spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1452

Trafik Layanan Data XL Axiata Melonjak 95% Saat Mudik Lebaran

0

Telko.id – Setiap momen mudik lebaran menjadi waktu yang krusial bagi operator. ‘Pantang jaringan drop’ dan pelanggan nyaman, itu yang menjadi target setiap tahun nya. Maklum saja, trafik akan bergeser ke jalur mudik dan wilayah wisata. Apalagi, tahun ini libur lebaran cukup lama. Kerja operator pun bertambah panjang.

“Puluhan juta pelanggan kami mengharapkan bisa menggunakan layanan XL Axiata secara maksimal. Prioritas utama kami adalah memastikan kenyamanan pelanggan, tidak hanya di jalur mudik saja tapi juga tempat keberangkatan seperti bandara, pelabuhan, stasiun kereta, stasiun bus, dan rest-area. Dan juga dengan lamanya periode liburan, tempat-tempat wisata juga dipastikan jaringannya, seperti pantai, taman wisata, pusat perbelanjaan, dan lain-lain. Jika itu bisa penuhi, maka dengan sendirinya trafik akan meningkat dan ini bagus secara bisnis. Kami bersyukur bisa memberikan layanan secara maksimal selama Lebaran ini, tanpa hambatan yang berarti,” kata Yessie D Yosetya, Direktur Teknologi XL Axiata.

Setidaknya, dalam rentang waktu 10 hari masa libur lebaran, trafik penggunaan layanan data XL Axiata mengalami lonjakan yang signifikan dibandingkan hari-hari biasa dan dibandingkan Lebaran tahun lalu. Tercatat, terjadi lonjakan trafik data hingga sekitar 30% dibanding hari biasa, dan 95% dibandingkan tahun lalu. Khusus untuk trafik layanan 4G, naik hingga 45%. Kenyamanan pelanggan dalam menggunakan layanan data XL Axiata menjadi salah satu faktor pendorong lonjakan trafik tersebut.

Menurut Yessie, kenaikan trafik data di Lebaran kali ini merupakan kelanjutan dari trend kenaikan data dalam beberapa tahun terakhir di momen yang sama. Masyarakat dan pelanggan semakin nyaman menggunakan layanan data untuk mendukung berbagai aktivitas mereka selama libur Lebaran, termasuk saat bersilaturahmi, perjalanan mudik dan kembali lagi ke kota asal, serta berbagai kabar melalu media sosial. Selain itu, kenaikan trafik juga tidak terlepas dari terus bertambahnya pengguna layanan data.

Trafik data tertinggi selama periode 10 hari tersebut didominasi antara lain oleh trafik data  streaming (video dan musik) mencapai 47%. Seiring dengan semakin meningkatnya kualitas dan perluasan jaringan data berkualitas seperti 4G LTE, pelanggan semakin nyaman mengakses layanan streaming. Penggunaan data berikutnya secara berurutan adalah web browsing 16%, Instant Messaging 13% dan media sosial (medsos) 12%

Sementara itu, untuk layanan VoIP naik 20%. Bersama instant messaging, VoIP saat ini menjadi pilihan masyarakat pada umumnya sebagai pengganti layanan SMS dan voice/telepon. Kedua layanan ini menjadi pilihan mengirimkan ucapan Ramadan dan Lebaran.

Penggunaan aplikasi Facebook Messenger meningkat hingga 55%, GoogleDuo 20%, Hangout 16%, dan Whatsapp 15%.

Selain itu, kenaikan trafik yang sangat signifikan juga terjadi pada akses ke layanan penunjuk rute jalan seperti Waze dan Google Map, yaitu masing-masing 55% dan 135%. Semakin banyaknya masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dan pulang kampung mendorong pemanfaatan peta jalan darat digital yang kini semakin mudah diakses melalui smartphone.

Dari sisi lokasi, kenaikan trafik data tertinggi terjadi di area Tasikmalaya sebesar 115%, Kuningan 110%. Selanjutnya Sampang – Madura dan Balikpapan masing-masing 95%, Garut 90%, Banyuwangi 77% dan Sumenep – Madura 75%.

Sementara itu, jika ditilik dari sisi perpindahan pelanggan saat Lebaran, pola perpindahan pelanggan saat lebaran identik dengan pergerakan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dan liburan. Data per tanggal 15 Juni 2018 atau Lebaran hari pertama menunjukkan jumlah pelanggan di Jabodetabek yang berpindah ke wilayah lain mencapai sekitar 25%, terbanyak dibandingkan wilayah lain.

Sebaliknya, wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta menjadi tujuan utama pelanggan dari wilayah lain, tercatat kedatangan pelanggan dari wilayah lain mencapai sekitar 25%. Pelanggan yang datang ke wilayah Jawa Barat sekitar 10%, ke Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) dan Kalimantan masing-masing sekitar 8%.

Keberhasilan XL Axiata melayani pelanggan dan masyarakat sepanjang libur  Lebaran tersebut tidak terlepas dari matangnya persiapan yang dilakukan sebelumnya. XL Axiata sempat meluncurkan kampanye “Ramadan #JadiLebihBaik – Silaturahmi Tanpa Batas” yang mencakup penyiapan jaringan yang prima untuk mengatasi potensi lonjakan trafik data, selain juga menawarkan sejumlah program menarik bagi pelanggan XL PRIORITAS, XL, dan AXIS.

Dari sisi jaringan, XL Axiata antara lain telah melakukan penambahan 8.500 BTS 3G/4G baru sebelum Lebaran 2018. Selain itu, kapasitas transmisi dengan meningkatkan kapasitas upstream internet menjadi 1000 Gbps atau 3x lipat dibandingkan kapasitas pada lebaran 2017.

Selain itu, juga dilakukan peningkatan kapasitas pada transmisi backbone antarpulau sebesar 460G. Selanjutnya, juga dilakukan optimisasi dan rebalancing jaringan yang dilakukan secara digital di titik kumpul atau hotspot Lebaran, seperti antara lain tempat keberangkatan atau kedatangan pemudik dan tempat tujuan wisata, hingga mencapai total 344 titik lokasi.

