spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1461

XL Axiata Peroleh Pendapatan Rp.5,5 triliun Pada Kuartal I 2018

0

Telko.id – XL Axiata mengumumkan pencapaian kinerja kuartal pertama tahun 2018 dengan meraih pertumbuhan positif dan berhasil terus meningkatkan kontribusi pendapatan layanan data. Momentum pertumbuhan layanan data terus bisa berlanjut dan hingga saat ini telah mencapai 77% terhadap total pendapatan layanan, dibandingkan periode yang sama tahun sebesar 63%.

“Pada kuartal pertama 2018 ini, XL Axiata berhasil meraih pendapatan sebesar Rp 5,5 triliun, meningkat sebesar 4% YoY, yang didorong meningkatnya pertumbuhan layanan data. Inovasi produk dan peningkatan kualitas jaringan data, telah berhasil mendorong pertumbuhan layanan data sebesar 29% YoY di kuartal pertama ini.

Pencapaian ini merupakan hasil dari tetap berfokusnya kami pada strategi untuk memperkuat proposisi layanan data melalui penerapan dual-brand yang disertai dengan penguatan jaringan secara berkelanjutan termasuk pembangunan jaringan data secara massif di luar Jawa,” kata Dian Siswarini, Presiden Direktur/CEO XL Axiata.

Dian Siswarini menambahkan, pencapaian di kuartal pertama 2018 ini cukup memberikan harapan ditengah persaingan industri, dimana para operator saling bersaing memberikan penawaran harga layanan yang kompetitif.

Selain itu  penerapan kebijakan pemerintah mengenai kewajiban registrasi nomor prabayar juga telah menimbulkan dampak ketidakpastian dalam jangka pendek di pasar, namun kami yakin kebijakan ini akan membawa dampak yang positif ke depannya yakni terciptanya industri yang lebih sehat dan berkelanjutan, dan ini tentunya selaras dengan perjalanan transformasi yang sedang dilakukan XL Axiata.

Earnings Before Interest, Tax, Depreciation and Amortization (EBITDA) juga menunjukkan peningkatan sebesar 7% YoY menjadi Rp 2 triliun, dengan marjin meningkat 1% menjadi 36.1%, sebagai hasil dari tumbuhnya pendapatan dan berfokusnya perusahaan dalam mengelola biaya operasional. Perusahaan juga mencatat laba bersih sebesar Rp. 15 milliar.

Posisi keuangan XL Axiata masih kuat. Dari sisi neraca terlihat cukup kuatnya fundamental keuangan perusahaan dengan tingkat hutang terhadap EBITDA pada posisi yang aman, yaitu 1.5x, dan cash flow dalam posisi yang juga positif. Pada kuartal pertama 2018 ini, XL Axiata telah melakukan pembayaran kembali atas hutang sebesar Rp 1,5 triliun melalui skema refinancing dan semua hutang XL Axiata telah dalam status terlindungi (fully hedged).

Strategi dual-brand juga telah berhasil membawa  XL Axiata meningkatkan pangsa pasar di segmen pasar yang berbeda dengan meluncurkan produk dan layanan yang inovatif di setiap segmen pasar. XL Axiata meluncurkan paket Xtra Kuota yang menawarkan tambahan kuota bagi pelanggan yang telah berlangganan paket data Xtra Combo. Untuk pelanggan AXIS, juga telah diluncurkan paket inovatif Bronet Owsem yang menawarkan manfaat tambahan kuota akses 4G bagi pelanggan yang telah berlangganan paket Bronet.

XL Axiata juga menjalin kerjasama dengan penyedia video streaming iflix. Kerjasama ini menawarkan manfaat berupa akses tanpa perlu berlangganan bagi pelanggan ke video-video yang tersedia di iflix. Kemudahan yang ditawarkan kepada pelanggan ini telah mampu ikut meningkatkan penggunaan layanan data. Inovasi juga diterapkan pada produk paskabayar XL PRIORITAS, yaitu dengan menawarkan bundling smartphone terbaru dan tercanggih, termasuk Samsung Galaxy S dan S9+, Galaxy A8, dan Xiaomi Mi A1.

Peningkatan pendapatan data juga tidak terlepas dari terus bertambahnya pelanggan yang menggunakan layanan data. Kini pelanggan XL Axiata yang telah menggunakan smartphone mencapai 74% dari total pelanggan atau sekitar 40,1 juta pelanggan, meningkat cukup signifikan sebesar 28% YoY dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Seiring dengan peluncuran produk inovatif tersebut, XL Axiata juga telah meluncurkan kampanye pemasaran yang bertujuan untuk meyakinkan pelanggan bahwa perusahaan benar-benar berkomitmen kuat untuk terus meningkatkan kualitas jaringan data untuk memberikan kenyamanan pelanggan. Kampanye ini menggunakan tagar #JadiLebihBaik dan berhasil mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Bersamaan dengan kampanye jaringan ini, perusahaan terus membangun jaringan data, baik 4G maupun 3G.

Pembangunan jaringan ini meliputi perluasan jangkauan layanan ke area-area yang sebelumnya tidak terjangkau jaringan data, terutama di luar Jawa, dan juga memperkuat kualitas jaringan di area yang sudah terjangkau.

