spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1424

Tri Gandeng Start-Up SOKU Kembangkan Food Commerce

0

Telko.id –  Generasi muda memang menjadi sasaran 3 Indonesia dalam memasarkan produk layanannya. Tidak hanya itu, operator ini juga memiliki komitmen untuk selalu pemberdayaan generasi muda, khususnya mereka yang mempunyai ambisi besar untuk mengembangkan bisnis dibidang digitalpreneur.

Kali ini 3 Indonesia menjalin kemitraan dengan start up karya anak muda Surakarta yaitu SOKU yang telah lolos seleksi di ajang pencarian ide bisnis #KejarAmbisiku yang diadakan 3 Indonesia beberapa waktu lalu.

Babak baru kemitraan dan dukungan 3 Indonesia untuk SOKU diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) hari ini (21/11) di Surakarta. 3 Indonesia diwakili oleh VP Customer Engagement dan Operation Julandi G. Fransiskus yang selama ini bertindak sebagai mentor, sementara SOKU diwakili oleh Soekma Agus Sulistyo selaku founder.

SOKU digandeng untuk mengembangkan layanan food commerce yang bertujuan untuk memberdayakan komunitas maupun individu yang memiliki keahlian memasak di Surakarta melalui pemanfaatan teknologi berbasis internet dan aplikasi. Para produser tidak harus memiliki resto atau rumah makan untuk bergabung, selama makanannya memiliki ciri khas dan sudah ada basis Komunitas peminat makanannya. Sehingga para produser tidak perlu memilki modal besar untuk menjual makanan, baik modal tempat dan perlengkapan masak khusus, yang diangkat lebih ke Home Kitchen.

“Kerjasama ini membuka peluang untuk anak muda Indonesia menjadi bos bagi dirinya sendiri, berkontribusi bagi masyarakat dan lingkungan. Kami berharap bisa memberikan motivasi bagi anak muda lainnya untuk berinovasi dan berani mewujudkan ambisinya, bisa memanfaatkan teknologi untuk membuat sesuatu  yang bukan hanya inovatif namun juga memiliki dampak yang positif bagi masyarakat,” ujar Dolly Susanto Chief Commercial Officer Tri Indonesia.

Dibalik SOKU adalah Soekma Agus Sulistyo bersama enam orang rekannya yang semua nya adalah  anak muda berbakat dari Surakarta. Tim SOKU telah mengikuti tahap seleksi yang ketat mengalahkan ratusan peserta lainnya, mengikuti tahap mentoring perencanaan dan pengembangan bisnis bersama para mentor dari 3 Indonesia.

SOKU telah berhasil meyakinkan jajaran Direksi 3 Indonesia bahwa Start-Up asal Surakarta ini memiliki potensi bisnis untuk bertumbuh dan layak mendapat dukungan pendanaan bisnis dari 3 Indonesia selama dua tahun ke depan. Tak hanya itu, SOKU akan didampingi dan berkesempatan  dipromosikan ke 33 juta pelanggan Tri melalui media sosial Instagram, Twitter, Facebook, dan LINE, serta solusi komunikasi dan internet hemat dari 3 Indonesia untuk mitra SOKU.

Julandi, yang selama ini memberikan bimbingan pengembangan bisnis kepada tim SOKU, menyatakan bahwa konsep food commerce yang ditawarkan SOKU sangat unik dan mendapatkan apresiasi karena menyasar individu maupun komunitas yang mempunyai keahlian memasak, membuat makanan rumahan layak jual, bukan menyasar resto atau rumah makan seperti kebanyakan platform lainnya.

“SOKU diharapkan dapat membantu mereka yang mempunyai kemampuan memasak misalnya ibu rumah tangga, atau anak muda untuk memperoleh tambahan pendapatan, serta mendorong pertumbuhan UMKM di Surakarta dan kota sekitarnya,” imbuh Julandi.

“Kami sangat senang bisa bermitra dengan 3 Indonesia, mendapatkan mentoring langsung dari para ahlinya merupakan pengalaman berharga yang tak ternilai. Harapan kami ide bisnis ini benar-benar bisa membuat perubahan yang positif dan kedepannya bisa juga dinikmati bukan hanya di Surakarta saja, tapi juga bisa berkembang ke daerah lainnya,” tutup Soekma. (Icha)

 

 

 

Extramarks: Teknologi adalah Keharusan di Dunia Pendidikan

0

Telko.id, Jakarta – Ibarat sayur tanpa garam. Bicara tentang dunia pendidikan tidak lengkap tanpa mengaitkannya dengan teknologi, apalagi di era digital seperti sekarang ini. Saking tidak lengkapnya, Country Manager Extramarks Indonesia, Fernando Uffie bahkan menyebut ini sebagai sebuah keharusan.

“Indonesia adalah sebuah negara yang luas dan terdiri dari ribuan pulau. Sangat tidak mungkin jika pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan dilakukan secara konvensional tanpa bantuan teknologi,” kata Uffie.

Ini menjadi lebih mudah, terlebih pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia melalui BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi) juga tengah membangun proyek Palapa Ring. Proyek infrastruktur telekomunikasi berupa pembangunan serat optik di seluruh Indonesia sepanjang 36.000 kilometer. Salah satu tujuan pembangunannya adalah agar dapat dimanfaatkan oleh dunia pendidikan di Indonesia.

“Untuk mencapai tujuan tersebut, maka education technology atau edutech memiliki peran yang besar. Kami dari Extramarks berkomitmen untuk mendukung program transformasi pendidikan yang dilakukan pemerintah tersebut,” imbuhnya.

Extramarks sendiri menyediakan solusi belajar digital 360 derajat yang menggunakan konsep terpadu dengan tiga pendekatan, yakni Learn, Practice, dan Test. Konten didalamnya sudah disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku di Indonesia dan menggunakan Bahasa Indonesia. Nantinya, bukan hanya siswa yang dapat menggunakan solusi ini, tetapi juga guru, sekolah dan orang tua siswa.

“Mereka juga bisa mengakses materi pembelajaran kapan dan dimanapun, dengan perangkat apapun (smartphone, komputer, tablet PC), baik secara online maupun offline. Sementara guru, orang tua siswa dan sekolah, bisa melakukan monitoring dan berpartisipasi aktif dalam proses belajar siswa,” jelas Uffie lagi.

Pentingnya teknologi dalam dunia pendidikan juga diamini oleh Totok Suprayitno, selaku Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud. Apalagi jelang Revolusi Industri 4.0 yang sejatinya memang bertumpu pada sistem dunia siber dan teknologi digital.

“Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan perubahan yg cepat dan sulit diprediksi. Kondisi ini menuntut setiap orang memiliki kemampuan sebagai pembelajar (learner) dan kemampuan beradaptasi pada situasi yang senantiasa berubah,” katanya.

Ia menambahkan, proses pembelajaran, di sekolah khususnya, harus mengembangkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis dan kreatif dalam menyelesaikan persoalan.

“Pembelajaran perlu segera bertransformasi menjadi sebuah proses learning how to learn. Berbagai inovasi dalam teknologi pembelajaran hendaknya dapat membantu guru dalam mewujudkan proses transformasi ini,” jelas Totok.

Ini Dia, Makanan Favorit Yang Sering Diorder via GrabFood

0

Telko.id – Delivery order makanan memang kini sudah menjadi tren. Pilihannya banyak, karena yang menggaet para pemilik restoran atau warung makan adalah para pengusaha ojek online. Salah satu nya adalah GrabFood. Lalu, apa yang menjadi makanan favorit yang sering diorder?

Sebagai salah satu perusahaan yang memiliki layanan pesan-antar makanan, Grab memahami betapa pentingnya makanan bagi masyarakat Asia Tenggara termasuk Indonesia. Di Indonesia sendiri, GrabFood saat ini telah hadir di 116 kota!

Perusahaan ini pun melakukan survei dan fakta menunjukan bahwa :

Fakta #1: Tahu Ngga Jumlah Ayam Geprek yang Telah Kami Antarkan di Indonesia? Tahukah Anda bahwa GrabFood telah mengantarkan lebih dari 13 juta Ayam Geprek di Indonesia di tahun 2018?

Dan juga telah mengantarkan 7.000 burger dan pizza saat pertandingan final Piala Dunia di Singapura!

Fakta #2: Ayam Menjadi Menu Paling Favorit di Indonesia, Malaysia dan Singapura

Mari kita lihat daftar makanan yang paling populer di tiap negara.

Fakta #3: Bubble Tea Jadi Minuman yang Paling Digemari.

Penduduk Indonesia, Malaysia dan Singapura sama-sama menyukai Bubble Tea. Di Indonesia sendiri, 1,5 juta Bubble Tea telah diantar oleh GrabFood di tahun 2018. Pelanggan di Indonesia secara spesifik menyukai Hazelnut Chocolate Bubble Tea, namun Brown Sugar Pearl Bubble Tea menjadi favorit

di Malaysia, sementara masyarakat Singapura menyukai Milk Tea Pearls. Intinya, manis dan legit, merupakan tekstur topping pearl yang digemari di Asia Tenggara.

Yang membedakan adalah ‘kapan’ mereka memesan. Bubble Tea, masyarakat Indonesia biasanya memesan Bubble Tea pada hari terakhir bekerja (Jumat), sementara masyarakat Malaysia dan Singapura sebagian besar memesan pada akhir pekan, terutama pada hari Minggu.

Fakta #4: Menu Ayam Apa yang Paling Digemari?

Ayam Goreng masuk dalam 10 besar menu yang paling sering dipesan di ketiga negara ini. Ada banyak jenis olahan Ayam yang menjadi favorit. Di Singapura, Ayam Goreng di restoran cepat saji menjadi pilihan #1. Sementara Ayam Goreng dan Ayam Geprek menjadi pilihan di Malaysia dan Indonesia.

Fakta #5: Camilan Favorit Buat Acara-Acara Spesial di Indonesia?

Makanan juga dapat menyatukan orang dan tentunya selalu menjadi bagian dalam tiap perayaan dan hari-hari spesial. Sejak bulan Juni, terdapat beberapa momen spesial termasuk Piala Dunia, Hari Raya Idul Fitri dan upacara penutupan Asian Games. Selain makanan berat, masyarakat Indonesia juga suka memesan makanan ringan.

Pisang Goreng Madu dan Jamur Geprek menjadi dua camilan favorit yang paling banyak dipesan masyarakat Indonesia, untuk menikmati hari-hari spesial tersebut.

Fakta #6: Pernah Dengar Kitchen by GrabFood? Kitchen by GrabFood

Kitchen by GrabFood merupakan inisiatif “Cloud Commercial Kitchen” yang telah dipersiapkan Grab, bersama dengan merchant makanan lokal paling populer, termasuk Gudeg Yu Djum dari Yogyakarta dan Warung Anugrah dari Makassar. Lokasi nya ada di Kedoya.

Hal ini memberikan efisiensi waktu pengantaran hingga 20% (yang artinya juga waktu menunggu menjadi lebih cepat bagi para mitra pengemudi), dan juga memberikan kenyamanan bagi pelanggan.

Ide ini untuk membawa berbagai merchant dalam sebuah ‘dapur’ yang sama memberikan nilai kepuasan yang lebih besar bagi pelanggan. Saat ini, masyarakat di Kedoya dan sekitarnya dapat memesan makanan dari berbagai merchants dalam satu pesanan yang sama, dimasak di Kitchen by GrabFood. (Icha)

Telkomsel Gelar I LOOP RUN Di Bandung

0

Telko.id – Cara operator menarik perhatian para pelanggannya memang banyak cara. Apalagi, yang disasar adalah generasi digital. Telkomsel coba menggelar I Loop Run, Sebuah acara berlari bersama sejauh 5 Km dan 10 Km dengan perpaduan konsep fun dalam kompetisi. Acara ini digelar untuk membuat generasi digital Bandung berlari.

Tahun lalu, acara yang sama juga sukses digelar Telkomsel. Selain di Bandung, acara ini juga digelar di 7 kota lainnya di Indonesia. Berbeda dari tahun sebelumnya yang bertemakan Foam Run, I LOOP Run tahun ini bertema Cosplay Run yaitu para peserta berlari mengenakan kostum cosplay.

Acara ini mulai diadakan pada 4 November 2018 di Makassar; 18 November di Cimahi; 25 November di Bekasi, Pekanbaru, Samarinda; 2 Desember di Medan; 9 Desember di Surabaya dan terakhir di Pekalongan pada 6 Januari 2019, dengan target total peserta sejumlah 16.000 pelari.

