spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1505

Asus Zenpad Z8s ZT582KL

0

Telko.id – Spesifikasi Asus Zenpad Z8s ZT582KL bertumpu pada Snapdragon 652, 3 GB dan kamera yang mampu menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 13 MP. Perangkat yang diperkenalkan pada 2017, August ini dibekali sistem operasi Android 7.0 (Nougat) dan layar berukuran 7.9″ Inch.

Sampai berita ini diturunkan, Asus memang belum secara resmi merilis harga Asus Zenpad Z8s ZT582KL. Tapi jika melihat dari spesifikasi yang ditawarkan, perangkat ini diperkirakan akan dibandrol dengan harga [content-egg-block template=customizable next=1 show=price] yang kurang lebih sama dengan seri pendahulunya.[content-egg-block template=price_comparison]

(Baca Juga : Harga dan Spesifikasi Asus Terbaru)

Perangkat cerdas ini hadir dengan beberapa pilihan warna (Black) dan memiliki body berdimensi 204 x 133.9 x 6.9 mm (8.03 x 5.27 x 0.27 in) dengan berat 306 g (10.79 oz). Desainnya dibangun dari komponen Glass front, aluminum back, aluminum frame, dengan slot SIM card yang diletakkan pada sisi body, support Micro-SIM.

Spesifikasi Asus Zenpad Z8s ZT582KL

Pada sektor performa, perangkat ini mengandalkan chipset Snapdragon 652 yang ditopang Central Processing Unit atau CPU Octa-core (4×1.8 GHz Cortex-A72 & 4×1.2 GHz Cortex-A53) dan prosesor grafis / GPU Adreno 510. Komponen pemrosesan tersebut didukung dengan RAM berkapasitas 3 GB. Lengkap dengan opsi penyimpanan internal / ROM berkapasitas 16GB storage, microSDXC dan baterai berjenis Li-Po dengan kapasitas 4680 mAh.

Beralih ke bagian multimedia, ada layar berukuran 7.9″ Inch dengan jenis S-IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors. Resolusi layarnya 1536×2048 pixels dan telah dilengkapi dengan ,. Layar tersebut jadi viewfinder yang cukup nyaman untuk menampilkan beragam fungsi yang dibawanya. Termasuk untuk menonton video dan bermain game tentunya.

Baca Juga : LayarKaca21 dan 7 Situs Nonton Film Gratis Pengganti Indoxxi

Dan layaknya sebuah perangkat cerdas, Asus Zenpad Z8s ZT582KL sudah dibekali konektifitas yang terbilang lengkap. Untuk konektifitas jaringan seluler misalnya. Perangkat ini support teknologi GSM / HSPA / LTE yang bisa digunakan untuk melakukan komunikasi data dengan kecepatan maksimal HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE Cat4 150/50 Mbps. Selain itu ada juga konektifitas USB Type-C 1.0 reversible connector, GPS(Yes, with A-GPS, GLONASS), Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot, dan bluetooth (4.2, A2DP, LE, aptX). Tak ketinggalan fitur lainnya seperti Accelerometer, gyro, proximity, compass, .

Kamera Asus Zenpad Z8s ZT582KL

Sejak kemunculan media sosial dan platform berbagi lainnya, kamera jadi salah satu fitur penting dari sebuah perangkat cerdas. Tak terkecuali perangkat yang satu ini. Ya, berikut adalah sensor kamera utama yang dibenamkan ke dalam body belakang Asus Zenpad Z8s ZT582KL :

  • 13 MP, f/2.0, AF.

Sensor kamera tersebut tidak hanya bisa digunakan untuk menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 13 MP tapi juga untuk merekam video dengan resolusi maksimal 1080p. Lalu bagaimana dengan kamera depannya?

Well, untuk kamera depan, perangkat ini mengandalkan sensor 5 MP yang tidak hanya penting untuk selfie, tapi juga bisa diandalkan saat melakukan video call ataupun video conference. Kamera tersebut dilengkapi dengan fitur dan bisa digunakan untuk merekam video dengan resolusi maksimal .

Baru 40% Pelanggan Yang Gunakan XL 4G LTE

0

Telko.id – XL Axiata memang sangat fokus untuk meningkatkan jumlah pelanggan data. Harapannya, tentu trafik layanan data pun ikut secara signifikan tumbuh. Untuk itu, perluasan jaringan 4G LTE juga dilakukan secara massif.

Sampai bulan Juni 2017 sebanyak 288 kota/kabupaten telah terjangkau layanan internet cepat ini, termasuk di antaranya puluhan kota di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Untuk wilayah Jawa, hampir seluruh kota-kabupaten di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, telah terlayani 4G LTE. Peningkatan kualitas jaringan data yang berkesinambungan tersebut termasuk juga perluasan jaringan 4G LTE, telah mendorong tingkat kenyamanan pelanggan dalam mengakses layanan-layanan data.

XL Axiata telah meningkatkan jumlah jaringan di wilayah luar Jawa dan mempersempit kesenjangan dengan kompetitor dalam setahun terakhir ini. Hal tersebut didukung pula dengan berbagai inovasi dan penawaran layanan data yang menarik sehingga pangsa pasar di luar Jawa meningkat. Dengan demikian, perusahaan telah melihat bahwa pertumbuhan pendapatan di luar Jawa juga memberikan kontribusi atas kuatnya pertumbuhan pendapatan pada kuartal ini dan karena itu akan terus berfokus pada investasi yang lebih banyak di luar Jawa dan terus memanfaatkan momentum positif ini.

Sebagai hasil perluasan dan peningkatan kualitas layanan data tersebut, tercatat peningkatan trafik layanan data hingga hampir 3x lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Khusus untuk trafik layanan 4G, tercatat peningkatan hingga 13x lipat dibandingkan semester 1 tahun 2016. Bahkan pada liburan Lebaran 2017 lalu, trafik layanan data XL Axiata melonjak hingga 218% YoY, yang berarti tertinggi dibandingkan operator lainnya. Jumlah pelanggan layanan data juga terus meningkat, dan saat ini mencapai 35,3 juta pelanggan atau sekitar 70% dari total pelanggan XL Axiata.

