spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1562

Demi Keselamatan Publik, Nokia Bentuk Aliansi

0

Telko.id – Nokia telah mengumumkan pembentukan Mission Critical Communications Alliance, sebuah kolaborasi global antara operator seluler, otoritas publik tingkat lokal dan nasional serta lembaga respon pertama untuk menetapkan standarisasi dalam penggunaan LTE untuk keselamatan publik.

Bukan hanya itu, aliansi ini juga akan berperan dalam memunculkan ide-ide baru serta kemitraan untuk mendukung momentum dalam penerapan teknologi di wilayah yang kerap didera bencana atau kejadian darurat.

Berdasarkan keterangan pers yang diterima oleh tim Telko.id (22/9), Aliansi ini akan membawa pemangku kepentingan yang berbeda kedalam sebuah platform yang digunakan untuk menginformasikan dan memberikan panduan bagi para pembuat kebijakan terkait manfaat dari solusi keselamatan publik berbasis LTE untuk penyediaan layanan komunikasi penting yang berkualitas tinggi dan kuat.

Lebih dari 10 penyedia layanan dan agensi terkemuka seperti Mobile Radio Center dari Jepang dan Vodafone Hutchison Australia juga ikut ambil bagian dalam program Aliansi ini.

Sekadar informasi, 4G LTE menyediakan layanan keselamatan publik, termasuk responden pertama dengan fitur-fitur penting seperti streaming video high-definition secara  real-time, akses data jarak jauh dan layanan berbasis lokasi.

Beberapa negara juga sudah memperbarui sistem keselamatan publik mereka untuk memanfaatkan teknologi LTE. Sebagai contoh, kerjasama antara Nokia dan SK Telecom Korea baru-baru ini menunjukkan kemampuan Ultra Compact Network, yakni sebuah jaringan LTE portabel berbasis small cell yang dapat memberikan konektivitas 4G untuk keselamatan publik dan layanan penting bagi misi dan bisnis lainnya di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau.

Ashish Chowdhary, Chief Customer Operations Officer Nokia, mengatakan, mereka sangat senang dapat memfasilitasi beberapa stakeholder untuk lebih memperhatika solusi public safety.

“Setelah bekerja dengan berbagai  badan pemerintah di bidang keselamatan publik selama lebih dari 60 tahun, kami merasa senang dapat memfasilitasi kelompok besar para pemangku kepentingan dalam komunitas keselamatan publik global untuk mendorong adopsi LTE dalam layanan komunikasi yang penting,” ujarnya.

Ia menambahkan, aliansi ini akan bekerjasama dalam mewujudkan manfaat unik LTE bagi keselamatan publik, yang memungkinkan otoritas nasional, regional dan lokal untuk memberikan level keselamatan dan keamanan yang lebih tinggi bagi para warga mereka, sekaligus menciptakan model bisnis baru yang inovatif untuk penyedia layanan.

“Kami juga menantikan hadirnya anggota lain dari Aliansi yang berkomitmen dalam menggunakan teknologi 4G untuk meningkatkan efektivitas layanan penting bagi misi.” tukasnya.

Driver Uber Ini Paksa Pelanggan Bayar Biaya Pembatalan

0

Telko.id – Driver Uber di China telah menggunakan sebuah foto yang menakutkan pada profil picture dirinya untuk menakut-nakuti pelanggan sehingga mereka membatalkan perjalanan mereka dan membayar biaya pembatalan.

Sebuah praktik penipuan yang dijuluki ‘ghost driver’ ini menggunakan foto yang mengerikan dan memaksa pengguna untuk menekan tombol ‘cancelled’ ketika mereka melihat siapa yang datang untuk menjemput mereka, dan membayar biaya pembatalan.

Dilaporkan Telegraph (23/9), Biaya pembatalan yang dikenakan ke pelanggan sebesar 4,2 yuan dan ditransfer ke ‘driver hantu’ tanpa mereka harus mengambil penumpang di mana saja. Sementara dii Inggris, biaya pembatalan jauh lebih tinggi yakni sebesar £ 5.

uber_ghost_driver_weibo_2-medi

Sementara itu, terdapat juga penumpang yang tidak takut untuk membatalkan pesanan mereka. Scammers mengklaim, penumpang telah memasuki kendaraan mereka dan telah melakukan perjalanan singkat yang berlangsung kurang dari satu menit dan biaya hingga 15 yuan.