Selain itu, XL Axiata memberikan perhatian khusus di sebagian besar jalur mudik utama. Di sepanjang Pulau Jawa, lebih dari 96% jalur mudik utama telah terlayani oleh jaringan 4G LTE untuk jalan raya, sedangkan untuk jalur kereta api Jakarta – Surabaya, jaringan 4G LTE telah mencapai lebih dari 90%. Sementara itu di luar Jawa, lebih dari 94% jalur mudik utama di Sumatera dan 66% di Kalimantan telah tercover oleh jaringan 4G LTE.

Tahun ini, lebih dari 97% area pada sepanjang tol dari Jakarta hingga Surabaya, sudah terlayani dengan jaringan 4G LTE. Sementara itu untuk jalan raya non tol pantai utara Jawa dari Jakarta hingga Surabaya telah ter-cover layanan 4G LTE hingga sekitar 95%, dan jalur non-tol Pantai Selatan mencapai sekitar 90%. Begitu juga untuk jalur Kereta Api Jakarta – Surabaya 90% terlayani 4G LTE. (Icha)

Ericsson : 2023 Bakal Ada 3,5 Miliar Koneksi IoT

Telko.id – Ericsson memprediksikan bakal terjadi koneksi IoT yang melonjal luar biasa. Bahkan terjadi dua kali lipat dibandingkan proyeksi sebelumnya. Setidaknya, lima tahun ke depan, akan terjadi koneksi Internet of Things hingga 3.5 miliar dari sekitar 0,6 miliar juta hari ini. Dengan pertumbuhan tahunan gabungan 30 persen per tahun. Hal ini, disebabkan oleh industri dan pasar otomotif yang memberikan kontribusi terbesar.

Secara total, Ericsson memprediksi 19,8 miliar perangkat IoT akan digunakan pada 2023, meliputi perangkat IoT yang luas dan perangkat IoT jarak pendek. Masing-masing diperkirakan akan mencapai 0,6 miliar dan 15,7 miliar. Pasar IoT akan menghasilkan sekitar dua pertiga dari total perangkat yang terhubung, atau 31,4 miliar perangkat, pada 2023.

Ericsson juga mengungkapkan, selama sesi di Internet of Things World Europe di London, sektor industri akan terdiri dari bagian terbesar dari 3,5 miliar koneksi IOT seluler pada tahun 2023, dengan 25 persen dari total, diikuti oleh otomotif (23 persen ), utilitas (12 persen), keuangan (12 persen), kesehatan konsumen (10 persen), pembayaran (empat persen), dan keamanan (tiga persen) sektor.

Itu sebabnya, vendor asal Swedia ini hampir menggandakan prediksi terakhir untuk koneksi IOT seluler, sebesar 1,8 miliar pada 2023, dari Laporan Mobilitas sebelumnya pada November 2017.

Ericsson mengatakan dalam laporan terbarunya lompatan itu terutama turun ke momentum baru untuk IOT narrowband (NB-IoT ) di China. Asia Timur Utara akan mencakup dua pertiga dari total penyebaran IoT seluler pada periode tersebut, atau 2,2 miliar dari perkiraan 3,5 miliar.

Operator sejauh ini telah meluncurkan lebih dari 60 jaringan seluler Cat-M1 dan NB-IoT pada infrastruktur LTE mereka, Ericsson menghitung, mencatat dominasi yang pertama di Amerika Utara, termasuk untuk aplikasi seperti logistik dan manajemen armada, dan penyebaran NB- IoT dengan berbagai cara, termasuk di China, untuk kota pintar dan pertanian cerdas, di antara kasus penggunaan lainnya.

Twin low power area (LPWA), berjalan pada spektrum berlisensi, juga digunakan secara paralel sebagai infrastruktur pelengkap. Pengerahan skala besar akan membawa harga chipset turun, dan laju pertumbuhan akan berkumpul, kata Ericsson.

“2018 merupakan tahun di mana jaringan 5G akan komersial dan penyebaran skala besar untuk IoT seluler. Teknologi ini menjanjikan kemampuan baru yang akan memengaruhi kehidupan orang dan mengubah industri. Perubahan ini hanya akan terjadi melalui upaya gabungan dari pemain industri dan regulator yang menyelaraskan spektrum, standar, dan teknologi,” kata Fredrik Jejdling, Executive VP and Head of Business Area Networks Ericsson menjelaskan.

Ericsson mengatakan sebelumnya koneksi IoT akan melampaui koneksi seluler tahun ini.

Sementara itu, laporan menunjukkan hampir 50 persen dari semua langganan ponsel di Amerika Utara akan untuk 5G pada tahun 2023, diikuti oleh Asia Timur Utara pada 34 persen, dan Eropa Barat sebesar 21 persen.

Operator utama AS akan memimpin peluncuran 5G, dimulai antara akhir 2018 dan pertengahan 2019. Penerapan 5G utama akan dimulai pada tahun 2020. Perangkat 5G data generasi pertama hanya diharapkan dari paruh kedua tahun 2018.

Ericsson memprediksi lebih dari satu miliar 5G langganan dalam periode tersebut, terhitung sekitar 12 persen dari semua langganan seluler. Lalu lintas data seluler diperkirakan melonjak sebanyak delapan kali selama periode perkiraan untuk mencapai hampir 107 exabytes per bulan. Lebih dari 20 persen lalu lintas data seluler akan dibawa oleh jaringan 5G, setara dengan 1,5 kali lebih banyak dari total lalu lintas 4G / 3G / 2G hari ini. (Icha)

Selama Ramadan, Penggunaan Media Sosial di Jaringan Telkomsel Naik 24%

0

Telko.id – Dalam kurun waktu 20 hari pertama di bulan Ramadan 1439 Hijriyah, pelanggan Telkomsel semakin aktif menggunakan layanan data. Rata-rata pelanggan mengonsumsi 134 MB layanan data setiap harinya pada bulan Ramadan atau meningkat sekitar 23% dibandingkan hari biasa. Penggunaan layanan data didominasi pemakaian media sosial yang meningkat 24% dibandingkan hari biasa.

