spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1578

Riset: Produktivitas Pekerja Meningkat 26% Tanpa Smartphone di Meja

0

Telko.id – Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh Universitas Würzburg and Nottingham Trent, yang dilakukan atas permintaan Kaspersky Lab, menunjukkan bahwa meskipun smartphone dapat membantu produktivitas – untuk berkomunikasi, mengelola e-mail, serta menyelesaikan pekerjaan saat mobile, namun smartphone justru dinilai mampu menurunkan produktivitas ketika bekerja.

Penelitian ini menggali korelasi antara tingkat produktivitas dan jarak antara peserta dengan smartphone-nya. Dimana ketika smartphone mereka dibawa pergi, kinerja peserta meningkat sebesar 26 persen.

Penelitian dilakukan dengan menguji perilaku 95 orang yang berusia antara 19 hingga 56 tahun di laboratorium Universitas Würzburg dan Nottingham-Trent. Rentang usia ini dipilih guna menyeimbangkan kondisi serta jenis kelamin dalam penelitian di setiap lokasi laboratorium.

Peneliti meminta partisipan untuk menguji konsentrasi mereka di empat situasi yang berbeda, yaitu dengan smartphone di dalam saku, di atas meja, terkunci di laci dan dipindahkan dari ruangan tersebut.

Hasilnya, tes menunjukkan bahwa konsentrasi terendah terjadi pada saat smartphone berada di atas meja. Namun dengan bertambahnya jarak antara partisipan dengan ponsel pintar, kinerja mereka meningkat. Secara keseluruhan, hasil tes 26% lebih tinggi ketika ponsel mereka dipindahkan dari ruangan tersebut.

Berbanding terbalik dengan ekspektasi, ketiadaan smartphone tidak membuat partisipan merasa gelisah. Tingkat kegelisahan ditemukan tetap stabil selama penelitian berlangsung. Pada umumnya, wanita lebih gelisah dibanding rekan pria mereka.

Para peneliti menyimpulkan bahwa tingkat kegelisahan tidak dipengaruhi oleh smartphone (atau ketidakhadiran smartphone), tetapi lebih kepada permasalahan gender.

“Studi sebelumnya menunjukkan bahwa di satu sisi, seseorang yang terpisah dengan smartphonenya menghasilkan efek emosional negatif, seperti peningkatan rasa gelisah. Namun di sisi lain, studi mendemonstrasikan bahwa kehadiran smartphone dapat menjadi gangguan. Dengan kata lain, kehadiran dan ketidakhadiran smartphone dapat merusak konsentrasi,” kata Jens Binder dari Universitas Nottingham Trent.

Perwakilan dari Universitas Würzburg, Astrid Carolus menambahkan bahwa pada intinya penemuan ini mengindikasikan bahwa dibanding kehadiran ponsel pintar, ketidakhadiranlah yang dapat meningkatkan konsentrasi.

 

Hari Pelanggan Nasional, MNC Play ‘Komit’ untuk Tingkatkan Layanan

0

Telko.id – Persaingan yang semakin ketat di industri multimedia memacu perusahaan untuk lebih meningkatkan layanan kepada pelanggan. MNC Play, misalnya, berkomitmen untuk memberikan layanan prima kepada pelanggan seiring dengan peringatan Hari Pelanggan Nasional.

“Melalui perayaan Hari Pelanggan Nasional, seolah-olah kami kembali diingatkan untuk terus memberikan yang terbaik kepada pelanggan kami. Hal ini sejalan dengan inovasi yang terus kami lakukan dalam pengadaan internet berkecepatan tinggi dan TV kabel interaktif,” kata Ade Tjendra, Direktur Komersial MNC Play melalui keterangan resmi, Senin (5/9).

Ke depan, ia menjelaskan, perusahaan juga akan lebih giat lagi untuk menghadirkan terobosan baru di bidang multimedia. Ini sejalan dengan kian besarnya potensi pasar di Indonesia. Dimana menurut APJII, laju perkembangan internet sudah mencapai lebih dari 100 juta penduduk.

“Dengan semangat Hari Pelanggan Nasional, MNC Play berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan yang prima dan berstandar global serta mendukung Indonesia dalam menyediakan data communication dan Broadband Interactive Multimedia Entertainment yang terbaik,” tambah Ade.

Saat ini, atau terhitung hanya dua tahun sejak diluncurkan, jaringan MNC Play telah menjangkau 6 kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Malang dan Medan.

