26/2), Rainal Lu, Regional Managing Director Shopee mengurai rasa senangnya karena telah menjadi bagian penting dalam pengembangan dan kemajuan Usaha Kecil & Menengah (UKM) di tanah air. Dalam hal ini melalui program Gratis Ongkos Kirim selama bulan Februari, dimana para UKM dari berbagai daerah Indonesia yang berjualan di Shopee merasakan dampak positif yang signifikan dalam bisnis mereka.

“Ada lebih dari 57.9 juta UKM di Indonesia dan tentu saja, kami ingin dan akan terus mendukung dan menjadi bagian dari milestone para UKM ini,” katanya.

Rainal juga menjelaskan bahwa sejak peluncuran program ini, Shopee mengalami pertumbuhan yang semakin kuat, Di bulan Februari saja, pertumbuhan jumlah pengguna Shopee sangat pesat, baik penjual maupun pembeli. Di banyak daerah di Indonesia, Shopee mencatat pertumbuhan jumlah pengguna sebesar dua kali lipat. Yogyakarta misalnya, mengalami kenaikan jumlah pengguna sebanyak 308%, sementara berbagai daerah di luar Pulau Jawa, rata-rata pertumbuhannya lebih dari dua kali lipat.

Pertumbuhan tidak hanya dialami oleh Shopee, namun juga dirasakan oleh penjual. Dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, penjual-penjual di Shopee yang ikut serta dalam program ini rata-rata mendapatkan pelanggan baru yang berasal lebih dari 170 Kabupaten di seluruh Indonesia dan juga peningkatan transaksi penjualan sebanyak 60%. Jumlah ini ditargetkan akan terus bertambah dengan diperpanjangnya program Gratis Ongkos Kirim hingga batas waktu yang belum ditentukan, sehingga lebih banyak lagi pengguna Shopee, baik penjual maupun pembeli, yang bisa terus merasakan manfaat ini.

“Buat kami para penjual, program Gratis Ongkos Kirim dari Shopee memang membawa berkah banget. Di bulan Februari ini, saya dapat banyak sekali pembeli baru dari kira-kira 70 Kabupaten di Indonesia dan hasilnya penjualan saya naik sebanyak 10 kali lipat. Banyak calon pembeli dari tempat jauh seperti Kalimantan, Sulawesi dan Papua yang biasanya jarang dan ragu-ragu untuk membeli. Kini sebaliknya, justru saya memiliki banyak pelanggan di daerah-daerah tersebut. Ini juga pengalaman unik bagi saya, karena saya bisa berinteraksi dengan banyak pembeli baru dari berbagai daerah.” ungkap Jordan Atik Bawazier, pemilik toko @PakaianOnline di Shopee.

Hal senada diungkapkan JNE, sebagai mitra logistik Shopee dalam program Gratis Ongkos Kirim. Menurut JNE, program ini mendorong pertumbuhan jumlah transaksi antara penjual dan pembeli di Shopee dan hal tersebut sejalan dengan keinginan JNE untuk turut berperan aktif mendukung e-commerce di Indonesia.

“JNE sebagai pemegang peranan penting dalam proses e-commerce, berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanannya sehingga pelanggan dapat semakin nyaman dalam melakukan aktifitas jual-beli online di Shopee. Kami siap untuk terus mendukung Shopee dalam pengiriman-pengiriman berikutnya ke seluruh penjuru nusantara,” ungkap Mohamad Feriadi, Presiden Direktur JNE.

Dengan diperpanjangnya program Gratis Ongkir ini, Shopee berharap semakin banyak UKM yang memutuskan untuk mulai berjualan online terutama karena Shopee menawarkan platform untuk berjualan online yang begitu mudah, aman dan praktis, dan juga keuntungan tambahan dari program Gratis Ongkos Kirim ke seluruh Indonesia.

 

Smartfren Beberkan Proyeksi Network tahun 2016

0

Telko.id – Pada kegiatan Network Drive Test yang berlangsung di Garut dan Tasikmalaya, Smartfren membeberkan beberapa proyeksi network mereka di tahun ini.

