spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1552

Akses Internet Di Morotai Dibangun Pakai Dana USO

0

Telko.id – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengunjungi lokasi akses internet yang dibangun melalui Kewajiban Pelayanan Universal/Universal Service Obligation (KPU/USO) di SMP Negeri 5, Desa Sakita, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara, Senin (21/11/2016).

Lokasi Akses Internet KPU/USO itu merupakan salah satu dari 1.656 lokasi yang telah dibangun pada Tahun 2016 oleh Kementerian Kominfo berdasarkan usulan pemerintah daerah, kementerian dan lembaga (Pemda/K/L). Dalam kunjungan itu, Menteri Rudiantara melakukan percobaan akses internet terhadap beberapa laman situs web untuk menguji keberhasilan layanan KPU/USO.

“Akses internet yang dibangun menggunakan dana USO memiliki kapasitas bandwidth rata-rata 2Mbps. Kapasitas tersebut dirasa cukup untuk melakukan selancar, pengunduhan dan pengunggahan. Akses internet yang telah disediakan dipergunakan untuk menunjang proses belajar mengajar serta bermanfaat untuk masyarakat sekitar,” tuturnya.

Di hadapan perwakilan Pemerintah Provinsi Maluku dan Bupati Morotai, Menteri Rudiantara menegaskan pembangunan akses internet merupakan bukti nyata pemerintah untuk memeratakan akses telekomunikasi dan informatika. “Sesuai dengan Rencana Strategis kementerian Komunikasi dan Informatika 2015-2019, saya berharap pada tahun 2019 sudah terbangun 4.000 lokasi tersebar di sekolah, fasilitas layanan umum seperti puskesmas, lokasi turis dan lainnya,” paparnya.

Percepatan pembangunan dan pemerataan infrastruktur jaringan telekomunikasi diharapkan dapat menjangkau dan meningkatkan akses informasi bagi masyarakat. Jika dapat dimanfaatkan dengan baik, pada gilirannya diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing masyarakat.

Dengan adanya akses internet di daerah minim fasilitas telekomunikasi dan informatika, Menteri Kominfo berharap dapat menciptakan peluang berkembangnya e-commerce dan memajukan ekosistem industri teknologi digital di Indonesia. “Indonesia menyimpan potensi industri digital yang jika dipadukan dengan sumberdaya dan budaya yang beranekaragam di Indonesia, maka dapat menjadikan Indonesia sebagai The Digital Energy of Asia”, kata Rudiantara optimistis.

Penyediaan akses internet oleh Kementerian Kominfo di lokasi usulan-usulan Pemda/K/Ldibangun dengan menggunakan dana KPU/USO yang dikelola Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI). Akses Internet diimplementasikan melalui kerjasama BP3TI, pemerintah daerah, serta perusahaan penyediaan jasa akses internet.

Mekanisme kerjasama menggunakan sewa layanan, di mana BP3TI membiayai sewa layanan akses internet, pemerintah daerah/kementerian/lembaga memberikan usulan lokasi serta komitmen dalam implementasi, dan penyedia jasa menyediakan bandwidth sesuai pengadaan.
Penyediaan jasa akses internet disesuaikan dengan kondisi geografis dan demografis di daerah. Secara umum metode akses internet yang dipilih adalah melalui jaringan fiber optic, radio link dan VSAT (Very Small Aperture Terminal).

BP3TI Kementerian Kominfo menargetkan akses internet terbangun di 1.600 lokasi di Indonesia, terutama untuk daerah yang belum memiliki akses internet. Jumlah tersebut merupakan total target pembangunan Tahun 2015 dan 2016. Sampai dengan pertengahan November 2016 sebanyak 1.656 lokasi akses internet telah on air, sementara 448 lokasi lainnya dalam tahap deployment.
Pembangunan 1.600 lokasi ditargetkan selesai pada Desember 2016. Di kawasan Provinsi Maluku Utara, total penyediaan akses internet KPU/USO mencakup 74 lokasi, yang salah satunya di SMPN 5 Sakita, Morotai Selatan. (Icha)

Market Share Telkomsel Area Jabotabek Jabar Menguasai 33%

0

Telko.id – Memasuki kuartal terakhir periode semester dua 2016 ini, Telkomsel wilayah operasional Area Jabotabek Jabar tetap fokus menghadirkan layanan digital terdepan melaui dukungan ijaringan broadband terkini. Sejumlah tren pertumbuhan transaksi penggunaan layanan digital Telkomsel di Area Jabotabek menunjukkan respon positif dan potensi yang menjanjikan dalam penguatan ekosistem digital dalam keseharian masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan.

