spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1624

Telkomsel Perkenalkan TCASH Pada 1500 Kaum Dhuafa

0

Telko.id – Bulan Ramadhan adalah bulan baik dan banyak pihak yang memanfaatkan untuk saling berbagi. Telkomsel sebagai operator terbesar di Indonesia juga menggelar kegiatan Bazar Digital Spesial Ramadhan di di Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Jawa Barat. Dengan semangat Melayani dan Berbagi untuk Negeri yang melibtkan 1500 kau dhuafa, Telkomsel tetap ‘menyelipkan’ edukasi mengenai transaksi non tunai dengan menggunakan layanan keuangan digital TCASH.

Pada acara Bazar Digital Spesial Ramadhan, penerima manfaat dapat menukarkan paket bantuan sembako senilai Rp 200.000 di booth yang tersedia dengan cukup melakukan pengisian saldo TCASH sebanyak Rp 20.000. Saldo TCASH tersebut kemudian dapat mereka gunakan untuk bertransaksi di merchant TCASH yang sudah tersedia di sekitar Teluk Naga, maupun merchant-merchant TCASH lainnya.

Vice President Corporate Communication Telkomsel, Adita Irawati mengatakan, “Bazar Digital Spesial Ramadhan merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial Telkomsel yang rutin kami lakukan dalam menyambut Ramadhan dan Idul Fitri. Acara ini merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Telkomsel bagi segmen mikro, karena penerima manfaat tidak hanya mendapatkan bantuan paket sembako, namun juga pengenalan kepada transaksi non tunai dengan layanan keuangan digital TCASH.”

Bazar Digital Spesial Ramadhan diadakan di dua desa di Kecamatan Teluk Naga, yakni Desa Tanjung Pasir dan Desa Muara. Sebelumnya sosialisasi dan aktivasi layanan keuangan digital TCASH telah dilakukan Telkomsel kepada para warga masyarakat di Teluk Naga bekerjasama dengan Dompet Dhuafa.

“Melalui program ini, Telkomsel ingin menjadikan segmen mikro sebagai bagian dari financial inclusion melalui akses yang lebih luas kepada layanan finansial, serta juga bagian dari digital ekosistem Indonesia,” jelas Adita.

General Manager Sales Regional Western Telkomsel, Filin Yulia menambahkan “Pelaksanaan Bazar Digital Special Ramadhan dengan menggunakan fasilitas layanan keuangan digital TCASH ini disambut dengan baik oleh pemerintah setempat dan juga warga. Kemudahan dalam proses aktivasi serta penggunaannya ini diharapkan bisa terus berkembang, sehingga layanan keuangan digital seperti TCASH tidak hanya sebatas untuk transaksi yang bersifat komersial, namun juga bisa digunakan untuk kegiatan seperti bazar rakyat ataupun penyaluran dana bantuan secara resmi dan terpercaya.”

Pada bulan Ramadhan ini Telkomsel juga menggelar program Sedekah Poin untuk Masjid, di mana pelanggan dapat menyedekahkan mukena dan baju koko untuk diserahkan ke 30 masjid di wilayah Indonesia bagian Timur. Caranya sangat mudah, cukup tukarkan 20 poin dengan mengirimkan SMS, ketik SEDEKAHPOIN, lalu kirim ke 777. Program ini berlaku hingga 31 Juli 2016.

Beberapa kegiatan sosial dilaksanakan Telkomsel selama bulan Ramadhan ini, antara lain Roadshow Ramadhan dengan menggelar buka puasa dengan 9.000 anak yatim dan edukasi #internetBAIK di enam wilayah di Indonesia, yakni Banda Aceh, Bukittinggi, Cirebon, Madura, Banjarmasin, dan Sorong. Telkomsel juga memberikan bantuan penyediaan dan perbaikan sarana dan prasarana ibadah bagi 40 masjid dan yayasan di berbagai wilayah di Indonesia.

Selain itu, Telkomsel juga telah melaksanakan program berbagi takjil Ramadhan berupa 21 ton kurma kepada 12 masjid di 12 wilayah yang mewakili daerah dari ujung barat sampai ujung timur Indonesia, sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat umum saat berbuka puasa. Keduabelas wilayah tersebut adalah Banda Aceh, Medan, Sumatera Barat, Jakarta, Cirebon, Semarang, Surabaya, Madura, Mataram, Banjarmasin, Makassar, dan Sorong.