“LOOP berkomitmen turut mendukung berbagai aktivitas anak muda atau millennials Indonesia yang dinamis salah satunya dengan berolahraga. Kami mengajak anak muda dan masyarakat di 8 kota untuk membumikan gaya hidup sehat dengan berlari bersama I LOOP Run. Berkolaborasi dengan Mobile Legend, I LOOP run tahun ini jadi lebih seru karena peserta dapat memilih jersey cosplay nya sesuai karakter favorit mereka di Mobile Legend,” kata Riny Novitriyanti, Vice President Prepaid Marketing Telkomsel.

Para peserta sudah dapat melakukan pendaftaran secara online di https://loop.co.id/ilooprun mulai 20 September 2018 dan terbatas untuk 2.000 peserta di setiap kotanya, serta khusus untuk peserta pelajar mendapatkan diskon sebesar 50%. Setiap peserta akan mendapatkan race pack berupa paket data Telkomsel, jersey Mobile Legend sesuai karakter favorit yang dipilih ketika mendaftar, BIB Numberrace bag, dan juga medali bagi para finisher.

Seluruh peserta berkesempatan memenangkan beragam hadiah undian senilai total 500 Juta Rupiah. Di antaranya adalah 8 unit Sepeda Motor, 8 paket Liburan ke Korea bareng VIU, 8 Taplus Muda BNI senilai 20 Juta Rupiah, 8 buah Smartphone, saldo TCASH  dan pulsa Telkomsel dengan total Ratusan Juta Rupiah.

Selain kompetisi sport melalui lari bertemakan Cosplay Run, terdapat juga kompetisi e-sport Mobile Legend yang berhadiah saldo TCASH puluhan juta rupiah. Selama acara berlangsung para peserta juga dapat mengikuti Instagram Challenge, dimana 10 foto terbaik yang di-upload di instagram dengan tagar #ilooprun akan mendapatkan saldo TCASH yang dapat dibelanjakan di berbagai merchant partner TCASH.

“Melalui brand LOOP, kami berharap keunggulan layanan seluler Telkomsel dapat lebih diterima sesuai dengan karakter dan tren anak muda masa kini. Kami melihat segmen anak muda masih memiliki potensi yang besar dan akan terus berkembang. Kedepannya Telkomsel akan terus menghadiran berbagai ragam pilihan produk dan layanan dengan harga yang terjangkau khususnya untuk anak muda.” Tutup Riny. (Icha)

 

 

 

Wow Di HUT ke 51, IM3 Ooredoo Kasih 1 GB Hanya Rp.51

0

Telko.id – Buat menarik perhatian konsumen memang banyak cara. Namun, di era digital ini, paket data yang murah jadi kompenon penting dalam promosi dan menggaet konsumen sebanyak-banyak nya. Seperti yang dilakukan oleh Indosat Ooredoo. Lewat IM3 Ooredoo,  operator ini menawarkan paket Sensa51 1GB Rp51.

Setelah pamor nya beberapa waktu ini turun, operator ini pun memanfaatkan perayaan ulang tahun nya untuk memberikan promo yang gila-gilaan. Belum ada operator lain yang punya paket internet seperti ini. Bayangkan saja, 1 GB bisa diperoleh hanya Rp51 saja. Memang ada batas waktu nya. Hanya 51 jam terhitung dari 9 November 2018, jam 09.00 sampai tanggal 21 November 2018, pukul 13.00.

Tentu, agresifitas Indosat ini nantinya bakal direspon juga oleh operator lain. Pasalnya, tidak ada operator yang rela pelanggannya berpindah ke lain hati. Apalagi, saat ini Telkomsel sebagai operator terbesar di Indonesia paling murah sudah menawarkan paket data 30GB seharga Rp.120 ribu dan berlaku selama 30 hari. Pembeliannya hanya berlaku 1 hari saja. Artinya, sehari Rp.4 ribu untuk 1 GB. Masih lebih mahal ketimbang paket yang diberikan oleh Indosat. Sedangkan XL menawarkan paket 220Mb seharga Rp.5000 dan berlaku 1 hari.

Indosat Ooredoo memang seperti buka front ‘perang tarif’ di industri.

Memang sampai saat ini tidak ada peraturan yang mengatur tarif data di Indonesia. Memang, pemerintah atau regulator tidak akan mengatur tariff data, hanya saja, akan mengeluarkan Peraturan Menteri Komunikasi dalam bentuk formula nya saja.

“Tarif data nanti akan diatur dalam peraturan menteri yang terkait tarif jasa telekomunikasi secara keseluruhan. Jadi ada voice, SMS, dan data. Saat ini, kami masih melakukan pembahasan intensif terhadap draf peraturannya,” kata I Ketut Prihadi Kresna, Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) diawal tahun.

Namun, pemerintah tidak akan menetapkan tarif dasar untuk pelayanan data. Pemerintah hanya merumuskan formula bagi operator telekomunikasi dalam menetapkan besaran tarif seperti yang dilakukan oleh PLN terhadap formula tarif dasar listrik.

“Besaran tarif tidak akan kami atur, yang diatur adalah formulanya,” tambah Ketut.

Formula tersebut meliputi biaya elemen jaringan, biaya untuk penggunaan jaringan pita lebar internasional, biaya aktivitas pelayanan ritel, dan margin keuntungan.

Ketut mengatakan dengan menggunakan formula itu dapat diketahui komponen-komponen yang membentuk tarif data operator telekomunikasi.

Dengan begitu, fungsi regulator dapat dioptimalkan dalam menjalankan fungsi pengaturan, pengawasan, dan pengendalian termasuk untuk pengawasan kompetisi antar operator.

Hal tersebut juga pernah disampaikan oleh Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika beberapa waktu lalu.

“Yang jelas, saya tidak menetapkan floor price tetapi membuat formula tarif data yang memungkinkan operator masih mendapat ruang untuk bermanuver dalam berkompetisi,” katanya.

Bagi konsumen, siapa pun operator nya yang membuat program, akan senang saja. Toh, konsumen juga yang akan mendapatkan keuntunga. Hanya saja, jika punya program bagus tapi tidak didukung oleh jaringan yang mumpuni, tentu hal ini akan menjadi boomerang bagi operator. Dan, konsumen pun akan kapok menggunakan layanannya.

Seperti yang dilakukan oleh Indosat Ooredoo, operator ini harus memberikan layanan yang optimal juga bagi pelanggannya. Jangan hanya buat program yang murah dan menarik perhatian pelanggan, tetapi ternyata paket data yang ada tidak dapat digunakan karena banyak bengong.

