spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1506

XL Targetkan 1 Juta Pelanggan Paskabayar Dua Tahun Ke Depan

0

Telko.id – Pelanggan memang berbeda karakter dan kebutuhan akan akses layanan data dan telekomunikasinya. Itu sebabnya, operator begitu banyak memberikan berbagai paket promo yang disesuaikan para pelanggannya. Namun, kebanyakan adalah promo untuk pelanggan prabayar.

Namun, XL percaya bahwa pelanggan paskabayar lebih menjanjikan. Itu sebabnya, XL Prioritas sebagai layanan paskabayar operator yang bernuansa biru ini terus ‘digerojoki’ dengan paket-paket menarik. Salah satu promo nya adalah Paket PRIO.

Sejak diluncurkan pada tahun 2016 lalu, layanan pascabvayar PRIORITAS mendapatkan sambutan yang sangat positif dari masyarakat. PRIORITAS telah terbukti mampu memuaskan pelanggan. Hal ini terbukti dengan terus bertambahnya jumlah pelanggan yang hingga Juni 2017 telah mencapai lebih dari 580 ribu pelanggan, meningkat 9% dari akhir tahun 2016. Pendapatan layanan PRIORITAS juga meningkat sekitar 12% dari awal Januari 2016 sampai dengan Juni 2017. “Jadi targetnya dua tahun ke depan lebih dari satu juta pelanggan baru,” kata Rashad Javier Sanchez, Senior Advisor Postpaid & XL Center XL Axiata.

“Masing-masing pelanggan selalu hadir dengan kebutuhan yang berbeda-beda. Oleh karenanya kami memahami aspirasi para pelanggan yang tetap membutuhkan paket-paket layanan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan mereka untuk akses data dan telekomunikasi. Kami menghadirkan lima tipe Paket PRIO yang bisa dipilih oleh pelanggan XL PRIORITAS disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Setiap tipe menawarkan benefit yang maksimal baik data 2G/3G/4G, voice, juga SMS,” kata Rashad menambahkan.

XL tidak ingin terjebak pada penurunan revenue dari voice dan SMS yang cenderung turun terus. Itu sebabnya, dalam paket yang terbaru nya ini, sudah termasuk telekomunikasi dasar yang sebenarnya masih dibutuhkan oleh pelanggan tetapi sudah tidak sebanyak dulu lagi.

Untuk mengakomodasi kebutuhan para pelanggan paskabayarnya tersebut, XL mengeluarkan lima pilihan tipe paket berserta manfaat yang dapat dipilih oleh pelanggan adalah, Pertama, Paket PRIO Silver 12 GB Rp 100rb (10 GB di jaringan 4G + 2GB di jaringan 2G/3G/4G + Nelpon 100 menit dan 100 SMS ke semua operator). Kedua, Paket PRIO Gold 20 GB Rp 150rb (15 GB di jaringan 4G + 5GB di jaringan 2G/3G/4G + Nelpon 150 menit dan 150 SMS ke semua operator). Ketiga, Paket PRIO Platinum 30 GB Rp 250rb (20 GB di jaringan 4G + 10GB di jaringan 2G/3G/4G + Nelpon 250 menit dan 250 SMS ke semua operator). Keempat, Paket PRIO Diamond 50 GB Rp 450rb (30 GB di jaringan 4G + 20GB di jaringan 2G/3G/4G + Nelpon 450 menit dan 450 SMS ke semua operator). Kelima, Paket PRIO Ultima dengan manfaat Unlimited Data di jaringan 2G/3G/4G dan Unlimited Nelpon serta SMS ke semua operator.

Kelima pilihan ukuran paket PRIO tersebut, masing-masing juga memberitakan manfaat tambahan berupa akses layanan Whatsapp, Line dan BBM tanpa batasan kuota. Tidak hanya itu. khusus Paket PRIO Platinum, Diamond dan Ultima, masing-masing juga masih memberikan manfaat lainnya berupa 1 hari, 3 Hari, dan 5 Hari PRIOPASS yang dapat digunakan saat International roaming di negara-negara ASEAN. Tentu saja, semua Paket PRIO didukung dengan kualitas jaringan yang didesain secara khusus sehingga memberikan layanan prioritas kepada pelanggannya, sehingga mampu memberikan koneksi yang lebih cepat dan stabil.

Layanan kartu paskabayar XL PRIORITAS terus meningkatkan layanannya sejak diluncurkan pada Januari 2015. Oleh karenanya paket PRIO ini dapat dinikmati baik oleh pelanggan baru maupun pelanggan lama. Bagi pelanggan baru dapat mendaftar kartu paskabayar XL PRIORITAS Center atau XL Center di wilayah Indonesia, sedangkan bagi pelanggan lama dapat melakukan pendaftaran paket melalui UMB *123# atau MyXL Postpaid. Kenyamanan pelanggan XL PRIORITAS juga didukung dengan kualitas jaringan melalui lebih dari 87 ribu BTS, termasuk lebih dari 39 ribu BTS 3G dan lebih dari 13 ribu BTS 4G. Guna terus meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan, XL Axiata telah menyiapkan kapasitas jaringan yang memadai, dimana saat ini tidak kurang dari 288 kota/kabupaten di berbagai provinsi Indonesia telah terjangkau layanan XL 4G LTE. (Icha)

DOKU Ajak Pecinta Musik Bertransaksi Secara Cashless

0

Telko.id – DOKU, penyedia solusi pembayaran elektronik lokal pertama di Indonesia turut memeriahkan konser Road to Soundrenaline 2017. Hadir di empat kota besar, yaitu Bandung, Malang, Yogyakarta dan Jakarta Selatan, DOKU memanfaatkan momentum ini untuk membagikan pengalaman betransaksi non-tunai (cashless) kepada penikmat musik khas Soundrenaline.

“Keterlibatan DOKU dalam kegiatan ini merupakan salah satu dari bentuk dukungan kami untuk membantu percepatan realisasi Gerakan Non Tunai. Kami percaya melalui edukasi secara konsisten, perlahan tapi pasti kemudahan melakukan transaksi non tunai dapat semakin luas digaungkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkap Himelda Renuat, selaku Chief Marketing Officer DOKU.

