spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1512

Indonesia Kekurangan Banyak Programmer Handal!

 

Telko.id – Target Indonesia untuk mencapai proyeksi e-Commerce pada 2020 130 miliar US$ tentu banyak yang harus dilakukan pemerintah dan semua ekosistem yang berada didalamnya. Termasuk juga para tenaga programmer yang dinyatakan oleh Shinta, CEO dari Bubu bahwa Indonesia sangat kekurangan.

“Indonesia sangat kekurangan tenaga programmer yang handal. Handal dalam arti bukan hanya sekedar membuat aplikasi saja, tetapi juga memaintaince transaksi yang jumlah nya kini semakin besar. Tentu, kualitas tenaga programmer ini juga harus lebih advance,” Shinta Dhanuwardoyo, Founder dari Bubu.com dan IDByte.

Memang, programmer ini sangat dibutuhkan untuk hampir semua bisnis. Terutama bisnis yang akan melakukan trasformasi ke digital. Namun, programmer yang seperti apa yang dibutuhkan? Tentu kualifikasinya harus tepat. Setidaknya, dari perguruan tinggi juga harus siap untuk mempersiapkan lulusan nya agar sesuai dengan kebutuhan industri. Misalnya, programmer yang handal untuk mengantisipasi trafik dan transaksi yang semakin tinggi.

Di pemerintah juga tidak dapat bekerja sendirian dan tidak ada dana. Itu sebabnya, Kemenkominfo banyak melakukan kerjasama dengan berbagai pihak agar dapat membentuk ekosistem yang baik termasuk pemerintah mendukung kegiatan seperti IDByte.

“Kami selalu senang mendukung IDByte dari tahun ke tahun, yang ikut mendorong tumbuhnya bisnis berbasis digital dan teknologi. Terutama dengan melakukan penelitian mengenai Gen C tersebut dapat membesarkan e-commerce di Indonesia.” menurut Semuel Abrijani Pangerapan, Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Semuel menambahkan untuk memperoleh 1000 startup saja membutuhkan setidaknya 100.000 programmer. Artinya, Indonesia membutuhkan banyak programmer handal. Jadi, pengusaha juga harus aktif menginformasikan pada kami agar kami juga bisa menggerakan dan membuat program sesuai dengan kebutuhan industri.

Bagi Indosat yang memiliki banyak kegiatan untuk mendorong terbentuknya ekosistem digital yang ideal selalu melakukan kegiatan ke kampus. “Selain mencari talent yang berbakat untuk menjadi programmer tetapi juga untuk mempertemukan para talent berbakat di masyarakat dengan para investor,” kata Deva Rachman, Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo.

Deva juga menambahkan bawa Indosat juga memiliki kegiatan IdeaBOx dan IWIC yang setiap tahun digelar. Dengan turut serta pada IDByte ini, maka Indosat akan mengawinkan semua potensi yang muncul untuk membentuk  ekosistem yang ideal.

Indosat Ooredoo IDByte 2017 kali ini mengusung tema ‘Connected’, yang akan menghadirkan serangkaian acara yakni Virtual Startups Hunt, Bubu Awards v.10, Pameran, Seminar hingga Konferensi sebagai puncaknya. Diselenggarakan pada 26 – 28 September 2017 di Pacific Place, Jakarta, acara ini mendatangkan banyak pembicara dari berbagai perusahaan teknologi dan instansi ternama yang membawa gagasan-gagasan inspiratif, antara lain dari Indosat Ooredoo, Go-Jek, Instagram, Disney, Linkedin, Harvard Business School Angels Alumni, dan masih banyak lagi.

Tema Connected dipilih guna memahami kaitan teknologi digital dan masyarakat saat ini, terutama kecenderungan pola perilaku Generation C atau Gen C dalam mengonsumsi konten. Bubu.com bekerja sama dengan MARS Indonesia juga sedang melakukan penelitian mengenai Gen C di Indonesia. Gen C sendiri adalah istilah untuk kelompok psikografis yang dilihat dari pola konsumsi konten mereka yang cenderung menunjukkan karakteristik creation, curation, connection, dan community, tanpa terbatas rentang usia. Hasil penelitian ini akan diluncurkan pada Konferensi Indosat Ooredoo IDByte 2017. (Icha)

Telkomsel Gunakan Artificial Intelligence Buat Grapari Virtual

0

Telko.id – Dengan jaringan Telkomsel yang begitu luas, tentu menjadi pekerjaan rumah tersendiri ketika harus melayani secara tatap muka. Untuk itu, operator ini meluncurkan GraPari Virtual yang diharapkan mampu meningkatkan layanan terhadap pelanggannya.

Layanan mandiri (self-service)yang dikembangkan bersama Accenture ini dapat diakses oleh pelanggan melalui berbagai social chat platform, yakni LINE, Facebook Messenger, dan Telegram. Telkomsel menjadi operator seluler pertama di Indonesia yang mengimplementasikan layanan virtual ini.

GraPARI Virtual Telkomsel adalah solusi pelayanan pelanggan di kanal digital yang menggabungkan sisi artificial intelligence, customer analytics, dan interaksi manusia untuk menghasilkan sebuah layanan self-service yang memberikan pengalaman pelanggan lebih baik, cepat, dan tepat. Asisten virtual bernama “Veronika” yang hadir 7 x 24 jam dalam layanan ini mempermudah pelanggan untuk berinteraksi secara langsung melalui social chat platform.

“Kami terus melakukan berbagai perbaikan dan peningkatan layanan di ranah digital untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dalam berinteraksi dengan kami. Dengan adanya GraPARI Virtual Telkomsel, kami berharap permintaan informasi seputar produk dan layanan Telkomsel dapat direspon dengan lebih cepat dan tepat,” kata Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkomsel.

