Telko.id, Jakarta – Hanya beberapa hari jelang kemunculannya, Vivo X27 semakin getol saja wara-wiri di dunia maya. Kali ini, lewat sebuah teaser video yang menampakkan rupanya, setelah sebelumnya sebagian besar spesifikasi perangkat diungkap oleh TENAA.
Secara garis besar, tak ada yang terasa istimewa dari perangkat ini. Vivo masih berpegang pada penampilan yang stylish dan gaya, dimana hampir menjadi sesuatu yang biasa di ranah smartphone saat ini. Termasuk untuk urusan warna.
Sejauh ini, seperti dilaporkan GSMArena, Minggu (10/3/2019), kita telah melihat Vivo X27 dalam warna biru yang sangat mirip dengan Vivo V15 Pro. Sementara warna lainnya, alih-alih mengadopsi Coral Red dan Ruby Red, Vivo tampaknya lebih memilih warna yang lebih soft, semacam gradasi warna pink untuk warna kedua.
{Baca juga: Dibalik Konfigurasi Triple Kamera Vivo V15}
Bicara soal spesifikasi, X27 diharapkan tak sekedar mengadopsi desain dan warna yang nyaris sama dengan V15 Pro, tetapi juga isi badan. Diharapkan X27 akan menggunakan panel Super AMOLED 6,39 inci yang sama, lengkap dengan pembaca sidik jari di bawah layar. Tentu saja, tak ketinggalan Snapdragon 710 dan RAM 8GB.
Baterai sendiri kemungkinan akan lebih besar dari yang ada di V15 Pro, yakni 3.920 mAh. Sementara di sisi kamera, X27 akan menggunakan kamera selfie serupa Oppo F11 Pro dengan resolusi 16MP. Kamera utama akan ada tiga, dengan resolusi masing-masing 48MP, 13 MP dan 5MP.
Telko.id, Jakarta – Smartphone terbaru Samsung, Galaxy S10, mungkin menjadi ponsel favorit banyak orang saat ini. Namun, alih-alih membuat pengguna merasa tenang dengan fitur keamanan yang diusungnya, perangkat anyar ini malah diketahui cukup rentan. Fitur pengenalan wajahnya dinilai sangat mudah dibohongi.
Dilaporkan Androidpolice, Minggu (10/3/2019), setidaknya dua media outlet yang menguji fitur tersebut sukses mengelabuinya. Baik lewat video diri yang diputar di ponsel lain, ataupun foto. Dalam satu kasus, bahkan saudara kandung bisa membohonginya.
Tak hanya The Verge dan Lewis Hilsenteger (Unbox Therapy), di Italia, SmartWorld juga berhasil melakukan hal serupa – mengelabui Galaxy S10, dengan menggunakan gambar statis.
Secara default, Galaxy S10 memang memungkinkan pengaturan “pengenalan lebih cepat” untuk membuka kunci wajah yang secara eksplisit menyatakan itu mengurangi keamanan Anda untuk kenyamanan tambahan. Jadi, mungkin saja pengaturan tersebut aktif ketika pengujian ini dilakukan. Meskipun update terbaru dari SmartWorld menyebut bahwa mereka telah menonaktifkan pengaturan tersebut dalam tes-nya.
Jenis penguncian wajah 2D sendiri memang dikenal tidak aman. Setidaknya, Galaxy S10 bukan satu-satunya yang mengalami itu. Sebelumnya, OnePlus 6 juga berhasil dikelabui dengan foto dan cetakan kepala 3D palsu.
{Baca juga: Samsung Galaxy S10 Disiksa dan Dibakar, Bisa Selamat?}
So, jiika Anda benar-benar peduli dengan keamanan Anda, Anda seharusnya tidak mengandalkan sistem berbasis kamera. Kecuali sistem tersebut lebih canggih seperti pemindai iris S9, atau ID Wajah Apple.
