spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1553

Dompet Elektronik, Satu Aplikasi Untuk Semua Kebutuhan

0

Kemungkinan baru selalu datang setiap tahunnya. Tak terkecuali dalam teknologi perangkat mobile. Jika dulu sebagian dari kita mengenal smartphone hanya sebagai alat komunikasi, entah itu untuk menelepon atau berkirim pesan, kini fungsi tersebut telah meluas. Smartphone tak lagi sekedar menjadi mesin pengirim SMS, mereka juga komputer mini, asisten pribadi, hingga bahkan dompet bagi para penggunanya. Tapi tentu saja, dalam wujud yang berbeda. Kita kemudian mengenalnya dengan sebutan e-wallet atau dompet elektronik.

Dompet elektronik sendiri sebenarnya memiliki fungsi yang hampir sama dengan dompet yang ada di saku. Dompet ini pertama kalinya diakui sebagai sebuah metode untuk menyimpan uang dalam bentuk elektronik, namun kemudian menjadi populer seiring dengan perkembangan dunia internet. Dompet elektronik dianggap cocok untuk menyediakan cara yang tak hanya nyaman tetapi juga aman bagi mereka yang gemar bertransaksi, baik itu secara online maupun offline. Di dalam dompet elektronik pengguna bisa menyimpan banyak hal, mulai dari e-money atau uang elektronik, kartu debit, kartu kredit, hingga bahkan catatan investasi. Ibarat kata, your wallet for everything. Kita tidak perlu lagi membawa dompet kemana-mana, dibuat pusing oleh kartu kredit yang berceceran, ataupun lembaran kertas tagihan yang membingungkan.

Lalu siapa yang bisa memiliki dompet elektronik? Pada dasarnya semua orang bisa memilikinya, selama memiliki smartphone, pun meski mereka tidak memiliki rekening bank sekalipun. Dengan aplikasi DOKU misalnya, pengguna tidak hanya memiliki akses ke uangnya, mereka juga bisa mendapatkan metode pembayaran yang mudah untuk berbelanja baik secara online maupun offline. Caranya cukup dengan memasukkan apa pun yang ada di dompet ke dalamnya (e-wallet) dan pengguna sendiri yang nantinya menentukan bagaimana mereka akan membayar. Entah itu dengan menggunakan pemindai kode QR, token ataupun yang lainnya. Singkat kata, simpel.

Tak heran, jika keberadaan dompet elektronik sebagai alat transaksi dianggap semakin efisien ketimbang bank. Di wilayah seperti Asia, Afrika dan Eropa, pembayaran dan perbankan lewat smartphone telah mengalami kemajuan pesat dalam beberapa tahun terakhir, berkembang dari sebuah teknologi masa depan yang menarik, menjadi pilihan pembayaran yang layak.

Di Indonesia saja misalnya, berdasarkan catatan Bank Indonesia (BI) sebagai bank sentral, volume transaksi uang elektronik sebagai salah satu instrumen pembayaran dalam dompet elektronik telah menyentuh angka 537.588.334 transaksi. Meningkat dari tahun sebelumnya yakni sebesar 535.579.528 transaksi.

Dan sistem pembayaran via mobile (smartphone) ini masih akan terus memikat, setidaknya dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Dengan beberapa sektor, seperti transportasi berbasis online, digital goods – termasuk di dalamnya game dan elektronik, serta e-commerce, menjadi tiga teratas yang akan memacu perkembangan uang elektronik pada khususnya, dan e-wallet pada umumnya. Sementara dari sisi pengguna, generasi milenial akan berada di baris terdepan untuk mengadopsinya. Dimana mereka akan menjadi orang pertama yang meninggalkan kartu kredit untuk kemudian memilih pengalaman yang mudah dan mulus dari dompet elektronik.