Media sosial menjadi kontributor tertinggi penggunaan layanan data di jaringan Telkomsel dengan 35,3%, diikuti video streaming (31%), layanan pesan instan (12,8%), berbagai layanan Google (7,3%), dan games(2,4%). Sementara itu, beberapa aplikasi yang menjadi favorit pelanggan selama Ramadan tahun ini adalah YouTube yang berkontribusi terhadap penggunaan layanan data Telkomsel sebesar 25,2%, diikuti Instagram (18,6%), Facebook (15,8%), WhatsApp (11,3%), dan Google (7,3%).

“Kami telah menyiagakan jaringan berkualitas untuk memfasilitasi perilaku pelanggan yang semakin aktif untuk berinteraksi di media sosial maupun menggunakan layanan digital lainnya saat Ramadan,” kata Denny Abidin, General Manager External Corporate Communications Telkomsel menjelaskan.

Secara khusus, Telkomsel telah membangun 12.000 BTS multiband LTE, menambah kapasitas jaringan pada 579 BTS 4G, mengoperasikan 73 mobile BTS, serta menambah kapasitas gateway internet 66% dari kapasitas existing menjadi 3.288 Gbps. Jalan tol yang merupakan jalur utama yang selalu padat saat mudik juga menjadi fokus pengamanan jaringan Telkomsel. 16 ruas tol utama di Sumatra dan Jawa, termasuk 12 ruas tol baru, sudah dilayani 2.226 BTS, termasuk 666 BTS 4G.

Seluruh upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan dalam menggunakan layanan data pada periode Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 2018.

Hingga kuartal pertama 2018, Telkomsel telah melayani lebih dari 108 juta pengguna layanan data, di mana 55 juta di antaranya merupakan pelanggan 4G. Kenyamanan pelanggan Telkomsel dalam berkomunikasi di periode RAFI 2018 didukung lebih dari 167.000 BTS di seluruh Indonesia, termasuk lebih dari 35.000 BTS 4G untuk memaksimalkan penggunaan layanan data. (Icha)

 

 

Mudik Lancar, Menkominfo Apresiasi Penyelenggara TV dan Operator Selular

0

Telko.id – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyampaikan apresiasi kepada seluruh penyelenggara siaran televisi dan opetator seluler yang mendukung kelancaran mudik lebaran tahun ini.

“Terima kasih banyak saya ucapkan kepada teman-teman yang menyosialisasikan kesiapan mudik yang disiapkan pemerintah dan jajarannya. Terutama dari kesiapan operator penerbangan, kapal laut, bus, kereta api, operator seluler,” katanya dalam Open House Idulfitri 1 Syawal 1439 H di Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, Jumat (15/06/2018).

Apresiasi juga disampaikan Menteri Rudiantara kepada operator penyelenggara jasa layanan telekomunikasi yang membantu kelancaran komunikasi selama mudik lebaran.  “Sekali lagi saya ucapkan terima kasih. Kami selalu mengikuti pergerakan dari masyarakat yang mudik. Sekarang pergerakan mulai beralih ke jalur lama, Pantura ke jalan tol. Teman-teman operator memperkuat jaringan di sana,” katanya.

Lebih lanjut Menteri Kominfo menjelaskan selama mudik lebaran operator layanan telekomunikasi seluler menyediakan akses dalam bentuk mobile Base Tranceiver Station (BTS).

Combat BTS juga dipasang oleh operator telekomunikasi di sejumlah rest area untuk memastikan layanan telekomunikasi seluler lancar.

“Lebih dari 100 Mobile BTS disiapkan sepanjang jalan tol mudik. Alhamdulillah lancar tidak ada masalah. Kapasitas di Jakarta pun jadi lowong, karena semua sedang mudik,” katanya.

Uji Kapasitas Jaringan

Sebelum arus mudik lebaran, Kementerian Kominfo dan badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), telah meminta kepada operator telekomunikasi untuk memastikan performansi atau daya kinerja jaringan telekomunikasi mampu melayani pelanggan dengan memenuhi kriteria yang dipersyaratkan.

“Saya telah meminta operator seluler melakukan pengujian secara saksama di daerah-daerah tujuan mudik, lokasi-lokasi kepadatan dan jalur mudik. Di kota-kota tujuan mudik rute-rute pengujian juga diperluas sehingga dapat dijamin coverage dan kekuatan sinyal yang diharapkan. Kami di BRTI juga akan melakukan pengawasan pelaksanaan pengujian dan mengevaluasi hasilnya,” jelas Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (Ditjen PPI) Kementerian Kominfo/Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Ahmad M. Ramli.

Berdasarkan hasil laporan kemampuan jaringan telekomunikasi bergerak dalam mendukung Mudik Lebaran 2018, menurut Dirjen Ramli sudah menunjukkan kesiapan jaringan dan layanan telekomunikasi.

“Dari sisi kapasitas, jangkauan dan kekuatan sinyal sehingga dalam kurun prosesi lebaran 2018 dapat dipastikan beroperasi dengan baik,” ungkapnya. (Icha)

 

 

 

Nikmati Keseruan Siaran Langsung Piala Dunia dari Smartphone

0

Telko.id – Anda masih dalam perjalanan mudik tapi ingin nonton pertandingan Piala Dunia? Tenang, keseruan nya dapat dinikmati langsung melalui smartphone. Kuota data pun tidak akan tersedot banyak jika menggunakan program Unlimited Pesta Bola Dunia dari IM3 Ooredoo.

Pengguna IM3 Ooredoo bisa menonton langsung lewat perangkat mobile mereka, baik ponsel ataupun laptop, dengan mengakses klixtv.com, kemudian berlangganan dengan menggunakan e-wallet UNIPIN yang top up dan pembeliannya bisa menggunakan pulsa IM3 Ooredoo.