“Menangkap momentum positif ini, XL Axiata menindaklanjutinya dengan antara lain meneruskan program bundling dengan ponsel smartphone yang menawarkan kemudahan kepada pelanggan untuk mendapatkan smartphone beragam tipe beserta paket layanan data yang menarik dari XL Axiata,” kata Dian Siswarini, Presiden Direktur/CEO XL Axiata.

Terlihat hasilnya pada akhir Juni 2017 lalu, jumlah pelanggan yang menggunakan smartphone juga terus meningkat dan menjadi sekitar 67% dari total pelanggan. Sementara itu, pelanggan layanan XL 4G LTE juga terus tumbuh dan telah mencapai sekitar 40% dari total pelanggan.

Terus bertambahnya pelanggan yang beralih menggunakan layanan data 4G juga tidak terlepas dari berhasilnya penerapan strategi dual brand untuk produk layanan XL Axiata, yaitu XL yang ditujukan untuk pelanggan segmen “kerah putih”, dan AXIS untuk pelanggan segmen anak muda. Pada kedua brand tersebut, XL Axiata telah meluncuran program-program promo layanan data yang memberikan benefit lebih untuk pelanggan.

Salah satu program promo yang mendapatkan sambutan sangat bagus dari pelanggan adalah “Xtra Combo” yang menyediakan paket “YouTube Tanpa Kuota”. Promo ini menawarkan benefit berupa akses gratis ke YouTube hingga kuota tertentu, serta bonus menarik untuk layanan telepon dan SMS. Selain itu, pelanggan segmen anak muda juga tertarik pada program promo AXIS HITZ yang menawarkan keuntungan berupa tarif menelpon irit Rp 99 per menit dan bonus mengirimkan SMS dalam jumlah yang banyak ke semua operator. Selain itu juga masih ada bonus tambahan berupa akses chatting menelepon, dan video call melalui aplikasi chatting WhatsApp, LINE, dan BBM yang berlaku di jaringan 4G/3G/2G sepuasnya setiap hari.

XL Axiata juga terus meningkatkan daya tarik layanan XL Prioritas, yang merupakan produk pascabayar. Seiring dengan terus meningkatkan popularitas layanan ini di masyarakat, jumlah pelanggan XL Prioritas terus meningkat signifikan. Selain itu, pelanggan high value juga telah merespon dengan baik kehadiran merek premium ini termasuk dengan keseluruhan pengalaman layanan yang lebih baik.

Selain itu, upaya XL Axiata untuk lebih memenuhi permintaan atas layanan internet berkecepatan tinggi melalui layanan mobile broadband (MBB) “XL GO” juga terus mendapatkan respon yang menjanjikan dari masyarakat. Pelanggan layanan “XL Go” telah mencapai lebih dari 120.000 pelanggan atau meningkat 284% dari pertama kali diluncurkan pada paruh kedua tahun 2016 lalu.

Semua kerja keras XL Axiata tersebut telah berhasil meningkatnya total jumlah pelanggan menjadi lebih 50,5 juta pelanggan, meningkat 15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. ARPU blended XL Axiata di kuartal 2 sebesar Rp 34.000, meningkat 3% dari kuartal sebelumnya. Pencapaian ini sejalan dengan agenda transformasi yang berfokus meraih pelanggan yang berkualitas sesuai sasaran sebagai bagian dari Agenda Transformasi. (Icha)

Pendapatan XL di Semester Satu 2017 Mencapai Rp.5.7 Triliun

0

Telko.id – XL Axiata cukup gembira dengan hasil yang diperolehnya semester satu 2017 ini. Pasalnya, agenda Transformasi 3R dapat menunjukkan hasil positif. Pendapatanny selama 3 kuartal tetap tumbuh.

Pada kuartal 2 tahun 2017 pendapatan terus tumbuh menjadi Rp 5,7 triliun, dan ini merupakan pertumbuhan yang terjadi secara beruntun dalam 3 kuartal terakhir. Pertumbuhan pendapatan jasa yang kuat ini ikut mendorong diraihnya laba bersih sebesar Rp 95 miliar. Hasil kinerja ini tidak terlepas dari penerapan secara konsisten Agenda Transformasi 3R yang telah XL Axiata jalankan sejak 2015 untuk menjadi Data Focused Company.

Kuatnya kinerja XL Axiata pada kuartal 2 tahun 2017 ini terlihat dari pertumbuhan yang terus terjadi secara konsisten dibandingkan kuartal sebelumnya, maupun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. XL Axiata mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 8% QoQ atau meningkat 8% YoY.

Sementara itu pada laba bersih tercatat meningkat 71% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan pendapatan jasa antara lain didorong oleh semakin kuatnya pertumbuhan pendapatan dari layanan Data, yaitu sebesar 18% QoQ dan 72% YoY, dan memberikan kontribusi sebesar 67% pada total pendapatan jasa  XL Axiata.

“Sepanjang semester 1 2017 kami telah meluncurkan sejumlah inisiatif secara menyeluruh di setiap lini bisnis kami untuk benar-benar mampu menghadirkan kualitas layanan sesuai dengan ekspektasi pelanggan. Seiring dengan peningkatan kualitas jaringan data, kami meluncurkan sejumlah program layanan data yang menawarkan manfaat lebih banyak kepada pelanggan, serta memperkuat penerapan dual brand “XL” dan “AXIS” untuk bisa secara efektif meraih pelanggan yang tepat,” kata Dian Siswarini, Presiden Direktur/CEO XL Axiata.

Dian menyebutkan, sesuai dengan komitmen untuk berfokus pada penyediaan layanan data berkualitas, XL Axiata telah membangun 93.507 unit BTS per akhir semester 1 2017, dengan lebih 42.000 unit di antaranya adalah BTS 3G dan hampir 14.000 unit adalah BTS 4G LTE. Sebagai hasilnya, kini wilayah cakupan layanan data terus semakin luas, yaitu total 400 kota/kabupaten terjangkau layanan 3G dan U900, termasuk kota-kota kecil di luar Jawa.