Perlahan tapi pasti, kehadiran dompet elektronik mengubah cara orang bertransaksi. Dari yang semula konvesional dengan menggunakan uang kartal (tunai), berganti dengan transaksi non tunai. Siapapun kini bisa melakukannya, kapan pun dan dimana pun. Mulai dari membeli pulsa, membayar beragam tagihan seperti tagihan telepon, listrik, PAM, cicilan, dan sebagainya, hingga melakukan setor dan tarik tunai. Dan itu semua bisa dilakukan hanya dengan satu atau dua sentuhan di layar smartphone. Dalam satu layanan bernama e-wallet atau dompet elektronik.

From Financial to Lifestyle

Dompet elektronik memang tidak bisa dilepaskan dari fungsi dasarnya sebagai produk finansial. Dengan memuat beragam instrument pembayaran seperti uang elektronik, kartu kredit, dan kartu debit, dompet elektronik lahir untuk mempermudah penggunanya melakukan berbagai jenis transaksi. Mulai dari beli pulsa, bayar listrik, berkirim uang, hingga investasi. Berbagai jenis transaksi inilah yang selanjutnya menjadi basic services dari dompet elektronik.

Pun demikian, perkembangan dompet elektronik tak berhenti sampai di basic services. Beberapa Payment Service Providers bahkan mulai membenamkan fitur-fitur yang terkait dengan gaya hidup ke dalam dompet elektroniknya.

Sebut saja aplikasi DOKU. Selain menanamkan instrument pembayaran uang elektronik, kartu kredit, kartu debit dan menyediakan beragam pilihan transaksi, aplikasi DOKU juga menyertakan fitur chat dan video ke dalamnya. Pengguna DOKU bahkan bisa “berburu” voucher dan merchant promo.

Perluasan fungsi inilah yang selanjutnya akan menggeser posisi dompet elektronik dari produk finansial menjadi produk gaya hidup. Sehingga fokusnya tidak hanya pada akuisisi pengguna, tapi juga usage, dengan meng-create uses case sebanyak-banyaknya agar dompet elektronik benar-benar menjadi bagian dari gaya hidup. Semisal dengan membuat program-program yang lekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti arisan, patungan, dan banyak lagi. Arahnya akan menjadi satu aplikasi untuk semua kebutuhan.

Penulis : Ricky Richmond Aldien, VP Consumer Product DOKU

IoT dan Cloud Dorong Transformasi Digital di Indonesia

0

Telko.id – Tahun 2016 jadi tahun yang penting untuk Indonesia seiring dengan upaya pemerintah membangun landasan kokoh memasuki era digitalisasi dengan tujuan menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di kawasan Asia Tenggara. Ada berbagai hal menarik terkait dengan era digitalisasi di Indonesia menurut Cisco Indonesia.

Pada bulan Juni, Presiden Joko ‘Jokowi’ Widodo menandatangani Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2017 dimana teknologi akan menjadi penggerak berbagai program prioritas, terutama smart city, atau kota pintar. Berbagai institusi pemerintah juga bergerak ke arah yang sama.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) juga mengumumkan bahwa mereka berencana untuk menggabungkan dua regulasi keuangan berbasis teknologi untuk meningkatkan inklusi keuangan.

Sementara di sektor swasta, kabar baik datang dari Gojek yang mendapatkan dana sebesar USD 550 juta, dan dengan demikain, menjadi unicorn, sebutan yang diberikan untuk startup yang valuasinya melebihi USD 1 miliar.

Tren transformasi digital akan berlanjut tahun depan bukan saja karena adanya kebijakan pemerintah, tapi juga karena bertumbuhnya jumlah populasi pengguna dan perangkat yang terhubung ke Internet. Hal ini diungkapkan oleh Budi Santoso Sutanto  Country Manager Cisco Indonesia.

Dalam keterangan resminya tersebut Cisco Indonesia menyoroti bagaimana transformasi digital memengaruhi sektor publik dan sektor swasta. Transformasi digital akan terus menguat di tahun 2017 dan seterusnya, didorong oleh konvergensi megatren teknologi, seperti mobilitas, Internet of Things (IoT), dan Cloud.

  • Pada tahun 2020, lebih dari 56% populasi Indonesia akan menjadi pengguna Internet dan jumlah ponsel pintar akan mencapai 241.1 juta, meningkat dua kali lipat lebih banyak dibanding tahun 2015
  • Jumlah modul machine-to-machine (M2M) akan meningkat hampir tiga kali lipat, melonjak dari 33.3 juta di tahun 2015 menjadi 95.1 juta di tahun 2020.
  • Pasar cloud untuk Usaha Kecil Menengah (UKM) akan mencetak pertumbuhan sebesar 30% per tahun dari 2015 ke 2018, seiring dengan semakin banyaknya fungsi bisnis berpindah ke cloud

Dengan mengikuti tren digital terdepan, Indonesia diharapkan bisa mewujudkan digital value senilai Rp 1,94 kuadriliun (USD 150 triliun), yang setara dengan 10% dari PDB tahun 2025.

Cisco Indonesia memperkirakan transformasi digital akan sangat berdampak bagi 12 industri, dengan lima besar industri yang paling terdampak adalah teknologi, media dan hiburan, ritel, jasa keuangan, dan telekomunikasi. Di dunia ritel, industri e-commerce Indonesia mencatat pertumbuhan paling cepat di dunia dan transaksi e-commerce diprediksi akan mencapai USD 130 triliun pada tahun 2020.

Dibanding Negara Ini, Layanan Data di Indonesia Jauh Lebih Murah

0

Telko.id – Penetrasi smartphone dan terus berkembangnya layanan berbasis IP berhasil merubah pola komunikasi pengguna seluler, dari komunikasi berbasis sirkuit menjadi komunikasi berbasis paket. Inilah yang selanjutnya mendongkrak kebutuhan pengguna akan layanan data.

Di Indonesia sendiri, rata-rata pengguna menghabiskan sekitar 50 ribu per bulan untuk berlangganan layanan data dengan kuota data rata-rata sekitar 2 GB. Menariknya, harga layanan data di Indonesia dikategorikan cukup murah jika dibandingkan dengan beberapa negara lain.

Mengacu pada riset Tefficient tentang penggunaan data (data usage) di 32 negara, sebagaimana dilaporkan CBC News, Senin (26/12/2016), Kanada menjadi negara dengan layanan data termahal di dunia.

Selain Kanada, layanan data termahal di dunia juga ada di Belgia, Jerman, Republik Ceko, dan Belanda. Menariknya, pengguna data di sana justru tak terlalu banyak mengonsumsi data.

Menurut Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Kanada, persaingan industri telekomunikasi di sana sangat ketat karena biaya layanan datanya mahal. Untuk kuota 2GB hingga 5GB per bulan, tarifnya berkisar US$ 46,47.

Itu lebih rendah dari tarif paket di Amerika Serikat (AS) yang berkisar US$ 50,68 dan Jepang US$ 51,81.

Sementara di Italia, tarifnya tiga kali lebih rendah dari Kanada, yakni US$ 14,35, diikuti Prancis US$ 14,98, Australia US$ 15,57, dan Inggris US$ 17,61.

“Karena mahal, pengguna data di sana justru sangat irit dalam mengonsumsi data. Hal ini karena mereka sadar bahwa mereka mengeluarkan kocek besar untuk internet,” ujar laporan tersebut.

Menurut Tefficient, semakin banyak kuota data (unlimited) yang disediakan operator di suatu negara, kian tinggi pula konsumsi datanya. Di Finlandia misalnya, sebagian besar pengguna menggunakan paket data unlimited karena tarif layanan datanya paling rendah dibandingkan negara-negara lain. Tak heran jika konsumsi data rata-rata pengguna seluler di Finlandia mencapai 9,9 GB per bulan.

 

XL Manjakan Traveller dengan Roaming Combo

0

Telko.id – PT XL Axiata Tbk (XL) coba memanjakan pelanggannya yang suka bepergian ke luar negeri dengan meluncurkan Paket Roaming Combo. Paket ini menawarkan kemudahan bagi pelanggan yang sedang berpergian ke luar negri dengan koneksi internet dan data, maupun menelepon dan berkirim SMS, dalam satu paket tanpa harus berganti kartu.

“Tren warga Indonesia yang melakukan perjalanan ke luar negeri terus meningkat seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi. Menurut suatu survey tahun ini, perjalanan wisata ke luar negeri dari Indonesia meningkat sebesar 33 persen antara tahun 2013-2015. Data-data tersebut menjadi sinyal bagi kami untuk membuat suatu solusi yang memudahkan pelanggan dan masyarakat Indonesia pada umumnya terkait persoalan roaming saat bepergian ke luar negeri. Untuk itulah kami meluncurkan Paket Roaming Combo ini,” kata GM Consumer Product XL, Roy Wisnhu Wibowo dalam rilisnya, Selasa (27/12).

Paket Roaming Combo bisa dipergunakan di 13 negara, yaitu Singapura, Hongkong, Malaysia, Macau, Jepang, Taiwan, Thailand, Korea Selatan, Kamboja, Myanmar, Sri Lanka, Bangladesh, dan Australia.

Tarif yang ditawarkan pada paket ini pun cukup terjangkau, dengan pilihan paket untuk 3 hari Rp 250 ribu (nelpon 25 menit + 25 SMS), 5 hari Rp 300 ribu (nelpon 40 menit + 40 SMS), dan 7 hari Rp 450 ribu (nelpon 50 menit + 50 SMS). Semua paket ini sudah termasuk untuk akses internet unlimited.

Selain itu XL juga menawarkan layanan XL PASS khusus bagi pelanggan XL yang ingin menggunakan kuota HotRod, Combo XTRA, dan XL GO di luar negeri. Khusus bagi jama’ah Umroh tersedia Paket Umroh Combo untuk menelepon, SMS, dan akses internet unlimited di Tanah Suci, mulai dari Rp 200 ribu untuk pemakaian 10 hari.

Cara membeli dan mengaktifkan Paket Roaming juga mudah. Pelanggan dapat memilih sendiri paketnya melalui ponselnya dengan UMB *123*747# atau menggunakan aplikasi myXL.

Masuk ke Amerika, Pelancong Wajib Punya Akun Medsos?

0

Telko.id – Sejak beberapa tahun silam, media sosial (medsos) tak sekadar wadah untuk bersosialisasi, tapi juga menyimpan beragam data diri. Tak heran jika keberadaannya menjadi begitu penting. Terutama jika dikaitkan dengan data yang ada didalamnya.

Ini pula yang menjadi pertimbangan imigrasi Amerika Serikat (AS) untuk menambahkan akun medsos sebagai bahan pemeriksaan saat memasuki imigrasi. Salah satu tujuannya adalah untuk mengetahui apakah orang yang masuk ke Amerika memiliki rekam jejak yang baik atau tidak.Wacana yang sudah dikemukakan sejak Juni 2016 kabarnya telah mendapat lampu hijau dari Department of Homeland Security. Sehingga, jangan heran jika ke Amerika, Anda akan diminta untuk  mengisi akun medsos di formulir yang disediakan oleh otoritas setempat.

Foto: istimewa

Tapi masih ada pro dan kontra terkait dengan rencana ini.  Alasannya, memberikan akun medsos dianggap bisa mengancam privasi seseorang. Lembaga American Civil Liberty Union pun mengklaim bahwa diskriminasi ini akan menyulitkan kaum Arab dan Muslim yang datang ke Amerika Serikat.

14 Perusahaan e-commerce Digandeng Telkomsel Untuk Jualan Pulsa

0

Telko.id – Trend digital mewajibkan roda usahapun harus mengikuti jaman. Telkomsel pun menggandeng 14 perusahaan e-commerce ternama di Indonesia untuk memperluas jaringan distribusi layanan.

Kerjasama ini akan membuat pelanggan lebih mudah untuk memperoleh layanan Telkomsel melalui saluran daring (online channel) yang dimiliki Tokopedia, Kaskus, Alfacart, Blanja, Lazada, Go-Jek, Mataharimall, Traveloka, Bhinneka, Blibli, JD.id, Grab, Bukalapak, dan Dinomarket.

Penandatanganan perjanjian kerjasama antara Telkomsel dan mitra online dilakukan oleh Direktur Sales Telkomsel Mas’ud Khamid dan para Chief Executive Officer dari Mataharimall, Traveloka, Bhinneka, Blibli, JD.id, Bukalapak, dan Dinomarket.

Di samping mitra online, kerjasama ini juga melibatkan para mitra aggregator, yakni Koperasi Telekomunikasi Selular, PT Narindo Sarana Komunikasi, PT Oromont Symphony, dan PT Pulsa Media Bersama.

“Perkembangan e-commerce yang sangat pesat di Indonesia membuat Telkomsel yakin mampu untuk mengembangkan model bisnis yang akan menguntungkan pelanggan. Kerjasama dengan nama-nama besar di industri e-commerce nasional ini kami harapkan mampu menghadirkan kemudahan bagi pelanggan untuk memperoleh layanan dengan lebih cepat melalui online channel,” kata Mas’ud.

Dalam kerjasama ini, Telkomsel menjadi penyedia stok pulsa prabayar, baik pulsa reguler yang akan menambah saldo pulsa pelanggan, maupun pulsa data yang akan menambah kuota layanan data pelanggan.

Sementara itu, mitra online merupakan saluran pemasaran yang menyediakan stok pulsa prabayar Telkomsel. Sedangkan mitra aggregator berperan sebagai penyedia teknologi host-to-host yang memungkinkan terjadinya transaksi isi ulang pulsa Telkomsel melalui mitra online.

Dengan adanya kerjasama ini, pelanggan Telkomsel dapat memperoleh pulsa reguler maupun pulsa data dengan mengakses aplikasi mobile atau situs e-commerce yang sudah bekerjasama dengan Telkomsel.

Pelanggan cukup memilih menu pembelian pulsa, lalu memasukkan nomor ponsel yang akan diisi ulang pulsa, kemudian memilih denominasi yang tersedia mulai dari Rp 50.000 hingga Rp 1 juta. Selanjutnya pelanggan memilih metode pembayaran yang disediakan, di mana setelah transaksi sukses dilakukan, pulsa akan masuk ke nomor ponsel pelanggan dan pelanggan akan menerima SMS notifikasi bahwa transaksi berhasil dan pulsa telah bertambah.

Saat ini pelanggan telah dapat menikmati kemudahan memperoleh pulsa reguler dan pulsa data melalui mitra online yang sudah bekerjasama dengan Telkomsel, yakni Tokopedia, Kaskus, Alfacart, Blanja, Lazada, dan Go-Jek. Dalam waktu dekat, layanan yang sama juga bisa dinikmati pelanggan di Mataharimall, Traveloka, Bhinneka, Blibli, JD.id, Grab, Bukalapak, dan Dinomarket.

Selain dengan mitra online, baru-baru ini Telkomsel juga menjalin kerjasama serupa dengan mitra perbankan yang terdiri dari bank swasta nasional, bank BUMN, dan bank BPD di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh sampai dengan Papua. Kerjasama tersebut menjadikan bank sebagai saluran penyedia pulsa reguler dan pulsa data Telkomsel dengan denominasi mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 1 juta melalui layanan electronic banking (e-banking), automatic teller machine (ATM), internet banking, SMS banking, dan mobile banking (m-banking).

“Kehadiran mitra online sebagai saluran distribusi layanan Telkomsel tentunya memperkaya ragam alternatif saluran untuk mendapatkan layanan di samping melalui mitra reguler dan mitra perbankan yang sudah pelanggan nikmati selama ini. Kini pelanggan dapat memilih untuk memperoleh layanan melalui saluran yang paling sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidupnya,” pungkas Mas’ud. (Icha)

Smartfren Siap Hadapi Kenaikan Trafik 15 – 18% di Natal dan Tahun Baru

0

Telko.id – Trafik pada hari raya Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 sudah dipastikan akan naik. Untuk menghadapi lonjakan trafik, Smartfren Telecom, melakukan optimasi serta penambahan kapasitas jaringan untuk menjamin kelancaran komunikasi bagi para pelanggannya selama liburan Natal dan Hari Raya Tahun Baru.

Biasanya, lonjakan komunikasi terjadi di lokasi tujuan wisata, seperti taman hiburan serta pusat perbelanjaan. Hal tersebut ditambah dengan kebutuhan untuk eksis mengungah foto ketika mengunjungi lokasi wisata tersebut dan kecenderungan masyarakat untuk mengucapkan natal dan tahun baru, menggunakan video call melalui layanan VoLTE, ataupun melalui social messenger dan social media.

“Kami prediksi traffic data akan naik secara signifikan, karena itu kami lakukan serangkaian persiapan agar komunikasi dan keasikan liburan masyarakat tidak terganggu.” ujar Munir SP, VP Technology Relations & Special Project Smartfren.

Peningkatan kapasitas serta optimasi jaringan Smartfren telah dilakukan sejak 18 Desember 2016 lalu, di beberapa lokasi wisata yang diprediksi akan mengalami peningkatan traffic, antara lain: kawasan Monas, Kawasan Ancol, Kebun Binatang Ragunan, pusat pusat perbelanjaan, kawasan Puncak Jawa Barat, Bogor, Kawasan Candi Borobudur dan Candi Prambanan, serta Pantai Kuta di Bali. Sementara itu Terminal Pulo Gadung, Bandara Soekarno Hatta, Pelabuhan Merak, Pelabuhan Bakauheni, serta Bandara Ngurah Rai, juga mendapatkan perhatian khusus dari Smartfren.

Sejak memperluas cakupannya hingga 200 kota besar dan kecil di Indonesia, Smartfren juga memastikan jaringannya sudah siap melayani masyarakat di musim liburan akhir tahun, di seluruh wilayah Sumatera seperti di Kota Medan, Pematang Siantar, Simalungun, Toba Samosir, Banda Aceh, Pekanbaru, Batam, Palembang, Lampung, dan Jambi. Sulawesi dan Kalimantan juga tidak luput dari perhatian Smartfren diantaranya kota Tomohon, Manado, dan juga Pontianak.

Selain melakukan optimasi jaringan, Smartfren juga melakukan langkah intensive network monitoring selama 24 jam penuh dan juga menyiagakan mobile BTS dan Task Force Team, yang akan langsung diturunkan jika terjadi kendala. Semua langkah ini diambil Smartfren, demi menunjukkan tindakan nyata dari komitmennya untuk terus memberikan kelancaran serta kemudahan komunikasi bagi masyarakat.

Pada hari raya natal tahun 2015 lalu, traffic data Smartfren mengalami peningkatan hingga 12% dibandingkan dengan hari biasa, sementara pada tahun baru 2016 Smartfren mengalami kenaikan sebesar 11% dibandingkan dengan traffic di hari biasa. Untuk hari raya Natal dan Tahun Baru 2017 sendiri, Smartfren memprediksi akan ada peningkatan traffic antara 15 – 18%. (Icha)

MTS Luncurkan LTE-A Pro Berkecepatan 700 Mbps

0

Telko.id – Setelah sebelumnya TIM (Telecom Italia Mobile) merilis jaringan 4,5G berkecepatan 500 Mbps, kini giliran operator seluler terbesar di Rusia, MTS, yang mengaktifkan layanan 4,5G nya di Moskow, Saint-Petersburg, Ufa dan Yakutsk.

Tak tanggung-tanggung, jaringan 4,5G milik MTS sanggup melewatkan data dengan kecepatan hingga 700 Mbps.