“Peningkatan transaksi sejumlah layanan telekomunikasi berbasis digital yang rata-rata di atas 30% ini menjadi indikasi yang kuat tumbuhnya kepercayaan pelanggan untuk mulai mengadopsi layanan digital sebagai penunjang gaya hidup mereka. Terlebih di wilayah perkotaan yang sudah matang dengan persebaran teknologi terbaru seperti Jakarta, Bandung, Bekasi ataupun Tangerang,” kata Yetty Kusumawati yang baru saja dipercaya menjabat Executive Vice President Area Jabotabek Jabar Telkomsel menjelaskan.

Dengan jumlah pelanggan mencapai 37,6 juta dari 164 juta pelanggan Telkomsel di seluruh Indonesia, Telkomsel Area Jabotabek Jabar menguasai 33% market share pelanggan secara keseluruhan. Kualitas jaringan yang stabil juga dihadirkan Telkomsel Area Jabotabek Jabar dengan hadirnya sekitar 37 ribu BTS yang tersebar di seluruh titik populasi, di mana 34 wilayah setingkat kota/kabupaten sudah terlayani jaringan broadband terdepan 4G LTE Telkomsel.

Jaminan menghadirkan pengalamanan menggunakan layanan broadband dan digital yang stabil ini diwujudkan Telkomsel Area Jabotabek Jabar dengan secara berkesinambungan melakukan pembangunan BTS eNodeB 4G LTE yang meningkat hingga 241% selama kurun waktu hingga kuartal tiga 2016 ini. Langkah ini menjadi perhatian khusus sejak awal tahun mengingat tinggi animo pelanggan Telkomsel untuk memanfaatkan layanan jaringan 4G LTE yang kini jumlahnya terus meningkat mencapai 3,7 juta pelanggan yang sudah menggunakan device 4G LTE serta melakukan upgrade/migrasi uSIM 4G LTE.

Yetty lebih lanjut menambahkan “Sejak awal Januari 2016, sekitar 1,5 juta pelanggan Telkomsel telah melakukan upgrade/migrasi uSIM 4G LTE, di mana 70% diantaranya melalui channel layanan pelanggan GraPARI Telkomsel. Animo tinggi masyarakat beralih ke layanan 4G LTE Telkomsel juga mendorong peningkatan trafik layanan data di jaringan 4G hingga 42% hingga saat ini. Wilayah kota besar seperti Jakarta dan Bandung menjadi penyumbang trafik data tertinggi.”

Selain memperkuat infrastruktur jaringan, Telkomsel Area Jabotabek Jabar juga terus mendorong pemanfaatan jaringan broadband untuk layanan digital. Telkomsel mencatat peningkatan yang cukup signifikan terhadap sejumlah layanan digital sejak kurun waktu awal tahun ini. Transaksi layanan digital penunjang gaya hidup meningkat sekitar 87% dibanding periode yang sama tahun lalu, seperti transaksi layanan streaming music seperti LangitMusik yang meningkat hingga 456%.

Adopsi layanan gaya hidup digital wilayah operasional Telkomsel Area Jabotabek Jabar juga terlihat dari peningkatan transaksi pemanfaatan layanan digital mobile payment TCASH yang tumbuh hingga 56%, dengan total pengguna layanan TCASH yang telah mencapai lebih dari 268 ribu pelanggan. Potensi berkembangnya layanan digital Telkomsel juga semakin bertambah melalui pertumbuhan sekitar 242% transaksi layanan #JajanOnline yang menyediakan alternatif metode pembayaran digital dengan sistem potong pulsa untuk pembelian beragam item aplikasi online yang tersedia di Google PlayStore.

