spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...
Beranda blog Halaman 1455

Akhir dari Perjalanan Singkat Path

0

Telko.id – Seorang mahasiswi sebuah perguruan tinggi swasta di bilangan Jakarta Barat nampak asyik menggulir layar smartphone-nya. Mahasiswi program studi Film dan Televisi itu menatap linimasa media sosial yang dipadati dengan lokasi-lokasi yang dikunjungi teman-temannya dan lagu-lagu yang sedang didengarkan.

Remaja berusia 19 tahun itu nampak menyimpan layar tampilan gawainya. Kemudian, perempuan berkerudung bernama Nanda Salsabilaviani itu membuka akun Instagram dan memasukkan gambar tadi ke fitur story.

“Thank you udh nemenin gw disetiap blan puasa~ Bai path”. Tulisan dengan huruf berwarna merah itu ia sematkan ke gambar tadi sebelum ia unggah untuk dilihat oleh teman-temannya.

Nanda merupakan satu dari banyak pengguna Path yang merespons pengumuman penutupan media sosial yang sempat “ngehits” itu dengan mengunggah tangkapan layar linimasa Path dan mengucapkan kata perpisahan lewat story Instagram.

Path telah mengeluarkan pernyataan akan menutup media sosial yang telah berdiri selama delapan tahun itu di situs resminya pada 17 September lalu. Dan tanggal 1 Oktober nanti, aplikasi Path sudah tidak tersedia di iTunes maupun Google Play. Path akan menutup aksesnya di tanggal 18 Oktober dan pada tanggal 15 November layanan pelanggan yang berkaitan dengan Path akan diputus. So, sejarah Path akan terhenti dipenghujung tahun 2018 ini.

Melesat Sejak Awal Peluncuran

Sejarah Path dimulai dengan peluncuran aplikasi Path di bulan November 2010 oleh mantan manajer sekaligus ‘investor malaikat’ (angel investor) Facebook, Dave Morin bersama dua rekannya, yakni Shawn Fanning dan Dustin Mierau di San Fransisko, Amerika Serikat.

Fitur-fitur yang disajikan Path pada awalnya tidak jauh berbeda dengan Facebook. Pengguna Path dapat mengunggah gambar, membagikan lokasi, dan menandai teman. Selain itu, Path juga memungkinkan penggunanya untuk membagikan judul lagu yang sedang didengarkan, film yang sedang ditonton, dan buku yang sedang dibaca di linimasanya.

Namun berbeda dengan Facebook, di versi awalnya Path hanya membatasi setiap penggunanya dengan maksimal 50 teman. Di laman blog mereka, Path menjelaskan bahwa ada alasan di balik angka tersebut.

“Kami terinspirasi oleh Profesor Robin Dunbar dari Universitas Oxford yang penelitiannya menggali tentang jumlah hubungan kepercayaan antarmanusia yang dapat dipertahankan seumur hidup. Kita memiliki tendensi untuk mempunyai 5 sahabat, 15 teman baik, 50 teman dekat dan keluarga, dan 150 total teman,” tulis Path.

Keterbatasan ‘teman’ yang dimiliki pengguna di Path menantang standar media sosial pada umumnya yang kebanyakan bertujuan untuk berbagi konten ke banyak orang. Namun, karakteristik Path itu rupanya disenangi oleh warganet.

Terbukti, hanya dalam waktu tiga minggu setelah diluncurkan, Path telah diunduh sebanyak 1,5 juta kali. Popularitas Path mencapai puncaknya ketika Google menawarkan 100 juta dolar AS atau setara Rp 1,5 triliun untuk membeli Path, tiga bulan setelah diluncurkan. Namun, Dave Morin tak bergeming, dan memilih untuk menolaknya.

Seakan menunjukkan bahwa Path baik-baik saja setelah mengabaikan tawaran Google, Path akhirnya mencapai kejayaan dengan meraup 2 juta pengguna dengan interaksi harian sebanyak 15 juta di bulan Februari 2012, atau kurang dari 2 tahun sejak diluncurkan.

Keberhasilan Path bahkan masih terus berlanjut. Selang empat bulan kemudian, Path telah mendapatkan 3 juta pengguna. Dan puncaknya, pada April 2013, pengguna Path dengan cepat menyentuh angka 10 juta pengguna di seluruh dunia.

Path dan Privasi Pengguna yang Dikhianati

Tahun 2012, Path dianggap melakukan kesalahan fatal. Seorang pengguna sekaligus programmer Arun Thampi menulis di laman blognya bahwa ia menemukan seluruh daftar kontak (termasuk nama lengkap, alamat e-mail, dan nomor telepon) dikirim ke Path. Thampi menambahkan bahwa ia tidak merasa Path pernah meminta izinnya untuk mengambil data-data sensitif di daftar kontaknya.

Merespons postingan Thampi, Morin menulis bahwa daftar kontak tersebut digunakan untuk mempermudah pengguna mencari dan terhubung dengan teman-teman dan keluarga. Morin juga menambahkan bahwa Path telah meminta izin dari pengguna Android untuk mengunggah daftar kontak, tapi fitur tersebut memang belum diberlakukan bagi pengguna iPhone.

CEO Path itu kemudian meminta maaf dan mengaku telah menghapus semua daftar kontak yang telah dikumpulkan. Versi baru Path untuk pengguna iPhone pun diluncurkan, kini disertai dengan permintaan izin bagi pengguna sebelum mengunggah daftar kontak ke server.

Komisi Perdagangan Federal (FTC) Amerika pun menindak kasus itu. Selain karena telah mengumpulkan informasi pengguna tanpa izin, Path juga dikenai sanksi akibat mengoleksi data anak di bawah umur secara ilegal tanpa izin orang tua mereka. Jejaring sosial yang baru berusia tiga tahun itupun dikenakan denda sebesar 800 ribu dolar AS atau sekitar Rp 12 miliar.

Dalam laman blognya, Path menuliskan bahwa di awal peluncuran, anak-anak berusia di bawah 13 tahun masih bisa membuat akun karena sistem mereka saat itu tidak secara otomatis menolak pembuatan akun bagi pengguna di bawah usia 13 tahun.

Path kemudian menyatakan bahwa mereka telah menghapus akun-akun terkait. FTC juga mewajibkan Path untuk menghapus informasi-informasi yang telah mereka kumpulkan dari pengguna berusia di bawah 13 tahun .

Bakrie dan Dinamika Bisnis Path

Masalah yang menimpa Path rupanya tidak mempengaruhi popularitas Path di Indonesia. Di tahun 2013, Kominfo menyebutkan Path sebagai salah satu media sosial yang paling sering dipakai di Indonesia dengan pengguna sebanyak 700 ribu orang.

Angka tersebut meningkat drastis ketika Dave Morin menyebutkan Indonesia sebagai pengguna terbanyak Path dengan jumlah mencapai 4 juta pengguna, melampaui pengguna Path di negara asalnya, Amerika Serikat. Saat itu, Path telah memiliki 20 juta pengguna aktif di seluruh dunia.

Pertumbuhan Path di Indonesia dilirik oleh Bakrie Global Group (Bakrie Telecom). Di tahun 2014, perusahaan keluarga Bakrie tersebut menginvestasikan dana sebesar 25 juta dolar AS atau sekitar Rp 373 miliar. Walaupun pihak Bakrie mengklaim mereka memiliki saham mayoritas di media sosial tersebut, Path mengklarifikasi bahwa Bakrie tidak memegang saham lebih dari satu persen.

Dave Morin tampak menyadari kesempatan Path untuk tumbuh besar di Indonesia. Dari 23 juta pengguna Path di dunia saat itu, seperlimanya adalah pengguna Indonesia. Path bahkan berencana untuk membuka kantor di Jakarta pada awal tahun 2015.

Peminat Path menurun di AS dan Eropa menurun drastis, tapi Path bertahan di Asia, khususnya di Indonesia. Tanda-tanda kehancuran Path sudah mulai nampak, dengan pengguna harian global hanya 5 juta orang.

Melihat gelagat buruk itu, Morin memutuskan untuk menjual jejaring sosialnya pada Daum Kakao, perusahaan asal Korea Selatan yang meluncurkan aplikasi Kakao Talk. Strateginya adalah agar Daum Kakao mendapat lebih banyak pengguna di Indonesia untuk menyaingi rivalnya, yaitu aplikasi chatting asal Jepang, LINE.

Namun rencana itu tidak berjalan mulus. Akuisisi Daum Kakao dan pilihan Path untuk memfokuskan targetnya di Indonesia rupanya tidak membawa keuntungan yang berarti. Di tahun 2017, survei yang dilakukan oleh JakPat menunjukkan bahwa Path masih menjadi media sosial keempat yang paling banyak digunakan di Indonesia dengan persentase sebesar 24 persen.

Meski begitu, masa depan Path di Indonesia dinilai tidak begitu cerah, karena harus bersaing dengan para rival-rivalnya yang semakin besar. Seperti misalnya aplikasi berbasis foto lainnya, Instagram, yang kokoh berada di posisi kedua dengan tingkat penetrasi sebesar 70 persen.

‘The Last Goodbye’

Di tahun kedelapan, Path akhirnya lempar handuk alias menyerah. Path pada akhirnya harus mengucapkan selamat tinggal kepada penggunanya. Pengumuman yang dirilis di situs resminya membawa para pengguna Path di Indonesia pada nostalgia.

Banyak yang mengunduh kembali aplikasi Path dan memandang linimasa akun mereka, mengenang masa ketika media sosial tersebut masih ramai digunakan. Namun, ada pula yang masih memiliki aplikasi Path di gawai mereka, walaupun kini sudah tidak mereka gunakan lagi.

Nanda merupakan salah satunya. Ia mengaku tidak menggunakan Path sehari-hari, tapi jejaring sosial tersebut telah menemaninya di tiap bulan Ramadan sejak tahun 2012. “Iya, pokoknya tiap bulan puasa aku pakai Path,” sebutnya.

Nanda menjelaskan bahwa ia senang menggunakan fitur di Path yang memungkinkan penggunanya untuk membagikan waktu saat ia tidur dan kapan ia bangun di linimasa.

Alvin Filbert (19) juga masih menyimpan Path di gawainya. Ia bercerita bahwa teman-temannya yang membuatnya bergabung ke media sosial Path di tahun 2013. Mahasiswa program studi Akuntansi ini mengaku bahwa ia terakhir kali membuka Path di tahun 2017.

“(Tidak aktif lagi) karena yang lain juga udah jarang update, kan,” terangnya. “Ngapain lagi ngeliatin (linimasa) yang sama terus,” sambung Alvin menjelaskan alasannya meninggalkan Path.

Baik Nanda maupun Alvin menyayangkan tutupnya media sosial yang pernah mereka gunakan dalam waktu lama. Namun, mereka berpendapat bahwa kegagalan Path diakibatkan karena fitur-fiturnya yang tidak berkembang dan kalah bersaing dengan aplikasi-aplikasi pesaingnya.

Kedua mahasiswa ini sama-sama menyebutkan Instagram sebagai aplikasi saingan yang telah mengalahkan Path. Mereka menilai fitur-fitur Instagram yang terus bertambah sebagai keunggulannya.

“Instagram sekarang lagi hits banget tuh, update-nya lagi bagus-bagus juga kan. Mungkin karena itu (Path) kalah, karena fitur dan perkembangannya kurang,” tutur Alvin.

Nanda turut mengamini pendapat Alvin. “Karena fiturnya (Path) gitu-gitu doang, makanya aku mainnya di bulan Ramadan doang,” ucap Nanda.

“Yang ngebosenin (karena) gitu-gitu doang fiturnya. Kayak enggak ada berkembangnya. Kalau Instagram kan sekarang bisa IGTV, tiba-tiba story-nya bisa di-zoom,” tambah Nanda, menyebut berapa kelebihan aplikasi pesaing Path.

Begitupun Livyani (20), mahasiswi program studi Manajemen ini memiliki pendapat yang hampir-hampir mirip. Dia mengatakan pernah menggunakan Path selama dua tahun, dan menganggap bahwa banyaknya fitur tidak menjadi standar popularitas suatu media sosial.

“Path itu (perlu) inovasi. Walaupun sedikit fitur, paling enggak ada keunikan sendiri. Sayangnya enggak ada inovasi. Snapchat aja walaupun (hampir) sama kayak Instagram, ada keunikan sendiri, kan? Kalau dia (Path) enggak. Mau gimana?” terangnya.

Kurang Inovasi dan Kurang Duit

Kabar tutupnya Path juga mendapat perhatian dari sejumlah pengamat media sosial di Tanah Air. Nukman Luthfie adalah salah satu pengamat yang banyak dimintai pendapatnya soal penyebab Path akhirnya ditinggalkan penggunanya.

Menurut Nukman Luthfie, masalah tutupnya Path ada pada masalah finansial dan karakteristik Path yang berubah. “Awalnya Path membatasi hanya 150 teman. Ketika ditambah menjadi 500, apa bedanya dengan Facebook?” ujar Nukman kepada tim Telko.id.

Pria berusia 53 tahun itu juga menambahkan bahwa di awal peluncurannya, orang-orang beralih ke Path karena mencari kenyamanan dari Facebook. Keterbatasan jumlah teman di Path menjadikan media sosial itu lebih eksklusif dan privat, sehingga pengguna bisa leluasa untuk memposting gambar maupun status di antara teman-teman dekatnya.

“Sudah produk (Path) lari dari fitrah awal, muncul pesaing baru yang lebih menarik, yaitu Instagram,” tuturnya.

Nukman menjelaskan, media sosial yang kini digunakan oleh warganet di Indonesia terbagi tiga kelompok besar, yakni Facebook, Instagram, dan Twitter, dan ketiganya memiliki karakteristik masing-masing.

Facebook yang berbasis pertemanan memungkinkan pengguna untuk memiliki teman sebanyak-banyaknya. Sementara itu, pengguna Instagram dan Twitter yang berbasis informasi dalam bentuk gambar (Instagram) dan teks (Twitter) dapat mengikuti (follow) pengguna lain dengan bebas.

“Orang Indonesia itu cerewet dan mereka mencari media sosial yang bisa menampung kecerewetan mereka,” sebut Nukman, menggambarkan karakteristik pengguna media sosial di Indonesia.

Ia menyebutkan, saat ini Facebook, Instagram, dan Twitter mampu memfasilitasi pengguna-penggunanya dengan baik, termasuk dari Indonesia, dengan interaksi dan percakapan lewat status maupun komentar.

Mulanya, kata Nukman, Path telah memenuhi syarat itu. Keterbatasan teman membuat pengguna Path hanya berjejaring dengan orang-orang terdekatnya saja dan mereka bisa berinteraksi dengan lebih nyaman.

Namun sayangnya, karena ingin menanggapi desakan pengguna di Indonesia, Path kemudian menambah batasannya menjadi 500 teman. “Path mengambil langkah yang salah,” tandas Nukman.

Selain melanggar “fitrah awal”, kejatuhan Path juga dianggap karena kesalahan me-manage keuangan. Michael Carney, lewat tulisannya di Pando.com, bahkan sudah mencemaskan kejatuhan Path di tahun 2014, karena masalah keuangan.

Kala itu, Path masih mendapat kucuran dana dari banyak investor. Carney berpendapat bahwa Path tidak berkembang akibat eksekusi yang buruk, fokus berlebih pada desain dibandingkan kegunaan, dan pengeluaran yang “terlampau mewah”.

Hal tersebut tercermin dari tim awal Path dengan rasio desainer dan pengembang aplikasi sebesar 1 banding 2 ketika rata-rata seharusnya adalah 1 banding 20. Path juga dinilai menggunakan uangnya dengan berlebihan untuk kantornya yang disebut-sebut pernah memakan biaya 2,5 juta dolar AS (setara Rp 37 miliar) per bulan.

Well, kini nasib Path sudah menjadi bubur. Aplikasi yang sempat digadang-gadang akan menjadi pesaing berat Facebook itu akhirnya tersungkur dan tak bisa bangkit lagi. Kesalahan manajemen keuangan dan kurangnya inovasi, membuat Path harus gulung tikar dan tinggal nama.

“Kurang inovasi, kurang pelanggan, kurang duit,” ujar Livyani menyimpulkan alasan kegagalan Path dengan singkat dan padat. [AF/HBS]

ZTE Bentuk Tim Khusus Dukung Pemulihan Jaringan Telko Di Sulteng

0

Telko.id – ZTE Indonesia bersama Telkomsel membentuk tim khusus untuk memberikan solusi terbaik untuk memulihkan jaringan telekomunikasi yang terputus di daerah bencana.

“Kami memahami pentingnya jaringan telekomunikasi dalam situasi bencana baik untuk komunikasi antara korban dengan keluarga dan juga untuk koordinasi penanggulangan bencana. Kami segera membentuk tim untuk memulihkan jaringan dan terus memantau perkembangannya siang dan malam”, kata Allen Zhang, Deputy Director Engineering Service ZTE Indonesia.

“Tidak hanya di lokasi bencana, tim juga dibentuk di Makassar dan Jakarta untuk secara intensif memantau dan melaporkan kepada manajemen Telkomsel dan ZTE Indonesia”, tambahnya.

Sementara itu, Deden Machdi, Project Director ZTE untuk Sulawesi menjelaskan, “Meskipun ada tantangan dari bahan bakar dan listrik, tim telah berhasil memulihkan sekitar 85% dari situs yang terkena dampak dengan tindakan 2G Upgrade Capacity, Boosting Coverage, Capacity Optimization, Layering Strategy, Rehoming, 4G dan 3G Util Optimization. Kami akan melakukan yang terbaik untuk pemulihan hingga 100% ”.

Selain rehabilitasi jaringan, ZTE juga melakukan aksi ZTE Peduli untuk membantu para korban dengan menyalurkan makanan, bahan bakar, kebutuhan anak-anak dan kebutuhan rumah tangga langsung ke daerah bencana.

Gempa dan gelombang tsunami yang terjadi di Palu meninggalkan kesedihan mendalam tidak hanya bagi warga tetapi juga seluruh rakyat Indonesia. ZTE berharap tidak hanya jaringan telekomunikasi, tetapi juga kehidupan para korban dapat dipulihkan segera. (Icha)

Telkomsel Targetkan Game ShellFire Miliknya Bisa Diunduh 3 Juta

0

Telko.id – Telkomsel tidak hanya mendorong para developer membuat game, tapi operator ini juga ikutan membuat game sendiri melalui Dunia Games. Namanya, ShellFire. Sebuah aplikasi game platform smartphone ber-genreaction dengan sub genre FPS (First Person Shooter) dan MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) yang memiliki berbagai macam mode permainan, karakter hero, map dan in-app items.

Harapannya, game yang dapat diunduh di Google Play Store dan menyusul tersedia di iOS Store dapat diunduh 3 juta hingga akhir tahun ini.

“ShellFire merupakan game pertama yang dimiliki oleh Telkomsel dan didistribusikan secara umum melalui Dunia Games untuk semua pengguna smartphone di Indonesia. Kami harap adanya aplikasi game ShellFire ini turut memeriahkan game pada platform mobile/smartphone,” kata Alistair Johnston, Direktur Marketing Telkomsel.

Alistair menambahkan,” ShellFire ini adalah bukti komitmen kami untuk membangun ekosistem digital entertainment lifestyle bagi masyarakat Indonesia. Nanti, game ini akan masuk ke Dunia Games, sebagai platform kolaborasi di antara publisher game, berlanjut ke Indonesia Games Championship.”

Foto: Hendra Wiradi/Telset.id
Foto: Hendra Wiradi/Telset.id

Bagi Telkomsel, segmen Games Player menjadi basis pelanggan yang menyumbang pendapatan tertinggi dari layanan digital lainnya. Bahkan bisa mencapai 34%.  Sedangkan untuk market share di Industri Games Indonesia, Telkomsel mencapai lebih dari 22%.

Adapun potensi pendapatan industri games di Indonesia sampai dengan tahun 2022 diproyeksikan mencapai hingga senilai USD 3.75 Milyar. Trend layanan ini didorong salah satunya oleh pertumbuhan industri mobile gaming yang merambah Indonesia.

Masyarakat dapat bermain games kapan saja dan dimana saja tanpa perlu datang ke Internet Café atau memiliki console permainan yang harganya masih relatif tinggi. Hingga kini tercatat 60 juta pelanggan Telkomsel memainkan mobile gamesdi handphone-nya setiap bulan.

Untuk memaksimalkan potensi pertumbuhan tersebut, Dunia Games sebagai game portal dan media platform nomor satu di Indonesia akan fokus dengan menambah portofolio bisnis terhadap tiga hal yaitu: pertama, peningkatan layanan Direct Carrier Billing (DCB) Paymentdengan menambah jaringan merchant game voucher/direct topup; kedua, meningkatkan kredibilitas sebagai Game Publisher dengan merilis berbagai macam game title & genre; ketiga, menumbuhkan ekosistem eSport melalui kompetisi, komunitas gamer dan dukungan tim professional.

Game ShellFire kini sudah dapat digunakan secara luas oleh seluruh pengguna mobile phone di Indonesia. Bagi Gamer yang sebelumnya sudah memainkan sejak versi Open Beta dapat terus menggunakan akun mereka, tanpa reset, untuk mengadu ketangkasan dan meningkatkan level pada musim pertama ini.

Bagi para Gamer yang login dalam periode promo tanggal 1-31 Oktober 2018 akan mendapatkan reward berupa hero, rune, dan item lainnya senilai lebih dari Rp 200,000. Khusus pelanggan Telkomsel mendapatkan tambahan paket data GamesMaxyang dapat digunakan bermain di ShellFire dan game lainnya dengan kuota 5GB dengan harga Rp 10. Paket promo ini dapat diaktivasi melalui melalui situs resmi ShellFire di https://shellfire.duniagames.co.id/.

Pada kesempatan yang sama, Head of Digital Lifestye Telkomsel Crispin P. Tristram mengatakan, “Setelah peluncuran ShellFire ini, ke depan Dunia Games akan menghadirkan banyak aplikasi game dengan berbagai genre baru. Selain itu sebagai bagian dari dukungan kami kepada komunitas industri games di Indonesia, Dunia Games tengah merambah ke dunia eSports”.

Untuk itu, Telkomsel juga akan mengadakan berbagai pertandingan kompetisi games dari level lokal hingga level internasional, serta mengelola dan mensponsori tim gamersprofessional. Rencana kami games ShellFire akan menjadi title games eSport yang akan dipertandingkan pada tahun depan.

Dalam waktu dekat Dunia Games juga akan meresmikan dan memiliki Arena eSports Stadium dengan tujuan agar Dunia Games dapat lebih diterima di komunitas dan industri games di Indonesia. (Icha)

 

 

 

Telkomsel dan DIVA Buat Kasir Digital Khusus Untuk UKM

0

Telko.id – Digitalisasi bagi UKM memang tidak bisa dilakukan sendiri. Harus banyak pihak yang membantu untuk menyediakan berbagai solusinya agar menjadi lebih efektif dan proses digitalisasi pun dapat lebih cepat. Untuk membantu UKM, Telkomsel pun melakukan kolaborasi dengan Distribusi Voucher Nusantara (DIVA), anak usaha PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS).

Foto: Hendra Wiradi/Telset.id

Kerjasama tersebut adalah untuk memberikan solusi dari TELKOMSEL myBusiness kepada pelanggan di segmen Small Medium Enterprise (SME). Bentuk kerjasama tersebut berupa solusi Kasir Digital, yang disebut T-Kiosk yaitu sebuah layanan aplikasi Electronic Data Capture (EDC) berbasis android yang multi-fungsi.

Foto: Hendra Wiradi/Telset.id

“Kerjasama dengan DIVA ini memperluas jalinan kemitraan kami sampai dengan tingkat SME akar rumput (grass root). Kerjasama ini sejalan dengan misi kami untuk memperkuat penetrasi Device, Network dan Application (DNA). Dalam mendorong penetrasi DNA tersebut memerlukan langkah nyata dan strategi bersama yang melibatkan berbagai pihak termasuk pelanggan segmen Small Medium Enterprise (SME),” kata Sukardi Silalahi, Direktur Sales Telkomsel.

Foto: Hendra Wiradi/Telset.id

Saat ini, Telkomsel sudah menyediakan 200 dedicated account manager nasional yang siap melayani pelanggan Small Medium Enterprise dan Large Enterprise. Dan, sudah lebih dari 30.000 account SME di Indonesia yang telah bermitra dengan Telkomsel.

“Dengan dukungan teknologi serta keunggulan layanan seluler Telkomsel membuktikan bahwa Telkomsel merupakan mitra yang tepat dalam mewujudkan produktivitas dan efisiensi segmen SME dalam menjalankan usahanya,” lanjut Sukardi.

Berbeda dengan mesin EDC yang pada umumnya hanya berfungsi sebagai terminal pembayaran, aplikasi T-Kiosk memiliki banyak fungsi antara lain untuk melakukan distribusi produk digital, update produk, laporan penjualan, laporan keuangan, dan lainnya.

Aplikasi T-Kiosk akan dapat digunakan oleh pelanggan segmen SME pada November 2018. Dalam pengoperasiannya, pengguna dapat mendaftar melalui Telkomsel melalui Account Manager atau agen-agen yang telah ditunjuk sebagai penyedia layanan.

Pengguna aplikasi T-Kiosk akan mendapatkan benefit antara lain paket internet 2GB untuk koneksi Diva Smart Outlet ke server aplikasi dan penggunaan Diva Smart Outlet. Pilihan lainnya adalah dengan melakukan registrasi untuk akses ke Diva Intelligent Instant Messaging (instant messaging for business) setiap bulannya selama 12 bulan dan mendapatkan keuntungan yang sama seperti di atas.

Untuk proses pembayaran selain dapat menggunakan digital payment dari Telkomsel yaitu TCASH, T-Kiosk ini juga dilengkapi dengan fasilitas pembayaran non tunai baik untuk Debit Card maupun Credit Card, Contactless Card untuk kartu e-money, QR Payment, serta dapat mengeluarkan struk sebagai bukti pembayaran atas transaksi.

Kelebihan lain yang ditawarkan adalah kemudahan dalam pengoperasiannya. Oleh karena itu, T-Kiosk dapat menjadi solusi penjualan yang lengkap, praktis dan handal bagi pelanggan segmen SME.

“Sebagai digital business converter & accelerator, DIVA menargetkan untuk memodernisasi dan melengkapi SME di Indonesia dengan teknologi dan berbagai produk inovatif baik digital maupun non-digital yang dapat meningkatkan daya saing UMKM,” kata Martin Suharlie, Komisaris Utama DIVA dan Direktur Utama MCAS.

Martin menambahkan bahwa DIVA yakin dapat mendorong pertumbuhan UKM dalam rangka mendukung program pemerintah untuk mendigitalkan 8 Juta SME di tahun 2020. Dengan aplikasi T-Kiosk, khususnya untuk segmen SME, ini maka UKM pun dapat menjadi perusahaan hi-tech penyedia platform digital dan solusi Artificial Intelligence (AI) untuk memberdayakan dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. (Icha)

 

 

ZTE Pamer 5 Solusi Teknologi 5G di Bandung

0

Telko.id – ZTE Corporation sebagai salah perusahaan ICT kelas dunia memamerkan berbagai kebisaannya dalam memberikan solusi teknologi 5G di Bandung ICT Expo & Digital Broadband Summit 2018. Dalam kesempatan itu, perusahaan ini juga coba membuka wawasan pada peserta pertemuan ini bagaimana 5G bisa menjadi inspirasi bagi digital Indonesia pada 2025, seperti tema acara tersebut yakni “Inspiring the Digital Indonesia 2025”.

Michael Lim, Director of Strategic Marketing, APAC CTO Office, ZTE Corporation pun menyampaikan ide, konsep, gagasan, dan dampak pemanfaatan teknologi baru di masa depan terhadap industri saat pertemuan tersebut dalam materinya yang berjudul “Seize 5G Opportunities to Accelerate Digital Transformation”.

“Kehidupan yang serba digital ini membuat masyarakat semakin melekat kepada internet, yang membuat tuntutan serta ekspektasi terhadap operator kian meningkat. Hal ini kian mendorong operator untuk mampu. Jaringan next generation akan banyak didorong oleh teknologi 5G dan ultra wide-band, yang ditenagai dengan SDN, NFV, cloud computing, big data, AI, dan konsep keterbukaan,” kata Michael menjelaskan.

Michael pun menambahkan bahwa teknologi-teknologi ini menerapkan kontrol terpusat yang hirarkis, pengelolaan terpadu, software-defined, serta jaringan masa depan yang lebih fleksibel, dimana mampu memberikan kemampuan bagi operator untuk menciptakan beragam nilai tambah untuk pebisnis.

ZTE pun berjanji akan terus berinovasi, guna memampukan operator untuk dapat bergerak secara lebih lincah dalam beradaptasi dengan tuntutan pelanggan, sementara mampu mengoptimalkan kanal monetasi mereka.

Dalam ajang Bandung ICT Expo & Big Broadband Summit 2018 tersebut, ZTE memamerkan 5 teknologi terkininya yakni tentang Wireless (Pre5G and 5G), ZTE Common Core, teknologi fixed network ZTE, 5G Flexhaul ZTE dan ZTE Big Video. (Icha)

 

Jaringan Indosat Pulih Lebih dari 90% Siap Layani Masyarakat Sulteng

0

Telko.id – Dengan kendala daya listrik mulai tertangani di wilayah terdampak gempa dan tsunami dai Palu dan Donggala, kayanan Indosat Ooredoo pun mulai pulih. Lebih dari 90% dari total BTS di kedua wilayah tersebut, sudah beroperasi normal dan melayani masyakat dengan baik.

Sebelumnya, jaringan Indosat Ooredoo juga sudah pulih lebih awal antara lain untuk area-area publik vital seperti pelabuhan, bandara, rumah sakit, serta kantor pemerintah sejak 1 Oktober 2018. Selain wilayah Palu dan Donggala, jaringan Indosat Ooredoo juga masih tetap melayani masyarakat dengan baik di beberapa kabupaten sekitar lokasi utama gempa bumi seperti Mamuju Utara dan Sigi.

Hal ini tidak lepas dari kerja keras tim teknis jaringan yang terus berupaya mengatasi kendala di lapangan sejak beberapa saat setelah bencana terjadi. Ketiadaan pasokan listrik menjadi kendala utama, ditambah dengan medan yang mengalami kerusakan dan sulit untuk mencapai lokasi setiap BTS sebagai dampak dari gempa, sehingga proses pemulihan BTS membutuhkan waktu. Pendistribusian BBM untuk generator set untuk BTS juga menjadi tantangan tersendiri dalam pemulihan beroperasinya BTS-BTS.

“Kami bersama tim di lapangan masih terus bekerja keras memulihkan jaringan sepenuhnya, karena kami menyadari komunikasi menjadi salah satu kebutuhan penting untuk berkoordinasi dan berkirim kabar di tengah kondisi darurat serta masa pemulihan bencana. Secara berangsur-angsur berbagai kendala tersebut dapat diatasi dan kami berharap kondisi pemulihan jaringan dapat segera selesai 100% dalam waktu dekat,” kata Umar Hadi, Group Head Network Operations Indosat Ooredoo.

Kegiatan CSR untuk Masyarakat Korban Gempa

Selain upaya pemulihan jaringannya di lokasi gempa, Indosat Ooredoo melaksanakan beberapa kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian para korban bencana, yaitu pengoperasian mobil klinik dan telepon gratis di lokasi bencana.

Sejak pertama dioperasikan minggu lalu, Mobil Klinik Indosat Ooredoo telah melayani lebih dari 1400 warga di beberapa titik lokasi terdampak di Palu sesuai rekomendasi dari BNPB antara lain di kelurahan di Palu antara lain Birobuli Utara, Pengau, Tanamodindi, Donggala Kodi, Kawatuna, dan Kabonena.

Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan dan pengobatan baik anak, dewasa dan lansia, pemberian makanan tambahan khususnya untuk balita, trauma healing bagi anak serta pengobatan yang bersifat darurat.

Sementara itu mendukung kelancaran berkomunikasi bagi masyarakat, khususnya pada masa pemulihan bencana, Indosat Ooredoo kembali menambah bantuan telepon dan SMS gratis yang telah diberikan sebelumnya.

Bantuan Telepon dan SMS gratis ke semua operator ini disediakan hingga tanggal 14 Oktober 2018, dimana tidak diperlukan pendaftaran paket tertentu dan bisa langsung dinikmati oleh pelanggan yang berada di wilayah bencana.

Khusus melalui layanan Indosat Ooredoo Business, Indosat Ooredoo menyiapkan langkah-langkah guna memberikan bantuan dan dukungan bagi para instansi/perusahaan yang menjadi korban bencana.

Indosat Ooredoo Business pun akan melakukan pertemua dengan pihak instansi/perusahaan yang menjadi korban bencana, menyiapkan tim khusus guna menganalisa & memperbaiki kerusakan-kerusakan dari segi IT/komunikasi yang berdampak dari bencana serta menyiapkan telepon satelit guna membantu pihak instansi/perusahaan menjalin koordinasi. (Icha)

 

 

 

Google Pixel 3

0

Google terus berinovasi dengan meluncurkan HPGoogle Pixel 3, untuk menghadirkan teknologi terbaru ke dalam genggaman Anda. Diperkenalkan pada 09 October 2018, HP ini menawarkan kombinasi antara kinerja dan estetika. Google Pixel 3 menjanjikan pengalaman penggunaan yang tidak istimewa tapi masih bisa diandalkan melalui chipset Snapdragon 845 yang memiliki score Antutu 10 rata-rata di angka 450272 dan ditopang oleh RAM berkapasitas 4 GB. Spesifikasi tersebut jadi modal Google Pixel 3 untuk bersaing dengan Oppo A1 yang dilengkapi chipset Snapdragon 695 5G serta RAM 8/12 GB, dan Oppo A77 yang dilengkapi chipset Dimensity 810 serta RAM 4/6 GB. Google Pixel 3 sendiri, menurut data terakhir kami di bulan Juni 2026, belum ada informasi harga dan ketersediaannya di pasar Indonesia.

Selain harga, prosesor, dan memori, variabel penting yang juga bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam memilih sebuah HP adalah layar. Untuk itu Google menanamkan layar P-OLED berukuran 5.5 inches, 76.7 cm2 (~77.2% screen-to-body ratio) dengan resolusi 1080 x 2160 pixels, 18:9 ratio (~443 ppi density) dengan refresh rate dan dilindungi Corning Gorilla Glass 5. Pada sektor kamera, spesifikasi kamera utama 122 MP yang didukung perekaman video 4K@30fps, 1080p@30/60/120fps, 1080p@30fps (gyro-EIS) juga jadi andalan Google Pixel 3. Dan semua fitur tersebut ditenagai oleh baterai Li-Po berkapasitas 2915 mAh yang didukung fitur pengisian 18W. Spesifikasi lainnya bisa Anda lihat pada tabel di bawah , atau cek ulasan lengkapnya dengan membaca artikel Google Pixel 3: 7 Fakta Penting yang Perlu Diketahui.

Harga dan Spesifikasi Google Pixel 3

Spesifikasi Terbaru Google Pixel 3

Spesifikasi Google Pixel 3
KETERSEDIAN
Diperkenalkan 09 October 2018
Status Available. Released 2018, October 18
JARINGAN
Teknologi GSM / CDMA / HSPA / EVDO / LTE
Jaringan 2G GSM 850 / 900 / 1800 / 1900
Jaringan 3G HSDPA 850 / 900 / 1700(AWS) / 1900 / 2100
Jaringan 4G 1, 2, 3, 4, 5, 7, 8, 12, 13, 17, 18, 19, 20, 25, 26, 28, 29, 32, 38, 39, 40, 41, 42, 46, 66, 71
Kecepatan Akses HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A (5CA) Cat16 1024/75 Mbps
BODI
Dimensi 145.6 x 68.2 x 7.9 mm
Build Glass front (Gorilla Glass 5), glass back (Gorilla Glass 5), aluminum frame
SIM Nano-SIM and eSIM
Varian Warna Clearly White, Just Black, Not Pink
IP68 dust/water resistant (up to 1.5m for 30 min)
LAYAR
Tipe Layar P-OLED HDR
Ukuran Layar 5.5 inches, 76.7 cm2 (~77.2% screen-to-body ratio)
Resolusi Layar 1080 x 2160 pixels, 18:9 ratio (~443 ppi density)
Protection Corning Gorilla Glass 5
Always-on display
PLATFORM
Sistem Operasi Android 9.0 (Pie) -
Chipset Qualcomm SDM845 Snapdragon 845 (10 nm)
CPU / Prosesor Octa-core (4x2.5 GHz Kryo 385 Gold & 4x1.6 GHz Kryo 385 Silver)
GPU / Prosesor Grafis Adreno 630
MEMORI
Kartu Memori No
RAM 4 GB
ROM / Memori Internal 64GB 4GB RAM
128GB 4GB RAM
KAMERA UTAMA
Sensor Kamera 12.2 MP, f/1.8, 28mm (wide), 1/2.55", 1.4µm, dual pixel PDAF, OIS
Fitur Kamera Dual-LED flash, Pixel Shift, Auto-HDR, panorama
Perekaman Video 4K@30fps, 1080p@30/60/120fps, 1080p@30fps (gyro-EIS)
KAMERA SELFIE
Sensor Kamera 8 MP, f/1.8, 28mm (wide), PDAF 8 MP, f/2.2, 19mm (ultrawide), no AF
Fitur Kamera Depan Auto-HDR
Perekaman Video 1080p@30fps
KONEKTIVITAS
WIFI Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, Wi-Fi Direct, DLNA
Bluetooth 5.0, A2DP, LE, aptX HD
GPS GPS, GLONASS, BDS, GALILEO
NFC Yes
Radio No
USB USB Type-C 3.1
Jack Audio 3.5mm No
FITUR LAIN
Sensors Fingerprint (rear-mounted), accelerometer, gyro, proximity, compass, barometer
BATERAI
Tipe Baterai Li-Po
Kapasitas Baterai 2915 mAh
Li-Po 2915 mAh, non-removable
Battery life Endurance rating 69h
Charging 18W wired, PD2.0, Wireless
TEST
Performance AnTuTu: 285044 (v7)
GeekBench: 8337 (v4.4)
GFXBench: 33fps (ES 3.1 onscreen)


FAQ

Berapa harga HP Google Pixel 3?

Sampai saat ini, kami belum mendapatkan informasi harga Google Pixel 3, tapi kami akan informasikan di laman ini begitu ada update harga untuk HP ini.

Berapakah RAM Google Pixel 3?

Google Pixel 3 dilengkapi RAM berkapasitas 4 GB dengan opsi memori internal 64GB 4GB RAM dan 128GB 4GB RAM.

Google Pixel 3 menggunakan chipset apa?

Google Pixel 3 menggunakan chipset Snapdragon 845 yang diatas kertas mencatatkan score Antutu 10 di angka rata-rata sekitar 450272.

Apakah Google Pixel 3 anti air?

Dengan sertifikasi IP rating IP68, HP ini kedap debu dan terlindungi dari perendaman dalam air hingga 1 meter sampai 3 meter untuk jangka waktu yang lama.

Apakah Google Pixel 3 cocok untuk main game?

Untuk HP ini, game kategori sedang hingga berat bisa Anda mainkan, tapi masih belum dalam hitungan nyaman.

Apakah Google Pixel 3 memiliki sensor sidik jari? Dimana posisinya?

Ya, Google Pixel 3 sudah dilengkapi dengan sensor sidik jari. Posisinya ada di bagian belakang.

Apakah Google Pixel 3 sudah fast charging?

HP ini support pengisian baterai 18W wired, PD2.0, Wireless .

Google Pixel 3 XL: 7 Fakta Penting yang Perlu Diketahui

0

Seiring dengan kemunculan Google Pixel 3 XL di pasar HP, banyak pertanyaan muncul mengenai kapabilitas dan fitur-fiturnya. Dari daya tahan baterai, kualitas layar, hingga dukungan jaringan 5G, artikel ini akan mengungkap 7 fakta kunci yang membantu Anda memahami apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Google Pixel 3 XL. Kami akan menyelidiki setiap aspek penting dari HP ini, memberikan gambaran yang jelas dan objektif untuk membantu Anda menentukan apakah Google Pixel 3 XL sesuai dengan kebutuhan Anda.

1. Layar P-OLED dengan Refresh Rate

Pun layar P-OLED bukan sesuatu yang rare di pangsa pasar yang dibidik Google Pixel 3 XL, tapi keberadaannya tetap menjadi nilai tambah.. Dan sebagai perbandingan, pesaing lainnya seperti Oppo A1 memiliki layar IPS LCD dengan refresh rate 120Hz, dan Oppo A77 memiliki layar IPS LCD dengan refresh rate 90Hz.

2. Chipset Grade B

Di atas kertas, chipset Snapdragon 845 yang dibawa Google Pixel 3 XL mencatatkan score Antutu 10 rata-rata di angka 450272. Performanya ditopang oleh RAM berkapasitas 4 GB. Di level performa yang sama, ada Oppo A1 dengan chipset Snapdragon 695 5G - Antutu 441837 dan RAM 8/12 GB, dan ada Oppo A77 dengan chipset Dimensity 810 - Antutu 425066 dan RAM 4/6 GB. Sementara untuk performa grafis, GPU Adreno 630 milik Google Pixel 3 XL kami nilai sesuai dengan harganya. Sebagai pembanding, GPU Oppo A1 punya rating 148, dan GPU Oppo A77 punya rating 119.

3. Mentok di GSM / CDMA / HSPA / EVDO / LTE

Untuk akses data, Anda harus puas dengan teknologi GSM / CDMA / HSPA / EVDO / LTE dan dukungan WiFi. Dimana HP di level yang sama seperti Oppo A1 sudah support teknologi 5G , dan Oppo A77 sudah support teknologi 5G .

4. Baterai 3430 mAh - charging 18W support wireless

Semua fitur yang ada di Google Pixel 3 XL ditenagai oleh baterai Li-Po berkapasitas 3430 mAh yang didukung fitur pengisian 18W wired, PD2.0 dan Wireless. Ya, dukungan HP ini terhadap pengisian baterai secara wireless jadi sebuah nilai tambah. Sementara pesaingnya, Oppo A1, dan Oppo A77, masing masing dilengkapi baterai 5000 mAh - charging 67W, dan baterai 5000 mAh - charging 33W.

5. Frame Aluminum Tersertifikasi IP68

Google Pixel 3 XL memiliki detail bodi Glass front (Gorilla Glass 5), glass back (Gorilla Glass 5), aluminum frame dengan dimensi 158 x 76.7 x 7.9 mm yang memiliki ketebalan 7.9 mm. HP ini sudah dilengkapi dengan sensor sidik jari yang posisinya ada di bagian belakang. Untuk ketahanan bodi, bermodalkan sertifikasi IP rating IP68, HP ini kedap debu dan terlindungi dari perendaman dalam air hingga 1 meter sampai 3 meter untuk jangka waktu yang lama. Adapun untuk variasi warna, Google Pixel 3 XL menyediakan opsi warna Clearly White, Just Black dan Not Pink.

6. Kamera Utama 122 MP dengan OIS dan PDAF dual pixel

Tak bisa dipungkiri, kamera jadi salah satu daya tarik utama dari sebuah HP. Untuk itulah Google Pixel 3 XL menanamkan kamera utama dengan spesifikasi 12.2 MP, f/1.8, 28mm (wide), 1/2.55", 1.4µm, dual pixel PDAF, OIS. . Sementara untuk kebutuhan selfie, HP ini menyediakan kamera dengan spesifikasi 8 MP, f/1.8, 28mm (wide), PDAF 8 MP, f/2.2, 19mm (ultrawide), no AF.

Well, satu hal yang menarik dari kamera Google Pixel 3 XL adalah keberadaan fitur Optical Image Stabilization (OIS). Ini sedikit banyak menjawab pertanyaan tentang kuallitas jepretan. Karena sejatinya, keberadaan stabilisasi optik bisa mengurangi blur akibat gerakan pada saat memotret, membuat hasil rekaman video jadi lebih stabil dan bahkan memungkinkan kita untuk memaksimalkan teknik fotografi advance, seperti misal menggunakan long exposure tanpa menggunakan tripod. Untuk autofokus, HP ini menggunakan Phase Detection Autofocus (PDAF) dual pixel, menawarkan kecepatan dan akurasi yang luar biasa dalam autofokus.

7. Opsi Memori

Last but not least, fakta yang tak kalah pentingnya adalah perihal opsi memori penyimpanan. Yup, HP Google Pixel 3 XL dilengkapi RAM berkapasitas 4 GB dengan opsi memori internal 64GB 4GB RAM dan 128GB 4GB RAM.

Cek juga informasi lengkap terkait harga dan spesifikasi Google Pixel 3 XL.

Google Pixel 3 XL Versus Samsung Galaxy F23

Google Pixel 3 XLSamsung Galaxy F23
HargaBelum TersediaRp 6.950.000
CPUSnapdragon 845, dengan CPU rating 39Snapdragon 750G 5G, dengan CPU rating 39
GPUAdreno 630Adreno 619, 148
LayarP-OLED, HDRTFT LCD, 120Hz
Kamera12.2 MP, f/1.8, 28mm (wide), 1/2.55", 1.4µm, dual pixel PDAF, OIS50 MP, f/1.8, (wide), PDAF

8 MP, f/2.2, 123˚ (ultrawide), 1/4.0", 1.12µm

2 MP, f/2.4, (macro)
Memori64GB 4GB RAM, 128GB 4GB RAM128GB 4GB RAM, 128GB 6GB RAM
BateraiLi-Po 3430 mAh, non-removableLi-Po 5000 mAh, non-removable
Charging18W wired, PD2.0
Wireless
25W wired

Google Pixel 3: 7 Fakta Penting yang Perlu Diketahui

0

Seiring dengan kemunculan Google Pixel 3 di pasar HP, banyak pertanyaan muncul mengenai kapabilitas dan fitur-fiturnya. Dari daya tahan baterai, kualitas layar, hingga dukungan jaringan 5G, artikel ini akan mengungkap 7 fakta kunci yang membantu Anda memahami apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Google Pixel 3. Kami akan menyelidiki setiap aspek penting dari HP ini, memberikan gambaran yang jelas dan objektif untuk membantu Anda menentukan apakah Google Pixel 3 sesuai dengan kebutuhan Anda.

1. Layar P-OLED dengan Refresh Rate

Pun layar P-OLED bukan sesuatu yang rare di pangsa pasar yang dibidik Google Pixel 3, tapi keberadaannya tetap menjadi nilai tambah.. Dan sebagai perbandingan, pesaing lainnya seperti Oppo A1 memiliki layar IPS LCD dengan refresh rate 120Hz, dan Oppo A77 memiliki layar IPS LCD dengan refresh rate 90Hz.

2. Chipset Grade B

Di atas kertas, chipset Snapdragon 845 yang dibawa Google Pixel 3 mencatatkan score Antutu 10 rata-rata di angka 450272. Performanya ditopang oleh RAM berkapasitas 4 GB. Di level performa yang sama, ada Oppo A1 dengan chipset Snapdragon 695 5G - Antutu 441837 dan RAM 8/12 GB, dan ada Oppo A77 dengan chipset Dimensity 810 - Antutu 425066 dan RAM 4/6 GB. Sementara untuk performa grafis, GPU Adreno 630 milik Google Pixel 3 kami nilai sesuai dengan harganya. Sebagai pembanding, GPU Oppo A1 punya rating 148, dan GPU Oppo A77 punya rating 119.

3. Mentok di GSM / CDMA / HSPA / EVDO / LTE

Untuk akses data, Anda harus puas dengan teknologi GSM / CDMA / HSPA / EVDO / LTE dan dukungan WiFi. Dimana HP di level yang sama seperti Oppo A1 sudah support teknologi 5G , dan Oppo A77 sudah support teknologi 5G .

4. Baterai 2915 mAh - charging 18W support wireless

Semua fitur yang ada di Google Pixel 3 ditenagai oleh baterai Li-Po berkapasitas 2915 mAh yang didukung fitur pengisian 18W wired, PD2.0 dan Wireless. Ya, dukungan HP ini terhadap pengisian baterai secara wireless jadi sebuah nilai tambah. Sementara pesaingnya, Oppo A1, dan Oppo A77, masing masing dilengkapi baterai 5000 mAh - charging 67W, dan baterai 5000 mAh - charging 33W.

5. Frame Aluminum Tersertifikasi IP68

Google Pixel 3 memiliki detail bodi Glass front (Gorilla Glass 5), glass back (Gorilla Glass 5), aluminum frame dengan dimensi 145.6 x 68.2 x 7.9 mm yang memiliki ketebalan 7.9 mm. HP ini sudah dilengkapi dengan sensor sidik jari yang posisinya ada di bagian belakang. Untuk ketahanan bodi, bermodalkan sertifikasi IP rating IP68, HP ini kedap debu dan terlindungi dari perendaman dalam air hingga 1 meter sampai 3 meter untuk jangka waktu yang lama. Adapun untuk variasi warna, Google Pixel 3 menyediakan opsi warna Clearly White, Just Black dan Not Pink.

6. Kamera Utama 122 MP dengan OIS dan PDAF dual pixel

Tak bisa dipungkiri, kamera jadi salah satu daya tarik utama dari sebuah HP. Untuk itulah Google Pixel 3 menanamkan kamera utama dengan spesifikasi 12.2 MP, f/1.8, 28mm (wide), 1/2.55", 1.4µm, dual pixel PDAF, OIS. . Sementara untuk kebutuhan selfie, HP ini menyediakan kamera dengan spesifikasi 8 MP, f/1.8, 28mm (wide), PDAF 8 MP, f/2.2, 19mm (ultrawide), no AF.

Well, satu hal yang menarik dari kamera Google Pixel 3 adalah keberadaan fitur Optical Image Stabilization (OIS). Ini sedikit banyak menjawab pertanyaan tentang kuallitas jepretan. Karena sejatinya, keberadaan stabilisasi optik bisa mengurangi blur akibat gerakan pada saat memotret, membuat hasil rekaman video jadi lebih stabil dan bahkan memungkinkan kita untuk memaksimalkan teknik fotografi advance, seperti misal menggunakan long exposure tanpa menggunakan tripod. Untuk autofokus, HP ini menggunakan Phase Detection Autofocus (PDAF) dual pixel, menawarkan kecepatan dan akurasi yang luar biasa dalam autofokus.

7. Opsi Memori

Last but not least, fakta yang tak kalah pentingnya adalah perihal opsi memori penyimpanan. Yup, HP Google Pixel 3 dilengkapi RAM berkapasitas 4 GB dengan opsi memori internal 64GB 4GB RAM dan 128GB 4GB RAM.

Cek juga informasi lengkap terkait harga dan spesifikasi Google Pixel 3.

Google Pixel 3 Versus Samsung Galaxy F23

Google Pixel 3Samsung Galaxy F23
HargaBelum TersediaRp 6.950.000
CPUSnapdragon 845, dengan CPU rating 39Snapdragon 750G 5G, dengan CPU rating 39
GPUAdreno 630Adreno 619, 148
LayarP-OLED, HDRTFT LCD, 120Hz
Kamera12.2 MP, f/1.8, 28mm (wide), 1/2.55", 1.4µm, dual pixel PDAF, OIS50 MP, f/1.8, (wide), PDAF

8 MP, f/2.2, 123˚ (ultrawide), 1/4.0", 1.12µm

2 MP, f/2.4, (macro)
Memori64GB 4GB RAM, 128GB 4GB RAM128GB 4GB RAM, 128GB 6GB RAM
BateraiLi-Po 2915 mAh, non-removableLi-Po 5000 mAh, non-removable
Charging18W wired, PD2.0
Wireless
25W wired

Asus Zenfone Max (M1) ZB556KL: 7 Fakta Penting yang Perlu Diketahui

0

Dalam dunia HP yang terus berkembang, Asus Zenfone Max (M1) ZB556KL menawarkan pendekatan yang berimbang antara fitur dan harga. Banyak pertanyaan muncul seputar spesifikasi kunci, seperti performa prosesor, kualitas kamera, dan daya tahan baterai. Dalam artikel ini, kami akan mengulas 7 aspek penting dari Asus Zenfone Max (M1) ZB556KL, memberikan pandangan lebih dekat tentang bagaimana perangkat ini mungkin sesuai dengan kebutuhan Anda. Dari kemudahan penggunaan sehari-hari hingga kemampuan multimedia, temukan fakta-fakta esensial yang dapat membantu Anda memahami apa yang ditawarkan oleh Asus Zenfone Max (M1) ZB556KL.

1. Layar IPS LCD

Layar IPS LCD memang tidaklah istimewa, tapi untuk HP kategori menengah bawah seperti Asus Zenfone Max (M1) ZB556KL kami masih bisa memakluminya. Paling tidak, layar milik Asus Zenfone Max (M1) ZB556KL dengan ukuran 5.45 inches, 86.5 cm2 (~82.8% screen-to-body ratio) memiliki resolusi 720 x 1440 pixels, 16:10 ratio (~247 ppi density) . Dan sebagai perbandingan, pesaing lainnya seperti Asus Zenfone Max (M1) ZB556KL memiliki layar IPS LCD, dan Asus ZenFone Lite (L1) ZA551KL memiliki layar IPS LCD.

2. Chipset Grade C

Di atas kertas, chipset Snapdragon 430 yang dibawa Asus Zenfone Max (M1) ZB556KL mencatatkan score Antutu 10 rata-rata di angka 134887. Performanya ditopang oleh RAM berkapasitas 3 GB. Di level performa yang sama, ada Asus Zenfone Max (M1) ZB556KL dengan chipset Snapdragon 430 - Antutu 134887 dan RAM 3 GB, dan ada Asus ZenFone Lite (L1) ZA551KL dengan chipset Snapdragon 430 - Antutu 134887 dan RAM 2 GB. Sementara untuk performa grafis, GPU Adreno 505 milik Asus Zenfone Max (M1) ZB556KL kami nilai sesuai dengan harganya. Sebagai pembanding, GPU Asus Zenfone Max (M1) ZB556KL punya rating , dan GPU Asus ZenFone Lite (L1) ZA551KL punya rating .

3. Mentok di GSM / HSPA / LTE

Untuk akses data, Anda harus puas dengan teknologi GSM / HSPA / LTE dan dukungan WiFi. Dimana HP di level yang sama seperti Asus Zenfone Max (M1) ZB556KL support GSM / HSPA / LTE, dan Asus ZenFone Lite (L1) ZA551KL support GSM / HSPA / LTE.

4. Baterai 4000 mAh - charging 10W

Semua fitur yang ada di Asus Zenfone Max (M1) ZB556KL ditenagai oleh baterai Li-Po berkapasitas 4000 mAh yang didukung fitur pengisian 10W wired. Sementara pesaingnya, Asus Zenfone Max (M1) ZB556KL, dan Asus ZenFone Lite (L1) ZA551KL, masing masing dilengkapi baterai 4000 mAh - charging 10W, dan baterai 3000 mAh.

5. Dimensi 147.3 x 70.9 x 8.7 mm Frame Plastik

Asus Zenfone Max (M1) ZB556KL memiliki detail bodi Glass front, plastic back, plastic frame dengan dimensi 147.3 x 70.9 x 8.7 mm yang memiliki ketebalan 8.7 mm. HP ini sudah dilengkapi dengan sensor sidik jari yang posisinya ada di bagian belakang. Adapun untuk variasi warna, Asus Zenfone Max (M1) ZB556KL menyediakan opsi warna Deepsea Black dan Sunlight Gold.

6. Kamera Utama 13 MP dan PDAF

Tak bisa dipungkiri, kamera jadi salah satu daya tarik utama dari sebuah HP. Untuk itulah Asus Zenfone Max (M1) ZB556KL menanamkan kamera utama dengan spesifikasi 13 MP, f/2.0, (wide), 1/3.1", 1.12µm, PDAF. . Sementara untuk kebutuhan selfie, HP ini menyediakan kamera dengan spesifikasi 8 MP, f/2.0, 25mm (wide), 1/4", 1.12µm.

Untuk autofokus, HP ini menggunakan Phase Detection Autofocus (PDAF) , menawarkan kecepatan dan akurasi yang luar biasa dalam autofokus.

7. Opsi Memori

Last but not least, fakta yang tak kalah pentingnya adalah perihal opsi memori penyimpanan. Yup, HP Asus Zenfone Max (M1) ZB556KL dilengkapi RAM berkapasitas 3 GB dengan opsi memori internal 32GB 3GB RAM.

Cek juga informasi lengkap terkait harga dan spesifikasi Asus Zenfone Max (M1) ZB556KL.

Asus Zenfone Max (M1) ZB556KL Versus Xiaomi Poco C40

Asus Zenfone Max (M1) ZB556KLXiaomi Poco C40
HargaBelum TersediaRp 1.149.000
CPUSnapdragon 430, dengan CPU rating 15JLQ JR510, dengan CPU rating 15
GPUAdreno 505Mali-G57 MC1
LayarIPS LCDIPS LCD, 400 nits
Kamera13 MP, f/2.0, (wide), 1/3.1", 1.12µm, PDAF13 MP, f/2.2, (wide), PDAF

2 MP, f/2.4, (depth)
Memori32GB 3GB RAM32GB 2GB RAM, 32GB 3GB RAM, 32GB 4GB RAM, 64GB 4GB RAM
BateraiLi-Po 4000 mAh, non-removableLi-Po 6000 mAh, non-removable
Charging10W wired18W wired