spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...
Beranda blog Halaman 1484

Begini Cara Agar Akun Instagram Tak Mudah ‘Dibajak’

Telko.id – Pernah merasakan akun Instagram Anda di hack orang atau di bajak? Efek dari pembajakan ini banyak ragamnya. Ada yang tidak bisa mengakses akun miliknya, nama akun berubah, ada juga yang hambar profil, e-mail dan nomor telepon berubah. Bahkan ada juga yang foto-foto koleksi di Instragram pun ikut raib.

Medio 14 Agustus lalu, Instagram sempat menerbitkan pernyataan berkenaan dengan isu tentang akses ke Instagram. Di dalam nya, Instagram mengakui bahwa saat ini ada beberapa orang kesulitan mengakses akun Instagram mereka dan sedang menyelidiki masalah tersebut.

Instagram pun membagikan panduan untuk membantu menjaga keamanan akun Anda:

  • Jika Anda menerima email dari kami yang memberi tahu Anda tentang perubahan alamat email Anda, dan Anda tidak memulai perubahan ini – silakan klik tautan bertanda ‘kembalikan perubahan ini di email, dan kemudian ubah kata sandi Anda.
  • Kami sarankan Anda memilih kata sandi yang kuat. Gunakan kombinasi setidaknya enam angka, huruf dan tanda baca (seperti! Dan &). Ini harus berbeda dari kata sandi lain yang Anda gunakan di tempat lain di internet.
  • Anda juga dapat menggunakan langkah-langkah yang diuraikan di halaman ini untuk memulihkan akun Anda. Harap gunakan alamat email baru yang aman untuk memulihkan akun Anda.
  • Terakhir, cabut akses ke aplikasi pihak ketiga yang mencurigakan dan aktifkan autentikasi dua faktor untuk keamanan tambahan. Otentikasi dua faktor kami saat ini memungkinkan orang untuk mengamankan akun mereka melalui teks, dan kami sedang mengerjakan fungsi dua faktor tambahan dengan lebih banyak untuk segera berbagi.

Kaspersky Lab, sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dibidang keamanan siber global pun menjelaskan bahwa yang paling umum dilakukan dalam ‘pembajakan’ akun Instagram adalah dengan cara phishing.

“Setidaknya, dalam setahun ini saja, produk Kaspersky Lab telah mencegah sekitar 68.000 upaya untuk mengunjungi halaman phishing yang menyalahgunakan merek Instagram. Menariknya, pada akhir Juli, beberapa minggu sebelum kejadian peretasan, kami menyaksikan lonjakan vektor serangan ini: pada 31 Juli, jumlah serangan phishing meroket dari sekitar 150 per hari menjadi hampir 600 per hari,” kata Nadezhda Demidova, peneliti keamanan di Kaspersky Lab.

Dalam banyak contoh, pengguna Instagram sendiri adalah kerentanan yang dicari peretas: mereka memberikan kredensial dengan memasukannya ke situs web phishing, aplikasi yang tidak bersertifikat, dan replika laman otentik.

“Karena popularitasnya, Instagram selalu menarik banyak penipuan – jumlah orang yang menggunakan platform tersebut sekarang lebih dari satu miliar. Setelah pelaku meretas ke akun pengguna, mereka dapat mengakses data pribadi pengguna dan korespondensi mereka. Dan profil pengguna dapat diubah menjadi sumber konten jahat, phishing, dan spam,” kata Nadezhda menambahkan.

Agar tetap aman, Nadezhda memberikan beberapa saran:

  • Jangan klik tautan yang mencurigakan
  • Periksa alamat laman di mana Anda akan berencana memasukkan informasi pribadi Anda
  • Gunakan aplikasi jejaring sosial resmi yang dipasang dari sumber tepercaya
  • Jangan bagikan informasi login akun Anda dengan aplikasi pihak ketiga

(Icha)

PM Korea Selatan Sambangi Telkomsel 5G Experience Center

0

Telko.id – Perdana Menteri Korea Selatan selain datang untuk mendukung atlit-atlit nya ke Asian Games 2018, menyempatkan diri juga mengunjungi Telkomsel 5G Experience Center yang merupakan ajang ‘pamer’ pengalaman teknologi 5G yang menjadi bagian dari ajang Asian games 2018.

Pada kesempatan tersebut, Perdana Menteri Korea Selatan, Lee Nak-Yon melakukan tur di Telkomsel 5G Experience Center dan merasakan langsung pengalaman teknologi 5G Telkomsel melalui beberapa wahana mulai dari Cycling Everywhere hingga Future Driving didampingi oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Rudiantara dan Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah.

“Melanjutkan euforia kesuksesan pembukaan Asian Games 2018, Telkomsel  merasa terhormat menerima kunjungan Perdana Menteri Korea Selatan ke Telkomsel 5G Experience Center. Hal ini sebagai sebuah bentuk pengakuan internasional atas kesanggupan bangsa Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018,” ungkap Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkomsel.

