spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1399

MacBook Pro Punya Masalah “Flexgate”, Apa itu?

0

Telko.id, Jakarta – MacBook Pro tampaknya memiliki masalah hardware baru. Laporan dari iFixit menjelaskan tentang masalah backlight pada laptop, menyebabkan bagian bawah layar terlihat tidak rata. Seorang pengguna menamai masalah ini “Flexgate”.

Menurut laporan The Verge, masalah tersebut  tampaknya disebabkan oleh kabel yang digunakan untuk menghubungkan layar MacBook dengan control board pada bagian dasar komputer.

Mulai dari MacBook Pro 2016, Apple telah menggunakan pita kabel fleksibel yang akan tertarik setiap Anda membuka laptop Anda. Dan hal ini bisa menyebabkan pita kabel itu menjadi rusak.

Ketika kabel itu rusak, itu bisa menyebabkan efek “stage light” pada bagian bawah layar ketika Anda membuka MacBook Pro Anda. Masalah ini akan menjadi memburuk seiring dengan semakin seringnya Anda membuka laptop. Pada akhirnya, ia bisa menyebabkan layar tidak menyala ketika laptop dibuka.

{Baca juga: Apple Bikin Keyboard Tahan Air untuk MacBook?}

MacBook Pro memiliki beberapa kontroversi sejak Apple merombak desainnya pada 2016. Salah satu masalahnya adalah pada keyboard. Untungnya, Apple telah menyelesaikan masalah itu dengan memperbarui desain laptopnya pada tahun lalu.

Untuk masalah kabel fleksibel pada MacBook Pro, masih belum diketahui berapa banyak pengguna yang terpengaruh. Masalah ini semakin sulit untuk dideteksi karena ia baru akan muncul setelah pengguna menggunakan laptop beberapa lama.

{Baca juga: MacBook Pro & iMac Pro Tak Bisa Diperbaiki Pihak Ketiga}

Situs Flexgate telah menampilkan sekumpulan video dan pembicaraan tentang masalah ini. Namun, masih belum diketahui apakah masalah ini dialami oleh banyak orang atau hanya ada sedikit orang yang mengalaminya tapi mereka sering membahasnya di internet. [BA/HBS]

Sumber: The Verge

Resmi Dirilis, Honor View 20 Usung Kamera 48MP

0

Telko.id, Jakarta – Honor meluncurkan Honor View 20 di Paris, Perancis pada Selasa (22/01/2019) waktu setempat. Smartphone tersebut memiliki kamera utama 48 Megapiksel (MP), kamera depan 25 MP dan teknologi Link Turbo.

Dilansir Telko.id dari GizmoChina pada Rabu (23/01/2019), smartphone ini menawarkan daya tarik premium dengan kombinasi logam dan kaca 3D dengan tekstur berbentuk V ketika dipantulkan cahaya.

Ponsel ini memiliki tampilan serupa penahan yang memiliki cut-out kecil di sudut kiri atas untuk kamera yang menghadap ke depan. Lubang cut-out hanya berdiameter 4,5mm, yang memungkinkan ponsel memiliki bezel yang lebih ramping di sekitar layar.

Honor View 20 memiliki layar IPS LCD All View 6,4 inci yang mendukung resolusi layar Full HD+ (2310 x 1080 piksel) dengan menawarkan rasio layar sebesar 91,82 persen dan kepadatan piksel 382ppi.

{Baca juga: Review Honor 8X: Tampilan Premium, Baterai Awet, Kamera Lumayan}

Dapur pacu Honor View 20 ditenagai oleh chipset Kirin 980 octa-core perusahaan dengan teknologi Liquid Cooling, ditambah dengan RAM 8GB dan penyimpanan internal 256GB.

Ada juga slot kartu microSD yang memungkinkan pengguna untuk lebih memperluas kapasitas penyimpanan ponsel.

Selain memiliki ketajaman lensa yang besar kamera Honor View 20 juga terdapat fitur lain. Ada pengaturan horizontal yang unik untuk pengaturan dua kamera yang meliputi Sony IMX586 sensor utama 48 MP dan lensa stereo 3D ToF (Time of Flight).

{Baca juga: Ini Dia Logo Baru Honor, Lebih Berwarna}

Sensor utama AI Ultra Clear 48 MP yang dibantu oleh kemampuan pemrosesan gambar yang kuat dari unit NPU ganda Kirin 980 dapat menangkap bidikan yang lebih baik dengan AI HDR.