Dalam melayani pelanggan, GraPARI Virtual Telkomsel dapat menjawab berbagai permintaan informasi dari pelanggan, di antaranya informasi mengenai lokasi GraPARI terdekat, cara upgrade 4G, informasi paket aktif dan berlangganan, informasi tagihan, infomasi PIN T-Care, dan juga informasi PUK. Di sisi lain, GraPARIVirtual juga memungkinkan pelanggan untuk memperoleh solusi layanan, seperti berlangganan paket, pembelian pulsa, membayar tagihan, serta melakukan redeem POIN.

“Saat ini pelanggan memiliki mobilitas yang tinggi dan gaya hidup digital mendorong kami untuk memberikan solusi yang cepat dan tepat terhadap kebutuhan layanan yang mereka gunakan. Hadirnya GraPARI Virtual ke genggaman pelanggan layaknya memberikan mereka akses 24 jam untuk mengunjungi GraPARI Telkomsel,” jelas Ririek.

Dalam beberapa tahun terakhir, kanal digital merupakan pilihan utama pelanggan untuk berinteraksi mengenai produk dan layanan Telkomsel. Saat ini sekitar dua pertiga dari seluruh interaksi pelanggan dengan Telkomsel ada di kanal digital.

Hadirnya GraPARI Virtual Telkomsel ini memperkaya berbagai alternatif Customer Touch Point (CTP) digital Telkomsel yang selama ini secara responsif melayani berbagai permintaan informasi dari pelanggan, di antaranya meliputi akun Twitter @telkomsel, Facebook @Telkomsel, Telkomsel Chat, Aplikasi MyTelkomsel, dan Web MyTelkomsel. (Icha)

 

Net1 Indonesia Siap Layani 4G LTE di Bali

0

Telko.id – Bali memang memiliki daya tarik tersendiri. Apalagi bagi para operator. Itu sebabnya, Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (STI) mulai merambah ke Pulau Dewata ini dengan memberikan layanan telekomunikasi 4G LTE yang menggunakan frekuensi 450MHz dengan jangkauan sinyal lebih luas dibanding frekuensi selular di atasnya.

STI menilai pulau Bali memiliki peluang besar untuk menjadi target pasar dari penjualan layanan Net1.  Berdasar data survei dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJI) pada akhir 2016, jumlah pengguna internet mencapai 132,7 juta orang. Penetrasi pengguna dari Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Bali diperkirakan akan mencapai 6.148.796 atau 4,7 persen pada tahun 2017.

“Bali merupakan salah satu provinsi yang menjadi penopang perekonomian bangsa melalui industri pariwisatanya. Seiring perkembangan waktu, industri pariwisata bukan hanya sekadar traveling atau semata-mata memasarkan tujuan wisata, namun juga memberikan pertumbuhan bagi industri-industri pendukungnya, terutama di area pelosok pulau Bali. Pertumbuhan industri yang semakin menggeliatkan perkonomian lokal itulah yang membuat kami memiliki komitmen kuat terhadap Bali,” tutur Larry Ridwan, CEO Sampoerna Telekomunikasi Indonesia.

Menurut Larry, STI akan memaksimalkan akses Net1 agar bisa menjangkau seluruh wilayah Bali mulai dari Gilimanuk hingga ujung timur di Gili Selang. Dengan keberadaan Net1 di pulau Bali akan menambah jumlah jaringan 4G LTE yang telah ada sebelumnya di kawasan timur Indonesia, antara lain di provinsi Sulawesi  Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Maluku.

Saat ini, STI masih terus menyelesaikan perpindahan dari pelanggan Code Division Multiple Access (CDMA) ke 4G hingga akhir 2017. STI sebagai pemilik merek dagang layanan Net1 akan mengkomersialkan secara penuh layanan 4G di frekuensi 450 MHz mulai 2018.

Untuk mengawali komitmen ini, STI telah mempersiapkan langkah-langkah strategis, salah satunya dengan bekerjasama dengan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau disebut PT INTI pada awal Agustus 2017 ini. Dalam kerja sama ini, PT INTI akan memproduksi perangkat yang mendukung frekuensi 450Mhz yang akan dipasarkan dalam bisnisnya setelah diintegrasikan dengan layanan Net1 Indonesia. Perangkat yang dimaksud adalah perangkat yang sudah dipasarkan maupun yang akan datang.

Strategi bisnis STI saat ini adalah memindahkan para pelanggan CDMA yang masih menggunakan Ceria untuk bermigrasi ke 4G. Untuk mendukung layanan Net1 di Bali, STI telah membuka Sentra Net1 yang ada di area Denpasar, menyusul untuk area-area lainnya. Selain pelanggan perorangan, STI juga akan fokus untuk menggarap pelanggan korporasi (business-to-business atau B2B). Untuk itulah, STI kini sedang mempersiapkan sejumlah solusi telekomunikasi yang inovatif berbasis Internet of Things (IoT) guna mendukung layanan Net1 untuk pasar B2B.

STI sengaja menyasar area luar atau daerah perdesaan, setelah itu masuk ke area dalam alias perkotaan. Untuk melakukan migrasi pelanggan ke 4G, pelanggan lama Ceria akan ditawari trade-in perangkat router dan MiFi, sementara tarif paket berlangganannya akan disesuaikan dengan layanan Net1.

Hingga sekarang, tren di dunia telekomunikasi sudah mengarah ke koneksi data berkapasitas besar, dimana tidak kurang 20 dari 115 operator CDMA 450 MHz sudah berevolusi menjadi 4G LTE. Karakteristik frekuensi 450 MHz yang memiliki kelebihan pada jangkauan sinyalnya ditambah dengan kecanggihan teknologi 4G LTE yang memiliki kelebihan pada kecepatan, sehinggamemberikan keunikan tersendiri bagi para operator tersebut. Teknologi LTE membawa peningkatan yang sangat pesat pada penyerapan penggunaan internet cepat di dunia, dan didukung frekuensi 450 MHz penyebaran teknologi 4G LTE.