Telkomsel akan terus berupaya tanpa henti untuk membangun Indonesia dengan berinvestasi menghadirkan teknologi 5G demi meningkatkan produktivitas dan efisiensi bangsa sejalan dengan upaya pemerintah menuju Indonesia 4.0. “Melalui teknologi 5G, Telkomsel akan menghadirkan berbagai revolusi industri yang akan memperkuat Indonesia dalam berbagai bidang seperti, remote surgery dalam bidang medis, autonomous car dalam bidang transportasi, serta robotic manufacturing dalam bidang manufaktur,” tambah Ririek.

Di Telkomsel 5G Experience Center, Telkomsel hadirkan showcase teknologi 5G melalui Live Streaming, Football 2020, Future Driving, Cycling Everywhere, dan Autonomous Electric Vehicle yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Dalam memberikan pengalaman 5G di Asian Games 2018 tersebut, Telkomsel membangun BTS 5G Indoor dan Outdoor dengan menggunakan spektrum 28Ghz yang mampu menghasilkan speed hingga 16Gbps, low latency hingga 1ms, kecepatan dan kapasitas yang lebih besar dan melesat dari generasi sebelumnya.

Telkomsel 5G Experience Center akan dibuka untuk publik selama perhelatan olahraga akbar Asian Games 2018, mulai 18 Agustus hingga 2 September 2018. (Icha)

 

Belajar Efektif Di Era Digital

0

Telko.id – Saat ini, banyak orang tua siswa yang tidak bisa lagi mengikuti materi pembelajaran anak, dalam upayanya untuk memberikan bimbingan tambahan saat anak berada di rumah. Terutama untuk kelas 4 ke atas. “Sudah sulit, kita sebagai orang tua, sudah tidak bisa mengajari lagi. Dulu kayanya lebih mudah dibandingkan sekarang,” ujar ibu Sigit, orang tua dari Sandi yang kini duduk dikelas 6 SD di Al-Fajar, Bekasi.

Padahal, Ibu Sigit seperti juga orang tua lainnya, ingin anak nya dapat berprestasi di sekolah dan memperoleh nilai yang baik. Untuk itu, Ibu Sigit pun mendaftarkan anak nya di sebuah lembaga bimbingan belajar yang dekat rumahnya. Harapannya, tentu anak nya menjadi lebih berprestasi.

Namun, biaya bimbingan belajar ternyata tidak murah. Untuk satu semester saja, yang paling ringan mulai dari Rp. 2 juta. Itu untuk kelas regular. Untuk kelas dengan siswa yang terbatas, sekitar 6 orang saja ada yang mencapai Rp.28 juta. Bahkan untuk kelas yang lebih tinggi lagi, misalnya untuk masuk ke perguruan tinggi ada yang menawarkan sampai Rp. 40 jutaan, disertai dengan keharusan untuk menginap, sambil diiming-iming bergaransi bisa masuk Perguruan Tinggi Nasional atau PTN.

Dengan biaya bimbingan yang tinggi itu, tentu tidak semua orang tua mampu membiayai anak nya untuk masuk ke bimbingan belajar. Belum lagi, sudah bayar mahal, ternyata hasilnya tidak memuaskan.

Ikut bimbingan belajar merupakan salah satu solusi meningkatkan pencapaian nilai. Namun,  sebelumnya orang tua juga harus memahami bahwa karakter anak itu berbeda-beda dalam menyerap pelajaran. Sehingga, untuk belajar dengan menyenangkan, tentu juga harus menggunakan metode yang tepat juga.

Ada beberapa point penting yang perlu diperhatikan bagi para orang tua maupun siswa untuk memilih solusi pendidikan berbasis teknologi ini agar dapat memberikan dampak yang positif bagi putra-putrinya. Terutama untuk dapat meningkatkan nilai siswa di sekolah

“Yang pertama perlu diperhatikan adalah memahami bahwa siswa atau anak-anak ini memiliki karakter masing-masing dalam belajar. Sehingga proses belajar jadi lebih menyenangkan dan materi pembelajaran jadi lebih mudah untuk dipahami, ” ujar Fernando Uffie, pemerhati edutech di Indonesia.

Uffie menjelaskan bahwa secara general, karakter siswa ini terbagi tiga bagian. Pertama adalah Auditory. Di mana anak lebih suka atau lebih mudah paham jika materi belajar disampaikan lewat audio. Kedua, Visual. Di mana, siswa akan lebih cepat memahami materi pelajaran dengan melihat gambar atau video. Ketiga adalah kinesthetic. Siswa akan lebih cepat memahami materi pelajaran sambil menyentuh dan bergerak.