Dari sisi jaringan, untuk memastikan kesiapan jaringan dalam mengantisipasi lonjakan trafik komunikasi selama periode Ramadhan dan Idul Fitri, Telkomsel telah melakukan Network Drive Test yang dilakukan di berbagai jalur mudik di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi dengan menggunakan rute darat dan kereta api, yang secara total mencakup jarak 10.921 kilometer. Dari sisi pelayanan, Telkomsel akan menghadirkan posko mudik dan titik layanan di lokasi-lokasi keramaian publik yang telah teridentifikasi agar kebutuhan komunikasi pelanggan tetap terjaga, di samping titik-titik pelayanan existing, yakni 412 GraPARI, 392 Mobile GraPARI, 40 unit layanan digital self-service MyGraPARI, dan 464 kantor layanan Telkomsel Distribution Center. (Icha)

Warga Semarang Kini Dapat Menikmati 4G LTE XL

0

Telko.id – Semarang, ketika momen mudik lebaran menjadi kota tujuan yang cukup tinggi pengunjungnya. Namun, di sisi lain, XL sendiri sudah memiliki 370 ribu pelanggan di kota ini yang berpotensi untuk pindah atau migrasi ke layanan 4G LTE nya XL. Itu sebabnya, XL melihat harus sudah masuk dan melayani warga Kota dan Kabupaten Semarang dan sekitarnya. Hal ini juga sekaligus menambah deretan kota-kota di provinsi tersebut yang telah yang terlayani 4G LTE.

“Dalam menggelar layanan 4G LTE, XL selalu mempertimbangkan banyak hal agar manfaatnya bisa maksimal didapatkan oleh pelanggan. Jadi, tidak asal peresmian-peresmian atau klaim sudah berapa kota. Satu hal yang juga harus diperhitungkan adalah sejauh mana pelanggan dan masyarakat di suatu kota sudah siap mengadopsi layanan 4G LTE. Hal ini bisa ditunjukkan dari tingkat kepemilikan smartphone 4G,” Yessie D. Yosetya, Direktur/Chief Service Management XL menjelaskan.

Untuk tahap awal, saat ini sudah tersedia tidak kurang dari 146 BTS 4G yang tersebar di berbagai area di Kota Semarang dan sekitarnya termasuk Salatiga. Total pelanggan XL di kota Semarang saat ini sekitar 370 ribu pelanggan, yang merupakan pelanggan potensial untuk berpindah ke layanan internet cepat 4G. Sebanyak 24% dari pelanggan tersebut telah menggunakan kartu SIM 4G, dan 13% pelanggan telah menggunakan smartphone 4G.

Layanan 4G LTE di Semarang akan meng-cover area-area yang menjadi pusat kegiatan bisnis dan ekonomi, pariwisata, pemerintahan, dan perguruan tinggi. Area-area tersebut antara lain Genuk, Pedurungan, Gayamsari, Semarang Timur, Semarang Tengah, Semarang Utara, Semarang Selatan, Semarang Barat, Gajah Mungkur, Candisari, Tembalang, Banyumanik, Tugu, dan Ngaliyan.

Di wilayah Jawa Tengah, layanan internet cepat 4G LTE dari XL sudah bisa diakses di kota-kota di sepanjang Pantai Utara (Pantura) bagian Barat, mulai di Brebes, Tegal, Pekalongan, Batang dan Semarang. Jalur ini dikenal sebagai bagian dari jalur utama mudik transportasi darat di Pulau Jawa. Kota Utama lainnya yang telah mendapatkan 4G LTE adalah Purwokerto, Banyumas dan Solo, dan segera menyusul dalam waktu dekat Magelang.

Kota-kota yang saat ini sudah mendapatkan layanan internet cepat 4G tersebut adalah Jakarta, Bogor, Bekasi, Tangerang, Tangerang Selatan, Depok, Bandung, Bandung Barat, Cimahi, Cirebon, Purwakarta, Sumedang, Yogyakarta, Bantul, Sleman, Gunung Kidul, Tegal, Pekalongan, Batang, Brebes, Semarang, Surabaya, Sidoarjo, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Pacitan. Sementara itu di luar Jawa, layanan 4G LTE XL sudah bisa dimanfaatkan oleh pelanggan di Denpasar, Badung, Mataram, Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Batam, Medan, Deli Serdang, Pekanbaru, Palembang, Banyuasin, Belitung, Banjarmasin, Banjarbaru, dan Manado Secara nasional, hingga saat ini layanan 4G LTE dari XL sudah melayani pelanggan dan masyarakat di 58 kota/kabupaten. Akan menyusul segera tambahan beberapa puluh kota lagi hingga mencapai 100 kota/area hingga akhir tahun 2016 ini. Selain terus memperluas wilayah cakupan layanan 4G LTE, XL juga terus melakukan berbagai inisiatif untuk meningkatkan kualitas layanan dari sisi teknis.