Kamera ini juga membawa dukungan untuk mode tampilan malam super genggam AIS, perekaman video kualitas HD untuk gerakan lambat pada 960 fps.

3D ToF juga dapat digunakan untuk Augmented Reality yang menghadirkan dukungan untuk pengukuran kedalaman, pengenalan tulang, penangkapan gerak, pembentukan tubuh 3D, dan permainan somatosensor 3D pada Honor V20.

Kamera depan ponsel ini sebesar 25 MP yang ditenagai AI dengan aperture f / 2.0. Honor View 20 juga bisa diubah menjadi super komputer dengan menghubungkan layar besar, mouse, dan keyboard.

Sebagai smartphone premium Honor View 20 dijalankan dengan EMUI 9 berbasis Android Pie dan hadir dengan teknologi GPU Turbo 2.0 yang ditingkatkan untuk kinerja GPU yang dipercepat.

Honor mengklaim bahwa kinerja GPU dari Honor V20 adalah 20 kali lebih baik daripada smartphone lainnya.

{Baca juga: Desain Cantik dan Spek Ciamik, Ini Harga Honor 9i }

Ini juga memiliki sistem pendingin NINE cair yang menawarkan pembuangan panas yang komprehensif untuk sumber pemanasan inti dari berbagai komponen untuk kamera, CPU dan IC pengisian daya.

Dari segi konektivitas Honor View 20 dilengkapi dengan teknologi GPS dua-band. Ia juga memiliki teknologi Link Turbo yang menggabungkan koneksi LTE dan Wi-Fi yang menawarkan konektivitas internet tanpa gangguan pada Honor V20.

Fitur lain termasuk Dual 4G VoLTE, Wi-Fi 802.11ac, Bluetooth 5.0, NFC dan USB Type-C. Ponsel ini ditenagai oleh baterai 4.000 mAh yang mendukung pengisian cepat 4.5V / 5A.

{Baca juga: Honor Play Jadi Ponsel Pertama Pakai Fuchsia OS?}

Honor View 20 tersedia dalam empat warna yakni Midnight Black, Sapphire Blue, Phantom Red, dan Phantom Blue. Untuk model Ram 6 GB dan memori penyimpan 128 GB dibandrol dengan harga USD 647 atau Rp 9,1 juta.

Sedangkan untuk model Ram 8 GB dengan memori penyimpanan 256 GB dibandrol dengan harga USD 738 atau Rp 10,4 juta.  Ponsel ini mulai dijual pada 23 Januari 2019. [NM/IF]

Siap-siap! Pemutar Musik Spotify Dirilis Akhir Tahun Ini

0

Telko.id, Jakarta – Awal tahun lalu, Spotify dirumorkan sedang mengembangkan perangkat pemutar musik sendiri. Perangkat pemutar musik Spotify tersebut nantinya dapat dipasangkan di dalam mobil, lengkap dengan koneksi internet 4G dan kontrol suara.

Pada saat itu, layanan streaming musik ini menolak untuk menjelaskan lebih banyak tentang rencana mereka, dan mengatakan bahwa sistem itu hanyalah sebatas pengujian.

Namun pada 18 Januari 2019 lalu, menurut laporan Financial Times, seperti dikutip Telko.id pada Rabu (23/01/2019), layanan itu mengkonfirmasi bahwa perangkat tersebut dijadwalkan akan dirilis akhir tahun ini dengan harga sekitar USD100 atau sekitar Rp 1,4 jutaan.

{Baca juga: Spotify Bikin Speaker Pintar Pesaing Home Pod?}

Selain dilengkapi kontrol suara dan dukungan jaringan 4G sama seperti rumor yang beredar sebelumnya.

Pemutar musik Spotify juga diharapkan dapat disematkan tombol khusus untuk mengatur daftar putar tertentu, serta bisa terhubung ke sistem speaker mobil melalui Bluetooth.

Kemungkinan layanan tersebut akan bermitra dengan Flex dalam hal perangkat keras, meski belum ada pernyataan resmi dari pihak perusahaan. Walaupun demikian, mereka dikabarkan telah mendaftarkan perangkatnya di FCC, agar dapat segera menjualnya di pasar Amerika Serikat akhir tahun ini.

Sebelumnya, Spotify terus berupaya untuk menggenjot jumlah pelanggannya menjadi lebih besar. Salah satu strategi mereka adalah dengan menyasar para pengguna speaker pintar.

