spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1649

Tarif Interkoneksi Turun, Ini Ekspektasi Smartfren

0

Telko.id – Rencana pemerintah untuk menurunkan tarif interkoneksi ditanggapi positif oleh sejumlah operator. Setelah sebelumnya Tri mengungkapkan keinginannya agar tarif interkoneksi turun sebesar 40%, kali ini giliran Smartfren mengurai asa serupa.

Seperti diketahui, saat ini Pemerintah tengah menggodok aturan tentang penurunan tarif interkoneksi bagi setiap operator seluler di Indonesia. Kabar yang beredar, tarif itu hanya akan turun pada kisaran 10% hingga 20% dari tarif normal. Jika benar demikian, maka penurunan ini tidak akan memberikan dampak besar bagi para pengguna akhir.

“Ekspektasi kita semoga ke depannya tarif interkoneksi akan lebih murah, sehingga ketika kita melakukan panggilan ke operator lain, harganya bisa terjangkau,” ujar Sukaca Purwakardjono, Division Head Device Planning and Management, PT. Smartfren Telecom saat ditemui dalam acara peluncuran paket bundling dan starter pack terbaru perusahaan kemarin, (Selasa (3/5).

Sukaca menambahkan, setidaknya tarif tersebut bisa turun sekitar 40% sampai 50% lebih murah dari tarif yang ada saat ini.

“Sepuluh persen menurut saya terlalu kecil ya. Kalau mau dampak yang signifikan ya empat puluh persen, jadi supaya traffik ke semua operator bisa atraktif. Karena kalau tarif interkoneksi tinggi kan tarif panggilan telepon dari satu operator ke operator lainnya bisa dua kali lipat dibandingkan dengan sesama operator,” ungkapnya.

Ia juga menyebutkan, jikalau tarif interkoneksi lebih murah, tentunya akan semakin banyak pelanggan yang melakukan panggilan ke operator lainnya. Saat ini, seperti diakuinya lagi, konsumen sudah mulai jarang menggunakan layanan voice dan jika interkoneksi lebih murah, bisa kembali menstimulasi pelanggan untuk menggunakan voice.

Disinggung mengenai penurunan tarif ke konsumen, semisal tarif inerkoneksi turun sebesar 40%, Sukaca menjawab bahwa mereka masih perlu membuat formulasi lagi. Pasalnya, masih ada beberapa pertimbangan yang harus dilihat mengenai tarif ini.

“Kita lihat nanti, karenakan interkoneksi turun tapi tergantung juga kita punya titik interkoneksi. Jadi tidak semata-mata tarif turun 40% terus kita juga bisa nurunin 40% ke pelanggan. Karena ada beberapa kota yang tidak ada inerkoneksi tetapi tetap saja terkena long distance. Jadi masih harus kita formulasikan lagi nanti,” tutup Sukaca. [ak/if]

Smartfren Lengkapi Ekosistem VoLTE dengan Starter Pack Khusus

0

Telko.id – Smartfren, sebagai satu-satunya operator 4G yang telah menggelar layanan VoLTE (Voice over LTE) di Indonesia saat ini kembali menawarkan kemudahan bagi para pengguna untuk menikmati layanan ini. Dalam hal ini, dengan menghadirkan sebuah kartu perdana (starter pack) khusus untuk VoLTE.

Kartu perdana VoLTE ini nantinya bisa didapatkan di gerai Smartfren dengan hanya merogoh kocek sebesar Rp5.000, sebelum akhirnya dapat langsung digunakan untuk smartphone 4G yang sudah memiliki aplikasi Smart VoLTE.

Tentu saja, dengan syarat smartphone 4G tersebut juga mendukung band 5 dan band 40 atau setidaknya salah satunya.

Sekadar mengingatkan, VoLTE adalah layanan komunikasi berbasis data yang mengandalkan teknologi dari jaringan Smartfren 4G LTE melalui IMS (IP Multimedia Subsystem) yang memiliki jalur khusus (dedicated bearer). Layanan ini mampu menyajikan kualitas video call yang stabil dan suara telepon berkualitas HD dengan background noise yang sangat kecil.