“Pertumbuhan transaksi layanan broadband seperti 4G LTE Telkomsel dan layanan digital Telkomsel seperti #JajanOnline, TCASH dan LangitMusik ini tidak hanya terjadi kota-kota. Wilayah rural yang juga menjadi penyangga kota besar seperti Jakarta dan Bandung justru menjadi penyumbang pertumbuhan tranaksi layanan digital. Seperti kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Bandung Barat yang memiliki jumlah transaksi tertinggi untuk layanan mobile payment TCASH, dan kota Garut dan Serang yang menjadi wilayah dengan transaksi layanan digital streaming music dan mobile banking solutions” pungkas Yetty. (Icha)

Line Creativate 2016 Sukses Jaring Bakat Kreatif Indonesia

0

Telko.id – Bertempat di Mall Gandaria City, Jakarta, sembilan anak muda kreatif Indonesia dinobatkan sebagai juara dalam ajang Line Ceativate 2016. Line Creativate 2016 sendiri merupakan ajang unjuk bakat kreator Line di dunia digital, yang tahun ini telah memasuki tahun kedua penyelenggaraannya. Ajang ini melombakan tiga varian kompetisi, termasuk kompetisi Webtoon, kompetisi Line Sticker dan kompetisi Line Developer.

Sekitar 15.000 partisipan diketahui mengikuti ajang Line Creativate kali ini. Jumlah ini meningkat hampir 50 persen dari tahun sebelumnya, yang berkisar 8000an partisipan. Pesertanya pun tak hanya berasal dari Jakarta, melainkan berbagai daerah di Indonesia.

“Partisipannya banyak dari daerah, dan yang menang pun kebanyakan dari daerah,” kata Ongki Kurniawan, Managing Director Line Indonesia dalam sambutannya.

Diakuinya, ini menarik, karena artinya dengan adanya digital platform, tidak ada lagi jarak yang memisahkan.

“Ini sejalan dengan misi Line, “Closing the Distance,” dimana Line berkomitmen untuk tumbuh bersama masyarakat Indonesia melalui kontribusi pembangunan industri kreatif sebagai salah satu pilar dalam pembangunan ekonomi,” imbuh Ongki. “Melalui Line Creativate 2016, ami mengajak talenta lokal Indonesia untuk mengeksplorasi, dan mengembangkan potensi, serta meningkatkan daya saing para kreator.”

Sama seperti tahun sebelumnya, dalam penyelenggaraan Line Creativate kali ini pun Line kembali mendapatkan dukungan dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), yang bersama-sama berharap dapat mepercepat pertumbuhan dan pembangunan ekosistem kreatif digital.

Berbicara di kesempatan yang sama, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Triawan Munaf mengaku senang dengan upaya yang dilakukan Line untuk mengembangkan bakat-bakat kreatif di Indonesia. Menurutnya, kegiatan Line Creativate 2016 sejalan dengan komitmen Bekraf untuk mendukung ke-16 subsektor ekonomi kreatif Indonesia termasuk bidang desain grafis, animsi dan apps developer.

“Bersama Line, kami juga telah mengadakan rangkaian roadshow di lima kota besar di Indonsia untuk menjaring talenta lokal dan memperkenalkan serta memfasilitasi para pelaku ekonomi kreatif agar memiliki hak kekayaan intelektual (HKI) sehingga memperkuat daya saing di pasar global,” katanya.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara menyebut kegiatan Line lewat Line Creativate 2016 ini sebagai satu hal yang baik, apalagi mengingat Line, sebagai OTT asing juga telah membuktikan kesungguhannya untuk ‘bermain’ di Indonesia dengan mendirikan perusahaan.

Sejak hadir di Indonesia pada 2013 lalu, Line telah aktif mendukung dan berkolaborasi dengan masyarakat Indonesia dalam menyediakan layanan dan konten yang relevan dengan budaya dan kebutuhan lokal. Line percaya bahwa potensi kreatif Indonesia akan terus berkemnang dan Line akan terus mendukung talenta kreatif Indonesia agar berkarya melalui platform digital.

Layanan Selular Indosat Ooredoo Di Kuartal III Tumbuh 11,9%

0

Telko.id – Indosat Ooredoo berhasil mencatat pertumbuhan tahunan ‘double digit’ untuk bisnis selularnya di kuartal III tahun 2016 (pada sembilan bulan tahun 2016), yaitu sebesar 11,9%. Pertumbuhan selular yang cukup menggembirakan ini utamanya disebabkan oleh peningkatan pendapatan Data, Telepon, SMS dan VAS yang diimbangi dengan penurunan dari pendapatan interkoneksi.