Selain itu, yang perlu juga diperhatikan adalah apakah solusi tersebut sudah sesuai dengan kurikulum yang ada di Indonesia atau belum? Kesesuain solusi belajar digital dengan kurikulum penting agar apa yang dipelajari oleh anak in line dengan pelajaran yang ada di sekolahnya. Apalagi, target untuk menggunakan solusi belajar digital ini adalah sebagai alternatif pendamping untuk lebih memahami materi pelajaran di sekolah dan diakhirnya nanti dapat memperoleh nilai yang lebih baik dari sebelumnya.

Satu lagi variable penting dalam memilih solusi belajar digital adalah kelengkapan dari materinya. Di mana, supaya tidak merepotkan setiap tahun nya, pilih solusi yang sudah menyiapkan semua level, mulai dari kelas satu sekolah dasar hingga kelas tiga SMA atau K12.

Nanti kalau kurikulum berubah bagaimana? Percuma dong? Tidak juga. Karena ini adalah solusi berbasis teknologi dan cloud, maka materi pelajaran dapat dengan mudah disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku di Indonesia.

Tak kalah pentingnya adalah bagaimana solusi belajar digital mampu melibatkan orang tua siswa, guru, maupun pihak sekolah dalam proses pembelajaran anak, tanpa menegasikan fungsi masing-masing. Bagi guru dan sekolah, solusi ini adalah alat bantu dalam proses belajar mengajar. Sementara bagi orang tua siswa, solusi belajar digital memungkinkan mereka untuk memantau perkembangan belajar anak, kapan dan dimanapun.

 

XL Uji Coba 5G dan WiGig Di Kawasan Kota Tua

0

Telko.id – XL Axiata bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta menggelar uji coba layanan berbasis 5G dan WiGig, di Kota Tua, Jakarta Barat, Senin (20/8).

“Teknologi 5G ini secara teknis mampu memberikan keunggulan pada kecepatan hingga 20 Gbps dan kestabilan tinggi serta mampu memberikan koneksi yang lebih mudah kepada siapa aja, baik user individu maupun industrial. Biaya operasionalnya pun juga bisa lebih efisien. Dengan demikian, sudah sewajarnya jika pemerintah dan industri terkait mulai merintis jalan bagi penerapan teknologi 5G ini di Indonesia,” kata Dian Siswarini, Presiden Direktur XL Axiata, saat meresmikan uji coba ini.

“Uji coba ini dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kemungkinan penerapan 5G ini dalam sistem Smartcity di DKI Jakarta. Saya melihat teknologi 5G ini bisa diterapkan di banyak hal untuk meningkatkan kualitas layanan publik secara efektif dan efisien, tidak hanya di DKI Jakarta, tetapi juga di kota-kota lainnya mana kala nanti jaringan 5G sudah tersedia,” sahut Rudiantara, Menkominfo menjelaskan.

“Sebagai Ibu Kota Republik Indonesia dengan berbagai dinamikanya, sudah selayaknya Jakarta memiliki fasilitas publik yang ditopang oleh teknologi digital tercanggih untuk membantu pemerintah daerah dalam menjaga kualitas layanan publik serta memenuhi kebutuhan warganya sebagai masyarakat modern. Teknologi 5G akan menjadi sarana penunjang yang tepat mengingat berbagai keunggulan teknis yang dimilikinya, yang sangat bisa diadopsikan dalam berbagai aktivitas rutin yang selama ini masih mengandalkan penanganan secara manual,” kata Setiaji, Kepala Jakarta Smart City Pemprov DKI.

Pada demo yang dilakukan mencakup penerapan 5G pada pengelolaan sampah, pengelolaan taman, peliharaan kebersihan sungai, serta WiGig untuk kamera surveillance (CCTV) dan layanan Internet kecepatan tinggi melalui WiFi yang juga langsung bisa dinikmati secara gratis oleh pengunjung di sekitar area demo.

Secara umum, uji coba penerapan teknologi 5G ini menggunakan frekuensi khusus yaitu 28 Ghz. Sementara itu untuk WiGig menggunakann frekuensi 60Ghz. Selain itu untuk 5G juga dipergunakan perangkat end-to-end radio dan core yang terhubung ke perangkat pengguna. Sedangkan untuk sistem WiGig juga menggunakan end-to-end system yang terhubung ke perangkat home unit sehingga masyarakat umum di kota tua bisa menikmati layanan internet super cepat secara gratis.

Pada demo pengelolaan sampah, nantinya teknologi 5G akan dimanfaatkan sebagai penopang utama sistem informasi yang menghubungkan titik-titik pengumpulan sampah dengan suatu pusat pengendali informasi. Melalui sensor yang terpasang di tempat pembuangan sampah, maka akan secara otomatis suatu titik lokasi pengumpulan sampah yang sudah penuh akan mengirimkan tanda khusus yang berarti sampah harus segara diambil. Sistem ini bahkan juga bisa dilengkapi dengan kamera dan GSP untuk bisa memberikan informasi yang lebih detail terkait lokasi titik lokasinya.