Dengan demikian suara yang didengar oleh lawan bicara akan tetap jernih dan jelas meskipun pengguna melakukan panggilan baik suara maupun video di tempat ramai dan terbuka. Tidak hanya itu, pengguna juga dapat menikmati semua fasilitas dari layanan VoLTE, seperti voice/ video call, SMS, USSI, dan conference call secara maksimal.

“Hadirnya kartu perdana VoLTE memungkinkan pelanggan untuk dapat menikmati beragam manfaat dari layanan jaringan 4G LTE Advanced terluas milik Smartfren. Untuk menikmati layanan VoLTE, pelanggan hanya perlu mengunduh aplikasi Smart VoLTE di Google Play Store, dan langsung dapat merasakan cara baru berkomunikasi,” kata Sukaca Purwakardjono, Division Head Device Planning and Management PT Smartfren Telecom dalam acara peluncuran yang berlangsung di Jakarta, Selasa (3/5).

Nantinya, pelanggan akan mendapatkan berbagai benefit seperti social media unlimited, gratis akses WhatsApp, BBM dan Line selama lima hari setelah aktivasi kartu.

Selain itu, setiap kali melakukan pembelian ulang paket sebesar Rp30.000, pelanggan akan mendapatkan total bonus hingga 9GB. Bonus kuota data sebesar 250MB akan diperoleh pada pembelian pertama hingga keempat, dan bonus kuota data sebesar 500MB dapat dinikmati untuk pembelian kelima hingga ke-duapuluh.

Pelanggan juga dapat memilih dua buah paket yaitu basic plan, dengan bonus kuota data sebesar 1GB, atau all in one plan dengan bonus kuota data sebesar 500MB, 50 SMS, dan 10 menit menelepon ke semua operator. Masing masing paket mempunyai masa berlaku hingga 30 hari dengan harga paket sebesar Rp30.000.

Beberapa smartphone yang mendukung layanan dari Smartfren ini termasuk LG G4, Wiko Ridge 4G Fever, Samsung J2, Samsung J5, Lenovo A6010, Samsung Tab S2 T715Y, Samsung Tab S2 T815Y, Sony Experia Z3 Compact D5833, One Plus One A1001, Hisense Pureshot, Motorola Nexus 6, Samsung J1 Ace, Samsung J7 dan Asus Zenfone 2. [ak/if]

Smartfren ‘Ketagihan’ Kerjasama Bareng Samsung

0

Telko.id – Smartfren tampaknya ‘ketagihan’ untuk kerjasama bareng Samsung. Terbukti, operator ini kembali menggandeng pembuat smartphone asal Korea Selatan itu untuk program bundling lanjutan. Jika sebelumnya kedua perusahaan sempat berkolaborasi dalam Samsung Galaxy J2, kali ini giliran J1 seri 2016.

Samsung J1 diketahui telah mendukung konektivitas jaringan dari Smartfren, yakni pada band 4 dan band 40. Untuk melakukan panggilan, Smartfren juga sudah membenamkan aplikasi Smart VoLTE pada Samsung J1. Yang artinya pengguna Samsung J1 sudah dapat menikmati layanan VoLTE dari Smartfren.

“Ini adalah stratego Smartfren untuk membantu konsumen agar bisa menggunakan teknologi dari Smartfren. Kita berterima kasih kepada Samsung atas kerjasama ini,” ungkap Roberto Saputra,Chief Brand officer Smartfren telecom dalam acara peluncuran program bundling ini di Jakarta, Selasa (3/5).

Roberto menambahkan, kerjasama ini merupakan angin segar bagi masyarakat yang ingin menjajal kualitas layanan VoLTE dengan menggunakan perangkat bermerek, khususnya Samsung.

“Begitu aktivasi, pelanggan Smartfren yang menggunakan Samsung J1 akan kita berikan kuota  1GB, dengan bonus 100 menit untuk VoLTE ke sesama Smartfren,” tambah Sukaca Purwokardjono, Division Head Device Planning and management PT. Smartfren Telecom.

Dari segi spesifikasi, Samsung J1 yang dibanderol dengan harga Rp1.699.000 ini hadir dengan bentang layar 4.5 inci Super AMOLED, dengan kamera 5MP di bagian belakang dan 2 MP di bagian depan. Dibawahnya, selain RAM 1 GB dan ROM 8 GB, Anda juga akan berhadapan dengan OS Android Lollipop 5.1.1 yang mendukung layanan 4G Cat 4 dan baterai 2.050 mAh.