Layanan masa depan

Seiring dengan semakin memasyarakatnya layanan 4G di Indonesia, semakin banyak masyarakat yang memakainya. Jumlah pelanggan XL yang telah memanfaatkannya pun terus bertambah. Kini ada sekitar 5 juta (12%) pelanggan yang setiap hari mengakses layanan 4G LTE, meningkat secara signifikan dibandingkan dengan periode awal layanan 4G diperkenalkan kepada masyarakat.

XL berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan 4G ini sebagai layanan utama XL ke depan. Kami berharap banyak dari keberadaan 4G ini sebagai penopang utama bisnis XL ke depan. Karena itu, XL harus mampu menghadirkan layanan 4G yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat hingga tahun-tahun di depan. Salah satu hal yang terus XL kembangkan adalah meningkatkan kualitas jaringan serta memperkaya ekosistem dengan mengembangkan berbagai produk digital.

Pada sisi jaringan, XL telah menerapkan Network Functions Virtualization (NFV) sekaligus sebagai solusi untuk bisa mendukung strategi bisnis kami dalam memenangi kompetisi sekaligus memenuhi kebutuhan pelanggan. NFV menjadi salah satu solusi bagi XL untuk mampu mempercepat implementasi layanan-layanan baru berbasis 4G sesuai dengan strategi bisnis.

Secara khusus XL juga bekerja sama dengan salah satu social media favorit pelanggan dan masyarakat Indonesia, Facebook, untuk meningkatkan performa dan kualitas akses. Kerjasama tersebut berupa penempatan mirror cache aplikasi facebook di Data Center lokal milik XL. XL juga men-deploy kapasitas sebesar 60G secara nasional, dengan komposisi 30G di area West dan 30G area East, yang telah selesai sejak pertengahan Juni 2016. Saat ini besarnya trafik XL ke arah Facebook sebesar 30G. Dengan adanya local mirror cache engine ini akan meningkatkan kualitas performa akses ke Facebook, dibanding sebelumnya di mana harus akses ke server Facebook di luar negeri menggunakan direct peering di Singapura.

Sementara itu pada sisi produk, XL telah mengenalkan layanan-layanan berbasis 4G yang dibutuhkan mayarakat pada umumnya, antara lain digital entertainment Tribe dan Yonder Musik. Pengembangan produk terus dilakukan, salah satunya dengan mendorong layanan Internet of Thing (IoT) untuk mampu melahirkan layanan digital masa depan yang dibutuhkan oleh masyarakat luas. Salah satunya adalah Smart Home dan Smart Power. Dalam cakupan yang lebih besar, XL juga serius untuk mengembangkan layanan digital untuk mengisi proyek-proyek Smart City. (Icha)

XL dan 3 Desak Pemerintah Keluarkan Regulasi Network Sharing

0

Telko.id – Dalam sebuah industri, ekosistem yang sehat pasti akan memberikan dampak pada pertumbuhan industri itu sendiri dengan baik. Demikian juga dalam industri telekomunikasi. Harus ada keseimbangan diantara ekosistem itu sendiri.

Tidak dapat dipungkiri, memang apa yang sudah dilakukan oleh Telkomsel membuat, operator ini menguasai dibanyak daerah di Indonesia. “Penguasaan pasar oleh Telkomsel di luar Pulau Jawa diraih melalui sebuah proses yang panjang dan jatuh bangun yang luar biasa sejak berdirinya di tahun 1995. Semangat membangun hingga ke pelosok merupakan semangat yang dimiliki oleh Telkomsel untuk menyatukan nusantara, dimana pada saat itu operator lain lebih fokus membangun di Pulau Jawa dan kota besar yang secara bisnis lebih menguntungkan,” kata Adita Irawati, Vice President Corporate Communications Telkomsel, dalam statemen holding tertulis yang diterima oleh redaksi.

Sebenarnya, operator lain pun, memiliki keinginan yang sama untuk bisa berada di wilayah di luar Jawa. Hanya saja, kemampuan yang dimiliki terbatas, sehingga mendahulukan wilayah yang memang secara hitungan ekonomi lebih menguntungkan.