“MTS berkomitmen untuk menjaga kepemimpinannya dalam teknologi telekomunikasi di Rusia dan meletakkan dasar untuk berkembangnya jaringan untuk standar 5G,” kata Andrey Ushatskiy, CTO dari MTS. “Hari ini, pada malam pengenalan perangkat pendukung 4.5g, kami meluncurkan secara komersial jaringan LTE-Advance Pro pertama di Rusia,” ucap Andrey.

“Memang, kami adalah operator telekomunikasi pertama di dunia yang meluncurkan agregasi jaringan FDD dan TDD, yang memungkinkan kita untuk mencapai kecepatan mobile internet hingga 700 Mb / detik. Dengan cara ini kita tidak hanya menyediakan pelanggan dengan peningkatan yang signifikan dalam kecepatan internet mereka, tapi kami juga meningkatkan efisiensi penggunaan spektrum LTE TDD di band 2,6 GHz,” jelasnya.

Di Indonesia sendiri, jaringan LTE-Advance sudah diluncurkan oleh Smartfren, tapi kecepatan yang dihasilkan hanya sekitar 40 Mbps, walau secara teori kecepatannya bisa dioptimalkan hingga 300 Mbps.

Source link

Orlando Magic Gunakan Viewpost untuk B2B Payments

0

Telko.id – Bicara teknologi pembayaran B2B, nama Orlando Magic mungkin tidak terbersit di pikiran kebanyakan orang, banhkan oleh penggemar NBA sekalipun. Tapi hal tersebut berubah menyusul pengumuman Viewpost tentang kesepakatannya dengan Orlando Magic untuk mengelola pembayaran, sekaligus memungkinkan klub NBA tersebut untuk mengirim faktur digital ke klien korporasi dan menerima pembayaran elektronik.

Klub NBA Orlando Magic mungkin bukan waralaba pertama yang hinggap di pikiran orang ketika berpikir tentang teknologi pembayaran B2Bketika orang berpikir dari B2B teknologi pembayaran, tapi Viewpost berubah bahwa dengan Selasa (20 Desember).

Kerjasama tersebut juga memungkinkan Orlando Magic untuk menerima faktur dari pemasoknya dan menggunakan solusi manajemen faktur Viewpost untuk mengirim pembayaran dengan menyertakan data remittance.

Secara keseluruhan, total nilai faktur online dan pembayaran yang dikirim Viewpost ke dan dari Orlando Magic mencapai USD 54.000.000. Termasuk didalamnya transaksi dengan klien Orlando Magic seperti Pepsi, Walt Disney, JPMorgan Chase, Fox Sports dan lain-lain.

“Viewpost tak ubahnya Facebook di pembayaran B2B,” kata  Wakil Presiden Keuangan Orlando Magic, Jeff Bissey, dalam pernyataan yang dikutip telko.id dari pymnts.com.

“Ini memberikan mitra dagang kemampuan untuk menghubungkan dan memperoleh visibilitas langsung ke data penagihan dan pembayaran . Pada jaringan mereka yang aman, kita terhubung secara online dengan pemasok dan pelanggan korporat untuk merampingkan proses dan mengoptimalkan kinerja tunai,” jelas Jeff.

Orlando Magic pertama kali menggunakan Viewpost pada tahun 2015, tetapi baru sekarang ini menggunakan keseluruhan dari solusi Viewpost untuk mengelola procure-to-pay dan kebutuhan faktur sendiri .

“Kemitraan ini berfungsi sebagai contoh untuk organisasi olahraga profesional dan untuk setiap bisnis yang ingin membuka peluang untuk menghilangkan gesekan transaksional dan meningkatkan hubungan mitra dagang,” kata perusahaan.

Dalam pernyataan lain, Max Eliscu, CEO Viewpost, juga mencatat bahwa kerjasama ini menyediakan solusi pembiayaan melalui solusi discounting untuk para pemasok Orlando Magic.

“Seperti halnya dengan bisnis apapun, tim olahraga profesional mencari cara untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya dan memanfaatkan peluang untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar,” tutup Max.