Kerjasama Smartfren dengan OMH seperti Samsung ini dilakukan karena kontribusi OMH (Open Market Handset) menyumbang sekitar 60 hingga 70% dari total pengguna 4G mereka. Bila dibandinkan dengan seri Andromax, OMH memang lebih menjanjikan, karena mampu menjangkau semua kalangan pengguna, baik low-end ataupun pengguna yang loyal terhadap suatu brand. [ak/if]

Tantang Go-Food, Grab Kenalkan GrabFood

0

Telko.id – Sebagian dari Anda mungkin telah cukup familiar dengan fitur bernama Go-Food yang disediakan oleh GoJek. Fitur yang memungkinkan pengguna untuk memesan dan mengantar makanan dari berbagai restoran atau pusat jajanan, baik yang sudah maupun belum terdaftar di aplikasi GoJek ini tampaknya akan segera menemukan penantang. Pasalnya, perusahaan pesaing yang bernama Grab juga dikabarkan telah meluncurkan versi beta dari layanan serupa, bertajuk GrabFood.

Dalam keterangan resminya, Grab Indonesia mengatakan layanan terbaru saat ini hanya tersedia di kawasan pusat bisnis Jakarta – Senayan, SBCD, Semanggi dan Kuningan.

Layanan pesan-antar makanan tersebut hadir untuk memberi kemudahan bagi para pecinta kuliner yang sibuk dan ingin mencoba hidangan populer dari restoran ternama di Jakarta – tanpa harus menembus kemacetan dan menunggu antrian.

Jakarta memiliki beragam pilihan hidangan lezat, baik yang tersembunyi di jalan-jalan sempit maupun restoran-restoran trendi yang terletak di kawasan SCBD – Semanggi, Kuningan dan Senayan. Warga Jakarta senang mencoba berbagai jenis makanan baru, namun seringkali kekhawatiran akan terjebak di tengah kemacetan atau keharusan untuk melakukan reservasi di restoran sejak jauh-jauh hari menghalangi keinginan mereka untuk menikmati hidangan lezat.

“Kami melakukan uji coba beta GrabFood untuk mengatasi kendala tersebut dan bahkan memudahkan warga Jakarta untuk menikmati makanan dari restoran-restoran terkemuka di SCBD – Semanggi, Kuningan dan Senayan. Kami yakin bahwa hidangan lezat dapat diperoleh dengan mudah – hanya dengan beberapa sentuhan di aplikasi Grab pada ponsel cerdas Anda, dan Anda dapat segera menikmati makanan yang diinginkan, hangat saat disantap, diantarkan langsung dari dapur kepada Anda,” ungkap Cheryl Goh, Group VP of Marketing, Grab.

GrabFood saat ini masih dalam tahap uji coba beta di SCBD – Semanggi, Kuningan dan Senayan, dan tersedia setiap hari pada pukul 11:00 – 14:00 WIB.

Para pengguna di kawasan-kawasan tersebut dapat melihat rangkaian menu penggugah selera dari restoran yang terletak paling dekat dengan mereka melalui aplikasi Grab. Hidangan yang disajikan berasal dari restoran-restoran seperti Bottega, PEPeNERO, Cut The Crab, dan Turkuaz, yang dipilih secara cermat sehingga pengguna memiliki beragam pilihan makanan dengan kualitas terbaik. Mulai dari Ayam Pesto Goreng Crispy, Phillycheese Steak hingga Aburi Salmon Sashimi, GrabFood menawarkan berbagai variasi kelezatan fusion lokal dan comfort food dari berbagai negara.

Cukup pesan makanan atau minuman yang terdaftar dalam rangkaian menu GrabFood di aplikasi Grab, dan para pengendara GrabFood yang terlatih akan segera menerima pesanan Anda, menanganinya dengan baik dan mengantarnya selagi hangat. Berkat tas thermal GrabFood yang didesain khusus, layanan GrabFood akan memberikan pengalaman layaknya bersantap di restoran.

Tarif normal untuk tiap pengantaran adalah Rp20.000. Selama masa uji coba beta, para pengguna dapat menikmati diskon 50 persen dan hanya membayar tarif pengantaran sebesar Rp10.000 untuk semua jenis pemesanan. Masukan kode promo ‘CEPATDONG’ sebelum melakukan pemesanan makanan untuk menikmati promosi tersebut.

