spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1387

Drone Diterjunkan Basmi Hama Tikus di Kepulauan Galapagos

0

Telko.id, Jakarta – Ekuador melakukan uji coba pembasmian hama tikus di salah satu Kepulauan Galapagos menggunakan pesawat tak berawak atau drone, dalam upaya melindungi spesies langka. Termasuk di antaranya, satu-satunya burung camar nokturnal yang hidup di taman nasional tersebut.

Dalam percobaan ini, sebanyak 3.000 kg racun tikus didistribusikan menggunakan drone. Meski demikian, ada beberapa racun yang disebarkan secara manual oleh penjaga.

“Penggunaan drone lebih akurat, itu juga meningkatkan kelayakan dan mengurangi biaya pemberantasan hama pengerat invasif di pulau-pulau kecil dan menengah,” kata Direktur Organisasi Konservasi Pulau, Karl Campbell, yang mendukung program tersebut.

{Baca juga: Drone Ini Bisa Angkut Beban 9 Kg Sejauh 800 Km}

Kehadiran hama tikus, spesies invasif, telah mempengaruhi ekosistem unik di daerah ini yang menjadi tempat berkembang biak bagi berbagai burung laut seperti burung frigat dan burung camar earwig,” tulis pengelola taman nasional, dalam sebuah pernyataan.

Masih menurut keterangan dari pihak pengelola taman nasional, bahwa ada dua jenis tikus yang menjadi sasaran dalam pembasmian hama ini, yaitu tikus hitam dan tikus Norwegia.

Kepulauan Galapagos yang terletak sekitar 1.000 km di lepas pantai Ekuador, dikenal memiliki sejumlah spesies endemik, termasuk kura-kura raksasa.

{Baca juga: Kolombia Pakai Drone untuk Hancurkan Ladang Kokain}

Kepulauan ini memiliki salah satu ekosistem paling rapuh di dunia dan Unesco menominasikan sebagai situs warisan dunia biosfer atau World Heritage Site pada tahun 1978. [BA/HBS]

Sumber: NY Post

Redmi Note 7 “Dihajar” Durian dan Semangka, Bisa Selamat?

0

Telko.id, Jakarta – Redmi Note 7 diklaim sebagai salah satu smartphone paling terjangkau saat ini. Bagaimana tidak, dibanderol dengan harga mulai dari USD 150 atau Rp 2,1 jutaan, smartphone ini menawarkan banyak hal kepada konsumennya, termasuk daya tahan smartphone.

Hal ini dibuktikan langsung oleh CEO Redmi, Lu Weibing. Ia menjatuhkan durian berukuran besar ke Redmi Note 7 dari ketinggian yang terbilang cukup tinggi.

Hasilnya, smartphone tersebut mampu bertahan dan tidak mengalami kerusakan yang berarti.

{Baca juga: Pamer Kekuatan, Bos Xiaomi Pecahkan Kenari Pakai Redmi Note 7}

Tak puas, Lu Weibing juga mencoba menghancurkan semangka berukuran besar menggunakan smartphone pertama Redmi setelah berpisah dari Xiaomi tersebut.

Hasilnya sama, Note 7 mampu menghancurkan buah semangka tanpa mengalami kerusakan sedikitpun. Uji coba ekstrem oleh Weibing untuk smartphone terbaru itu memunculkan anggapan, bahwa Redmi Note 7 merupakan salah satu smartphone “tahan banting” yang ada saat ini.

Sebelumnya, salah satu bos Xiaomi, Lin Bin juga memamerkan ketangguhan Redmi Note 7 dengan cara menghancurkan biji kenari yang dikenal keras.

{Baca juga: Andalkan Kamera 48MP, Harga Redmi Note 7 Cukup Mengejutkan}

Dalam video yang diambil dalam 960 frame per second (fps) melalui Mi 8 memperlihatkan gerakan lambat dari tindakan Lin Bin dengan Redmi Note 7 yang dia genggam. Pada gerakan lambat terlihat bahwa kacang kenari tersebut hancur berkeping-keping.