Sementara itu pada demo sistem pengelolaan kebersihan lingkungan sungai, dilakukan ujicoba penerapan 5G sebagai penopang sistem informasi real time selama 24 jam/7 hari sepekan yang mampu membantu penerapan monitoring tingkat kebersihan sungai. Sistem monitoring ini antara lain akan memastikan tingkat kadar oksigen, amonia, juga mineral lain di dalam air sungai. Dengan kata lain, melalui sistem infomrasi ini akan bisa segera pula diketahui tingkat polusi yang terjadi dan perlu ditangani.

Konsep pemanfaatan teknologi 5G juga akan diterapkan pada pengelolaan taman. Keberadaan 5G juga menjadi penopang sistem informasi untuk monitoring dan penanganan dalam memastikan kadar air atau kelembapan tanah. Melalui jaringan 5G, perangkat monitoring akan bisa mendeteksi kadar air, dan pada waktu yang bersamaan akan bisa mengirimkan perintah penanganan yang diperlukan.

Misalnya, jika terdeteksi tingkat kelembapan berkurang, maka perangkat tersebut akan segera mengirimkan perintah kepada perangkat lainnya untuk melakukan penyiraman. Karena sistem ini bisa bekerja selama 24 jam/7 hari dalam sepekan, maka pekerjaan mengelolaan taman-taman kota akan bisa dijalankan dengen lebih efisien.

Terakhir, uji coba WiGig dilakukan pada sistem pemantauan kondisi lingkungan perkotaan melalui kamera surveillance atau CCTV. Dengan menggunakan teknologi WiGig, maka pemantauan melalui kamera menjadi lebih baik secara kualitas tampilan. Teknologi WiGig akan mampu menopang pengiriman data dalam format video yang berkapasitas besar secara cepat dan dalam kualitas gambar yang baik. Bahkan, dengan teknologi canggih ini, monitoring lingkungan bisa pula menggunakan kamera yang 360 derajat untuk pemantauan.

Teknologi 5G memiliki keunggulan antara lain berupa kemampuan mengantar pengiriman data hingga 20Gbps. Selain itu juga memiliki latency atau waktu jeda layanan yang sangat rendah (<=1ms end to end latency) dan mampu mendukung koneksi simultan hingga sekitar 2.000 pengguna aktif. Dari sisi energi, teknologi 5G juga memerlukan energi yang lebih hemat, yaitu mampu 1000 kali lebih efisien dibandingkan dengan teknologi perangkat yang dipergunakan hari ini. Karena kemampuan ini pula,maka  5G mampu mendukung lahirnya sejumlah layanan baru, seperti mobil otonom, otomatisasi dan robotik dalam industri, juga aplikasi kedokteran.

Sementara itu, teknologi WiGig memiliki keunggulan spesifik antara lain berupa koneksi ke rumah dengan kecepatan tinggi 1 Gbps dan melengkapi area yg tidak dijangkau fiber optik serta instalasi perangkat di rumah dengan mudah karena ukurannya yang kecil.

Terkait dengan ujicoba WiGig ini, semua pengguna layanan akan  bisa ikut mencoba dan menikmati kecanggihannya secara cuma-cuma hingga 6 bulan ke depan sejak tanggal 20 Agustus 2018. Layanan ini hanya bisa diakses di area Kota Tua, Jakartra Barat, persisinya di sekitar Museum Fatahillah, museum wayang, museum seni rupa, kafe batavia dan kantor pos kota tua. Untuk bisa menikmati WiGig ini pelanggan perlu menggunakan homeunit yang memiliki spesifikasi teknologi wigig (802.11ad /802.11ay) atau menggunakan smartphone dengan spesifikasi teknologi wifi umumnya (802.11a/b/g/n) maupun smartphone dengan teknologi wifi terbaru (802.11ac). (Icha)

 

 

 

 

Rangsang Minat Baca, Telkomsel Luncurkan T-Perpus

0

Telko.id – Sedih mengetahui minat baca buku orang Indonesia rendah. Lebih rendah dibandingkan dengan tetangga seperti Singapura, Malaysia dan Thailand. Indonesia berada di urutan negara ke-60 dari total keseluruhan 61 negara, berdasarkan studi dari Central Connecticut State University di tahun 2016.

Dalam data UNESCO, hanya 0,01% atau hanya 1 orang dari 10.000 saja yang berminat membaca di Indonesia ini. Padahal, dengan banyak membaca banyak pula informasi yang diperoleh dan menjadi salah satu cara untuk Indonesia maju.

Hal ini juga yang mendasari Telkomsel dalam program Corporate Social Responsibility Nya meluncurkan  Aplikasi T-PERPUS. Hasil kerjasama dengan Gramedia  Digital Nusantara (GDN).