Oracle Perluas Portfolio Cloud

0

Telko.id – Transformasi bisnis ke digital dalam sebuah perusahaan sebuah keharusan. Jika tidak maka akan terlibas oleh persaingan. Namun, transformasi tidak semudah dibicarakan. Perlu solusi yang tepat agar langkah strategi tersebut juga dapat berjalan lancar.

Untuk memilih solusi pun ternyata tidak mudah. Hampir semua perusahaan teknologi menawarkan solusinya. Namun, Oracle baru saja melengkapi layanan Oracle Cloud untuk memudahkan perusahaan melakukan transformasi bisnis nya. Termasuk big data, media sosial dan mobile.

Layanan baru ini meningkatkan kedalaman dan keragaman portfolio cloud Oracle di seluruh lapisan stack; SaaS, PaaS, dan IaaS. Dengan peningkatan baru ini, Oracle menyediakan semua layanan berbasis cloud yang dibutuhkan perusahaan untuk mengkapitalisasi teknologi transformatif, seperti analitik big data, media sosial, mobile, dan IoT, selagi terus memperluas penggunaan tradisional yang memungkinkan perusahaan untuk memindahkan beban kerja perusahaan ke cloud.

Oracle terus membantu perusahaan mendorong inovasi dan transformasi bisnis dengan meningkatkan kelincahan bisnis, menurunkan biaya, dan mengurangi kerumitan IT. Layanan PaaS dan IaaS baru ini pun dapat diterapkan di mana pun yang dipilih perusahaan, di Oracle Cloud atau di pusat data mereka sendiri melalui Oracle Clou at Customer offering.

Di era digital saat ini, pelanggan lebih terinformasi, terkoneksi, dan selektif. Oleh karena itu, penyedia teknologi perlu menawarkan layanan cloud yang terpersonalisasi dan aman agar bisa tetap kompetitif,” kata Thomas Kurian, President, Oracle.

Thomas juga menambahkan bahwa dengan layanan Oracle Cloud baru ini, sangat memungkinkan perusahaan untuk memanfaatkan infrastruktur cloud yang paling fleksibel, terbukti, dan aman. Dengan demikian, perusahaan dapat menikmati banyak manfaat dengan memindahkan beban kerja perusahaan ke cloud, selagi menyediakan layanan berbasis cloud yang sangat inovatif dan mudah diakses kepada para pelanggan.

Oracle mengklaim bahwa Oracle Cloud Applications adalah satu-satunya aplikasi modern cloud yang komplit, yang terintegrasi dengan media sosial, mobile, dan analitik. Oracle Cloud Applications membantu perusahaan mewujudkan pengalaman yang diharapkan pelanggan, tenaga kerja yang ingin didapatkan, dan performa yang dibutuhkan pasar. (Icha)

Perluas Ekosistem 4G LTE, XL Gandeng Erafone

0

Telko.id – PT XL Axiata Tbk (XL) kembali memperluas ekosistem 4G LTE perusahaan dengan menyediakan berbagai merek dan model smartphone 4G di Digital Lifestyle Experience Center miliknya, sebagai tempat terpadu yang menyediakan berbagai kebutuhan gaya hidup digital serta wahana bagi pelanggan untuk mencoba dan merasakan kenyamanan serta pengalaman baru dalam menggunakan layanan-layanan digital. Dalam hal ini, XL menggandeng PT. Erafone Artha Retailindo, yang merupakan anak usaha PT Erajaya Swasembada Tbk.

Diakui Presiden Direktur sekaligus CEO XL, Dian Siswarini, kerjasama ini merupakan langkah strategis dalam mempercepat adopsi 4G oleh masyarakat Indonesia, khususnya pelanggan XL.

“Kami membuka  Digital Lifestyle Experience Center sebagai  wujud transformasi layanan XL Center, yang merupakan tempat one stop solution untuk mendapatkan layanan digital,” kata Dian dalam keterangan resminya, Selasa (3/5). “Kami berharap kerjasama dengan Erafone akan mendukung akusisi pelanggan 4G menjadi semakin cepat.”

