spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1400

Film Pendek iPhone XS Tayang Perdana di Tahun Baru China

0

Telko.id, Jakarta – Apple berkolaborasi dengan sutradara asal China, Jia Zhangke untuk menggarap film pendek dengan judul “Shot on iPhone XS“. Film ini akan diluncurkan pada 25 Januari mendatang, dan hebatnya bakal tayang perdana di ajang China Spring Festival atau dikenal dengan Tahun Baru China pada 5 Februari.

Tidak ada informasi lainnya yang tersedia soal film ini. Namun berdasarkan poster film yang beredar, tokoh utama dari film Shot on iPhone XS adalah seorang laki-laki yang membawa ember tinggi dengan tutup yang disegel.

Ada kemungkinan, film tersebut juga akan menampilkan suasana pedesaan dan pemandangan pegunungan di China.

{Baca juga: Keren! Film Pendek Ini Direkam Pakai Kamera iPhone XS}

Sebelumnya, Apple juga telah merilis film pendek berjudul “Shot on iPhone” yang seluruhnya direkam menggunakan kamera iPhone XS.

Film tersebut direkam oleh Sutradara dan fotografer Steve Counts. Pada saat produksi, Steve menggunakan iPhone XS yang didukung oleh beberapa aksesoris tambahan, seperti DJI Osmo Mobile 2, Kit Filter Smartphone NiSi, Joby GripTight Pro Video GP Stand, dan FiLMiC Pro.

Film ini menceritakan kisah seorang atlet football bernama Eddie Siaumau dari American Samoa. Selain menampilkan kegiatan Siaumau yang sedang melatih fisiknya di gym dan di pantai, Apple juga memperlihatkan pemandangan indah dari pulau tersebut yang disorot oleh kamera iPhone XS.

{Baca juga: Mantap! Hasil Foto Kamera iPhone jadi Sampul Majalah}

Ini bukan kali pertama Apple merilis film pendek dan menayangkannya pada China Spring Festival. Di tahun lalu, Apple berkolaborasi dengan Peter Ho-Sun Chan dan merilis film pendek pada Spring Festival, berjudul Three Minutes.

Seluruh bagian dari film Three Minutes ini direkam dengan iPhone X. Film itu bercerita tentang seorang pramugari kereta api dalam perjalanannya selama enam hari dan hanya dapat menghabiskan waktu dengan putranya selama tiga menit. (BA/FHP)

Pertama Kali China Berhasil Tanam Tumbuhan di Bulan

0

Telko.id, Jakarta – Untuk pertama kalinya di dunia, para ilmuwan China menebarkan bibit tanaman di permukaan bulan. Hebatnya, eksperimen ini menjadi tanaman pertama yang berhasil tumbuh di luar angkasa.

“Ini adalah pertama kalinya manusia melakukan percobaan pertumbuhan biologis pada permukaan bulan,” kata Xie Gengxin, yang memimpin percobaan.

Sebelum meluncurkan Chang’e 4 ke Bulan, para peneliti memasukkan sebuah wadah berukuran 7 inci yang menampung udara, air, dan tanah. Di dalamnya terdapat biji kapas, bibit kentang, dan biji arabidopsis, serta telur lalat buah dan ragi.

Kini para tim peneliti mengatakan, biji kapas itu telah bertunas, sejak mendarat di bulan pada 3 Januari, menurut gambar yang dirilis oleh Advanced Research Research Institute di Universitas Chongqing. Ini berarti, astronot berpotensi memanen makanan mereka sendiri di luar angkasa.

{Baca juga: Edan! China akan Bikin Bulan Buatan Sendiri}

“Kami telah mempertimbangkan kelangsungan hidup di ruang angkasa di masa depan. Mempelajari tentang pertumbuhan tanaman di lingkungan dengan gravitasi rendah akan memungkinkan kami untuk meletakkan fondasi bagi pembentukan pangkalan ruang angkasa kami di masa depan, ”kata Profesor Liu Hanlong.

Dia mengatakan kentang bisa menjadi sumber makanan utama bagi penjelajah luar angkasa. Sedangka kapas bisa digunakan untuk pakaian dan rapeseed bisa menjadi sumber minyak, seperti dilansir dari South China Morning Post.