Semua kerja keras XL Axiata tersebut telah berhasil meningkatnya total jumlah pelanggan menjadi lebih 50,5 juta pelanggan, meningkat 15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. ARPU blended XL Axiata di kuartal 2 sebesar Rp 34.000, meningkat 3% dari kuartal sebelumnya. Pencapaian ini sejalan dengan agenda transformasi yang berfokus meraih pelanggan yang berkualitas sesuai sasaran sebagai bagian dari Agenda Transformasi.

Di kuartal 2, XL Axiata mencetak laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) yang meningkat 12% QoQ  menjadi Rp 2,1 triliun. EBITDA margin juga meningkat 1,5% QoQ menjadi 36,5%, sebagai hasil dari fokus XL Axiata pada profitabilitas yang merupakan inti dari Agenda Transformasi.  Faktor utama dalam pencapaian pertumbuhan EBITDA tersebut adalah pertumbuhan pendapatan yang kuat seiring dengan efisiensi biaya. Selain itu, ada pula karena pengaruh dari program peningkatan upaya dari sisi Sales dan Marketing untuk membangun kesadaran pelanggan melalui program U900 dan peluncuran layanan 4G di berbagai kota/kabupaten secara massif.

Seiring dengan agenda Transformasi, XL Axiata juga terus berusaha memperkuat Neraca Keuangan (Balance Sheet Management). Salah satu aksi korporasi yang telah dilakukan adalah meluncurkan penawaran Sukuk Ijarah tahap kedua pada April 2017 lalu. Dana dari penawaran umum tersebut terutama digunakan untuk pembiayaan kembali dan memperpanjang pinjaman XL Axiata yang berdenominasi Rupiah. Hal ini akan semakin memperkuat portofolio utang XL Axiata yang akan berdampak pada rasio utang bersih Perseroan terhadap EBITDA tetap terjaga di tingkat yang sehat, yaitu di bawah 2x. Neraca yang kuat merupakan landasan bagi aspirasi XL Axiata untuk menjadi pemimpin dalam ruang digital. (Icha)

Kementerian Desa: Sudah Waktunya Digitalisasi UKM

0

Telko.id – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi mendukung rencana yang dilakukan oleh Balai Penyedia dan Pengelolaan Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika atau BP3TI Kementerian Komunikasi dan Informatika. Keduanya siap untuk membangun desa broadband dengan tujuan agar petani dan penduduk desa merasakan manfaat internet.

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mengemukakan, dewasa ini seluruh masyarakat Indonesia memiliki hak untuk mendapatkan akses internet. Sebab, koneksi internet dapat dimanfaatkan penduduk desa dan petani untuk berjualan secara online.

“Harus didukung, dong. Saat ini, masyarakat desa butuh sekali internet. Mereka bisa menjual hasil pertanian dan kreativitasnya di dunia maya, seperti di e-commerce. Itu yang dibutuhkan,” tuturnya usai membuka pameran Produk Unggulan Kawasan Pedesaan (Purkades) di Thamrin City, Jakarta, Jumat 28 Juli 2017.

Sebagai bentuk dukungan terhadap masyarakat desa dan petani agar dapat bersaing di era digital, pemerintah telah menggelar Expo Prukades 2017 untuk mengenalkan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang diunggulkan di desanya kepada masyarakat kota.

“Eko juga menambahkan bahwa pihaknya akan memberikan intensif pada Purkades dengan memberikan bibit produksi seperti jagung, ikan, padi. Dengan demikian, desa itu punya skala produksi besar. Dengan ini, pemerintah bisa membawa swasta atau BUMN untuk berinvestasi di desa-desa. Jika berhasil maka semua pemangkau kepentingan diuntungkan karena masyarakat desa dapat jaminan pasar.

Eko juga menjelaskan, dewasa ini masyarakat desa tidak hanya membutuhkan koneksi internet, tetapi juga pasokan listrik yang cukup.

Seperti diketahui, BP3TI berencana menutup area blankspot pada sekitar 5.000 desa yang akan rampung pada 2019. Menurut BP3TI, hingga akhir Desember r 2016, mereka telah membangun sebanyak 31 BTS aktif dan sebanyak 40 BTS masih dalam proses pembangunan.

UKM Didorong Gunakan e-Commerce

Media online memang kini menjadi sarana yang boleh dibilang sangat efektif untuk melakukan penjualan. Itu sebabnya, Kementerian Desa mendorong para Usaha Kecil Menengah untuk memanfaatkannya. Hal ini diungkapkan oleh Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kementerian Desa), Ahmad Erani Yustika saat pembukaan Expo Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) 2017.

Langkah ini dinilai oleh Kementrian Desa mampu membantu usaha para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di desa-desa terpencil agar lebih maju, pemanfaatan teknologi digital menjadi hal yang penting. Untuk itu, Setiap desa juga diberikan pendamping agar para pelaku UKM bisa lebih memahami tentang strategi berjualan secara online.

“Pemanfaatan teknologi sangatlah penting, apalagi ada permasalah geografis yang dihadapi para pelaku UKM di desa terpencil. Untuk tahap awal, kita juga sudah bekerja sama dengan e-Commerce yang besar seperti Bukalapak, kita mendorong pelaku UKM untuk ikut berjualan di sana. Karena kan Bukalapak sudah mapan. Pengunjungnya sudah sampai dua hingga tiga juta setiap hari,” ujar Ahmad.

Untuk mendukung gerakan ini, maka dibutuhkan ketersediaan internet di desa yang saat ini Kementerian Komunikasi dan Informatika telah memiliki program Desa Broadband Terpadu yang menjanjikan pembangunan akses internet hingga ke desa-desa terpencil.