Indosat sih berjanji bahwa hal itu tidak akan terjadi karena sudah melakukan penambahan, perluasa dan peningkatan jaringan yang sudah dilakukan satu tahun belakangan ini.

Seperti yang disampaikan oleh Hendri Mulya Syam, Chief Sales & Distribution Officer menjelaskan.

“Kualitas layanan yang kami hadirkan juga didukung jaringan data yang unggul dengan terus membangun infrastruktur jaringan secara agresif berbasis teknologi 4G yang saat ini sudah tersedia di 1.929 kecamatan di seluruh Indonesia dan akan terus berkembang dan semakin diperluas ke depan,” ujar Hendri.

Hingga pertengahan tahun 2018 ini, Indosat Ooredoo mencatat adanya peningkatan traffic data sebesar 79,1% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2017. Menyadari hal tersebut, saat ini Indosat Ooredoo telah melakukan perluasan jaringan 4G baik di Pulau Jawa maupun luar Pulau Jawa dan targetnya akan membangun sekitar 4.300 BTS di tahun depan untuk mendukung tren kebutuhan masyarakat digital saat ini. (Icha)

Potensi dan Pernak-pernik IoT di Indonesia

0

Telko.id – Internet of Things atau IoT, memang digadang-gadang bakal banyak yang menggunakan. Apalagi dalam industry 4.0. Di mana, IoT ini menjadi salah satu teknologi digital yang akan banyak dipakai.

Bagaimana dengan potensi pasar IoT di Indonesia? Menurut Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjelaskan, pangsa pasar Internet of Things (IoT) di Indonesia diperkirakan berkembang pesat dan nilainya bakal mencapai Rp 444 triliun pada tahun 2022. Dari total potensi infrastruktur digital di Indonesia yang akan menciptakan peluang bisnis baru hingga USD150-200 miliar pada tahun 2025-2030 (McKinsey & Company).

Nilai tersebut disumbang dari konten dan aplikasi sebesar Rp 192,1 triliun, disusul platform Rp 156,8 triliun, perangkat IoT Rp 56 triliun, serta network dan gateway Rp 39,1 triliun.

Menperin menjelaskan, terdapat lima teknologi digital sebagai fundamental dalam penerapan revolusi industri 4.0 di Indonesia, yaitu IoT, artificial intelligence, wearables (augmented reality dan virtual reality), advanced robotics, dan 3D printing. “Jadi, hari ini kita fokus pada internet of everythings. Ini yang harus dikuasai oleh generasi muda kita,” ujarnya.

Airlangga menuturkan, IoT merujuk pada jaringan perangkat fisik, kendaraan, peralatan rumah tangga, dan barang-barang lainnya yang ditanami perangkat elektronik, perangkat lunak, sensor, aktuator, dan konektivitas.

“Semuanya memungkinkan untuk terhubung dengan jaringan internet maupun mengumpulkan dan bertukar data,” ujarnya di Jakarta.

Pada periode yang sama, berdasarkan data Indonesia IoT Forum, kemungkinan ada sekitar 400 juta perangkat sensor yang terpasang, sebesar 16 persen di antaranya terdapat pada industri manufaktur, 15% persen di sektor kesehatan, 11% asuransi, 10% perbankan dan sekuritas, serta sektor ritel, gosir, perbaikan komputer masing-masing 8%.

Selanjutnya, sekitar 7% di pemerintahan, 6% transportasi, 5% utilities, serta real estate and business services and agriculture masing-masing 4%, dan sisanya 3% untuk perumahan dan lain sebagainya.

Dilihat dari potensi nya memang sangat besar IoT di Indonesia ini. Sayang, masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan terkait regulasi agar ekosistem teknologi ini pun dapat terbentuk, berkembang dan tumbuh.

Regulasi Yang mengatur Spektrum Frekuensi dan Standar IoT Belum Keluar Juga

Regulasi untuk spectrum frekuensi dan standarisasi IoT sudah cukup lama digodok oleh pemeritah. Setidaknya, 2 tahun belakang, kerap dilakukan diskusi sebagai bahan refernsi pemerintah dalam melakukan penggodokan.

Pemerintah sendiri berjanji, tidak akan lama lagi, aturan tentang spectrum frekuensi dan standar IoT di Indonesia akan dikeluarkan. Setidaknya, tahun ini sudah keluar dalam bentuk Peraturan Menteri.

Menurut Direktur Standardisasi Perangkat Pos dan Informatika Mochamad Hadiyana mengatakan beleid tersebut ditargetkan bisa dirilis pada tahun ini karena proses pembahasan telah selesai.

Sebagai gambaran, dari sisi spektrum frekuensi terdapat dua kategori yakni berizin dan tak berizin.

Untuk kategori berizin, Band 1 yakni di 2.100 MHz, Band 3 yaitu 1.800 MHz, Band 5 dengan 800 MHz, Band 8 dengan 900 MHz juga Band 31 di 450 MHz dan Band 40 di 2.300 MHz.

Sementara itu, untuk kategori tak berizin terdapat 2,4 GHz, 5,8 GHz dan di rentang  919—925 MHz yang masih dalam kajian karena dikhawatirkan mengganggu operasi di jaringan seluler.

“Kami segera mengeluarkan frekuensinya. Untuk perangkat LPWA (low power wide area) kami bagi dua, ada yang di-support jaringan seluler. Kalau untuk perangkat non-3GPP bisa menggunakan frekuensi yang tidak berizin. Tahun ini, Insyaallah kami ingin menyelesaikan sesegera mungkin,” ujar Hadiyana beberapa waktu lalu.

Menurutnya, frekuensi berizin adalah merupakan frekuensi eksis sehingga operator seluler bisa menggunakan frekuensi yang dimiliki. Adapun, pengaturan spektrum frekuensi tersebut diatur mengikuti dengan peranti IoT yang beredar di pasar.

Untuk peranti yang menggunakan jarak jauh terdapat standar 3GPP dan non-3GPP. Peranti dengan standar 3GPP di antaranya adalah LTE Advanced, LTE M, dan NB IoT. Sementara itu, untuk kategori non-3GPP, Lora dan Sigfox.

Khusus frekuensi tak berizin, dia menyebut akan dilakukan uji coba dalam waktu dekat untuk penggunaan spektrum frekuensi 919 MHz hingga 925 MHz. Jika ternyata terdapat gangguan, maka pihaknya harus mengubah menjadi 919 MHz hingga 924 MHz atau 919 MHz hingga 923 MHz.

