spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1668

Telkomsel Regional II ‘Curi Start’ Persiapkan Calon Juara Loop KePo 2016

0

Telko.id – Tahun 2015 fenomena media social berplatform video online, Youtube, mencatat peningkatan 450% jumlah video yang di upload dan 110% untuk waktu menontonnya secara online dibanding tahun sebelumnya. Khusus di Indonesia sendiri, upload video ke YouTube mencatat peningkatan hingga 600%. Hal inilah yang mendorong Telkomsel Regional Central Jabotabek pada akhir tahun 2015 lalu menggelar kompetisi Online Video untuk kalangan anak sekolah dan kuliah.

Ajang yang diberi nama Digital Creative Competition ini, digelar untuk menjaring bakat anak muda tingkat menengah pertama hingga segmen anak kampus. Kompetisi ini berjalan sejak 1 Desember 2015 hingga 31 Januari 2016 ini diselenggarakan oleh Telkomsel Regional Central Jabotabek khusus untuk anak muda dari kalangan sekolah dan kampus yang berada di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Timur, dn berhasil terkumpul sekitar 150 video karya anak muda yang diunggah melalui social media YouTube.

General Manager Sales Regional Central Jabotabek, Heru Sukendro, mengatakan “Ajang ini diadakan sebagai pemanasan jelang program LOOP KePo 2016 yang sudah resmi dimulai April 2016 ini. Kami melihat minat besar dari kalangan anak muda yang gemar berkreasi membuat konten video digital dan mengunggahnya di social media, seperti YouTube. Untuk itu, Telkomsel melihat potensi besar pemanfaatan layanan mobile broadband untuk kegiatan positif, dan Telkomsel akan memfasilitasi antusiasme tersebut dengan menyediakan layanan jaringan broadband berkecapatan tinggi, khususnya dengan semakin luasnya cakupan layanan 4G LTE di kota Jakarta.”

Konten video digital dari komunitas anak muda SMAN 77 Jakarta Timur dan SMKN 56 Jakarta Utara berhasil meraih juara berdasarkan jumlah LIKE yang diperoleh, dan berhak mendapatkan hadiah langsung hingga Rp. 5 juta. Pada acara penyerahan hadiah tersebut, Telkomsel juga menghadirkan pembicara dari mentor konten digital yang ikut berbagi tips tentang kreatifitas membuat konten video digital dan trik agar karya kreatif mereka yang sudah diunggah dapat diakses banyak viewer.

Heru menambahkan, diharapkan melalui kompetisi ini, pemenang dan para peserta lainnya menjadi terbiasa untuk menghasilkan lebih banyak lagi karya digital yang lebih kreatif, dan siap untuk mengikuti ajang LOOP KePo 2016 yang sudah mulai berjalan dan juga mengadu hasil karya dalam bentuk konten video digital. Heru berharap tahun ini peserta LOOP KePo 2016 akan lebih banyak diikuti peserta dari Jakarta, karena di wilayah ini lah industri dan pasar selular sudah sangat matang dan sangat menunjang untuk semua aktivitas yang menggunakan layanan mobile broadband. (Icha)

Lintasarta Targetkan Revenue Rp.2,5 Triliun di 2016

0

Telko.id – Pasar Data Center saat ini memang sangat prospektif. Dari data IDC, bisnis data center ini akan mencapai 15 juta US$ di tahun 2016 ini. Dengan pertumbuhan sekitar 30% setiap tahunnya. Itu sebabnya, Indosat Ooredoo bersama anak perusahaannya Lintasarta sangat optimis bahwa dengan selesainya pembangunan Disaster Recovery Center 3 akan cepat terisi.

“Sejak tahun lalu, Lintasarta ini sudah melakukan transformasi menjadi perusahaan ICT, bukan lagi sekedar menyediakan data center saja. Itu sebabnya, DCR 3 ini akan dimaksimalkan untuk mendukung bisnis dari Lintasarta. Kami targetnya hingga akhir tahun akan mencapai revenue 2.5 triliun rupiah,” ujar Arya Damar, President Director Lintasarta menjelaskan. Arya menambahkan bahwa pendapatan itu, akan diperoleh dari bisnis ICT 20%. Memang masih kecil. Tapi dengan seiringnya waktu, setiap tahun akan terjadi pertumbuhan 35% dan pada tahun 2020 nanti akan bertambah besar komposisinya menjadi 60%. Hal itu dapat terjadi karena pada masa itu bisnis internet of things yang menghubungkan banyak device pasti membutuhkan juga data center.