{Baca juga: Podcast jadi Fokus untuk Tingkatkan Jumlah Pengguna Spotify}

Sebab sebagian besar speaker pintar yang beredar saat ini di pasaran kerap menawarkan layanan pemutaran Spotify melalui asisten virtual berbasis Artificial Intelligence (AI) yang disematkan di dalamnya.

Selain itu, menurut Global Head of Communication Spotify, Dustee Jenkins di acara Consumer Electronics Show (CES) 2019 mengumumkan bahwa mereka juga sedang berencana untuk memperluas pengguna dan kemampuan di bidang podcast dengan mengadakan podcast eksklusif bersama mantan pegawai ESPN, Jemele Hill. (BA/FHP)

Google Segera Rilis Smartwatch dengan Fitur EKG?

0

Telko.id, Jakarta – Verily, divisi kesehatan Alphabet, dilaporkan mengantongi izin penerapan fitur EKG atau Elektrokardiogram untuk Study Watch, smartwatch buatan mereka. EKG adalah alat pendeteksi detak untuk merekam aktivitas jantung secara elektronik.

Dilansir Telko.id dari The Verge pada Rabu (23/01/2019), Google sebelumnya mengumumkan program Study Watch pada April 2017.

Study Watch adalah platform untuk meneliti cara terbaik mengumpukan data kesehatan via smartwatch. Namun, platform itu bukan untuk smartwatch yang dijual bebas ke konsumen.

{Baca juga: Alat Pelacak Tidur Apple Bisa Deteksi Dengkuran Pengguna}

Saat itu, Verily telah memiliki fitur EKG di smartwatch buatannya. Namun, mereka tak pernah berhasil mengantongi izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat. Baru sekarang mereka bisa mengantongi izin tersebut.

Ketika Apple mengumumkan fitur elektrokardiogram untuk Apple Watch, konsumen menilai ada sesuatu yang cukup unik dan berbeda. Tapi, sekarang, banyak yang meyakini EKG akan menjadi komponen standar di smartwatch masa mendatang.

Verily mengatakan, fitur EKG di Study Watch dimaksudkan untuk merekam, menyimpan, mentransfer, dan menampilkan ritme detak jantung sebagai saluran tunggal. Verily pun menghadirkannya untuk para profesional.

{Baca juga: Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan dengan Bantuan Smartwatch}

Fitur EKG di jam tangan pintar ini bakal membantu para profesional kesehatan untuk mengetahui kondisi jantung pasien dewasa. Hal serupa bisa diterapkan untuk pasien non-dewasa.

Tak hanya Apple dan Verily, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS juga bekerja sama dengan Fitbit, Samsung, dan beberapa perusahaan lain. Proyek yang mereka kerjakan merupakan bagian dari percontohan program pra-sertifikasi baru. (SN/FHP)

Hebat! Gamer Ini Asapi Pembalap F1 di Lintasan

0

Telko.id, Jakarta – Gamer bernama Enzo Bonito berhasil mengalahkan mantan pembalap F1 (Formula 1), Lucas Di Grassi pada acara Race of Champions di lintasan balapan asli di Meksiko.

Sekadar informasi, Race of Champions adalah acara balapan mobil yang digelar sejak 1998, dan mulai tahun lalu mengizinkan gamer atau virtual racer untuk ikut serta. Semua peserta, termasuk para gamer, harus mengendarai mobil balap asli.

Gamer berusia 23 tahun itu memang terbiasa memainkan game balapan dengan menggunakan sebuah sim racing atau virtual motorsport.

{Baca juga: Keren! Taksi Terbang Ini Terinspirasi Balapan F1}

Alat tersebut menyajikan simulasi balapan mobil dengan kendali seperti mobil asli, yakni setir kemudi dan persneling.

Selain itu, sama seperti di dunia nyata, dalam simulasi yang dimainkan oleh Bonito ada beberapa elemen yang harus diatur seperti jenis ban, suspensi, dan lain-lain. Semua elemen itu akan berpengaruh terhadap balapan.

Enzo Bonito. (Foto: The Guardian)

Pada balapan yang berlangsung pada 19 Januari 2019 lalu, Bonito mengalahkan mantan pembalap F1, Di Grassi. Bahkan, akun resmi Twitter Formula 1 juga mengunggah balapan tersebut sebagai bentuk kekaguman dan keterkejutan.

{Baca juga: 5 Game Balapan Ini Cocok Dimainkan di Android, Apa Saja?}

Dikutip Telko.id dari The Guardian, rabu (23/1/2019), Bonito dikabarkan tengah merintis karier untuk menjadi pembalap di dunia nyata. Ia ternyata satu tim dengan bintang pembalap F1 bernama Max Verstappen di Team Redline.

Max Verstappen juga diketahui menjadi satu sosok yang memiliki kemampuan balapan berbekal dari game simulasi balapan online, iRacing. Akankah Bonito akan merealisasikan cita-cita menjadi pembalap F1 seperti Verstappen? (SN/FHP)

Pekerja Bergaji Ngepas di Provinsi Ini Bisa Cepat Beli iPhone XS

0

Telko.id, Jakarta – Upah Minimum Provinsi (UMP) 2019 dari 33 provinsi di Indonesia yang beragam berpengaruh pada daya beli masyarakat. Menurut studi, terdapat 5 provinsi yang memungkinkan pekerja Indonesia beli iPhone XS, XS Max, dan XR lebih cepat daripada provinsi lainnya.

Berdasarkan studi yang diterima tim Telko.id dari portal diskon online, Cuponation pada Rabu (23/01/2019), Provinsi pertama yang pekerjanya membutuhkan jam kerja lebih sedikit untuk membeli iPhone terbaru adalah DKI Jakarta.

Rata-rata orang yang bekerja di DKI Jakarta hanya perlu bekerja selama 832,5 jam atau setara dengan 5,2 bulan dengan asumsi bekerja 8 jam per hari selama lima hari dalam seminggu untuk dapat membeli iPhone XS dengan harga Rp 20.499.000.

{Baca juga: Studi: Orang Indonesia Kerja Ribuan Jam Demi iPhone XS}

Di posisi kedua adalah Papua. Rata-rata orang yang bekerja di sana perlu “banting tulang” selama 1048,5 jam kerja atau sekitar 6,6 bulan. Kemudian Sulawesi Utara dengan 1.075 jam atau sekitar 6,7 bulan waktu bekerja untuk mendapatkan iPhone XS model 64 GB.

Berurutan dari posisi keempat dan kelima, adalah Bangka Belitung dengan 1.101 jam atau 6,9 bulan dan 1.117,1 jam atau sekitar 7 bulan waktu bekerja untuk dapat meminang iPhone tersebut.

Cuponation juga merilis 5 provinsi Indonesia yang pekerjanya membutuhkan waktu lebih lama untuk sekadar membeli iPhone XS model 64 GB. Di posisi pertama ialah Yogyakarta, di mana untuk memiliki iPhone terbaru, rata-rata penduduk nya harus bekerja selama 2087,8 jam atau setara dengan 13 bulan.

{Baca juga: Remaja Sakit Parah Karena Jual Ginjal Demi iPhone}

Disusul oleh Jawa Tengah, dengan waktu bekerja selama 2.043 jam atau 12,8 bulan untuk mendapatkan suksesor iPhone X tersebut. Kemudian, Jawa Timur yang membutuhkan 2012,1 jam kerja atau 12,6 bulan.

Posisi keempat diisi oleh Jawa Barat dengan 1965,9 jam kerja atau 12,3 bulan dan Nusa Tenggara Timur dengan 1828,9 jam kerja atau 11,4 bulan di posisi kelima.

Studi yang dilakukan Cuponation sendiri untuk memperkirakan berapa lama orang Indonesia harus bekerja agar bisa membeli iPhone terbaru, setelah membandingkan jumlah rata-rata Upah Minimun Provinsi (UMP) 2019 dari 33 provinsi di Indonesia dengan harga resmi dari setiap model iPhone yang dijual melalui Apple premium reseller. (NM/FHP)

Orang Indonesia Kerja Ribuan Jam Demi iPhone XS

0

Telko.id, Jakarta – Sebuah studi mengungkapkan, bahwa rata-rata orang Indonesia harus kerja ribuan jam agar dapat membeli iPhone XS impian mereka. Sekadar informasi, harga iPhone XS di Indonesia untuk model termurahnya saja mencapai mencapai Rp 20.499.000.

Studi ini diadakan oleh portal diskon online, Cuponation. Mereka memperkirakan berapa lama orang Indonesia harus bekerja agar bisa membeli iPhone terbaru, setelah membandingkan jumlah rata-rata Upah Minimun Provinsi (UMP) 2019 dari 33 provinsi di Indonesia dengan harga resmi dari setiap model iPhone yang dijual melalui Apple premium reseller.

Berdasarkan laporan yang diterima tim Telko.id pada Rabu (23/01/2019), apabila seseorang bekerja dan menggunakan 100% gajinya untuk membeli iPhone XS model 64 GB, maka ia harus bekerja selama 1.400,6 jam agar dapat membelinya.