Redmi Note 7 sendiri mengusung layar berukuran besar, tepatnya 6,3 inci berjenis IPS LCD dengan resolusi Full HD+. Bezel yang mengelilingi layar tersebut cukup tipis, sehingga aspek rasio layar terhadap body-nya mencapai 84%.

Redmi Note 7 ditenagai oleh prosesor yang sama dengan Xiaomi Mi 8 Lite, yakni prosesor octa-core 2.2 GHz Snapdragon 660. Didukung juga oleh tiga varian RAM dan ROM, masing-masing 3/32 GB, 4/64 GB, dan 6/64 GB. (FHP)

Sah! Ini Tanggal Peluncuran Nokia 9 PureView

0

Telko.id, Jakarta – Smartphone flagship terbaru, Nokia 9 PureView diprediksi kuat bakal melenggang secara resmi tak lama lagi. Hal ini dipastikan oleh kicauan teaser dari Chief Product Officer HMD Global, Juho Sarvikas melalui akun Twitter pribadinya.

Ia menyatakan, Nokia akan meramaikan acara Mobile World Congress (MWC) 2019 pada 24 Februari mendatang, dengan merilis produk atau smartphone terbaru.

“Kami benar-benar ingin Anda mengikuti showdown MWC Barcelona kami pada tanggal 24 Februari,” katanya.

Smartphone yang dimaksud Sarvikas bisa jadi adalah Nokia 9 PureView, smartphone flagship sekaligus pertama yang menggunakan lima kamera utama di bagian belakangnya.

{Baca juga: Video Iklan Nokia 9 PureView Bocor, Segera Diluncurkan?}

Dilansir Telko.id dari GSMArena, Senin (28/01/2019), muncul sejumlah poster teaser yang mengungkapkan sedikit fitur unggulan dari Nokia 9 PureView yang dirilis pada 24 Februari mendatang.

Tentu saja, pada teaser itu diperlihatkan lima lubang kamera yang ditempatkan pada body bagian belakang. Lalu, ditampilkan juga sedikit bagian smartphone dengan adanya lubang kamera di bagian kiri atasnya, dan logo Nokia pada bagian bawah layar.

Sayang, pada teaser tidak diungkapkan spesifikasi dari Nokia 9 PureView. Namun berdasarkan bocoran yang beredar sebelumnya, Perangkat ini berjalan di atas sistem operasi Android Onne (Android 9 Pie), memiliki lima kamera dengan teknologi optik dari Zeiss, dan mengusung layar berukuran 5,99 inci dengan resolusi 2K dan mendukung teknologi HDR10 PureDisplay.

{Baca juga: Bocoran Beredar, Ini Spesifikasi Lengkap Nokia 9 PureView}

Nokia 9 PureView juga dilaporkan akan ditenagai oleh prosesor Qualcomm Snapdragon 845, RAM 6 GB dan ruang penyimpanan internal berkapasitas 128 GB. Perangkat ini juga disematkan teknologi yang kompatibel dengan Qi Wireless Charging. Well, kita nantikan kehadirannya ya! (FHP)

Unik! Robot Pembuat Kopi Menjamu Delegasi WEF 2019

0

Telko.id, Jakarta – Revolusi robot dinilai telah dimulai saat ini, karena teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) itu mulai menggantikan pekerjaan yang dilakukan manusia. Setidaknya itu yang ingin disampaikan oleh ABB, perusahaan multinasional Swedia-Swiss yang beroperasi di bidang teknologi yang memamerkan robot pembuat kopi.

Teknologi buatan perusahaan yang bermarkas di Bergamo, Italia ini dipamerkan di ajang World Economic Forum (WEF) 2019, di Davos, Switzerland.

“Hai, saya ingin kopi, robot!,” kata seorang wanita peserta WEF di Davos, ketika dia tiba di Garden Lounge, di pusat kongres utama diselenggarakan.

