spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1372

Mahal, Harga PlayStation 5 Diprediksi Sekitar Rp 7 Jutaan

0

Telko.id, Jakarta – Walaupun belum ada keterangan resmi mengenai peluncuran PlayStation 5, sejumlah prediksi mengenai harga konsol game seri terbaru buatan Sony mulai bermunculan. Diantara prediksi yang beredar, disebutkan bahwa harga perangkat adalah USD 499 atau sekitar Rp 7 juta.

Dilansir Telko.id dari Game Rant pada Senin (11/02/2019), Hideki Yasuda seorang analis dari Ace Research Institute memprediksi jika PlayStation 5 (PS5) akan diluncurkan dengan harga premiun dan cukup tinggi yakni USD 499 atau Rp 7 juta.  Jika dibandingkan dengan PlayStation 4 (PS4), maka harga ini jauh lebih mahal. Pasalnya, saat diluncurkan pada 2013 lalu harga PlayStation 4 adalah USD 399 atau Rp 5,6 juta.

Namun demikian, harga PlayStation 5 ini bisa saja berbeda dari prediksi. Menurut Yasuda, ada peluang bahwa PlayStation 5 dapat diluncurkan dengan harga di bawah Rp 7 juta bahkan seharga Rp 5,6 juta seperti harga jual PlayStation 4.  Yasuda menambahkan jika mungkin pihak Sony melakukan berbagai strategi untuk menjaga agar tetap menjadi terdepan di industri game konsol dunia. Lantas kapan PlayStation 5 akan diluncurkan?

{Baca juga: Gambar “Bocoran” PlayStation 5 di Rusia Ternyata Hoax}

Dalam analisnya, Yasuda memprediksi jika PlayStation 5 akan dirilis pada tahun 2020. Analisa ini cukup berbeda dengan prediksi awal tahun lalu dimana konsol game tersebut bisa saja hadir di tahun 2019 ini.

Terkait teknologi PlayStation 5, Yasuda memperkirakan bahwa teknologinya sangat mirip dengan pendahulunya dalam hal konsol premium yang dapat menjalankan game AAA  atau game yangmemilki skor A dalam bidang grafis, kualitas gameplay, dan tentu saja hasil penjualan.

{Baca juga: Bukan 2021, Sony Rilis PlayStation 5 Tahun Depan? }

Dia juga  memperkirakan bahwa PlayStation 5 akan memiliki jajaran peluncuran eksklusif pihak pertama yang tangguh. Spekulasi mengenai pilihan game dalam PlayStation 5 sudah lama bermunculan.

Baru-baru ini sebuah kabar mengatakan bahwa  1 dari 5 pengembang dikatakan bekerja pada game generasi berikutnya, dan para gamers mulai berspekulasi bahwa beberapa game Sony yang paling mengesankan seperti The Last of Us Part II, Death Stranding, dan Ghosts of Tsushima mungkin bisa melewatkan PlayStation 4  karena ingin diluncurkan untuk judul PlayStation 5. Sehingga patut kita tunggu kapan Sony akan mengumumkan terkait konsol game tersebut. [NM/IF]

 

Hands-on Samsung Galaxy M20: Smartphone Berponi Khusus Milenial

0

Telko.id – Setelah dirilis di India beberapa waktu lalu, smartphone berponi pertama Samsung, Samsung Galaxy M20 akhirnya resmi melenggang di Indonesia. Smartphone dengan desain Infinity V ini dipersiapkan Samsung sebagai pilihan alternatif bagi masyarakat Indonesia yang menginginkan smartphone berdesain kekinian dengan spesifikasi lumayan, dan dilepas dengan harga yang cukup terjangkau.

Di Indonesia, harga Samsung Galaxy M20 mencapai Rp 2,7 jutaan. Samsung menyatakan, ada sejumlah fitur canggih di dalamnya yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia, khususnya generasi milenial.

Nah, dalam tulisan kali ini, tim Telko.id akan mengulas secara singkat smartphone menengah terbaru Samsung tersebut untuk Anda lewat hands-on Samsung Galaxy M20.

{Baca juga: Hands-on Nokia 5.1 Plus: Menengah Terjangkau dengan Helio P60}

Sehingga, Anda dapat mengetahui seperti apakah Galaxy M20 dari sisi desain, spesifikasi, serta fiturnya. Yuk simak!

Desain

Foto: Helmi/Telko.id

Lewat Samsung Galaxy M20, Samsung akhirnya menegaskan kalau brand sebesar mereka pun harus mengikuti tren desain saat ini. Ya, Galaxy M20 mengadopsi desain Infinity V yang membuatnya mempunyai notch atau poni berbentuk waterdrop yang mungkin “terinspirasi” dari Oppo F9, Vivo V11 Pro, dan smartphone menengah lainnya.