Palapa Ring Jadi Backbone Tumbuhnya IoT dan Industri Nasional

Tidak lama lagi, proyek Palapa Ring yang digarap pemerintah akan selesai. Untuk Palapa Ring Barat sudah selesai tinggal digunakna. Sedangkan Palapa Ring Tengah dan Timur tahun depan siap digunakan.

Proyek Palapa Ring atau sebuah proyek serat optik sepanjang 36 ribu kilometer di 440 kota di Indonesia. Menurut Airlangga, ini dilakukan demi mendukung tercapainya akses internet berkecepatan tinggi yang merata di tahun 2019.

Dengan selesainya Palapa Ring di 2019, diharapkan permasalahan konektivitas di Indonesia bisa terselesaikan. Dengan begitu, tidak akan ada permasalahan dalam konektivitas IoT baik dengan konektivitas langsung dari end device ke server/cloud atau dari gateway ke server atau cloud.

Airlangga mengatakan, teknologi IoT memang menjadi solusi. Bahkan, pengelola kawasan industri sudah memikirkan untuk segera mengembangkan teknologi ini sebagai pilot plant. “Dan, tentunya ini akan menjadi backbone untuk industri nasional ke depan,” katanya.

IoT, Perlu SDM Seperti Apa?

Pemerintah dalam mendorong bertumbuhnya IoT ini juga melihat kebutuhan akan SDMnya. Itu sebabnya, pemerintah terus berupaya memfasilitasi dan mengakselerasi peningkatan kualitas SDM guna menyesuaikan dengan dinamika IoT.

Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika menjelaskan, pemerintah membutuhkan keterlibatan dan kerja sama dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk dari dunia usaha, akademisi dan masyarakat. Sebab, tantangan yang dihadapi beberapa tahun mendatang terkait IoT sangat beragam.

“IoT ini membutuhkan kualitas sumber daya manusia yang mumpuni dan keahlian baru secara berkelanjutan,” ujarnya.

Lalu, sebenarnya SDM seperti apa yang dibutuhkan? Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Asia IoT Business Platform, menunjukkan 70% perusahaan besar dan perusahaan organisasi lokal bedang mengekplorasi penerapa IoT. Artinya, SDM yang memiliki kemampuan berkaitan dengen sistem atar teknologi IoT akan banyak dibutuhkan. Namun, kemampuan seperti apa yang dibutuhkan untuk berkolaborasi dalam IoT?

IoT terdiri dari berbagai disiplin ilmu. Mulai dari hardware, jaringan, aplikasi dan software. Hardware merupakan komponen penting dalam IoT. Kemampuan untuk mengoperasikan hardware menjadi kemampuan yang penting. Kemampuan tersebut termasuk sensor, mikrokontroler, sistem embedded, dan sistem operasi.

Dalam sistem IoT ini nantinya akan banyak sekali menggunakan sensor. Bahkan, dalam satu sistem akan menggunakan lebih dari satu buah sensor yang akan dikendalikan oleh mikrokontroler.

Jadi, tenaga kerja dengan kemampuan menggunakan dan mendesain sistem operasi juga diperlukan karena pengguna akan banyak berhadapan dengan handphone.

Bagaimana komponen berkomunikasi dan bertukar data merupakan proses yang penting pula. Dalam proses komunikasi data diperlukan orang-orang yang ahli dalam hal jaringan dan penyimpanan data.

Jaringan yang tersedia juga harus bisa menghubungkan banyak perangkat ke Internet. Jaringan yang handal harus dapat mendesain sistem yang bebas dari kemacetan, kehilangan data, dan dengan kualitas pengiriman yang baik. Keahlian dalam big data, database, dan clouding pun dibutuhkan. Dan, tenaga ahli dibidang keamanan data pun menjadi faktor penting.

Software dan aplikasi atau interface dengan pengguna juga merupakan komponen penting. Kedua hal ini mencakup computer science dan web design ntuk membuat interface yang user friendly dan mudah digunakan oleh pengguna. Diperlukan orang-orang yang berpotensi dalam bidang tersebut.

Di samping kemampuan hardskill, tentu dibutuhkan kemampuan softskill. Kemampuan softskill seperti apakah yang dibutuhkan?

Pertama dibutuhkan kemampuan kerja sama dalam tim. Karena IoT terdiri dari beberapa disiplin ilmu, dibutuhkan sebuah tim untuk mengembangkan IoT. Akan ada bermacam-macam orang dari latar belakang disiplin ilmu yang berbeda dalam sebuah tim. Toleransi, saling memahami, saling menghargai, dan empati dibutuhkan untuk membentuk sebuah tim yang baik.

Kemampuan komunikasi yang baik juga diperlukan. Kemampuan tersebut termasuk di dalamnya komunikasi antar individu dalam satu tim dan public speaking. Ide yang bagus perlu dituangkan dan disampaikan dengan baik agar maksud dan tujuan dari ide tersebut dapat diterima dan dimengerti dengan baik pula, baik dengan tulisan maupun lisan.

Terlebih, IoT merupakan teknologi yang membutuhkan berbagai disiplin ilmu. Dibutuhkan pula kemampuan yang bermacam-macam, baik hardskill maupun softskill. Dengan menguasai kemampuan tersebut, sumber daya manusia Indonesia dapat bersaing dalam mengembangkan IoT.

7 Tantangan IoT di Indonesia

Ada beberapa tantangan yang mungkin akan dihadapi ketika sebuah industri akan terjun pada produk berbasis IoT. Apa saja?

  1. Saat ini, pemahaman mengenai faktor keamanan dan privasi sangat rendah, padahal IoT ini memungkinkan setiap perangkat saling terhubung dan menjadi titik masuk yang rentan untuk berbagai serangan. Misalnya perangkat-perangkat yang harganya lebih murah bisa dipastikan lebih sensitif terhadap penyadapan yang melanggar aspek keamanan dan privasi.
  2. Integrasi yang sulit, dikarenakan keberagaman perangkat, platform, protokol yang berbeda-beda, dan ketiadaan standar untuk interkonektivitas.
  3. Kesulitan mengembangkan model bisnis atau solusi-solusi berbasis IoT yang menarik konsumen dan menguntungkan bagi pemain IoT.
  4. Ketersediaan infrastruktur jaringan yang berkualitas dan terjangkau yang jarang terdapat di Indonesia sangat membatasi penerapan IoT.
  5. Perangkat-perangkat IoT juga rawan dicuri di Indonesia, sehingga membutuhkan pengamanan ekstra, atau peletakan di tempat-tempat yang keamanannya tinggi.
  6. Ketersediaan catu daya yang handal juga membatasi pemanfaatan IoT, alternatifnya adalah dengan menambahkan baterai dan sel surya.
  7. Kebutuhan analisis data-data IoT yang berkapasitas besar, hal ini bisa jadi kendala besar, namun sekarang sudah ada solusi cloud yang mampu melakukan pemrosesan dan analisis data-data IoT.