Indosat Ooredoo juga mencatat pencapaian jumlah pelanggan sebesar 81,6 juta pelanggan, meningkat 12,6 juta dibandingkan pada 9 bulan tahun 2015. Peningkatan jumlah pelanggan ini merupakan hasil dari penawaran-penawaran menarik Perusahaan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan dalam menggunakan data, telepon, SMS serta VAS. Penambahan pelanggan utamanya berasal dari pengguna data yang mendorong pertumbuhan trafik data sebesar 114,2% dan pertumbuhan pendapatan data sebesar 52,2% dibanding periode 9 bulan tahun 2015.

Untuk pendapatan Data Tetap (MIDI), perusahaan mencatat peningkatan sebesar 6,7% dibandingkan sembilan bulan tahun 2015 karena pertumbuhan bisnis layanan IT yang dikontribusi dari Lintasarta. Sementara pendapatan Telepon Tetap (Telekomunikasi Tetap) turun sebesar 16,9% dibandingkan sembilan bulan tahun 2015 yang disebabkan turunnya trafik dan menguatnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat.

Di samping itu, perusahaan juga berhasil mencatat pertumbuhan untuk pendapatan sebesar 9,9% terhadap periode yang sama tahun sebelumnya, dengan membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp21,5 triliun untuk sembilan bulan tahun 2016. EBITDA tumbuh 10,5% menjadi Rp9,5 triliun (9B 2015: Rp8,6 triliun), dengan marjin EBITDA sebesar 44,0%. Beban mengalami peningkatan sebesar 5,5% menjadi Rp18,7 triliun (9B 2015: Rp17,7 triliun). Pendapatan selular, data tetap (MIDI) dan telepon tetap masing-masing memberikan kontribusi sebesar 83%, 14%, dan 3% terhadap pendapatan konsolidasian Perusahaan.

Perusahaan juga terus mengembangkan jaringan secara nasional, dengan menambah 7.851 BTS dimana 96% diantaranya merupakan BTS 3G dan 4G demi menunjang pertumbuhan dalam bisnis data.

Hingga periode 9B 2016, porsi hutang USD telah berkurang secara signifikan dari USD505,6 juta pada 9B 2015 menjadi sebesar USD186,4 juta, atau 12,0% dari total hutang. Penurunan porsi hutang USD sebesar 63,1% ini sesuai dengan rencana Indosat Ooredoo untuk mengurangi pengaruh fluktuasi mata uang terhadap laba/rugi bersih Perusahaan.

Dampaknya mulai terlihat ketika Indosat Ooredoo menghasilkan laba bersih sebesar Rp845,4 milyar dalam periode 9B 2016 ini. Hutang dari pinjaman bank dan obligasi turun 12,0% dibanding tahun lalu, mewakili penurunan hutang beredar sebesar Rp2,7 triliun dibandingkan periode yang sama di tahun 2015.

Upaya Perusahaan dalam mengurangi porsi hutang USD dan mengurangi tingkat hutang akan berlanjut di sepanjang sisa tahun 2016. (Icha)

IndonesiaNEXT Program Sertifikasi Bagi Mahasiswa

0

Telko.id – Dalam upaya mendukung generasi muda dalam mempersiapkan diri bersaing secara global di tingkat internasional, Telkomsel menggelar IndonesiaNEXT. Mengambil tema “Get Inspired, Be The Next”, program sertifikasi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan mempersiapkan keahlian profesi mahasiswa dalam menghadapi persaingan global yang lebih kompetitif.

Seiring kemajuan teknologi dan perkembangan dunia yang semakin cepat, dibutuhkan generasi muda yang mampu dan handal dalam menghadapi berbagai tantangan yang terus berubah. Persaingan bisnis yang semakin ketat membuat generasi muda harus memiliki kualitas yang dibutuhkan baik secara akademis maupun profesional untuk dapat bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.

“Sebagai perusahaan yang turut bertanggung jawab dalam memajukan generasi muda Indonesia, kami berupaya untuk mendukung pengembangan kemampuan dan pengetahuan mahasiswa dalam rangka meningkatkan daya saing di tingkat internasional. Melalui IndonesiaNEXT, kami berharap generasi muda kita semakin cakap dan kompeten untuk bersaing secara global,” ujar Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkomsel menjelaskan.

Rangkaian program IndonesiaNEXT diadakan di enam perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia, yakni Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya (25 Oktober), Universitas Sumatera Utara (USU) Medan (14 November), Universitas Indonesia (UI) Depok (17 November), Institut Teknologi Bandung (ITB) (21 November), Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar (28 November), dan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta (8 Desember).

