spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1386

5 Alasan Oppo R17 Pro Tetap Menonjol di Tengah Keramaian

0

Telko.id, Jakarta – Perjalanan Oppo di awal tahun 2019, khususnya di ranah smartphone tanah air, ditandai dengan diluncurkannya Oppo R17 Pro. Smartphone ini datang dengan sejumlah teknologi terkini, termasuk tiga kamera utama dan SuperVOOC Flash Charge sebagai salah satu fitur andalannya.

Fitur tiga kamera bukan sesuatu yang baru di jagat smartphone saat ini. Pasalnya, bahkan sebelum R17 Pro sekalipun, sejumlah smartphone lain –  Huawei P20 Pro, Mate 20, Mate 20 Pro, Samsung Galaxy A7 (2018), dan Samsung Galaxy A9 – sudah lebih dulu datang dengan fitur ini. Lain halnya dengan fitur SuperVOOC, yang konon katanya, lebih aman karena dilapis 5 perlindungan yang terdapat pada adapter, kabel, port charger, baterai, dan di perangkatnya sendiri. Teknologi ini sendiri memungkinkan pengguna mengisi penuh perangkatnya hanya dalam hitungan menit. Lebih tepatnya, mengisi 40% baterai dalam waktu 10 menit.

Keren? Pastinya. Dan Oppo kian melengkapi itu semua dengan polesan desain nan menawan. Menjadikan Oppo R17 Pro tak sekedar pintar mengambil gambar, cerdas dalam bekerja, ataupun cepat dalam pengisian, tetapi juga cantik dalam penampilan.

{Baca juga: Hands-on Oppo R17 Pro: Flagship Menarik di Awal Tahun Ini}

Ya, sebagian besar desain ponsel pintar tahun ini ak dipungkiri mengikuti formula dasar logam dan kaca. Perangkat besutan Oppo yang satu ini pun tidak berbeda. Namun demikian, ada hal lain yang membuatnya berpotensi tetap menonjol di keramaian, berikut 5 diantaranya:

1. Layar Tetesan Air yang sarat teknologi

Disebut-sebut terinspirasi dari alam, layar tetesan air (Waterdrop Screen) milik Oppo ini boleh dibilang cukup mengesankan. Dan ini masuk akal. Pasalnya, butuh waktu tak sebentar bagi perusahaan asal Tiongkok ini untuk bisa mendapatkannya. Usut punya usut, Oppo sampai melakukan ratusan kali penyesuaian yang presisi untuk menghasilkan layar jenis ini.

Disesuaikan dengan bagian tepi perangkat R series yang berbentuk lengkungan membuat layar tetesan air ini terlihat menyatu dengan bodi perangkat R series. Pada bagian tetesan air terdapat sensor cahaya yang tersembunyi. Lengkap dengan speaker yang diposisikan diantara tepi perangkat dan bagian kaca dengan lebar hanya 0.5 mm.

2. Generasi 6 Corning Gorilla Glass

Oppo R17 Pro merupakan perangkat pertama di dunia yang menggunakan Corning Gorilla Glass 6 untuk memperkuat ‘dirinya’. Konon katanya, berbekal lapisan teranyar ini Oppo R17 Pro akan sangat kuat, bahkan tidak terluka ketika dijatuhkan ke permukaan dari ketinggian satu meter hingga 15 kali atau dua kali lipat lebih kuat dibandingkan Gorilla Glass 5.  Selain itu, R17 Pro juga mengadopsi seri ke 6 frame aluminium alloy yang menghadirkan perangkat yang solid dan permukaan tepian yang halus.

3. Cresent Arc

Oppo R17 Pro mengadopsi desain crescent arc pada bagian atas dan bawah perangkat, yang mengakibatkan pengaturan ulang posisi speaker dan port USB. Dengan lengkungan pada bagian bawah, ketika perangkat diletakkan secara horizontal, keluaran suara pada speaker tidak mudah terhalangi, sehingga dapat menghasilkan keluaran suara dengan kualitas terbaik.

4. Kombinasi 7000 tipe warna

Tak ubahnya layar jenis tetesan air, menghasilkan warna yang sesuai untuk Oppo R17 Pro juga bukan perkara mudah. Desainer Oppo menghabiskan waktu lebih dari 4 bulan untuk mengkombinasikan 7000 tipe warna gradasi. Keputusan final penggunaan gradasi pada perangkat dipilih oleh pengguna melalui riset pasar.

{Baca juga: Sejarah Oppo R Series: Dari R1 hingga R17 Pro}

Pada R17 Pro, Oppo menambahkan lapisan cahaya kondensasi diantara lapisan warna dan permukaan kaca. Lapisan kondensasi ini memiliki kurva dan tekstur khusus yang dapat membiaskan cahaya sesuai dengan tekstur. Ada 16.000 kurva yang membuat warna gradasi yang terlihat normal menjadi warna gradasi yang tampak mengalir.