Hasil dari perluasan jaringan sepanjang kuartal pertama 2018, XL Axiata telah mampu menambah area yang kini terlayani layanan 4G menjadi sebanyak 373 kota/kabupaten di berbagai wilayah di Indonesia, meningkat dari 360 kota pada akhir tahun 2017 lalu. Total BTS 4G yang kini dimiliki oleh XL Axiata juga terus bertambah, dan kini mencapai sekitar 20 ribu unit.

Untuk BTS 3G, kini telah mencapai hampir 48 ribu unit di lebih dari 400 kota/kabupaten. Bertambahnya kekuatan jaringan data ini terbukti telah meningkatkan kemampuan dalam melayani peningkatan penggunaan layanan data oleh pelanggan. Total jumlah BTS yang kini dimiliki XL Axiata mencapai 105 ribu.

Berbarengan dengan upaya pembangunan jaringan data, XL Axiata juga menerapkan teknologi terbaik dan inovatif untuk meningkatkan kualitas jaringan seperti Network Function Virtualization Core dan 4G Spectrum Wideband. Selain itu, juga diterapkan beberapa teknologi 4.5G, meliputi LAA Spectral Efficiency, Carrier Aggregation 256 QAM, serta 4T4R 4×4 MIMO.

Penerapan semua teknologi tersebut bertujuan untuk memberikan layanan data dan internet yang lebih stabil dan meningkatkan kecepatan akses hingga 100Mbps.

Untuk mendorong memanfaatan layanan data secara positif dan produktif di lingkungan pendidikan, XL Axiata akan terus melanjutkan pelaksanaan program Gerakan Donasi Kuota (GDK). Melalui program yang dicanangkan tahun lalu ini, XL Axiata berharap hingga tiga tahun ke depan akan mampu menyalurkan paket donasi ke sedikitnya 5.000 sekolah di berbagai daerah.

Selama kuartal pertama 2018 ini, telah tersalurkan ke sekitar 320 sekolah yang tersebar di Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Utara. Dengan demikian, total sekolah yang telah menerima paket donasi saat ini mencapai lebih dari 588 sekolah sehingga bisa menjangkau hingga sekitar 236 ribu siswa.

Pencapaian kinerja perusahaan yang tetap solid sepanjang kuartal pertama 2018 ini sekaligus menunjukkan implementasi agenda transformasi yang dilakukan sudah berada pada jalur yang tepat. Agenda Transformasi XL Axiata terdiri dari Revamp, Rise dan Reinvent. Revamp (Mengubah) – mengubah model bisnis pencapaian pelanggan dari ‘volume’ menjadi ‘value’, disertai strategi distribusi serta perbaikan portofolio produk untuk meningkatkan pendapatan. Rise (Meningkatkan) – meningkatkan nilai brand XL dan menggunakan strategi dual-brand dengan AXIS untuk menyasar berbagai segmen pasar yang berbeda. Reinvent (Menemukan kembali) – menumbuhkan berbagai inovasi bisnis melampaui model bisnis yang digunakan saat ini. (Icha)

 

21 Perguruan Tinggi Bakal Jadi Tempat Pagelaran IndonesiaNEXT 2018

0

Telko.id – Dalam rangka menyiapkan generasi muda Indonesia dalam menghadapi persaingan global, Telkomsel kembali menggelar IndonesiaNEXT. Pada tahun ketiga penyelenggarannya, program yang menyasar pada peningkatan keahlian mahasiswa di bidang profesional ini menghadirkan berbagai seminar dan talkshowinspiratif, program sertifikasi, pelatihan communication skill dan digital marketing, sebelum akhirnya diadakan bootcamp sebagai tahapan akhir untuk memilih peserta terbaik IndonesiaNEXT 2018.

“Sebagai perusahaan yang turut bertanggung jawab dalam memajukan generasi muda Indonesia, kami berupaya untuk mendukung pengembangan kemampuan dan pengetahuan mahasiswa dalam rangka meningkatkan daya saing di tingkat internasional. Melalui IndonesiaNEXT, kami berharap generasi muda kita semakin cakap dan kompeten untuk bersaing secara global,” kata Irfan Tachrir Direktur Human Capital Management Telkomsel.

Irfan kemudian menambahkan bahwa tahun ini IndonesiaNEXT digelar di lebih banyak perguruan tinggi di Indonesia, sehingga makin banyak mahasiswa yang dapat berpartisipasi dan mendapatkan kesempatan untuk menajamkan kompetensinya.

Mengambil tema “Yes, Im The Next”, IndonesiaNEXT 2018 akan diadakan di dua puluh satu kampus di Indonesia, yakni di kota Bogor, Padang, Lampung, Bandung, Makassar, Pontianak, Semarang, Malang, Medan, Pekanbaru, Palembang, Jakarta, Karawang, Tasikmalaya, Cirebon, Solo, Surabaya, Denpasar, Manado, Ambon dan Banjarmasin.

Pada tahap awal, sebanyak 500 peserta yang merupakan mahasiswa dari berbagai jurusan dan jenjang pendidikan perguruan tinggi akan berpartisipasi dalam seminar inspiratif dan pelatihan digital marketing.

Seminar inspiratif ini akan menghadirkan para pembicara dari praktisi bisnis yang telah sukses di bidangnya ini diharapkan akan memberikan gambaran tentang persaingan di industri, serta wawasan tentang peningkatan mutu dan kompetensi sumber daya manusia agar dapat berkompetisi dengan tenaga kerja berkelas dalam skala global.

Pelatihan digital marketing akan berlangsung selama tiga hari, dimana peserta akan mendapatkan pelatihan materi sesuai minat yang dipilih sebelum mengikuti ujian sertifikasi internasional. Beberapa pilihan materi yang disediakan yaitu ; Digital Content Marketing using Hubspot, Technical Design Presentation using Microsoft Office Powerpoint 2013, dan Visual Design and Communication using Adobe Photoshop CS6/CC.

Setelah mendapatkan pelatihan, 400 peserta terpilih akan mengikuti persiapan ujian terkait opsi sertifikasi internasional yang diminati. Ujian sertifikasi internasional sendiri diadakan secara online, yang terdiri dari sertifikasi Digital Marketing Certified Hubspot, Adobe Certified Associate Photoshop CS6/Creative Cloud 2018,dan Microsoft Office Specialist Powerpoint 2013.

Kemudian dari 400 peserta sertifikasi, akan dipilih 100 peserta yang mendapatkan scoring sertifikasi terbaik, yang berkesempatan untuk mengikuti pelatihan Technical Data Processing dan ujian sertifikasi internasional Microsoft Office Specialist Excel 2013.

Tahap selanjutnya adalah pelatihan Communication Skill, dimana akan ditentukan 30 peserta (TOP 30 Area) dari setiap kota berdasarkan nilai sertifikasi terbaik. Para peserta akan dilatih oleh pembicara dari Talk Inc. agar dapat melakukan presentasi dengan menarik, komunikatif, komprehensif dan informatif. Tahapan ini akan diakhiri dengan evaluasi dan penilaian dari trainer berdasarkan presentasi yang dibuat dan disajikan peserta di depan panel, untuk kemudian mendapatkan 3 peserta terbaik dari tiap-tiap kota (TOP 3 Area).

Selanjutnya peserta TOP 3 Area akan mendapatkan pembekalan secara intensif dalam tahap National Bootcamp, dengan materi Impactful Presentation and Communication, Critical Thinking, dan Industry Insight. Pada akhirnya, Peserta Terbaik IndonesiaNEXT 2018 melalui proses National Qualification Panel.

Pada penyelenggaraan IndonesiaNEXT 2017 yang lalu, telah terpilih 10 peserta terbaik nasional dari lebih dari 12.000 peserta dari seluruh Indonesia. Belum lama ini, kesepuluh pemenang tersebut telah berkesempatan mendapatkan short course di perguruan tinggi dan beberapa perusahaan teknologi ternama di San Francisco, Amerika Serikat.

Selama penyelenggaraan IndonesiaNEXT sejak tahun 2016, Telkomsel telah menghasilkan 4.036 peserta yang mengantongi sertifikasi internasional. Pada kompetisi 2017, tercatat 12.980 mahasiswa dari 529 perguruan tinggi yang melakukan registrasi pendaftaran. (Icha)

 

 

 

Ini Dia Solusi Wakaf Digital Pertama di Indonesia

0

Telko.id – Ammana Fintek Syariah menjadi yang pertama sebagai perusahaan teknologi finansial (Fintech) penyedia platform investasi peer-to-peer (P2P) lending Syariah pertama di Indonesia. Setelah diresmikan oleh Otoritas Jasa Keuangan pada tanggal 23 Desember 2017 yang lalu, Ammana Fintek Syariah efektif beroperasi menawarkan solusi keuangan bagi pelaku Usaha Keuangan Menengah (UKM) serta mengajak masyarakat selaku Shahibul Maal menjadi mata rantai kebaikan dan menjauhkan pelaku usaha dari bahaya Riba.

Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah populasi beragama Islam terbesar di dunia, menyimpan jumlah potensi wakaf besar yang tersebar di penjuru negara sehingga dapat dikembangkan ke arah sektor produktif. Besarnya potensi wakaf di Indonesia yang belum dikelola dan diberadayakan secara profesional dan maksimal masih memerlukan perhatian banyak pihak, tidak hanya dari pemerintah, namun juga dari seluruh lembaga yang bergerak di sektor pengembangan ekonomi syariah.

Kehadiran Ammana Fintek Syariah di tengah-tengah masyarakat Indonesia diharapkan dapat menjadi solusi berwakaf yang lebih mudah dan terpercaya karena seluruh kegiatannya dilaksanakan dalam platform digital. Targetnya, Ammana dapat memberi kemudahan bagi pemodal dan agar masyarakat dapat mengambil bagian dalam investasi dunia yang berkah akhirat.

Dalam kesempatan soft-launching dari Ammana di bilangan Tb. Simatupang, Jakarta hari ini, Lutfi Adhiansyah selaku CEO dari Ammana Fintek Syariah

mengatakan bahwa Ammana memiliki visi untuk memberi kemudahan bagi pemodal dan agar masyarakat dapat mengambil bagian dalam investasi dunia yang berkah akhirat.

“Ammana hadir untuk memudahkan kolaborasi pendanaan usaha secara digital yang menguntungkan dan berkah bagi masyarakat, terutama di Indonesia,” jelas Lutfi Adhiansyah, CEO dari Ammana Fintek Syariah saat soft launching di Jakarta (14/05).

Sejak empat belas tahun yang lalu, Pemerintah telah menaruh perhatian lebih tentang kondisi wakaf di Indonesia melalui dibentuknya Badan Wakaf Indonesia (BWI). BWI diberikan mandate melakukan pembinaan terhadap nazir dalam mengelola dan mengembangkan harta wakaf sehingga bisa dimanfaatkan menjadi produktif.

Untuk memfokuskan wakaf ke arah yang lebih produktif, BWI meluncurkan Forum Wakaf Produktif (WFP) yang beranggotakan lembaga-lembaga dan organisasi non-pemerintahan yang diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat Indonesia tentang wakaf serta mendorong wakaf untuk menjadi salah satu penggerak ekonomi negara.

Ammana Fintek Syariah ini mendapatkan dukungan penuh dari BWI dan FWP, serta lembaga-lembaga syariah di Indonesia sebagai inovasi platform fintek syariah.

“Kami mengapresiasi kehadiran Ammana di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Dunia perwakafan diharapkan akan semakin berkah dan kesejahteraan masyarakat lokal maupun global dapat meningkat,“ kata Moeldoko, Wakil Dewan Pembina Masyarakat Ekonomi Syariah dalam kesempatan yang sama.

Sejak efektif beroperasi hingga saat ini Ammana telah menjangkau lebih dari lebih dari seribu pengguna organic (organic users) dan 420 investor dengan perputaran uang mencapai lebih dari 1 miliar rupiah. Meski masih tergolong baru, namun Ammana optimis akan perhatian dan animo yang diberikan masyarakat islam di Indonesia untuk dapat berwakaf dan membantu sesama melalui Ammana dengan lebih mudah lagi.

“Insya Allah, melalui Ammana mudah-mudahan lebih banyak lagi masyarakat yang merasa terbantukan, dan ibadah wakaf dapat dilaksanakan dengan lebih baik,” tutup Lutfi.

 

 

Sambut Ramadhan, Telkomsel Bagi-Bagi Kurma dan Kotak Amal Digital

0

Telko.id, Maataram – Di sela-sela menyiagakan jaringan dan layanan menjelang Ramadan dan Idul Fitri, menyerahkan bantuan berupa 500 kilogram sebagai ta’jil bagi masyarakat yang berbuka puasa di Masjid Agung Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Bantuan kurma ini merupakan bagian dari bantuan berbagi ta’jil sebesar 23 ton kurma yang diserahkan kepada 15 masjid di berbagai daerah di Indonesia.

Pada saat yang sama, Telkomsel juga menyerahkan bantuan operasional bagi masjid raya tersebut sebesar Rp 50 juta serta memberikan fasilitas “kencleng digital” dalam bentuk QR code uang elektronik TCASH yang menggantikan fungsi kotak amal. “Kencleng digital” ini diharapkan mempermudah jamaah dalam menyampaikan infaq bagi kebaikan masjid dan masyarakat di sekitar lingkungan masjid.

Sambut Mudik Lebaran, Telkomsel Bangun 12.000 BTS Multi-band LTE

0

Telko.id, Mataram – Sambut mudik lebaran, Telkomsel mulai memperkuat jaringannya di titik-titik strategis jalur mudik dan pusat-pusat keramaian publik. Secara khusus, Telkomsel membangun 12.000 base transceiver station (BTS) multi-band Long Term Evolution (LTE) di seluruh Indonesia.

Telkomsel menyatakan telah menyiapkan layanan yang berkualitas dengan kapasitas yang memadai, sebagai upaya Dalam upaya memberikan kenyamanan berkomunikasi bagi pelanggan pada periode Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) tahun ini,

“Bagi Telkomsel, periode RAFI menjadi momentum yang istimewa, di mana keandalan jaringan dan layanan Telkomsel yang sesungguhnya diuji,” ujar Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah, dalam acara Media Gathering Telkomsel di Lombok, Jumat (11/5/2018).

Pada RAFI tahun ini, Telkomsel memperkirakan terjadi lonjakan trafik layanan data sebesar 40% dibandingkan hari normal, bahkan sekitar 137% jika dibandingkan periode RAFI tahun lalu.

Hal tersebut sangat mungkin terjadi karena perilaku komunikasi pemudik maupun wisatawan di Indonesia kini didominasi penggunaan layanan data,” jelas Direktur Network Telkomsel, Bob Apriawan.

Menurutnya, tingginya penggunaan layanan data antara lain dipicu seringnya pelanggan mengunggah foto dan video aktivitas di lokasi mudik dan wisata ke media sosial serta aplikasi pesan instan.

Jika layanan Data diperkirakan meningkat, di sisi lain, trafik layanan suara diperkirakan akan turun sekitar 8%-9% dibanding hari normal, sedangkan trafik layanan SMS cenderung stagnan, tidak mengalami perubahan yang signifikan dibanding hari biasa.

Hal ini sudah diprediksi sebelumnya, mengingat perilaku pelanggan yang kini semakin fasih dan intensif dalam menggunakan berbagai aplikasi dan layanan digital, yang mengakibatkan turunnya intensitas penggunaan layanan suara maupun layanan SMS.

Ririk menlanjutkan, bahwa kualitas jaringan merupakan prioritas utama kami dalam mengantisipasi tingginya penggunaan layanan komunikasi pada periode RAFI.

“Dengan mengimplementasikan 12.000 BTS 4G di seluruh pita frekuensi, kami menjamin pelanggan dapat menikmati layanan broadband secara optimal,” jelas Ririek.

Dari 12.000 BTS 4G tersebut, 26% di antaranya menggunakan frekuensi 2.300 MHz, 8% di pita frekuensi 2.100 MHz, 60% di pita frekuensi 1.800 MHz, dan 5% di pita frekuensi 900 MHz.

Pita frekuensi 1.800 MHz merupakan pita frekuensi utama untuk menggelar layanan LTE. Pita frekuensi 900 MHz difokuskan untuk melayani wilayah-wilayah tidak padat penduduk yang dapat menghasilkan jangkauan layanan lebih luas.

Pita frekuensi 2.100 MHz dimanfaatkan untuk menghadirkan layanan tambahan LTE. Sementara pita frekuensi 2.300 MHz dimaksimalkan sebagai solusi layanan di wilayah-wilayah dengan kepadatan penduduk yang tinggi.

Tambah kapasitas

Di samping membangun belasan ribu BTS 4G di seluruh pita frekuensi, Telkomsel juga menambah kapasitas jaringan pada 579 BTS 4G, mengoperasikan 73 mobile BTS, menambah kapasitas gateway internet 66% dari kapasitas existing menjadi 3.288 Gbps, menambah kapasitas sistem IT untuk layanan, dan menambah kapasitas layanan isi ulang pulsa.

Jalan tol yang merupakan jalur utama yang selalu padat saat mudik juga menjadi fokus pengamanan jaringan Telkomsel. 16 ruas tol utama di Sumatra dan Jawa, termasuk 12 ruas tol baru, sudah dilayani 2.226 BTS, termasuk 666 BTS 4G.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Telkomsel tahun ini juga menggelar drive test rutin di berbagai titik dengan kepadatan trafik komunikasi tertinggi dengan total jarak tempuh lebih dari 10.000 kilometer. Drive test atau uji jaringan ini dilakukan untuk memastikan kenyamanan berkomunikasi pelanggan saat Lebaran.

Ada pun parameter pengukuran yang digunakan adalah kekuatan daya pancar dan daya terima handset (Coverage), tingkat kesuksesan akses jaringan (Call Setup Success Rate/CSSR), tingkat kontinuitas panggilan (Call Completion Success Rate/CCSR), lamanya waktu pembangunan panggilan (Call Setup Time/CST), kualitas suara (Mean Opinion Score/MOS), dan kecepatan akses data (Data Throughput).

Secara umum drive test yang dilakukan memberikan hasil yang baik, di mana angka rata-rata CSSR 99,30%, CCSR 99,38%, CST 6,42 detik, MOS 94,19%, Data Throughput 8.779 kbps. [HBS]

Starup Lokal Penyedia Layanan POS Ini Kini Bisa MenerimaPembayaran Digital

0

Telko.id –  Dalam berbagai bisnis, digitalisasi memang sudah keharusan. Itu sebabnya, Moka, sebagai starup lokal penyedia layanan point-of-sale (POS) berbasis cloud mengembangkan layanannya yakni mengintegrasi model pembayaran dengan platform e-payment seperti OVO, T-Cash, dan DANA untuk sediakan akses pembayaran non-tunai.

“Kerja sama yang terjalin dengan para penyedia layanan e-payment merupakan langkah konkret untuk mendukung bisnis Moka dalam memasuki babak terbaru sebagai pemimpin di industri POS Indonesia,” kata Haryanto Tanjo, CEO dan Co-Founder Moka.

Haryanto menambahkan “Dengan integrasi ini, kami berkomitmen untuk terus tumbuh dalam memberikan solusi teknologi terbaik bagi seluruh merchant, dan memperluas pelayanan lainnya agar pelaku bisnis dapat tumbuh mengembangkan bisnisnya bersama Moka.

Saat ini, Moka telah menjangkau lebih dari 10.000 pengguna berbayar di lebih dari 200 kota dan kabupaten, serta berhasil memproses lebih dari 50 juta transaksi, yang setara dengan 600 juta US dollar per tahun.

Layanan pembayaran e-payment ini diharapkan dapat memobilisasi pelanggan untuk nyaman bertransaksi sehingga dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan omzet dan produktivitas usaha para merchant.

Selain itu, Haryanto Tanjo pun juga menjelaskan bahwa kerja sama yang terjalin dengan para penyedia layanan e-payment adalah bentuk kepedulian Moka dalam membantu mengembangkan gerakan digitalisasi keuangan.

“Besar harapan kami agar integrasi inovatif ini bisa menjadi solusi bagi pelaku bisnis untuk terus meningkatkan skala bisnisnya. Kami berkomitmen agar selalu memberikan solusi teknologi terbaik bagi seluruh merchant, dan memperluas pelayanan lainnya agar pelaku bisnis dapat tumbuh bersama Moka,” tutur Haryanto.

Moka telah resmi meluncurkan integrasi pembayaran dengan OVO selaku e-payment platform yang telah memiliki 9,5 juta pengguna di Indonesia. Dengan kerja sama ini, seluruh merchant Moka dapat menerima pembayaran dengan OVO setelah mereka melakukan aktivasi.

“Kemitraan dengan Moka adalah kerja sama yang menguntungkan kedua belah pihak, di mana dapat membantu kami memperluas jangkauan layanan OVO di gerai fisik serta meningkatkan transaksi.” ujar Adrian Suherman, Presiden Direktur OVO.

Adrian menambahkan “Selain itu, kami juga memiliki tujuan untuk mendukung para pemilik bisnis dengan memberi akses akan pelanggan berkualitas dan memungkinkan pembayaran elektronik, loyalty points, dan penawaran eksklusif secara lebih mudah.”

Dalam waktu dekat, aplikasi point-of-sale Moka juga akan berintegrasi dengan pemain besar e-payment lainnya, yaitu TCASH, dengan akses ke lebih dari 20 juta pengguna di 34 provinsi di Indonesia, serta DANA, Dompet Digital Indonesia dengan infrastruktur open platform.

“Moka ingin mendorong transaksi non-tunai di toko-toko offline agar merchant beserta pelanggannya mendapatkan kenyamanan lebih dalam bertransaksi. Kedepannya, kami ingin bekerja sama dengan lebih banyak pelaku fintech untuk bersama-sama meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia.” jelas CTO and Co-Founder Grady Laksmono. (Icha)

 

 

 

Belanja Perangkat WiFi Bakal Mencapai $ 3,5 miliar Dari 2018 – 2022

Telko.di – Pasar peralatan WiFi setiap waktu nya tumbuh terus. Pada tahun 2017 lalu, permintaan ini didorong oleh kebutuhan akan akses broadband dan akan terus berlanjut karena akan memasuki era 5G.

Pada tahun 2017 lalu saja, pendapatan dari perangkat WiFi ini mencapai $ 626 juta, meningkat 1,3 persen dari tahun sebelumnya.

Pada tahun 2022, pasar diperkirakan mencapai $ 725 juta – ukuran kumulatif lebih dari $ 3,5 miliar dari 2018 hingga 2022 – berdasarkan dua segmen yang kuat: akses poin Wi-Fi mandiri (terutama dikerahkan oleh operator jalur tetap dan ISP nirkabel) dan mode ganda Wi-Fi / jalur akses seluler (digunakan oleh operator seluler).

“Kedatangan era 5G secara bertahap akan mengubah arsitektur jaringan, tetapi persyaratan untuk kepadatan jaringan berarti kebutuhan Wi-Fi akan terus memiliki peran sebagai pendukung yang kuat untuk pengguna akhir broadband seluler dan untuk aplikasi yang lebih baru seperti Internet of Things dan smart kota, ”kata Richard Webb, Director of Research and Analysis for Service Provider Technology at IHS Markit.

Richard menambahkan “Kami mengharapkan peningkatan dalam investasi operator Wi-Fi hingga 2020, selaras dengan pengembangan jaringan 5G.”

Semua wilayah di dunia terlihat miliki permintaan yang kuat untuk Wi-Fi operator. Hal ini menunjukkan bukti proliferasi di negara berkembang selain pasar yang berkembang di mana pertumbuhan data seluler didokumentasikan dengan baik.

Namun, skala permintaan untuk proposal (RFP) dari operator seluler di Asia Pasifik – khususnya Cina dan Indonesia saat ini, dengan kemungkinan India untuk menambah gelombang lebih dekat ke 2022 – berarti kawasan ini akan menjadi penggerak pertumbuhan terkuat, meskipun semua wilayah melihat pertumbuhan berkelanjutan selama periode ini.

Untuk pasar WiFi operator, ada beberapa peralatan yang diminati. Antara lain, peralatan 3G/WiFi dual mode yang pada tahun 2017 pendapatannya mencapai $ 17, mengalami menurunan sebesar 66,4% dari tahun sebelumnya.

Namun, untuk peralatan WiFi berbasis modul identitas pelanggan (SIM) mengalami pertumbuhan adopsi yang solid (naik 21,6 persen pada 2017 dari 2016).  Hal ini didorong oleh keinginan untuk memiliki integrasi yang lebih dekat antara Wi-Fi dan jaringan seluler.

Sedangkan peralatan Fungsi jaringan virtualisasi (NFV) memiliki potensi manfaat yang kuat untuk operator tetap dan seluler, seperti efisiensi opex dan capex, fleksibilitas dan kreasi layanan, penggunaan daya yang berkurang dan lingkungan layanan baru, termasuk analitik data dan layanan berbasis lokasi. (Icha)

Layanan Internet Cepat 4G LTE  Hadir di Ujung Pulau Seribu

0

Telko.id –  Komitmen Telkomsel dalam menghadirkan jaringan telekomunikasi untuk seluruh masyarakat Indonesia terus dilakukan, dimana kali ini jaringan Telkomsel telah hadir di Pulau Sebira, yang merupakan pulau paling utara dari gugus Kepulauan Seribu. Hadirnya jaringan Telkomsel diharapkan bisa membuka isolasi komunikasi dan meningkatkan produktivitas masyarakat dengan hadirnya layanan internet cepat 4G LTE.

“Hadirnya Jaringan Telkomsel di pulau Sebira ini merupakan wujud nyata Telkomsel dalam membangun dan melayani negeri. Kini masyarakat pulau Sebira sudah bisa berkomunikasi dengan masyarakat yang ada di daerah lain, bahkan mereka juga sudah bisa menikmati layanan internet cepat 4G LTE yang dapat digunakan untuk mengakses segala macam informasi yang positif dan edukatif sehingga semakin meningkatkan produktivitas masyarakat Pulau Sebira,” kata Ririn Widaryani Executive Vice President Area Jabotabek Jabar Telkomsel.

Didukung dengan jaringan 2G dan 4G LTE, kini layanan Telkomsel telah mengcover seluruh wilayah di pulau Sebira sejak Rabu 9 Mei 2018. Selain itu kehadiran jaringan Telkomsel juga mengakomodasi kebutuhan komunikasi penduduk di wilayah pulau Sebira yang jumlahnya mencapai lebih dari 500 jiwa yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan.

Sebagai Informasi Pulau Sebira yang memiliki luas 9.5 hektar ini merupakan pulau terluar dari gugus Kepulauan Seribu dan berjarak ±126 kilometer dari pantai utara Jakarta. Untuk menjangkau pulau ini akan memakan waktu sekitar 8 Jam perjalanan menggunakan kapal dari Pelabuhan Jakarta. Dengan adanya jaringan cepat ini diharapkan juga dapat meningkatkan produktivitas ekonomi dan pendidikan.

Hingga saat ini, lebih dari 35 BTS Telkomsel telah mengcover sekitar 95 % populasi penduduk diwilayah Kepulauan Seribu seperti Pulau Pramuka, Pulau Tidung, Pulau Pari, Pulau Lancang Besar, Pulau panggang, Pulau Kelapa Kecil, Pulau bidadari, Pulau Sebira dan beberapa pulau lainnya.

“Kehadiran Layanan Telkomsel di Pulau Sebira ini juga sebagai bentuk komitmen kuat kami dengan Pemprov DKI dimana hal ini adalah bagian dari tindak lanjut kami terhadap permintaan Wakil Gubernur DKI Jakarta , Sandiaga Uno pada saat audiensi beberapa waktu lalu. Semoga kehadiran layanan Telkomsel juga bisa meningkatkan pelayanan pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada masyarakat di pulau sebira, ”tandas Ririn.

“Hadirnya layanan komunikasi bagi masyarakat setempat ini diharapkan dapat mendorong pembangunan di daerah ujung, terpencil dan hingga ke perbatasan negara, di antaranya mempercepat pertumbuhan perekonomian dan kemasyarakatan, sekaligus mampu menjadi katalisator dalam mempromosikan potensi daerah, serta meningkatkan daya tarik investasi, peluang usaha, bahkan lapangan kerja baru. Dengan jaringan yang tersebar hingga ke pelosok negeri, Telkomsel menghubungkan Indonesia melalui layanan telekomunikasi yang membuka berbagai kesempatan baru dan mendorong dampak sosial ekonomi yang positif bagi masyarakat,” pungkas Ririn.

Kehadiran BTS daerah ujung dan di desa-desa tanpa sinyal ini semakin mempertegas komitmen Telkomsel dalam membangun dan memajukan seluruh negeri, tidak hanya di kota dan daerah yang menguntungkan secara bisnis. Dalam upaya membuka isolasi layanan komunikasi di Indonesia, selama tiga tahun terakhir, Telkomsel telah membangun 568 BTS di wilayah-wilayah perdesaan yang sebelumnya tidak memperoleh layanan komunikasi di Tanah Air. Dari 568 BTS tersebut, 47 di antaranya merupakan BTS 4G yang memungkinkan masyarakat memanfaatkan layanan data yang berkualitas untuk meningkatkan produktivitas. (Icha)

 

 

 

Triple Fast Charging System Lengkapi Kedatangan Acmic C10Pro

0

Telko.id, Jakarta – Pertengahan tahun 2018 dimanfaatkan sejumlah perusahaan untuk memperkenalkan produk barunya, tak terkecuali Acmic. Produsen power bank tanah air ini meluncurkan Acmic C10Pro, yang diklaim memiliki teknologi Triple Fast Charging System; 2,4A Fast Charge, Qualcomm Quick Charge 3.0 dan support USB PD (Power Delivery).

Menurut CEO PT Satu Pro Global Niaga selaku distributor tunggal Acmic di Indonesia, ketiga teknologi ini akan membuat C10Pro dapat melakukan pengisian daya ke hampir semua perangkat, termasuk Galaxy Note 8, Galaxy S9, iPhone 8, dan lain-lain. Pun demikian perangkat digital lainnya yang mendukung USB Type-C seperti Nintendo Switch, Apple iPad Pro, ataupun MacBook Pro generasi terbaru. Dengan kecepatan 4 kali lebih baik dari Power Bank Standar.

“Dengan semua teknologi yang dibenamkan di dalamnya, Acmic C10Pro diharapkan dapat menjadi power bank yang dapat diandalkan para pengguna gadget. Bukan cuma dari segi fungsi, tetapi juga gaya hidup,” kata Heri dalam keterangan resmi yang diterima tim Telko.id hari ini, Jumat (11/05).

Desain Premium C10Pro tampak dari material Polycarbonate dengan Carbon Fiber Sintetis yang digunakannya. Tak hanya kokoh, konon power bank ini juga sangat nyaman digenggam. Sementara bentuknya yang tipis memungkinkannya dibawa kemana-mana, termasuk diselipkan ke dalam saku.

Selain Triple Fast Charging System untuk daya keluarnya, power bank berkapasitas 10.000 mAh ini juga dilengkapi Dual Fast Charging System untuk daya masuknya, yaitu Qualcomm Quick Charge 3.0 & USB PD, yang akan menjadi standar global untuk teknologi fast charging di masa depan.

Itu belum termasuk 9 perlindungan pintar yang dibawanya demi mengantisipasi kesalahan-kesalahan yang mungkin dilakukan saat melakukan pengisian baterai, meliputi Smart Temperature Protection, Smart Over-Charge Protection, Smart Over-Discharge Protection, Smart Short-Circuit Protection, Smart Input Over-Voltage Protection, Smart Output Over-Voltage Protection, Smart Recovery Protection, Smart Output Over-Current Protection dan Smart PTC Cell Protection.

Acmic C10Pro akan tersedia secara eksklusif di Tokopedia dengan harga Rp399.900, dan akan mulai dijual secara Flash Sale pada 14 Mei hingga 3 Juni 2018, dengan penawaran spesial berupa potongan harga 50% menjadi Rp 199.000.

“Tren produk elektronik seperti gadget bergerak begitu dinamis. Kolaborasi eksklusif dengan Acmic merupakan bagian dari upaya Tokopedia dalam menghadirkan pengalaman berbelanja terbaik untuk Toppers, salah satunya dengan menyediakan pilihan terlengkap untuk segala kebutuhan elektronik. Ini sejalan dengan visi Tokopedia untuk menjadi platform di mana siapa pun bisa memulai dan menemukan apa pun,” jelas COO Tokopedia, Melissa Siska Juminto.

Untuk semakin meyakinkan konsumen akan kualitas produknya, Acmic juga memberikan garansi 18 Bulan Rusak Ganti Baru Tanpa Batas untuk para konsumen.

Indosat Merugi Akibat Registrasi Prabayar Tapi Optimis Tidak Akan Lama

0

Telko.id – Dengan adanya program registrasi, operator melakukan beberapa langkah untuk penyesuaian. Salah satunya adalah tidak lagi melakukan pre inject sejak Januari 2018 lalu. “Kami sudah stop 100%,” ujar Joy Wahyudi, Direktur Utama, usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), di Jakarta (9/4).

Padahal, langkah ini sudah lumrah dilakukan oleh operator sejak lama untuk menambah pelanggan. Di mana, simcard di inject dengan paket data dan di push ke outlet untuk menjualnya.

Tak heran, dengan tidak melakukan pre inject ini lagi, maka bisnis Indosat pun turun drastis karena tidak ada penambahan pelanggan.

Pelanggan seluler Indosat tercatat turun dari 110 juta pelanggan pada akhir 2017 menjadi 96,1 juta pelanggan pada kuartal satu 2018. Joy menjelaskan penurunan ini pun merupakan salah satu efek shifting perilaku pelanggan.

“Penurunan legacy bisnis dan peraturan mengubah push market menjadi consumer driven,” tungkapnya.

Penurunan bisnis Indosat ini terlihat dalam laporan keuangan kuartal I tahun 2018. Di mana, berdasarkan laporan keuangan Indosat, perusahaan itu merugi Rp505,7 miliar sepanjang kuartal satu 2018. Hasil ini berbanding terbalik dengan pencapaian pada kuartal satu tahun sebelumnya yang mencatatkan laba sebesar Rp173,9 miliar.

Sementara untuk pendapatan, Indosat mengantongi Rp5,7 triliun sepanjang kuartal satu 2018. Pendapatan ini turun 21,9 persen dari pendapatan periode yang sama tahun sebelumnya yakni Rp7,289 triliun.

Penurunan ini diikuti turunnya pendapatan seluler sebesar 27 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya, yakni dari Rp6 triliun menjadi Rp4,4 triliun.

“Potensi penurunan bisnis ini belum berhenti. Soalnya, kita belum mendelete nomor-nomor yang belum registrasi dari system,” ujar Joy.

Namun, Joy optimis bahwa kondisi ini tidak akan lama. Hanya saja, seberapa besar pengaruhnya, masih belum dapat dihitung. Diperkirakan pada kuartal dua mendatang baru akan terlihat

“Nanti pelan-pelan naik lagi. Demand kan pasti terus ada, tinggal kami cari migrasinya ke mana. Saya sih yakin kuartal II-2018 nggak akan drop lagi revenue kami,” ia menambahkan.

Hanya saja, Joy masih belum bisa memperhitungkan kira-kira akan seberapa besar pengaruh nya ke laporan keuangan. (Icha)