 “T-PERPUS merupakan sebuah bentuk kolaborasi Telkomsel dengan GDN untuk pendidikan Indonesia, yang dihadirkan untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan meningkatkan sumber daya manusia,” kata Irfan A Tachrir, Direktur Human Capital Management Telkomsel menjelaskan dalam peluncuran aplikasi digital T-PERPUS di Jakarta (20/08).

Irfan menambahkan bahwa “Dengan aplikasi ini dapat digunakan dengan mudah dengan menyesuaikan gaya hidup digital masa kini, sehingga diharapkan dapat meningkatkan minat baca anak muda Indonesia”.

Bayangkan, jika harus membangun perputakaan fisik, dengan ratusan ribu kabupate, tentu sangat besar investasi yang harus ditanamkan. Sedangkan dengan aplikasi T-PERPUS ini dapat menjangkau lebih jauh dan lebih banyak lagi karena dapat diakses melalui device masing-masing orang. Wilayah yang dijangkau pun pasti lebih luas. “Seluas jaringan Telkomsel yang berada di seluruh Indonesia,” tambah Irfan.

Chief Operating Officer Gramedia Digital Nusantara Adi Ekatama mengungkapkan, “Suatu kehormatan bagi kami bisa membantu Telkomsel dalam mempersiapkan aplikasi T-PERPUS. Harapan kami tentunya agar aplikasi ini bisa memberi manfaat bagi banyak orang, dan kolaborasi kami dengan Telkomsel ini bisa menjadi awal dari kolaborasi kita selanjutnya, yang tujuan utamanya adalah untuk menjadi akselerator dari kemajuan Indonesia.”

“Kami juga pernah mengadakan survei kecil-kecilan, dan kami temukan, orang Indonesia tidak minat baca karena harga nya mahal. Begitu kami berikan diskon besar, ternyata minat membeli buku menjadi membludak,” ujar Kelvin Wijaya Managing, Director Gramedia Digital Nusantara.

T-PERPUS merupakan platform aplikasi perpustakaan digital yang memudahkan masyarakat khususnya komunitas di sekolah dalam mengakases informasi, mendorong minat baca, meningkatkan kompetensi dan mutu dalam bidang pendidikan. Aplikasi ini menyediakan berbagai macam kategori buku, majalah dan koran yang menarik, dan dapat digunakan pada  platform IOS atau Android kapanpun dan dimanapun.

Telkomsel memberikan 5000 akses user tanpa biaya, yang akan disebar di beberapa wilayah di Indonesia. Di tahap awal Telkomsel memberikan 1000 user di Universitas atau perguruan tinggi yang ada di Jawa Barat dengan jumlah konten buku lebih dari 3000 dengan 69 kategori. Secara periodikal program T-PERPUS akan rilis di daerah-daerah selanjutnya. (Icha)

 

 

Sistem K3 Indosat Ooredoo Dapat Penghargaan Kategori Zero Accident

0

Telko.id – Setiap tahun, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Republik Indonesia menggelar acara penganugerahan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) atau K3 Award Tahun 2018. Tahun ini,  pada acara yang merupakan bentuk apresiasi kepada perusahaan yang telah menerapkan K3 di lingkungan kerja dengan baik tersebut, Indosat Ooredoo berhasil meraih penghargaan K3 Award 2018 untuk kategori Zero Accident.

Sejak tahun 2012 Indosat Ooredoo telah meraih penghargaan berupa Golden Flag atau Bendera Emas sebagai penghargaan terbaik untuk Sistem Manajemen K3 dan Zero Accident. Dan dalam kesempatan tahun ini Indosat Ooredoo kembali meraih 2 (dua) penghargaan dalam kategori Zero Accident untuk Gedung Kantor Pusat PT Indosat (KPPTI) dan Gedung Kantor Medan Indosat Ooredoo.

”Dengan penghargaan ini, Indosat Ooredoo tetap berkomitmen untuk melanjutkan upayanya yaitu menjadikan budaya K3 dalam setiap aktivitas kegiatan perusahaan secara keseluruhan guna meningkatkan aspek keselamatan, kualitas dan produktifitas kerja perusahaan,” demikian disampaikan R. Andy Herdanarto, Group Head Facilities Management Services Indosat Ooredoo.

Indosat Ooredoo telah memiliki kebijakan dan program pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja sebagai implementasi Sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di lingkungan perusahaan. Proses pemeliharaan pun dilakukan secara periodik dengan melibatkan peran serta aktif karyawan dari seluruh fungsi, termasuk melibatkan auditor independen K3 di dalam proses pengawasannya.