 

 

 

Bos XL: Pelanggan Aset Penting Bagi Kelangsungan Bisnis XL

0

Telko.id – Presiden Direktur XL, Dian Siswarini, turun langsung untuk memberikan layanan kepada pelanggan dan melakukan kunjungan ke gerai penjualan (retail outlet). Hal ini dilakukan bersamaan dengan peringatan Hari Pelanggan Nasional, yang jatuh pada 4 September 2016 kemarin.

Menurut Dian, pelanggan merupakan aset yang penting bagi kelangsungan bisnis XL, oleh karena itu kepuasan pelanggan menjadi hal yang utama.

“Untuk menghadirkan kenyamanan dan kepuasan kepada 44 juta pelanggan XL, kami terus mengupayakan agar layanan kami bisa semakin mudah dan terjangkau bagi pelanggan yang tersebar di seluruh Indonesia,” katanya.

XL sendiri secara bertahap akan mengubah konsep layanan pelanggan konvensional menjadi layanan one stop digital solution di seluruh XL Center. Di tahun 2016, sejumlah XL Center direncanakan akan bertransformasi, di antaranya XL Center Mal Puri Indah, Kelapa Gading, Supermal Karawaci, dan lain-lain.

Saat ini XL memiliki total 84 XL Center yang tersebar di hampir semua kota di seluruh Indonesia, dengan jumlah lebih dari 500 orang petugas. Sementara itu, 600 orang petugas dikerahkan guna selalu siap melayani pelanggan selama 24 jam setiap hari melalui contact center 817.

Untuk pelanggan XL, XL melalui sosial media membuka layanan pengaduan pelanggan melalui akun @XLCare, Xplor Forum, dan XL Care Customer Service (Facebook). Sementara bagi pelanggan Axis bisa mendapatkan pelayanan melalui @ask_axis dan Pojok Axis.

Dukung Perfilman Indonesia, Tri Sponsori Warkop DKI Reborn

0

Telko.id – Operator seluler yang bermarkas di Hong Kong yakni Hutchisin Tri Indonesia ternyata juga ikut mendukung industri film nasional. Hal ini terlihat dari upaya operator 4G tersebut dalam mendukung film Warkop DKI Reborn.

Semakin berkembangnya industri broadcasting digital juga menjadi alasan keterlibatan Tri dalam pembuatan film ini. Seperti diketahui, saat ini banyak OTT yang menyajikan konten digital, baik itu film ataupun serial drama. Hal ini tentu saja akan menggerus kuota para pelanggan operator seluler dan pada akhirnya meningkatkan arpu data dari operator tersebut.

“Dalam waktu dekat kita akan berikan kuota gratis sebesar 3GB, untuk menyaksikan film Warkop DKI yang klasik di klikfilm.com selama 7 hari free, syaratnya pelanggan harus membeli pulsa minimal Rp. 50.000,-,” ujar Arum K. Prasodjo, Corporate and Marketing Communication Tri Indonesia (2/9).

Sementara untuk kualitas film sendiri, Arum menambahkan bahwasanya hal ini  akan menyesuaikan dengan kualitas jaringan yang ada, jika jaringan buruk, maka kualitas akan menurun atau sama halnya dengan youtube. Namun, Arum memastikan bahwa jaringan internet Tri telah mendukung layanan streaming video.

Lebih lanjut, ketika ditanya alasan memilih Warkop DKI, Arum menegaskan bahwa mereka adalah legenda film komedi di Indonesia dan hadirnya film Warkop DKI Reborn adalah untuk melestarikan film Warkop untuk generasi muda.

Sekadar informasi, saat ini Tri memiliki  total pelanggan sebesar 56,5 juta dan 80 persen dari mereka adalah pengguna data. Sementara itu, animo pelanggan 4G  di 6 kota yang telah tersedia jaringan Tri juga ikut meningkat. Bahkan, sudah terjadi peningkatan pengguna smartphone 4G sebesar 35 persen di jaringan mereka.

Tri juga berhasil mengalirkan data sebesar 1500 terabyte per hari sampai dengan semester 1 dengan kecenderungan pengguna mereka menggunakan sosial media berupa Youtube dan Instagram yang masih dominan. Sementara penetrasi pengguna smartphone di jaringan mereka juga diatas rata-rata industri telko.