STI merupakan satu-satunya operator telekomunikasi di Indonesia yang beroperasi pada frekuensi 450Mhz dengan menggunakan teknologi CDMA2000 1x. STI memiliki lisensi mobilitas penuh dengan jangkauan nasional. Saat ini, jangkauan layanan STI meliputi pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara dan Maluku.\

Sebagai bagian dari bisnis Sampoerna Strategic Group, STI telah bekerjasama dengan investor AINMT Holdings (AINMT), perusahaan induk dari AINMT Skandinavia Holdings dan AINMT International Holdings untuk membangun layanan 4G LTE di Indonesia untuk melayani lebih dari 260 juta penduduk Indonesia di lebih dari 14.000 pulau. (Icha)

 

 

Telkomsel Kembali Tantang Filmmaker Indonesia Buat Video 5 Menit

0

Telko.id – Dengan mengangkat tema ‘Connecting Lives’, Telkomsel menantang para filmmaker Indonesia untuk ikut kompetisi ‘The 5-Min Video Challenge: Season 2’.

Kompetisi video regional ini merupakan hasil kolaborasi dari operator seluler yang tergabung dalam Singtel Group, yakni Singtel (Singapura), Optus (Australia), AIS (Thailand), Airtel (India dan Afrika), Globe (Filipina), dan Telkomsel (Indonesia). Kompetisi ini terbuka untuk seluruh filmmaker baik mereka yang sudah berpengalaman di industri film, maupun para pemula sampai orang awam yang merasa tertantang untuk menciptakan konten berkualitas yang dapat menggugah perhatian masyarakat luas.

Melalui kompetisi ini juga para pembuat film ditantang kreativitas dan pemikiran partisipan untuk menginterpretasikan hubungan antara cara kita melihat dunia dan bertindak sehari-hari dengan berbagai kejadian yang mengantarkan kita pada hal-hal penting dalam hidup. Video berdurasi 5 menit tersebut juga bisa menjawab berbagai pertanyaan mengenai hal-hal yang dapat memisahkan maupun menghubungkan kita pada sesama.

Dua pemenang video terbaik dari kompetisi domestik akan dikirim sebagai perwakilan Indonesia ke Singapura untuk diadu dengan para pemenang dari negara lainnya dalam kompetisi regional.

“The 5-Min Video Challenge memberikan kesempatan untuk filmmaker Indonesia membuktikan kemampuannya hingga tingkat regional.  Dengan tema ‘Connecting Lives’, tantangan ini menjadi platform bagi siapapun yang percaya bahwa konten video yang berkualitas memiliki kekuatan untuk menyatukan orang-orang dari berbagai belahan dunia,” kata Nirwan Lesmana, Vice President Brand and Communications Telkomsel.

Nirwan kemudian menambahkan bahwa kompetisi ini juga bertujuan untuk memberi kesempatan bagi peserta asal Indonesia agar karyanya dapat dikenal oleh audiens internasional, untuk memperkuat keterampilan sekaligus mengembangkan portfolio karya mereka selain juga mendapatkan hadiah utama dari Telkomsel dan Singtel Group.

Pada kompetisi domestik, para juri akan memilih 10 kandidat video terbaik. Dari 10 kandidat tersebut, akan dipilih kembali 5 video favorit berdasarkan voting terbanyak yang masing-masing berhak mendapatkan Rp.  50 juta, serta 2 video terbaik pilihan dewan juri yang masing-masing berhak mendapatkan uang tunai Rp. 150 juta dan Rp. 75 juta. Kedua tim finalis itupun akan mewakili Indonesia untuk berhadapan dengan pemenang-pemenang dari negara lain di final kompetisi regional di Singapura

Seluruh tim finalis yang berasal dari Indonesia, Singapura, Thailand, Filipina, Australia, Gabon, dan Ghana akan berkompetisi di babak final yang diadakan di Singapura pada tanggal 22 November 2017.  Pada tahap ini akan diumumkan 2 video favorit regional dengan voting terbanyak, serta pemenang utama berdasarkan penilaian panel juri. Pemenang utama kompetisi regional tersebut akan mendapatkan USD 30 ribu dan pemenang kedua akan mendapatkan USD 15 ribu. Sedangkan 2 video favorit regional dengan voting terbanyak akan mendapatkan USD 3 ribu dan USD 2 ribu.

Di kompetisi ini, sederetan nama yang tidak asing lagi di dunia perfilman nasional akan ikut serta sebagai juri, yaitu Joko Anwar, Mouly Surya dan Lucky Kuswandi. Selain itu akan ada guest speaker  yang akan ikut serta dalam rangkaian workshop di berbagai kampus untuk memberikan gambaran lebih lengkap mengenai kompetisi ini dan berbagi tips pembuatan video (videomaking)  yaitu Dimas Djayadiningrat, Fajar Nugros, Darius Sinathrya, Aghi Narottama, Cut Mini, Ilya Sigma, Salman Aristo,  dan Jenny Yusuf.

Workshop The 5-Min Video Challenge sendiri akan diadakan di berbagai kampus di tujuh kota di Indonesia yaitu di Surabaya (21 Agustus), Makassar (24 Agustus), Bandung (29 Agustus), Medan (30 Agustus), Jakarta (4 dan 18 September), Bali (6 September), Yogyakarta (8 September).