“Sampai akhir tahun 2019, komitmennya semua desa sudah tercover internet. Masalahnya, apakah penduduk di desa ini mampu membeli internet? Dengan program Prukades yang telah kita jalankan, Insya Allah masyarakat desa akan mampu,” ujar Menteri Desa, Eko Putro Sandjojo.

Dengan memanfaatkan teknologi digital untuk mempromosikan produk-produknya seperti melalui jejaring sosial, situs e-commerce, dan lainnya, Mendesa berharap usaha pelaku UKM di desa tertinggal akan semakin berkembang, sehingga pada akhirnya bisa ikut mendorong pertumbuhan ekonomi desa tersebut.  (Icha)

Telkomsel Bangun 63 BTS Merah Putih di Pelosok

0

Telko.id – Dalam upaya mendukung pemerintah memeratakan akses telekomunikasi di seluruh Indonesia, Telkomsel terus melakukan pembangunan infrastruktur jaringan hingga ke pelosok, termasuk di wilayah-wilayah berpenduduk yang belum memperoleh akses telekomunikasi. Tahun ini rencananya Telkomsel akan membangun sebanyak 63 Base Transceiver Stations (BTS) di lokasi-lokasi pelosok melalui program Merah Putih.

Sebanyak 63 BTS Merah Putih yang akan digelar Telkomsel pada tahun ini tersebar di berbagai wilayah Indonesia, seperti di NTT (16 BTS), NTB (7 BTS), Maluku (11 BTS), Sulawesi (21 BTS), Papua (5 BTS), dan Kepri (3 BTS). Hadirnya 63 BTS baru di lokasi-lokasi tersebut diharapkan akan mampu melayani kebutuhan komunikasi dari sekitar 120.000 warga masyarakat yang sebelumnya memiliki kesulitan dalam mengakses layanan telekomunikasi.

Adapun sejak diluncurkan pertama kali di tahun 2008, proyek Telkomsel Merah Putih telah berhasil membuka jaringan di sekitar 450 lokasi dari ujung Barat hingga ujung Timur Indonesia, yang terus ditingkatkan layanannya dari sisi kualitas dan kapasitas.

“Sejak awal beroperasi 22 tahun yang lalu, Telkomsel memiliki visi untuk menyatukan Indonesia melalui hadirnya layanan telekomunikasi di berbagai lokasi di Indonesia, sehingga masyarakat bisa saling terhubung kapan pun dan di mana pun. Komitmen ini terus kami pertahankan hingga saat ini, dimana kami konsisten membangun daerah-daerah pelosok agar tidak terisolasi dari sisi telekomunikasi,” kata Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkomsel.

Lebih lanjut Ririek menambahkan, “Saat ini telekomunikasi tidak hanya menjadi kebutuhan utama masyarakat di kota besar namun juga hingga ke pelosok. Untuk itu kami pun terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melalui layanan seluler yang kami hadirkan, sehingga lebih banyak lagi masyarakat di pelosok yang dapat menikmati layanan telekomunikasi dengan standar kualitas yang sama dengan wilayah lainnya di seluruh Indonesia. Kami berharap hadirnya layanan ini dapat turut mendorong perubahan yang lebih baik di berbagai sektor di wilayah terkait”

Di program Merah Putih, Telkomsel menerapkan teknologi berkonsep remote solution system yang dinamakan: Very Small Aperture Terminal-Internet Protocol (VSAT-IP) yang berbasis satelit ditambah dengan teknologi power supply yang menggunakan solar panel system. Teknologi ini merupakan solusi layanan komunikasi yang cocok untuk diterapkan di daerah terpencil dengan infrastruktur yang sangat terbatas dan kondisi geografis yang sangat ekstrim, seperti pedesaan dan wilayah terdepan Indonesia. Dengan diimplementasikannya teknologi ini, pelanggan dapat menikmati layanan suara, SMS, dan data dengan kualitas yang memadai.

Raih apresiasi KPU/USO 2017

Selaku salah satu mitra kerja pemerintah (Kemkominfo) yang terus mendukung keberhasilan pembangunan telekomunikasi dan informatika melalui program Kewajiban Pelaksanaan Universal/Universal Service Obligation KPU/USO, Telkomsel mendapatkan penghargaan dalam kategori ‘Wajib bayar Kontribusi KPU/USO Terbaik Tahun Buku 2016’ di acara Malam Penghargaan dan Apresiasi KPU/USO 2017.

KPU/USO merupakan program pemerataan pembangunan telekomunikasi dan informatika yang diprioritaskan di daerah terluar/perbatasan, desa tertinggal, desa terpencil, daerah rintisan dan daerah yang tidak layak secara ekonomis serta wilayah yang belum terjangkau akses dan layanan telekomunikasi.

“Tentunya kami berharap program USO dapat semakin banyak melayani dan memajukan seluruh wilayah Indonesia yang selama ini kesulitan mendapatkan layanan telekomunikasi. Kami pun bergerak beriringan dengan pemerintah untuk terus melakukan penggelaran jaringan telekomunikasi di berbagai wilayah Indonesia. Kami pun meyakini dampak sosial yang positif dari kehadiran akses telekomunikasi dapat mempercepat pertumbuhan perekonomian suatu daerah, sehingga dapat membuka peluang usaha dan bahkan lapangan kerja baru,” jelas Ririek.

Pendanaan KPU/USO merupakan anggaran dari kontribusi penyelenggara jaringan/jasa telekomunikasi yang diperoleh dari pendapatan kotor perusahaan. Sejak tahun 2006, pengelolaan anggaran KPU/USP dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Badan Layanan Umum (BLU) yang kini bernama Badan Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BPPPTI). Kesuksesan program KPU/USO merupakan sinergi dari masyarakat Indonesia sebagai pelanggan layanan telekomunikasi, fasilitasi penyedia jaringan/jasa telekomunikasi, dan penetapan koridor pembangunan oleh pemerintah, di mana hasil dari sinergi tersebut kembali dirasakan oleh masyarakat di wilayah-wilayah prioritas USO. (Icha)

 

Huawei: Indonesia Siap Adopsi 5G komponen teknologi LTE yang tersedia

0

Telko.id – Teknologi 5G dapat mempercepat kehidupan digital di masa depan dengan memungkinkan “Everything on Mobile and Connected”, dimana semua hal dapat dioperasikan melalui perangkat mobile. Akses jaringan mobile juga dapat mengubah industri telekomunikasi, dengan memungkinkan semua hal terkoneksi kapan saja dan dimana saja.