Untuk mampu ‘berada’ di wilayah luar Jawa itu maka, para operator selain Telkomsel sangat berharap ada dukungan dari pemerintah. Dengan alasan ekosistem yang harus seimbang atau fair. Jika, dukungan pemerintah tidak diberikan maka, bukan tidak mungkin, bisnis para operator tersebut akan menjadi sulit untuk menjadi besar.

“Saat ini, kami sedang mengalami TRILEMA, bukan dilema lagi. Yang dimaksud dengan Trilema itu adalah konsumen, pemerintah dan investor harus berada dalam ekosistem yang seimbang. Walaupun, memang akan sangat sulit untuk melakukan itu,” ujar Dian Siswarini, President Director and Chief Executive Officer XL Axiata menjelaskan.

Dian menambahkan, jika Trilema itu dapat diatasi maka ekosistem broadband plan yang dicanangkan oleh pemerintah pun akan lancar jalannya, investor mampu berkembang dengan baik dan konsumen akan mendapatkan harga yang lebih terjangkau.

Agar ekosistem menjadi lebih baik dan fair, maka operator selain Telkomsel pun mendesak agar pemerintah secepatnya mengeluarkan peraturan menteri mengenai network sharing. Peraturan yang digadang-gadang bakal mampu menjadi payung usaha bagi industri telekomunikasi Indonesia agar dapat saling berbagai jaringan.

“Kami berharap pemerintah dengan cepat mengeluarkan peraturan tentang Network Sharing. Dengan demikian, industri akan menjadi lebih efisien dan akan tumbuh lebih sgnifikan,” ujar Dian menambahkan.

XL dan Indosat sendiri sudah melakukan joint venture untuk menyikapi berbagai persoalan tentang jaringan atau network yang dihadapi oleh kedua operator tersebut. “Hanya saja, One Indonesia Synergy ini bertujuan untuk memberi masukan atau konsultasi bagi XL dan Indosat untuk memaksimalkan berbagai potensi kerja sama jaringan di masa yang akan datang. Termasuk juga analisa dan evaluasi demi keuntungan dan efisiensi bagi kedua perusahaan. Termasuk juga keuntungan untuk pemerintah,” ujar Dian menjelaskan.

Hal senada juga diungkapkan oleh Tri, operator yang memang sudah sangat lama mendambakan peraturan ini. “Kami sangat berharap peraturan network sharing ini. Hanya saja, jangan mandatory. Jangan diwajibkan karena memang belum tentu semua operator membutuhkan peraturan tersebut. Namun, bagi yang membutuhkan, ada payung hukumnya dan dapat melakukan secara B to B diantara mereka,” ujar M. Danny Buldanysah, Vice President Director Hutchison 3 Indonesia menjelaskan.

Dengan adanya peraturan tersebut maka industri telekomunikasi pun diharapkan semakin sehat dan efisien, dilihat secara nasional. Di mana, tidak perlu setiap operator membangun jaringan. “Hitungan kasar nya, jika ada lima operator, masing-masing investasi untuk jaringan. Lalu, dengan adanya peraturan ini, maka secara industri, investasi yang ditanamkan tidak perlu sampai lima. Bisa 2 atau tiga saja. Selebihnya, menggunakan jaringan secara bersama-sama,” ujar Danny menambahkan.

Dengan adanya peraturan tentang network sharing pun maka kerjasama yang selama ini sudah ada diantara operator yang masih tahap Radio Access Network Sharing atau RAN, dapat ditingkatkan lagi menjadi Multi-Operator Radio Access Networks (MORANs), Multi-Operator Core Network atau MOCN bahkan sampai Network Cooperation atau NetCo. (Icha)

China Mobile Hadirkan 4.5G di Shanghai

0

Telko.id – China Mobile telah bergabung dengan Huawei untuk memperkenalkan teknologi 4.5G D-MIMO (Distributed MIMO) pada jaringan 4G komersial di Shanghai.

Huawei mengungkapkan pada sebuah pertemuan untuk melakukan pengujian dengan menggunakan ponsel komersial yang menunjukkan bahwa kapasitas sel telah mencapai 140 Mbps, dengan peningkatan sebesar 35 persen.

Tingkat pengalaman single-user telah menyentuh 15 Mbps, meningkat sebanyak 80 persen, tambah vendor asal Tionkok ini.