Source link

Indonesia Harus Segera Tata Ulang Jaringan Pita Lebar

0

Telko.id – Digital Economy kini menjadi salah satu slogan yang terus didengungkan pemerintah. Salah satu yang menjadi bidikannya adalah bagaimana industri kreatif berbasis konten dan aplikasi hingga keterampilan digital (digital skill) menjadi salah satu nilai yang diharapkan dapat kompetitif dengan negara lainnya. Dengan keunggulan itu, tentu harapannya ekonomi digital akan menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa datang.

Tapi, untuk mewujudkan itu tidak semudah membalik telapak tangan. Seperti dikemukakan para pembicara dalam Diskusi Refleksi Akhir Tahun Indonesia Technology Forum 21 Desember 2016 di Jakarta, dukungan tersebut harus muncul dari pemerintah hingga dukungan ketersediaan infrastruktur yang memadai agar ekonomi digital terus tumbuh.

“Segera tata ulang kebijakan jaringan pita lebar, “ kata Nonot Harsono, akademisi telekomunikasi sekaligus chairman Mastel Institute.

Nonot juga menambahkan bahwa “Ketika Indonesia masuk ke jaringan 5G, tantangan yang akan muncul adalah bagaimana menata jaringan backbone, backhaul, dan access dengan tepat sehingga kemanfaatannya dapat dirasakan dengan maksimal”.

Sementara itu, menurut Agus Pambagio, pengamat kebijakan publik, mengkritisi bahwa industri telekomunikasi sangat dinamis ini masih banyak regulasi yang belum sesuai dengan perkembangan teknologi seluler.

“Yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah Revisi UU No.36 tahun 1999 tentang Telekomunikasi dan atau segera sahkan Perubahan PP No.52 dan 53 tahun 2000,” ujarnya.

Pada dasarnya, tambah Agus, “Kemenkominfo harus dapat melindungi dan melayani kebutuhan publik serta dapat menciptakan iklim usaha telekomunikasi yang penuh kepastian agar produk-produk kompetitif”.

Agus juga mengkritik bahwa persoalan kebijakan publik semestinya tidak berpihak dengan dalih nasionalisme karena notabene tidak ada operator telekomunikasi seluler yang dimiliki Indonesia.

Agus juga menuturkan, agar dua aturan yang mengatur bisnis telekomunikasi itu dapat berjalan dengan baik Agus menyarankan bahwa perlu ada koordinasi antar kementerian/lembaga dengan implementasi melalui sistem online sehingga menekan kebijakan dapat transparan dan akuntabel.

Mengenai tantangan bisnis yang semakin terbuka saat ini dan masa datang, Nonot menilai bahwa tantangan terbesar adalah disharmoni sehingga boros investasi. Network sharing contohnya dapat menekan resiko ini sehingga wilayah yang kurang layak secara investasi dapat menjadi layak.

Kebijakan cost-sharing melalui beragam infrastructure sharing menjadi jawaban agar pemangku kepentingan (stakeholder) industri telekomunikasi dapat semakin sehat berkompetisi. Toh, tambah Nonot, cost-sharing yang dapat diartikan sebagai gotong royong dapat terlihat di industri telekomunikasi yakni setiap tahun terhimpun dana iuran kontribusi USO sekitar Rp. 2 Triliun dari para penyelenggara telekomunikasi. Dengan kata lain, cost-sharing ini dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk dengan skema win-win solution.
Tentu apabila dari sisi regulasi dan penerapan cost sharing itu dapat berjalan, efisiensi yang akan terjadi. Ujung-ujungnya adalah kepentingan konsumen yang terpuaskan.

Menurut Tulus Abadi, Ketua Pelaksana Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) kesenjangan layanan operator di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa harus dipersempit.

“Tujuan akhirnya adalah meratanya layanan seluler baik suara maupun data di seluruh Indonesia sehingga semua masyarakat dapat merasakan mafaatnya,” kata Tulus.

Artinya, masyarakat yang akan diuntungkan bila pelaku bisnis telekomunikasi dapat berkompetisi dengan sehat dan dengan regulasi yang memihak kepentingan seluruh masyarakat. (Icha)