5. Warna baru desain gradasi

Oppo R17 Pro telah menciptakan warna baru dalam desain gradasi, yakni Radian Mist. Bagian belakang perangkat ini terbuat dari kaca matte, yang tidak hanya memberikan  kenyamanan bagi pengguna ketika memegang perangkat, tetapi juga mencegah sidik jari menempel pada permukaan kaca. Oppo menggunakan teknologi khusus yang disebut dengan matte etching technology dan juga pemolesan khusus. Setelah dipoles, Oppo melanjutkan dengan proses electroplating. Keseluruhan proses akan memberikan efek pencegahan sidik jari dan kesan halus pada perangkat. Kurang lebih ada 15 langkah dan ratusan kali penyesuaian untuk membuat efek warna Radiant Mist ini.

 

Apple akan Rilis Headphone Over-Ear?

0

Telko.id, JakartaApple kabarnya bakal meluncurkan produk baru pada pertengahan 2019. Menurut pemberitaan Bloomberg, produk tersebut adalah aksesoris audio berupa headphone jenis over-ear.

Sumber terpercaya mengatakan bahwa headphone over-ear keluaran Apple akan rilis pada paruh kedua tahun ini. Bentuknya mirip headphone pada umumnya. Namun, di sana terdapat lapisan penutup.

Lapisan itu membungkus semua daun telinga. Dengan demikian, telinga pengguna jadi tertutup secara sempurna dan rapat oleh bantalan headphone. Sayang, laporan tak menyebut secara rinci spesifikasinya.

Kuat dugaan, headphone baru Apple akan menggunakan chip W1, serupa dengan teknologi yang disematkan di AirPods. Chip tersebut memungkinkan AirPods terhubung langsung ke perangkat Apple lain.

{Baca juga: AirPods Terbaru Punya Teknologi Anti-Bising?}

Menurut Digital Trends, seperti dikutip Telko.id, Selasa (29/1/2019), chip itu memiliki teknologi peredam bising yang mampu meminimalisasi gangguan suara. Headphone tersebut bakal masuk kelas premium.

Rumor keberadaan headphone over-ear milik Apple telah beredar sejak Februari 2018 lalu. Ketika itu, analis KGI Securities, Ming-Chi Kuo, menyatakan bahwa Apple tengah menggarap headphone high-end.

{Baca juga: Berkat AirPods, Apple Mulai Kuasai Pasar Headphone}

Namun, peluncuran headphone pada tahun lalu itu tertunda karena masalah pengembangan. Apple sendiri sudah memiliki sumber daya mumpuni untuk membuat headphone kelas atas pasca-akuisisi Beats. [SN/HBS]

Sumber: Digital Trends

Siapkan Dompet! Ini Tanggal Penjualan Perdana Galaxy S10

0

Telko.id, Jakarta – Samsung bersiap meluncurkan smartphone flagship perdana keluaran tahun ini, yakni Samsung Galaxy S10. Informasi menyebut, penjualan perdana Galaxy S10 bakal digelar pada awal Maret 2019.

Smartphone ini diperkirakan akan diperkenalkan pada ajang Galaxy Unpacked Event 2019 pada 20 Februari mendatang.

Dikutip Telko.id dari Phone Arena, Selasa (29/1/2019), sekitar satu minggu hingga dua minggu kemudian, biasanya Samsung melakukan penjualan resmi produk anyarnya.

{Baca juga: Akhirnya, Undangan Peluncuran Trio Galaxy S10 Tersebar}

Kabar sahih mengungkap, bahwa suksesor Galaxy S9 tersebut diperkirakan mulai dijual ke pasaran pada 8 Maret 2019. Beberapa negara terpilih diperkirakan akan lebih cepat mendapatkan smartphone tersebut.

Galaxy S10 konon bakal meluncur dengan tiga pilihan model, yakni S10 standar, S10+ dan S10 Lite. Namun begitu, versi paling murah tidak akan menggunakan nama Lite.

Perlu diketahui, versi termurah ini memiliki layar berukuran 5,8 inci, lebih kecil dibanding dua versi lain, yang masing-masing 6,1 inci dan 6,4 inci. Semua model Galaxy S10 memakai jenis prosesor yang sama, yakni Snapdragon 855.

{Baca juga: 5 Teknologi Baru di Samsung Galaxy S10}

Versi termahal adalah S10+, yang dibekali dengan varian RAM 12 GB dan kapasitas penyimpanan internal 1 TB. Banderol Galaxy S10 diperkirakan tidak mencapai USD 1.000 atau Rp 14 jutaan. Sayang sampai sekarang, Samsung belum berkomentar terkait hal itu.

Sebelumnya diberitakan, setelah lama ditunggu, Samsung akhirnya mengumumkan waktu dan tempat peluncuran trio smartphone flagship-nya. Samsung dikabarkan sudah menyebar undangan perkenalan smartphone tersebut, yang berdesain hitam, ungu, dan biru.