Dalam kegiatan tersebut, para peserta yang merupakan mahasiswa dari berbagai jurusan dan jenjang pendidikan perguruan tinggi akan berpartisipasi dalam seminar inspiratif dan sesi kreatif. Seminar inspiratif yang menghadirkan para pembicara dari praktisi bisnis yang telah sukses di bidangnya ini diharapkan akan membuka wawasan peserta untuk memahami pentingnya peningkatan mutu dan kompetensi sumber daya manusia agar dapat berkompetisi dengan tenaga kerja berkelas dalam skala global.

Sementara itu, sesi kreatif mengulas bidang peminatan yang dipilih oleh peserta pada saat registrasi dilakukan, yang terbagi ke dalam kategori film, kuliner dan pariwisata, fashion, serta teknologi informasi (IT). Materi pada sesi kreatif ini disampaikan oleh para pelaku bisnis di industri kreatif yang relevan dengan masing-masing bidang peminatan.

Para peserta berkesempatan mengikuti pelatihan dan ujian sertifikasi nasional maupun internasional. Peserta yang lulus dari ujian sertifikasi tersebut akan mendapatkan sertifikat keahlian yang dapat digunakan oleh para mahasiswa sebagai Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).

Selanjutnya, peserta yang telah melalui tahap seleksi akan memperoleh semakin banyak kesempatan dari berbagai jenis sertifikasi yang telah disediakan sesuai bidang peminatan. Pada tahap akhir, akan dipilih 18 peserta terbaik yang berkesempatan untuk mengikuti short course di perusahaan digital ternama kelas dunia.

Para mahasiswa yang berminat untuk berpartisipasi dalam program IndonesiaNEXT dapat melakukan registrasi secara online dengan mengakses situs indonesianext.id. (Icha)

Apple Mulai Berpikir untuk Merakit iPhone di Kampung Halaman

0

Telko.id – Apple dikabarkan telah meminta dua perusahaan yang membuat iPhone di China, yakni Foxconn dan Pegatron, untuk mengeksplorasi ide untuk memindahkan manufaktur perangkat ke AS.

Laporan dari Nikkei Asia Review, mengutip sumber tanpa nama ini datang satu minggu setelah Donald Trump memenangkan pemilihan presiden AS. Seperti diketahui, pada bulan Januari lalu, Trump mengatakan bahwa ia ingin agar Apple merakit komputer dan perangkat mereka yang lainnya di dalam negeri, dan bukannya di negara lain.

Sementara penjualan iPhone telah mengalami penurunan dan mengurangi penjualan perusahaan secara keseluruhan, Apple tetap perusahaan yang paling berharga di dunia, dan margin keuntungan karena metode manufakturnya berkontribusi untuk itu. Tapi Trump telah menunjukkan ia ingin mendorong Apple untuk berubah, tidak hanya terkait manufaktur, tetapi juga persoalan enkripsi. Ia mengusulkan pemboikotan atas Apple selama kontroversi perusahaan tersebut dengan FBI awal tahun ini, lantaran Apple tidak mau membantu akses penegakan hukum iPhone. Dan kini Trump adalah presiden terpilih.

Sementara itu, niatan Apple untuk memindahkan manufakturnya dari China ke AS ini tidak terlalu ditanggapi antusias oleh pimpinan Foxconn, Terry Gou. Masalah biaya kemungkinan menjadi penyebabnya, karena pembuatan iPhone di AS akan memakan biaya “lebih dari dua kali lipat” dari sebelumnya.

Reaksi yang kurang lebih sama juga ditunjukkan oleh Pegatron. Kekhawatiran akan biaya kembali menjadi alasannya.

Waduh! Kryptowire Temukan Aplikasi di Android Yang ‘Curi’ Data

0

Telko.id – Kryptowire telah mengidentifikasi beberapa model perangkat mobile Android yang berisi firmware yang mengumpulkan data pribadi sensitif tentang pengguna dan dikirimkan data sensitif ini ke server pihak ketiga tanpa pengungkapan atau persetujuan pengguna. Perangkat ini tersedia melalui pengecer online berbasis utama AS (Amazon, BestBuy, misalnya) dan termasuk smartphone populer seperti BLU R1 HD. Hal ini disampaikan oleh Kryptowire dalam siaran persnya.

Menurut Kryptowire, perangkat ini akan secara aktif mengirimkan data pengguna dan informasi perangkat. Termasuk teks, daftar kontak, riwayat panggilan dengan nomor telepon, pengenal perangkat unik termasuk International Mobile Subscriber Identity (IMSI) dan International Mobile Equipment Identity (IMEI).

Firmware tersebut bisa menargetkan pengguna spesifik dan pesan teks yang cocok kata kunci didefinisikan dari jarak jauh. Firmware juga mengumpulkan dan mengirimkan informasi tentang penggunaan aplikasi yang terinstal pada perangkat dipantau, dilewati model izin Android, dieksekusi perintah remote dengan meningkat (sistem) hak istimewa, dan mampu jarak jauh memprogram ulang perangkat.

Firmware yang dikirimkan dengan perangkat mobile dan update berikutnya memungkinkan untuk instalasi jarak jauh aplikasi tanpa persetujuan pengguna dan, dalam beberapa versi perangkat lunak, transmisi informasi lokasi perangkat halus. Inti dari kegiatan monitoring berlangsung menggunakan Firmware komersial Over The Air (FOTA) sistem pembaruan perangkat lunak yang dikirimkan dengan perangkat Android dan dikelola oleh sebuah perusahaan bernama Shanghai Adups Technology Co Ltd.

Temuan Kryptowire ini didasarkan pada kedua kode dan jaringan analisis firmware. Informasi pengguna dan perangkat dikumpulkan secara otomatis dan dikirimkan secara berkala tanpa persetujuan pengguna atau sepengetahuan pengguna. Informasi yang dikumpulkan dienkripsi dengan beberapa lapisan enkripsi dan kemudian dikirimkan melalui protokol web yang aman ke server yang terletak di Shanghai. Kegiatan tersebut tidak terdeteksi anti-virus ponsel karena dianggap sebagai perangkat lunak bawaan.

Pada bulan September 2016, Adups menyantumkan pada situs web nya bahwa sudah digunakan di seluruh dunia dengan lebih dari 700 juta pengguna aktif, dan pangsa pasar melebihi 70% di lebih dari 150 negara dan memiliki kantor di Shanghai, Shenzhen, Beijing, Tokyo, New Delhi , dan Miami.

Dalam situs nya, Adups juga menyatakan bahwa menghasilkan firmware yang terintegrasi di lebih dari 400 operator seluler terkemuka, vendor semikonduktor, dan produsen perangkat mulai dari perangkat dpt dipakai dan mobile untuk mobil dan televisi.

Pengumpulan data dan kemampuan transmisi Adups ini tersebar di aplikasi dan file yang berbeda.Transmisi data terjadi setiap 72 jam untuk pesan teks dan panggilan informasi log, dan setiap 24 jam untuk data lainnya. Informasi itu diteruskan ke domain back-end server berikut:

bigdata.adups.com (primer)
bigdata.adsunflower.com
bigdata.adfuture.cn
bigdata.advmob.cn

Semua domain di atas mengarah pada alamat IP yang umum: 221.228.214.101 yang dimiliki oleh perusahaan Adups. Selama analisis kami, bigdata.adups.com adalah domain yang menerima sebagian besar informasi sedangkan rebootv5.adsunflower.com dengan alamat IP: 61.160.47.15 adalah domain yang dapat mengeluarkan perintah remote dengan hak tinggi untuk perangkat mobile.(Icha)

Solusi Lengkap F5 Bantu Korporasi Untuk Migrasi

0

Telko.id – F5 meluncurkan serangkaian solusi dan inovasi yang dirancang bagi pelanggan yang memerlukan beragam layanan aplikasi yang kaya dan konsisten untuk seluruh implementasi aplikasi, baik di lingkungan private cloud, public cloud maupun hybrid cloud. Selain itu, F5 juga mengumumkan solusi gabungan dengan Equinix Cloud Exchange dan Performance Hub yang memberi kekuatan kepada perusahaan-perusahaan besar untuk mengimplementasikan aplikasi-aplikasi penting dalam berbagai infrastruktur publik dengan keamanan, ketersediaan dan performa terdepan.

Ketika berbagai perusahaan bertransformasi menjadi organisasi yang mengedepankan digital, maka aplikasi dan layanan terkait sangat vital untuk menciptakan diferensiasi yang kompetitif. Berkaca dari hal ini, F5 menghadirkan solusi-solusi ini di pasar karena Information Technology (IT) harus mendukung lingkungan yang mapan maupun lingkungan yang sedang berkembang untuk dapat mengintegrasikan praktik penyatuan pengembangan dan operasional (DevOps), pengembangan cepat dan sumber daya cloud dengan lebih baik.

F5 juga berada dalam posisi unik dalam konvergensi layanan aplikasi cloud dan data center, sehingga para pelanggan dapat mengadopsi infrastruktur modern tanpa harus mengorbankan keamanan dan kontrol.

“Ekonomi digital berarti aplikasi dan layanan harus mudah diimplementasikan, tidak menimbulkan friksi dan dapat ditingkatkan dengan cepat guna membantu organisasi atau perusahaan agar dapat menggarap peluang pasar dengan lebih fleksibel,” ujar Ryan Kearny, EVP Product Development dan CTO, F5.

Ia mengklaim, hanya F5 yang mampu menyediakan hardware dan software kaya fitur yang dapat diprogram untuk menyatukan penyediaan aplikasi di lingkungan data center dan cloud, termasuk dalam penggunaan container dan microservices.

“Solusi kami lebih memangkas biaya implementasi melalui integrasi yang sangat membantu, kemampuan adaptasi secara natif dan solusi-solusi kemitraan yang menarik seperti penawaran colocation (penitipan server) kami bersama Equinix.”

Migrasi beban kerja IT ke cloud juga menjanjikan keuntungan yang signifikan. Akan tetapi dapat menimbulkan tekanan yang tidak diinginkan oleh fungsi manajemen, keamanan dan operasional. Meskipun model bisnis mereka terus berubah, organisasi atau perusahaan ditantang untuk memberikan layanan yang lebih baik agar dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan yang berubah, seiring dengan bertambahnya pengguna, aplikasi dan volume trafik.

Karena berbagai perusahaan mengambil jalur berbeda dalam proses migrasi ke cloud, F5 memperkenalkan teknologi-teknologi yang menciptakan jembatan antara IT yang sudah mapan dan model infrastruktur yang lebih mengakomodir cloud.

Kemitraan komprehensif antara F5 dengan Equinix dengan memanfaatkan Equinix Cloud Exchange and Performance Hub juga memberikan dukungan akses global yang lebih baik untuk layanan penyediaan aplikasi dan keamanan. Melalui Equinix Cloud Exchange yang tersedia di 21 pasar, F5 menyediakan akses langsung dan tanpa hambatan bagi layanan-layanan cloud-nya, dengan memotong jalur Internet publik, sehingga menghasilkan performa dan keamanan yang lebih baik.

Dengan kombinasi F5 cloud gateway dan Equinix Performance Hub, pelanggan dapat memanfaatkan model interkoneksi hibrid yang menghasilkan konektivitas kecepatan tinggi dan tingkat delay atau latency rendah antara berbagai penyedia cloud dan jaringan perusahaan.

Hasil akhir dari upaya F5 dan Equinix adalah model penyediaan aplikasi yang optimal dan aman yang menghadirkan performa aplikasi dan pengalaman pengguna terbaik.

Kominfo Sedang Garap Regulasi Drone

0

Telko.id – Menyikapi sudah digunakannya secara luas Drone dikalangan masyarakat, Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI) Kemkominfo memandang perlunya ketentuan yang mangatur penggunaan pesawat tanpa awak itu, sekaligus standardisasinya mengingat pemanfaatannya yang menggunakan spektrum frekuensi radio.

Menindaklanjuti hal itu, pada Selasa (8/11/2106) Bagian Hukum bersama Sekditjen SDPPI menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Pemberdayaan Drone Ditinjau dari Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio dan Standardisasi Perangkat Telekomunikasi”, di Balmon Kelas II Surabaya, Jalan Ketintang Baru I No. 22 Surabaya, Jawa Timur.

FGD itu melibatkan asosiasi dan komunitas pengguna drone perwakilan dari Indonesia Bagian Barat itu, diselenggarakan guna menjaring masukan mengenai ketentuan hukum dan standardisasi perangkat drone, terutama berkaitan dengan penggunaan spektrum frekuensi radio yang diperlukan ketika mengoperasikan alat tersebut.

Diskusi mengenai drone ini juga dihadiri oleh perwakilan Sekjen Kementerian Kominfo dan direktorat-direktorat Ditjen SDPPI, termasuk Biro Hukum, Setditjen, Direktorat Penataan Sumber Daya, Direktorat Operasi Sumber Daya, Direktorat Pengendalian, Direktorat Standarisasi Perangkat Pos dan Informatika, serta dari Balmon Kelas II Surabaya.

Ditegaskan kembali bahwa FGD dimaksudkan untuk mendapatkan masukan dari para stakeholder dalam rangka menyusun regulasi teknis penggunaan spektrum frekuensi radio dan persyaratan teknis perangkat drone, sehingga menjamin aspek legalitas dan keamanan dalam pemanfaatan drone di Indonesia.

Pesawat terbang tanpa awak (Unmanned Aerial Vehicle/UAV) atau yang dikenal dengan sebutan drone merupakan sebuah mesin terbang yang difungsikan dengan kendali jarak jauh (remote control) oleh penggunanya atau mampu mengendalikan dirinya sendiri. Pesawat udara nirawak yang bisasanya dilengkapi kamera action resolusi tinggi ini dikendalikan dengan remote dan spektrum frekuensi radio. Drone digunakan mengambil dan menyimpan gambar/data secara real time.

Drone selama ini digunakan antara lain sebagai pesawat pengintai, pemotretan udara pada area yang sangat luas, pengukuran karakteristik atmosfer, dan juga sebagai alat angkutan barang. (Icha)

Ketum MASTEL: Uji Publik Perubahan PP 52 & 53 Terlampau Singkat

0

Telko.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika (11/11/2016) baru saja mengeluarkan rilis resmi terkait uji publik revisi dua Peraturan Pemerintah (PP) yang tengah menjadi kontroversi. Akan tetapi dalam pemberitahuan resminya terkait uji publik ini, Kemkominfo menyampaikan publik hanya diberi waktu selama seminggu (6 hari kalender) yaitu dari tanggal 14 November hingga 20 November 2016.

Ketua Umum MASTEL Kristiono menilai pemberitahuan uji publik yang mendadak dan dengan alokasi waktu yang sangat terbatas ini, berpotensi menimbulkan kesan di masyarakat bahwa uji publik hanya formalitas dan “yang penting sudah dilakukan”. Karena nantinya masyarakat juga belum tentu diberitahu apakah masukannya dipertimbangkan atau tidak.

“Harusnya seperti yang dilakukan FCC (Federal Communications Commission), mereka dalam melakukan uji publik terlihat sangat serius dan memang tulus dimaksudkan untuk memperoleh tanggapan publik agar produknya workable, bukan government centric“, banding Kristiono.

Menyikapi hal ini, MASTEL mengaku akan tetap mengejar tenggat waktu yang diberikan Kemkominfo, mengingat kedua regulasi ini sangat krusial bagi industri telematika Indonesia. Sebagaimana diketahui, perihal network sharing dan pengalihan frekuensi yang menjadi pokok perdebatan ikut dibahas dalam kedua RPP ini.

Uji Publik Bukan di Kemenko Bidang Perekonomian

Walau Menkominfo beberapa kali mengelak bahwa kementeriannya terlibat dalam proses revisi peraturan pemerintah tersebut. Tetapi pada hari Jumat lalu, informasi terkait jadwal uji publik dirilis secara resmi melalui situs kominfo.go.id.

Beberapa pernyataan Menkominfo mengelak diantaranya ketika ditemui usai rapat dengan Komisi I DPR RI di gedung Nusantara II DPR (26/9/2016), Menkominfo mengatakan “Saya cuma ikut sekali rapat menteri, habis itu nggak ikut lagi”. Dan kemudian kesempatan lain (3/11/2016) Menkominfo mengaitkan dengan Perintah Presiden, “Saya hormati perintah presiden, revisi ini yang memimpin Menko Perekonomian”, ungkap beliau.

Menanggapi perkembangan Uji Publik, Komisioner Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Ahmad Alamsyah Saragih mengaku lembaganya siap memantau proses konsultasi publik terkait Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No. 52 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi dan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Nomor 53 Tahun 2000 tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio dan Orbit Satelit. Walau dalam beberapa media diberitakan Alamsyah menyayangkan waktu uji publik terlalu singkat mengingat kedua produk hukum ini akan berdampak luas dan jangka panjang. ORI tetap berkomitmen membantu Kemkominfo dan masyarakat.

“Kami akan mengawasi prosesnya, termasuk jika ada laporan dari pihak-pihak yang merasa dirugikan,” tutup Alamsyah. (Icha)