Hal tersebut diungkapkan sendiri oleh Munir SP selaku VP Special Project Network Smartfren pada sesi tanya jawab dengan wartawan. Munir menyebutkan mereka akan melakukan ekspansi Network sekitar 53% dari yang ada saat ini, baik itu coverage maupun BTS.

Hal ini tentunya akan menambah angka cakupan mereka di 85 kota yang sempat diberitakan sebelumnya. Apalagi mereka baru-baru ini meluncurkan sebuah teknologi Voice over LTE (VoLTE) yang sedang ramai dibicarakan.

Bukan hanya itu Munir juga mengungkapkan, “Sementara pada Q3 kami akan menggunakan Carier Aggregation di 2 spektrum yakni band 5 dan band 40,” ucapnya pada sesi tanya jawab dengan wartawan (25/2).

Berbicara mengenai Carier Aggregation (CA), Smartfren juga akan menghadirkan sebuah Mifi yang mendukung teknologi ini. Mereka akan menciptakan Mifi seri M2 dengan 4G Cat 6 untuk mendukung teknologi Carier Aggregation di tahun ini. Namun, mereka belum mau menyebutkan kapan tepatnya Mifi ini diluncurkan.

Untuk melengkapi ekspansi jaringan mereka di tahun 2016, Smartfren juga akan berfokus pada konten digital. Untuk itu mereka juga melakukan kerjasama dengan developer lokal serta akan mengembangkan sendiri konten mereka. Hadirnya konten digita tentu akan sangat mendukung kualitas jaringan 4G yang baik milik operator yang ‘enggan’ dipanggil CDMA lagi.

Sementara itu, berbicara mengenai target dari layanan VoLTE mereka di tahun ini, Derrick mengungkapkan bahwa pihaknya hanya mengharapkan masyarakat dapat mencoba dan menikmati terlebih dahulu. Hal tersebut dikarenakan VoLTE merupakan layanan yang sangat baru di Indonesia.

“Maka dari itu, kami menghadirkan handset yang mendukung layanan VoLTE dengan harga terjangkau yakni Andromax E2 dan R2 agar masyarakat segera mencoba layanan ini,” tutur Derrick kepada tim Telko.id

Kedepannya, Smartfren juga akan menghadirkan layanan Rich Communication Suite (RCS) yang secara teknologi mereka sudah siap dan hanya tinggal meluncurkannya saja.

Mereka juga sedang mengembangkan sebuah aplikasi dan ditujukan bagi pelanggan mereka yang belum memiliki handset VoLTE untuk mendapatkan layanan panggilan dengan kualitas menyerupai VoLTE. Mengenai hal ini Derrick belum mau menjelaskan kapan akan resmi diluncurkan.

Lantas bagaimana dengan Investasi mereka?

Untuk optimalisasi jaringan dan coverage, Derrick Surya, Head of Brand Marketing Communication PT Smartfren menyebutkan, “Smartfren sudah mengalokasikan dana sebesar USD 500 juta untuk menciptakan infrastruktur 4G LTE di Indonesia dan saat ini kami masih melakukan investasi-investasi untuk peningkatan coverage, optimalisasi jaringan dan sebagainya,” ucapnya.

Sekedar informasi, investasi sebesar USD 500 juta tersebut merupakan total investasi sejak mereka launching dan berlaku hingga dua tahun kedepan.

Anggaran yang sangat besar ini tentunya akan sangat menunjang produktifitas Smartfren dalam pengoptimalisasian jaringan hingga memperbanyak daerah cakupan dari jaringan 4G LTE mereka.

Namun, mengenai konsumsi hingga saat ini, Derrick mengaku masih harus melakukan cek untuk data valid nya. Ia juga mengungkapkan tidak menutup kemungkinan adanya pertambahan nilai investasi tersebut.