“Pasar data center akan terus mencatat pertumbuhan besar dalam dua tahun ke depan, salah satunya didorong keberadaan PP Nomor 82 Thun 2012 dan kami siap menangkap peluang tersebut dengan DRC 3 ini, “ujar Herfini Haryono, Director and Chief Wholesale & Enterprise Officer Indosat Ooredoo menjelaskan.

DRC 3 ini melengkapi fasilitas milik Lintasarta lainnya yakni DRC 1 dan 2 yang saat ini sudah penuh disewa oleh para kliennya. Termasuk juga fasilitas data center lainnya yang dimiliki oleh Lintasarta. Setidaknya, saat ini sudah ada 2500 – 3000 pelanggan korporate Lintasarta yang juga menjadi pelanggan Indosat Ooredo. Memang, pelanggan Indosat Ooredoo menjadi target utama untuk memaksimalkan DRC ini. Terlebih dengan selesai dibangunnya DRC 3 ini yang sudah memiliki sertifikasi Tier 3, maka dapat memberikan solusi end-to-end data center bagi para pelanggannya.

Arya mengklaim bahwa DRC 3 sebenarnya adalah Tier 3 plus. Pasalnya, dari sisi power, DRC 3 yang berlokasi di Jatiluhur ini sudah didukung oleh PLN dan Jasa Tirta II yang masing-masing siap mendukung kebutuhan Lintasarta hingga 1 Mega watt. Selain itu, posisi Jatiluhur memiliki profil resiko bencana yang amat rendah menjadi keunggulan juga dibandingkan para provider telekomunikasi lain sebagai pesaing terdekat yang juga memiliki layanan data center. (Icha)

Menanti Geliat XL di Ranah IoT

0

Telko.id – XL Axiata nampak semakin serius dalam menggarap ranah Internet of Things di Indonesia. hal ini terlihat dari pergerakan mereka yang siap meghadirkan berbagai solusi untuk mendukung tren Internet of Things.

Rafael Jeffry A. Sani, Vice Presiden Digital Service Business XL menyebutkan, “tujuan kita untuk membangun satu dunia digital yang berkesinambungan untuk rakyat Indonesia, baik itu pebisnis ataupun perorangan, kita mau membangun satu ekosistem yang harus mengakomodir kebutuhan orang banyak,” ujarnya pada saat media update XL terkait Internet of Things, di Jakarta (6/4). Ia juga menambahkan bahwa XL tengah menargetkan pertumbuhan double digit atau sekitar 200 ribu unit pelanggan IoT baru XL, tambah Rafael.

Sekadar informasi, XL telah bermain di ranah IoT sejak tahun 2011 silam. Hal ini tergambar dari pernyataan Arifa febriyanti selaku Head Of Internet Of Things, “IOT XL hadir dari tahun 2011 yang berfokus kepada M2M, di 2014, kami mengarahkan ke Trusted business partner, sementara di tahun 2015 kami lebih cenderung pada beyond connectivity dan di tahun ini peran kita berada di growth ecosystem,” tuturnya.

Tiga solusi Internet of Things dari XL ini mencangkup Yubox, Savvy Smarthome serta Smartcity. Untuk Yubox, solusi ini menawarkan kemampuan dalam menyediakan akses internet wifi secara gratis. Dalam Yubox, hadir juga konten hiburan berupa musik, game, video serta aplikasi yang dapat diunduh secara gratis. Yubox saat ini sedang dilakukan ujicoba pada sarana transportasi umum seperti Commuter line, Bus serta pada armada Grab Car.

Sementara untuk Savvy Smarthome, Solusi ini diperuntukan bagi pemilik Smarthome. Dengan mengkoneksikan semua perangkat pintar yang ada dirumah seperti TV, pendingin ruangan, serta lampu penerangan di dalam rumah dengan memanfaatkan sensor. Savy akan memberikan otomatisasi kenyamanan si penghuni rumah yang dapat meremote dari jarak jauh menggunakan Device yg pintar.