Acara peluncuran trio smartphone itu kembali mengambil tema “Unpacked”. Acara bakal berlangsung di Bill Graham Civic Auditorium di San Fransisco, pada 20 Februari 2019. Namun, dalam undangan tidak ada penjelasan detail tentang Galaxy S10. (SN/FHP)

Aneh, Meizu Zero Diperkenalkan Tanpa Lubang dan Tombol

0

Telko.id, Jakarta – Meizu memperkenalkan smartphone pertama di dunia yang sama sekali tidak memiliki lubang ataupun tombol. Meizu Zero, demikian brand asal China ini menyebutnya, merupakan smartphone aneh dan berbeda dibandingkan smartphone lainnya saat ini.

Disebut aneh, karena smartphone ini selain tidak memiliki lubang dan tombol sama sekali, tidak tampak juga lubang speaker, slot kartu SIM, dan port pengisian baterai.

Melansir dari The Sun, pada Selasa (29/01/2019), meski seperti smartphone dengan “pengalaman serba terbatas”, namun sebenarnya Meizu merancang Meizu Zero dengan sejumlah pemikiran solusi cerdas.

{Baca juga: Setelah SuperVOOC, Smartphone Oppo akan Punya Wireless Charging}

Sebab, ada beberapa fitur yang “menutupi kekurangan” pada smartphone ini. Seperti adanya pemindai sidik jari yang berada di bawah layar.

Kemudian, teknologi wireless charging, sehingga pengguna tidak perlu menghubungkan kabel ke port pengisian baterai smartphone. Meizu memberikan pad wireless charging pada paket pembelian yang bisa dimanfaatkan oleh para penggunanya.

Lalu, sebagai pengganti tidak adanya slot kartu SIM, Meizu memilih teknologi eSIM pada smartphone-nya. Sekadar informasi, eSIM merupakan kepanjangan dari Embedded SIM atau kartu yang tertanam. Pengguna tidak akan memiliki port kartu SIM di smartphone-nya, dan mereka secara fisik tidak dapat mengeluarkannya dari perangkat.

{Baca juga: Mengenal Teknologi eSIM, Pengganti SIM Card di Era IoT}

eSIM tersimpan di dalam motherboard dan tidak bisa dilepas. Namun, seperti kartu SIM yang dapat ditukar, pengguna dapat mengubah kartu SIM ke jaringan yang berbeda jika tidak dikunci.

Yang cukup mengesankan adalah, speaker Meizu Zero yang mendukung teknologi mSound 2.0 In-Screen Sound Technology. Itu berarti, layar smartphone juga berfungsi sebagai speaker, untuk mengganti tidak adanya lubang speaker.

{Baca juga: Canggih, Speaker Ini Bisa Ajari Pengguna Bahasa China}

Meizu tidak menjelaskan dengan tepat bagaimana ini bekerja, tetapi diduga teknologi itu merupakan semacam mekanisme getaran pada layar AMOLED berukuran 5,99 inci. Layar ini akan menghasilkan gerakan mikro tertentu yang menciptakan efek audio.

Secara teknis, sebenarnya ada tombol di sisi smartphone. Tapi, tombol itu tidak terlihat dan rata dengan permukaan body. Ini karena, smartphone dilengkapi dengan sensor sentuh kapasitif, yang memberikan umpan balik berupa getaran untuk memberi tahu pengguna bahwa mereka telah menekannya.

Meski sudah diperkenalkan, namun Meizu masih belum mengungkapkan berapa harganya dan kapan smartphone unik ini akan dirilis. (BA/FHP)

5 Teknologi Baru di Samsung Galaxy S10

0

Telko.id – Kurang dari sebulan lagi, smartphone flagship Samsung yang paling dinanti, yakni Samsung Galaxy S10 bakal diresmikan. Smartphone ini dinilai menjadi seri yang paling spesial bagi Samsung, karena perusahaan asal Korea Selatan ini menanamkan sejumlah teknologi baru di Samsung Galaxy S10.

Sekadar informasi, Galaxy S10 akan diperkenalkan Samsung pada ajang Galaxy Unpacked Event 2019 yang diselenggarakan di New York, Amerika Serikat pada 20 Febuari mendatang.

Ketika diluncurkan nanti, smartphone itu diprediksi akan disematkan sejumlah teknologi terbaru yang belum ada di seri Galaxy S sebelumnya. Tak kurang, ada lima teknologi atau fitur baru yang diperkirakan akan hadir di Galaxy S10.

{Baca juga: 3 Prediksi Tren Smartphone Tahun Ini Menurut Oppo, Apa Saja?}

Nah karenanya, sekarang tim Telko.id mau merangkum kelima teknologi dan fitur baru di smartphone ini. Kelimanya, kami perkirakan akan menjadi daya tarik terkuat yang bakal menarik perhatian konsumen ketika pertama kali dirilis nanti. So, yuk simak!