Di jajaran Galaxy S10 sendiri teknologi pengenalan wajah tidak menjadi satu-satunya fitur keamanan. Samsung juga membekali perangkat dengan pemindai sidik jari. Fitur pengaman tersebut terletak di dalam layar untuk Galaxy S10 dan S10+, sedangkan untuk Galaxy S10e ditempatkan di tombol power, yang terletak di sisi kanan ponsel. Fitur in-display fingerprint pada S10 dan S10+ disebut Samsung menggunakan teknologi ultrasonik yang diklaim lebih aman dan cepat.
Untuk lebih lengkapnya mengenai smartphone teranyar Samsung, simak disini.
Telko.id, Jakarta – Apple dilaporkan akan mempertahankan fitur-fitur seperti Touch ID dan jack headphone di iPad generasi ke-7 yang akan dirilis tahun ini. Ini artinya, tidak banyak perubahan dilakukan perusahaan dibanding tahun sebelumnya.
Manurut sumber Mac Otakara, upaya Apple mempertahankan Touch ID lama pada iPad 2019 ini kemungkinan dilakukan demi menurunkan biaya. Sementara itu, Touch ID telah digantikan oleh Face ID di iPad Pro 2018 premium.
Bagi penggemar jack headphone 3,5 milimeter, keputusan Apple untuk mempertahankan fitur ini artiya memberi waktu setidaknya satu tahun lagi untuk mendapati ini di iPad. Seperti halnya Touch ID, jack headphone juga telah dihilangkan dari iPad Pro 2018.
{Baca juga: Asyik! Main PS4 Kini Bisa Lewat iPhone dan iPad}
Ada banyak bocoran beredar mengenai tampilan iPad 2019 secara keseluruhan. Sementara satu pemasok mengatakan bahwa versi tahun ini akan mempertahankan layar 9,7 inci tahun lalu, pemasok lain mengklaim bahwa tablet akan menerima sedikit peningkatan ke layar 10 inci melalui sedikit pengurangan lebar bezelnya.
Tidak disebutkan port mana yang akan digunakan iPad 2019 untuk pengisian daya dan konektivitas data. Pendahulunya menggunakan port Lightning milik Apple, tetapi iPad Pro 2018 beralih ke USB-C, yang merupakan salah satu perubahan paling signifikan dalam tablet premium.
{Baca juga: iPad Mini 5 dan iPad Versi Murah Rilis Awal 2019?}
Masih menurut sumber yang sama, seperti dilansir dari Digitaltrends, Minggu (10/3/2019), Apple akan meluncurkan iPad generasi ke-7 bersama iPad mini 5. Namun demikian, tidak ada informasi tentang tanggal rilis spesifik keduanya. Rumor beredar, ini mungkin sekitar 25 Maret. So, kita tunggu saja.
Telko.id, Jakarta – Elon Musk baru saja membuat pengumuman yang mengkonfirmasi bahwa model Tesla terbaru kelima, akan diluncurkan pada 14 Maret 2019. Padahal, beberapa hari yang lalu perusahaan baru saja mengumumkan kehadiran Tesla Model 3, yang dipasarkan dengan harga USD 35.000 atau sekitar Rp 490 jutaan.
Sebelumnya, perusahaan telah memberikan beberapa bocoran terkait desain Model Y. Namun, dengan adanya pengumuman ini, sekarang kita tahu ini akan menjadi SUV pertama milik Tesla.
Model Y akan menjadi mobil listrik kelima yang dibuat perusahaan sejak berdiri pada 2003. Melalui akun twitter resminya, Musk juga menyatakan bahwa Model Y akan sekitar 10 persen lebih besar dari sedan empat pintu.
{Baca juga: Apple Rekrut Eks Karyawan Tesla, Demi Apple Car?}
Harganya sendiri, Ia melanjutkan, kemungkinan akan 10 persen lebih mahal jika dibandingkan Model 3. Namun dengan kemampuan baterai juga hampir sama dengan Model 3.
Hingga berita ini diturunkan, kepastian mengenai hal ini belum didapat, Jadi mungkin masih harus menunggu hingga pengumuman resmi digulirkan pada minggu depan.