{Baca juga: Lebih Mahal, Segini Harga iPhone XS di Indonesia}

Apabila dikalkulasi dengan asumsi waktu bekerja selama 8 jam per hari selama lima hari kerja dalam seminggu, maka orang Indonesia perlu bekerja selama 175,1 hari atau sekitar 8,8 bulan.

Waktu bekerja demi mendapatkan iPhone impian bakal lebih lama, apabila ingin membeli iPhone XS Max model 64 GB. Karena dihargai Rp 22.499.000, maka rata-rata orang Indonesia harus bekerja selama 1.537,2 jam atau 192,2 hari atau sekitar 9,6 bulan untuk dapat membelinya.

{Baca juga: Pemuda Ini Beli iPhone XS Pakai Uang Koin Satu Bak Mandi}

Beruntung, iPhone XR dibanderol dengan harga yang lebih murah oleh Apple. Sehingga orang Indonesia yang ingin membelinya, bisa membelinya dengan bekerja selama 1.038,5 jam atau 129,4 hari atau sekitar 6,5 bulan. Bagaimana, rela bekerja ribuan jam demi iPhone terbaru? (NM/FHP)

Takut Manusia Punah, Elon Musk Ingin Ciptakan Manusia Super

0

Telko.id, Jakarta – Elon Musk bercita-cita ingin menghubungkan otak manusia dengan internet. Tujuannya, pria yang dijuluki “Iron Man” ini ingin menciptakan ras manusia super cerdas.

Melalui proyek Neuralink, Musk ingin menyelamatkan umat manusia dari robot pintar berbasis Artificial Intelligence (AI) yang diprediksi akan mengambil alih bumi di masa mendatang.

“Aspirasi jangka panjang dengan jaringan saraf adalah untuk mencapai simbiosis dengan kecerdasan buatan,” katanya dalam sebuah wawancara tahun lalu.

{Baca juga: Ramalan Elon Musk Soal Penduduk Pertama Mars, Apa Katanya?}

“Jika kita memiliki miliaran orang dengan tautan bandwidth tinggi ke ekstensi AI dari mereka sendiri, itu sebenarnya akan membuat semua orang super cerdas,” tambahnya.

Neuralink sendiri didirikan Musk pada Juli 2016 silam. Tak seperti SpaceX, Tesla, maupun The Boring Company, skema dari proyek ini sangat jarang dipublikasikan oleh Musk.

Akan tetapi, Musk telah menyatakan bahwa tujuan utama dari Neuralink adalah mencari cara untuk menghubungkan otak manusia ke mesin untuk menyimpan isi pengetahuan dan ingatan manusia.

{Baca juga: Robot Tidak akan Musnahkan Manusia}

Hal inipun ditekankan kembali di dalam website Neuralink yang menyebut bahwa mereka sedang mengembangkan teknologi “ultra high bandwidth brain-machine interfaces” untuk menghubungkan manusia dengan komputer.

Musk juga mengatakan, pada tahap pertama dari pengembangan Neuralink, ia dan timnya akan lebih fokus pada aplikasi medis. Seperti mengatasi efek dari penyakit otak semacam epilepsi, dan lainnya. Setelah ini, perusahaan akan meningkatkan kemampuan chip otak untuk mengembangkan “hubungan simbiosis” antara AI dan manusia.

Oleh sebab itu, Neuralink pun sedang melakukan perekrutan sejumlah posisi melalui pengumuman yang disampaikan di situs resminya. Mereka ingin mencari kandidat ahli dibidang perancang chip, insinyur mesin, dan beberapa insinyur perangkat lunak.

{Baca juga: Akankah Robot Mengambil Alih Pekerjaanmu? Tanyakan ke Situs Ini}

Musk memang sosok yang khawatir terhadap dominasi robot atas hidup manusia di masa depan. Musk berpendapat, manusia harus memiliki kemampuan berpikir seperti mesin untuk menghindari dominasi robot terhadap bumi.

Robot super pintar pada akhirnya akan menjadi sangat canggih sehingga mereka berusaha untuk menggulingkan pembuatnya, yakni manusia. Hidup manusia akan terbatas, meski bisa bertahan hidup dalam zona terlindungi, seperti simpanse atau gorila hari ini. (BA/FHP)

Film Pendek iPhone XS Tayang di Tahun Baru China

0

Telko.id, Jakarta – Apple berkolaborasi dengan sutradara asal China, Jia Zhangke untuk menggarap film pendek dengan judul “Shot on iPhone XS“. Film ini akan diluncurkan pada 25 Januari mendatang, dan hebatnya bakal tayang perdana di ajang China Spring Festival atau dikenal dengan Tahun Baru China pada 5 Februari.