Di masa yang akan datang, akses nirkabel pada akhirnya akan digunakan. Teknologi 5G akan memberikan jaringan nirkabel yang fleksibel, dapat diandalkan, dan aman untuk menghubungkan individu dengan seluruh aplikasi, layanan, dang hal lainnya sehingga dapat menuntun masyarakat ke era “Everything on Mobile and Connected”. Di era “Everything on Mobile and Connected”, jaringan mobile harus dapat memenuhi kriteria dari tiga dimensi, yaitu jumlah koneksi, latensi, dan throughput.

Inovasi teknologi, terutama 5G, dapat mempercepat langkah untuk menuju dunia yang terkoneksi dengan lebih baik. Telah diantisipasi bahwa masa depan akan menyaksikan perwujudan dari pengalaman dan aplikasi baru seperti mobil tanpa kemudi, operasi dari jarak jauh, Virtual Reality (VR), dan hiburan imersif berbasis VR. 5G dapat memenuhi berbagai skenario aplikasi dengan koneksi antar benda menjadi skenario yang utama, termasuk sistem mengemudi otonom, kendaraan terkoneksi (V2X), pengiriman melalui drone, dan otomasi robot industri (Industry 4.0).

Bagian terpenting dari koneksi 5G adalah kemampuannya dalam menghadirkan VR dan AI (Artificial Intelligence) yang lebih baik, menghubungkan mesin ke mesin (M2M), dan membawa Internet of Things (IoT) ke tahap selanjutnya. 5G akan mampu memberikan dukungan yang kuat terhadap perkembangan internet dan memberikan pengalaman Mobile Broadband (MBB) melalui pemenuhan kriteria untuk tingkat spektrum yang tinggi, tingkat puncak yang tinggi (high peak rates), jumlah koneksi yang banyak, dan latensi yang sangat rendah dengan kisaran 1 mili detik, yang memungkinkan operator untuk memberikan lebih banyak koneksi Mobile Network of Things (MoT), sehingga mampu mempromosikan industri MBB.

Sebagai yang selalu terdepan, masyarakat Indonesia selalu terbuka dalam mengadopsi teknologi baru, yang mana Indonesia baru saja memulai transformasi digital dan fokus dalam memperbaiki infrastruktur TIK dan melakukan inovasi untuk berbagai aplikasi. Teknologi mobile telah mengubah kehidupan masyarakat Indonesia, termasuk cara berkomunikasi, transportasi, dan e-commerce, sehingga gebrakan di bidang teknologi akan membawa nilai tambah bagi masyarakat di negeri ini.

Huawei merupakan salah satu pemimpin dunia dalam meluncurkan 3G dan 4G. Untuk 5G, Huawei menjadi yang terdepan. Teknologi 5G ini menjadi strategi prioritas dan diinvestasikan secara penuh oleh Huawei dari awal hingga akhir proses pengembangannya sejak tahun 2009, mulai dari rancangan arsitektur hingga formulasi standar dan pengarsipan paten.

Tim Huawei yang fokus di bidang 5G juga telah berkontribusi secara terus menerus dalam pengembangan industri 5G, termasuk mengindentifikasi kebutuhan di masa depan, hingga uji lapangan paling awal untuk teknologi antarmuka udara pada frekuensi 6GHz.

Untuk berbagi hasil penelitian teknologinya dengan seluruh industri 5G, Huawei berkolaborasi dengan berbagai organisasi global terkemuka di ekosistem 5G, antara lain Metis dan 5GPP di Eropa, IMT-2020 di Tiongkok, 5GMF di Jepang, dan 5G Forum di Korea Selatan.

Untuk pengimplementasian 5G, Huawei mendirikan laboratorium di Munich, Jerman, dimana Huawei bekerja sama dengan manufaktur mobil Jerman dalam mengadopsi 5G sebagai enabler di sektor mobil tanpa kemudi. Baru-baru ini, Huawei juga menyelenggarakan demonstrasi pengendalian kendaraan dari jarak jauh yang berbasis 5G pertama di dunia bersama dengan China Mobile dan SAIC Motor di ajang Mobile World Congress (MWC) 2017 di Shanghai, Tiongkok. Dalam demonstrasi ini, Huawei menyediakan solusi 5G nirkabel yang menghubungkan iGS, mobil pintar milik SAIC Motor dengan koneksi milik China Mobile.

Dalam proses demonstrasi, sinyal kontrol untuk roda kemudi, gas, dan rem dikirimkan melalui jaringan 5G, dengan pengemudi yang berada di jarak lebih dari 30 kilometer dari kendaraan. Demonstrasi ini membuktikan potensi pita lebar (bandwidth) yang tinggi, dan potensi latensi yang rendah di frekuensi C-band, yang dapat menjadi dasar bagi pengembangan kendaraan pintar terhubung di masa depan.

Remote driving memiliki banyak keunggulan, terutama untuk lingkungan yang berbahaya seperti lokasi penambangan dan tempat pembuangan limbah. Selain itu, remote driving juga dapat dimanfaatkan dalam keadaan darurat, seperti misi penyelamatan manusia pada saat terjadi bencana.