Dilaporkan TelecomLead(27/6), China Mobile mengadopsi teknologi jaringan Huawei CloudRAN dengan menggunakan kembali unit baseband dan RRUs pada live network dan memungkinkan BBU berbagi antara RRUs, dalam penggunaan uji coba komersial.

Lebih lanjut, perangkat lunak base station kemudian diupgrade oleh operator guna mengaktifkan layanan D-MIMO.

Kapasitas sel ditemukan naik sebesar 35 persen menjadi 140 Mbps, dibandingkan dengan kapasitas 103 Mbps yang dicapai melalui penggabungan sel, setelah implementasi D-MIMO.

Sedangkan untuk Throughput sel rata-rata juga meningkat sebesar 45 persen dari 45 Mbps menjadi 65 Mbps, dengan tingkat pengguna di tepi sel meningkat sebesar 80 persen menjadi 15 Mbps.

Sekadar informasi, daerah perkotaan padat penduduk di Shanghai menderita masalah gangguan dengan jumlah yang cukup tinggi, masalah tersebut nantinya dapat diarahkan kembali ke sinyal yang berguna, untuk menambah kapasitas ke jaringan yang kekurangan kapasitas.

Perusahaan menambahkan, bahwa D-MIMO bukan merupakan jaringan topologi centric, yang tentunya akan memberikan lebih banyak ruang untuk pembangunan jaringan consumer-sentris.

Promosi ini akan dilakukan oleh China Mobile Shanghai hingga jatuh tempo dan penyebaran komersial dari 4.5G dan mungkin teknologi 5G untuk membangun TechCity terkemuka di dunia yang berada di Shanghai.

Voice Call via Whatsapp Tembus 100 Juta Perhari

0

Telko.id – WhatsApp kini telah menangani lebih dari 100 juta panggilan suara setiap harinya. Hal ini sekaligus memberikan tanda popularitas fitur ini sejak diluncurkan pada tahun lalu.

Dilansir dari MobileWorldLive (27/6), layanan voice call dari Whatsapp diluncurkan pada bulan April tahun lalu dan memberikan pengguna cara untuk melakukan panggilan internasional melalui data plan mereka, tanpa perlu disibukan dengan roaming.

“Kami sangat senang mengetahui bahwa begitu banyak orang telah mengetahui akan kegunaan fitur ini, dan kami berkomitmen untuk membuatnya lebih baik di bulan-bulan mendatang,” kata perusahaan.

Laporan mengatakan panggilan WhatsApp mungkin telah melampaui jumlah panggilan suara harian milik Skype, mengingat bahwa nama terakhir hanya memiliki 300 juta pengguna aktif.

Berita ini muncul sekitar lima bulan setelah perusahaan milik Facebook ini mengatakan telah memukul tonggak dengan 1 miliar pengguna.

Pada saat itu, CEO Facebook Mark Zuckerberg mengatakan bahwa aplikasi mendukung 53 bahasa, dengan 1,6 miliar gambar dan 250 juta video yang dibagikan pada setiap hari.

Kembali pada bulan Januari, co-founder dan CEO Jan Koum mengatakan dia mampu memanfaatkan infrastruktur Facebook untuk memulai panggilan suara, yang berarti mereka tidak harus membeli dan mengelola sejumlah besar server.

Ketika ditanya apakah WhatsApp akan memperkenalkan video calling, yakni sebuah fitur yang telah tersedia pada Facebook Messenger, respon Koum seakan tidak ingin berbicara tentang layanan apapun sampai hal tersebut benar-benar terjadi. “Kita akan lihat kedepannya, mungkin saja,” tutup Jan Koum.

Hadapi Tantangan IoT, First Media Hadirkan FastNet 1GB

0

Telko.id – Sebagai penyedia layanan fixed broadband di Indonesia, First Media tak henti-hentinya menghadirkan sebuah inovasi untuk menjaga pertumbuhan pelanggan mereka.

Terakhir, mereka menghadirkan layanan fixed broadband berkecepatan 1Gbps yang dinamakan Mach 1Gbps. Hadirnya layanan ini sejatinya akan semakin memanjakan pengguna untuk mengakses berbagai macam konten hiburan seperti game ataupun film berbasis VR, streaming video hingga 4K, serta semakin banyaknya device yang terkoneksi sehingga dapat memberikan kemudahan bagi pengguna.

Sekadar informasi, sebelum menluncurkan layanan internet 1Gbps, First Media juga telah menghadirkan layanan internet fixed broadband dengan kecepatan maksimal 100Mbps pada tahun 2013, serta 200 Mbps pada 2015 silam.