{Baca juga: Sering Ganggu Tamu Hotel, Karyawan Robot Langsung Dipecat}

Di Garden Lounge, memang terdapat ruang untuk menikmati kopi. Ruangan ini didekorasi dengan perabot kayu putih dan berwarna terang, di mana para peserta berkumpul di antara sesi.

Pada sudut tempat pemesanan kopi, terdapat robot pembuat kopi bernama YuMi. Benoit Gerber, seorang manajer produk lokal ABB mengatakan kepada CNBC, seperti dikutup pada Senin (28/01/2019), bahwa YuMi berumur sekitar empat tahun, namun baru muncul di WEF untuk pertama kalinya.

Selama ini, YuMi telah digunakan di berbagai sektor dengan kemampuan presisi dan mobilitas lengannya. Gerber menyebutkan, selain mampu membuat kopi, YuMi juga mahir merakit ponsel, jam tangan dan juga produk dengan bahan kaca.

{Baca juga: Robot Rp 7 Jutaan Ini Bisa Bersihkan Toilet Sampai Kinclong}

“CEO kami menginginkan sesuatu yang menyenangkan,” kata Gerber saat ditanya mengapa robot itu digunakan untuk membuat kopi.

Dalam waktu kurang dari 90 detik, YuMi dapat mengoperasikan mesin kopi Nespresso untuk membuat secangkir kopi yang dipesan. Para delegasi WEF pun dibuat terpukau sekaligus sadar bahwa perubahan dan revolusi robot sudah dekat. (BA/FHP)

Menjajal SuperVOOC Flash Charge di R17 Pro, Beneran Cepat?

0

Telko.id, Jakarta – Ketika Oppo R17 Pro resmi diperkenalkan di Indonesia, Oppo mengatakan bahwa smartphone ini disematkan teknologi pengisian daya super cepat bernama SuperVOOC Flash Charge.

Teknologi itu diklaim, mampu mengisi 40% baterai R17 Pro yang berkapasitas 3,700 mAh selama 10 menit atau mengisi baterai hingga penuh dalam waktu 35 menit. Tapi, benarkah?

Perlu diketahui sebelumnya, SuperVOOC Flash Charge merupakan teknologi pengisian baterai dengan daya 10V/5A. Teknologi ini juga terdapat pada Oppo Find X Lamborghini Edition, yang dibanderol dengan harga Rp 27 juta sampai Rp 30 jutaan.

{Baca juga: 3 Prediksi Tren Smartphone Tahun Ini Menurut Oppo, Apa Saja?}

Sehingga, keputusan yang sangat tepat dari Oppo untuk memasukkan teknologi tersebut ke smartphone yang beredar di Indonesia, yakni Oppo R17 Pro.

Well, sekarang tim Telko.id bakal membuktikan apakah klaim Oppo atas teknologi SuperVOOC Flash Charge itu benar, atau hanya gimmick saja. Kami membuktikannya dengan menggunakan fitur Battery Wear Test di aplikasi AnTuTu Benchmark versi 7.

Berdasarkan pengujian kami secara langsung, mengisi baterai dari 65% sampai 100%, hanya membutuhkan waktu 15 menit saja. Sementara dari 4% hingga 100%, dibutuhkan waktu selama 35 menit.

{Baca juga: Hands-on Oppo R17 Pro: Flagship Menarik di Awal Tahun Ini}

Catatan tersebut jauh lebih cepat dibandingkan teknologi fast charging pada smartphone lainnya, sekaligus membuktikan bahwa klaim Oppo terhadap teknologi SuperVOOC Flash Charge memang benar adanya. 

Ada yang “cukup aneh” dari catatan aplikasi AnTuTu. Hal aneh tersebut adalah, Battery Health Level yang terindikasi hanya 47% atau disebut dengan “Poor”.

Menurut kami, catatan itu karena R17 Pro sebenarnya memiliki dua baterai bi-cell (2 x 1850 mAH). Aplikasi kemungkinan besar hanya mampu mendeteksi satu baterai saja, bukan dua baterai untuk menampilkan catatan Battery Health Level.