Notch itu, menjadi tempat bagi kamera depan, earpiece dan sejumlah sensor lainnya. Dengan pemanfaatan desain Infinity V juga, Galaxy M20 pun memiliki bezel yang cukup tipis di tiap sisinya, yang mengelilingi layar besar berjenis PLS TFT berukuran 6,3 inci dengan resolusi Full HD+.

Foto: Helmi/Telko.id

Berkat penggunaan layar besar yang dipadu dengan desain fullscreen kekinian, Galaxy M20 pun sangat nyaman digenggam atau dioperasikan menggunakan satu tangan. Desain kekinian pun dihadirkan pula pada bagian belakangnya.

{Baca juga: Harga Samsung Galaxy M20 di Indonesia Lebih Mahal, Kok Bisa?}

Galaxy M20 punya body berbahan dasar polycarbonate yang dilapisi warna glossy tanpa embel-embel warna gradasi. Ada dua pilihan warna yang tersedia, yakni Charcoal Black dan Ocean Blue.

Foto: Helmi/Telko.id

Masih bagian belakang, terdapat frame kamera ganda yang ditempatkan secara vertikal, yang terpisah dengan LED Flash di bagian bawahnya. Frame kamera dan LED Flash tersebut diletakkan di sisi kiri body smartphone.

Terdapat juga sensor sidik jari dengan ukuran cukup besar pada bagian tengah body smartphone. Sekilas, desain body belakang smartphone ini sedikit mirip dengan Vivo V11 versi standar yang juga beredar di Indonesia.

Spesifikasi

Foto: Helmi/Telko.id

Samsung Galaxy M20 ditenagai oleh spesifikasi cukup mumpuni untuk sebuah smartphone kelas menengah. Samsung menyematkan mesin utama berupa prosesor octa-core 1.8 GHz Exynos 7904, GPU Mali G71 MP2, RAM 3 GB, ROM 32 GB, dan baterai berkapasitas 5,000 mAh.

Dapur pacu tersebut, mampu menopang seluruh proses yang berjalan di atas sistem operasi Samsung Experience 9.5 berbasis Android Oreo. Apakah smartphone ini akan mendapatkan sistem operasi terbaru Samsung, yakni One UI?

Menurut Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia, Irfan Rinaldi, One UI sampai saat ini hanya tersedia untuk seri flagship Samsung. Akan tetapi, smartphone menengah tersebut akan tetap mendapatkan experience khas Samsung, khususnya dalam sektor baterainya.

{Baca juga: Samsung Rilis Smartphone Infinity V Pertama di Indonesia, Galaxy M20}

Berbicara soal baterai, Samsung memang mengunggulkan sektor baterai sebagai daya tarik utama Galaxy M20. Diklaim, dengan baterai sebesar itu, Galaxy M20 bisa bertahan seharian. Seperti digunakan untuk talk time sampai 28 jam, dan untuk memutar video, dapat bertahan hingga 17 jam.

Baterai inipun telah mendukung teknologi fast charging dengan kecepatan maksimal 9V/1,67A, yang diklaim mampu mengisi baterai smartphone dari 0% sampai penuh selama 145 menit.

Sekarang membahas sisi kameranya. Samsung Galaxy M20 punya kamera ganda di bagian belakang dengan resolusi masing-masing 13 MP aperture f/1.9 dan 5 MP lensa ultra-wide.

Ada berbagai fitur yang disematkan di kamera ini, seperti Live Focus, Sticker, Mode Pro, sampai mode Beautify. Hasil kameranya juga cukup bagus untuk sekelas smartphone menengah, karena detail dan ketepatan warnanya juga cukup tajam dan berkualitas baik. Berikut hasil fotonya:

Sementara kamera depan, beresolusi 8 MP dengan aperture f/2.0. Ada sejumlah fitur di kamera depannya, yakni Live Focus sampai mode Sticker yang memungkinkan pengguna menempelkan berbagai stiker lucu pada foto selfienya. Berikut beberapa hasil foto menggunakan kamera depan:

Secara garis besar, Samsung Galaxy M20 memang menjadi opsi alternatif yang lebih terjangkau bagi masyarakat Indonesia yang ingin menjajal smartphone berteknologi dan fitur khas Samsung. Namun sayang, harganya ternyata jauh lebih mahal dibandingkan dengan harganya ketika dijual perdana di India, karena di sana dijual di harga Rp 2,1 jutaan. (FHP)

5 Alasan Kenapa Gaming Lancar Tak Butuh Smartphone Mahal!

0

Telko.id, Jakarta – Main game seperti telah menjadi kebiasaan bagi sebagian orang. Jika bukan karena pekerjaan, benar-benar menggemarinya alias hobi, ya untuk sekedar mengisi waktu luang. Tak heran, jika kemudian berbagai perangkat yang terkait dengan game pun banyak dihadirkan oleh para smartphone vendor.