Selain menyiarkan seluruh 64 pertandingan Piala Dunia 2018 secara langsung mulai dari pertandingan pembuka antara Rusia melawan Arab Saudi pada 14 Juni 2018 hingga partai final pada 15 Juli 2018, Klixtv.com juga menyediakan seluruh pertandingan tersebut sebagai siaran tunda yang bisa diakses pelanggan sewaktu-waktu serta masih ditambah ratusan episode info dan berita terbaru seputar Piala Dunia, siaran ini merupakan kerja sama IM3 Ooredoo bersama Klixtv dari Visinesia.

Bagi pelanggan IM3 Ooredoo yang berlangganan Paket Unlimited YouTube mereka bisa akses sepuasnya channel FIFA TV di YouTube. Channel FIFA TV adalah channel resmi FIFA yang menayangkan info terbaru, highlight, wawancara ekslusif, pertandingan klasik Piala Dunia, hingga profil para bintang dan legenda sepak bola yang pernah bermain di Piala Dunia.

Akses gratis untuk YouTube ini dapat diperoleh mulai dari Rp5.000 untuk masa aktif 3 hari hingga paket Unlimited YouTube bulanan dapat digunakan secara otomatis tanpa perlu registrasi. Pelanggan hanya perlu membayar satu kali, tanpa harus membayar lebih.

Tidak hanya menawarkan tayangan Piala Dunia, IM3 Ooredoo juga merangkul para gamers, lewat kerja sama dengan Gameloft untuk mempromosikan games Real Football 2019. Game ini merupakan salah satu game sepakbola versi mobile paling popular di dunia.

“Games Real Football 2019 ini baru saja diluncurkan oleh Gameloft, bahkan belum tersedia di Playstore. Tapi sudah tersedia di Indosat Ooredoo, silahkan akses lewat *123*45# dan ada banyak hadiah menarik buat yang download game ini,” ujar Syofya Ilham Ermayanti, Group Head Digital Services Indosat Ooredoo.

Tidak berhenti sampai disini, pelanggan IM3 Ooredoo yang ingin streaming lagu-lagu yang menjadi Theme Song Piala Dunia, mulai dari era Ricky Martin, Shakira sampai dengan yang terbaru Jason Derulo dan DJ Smash Feat Polina Gagarina, semuanya bisa didengarkan sepuasnya tanpa menghabiskan kuota utama dengan aplikasi Spotify dan Joox, masih ditambah lagi bagi pelanggan yang ingin menonton film bertema sepak bola bisa tonton tanpa batas di iFlix. (Icha)

 

Lebaran, Trafik Layanan Data Telkomsel Naik 22,3%

0

Telko.id – Momen lebaran di Indonesia memang identik dengan pulang kampung. Tak heran, trend trafik para operator pun berubah. Telkomsel misalnya, mencatat kenaikan trafik layanan data tertinggi pada H-1 Lebaran menjadi 12,89 Petabyte atau meningkat 22,3% jika dibandingkan dengan trafik layanan data pada hari normal. Jika dibandingkan dengan periode Lebaran tahun lalu, trafik layanan ini mengalami kenaikan sekitar 109%.

Secara persentase, wilayah Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, serta Bali dan Nusa Tenggara mengalami peningkatan penggunaan layanan data tertinggi hingga 40,5% dibandingkan hari normal. Begitu pula secara volume, trafik layanan data yang terjadi di wilayah-wilayah tersebut merupakan yang tertinggi secara nasional, menembus angka 3,77 Petabyte.

Penggunaan layanan data pada di momen Lebaran tercatat mengalami peningkatan yang signifikan di beberapa lokasi yang menjadi titik berkumpulnya pemudik, seperti Alun-alun Limbangan Garut, Stasiun Bandung, Pasar Turi Baru Surabaya, Gerbang Tol Ciledug Tangerang, dan Terminal Leuwipanjang Bandung. Lonjakan serupa juga terjadi di lokasi-lokasi wisata yang dipadati pengunjung, di antaranya Batu Karas Pangandaran, Ciwidey Bandung, Lembang Bandung, Kota Bunga Puncak, dan Pantai Santolo Garut.

Dari sisi layanan, media sosial menjadi kontributor tertinggi penggunaan layanan data Telkomsel pada momen Lebaran dengan 33,7%, diikuti video streaming (31,3%) dan layanan pesan instan (14,1%).

Khusus video streaming, salah satu kontributor meningkatnya konsumsi kuota data adalah aktivitas pelanggan yang menyaksikan live streaming pertandingan Piala Dunia 2018 melalui perangkatnya. Sementara itu, beberapa aplikasi yang menjadi favorit pelanggan selama periode Lebaran tahun ini adalah YouTube yang memiliki andil terhadap penggunaan layanan data Telkomsel sebesar 24,2%, diikuti Instagram (19,3%) dan Facebook (13,3%).

“Kami bersyukur dapat melayani pelanggan dan masyarakat dengan baik mulai dari awal Ramadan hingga puncak Lebaran. Kualitas, kapasitas, dan jangkauan jaringan tetap kami optimalkan hingga berakhirnya masa libur Lebaran dan seterusnya sehingga pelanggan bisa selalu berkomunikasi dengan nyaman,” kata Bob Apriawan, Direktur Network.

Seperti yang sudah diprediksikan, trafik layanan suara di jaringan Telkomsel pada momen Lebaran tahun ini tercatat mengalami penurunan sebesar 9,8% dibanding hari normal menjadi sekitar 1,29 miliar menit. Sedangkan trafik layanan SMS pada puncak Lebaran mencapai 594 juta SMS atau turun 2,1% ketimbang hari normal.

Dari sisi kualitas layanan, tingkat keberhasilan koneksi data, pengiriman SMS, dan panggilan suara masing-masing mencapai 99,82%, 99,83%, dan 98,46% yang berarti secara umum pelanggan dapat menikmati layanan komunikasi dengan lancar.