Sementara itu, Direktur Erafone, JW Kim menyebut bahwa pengalaman panjang Erafone dalam mengelola retail berskala nasional merupakan nilai tambah dalam kerjasama strategis ini.

“Portofolio brand terlengkap yang kami bawa juga memberikan lebih banyak pilihan bagi Konsumen, dengan demikian kami berharap kolaborasi dengan XL ini bisa memberikan kontribusi positif bagi kedua belah pihak,” ungkapnya.

Erafone merupakan perusahaan ritel perangkat elektronik dengan jaringan terluas di Indonesia. Perusahaan ini menyediakan berbagai perangkat telekomunikasi seperti handset, kartu SIM, kartu voucher prabayar, aksesoris, dan berbagai jenis gadget.

Penandatanganan nota kerjasama antara XL dan Erafone ini dilakukan oleh Presiden Direktur dan CEO XL, Dian Siswarini dan Hasan Aula, CEO Erajaya Group, bersamaan dengan peresmian XL Center Transformasi di empat lokasi di Jakarta yang dipusatkan di Mall Puri Indah, Jakarta Barat.

Langkah ini juga sejalan dengan peningkatan kualitas layanan internet cepat yang terus dilakukan secara terus-menerus, sehingga kebutuhan digital lifestyle pelanggan dapat dipenuhi.

Selain menjadi penyedia smartphone terkini bagi setiap program bundling XL, Erafone juga akan menyediakan layanan dalam bentuk ekosistem 4G seperti upgrade kartu SIM 4G dan paket 4G.

Tranformasi XL Center

Masih terkait pengembangan ekosistem 4G LTE,  XL juga meluncurkan konsep baru untuk pusat layanan pelanggan XL yang unik dan disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan atas layanan data. Di tempat ini, pelanggan bisa mendapatkan semua solusi terkait dengan kebutuhannya digital secara one stop solution, mulai dari informasi mengenai teknologi internet paling mutakhir, paket-paket internet yang sesuai dengan kebutuhan, hingga berbagai tipe smartphone 4G LTE dan asesorisnya yang didukung oleh Erafone.

Pelanggan akan bisa mendapatkan panduan dan edukasi mengenai produk dan layanan digital, termasuk juga seputar manfaat internet cepat 4G LTE. Selain itu, pelanggan juga bisa mencoba dan merasakan sendiri pengalaman menggunakan layanan internet cepat untuk berbagai keperluan, baik untuk browsingchatting, maupun akses social media.

Ke depannya, XL akan mengubah konsep layanan pelanggan konvensional menjadi layanan one stop digital solution di seluruh XL Center. Rencananya, tahun 2016 ini sejumlah XL Center akan bertransformasi, meliputi XL Center Mal Puri Indah, Kelapa Gading, Supermal Karawaci, dan lain-lain.

Shopping Poin untuk XL PRIORITAS

Selanjutnya, untuk lebih mempermudah pelanggan dalam mendapatkan smartphone 4G yang sesuai dengan kebutuhannya, XL  juga mengenalkan program Shopping Poin bagi pelanggan XL PRIORITAS.

Melalui program ini,  pelanggan yang berlangganan XL PRIORITAS akan mendapatkan Shopping poin, semacam voucher yang bisa langsung dipakai untuk membeli ponsel pintar 4G yang diinginkan.

Besaran nilai yang didapatkan dari shopping poin beragam, tergantung dari paket PRIORITAS yang dibeli. Untuk paket berlangganan selama 12 bulan, pelanggan bisa mendapatka Shopping Poin mulai Rp 750 ribu hingga Rp 2,5 juta. Pelanggan juga masih akan mendapatkan paket data mulai 2,5 GB hingga 10 GB.

Sementara itu untuk paket berlangganan 24 bulan, pelanggan akan mendapatkan Shopping Poin mulai Rp 1,5 juta hingga Rp 6 juta, plus paket data mulai 2,5 GB hingga 10 GB.

Jadi, dalam program bundling ini, konsumen lebih bebas memilih smartphone 4G dan aksesoris yang diinginkan dan bisa langsung menggunakan shopping poin sebagai potongan.

Untuk mendapatkan program bundling ini, pelanggan cukup datang  ke XL Center dan XPLOR yang telah ditunjuk, yaitu di XL Center di Ciputra World, Sudirman Bogor, Margorejo – Surabaya,  Martadinata – Bandung, Pemuda- Surabaya, Pondok Indah Mall 1, dan Sunset Road – Bali, XPLOR Puri Indah, Central Park, dan Senayan City.