Pada tahun lalu video ROTASI dari Indonesia berhasil menjadi pemenang utama ‘The 5-Min Video Challenge’.  Video karya Destian Rendra ini bercerita tentang seorang fotografer yang sedang terjebak dalam rutinitas pertengkaran dengan sahabat dan kekasihnya sekaligus, sehingga ia kehilangan keyakinan akan istilah ‘Bumi Berotasi’, yang berarti bahwa kita tidak akan berada di situasi yang sama selamanya. Namun perjalanan yang dialami dapat merubah perspektifnya akan rotasi kehidupan.

Di tahun kedua kompetisi ini, Telkomsel bertekad untuk menemukan talenta terbaik di Indonesia untuk kembali menjadi pemenang utama, seperti yang diungkapkan oleh Nirwan, “Tahun ini kami pun membawa misi untuk mempertahankan gelar juara utama dengan mendorong munculnya potensi terbaik di Indonesia untuk menampilkan kemampuan mereka dalam produksi video dan berkompetisi di tingkat internasional.” (Icha)

XL Dukung Program “Nelayan Go Online”

0

Telko.id – Indonesia Dikenal dengan Negara maritim karena miliki wilayah lautan 4,85% dari total wilayah Indonensia. Itu sebabnya, pemerintah ingin menyiapkan masyarakat Indonesia memasuki era digital. Salah satunya adalah menyiapkan masyarakat nelayan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendorong produktivitas dan meningkatkan hasil tangkapan ikan.

Salah satu program yang digelar pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia serta Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia adalah program “Nelayan Go Online”. XL Axiata sebagai salah satu operator pun berkomitmen untuk mendukung pemerintah mensukseskan program tersebut di berbagai daerah. Implementasi yang sudah terlaksana antara lain di Makasssar, dan Medan di bulan Agustus 2017 ini. Di Medan, penyaluran program dilaksanakan di Medan, Rabu (23/8).

“XL Axiata mendukung penuh implementasi Program Nelayan Go Online yang akan memanfaatkan aplikasi digital inovatif Nelayan Pintar (NELPIN) dari Kementerian KKP. Dukungan kami ini menjadi bagian dari komitmen XL Axiata mendukung kalangan nelayan dari sisi penyediaan sarana digital sesuai dengan kebutuhan nelayan Indonesia,” kata Francky Rinaldo Pakpahan, Vice President XL Axiata West Region.

Pada program ini, XL Axiata menyediakan akses layanan Data sehingga nelayan bisa memanfaatkan aplikasi NELPIN. Selain di Medan, kami telah mengimplementasikan program ini di Makassar dan Jawa Timur, dan akan terus memperluaskan di wilayah lain dalam waktu tidak lama lagi. Harapannya, adalah sarana digital ini akan mampu dimanfaatkan secara maksimal oleh nelayan Medan untuk meningkatkan produktivitas dan tingkat keamanan selama melaut.

Aplikasi NELPIN memiliki sejumlah fitur yang akan sangat mendukung aktivitas nelayan, baik saat bekerja melaut, maupun guna mengetahui kondisi pasar ikan. Fitur tersebut antara lain menyediakan informasi arah dan kecepatan angin, tinggi gelombang, posisi/koordinat nelayan (GPS), juga lokasi berkumpulnya ikan. Selain itu juga tersedia informasi terkait harga ikan terupdate, juga permintaan atas jenis-jenis ikan. Aplikasi NELPIN dirancang oleh Kementerian KKP dan ditargetkan untuk bisa dimanfaatkan bagi para nelayan di seluruh tanah air.

Para nelayan penerima manfaat ini akan mendapatkan gratis paket data selama dua bulan dan handset dari XL Axiata. Sementara itu, dari sisi jaringan untuk mendukung pengoperasian NELPIN, XL Axiata telah menyediakan layanan 4G LTE dan 3G yang memadai di lokasi-lokasi implementasi Program Nelayan Go Online ini. Jaringan tersebut juga bisa menjangkau lepas pantai tempat nelayan menangkap iklan dengan memanfaatkan NELPIN.  Di Medan dan Makassar perangkat bantuan ini telah disalurkan secara bertahap kepada ratusan nelayan.

Seiring dengan visi pemerintah untuk mengembangkan program Nelayan Go Online melalui pengenalan aplikasi NELPIN di Indonesia, XL Axiata secara konsisten mendukung implementasi program ini di sejumlah daerah seperti Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur. Karena itu, XL Axiata sangat berharap manfaat ini dapat diperoleh seluruh nelayan di Indonesia. Pengembangan program ini akan seiring dengan perluasan jaringan Data yang hingga saat ini masih terus dilakukan XL Axiata ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk daerah-daerah terpencil.

Dukungan XL Axiata terhadap program Nelayan Go Online ini juga juga merupakan implementasi atas komitmen untuk menyiapkan masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan dalam memasuki era digital. XL Axiata tidak sekedar membangun infrastruktur telekomunikasi dalam pemenuhan kewajiban seperti yang tercantum dalam modern licensing, namun lebih dari itu juga sebagai upaya membangun ekosistem agar kehadiran jaringan Data di setiap pelosok daerah memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat setempat untuk meningkatkan kualitas hidupnya, termasuk secara ekonomi, pendidikan, kesehatan dan bidang sosial lainnya. (Icha)

 

 

Ternyata Pasar Power Bank di Indonesia Capai Rp.70 Miliar/Bulan

0

Telko-id – Saat ini, dengan bertumbuh pesat nya smartphone membuat industri power bank juga ikut tumbuh subur.  Bagaimana tidak, berbagai aplikasi di dalam smartphone membuat konsumsi baterai pun jadi banyak. Belum lagi kegiatan lainnya.

Tak heran, bisnis power bank di Indonesia pun memiliki value yang besar. Setidaknya, setiap bulannya mencapai Rp. 60 – 70 miliar. Jumlah unit yang diperdagangkan juga bisa mencapai 500 ribu unit.