Sedangkan solusi terakhir yang dihadirkan pada hari ini adalah Xsmartcity, yakni sebuah solusi smart city berupa platform yang menawarkan kemudahan bagi pemerintah daerah dan warganya agar memberikan mereka kemudahan untuk mengakses berbagai informasi dan layanan publik diwilayah mereka. Sekedar informasi, layanan smart city ini bisa di kustomisasi sesuai dengan kebutuhan dari tiap kota di Indonesia.

Sampai dengan saat ini, solusi smartcity XL telah diimplementasikan di empat kota seperti Jogjakarta, Balikpapan, Lombok, dan Banjarmasin. Dari keempat kota tersebut, terdapat beberapa kebutuhan yang eragam seperti,Jogja yang lebih membutuhkan aplikasi layak anak, Balikpapan yang cenderung membutuhkan pemesanan rumah sakit, Lombok yang membutuhkan pemesanan makam serta banjarmasin yang membutuhkan Localize data center.

Berbicara mengenai platform IoT sendiri, XL masih memanfaatkan platform bentukan Ericsson, namun masih membutuhkan platform lain untuk IoT dan tentunya membuka kesempatan bagi vendor lain untuk bekerjasama dengan XL terkait platform. Sementara itu, jumlah kontribusi IoT untuk revenue XL secara total masih kurang dari 10% dan target mereka di tahun ini adalah ingin setidaknya menarik 200 ribu pelanggan IoT baru.

Thailand Siap Untuk Lelang Ulang Spektrum 900 Mhz

0

Telko.id – Regulator telekomunikasi Thailand secara resmi telah membulatkan keputusan untuk menuntaskan aturan akuisisi ulang spektrum 900-MHz yang dimenangkan oleh Jasmine pada bulan Desember lalu. Sekadar informasi, Jasmin gagal melakukan pembayaran untuk penawaran mereka senilai $ 2,14 miliar atau setara dengan 75,65 miliar baht.

Lelang baru akan mulai digelar pada tanggal 24 Juni mendatang dan angka terendah berdasarkan penawaran terakhir yang diberikan oleh Jasmine beberapa waktu lalu. Harga penawaran akan meningkat 4,3 juta atau sekitar 152 juta baht per putaran.

Sementara itu, deposit telah ditingkatkan, dari semula hanya 5% dari tawaran awal menjadi 20% dengan deposit tambahan eksplisit label sebagai deposit kerusakan dalam kasus awal.

Peserta lelang sendiri terdiri dari 5 perusahaan telekomunikasi dan memungkinkan pemenang spektrum 900-MHz lainnya yakni TrueMove untuk berpartisipasi dalam re-auction ini. Sebelumnya, Sekretaris Jenderal NBTC Thailand, Takorn Tantasit mengatakan bahwa TrueMove akan diikutsertakan dalam lelang tersebut, menyusul keluhan keras yang dilontarkan oleh Dtac mengenai hal ini.

Dilaporkan TelecomAsia (6/4) salah satu operator Thailand yakni AIS, telah mengirimkan surat kepada NBTC yang mengungkapkan minat mereka dalam membayar tawaran yang dulu dimenangkan oleh Jasmine yakni 75,65 miliar baht. AIS berharap dapat terus menggunakan frekuensi 900 Mhz tersebut untuk memberikan layanan 2G bagi para pengguna mereka.

Surat AIS ‘juga meminta NBTC untuk mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah gangguan dengan band 850-MHz milik Dtac.

Dalam lelang pada Desember lalu, AIS tidak tertarik pada band yang lebih rendah yang dimenangkan oleh Jasmine karena berpotensi akan mengalami gangguan. Tetapi mereka tertarik untuk memperoleh band atas yang dimenangkan oleh TrueMove.

Sementara pihak regulator menanggapi dengan mengatakan bahwa langkah tersebut berada di luar otoritas dan akan membutuhkan pemimpin junta dan Perdana Menteri Jenderal Prayut Chanocha untuk menggunakan pasal 44, dengan kekuatan klausul mutlak, dalam konstitusi interim.

Sekadar informasi, Pengacara pemerintah, Dewan Negara, telah menolak untuk mengomentari legalitas langkah tersebut dan telah ditangguhkan kepada Perdana Menteri dan pemimpin junta.

Prayut sendiri telah mengindikasikan sebuah kemungkinan bersedia untuk menggunakan klausul kekuasaan mutlak untuk AIS. Namun, lelang baru pun belum juga dimulai, dan segala kemungkinan akan tetap terjadi seiring dengan berjalan nya waktu.