CEO Tesla ini juga mengatakan bahwa Stasiun Supercharger Tesla V3.0, akan diluncurkan untuk publik pada Rabu malam. Stasiun pengisian mobil listrik ini diduga dapat mengisi daya lebih dari 350 kW.
{Baca juga: Tesla Garap Cryptocurrency? Elon Musk: Saya Cuma Bercanda}
Untuk saat ini, laju pengisian maksimum yang dapat diterima mobil Tesla adalah 120 kW, sehingga laju Supercharger baru ini tidak berguna kecuali perangkat keras kendaraan juga diperbarui. Atau, mungkin Model Y akan dilengkapi dengan perangkat keras yang dapat memanfaatkan teknologi tingkat tinggi ini.
Model 3 sendiri dipasarkan mulai dari USD 26.950 atau setara Rp 360 jutaan. Jadi jika Model Y dikatakan dijual 10 persen lebih mahal, kemungkinan akan dijual dengan harga sekitar USD 29.645 atau sekitar Rp 400 jutaan. [BA/IF]
Telko.id, Jakarta – Permainan digital PlayStation 4 (PS4) yang biasanya hanya bisa dimainkan di perangkat konsol dan piranti mobile tertentu saja, sekarang sudah bisa dimainkan di perangkat besutan Apple.
Kabar menggembirakan untuk pengguna iOS ini datang setelah Sony merilis aplikasi Remote Play di App Store, yang artinya memungkinkan pengguna iPhone, iPad, dan perangkat Apple lainnya bisa memainkan games PlayStation 4 di perangkatnya.
“Akhirnya!! Terima kasih banyak,” tulis Justin Michael Suero, seorang warganet yang mungkin juga penggemar game PlayStation 4 mengomentari dirilisnya Remote Play untuk iOS.
{Baca juga: Ini Dia Game Terlaris PlayStation 4 di 2018}
PlayStation 4 untuk iOS ini hadir lebih dari empat tahun setelah Sony menghadirkan Remote Play di Xperia Z3, dan kemudian di Android serta PC Windows dan Mac. Jauh sebelum itu, game PlayStation 4 hanya bisa dimainkan di perangkat mobile dengan sistem PS Vita.
Dengan hadirnya Remote Play ke sistem iOS, pengguna perangkat mobile Apple kini bisa memainkan games PlayStation 4 di mana pun ia berada, selama ada koneksi internet atau Wi-Fi dengan kecepatan tinggi.
{Baca juga: Gara-gara Nama, Gamer Ini Tak Bisa Akses PlayStation 4}
Namun, menurut Arstechnica, tidak semua permainan bisa dimainkan gratis, banyak permainan yang berbayar untuk bisa memainkannya. Remote Play hanya bisa dimainkan di perangkat Apple yang sudah menggunakan iOS versi 12.1 atau yang lebih tinggi, di antaranya iPhone 7, iPad generasi keenam, iPad Pro generasi dua dan beberapa lainnya.
Pengguna juga bisa menambahkan pengontol (controller) yang bisa dihubungkan dengan kabel USB ke perangkat atau menghubungkan smartphone ke layar yang lebih besar. [BA/IF]
Telko.id, Jakarta – Aksi protes disusul mogok kerja kembali terjadi di lingkungan Amazon. Kali ini, aksi tersebut digelar di fasilitas Amazon di Minnesota, Amerika Serikat oleh pekerja yang diorganisir melalui kelompok masyarakat Afrika Timur, Awood Center.
Sebelumnya, seperti dilaporkan Gizmodo, kelompok ini telah meminta para petinggi perusahaan untuk melakukan negosiasi pada bulan November dan melakukan protes massal di luar fasilitas mereka sebulan kemudian.
Sekarang, Awood yang mayoritas terdiri dari pekerja di departemen penyimpanan di fasilitas MSP1 di Shakopee, Minnesota, memutuskan untuk mogok massal.