Itu sebabnya, ACMIC, merek power bank asal Tiongkok ini mengincar pasar Indonesia. Yang disasar pada awal kehadirannya adalah pasar power bank kelas premium. Di mana, pasar di kelas ini bisa mencapai 30% dari total pasar power bank di Indonesia.

“Bahkan, saat ini, power bank kelas premium ini terus naik. Terutama karena adanya teknologi baru yakni quick charge yang banyak dibutuhkan oleh para pengguna smartphone kelas atas,” sahut Heri Hertanto, CEO SatuPro Global Niaga, selaku distributor tunggal ACMIC di Indonesia.

Berdasarkan proyeksi dari Heri yang juga sebelumnya sudah bermain power bank cukup lama, pasar power bank kelas premium ini akan meningkat sampai 10% dibandingkan tahun lalu. Bahkan trend tersebut akan terus meningkat. Dengan kondisi yang cukup menggiurkan tersebut, ACMIC optimis mampu menjual 5000 unit setiap bulannya.

Sebenarnya yang dimaksudkan dengan power bank premium itu seperti apa? Menurut Heri, yang tergolong power bank premium adalah yang minimal memiliki teknologi quick charger, selain tentu nya kapasitas yang besar.

Pada produk pertama yang diluncurkan oleh ACMIC ini adalah seri A10PRO yang sudah menanamkan teknologi Qualcomm Quick Charger 3.0 dan memberikan support fast charging dua arah (input dan output). Itu sebabnya, produk ini mampu melakukan pengisian baterai smartphone dan hamper semua perangkat digital yang support USB Type-C seperti Nintendo Switch, Apple iPad Pro atau MacBook Pro generasi baru.

Selain itu, sebagai pembeda dengan merek lainnya, pada semua produk ACMIC sudah ditanamkan 9 fitur perlindungan. Mulai dari Smart temperatue protection, Smart over-charge protection, Smart over-discharge protection, Smart short-circuit protection, Smart input over-voltage protection, Smart output-voltage protection, Smart recovery protection, Smart output over-current protection dan Smart PTC cell protection.

Produk ACMIC ini sendiri dikembangkan Shenzen Utopia-Originality Technology (SUOT) yang akan dijadikan sebagai merek global. Hanya saja, mengawali penjualannya di Indonesia. Setelah itu akan menyusul di kawasan Asean dan Asia Pasific. Dengan dukungan dari SUOT ini membuat ACMI optimis mampu menjelajahi pasar power bank di Indonesia dan dua kawasan tersebut. (Icha)

ITU Akhirnya Setujui Proposal Filing Satelit Palapa Indonesia

0

Telko.id – Perjuangan Indonesia atas filing satelit Palapa PAC-C146E dan Palapa PAC-KU146E sudah sejak Januari 2013 ketika satelit Chinasat-5B yang beroperasi pada slot orbit 146BT itu, mengalami kerusakan pada salah satu solar panel, karena itu harus dideorbit. Kemudian, Kementerian Kominfo mendaftarkan permohonan suspensi filing satelit tersebut ke ITU.

Akhirnya, medio akhir Juli lalu, ITU menyetujui atas proposal Indonesia untuk perpanjangan masa suspense Palapa PAC-C146E dan Palapa PAC-KU146E dengan frekuensi masing-masing 6665-6723 MHz dan 12523-12679 MHz.

Bagi Indonesia, satelit ini sangat penting karena sebagai negara kepulauan, Indonesia mememerlukan satelit untuk menunjang komunikasi di daerah-daerah yang sulit terjangkau oleh terrestrial.

Latar Belakang

PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) mengelola filing PALAPA PAC-C 146E dan PALAPA PAC-KU 146E di slot orbit 146BT. Pada Januari  2013, satelit Chinasat-5B yang beroperasi pada slot orbit 146BT itu, mengalami kerusakan pada salah satu solar panel, karena itu  harus dideorbit.

Selanjutnya, Kementerian Kominfo mendaftarkan permohonan suspensi filing satelit tersebut ke ITU dari Januari 2013 hingga Januari 2016. Seiring dengan itu, pada Desember 2014, PSN menempatkan satelit floater (Palapa C2)  yang dikenal sebagai satelit PSN VR di slot orbit 146BT. Satelit ini untuk mem-bringing back into use (bbiu) filing PALAPA PAC-C 146E dan PALAPA PAC-KU 146E di slot orbit 146BT.

Hanya saja, frekuensi onboard satelit PSN VR tidak mengcover semua frekuensi filing PALAPA PAC-C 146E dan PALAPA PAC-KU 146E.  Adanya ketidaksesuaian frekuensi tersebut, menyebabkan ITU menyatakan keberatan. ITU menanyakan kelanjutan penggunaan frekuensi yang tidak terdapat pada satelit Palapa C2 yaitu frekuensi 6665 – 6723MHz dan 12523 – 12679 MHz.

Terkait hal itu, Kementerian Kominfo menyatakan bahwa frekuensi tersebut akan di-bbiu sebelum berakhirnya masa suspensi filing berakhir di bulan Januari 2016. Namun ITU kembali mengingatkan, bahwa Januari 2016 merupakan batas waktu suspensi filing PALAPA PAC-C 146E dan PALAPA PAC-KU 146E. Melalui website, ITU bahkan mempublikasikan kode TOTAL. Artinya, seluruh frekuensi filing PALAPA PAC-C 146E dan PALAPA PAC-KU 146E telah dibbiu dan diterima oleh ITU.