Lantas, apakah keunggulan teknologi sebatas mampu mengisi baterai dengan cepat saja? Tentu tidak. Teknologi ini juga diklaim jauh lebih aman dibandingkan teknologi pengisian baterai cepat lainnya yang ada saat ini untuk smartphone.

{Baca juga: Mencoba Kemampuan Portrait Mode pada Kamera Oppo R17 Pro}

Sebab, SuperVOOC secara inovatif dapat mengurangi voltase pada baterai bi-cell dengan level voltase seperti pada penggunaan baterai tunggal. SuperVOOC juga mengadopsi teknologi 5 tingkatan perlindungan, mulai dari adapter, baterai, lubang pengisian daya terdapat 5 chip yang berfungsi untuk melindungi pengisian daya.

Oppo R17 Pro sendiri menjadi salah satu smartphone pertama yang ditenagai oleh prosesor octa-core 2.2 GHz Snapdragon 710. Didukung juga dengan RAM 8 GB, ROM 128 GB, serta sistem operasi ColorOS 5.2 berbasis Android 8.1 Oreo.

Secara keseluruhan, memang Oppo R17 Pro mengusung dapur pacu khas smartphone menengah, dengan menggunakan Snapdragon 710. Tapi perlu diingat, kecanggihan dari prosesor bukan ditentukan dari angka saja, dan dasar utama yang menentukan smartphone tersebut canggih atau tidak pun bukan tergantung pada tipe prosesor saja. (FHP)

Chatbot Ini Bantu Orang Tua Ajarkan Seputar Kesehatan Seks

0

Telko.id, Jakarta – Sebuah chatbot bernama Roo bisa dibilang menjadi solusi tepat bagi orang tua yang kerap merasa canggung dan kaget ketika mendapatkan pertanyaan aneh dari anak-anak mereka, seperti seputar kesehatan seks remaja.

Chatbot buatan Planned Parenthood dan agen produk digital, Work & Co ini mampu menjawab seluruh pertanyaan dari anak-anak, termasuk seputar masalah kesehatan seks remaja.

Dilansir Telko.id dari New York Post, Senin (28/01/2019), Roo diklaim dapat menjawab pertanyaan tentang infeksi menular seksual, hubungan, dan masalah seksual lainnya.

{Baca juga: Harmony, Robot Seks yang Jago Mendesah}

Program tersebut bersifat anonim dan terbuka untuk pengguna dari segala usia, meski secara khusus dirancang bagi pengguna usia 13 hingga 17 tahun.

Roo juga dapat menjawab pertanyaan yang dikirimkan pengguna ke nomor 22422 selama 24 jam penuh. Jawaban akan dibalas dalam hitungan detik saja.

Sang developer mengatakan, mereka telah meminta para remaja di SMA MESA (Math, Engineering and Science Academy) di Bushwick, Amerika Serikat untuk memberikan feedback soal Roo. Kebanyakan dari mereka, mendapatkan informasi langsung dan akurat kepada kaum muda.

{Baca juga: Facebook “Haramkan” Ngomong Soal Seks}

“Dikembangkan bersama dengan remaja, ini merupakan cara lain Planned Parenthood untuk memperluas kiriman, informasi langsung dan akurat kepada kaum muda,” kata Presiden Federasi Plent Parenthood of America dari Amerika, Leana Wen dalam sebuah pernyataan.

Bot ini didukung oleh teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI), yang berarti ia akan belajar secara otomatis tentang kebutuhan seksual manusia, dan mampu mengatasi pertanyaan seputar kesehatan seksual.

Planned Parenthood juga menawarkan obrolan anonim lain yang dapat menjawab seputar pertanyaan mengenai kesehatan. Layanan ini  tersedia secara online dengan mengetik PPNOW ke PPINFO (774636). Obrolan ini dianggap efektif untuk meningkatkan akses ke perawatan kesehatan seksual dan reproduksi di kalangan kaum muda.