Capex Industri Telko Dunia Bakal Turun 6% di 2016. Kenapa?

Telko.id – Dell’Oro, perusahaan riset berbasis di Amerika ini menilai bahwa Capex industry telekomunikasi dunia bakal turun. Hal ini disebabkan karena belanja modal di Cina dan Eropa melemah dan akan mempengaruhi penurunan year-on-year Capex industry telekomunikasi dunia. Ditambah lagi dengan harga tukar mata uang dunia yang lambat ikut mempengaruhi.

“Keseimbangan antara revenue dan investasi memang diharapkan terjadi dalam waktu dekat, namun operator cenderung melakukan penyeimbangan investasi antara wireline dan wireless, sekaligus menyelaraskan dengan tujuan investasi jangka panjang yang disesuaikan dengan pendapatan masing-masing operator,” ujar Stefan Pongratz, analis Dell ‘Oro Group menjelaskan seperti yang dilansir dari Dell’Oro.

Lebih lanjut, Stefan juga menyatakan bahwa pada tahun 2016 ini, investasi telekomunikasi di seluruh dunia diperkirakan akan turun 6%, dengan catatan nilai tukar mata uang konstan, terutama di Cina dan Eropa. Penurunan Capex ini diharapkan dapat mendorong terjadinya pertumbuhan dalam pendapatan walaupun tidak terlalu besar, tetapi paling tidak dapat tumbuh normal di tahun 2016 ini.

“Tahun 2015 lalu merupakan tahun dengan investasi modal yang mencapai titik tertinggi dalam 5 tahun belakangan ini,” ujar Stefan menambahkan. Namun, puncak nya itu tidak dapat dipertahankan untuk tahun ini. Analis Dell”Oro pun menyatakan bahwa melemahnya capex industry telekomunikasi ini akan berdampak pada penurunan permintaan terhadap peralatan manufaktur seperti mobile packet/RAN/voice, routers dan Carrier Ethernet switches, service provider Wi-Fi, dan optical transport di tahun 2016 ini. (Icha)

Telkomsel Dukung Pencanangan Sukabumi Sebagai Smart City

0

 

Telko.id – Bertepatan dengan rangkaian perayaan HUT Kota Sukabumi ke-102, Telkomsel menghadirkan layanan 4G LTE untuk menghadirkan pengalaman mobile broadband yang berbeda untuk warga Kota Sukabumi. Kehadiran layanan 4G LTE Telkomsel ini juga merupakan bentuk dukungan dalam pengembangan potensi sosial dan ekonomi masyarakat, yang sejalan dengan pencanangan Kota Sukabumi sebagai Smart City seperti telah ditetapkan oleh Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., MM.

“Telkomsel mengucapkan selamat hari jadi Kota Sukabumi ke-102. Sebagai bentuk dukungan dalam pencanangan Kota Sukabumi menjadi Smart City, Telkomsel kini menghadirkan layanan 4G LTE yang dapat dinikmati pelanggan untuk merasakan True Broadband Experience, yang dapat diimplementasikan dalam kegiatan keseharian masyarakat,” ujar Nur Asnidar,General Manager Sales Regional Eastern Jabotabek Telkomsel menjelaskan.

Hari jadi Kota Sukabumi yang dirayakan setiap tanggal 1 April ini dimeriahkan dengan sejumlah kegiatan perayaan seperti peluncuran Aplikasi Sukabumi Smart City, Pekan Ekonomi Kreatif, Tabligh Akbar dan beberapa kegiatan yang melibatkan beragam unsur masyarakat dan aparat pemerintah Kota Sukabumi lainnya. Rangkaian perayaan tersebut sudah dimulai sejak bulan Maret 2016 lalu.

Telkomsel sendiri turut berpartisipasi aktif dalam salah satu rangkaian perayaan HUT Kota Sukabumi ke-102 yaitu Jalan Sehat yang diselenggarakan bersama Pemkot Sukabumi yang di mulai dari depan Balai Kota Sukabumi, (3/4). Bersamaan dalam kegiatan tersebut, Telkomsel bersama Pemkot Sukabumi meresmikan layanan 4G LTE Telkomsel yang sudah mulai dapat dinikmati pelanggan Telkomsel di 7 Kecamatan yang ada di Kota Sukabumi. Selain itu, dalam kesempatan ini Telkomsel juga menyerahkan perangkat tempat sampah sebagai bagian dari donasi Corporate Social Responsibility (CSR) guna membantu Pemkot Sukabumi.