Di samping sertifikasi SMK3 sebagai standard pengelolaan K3, Indosat Ooredoo juga memiliki standard OHSAS 18001 dan ISO 14001 sebagai sertifikasi bidang K3 dan Lingkungan yang merupakan standar yang telah diakui oleh badan sertifikasi Internasional (QUAY Audit UK Limited). (Icha)

 

 

 

Pemerintah Bakal Buat Zona Khusus Industri Berteknologi Kekinian

0

Telko.id – Pemerintah saat ini sedang menggodok pembuatan zona khusus bagi kalangan industri dengan dukungan teknologi kekinian. Pemerintah dalam hal ini adalah Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Kementerian Perindustrian. Hal ini diungkapkan oleh Rudiantara, Menkominfo di Jakarta (15/08).

“Kami sedang menggodok untuk membuat kawasan khusus untuk kalangan industri dengan dukungan teknologi terkini,” ujar Rudiantara menjelaskan.

Rudiantara menambahkan, jika ada pihak industri yang menggunakan zona khusus ini maka aka nada insentif. Namun, insentif nya seperti apa masih harus dibicarakan lebih lanjut dengan berbagai pihak yang terkait.

Ide ini dicetuskan oleh Menkominfo saat melakukan uji coba 5G di kawasan Gelora Bung Karno. Di mana, menurut Rudiantara, 5G ini akan sangat bermanfaat bagi kalangan industri ketimbang masyarakat umum. “Industri akan menjadi lebih efektif jika memanfaatkan 5G ini. Namun, jangan ditanya kapan 5G akan tersedia di Indonesia. Atau bahkan model bisnis nya nanti akan seperti apa,” ujar Rudiantara.

Namun, dengan adanya kawasan khusus ini maka industri pun diharapkan mampu berkembang dan tumbuh sesuai dengan program pemerintah yakni Making Indonesia 4.0. Di mana industri diharapkan sudah menerapkan digitalisasi dalam pengoperasian nya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto menyatakan ada lima sektor manufaktur yang sudah siap atau akan menjadi fokus pemerintah dalam mewujudkan Making Indonesia 4.0 ini yang juga menjadi percontohan untuk memperkuat fundamental struktur industri tanah air untuk memasuki Industry 4.0.

Adapun kelima sektor tersebut, yaitu Industri Makanan dan Minuman, Industri Otomotif, Industri Elektronik, Industri Kimia, serta Industri Tekstil. “Melalui komitmen dan partisipasi aktif dari pemerintah, swasta dan publik melalui kemitraan yang tepat sasaran, kita semua yakin bahwa Industry 4.0 akan membawa manfaat bagi bangsa dan Negara,” terangnya. (Icha)

 

 

 

Trend Berubah, XL pun Membuat Pusat Monitoring Terpadu

0

Telko.id – Pada era digital, mengelola bisnis juga ikut berubah.  Tidak bisa seperti yang biasa. Tidak bisa ‘Old Fashion”. Begitu XL Axiata menyebut nya. Itu sebabnya, operator ini mengubah cara monitoring layanannya. Semua nya terpadu dalam pusat monitoring kualitas layanan yang baru bernama “Customer Experience & Service Operation Center” (CE & SOC) di di Gedung XL Axiata Tower, Jakarta Selatan.

Strategi ini dilakukan untuk semakin memudahkan XL Axiata dalam memantau dinamika layanan terkait semakin berkembangnya layanan data/Internet, termasuk perilaku penggunaan layanan oleh pelanggan pada suatu layanan.

Apalagi, wilayah yang sudah tersedia layanan data, juga semakin meluas. Kini sudah lebih dari 380 kota/kabupaten yang terjangkau 4G LTE dan lebih dari 460 kota terjangkau 3G, dan ini tentunya juga akan terus bertambah. Untuk memastikan semua pelanggan mendapatkan layanan terbaik, XL membutuhkan pusat komando yang mampu memonitor secara terus menerus kondisi layanan secara menyeluruh.

Saat ini, pelanggan XL terus bertumbuh, demikian juga dengan trafik pemakaian terutama untuk layanan data. “Sekitar 79% dari total pelanggan merupakan pelanggan data. Untuk voice call lewat switch saja, kini sudah semakin turun angka nya. Tinggal 25% saja. Kenaikan tajam terjadi pada voice call via OTT yang kini mencapai 75%. Bahkan terhadap revenue perusahaan juga meningkat 20%,” kata Dian Siswarini, President Direktur XL Axiata menjelaskan saat membuka Customer Experience & Service Operation Center.

Keberagaman dari para pelanggannya dalam mengakses data ini juga perlu diperhatikan karena akan sangat berpengaruh erat pada kualitas layanan serta kepuasan pemakainya. XL sebagai operator penyedia layanan, harus sigap memenuhi harapan pelanggan untuk bisa menikmati secara nyaman apapun jenis layanan data yang mereka akses.