{Baca juga: Scoot, Maskapai Pertama di Asia yang Gunakan Chatbot untuk Transaksi}

“Kami tahu bahwa banyak anak muda merasa canggung saat mengajukan pertanyaan tentang kesehatan seksual,” kata Leana Wen dari Planned Parenthood.

“Sangat penting bagi anak-anak kita untuk mendapat jawaban yang dapat dipercaya dan dapat mereka percayai,” imbuhnya. (BA/FHP)

Hotel Ini Pecat Sebagian Karyawan Robotnya, Kenapa?

0

Telko.id, Jakarta – Sejumlah orang tengah dilanda rasa khawatir. Bagaimana tidak, beberapa pekerjaan yang biasa dilakukan oleh manusia, telah digantikan oleh karyawan robot. Jika anda merupakan salah satu orang yang khawatir karena robot, kabar berikut ini mungkin dapat mengurani rasa khawatir anda.

Perlu diketahui, revolusi robot saat ini sudah berlangsung. Sebagai buktinya, tidak hanya hewan peliharaan saja yang digantikan oleh robot, tapi pekerjaan yang biasa dilakukan manusia pun beberapa diantaranya telah digantikan oleh perangkat mekanik bertenaga Artificial Intelligence (AI) itu.

Namun berbeda dengan sebuah hotel di kawasan Urayasu, Jepang, Hotel Henn-Na yang harus memecat karyawan robot mereka dengan alasan mengganggu tamu hotel.

{Baca juga: Hotel Futuristik Alibaba Gunakan Robot Layani Tamu}

Padahal, hotel tersebut pernah sesumbar dengan mengatakan mereka dapat menjadi hotel paling efisien di dunia. Pengelola hotel mengatakan, teknologi yang mereka pekerjakan semuanya dapat menghibur para tamu.

Akan tetapi, seperti dikutip dari New York Post, Senin (28/01/2019), sebagian besar pelanggan justru kecewa terhadap karyawan mekanik di hotel itu. Asisten virtual yang ada di setiap kamar, bernama Churi, dilaporkan terus bertingkah aneh selama beberapa kali sehari, dan mengganggu waktu tidur bagi beberapa pelanggan.

Seorang tamu bahkan mengatakan, Churi terus membangunkannya. Asisten pintar ini mengira dengkurannya adalah permintaan bantuan.

{Baca juga: Di Masa Depan, Paket Amazon Dikirim Pakai “Robot Scout”}

Sementara itu tamu-tamu lain mengatakan, Churi sering mengganggu pembicaraan mereka, sampai beberapa pelanggan juga melaporkan telah menerima pesanan layanan kamar yang tidak pernah mereka pesan.

Churi bukan satu-satunya karyawan yang bermasalah. karyawan mekain lainnya, concierge humanoid dan robot dinosaurus yang berada di meja check-in, juga tidak bisa menjawab pertanyaan dasar dari pelanggan, sehingga pihak manajemen terpaksa memecat mereka.

Selain itu, pihak manajemen hotel juga memberhentikan pelayan mekaniknya, setelah gagal mengakses sebagian besar kamar tamu. Para tamu melaporkan kepada pihak manajemen soal robot yang kebingungan mencari kamar tamu di lobi hotel.

{Baca juga: Takut Manusia Punah, Elon Musk Ingin Ciptakan Manusia Super}

Tidak jelas berapa banyak karyawan dengan otak AI yang akan diganti dengan karyawan manusia. Tapi pihak hotel mengatakan, mereka sekarang akan fokus memperbaiki layanan dengan tenaga manusia.

So, rasa khawatir apakah pekerjaan Anda akan diambil alih oleh robot sepertinya akan berkurang. Sebab, ‘kiamat’ yang disebabkan revolusi robot tampaknya telah ditunda. (BA/FHP)

Setelah India, Giliran AS Disambangi Nokia 3.1 Plus

0

Telko.id, Jakarta – Setelah hadir di India, ponsel entry-level terbaru Nokia 3.1 Plus segera beredar di Amerika Serikat pada bulan ini. Ada dua operator lokal yang mengakomodasi, yakni Cricket Wireless dan Verizon, sebelum kemudian menyusul di Kanada.

Setelah di AS, Nokia 3.1 Plus akan menyusul ke Kanada melalui Rogers Communications, Inc dan brand-brand anak perusahaannya. Demikian kata HMD Global, pemilik brand Nokia sekarang, dalam pernyataan resminya, dilansir 9to5google.

Nokia 3.1 Plus merupakan ponsel perdana Nokia yang akan menggunakan jaringan 4G LTE Cricket, yang digunakan lebih dari 99 persen orang AS. Nokia 3.1 Plus memberi pengguna masa pakai baterai dua hari, sensor sidik jari yang ditempatkan secara ergonomis dan memungkinkan Google Pay.

Ponsel tersebut dibekali layar 5,99 inci HD+ dengan aspek rasio 18:9, dengan dual camera di belakang 13MP dan 5MP ditambah Phase Detection Auto Focus. Sementara untuk kamera depan, beresolusi 8MP disertai teknologi kecerdasan buatan (AI).

Dengan RAM 2GB dan ROM 32GB, prosesor Qualcomm Snapdragon 439, dan baterai 3500 mAh, ponsel Nokia 3.1 Plus dipasarkan dengan harga 159,99 dolar AS atau sekira Rp2,25 juta, dan tersedia di Paman Sam mulai 25 Januari 2019.

{Baca juga: Meluncur, Nokia 3.1 Plus Bawa Bodi Premium di Harga Terjangkau}

Sekadar informasi, HMD Global telah merilis Nokia 3.1 Plus pada sebuah acara di India, 11 Oktober 2018 lalu. Menilik spesifikasi dan harganya, perangkat tersebut sepertinya memang  ingin menyasar pasar menengah.

Sebelumnya diberitakan, HMD Global bersiap untuk mendistribusikan pembaruan ke sistem operasi Android Pie untuk sejumlah ponsel Nokia. Update ke Android Pie diproyeksikan akan disebar sebelum akhir semester pertama tahun 2019.

Total ada empat ponsel Nokia yang akan menerima update ke Android Pie. Ponsel pertama adalah Nokia 5, yang dirilis pada Juni 2017 silam. Kemudian, Nokia 3.1 Plus juga akan mendapatkan update ke Pie secara OTA atau Over the Air pada akhir pekan ini. [BA/HBS]

Sumber: 9to5goole

Upss! Ternyata Orang Tua Paling Banyak Sebar Hoaks

0

Telko.id, Jakarta – Percaya gak percaya, ternyata orang tua lebih sering menyebar hoaks atau berita palsu di Twitter dan media sosial lainnya. Setidaknya itu menurut hasil studi yang dilakukan Northestern University, Harvard University, dan University at Buffalo.

Dikutip Telko.id, Minggu (27/1/2019), Independent menyebut, para peneliti dari tiga universitas ternama itu menemukan fakta yang cukup mengejutkan, yakni pengguna berusia tua dan konservatif cenderung lebih sering menyebar hoaks lewat Twitter.

Survei yang dilakukan terhadap pengguna internet sejak 1 Agustus hingga 6 Desember 2016 atau ketika Pemilihan Presiden AS itu mendapati bahwa orang tua merupakan pengguna medsos yang sangat antusias.

Dalam sehari, pengguna Twitter dari kalangan tua rata-rata membuat 70 kali cuitan. Dari jumlah tersebut, tercatat 0,1 persen pengguna yang membagikan 80 persen berita palsu. Peneliti memakai algoritma dalam riset.

“Algoritma mendeteksi berita palsu menggunakan kata-kata bernada menyinggung. Kami mendeteksi peredaran berita palsu hingga 90 persen pengguna,” kata Profesor Northeastern University, David Lazer.