Sebelumnya, tumbuhan sudah pernah ditanam di Stasiun Luar Angkasa Internasional, namun belum pernah dilakukan di bulan.

Baca juga: NASA akan ‘Ngebor’ Isi Perut Mars, Mau Ngapain?

Kemampuan untuk menumbuhkan tanaman di satelit Bumi akan menjadi bagian integral untuk misi luar angkasa jangka panjang, seperti halnya perjalanan ke Mars, yang akan memakan waktu sekitar dua setengah tahun. [BA/HBS]

Sumber : NY Post

Inikah Paten Smartphone Lipat Motorola Razr Terbaru?

0

Telko.id, Jakarta – Pada awal tahun lalu sempat beredar kabar bahwa Motorola ingin kembali terjun ke industri ponsel dengan mengusung sang legenda Motorola Razr. Banyak fans yang penasaran dengan wujud Razr versi reborn tersebut. Belum lama ini beredar gambar paten smartphone lipat yang diklaim sebagai Motorola Razr yang terbaru.

Dilansir Telko.id dari Ubergizmo pada Selasa (22/01/2019), paten tersebut memberikan gambaran mengenai konsep smartphone lipat Motorola yang mungkin akan mereka hadirkan saat come back ke pasar ponsel.

Pada gambar paten tersebut nampak perangkat akan memiliki bentuk clamshell dengan tampilan layar OLED yang dapat dilipat. Model clamshell atau ponsel lipat memang sudah menjadi ciri khas model Motorola Razr sebelumnya.

Namun untuk generasi barunya ini, Razr tampaknya akan memiliki fungsi yang berbeda dari generasi pendahulunya. Meski dari ilustrasi gambar dalam paten menunjukkan bahwa tampilan keseluruhan perangkat mungkin tidak jauh berbeda dari handset Razr asli.

{Baca juga: Paten Disetujui, Motorola Razr Reborn Segera Diluncurkan?}

Seperti terlihat pada gambar, Anda bisa melihat bagian bawah yang lebih bulat tempat posisi microphone untuk melakukan percakapan. Di bagian ini memiliki tampilan layar OLED yang menjadi satu kesatuan yang dapat dilipat dengan engsel di tengah tubuh ponsel.

Pihak Motorola ataupun Lenovo selaku pemilik belum mengkonfirmasi terkait laporan tersebut. Sebelumnya isu smartphone lipat Motorola sudah mulai muncul menjelang kehadiran Motorola Razr.

Kabarnya smartphone tersebut bakal dirilis pada Februari mendatang, kemungkinan pada ajang Mobile World Congress (MWC) 2019, di Barcelona, Spanyol.

{Baca juga: Ini Bocoran Harga Motorola Razr Reborn Saat Dirilis}

Motorola Razr versi reborn ini sebelumnya telah dipatenkan Motorola ke US Trademark Patent Office (USTPO). Paten tersebut berkaitan dengan perangkat elektronik dengan engsel dan metode sistem yang dirancang oleh Motorola Mobility LLC dari Chicago, Amerika Serikat. Paten itu, pertama kali diserahkan ke USTPO pada tanggal 31 Mei.

Smartphone ini nantinya bakal mengusung layar touchscreen di bagian depan yang fleksibel atau dapat dilipat. Tepat di bagian tengah body-nya, terdapat engsel agar smartphone dapat dilipat dengan sempurna. [NM/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Apple Klaim Penjualan iPhone SE “Sold Out”

0

Telko.id, Jakarta – Beberapa hari lalu, Apple menjual lagi iPhone SE dengan harga lebih murah. Aksi “cuci gudang” itu ternyata mendapat respon yang luar biasa dari pembeli. Kabarnya, iPhone versi murah itu langsung sold out alias ludes terjual.

Varian dengan memori 32GB dihargai USD 249 atau Rp 3,5 juta, sedangkan varian 128GB dijual USD 299 atau Rp 4,3 juta.

Menurut toko online Apple, iPhone SE telah terjual habis dan tidak tersedia informasi terkait ketersediaan unit tambahan. Asal tahu saja, smartphone yang dipasarkan Apple merupakan unit versi non-bundling, baru, dan tersegel.