CE & SOC yang diresmikan terdiri dari ruang monitoring yang terintegrasi untuk 4 NOC (Network Operation Center) yang berbeda, yaitu Jaringan Telco, IT Infrastructure, IT Apps, dan Billing. Melalui fasilitas canggih ini, XL Axiata akan memiliki visibilitas yang lebih baik dan spesifik dalam memastikan kualitas layanan layanan, misalnya terkait layanan game, media sosial, streaming, broadband baik perumahan maupun bergerak, juga bisnis enterprise.

Pusat komando dan monitoring CE & SOC ini juga dirancang guna mengantisipasi kebutuhan-kebutuhan monitoring di masa depan. Hal ini tidak terlepas dari rencana pengembangan jaringan dan adopsi teknologi terbaru di masa depan, termasuk kemungkinan mengaplikasikan teknologi 5G, IoT, dan M2M sesuai dengan semakin berkembangnya pemanfaatan teknologi digital untuk berbagai upaya meningkatkan produktivitas usaha dan bisnis.

Selanjutnya, melalui CE & SOC ini juga akan bisa dilakukan pemantauan atas kondisi jaringan secara real time di seluruh wilayah layanan yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Dari fasilitas ini juga akan bisa dipantau kondisi komponen-komponen dalam jaringan.

Di lokasi pusat komando monitoring tersebut juga tersedia sejumlah fasilitas ruangan untuk berkoordinasi yang disertai dengan berbagai fasilitas yang juga canggih untuk mempermudah koordinasi dalam mengatasi potensi permasalahan terkait dengan performa jaringan dan kualitas layanan.  Kegiatan pemantauan dilakukan oleh tim siaga setiap hari selama 24 jam / 7 hari dalam sepekan guna memastikan XL Axiata dapat memberikan layanan yang terbaik bagi lebih dari 52 juta pelanggan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika RI dalam peresmian pusat monitoring tersebut menyampaikan, dengan berfokus pada user experience dan penggunaan machine learning diharapkan pengembangan produk dan layanan XL bisa lebih tajam sesuai segmentasi pelanggannya.

Rudiantara juga menyebutkan bahwa bisnis semua operator Indonesia ini sudah kalah dengan unicorn yang mengadopsi digital life style. “Jadi, operator tidak bisa berbisnis hanya mengandalkan pipa saja, harus mengembangkan layanan lain, beyond telecommunication karena value industry selular ada di sana”. (Icha)

 

 

 

 

Menkominfo ‘Jajal’ Mobil Tanpa Awak Di GBK

0

Telko.id – Menkominfo, Rudiantara hari ini sempat ‘jalan-jalan’ menggunakan Autonomous Car atau mobil tanpa awak. Kendaraan seperti ini yang digadang-gadang bakal menjadi salah satu yang dapat mendorong 5G sukses karena dapat bergerak tanpa awak dan tidak akan menabrak karena sudah dilengkapi juga dengan sensor.

Hendra Wiradi – Telset

Telkomsel adalah operator yang memamerkan kendaraan tanpa awak ini dalam Telkomsel 5G Experience Center yang diadakan di Gelora Bung Karno selama Asian games 2018 berlangsung. Berdasarkan pengamatan Telko.id, kendaraan berbentuk bus tanpa sopir itu memiliki delapan kursi dan tergantung empat pasang pegangan untuk penumpang yang akan ikut naik kendaraan ini sambil berdiri.

Hendra Wiradi – Telset

Dibagian tengah terdapat terlihat monitor ukuran besar yang akan menampilkan video yang ditayangkan oleh Telkomsel. Nantinya, kendaraan ini akan berkeliling GBK selama Asian Games 2018 sambil membawa pengunjung yang akan mencoba.

Selain bus tanpa sopir, pengalaman 5G dari Telkomsel ini bisa diimplementasikan melalui teknologi Live Streaming, Football 2020, Future Driving, Cycling Everywhere, dan Autonomous Bus yang dapat dijajal langsung masyarakat.

Dalam uji coba 5G ini, Telkomsel menggunakan spektrum yang ditawarkan Kemkominfo, yakni 2.8GHz. “Spektrum ini merupakan standard yang dikeluarkan oleh International Telecommunication Union ( ITU). Selain itu, spectrum yang akan diperuntukan untuk 5G ini adalah 3.5GHz, tapi masih banyak dipakai untuk satelit,” ucap Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika di GBK, Jakarta, Rabu (15/8/2018).

Telkomsel 5G Experince Center yang digelar pada area Asian Games 2018 ini demi meningkatkan produktivitas dan efisiensi bangsa sejalan dengan upaya pemerintah menuju Indonesia 4.0. Melalui teknologi 5G, Telkomsel akan menghadirkan berbagai revolusi industri yang akan memperkuat Indonesia dalam berbagai bidang.