Gelombang baru smartphone gaming, yang sempat terjadi di era 2000an silam pun kembali terjadi dengan banyaknya nama besar yang menghadirkan smartphone khusus untuk gaming. Ada beberapa kesamaan diantara semuanya, meski masing-masing juga mencoba untuk membedakan dirinya dengan yang lain. Caranya? Dengan menghadirkan fitur yang unik. Pada umumnya, mereka semua lebih condong ke arah-terutama-menjadi smartphone dengan fitur tambahan untuk bermain game, daripada mencoba menjadi ponsel hybrid-50 persen smartphone, 50 persen konsol.

Tapi, apa kehadiran smartphone khusus untuk gaming berharga mahal benar-benar wajib, utamanya bagi mereka yang suka bermain game secara mobile?

Sebenarnya tidak juga. Apalagi sekarang ini, disaat para pabrikan secara terbuka menggelar perang spesifikasi. Dan dengan peningkatan RAM serta prosesor yang terjadi setiap tahunnya, kini  smartphone mainsteam sekalipun lebih dari mampu untuk menangani game yang canggih dan grafis resolusi tinggi.

Dan yang pasti tak selalu harus mahal, apalagi yang mengharuskan kita menjual ginjal untuk mendapatkannya. Ada banyak smartphone di luar sana, yang tak hanya mumpuni secara kinerja, tetapi juga terjangkau secara harga. Nah, Xiaomi Mi A2 salah satunya. Bukan saja bisa menjalankan tugasnya dengan baik sebagai smartphone, Mi A2 bahkan bisa menjadi teman bermain game yang andal. Beberapa hal berikut jadi alasannya.

1. Layar Besar

Xiaomi membekali Mi A2 dengan layar LCD berukuran 5,99 inci, lengkap dengan resolusi 2160×1080 (Full HD+) dan aspek rasio 18:9; 403PPI, 85% NTSC. Di atas kertas, ini berada di level yang sama dengan beberapa seterunya yang juga menampilkan layar Full HD. Kami pribadi menilai ini lebih dari cukup. Nyaman lah untuk  penggunaan sehari-hari. Tulisan dan gambar tampak tajam, dengan sudut pandang yang juga bagus. Ini penting, karena artinya kita bisa mendapatkan pengalaman melihat yang lebih baik, entah itu sekedar browsing, menonton video, hingga tentu saja bermain game.

Oh, satu jempol buat Xiaomi, yang memilih tidak mengikuti tren poni – setidaknya untuk seri ini. Kami jadi tidak perlu repot-repot menyingkirkannya saat sedang ingin bermain game.

2. Prosesor Mumpuni

Seperti kebanyakan pabrikan, Xiaomi juga memutuskan untuk melanjutkan perang spesifikasi di ranah smartphone. Sebagai hasilnya, tertanamlah kekuatan Snapdragon 660 dari Qualcomm (2.2GHz max, GPU Adreno 512) di badan Mi A2.

Secara garis besar, kinerja yang ditorehkan lebih dari cukup untuk menunjang kebutuhan sehari-hari, ya browsing, nonton,  main game,  dan lainnya. Berdasarkan hasil pengujian kami, nyaris tak ada masalah berarti saat menggunakannya. Bahkan saat memainkan game dengan grafis tinggi sekalipun.

Kami mengujinya pertama kali dengan memainkan Asphalt 9: Legends. Secara keseluruhan, pengalaman memacu kendaraan berjalan dengan mulus. Selain itu, suhu badannya pun tak lantas melonjak naik, meski telah dimainkan selama beberapa waktu. Hal yang tak jauh berbeda berlaku kala kami memainkan PUBG. Mi A2 bisa memainkannya dengan baik. Meski tidak dalam pengaturan tertinggi. Oh, satu hal yang perlu dicatat, PUBG cukup menguras baterai. Jadi menjadi kelebihan tersendiri ketika Xiaomi membekalinya dengan baterai 3.010 mAh. Bolehlah untuk menjadi teman bermain game. Mi A2 bisa bertahan sekitar 10 jam untuk pemakaian berat.