Tidak ada informasi lainnya yang tersedia soal film ini. Namun berdasarkan poster film yang beredar, tokoh utama dari film Shot on iPhone XS adalah seorang laki-laki yang membawa ember tinggi dengan tutup yang disegel.

Ada kemungkinan, film tersebut juga akan menampilkan suasana pedesaan dan pemandangan pegunungan di China.

{Baca juga: Keren! Film Pendek Ini Direkam Pakai Kamera iPhone XS}

Sebelumnya, Apple juga telah merilis film pendek berjudul “Shot on iPhone” yang seluruhnya direkam menggunakan kamera iPhone XS.

Film tersebut direkam oleh Sutradara dan fotografer Steve Counts. Pada saat produksi, Steve menggunakan iPhone XS yang didukung oleh beberapa aksesoris tambahan, seperti DJI Osmo Mobile 2, Kit Filter Smartphone NiSi, Joby GripTight Pro Video GP Stand, dan FiLMiC Pro.

Film ini menceritakan kisah seorang atlet football bernama Eddie Siaumau dari American Samoa. Selain menampilkan kegiatan Siaumau yang sedang melatih fisiknya di gym dan di pantai, Apple juga memperlihatkan pemandangan indah dari pulau tersebut yang disorot oleh kamera iPhone XS.

{Baca juga: Mantap! Hasil Foto Kamera iPhone jadi Sampul Majalah}

Ini bukan kali pertama Apple merilis film pendek dan menayangkannya pada China Spring Festival. Di tahun lalu, Apple berkolaborasi dengan Peter Ho-Sun Chan dan merilis film pendek pada Spring Festival, berjudul Three Minutes.

Seluruh bagian dari film Three Minutes ini direkam dengan iPhone X. Film itu bercerita tentang seorang pramugari kereta api dalam perjalanannya selama enam hari dan hanya dapat menghabiskan waktu dengan putranya selama tiga menit. (BA/FHP)

Robot Rp 7 Jutaan Ini Bisa Bersihkan Toilet Sampai Kinclong

0

Telko.id, Jakarta – Bagi sebagian orang, membersihkan toilet merupakan pekerjaan yang kurang menyenangkan. Akan tetapi, baru-baru ini telah hadir robot pembersih toilet bernama Giddel Toilet Cleaning Robot, yang melakukan debutnya di ajang Consumer Electronic Show (CES) 2019, di Las Vegas, Amerika Serikat.

Giddel Toilet merupakan robot yang mampu menggosok setiap lubang dan bagian toilet yang sulit dijangkau.

Robot pembersih toilet ini, dirancang untuk membersihkan hampir seluruh bagian toilet, termasuk di atas dudukan luar dan dalam, bagian saluran pembuangan, dan lainnya.

{Baca juga: Ada Toilet Pintar di CES 2019, Bisa Diajak Nyanyi Bareng}

Giddel, perusahaan yang mengembangkan robot tersebut mengatakan, bahwa robot ini memiliki teknologi sikat non-putaran, sehingga bebas dari percikan. Selain itu, robot itu juga dibangun dengan body berbahan dasar plastin anti-mikroba.

Disematkan juga lengan teleskopik, yang memungkinkannya untuk menjangkau area yang lebih kecil dan besar. Lengan ini, membersihkan toilet dengan gerakan melingkar dan bergelombang, sehingga proses pembersihan akan berjalan dengan maksimal.

Giddel mengklaim, robot buatannya telah diuji di laboratorium khusus untuk membersihkan tiga toilet seminggu sekali selama tiga tahun, dan memiliki komponen internal yang tahan air.

{Baca juga: Bill Gates Yakin Bisnis Toilet Bisa Selamatkan Umat Manusia}

Secara keseluruhan, robot pembersih toilet itu punya bobot sekitar 3kg, dan ditopang oleh baterai berjenis lithium ion yang dapat diisi ulang dayanya.

Robot pembersih toilet ini dijual telah di Amazon dengan harga sekitar USD 500 atau sekitar Rp 7,1 juta. Harga itu sudah termasuk dudukan toilet yang memungkinkan pengguna memasang robot pembersih toilet. (BA/FHP)