Irwan Djaja, Presiden Direktur PT. Link Net menyebutkan, “Kita bukan hanya menjual jasa jaringan, kita mau terdepan dalam hal inovasi dan pada sore ini juga kami ingin menunjukan inovasi terbaru yakni 1Gbps Internet, ultra 4K serta OTT streaming mobile,” ujarnya pada saat press conference Next Generation Experience First Media di Jakarta (24/6).

DSC_0121

Irwan menambahkan, hadirnya internet kecepatan hingga 1 Gbps ini sekaligus menegaskan keseriusan First Media untuk dapat berbicara banyak dan bermain di tren IoT di Indonesia.

Sekadar informasi, APJII juga telah mencatat jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 88,1 juta di tahun 2014 dan 84% di antaranya adalah pengguna internet harian. Hal ini menunjukkan tingginya aktivitas online dari masyarakat, baik individu maupun perusahaan, dan internet berkecepatan tinggi sangat dibutuhkan untuk mendukung kegiatan mereka sehari-hari.

Sementara itu, Desmond Poon, CTO Link Net mengatakan, “Kami percaya dengan kecepatan internet yang mencapai 1Gbps akan memberikan kenyamanan bagi pelanggan kami khususnya untuk streaming video, mengunduh dan mengunggah konten, game online serta penunjang kegiatan lainnya,” ujarnya.

Untukmemperkenalkan ke pasar, First Media juga mengadakan kegiatan bertajuk NeXt Generation First Media dan diestimasikan akan mendatangkan sebanyak 32.000 pengunjung selama 2 hari berlangsung, yaitu 24-25 Juni 2016.

Ajang ini akan memperlihatkan kecanggihan inovasi terbaru First Media yang merupakan pertama di Indonesia, antara lain Mach1 (Internet Kecepatan Super Cepat 1Gbps), 4K Ultra HD, NeXt Generation X1 4K Box, dan First Media X (Layanan OTT terbesar dengan lebih dari 110 Channel).

Semua pelanggan First Media yang datang ke acara ini akan mendapatkan Free All Channels dan Free Speed Upgrade, voucher senilai ratusan juta rupiah, dan Exclusive Invitation untuk merasakan First Media NeXt Generation Experience.

Acara ini juga didukung dan dimeriahkan oleh perusahaan Lippo Group lainnya dan premium content provider yang memberikan berbagai aktivitas menarik bagi pelanggan First Media dan keluarga yang ikut hadir.

Huawei Indonesia Ikut Pastikan Jaringan Operator ‘Ngacir’ di Ramadhan dan Lebaran

0

Telko.id – Momen ramadhan dan lebaran memang selalu menjadi perhatian bagi para operator. Ternyata bukan hanya operator yang dag, dig, dug menghadapi perpindahan trend komunikasi di momen besar ini. Di balik itu ada vendor jaringan juga yang selalu siap membantu operator agar layanan yang diberikan pada pelanggannya tetap berjalan lancar.

Ada 4 strategi yang selalu dilakukan oleh Huawei Indonesia menghadapi momen Ramadhan dan Lebaran. Pertama adalah Joint Planning Session dengan tim operator. Tujuannya adalah untuk memastikan kapasitas yang dibutuhkan disetiap wilayah permintaan operator tercukupi. Huawei juga memastikan pembangunan network pada area yang diminta oleh operator selesai pada waktunya. Baik untuk maintaince performance atau menjada kualitas selama Ramadhan dan Lebaran.

Kedua, Huawei Indonesia mempersiapkan ‘pasukan khusus’ yang disebut dengan Ramadhan Assurance Team. Pasukan ini harus siap 24 jam selama 7 hari. Baik yang berada di lapangan maupun yang on call untuk memastikan jaringan ‘aman’ terkendali dan pelanggan dapat melakukan komunikasi dengan baik dan lancar.

Ketiga, memastikan bahwa problem yang beresiko tinggi, terutama di Core Network sudah tertangani paling awal. Bahan, Huawei harus memastikan sudah clean sebelum ramdhan di mulai seperti yang diminta oleh operator.

Keempat, Huawei juga membuat perencanaan untuk pencegahan dan pemulihan setelah terjadi bencana sehingga jaringan dalam waktu dekat dapat langsung beroperasi lagi. “Kami punya standar, 4 jam saja jaringan sudah mampu beroperasi lagi,” ujar Mohamad Rosidi, Deputy Director, ICT Strategy and Marketing, Huawei Indonesia menjelaskan. Agar standar tersebut dapat dipenuhi, maka Huawei membangun 72 titik yang akan menyedian sparepart. Dengan demikian, pemulihan dapat berjalan cepat.