Singkat kata, senjata memang penting saat kita ingin menjadi pemenang dalam PUBG, pun demikian dengan baju pelindung, serta alat-alat lainnya, tapi tidakkah semua itu akan berjalan lebih mulus dengan prosesor yang mumpuni?

3. RAM dan Memori Internal Besar

Saat ini, ada begitu banyak pilihan RAM di pasaran. Mulai dari RAM yang kapasitasnya 2GB, 4GB, 8GB, bahkan 32GB. Bagi para penikmat game atau gamers, RAM dengan kapasitas besar tentu saja menjadi pilihan demi mendapatkan pengalaman bermain game tanpa hambatan.

Di badan Mi A2, Xiaomi membenamkan kapasitas RAM 4GB, dengan penyimpanan internal 64GB. Secara hitung-hitungan, ini memang terbilang standar, namun lebih dari cukup untuk membawa kita menikmati game di ponsel. Bahkan PUBG sekalipun. Setidaknya, jauh dari force closed secara tiba-tiba. Sementara memori internal yang dibawanya lebih dari cukup untuk menampung banyak game, lantaran sisa memori tetap harus dibagi dengan sistem berukuran besar.

4. Android One

Berbekal Android One di badannya, Xiaomi Mi A2 tak hanya memungkinkan kita mendapatkan pengalaman Android yang “murni” karena memang berbeda dengan smartphone Android umumnya, ini juga tidak mengharuskan kita berhadapan dengan banyak bloatware atau aplikasi tambahan yang biasanya dibenamkan produsen smartphone di ponselnya. Alhasil, ponsel pun terasa lebih ringan dan lebih cepat saat dioperasikan.

Kelebihan lainnya, dan ini sebagaimana telah dijanjikan Google, ponsel Android One akan menjadi ponsel yang mendapatkan pembaruan atau update yang lebih cepat daripada smartphone Android lainnya.

Nah, karena update yang lebih cepat ini, ponsel Android One seperti Mi A2 pun lebih aman daripada smartphone Android lainnya yang harus menunggu pembaruan lebih lama. Pasalnya, pada setiap pembaruan selalu ada pembaruan dalam hal keamanan, yang akan membuat ponsel lebih aman dari serangan virus atau hacker.

5. Harga Terjangkau

Bagus tak melulu harus mahal, mungkin itu ungkapan yang tepat untuk ponsel Android One kedua yang pernah dihadirkan Xiaomi ini. Alih-alih membawa banderol harga yang mahal, Xiaomi memilih menjual Mi A2 dengan harga yang bersahabat. Sebagai imbalannya, kita tak hanya mendapatkan layar besar dengan resolusi Full HD+, tetapi juga prosesor mumpuni dan RAM/ROM besar. Selain itu, masih ada torehan Android One serta fitur-fitur pelengkap lainnya. Katakan saja kamera ganda, sensor sidik jari dan baterai yang besar. Nah, lebih dari cukup bukan untuk sekedar main game, bahkan PUBG?

Sekedar informasi, saat ini Xiaomi Mi A2 bisa diperoleh baik di Mi Store, Lazada maupun Shopee.

Samsung Rilis Smartphone Infinity V Pertama di Indonesia, Galaxy M20

0

Telko.id, Jakarta – Smartphone Samsung dengan desain Infinity V pertama di Indonesia akhirnya dirilis. Ya, Samsung Galaxy M20 resmi melenggang di Tanah Air, setelah pertama kali diperkenalkan di India beberapa waktu lalu.

Smartphone ini membawa berbagai fitur canggih sebagai daya tarik utamanya, salah satunya adalah di sektor baterainya.

Gak perlu lagi bawa powerbank kemana-mana, karena bisa 28 jam talk time, dan 17 jam video play,” klaim Senior Product Marketing Manager  Samsung Indonesia, Selvia Gofar di acara Unboxing Samsung Galaxy M20, di Jakarta, Senin (11/02/2019).

{Baca juga: Bukan Satu, Banyak Smartphone Berponi Samsung Dirilis Tahun Ini}

Samsung Galaxy M20 ditopang oleh baterai berkapasitas 5,000 mAh. Baterai tersebut didukung oleh teknologi fast charging dengan kecepatan maksimal 9V/1.67A. Diklaim, baterai berkapasitas sebesar itu mampu menemani pengguna sampai seharian.

Smartphone tersebut telah mengusung layar berukuran 6,3 inci beresolusi Full HD+ dengan desain Infinity V. Di sisi dapur pacunya, digunakan prosesor octa-core Exynos 7904, RAM 3 GB, ROM 32 GB, dan sistem operasi Samsung Experience 9.5 berbasis Android Oreo.