“Apabila kedepannya masih diperlukan mungkin akan ada penambahan, namun nilai investasi yang saat ini saja belum habis kok untuk diserap seluruhnya,” tambah Derrick (25/2).

Dengan angka sebesar ini, sejatinya Smartfren menunjukan keseriusan mereka untuk menjadi operator 4G LTE terkemuka di Indonesia.

Inilah Hasil Uji Jaringan 4G Smartfren dan VoLTE di Garut – Tasikmalaya

0
Telko.id – Tim telko.id mendapatkan kesempatan untuk kembali melakukan pengujian jaringan 4G milik Smartfren. Kali ini Tim Telko.id melakukan pengujian di kawasan Garut dan Tasikmalaya. Untuk pengujian, kami menggunakan benchmark Nperf dan melakukan pengujian di tiga titik yakni pada Sumber Alam, perjalanan dari Garut menuju Tasikmalaya dan ketika sampai di Hotel Santika yang berada di kawasan Tasikmalaya.
Sementara untuk pengujian jaringan VoLTE, kami menggunakan perangkat Andromax R2 yang telah mendukung layanan VoLTE.
Ketika pengujian awal yang bertempat di Sumber Alam, Garut. Kecepatan jaringan 4G Smartfren mencapai 11,36 Mbps untuk kecepatan maksimal download.
nperf1
Sementara untuk kecepatan upload, jaringan 4G LTE milik Smartfren mampu menghasilkan kecepatan maksimal sebesar 8,47 Mbps, dengan latency mencapai 48 ms. Hasil ini dirasa cukup baik, mengingat kawasan ini bukanlah sebagai kota besar di Indonesia.
Kemudian, pengujian dianjutkan pada perjalanan dari kota Garut menuju Tasikmalaya, tepatnya di Jalan Garut-Tasikmalaya no. 184. Dilokasi ini kecepatan internet Smartfren melorot pada angka 3,39 Mbps untuk kecepatan maksimal download.
nperf2
Sementara untuk kecepatan maksimal upload, jaringan 4G LTE milik Smartfren hanya mampu memberika kecepatan maksimum di angka 0,13 Mbps, dengan latency mencapai 100 ms.
Pengujian terakhir teerletak pada kota Tasikmalaya, atau tepatnya pada Hotel Santika. Di lokasi ini, Internet 4G dari smartfren juga tidak menunjukan peningkatan yang signifikan. Bahkan, untuk kecepatan download maksimal mereka kembali melemah menjadi 3, 32 Mbps.
nperf3
Namun, terjadi peningkatan pada sisi upload data. Untuk kecepatan maksimal upload, Internet 4G dari Smartfren melonjak pada angka 5,97 Mbps. Hasil ini tentu jauh lebih baik ketimbang pengujian kedua tadi. Sementara untuk latency, di lokasi ini internet 4G mereka berada pada angka 19 ms.
Bagaimana dengan VoLTE?
Di tengah perjalanan Tim Telko.id juga menjajal fitur terbaru dari 4G Smartfren yaitu layanan VoLTE atau Voice over LTE. Tidak seperti percobaan VoLTE Smartfren sebelumnya, kali ini untuk setup call, kami memerlukan waktu lebih dari 5 detik dan sempat beberapa kali mengalami kegagalan.
Setelah beberapa kali dilakukan ujicoba, akhirnya kami berhasil melakukan layanan VoLTE tersebut, tentunya dengan setup call yang lebih lama dari percobaan di Jakarta beberapa waktu lalu.
Untuk panggilan suara, kami merasakan kualitas suara HD seperti yang digadang-gadang sebelumnya. Suara Noise juga tidak terdengar, kualitas suara yang dihasilkan jauh lebih jernih ketimbang layanan voice konvensional.
volte renni
Kami juga menjajal fitur lain dari VoLTE yakni Video Call. fitur ini sejatinya berjalan dengan baik dan sangat mudah dalam melakukan switch dari telepon suara. Namun, kualitas video yang dihasilkan tidak sejernih yang kami harapkan. Walaupun tidak menemukan delay antara audio dan visualnya, namun kualitas video yang dihasilkan sedikit pecah. Kemungkinan hal ini dikarenakan oleh kualitas 4G Smartfren di lokasi tersebut sedang kurang baik, sehingga berpengaruh pada layanan Video Call dan setup call yang lebih lama dari biasanya. Pasalnya, ketika kami menjajal layanan VoLTE Smartfren di Jakarta, Setup call yang diperlukan kurang dari 3 detik serta kualitas video call yang cukup mumpuni.

Alasan Smartfren Percayakan ZTE – Nokia Untuk Urusi 4G

0

Telko.id – Sebagai operator 4G dengan cakupan terluas, Smartfren pasti memperoleh hal tersebut dengn bantuan dari vendor telekomunikasi dan jaringan. Dari banyaknya vendor raksasa yang akrab dengan para operator Indonesia, Akhirnya Smartfren menjatuhkan pilihan mereka pada ZTE dan juga Nokia.

Namun, Smartfren mengungkapkan alasan mengapa mereka memilih ZTE dan Nokia sebagai penyedia solusi jaringan  dan infrastruktur mereka? Mereka mengungkapkan, karena yang cocok dengan mereka adalah kedua vendor tersebut. Mereka sebelumnya juga telah mengadakan tender terkait hal ini dan pilihan jatuh ke tangan dua vendor ini.

Munir SP, VP Special Project Network Smartfren mengungkapkan, “Kita melakukan tender ke semua vendor dan terdapat banyak pilihan, setelah memilih-milih akhirnya pilihan yang cocok dengan kita adalah ZTE dan Nokia,” ucap Munir pada saat jumpa wartawan dan komunitas di Kawasan Tasikmalaya(25/2).

Munir juga menjelaskan alasan-alasan lain di balik pemilihan kedua vendor tersebut. Setidaknya terdapat tiga alasan yang menjadikan ZTE dan Nokia terpilih sebagai vendor mereka. seperti,

Teknologi, Munir mengakui bahwa teknologi ZTE ternyata tidak kalah dibandingkan dengan vendor dari Eropa dan Amerika Serikat. Sementara untuk Nokia sudah berpengalaman dalam menciptakan jaringan wireless diseluruh dunia. “Syarat pemilihan kita yang pertama adalah dari segi teknologi dan cocok dengan apa yang kita inginkan” tandas Munir.

Lebih lanjut Ia mengungkapkan alasan berikutnya, Secara Komersial dan Bisnis Sejatinya kedua vendor ini menawarkan harga yang sesuai dengan budget dari Smartfren, meski tidak menyebutkan angka pasti, Namun Munir menjelaskan bahwa kedua vedor ini cocok untuk komersial budgeting mereka.

Kemudian alasan lainnya adalah karena  mereka pernah bekerjasama dengan ZTE dan mengaku puas dengan hasil dari vendor asal China tersebut.

Sekedar informasi, Smartfren membagi wilayah netwrking mereka menjadi dua bagian, yakni bagian barat dan bagian timur. Untuk bagian barat, Smartfren lebih mempercayakan kepada Nokia utuk menghadirkan infrastruktur 4G di wilayah ini, wilayah barat meliputi daerah Jakarta, Jawa Barat sampai dengan Aceh

Sementara untuk wilayah timur, Smartfren memberikan kepercayaan kepada rekan lama mereka yakni ZTE. Untuk wilyah timur sendiri meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan wilayah lainnya.

Sekedar informasi, Smartfren sudah mengalokasikan dana sebesar USD 500 juta untuk menciptakan infrastruktur 4G LTE di Indonesia dan saat ini mereka masih melakukan investasi-investasi untuk peningkatan coverage, optimalisasi jaringan dan sebagainya. Investasi sebesar USD 500 juta tersebut merupakan total investasi sejak mereka launching 4G dan berlaku hingga dua tahun kedepan.