Saat ini, layanan 4G LTE XL telah didukung lebih dari 3000 BTS 4G, dengan jumlah pelanggan lebih dari tiga juta. Total pelanggan internet/Data XL lebih 22 juta atau 54%% dari total jumlah pelanggan XL.

Ada sekitar 58 kota telah mendapatkan layanan 4G LTE, dengan target hingga akhir tahun layanan ini telah menjangkau 85 kota.

Huawei akan Akuisisi Saham Bakrie Telecom?

0

Telko.id – Huawei dikabarkan akan mengakuisisi 9% saham Bakrie Telecom sebagai bagian dari prosedur pembayaran utang.

Menurut Telecomasia, seperti dilansir dari Dealstreetasia, Selasa (3/5). operator CDMA yang sedang berjuang ini telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham untuk menerbitkan obligasi konvertibel senilai 56% dari saham di perusahaan, yang kemudian akan dibagi ke 50 krediturnya.

Obligasi konvertibel tersebut bernilai sekitar Rp7 triliun atau setara US$530.5 juta, dengan harga per sahamnya Rp200, empat kali lebih tinggi dari harga perdagangan perusahaan saat ini.

Sebagai pemberi pinjaman terbesar Bakrie, Huawei akan menerima obligasi sebesar 9% dari saham Bakrie Telecom. operator menara telekomunikasi independen Indonesia Protelindo dan SUPR akan menerima saham senilai masing-masing 7% dan 6,8%.

Sebelumnya, dalam RUPSLB yang berlangsung pekan lalu, Bakrie Telecom telah menyetujui pengangkatan direktur baru perusahaan, yakni Mark Robson dan Andi Pravidia.

Dalam RUPSLB tersebut perusahaan juga menyetujui untuk melakukan penerbitan saham baru di harga Rp200 melalui Obligasi Wajib Konversi (OWK) dengan mekanisme Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD). Hasil dari penerbitan saham tersebut digunakan untuk pembayaran utang sebesar Rp7,6 triliun. Hal ini merupakan implementasi Perjanjian Perdamaian antara BTEL dan para krediturnya yang disepakati pada tanggal 8 Desember 2014 lalu.

Samsung ‘Tantang’ Microsoft Azure via Artik Cloud Platform

0

Telko.id – Era IoT memang sudah dimulai. Semua produsen teknologi berlomba menelurkan produk dan layanan untuk dapat merebut market sebanyak mungkin. Demikian juga dengan Samsung. Produsen teknologi asal Korea ini meluncurkan Artik Cloud Platform.

Sebuah platform dari Samsung yang memungkinkan untuk saling bertukar data dan sudah tentu akan membuka kompetisi bau di pasar Internet of Things. Layanan dari Samsung ini seperti ‘menantang’ layanan cloud service yang ada saat ini. Seperti Microsoft Azure dan IBM Bluemix yang sangat membantu untuk melakukan interoperabilitas pada berbagai perangkat dan layanan.

Samsung baru saja meluncurkan platform ini di ajang Samsung Developer Conference 2016 yang berlangsung di San Francisco. Perusahaan ini menggembar-gemborkan Artik sebagai alternatif yang mudah digunakan, serta akan mempercepat dan memudahkan para pengembang untuk ketika akan membuat solusi dan layanan IOT baru ke pasar. Layanan ini tersedia sekarang melalui rencana harga berjenjang pay-as-you-go.

Breaking Down Data Silo

“Tidak seperti banyak platform cloud IoT lainnya, Artik Cloud memecah Data [silo] antara perangkat dan kelas baru aplikasi dan layanan IoT,” sahut Young Sohn, President and Chief Strategy Officer Samsung Electronics menjelaskan.

Young juga menambahkan bahwa peluncuran platform baru ini sangat menarik. Bukan saja menunjukan bahwa Samsung sekarang masuk ke bisnis cloud, tetapi juga memperkuat keyakinan Samsung sendiri. Di mana, dengan menciptakan platform baru yang terbuka dan kuat maka Samsung juga dapat memanfaatkan informasi yang dihasilkan oleh IoT untuk mengambangan wawasan baru dan pendekatan baru untuk mengatasi tantangan global. Baik tantangan hari maupun ke depannya.