Sementara itu, wilayah-wilayah yang paling banyak menerima kedatangan pelanggan dari wilayah lainnya pada periode mudik Lebaran tahun ini adalah Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta dengan 3,06 juta pelanggan, Jawa Barat (1,72 juta pelanggan), dan Jawa Timur (1,32 juta pelanggan).

Sejak jauh-jauh hari Telkomsel telah memastikan seluruh layanan berfungsi secara optimal dan primauntuk mengantisipasi tingginya penggunaan layanan komunikasi pada periode Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 2018. Untuk itu, Telkomsel telah melakukan perluasan cakupan, penambahan kapasitas, dan peningkatan kualitas jaringan, terutama di 772 titik strategis, yang terdiri dari 295 titik jalur mudik dan 477 titik lokasi wisata.

Beberapa aktivitas kesiapan infrastruktur yang dilakukan Telkomsel antara lain membangun 12.000 BTS multiband LTE, penambahan kapasitas pada 579 BTS 4G, mengoperasikan 73 mobile BTS, menambah kapasitas gateway internet 66% dari kapasitas existing menjadi 3.288 Gbps, menambah kapasitas sistem IT untuk layanan, dan menambah kapasitas layanan isi ulang pulsa.

Dari sisi produk dan layanan serta pelayanan pelanggan, Telkomsel berupaya menjaga ketersediaan produk dan layanan sesuai dengan kebutuhan pelanggan, menggelar posko layanan di titik-titik strategis di jalur mudik dan lokasi wisata, serta mengadakan berbagai program spesial bagi pelanggan. (Icha)

 

Order Fiktif merajalela Rugikan Industri Transportasi Online

Telko.id – Merambahnya bisnis ojek berbasis online ke berbagai kota di Indonesia, membuat ribuan orang akhirnya memutuskan untuk beralih profesi sebagai pengendara ojek untuk mendapatkan pendapatan yang lebih baik. Transportasi online telah berevolusi menjadi jasa kebutuhan sehari-hari seperti antar barang, beli makanan dan beberapa kebutuhan lain

Menurut Puskakom UI, sebanyak 95% konsumen merasa aman dan 98% merasa nyaman karena mengetahui identitas driver dan bisa mengecek rute. Penumpang transportasi online dikuasai 20-30 tahun sebanyak 56% dan usia 31-40 sebanyak 28%, sebagian besarnya adalah sarjana 54%.

Sementara itu studi terbaru dari INDEF mengenai transportasi online di Indonesia menyebutkan bahwa setelah bergabung menjadi driver, banyak masyarakat yang mengalami peningkatan taraf ekonomi. Rata-rata setelah gabung menjadi driver ojek online, pendapatan bulanan di kisaran Rp2,5 – 3,5 juta ditambah bonus insentif sekitar 1 juta. Sedangkan untuk driver taksi online rata-rata di atas Rp4 juta per bulan.

Namun semakin meningkatnya jumlah pengendara ojek online, membuat persaingan antar driver semakin ketat. Alhasil tak sedikit di antara mereka yang melakukan kecurangan demi mendapatkan penumpang.

Beragam modus kecurangan yang dilakukan beberapa mitra pengemudi, di antaranya adalah pembuatan order fiktif, penggunaan aplikasi Fake GPS untuk mencurangi sistem, dan menggunakan aplikasi tambahan untuk tidak mengambil pemesanan tanpa mengurangi performa penerimaan order dari mitra tersebut.

Istilah ‘tuyul’ sendiri digunakan untuk menyebut penumpang fiktif. Teknisnya, para driver yang curang menggunakan aplikasi Fake GPS. Jadi, seolah-olah di aplikasi ada penumpang yang diantar, padahal pengemudinya tidak bergerak kemana-mana.

Tak dapat dipungkiri, jika praktik tersebut dilakukan lantaran mitra driver mengejar insentif yang diberikan oleh penyedia jasa transportasi online.

Sejatinya, insentif diberikan sebagai bentuk penghargaan kepada mitra pengemudi. Penilaiannya dilakukan berdasar produktivitas masing-masing mitra pengemudi yang berhasil melampaui standar yang telah ditentukan.

Kecurangan yang menjadi marak tersebut tentu saja merugikan perusahaan dan membuat mitra pengemudi lain menjadi kesulitan mendapatkan order.

Sedangkan dari sisi pelanggan, jika mendapatkan pengemudi yang menggunakan ‘tuyul’, mereka cenderung harus menunggu lebih lama untuk kedatangan pengemudi. Sebab jarak yang tertera di aplkasi bukan jarak yang sebenarnya. Alhasil harapan mendapat tumpangan yang cepat dan nyaman menjadi sirna.

Upaya Melawan Tindakan Curang

Sejauh ini upaya untuk memerangi praktek-praktek yang merugikan tersebut telah dilakukan oleh penyedia jasa transportasi online. Go-Jek, aplikasi ride-hailing karya anak bangsa, sudah meluncurkan kampanye #HapusTuyul. Mereka melakukan roadshow ke beberapa kota untuk melakukan sosialisasi kepada para mitra pengemudinya untuk tidak lagi menggunakan aplikasi fake GPS untuk mengejar insentif. Namun hingga saat ini belum jelas langkah-langkah penindakan yang dilakukan perusahaan.

Sementara kompetitor Go-Jek, Grab memutuskan mengambil sikap lebih tegas terhadap pemesanan fiktif. lewat program “Grab Lawan Opik!”, sebuah program yang mendukung dan melindungi mitra pengemudi Grab dari kecurangan, dan memastikan bahwa mereka mendapatkan penghasilan yang adil. Program ini bertujuan untuk menangkap sindikat dan mitra pengemudi yang mencoba memainkan sistem yang disediakan Grab untuk mitra pengemudinya.

Sebagai bagian dari ‘Grab Lawan Opik!’, aktivitas ilegal tersebut terdeteksi oleh sistem manajemen risiko dan kecurangan Grab dan telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya untuk penyelidikan lebih lanjut. Para pelaku kejahatan dari praktek ini telah ditangkap di berbagai kota di Indonesia karena secara tidak sah mengakses aplikasi Grab dan menjalankan operasi opik, menggunakan Fake GPS.

Payung Hukum

Tindakan ojek fiktif sudah banyak dijerat oleh penegak hukum berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang mengatur terkait Informasi Elektronik.

Perbuatan order fiktif yang dilakukan oleh driver Ojek Online dapat dikategorikan sebagai tindak penipuan. Berdasarkan pasal 35 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik maka perbuatan hukum (legal action) yang dilakukan oleh pelaku dengan tindakan order fiktif maka memenuhi semua unsur delik tindak pidana didalam pasal tersebut, sehingga subyek hukum pelaku order fiktif bisa dipidana dengan dijunctokan kedalam pasal 51 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dilihat dari semua unsur-unsur pasal 378 KUHP maka tindakan subyek hukum pelaku  dalam perbuatan order fiktif memenuhi semua unsur dalam pasal tersebut.

Pentingnya Penegakan Hukum

Pengamat siber Pratama Persadha mengatakan  pentingnya sosialisasi yang masif untuk membuat gerakan melawan ojek fiktif  serta mendorong adanya solusi lain yakni penggunaan sertifikat digital.

“Saat ini memang penggunaan sertifikat digital dalam kepentingan e-commerce belum mempunyai tata perundangan dan tata kelola yang matang, namun demikian sudah terlihat upaya dari pemerintah untuk menerapkan sertifikat digital dalam transaksi elektronik,” tandas Pratama di sela-sela  diskusi media yang digelar Indonesia Technology Forum (ITF) dan Masyarakat Transportasi Indonessia (MTI) yang digelar di Hotel Kartika Chandra, Jakarta.

Dengan adanya sertifikat digital ini, menurut Pratama  maka diharapkan proses otentifikasi dan otorisasi semakin ketat dan kuat, yang berujung semakin aman dan terpercayanya transaksi elektronik, termasuk untuk penggunaan aplikasi transportasi online dan sejenisnya.

Sementara itu, Bhima Yudistira, pengamat ekonomi INDEF mengatakan bahwa maraknya  “Tuyul dan ojek fiktif akan berimbas pada kerugian industri, baik  secara material maupun system. Pada ujungnya akan membuat kerugian besar bagi  industri dan perekonomian secara global,” ungkap   Bhima.

“Saya mencatat dari pemberitaan di media massa, imbas kerugian ojek fiktif bisa mencapai miliaran rupiah. Jika tidak ada solusi yang tepat, ini akan membuat industri tidak sehat,” ungkap Bhima.

Sementara itu, Muslih Zaenal Asikin dari Masyarakat Transportasi Indonesia memandang pentingnya tindakan tegas oleh penegak hukum dalam memberantas ojek fiktif dan “Tuyul” serta kampanye dan penyadaran hukum kepada para driver bahwa tindakan Ofik dan “Tuyul” adalah tindakan melawan hukum yang memiliki konsukuensi hukum.

“Ojek fiktif dan “Tuyul” itu masuk dalam kategori penyakit masyarakat, masuk dalam kategori pencurian dan penipuan. Kondisinya saat ini sudah masuk kategori darurat. Untuk itu perlu sinergi berbagai pihak dalam memberantas para sindikat tersebut. Karena mereka itu, diindikasikan tidak hanya dilakukan oleh perorangan, melainkan oleh jaringan sindikat,” ungkap Muslih.

Selain sertifikat digital, pemerintah juga didorong untuk merumuskan UU Perlindungan Data Pribadi agar setiap perusahaan dan instansi yang menyimpan dan memproses data penduduk wajib menyediakan sistem yang unggul dan aman.

Pratama Persadha mencontohkan Uni Eropa (EU) yang telah mengaktifkan GDPR (General Data Protection Regulation), yaitu peraturan mengenai Data Privacy yang diterapkan bagi seluruh perusahaan di dunia yang menyimpan , mengolah atau memproses personal data penduduk EU.

Tujuan dari GDPR adalah memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap kerahasiaan data (data privacy) dalam ekonomi digital saat ini dengan memberikan keleluasaan lebih untuk individual terhadap datanya dan memberikan peraturan yang lebih ketat kepada pihak yang mengelola atau menyimpannya.

Peraturan ini akan efektif pada 25 Mei 2018 di seluruh dunia.  Dan seluruh perusahaan di tanah air, termasuk perusahaan transportasi online wajib memenuhi GDPR saat ada warga EU yang menjadi member aplikasi tersebut.

Solusi Untuk Perusahaan Aplikasi

Dengan fenomena maraknya penyerangan (hacking) pada sistem pembayaran transportasi online, perusahaan aplikasi harus meningkatkan system keamanan mereka.  Menurut Pratama, kelemahan-kelemahan di aplikasi harus segera ditutup agar perusahaan bisa menjalankan bisnis secara sustainable. Ia menyarankan pengaplikasian enkripsi karena bisa mencegah terjadinya pencurian data, manipulasi data dan terutama order fiktif akibat peretasan.

Enkripsi bisa dipadukan dengan teknologi otentikasi iris scanner, sidik jari bahkan lebih ekstrim lagi dengan digital signature. Setiap lalu lintas data memerlukan otentikasi atau persetujuan tambahan dengan sistem diatas.

“Enkripsi diaplikasikan pada seluruh sistem, baik di server, maupun di aplikasi driver serta penumpang. Bagi driver otentikasi ini juga bisa digunakan untuk menjaga saldo mereka tetap aman,” kata Pratama.

Sedangkan cara terbaik untuk menghindari Fake GPS, tambah Pratama, adalah membangun sebuah aplikasi dengan menggunakan HAL (Hardware Abstraction Layer). Dengan pendekatan ini, hardware GPS langsung berkomunikasi dengan “APPS”. Contoh aplikasi yang memakai HAL adalah WeChat dengan alasan keamanan Negara (Tiongkok).