(Icha)

Indosat Siap Bantu Pebisnis Lakukan Transformasi Digital

0

Telko.id – Transformasi digital memang sebuah keharusan. Tapi bukan persoalan mudah untuk melakukannya jika tidak memiliki kemampuan. Indosat Ooredoo Business menyadari hal itu. Dan, operator ini pun menggambil peran sebagai trusted digital partner yang akan membantu para perusahaan untuk melakukan transformasi digital.

Peran ini dimainkan oleh Indosat karena memiliki basis sebagai perusahaan infrastruktur telekomunikasi. Dan Indosat Ooredoo Business sebagai trusted digital partner  yang mempertemukan dengan partner-partner lainnya sehingga dapat memberikan berbagai macam inovasi produk dan layanan ICT bagi pelanggan enterprise maupun institusi pemerintah.

“Indosat Ooredoo Business percaya bahwa teknologi digital, khususnya ICT, saat ini menjadi faktor pendorong untuk melakukan inovasi dan peningkatan produktivitas dalam berbagai aspek. Seiring hal tersebut, Indosat Ooredoo juga tengah bertransformasi menjadi leading digital telco yang tidak hanya berfokus pada layanan jaringan tetapi juga menguatkan sektor solusi ICT yang dapat mendukung perkembangan ekonomi dan pembangunan nasional,” ujar Arief Musta’in, Direktur Indosat Ooredoo.

Indosat Ooreodo Business menjadi mitra bagi perusahaan dan institusi dalam melakukan transformasi digital dengan memanfaatkan solusi ICT. Pembangunan solusi ICT ini akan memberikan value dalam menciptakan berbagai peluang bisnis, inovasi dan relevansi terhadap perkembangan pasar.

Indosat Ooredoo Business telah dipercaya menjadi mitra solusi ICT di beberapa proyek strategis. Seperti halnya di sektor transportasi, Indosat Ooredoo telah mewujudkan Airport Management System pada projek pembangunan Bandara Internasional Kertajati – Jawa Barat.

Begitu juga di sektor institusi pemerintah, Indosat Ooredoo telah membangun solusi smart city yang terdiri dari infrasruktur telekomunikasi, command center dan aplikasi-aplikasi pendukung yang berjalan secara terintegrasi.

Pemerintah sudah mempunyai visi pada tahun 2020 untuk menjadikan Indonesia sebagai negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara dengan memfokuskan pengembangan ekonomi digital berbasis lokal yakni UMKM dan bisnis rintisan. Visi itu diwujudkan dalam target terciptanya 1.000 digital start-up dengan valuasi bisnis US$ 10 miliar, pertumbuhan e-commerce 50% per tahun dan transaksi US$ 130 miliar.

“Indosat Ooredoo Business menyediakan ekosistem solusi digital yang lengkap mulai dari layer device, connectivity, platform, hingga vertical apps. Indosat Ooredoo menjadi perusahaan telko digital yang menyediakan jasa ICT terlengkap di Indonesia,” tutup Arief. (Icha)

XL Axiata Resmikan X-CAMP, Laboratorium IoT Di Indonesia

0

Telko.id – Internet of things atau IoT di gadang-gadang bakal menjadi jalur pemasukan baru bagi operator. Namun, untuk menjadi sebuah bisnis yang besar, diperlukan ekosistem yang menunjang. Dan, tentu saja, dibutuhkan berbagai cara untuk membentuknya. Salah satu yang dilakukan oleh XL Axiata adalah dengan membangun Laboratorium IoT. Bahkan operator ini mengklaim bahwa laboratorium ini merupakan yang terlengkap di Indonesia.

Peresmian X-CAMP ini dilakukan oleh Presiden Direktur XL Axiata, Dian Siswarini, Menkominfo, Rudiantara dan Menperin,  Airlangga Hartarto di Jakarta, Selasa (13/11).

Secara teknologi, IoT memiliki kemampuan suatu konsep dimana objek tertentu punya kemampuan untuk mentransfer data lewat jaringan tanpa memerlukan adanya interaksi dari manusia ke manusia ataupun dari manusia ke perangkat komputer. Dengan adanya IoT ini menjadi salah satu solusi digital yang memiliki potensi besar di masa mendatang karena dapat mempermudah berbagai aktifitas individu dan industri.

Secara bisnis, IoT memiliki potensi yang besar dan memungkinkan untuk dikembangkan lebih luas di Indonesia di mana kebutuhan atas layanan data dan solusi-solusi digital terus meningkat, baik oleh individu maupun korporasi.

Semua itu yang membuat XL Axiata membangun suatu laboratorium yang akan menjadi tempat bertemunya semua pemangku kepentingan (stakeholders) untuk bersama-sama mengembangkan  ekosistem IoT di Indonesia mulai dari idea generation hingga implementasi bisnis.

“Salah satu alasan kami mendirikan IoT Lab ini adalah karena kami melihat business scenario IoT yang unik sehingga diperlukan adanya product customization. Keunikan tersebut disebabkan oleh kebutuhan akan solusi dari use caseyang berbeda antara satu industri dengan industri lainnya,” ujar Dian Siswarini, Presiden Direktur XL Axiata menjelaskan dalam sambutannya.

Dian menambahkan, ”Nantinya use case atau kebutuhan atas solusi berbasis IoT tersebut dapat dikembangkan oleh para developer yang tergabung di dalam X-Camp, yang selanjutnya bisa direalisasikan menjadi produk atau solusi IoT sesuai dengan kebutuhan penggunanya”.

Menurut Dian, dengan konsep IoT Open Lab dan fasilitas yang dimiliki saat ini, X-Camp merupakan IoT Innovation Lab terlengkap yang dimiliki oleh operator telekomunikasi di Indonesia. X-Camp juga menjadi satu-satunya Lab IoT yang tergabung di GSMA Lab Alliance di Kawasan Asia Tenggara.