Dikutip Telko.id dari Phone Arena, Selasa (22/1/2019), spekulasi menyebut bahwa Apple akan merilis penerus iPhone SE pada 2018 lalu. Namun, Apple kabarnya membatalkan rencana lantaran ingin fokus ke model iPhone 2018.

{Baca juga: Cuci Gudang! Apple Jual Murah iPhone SE}

Mengingat penjualan iPhone XR, iPhone XS, dan iPhone XS Max kurang baik, keputusan Apple untuk membatalkan produksi penerus iPhone SE dinilai sejumlah pihak sebagai kesalahan. Sebelumnya, Apple berhenti menawarkan iPhone SE.

Bahkan, iPhone juga memutuskan untuk menyetop penawaran iPhone 6s, iPhone 6s Plus, dan iPhone X kepada pelanggan di dunia. Apple melakukannya usai memperkenalkan iPhone model terbaru pada September 2018 lalu.

November 2018, Apple kembali memulai proses produksi iPhone X. Apple mungkin telah memutuskan untuk berhenti menjual iPhone SE, tetapi sejumlah peritel  di Amerika Serikat dilaporkan masih menawarkan iPhone SE baru.

Sebelumnya dilaporkan, Apple kembali menjual iPhone SE di Amerika Serikat dengan harga miring. Untuk varian dengan memori 32GB dibanderol seharga USD 249 atau RP 3,5 juta. Sementara varian 128GB, dijual seharga USD 299 atau Rp 4,3 juta.

{Baca juga: Apple Pangkas Produksi iPhone sebesar 20 Persen}

Menurut laporan MacRumors, Apple menjualnya di Amerika Serikat yang masih baru dengan spesifikasi yang sama ketika diluncurkan. Layarnya Retina berukuran 4 inci, prosesor A9, Touch ID, dan kamera belakang beresolusi 12MP.

Belum diketahui kenapa Apple mulai menjual smartphone lawasnya itu lagi. Kemungkinan, Apple mencoba untuk menghabiskan stok. Namun demikian, penjualan di Amerika Serikat hanya di beberapa toko resmi Apple.

{Baca juga: iPhone SE 2 Punya ‘Jidat’ seperti iPhone X?}

Mengingat Apple belum lama ini menurunkan perkiraan pendapatan  untuk kuartal tahu ini, muncul spekulasi bahwa perusahaan mulai menjual iPhone SE untuk meningkatkan penjualan iPhone. Sayang, Apple belum bisa dikonfirmasi.

Banyak pelanggan berharap Apple segera merilis iPhone SE 2. Memang, ada rumor yang menyebut bahwa Apple sedang mengembangkan iPhone SE 2. Meskipun begitu, analis Apple Ming-Chi Kuo meragukan kebenaran rumor tersebut. [SN/HBS]

Sumber: PhoneArena

China Bakal Hukum Ilmuwan Pengedit Gen Bayi

0

Telko.id, JakartaPemerintah China menganggap ilmuwan pengedit gen bayi telah melanggar etika. Mereka menyatakan bahwa ilmuwan China bernama He Jiankui serta anggota organisasi lain yang terlibat akan menerima hukuman sesuai regulasi.

Dilansir CNET, para tersangka kasus tersebut akan dikirim ke departemen keamanan publik. Universitas Sains dan Teknologi Shenzhen mengeluarkan pula pernyataan yang membenarkan pemutusan kontrak He Jiankui dari kampus.

Dikutip Telko.id pada Selasa (22/1/2019), tuduhan itu disimpulkan setelah Tim Investigasi Kesehatan dari Provinsi Guangdong melakukan investigasi awal terhadap He Jiankui. He Jiankui mengklaim telah mengedit gen bayi pertama di dunia.

“Praktik pengeditan gen bayi oleh He Jiankui  sangat mencederai prinsip etik dan integritas keilmuan. Tindakan tersebut juga melanggar peraturan hukum yang berlaku di China,” jelas Tim Investigasi Kesehatan dari Provinsi Guangdong.

{Baca juga: Ilmuwan Teliti Otak Buaya Pakai MRI dan Musik Klasik}

Pemerintah China telah melakukan investigasi sejak November 2018. Mereka menyebut kalau penelitian pengeditan gen bayi dilakukan untuk mendapatkan nama besar dan keuntungan pribadi.  November 2019, He Jiankui membuat pengakuan besar-besaran.