Pada sisi yang lain, Kementerian Kominfo pun telah mengingatkan PSN untuk mem-bbiu frekuensi yang belum di bringing back into use (bbiu) oleh satelit PSN VR. Menurut PSN, pihaknya telah berusaha mencari satelit yang dapat membbiu frekuensi tersebut. Hanya saja, sampai tenggat waktu yang ditetapkan ITU, PSN belum mendapatkan satelit yang sesuai.

Proposal Kominfo

Terkait pembuatan proposal ke RRB, Kemkominfo melakukan 4 kali rapat persiapan; 3 kali rapat bersama antara Direktorat Penataan Sumber Daya dengan PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) dan 1 kali rapat pleno antara PT Pasifik Satelit Nusantara, Kementerian Luar Negeri, Pusat Kelembagaan Internasional Kemkominfo dan Ditjen SDPPI.

Berikut poin penting proposal yang diajukan ke RRB:

  • Sebagai negara kepulauan, Indonesia mememerlukan satelit untuk menunjang komunikasi di daerah-daerah yang sulit terjangkau oleh terrestrial;
  • Filing PALAPA PAC-C 146E dan PALAPA PAC-KU 146E telah beroperasi sejak tahun 1999
  • Kerusakan satelit yang terjadi di tahun 2013 adalah karena force majeure. Padahal satelit tersebut masih dapat beroperasi hingga tahun 2016;
  • PSN sebagai operator satelit telah berusaha untuk pengadaan satelit baru, satelit PSN VI. Untuk itu, pada Desember 2013, PSN menandatangani kontrak dengan manufaktur satelit Boeing. Namun kontrak tersebut harus berakhir di tahun berikutnya karena ketidakmampuan Boeing mendapatkan co-passenger;
  • Tahun 2014, PSN menyewa satelit untuk operasional di slot orbit 146BT. Satelit tersebut dikenal sebagai satelit PSN VR (satelit Palapa C2). Namun satelit tersebut tidak mengcover semua frekuensi PALAPA PAC-C 146E dan PALAPA PAC-KU 146E, sehingga PSN berusaha mencari satelit yang dapat mengcover semua frekuensi. Pada saat yang sama, PSN melakukan kontrak baru dengan SS/L untuk pengadaan satelit PSN VI;
  • Pencarian satelit pengganti PSN VR baru dapat terlaksana pada November tahun 2016 dengan satelit PSN VR2 (satelit Asiasat-3S), namun frekuensi yang tercover hanya semua frekuensi pada filing PALAPA PAC-KU 146E namun tidak semua frekuensi pada filing PALAPA PAC-C 146E;
  • Awal kontrak pengadaan satelit PSN VI dengan SS/L PSN mendapat pinjaman dari Bank US Ex-Im. Namun di tahun 2015 terjadi perubahan kebijakan di Amerika. Kala itu kongres memutuskan Bank Ex-Im tidak diperbolehkan mengeluarkan dana pinjaman baru untuk negara lain, sehingga pinjaman dari PSN tersebut pun tidak dilanjutkan. PSN kemudian berusaha untuk mencari pinjaman dari Bank Asing lainnya, sampai akhirnya mendapatkan pinjaman dari Bank Export Development Canada (EDC);
  • Adanya perubahan pinjaman dari Bank Ex-Im ke Bank EDC, maka proyek satelit PSN VI sempat tertunda. Satelit baru kembali berjalan di bulan Mei 2017 dengan masa penyelesaian pembuatan satelit selama 19 bulan. Satelit PSN VI dijadwalkan dapat meluncur di bulan Desember 2018, dan perkiraan operasional di slot orbit 146BT pada Juni 2019.
  • Permohonan ke RRB agar bbiu frekuensi Ku band filing PALAPA PAC-KU 146E dapat diperpanjang hingga beroperasinya satelit PSN VR2 di bulan November 2016 dan bbiu frekuensi filing PALAPA PAC-C 146E dapat diperpanjang hingga beroperasinya satelit PSN VI di bulan Juni 2019.

Sidang RRB

Pada tanggal 13 Juli 2017 sebelum pelaksanaan sidang RRB, Kementerian Kominfo yang terdiri dari Dirjen SDPPI, Kepala Pusat Kelembagaan Internasional. Kasubdit Pengelolaan Orbit Satelit, staf Subdit Pengelolaan Orbit Satelit, PTRI Jenewa, bersama dengan PSN melakukan kunjungan ke ITU. Mereka bertemu manajemen ITU dan memberikan penjelasan komprehensif terkait permasalahan yang dihadapi Indonesia, serta meminta saran dan masukan jika ada hal-hal yang masih dianggap kurang terkait proposal dan dokumen pendukung yang telah disampaikan sebelumnya.

Pada pertemuan itu, Kementerian Kominfo menjelaskan tentang pentingnya satelit bagi Indonesia. Kominfo juga menjelaskan kronologis permasalahan dalam pengadaan satelit di slot orbit 146BT yang menyebabkan tertundanya pengadaan satelit PSN VI. Sementara itu, PSN menjelaskan bahwa satelit interim yang digunakan adalah benar-benar untuk operasional dan bukan hanya untuk memperpanjang umur filing saja.

Pada tanggal 17- 21 Juli 2017 diadakan sidang RRB ke-78 di Jenewa, Swiss. Hasil sidang memutuskan menyetujui permohonan Indonesia. Dengan demikian, frekuensi yang ada pada filing PALAPA PAC-C 146E dan PALAPA PAC-KU 146E dapat beroperasi sesuai dengan filing yang telah didaftarkan ke ITU. (Icha)

Voucher AIGO Jadi Cara XL Jaga Pelanggan Agar Tidak ‘Churn’

0

Telko.id – Akses internet kini sudah menjadi kebutuhan sebagian besar masyarakat Indonesia. Ada yang untuk bekerja, ada juga yang menggunakan untuk seru-seruan dengan di media social. Tak heran, tren akses internet di Indonesia pun terus meningkat. Bagi XL yang membagi pelanggannya dengan dua segmen juga demikian. Hanya saja, kini operator yang memiliki logo bernuansa biru ini ingin segmen anak muda dan menengah bawah juga aktif menggunakan internet. Yakni para pelanggan Axis.