Adapun keluhan yang disampaikan — ditulis di buku catatan resmi dan diposting di Facebook — masih sama seperti tahun lalu, yakni terkait ketergantungan yang berlebihan pada pekerja temporer, kurangnya self-determination, dan yang terpenting, ritme kerja yang kurang manusiawi hingga tidak memungkinkan untuk istirahat ke kamar mandi dan sholat. Untuk diketahui, Minnesota banyak dihuni oleh orang Somalia, yang mayoritas dari mereka adalah Muslim yang taat.
{Baca juga: Barengan Mogok Kerja, Ada Apa dengan Karyawan Amazon Eropa?}
Pada rapat umum yang digelar Desember lalu, yang meliputi pidato dari Perwakilan pekerja baru, Ilhan Omar, para pekerja menggambarkan diri mereka sebagai orang yang dapat dibuang oleh Amazon, dengan satu orang berbagi cerita tentang keguguran saat bekerja. Di akhir pidato itu, sejumlah pekerja meninggalkan shift mereka lebih awal untuk bergabung dengan kelompok yang pemrotes.
Di Amerika Serikat sendiri, aksi protes oleh karyawan Amazon ini disebut-sebut sebagai yang pertama. Tak seperti di Eropa, yang memang telah menjadi hal biasa.
November tahun lalu misalnya, para pekerja di Amazon Eropa memanfaatkan Black Friday yang biasanya disambut sukacita di Amerika Serikat (AS) dengan menggelar protes. Para pekerja ini mogok kerja sebagai uangkapan protes terhadap kondisi kerja yang dianggap tidak adil.
{Baca juga: Pekerja Amazon di Eropa Kompak Mogok pada Black Friday}
Aksi demosntrasi senyap serupa dilakukan pekerja Amazon di Spayol, Italia, Jerman dan Inggris pada awal Juli 2018, yang memprotes masalah pembayaran dan keamanan bekerja.
Di Minnesota, setidaknya 30 orang diperkirakan ikut serta dalam aksi protes, dan menurut Abdirahman Muse, direktur eksekutif Awood Center, pemogokan terjadi dari tengah malam hingga pukul 3 pagi waktu setempat pada hari Jumat.
Telko.id, Jakarta – Vivo V15 resmi meramaikan pasar ponsel tanah air. Tepatnya pada Selasa 5 Maret 2019 lalu, kala ia diperkenalkan dalam sebuah acara besar yang digelar Vivo Indonesia di Taman Wisata Air Mancur Sri Baduga, Purwakarta.
Sekilas, memang tak banyak perbedaan ditampilkan oleh smartphne teranyar Vivo ini. Desain dengan warna gradasi masih menjadi pilihan seperti halnya sejumlah smartphone di luar sana. Pun demikian dengan bagian depan yang tampak seperti tak memiliki bezel alias bezelless.
But wait, tak ada “poni” ataupun “tompel” di layarnya. Kamera selfie yang biasanya membuat layar menjadi berponi ataupun bertompel, disembunyikan di balik punggungnya, dan secara otomatis akan menyembul keluar jika fungsi kamera diaktifkan. Dengan begitu, layarnya jadi benar-benar bezelless.
Ya, itu adalah hal bagus. Tapi kali ini kami ingin mengulik lebih jauh tentang tiga kamera yang ada di bodi belakangnya. Ada tiga sensor yang dibenamkan, masing-masing beresolusi 12 MP, 8MP dan 5MP.
Pertanyaannya sekarang, sehebat apa konfigurasi tiga kamera di bagian bodi belakang Vivo V15 ini? Tanpa berpanjang lebar, berikut hasil penelusuran tim Telko.id.
Main Camera 12MP f/1.78
Diantara tiga kamera yang dibenamkan Vivo di badan Vivo V15, satu diantaranya, dan ini yang utama, adalah sebuah kamera dengan resolusi 12 MP. Kamera ini, selain memiliki bukaan lensa f/1.78, juga memiliki 24 juta unit foto sensitive, lengkap dengan sensor 1/2,8 inci, dan teknologi dual-pixel.
Teknologi Dual Pixel sendiri telah menjadi kombinasi yang sangat bagus dalam meningkatkan fotografi smartphone selama beberapa tahun terakhir. Dan dengan disematkannya teknologi ini ke badannya, Vivo V15 dapat meningkatkan pencitraan dan kualitas hasil jepretan dari smartphone.
Kami mencoba mengambil gambar dengan lensa utama. Meski tempat yang kami ambil terasa kurang ideal, namun kami mendapati bahwa kamera utama Vivo V15 bekerja dengan cukup baik. Teknologi Dual-Pixel juga cukup cekatan dalam mengurangi noise.
8MP f/2.2 AI Super Wide-Angle
Berbekal sensor 8MP, kamera kedua Vivo V15 datang dengan kemampuan menghadirkan objek foto dengan sudut ultra-lebar. Tak tanggung-tanggung, hingga 120 derajat. Itu artinya, bukan saja tangkapan yang lebih luas, objek foto yang bisa masuk ke dalam bingkai juga lebih banyak. Nah, bagi Anda penggemar fotografi, apalagi yang suka mengambil gambar lanskap atau panorama, fitur yang satu ini bisa menjadi pertimbangan.
5 MP Depth Camera
Kamera terakhir yang ada di bagian belakang bodi Vivo V15 adalah dia yang memiliki resolusi 5MP dan bertugas menghasilkan kedalaman gambar. Jika mengacu pada fungsinya, artinya kamera inilah yang nantinya membantu pengguna menghasilkan efek bokeh, alias blur.
Untuk melengkapi kinerja triple camera yang dibawa Vivo V15, Vivo juga tak lupa menambahkan sejumlah fitur berbasis AI di dalamnya yang memungkinkan pengguna dapat mengambil foto berkualitas dengan mudah. Katakan saja AI Body Shaping, yang memungkinkan pengguna menyesuaikan setiap aspek tubuh seperti pinggang, dan kaki. Lalu ada AI Face Beauty, AI Portrait Lighting, dan fitur Smart Framing, yang berguna untuk membantu dapat mengambil foto ala seorang pro.
Nah, buat Anda yang ingin tahu lebih banyak tentang triple camera dari Vivo V15 ini, bisa langsung klik disini. Perangkat ini juga sudah dapat dipesan sejak 5 Maret 2019, baik melalui e-commerce maupun Vivo Store.
Selama masa pre-order, yang berlangsung hingga 11 Maret 2019, Vivo Official Store juga mengadakan promo spesial di beberapa e-commerce tanah air, termasuk Akulaku, JD.ID, Lazada, Shopee, Blibli, dan Tokopedia. Promo tersebut adalah berupa 100% Cashback untuk pelanggan beruntung yang telah menyelesaikan pembelian dan Gift Box spesial senilai Rp 1.000.000.
Telko.id, Jakarta – Vivo V15 resmi meramaikan pasar ponsel tanah air. Tepatnya pada Selasa 5 Maret 2019 lalu, kala ia diperkenalkan dalam sebuah acara besar yang digelar Vivo Indonesia di Taman Wisata Air Mancur Sri Baduga, Purwakarta.
Sekilas, memang tak banyak perbedaan ditampilkan oleh smartphne teranyar Vivo ini. Desain dengan warna gradasi masih menjadi pilihan seperti halnya sejumlah smartphone di luar sana. Pun demikian dengan bagian depan yang tampak seperti tak memiliki bezel alias bezelless.
But wait, tak ada “poni” ataupun “tompel” di layarnya. Kamera selfie yang biasanya membuat layar menjadi berponi ataupun bertompel, disembunyikan di balik punggungnya, dan secara otomatis akan menyembul keluar jika fungsi kamera diaktifkan. Dengan begitu, layarnya jadi benar-benar bezelless.
Ya, itu adalah hal bagus. Tapi kali ini kami ingin mengulik lebih jauh tentang tiga kamera yang ada di bodi belakangnya. Ada tiga sensor yang dibenamkan, masing-masing beresolusi 12 MP, 8MP dan 5MP.