Ia mengaku telah melakukan pengeditan gen dari dua embrio yang melahirkan bayi kembar Lulu dan Nana. He Jiankui mengklaim telah mengedit gen DNA dengan CRISPR agar tahan terhadap infeksi HIV. Ia mengungkap hasil penelitian via YouTube.

{Baca juga: Dokter di China Uji Coba Operasi Jarak Jauh dengan 5G}

Selanjutnya, ia mempresentasikan temuan pada Pertemuan Tingkat Tinggi Internasional Kedua terkait Pengeditan Gen Manusia. Pengakuannya tersebut menimbulkan kemarahan dari komunitas ilmuwan. Namun, penelitiannya itu belum dipublikasikan. [SN/HBS]

Sumber: CNET

 

Ternyata, AirPods Bisa Jadi Alat Bantu Dengar

0

Telko.id, Jakarta – Selama ini, AirPods hanya dipakai untuk mendengarkan musik. Banyak yang belum tahu, bahwa perangkat ini memiliki fitur “Live Listen” yang bisa memperkuat suara, dan memungkinkannya berfungsi ganda sebagai alat bantu dengar.

Apple telah lama membanggakan diri dengan fitur aksesibilitas yang dibangun di dalam perangkatnya
Fitur ini dapat menjadi alat bantu dengar untuk membantu orang-orang yang sulit mendengar atau memiliki keterbatasan penglihatan, agar lebih mudah saat menggunakan produk.

Dalam beberapa kasus, perangkat Apple dapat digunakan untuk memudahkan kehidupan konsumen. Namun, selama ini fitur tersebut tidak banyak diulas karena sebenarnya bukan fungsi utama.

Fitur Live Listen menggunakan mikrofon pada iPhone dan kemudian menyalurkan audio ke AirPods. Jadi, jika Anda sulit mendengar ketika sedang bercakap-cakap dengan seseorang, Anda dapat meletakkan iPhone di atas meja, atau memegangnya di dekat dengan mulut lawan bicara Anda.

{Baca juga: AirPods akan Terhubung dengan Siri}

AirPods akan memperkuat suara percakapan atau suara lawan bicara. Bahkan, si pengguna dapat bermain menjadi seorang mata-mata dengan fitur ini.

Ketika Anda meninggalkan iPhone di atas meja, iPhone akan terus mengirim audio ke AirPods, dan mendengarkan percakapan, bahkan ketika Anda menjauh dari lokasi, selama AirPods masih terhubung dengan iPhone melalui koneksi Bluetooth.

Lantas, bagaimana cara mengaktifkan dan menggunakan fitur “Live Listen” AirPod? Caranya sangat mudah.

Pertama, buka pengaturan di iPhone, pilih pusat kontrol, lalu pilih kustomisasi kontrol, ketuk tombol hijau + untuk menambahkannya ke daftar pusat kendali.

Ketika pengguna ingin menggunakannya, aktifkan Live Listen dengan membuka pusat kendali. Tempatkan AirPod ke telinga Anda.

Kemudian, dari layar beranda, geser ke bawah dari kanan atas layar pada iPhone X atau yang lebih baru. Atau, geser ke atas dari bawah pada iPhone 8 atau seri di bawahnya.

Ketuk ikon telinga, ketuk opsi “Live Listen”. Letakkan iPhone di atas meja atau pegang di dekat mulut seseorang. Selanjutnya, Anda akan mendengar mereka berbicara langsung melalui AirPod, seolah-olah sedang menelepon.

{Baca juga: AirPods Terbaru Punya Teknologi Anti-Bising?}

Fitur Live Listen akan tetap di Control Center sehingga dapat menyalakannya kapan pun Anda mau. Hanya saja, jangan lupa untuk mematikannya ketika tidak menggunakannya, atau musik yang diputar, akan terdengar sangat terdistorsi. [BA/HBS]

Sumber: CNBC

Agar Karyawan Lebih Inovatif, Indosat Ooredoo Gelar Innovation@Work 3.0

0

Telko.id – Indosat Ooredoo hari ini meluncurkan program Innovation@Work 3.0 bagi seluruh karyawannya, sebuah program kompetisi ide inovatif yang bertujuan untuk memacu karyawan memperkuat budaya inovasi di perusahaan.