X-Camp akan turut aktif mengembangkan potensi sumber daya lokal, termasuk dari kalangan perguruan tinggi. Bahkan, saat ini X-Camp telah menjalin kerjasama dengan sejumlah kampus terkemuka di Indonesia, termasuk diantaranya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Universitas Brawijaya Malang, Politeknik Negeri Semarang, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya dan menyusul beberapa universitas lainnya sebagai bagian program X-Camp Lab Alliance untuk bersama-sama membangun ekosistem IoT secara berkesinambungan.

Dia melanjutkan, XL Axiata berharap besar X-Camp dapat berperan serta secara aktif dalam mengembangkan teknologi dan ekosistem IoT serta menjadi salah satu pendorong dalam mendukung pemerintah mewujudkan inisiatif Making Indonesia 4.0 sejalan dengan trend industry 4.0. Dengan adanya X-Camp juga, XL Axiata dapat menjadi lebih pro-aktif terhadap ide-ide yang muncul serta dapat merealisasikannya menjadi sebuah produk maupun IoT solution. Dibandingkan jika tidak ada fasilitas IoT Lab, maka posisi XL Axiata akan cenderung menjadi pasif dan hanya menunggu use case yang datang dari user.

Beberapa hal yang akan dilakukan oleh X-Camp di antaranya adalah menciptakan produk maupun solusi IoT untuk ide-ide yang datang dari internal XL Axiata sendiri dan untuk use case yang datang dari calon pelanggan. Laboratorium ini bisa menyelenggarakan pelatihan yang berkaitan dengan teknologi IoT yang bertujuan untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia.

Kegiatan ini akan bernaung di bawah IoT Academy. Tidak hanya sampai sampai di situ, X-Camp juga bisa turut mengembangkan produk atau solusi berbasi IoT yang potensial yang merupakan para juara dari hasil event kompetisi (seperti Hackaton, Ideation) sehingga menjadi produk IoT yang siap untuk dipasarkan.

Selaras dengan berkembangnya perusahaan-perusahaan rintisan atau startup saat ini, laboratorium ini juga bisa membantu mengembangkan startup berbasis teknologi IoT dengan menggandeng venture capital dan incubator. Bahkan, X-Camp juga bisa menjadi tempat mempertemukan kalangan bisnis/enterprise yang memiliki kebutuhan akan solusi IoT dengan para IoT Makers maupun sebaliknya.

Dengan demikian, X-Camp akan bisa menghasilkan produk dan jasa yang bersifat inovasi berupa ide solusi baru, prototype, dan wujud IoT solution. Selanjutnya, produk yang bersifat edukasi, yang akan menghasilkan terutama sumberdaya manusia yang memiliki keahlian mumpuni di bidang IoT. Dalam hal ini, X-Camp juga akan bisa berperan sebagai lembaga sertifikasi IoT. Ketiga, jasa bersifat pemberdayaan di mana X-Camp akan bisa memberikan konsultasi dan fasilitas komersialisasi solusi IoT, hingga tumbuhnya start-up baru.

Laboratorium yang akan mulai efektif beroperasi di pertengahan November 2018 ini memiliki sejumlah fasilitas. Beberapa di antaranya adalah ruang kerja yang dapat digunakan oleh para maker atau developer untuk membuat dan mengembangkan prototype produk IoT hingga versi small scale production. Lalu ada juga ruangan dan alat-alat untuk pengetesan user experience. Tidak ketinggalan fasilitas untuk menampilkan produk-produk dan solusi IoT yang dihasilkan X-Camp dan juga ruangan untuk bertemunya para stakeholder.

IoT dalam berbagai bentuknya sebenarnya telah digunakan sejak lama terutama untuk aplikasi-aplikasi Machine to Machine (M2M) baik dengan menggunakan koneksi selular existing yang ada seperti jaringan GSM/GPRS maupun dengan bentuk konektifitas lainnya. Seiring dengan berkembangnya berbagai use case yang membutuhkan teknologi radio berbasis Low Power Wide Area (LPWA) untuk aplikasi-aplikasi IoT di masa depan, jaringan XL Axiata saat ini sudah mendukung teknologi Narrow Band IoT (NB-IoT) yang merupakan teknologi berstandarisasi 3GPP.

Teknologi NB-IoT sendiri saat ini sudah didukung oleh mayoritas penyedia perangkat jaringan, pembuat chipset dan module IoT ini nantinya diharapkan memberi dukungan bagi banyak perusahaan di berbagai industri untuk terus menggunakan solusi-solusi berbasis IoT. (Icha)

 

Karyawan Indosat Ooreodo Yang Tidak Bisa ‘Sprint’ Terancam Di PHK

0

Telko.id – Tidak dapat dipungkiri, perusahaan selalu membutuhkan karyawan yang cepat tanggap dan mampu beradaptasi dengan perubahan. Apalagi di era digital yang dinamas seperti sekarang ini. Karyawan harus gesit dan mampu lari berkecepatan tinggi atau Sprint jika ingin masih dipakai. Hal ini juga akan terjadi di Indosat Ooredoo ketika harus melakukan Transformasi People.

Memang, tidak serta merta aka nada pemutusan hubungan kerja. Tetapi akan diawali dulu dengan menerapkan berbagai program HRD didalam perusahaan ini yang baru saja mendapatkan CEO baru, Chris Kanter.

Penilaian terhadap karyawan tidak akan lagi terhadap Key Performance Indicators atau KPI secara bisnis saja, tetapi kini akan fokus pada people atau orang didalamnya.  Diharapkan akan dapat menyeleksi karyawan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Program ini dicanangkan oleh Indosat Ooredoo dengan tim manajemen barunya sebuah program transformasi perusahaan dengan fokus pada People, Process dan Business, bertepatan dengan HUT perusahaan ke-51. Transformasi People menjadi perhatian pertama dan utama manajemen baru, karena SDM merupakan aset terpenting perusahaan dan menjadi motor penggerak utama bisnis. Tanpa SDM yang berkualitas, bisnis tidak akan dapat berjalan ke depan.

Terlebih kompetisi industri telekomunikasi semakin dinamis seiring dengan era layanan sms dan suara terus menurun digantikan dengan kompetisi di layanan data karena tren digital yang masuk ke seluruh aspek aktifitas manusia. Operator telekomunikasi dituntut untuk bisa mengikuti perkembangan persaingan pasar ini sehingga tetap bisa eksis memberikan layanan terbaik bagi pelanggan.