5G

Samsung Galaxy S10 rumornya akan memiliki empat model berbeda, salah satunya adalah model yang sudah mendukung teknologi 5G. Smartphone ini bakal ditenagai oleh prosesor Snapdragon 855 dengan modem Qualcomm X50 5G di dalamnya.

Modem X50 5G sendiri tidak dipasangkan di dalam SoC Snadpragon 855, melainkan terpasang secara terpisah dari prosesor. Sebab, secara default Snapdragon 855 sudah memiliki modem X24 LTE yang mendukung kecepatan sampai 2 Gbps dan teknologi Wi-Fi 6 dengan kecepatan maksimal sampai 10 Gbps dengan delay yang kecil.

{Baca juga: Siapkah Indonesia Menyambut Teknologi 5G? Ini Kata Qualcomm}

Sehingga, smartphone dengan Snapdragon 855 bakal mendukung kemampuan jaringan multi-modeyang memungkinkan pengguna untuk mendapatkan konektivitas ganda antara 4G dan 5G. Modem ini juga memiliki 4 modul antena QTM052 mmWave untuk meningkatkan jangkauan sinyalnya.

Samsung juga bakal menyematkan spesifikasi tertinggi untuk Galaxy S10 5G dengan memberikan RAM 12 GB dan kapasitas penyimpanan hingga mencapai 1 Tera Byte (1TB). Jika itu benar, maka Galaxy S10 5G adalah smartphone pertama di dunia dengan kapasitas memori RAM 12 GB.

Layar Berlubang

Kamera Galaxy S10

Galaxy S10 bakal memiliki bezel layar yang jauh lebih tipis dibandingkan pendahulunya, Galaxy S9. Bukan mengadopsi desain layar berponi atau notchsmartphone ini mengimplementasi desain Infinity O, dengan adanya lubang di sudut layar sebagai tempat bagi kamera depan.

Bahkan, khusus untuk Samsung Galaxy S10+, lubang layarnya sedikit lebih besar dengan ukuran seperti pil. Sebab, di smartphone tersebut terdapat dua kamera depan yang ditaruh pada layarnya.

Dengan mengadopsi desain itu, bisa jadi aspek rasio layar ke body pada Samsung Galaxy S10 mencapai 93,4%, yang artinya hampir seluruh bagian depan smartphone tertutup oleh bentangan layar.

{Baca juga: Wujud Galaxy S10+ dengan Lubang Layar Berbentuk Pil}

Perlu diketahui, dalam mendesain Infinity O di Galaxy S10, Samsung menggunakan metode pengeboran laser antara proses deposisi OLED dan thin-film enkapsulasi (TFE). Proses ini lebih menantang jika dilakukan pada layar OLED fleksibel Samsung yang menggunakan plastik, dan bukan substrat kaca.

Itu karena, lingkar lubang harus disegel secara terpisah terhadap oksigen dan kelembaban supaya LED tidak rusak. Cara yang sulit ini harus ditempuh Samsung untuk memunculkan keunikan produk mereka, terutama pada layar fleksibel OLED smartphone flagship-nya.

Sidik Jari di Layar

Desain Samsung Galaxy S10

Smartphone flagship terbaru Samsung pun bakal didukung oleh teknologi keamanan berbasis biometrik, yakni sidik jari di dalam layarnya. Dalam mengembangkan teknologi tersebut, Samsung menggandeng Qualcomm, sehingga sidik jari yang dibenamkan di badan Samsung Galaxy S10 merupakan komponen fingerprint ultrasonik generasi ketiga milik Qualcomm.

Kabarnya fingerprint ini memiliki respon lebih cepat dibandingkan generasi sebelumnya dan memiliki area sensor yang lebih besar di permukaan layar. Rumornya juga, Samsung akan mengganti iris scanner dengan sidik jari di layar.

{Baca juga: Galaxy S10 Gunakan Sensor Ultrasonik Teranyar Qualcomm?}

Penyebabnya, Samsung merasa teknologi iris scanner tidak bekerja dengan baik, salah satunya sering salah mengenali pemiliknya.

Dompet Kripto

Ahok Bebas

Samsung juga mulai menganggap mata uang digital alias mata uang kripto penting di zaman sekarang. Buktinya, Galaxy S10 dapat berfungsi sebagai dompet untuk mata uang kripto.

Di smartphone ini, terdapat fitur bernama Samsung Blockchain Keystore dengan dukungan mata uang Ethereum, Bitcoin, Bitcoin Cash, dan ERC20. Fitur itu, diketahui dapat menyimpan mata uang kripto, sekaligus menjadi tempat untuk mengatur uang digital oleh pengguna.