Program kompetisi ini juga menjadi serial dari implementasi Transformasi People sebagai bagian dari strategi perusahaan yang dinamakan LEAD, khususnya leap towards an empowered high-performing team, bagaimana membangun karyawan sebagai tim yang kuat untuk membangun kinerja perusahaan.

“Perusahaan sangat percaya bahwa karyawan merupakan salah satu sumber ide inovatif yang paling penting. Melalui program Innovation@Work 3.0 ini kami ingin meningkatkan budaya dan pola pikir inovatif karyawan ke tingkat yang lebih tinggi dan berkelanjutan. Ide-ide sederhana, segar, orisinal, praktis, dan inovatif yang bisa segera diterapkan,” ujar Arief Musta’in, Director & Chief Innovation and Regulatory Officer Indosat Ooredoo.

Harapannya, ide tersebut dapat meningkatkan pengalaman pelanggan, hubungan baik antar karyawan, proses bisnis yang lebih baik, serta menciptakan alternatif pendapatan baru bagi perusahaan.

Program Innovation@Work 3.0 diselenggarakan bagi seluruh karyawan Indosat Ooredoo se- Indonesia. Peserta dapat mendaftarkan ide inovatifnya sesuai kategori yang sejalan dengan LEAD: Leap towards an empowered high performing team, Establish a competitive video-grade network, Accelerate B2B as new engine of growth by improving B2B competitiveness, dan Deliver value through commercial, sales, and efficiency.

Peserta didorong untuk mengirimkan sebanyak mungkin ide inovatifnya, dan tersedia hadiah uang puluhan juta rupiah bagi para pemenang, baik peserta individual maupun kelompok.

Program ini bukan pertama kali selenggarakan. Sudah sejak tahun 2015, kemudian dilanjutkan pada tahun 2017. Pada penyelenggaraan Innovation@Work 2.0, terdapat 442 karyawan dalam 108 tim yang berpartisipasi. Tiga tim pemenang mendapatkan hadiah berupa perjalanan ke luar negeri. (Icha)

 

 

 

XL Axiata Sosialisasikan Aplikasi “Laut Nusantara” di Indramayu

0

Telko.id – XL Axiata melanjutkan program sosialisasi aplikasi Laut Nusantara kepada masyarakat nelayan Indonesia. Di awal 2019 ini, sosialisasi dilaksanakan di Indramayu, Jawa Barat. Pada sosialisasi ini, masyarakat nelayan di masing-masing daerah mendapatkan pelatihan pemanfaatan aplikasi digital Laut Nusantara dari praktisi yang telah ditunjuk untuk meningkatkan produktivitas sekaligus keamanan mereka dalam bekerja.

“Setelah beberapa waktu yang lalu diluncurkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Ibu Susi Pudjiastuti, XL Axiata mengenalkannya kepada masyarakat nelayan di berbagai daerah. Tujuan kami tidak hanya membuat saja, tetapi bisa benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat nelayan untuk meningkatkan produktivitas dan pada akhirnya akan membantu memperbaiki kualitas hidup mereka. Karena itu, kami juga memiliki program sosialisasi langsung kepada masyatakat nelayan di berbagai daerah, termasuk di Indramayu, Jawa Barat,” ujar Sofia Purbayanti, Group Head Central Region XL Axiata.

Sofia melanjutkan, pada program sosialisasi ini tim dari XL Axiata mengajarkan langsung penggunaan aplikasi Laut Nusantara kepada para nelayan. Tidak lupa, kepada mereka juga diberikan pemahaman mengenai manfaat dari pemanfaatan teknologi digital untuk membantu meningkatkan hasil tangkapan ikan di laut, sekaligus memastikan keamanan mereka dalam bekerja.

Salah satu fitur yang mereka butuhkan adalah petunjuk lokasi tempat ikan berada, yang selama ini tidak bisa mereka perkirakan. Teknologi digital yang didukung data satelit mampu memberikan data-data ini.