Caranya dengan memberikan voucher khusus paket internet yang dikhususkan bagi pelanggan Axis. Yang diberi nama AIGO atau Axis Internet On The Go. Cara ini juga diyakini oleh XL untuk memberikan kenyamanan para pelanggannya dalam memanfaatkan akses internet sehingga tidak mudah untuk pindah ke operator lain atau churn.

“Banyak pengguna AXIS yang masih belum menggunakan Aplikasi AXISnet ataupun UMB untuk pembelian paket, mereka merasa lebih nyaman untuk membeli starter pack baru karena bagi mereka itu lebih mudah dan irit. Berangkat dari insight inilah AXIS menghadirkan Voucher AIGO yang nantinya dapat di-inject dengan berbagai paket penawaran spesial sehingga untuk menikmatinya konsumen tidak perlu membeli starter pack baru dan tetap bisa membelinya melalui toko pulsa yang biasa mereka datangi,” kata David Arcelus, Chief Marketing Officer XL Axiata.

David menambahkan, AXIS menyadari untuk membiasakan konsumen membeli melalu platform aplikasi maupun UMB tentu butuh waktu, terlebih lagi apabila pergi ke toko pulsa sudah menjadi kebiasaan. Menurutnya, mekanisme pada voucher ini sebenarnya bukan hal baru dalam dunia telekomunikasi. Namun yang membedakan Voucher AIGO dengan voucher fisik pada umumnya adalah konten yang ada di dalamnya. Alih-alih pulsa, AXIS menawarkan voucher paket internet dari 1 GB hingga 8 GB dengan penawaran spesial yang bisa didapatkan setiap hari oleh pelanggan tanpa perlu menunggu hari atau waktu tertentu .

Sebagai brand yang menyasar segmen anak muda, AXIS selalu mencoba untuk melakukan terobosan-terobosan yang diharapkan dapat menjawab berbagai kebutuhan mereka untuk tetap terkoneksi dengan sesamanya dan pada akhirnya menjadikan AXIS sebagai top of mind brand yang menyediakan layanan internet irit yang berkualitas. (Icha)

Ada 753 BTS Di Perbatasan Sebagai Garda Depan Kedaulatan NKRI

0

Telko.id – Jika bukan kita, siapa lagi yang akan menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Itu sebabnya, keberadaan layanan komunikasi di perbatasan juga menjadi penting. Terlebih, perbatasan biasanya, bukan merupakan kota besar, melainkan wilayah terpencil. Hingga telekomunikasi menjadi penting.

Salah satu operator yang begitu giat membangun di wilayah terdepan dan terluar Indonesia adalah Telkomsel. Sampai Agustus 2017 ini, sudah ada 753 BTS yang dibangun di wilayah yang berbatasan langsung dengan Negara tetangga.

“Kami yakin bahwa berkomunikasi dan saling terhubung merupakan hak seluruh masyarakat Indonesia, tanpa terkecuali. Sudah menjadi tanggung jawab kami untuk mempersatukan negeri secara berkesinambungan dengan terus membangun dan membuka akses layanan telekomunikasi di seluruh wilayah Indonesia, termasuk wilayah perbatasan negara,” kata Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkomsel dalam sebuah pernyataan.

Ririek menambahkan “Penggelaran jaringan telekomunikasi yang menjangkau setiap jengkal wilayah Tanah Air ini kami lakukan untuk memerdekakan seluruh masyarakat Indonesia dari keterisolasian komunikasi”.

753 BTS yang telah dibangun Telkomsel berlokasi di perbatasan dengan tujuh negara tetangga: 17 BTS berlokasi di Batam dan Bintan yang berbatasan dengan Singapura; 276 BTS berbatasan dengan Malaysia di Dumai, Rokan, Bintan, Karimun, Anambas, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sumatera bagian Utara, Rokan Hilir; 70 BTS di Natuna dan Anambas berbatasan dengan Vietnam, 210 BTS di Nusa Tenggara Timur berbatasan dengan Timor Leste; 66 BTS di Pulau Rote dan Maluku berbatasan dengan Australia; 70 BTS di Sulawesi Utara berbatasan dengan Filipina; dan 44 BTS di Papua bagian Timur berbatasan dengan Papua Nugini.

Dari seluruh BTS di wilayah perbatasan negara tersebut, 240 BTS di antaranya hadir di lokasi-lokasi yang sebelumnya tidak tersentuh akses telekomunikasi. Di beberapa titik perbatasan, Telkomsel bekerjasama dengan pemerintah membangun untuk memajukan masyarakat di wilayah tersebut. Bahkan, untuk memberikan kenyamanan masyarakat dalam menggunakan layanan data, 177 BTS perbatasan telah dilengkapi teknologi mobile broadband berbasis 4G dan 3G.

Ririek menambahkan, hadirnya layanan broadband bagi masyarakat setempat ini diharapkan dapat mendorong pembangunan di daerah perbatasan, di antaranya mempercepat pertumbuhan perekonomian dan kemasyarakatan, sekaligus mampu menjadi katalisator dalam mempromosikan potensi daerah, serta meningkatkan daya tarik investasi, peluang usaha, bahkan lapangan kerja baru.

“Dengan jaringan yang tersebar hingga ke pelosok negeri, Telkomsel menghubungkan Indonesia melalui layanan telekomunikasi yang membuka berbagai kesempatan baru dan mendorong dampak sosial ekonomi yang positif bagi masyarakat,” jelas Ririek.