{Baca juga: 5 Konten Hoaks yang Bikin Heboh di Awal 2019}

Tim peneliti mencocokkan lebih dari 16.400 akun Twitter yang mencuit menggunakan akun dengan nama asli. Dengan begitu, tim memastikan ada manusia di balik setiap berita palsu yang dicuitkan, bukan memakai bot.

Menurut Lazer, usia dan pandangan politik berpengaruh kuat terhadap kemungkinan seseorang membagikan berita palsu lewat Twitter. Bisa jadi, mereka melakukannya karena terlibat langsung dalam sistem politik.

Sebelumnya, studi peneliti di Princeston dan New York University mencatat, 11 persen pengguna Facebook di AS berusia 65 tahun ke atas kerap berbagi hoaks, tiga persen pengguna 18-29 tahun menyebar informasi palsu.

Lansia cenderung membagikan hoaks 7 kali lebih banyak daripada mereka yang berusia 29 tahun ke bawah, dan ini benar-benar terlepas dari ideologi, tingkat pendidikan atau afiliasi politik.

Adrew Guess yang merupakan salah satu peneliti mengatakan, banyak orang yang sudah memprediksi jika kelompok lansia yang paling banyak membagikan hoaks di internet.

“Bagi saya, apa yang menarik adalah bahwa hubungan tersebut berlaku bahkan ketika Anda mengontrol afiliasi atau ideologi pihak,” ucap ilmuwan politik dari Princeton University tersebut.

{Baca juga: Kominfo: Ada 3 Tipe Pelaku Penyebaran Hoaks}

“Fakta bahwa itu terlepas dari sifat-sifat lain ini cukup mengejutkan bagi saya. Bukan hanya didorong oleh orang tua yang lebih konservatif,” tambahnya. [SN/HBS]

Sumber: Independent

iPhone dan Apple Watch Bakal Bisa Deteksi Gas Beracun

0

Telko.id, Jakarta – Kabarnya, Apple akan membenamkan sensor tambahan di perangkat iPhone dan Apple Watch keluaran terbaru. Nantinya, Apple Watch tak hanya mampu merekam detak jantung, tetapi juga mendeteksi gas beracun.

Kehadiran fitur tersebut terkuak berkat dokumen paten terbaru yang didaftarkan Apple pada Kamis (24/1/2019). Patently Apple adalah yang kali pertama menemukannya. Sensor tambahan itu punya kemampuan analisa biohazard.

Dikutip Telko.id dari BGR, Minggu (27/1/2019), Kantor Merek Dagang AS telah menerbitkan pengajuan paten pendeteksi gas beracun yang diajukan oleh Apple. Alasannya, karbon monoksida atau gas beracun cukup mematikan.

Baca juga: Lagi, Apple Watch Selamatkan Nyawa Pengguna

Sensor biohazard di iPhone dan Apple Watch kabarnya mampu mendeteksi kandungan berbahaya di udara, seperti gas beracun. Sensor biohazard membuat iPhone atau Apple Watch bisa memberi tahu pengguna saat ada di area berbahaya.

Belum lama ini, ada informasi bahwa Apple berencana untuk menghilangkan layar LCD di seluruh jajaran iPhone keluaran 2020 mendatang. Sebagai gantinya, Apple menggunakan layar OLED, yang katanya lebih baik dibanding LCD.

Jika Apple benar-benar membuang seluruh panel LCD di iPhone 2020, artinya akan ada lebih banyak ponsel Android menggunakan OLED dengan harga lebih murah. Langkah Apple itu bisa membuat pembuat layar LCD ketar-ketir.

{Baca juga: Apple Bakal Ganti Semua Layar iPhone 2020 ke OLED?}

Asal tahu saja, pada akhir 2018 lalu, penjualan iPhone jauh lebih rendah dari yang diharapkan. Nantinya, jika perusahaan berencana mengganti layar LCD pada 2020, artinya suksesor iPhone XR kemungkinan akan terlihat hampir mirip. [SN/HBS]

Sumber: BGR