“Menghadapi ramadhan dan lebaran, kami juga menggunakan teknologi terkini untuk mendorong data service dan meningkatkan kapasitas dan kualitas. Mulai dari LTE, FTTH, Antenna multi-sector, AAU (Active Antenna Units), Software yang mampu meningkatkan kapasitas dan kualitas serta tidak ketinggalan juga small cell,” ujar Rosidi menjelaskan. (Icha)

20% Pengguna Internet Tutupi Webcam Untuk Lindungi Data Pribadi

Telko.id – Banyak cara dilakukan orang untuk melindungi datanya agar tetap aman, salah satunya dengan menutupi webcam mereka. Hal ini dilakukan oleh satu dari lima pengguna internet (20%), demikian dilaporkan Kaspersky Lab dalam penelitiannya.

Cara ini dianggap cukup berguna, tetapi penting bagi pengguna untuk mengetahui bahwa menutupi webcam tidak dapat mencegah intersepsi audio dan melindungi pengguna dari didengarkan oleh hacker atau kelompok berbahaya, lanjut Kaspersky.

Sementara itu, lebih dari seperempat pengguna internet (28%) menyimpan data sensitif mereka pada perangkat yang tidak memiliki akses internet, sebuah pemikiran yang keliru apabila hal ini akan menjamin perlindungan terhadap data-data mereka. Namun, meskipun teori ini didasarkan pada logika, dan sangat penting untuk juga mengamankan cadangan data dari efek serangan ransomware, bahkan tanpa koneksi internet sekalipun, sangat mungkin bagi perangkat untuk terinfeksi ketika terhubung dengan smartphone atau USB stick.

18% dari pengguna internet yang disurvei mengakui bahwa mereka mencoba untuk menghindari menggunakan situs-situs populer seperti Google dan Facebook karena informasi pribadi dikumpulkan oleh situs tersebut. Meskipun faktanya hal tersebut merupakan praktek yang normal di hampir semua situs web saat ini untuk melacak pengguna dan mengumpulkan beberapa data-data pengguna.

Selain itu, 8% pengguna yang paranoid mengaku menyembunyikan komputer mereka dari orang lain, meskipun hal ini tidak akan membantu melindungi mereka dari ancaman Internet.

7% juga mengatakan mereka menyisihkan waktu untuk log in, kemudian menghapus data kartu kredit ketika melakukan transaksi secara online, sebagai upaya mereka untuk membingungkan virus, meskipun faktanya malware, terutama keyloggers, tidak dapat dibuat bingung dengan cara ini.

Beberapa lainnya menggunakan cara-cara ekstrim, tetapi tidak kuat. Statistik menunjukkan bahwa pengguna internet lainnya sangat kurang dalam hal ketangkasan cyber. Hanya 23% pengguna yang mengatakan mereka merasa ditargetkan secara online dan 23% mengatakan bahwa mereka tidak berpikir solusi keamanan diperlukan, memunculkan pertanyaan tentang kesadaran online mereka dan kemampuan untuk melindungi diri dari bahaya.

“Temuan ini menunjukkan dua hal ekstrem – di satu satu sisi ada orang-orang yang berpikir mereka dapat menyimpan data mereka dengan aman, misalnya, menyembunyikan komputer mereka; namun di sisi lain masih ada orang-orang yang tidak mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan secara online,” kata David Emm, Principal Security Researcher dari Kaspersky Lab.

Ia menambahkan, orang-orang perlu menjadi lebih cerdas dan tangkas dalam hal cyber. “Dengan solusi keamanan yang ada saat ini sangat mungkin untuk melindungi diri dari ancaman cyber, tanpa harus melakukan hal yang ekstrim seperti menyembunyikan komputer Anda,” imbuhnya.

Sangat mungkin bagi pengguna untuk melindungi diri dari ancaman online, tanpa harus melakukan cara-cara yang ekstrim dan bisa jadi tidak akurat. Kaspersky Internet Security, misalnya, dapat melindungi pengguna tanpa mempengaruhi kehidupan digital mereka.

Fitur Webcam Protection untuk Mac dan Windows dapat menjaga privasi pengguna, sementara spesialis fitur anti-pelacakan – seperti fungsi Private Browsing – dapat membantu pengguna yang ingin menghindari dilacak oleh situs web – dengan menghilangkan data pengguna dari lalu lintas Internet.