Cara lain adalah membangun aplikasi GPS sendiri, ditambah dengan enkripsi sebagai pengamannya. Contohnya aplikasi GPS X (buatan sendiri) tersebut melakukan enkripsi sebelum mengirimkan informasi ke aplikasi driver dan penumpang. Aplikasi driver dan penumpang disetting hanya bisa menerima aplikasi GPS X tersebut, sehingga fake GPS tidak bisa digunakan. Fungsi enkripsi disini adalah melindungi informasi agar tidak bisa dimanipulasi.

Bahkan jika perusahaan aplikasi mengalami kendala untuk menambal lubang keamanan, maka pemerintah didorong untuk ikut campur tangan. “Bila perlu pemerintah membangun aplikasi GPS sendiri yang bisa digunakan oleh seluruh developer lokal, dengan fitur anti fake GPS,” ujar Pratama. (Icha)

 

 

 

Operator Masih Punya Banyak ‘PR’ Usai Registrasi Prabayar

0

Telko.id – Kesadaran masyarakat berkenaan dengan registrasi kartu prabayar masih harus terus dengungkan. Jangan sampai, masyarakat tidak paham, dan pasrah saja pada outlet yang memberikan nomor baru atau kartu perdana yang sudah didaftarkan tetapi tidak sesuai dengan NIK dan KK miliknya.

Pasalnya, jika sampai terjadi maka ada ancaman pidananya.  Yakni melanggar Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan. Yang tercantum dalam Pasal 94 UU Kependudukan tersebut berbunyi: “Setiap orang yang tanpa hak menyebarluaskan Data Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79 Ayat (3) dan Data Pribadi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 86 Ayat (1a) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling banyak Rp25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah)”.

Itu sebabnya, Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkomsel menghimbau agar Pelanggan harus rajin memeriksakan apakah NIK nya terdaftar untuk nomer-nomer yang bukan miliknya. Hal tersebut disampaikan saat bertemu dengan media di Jakarta (8/6/2018).

Telkomsel pun terus agresif mendorong pelangganya untuk melakukan registrasi kartu prabayarnya. Operator ini mengakui bahwa tidak mudah untuk melakukan nya. Maklum saja, jaringannya berada di seluruh Indonesia, dan bukan hanya di kota besar, tetapi juga kota kecil yang terpencil. Hingga, banyak cara yang dilakukannya.

Telkomsel pun tidak akan serta merta menghapus data para pelanggan dari system nya. Baru di blokir saja paska berakhirya progam registrasi kartu prabayar 30 April 2018.

“Pelaggan masih punya hal atas kartunya. Karena bisa saja dinomor tersebut masih ada sisa pulsa atau kuota data. Jadi yang kita blokir layanan suara, SMS, dan data. Tetapi akses untuk registrasi dibuka. Ini efektif karena pelanggan baru melakukan registrasi kala tak bisa akses layanan data. Nomor tersebut baru akan kami hapus dari sistem ketika masa aktif nya sudah habis,” ujar Ririek.

Biasanya, Length of service (Los) lama nya tiga bulan. Jadi, baru tiga bulan lagi baru akan terlihat jumlah pelanggannya Telkomsel.

“Saat batas akhir registrasi ulang, posisi pelanggan Telkomsel 150 juta nomor teregistrasi. Sekarang di 179,5 juta pelanggan. Kami sekarang masih menunggu nomor yang terblokir melakukan registrasi dan kembali aktif. Perkiraannya, tiga bulan kedepan baru status pelanggan “clean”,” ungkap Ririek.

Ririek menegaskan, Telkomsel pun aktif turun ke pasar untuk meminta pelanggan melakukan registrasi ulang. “Kami sampai ketuk pintu rumah untuk ingatkan registrasi. Ada yang tak cocok NIK sama KK saja kita bantu. All out deh,” tukasnya.

Berdasarkan data akhir 2017, pelanggan Telkomsel tercatat sebanyak 196,3 juta pelanggan. Di kuartal keempat 2017 kala program registrasi ulang dijalankan mulai terasa dampaknya pada jumlah pelanggan di kuartal I 2018 yang berada di posisi 192,8 juta nomor. (Icha)

 

 

 

Smartfrem ‘Mengusik’ Kedigdayaan Telkomsel  

0

Telko.id – berdasarkan laporan dari pengukuran yang dilakukan oleh open signal yang bertajuk State of Mobile Networks: Indonesia (June 2018) Telkomsel dan Smartfren berada di posisi teratas.

Smartfren, operator kecil menurut Open Signal ini mampu ‘mengusik’ kedigdayaan Telkomsel. Ada dua penghargaan yang diperoleh yakni Kecepatan Pengunduhan: Keseluruhan dan Ketersediaan 4G mengalahkan Telkomsel.

Telkomsel sendiri memperoleh lima penghargaan yakni Kecepatan Pengunduhan: 4G, Kecepatan Pengunduhan: 3G, Kecepatan Pengunggahan: 4G, Latency: 4G dan Latency: 3G. Telkomsel menunjukkan skor 70 persen, namun dari sisi kecepatan operator ini unggul dengan rata-rata 12,9 Mbps untuk pengunduhan dan 7,3 untuk pengunggahan.

Sedangkan Smartfren telah melakukan lonjakan besar sejak laporan terakhir Open Signal. Di mana, kecepatan rata-rata LTE operator ini meningkat 44% menjadi 9,8 Mbps, melonjak melewati XL ke urutan dua.

Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah mengatakan, seharusnya perbandingan kecepatan dilakukan dengan layanan serupa Telkomsel. Menurut Ririek, meskipun sama-sama menghadirkan layanan internet, layanan Smartfren dan Telkomsel tidaklah sepenuhnya sama (tidak apple to apple).

“Seharusnya membandingkan secara apple to apple, jangan apel sama durian. Jadi kalau (membandingkan) 4G to 4G, jangan bandingkan 4G to 3G,” kata Ririek kepada media dalam acara Buka Puasa Bersama Telkomsel di Jakarta, Jumat (8/6/2018) malam.