“Mengetahui bahwa teknologi ini merupakan sebuah revolusi yang akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat luas, Telkomsel memperkenalkan teknologi ini untuk pertama kalinya di Telkomsel 5G Experience Center guna memberikan ilustrasi seperti apa implementasi teknologi 5G di masa depan, selama perhelatan Asian Games 2018, di Jakarta”, ungkap Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkomsel saat peresmian Telkomsel 5G Experience Center. (Icha)

 

 

Telkomsel Buat 5G Experience Center Demi Dukung Indonesia 4.0

0

Telko.id – Asian Games 2018 bukan sekedar ajang olah raga bergengsi saja bagi Indonesia. Tapi dijadikan momen penting untuk ‘pamer’ teknologi revolusioner 5G. Telkomsel sebagai official broadband partner lah yang mengaplikasikan nya dalam Telkomsel 5G Experience Center di area Gelora Bung Karno.

Tidak hanya pamer, target Telkomsel adalah memberikan pengalaman 5G pada masyarakat Indonesia dan pengunjung Asian Games 2018 serta untuk mendukung dukungan atas roadmap pemerintah Making Indonesia 4.0 atau jadikan Indonesia 4.0.

Di sela-sela peluncuran Telkomsel 5G Experience Center, Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah mengatakan, “Sebagai pemimpin dalam bisnis nirkabel dan digital, Telkomsel akan terus berupaya tanpa henti untuk membangun Indonesia dengan berinvestasi menghadirkan teknologi 5G demi meningkatkan produktivitas dan efisiensi bangsa sejalan dengan upaya pemerintah menuju Indonesia 4.0”.

Ririek menambahkan, “Melalui teknologi 5G, Telkomsel akan menghadirkan berbagai revolusi industri yang akan memperkuat Indonesia dalam berbagai bidang.”

“Tidak perlu bertanya bisnis model saat 5G itu seperti apa dan kapan akan dikomersialkan di Indonesia. Yang penting, uji coba dulu saja. Pemerintah pun mendukung dengan memberikan frekuensi 28 MHz untuk uji coba itu dengan gratis selama setahun. Jika kurang bisa diperpanjang,” ujar Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informasi saat peluncuran Telkomsel 5G Experience Center di Jakarta (15/08).

Teknologi 5G ini sendiri diyakini akan mengubah cara kerja dengan tidak menggunakan manusia sebagai komponen utama. Implementasi teknologi 5G akan lebih optimal bila digunakan mesin dalam menghadirkan layanan IoT. Kemajuan teknologi 5G akan memunculkan berbagai macam teknologi revolusioner.

Sektor industri nasional memerlukan inovasi terutama dalam aspek penguasaan teknologi yang menjadi kunci penentu daya saing di era Industri 4.0. Adapun lima teknologi utama yang menopang pembangunan sistem Industry 4.0, yaitu Internet of Things, Artificial Intelligence, Human–Machine Interface, teknologi robotik dan sensor, serta teknologi 3D Printing.

Adapun contoh yang merupakan bentuk di berbagai industri yang dapat diciptakan seperti remote surgery dalam bidang medis, autonomous car dalam bidang transportasi, serta robotic manufacturing dalam bidang manufaktur.

“Mengetahui bahwa teknologi ini merupakan sebuah revolusi yang akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat luas, Telkomsel memperkenalkan teknologi ini untuk pertama kalinya di Telkomsel 5G Experience Center guna memberikan ilustrasi seperti apa implementasi teknologi 5G di masa depan, selama perhelatan Asian Games 2018, di Jakarta”, ungkap Ririek.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, pada kesempatan yang sama menyampaikan bahwa 5G sangat dibutuhkan untuk merealisasikan Indonesia 4.0. Apalagi, pemerintah akan memfokuskan 5 sektro industry untuk mendukung program tersebut. “Kelima sektor tersebut adalah  industri makanan dan minuman, industri otomotif, industri elektronik, industri kimia serta industri tekstil dan produk tekstil,” ujar Airlangga menjelaskan.

Telkomsel 5G Experience Center akan dibuka untuk publik selama perhelatan olahraga akbar Asian Games 2018, sejak 18 Agustus hingga 2 September 2018. Telkomsel 5G Experience Center berisi berberapa aplikasi penggunaan seperti Live Streaming, Cycling Everywhere, Football 2022, Beat the Robot, Future Driving dan Autonomous Electric Vehicle yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Untuk menghadirkan teknologi berbasis 5G yang berada di fasilitas Telkomsel 5G Experience Center ini, operator anak perusahaan plat merah ini setidaknya mengeluarkan anggara lebih dari USD 1 juta atau setara Rp 14 miliar.

“Kami mengajak para masyarakat terutama yang nantinya menonton perhelatan Asian Games 2018 di Jakarta untuk dapat menikmati pengalaman teknologi 5G di Telkomsel 5G Experience Center. Mari kita menangkan hari ini, demi kemajuan bangsa Indonesia!” tutup Ririek. (Icha)