Untuk kameranya, ada kamera ganda di bagian belakang dengan resolusi masing-masing 13 MP aperture f/1.9 dan 5 MP lensa ultra-wide. Sementara untuk kamera depan, beresolusi 8 MP dengan aperture f/2.0.

{Baca juga: Smartphone Berponi Samsung Galaxy M Lolos TKDN}

“Sistem operasi telah disesuaikan dengan notch, salah satunya juga pada software kameranya,” ujar Selvia.

Samsung juga berencana untuk membawa “versi rendah” dari Galaxy M20, yakni Samsung Galaxy M10. Smartphone tersebut sama-sama mengusung layar Infinity V dengan ukuran 6,2 inci dan beresolusi HD+.

Ditenagai juga oleh prosesor octa-core Exynos 7870, RAM 2 GB, ROM 16 GB, dan baterai berkapasitas 3,400 mAh. Sisi kamera, terdapat kamera ganda di bagian belakang, dengan resolusi masing-masing 13 MP aperture f/1.9 dan 5 MP lensa ultra-wide serta kamera depan beresolusi 5 MP aperture f/2.0.

{Baca juga: Duo Samsung Galaxy M Siap Hadang Xiaomi di India}

Sayang, Samsung belum mau memberikan informasi detail soal waktu peluncuran, harga, serta detail lainnya.

“M10 akan hadir di Indonesia, tapi detailnya akan infokan lebih detail kapan dan harganya berapa, serta penjualannya dimana,” pungkasnya. (FHP)

Harga Samsung Galaxy M20 di Indonesia Lebih Mahal, Kok Bisa?

0

Telko.id, Jakarta – Samsung Galaxy M20 resmi dibawa ke Indonesia. Smartphone ini dibanderol dengan harga yang cukup bersaing dengan seri lainnya yang beredar di Tanah Air, karena harga Samsung Galaxy M20 mencapai Rp 2,7 jutaan.

Akan tetapi, harga itu ternyata jauh lebih mahal dibandingkan dengan harganya ketika dijual perdana di India.

Sekadar informasi, saat pertama kali dirilis di India, Galaxy M20 dibanderol dengan harga Rp 2,1 jutaan. Lantas, apa yang membuat Samsung memutuskan untuk menjualnya dengan harga lebih mahal di Indonesia?

{Baca juga: Samsung Rilis Smartphone Infinity V Pertama di Indonesia, Galaxy M20}

Menurut Senior Product Marketing Manager Samsung Indonesia, Selvia Gofar, itu dikarenakan adanya kebijakan atau strategi yang diterapkan di masing-masing negara, khususnya dalam harga.

“Seperti di Indonesia, layanan after sales juga diperhatikan untuk menentukan harganya,” katanya, dalam acara Unboxing Samsung Galaxy M20, di Jakarta, Senin (11/02/2019).

Samsung Galaxy M20 sendiri menjadi smartphone pertama Samsung dengan desain Infinity V di Indonesia. Smartphone ini mengusung layar dengan desain memanjang berukuran 6,3 inci beresolusi Full HD+ dengan adanya notch berbentuk waterdrop di bagian atasnya.

{Baca juga: Bukan Satu, Banyak Smartphone Berponi Samsung Dirilis Tahun Ini}

Smartphone tersebut mengandalkan sisi baterai sebagai salah satu daya tarik utamanya. Sebab, Galaxy M20 ditopang oleh baterai berkapasitas 5,000 mAh yang telah didukung oleh teknologi fast charging dengan kecepatan maksimal 9V/1,67A yang dapat mengisi penuh baterai selama 145 menit.

Dengan baterai sebesar itu, Selvia mengklaim bahwa Galaxy M20 bisa bertahan seharian. Seperti talk time misalnya, smartphone bisa bertahan sampai 28 jam. Sementara ketika digunakan untuk memutar video, dapat bertahan hingga 17 jam.

Di sisi dapur pacunya, digunakan prosesor octa-core Exynos 7904, RAM 3 GB, ROM 32 GB, dan sistem operasi Samsung Experience 9.5 berbasis Android Oreo. Sementara untuk kameranya, ada kamera ganda di bagian belakang dengan resolusi masing-masing 13 MP aperture f/1.9 dan 5 MP lensa ultra-wide, dan kamera depan beresolusi 8 MP dengan aperture f/2.0.