Sementara itu, Direktur Network Telkomsel Bob Apriawan menjelaskan lebih lanjut tentang laporan yang diterbitkan OpenSignal. Menurutnya, dalam laporan OpenSignal yang terdiri dari 7 kategori, Telkomsel berhasil unggul di 5 kategori.

Padahal, seperti dikatakan oleh Ririek, layanan Telkomsel terdiri dari 4G dan 3G, namun yang diperbandingkan dengan Smartfren (yang hanya 4G).

“4G tersedia 71 persen dari 171 ribu sudah broadband capable, artinya bisa 3G dan 4G. 80 ribunya 3G dan 41 ribu 4G. Sementara operator lain enggak ada yang (memiliki BTS capable broadband) lebih dari 30 ribu. Kenapa kami kalah? Karena Smartfren tidak memiliki teknologi selain 4G, mereka tidak punya 3G,” kata Bob.

Dia menambahkan, dari segi pengalaman pelanggan, pelanggan Telkomsel jugalah yang memiliki pengalaman terbaik saat menggunakan jaringan internet.

“Di 4G download dan upload Telkomsel terbaik, di 3G kecepatan download-nya terbaik, tetapi throughput kenapa kalah Smartfren? OpenSignal dipakai secara global dan hasilnya hanya akan tinggi validity-nya untuk mengukur dengan coverage yang sama. Sementara, Telkomsel (layanannya) di mana-mana dan Smartfren layanannya di Jawa,” kata Bob memberi penjelasan.

Oleh karena itu, menurutnya, akan sulit membandingkan layanan milik Telkomsel dan Smartfren secara apple to apple jika kondisi di lapangan tidak sama.

Khusus untuk laporan ini, 11,707,692,189 poin data dikumpulkan dari 1,235,257 pengguna selama periode 1 Februari 1 sampai 1 May 2018. (Icha)

Jaringan Indosat Siap Hadapi Lonjakan Trafik Saat Mudik

0

Telko.id – Mudik lancar,  aman dan nyaman bagi pelangan itu jadi perhatian penting operator. Termasuk juga Indosat Ooredoo. Persiapan pun sudah dilakukan dari jauh hari untuk tetap bisa melayani pelanggan dengan baik, selain dengan paket layanan menarik dan menguntungkan, tidak kalah penting adalah menyiapkan jaringannya di sepanjang jalur mudik dan kota tujuan mudik.

Peningkatan trafik telekomunikasi yang telah diprediksi dengan baik dan akurat,  diantisipasi dengan upaya penyiapan kapasitas jaringan data, suara dan SMS. Indosat Ooredoo telah menyiapkan kapasitas  layanan  data  yang ditingkatkan   menjadi  11.394 TeraByte/hari, untuk memenuhi puncak kenaikan trafik data yang diprediksi meningkat sebesar 83,7% dibandingkan tahun lalu.

Demikian pula dengan kapasitas suara yang ditingkatkan menjadi 37,49 juta Erlang/hari serta kapasitas SMS yang ditingkatkan menjadi 1,01 milyar SMS/hari, telah disiapkan sesuai dengan prediksi trafik yang akan terjadi.

Selain peningkatan kapasitas jaringan serta berbagai upaya lain yang biasa dilakukan setiap tahunnya, khusus untuk Lebaran 2018 ini ada dua hal baru yang dilakukan Indosat Ooredoo untuk mendukung kesiapan jaringan Lebarannya, yang membedakan dari yang dilakukan di tahun sebelumnya, yaitu (1) penggunaan spektrum baru untuk LTE di frekuensi 2100 MHz dan (2) optimasi jaringan secara otomatis dengan SON (Self Organizing Network).

Dengan kombinasi LTE di 1800 MHz eksisting dengan LTE di 2100 MHz yang baru dengan Carrier Aggregation, pelanggan bisa memanfaatkan kedua spektrum tersebut dengan optimal. Hal ini akan memberikan kualitas dan kecepatan yang lebih baik bagi pelanggan, untuk mengakses aplikasi-aplikasi yang mendukung kelancaran dan kenyamanan saat mudik dan saat berlebaran, seperti aplikasi social media, navigasi, informasi dan hiburan.

Mobilitas pelanggan yang sangat tinggi terutama pada saat Lebaran membutuhkan aktivitas monitoring dan optimasi secara terpadu dan realtime. Dengan mengimplementasikan Self Organizing Network (SON), Indosat Ooredoo dapat melakukan optimasi jaringan secara otomatis untuk menjaga kualitas jaringan khususnya di sepanjang jalur mudik dan kota-kota tujuan mudik.

”Kami juga melibatkan lebih dari 1800 tim teknis untuk mendukung operasional jaringan secara harian selama masa  trafik tinggi, untuk memastian bahwa jaringan kami memberikan performansi terbaik untuk pelanggan,” kata Dejan Kastelic, Chief Technology and Information Officer Indosat Ooredoo.

Upaya memastikan kualitas jaringan selama mudik juga dilakukan melalui Indosat Ooredoo Network Operation Center (i-NOC) sebagai pusat monitoring seluruh jaringan secara nasional. Kendala jaringan akan dapat diidentifikasi lebih awal, sehingga dapat diatas sebelum kendala tersebut dirasakan oleh pelanggan.

Sebelumnya juga telah dilakukan uji jaringan di jalur mudik Semarang-Demak-Kudus, Jawa Tengah, untuk menunjukkan kesiapan jaringan di bagian jalur Pantura yang juga menjadi jalur mudik padat di pesisir utara Jawa Tengah menuju Jawa Timur. Dalam uji jaringan tersebut, diperoleh coverage 4G secara kontinyu di sepanjang rute Semarang-Demak-Kudus.

Selain itu juga dicoba berbagai aktivitas layanan yang biasa dilakukan pelanggan seperti download, live streaming, YouTube, dan video call. Dari hasil pengetesan menunjukkan bahwa sepanjang rute drive test aktivitas streaming berjalan dengan baik dan tanpa buffering. (Icha)