Berbicara mengenai pelanggan 4G, Tri sendiri menargetkan jumlah pelanggan 4G mereka mencapai 250 hingga 500 ribu pada akhir tahun ini. Hal tersebut diperkuat dengan kesiapan BTS 4G mereka yang diklaim hanya tinggal di ‘switch on’ saja jika memang dibutuhkan.

Namun, ketika disinggung mengenai kota lain yang akan dialiri 4G, Tri masih menunggu ketersediaan spektrum dan berharap mampu memenangi lelang spektrum untuk mengalokasikan jaringan 4G di kota lainnya.

Indosat dan Lintasarta Siapkan Platform ‘City-Care’ Untuk Dukung Smart City Indonesia

0

Telko.id – Pemerintah Indonesia sudah memiliki rencana pembangunan perkotaan yang disebut dengan Sistem Perkotaan Nasional. Di mana, salah satu tujuannya adalah untuk meningkatkan pelayanan masyarakat, daya saing kota dan kontribusi ekonomi. Indosat Ooredo dan Lintasarta sebagai anak perusahaan Indosat memiliki solusi end to end untuk mendukung rencana pemerintah tersebut.

Caranya adalah dengan memenuhi kebutuhan perwujudan Smart City diseluruh kota di Indonesia melalui solusi Internet of Things (IoT) serta IT Services yang sesuai dengan komponen–komponen dalam pembangunan Smart City. Melalui solusi ini diharapkan akan mampu memenuhi kebutuhan pembangunan kota akan teknologi digital yang membawa manfaat bagi pemerintah kota, warga kota dan komunitas bisnis.

Salah satu implementasi nyata dari komitmen dari Indosat Ooredoo untuk Smart City adalah menghadirkan aplikasi e-Government untuk memenuhi kebutuhan pemerintahan kota dalam mengelola data dan informasi serta kebutuhan warga kota untuk transparansi proses layanan masyarakat (contoh status proses perijinan), dan aplikasi-aplikasi lainnya seperti Qlue, i-library, e-Tax, Bank Sampah dan e-budgeting. Aplikasi tersebut dipamerkan dalam ajang Indonesia Smart City Forum yang digelar pada tanggal 2 – 3 September 2016 di Bandung.

“Memang, setiap daerah memiliki prioritas sendiri-sendiri. Disesuaikan dengan kebutuhan wilayahnya. Itu sebabnya, kami hadir dengan total solusi. Kami akan pilah dan jahit, aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan setiap daerah,” ujar Herfini Haryono, Director & Chief Wholesale & Enterprise Officer menjelaskan.

Namun, untuk percepatan implementasi Smart City, pada ajang ini juga, Indosat Ooredoo dan Lintasarta memperkenalkan ‘City Care’. Sebuah, platform Smart Cityyang memberikan kemudahan bagi pemerintah kota untuk mengembangkan dan mengintegrasikan berbagai aplikasi layanan kota dengan konsep ‘open platform’ dan ‘open data model’.

Selain itu dengan adanya ‘open community’ ini, pemerintah kota dapat mendorong partisipasi aktif para pengembang lokal atau putera daerah untuk membangun aplikasi kota dan mengintegrasikannya kedalam ‘City Care’ dari Indosat Ooredoo dan Lintasarta.

‘City-Care’ ini dibuat oleh Indosat Ooredo bersama dengan Lintasarta karena untuk memenuhi kebutuhan Smart Citu, tidak dapat dipenuhi oleh satu pengembang saja. “Itu sebabnya, kami hadir dengan sebuah paltform yang bersifat open yang dapat diaplikasikan dan dikembangkan secara bersama-sama dengan pengembang solusi yang lain. Dengan solusi ini, kami berharap percepatan implementasi dan pengembangan solusi Smart City yang berkesinambungan dapat terjadi,” ujar Herfini menjelaskan.

“Jadi, setiap ada aplikasi daerah yang sudah jadi, akan disimpan dari Cloud dan setiap daerah boleh menggunakannya. Memang, nanti akan ada hitungan bisnisnya dengan yang membuat aplikasi tersebut. Namun, dengan adanya aplikasi yang sudah jadi, maka biaya untuk membuat Smart City tidak akan terlalu besar karena tidak perlu membuat dari awal. Dengan demikian, investasi daerah pun akan menjadi lebih efisien. Sehingga dari Smart City akan menjadi Smart Nation,” ujar Arya Damar, President Director Lintasarta menambahkan.

Lintasarta juga memiliki solusi ICT terbaik lainnya dalam mendukung penerapan smart city diantaranya Intelligence Command Center (ICC) dan Intelligence Video Analytics (IVA). ICC merupakan ruang kendali terpadu yang menampilkan informasi dari berbagai aplikasi di internal SKPD. serta masukan langsung dari masyarakat (melalui sosial media, call center, dan aplikasi tanggap darurat).

Sementara, solusi Intelligence Video Analytics (IVA) memaksimalkan infrastruktur IT daerah seperti CCTV untuk fungsi pengawasan serta penegakan hukum di lingkungan masyarakat melalui komponen intelligence computing. Solusi-solusi diatas dapat mendukung pemimpin daerah cepat dalam mengambil sebuah keputusan dalam rangka percepatan pembangunan daerah.

“Komitmen Indosat Ooredoo dan Lintasarta adalah untuk menjadi yang terdepan dalam memberikan solusi ICT bagi masyarakat Indonesia dalam mendapatkan kualitas kehidupan yang lebih baik. Dengan implementasi Smart City yang kami tawarkan dapat mendukung terciptanya kota pintar yang memberikan layanan publik yang lebih cepat, transparan, berintegrasi, dan mendukung gaya hidup yang ‘Go Digital’,” tutup Herfini. (Icha)

Ranah Digital Berpotensi Jadi Alat ‘Kampanye’ Partai

0

Telko.id – Dunia digital saat ini sangat mempengaruhi kehidupan banyak orang di dunia. Bukan hanya untuk industri broadband ataupun smartphone saja, digitalisasi juga bisa dimanfaatkan oleh para politisi untuk memenangkan pemilihan umum.

Berkaca dari tren sosial media yang sangat berkembang di Indonesia, ranah ini berpotensi menjadi media pemilu dari berbagai partai politik untuk dapat menjaring banyak dukungan dari masyarakat Indonesia.

Sementara itu, semakin cepat dan baiknya perkembangan fixed broadband dan mobile broadband di Indonesia menyebabkan pertukaran arus informasi akan semakin cepat. Saat ini, berbagai macam isu yang biasa dapat berubah menjadi sebuah viral di dunia maya dan pada akhirnya menjadikan sebuah polemik di dunia nyata.

“Sosial media tidak hanya dijadikan sebagai jalur informasi, melainkan juga bisa digunakan sebagai kanal interaksi, seperti simpatisan, warga yang belum memilih hingga haters,” ujar Enda Nasution pada diskusi politik di Jakarta (2/9).

Sementara itu, Naufiq Ponton menilai letak geografi Indonesia sangat mempengaruhi behavior pengguna sosial media di Indonesia. Pasalnya, dengan wilayah Indonesia yang kepulauan menjadikan banyak masyarakat memanfaatkan sosial media untuk berinteraksi dengan keluarga dan kerabat mereka.

“Realitanya yang paling powerfull dari sosial media itu adalah mendengarkan, mendengarkan keluhan publik serta melihat perilaku dari individu masing-masing,” ungkap Naufiq.

DSC_0375_1

Lebih lanjut, kemudahan yang ditawarkan oleh internet akan menciptakan digitalisasi dalam demokrasi. Dalam hal ini, ‘Jokowi’ dan ‘Jasmev’ adalah dua nama yang berhasil manfaatkan jejaring sosial dan internet dalam proses kampanye dan pemenangan pada Pilgub DKI 2012 dan Pilpres 2014.

Sementara di dunia sendiri, Obama menjadi politisi pertama yang sukses menggunakan aplikasi seperti email, youtube, twitter, serta facebook untuk mendapatkan dukungan dari kampanye hingga mendapatkan donasi.

Nyatanya, sosial media dapat menarik nilai simpatik dari para generasi milenial di Indonesia, namun sosial media juga dapat meruntuhkan citra seorang figur melalui para buzzer. Terlepas dari hal tersebut, masyarakat dunia maya atau kerap disapa Netizen, harus lebih jeli dalam memilih setiap informasi yang ada di dunia maya tersebut.

E-commerce ini Dapatkan Pendanaan Seri A

0

Telko.id –  e-commerce perhiasan dan berlian pertama di IndonesiaORORI mengumumkan bahwa mereka mendapatkan investasi series A dari Indonusa Dwitama (salah satu pendiri marketplace C2C terbesar di Indonesia), East Ventures, 500 Startups, IMJ Investment Partners, dan investor lain yang dirahasiakan, turut mendukung dalam investasi ini dan perjalanan ORORI ke depan

CEO ORORI, George Budi Sumantri mengatakan bahwa dana investasi yang didapatkan akan digunakan untuk marketing dan meningkatkan pertumbuhan perusahaan selanjutnya. Sekadar informasi, ORORI sendiri merupakan pelopor penjualan perhiasan secara online semenjak tahun 2004. Hingga 3 tahun ke depan, George memiliki visi untuk membangun ORORI menjadi marketplace yang menjual perhiasan retail dengan reputasi terbaik di Indonesia.

George pun sudah mencanangkan langkah-langkah yang akan diambil, seperti membuat situs multi negara dan multi bahasa, meningkatkan target sebesar 80.000 transaksi per tahun dengan Gross Merchandise hingga volume tahunan sekitar USD25 juta.

Berdasarkan keterangan pers yang diterima oleh tim Telko.id, ORORI telah menggabungkan brand ORORI sendiri dengan brand partner yang dijual di marketplace untuk menyediakan pilihan jenis produk untuk konsumen yang lebih variatif.

Soal kompetitor, George mengungkapkan bahwa saat ini ORORI belum memiliki kompetitor yang dapat disandingkan di Asia Tenggara.

“Namun, jika diperhatikan lebih lanjut,  kami melihat model bisnis serupa di India, yaitu Bluestone dan Caratlane. Dengan sejarah kuat ORORI sebagai pionir dan penguasaan lokal, kami yakin bahwa marketplace ini tidak hanya akan mengubah perilaku pembelian dari konsumen dalam hal perhiasan,” ujar George.

Well, kita tunggu saja sepsk terjang dari platform e-commerce untuk perhiasan ini ditengah himpitan para pemain raksasa yang sama-sama mendapatkan investasi dari venture capital.

Mungkinkan Pengguna Mandiri, TIKI Kenalkan ‘Self Service Machine’

0

Telko.id – Inovasi baru kembali dihadirkan TIKI sebagai bagian dari upayanya memberikan layanan terbaik kepada pelanggan. Mengusung tajuk ‘Self Service Machine,’ layanan baru ini memungkinkan pelanggan mengirim barang dengan lebih cepat dan mudah.

“Melalui layanan ini, harapan kami selain memberikan pelayanan yang terbaik, juga semakin mendekatkan kami kepada pelanggan Sobat TIKI yang selama ini sudah setia menggunakan jasa pengiriman kami,” kata Yulina Hastuti, Presiden Direktur TIKI dalam acara peluncuran yang berlangsung di Jakarta, Kamis (1/9).

Penggunaan Self Service Machine sendiri sangat mudah dan praktis. Dimana pelanggan cukup mengisi formulir secara digital yang disediakan pada layar yang terdapat pada mesin berbentuk persegi empat tersebut.

Setelah mengisi lengkap nama, nomor telepon, alamat tujuan, dan jenis barang yang akan dikirim, pelanggan diharuskan untuk menimbang barang di timbangan digital yang disediakan. Setelah ditimbang, akan keluar harga yang sesuai dengan berat dan tujuan pengiriman yang harus dibayar melalui sistem dompet elektronik. Setelah itu pelanggan dapat langsung memasukkan paket ke tempat yang sudah disiapkan.

Untuk memastikan paket yang dikirim bukanlah paket yang berisi bahan-bahan berbahaya maupun narkoba, akan ada petugas TIKI yang siap mendampingi dan mengecek setiap paket yang akan dikirim. Petugas TIKI juga akan memberikan petunjuk bagaimana menggunakan Self Service Machine bagi pelanggan yang belum pernah mencoba.

Selain Self Service Machine, TIKI juga ingin memperkenalkan kembali layanan TIKI Drive Thru yang hadir di kantor cabang Tiki di JL. Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur dan dapat diakses 24 jam penuh setiap hari.

“Self Service Machine dan Drive Thru adalah dua layanan terbaru TIKI yang kami perkenalkan, tepat di HUT kali ini sebagai bentuk komitmen kami untuk selalu berinovasi dan memberikan layanan yang terbaik. Layanan ini memudahkan konsumen untuk proses pengiriman barang yang bisa dilakukan sendiri dan lebih cepat,” tambah Yulina.

Sebelumnya, sebagai bagian dari transformasi digitalnya, TIKI juga telah menghadirkan aplikasi mobile TIKI, yang memuat semua fitur website TIKI mulai dari tracking, nearby, postcode atau rate. Selain itu, Sobat TIKI juga dimanjakan dengan layanan JEMPOL atau Jemputan Online, dimana petugas akan setia datang dan mengambil paketan Sobat TIKI dan mengirimnya langsung ke cabang terdekat untuk segera diproses.

Untuk sementara, layanan JEMPOL hanya dapat digunakan di Jakarta, sementara kota lain menyusul.

Link Net: Pertumbuhan Industri OTT di Indonesia akan Terus Meningkat

0

Telko.id – Jumlah pengguna internet di Indonesia mengalami kenaikan setiap tahunnya, hal ini dikuatkan oleh hasil penelitian lembaga riset international Emarketer, yang memproyeksi jumlah pengguna internet di Indonesia sekitar 102,8 juta jiwa di tahun 2016 dan akan mengalami peningkatan sekitar 123 juta jiwa di tahun 2018.

Berbicara dalam ajang Indonesia ICT Summit 2016, yang berlangsung di Jakarta Internasional Expo Kemayoran, Desmond Poon, CTO, PT Link Net Tbk. (First Media), mangaku optimis bahwa pasar layanan Over-The Top (OTT) di Indonesia akan terus mengalami peningkatkan untuk memenuhi kebutuhan generasi millenial yang haus dengan konten-konten informatif.

Ia menyebut, ekonomi dan infrastruktur akan menjadi dua faktor utama yang mendukung pertumbuhan layanan itu.

Menurut Bank Indonesia, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2016 diproyeksikan meningkat 5,2% – 5,6% dan peningkatan ini akan terus berlanjut hingga tahun 2017 – 2019 di mana pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mengalami peningkatan sebesar 6,0% sampai 6,5%.

Dari segi infrastruktur, pembangunan infrastruktur di Indonesia mengalami perkembangan yang signifikan. Saat ini masyarakat Indonesia tidak hanya bisa merasakan jaringan 3G, namun sudah bisa merasakan internet super cepat di jaringan 4G. Selain itu, para operator juga kian memperluas cakupan layanan broadband miliknya.

Untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan konsumen yang terus meningkat akan konten media dan hiburan terutama saat dalam perjalanan, para operator harus terus melakukan inovasi dalam hal teknologi. Salah satu strateginya adalah dengan berinvestasi dalam teknologi baru OTT dan Internet of Things (IoT) yang akan melengkapi layanan TV saat ini.

First Media, sebagai penyedia layanan internet dan TV berbayar, menawarkan paket bundling TV berbayar, OTT dan layanan broadband untuk memberikan pengalaman generasi berikut yang lengkap bagi para pelanggan, baik saat mereka di rumah atau pun saat dalam perjalanan.

“Kekuatan kami terletak pada kemampuan kami untuk menyediakan layanan yang terintegrasi bagi para pelanggan. Selain memperkaya layanan TV tradisional dengan menawarkan layanan Personal Video Recorder (PVR), Video on Demand (VOD) dan Catch-up TV, kami juga menyediakan layanan OTT seperti aplikasi berbasis Android, termasuk YouTube, aplikasi Google, games dan pencarian melalui suara dengan menggunakan set-top box yang sama,” tambah Desmond Poon.

Ia menjelaskan, First Media dalam hal ini menyediakan layanan First Media X, TV Anywhere OTT yang memungkinkan pelanggan menikmati konten hiburan dan tayangan televisi melalui perangkat mobile.

Aplikasi First Media X sendiri menyediakan lebih dari 100 linear channels dan lebih dari 80 Catch-up TV channels. “Sejak diluncurkan bulan Juni lalu, kami menerima respon yang positif dari pelanggan yang menikmati konten hiburan dan tayangan televisi dengan lebih baik kapan saja dan dimana saja,” imbuh Desmond lagi.

Dengan persaingan di pasar layanan video OTT yang cukup ketat, operator harus lebih cepat dalam mengamati tren baru, memahami dan menganalisis kebiasaan menonton konsumen dan pilihan gadget mereka agar dapat tetap berada dalam barisan terdepan dan meraih kesuksesan dalam layanan multiplatform.

Desmond Poon yakin peningkatan investasi dalan infrastruktur dan konektivitas akan mendukung pertumbuhan layanan video OTT.

Indosat Ooredo Tetap Dukung Regulasi Pro-Rakyat

0

Telko.id – Masalah interkoneksi semakin ‘memanas’. Setiap operator memiliki pendiriannya sendiri. Seperti Indosat Ooredoo punya sikap sendiri berkenaan dengan penundaan pelaksanaan Surat Edaran No. 1153/M.Kominfo/PI.0204/08/2016, tanggal 2 Agustus 2016, tentang Implementasi Biaya Interkoneksi Tahun 2016 (“SE”).

Berdasarkan pernyataan tertulis yang disampaikan oleh Alexander Rusli, President Director & CEO Indosat Ooredoo bahwa Indosat dapat memahami sikap Kementerian Kominfo yang merupakan wujud dari penghormatan kepada DPR-RI.

Berikut pernyataan lengkap yang disampaikan oleh Alexander Rusli:

Menyikapi pernyataan dari Pemerintah hari ini terkait dengan pelaksanaan Surat Edaran No. 1153/M.Kominfo/PI.0204/08/2016, tanggal 2 Agustus 2016, tentang Implementasi Biaya Interkoneksi Tahun 2016 (“SE”), kami dapat memahami sikap Kementerian Kominfo yang merupakan wujud dari penghormatan kepada DPR-RI.

Namun demikian, semangat dan substansi dari SE yang berisi penurunan biaya interkoneksi rata-rata 26% pada 18 skenario panggilan telepon dan SMS antar operator tidak berubah. Karena penurunan biaya interkoneksi secara alamiah dan ilmiah pasti terjadi sebagai konsekuensi dari kemajuan teknologi yang semakin efisien dan skala ekonomi jaringan yang semakin besar.

Evaluasi berkala atas biaya interkoneksi merupakan satu di antara tugas penting Pemerintah untuk menjaga persaingan usaha yang sehat. Setiap kali masa evaluasi, Operator dominan sudah lazim berusaha mempertahankan dominasinya dan Regulator sudah lazim pula persuasif menjelaskan pentingnya persaingan yang sehat bagi masyarakat dan memberi toleransi ulur-tarik.

Namun pada waktunya, Regulator harus menegakkan regulasi/aturan main. Penguasaan pasar luar Jawa yang lebih dari 80% oleh satu operator akan cenderung kurang peduli dengan kepentingan pelanggan dan berpotensi menaikkan tarif yang memberatkan masyarakat karena mereka tidak punya pilihan. Biaya interkoneksi yang tinggi menghambat operator lain untuk dapat memasuki pasar secara sehat dan memberikan pilihan layanan yang lebih bervariasi kepada pelanggan.

Masyarakat perlu mengetahui bahwa interkoneksi adalah kewajiban bagi operator dan tidak sepatutnya diandalkan sebagai sumber pendapatan untuk memperoleh keuntungan. Interkoneksi adalah hak masyarakat untuk bisa menelpon dari operator manapun tanpa hambatan biaya ketersambungan antar operator. Di sini peran regulator melindungi masyarakat melalui evaluasi berkala.

Kami menegaskan kembali bahwa untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat, maka Indosat Ooredoo akan tetap menerapkan kebijakan penurunan interkoneksi yang baru sesuai dengan SE tersebut di atas.

Kami menilai kebijakan yang dituangkan dalam SE tersebut sangat pro rakyat dan akan membawa manfaat yang lebih besar kepada masyarakat.

Indosat Ooredoo dan beberapa operator lain telah mematuhi permintaan Pemerintah dalam SE dengan menyampaikan penyesuaian DPI selambat-lambatnya 15 Agustus 2016. Dengan DPI yang sudah disesuaikan, maka kami dapat membuat kesepakatan dengan menggunakan tarif rujukan terbaru dari Kementerian Kominfo.

Adapun untuk interkoneksi dengan operator yang belum mematuhi ketentuan SE, maka kami akan menyerahkan kepada BRTI sebagai badan yang berwenang menangani persoalan terkait dengan interkoneksi.
Dengan penurunan tarif interkoneksi ini, masyarakat akan dapat menikmati layanan telekomunikasi dengan harga yang lebih terjangkau, layanan yang lebih baik, mendorong industri telekomunikasi menjadi lebih efisien, serta menciptakan iklim kompetisi yang lebih sehat. Jika semua itu tercapai, maka pada akhirnya masyarakat akan menikmati jaringan telekomunikasi yang lebih merata sebagai penggerak ekonomi nasional. (Icha)