Nur Asnidar menambahkan, saat ini Kota Sukabumi semakin berkembang pesat seiring dengan potensi ekonomi dan sosial perkotaan yang juga semakin maju. Keberadaan sejumlah titik industri besar dan potensi wisata lokal di Kota Sukabumi turut mendorong penggunaan layanan mobile broadband pelanggan Telkomsel, hal ini dapat terlihat dengan semakin tingginya trafik utilisasi layanan 3G di Kota Sukabumi. Kini, layanan 4G LTE Telkomsel sudah hadir di sejumlah titik potensial di Kota Sukabumi, guna menunjang minat pelanggan Telkomsel di Kota Sukabumi dalam merasakan pengalaman menggunakan layanan mobile broadband berkecepatan tinggi.

Kehadiran layanan 4G LTE Telkomsel ini, yang sudah mulai diimplementasikan sejak bulan Februari 2016 lalu, sudah mendapat respon positif dari masyarakat Kota Sukabumi. Hal ini dapat terlihat dari meningkatnya permintaan upgrade kartu uSIM dari pelanggan yang berkunjung ke GraPARI. Sebelumnya, rata-rata upgrade uSIM di GraPARI Sukabumi sekitar 15 pelanggan dalam sehari, kini sejak 4G LTE sudah dapat dinikmati pelanggan, upgrade uSIM meningkat menjadi sekitar 100 pelanggan setiap harinya. Perluasan cakupan layanan 4G LTE di Kota Sukabumi hingga Kabupaten akan terus berjalan dan ditingkatkan baik jumlah BTS eNode 4G maupun kualitas teknologinya.

Antusiasme pelanggan menyambut 4G LTE Telkomsel ini juga didukung dengan semakin banyaknya Gerai/Outlet yang sudah menawarkan smartphone yang mendukung layanan 4G LTE. Untuk itu, guna mendorong semakin terbentuknya ekosistem DNA (Device-Network-Application) berbasis layanan 4G LTE, Telkomsel menghadirkan paket internet kuota 4GB (3G/4G) yang khusus dapat dinikmati pelanggan di Kota Sukabumi cukup dengan tarif Rp. 60 ribu / 30 hari.

“Telkomsel melalui Manajemen Regional Eastern Jabotabek siap untuk mendorong peningkatan utilisasi layanan 4G LTE Telkomsel di Kota Sukabumi. Selain penyediaan layanan upgrade uSIM di GraPARI, di setiap event seperti dalam acara Jalan Sehat HUT Kota Sukabumi ini kami pun menghadirkan layanan upgrade uSIM. Telkomsel juga melakukan penetrasi langsung dengan melakukan kunjungan sejumlah pabrik dan perkantoran yang tersebar di Kota Sukabumi untuk membantu pelanggan dari kalangan pekerja yang memiliki minat cukup tinggi melakukan upgrade uSIM guna dapat menikmati True Broadband Experience menggunakan layanan 4G LTE Telkomsel” pungkas Nur Asnidar. (Icha)

 

Huawei Hadirkan Inovasi Baru Pada LTE-M

0

Telko.id – Ketika dunia telah memasuki era 4G LTE (Long Term Evolution), kecepatan adalah salah satu tuntutan yang harus diberikan oleh vendor ataupun operator kepada para konsumen mereka. Salah satu cara memberikan layanan terbaik adalah dengan menggunakan LTE Railway yang dibangun dari platform LTE-M.  Solusi ini diperkenalkan oleh Huawei, sebagai salah satu pemain besar di Industri telko global.

Sekadar informasi, LTE-M sendiri merupakan turunan dari basis 4G LTE yang diperuntukkan untuk pengembangan IoT (Internet of Things), dengan vendor jaringan Huawei yan berhasil mengembangkannya. Menggandeng perusahaan transportasi Guangzhou-Shenzhen-Hong Kong Express Rail Link, Huawei kini telah siap mengimplemetasikan LTE for Railway untuk rute Guangzhou – Shenzhen di daratan Tiongkok.

Huawei yang dikenal sukses mengadaptasi teknologi dari vendor Eropa Barat sejak beberapa tahun lalu telah mengoperasikan unit bisnis Huawei Digital Rail Solutions. Solusi yang ditawarkan dari Digital Rail Solutions mencakup GSM-R, Hybrid MSTP dan multi-service broadband access.

Kolaborasi apik antara Huawei dan pihak Rail Link di Guangzhou dan Shenzhen, diharapkan dapat mewujudkan sistem jaringan komunikasi railway yang handal, teruji, dan tentunya dapat dilakukan upgrading di masa depan.

Guna memastikan sinyal agar dapat ditransmisikan secara cepat dari kereta api ke ground control, mereka memanfaatkan perangkat transmisi GSM-R di setiap ujung kereta api, bahkan jika diperlukan transmisi GSM-R dapat diperpanjang untuk 200 – 300 kabin dengan empat sampai lima lokomotif.  Untuk memastikan stabilitas jaringan, Huawei juga menggunakan basis teknologi cloud dan lima internet service provider. Setiap transmisi telah mengadopsi basis IP (Internet Protocol).

Dilaporkan oleh Telecom Asia (5/4), sistem ini juga memperhatikan sisi keselamatan berupa penempatan video surveillance di dalam dan luar kompartemen kereta. Menggunakan basis kamera CCTV, daya yang dikumpulkan akan dipusatkan di sebuah data server dan fasilitas basis cloud. Dengan ketersesiaan infrastruktur tersebut, maka analisa data bisa diamati secara real time. Untuk kebutuhan khusus, perilaku penumpang dapat pula di deteksi.

Sekadar informasi, sampai dengan saat ini GSM-R telah digunakan oleh banyak operator di seluruh dunia, dengan LTE Railway yang juga diobatkan sebagai modernisasi GSM-R untuk Deutsche Bahn di Jerman Bagian Utara, proyek kereta api berkecepatan tinggi di Sochi, Rusia, PRASA di Afrika Selatan, dan proyek EKB High-speed di Turki.

Inilah Buntut Dari Sanksi AS Terhadap ZTE

0

Telko.id – Tiga posisi eksekutif teratas ZTE telah dipastikan meninggalkan perusahaan asal Cina pada minggu ini. Hal ini dijadikan sebagai ‘penebus kesalahan’ atas sanksi perdagangan yang diberikan oleh Amerika Serikat. Sekadar informasi, ZTE sedang terkait kasus penjualan perangkat telekomunikasi ke Iran, yang mana hal tersebut menyebabkan vendor Cina tersebut terkena sanksi dari Amerika Serikat sebagai penyedia komponen untuk produk ZTE.

Dilaporkan oleh Telecoms(5/4), mengatakan bahwa ZTE akan melakukan yang terbaik untuk membangun kembali reputasi mereka setelah sanksi dari Departemen Perdagangan Amerika Serikat seakan ‘menampar’ wajah mereka di mata dunia. Seperti yang dijelaskan diatas, sanksi perdagangan ini sebagai konsekuensi dari dugaan perdagangan peralatan buatan Amerika Serikat dengan operator di negara yang dilarang oleh negara Super Power tersebut, termasuk Operator dari Iran TCI.

Tiga jabatan eksekutif yang akan mundur adalah, Chief Executive, Shi Lirong, EVPs Tian Wenguo serta Qiu Weizhao. Diyakini pula bahwa CTO mereka Zhao xianming akan mengambil alih posisi sebagai CEO dan chairman.

Penghapusan tiga eksekutif senior ini juga menjadi salah satu bagian dari perjanjian damai dengan pihak Amerika Serikat. Sekadar informasi, perjanjian tersebut mengharuskan siapapun yang terlibat dalam pelanggaran sanksi perdagangan harus dikeluarkan dari perusahaan. Kemudian, akan pihak Amerika Serikat akan mempertimbangkan pencabutan permanen dari sanksi perdagangan tersebut. Meskipun ini hanya akan membuat pihak AS ‘mempertimbangkan’ namun, dirasa hal ini merupakan jalan terbaik yang bisa diambil saat ini.

Jika sanksi ini tidak dicabut, maka ZTE tidak dapat berdagang dengan perusahaan-perusahaan asal Amerika Serikat, termasuk mitra mereka yakni Intel dan Qualcomm.

Tidak hanya itu, sanksi tersebut juga mencegah vendor Cina ini untuk melakukan transaksi dengan perusahaan teknologi milik Amerika Serikat, meskipun komponen dari perusahaan tersebut diproduksi di luar Amerika Serikat.

Diharapkan, dengan pemecatan tiga eksekutif ZTE, pihak Amerika Serikat akan melunak dan mencabut sanksi tersebut.

Ini Dia! Gaya Telkomsel Memilah dan Memilih Pelanggan

0

Telko.id – Di Indonesia, operator tidak memiliki varian produk yang banyak. Paling banyak Telkomsel. Operator yang memiliki pelanggan 154 juta ini memiliki 4 produk, yakni Kartu Halo, Simpati, Kartu As dan Loop. Cukup pintar operator ini ‘mengiris’ segmentasinya sehingga bisa tetap tumbuh bersama.

Kartu As dan Loop cukup dekat segmen pasarnya. Di mana, yang disasar adalah pelanggan dengan kemampuan membeli pulsa yang tidak terlalu besar. Namun, segmen Loop dipertajam lagi dengan mensasar anak sekolah atau teenager yang berumur dibawah 20 tahun. Sedangkan Simpati berada direntang usia 20 tahun ke atas.

Sampai akhir tahun 2015 lalu, jumlah pelanggan Loop sudah mencapai 15 juta pelanggan. Sedangkan pada Maret 2016 ini sudah mencapai 18 juta pelanggan. Kartu As memiliki 60 juta pelanggan dan Simpati masih mendominasi pelanggan Telkomsel yakni diangka 72.400.000 pelanggan.

Loop sendiri saat ini memiliki ARPU (Average Rate Per Usages) yang cukup menarik karena 80% dari ARPU Loop dipergunakan untuk akses data dan berada 30% diatas ARPU dari Kartu AS. Padahal, konsumsi service data secara keseluruhan hanya 60% saja. Artinya konsumsi data Loop ini cukup besar. Jika dibandingkan dengan ARPU blended atau campuran Telkomsel tahun lalu Rp.43 ribu. Maka ARPU Loop ini bisa mencapai 30% lebih kecil yakni Rp30.100. Artinya, sebesar Rp.24.080 digunakan oleh para pelanggan Loop untuk data. Namun, karena pelanggannya tidak bisa didorong untuk terlalu agresif membuat kontribusi terhadap pendapatan perusahaan secara keseluruhan hanya berkisar 15 – 16%. Maklum saja, pangsa pasar untuk segmen Loop ini hanya sebesar 36 juta saja diseluruh Indonesia. Itupun, tidak semuanya mampu untuk membeli smartphone.

Sayangnya, Loop belum mengeluarkan produk untuk 4G nya. Padahal, Telkomsel saat ini cukup gencar menambah pelanggan mobile data via 4G ini. Hal ini disebabkan karena segmen pasarnya yang anak sekolah, yang belum memungkinkan untuk memiliki smartphone berbasis 4G. “Nanti kita akan secepatnya mengeluarkan Loop 4G. Sekarang kita push dulu untuk pindah ke 3G,” ujar Ririn Widaryani, VP Prepaid & Broadband Telkomsel menjelaskan.

Maklum saja, saat ini pelanggan Telkomsel yang menggunakan ponsel 2G masih banyak. Ririn menambahkan bahwa berdasarkan angka yang tertera di sistem operator ini masih ada 50 juta pelanggan yang belum perpindah ke 3G maupun ke 4G. Itu sebabnya, Telkomsel masih belum akan menutup layanan 2G nya. Hal ini baru akan dilakukan jika semua pelanggan pindah ke 3G atau 4G. “Atau memang dari regulator atau pemerintah mengharuskan layanan 2G ditutup,” sahut Ririn menambahkan.

Produk lain yang menarik dicermati adalah Kartu Halo. Memang, produk paska bayar di Indonesia kurang populer. Alasannya adalah mahal, takut billing shock dan lainnya. Dan, gambaran paska bayar di masing-masing operator pun tidak besar. Maksimal, kurang 10% dari total jumlah pelanggan. Bahkan untuk meningkatkan jumlah pelanggannya pun tergolong sulit karena karakter masyarakat Indonesia yang ‘kurang’ berminat pada produk seperti itu.