Sementara itu, pihak Uber mengatakan bahwa mereka telah menyadari masalah ini dan telah mendapat laporan di lebih dari setengah lusin pengguna di kota-kota besar, dan bekerja untuk memerangi scammers, termasuk bekerja sama dengan departemen keamanan publik di China.

Pihak Uber juga mengatakan bahwa mereka tidak memiliki toleransi lagi akan hal tersebut dan pada awal tahun ini mereka akan memperkenalkan teknologi pengenalan wajah untuk mencocokkan wajah driver dengan gambar profil mereka.

“Kami telah mengambil tindakan segera dan melaporkan rekening penipuan individu tersebut sambil terus menyelidiki dan menindak setiap oknum yang berbuat curang untuk menjaga minat dari pelanggan kepada pengendara kami,” ujar perwakilan Uber.

Sekadar informasi, pihak berwenang China sejatinya telah berjuang untuk mengatur para pengendara layanan ‘ride-Hailing’, dengan penyelidikan polisi di Shenzen mengungkapkan pekan lalu bahwa sebanyak 2191 driver memiliki catatan kriminal dan 40 orang masuk kedalam DPO (Daftar Pencarian Orang) karena kejahatan. Serta itu, 6.000 mobil yang digunakan oleh driver Uber tidak memenuhi standar keselamatan dan sebanyak 600 tidak dianggap layak jalan.

Di Indonesia sendiri, belum terdapat kejadian penipuan seperti ini yang dilakukan oleh para driver Uber atau penyedia sejenis. Namun, pihak penyedia   layanan sejatinya harus tetap waspada dan mencegah kejadian seperti ini karena dapat mengakibatkan turunnya kredibilitas dari penyedia tersebut. Apalagi persaingan di Indonesia sangatlah ketat dengan tiga kontestan utama yakni Uber, Grab serta Go-Jek.

TrueMoney Raih Penghargaan Karena Gadeng Toko Kelontong

0

Telko.id – Inovasi dalam marketing memang menjadi salah satu ujung tombak sebuah produk akan diterima masyarakat. TrueMoney pun melakukan dobrakan dengan mengakuisisi toko kelontong dan outlet pulsa dipinggir jalan untuk menjadi agen. Program ini disebut dengan Agent-Led. Program ini lah yang mendaptkan penghargaan “The Best in Innovation Marketing” Award dari Majalah Marketing dengan predikat Excellent.

“Penghargaan tersebut menjadi pemicu bagi TruMoney sebagai pemain baru di dunia layanan keuangan elektronik, untuk semakin mempertegas rekam jejak yang baik di industri Financial Technology,” ungkap Joedi Wisoeda, Country Director True Money Indonesia menjelaskan.

Inovasi marketing Agent-Led yang dilakukan TrueMoney sudah mampu mengakuisisi Toko Kelontong dan outlet pulsa pinggi jalan lebih dari 18.000 sebagai Agen TrueMoney yang tersebar di 10 provinsi di Indonesia. Metode pemasaran ini terbukti mampu mendongkrak popularitas TrueMoney di kalangan masyarakat Indonesia, dimana market share TrueMoney saat ini berada di peringkat keempat untuk nilai transaksi, dan peringkat ketujuh untuk nilai transaksi terbesar uang elektronik di Indonesia.

“Untuk mendukung misi TrueMoney sebagai layanan keuangan elektronik yang mudah dijangkau bagi masyarakat luas, kami menginisiasi model distribusi Agent-Led untuk membangun brand presence TrueMoney, yang mana metode ini baru pertama kali diterapkan dalam industri e-money. Total 18.000 Agen yang kami miliki saat ini merupakan pencapaian dari fase pertama metode Agent-Led, dan kami akan mencetak puluhan ribu Agen lain hingga akhir tahun ini, ” lanjut Joedi.