Pelatihan diikuti oleh sedikitnya 100 orang nelayan dari Indramayu. Kepada mereka, XL Axiata dan Kementerian Kelautan dan Perikanan berharap pengetahuan dan materi edukasi yang sudah diberikan selanjutnya bisa diteruskan kepada warga nelayan lainnya. Dengan demikian, aplikasi Laut Nusantara bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang lebih luas.

Bersamaan dengan pelatihan tersebut, XL Axiata juga menyerahkan donasi perangkat smartphone yang sudah dilengkapi dengan aplikasi Laut Nusantara dan paket data dan telpon selama 1 bulan.

Didukung data lengkap dari Kementerian Kelautan dan Perikanan

Aplikasi “Laut Nusantara” yang dibangun selama kurang lebih 5 bulan ini didukung basis informasi yang lengkap dan real time. Serta sumber data sepenuhnya dari Balai Riset dan Observasi Laut (BROL).

Sebagai lembaga riset dan observasi kelautan di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan, BROL memiliki data kelautan yang sangat lengkap dan sangat berguna untuk pengembangan di bidang kelautan, termasuk manfaat praktis bagi nelayan kecil.

Data-data dari BROL juga up to date dan berdasarkan riset dan observasi laut di seluruh wilayah nusantara. Semua informasi kelautan yang terdapat dalam Aplikasi Laut Nusantara ini didapat secara langsung dari stasiun bumi Balai Riset dan Observasi Laut, sehingga tidak diragukan keakuratannya.

Updating data dilakukan setiap tiga hari berdasarkan data dari satelit khusus. Sementara itu, data yang bersifat prakiraan berdasarkan analisa data selama 20 tahun ke belakang. Tim XL Axiata dan BROL sebelumnya sudah melakukan penelitian dan survey ke sejumlah komunitas nelayan di berbagai daerah untuk mengetahui kebutuhan mereka terkait informasi seputar aktivitas penangkapan ikan.

Masyarakat nelayan di seluruh Indonesia bisa mengunduh aplikasi Laut Nusantara di Play Store secara gratis melalui smartphone Android dengan menggunakan operator layanan data. Aplikasi ini bisa dipergunakan oleh nelayan saat melaut sejauh smartphone mereka masih bisa menangkap sinyal data dari operator.

Berdasarkan ujicoba di sejumlah daerah, aplikasi masih bisa dibuka hingga jarak 10 mil dari pantai. Jarak ini masih sangat relevan mengingat nelayan kecil, dengan perahu berjungkung dan bentuk perahu tradisional berukuran kecil lainnya memiliki daya jangkau rata-rata kurang dari 20 mil laut.

Selain informasi berbasis data untuk meningkatkan produktivitas kerja, aplikasi Laut Nusantara juga menyajikan informasi yang bersifat edukasi mengenai potensi dan isu kelautan lainnya. Informasi dan data tersebut antara lain mencakup keberadaan terumbu karang, pelestarian biota laut, hingga ancaman pencemaran. XL Axiata dan BROL akan terus mengembangkan aplikasi ini sehingga manfaatnya bisa menjadi lebih luas lagi. (Icha)

 

 

 

 

Inikah Smartphone Oppo Pertama dengan 10x Optical Zoom?

0

Telko.id, Jakarta – Oppo dipastikan akan memperkenalkan teknologi kamera terbaru, yakni teknologi optical zoom 10x di ajang Mobile World Congress (MWC) 2019. Diprediksi, setelah teknologi kamera smartphone masa depan ini diperkenalkan, Oppo bakal menyematkannya pada duo Oppo F19 dan Oppo F19 Pro.

Dilansir Telko.id dari GSMArena, Selasa (22/01/2019), Oppo sudah mengumumkan bahwa mereka bakal mengadakan “Oppo 2019 Innovation Event” pada 23 Februari 2019 mendatang.

Di acara tersebut, Oppo bakal memamerkan teknologi optical zoom 10x, yang merupakan hasil pengembangan dari teknologi sebelumnya, 5x Dual-Camera Zoom.

{Baca juga: Oppo Pamer Teknologi Optical Zoom 10x, untuk Oppo Poseidon?}

“Anda sudah mendengar rumornya. Lihat itu, jika Anda siap untuk #GetCloser,” ujar Oppo melalui akun Twitter resmi mereka.