Secara khusus, Samsung mempromosikan layanan API yang terbuka dan sebagai alat untuk para developer dalam mengatasi masalah interoperabilitas dari penyedia cloud yang berbeda. Artik juga dapat mengambil data dari sistem perusahaan, third-party clouds, dana device yang berbeda. Semua data yang diperoleh dapat digunakan untuk membangun secara vertikal, orientasi, prediksi maupun aplikasi partner.

Dengan semua kemampuan yang dimiliki Samsung Artik Cloud platform ini, Samsung sangat yakin bahwa dapat diterima dengan baik oleh pasar karena platform ini sangat scalable karena dapat disesuaikan dengan skala penggunaan. Ditambah lagi, arsitektur yang dirancang sangat mendukung miliaran perangkat IOT. Tentu harapannya adalah pada beberapa tahun ke depan, dan terus dapat menunjukan latency yang rendah sehingga memungkinkan interaksi berlangsung cepat.

Mendukung IOT dan Adopsi Cloud

Layanan baru ini menurut Samsung sangat sesuai untuk perusahaan karena dapat memastikan antar produk sendiri juga dapat terhubung dengan baik. “Terlebih, ke depan akan semakin banyak perangkat IoT yang diciptakan dan masuk ke pasar. Jadi, kebutuhan untuk interoperabilitas menjadi penting karena menjadi kunci untuk menciptakan pengalaman yang lebih menarik dan terintegrasi,” ujar B.K. Yoon, CEO Samsung Electronics menjelaskan.

Yoon menambahkan bahwa kebutuhan untuk solusi cloud yang terbuka dan dapat bekerja dengan perangkat yang saling terhubung, dan dengan cloud yang berbeda, ini menjadi sangat penting untuk mendukung konsumen dan perusahaan besar untuk mengadopsi Cloud. “Peluncuran Artik Cloud sangat menarik karena menjanjikan untuk tidak hanya membantu Samsung menghubungkan portofolio beragam produk, tetapi juga memungkinkan perusahaan lain untuk berpartisipasi dalam ekosistem IOT berkembang,” ujar Yoon menambahkan.

Di antara developer tools, termasuk di dalamnya platform API yang universal data access membuatnya dapat mengakses data dan dapat dikumpulkan dan melakukan permintaan data yang berasal dari berbagi device melalui open API dari Artik ini. Pengembang juga dapat menggunakan sejumlah SDK dengan menggunakan platform ini, termasuk Objective C, iOS, Java, Android, JavaScript, Swift, PHP, Python, Ruby, Scala, dan C #. Sementara itu, modul Artik pun dapat menggabungkan elemen hardware secara aman untuk melindungi OS dan aplikasi, dan memungkinkan untuk melakukan Trusted Execution Environment untuk melindungi kode dan integritas data. (Icha)

Jual Saham Loen, Laba Q1 SK Telecom Melonjak 29,3%

0

Telko.id – Operator seluler papan atas Korea Selatan, SK Telecom, baru-baru ini melaporkan penurunan pada penjualan dan laba operasional kuartal pertamanya dibanding tahun sebelumnya di tengah pasar yang lesu dan peningkatan biaya dari beberapa anak perusahaan.

Pendapatan turun 0,3 persen tahun ini menjadi KRW4,22 triliun (US$ 3.68 miliar) dalam tiga bulan pertama 2016. Demikian dilaporkan Yonhap, Selasa (3/6).

Penurunan ini terutama disebabkan oleh penghapusan biaya sign-up dan peningkatan jumlah pelanggan yang memilih diskon biaya mobile berdasarkan kontrak.

Pendapatan operasional juga turun 0,1 persen menjadi KRW402.1 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, disebabkan oleh peningkatan biaya dari anak perusahaan seperti SK broadband Co dan SK Planet.

Kabar baiknya, laba bersih melonjak 29,3 persen mencapai KRW572 miliar pada tanggal 31 Maret 2015, menyusul penjualan saham mayoritas SK Planet di Loen Entertainment, yang menjalankan layanan muisk Melon pada kuartal pertama 2016.

Para pejabat SK mengatakan bahwa mereka akan terus mendorong “pergeseran paradigma” dalam bisnis mereka.

Mulai tahun ini, Presiden SK Telecom Jang Dong-hyun mengumumkan dua tujuan utama perusahaan, yakni transformasi dalam model bisnis dan perputaran laba.

“Pada kuartal pertama 2016, SK Telecom telah fokus pada penguatan daya saing inti sebagai operator seluler melalui inovasi yang berorientasi pada pelanggan, layanan yang berbeda-beda, produk dan kualitas jaringan seluler yang ditingkatkan,” kata perusahaan itu dalam keterangan resmi.

Hal senada juga diungkapkan Hwang Keun-joo, Kepala Kantor Perencanaan Strategi Perusahaan. Ia mengatakan, perusahaan akan meningkatkan profitabilitas dengan produk dan layanan yang inovatif. “Kami akan terus meningkatkan nilai perusahaan sebagai operator platform umum berikutnya.”

Bank Dunia Siap Alokasikan Miliaran Dolar Untuk Smart City

0

Telko.id – Dengan lebih dari US$1,5 milyar tersedia di luar sana, pemerintah India mendesak 20 kota pintar di negaranya untuk segera mengajukan permohonan dana dari badan-badan internasional seperti Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia (ADB) dan Bank Pembangunan BRICS. Desakan ini datang sebagaimana India terus membuktikan diri sebagai salah satu pendukung inisiatif kota pintar terbesar di dunia dalam rangka menggerakkan pembangunan ekonomi.

Menurut Voice & Data, Kementerian Pembangunan Perkotaan telah mendorong 20 kota yang terpilih dalam putaran pertama kompetisi untuk tidak membuang waktu dalam menerapkan proyek kota pintar ini. Apalagi, beberapa lembaga keuangan global juga telah mengalokasikan peningkatan jumlah uang untuk inisiatif kota pintar ini.

Seperti dilaporkan Readwrite, Selasa (3/5), ADB telah menyediakan US$1 miliar untuk pinjaman proyek kota pintar, sementara Bank Dunia mengatakan misi kota pintar India bisa mengakses sampai US$500 juta dari ‘kantong’ mereka.

Sekretaris Kementerian, Rajiv Gauba membahas penggunaan dana ini dalam kaitannya dengan rencana kota pintar sejumlah kota di negaranya, seperti Udaipur, Jaipur, Ludhiana, Ahmedabad, Jabalpur, Surat, Pune dan Bhubaneswar.

Secara khusus, Gauba mendesak kota pintar di India untuk segera membuat rating kredit dari lembaga yang disetujui oleh Securities and Exchange Board of India (SEBI) agar lebih mudah mengakses pendanaan internasional. 85 kota sudah mulai bergerak untuk membuat rating kredit dan ia mengatakan bahwa dalam waktu satu tahun, 500 kota di bawah Atal Mission for Rejuvenation and Urban Transformation (AMRUT) akan mendapatkan rating kredit.

Gauba menekankan pentingnya kota di India untuk meningkatkan inisiatif kota pintarnya dengan merangkul mobilisasi sumber daya melalui obligasi daerah. Selama diskusi ini, terungkap bahwa Departemen Keuangan AS mengatakan pihaknya bersedia untuk bertindak sebagai penasihat transaksi untuk obligasi yang diterbitkan oleh Pune Municipality, yang memiliki rating kredit ‘AA Stabil’.

Sebuah proyek kota pintar yang terbukti cukup populer dalam diskusi Gauba adalah konversi dari becak roda tiga bertenaga gas ke becak bertenaga listrik. Dia mengatakan telah meminta kepada para pejabat senior Departemen untuk menyiapkan kertas kebijakan untuk konversi becak. Permintaan untuk kerangka kebijakan muncul setelah kota pintar Ludhiana merencanakan untuk mengkonversi 30.000 kendaraan ke becak elektrik, sesuatu yang ingin ditiru oleh banyak kota lainnya di India.

Selain kota pintar, dalam diskusi ini dibahas juga mengenai sebuah proyek yang akan diluncurkan bulan Juni tahun ini. Proyek tersebut meliputi area seperti pengelolaan limbah dan air bersih, transportasi, pencahayaan, e-governance, publik Wi-Fi dan pembayaran umum kartu.