Meskipun 5G masih dalam tahap standardisasi, beberapa jaringan pre-commercial akan muncul di dunia global paling cepat di tahun 2018. “Sementara untuk Indonesia, perkembangan jaringan ini sudah baik, namun Indonesia sudah dapat mengadopsi teknologi 5G pada beberapa komponen teknologi LTE yang tersedia. Hal ini dapat membuat jaringan lebih siap satu langkah untuk mengadopsi evolusi 5G selanjutnya di masa depan. Pengimplementasian jaringan ini dapat meningkatkan kualitas jaringan dan menawarkan efisiensi tinggi dengan menggunakan sumber daya yang sudah ada” ujar Mohamad Rosidi, Direktur Strategi dan Marketing TIK, Huawei Indonesia.

Berdasarkan uji coba kolaboratif antara Huawei dan Telkomsel, implementasi Massive MIMO merupakan salah satu teknologi utama untuk 5G, keberhasilan uji coba ini dapat mewujudkan pengalaman 5G di jaringan 4.5G dan juga menandai dimulainya perjalanan 5G bagi Telkomsel di tahun 2017. Di bulan Mei, Huawei dan Telkomsel juga menyelesaikan uji coba langsung (live demo) untuk teknologi 5G dan berhasil mencapai kecepatan hingga 70Gbps, yang mana dapat memberikan beragam layanan di skenario berbeda. Selama lebih dari 17 tahun, Huawei bersama dengan konsumen dan mitra lokal akan terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lokal dan menciptakan teknologi yang mutakhir berstandar global untuk menciptakan Indonesia yang terhubung dengan lebih baik. (Icha)

 

 

Telkomsel Dorong Anak Muda Indonesia Jadi Kreator Digital

0

Telko.id – LOOP KePo telah diadakan sejak tahun 2014, dan merupakan sebuah program yang ditujukan untuk pengembangan digital creativity anak muda Indonesia, yaitu berkreativitas dan menggali potensi dengan memanfaatkan teknologi dengan positif dan produktif. Dalam kegiatan roadshow nanti, LOOP KePo akan menghadirkan kelas mentoring dari mentor ternama seperti Skinny Indonesian 24 dan Shalsabilla.
“Telkomsel memandang anak muda merupakan segmen yang tepat dan terdepan dalam pengembangan gaya hidup digital yang positif di Indonesia saat ini. Kehadiran program LOOP KePo kali ini diharapkan dapat memberikan wadah yang tepat bagi mereka untuk mengembangkan ide, passion, dan kreatifitasnya dalam keseharian mereka, terutama dengan memanfaatkan teknologi konten video yang sudah sangat berkembang di era digital di Indonesia,” kata Ricky Panggabean, General Manager Youth & Community Jabotabek Jabar Telkomsel.

Ricky juga menambahkan bahwa kali ini LOOPers tidak hanya diajak  untuk sekedar membuat digital content, namun juga mulai dapat menghasilkan konten  video yang berkualitas, yang dapat mencuri perhatian dan mengangkat nama mereka di antara maraknya serbuan berbagai konten lainnya di platform digital.

Dalam setiap roadshow LOOP KePo, para mentor akan membahas topik seputar pembuatan video digital dan berbagai tips dan trik untuk menghasilkan konten video yang berkualitas.  Pada kesempatan yang sama, para LOOPers juga akan unjuk kebolehan mereka di depan teman-teman sekolahnya dengan menampilkan berbagai penampilan yang menarik.

Sedangkan LOOP KePo Challenge tahun ini kembali diadakan dengan mengangkat tema  ‘Capture Your Awesome Moment of Activities’.  Dengan tema ini, para LOOPers ditantang untuk mengekspresikan keseruan mereka dengan kreatif dalam aktivitas ekstrakurikuler maupun kegiatan hobi lainnya di lima kategori yang bisa dipilih, yaitu Seni Budaya, Komunikasi, Sains, Olahraga dan Organisasi. Video hasil karya tersebut dapat langsung diunggah di www.loop.co.id/kepo.

Terdapat banyak hadiah menarik untuk para LOOPers yang mengikuti LOOP KePo Challenge 2017 yaitu hadiah bulanan berupa saldo T-Cash sebesar Rp. 1.000.000 dan Action Cam Go Pro. Sedangkan untuk hadiah utama, pemenang akan mendapatkan smartphone Samsung S8 dan kesempatan istimewa untuk membuat video bersama dengan para mentor, yaitu Skinny Indonesian 24 atau Salshabilla.

LOOP KePo  yang telah diadakan sejak tahun 2014 disambut dengan antusiasme yang luar biasa oleh anak muda di berbagai kota di Indonesia. LOOP KePo 2015 berhasil menyapa LOOPers di 200 sekolah di 27 kota, dan LOOP KePo 2016 kembali diadakan dengan mengunjungi 400 sekolah di 50 kota di Indonesia. Pada tahun lalu pun, lebih dari 145.000 submission berhasil terkumpul dari lebih dari 1.200 sekolah.

Untuk wilayah operasional Telkomsel Area Jabotabek Jabar sendiri, pada pelaksanaan LOOP KePo tahun 2016 lalu jumlah hasil karya yang mendaftar mencapai lebih dari 12 ribu karya video. Tahun ini, Telkomsel juga menggelar roadshow LOOP KePo ke 40 sekolah yang ada di sejumlah kabupaten/kota seperti Jakarta, Bandung, Cirebon, Tasikmalaya, Serang, Tangerang, Bogor, dan Karawang.

“Sejak diluncurkan pada bulan Maret 2014, LOOP mendapatkan respon yang positif di kalangan anak muda dengan berbagai penawaran produknya yang kompetitif dan kreatif di  layanan data dan digital. Dibandingkan awal tahun 2016 hingga bulan Mei 2017 lalu, pertumbuhan pelanggan LOOP mencapai 14% untuk wilayah operasional Jabotabek Jabar. Sesuai dengan tagline-nya ‘Ini KITA’,  LOOP juga berkomiten untuk memberikan nilai lebih kepada anak muda Indonesia, dengan terus memberikan wadah kepada mereka untuk mengekspresikan dan mengembangkan dirinya” pungkas Ricky. (Icha)

Indosat Ooredoo Kirim 9 Karyawan ke Daerah Terpencil Untuk Mengajar

0

Telko.id ”Setiap warga negara Indonesia memiliki hak yang sama akan pendidikan, terlepas dari lokasi di mana mereka berada, karena pendidikan merupakan salah satu kunci masa depan Indonesia. Itu sebabnya, Indosat Ooredoo bekerja sama dengan program Pengajar Muda dari Indonesia Mengajar memberangkatkan sembilan karyawan yang mengikuti program Digital Homestay tahun ini akan berangkat ke lokasi masing-masing pada tanggal 29 Juli 2017.