Di Telkomsel, jumlah pelanggan Kartu Halo dari akhir 2014 hingga 2015 terjadi peningkatan sekitar 1.1 juta pelanggan. Dari 2.5 juta pelanggan menjadi 3.6 juta pelanggan. Hal ini cukup menarik karena hampir disemua operator, jumlah pelanggan paska bayarnya stagnan atau bahkan menurun. Menariknya lagi, ARPU dari kartu Halo pun cukup tinggi. Bisa mencapai 150 ribu setiap bulannya.

“Kartu Halo memang menjadi alternatif pilihan bagi konsumen. Memang, pelanggan kelas ini tidak akan merasakan program-program seperti untuk Simpati, Kartu As atau Loop, karena memang segmentasinya berbeda. Jadi wajar jika pertumbuhannya juga tidak seperti produk lainnya,” ujar Nirwan Lesmans, VP Marketing Communication Telkomsel menjelaskan. Artinya, operator ini mampu secara kontinue menjadi produk-produk nya sehingga tetap hidup dan tumbuh. Walaupun cukup merepotkan, karena harus ‘memelihara’ 4 produk secara bersamaan. Baik melakukan program retention maupun program akusisi pelanggan yang berbeda. (Icha)

Loop Kepo Dorong Anak Sekolah Jadi Creator Digital

0

Telko.id – Telkomsel sadar betul bahwa masa depan industri telekomunikasi berada di generasi muda. Jika sudah pernah sekali saja gunakan produk nya, maka diharapkan akan terus sampai dewasa tidak akan lepas. Namun, operator ini juga tidak mau hanya generasi muda yang berada di usia sekolah ini hanya sebagai konsumen saja, tetapi juga mendorong agar mampu menciptakan konten sendiri. Itu sebabnya, Telkomsel meneruskan program Loop Kepo ditahun ini.

Program itu sendiri, diklaim oleh Telkomsel cukup sukses. Sejak di luncurkan Maret 2014 lalu, hingga akhir 2015 sudah mampu merangku hingga 15 juta pelanggan anak sekolah dan hingga Maret 2016 sudah mencapai 18 juta atau 12% dibandingkan dengan total pelanggan Telkomsel secara keseluruhan. “Targetnya sendiri memang tidak besar. Hanya 20 juta hingga akhir 2016. Soalnya, pangsa pasar anak sekola ini hanya 36 juta. Itu pun tidak semuanya mampu membeli smartphone 3G sehingga, kami cukup puas jika akhir tahun dapat mencapai angka tersebut,” ujar Ririn Widaryani, VP Prepaid & Broadband Marketing Telkomsel.

Agar Loop semakin kental presepsi pasar sebagai produk digital maka tahun ini, Loop Kepo tahun ini akan mendorong anak sekolah untuk menciptakan konten berupa Video Project dengan tema “Promote Your School” dan berkompetisi antar sekolah. Puncaknya akan diadakan Loop Kepo BigBang sebagai penutup program. “Melalui Loop Kepo ini, kami ingin memberikan wadah kepada anak sekolah untuk mengekspresikan ide, passion dan kreativitasnya sehingga kedepan sudah siap mendukung Indonesia yang serba digital,” ujar Nirwan Lesmana, VP Marekting Communication Telkomsel menjelaskan.

Loop Kepo tahun ini akan roadshow ke 400 sekolah di 50 kota. Dua kali lipat dibandingkan dengan than sebelumnya karena tahun lalu hanya di 27 kota dengan 200 sekolah. Di mana roadshow kali ini akan dilakukan di Banda Aceh, Medan, Jambi, Jakarta, Bandung, Cirebon, Tasikmalaya, Purwokerto, Malang, Gorontalo, Kendari, Makasar, Palu, Palangkaraya, Banjarmasin, Ambon, Jayapura, Timikia dan lainnya. Hal ini dilakukan agar peserta Video Project Loop ini lebih tersebar lagi. Tidak hanya datang dari pulau jawa saja, seperti kejadian tahun lalu.

Rangkaian Loop ini berlangsung mulai dari Maret 2016 hingga Oktober 2016. Selain roadshow, Loop juga akan menghadirkan mentor Raditya Dika dan Pandji Pragiwaksono untuk memberikan tips dan trik pembuatan video. Selain itu, tutorial dari kedua mentor ini pun akan dilakukan melalui akun media sosial pribadi para mentor. (Icha)