Oppo F19 dan Oppo F19 Pro diperkirakan merupakan dua smartphone pertama dengan teknologi kamera masa depan tersebut. Mengutip dari Trusted Review, Selasa (22/01/2019), Oppo F19 bakal ditenagai oleh spesifikasi kelas menengah, meski memiliki teknologi kamera terbaru.

Smartphone itu akan ditopang oleh prosesor Snapdragon 675 atau MediaTek Helio P90, baterai berkapasitas besar dengan teknologi VOOC Flash Charge, serta layar berukuran 6,3 inci. Sayangnya, hingga kini masih belum ada informasi lengkap soal spesifikasi dan fitur lain dari smartphone tersebut.

Sebelumnya dikabarkan, bahwa Oppo sedang mengembangkan smartphone flagship terbarunya dengan prosesor terbaru dari Qualcomm, Snapdragon 855.

{Baca juga: Ini Kelebihan Fitur ‘5x Dual-Camera Zoom’ dari Oppo}

Smartphone Oppo itu diberinama “Poseidon”, dan ditenagai oleh prosesor octa-core 1.8 GHz Snapdragon 855 yang sukses mendapatkan skor tinggi untuk pengujian Single-core dan Multi-core dari Geekbench, yakni 3.810 poin dan 10.963 poin.

Oppo Poseidon juga diketahui telah berjalan di atas Android 9 Pie, dan ada kemungkinan smartphone ini telah disematkan chip model Snapdragon X50 yang telah mendukung teknologi koneksi super cepat, 5G. Sampai sekarang, belum ada informasi lebih lanjut soal teknologi optical zoom 10x maupun Oppo Poseidon. (FHP)

Keren! Film Pendek Ini Direkam Pakai Kamera iPhone XS

0

Telko.id, Jakarta – Apple merilis film pendek yang seluruhnya direkam menggunakan kamera iPhone XS. Perusahaan asal Cupertino, Amerika Serikat ini melakukannya sebagai bagian dari teknik pemasaran dengan mempromosikan kehebatan kamera iPhone demi menarik pembeli.

Film pendek berjudul “Shot on iPhone” itu berdurasi 3 menit. Film ini menceritakan kisah seorang atlet football bernama Eddie Siaumau dari American Samoa.

Melansir dari Ubergizmo, Selasa (22/01/2019), film tersebut direkam oleh Sutradara dan fotografer Steve Counts.

Pada saat produksi, Steve menggunakan iPhone XS yang didukung oleh beberapa aksesoris tambahan, seperti DJI Osmo Mobile 2, Kit Filter Smartphone NiSi, Joby GripTight Pro Video GP Stand, dan FiLMiC Pro.

{Baca juga: iPhone 2019 Pakai Kamera Telefoto 3x dan Baterai Besar?}

Selain menampilkan kegiatan Siaumau yang sedang melatih fisiknya di gym dan di pantai, Apple juga memperlihatkan pemandangan indah dari pulau tersebut yang disorot oleh kamera iPhone XS.

Apple mengatakan, mereka memilih untuk menyoroti American Samoa, karena pulau ini lebih mungkin menghasilkan atlet yang akan bermain di liga football Amerika Serikat atau National Football League (NFL) daripada lokasi di Amerika dari mana pun.

Sebelumnya, kehebatan kamera iPhone juga sudah diakui dari aspek fotografi profesional. Pada desember lalu foto hasil jepretan iPhone berhasil dijadikan sebagai sampul majalah terkenal, The Surfer’s Journal.

{Baca juga: Mantap! Hasil Foto Kamera iPhone jadi Sampul Majalah}

Dilansir Telko.id dari Ubergizmo pada Senin (10/12/2018). baru-baru ini CEO Apple, Tim Cook membagikan foto di akun Twitter pribadinya. Tampak foto tersebut adalah sampul terbaru dari majalah The Surfer’s Journal.

Cook mengatakan bahwa foto tersebut merupakan hasil karya dari fotografer Zak Noyle yang menggunakan kamera iPhone untuk mengambil gambar. Hasilnya pun terlihat detail, dan memiliki ketepatan warna yang menakjubkan. (NM/FHP)