”Indosat Ooredoo memiliki komitmen untuk secara aktif memajukan pendidikan di negara ini, dan program Digital Homestay ini merupakan bagian dari perwujudan komitmen tersebut, khususnya pendidikan untuk wilayah terpencil di tanah air,” kata Deva Rachman, Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo.

Sebagai perusahaan yang peduli dengan pendidikan dan masa depan generasi muda Indonesia dan sebagai program internal engagement, Indosat Ooredoo ingin memberikan kesempatan bagi karyawan untuk mengetahui kondisi mendidikan di daerah dan berinteraksi langsung dengan masyarakat serta melaksanakan kegiatan dalam upaya memajukan pendidikan di daerah terpencil. Kegiatan ini merupakan kegiatan kedua setelah sebelumnya dilaksanakan tahun lalu.

Para karyawan yang menjadi relawan program ini akan dikirim ke Aceh Utara, Natuna (Kepulauan Riau), Nunukan (Kalimantan Utara), Banggai (Sulawesi Tengah), dan Pegunungan Bintang (Papua). Selama satu minggu mereka akan tinggal di rumah masyarakat kemudian berinteraksi bersama warga dengan beragam aktivitas yang mendukung program Pengajar Muda.

Sembilan karyawan yang mengikuti program Digital Homestay tahun ini akan berangkat ke lokasi masing-masing pada tanggal 29 Juli 2017. Para relawan telah melalui proses pembekalan yang meliputi persiapan keberangkatan, pengenalan daerah, kegiatan selama di daerah, panduan keamanan dan keselamatan, persiapan pengajaran, teknis pengajaran, struktur pengajaran, metode penyampaian materi, tips manajemen kelas, dan percobaan praktek mengajar.

Setelah para relawan kembali ke Jakarta, akan dilakukan sesi refleksi sebagai penutup dari rangkaian kegiatan ini. Di sesi ini para relawan akan membagikan pengalaman dan inspirasi yang mereka dapatkan, sebagai bekal program ini selanjutnya dan pondasi kegiatan pendidikan Indosat Ooredoo pada umumnya.

Kemudian di bulan November 2017 Indosat Ooredoo akan kembali memberangkatkan relawan dalam bagian kedua program Digital Homestay 2017, ke lokasi yang akan ditentukan kemudian. Para relawan di bagian kedua ini terdiri dari para Chief dan anggota Dewan Direksi, yang juga sudah melalui tahapan seleksi. (Icha)

Pendapatan Indosat Ooredoo naik 9% Pada Semester Pertama 2017

0

Telko.id –Ooredoo mengatakan bahwa pendapatan Indosat meningkat sebesar 9 persen menjadi lebih dari QAR 4,1 miliar atau sekitar 1,125 miliar US$ dalam enam bulan pertama sampai 30 Juni, sementara EBITDA meningkat sebesar 11 persen menjadi QAR 1,9 miliar 521.5 miliar US$. Hal ini mendorong peningkatan profitabilitas di seluruh bisnis. Margin EBITDA meningkat sebesar 1 persen menjadi 47 persen. Jumlah pelanggan meningkat 20 persen tahun ke tahun menjadi lebih dari 96 juta pelanggan, seperti yang dilansir dari Telecompaper.

Secara Group, Ooredoo berhasil mengantongi QR 1.1miliar atau sekitar 301.80 juta US$ pada semester satu 2017 ini. Namun, angka tersebut turun 25% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Di mana, laba bersih di semester 1, 2016 terdapat keuntungan dari keuntungan valuta asing yang signifikan sebesar QR 540 juta atau sekitar 148.2 juta US$. Namun, kenaikan sementara ini berbalik pada paruh kedua tahun ini.

Pendapatan Grup Ooredoo pada semester pertama tahun ini meningkat menjadi QR 16.3 miliar atau sekitar 4,474 miliar US$, meningkat 2% dari semester 1, 2016.

Dalam mata uang lokal, pertumbuhan didorong oleh Ooredoo Qatar, Ooredoo Oman, Ooredoo Kuwait, Ooredoo Tunisia, Asiacell, Indosat Ooredoo dan Ooredoo Maldives. Tidak termasuk dampak penukaran mata uang asing, pendapatan meningkat 3% year-on-year.

EBITDA Grup meningkat 7% menjadi hampir QR 7 miliar atau 1.921 miliar US$ dengan marjin EBITDA yang meningkat sebesar 43%, mengindikasikan ‘kinerja operasional yang kuat dan’ pengendalian biaya yang baik. Tidak termasuk dampak penukaran mata uang asing, EBITDA meningkat 8% year-on-year.

Pertumbuhan data yang kuat dari nasabah konsumen dan perusahaan mendorong pendapatan data ke QR 7.2miliar atau sekitar 1,975 miliar US$ di semester pertama 2017. Setara dengan 44% dari pendapatan Grup.

Pendapatan Grup B2B meningkat menjadi 17% dari pendapatan kelompok (QR 2.8 miliar atau sekitar 768 juta US$) di semester pertama 2017 yang mencerminkan investasi berkelanjutan Ooredoo dalam layanan bagi pelanggan bisnis.

Basis pelanggan Ooredoo Group meningkat 14% year-on-year (y-o-y) hingga mencapai hampir 150 juta yang didorong oleh pertumbuhan yang kuat di pasar utama. Jumlah pelanggan per kuartal nya sedikit meningkat.

Kepemimpinan data di Ooredoo ini berawal dari peluncuran 4G yang terus berlanjut di pasar. Jaringan 4G sekarang tersedia di delapan pasar Ooredoo.

Atas hasil tersebut, ketua Grup Ooredoo, Sheikh Abdulla bin Mohamed bin Saud al-Thani mengatakan, “Ini merupakan paruh pertama yang sangat bagus tahun ini untuk Grup Ooredoo. Kami menyampaikan pertumbuhan pendapatan dan EBITDA, dan strategi kami untuk mengoptimalkan efisiensi di berbagai portofolio kami menghasilkan marjin EBITDA kelompok yang meningkat menjadi 43%”, superti dilansir dari Gulf Times.

“Dengan pelanggan di jantung bisnis kami, Ooredoo memberikan peningkatan 14% pada basis pelanggan dan sekarang kami dengan bangga melayani hampir 150 juta pelanggan di seluruh operasi kami,” lanjut Sheikh Abdulla menjelaskan.

‘Inti dari strategi kami adalah visi kami untuk memungkinkan lebih banyak orang dapat menikmati internet. Sebagai bagian dari pendekatan ini, Ooredoo terus membangun kepemimpinan data kami, meningkatkan jaringan kami, menumbuhkan berbagai konten dan aplikasi yang tersedia dan memberikan lebih banyak opsi swalayan dan perawatan mandiri bagi pelanggan. Kami juga telah meningkatkan jangkauan layanan yang tersedia bagi pelanggan bisnis di seluruh jejak kami, yang memungkinkan perusahaan mengirimkan lebih banyak layanan secara online. Inisiatif strategis ini membuat perbedaan positif, seperti tercermin pada hasil H1″.

CEO Ooredoo Group Sheikh Saud bin Nasser al-Thani mengatakan, “Selama enam bulan pertama tahun ini, Ooredoo telah melakukan perbaikan operasional yang baik di seluruh bisnisnya, memberikan peningkatan pendapatan sebesar 2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dalam mata uang lokal, pertumbuhan didorong oleh Ooredoo Qatar, Ooredoo Oman, Ooredoo Kuwait, Ooredoo Tunisia, Asiacell, Indosat Ooredoo dan Ooredoo Maldives.

‘Ooredoo #Qatar menghasilkan kinerja positif dalam hal pendapatan, EBITDA dan jumlah pelanggan di pasar domestik kita. Begitu pula Indosat Ooredoo, yang menghadirkan kinerja luar biasa lainnya pada kuartal ini.

Ooredoo #Oman meningkatkan pendapatan sebesar 2%, sementara jumlah pelanggan naik 9%. Meskipun kondisi pasar sulit, Ooredoo #Kuwait melaporkan pertumbuhan pendapatan sebesar 4% dan pertumbuhan EBITDA 25% yang signifikan. (Icha)

Plug and Play Indonesia Pertemukan Starup Dengan Bekraf dan Menhub

0

Telko.id – Plug and Play (PNP) Indonesia menghadap Menteri Perhubungan, Budi Karya dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf di tempat terpisah minggu ini. Saleh Husin yang merupakan mantan Menteri Perindustrian sekaligus Advisor dari PNP Indonesia juga tampak hadir dalam kedua kunjugan tersebut. Adapun kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen sekaligus tanggung jawab PNP Indonesia yang dipercaya oleh Presiden Jokowi dalam mengembangkan ekosistem startup di Indonesia.

Pertemuan dengan Triawan Munaf dijadwalkan untuk membahas pencapaian 11 startup yang masuk ke dalam program akselerator batch pertama PNP. 11 startup ini adalah Astronaut, Bandboo, Bustiket, Brankas, DANAdidik, Otospector, KYCK, Karta, Sayurbox, Toucan, dan Wonderlabs. Sejak masuk ke dalam program akselerator PNP bulan Mei 2017 lalu, startup-startup ini telah diperlengkapi dengan berbagai hal. Mulai dari workshop, 1-on-1 mentoring program, seed funding, dan banyak hal lainnya.

Selain itu, startup-startup ini juga berhasil menjalin hubungan yang baik dengan perusahaan besar yang merupakan corporate partner dari PNP Indonesia. Bahkan, beberapa startup sudah berada dalam tahap awal penjalinan kerjasama. Saat ini, PNP Indonesia yang digandeng oleh Gan Konsulindo, perusahaan investment lokal di Indonesia, telah memiliki 4 corporate partners, yaitu Astra International, BNI, BTN, dan Sinarmas.

“Perusahaan besar sudah memiliki koneksi yang besar, namun cenderung kaku dalam hal inovasi. Di sisi lain, startup dikenal dengan inovasinya di bidang teknologi, namun mereka belum memiliki koneksi yang cukup. Dengan program ini, startup dan korporasi dapat saling melengkapi kekurangan dan kelebihan masing-masing” tutur Wesley Harjono selaku President Director Plug and Play Indonesia.

Di tempat terpisah, Bustiket.com secara khusus bertemu dengan Menhub Budi Karya untuk membahas kerjasama dibidang transportasi. “Pemerintah memang sedang mengintensifkan ticketing bus diberbagai terminal, terutama di Jakarta,” tutur Budi Karya menanggapi presentasi dari Theo Rusli, Founder dari Bustiket.com.

Budi juga menambahkan bahwa “Masyarakat membutuhkan sistem yang membantu proses menjadi lebih efisien. Sistem ini harus dicontohkan, artinya sistem ini harus sudah ada atau exist melalui aplikasi yang sudah ada”.

Memiliki program yang terencana dengan baik, PNP Indonesia mengaku optimis bahwa startup lulusannya dapat memberikan kontribusi yang besar di dalam ekonomi digital di Indonesia. Bahkan, Plug and Play Indonesia mengaku siap untuk mendanai startup lainnya. “Registrasi untuk batch kedua akan kami buka dalam waktu dekat,” tutup Nayoko Wicaksono, Accelerator Director PNP Indonesia. (Icha)