Di sisi lain, melihat posisi penting wilayah-wilayah perbatasan yang secara geopolitik sangat strategis, kehadiran layanan Telkomsel di lokasi tersebut tentunya semakin memperkokoh terpeliharanya NKRI. Pembangunan infrastruktur telekomunikasi di pulau terluar maupun perbatasan negara merupakan bentuk dukungan Telkomsel dalam memelihara keutuhan NKRI, meningkatkan ketahanan nasional, sekaligus mempersatukan bangsa Indonesia yang tersebar di berbagai pulau yang ada di negara kepulauan ini.

Terbukanya akses komunikasi juga sangat membantu TNI khususnya dalam menunjang berbagai kegiatan operasional tentara yang bertugas di garda terdepan dalam menjaga keutuhan negara.

Secara nasional saat ini Telkomsel telah menggelar lebih dari 146.000 BTS hingga penjuru Tanah Air yang menjangkau hingga 95% wilayah populasi penduduk Indonesia. Dari jumlah tersebut, lebih dari 96.000 BTS di antaranya merupakan BTS 4G dan 3G untuk menjamin pelanggan menikmati layanan data yang berkualitas. (Icha)

Pulau Alor pun Kini Sudah Dapat Menikmati Layanan 4G

0

Telko.id – Kado terindah bagi masyarakat Pulau Alor pada hari Kemerdekaan RI ke 72 lalu adalah kehadiran Base Transceiver Station (BTS) 4G. Setidaknya, ada 17 Base Transceiver Station (BTS) 3T berfitur 4G dari Desa Tude, Kecamatan Pantar Tengah, Kabupaten Alor, Prov NTT. Di desa Tude ini terdapat 1 dari 17  BTS berfitur 4G di wilayah 3T yang dibangun dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus.

“Inilah adalah bentuk keberpihakan pemerintah, yang tidak hanya dilakukan fokus ke kota-kota besar dan pulau Jawa, tetapi juga di luar-luar ini yang harus kita perhatikan. Jadi, pemerataan harus berjalan baik di Indonesia dan ini adalah hanya salah satu sektor saja, belum yang lain,” kata Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika dalam sambutannya saat peresmian.

Pada tahun 2017 ini, memang Kementerian Kominfo melalui BP3TI telah menyelesaikan 138 BTS 3T di berbagai wilayah 3T di Indonesia. Sehingga per Agustus 2017 telah terdapat 249 BTS 3T yang sudah on air. Di antaranya 17 BTS 3T tersebut ditambahkan fitur 4G sebagai tindakan afirmasi kepada masyarakat di wilayah 3T untuk memulai memanfaatkan layanan Internet cepat.

Di Kabupaten Alor sendiri saat ini telah dibangun 12 BTS 3T yang sudah on air di sejak akhir tahun 2016. Sampai akhir tahun 2017, direncanakan akan ditambahkan 25 BTS 3T yang saat ini sudah sampai pada tahap survey dan persiapan.

Bupati Alor,  Amon Djobo menyambut baik hadirnya program pembangunan infrastruktur BTS 3T di Kabupaten Alor. “Program ini merupakan wujud kerja nyata pemerintah melalui Kemkominfo dalam upaya membangun di wilayah 3T.”, ujar Amon Djobo. Amon juga menjelaskan bahwa pembangunan  di daerah tidak hanya dilakukan oleh pemerintah di daerah saja, tetapi pemerintah di pusat juga ikut andil dalam membangun di kawasan pinggiran.

Kabupaten Alor merupakan wilayah terdepan di Indonesia yang berbatasan dengan Timor Leste. Melalui Perpres Nomor 131 Tahun 2015 tentang Penetapan Daerah Tertinggal, Kabupaten Alor ditetapkan sebagai wilayah 3T( terdepan, terluar, tertinggal). Sebagian besar warga Kabupaten Alor bekerja sebagai nelayan. Di Desa Tude, terdapat 15 kelompok nelayan yang masing masing memiliki anggota antara 15 s.d. 20 nelayan. Hadirnya BTS 3T berfitur 4G di desa ini diharapkan dapat mendorong perekonomian para nelayan menjadi lebih baik lagi.

Pembangunan BTS-BTS 3T ini dibangun atas usulan dari Kepala Daerah (Bupati). Untuk Kabupaten Alor, Bupati sangat memberikan kemudahan dalam penyediaan lahan dan perizinan serta membantu dalam menyelesaikan isu isu sosial yang terjadi. Kabupaten Alor sebagai salah satu wilayah di Provinsi NTT, memiliki jumlah BTS 3T terbanyak yaitu 12 buah. Di Provinsi NTT sendiri, terdapat 23 BTS yang sudah on air dengan rincian 4 BTS di Kabupaten Belu, 4 BTS di Kabupaten Timor Tengah Utara, 3 BTS di Kabupaten Kupang dan 12 BTS di Kabupaten Alor. Total terdapat 249 BTS yang sudah on air di wilayah 3T sampai dengan Bulan Agustus 2017.

Perlu diketahui bahwa dorongan menambahkan fitur 4G ke 17 BTS 3T bukan hal yang mudah mengingat 4G membutuhkan sumber listrik permanen, stabil dan berdaya besar, membutuhkan ketersediaan jaringan teresterial sebagai transmisi kapasitas besar yang menghubungkan ke jaringan backbone. Kondisi ketersediaan di lapangan sangat mempengaruhi kualitas, cakupan dan  kapasitas pengguna dalam menyediakan layanan berfitur 4G. Sisi layanan BTS di wilayah 3T yang disiapkan ini tentu berbeda dengan BTS-BTS yang memang berada di perkotaan yang sangat didukung oleh sarana dan prasarana yang telah mapan. (Icha)