Samsung Galaxy M20 akan dijual perdana secara flash sale pada tanggal 14 sampai 21 Februari mendatang, di e-commerce Lazada, Blibli, dan JD.ID. Tersedia dua pilihan warna, yakni Charcoal Black dan Ocean Blue. (FHP)

Belum Dijual, Toko Ini Layani ‘Hands-on’ Samsung Galaxy S10

0

Telko.id, Jakarta – Ada kabar gembira bagi fans Samsung di Amerika Serikat (AS) yang sudah tak sabar membeli Samsung Galaxy S10. Pasalnya, sebuah toko di New York, AS menyediakan unit demo smartphone bagi yang ingin menjajal atau hands-on Galaxy S10, pada hari peluncurannya.

Tentu kesempatan ini tak boleh dilewatkan. Karena sembari menunggu dibukanya pre-order, para fans bisa mencicipi secara langsung Galaxy S10 di toko bernama ‘Samsung 837’ itu.

Jadi, nanti setelah Samsung resmi meluncurkan Galaxy S10 pada 20 Fabruari di San Fransisco, Anda bisa langsung menyambangi toko Samsung 837 ini untuk mencoba unit demo yang disediakan toko tersebut secara langsung.

Dilansir Telko.id dari Ubergizmo pada Senin (11/02/2019), Samsung menyediakan toko utama di Ney York ini untuk memberikan kesempatan kepada para penggunanya untuk merasakan produk-produk terbaru mereka.

Menurut pihak Samsung, toko tersebut  adalah pusat pengalaman terbesar yang mereka bangun di Amerika Serikat, sehingga cocok dijadikan tempat bagi orang untuk merasakan pengalaman secara langsung menggunakan produk-produk baru dari Samsung.

{Baca juga: Siap-siap! Ini Tanggal Rilis Samsung Galaxy S10}

Sebelumnya Samsung telah mengumumkan bahwa Galaxy S10 akan dirilis pada tanggal 20 Februari 2019 di acara Samsung Unpacked, yang biasanya berbarengan dengan digelarnya ajang MWC 2019 di Barcelona Spanyol.

Namun di tahun ini, pabrikan asal Korea Selatan itu nampaknya mulai meningalkan tradisi lama itu, dan lebih memilih San Fransisco sebagai destinasi tempat mengumumkan smartphone flagship tercanggihnya itu.

Kepastian tanggal peluncuran Galaxy S10 ini terungkap lewat undangan yang disebarkan Samsung, dimana pada undangan tersebut terpampang angka 10 yang diduga kuat sebagai tanda peluncuran Galaxy S10.

Kabarnya Samsung akan meluncurkan tiga model unggulan, yakni Galaxy S10, dan Galaxy S10+, dan Samsung Galaxy S10e yang disebut-sebut sebagai produk bersi flagship dengan harga yang lebih terjangkau.

Sedangkan untuk pre-order, menurut rumor yang beredar menyebtkan bahwa Samsung akan mulai membuka pre-order mulai 21 Februari 2019 atau satu hari setelah tanggal peluncuran.

Samsung Galaxy S10 sendiri memang telah menjadi topik pembicaraan. Hal ini semakin ramai usai munculnya berbagai foto yang diklaim sebagai wujud dari smartphone tersebut.

Misalnya sempat ada rumor jika Galaxy S10 dipastikan akan memiliki dua kamera ganda di bagian depannya. Hal ini karena adanya bocoran foto desain Galaxy S10 yang tersebar melalui situs Slashleaks.

Dilansir Ubergizmo, Senin (10/12), bocoran foto Galaxy S10 tersebut dibagikan akun NTKLEAK di situs Slashleaks, yang kemudian diposting ulang oleh Đỗ Văn Hải melalui Facebook-nya, meski telah dihapus.

{Baca juga: Bocoran Foto Ini Ungkap Desain Samsung Galaxy S10}

Foto itu menunjukkan prototipe Galaxy S10 yang menampilkan dua kamera di bagian depan, yang terletak di sisi kanan layar smartphone. Posisinya sedikit berbeda dengan rumor soal kamera Samsung Galaxy S10.

Akan tetapi, jika melihat bahwa ini merupakan perangkat prototipe, maka ada kemungkinan Samsung memiliki pilihan desain yang lainnya. Kini kita hanya bisa menunggu tanggal 20 Februari, saat Samsung mengumumkan Galaxy S10. [NM/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Bug di Adobe Bikin Speaker MacBook Pro Mati Total

0

Telko.id, Jakarta – Bug atau cacat perangkat lunak mengakibatkan crash sehingga komputer harus dimatikan paksa. Jarang ada bug yang membuat kerusakan fisik dan permanen di perangkat keras komputer. Namun kali ini berbeda, karena akibat bug di Adobe bisa membuat speaker di MacBook Pro mati total.