{Baca juga: Ada Dompet Mata Uang Kripto di Galaxy S10?}

Memang, belum ada kejelasan soal fitur ini. Namun jika benar, S10 akan menemani smartphone buatan Sirin Labs bernama Finney, yang jadi smartphone pertama dengan dukungan teknologi Blockchain dan juga dompet mata uang kripto.

Sekadar informasi, Finney dipasangi teknologi blockchain untuk dapat memiliki dompet mata uang kripto yang tidak tersambung ke internet. Dengan demikian, peretas tidak bisa mengakses uang yang disimpan.

Warna Gradasi

Galaxy S10

Last but not least, adalah warna gradasi. Samsung Galaxy S10 akan menjadi salah satu smartphone pertama Samsung yang dilapisi oleh warna gradasi.

Smartphone ini memiliki enam piihan warna, jumlah yang sama dengan duo Samsung Galaxy S9. Nah, dua di antaranya adalah warna dengan efek gradasi, seperti smartphone masa kini dan juga warna Green. Sedangkan empat warna lainnya, adalah Black, Gray, Blue, Red.

{Baca juga: Tampil Beda, Samsung Galaxy S10 Punya Warna Gradasi}

Warna gradasi tersebut merupakan salah satu janji dari CEO Samsung Mobile, DJ Koh, yang berjanji akan melakukan perubahan desain yang signifikan pada smartphone flagship-nya.

Well, bagaimana menurut Anda soal teknologi dan fitur baru di Samsung Galaxy S10? Ketika smartphone ini resmi dirilis, manakan teknologi yang benar-benar kalian tunggu? (FHP)

Smartphone Android Q Bakal Secanggih iPhone XS?

0

Telko.id, Jakarta – Smartphone dengan sistem operasi Android Q dikabarkan akan memiliki kecanggihan seperti iPhone XS. Sebab, smartphone tersebut bakal memiliki sistem keamanan berbasis pengenalan wajah yang secanggih Face ID ala iPhone.

Saat ini, kebanyakan smartphone Android hanya menggunakan sistem pengenalan wajah bernama Trusted Face. Sementara Face ID di iPhone, memindai wajah pengguna berdasarkan proyeksi titik kontur, iluminator, dan kamera infra merah.

Beberapa brand smartphone seperti Samsung dan OnePlus memang telah mengembangkan teknologi pengenalan wajah sendiri.

{Baca juga: Selain Suara, Google Assistant Bisa Pindah Wajah Pengguna}

Namun brand asli seperti Google, baru akan menerapkan teknologi serupa pada peluncuran sistem operasi anyar nanti bernama Android Q.

Menurut Engadget, seperti dilansir Telko.id pada Selasa (29/01/2019), bocoran tersebut muncul setelah ada pesan error yang dilihat seorang pengembang, dan mengungkapkannya di situs XDA Developer. Pesan itu menunjukkan bahwa Android Q akan memiliki dukungan sensor pengenal wajah.

{Baca juga: Pekerja Bergaji “Ngepas” di Provinsi Ini Bisa Cepat Beli iPhone XS}

Seperti sistem keamanan pada umumnya, pengguna juga dapat memperkuat sistem pengenalan wajah di Android dengan menggunakan PIN, password ataupun pattern. Kode yang sama ditemukan juga di Android 9 Pie.

Bedanya, di sistem operasi tersebut, sistem pengenalan biometrik juga bisa digunakan untuk melakukan pembelian. (BA/FHP)

Dirut Indosat: Qatar Cukup  Puas Dengan Pertumbuhan Indosat Ooredoo

0

Telko.id – Pemilik Indosat Ooredoo, Qatar Telecom, ternyata cukup puas dengan kinerja perusahaan milik nya di Indonesia ini. Hal ini disampaikan oleh Chris Kanter, President Director & CEO Indosat Ooredoo pada acara Kumpul Media dengan judul “100 Hari Pertama Kepemimpinan Chris Kanter”, di Jogjakarta hari ini.

“Qatar cukup puas dengan pertumbuhan Indosat. Walaupun saya tidak bisa membuka berapa nya, tetapi mereka cukup puas. Memang belum tajam pertumbuhannya. Jadi ‘janji’ untuk memberikan Rp.30 triliun masih terbuka. Terbuka nya seperti apa, saya juga tetap buka opsih-opsih yang memungkinkan,” ujarnya.

Chris Kanter, President Director & CEO Indosat Ooredoo (Icha/Telko.id)

Ya, itulah optimisme Chris Kanter tentang perusahaan yang dipimpinnya ini akan terus maju pada tahun 2019 ini.

Menurut Chris, pertumbuhan dari bulan ke bulan sampai sekarang diatas industri telko. Dulu, dibawah industri selama beberapa tahun.