TrueMoney sendiri merupakan produk uang elektronik milik Witami Tunai Mandiri, yang memudahkan masyarakat untuk melakukan berbagai transaksi seperti pembelian pulsa, pembayaran tagihan, pembelian di merchant yang telah bekerjasama, dan transfer dana.

TrueMoney merupakan salah satu dari tiga besar uang elektronik yang digunakan di Thailand. Setelah terlebih dulu hadir di Myanmar dan Kamboja, pada September 2015 TrueMoney hadir pula di Indonesia di bawah payung Ascend Group, melalui Witami Tunai Mandiri, dengan menyasar kepada masyarakat non-banking.

Layanan TrueMoney sudah memiliki izin penyelenggaraan e-money dan Penyelenggara Transfer Dana dari Bank Indonesia, serta telah mendapatkan sertifikasi Syariah dari Majelis Ulama Indonesia. Layanan TrueMoney juga dapat digunakan untuk tarik tunai (melalui Agen atau rekening Bank) dan transfer ke sesama pengguna dan pemilik rekening bank. (Icha)

Kecolongan, Korea Utara Ungkap 28 Situs di Negaranya

0

Telko.id – Sudah menjadi rahasia umum bahwa struktur internet di Korea Utara sangatlah ketat. Tidak hanya dikontrol ketat oleh pemerintah, tetapi juga tidak memungkinkan orang asing untuk mengaksesnya.

Namun, sebuah kesalahan yang baru-baru ini dilakukan oleh seseorang di negara tersebut, membuat siapapun dapat mengakses data DNS top level di negara tersebut. Dari sini terungkap daftar nama domain web yang berada pada domain tingkat atas negara itu.

Orang-orang yang bekerja di Github mengakses data tersebut dan menemukan bahwa hanya ada 28 situs di sana, lapor Mashable, Kamis (22/9).

Domain web ini sebagian besar dapat diakses dari bagian lain dunia (meskipun mungkin sangat lambat saat membukanya) – tapi ini tampaknya menjadi kali pertama seseorang di luar negara yang tertutup telah menerbitkan daftar lengkap situs-situs itu.

Daftar tersebut, yang telah dianalisis oleh Reddit, termasuk beberapa domain web yang dikenal, seperti rodong.rep.kp, yang menjadi tuan rumah situs berita resmi negara itu, Rodong.

Selain itu, ada pula situs Cooks.org.kp, yang merupakan sebuah situs resep dan Kcna.kp, yang tak lain merupakan situs untuk Kantor Berita Pusat Korea yang dikontrol pemerintah. Sementara situs lain seperti Friend.com.kp diduga merupakan situs jejaring sosial, lapor CNET.

Ooredoo Tegaskan Tak Ada Rencana Jual Saham di Indosat

0

Telko.id – Setelah sempat dikabarkan akan menjual sahamnya di Indonesia, operator telekomunikasi asal Qatar, Ooredoo, akhirnya membantah kabar tersebut. Perusahaan menegaskan bahwa tidak ada niatan untuk menjual kepemilikan sahamnya di anak perusahaan Indonesia, Indosat Ooredoo.

“Indosat Ooredoo adalah pasar internasional terbesar Ooredoo dan secara strategis penting untuk strategi perusahaan Ooredoo mengingat prospek pertumbuhan jangka panjangnya,” kata perusahaan dalam sebuah pernyataan seperti dilansir ETTelecom, Kamis (22/9).

Sebelumnya, sempat berhembus kabar bahwa Ooredoo sedang mempertimbangkan untuk menjual sahamnya demi fokus di pasar Timur Tengah. Dan menurut sebuah sumber, perusahaan bisa menjual 65 persen sahamnya di Indosat kepada perusahaan telekomunikasi lain yang ingin memperluas cakupan di Indonesia.

Selain rencana penjualan sahamnya di Indonesia, Ooredoo, yang memiliki operasi mencakup Aljazair hingga Myanmar, juga sempat dikabarkan memiliki rencana untuk menjual saham tidak langsungnya di StarHub Ltd, Singapura. Ooredoo sendiri secara mayoritas dimiliki oleh Qatar Investment Authority, sebuah perusahaan dana investasi dan badan pemerintah terkait lainnya. Dana investasi di banyak negara Timur Tengah meningkatkan kas melalui penjualan aset untuk memerangi penurunan harga minyak.

Oracle: Cloud akan Dominasi Belanja IT Global di 2025

0

Telko.id – Selama dekade berikutnya, Oracle Corp memperkirakan akan terjadi penurunan tajam dalam belanja bisnis TI tradisional di seluruh dunia, membuka jalan untuk layanan cloud dan meninggalkan lebih banyak ruang untuk inovasi ketimbang perawatan hardware dan software.

Prediksi ini datang setelah Oracle Corp mengakuisisi start up milik dua teknisi India, Rohit Gupta dan Ganesh Kirti. Start up yang berbasis di AS ini bergerak di bidang keamanan cloud.

“Pada tahun 2025, 80 persen dari anggaran TI akan dihabiskan untuk cloud, dan bukan pada TI tradisional. Hampir semua aplikasi baru akan berada di aplikasi SaaS (Software as a Service) pada tahun 2025,” kata CEO Oracle Corp Mark V. Hurd, seperti dilansir ETTech, Kamis (22/9).

Ia menjelaskan, belanja infrastruktur cloud akan terus meningkat. Dan tidak akan lagi linear, melainkan geometris dalam hal kecepatan.

Perusahaan yang bermarkas di AS, yang mengklaim sebagai perusahaan cloud yang paling cepat berkembang ini melaporkan bahwa 82 persen pertumbuhan pendapatan SaaS-nya dan layanan terkait berada di angka US$ 815 juta untuk kuartal Juni-Agustus.

Ke depan, Oracle, yang memiliki total 20.000 pelanggan cloud, mengatakan bahwa akan semakin banyak perusahaan yang mengandalkan cloud. Apalagi mengingat tak ada lagi masalah keamanan di cloud, yang merupakan perhatian utama untuk masa depan.

“Aku merasa satu hal penting lainnya yang hampir semua orang sebutkan dalam konteks pengambilan keputusan saat akan pindah ke cloud adalah keamanan,” katanya.

Dengan pergeseran ke layanan cloud, Hurd menambahkan, jumlah pusat data milik perusahaan juga akan turun 80 persen pada tahun 2025.

“Dampak teknisnya, bukan hanya inovasi yang datang dengan itu, tetapi juga perubahan dalam model bisnis. Akan ada peningkatan geometris dalam jumlah kecepatan yang diadopsi bisnis,” pungkasnya.

Comcast Ungkap Rencananya Untuk Terjun ke Layanan Mobile

0

Telko.id – Penyedia layanan TV berbayar terbesar di AS, Comcast, baru-baru ini mengumumkan rencananya untuk meluncurkan layanan mobile sendiri. Diungkapkan sang CEO, Brian Roberts, perusahaan akan memperkenalkan layanan tersebut pada pertengahan 2017 nanti.

Namun, Roberts menolak untuk merinci lebih jauh mengenai layanan tersebut, termasuk harga dan ponsel mana yang akan mendukung.

Menurut Roberts, bisnis baru ini akan mengambil keuntungan dari 15 juta hotspot Wi-Fi milik Comcast dan penggunaan airwave yang disewa dari Verizon. Comcast menandatangani kesepakatan dengan Verizon pada tahun 2011 dengan ketentuan bahwa perusahaan dapat menjual layanan mobile menggunakan jaringan operator.

Roberts mengatakan karena Comcast menyewa jaringan Verizon, maka perusahaan tidak perlu melakukan investasi besar di bisnis baru ini, seperti untuk menara sel atau infrastruktur lainnya.

Dilaporkan Telecompaper, Kamis (22/9), Comcast akan memasarkan layanan selulernya kepada pelanggan kabel Comcast, baik yang sudah ada maupun yang potensial. Perusahaan ini tertarik untuk membuat pelanggan membeli barang-barang yang lebih mahal, dalam hal ini bundel layanan yang lebih besar, kata sang CEO.

Huawei Marine Hadirkan Sistem Unrepeater Lebih Tinggi

0

Telko.id – Huawei Marine Networks mengumumkan bahwa mereka telah mencapai rekor jarak lebih tinggi dari sistem unrepeatered, dengan mencapai jarak transmisi 648.5km selama ujicoba laboratorium.

Selama persidangan di Beijing, Huawei menggunakan self-developed enhanced raman amplifier (ERPC) dan teknologi remote optical pump amplifier (ROPA) pada saluran 100G melalui serat optik loss ultra-rendah, untuk meningkatkan daya optik pompa dan kinerja.

Dilansir TelecomAsia (22/9), Huawei Marine menggunakan teknologi yang sama untuk menetapkan rekor jarak unrepeatered sebesar 627km pada bulan April, tapi saat ini mereka telah menggunakan teknologi lanjutan.

Teknologi transmisi 100G dari vendor ini menggabungkan teknologi baru termasuk mode polarisasi dispersi yang dikombinasikan dengan single-carrier fase biner shift keying (PDM-BPSK) dan generasi ketiga teknologi keputusan lembut.

“Huawei Marine telah mencapai terobosan lain dalam desain sistem unrepeatered yang menunjukkan komitmen kami untuk terus berinvestasi dalam teknologi kinerja tinggi,” ujar VP Teknologi Huawei Marine, Zhang Shigui.

“Ketika digunakan secara komersial, teknologi ini akan memperluas jangkauan aplikasi sistem unrepeatered dan menciptakan nilai bagi pelanggan kami.” Tukasnya.

Vodafone dan Huawei Sukses Uji Coba NB-IoT

0

Telko.id – Vodafone dan Huawei minggu ini menyelesaikan pengujian yang mereka klaim sebagai koneksi narrowband Internet of Things (NB-IOT) yang pertama pada jaringan seluler hidup, sekaligus membuka jalan bagi peluncuran layanan komersial pada 2017.

Dilaporkan TotalTelecom (22/9), perusahaan membuat sambungan over-the-air pada jaringan 4G di Madrid. Sementara itu, sehubungan didirikan pada jaringan 4G Vodafone di Madrid, operator ini menggunakan spektrum 800-MHz.

“Ini percobaan NB-IOT pertama yang sukses pada jaringan komersial dan merupakan tonggak teknologi yang signifikan di jalan menuju dunia dengan miliaran perangkat yang terhubung dengan biaya yang sangat rendah serta kebutuhan daya minim untuk jaringan mobile,” kata Matt Beal,  Vodafone’s group director of technology architecture and strategy pada sebuah posting blog.

Sekadar informasi, NB-IOT adalah standar jaringan rendah daya, wide-area (LPWA) yang menggunakan spektrum berlisensi untuk menyediakan komunikasi jarak jauh dua arah dan di lokasi yang sulit dijangkau. Mendukung throughput rendahdalam jumlah yang sangat besar, serta perangkat biaya rendah yang mengkonsumsi daya yang sangat kecil.

3GPP pada bulan Juni lalu menyelesaikan standarisasi NB-IOT sebagai bagian dari pekerjaannya Rilis LTE 13.

“NB-IOT memiliki dukungan yang kuat sebagai teknologi LPWA industri untuk mendukung pelanggan perusahaan kami. Percobaan yang sukses ini menunjukkan komitmen dan kemampuan untuk membawa teknologi ini ke pasar pada awal 2017 Vodafone,” kata Beal.

4 Faktor Penting Amankan Transaksi Mobile Payment

0

Telko.id – Tahun 2015 dan 2016 adalah momen penting dalam mobile payment. Di mana, mulai bermunculan layanan pembayaran yang dapat dilakukan melalui smatphone. Seperti Samsung Pay, Android Pay dan Apple Pay.

Tren mobile payment sendiri, berdasarkan proyeksi dari Market Insights, diperkirakan pada tahun 2020 mendatang akan mencapai 2.8 Triliun US Dolar. Tentu fenomena ini akan meningkatkan juga resiko keamanan dalam bertransaksi sejalan dengan pasar yang semakin tumbuh.

“Resiko keamanan dari transaksi mobike payment ini dapat terjadi dari kedua belah pihak. Baik bagi merchant maupun pengguna layanannya. Artinya, kedua belah pihak harus melakukan tindakan pencegahan agar semua transaksi yang terjadi aman,” ujar Edwin Lim, Regional Director Fortinet Indonesia and Malaysia menjelaskan.

Dari sisi merchant misalnya, Edwin menambahkan bahwa masih banyak kekhawatiran yang muncul untuk mengadopsi mobile payment ini. Namun, disisi lain dengan adanya desakan digitalisasi industri maka mobile payment menjadi sebuah tantangan ke depannya. Hal tersebut tergambar dari data yang dimiliki oleh Gelmato. Di mana, saat ini masih banyak merchant yang belum percaya bahwa security system yang dimiliki sudah mampu melindungi. Setidaknya, 54% dari para merchant masih meragukan security systemnya. Lalu, 72% dari para merchant juga merasa yakin bahwa ada potensi resiko ketika mengaplikasikan mobile payment atau mobile wallet.

“Walau demikian, mobile payment ini menjadi gambaran tentang keseimbangan antara security, resiko privacy dan kenyamanan,” kata John Pironti, ISACA Risk Advisor and President of IP Architects.

Artinya, dalam kondisi masih ada ketakutan akan pencurian identitas atau pelanggaran data tidak akan memperlambat adopsi mobile payment. Asal, potensi resiko yang mungkin akan terjadi dikelola dengan baik, efektif dan tepat dalam memilih fitur keamanan yang digunakan.

Dari sisi masyarakat yang menggunakan mobile payment, ada 4 faktor utama yang meragukan tentang keamanan transaksi yang dilakukan. Pertama, Takut penipuan. Kedua, takut tidak dapat melakukan tracking terhadap transaksi yang dilakukan. Ketiga, takut melakukan sesuatu yang salah dan terakhir, takut kehilangan privasi dan pencurian identitas.

Hanya 23% saja dari masyarakat yang melakukan transaksi mobile payment mampu menjaga informasi pribadi secara safe and secure. Lebih dari itu, masih sangat terbuka untuk di bobol. Misalnya, memiliki 1 password untuk semua account, Lalu, memiliki password yang mudah ditebak dan lain-lainnya.

Padahal, untuk menjaga keamanan data pribadi tidak cukup dengan passowrd saja. ISACA, sebuah asosiasi independen dunia yang bergerak dibidang cybersecurity, melakukan pemeringkatan kerentanan pada mobile payment. Yang paling tinggi tingkat kerentanannya adalah penggunaan WiFi publik yakni 26%. Lalu diikuti dengan gadget yang hilang atau dicuri sebesar 21%. Kemudian 18% terjadinya phishing atau shmishing melalui pesan teks. Baru setelah itu adalah password yang lemah sebesar 13%. Kesalahan penggunaan pun menjadi salah satu faktor kerentanan dalam transaksi mobile payment yakni sebesar 7%.

Untuk menghindari itu semua, Fortinet memiliki solusi yang dapat melindungi, terutama
bagi provider atau penyedia layanan mobile payment yang nantinya akan memberikan perlindungan juga bagi konsumen yang menggunakan.
Pertama adalah Point 2 Point Encryption (P2PE). Solusi ini menggunakan PCI-validated dan approved point-to-point encryption atau PCI P2PE yang dapat digunakan untuk mPOS atau mobile point of sales. Kedua, dalam memberikan layanan WiFi dapat dilakukan segmentasi dan keamanan. Wi-Fi untuk mPOS devices dari Wi-Fi. Walau demikian, WiFi tetap dapat juga digunakan oleh pengunjung atau general guest access dengan cara menggunakan P2PE pada mPOS Wifi network.

Selain itu, Fortinet juga menyarakan untuk menggunakan cara Tokenization. Di mana, satu nomor hanya mewakili satu nomor kertu debit dalam transaksi pembayaran. Tokenization ini ada 3 jenis yakni Tokenization Situs Web, Terminal tokenization dan Jaringan tokenization.

Yang terakhir adalah melakukan otentikasi perangkat. Hal ini perlu dilakukan untuk memastikan perangkat mobile berinteraksi dengan mobile banking atau sistem pembayaran yang benar terdaftar. Tidak sedang hijack oleh perangkat penipu dan belum Jailbroken. (Icha)