Menurut laporan 9to5mac, seperti dikutip Telko.id pada Minggu (10/2/2019), dalam serangkaian unggahan di forum Adobe Premiere CC, sebuah bug di perangkat lunak mengakibatkan kerusakan di speaker MacBook Pro. Speaker perangkat tersebut meledak.

“Saya punya MacBook Pro 15 inci. Baru dua bulan. Ketika saya sedang menggarap sebuah proyek, volume MacBook Pro tiba-tiba terserang suara garukan sangat keras. Saya tidak bisa menghentikannya sampai speaker akhirnya mati total,” ujar seorang pengguna.

{Baca juga: MacBook Pro & iMac Pro Tak Bisa Diperbaiki Pihak Ketiga}

Pengguna lain mengungkapkan pengalaman serupa. Ia menyebut, bug itu membuat laptop seketika mengeluarkan suara keras seperti suara papan tulis disayat-sayat. Suara tersebut lantas meledakkan speaker dan mengakibatkan kerusakan permanen di perangkat.

Juru bicara Adobe menyarankan pengguna untuk memastikan mikrofon perangkat dimatikan saat menggunakan audio enhancement. Penyebab suara keras itu mungkin adalah feedback loop. Sampai kini, belum tahu rencana Adobe untuk mengatasi persoalan tersebut.

MacBook Pro tampaknya memang memiliki masalah perangkat keras baru. Laporan dari iFixit menjelaskan tentang masalah backlight di perangkat, mengakibatkan bagian bawah layar terlihat tidak rata. Seorang pengguna menamai masalah ini “Flexgate”.

{Baca juga: Pengguna Sebut MacBook Pro Punya Masalah “Flexgate”}

Masalah tersebut  tampaknya disebabkan oleh kabel yang menghubungkan layar MacBook dengan control board di bagian dasar komputer. Mulai MacBook Pro 2016, Apple menggunakan pita kabel fleksibel yang akan tertarik setiap pengguna membuka laptop. [SN/HBS]

 

 

Aneh, Google Pixel Jadi Ponsel Paling Laris di AS

0

Telko.id, Jakarta – Penjualan ponsel secara global boleh saja tengah lesu dan mengalami penurunan. Namun, ada satu nama yang tengah naik daun alias ponsel paling laris di Amerika Serikat (AS), yakni lini ponsel Google Pixel.

Berdasarkan riset dari Strategy Analytics, Pixel adalah merek ponsel yang pertumbuhannya paling kencang di AS saat ini.

Menurut perusahaan riset itu, Google menargetkan orang kaya AS dengan ponsel yang kaya fitur, seperti eSIM dan banyak aplikasi pendukung lainnya.

Bagi fanboy Android, lini Pixel bisa dibilang adalah ponsel impian. Segala macam pembaruan di Android hampir pasti akan tersedia pertama kali di Pixel, seperti pembaruan sistem operasi dan fitur-fitur baru.

Sebut saja fitur Call Screen yang bisa memfilter telepon-telepon yang tak jelas asalnya, sampai fitur Duplex, di mana Google Assistant bisa membuat janji dan reservasi restoran untuk penggunanya. Selain itu, fitur andalan semua versi Pixel sampai saat ini tentulah kemampuan kamera belakangnya.

{Baca juga: Belum Dirilis, Ini Penampakan Google Pixel 3 Lite?}

Meski begitu, lini Pixel bukan tanpa cela. Pixel 2 dan Pixel 2 XL punya banyak masalah saat pertama diluncurkan. Seperti speaker yang ber-noise, atau reproduksi warna pada layarnya yang kebiruan, dan beberapa masalah lain.

Untungnya, menurut laporan Phone Arena, pada Pixel 3 dan Pixel 3 XL tak ditemukan adanya keluhan berarti, setidaknya sampai saat ini. Pixel memang disebut sebagai merek yang pertumbuhannya paling cepat di AS saat ini.

{Baca juga: Fitur Call Screen Hadir di Google Pixel dan Pixel XL?}

Namun, sepertinya mereka belum bisa menyalip iPhone dalam waktu dekat. Pasalnya, lagi-lagi, Pixel memang lebih ditujukan untuk para pencinta Android murni dengan pangsa pasar yang cukup terbatas. [BA/HBS]

Sumber: PhoneArena 

Xiaomi Siapkan Smartphone Layar Lengkung di Empat Sisi?

0

Telko.id, Jakarta – Samsung Galaxy S9 memiliki layar lengkung di bagian kanan dan kiri. Tak mau kalah, Xiaomi disebutkan akan membuat smartphone layar lengkung, bahkan dengan bagian lengkung di sisi atas dan bawah.