Lelang Spektrum Terbesar Siap Digelar di India

0

Telko.id – Pemerintah India telah setuju untuk menggelar lelang spektrum telekomunikasi terbesar di negara itu. Adapun nilai spektrum yang akan dilelang adalah Rs5.66 triliun atau setara Rp 75 miliar.

Regulator telekomunikasi India, Trai, telah diminta untuk membuat rekomendasi baru untuk harga penggunaan spektrum.

Berdasarkan harga dasar, seperti dilaporkan GTB, Jumat (24/6), spektrum India seharga Rs.5.66 triliun. Pemerintah akan menjual pita spektrum 700MHz, 800MHz, 900MHz 1,800MHz, 2,100MHz, 2.300 MHz dan 2.500 MHz.

Rencana lelang spektrum direkomendasikan oleh Trai dan ditinjau oleh Departemen telekomunikasi sebelum disetujui oleh pemerintah.

Menteri Keuangan, Arun Jaitley menyebut ini sebagai lelang spektrum terbesar dalam sejarah India dan menambahkan bahwa konsultasi diperlukan untuk harga penggunaan spektrum (SUC). Trai telah diminta untuk membuat rekomendasi baru.

Pada tanggal 7 Juni, Komisi Telecom mengumumkan metodologi rata-rata yang menguntungkan untuk menghitung SUC dan menurunkan tingkat ke 3% untuk lelang mendatang dari 5% dalam lelang sebelumnya.

Perhitungan ini didasarkan pada waktu dan akuisisi frekuensi band. Pemerintah telah menyetujui usulan Trai untuk harga spektrum. Dan aplikasi untuk ini akan keluar setelah klarifikasi atas SUC diterima dari Trai.

Biasanya diperlukan waktu 60 hari bagi pemerintah untuk melakukan lelang setelah persetujuan kabinet.

Peduli Sesama, XL Sumbang Air Bersih dan Makanan ke Korban Banjir

0

Telko.id – PT XL Axiata Tbk menyalurkan donasi untuk warga korban tanah longsor dan banjir di Porworejo, Jawa Tengah dan Padang, Sumatera Barat. Donasi diserahkan langsung oleh Vice President XL Central Region, Rd Sofia Purbayanti di lokasi bencana, Dusun Caok, Desa Karangrejo, Kecamatan Loano, Kabupaten, Purworejo, Rabu (23/6).

”Kami turut prihatin atas musibah banjir dan tanah longsor yang terjadi di Purworejo dan juga di sejumlah daerah di tanah air lainnya, yang terjadi secara bersamaan. Mewakili keluarga besar XL Axiata, bersama dengan tim-tim XL di daerah lain, kami menyalurkan bantuan untuk keperluan darurat ke lokasi bencana, salah satunya di Purworejo. Sebagai bagian dari masyarakat Jawa Tengah, kami selalu siap bergotong-royong dengan masyarakat dalam meringankan beban korban bencana,” katanya melalui keterangan resmi.

Donasi dari XL diserahkan dalam bentuk air bersih, makanan siap saji, bahan makanan dan selimut.

Selain menyalurkan bantuan, lanjut Sofia, XL juga akan selalu menjaga kondisi infrastruktur jaringan dan layanan di daerah yang terkena bencana. XL akan berusaha maksimal untuk menjamin kualitas jaringan tetap terjaga selama masa kritis.

Menurutnya, ada tambahan tim khusus untuk mengawasi Base Transceiver Station (BTS) terutama di area-area rawan bencana untuk memastikan pelayanan telekomunikasi tetap berjalan lancar. Meskipun ada beberapa site sempat mengalami gangguan, namun secara keseluruhan pelayanan masih sangat normal. Kesigapan tim network yang juga didukung teknologi jaringan yang canggih mampu mengatasi gangguan yang ada.

CSR_PadangSementara itu di Padang, Tim XL West Region menyalurkan donasi ke Panti Asuhan Yatim Piatu Wira Lisma. Donasi dari XL berupa bahan-bahan makanan dan alat tulis. Panti asuhan ini salah satu panti yang terkena dampak banjir yang cukup serius.

XL akan terus memantau kondisi daerah-daerah yang rawan bencana. Selain untuk mengantisipasi dan memastikan seluruh jaringan aman, juga untuk bersiaga jika harus segera memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana.