spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1371

Cerita Di Balik Samsung Galaxy M20

0

Telko.id – Samsung Galaxy M20 memang bukan jagoan Samsung tahun ini. Tapi, merek asal Korea ini sangat mengharapkan produknya dapat diterima pasar karena dianggap sudah memenuhi kebutuhan masyarakat di Indonesia.

Fenomena, dari bangun tidur, sampai bangun tidur lagi, smartphone selalu ‘on’ terus menjadi sebuah fakta yang membuat brand ini melahirkan Galaxy seri M, yakni M10 dan M20. Memang yang duluan lahir adalah M20 untuk di Indonesia.

Penamaan ‘M’ ini juga memiliki makna bagi Samsung. Pasalnya, ‘M’ ini menurut Senior Product Marketing Manager Samsung Indonesia, Selvia Gofar, mewakili para Millenial. Yang selalu on terus selama 24 jam.

“M ini adalah dari kata Millenial. Sebuah produk yang melengkapi jajaran produk Samsung yang diperuntukan bagi Millenial,” ujar Selvia.

Namun, kalau mau disejajarkan dengan produk Samsung lainnya, seri ‘M’ ini boleh disejajarkan dengan seri ‘A’.

“Seri M ini juga merupakan pelengkap dari feature phone, di mana banyak konsumen yang masih enggan pindah ke smartphone gara-gara takut baterai cepat habis. Jadi, harapan kami, para pengguna feature phone mau pindah ke smartphone, dan pilihannya jatuh ke Samsung Galaxy M ini,” ungkap Ju Yong, Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia saat melakukan unboxing Samsung Galaxy M20 di Jakarta (12/02).

Jadi, karena produk ini diperuntukan bagi millennial yang ingin selalu on, maka yang dikedepankan oleh Samsung Galaxy M20 ini juga adalah baterai yang berkapasitas besar dan daya tahannya yang lama.

Kapasitas baterai sebesar 5,000 mAh yang telah didukung oleh teknologi fast charging dengan kecepatan maksimal 9V/1,67A yang dapat mengisi penuh baterai selama 145 menit.

Dengan baterai sebesar itu, Selvia mengklaim bahwa Galaxy M20 bisa bertahan seharian. Seperti talk time misalnya, smartphone bisa bertahan sampai 28 jam. Sementara ketika digunakan untuk memutar video, dapat bertahan hingga 17 jam.

Seandainya, hanya bisa melakukan pengisian daya selama 10 menit saja, ternyata produk ini mampu melakukan panggilan telepon selama 3 jam, atau memutar video selama 3 jam atau memutar music selama 11 jam. Ini yang jadi keunggulan dari Samsung Galaxy M20 ini.

“Mengapa baterai, karena daya tahan baterai ini ternyata yang jadi key point ketika para millennial mau membeli smartphone, jadi, kami pun membawa produk Samsung Galaxy M20 ini ke Indonesia, sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat,” ujar Ju Yong.

Selvia menambahkan, Samsung Galaxy M20 ini juga cocok bagi para driver ojek online. “Mereka sangat membutuhkan smartphone yang baterai nya tahan lama, kalau tidak maka order-an pun akan sulit diperoleh, padahal, pendapatan mereka setiap hari datang melalui smartphone”.

Walau Samsung Galaxy M20 ini cocok untuk para driver ojek online, ternyata Samsung masih melakukan penjajakan agar bisa membuat program yang baik. “Saat ini masih dalam penjajakan, saya belum bisa memberikan info lebih lanjut,’ ujar Selvia menegaskan.

Nah, karena Samsung Galaxy S ini untuk para millennial, maka cara penjualannya juga bergaya millennial. Ya, produk ini dijual melalui 3 mitra e-commerce yakni Lazada.co.id, HD.ID dan Blibli.com. Harga retailnya sebesar Rp.2.799.000. Mulai tanggal 14-21 Februari 2019. (Icha)

 

 

 

 

 

 

Smartphone 5G OnePlus Unjuk Gigi di MWC 2019

0

Telko.id, Jakarta – Ada banyak brand smartphone yang merilis ataupun memamerkan produk terbarunya di perhelatan Mobile World Congress atau MWC 2019 di Barcelona, Spanyol. Salah satunya adalah OnePlus yang berencana akan memperlihatkan smartphone 5G di ajang prestisius itu.

Menurut Ubergizmo, seperti dikutip Telko.id pada Selasa (12/02/2019), OnePlus akan mendirikan stan yang tergabung dengan stan Qualcomm di MWC 2019 dari tanggal 25 hingga 28 Februari 2019.

Nantinya, smartphone dengan teknologi 5G ini akan dapat dirasakan oleh pengunjung yang ingin tahu mengenai teknologi 5G.

Sayangnya, stan Qualcomm yang akan ditempati oleh OnePlus tidak terbuka untuk umum. Hanya pihak-pihak tertentu dengan undangan khusus saja yang bisa masuk.

{Baca juga: Ponsel Layar Lipat LG Bakal Nongol di MWC 2019}

Tidak banyak yang diketahui tentang smartphone OnePlus tersebut. Akan tetapi menurut CEO OnePlus, Pete Lau mengatakan, bahwa mereka berusaha untuk memastikan bahwa smartphone akan dijual dengan harga di bawah USD 1.000 atau Rp 14 Juta.

Harga ini terbilang murah, mengingat bahwa smartphone dengan teknologi 5G lainnya dari brand lain seperti Samsung diharapkan harganya jauh diatas Rp 14 jutaan.

Sebelumnya, Samsung diprediksi akan memamerkan smartphone dengan teknologi 5G di acara yang sama. Ajang tersebut memang menjadi gelaran favorit bagi Samsung untuk meluncurkan beberapa perangkat inovatif mereka. Di MWC 2019, Samsung kembali ingin unjuk gigi dengan merilis smartphone 5G-nya.

{Baca juga: Smartphone 5G Samsung Siap Melenggang di MWC 2019}

Laporan menyebut bahwa Galaxy S10 akan diluncurkan pada MWC 2019. Smartphone itu disebut-sebut sebagai smartphone pertama dari Samsung yang mendukung teknologi 5G. (NM/FHP)

Samsung Galaxy S10 Bakal Punya Charger Nirkabel Terbalik

0

Telko.id, Jakarta – Sudah cukup banyak bocoran tentang Samsung Galaxy S10. Yang terbaru, Samsung disebutkan akan menghadirkan kemampuan pengisian daya atau charger nirkabel terbalik di smartphone flagship terbarunya itu.

Dengan kemampuan tersebut, akan memungkinkan penerus Galaxy S9 itu menjadi charger nirkabel perangkat lain.

Fitur pengisian daya nirkabel terbalik pertama kali diperkenalkan di Huawei Mate 20 Pro, sehingga memungkinkan pengguna bisa mengisi ponsel lain secara nirkabel hanya dengan meletakkannya di atas perangkat tersebut.

Fitur ini dinilai sejumlah pihak hanya sebagai tambahan, tidak menampilkan fungsi yang penting bagi pengguna. Namun Samsung diperkirakan akan mengubah hal tersebut, sebab tengah bersiap untuk menyematkannya di smartphone lini Galaxy S10 dengan metode baru.

{Baca juga: Makin Jelas, Ini Bocoran Terbaik Samsung Galaxy S10 dan S10+}

Bocoran informasi terbaru menyebut bahwa Samsung menemukan cara lebih masuk akal untuk memanfaatkan sistem pengisian daya nirkabel terbalik ini. Yakni dengan membangun ekosistem yang memungkinkan sistem tersebut digunakan untuk mengisi daya headphone nirkabel dan smartwatch.

Hal ini selaras dengan rumor yang menyebut bahwa Samsung tengah mempersiapkan smartwatch Galaxy Watch Active sebagai standar baru untuk jam tangan pintar mereka. Perangkat ini diperkirakan akan berbekal baterai berkapasitas lebih kecil jika dibandingkan dengan Gear Sport 2017.

Kapasitas lebih kecil ini mendukung informasi terkait keberadaan sistem pengisian daya nirkabel baru ini pada Galaxy S10. Sementara itu, bocoran informasi earphone nirkabel baru Samsung turut mengindikasikan pengguna dapat meletakkannya di punggung Galaxy S10 untuk mengisi daya baterai.

{Baca juga: Belum Dijual, Toko Ini Layani ‘Hands-on’ Samsung Galaxy S10}

Namun hingga saat ini, Samsung belum mengonfirmasi terkait kehadiran sistem ini dan seluruh produk yang dirumorkan tersebut. Sehingga diperkirakan masih dapat berubah pada saat diluncurkan. [BA/HBS]

Sumber: techradar.com 

Fix! Ini Tanggal Peluncuran Samsung Galaxy F

0

Telko.id, Jakarta – Tanggan rilis smartphone lipat Samsung akhirnya terungkap. Melalui sebuah cuplikan promo, Samsung mengonfirmasi bahwa smartphone yang diprediksi bernama Samsung Galaxy F tersebut akan rilis bersamaan dengan Galaxy S10, tepatnya pada 20 Februari 2019.

Dikutip Telko.id dari CNET, Selasa (12/02/2019), peluncuran smartphone itu akan berlangsung di San Francisco, Amerika Serikat, dalam sebuah acara bertajuk “Galaxy Unpacked 2019”. Acara tersebut bisa disaksikan secara streaming via situs resmi Samsung.

Sayang, tidak ada informasi lain yang menjelaskan tentang rencana penjualan perdana smartphone lipat Samsung itu, pun demikian dengan spesifikasinya.

{Baca juga: Lebih Canggih! 5 Smartphone Lipat yang akan Dirilis Tahun Ini}

Namun begitu, sebelumnya marak beredar bocoran mengenai smartphone berteknologi mutakhir tersebut.

Menurut informasi di internet, smartphone layar lipat Samsung bakal ditopang oleh dua paket baterai 2.200 mAh. Sehingga secara keseluruhan, smartphone tersebut akan punya baterai berkapasitas 4.400 mAh.

Dengan standar modern, kapasitas baterai 4.400 mAh terbilang cukup untuk pemakaian sehari-sehari. Akan tetapi, mengingat layarnya lebih besar saat dibentangkan, ada kemungkinan pengaturan baterai ganda di smartphone tersebut terbilang cukup kurang.

{Baca juga: Bocor! Begini Penampakan Samsung Galaxy S10+}

Sebelumnya diberitakan, Samsung Galaxy F disinyalir tiba dengan total kapasitas baterai 6.200 mAh. Kapasitas baterai yang sama juga diduga akan masuk di dalam Galaxy S10E mendatang. Selain baterai, ada pula rincian jeroannya.

Menurut laporan dari berbagai sumber, smartphone ini akan meluncur ke pasaran dengan modal RAM 12GB. Di samping itu, Galaxy F juga akan memiliki dua opsi ruang penyimpanan, yakni 512 GB dan 1 TB. (SN/FHP)

Gaet Kaum Muda, Harley-Davidson Bakal Produksi Skuter Listrik

0

Telko.id, Jakarta – Harley-Davidson sedang melirik kemungkinan memproduksi sepeda motor listrik model skuter. Harapannya, teknologi ramah lingkungan itu dapat menarik konsumen dari segmen usia yang lebih muda.

Dilansir DailyMail, pabrikan Amerika Serikat yang terkenal melalui produk sepeda motor ikonik berukuran besar dengan suara mesin menggelegar itu mengalami penurunan penjualan dalam empat tahun terakhir.

Seprti dikutip Telko.id pada Selasa (12/2/2019), dua konsep kendaraan listrik Harley-Davidson diperkenalkan pada gelaran X Games, sebuah acara snowboarding dan ski yang berlangsung di Colorado pada pekan lalu.

{Baca juga: Moge Listrik Harley-Davidson Rilis Tahun Depan}

Rencana untuk menarik minat konsumen muda memang perlu dilakukan oleh Harley-Davidson. Menurut data terbaru, 46 persen pemakai Harley-Davidson berusia di atas 50 tahun. Hanya 10 persen yang berusia 30-34 tahun.

Jika kendaraan model baru Harley-Davidson benar-benar dipasarkan, pemilik akan lebih mudah dalam berkendara maupun mendapatkan sumber energi. Sebab, baterai sepeda motor tersebut dapat diisi daya di rumah.

{Baca juga: Moge Listrik Ducati Mengaspal Dua Tahun Lagi?}

Pada acara X Games, Harley-Davidson menujukkan dua model sepeda motor listrik. Pertama yang berdesain layaknya skuter, sedangkan satu lagi lebih mirip sepeda gunung. Dua model itu mengusung desain masa depan.

Harley-Davidson dikabarkan telah menanamkan modal sebesar USD 50 juta demi mengembangkan sepeda motor teknologi listrik. Tahun ini, perusahaan akan meluncurkan sepeda motor listrik LiveWire di Amerika Utara. [SN/IF]

Qlue Mendapatkan Suntikan Dana Dari MDI Ventures dan GDP Venture

0

Telko.id – Setelah tahun 2018 mendapatkan pencapaian yang positif, di tahun 2019 ini Qlue kembali memantapkan langkahnya dengan mendapatkan suntikan dana segar dari Venture Capital (VC) milik Telkom melalui MDI Ventures, dimana pendanaan ini dipimpin oleh Global Digital Prima (GDP) Venture.

Dana ini nantinya akan digunakan untuk merekrut para ahli di bidang teknologi dan bisnis untuk mengembangkan produk Artificial Intelligence (AI) dan The Internet of Things (IoT).

Harapannya Qlue dapat meningkatkan layanan solusi smart city yang ditawarkannya. Suntikan dana ini juga menutup ronde pendanaan Series A yang sudah dimulai Qlue sejak tahun 2017.

Tidak diberitahukan berapa dana yang disuntik ke dalam Qlue namun suntikan dana dari Telkom tersebut diharapkan akan memberikan sisi strategis sinergi di dalam pemerintahan dan BUMN Indonesia.

Sejak 2016, Qlue telah menawarkan solusi kepada pemerintah dan masyarakat untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada di lingkungan sekitar warga. Warga kota menjadi semakin mudah untuk menyampaikan aspirasinya secara langsung kepada pemerintah dengan menggunakan aplikasi smartphone.

Sepanjang 2018, sebanyak 102.594 laporan disampaikan oleh warga DKI Jakarta melalui aplikasi Qlue dengan lebih dari 82% telah ditindak lanjuti oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Qlue berperan dalam meningkatkan kepercayaan warga DKI Jakarta terhadap pemerintahnya sebanyak 47% dan meningkatkan performa pemerintah sebesar 61,4 %.

Hal ini membuat aplikasi karya anak negeri ini mendapat penghargaan pada perlombaan Global Smart Cities Contest yang digelar The World’s Smart Cities Organizations (WSCO) di London awal Oktober tahun lalu untuk kategori Best Mobility Project.

Qlue terus berupaya membangun ekosistem smart city terbesar di Indonesia dengan meningkatkan layanan solusi smart city untuk pengembang perumahan, apartemen, kepolisian, jalan tol, pusat perbelanjaan, kawasan industri dan mitra bisnis lainnya melalui inovasi teknologi Computer Vision seperti: Face Recognition (FR), License Plate Recognition (LPR), Street Analysis dan People Counting.

“Misi kami sejak awal adalah untuk mengakselerasi perubahan positif di dunia, dan kami ingin bersinergi sebanyak- banyaknya dengan mitra usaha yang memiliki kesamaan misi. Telkom akan banyak membantu kami untuk memperkuat skalabilitas di dalam pemerintahan dan BUMN agar solusi kami bisa memberikan dampak positif bagi transformasi digital di Indonesia sesuai arahan pemerintah menuju Industri 4.0,” ujar Rama Raditya selaku Founder dan Chief Executive Officer (CEO) Qlue.

“MDI Ventures memiliki visi untuk membangun generasi start-up terdepan di Indonesia dan investasi ini merupakan sebuah wujud nyata dari konsistensi kami untuk mendorong visi tersebut. Untuk kedepannya, kami akan terus mendukung startup-startup lokal Indonesia yang memiliki pola pikir disruptif dan game-changing seperti Qlue,” ujar Nicko Widjaja selaku CEO MDI Ventures.

GDP Venture sebagai salah satu perusahaan pendanaan terbesar di Indonesia yang memiliki banyak pendanaan start-up seperti Kaskus, Kumparan, GOJEK, Blibli, Tiket.com, Dailysocial, IDN Media dan lainnya, meyakini bahwa dengan berinvestasi kepada Qlue sesuai dengan visi dan tujuan mereka untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia, dengan cara membangun ekosistem sehat sehingga mampu menghasilkan perusahaan digital kelas dunia.

“Kami percaya di era teknologi ini seluruh warga dapat dan harus berpartisipasi aktif bersama dengan pemerintah ataupun pengelola kawasan dalam membentuk masyarakat dan negara yang madani. Qlue

melalui solusi smart city juga memiliki visi dan misi yang sama, mereka mampu terus berkembang dan beradaptasi dengan kebutuhan pasar, bukan hanya untuk pemerintahan namun juga korporasi,” ujar Martin Hartono selaku CEO GDP Venture menutup penjelasan dari ronde pendanaan Qlue tersebut.

Lebih lanjut, Martin juga mengungkapkan bahwa, “kemampuan Qlue untuk menyediakan command center dan pengelolaan smart city berbasis teknologi dan data merupakan salah satu pilar penting menuju masa depan bangsa Indonesia. Kami bangga dapat turut serta mendukung Qlue yang memiliki visi dan misi bukan saja untuk perkembangan ekosistem digital teknologi Indonesia tetapi juga mengembangkan suatu aplikasi yang sangat bermanfaat untuk bangsa Indonesia”. (icha)

 

XL Axiata Bangun Gedung Sekolah di Lombok Utara

0

Telko.id –  Belum berakhir PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) membantu pemulihan wilayah Lombok pasca gempa tahun lalu. Kini XL Axiata kembali menyalurkan bantuan dalam bentuk gedung sekolah permanen di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Bantuan senilai total lebih dari Rp 580 juta ini berasal dari wakaf karyawan dan manajemen melalui Majelis Taklim XL, program tanggung jawab sosial perusahaan, serta dari pelanggan setia.

Peletakan batu pertama pembangunan dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Utara, Drs. H. Suardi, SH, MH, di Desa Selengan Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara, Sabtu (9/2).

“Lombok dan Nusa Tenggara Barat adalah wilayah yang spesial bagi XL Axiata. Di area Lombok, layanan kami sangat dikenal dan bahkan menjadi operator pilihan utama warga. Kami pun tak ragu untuk membantu proses penyaluran bantuan dari tahap tanggap darurat sampai pemulihan, bahkan hingga saat ini.

Pembangunan gedung sekolah permanen ini merupakan bentuk nyata keperdulian kami di tahap pemulihan pasca bencana agar proses belajar mengajar di lokasi bencana semakin pulih,” ujar Mochamad Imam Mualim, Group Head XL Axiata East Region.

Menurut Imam Mualim, inisiatif pembangunan gedung sekolah yang permanen ini tidak terlepas dari belum pulihnya fasilitas pendidikan akibat bencana gempa beberapa waktu lalu itu.

Lokasi yang dipilih untuk program ini merupakan salah satu fasilitas pendidikan dengan kerusakan yang paling parah di Kabupaten Lombok Utara. Bangunan sekolah yang akan dibangun ada 2 unit, dengan ukuran luas masing-masing 8 x 27 meter dan 8 x 9 meter serta merupakan bagian dari bangunan sekolah yang sudah ada, yaitu . Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, dan Aliyah Maraqitta’limat.

Proyek pembangunan ini diharapkan bisa segera selesai sekitar akhir Maret 2019.  XL Axiata akan melengkapi bantuan ini dengan fasilitas internet gratis, melalui program Gerakan Donasi Kuota, di mana sekolah akan mendapatkan 20 GB per bulan selama satu tahun. Untuk mewujudkan pembangunan ini, XL Axiata bekerjasama dengan Yayasan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI).

Sebelumnya, XL Axiata juga telah menyalurkan bantuan ke masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Lombok, antara lain berupa bahan makanan, obat-obatan, selimut, tenda, dan sarana telekomunikasi baik di pengungsian maupun untuk sekolah darurat.

Selain itu, XL Axiata juga memberikan dukungan kepada Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat dengan memberikan ratusan perangkat telekomunikasi dan paket data untuk Pusat Komando (Command Center) penanggulangan bencana oleh Pemerintah Provinsi NTB.

Sementara itu, XL Axiata juga telah menyalurkan dana SMS Donasi pelanggan ke masyarakat yang terdampak bencana di Lombok, penyerahannya juga langsung diberikan ke masyarakat yang membutuhkan untuk perbaikan infrastruktur dan fasilitas umum. (Icha)

 

 

 

 

Indosat Tantang Perusahaan Indonesia Lakukan Transformasi Digital

0

Telko.id – kehadiran digital ternyata sudah menyusutkan kinerja perusahaan di Indonesia. Menurut Indosat Ooredoo, hal ini dapat diantisipasi dengan melakukan transformasi digital agar perushaan dapat terus tumbuh secara berkelanjutan ke depannya.

Indosat Ooredoo tentu melihat ini menjadi peluang karena perusahaan yang dimiliki sebagian saham nya oleh Qatar Telecom ini memiliki berbagai macam inovasi produk dan layanan ICT bagi pelanggan enterprise yang ada di Indonesia.

Untuk itu, Indosat Ooredo pun membuat Business Connect : CXO Forum dengan tema bertemakan “Embarking On App Economy” di Hotel Westin, Jakarta hari ini.

Forum ini dihadiri oleh para jajaran dewan direksi (C-Level) dari beberapa sektor industri yang bertujuan untuk membantu perusahaan melakukan tantangan transformasi digital ke depan.

“Forum CXO ini menyediakan ruang ideal untuk para C-Level berbincang secara mendalam dalam menghadapi tantangan bisnis dan menciptakan value added di era disrupsi digital. Dengan strategi infrastruktur ICT yang lengkap, Indosat Ooredoo Business siap mendampingi industri dalam menghadapai transformasi digital di masa kini dan mengantisipasi masa depan,” kata Chris Kanter, Presiden Direktur & CEO Indosat Ooredoo.

Indosat Ooredoo Business optimis bahwa transformasi digital akan semakin banyak diterapkan di berbagai sektor industri baik itu di industri energi, ritel, transportasi, finansial, media, FMCG, farmasi dan lainnya.

Di mana, perusahaan kini dituntut untuk bergerak dengan cepat dalam menciptakan value added seiring dengan perubahan perilaku konsumen dan perubahan bisnis menjadi berbasis layanan serta aplikasi. Kini Indosat Ooredoo Business sedang menyiapkan rangkaian solusi produk baru, baik untuk Large Enterprise dan Small-Medium Enterprise.

Adapun inovasi produk dan layanan ICT bagi pelanggan enterprise yang ada di Indonesia dalam rangka mendukung perusahaan atau institusi pemerintah melakukan transformasi digital dengan memberikan solusi yang disediakan oleh Indosat Ooredoo Business ini mencakup M2M & IOT (Managed Connectivity, Vehicle Telematics, NextFleet, eMagic, Workforce Management), Connectivity Services (Internet & Satellite), ICT (Data Center, Cloud, Smart City), Mobile Communications dan Fixed Phone.

Selain itu Indosat Ooredoo merupakan satu-satunya provider di Indonesia yang menggandeng 2 Top IoT Platform Global Leader partner untuk memberikan layanan konektivitas IoT sehingga dapat menyediakan pilihan layanan lebih banyak dan fitur terbaik bagi pelanggan. (Icha)

Akhirnya! Google Pixel 4 akan Punya Fitur Dual SIM

0

Telko.id, Jakarta – Ungkapan lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, sepertinya cocok bagi Google yang dikabarkan sedang mempersiapkan suksesor Google Pixel 3. Bagaimana tidak, Google Pixel 4 dan Google Pixel 4 XL dikabarkan baru akan disematkan fitur dual SIM yang aktif bersamaan, yang sudah lama dimiliki smartphone Android lainnya.

Sebelumnya, Google memang memberikan kemampuan dual SIM untuk Pixel 2 dan Pixel 3, melalui teknologi eSIM dan slot kartu SIM fisik.

Akan tetapi, dua smartphone ini hanya memiliki sistem single standby. Itu artinya, hanya satu nomor saja yang bisa aktif, meski pengguna menanamkan dua nomor yang berbeda pada smartphone.

{Baca juga: iOS 12.1 Siap Rilis, Dukungan eSIM untuk iPhone XS Segera Aktif}

Sistem ini berbeda dengan dual SIM yang dimiliki iPhone yang memungkinkan eSIM dan kartu SIM fisik aktif secara bersamaan.

Dilansir Telko.id dari phoneArena, Senin (11/02/2019), berdasarkan data yang terdapat pada halaman AOSP, seorang karyawan Google mengatakan bahwa Android Q akan mendukung teknologi dual SIM dan dual Standby atau bahkan dual SIM dan dual Active, apabila perangkat dan operatornya mendukung dengan baik.

Sekadar informasi, teknologi dual SIM dan dual Active memungkinkan pengguna untuk melakukan dua pengiriman pesan secara sekaligus atau melakukan dua panggilan secara bersamaan.

{Baca juga: Mengenal Teknologi eSIM, Pengganti SIM Card di Era IoT}

Selain itu, Google juga menunjukkan bahwa teknologi dual SIM dan dual Standby bakal diuji secara internal pada Pixel 3. Tujuannya, mereka ingin teknologi tersebut benar-benar siap digunakan pada Google Pixel 4 atau Pixel 4 XL.

Intinya, ada kemungkinan bahwa dual SIM dan dual Standby dapat ditambahkan Google ke seri Pixel lawas, seperti Pixel 2 dan Pixel 3 apabila mereka menginginkannya.

Selain fitur dual SIM yang bisa aktif bersamaan, Pixel 4 juga dikabarkan akan mengusung desain bezel-less. Sayang, Google masih belum menyematkan sistem keamanan berbasis biometrik, sensor sidik jari di bagian bawah layar.

{Baca juga: Google akan Hadirkan Teknologi eSim untuk Smartphone Android}

Mereka malah tetap berkutat dengan sensor sidik jari yang ditaruh di body belakang, serta sistem pemindai wajah yang bakal dihadirkan kembali di Android Q. (BA/FHP)

Ini Alasan Bitcoin Bakal Tumbuh Positif Tahun Ini Di Indonesia

0

Telko.id – Perdagangan bitcoin di Indonesia ternyata mendapat sambutan yang baik oleh masyarakat. Hal ini dilihat dari trend yang terjadi di Luno, perusahaan global terkemuka penyedia platform di bidang aset kripto yang telah beroperasi di lebih dari 40 negara di Eropa, Asia Tenggara dan Afrika.

Perkembangan harga Bitcoin sejak pertama kali dikenalkan hingga saat ini telah mengalami peningkatan yang signifikan dan terbilang fluktuatif. Harga Bitcoin pernah mencapai titik tertinggi di akhir tahun 2017 kemudian mengalami tren penurunan di sepanjang tahun 2018. Hal ini dicatat oleh Luno sejak pertama kehadirannya di Indonesia pada tahun 2016.

Menurut Claristy, Country Head of Growth Luno Indonesia, Bitcoin di Indonesia akan tumbuh lebih positif.

“Kami optimis Bitcoin akan tumbuh lebih positif di tahun ini. Perlu diketahui bahwa sebenarnya harga (price) dan nilai (value) adalah dua hal yang berbeda; price yang kita lihat sekarang ini murni dipengaruhi oleh permintaan, penawaran dan berita dunia, sementara value merupakan nilai kegunaan dari Bitcoin, semakin banyak orang dan perusahaan yang menggunakan Bitcoin atau teknologi yang mendukungnya maka value dari Bitcoin akan semakin tinggi,” ujar Claristy

“Selain itu perkembangan harga Bitcoin perlu dilihat dalam rentang waktu yang lebih panjang misalnya 5 atau 10 tahun, dari rentang waktu tersebut kita akan dapat melihat pertumbuhan harga Bitcoin tetap dalam tren peningkatan dan harga Bitcoin sekarang masih lebih tinggi bila dibandingkan dengan harga 5 atau 10 tahun lalu.” tambah Claristy.

Sebagai teknologi baru, Bitcoin menghadapi berbagai tantangan yang perlu dilalui sebelum dapat diterima secara luas. Tahun 2018 disebut-sebut sebagai ‘Musim Dingin’ bagi Bitcoin mengingat terjadinya penurunan harga Bitcoin. Namun Luno optimis tahun 2019 Bitcoin akan kembali tumbuh ke arah yang lebih positif.

Berikut ini adalah faktor-faktor yang menurut Luno akan mendukung pertumbuhan Bitcoin yang lebih positif di tahun 2019 di Indonesia:

Regulasi

Melalui Peraturan Menteri Perdagangan RI No.99/2018 tentang Kebijakan Umum Penyelenggara Perdagangan Berjangka Aset Kripto, Bitcoin atau cryptocurrency lainnya telah ditetapkan sebagai aset kripto dan ditetapkan sebagai subjek komoditi yang dapat dijadikan subjek kontrak berjangka yang dapat diperdagangkan di bursa berjangka. Luno menilai ini adalah langkah awal yang positif dari pemerintah Indonesia untuk mendukung pertumbuhan Bitcoin dan industri aset kripto ke arah yang lebih positif, karena dengan disahkannya regulasi ini dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap Bitcoin di Indonesia.

Dukungan dan keterlibatan dari investor dan perusahaan besar

Semakin banyak perusahan dan investor besar yang menaruh minat terhadap Bitcoin maka industri ini akan tumbuh semakin kuat. Hal ini telah terjadi di beberapa negara, yaitu perusahaan – perusahaan manajemen investasi besar telah menjadikan Bitcoin sebagai salah satu instrumen investasi alternatif dalam mengelola dana klien mereka yang bernilai jutaan Dolar Amerika Serikat.

Edukasi aset kripto

Melalui dukungan dari media dalam menyampaikan informasi dan pengetahuan yang lebih banyak mengenai Bitcoin dan aset kripto lainnya, maka tingkat pemahaman masyarakat Indonesia terhadap Bitcoin akan semakin baik dan dapat meningkatkan minat mereka terhadap Bitcoin. Di sisi lain, Luno juga berencana akan semakin aktif untuk melakukan kegiatan edukasi masyarakat, baik secara offline maupun online.

Pemahaman terhadap Kegunaan dari Bitcoin Wallet atau Dompet Bitcoin 

Masyarakat Indonesia mulai memahami kegunaan Bitcoin Wallet;  teknologi baru yang memberikan cara baru untuk orang melakukan investasi dan mengirim dana dengan lebih cepat, mudah dan biaya transaksi yang lebih murah.

Faktor-faktor di atas menjadi perhatian utama Luno di tahun 2019 dalam memberikan edukasi Bitcoin kepada masyarakat Indonesia sekaligus memperkenalkan platform Luno kepada masyarakat Indonesia untuk melakukan transaksi jual-beli Bitcoin di Indonesia.

“Kami berterima kasih kepada para pelanggan Luno yang telah memberikan dukungan hingga saat ini. Luno akan terus berupaya untuk meningkatkan pertumbuhan dan adopsi aset kripto di Indonesia, dengan menghadirkan produk aset kripto yang aman dan mudah, serta melakukan edukasi kepada masyarakat,” tutup Claristy. (Icha)