Hal itu terungkap dari dokumen paten yang ddiajukan oleh Xiaomi. Dilansir GSM Arena, Xiaomi mengajukan paten ponsel berdesain empat layar lengkung ke The World Intellectual Property Office (WIPO).

Seperti dikutip Telko.id pada Minggu (10/2/2019), dalam desain paten Xiaomi, tidak terlihat kamera depan. Bisa jadi, Xiaomi akan memakai kamera di dalam layar atau justru tanpa kamera depan sama sekali.

Dalam desain juga terlihat ada dual camera dengan LED di bagian samping. Ada pula konektor USB di bagian bawah, di samping pinggir layar lengkung. Namun, semua barulah paten alias belum tentu diterapkan.

{Baca juga: Bos Xiaomi Pamer Smartphone Lipat, Mi Mix Flex?}

Xiaomi mendaftarkan paten desain tersebut supaya tidak digunakan oleh perusahaan lain. Xiaomi ingin mengikuti jejak Meizu Zero dan Vivo APX 2019 yang memperkenalkan konsep demi dapat popularitas.

Sebelumnya, Xiaomi dikabarkan tengah menuntaskan pengembangan ponsel gaming generasi ketiga bernama Black Shark 2. Kode namanya Skywalker. Informasi itu datang via unggahan Xiaomi di jejaring sosial Weibo.

Dalam unggahan Xiaomi di jejaring sosial asal China tersebut, Direktur Produk Xiaomi, Wang Teng Thomas, mengungkapkan informasi tentang ponsel baru, bahkan mengakuinya sebagai Black Shark versi baru.

{Baca juga: Setelah Xiaomi Mi 9, Giliran Black Shark 2 Nongol di Weibo}

Thomas juga mengklaim bahwa perangkat baru Xiaomi itu bakal berciri khas dan dilengkapi dengan teknologi canggih. Sebelumnya, memang beredar informasi bahwa Xiaomi tengah mengembangkan penerus Black Shark sejak April 2017. [SN/HBS]

Sumber: GSMArena

Apple “Ngoprek” iPhone 7 dan iPhone 8 demi Jerman

0

Telko.id, JakartaApple kabarnya akan “mengoprek” mesin iPhone 7 dan iPhone 8. Upaya itu dilakukan supaya mereka bisa memasarkan produk di Jerman, setelah ada larangan gara-gara sengketa hak paten dengan Qualcomm, akhir tahun lalu.

Dikutip Telko.id dari Phone Arena, Sabtu (9/2/2019), Apple akan membuat iPhone 7 dan iPhone 8 versi terbaru tanpa memakai envelope tracker berdaya rendah. Komponen tersebut menjadi sumber masalah pelanggaran paten di Jerman.

Menurut informasi, Apple sudah membuat iPhone 7 dan iPhone 8 dengan chip envelope tracker. Envelope tracker merupakan teknologi yang digunakan untuk efisiensi baterai saat modem ponsel dakam kondisi aktif atau menyala.

Menghilangkan chip lama akan menguntungkan Apple karena dapat mematahkan konsekuensi hukum atas kasus tersebut. Apalagi, larangan dari pengadilan di Munich berimbas kepada iPhone 8, iPhone 7 Plus, iPhone 8 ,dan iPhone 8 Plus.

{Baca juga: Qualcomm Klaim Apple Masih Ngutang Rp 106 Triliun}

Awal Februari 2019, pengadilan wilayah Munich membatalkan empat tuntutan hukum soal pelanggaran paten yang didaftarkan Qualcomm. Paten tersebut terkait kemampuan pencarian di Siri dan Spotlight di iPhone.

Dengan pembatalan tersebut, masih ada empat tuntutan hukum lain terkait pencarian yang didaftarkan. Perlu diketahui sebelumnya, pada Desember 2018, pengadilan sempat memenangkan Qualcomm atas tuntutan hukum terhadap Apple.

Ketika itu, seperti dilansir Telko.id dari Apple Insider pada Jumat (01/02/2019), pengadilan wilayah Munich mengeluarkan perintah pelarangan penjualan iPhone 7, iPhone 7 Plus, iPhone 8, dan iPhone 8 Plus di Jerman.

{Baca juga: Jerman Batalkan Empat Gugatan Qualcomm ke Apple}

Namun pada awal bulan ini, pengadilan wilayah Mannheim, Jerman, membatalkan tuntutan hukum pelarangan paten lain yang didaftarkan terhadap Apple. Pengadilan menganggap, tuntutan perusahaan chipset itu tidak berdasar. [SN/HBS]

Sumber: PhoneArena