Dalam memimpinnya, Chris yang juga mantan komisaris di Indosat Ooredoo ini juga kerap ‘mencambuk’ para karyawan nya dengan target-target yang cukup tinggi. Karena dia yakin bahwa ‘people’ ini menjadi kunci untuk perusahaannya untuk maju dan memberikan performance ‘kinclong’ buat para stake holder nya.

Apalagi, Chris melihat tahun 2019 ini menjadi tahun yang penuh tantangan sekaligus tahun yang menjanjikan untuk Indosat Ooredoo.

“Kami meyakini bahwa perusahaan dan industri telekomunikasi secara umum akan bertumbuh sehat di tahun 2019.  Kami menyadari bahwa situasi industri memang menurun akhir-akhir ini, namun pada saat yang sama kami memanfaatkannya untuk mengambil momentum ini melakukan transformasi secara menyeluruh, men-set up strategi bisnis, memperkuat pondasi perusahaan kembali serta mendapatkan komitmen baru dari pemegang saham untuk mendapatkan dukungan penuh untuk tahun bisnis 2019 ini”.

Dari sisi bisnis, Chris Kanter telah berhasil membuat tren revenue secara stabil menguat dalam beberapa kuartal terakhir, perbaikan pada sistem distribusi layanan serta peluncuran beberapa produk baru yang lebih mengutamakan “pull factor”. Sudah tidak lagi melakukan push factor pada distributor nya.

Pembangunan infrastruktur jaringan juga dipercepatan sejak awal kepemimpinannya, khususnya percepatan pembangunan 4G di seluruh Indonesia. Hanya dalam waktu 4 bulan, jangkauan layanan 4G telah mencapai ~80% terhadap populasi nasional. Hal ini juga diikuti dengan peningkatan kualitas layanan Data untuk meningkatkan kualitas pelanggan dalam penggunaan video.

Dari Rp.2 triliun yang dihasilkan dari obligasi sukuk yang baru saja dilakukannya, adalah salah satu opsih pembiayaan yang dilakukan oleh Indosat Ooredoo untuk membangun jaringan. Setidaknya, 80% dari dana yang terkumpul itu akan digunakan untuk bangun jaringan. Baik untuk memperkuat kualitas dan kapasitas di jaringan yang sudah ada maupun membangun di wilayah-wilayah yang belum ada jaringan.

Intinya, adalah membangun jaringan untuk bisa memberikan layanan yang terbaik pada pelanggannya. Jaringan juga jadi kunci.

Saat ini, Chris mengaku bisa membangun 10 ribuan BTS sampai akhir 2018. Desember pada minggu III saja bisa membangun 900 BTS. Lalu, pada Minggu ke 4 bisa mencapai 1880.  Dan itu sudah BTS 4G semua.

Optimisme di tahun 2019

Meyakini bahwa industri telekomunikasi di tahun 2019 akan menguat dan tumbuh dengan sehat sejalan dengan ekspektasi pasar, Indosat Ooredoo berkomitmen untuk terus meningkatkan penetrasi di pasar luar Jawa yang mana ini akan membantu pertumbuhan perusahaan secara keseluruhan.

Perusahaan memprediksi bahwa permintaan terhadap jaringan video-grade 4G akan tetap tinggi di tahun 2019, menggantikan penurunan layanan voice dan sms. Sementara kompetisi akan tetap agresif tetapi dengan adanya peraturan pemerintah yang membatasi kepemilikan SIM untuk setiap pelanggan akan merubah dinamika industry ke arah yang lebih baik.

Jadi, pada kuartal I 4G, Chris janji bahwa pada kuartal 1 2019 nanti jaringan Indosat Ooredoo sudah akan 4G overlay. Dan selama 2019 akan membangun 4300 site. Sedangkan pada tahun 2020 akan menambah 5000-6000 site. (Icha)

Asus ROG G703GX, Laptop Gaming Pertama dengan GeForce RTX 2080

0

Telko.id, Jakarta  –  Asus akan akan meluncurkan tiga laptop gaming berbasis NVIDIA GeForce RTX pada Selasa besok 29 Januari 2019. Menariknya, salah satu laptop yang akan diluncurkan, yakni Asus ROG G703GX akan menjadi laptop gaming pertama dengan GPU GeForce RTX 2080 di Indonesia.

Seperti diketahui, GeForce RTX merupakan GPU gaming terbaru dari NVIDIA. GPU yang menggunakan arsitektur Turing tersebut hadir dengan CUDA Core serta RT Core yang diklaim dapat menghadirkan kualitas visual luar biasa berkat dukungan teknologi ray tracing. GeForce RTX juga sudah dilengkapi Tensor Core yang dapat mengakselerasi performa AI.

GeForce RTX 2080 merupakan lini premium dari keluarga GPU Turing. GPU ini mampu menghadirkan performa luar biasa serta dapat melahap semua game berat yang ada saat ini dengan tampilan visual terbaik.

Asus menjadi brand pertama di Indonesia yang menghadirkan laptop dengan GPU NVIDIA GeForce RTX 2080 setelah pengumuman perdananya di ajang CES 2019. Adapun laptop yang akan mengusung GPU powerful GeForce RTX 2080 adalah Asus ROG G703GX.

Selain itu pabrikan asal Taiwan ini juga akan memperkenalkan dua laptop berbasis GeForce RTX, yaitu ROG Strix GL504GW Scar II dan GL704GV Scar II. Keduanya merupakan generasi terbaru dari GL504 dan GL704 yang sangat populer.

{Baca juga: Asus ROG Zephyrus S GX701, Ringkas tapi Powerful}

Khusus untuk ROG G703GX, laptop ini akan menjadi yang pertama di Indonesia menggunakan GeForce RTX 2080. Laptop ini juga hadir dengan prosesor ultra-kencang yaitu Intel Core i9 versi factory overclocked, dan juga memiliki sistem pendingin sehingga memastikan performa lebih stabil.

ROG G703GX menggunakan layar dengan panel IPS-level yang memiliki refresh rate hingga 144Hz, 3ms grey-to-grey (GTG) response time, serta dukungan teknologi NVIDIA G-SYNC.

ROG G703GX juga hadir dengan teknologi penyimpanan HyperDrive Extreme yang mengkombinasikan tiga NVMe PCIe SSD pada konfigurasi RAID 0, sehingga bisa menghadirkan kecepatan baca hingga 8700MB/s, tercepat di antara semua laptop gaming.

{Baca juga: Asus Rilis Laptop Gaming Khusus Gamers MOBA dan FPS}

Meski masih menggunakan desain laptop gaming tradisional, ROG G703GX tetap bisa diandalkan sebagai perangkat bergerak. Laptop ini tetap bisa digunakan di atas pangkuan penggunanya dan tetap tampil layaknya sebuah laptop. Di sisi lain, ROG G703GX merupakan laptop gaming dengan performa kelas desktop yang dapat melahap semua game terkini tanpa kompromi.

Laptop gaming berikutnya yanga akan diluncurkan Asus adalah ROG Strix GL504GW Scar II. Laptop ini merupakan generasi terbaru dari lini ROG Strix GL504 Scar II yang sudah hadir di Indonesia sejak tahun 2017.

Bedanya, kali ini ROG Strix GL504GW Scar II tampil dengan salah satu GPU terbaru NVIDIA yaitu GeForce RTX 2070, yang membuatnya semakin kencang.

Laptop ini didukung sistem pendingin khusus dengan teknologi Anti-Dust Cooling, layar 15 inci 144Hz dengan response time 3ms (grey-to-grey) dan dilengkapi teknologi NanoEdge Display, hingga desain khas ROG dengan RGB LED pada keyboard dan bodinya.

Laptop gaming ini tetap mengandalkan prosesor Intel Core generasi ke-8 serta dibekali dengan RAM DDR4 berkecepatan 2666MHz yang memiliki kapasitas sebesar 16GB. Untuk penyimpanannya, ROG Strix GL504GW Scar II menggunakan M.2 NVMe PCIe SSD berkapasitas 512GB yang sangat kencang.

Selanjutnya ada ROG Strix GL704GV Scar II, yang mengandalkan layar lebih besar dan performa lebih powerful. Bagi gamer yang menginginkan laptop gaming terbaik dengan layar 17 inci, ROG Strix GL704GV Scar II adalah jawabannya.

{Baca juga: Asus TUF FX505, Laptop Gaming Terjangkau Berstandar Militer}

Laptop gaming berlayar lebar ini hadir dengan GPU NVIDIA GeForce RTX 2060 yang menjanjikan peningkatan performa dari generasi sebelumnya ditambah dengan fitur real-time ray-tracing yang saat ini hanya tersedia pada lini GPU GeForce RTX.

ROG Strix GL704GV Scar II juga mengandalkan prosesor Intel Core generasi ke-8 serta dibekali dengan RAM DDR4 berkecepatan 2666MHz yang memiliki kapasitas sebesar 16GB. Agar performanya lebih optimal, laptop gaming ini juga dibekali dengan M.2 NVMe PCIe SSD serta sistem pendingin khusus agar setiap komponen dapat berkerja sempurna. [HBS]

 

Nokia 2 Bakal Dapat Pembaruan ke Android Oreo?

0

Telko.id, Jakarta – HMD Global berencana akan menggulirkan update terbaru sistem operasi Android Oreo ke ponsel keluaran lamanya, Nokia 2. Sebelumnya, perusahaan asal China ini berencana meluncurkan pembaruan serupa ke delapan model ponsel lain Nokia pada awal kuartal dua 2019.

Perangkat tersebut termasuk ponsel kelas entry-level Nokia 1, yang berbekal RAM 1 GB dan ruang penyimpanan internal berkapasitas 8 GB. Namun, kala itu, Nokia 2 belum termasuk dalam daftar perangkat yang menerima pembaruan sistem operasi Android.

Meluncur secara resmi pada musim gugur 2017 lalu, Nokia 2 berbekal layar berukuran lima inci. Ukuran tersebut jauh lebih besar ketimbang layar milik Nokia 1. Meski demikian, Nokia 2 masih saja menerapkan sistem operasi lama, yakni Android 7.0 Nougat.

Kabar terbaru, via akun Twitter, Chief Product Officer HMD Global, Juho Sarvikas, menyebut  bahwa sebelum peluncuran inisiatif Google Android Go, Nokia 2 masih berpeluang untuk menerima pembaruan ke sistem operasi generasi yang lebih baru.

{Baca juga: Sah! Ini Tanggal Peluncuran Nokia 9 PureView}

Tapi, menurut laporan Gizmochina, dikutip Telko.id pada Senin (28/1/2019), mengubah sistem operasi dari versi Android standar ke program Android Go minim kemungkinan. Pengguna Nokia 2 pun punya opsi untuk beralih ke Android terbaru atau tidak.

Kabarnya, HMD Global akan mendistribusikan Android Oreo ke ponsel Nokia keluaran lawas melalui opsi unduh di halaman situs khusus. Pengguna wajib mengunduhnya secara manual, bukan melalui over-the-air. Sayang, belum ada detail waktu penerapannya.

{Baca juga: Horee! 5 Smartphone Nokia Ini dapat Update ke Android Pie}

Sebelumnya, HMD Global dikabarkan juga bersiap untuk mendistribusikan pembaruan ke sistem operasi Android Pie untuk 5 smartphone Nokia. Pembaruan sistem operasi ke Android Pie diproyeksikan disebar sebelum akhir semester pertama tahun ini.

Sumber: Gizmochina

Samsung Stop Kemasan Plastik untuk Bungkus Ponsel

0

Telko.id, Jakarta – Perusahaan teknologi luar negeri mulai menerapkan kebijakan anti-kantong plastik. Samsung, misalnya, akan berhenti memakai kemasan plastik untuk produk-produk yang dijual. Tujuannya untuk mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan.

Dilansir Mashable, seperti dikutip Telko.id pada Senin (28/1/2019), nantinya ponsel Samsung dibungkus menggunakan kertas daur ulang dan kemasan berbasis bio. Samsung mengumumkan kebijakan bernama Zero Waste tersebut pada Minggu (27/1/2019) lalu.

Samsung bahkan tak hanya memberlakukan kebijakan itu untuk produk ponsel, tetapi juga tablet, dan lainnya. Nantinya, kemasan produk-produk tersebut terbuat dari bahan yang bisa dipakai ulang. Kardus ponsel berbahan plastik akan diganti dengan cetakan pulp.

Aksesori ponsel pun akan dibungkus menggunakan bahan yang ramah lingkungan. Pengisi daya ponsel Samsung turut berubah dari lapisan mengilap ke matte. Dengan demikian, Samsung  tidak lagi perlu menggunakan film perlindungan yang terbuat dari plastik.

{Baca juga: Duh.. Asia Penyumbang Sampah Elektronik Terbesar}

Bagaimana dengan produk seperti TV, lemari es, mesin cuci, dan peralatan dapur? Samsung bakal tidak lagi menggunakan kantong plastik standar. Perusahaan memutuskan untuk memakai tas yang terbuat dari plastik daur ulang dan bioplastik sehingga ramah lingkungan.

Bahan-bahan pembungkus tersebut berasal dari bahan biomassa seperti lemak nabati, tepung jagung, atau tebu. Menurut informasi, perubahan kemasan akan dimulai oleh Samsung pada paruh kedua tahun ini. Pengadaan kertas baru akan dilakukan pada 2020.

Sebelumnya, pada 2017, Apple menyusun rencana untuk sumber kertas dan plastik. Apple memeriksa ulang bahan kemasan pada 2015. Bahkan, pada 2012, kemasan iPod terbuat dari biodegradable guna meminimalisasi penumpukan sampah plastik.

Apple diakui sebagai salah satu perusahaan teknologi paling ‘hijau’ di dunia. Namun Apple mengakui, di seluruh produk yang mereka jual masih terdapat komponen yang tidak ramah lingkungan.

{Baca juga: Apple Berencana Bikin Ponsel dari Bahan Daur Ulang}

Hal ini dikarenakan beberapa material yang digunakan masih harus digali dalam tanah, alias mereka masih harus menambang untuk mendapatkan material tersebut.

Oleh karena itu, dalam laporan tahunan mereka yang bertajuk Apple’s 2017 Environment Responsibility Report, mereka kini sedang mencari cara untuk menghentikan kegiatan yang merusak lingkungan tersebut untuk mendapatkan material yang diinginkan.

Sumber: Mashable