Di sisi lain, setiap operator juga memiliki berbagai problem internal yang mempengaruhi kinerja mereka dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Kualitas jaringan dan juga strategi marketing menjadi faktor penting yang mempengaruhi hal ini. Tidak hanya itu, semua tantangan tersebut juga harus didukung dengan keberadaan SDM yang berkualitas untuk mendukung kinerja perusahaan ke depan.

Apalagi, Indosat berencana untuk mengucurkan CAPEX yang tidak sedikit ditahun depan. Jadi, karyawan yang handal adalah yang dibutuhkan perusahaan.

“Kami menyadari bahwa SDM adalah aset terpenting perusahaan yang harus mendapat perhatian pertama dan utama. Untuk itu, Transformasi People yang kami canangkan akan diimplementasikan dalam beberapa program utama yang meliputi pembentukan Employee Value Proposition melalui People Development dan Leadership Development yang kuat untuk memenuhi kebutuhan bisnis yang dinamis, dan didukung dengan Reward Strategy dan Employee Relations yang tepat untuk me-retain, engage dan develop talenta masa depan,” demikian disampaikan Irsyad Sahroni, Director & Chief Human Resources Officer Indosat Ooredoo.

Irsyad Sahroni menambahkan, “Indosat Ooredoo selama ini dikenal sebagai Talent Producer bagi industri telekomunikasi Indonesia, dan melalui afiliasi kami dengan Ooredoo Group, kami ingin menghasilkan talenta internasional yang mampu memenangkan persaingan bisnis yang semakin dinamis. Ini semua hanya bisa tercapai bila pembangunan SDM dilakukan secara employee-centered.”

Program Transformasi People ini diharapkan akan menjadi pendukung dan motor penggerak perusahaan yang lebih cepat dalam mengeksekusi berbagai rencana strategis dan target perusahaan ke depan. Didukung dengan tim baru manajemen, komitmen investasi lebih massive ke depan, serta dukungan berbagai mitra strategis perusahaan, Indosat Ooredoo optimis akan dapat memenangkan persaingan ke depan, memberikan layanan yang semakin baik kepada pelanggan, serta memberikan hasil terbaik kepada seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) perusahaan.

Namun jangan salah, di Indosat Ooredoo ini masih banyak karyawan lama yang nota bene masih mengakar budaya kerja lama. Yang artinya, karyawan lama ini belum tentu bisa mengikuti gerakan gesit perusahaan dalam bekerja. Dan, hal ini tidak disangkal oleh Irsyad, bahwa karyawan yang tergolong bukan generasi millenial ini masih 70% dari total karyawan di Indosat.

Hanya saja, Irsyad menyatakan bahwa pemutusan hubungan kerja karyawan disebuah perusahaan adalah hal biasa. Di Indosat sendiri angka churn off karyawan mencapai 8%. Sedangkan untuk Tallent churn off nya sangat tinggi. Bisa mencapai 10%. Hal ini yang akan coba juga diubah oleh indosat. Tallent churn off diharapkan tidak lebih dari 8%. Sedangkan churn off karyawan sampai 10% masih bisa ditolerir.

Artinya, karyawan yang memang memiliki talent atau potensi dan dibutuhkan oleh perusahaan diharapkan tidak keluar saat terjadi transformasi SDM ini.

Setidaknya, hasil dari gerakan transformasi SDM yang dicanangkan oleh Indosat ini akan terlihat dalam kuartal empat tahun ini. Terutama akan dirasakan oleh internal perusahaan. Yang buntut nya, diharapkan akan memberikan dampak positif bagi pelayanan pada pelanggan Indosat.  (Icha)

Poin Telkomsel Kini Bisa Ditukar Saldo TCASH Buat Jajan

0

Telko.id – Bagi pelanggan Telkomsel yang loyal, tentu memiliki banyak poin yang terkumpul. Selain bisa digunakan untuk belanja di MyTelkomsel, poin ini kini bisa ditukarkan menjadi saldo bonus TCash lewat aplikasi yang sama. Program ini namanya POIN Jajan TCASH.

“Kami mengapresiasi kesetiaan seluruh pelanggan setia Telkomsel yang telah mendampingi perjalanan bisnis TCASH hingga saat ini. POIN Jajan TCASH menjadi salah satu program unggulan di 2018, yang kami harapkan akan semakin memanjakan pelanggan Telkomsel untuk bertransaksi non-tunai dengan TCASH dalam kehidupan sehari-hari di lebih dari 75.000 merchant partner kita di seluruh Indonesia,” ujar Jason Tan, Head of Postpaid Marketing Telkomsel.

Jason menambahkan bahwa “Melalui program ini, TCASH juga berkomitmen untuk terus memasyarakatkan gaya hidup non-tunai dan mendorong terealisasinya less-cash society di Indonesia”.

Untuk dapat menukarkan Telkomsel POIN, pelanggan cukup mengakses aplikasi MyTelkomsel dan memilih menu Telkomsel POIN pada sidebar. Setelahnya, pelanggan dapat mengakses banner “Tukar Jadi TCASH” dan mengkonfirmasi jumlah POIN yang akan ditukarkan.

Pelanggan dapat menukarkan 200 poin nutuk mendapatkan 20.000 TCASH, 100 poin nutuk 10.000 TCASH dan 50 poin untuk 5000 TCASH.

Saat transaksi sukses, pelanggan akan secara otomatis menerima pesan notifikasi. Informasi saldo bonus POIN Jajan TCASH bisa ditemukan secara langsung di aplikasi TCASH Wallet, pada fitur “saldo bonus”. Selain melalui aplikasi MyTelkomsel, pelanggan pun juga dapat menukarkan POIN mereka melalui Kode Akses USSD *700*800#.

POIN Jajan TCASH ini dapat digunakan pelanggan untuk memanfaatkan beragam jenis layanan non-tunai dengan TCASH, seperti pembayaran di seluruh merchant outlets menggunakan TCASH Tap dan Snap QR Code; pembayaran tagihan (PLN, PDAM, internet, dan sebagainya); serta pembelian voucher game online.

Saat ini, di tingkat nasional, TCASH telah digunakan oleh lebih dari 25 Juta pelanggan di 34 provinsi. TCASH menghadirkan lebih dari 15 jenis layanan, serta menjadi satu-satunya uang elektronik yang secara menyeluruh hadir dan bekerja sama dengan beragam toko ritel ternama di Indonesia, yaitu Alfamart, Alfamidi, Circle K, Family Mart, dan Indomaret sebagai titik pengisian saldo. Informasi terbaru mengenai TCASH, bisa ditemukan di tcash.id. (Icha)