Lebih lanjut Himelda menambahkan, “Selain edukasi seputar branding, kami juga ingin setiap pengunjung yang hadir bisa memaksimalkan pengalamannya dalam bertransaksi non tunai, terutama untuk kebutuhan sehari-hari, seperti top up pulsa dan pembelian paket data serta melalui berbagai aktivitas non tunai lainnya yang kami kemas khusus dan siap disajikan.”

Khusus untuk top up pulsa dan pembelian paket data, DOKU menawaran harga spesial khusus pengunjung, dimana setiap pembelian pulsa/paket data menggunakan DOKU senilai Rp 25.000,- akan mendapatkan potongan harga langsung senilai Rp 10.000,- Khusus untuk pengunjung yang baru mengunduh DOKU saat konser berlangsung, berkesempatan mendapatkan top up di tempat senilai Rp 20.000,- Untuk menerima top up sangat mudah, pengunjung cukup mengunjungi booth DOKU dan memberikan DOKU ID yang baru saja  mereka daftarkan. Selain itu untuk mendukung pertumbuhan basis pengguna, DOKU juga mulai memperkenalkan program referral #BagiDOKU (soft launch), yang menarik untuk diikuti.

Soundrenaline 2017 sendiri merupakan ajang musik tahunan yang sangat dinanti oleh para penikmat musik, baik di tanah air maupun para tamu mancanegara. Tahun ini, festival musik yang selalu menghadirkan  kolaborasi apik dari para musisi dan pelaku seni ini akan mengusung tema United We Loud. Tema ini sendiri ditujukan untuk mengajak penikmat musik untuk merayakan perbedaan, khususnya dalam hal mengekspresikan diri dan berkarya.

Dengan menjadi bagian dari kemeriahan rangkaian event Soundrenaline 2017, DOKU juga ingin terus memperluas area penetrasi produk e-Wallet-nya di luar Jabodetabek. Selain hadir di Jakarta Selatan (Lot 7 SCBD – 5 Agustus), DOKU akan hadir di 3 kota besar lainnya, yaitu Bandung dan Malang (29 Juli) dan Yogyakarta (5 Agustus). (Icha)

 

 

 

Tebusan Penjahat Cyber Mulai  $300 – $10.000  Setiap tahun

Telko.id – Ancaman kejahatan siber (cyber attack) setiap tahun semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan teknologi digital. Tidak hanya industri jasa keuangan saja, serangan penjahat siber ini menyerang berbagai industri lainnya.

Tidak hanya perusahaan, dampak serangan virus, malware dan ransomeware juga menyerang perangkat mobile seperti smartphone. Serangan siber menggunakan Ransomeware ini mengincar data pribadi yang dangat penting bagi penggunanya. Serangan siber yang semakin meningkat ini juga disebabkan oleh komersialisasi data hasil kejahatan yang kini menjadi bisnis besar dan menguntungkan.

Baru-baru ini Avast, penyedia layanan keamanan internet mengeluarkan fakta dan data menarik tentang ransomeware. Dimana enkripsi file yang mengunci file penting menjadi serangan umum ransomeware yang paling banyak terjadi, hingga 80%. “Jumlah tebusan para penjahat siber ini beragam mulai dari $300 hingga $10.000,” menurut pernyataan terulis yang diterima redaksi Telko.id.

Setiap tahun kerusakan total dari ransomeware ini seniai $1 miliar dan meningkat hampir dua kali lipat setiap tahun. Avast sendiri menyatakan bahwa setiap bulan mereka berhasil menghentikan 3,5 miliar serangan malware.

Negara Amerika Serikat, Rusia dan Brasil menjadi negara yang paling banyak ditarget oleh ransomeware. Berikut ini Infografis tentang Ransomware dari Avast yang menyerang dibeberapa dunia baik baik fasilitas umum punya pemerintah maupun perusahaan swasta untuk meminta tebusan uang.

Hasil riset dari Google, Chainalysis, UC San Diego, dan Sekolah Teknik Tandom NYU pun mencatat bahwa Ransomware, perangkat lunak berbahaya yang mengenkripsi data korban dan menuntut pembayaran untuk membukanya, telah menghasilkan lebih dari $ 25 juta (£ 19,1 juta) dalam bentuk bounties selama dua tahun terakhir.

Terdeteksi dari riset tersebut ada 34 jenis malware yang berbeda, melacak pembayaran pada blockchain (buku besar tentang transaksi bitcoin yang terdesentralisasi dan terdesentralisasi) untuk mencoba dan menganalisis skala uang tebusan dan jumlah uang yang dibuat oleh pedagang keliling dari para korban.

Dilaporkan juga ada yang harus mengeluarkan dana hingga $ 25 juta untuk memperoleh data-data kembali. Dari riset tersebut, terbukti beberapa jenis ransomware mampu memberikan keuntungan dibandingkan dengan yang lain. Seperti “Locky,” yang muncul pada tahun 2016, menghasilkan $ 7 juta (£ 5,3 juta). (Icha)

Paket ‘Haji 2017’ Dari Telkomsel, XL, Indosat

1

Telko.id – Kloter pertama jemaah haji Indonesia tidak lama lagi mulai akan berangkat. Momen besar ini menjadi peluang besar para operator telekomunikasi karena pasti para jemaah akan berkomunikasi dengan keluarganya di Indonesia dan sebaliknya. Itu sebabnya, semua operator mengeluarkan paket khusus. Seperti apa paket yang ditawarkan dari Telkomsel, XL dan Indosat?

Telkomsel

Selama menunaikan iibadah Haji, pelanggan Telkomsel tetap dapat menggunakan layanan seluler dengan mudah tanpa perlu mengganti kartu maupun setting handphone. Selain itu ada juga Paket Haji 3 in1 berupa layanan telpon, SMS dan Internet yang tersedia dengan harga hemat, serta tarif promo Haji yang berlaku di semua jaringan operator di Arab Saudi.

“Kami tidak hanya menyediakan tarif dan paket promo, namun kami juga menghadirkan pusat pelayanan yang siap membantu pelanggan, ” kata Arian F. Istanto, General Manager Postpaid Core Product Marketing Telkomsel. Hal ini yang menjadi kelebihan dari Telkomsel adalah keberadaan kantor layanan Grapari di Mekkah, Madinah dan Jeddah yang buka setiap hari. Tentu ini akan memberikan kenyamanan para Jemaah.

Arian menambahkan bahwa kehadiran GraPARI di berbagai lokasi di Arab Saudi ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pelanggan dalam berkomunikasi, terutama untuk melayani pelanggan asal Indonesia yang pergi ke Tanah Suci untuk menjalankan ibadah haji dan umrah, maupun tenaga kerja Indonesia yang berdomisili di Madinah dan Jeddah. Berbagai solusi komunikasi bagi pelanggan hadir di GraPARI, seperti informasi dan aktivasi produk dan layanan, upgrade kartu 4G, dan ganti kartu hilang atau rusak. Selama musim haji, Telkomsel juga menggelar Posko Haji yang ditempatkan di titik keramaian untuk melayani pelanggan.

Selama berada di Tanah Suci, untuk melakukan panggilan telepon kemana saja pelanggan hanya dikenakan Rp. 6.000/menit. Selain itu, untuk menerima panggilan telepon dari mana saja pelanggan hanya dikenakan biaya Rp. 3.000/menit dan sementara dalam berkirim SMS ke seluruh nomor tujuan, pelanggan cukup membayar Rp. 1.000/SMS, serta gratis menerima SMS dari manapun. Selain itu, pelanggan dapat menikmati akses internet sepuasnya seharga Rp. 500/10 KB dengan biaya maksimum Rp. 35.000 per hari. Pengecekkan tarif lengkap Arab Saudi dapat dilakukan dengan menghubungi *266*71#.

Pelanggan juga dapat berkomunikasi dengan menghemat biaya lebih dari 50% dengan mengaktifkan pilihan Paket Promo Haji 3in1. Paket Haji 3in1 tersedia mulai dari paket 20 hari yang terdiri dari 40 menit telpon ke nomor Indonesia, 40 menit terima telpon, 40 SMS dan 7GB layanan data selama 20 hari di Arab Saudi dengan tarif Rp. 550,000 (setelah pajak). Tersedia juga Paket 3in1 40 hari, serta Paket Internet 20 hari, Paket Internet 40 Hari, dan Paket Talk Mania 1 Hari, yang secara leluasa dapat dipilih pelanggan sesuai kebutuhannya. Untuk info dan aktivasi paket-paket tersebut pelanggan cukup menghubungi *266*15#.

XL Axiata

Para Jemaah haji Indonesia yang diperkirakan mencapai 221 ribu, diantaranya adalah para pelanggan XL Axiata. Berbeda dengan operator lain, XL lebih fokus memberikan layanan data.

“Kami sangat memahami kebutuhan pelanggan agar bisa mendapatkan kemudahan sarana komunikasi tersebut, termasuk melalui layanan Data. Bekerjasama dengan mitra operator Arab Saudi, kami telah menyediakan paket yang bisa mengakomodir kebutuhan jamaah Haji dengan antara lain berupa tarif yang murah”, kata Roy Wisnhu Wibowo, GM Consumer Product XL.

XL Menawarkan tiga pilihan paket. Pertama, Paket Nelpon & SMS (50 menit nelpon dan 50 kirim SMS, masa aktif 40 hari, Rp 200rb), Paket Combo 20 Hari (Internet Unlimited, 50 menit nelpon dan 50 kirim SMS, masa aktif 20 hari, Rp 350rb), serta Paket Combo 40 Hari (Internet Unlimited, 50 menit nelpon dan 50 kirim SMS, masa aktif 40 hari, Rp 450rb). Untuk bisa dapat menikmati Paket Haji ini tersedia khusus bagi pelanggan XL prabayar, pelanggan dapat mengakses ke *123*747#, atau menggunakan aplikasi MyXL. Di Tanah Suci, pelanggan dapat menggunakan kuota nelpon untuk berkomunikasi baik ke tanah air, ke nomor telepon lokal Arab Saudi, maupun menerima panggilan telepon.

Dalam penyelenggaraan program layanan khusus jamaah Haji ini, XL Axiata bekerjasama dengan operator Arab Saudi, STC dan Zain.

Kelebihan dari XL adalah tariff komunikasi yang lebih murah. Untuk melakukan panggilan ke semua nomor Indonesia dan Arab Saudi, XL Axiata memberikan tarif terjangkau, hanya Rp 5.000/ menit. Menerima telepon hanya dikenakan tarif Rp 2.500/menit. Sementara untuk layanan internet dan Blackberry harian Rp 35.000/ hari.

Indosat Ooredoo

No Bill Shock! Tarif fix. Indosat menjamin tidak akan ada lonjakan pemakaian selama berada di Arab Saudi. Hal ini lah yang digembar-gemborkan oleh Indosat untuk paket khusus Haji 2017 ini.

Selama musim Haji 2017 ini jama’ah haji pengguna IM3 Ooredoo bisa menikmati berbagai benefit promo roaming selama di Arab Saudi berupa UNLIMITED INTERNET mulai Rp 39.900/hari, tarif khusus telpon dan SMS yang terjangkau dan beragam pilihan paket yang menarik untuk HEMAT telpon, SMS, dan internetan (3-in-1) mulai Rp 199.900.

Selain itu, tersedia juga tarif promo harian untuk menerima panggilan telepon, pelanggan dikenakan Rp3.000/menit, untuk melakukan panggilan telepon ke nomor Indonesia dan ke nomor lokal Arab Saudi dikenakan Rp6.000/menit. Sementara untuk kirim SMS ke seluruh nomor tujuan, pelanggan hanya membayar Rp1.500/sms, dan bebas biaya menerima SMS dari manapun. Pelanggan juga dapat menikmati internetan sepuasnya seharian hanya dengan Rp39.900 tanpa harus registrasi.

Yang berbeda dibandingkan dengan operator lain, Indosat menawarkan paket 20 hari dan 40 hari. Tentu ini akan mempermudah pelanggan Indosat untuk menentukan pilihan. Untuk mempermudah para pelangganya yang berangkat haji, XL melakukan kerjasama dengan Tokopedia, Alfamart dan Indomaret. (Icha)

Formula Tarif Data Bakal Membuat Industri Semakin Bergairah

0

Telko.id – Seminggu belakangan, industri telekomunikasi diramaikan dengan bocornya surat dari CEO Indosat Ooredoo yang dikirimkan pada Kemenkominfo. Isi nya tentang usulan agar pemerintah melakukan pengaturan tarif data bawah. Berkenaan dengan usulan tersebut Rudiantara menyebutkan bahwa pemerintah harus berada di titik optimal dalam melihat kepentingan industri telekomunikasi dan masyarakat sehingga ada keseimbangan.

“Harus ada kompetisi sehingga masyarakat mendapat opsi produk maupun layanan,” kata Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika dalam diskusi interaktif telekomunikasi pada hari ini. Mengambil tema “ Mencari tarif data yang ideal”.

Dalam diskusi ini dihadiri oleh Alexander Rusli, Presiden Direktur dan CEO Indosat Oredoo, ketua ATSI (Asosiasi Telepon Selular Indonesia) Merza Fachys, Ketua KPPU (Komisi Pengawasan dan Persaingan Usaha), M Syarkawi Rauf, Komisioner BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia) Ketut Pribadi, dan juga Ketua Harian Lembaga Yayasan Konsumen Indonesia Tulus Abadi.

Lebih lanjut Rudiantara yang kerap dipanggil dengan Chief RA ini pun menambahkan bahwa “Harus ada kompetisi sehingga masyarakat mendapat opsi produk maupun layanan. Namun, Rudiantara menjelaskan bahwa tidak akan menetapkan floor price. Yang akan dilakukan adalah membuat formula tarif data yang memungkinkan operator masih mendapat ruang untuk bermanuver dalam berkompetisi.

Dalam kesempatan berikutnya, menurut Alexander Rusli pihaknya melihat positif diskusi mengenai tarif data karena apabila tidak ada langkah dukungan dari pemerintah sulit bagi operator menahan penurunan yield data yang terjadi dalam beberapa tahun ini. “Penurunan itu makin irrasional dan bisa menjadi tak prospektif lagi memberikan layanan data kepada masyarakat,” kata Alex. Padahal, Merza Fachys menambahkan bahwa potensi mobile broadband di Indonesia masih sangat besar. Tetapi, tetap mesti ada ekosistem yang mendukung pertumbuhan data seperti kompetitifnya operator.

Menyambut persoalan tarif data, Ketut menyatakan pihaknya akan segera mematangkan formula tarif sesuai amanat pasal 28 UU no.36 tahun 1999 tentang telekomunikasi. “Kami masih membahas internal, bulan depan akan mengumpulkan operator, dan kira-kira dalam 3-4 bulan Peraturan Menteri (PM) tentang formula tarif data akan keluar,” kata Ketut. Dalam menyusun formula tarif tersebut terdiri dari biaya elemen jaringan (network element cost) ditambah biaya aktivitas layanan retail (retail services activity cost) dan profit margin. Artinya, PM 9/2008 akan segera diperbarui untuk mengakomodir layanan data.

Yang juga menarik dalam diskusi ini adalah dalam jangka panjang persoalan konsolidasi operator dengan aksi korporasi akuisi atau merger bisa menjadi jawaban agar kompetisi antar operator seluler juga semakin sehat. “Konsolidasi akan membawa kompetisi antar operator menjadi lebih sehat,” kata Syarkawi Rauf.

Alexander Rusli membenarkan bahwa jangka panjang, opsi konsolidasi bisa memecahkan kebuntuan dalam hal tarif. “Tetapi dalam jangka menengah, persoalan tarif data juga butuh dukungan pemerintah agar industri tetap tumbuh,”. Operator butuh business return agar penambahan dan perawatan jaringan terjamin.

Chief RA juga membenarkan bahwa pihaknya mendorong dengan lebih kuat agar operator bisa melakukan konsolidasi. Dengan konsolidasi, ruang kompetisi diharapkan makin terbuka dan layanan ke masyarakat menjadi semakin baik.

Dari sudut pandang konsumen, menurut Tulus Abadi, tarif telekomunikasi baik voice, SMS maupun data seharusnya dikembalikan kepada apa yang dibutuhkan konsumen. Mereka membutuhkan layanan dengan kecepatan dan cakupan layanan yang besar, hingga kalau perlu menerapkan Standar Pelayanan Minimum agar ada standar yang disepakati bersama pada layanan yang diberikan oleh operator seluler. (Icha)

Apple Akhirnya Dapat Persetujuan FCC Untuk Test 5G

0

Telko.id – Apple akhirnya mendapatkan lisensi uji coba dari Federal Communications Commission atau FCC. Ijin tersebut untuk melakukan pengujian di high-band frequencies di California, minggu lalu. Hal ini merupakan gerakan pertama 5G vendor iPhone seperti dilansir oleh light reading.

Seperti dilaporkan sebelumnya, Apple Inc. berencana menguji sinyal 28GHz dan gelombang 39GHz (mmWave) di San Cupertino dan Santa Clara. Gelombang milimeter (30GHz-300GHz) diharapkan menjadi salah satu blok bangunan 5G, membantu operator untuk menghasilkan kecepatan gigabit per detik.

Di Amerika sendiri yang memiliki spectrum tersebut adalah Verizon Communications yang memiliki spektrum di 28GHz dan 39GHz. Lalu, AT & T memiliki lisensi 39GHz, dan T-Mobile US yang mengakuisisi beberapa lisensi 28GHz saat mengakuisisi MetroPCS. Spektrum 28GHz ini juga diharapkan bisa digunakan di Jepang dan Korea Selatan untuk 5G. Teknologi ini juga akan disampaikan dalam frekuensi “sub6” yang disebut, dengan menggunakan teknik radio lanjutan yang sama, yang dapat merentang dari 600MHz menjadi 3.5GHz.

Salah satu blok bangunan 5G, millimeter wave yang merupakan high-band spectrum – 30GHz sampai 300GHz – yang dapat memberikan kecepatan data yang tinggi. Di mana smart Array antenna dan radio beam steering akan membantu meningkatkan kecepatan data di atas 1 Gbit / s dan mengatasi masalah rentang dan propagasi untuk menghasilkan 5G, atau paling tidak, itulah teorinya.

“Apple berusaha untuk menilai kinerja link seluler di direct path dan multipath antara pemancar dan penerima stasiun pangkalan menggunakan spektrum ini,” kata perusahaan tersebut dalam aplikasi tersebut.

Apple mengatakan bahwa mereka menggunakan unit dari A.H. Systems, Analog Devices Inc. (NYSE: ADI) dan Rhode and Schwartz dalam tes tersebut.

Sebelumnya, Apple pernah menjelaskan bahwa dalam tahap awal project nya dengan 5G ini konsentrasi pada mmWave 5G yang diharapkan pada 2018 sudah siap. Apple juga menjelaskan bahwa masalah baterai sangat penting untuk smartphone 28GHz.

Selanjutnya, semua pengujian 39GHz untuk 5G sejauh ini tampaknya tetap berada di ranah nirkabel. Ini menunjukkan bahwa iPad 5G, atau bahkan mungkin router rumahan, bisa menjadi produk pertama yang dikembangkan oleh Apple menggunakan teknologi nirkabel generasi berikutnya.

Namun banyak pihak yang melihat bahwa Apple tidak mungkin mendahului Samsung dalam meluncurkan iPhone mmWave. Pasalnya, perusahaan asal Korea sudah jauh lebih dahulu melakukan uji coba mmWave. Walau demikian, dengan adanya Apple dalam arena 5G ini akan memberikan nuansa persaingan yang lebih ketat.  (Icha)

Grab Dapat Kucuran $ 2 Miliar Dari SoftBank dan Didi Chuxing

0

Telko.id – Grab mampu mengumpulkan dana sebesar $ 2 miliar dari Didi Chuxing dan SoftBank Group Corp. Dana yang terkumpul ini menjadi penggalangan dana terbesar yang pernah ada di Asia Tenggara. Langkah ini diharapkan dapat menggeser kedudukan Uber Technologies di Cina.

Kesepakatan tersebut yang menggabungkan aliansi antara SoftBank, Didi and Grab, membuat persaingan transportasi online di Malaysia dan Thailand dengan Uber semakin runcing. Namun, dana yang diperoleh dari kedua perusahaan tersebut masih dirasakan belum cukup karena Grab masih berharap mendapatkan kucuran dana lagi sebesar $ 500 juta. Hanya saja belum diungkapkan dari mana dana tersebut berasal. Walau demikian, dana yang diperoleh saat ini saja sudah membuat valuasi dari Grab meningkat. Diproyeksikan oleh para pengamat, valuasi Grab saat ini mencapai $ 6 miliar dan menjadikannya startup paling berharga di Asia Tenggara.

Di sisi lain, Grab memiliki peluang yang cukup besar untuk mengalahkan Uber. Berdasarkan rekaman dunia financial, Uber di Rusia dan Cina sedang mengalami kemunduran. Padahal di kedua negara tersebut Uber cukup kuat bercokol dengan miliaran dolar yang sudah dipakai. Namun, ternyata tidak mengamankan posisinya karena harus menyerah dengan rival lokal yang dibiayai dengan baik dan cerdas.

Di Asia Tenggara sendiri, perang tarif bukan hanya dengan Grab saja. Uber pun harus berhadapkan dengan Go-Jek yang merupakan perusahaan lokal di Indonesia. Hal ini disebabkan karena para pemain lokal sejauh ini telah menunjukkan inisiatif yang lebih besar dalam hal meluncurkan layanan seperti pembayaran digital, kata Ajay Sunder, Vice President Digital Transformation Frost & Sullivan Singapore.

Ajay juga menambahkan bahwa “Grab telah jauh lebih agresif dari Uber. Bahkan, melakukan akuisisi baru dan meluncurkan layanan baru di kawasan ini,” katanya.

SoftBank telah menjadi pemodal utama dalam pertempuran melawan Uber di Asia, pertama menempatkan $ 5 miliar di Didi bersamaan dengan investasi awal di Grab dan India’s Ola. Namun, investasi di Grab adalah salah satu investasi terbesar di kawasan ini, yang akan segera diluncurkan sebagai mega Vision Fund.

Bagi SoftBank, investasi yang diluncurkan ini menjadi sebuah pembuktian. Terlebih ketika beberapa waktu lalu, perusahaan ventura ini mendukung pertempuran Alibaba Group di China melawan EBay dan Amazon.com. Grab sendiri sudah melakukan komunikasi dengan perusahaan Jepang tersebut mulai dari awal pembentukannya. Di mana, Anthony Tan bertemu dengan Masayoshi Son di kantor miliarder Tokyo pada 2014. Keduanya menutup kesepakatan kemudian dengan jabat tangan dan SoftBank telah mendukung Grab sejak saat itu.

“Grab menggunakan teknologi untuk menangani transportasi dan pembayaran, beberapa tantangan terbesar hadir di Asia Tenggara,” kata Son dalam sebuah pernyataan.

Grab mengatakan bahwa pihaknya memiliki 95 persen market share di Asia Tenggara dan menjadikannya berada di posisi ke tiga. Saat ini, transportasi berbasis online ini menangani sekitar 71 persen kendaraan pribadi dan memiliki taksi pihak ketiga di Asia Tenggara dan menangani 71 persen kendaraan pribadi, dan memiliki hampir 3 juta kendaraan yang aktif setiap harinya.

Saat ini memang diprediksikan oleh para pengamat menjadi momen yang tepat bagi Grab. Pasalnya, Uber sedang memiliki banyak permasalahan internal, termasuk skandal seputar diskriminasi gender serta kepergian para seniornya. Mulai dari Chief Executive Officer Travis Kalanick ke bawah. (Icha)

Siemens Bangun Digitalisasi hub Di Singapura Untuk Dorong Pertumbuhan IoT

0

 

Telko.id – Sudah lama tidak terdengar namanya, perushaan Jerman ini kini muncul di Singapura. Ya, Siemens, perusahaan asal Jerman ini, baru saja mengumumkan pendirian pusat digitalisasi di Singapura untuk mengembangkan produk inovatif di internet mengenai hal-hal (IoT). Didukung oleh Singapore Economic Development Board (EDB), hub ini juga akan melengkapi usaha daerah tersebut untuk menjadi smart nation atau negara yang cerdas, kata perusahaan Jerman tersebut, seperti dilansir dari RCR Wireless.

“Singapura adalah salah satu ekonomi terbesar di dunia. Hal ini dikarenakan Negara ini dikenal sebagai Negara yang excellent, memiliki perencanaan jangka panjang dan pemikiran jauh ke depan. Siemens akan menjadi mitra kunci untuk membantu Singapura mempersiapkan ekonomi digital baru. Siemens akan membantu Singapura untuk memproyeksikan MindSphere sebagai sistem operasi IoT. Hal ini menjadi menarik karena Singapura memiliki kesempatan unik untuk menjadi ekosistem perkotaan terintegrasi penuh di dunia. Untuk membantu mencapai hal ini, kami menyiapkan Digitalization Hub terintegrasi terbesar kami di Singapura, “kata Joe Kaeser, Presiden dan CEO Siemens.

“Kami bangga dapat merekrut Siemens di pusat digitalisasi barunya yang akan mendukung langkah Singapura untuk menjadi negara yang cerdas. Dengan memanfaatkan sistem operasi MindSphere Siemens. Hub ini diharapkan akan menciptakan peluang baru bagi bisnis untuk memanfaatkan ekosistem digital yang kaya di negara ini untuk mengembangkan solusi digital yang inovatif di ruang industri IoT, “kata Beh Swan Gin, ketua EDB.

Sebagai bagian dari pusat digitalisasi baru, Siemens akan bekerja sama dengan para pelanggan, mitra dan universitas untuk mengembangkan aplikasi digital baru.

Dimulai dengan 60 spesialis dari berbagai disiplin ilmu, tim hub IoT diperkirakan akan tumbuh hingga 300 pada tahun 2022. Kerjasama ini diharapkan juga dapat mengumpulkan ilmuwan data, arsitek solusi, insinyur perangkat lunak, pakar sistem dan spesialis domain dari infrastruktur perkotaan, industri dan Sektor kesehatan.

Dalam berita terkait, SP Group, satu-satunya perangkat transmisi dan distribusi di Singapura menandatangani sebuah kesepakatan untuk berkolaborasi dengan Siemens untuk membangun platform perangkat lunak manajemen energi generasi berikutnya untuk pusat kendali 24/7 SP, untuk memungkinkan perencanaan, surveilans dan perawatan prediktif Singapura yang lebih kuat. Jaringan listrik Kedua perusahaan juga akan menciptakan solusi grid mikro perkotaan multi-energi untuk membantu konsumen menghemat energi dan biaya. (Icha)

Advan ‘Gerilya’ Garap Pasar Milenial Di Jawa Timur

0

Telko.id – Salah satu merek nasional yang masih bertahan dan diperhitunkan dalam pasar smartphone adalah Advan. Kemampuannya untuk mencari celah pasar dan menahan pengeluaran untuk marketing adalah satu strategi yang diterapkan merek ini. Seperti yang dilakukan untuk produk Advan G1 Pro.

Advan G1 Pro sebagai kelanjutan dari Advan G1 yang diluncurkan pada awal tahun ini memberikan keunggulan baru tetapi dengan harga yang lebih murah dari pada ‘kakak kandungnya’. Hanya Rp.1.899.000. Targetnya adalah mensasar generasi milenial. Ceruk pasar yang dianggap sangat potensial. Hanya saja, Advan tidak mau gegabah untuk langsung menerapkan secara nasional. ‘Proyek’ peluncuran produk barunya ini untuk tahap pertama akan dilakukan hanya di Jawa Timur dan melalui market place Lazada.

Jawa timur ini sengaja dipilih oleh Advan untuk penjualan produk barunya. “Jawa Timur ini dipilih karena dari sisi SDM, Channel Distribution dan lain sebagainya sudah lebih siap dibandingkan dengan wilayah lain,” kata Tjandra Lianto, Direktur Marketing Advan menjelaskan. Disisi lain, jika dilihat dari market share Jawa Timur untuk produk Advan cukup baik. Sekitar 11 -12%.

Tjandar juga menambahkan “Kami jika harus berhadapan head to head dengan merek lain yang cukup besar dana promosi dan marketingnya pasti kalah. Jadi kami harus mencari jalan lain untuk tetap diterima pasar. Dan kami melihat bahwa generasi milenial ini cukup besar”.

Dengan langkah ini, Tjandra mengaku bahwa budget marketing yang dikeluarkan bisa sangat efisien. Setidaknya, sekitar 70 – 80% biaya bisa dipangkas. Namun, tetap Advan akan menggunakan produk ambassador. Pilihannya juga bukan artis yang sudah terkenal melalui TV atau media tradisional tapi artis yang dikenal di media social. Ya, yang dipilih ada GAC. Group penyanyi muda yang terdiri dari Gamaliel, Audrey dan Cantika. Group vocal ini dikenal melalui youtube.

“Sengaja kami mengambil GAC sebagai produk ambassador karena sesuai dengan target market yang disasar oleh Advan untuk produk G1 Pro ini,” kata Adi Gusena, Brand Director Advan menjelaskan. Terlebih, G1 Pro ini diawal peluncurannya hanya mensasar ceruk pasar yang sangat kecil. Namun, jika sukses ‘proyek’ di Jawa Timur ini, akan menjadi pilot project untuk di daerah lain. Uji pasar ini akan dilakukan hingga bulan Agustus mendatang.

Advan G1 Pro akan dipersiapkan sebanyak 20 ribu unit setiap bulannya. Artinya, jika sampai akhir tahun saja bisa mencapai 120 unit. Angka yang cukup optimis untuk sebuah produk yang mensasar ceruk pasar yang unik.

Kenapa Advan sangat optimis dengan produk barunya? Salah satu yang diunggulkan adalah fitur keamanan canggih yang dibenamkan dalam produk ini. Seperti Advan Security, X-Locker, Privacy System, fingerprint, enkripsi  yang mendukung data privasi pengguna. Harga terjangkau dengan teknologi kamera mumpuni serta audio yang berkualitas tinggi.

Terlebih, belakangan ini banyak sekali masalah keamanan yang menyangkut penggunaan smartphone seperti serangan malware, virus, peretasan data, dan sebagainya. Bahkan melibat tokoh terkenal seperti selebritis. “Hal ini menjadi concern kami untuk mengembangkan smartphone dengan tingkat keamanan data yang lebih baik dengan merilis Advan G1 Pro,” kata Tjandra.

Selain itu, karena Advan G1 Pro ini diperuntukan bagi para melenial Kamera yang dibenamkan juga sudah lebih kaya akan fitur yang membuat pengguna lebih kreatif dalam berfoto. Advan G1 Pro bahkan menjadi produk pertama yang memiliki kamera 13 MP smart chip dan 8 MP Largan lens, dilapisi AF coating. Teknologi Largan telah dipercaya berbagai brand smartphone ternama di dunia.

Dengan teknologi struktur internal dari chip sensor, mampu menghasilkan kecepatan dan fokus area lebih baik sehingga dapat menangkap obyek lebih cepat, tepat, hasil foto lebih tajam dan jernih. Kelebihan kamera utama Advan G1 Pro dengan resolusi 13 MP ini sama dengan Samsung 3L8 smart chip.

Sedangkan kamera depan G1 Pro dengan resolusi 8 MP memiliki kelebihan sama dengan Samsung 4 H8 smart chip yang membuat hasil gambar menjadi lebih jernih dan natural. Kamera depan juga dapat mendeteksi umur dan jenis kelamin penggunanya, ditambah adanya aplikasi built in Beauty Selfie untuk para wanita agar terlihat lebih cantik.

Kamera Advan G1 Pro juga lebih kaya akan fitur, seperti Fun Selfie yang membuat pengguna lebih kreatif dalam berfoto. Fitur lainnya adalah Fun Cam. Dengan fitur ini pengguna akan merasakan sensasi dan keunikan ketika merekam video dengan aksesoris lucu dan imut, seperti kucing, anjing, dll.

Pengguna juga bisa memaksimalkan hasil foto-video karena terdapat  fitur Beauty Selfie dan Beauty Video. Fitur ini  befungsi untuk mengedit foto atau video agar hasilnya lebih cantik dan lebih keren. Ada beberapa tingkatan level yang bisa difungsikan; level halus, level putih, level kurus, dll. Kosmetik digital ini membuat Anda lebih percaya diri ketika meng-upload hasil foto ke social media.  Advan G1 Pro juga bisa mengambil obyek foto dengan  efek bokeh (blur) layaknya  kamera SLR.

Tak hanya itu, Advan G1 Pro juga dilengkapi fitur unik ‘Shake to shoot’ untuk mengakses kamera dengan cepat tanpa mengubah posisi tangan. Serta ‘Shake to play’ untuk mendengarkan musik menjadi jauh lebih menyenangkan, dengan cukup menggoyangkan perangkat untuk berpindah lagu.

Para Milenial juga disuguhkan speaker ‘gahar’ dengan Titanium Amplifier dan smart amplifier. Teknologi loudspeaker canggih yang disematkan pada G1 Pro ini juga dilengkapi dengan generasi baru menggunakan Chip Smart PA generasi ke-3. Dengan cerdas memaksimalkan kinerja speaker yang menghasilkan suara ngebass dan jernih setingkat Hi-Fi.

Speaker premium didalam ruang akustik titanium memberikan resonansi audio yang lebih sempurna, menghasilkan  suara bass yang solid dan spektrum audio yang lebar, demi memanjakan  telinga para penggunanya. Pengguna juga dimanjakan dengan earphone premium yang didesain khusus untuk memberikan output suara berkarakter bass yang solid.

Tidak ketinggalan, Advan G1 Pro sudah didukung oleh IDOS (Indonesia Operating System). Sampai saat ini, IDOS  telah mencapai versi IDOS 6.1.2 yang memakai basis Android Marshmallow 6.0. Sistem operasi IDOS ini meningkatkan kesempurnaan disaat menjalankan beragam aktivitas dengan ponsel.

Sesuai dengan namanya, IDOS adalah kebanggaan masyarakat Indonesia sebagai operating sistem pertama dan satu-satunya yang dikembangkan oleh brand nasional, yakni Advan.

IDOS memiliki user interface khusus yamg dirancang berdasarkan kebutuhan dan kebiasaan orang Indonesia. Keberadaan IDOS menjadikan tampilan antar muka Advan G1 Pro  semakin fresh dan user friendly.

IDOS versi 6 ini memiliki empat update utama, yaitu Security, Smart Management, Power Saving, dan Unique Feature. Dalam Unigue Feature  didalamnya terdapat 13 fitur Panduan Muslim, di antaranya,  Panduan Membaca Al-Quran, Petunjuk Arah Kiblat, Pengingat Waktu Sholat, Lokasi Terdekat  (lokasi masjid, restoran halal & toko terdekat dimanapun Anda berada), Kalender Islam dan Asmaul Husna/Nama Allah,  Doa-Doa, Pesan Bergambar, Cerita Nabi, Tasbih Digital, Panduan & Do’a Wudhu,  Huruf Hijaiyah, dan  Komunitas. (Icha)

 

CEO XL: Penetapan Tarif Bawah Tidak Menyelesaikan Masalah

0

Telko.id – Usulan adanya aturan penetapan tarif bawah layanan internet yang disampaikan President Director & CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli dalam suratnya kepada Menkominfo, Rudiantara, mendapat tanggapan yang beragam dari para operator.

“Menurut saya, sah-sah saja operator mengirimkam surat ke pemerintah atau regulator untuk mengusulkan sesuatu,” kata Presiden Direktur dan CEO XL Axiata, Dian Siswarini saat dihubungi Telset.id di Jakarta, Jumat (21/7/2017).

Menurut Dian, tarif merupakan alat untuk berkompetisi bagi setiap operator, dan tentu saja setiap operator tidak Ingin bisnisnya merugi. Cost structure operator berbeda-beda dengan strategi bIsnis yang berbeda-beda juga. Hal Ini menyebabkan level tarif tidak sama untuk semua operator.

“Penetapan tarif bawah oleh pemerintah belum tentu memperbaiki masalah operator yang merasa bisnisnya kurang menguntungkan,” ujarnya menanggapi usulan penetapan tarif bawah layanan internet di Indonesia.

Karena, menurut Dian, masih ada faktor lain yang harus lebih diperhatikan, misalnya mekanisme pengawasan. Ia mengusulkan, sebaiknya pemerintah menurunkan costindustri dengan cara misalnya mengurangi regulatory charges.

[Baca juga: Ini Tanggapan BRTI Soal Tarif Internet yang Dikeluhkan Indosat]

Ia juga tidak sependapat dengan anggapan bahwa telah terjadi perang tarif layanan data di antara para operator. Karena menurutnya, saat ini persaingan tarif layanan data atau internet antara operator di Indoenesia masih dalam taraf wajar.

“Menurut saya sekarang kondisinya masih wajar kok, kita nggak sedang price war gila-gilaan,” kata wanita jebolan ITB itu.

Sebelumnya dalam suratnya, Alexander Rusli mengatakan operator terjebak dalam perang tarif yang berbahaya, karena harga layanan data di Indonesia sudah sangat rendah dan jauh di bawah harga layanan sejenis di negara lain.

“Operator terjebak dalam perang tarif yang berbahaya, karena harga layanan data di Indonesia sudah sangat rendah, bahkan dijual dengan harga di bawah biaya produksi,” ujar Alex.

Ia mengungkapkan, tekanan persaingan bebas tanpa regulasi yang memadai telah memaksa operator untuk menjual layanan data dengan tarif di bawah biaya produksi secara terus menerus. Kondisi ini mengakibatkan imbal hasil yang tidak memadai bagi operator.

[Baca juga: Minta Tarif Data Diatur, Bos Indosat Surati Menkominfo]

Hal itu akhirnya akan mengurangi kemampuan operator untuk mempertahankan kualitas layanan, apalagi memperluas layanan. Dalam jangka panjang bahkan dapat membahayakan keberlangsungan hidup operator.

Keprihatinan Indosat ini diamini oleh operator Tri Hutchinson Indonesia. Menurut mereka, saat ini tarif layanan Data di Indonesia terlalu murah. Harusnya ada regulasi yang mengatur batas tarif bawah layanan Data.

“Tarif data di Indonesia sangat murah, idealnya tarif data yang normal untuk di Indonesia adalah sekitar Rp 25.000/GB,” kata M. Danny Buldansyah,  ‎Vice President Director at PT Hutchison 3 Indonesia.

Menurut Danny, jika tarif data dinaikkan, maka penggunaan data oleh pelanggan juga akan turun. Tapi secara industri telekomunikasi di Indonesia akan jauh lebih efisien.

Hal senada diungkapkan Merza Fachys, President Director Smartfren Telecom. Ia mengaku sangat prihatin terhadap kondisi operator di Indonesia yang kesulitan dalam menggelar layanan data/internet, karena harganya yang kelewat murah.

“Konon tarif data di Indonesia nomor empat paling murah di dunia. Padahal investasi untuk membangun dan biaya operasi jaringan data di Indonesia, saya yakin tidak paling murah di dunia. Karena investasi jaringan data 60-70% adalah barang import. Dan kita tahu perusahaan penyedia jaringan telekomunikasi hanya itu-itu juga pemainnya,” kata Merza.

Ditambahkannya, bahwa dalam banyak hal pembangunan prasarana jaringan seperti site, tower, dukungan daya listrik dan lainnya juga bukan barang murah di Indonesia. Dari sisi operasional jaringan di Indonesia juga masih banyak membutuhkan dukungan pihak asing (managed service).

“Artinya secara capex dan opex tidak lebih murah, tapi harga jualnya kok malah jauh lebih murah,” ujar Merza.

[Baca juga: Soal Perang Tarif Data, Begini Kata Operator]

Kondisi ini, menurut Merza, secara logika tentu saja membuat tingkat kesehatan para operator pasti rendah. Apalagi yang bisnisnya lebih banyak tergantung pada layanan data.

Di sisi lain sebagai pihak pengguna data tentu saja masyarakat sudah sangat enjoy dengan keadaan sekarang. Sehingga kalau nanti berubah naik, maka akan membuat kenyamanannya terganggu.

Untuk itu perlu ada elastisitas dari dua arah hingga tercapainya equilibrium. Karena bila harga tiba-tiba naik, maka pengguna akan berkurang volume pemakaiannya, dan akhirnya kenaikan tarif data pun tidak ada gunanya. Elastisitas dari dua arah ini maksudnya adalah dari operator dan pelanggan.

Namun, lanjut Merza, elastisitas ini tidak boleh mendadak, harus dilakukan stretching secara bertahap hingga tercapai equilibrium. Pada titik itulah terjadi keseimbangan, baik bagi pelanggan maupun industri telekomunikasi di Indonesia secara keseluruhan. Jadi tidak bisa ditentukan berapa besar tarif data yang ideal tersebut.

“Tidak ada kata ideal yang pasti sebelum dilakukan dan dimonitor sampai titik yang tepat,” uja Merza. (HBS)