Pertanyaannya sekarang, sehebat apa konfigurasi tiga kamera di bagian bodi belakang Vivo V15 ini? Tanpa berpanjang lebar, berikut hasil penelusuran tim Telko.id.
Main Camera 12MP f/1.78
Diantara tiga kamera yang dibenamkan Vivo di badan Vivo V15, satu diantaranya, dan ini yang utama, adalah sebuah kamera dengan resolusi 12 MP. Kamera ini, selain memiliki bukaan lensa f/1.78, juga memiliki 24 juta unit foto sensitive, lengkap dengan sensor 1/2,8 inci, dan teknologi dual-pixel.
Teknologi Dual Pixel sendiri telah menjadi kombinasi yang sangat bagus dalam meningkatkan fotografi smartphone selama beberapa tahun terakhir. Dan dengan disematkannya teknologi ini ke badannya, Vivo V15 dapat meningkatkan pencitraan dan kualitas hasil jepretan dari smartphone.
Kami mencoba mengambil gambar dengan lensa utama. Meski tempat yang kami ambil terasa kurang ideal, namun kami mendapati bahwa kamera utama Vivo V15 bekerja dengan cukup baik. Teknologi Dual-Pixel juga cukup cekatan dalam mengurangi noise.
8MP f/2.2 AI Super Wide-Angle
Berbekal sensor 8MP, kamera kedua Vivo V15 datang dengan kemampuan menghadirkan objek foto dengan sudut ultra-lebar. Tak tanggung-tanggung, hingga 120 derajat. Itu artinya, bukan saja tangkapan yang lebih luas, objek foto yang bisa masuk ke dalam bingkai juga lebih banyak. Nah, bagi Anda penggemar fotografi, apalagi yang suka mengambil gambar lanskap atau panorama, fitur yang satu ini bisa menjadi pertimbangan.
5 MP Depth Camera
Kamera terakhir yang ada di bagian belakang bodi Vivo V15 adalah dia yang memiliki resolusi 5MP dan bertugas menghasilkan kedalaman gambar. Jika mengacu pada fungsinya, artinya kamera inilah yang nantinya membantu pengguna menghasilkan efek bokeh, alias blur.
Untuk melengkapi kinerja triple camera yang dibawa Vivo V15, Vivo juga tak lupa menambahkan sejumlah fitur berbasis AI di dalamnya yang memungkinkan pengguna dapat mengambil foto berkualitas dengan mudah. Katakan saja AI Body Shaping, yang memungkinkan pengguna menyesuaikan setiap aspek tubuh seperti pinggang, dan kaki. Lalu ada AI Face Beauty, AI Portrait Lighting, dan fitur Smart Framing, yang berguna untuk membantu dapat mengambil foto ala seorang pro.
Nah, buat Anda yang ingin tahu lebih banyak tentang triple camera dari Vivo V15 ini, bisa langsung klik disini. Perangkat ini juga sudah dapat dipesan sejak 5 Maret 2019, baik melalui e-commerce maupun Vivo Store.
Selama masa pre-order, yang berlangsung hingga 11 Maret 2019, Vivo Official Store juga mengadakan promo spesial di beberapa e-commerce tanah air, termasuk Akulaku, JD.ID, Lazada, Shopee, Blibli, dan Tokopedia. Promo tersebut adalah berupa 100% Cashback untuk pelanggan beruntung yang telah menyelesaikan pembelian dan Gift Box spesial senilai Rp 1.000.000.
Telko.id, Jakarta – Setelah resmi diperkenalkan secara global pada awal Maret lalu – tepatnya di San Fransisco, Amerika Serikat, Samsung akhirnya resmi membawa flagship teranyarnya ke lebih banyak negara. Tak tanggung-tanggung, sekitar 70 negara disebut-sebut didatangi trio Samsung Galaxy S10, termasuk Kanada, India, Cina, dan seluruh Eropa
Dilaporkan GSMArena, Minggu (9/3/2019), negara-negara tersebut awalnya membuka penjualan dengan pre-order, baik Galaxy S10 +, S10 maupun S10e, namun kini ketiganya sudah bisa ditemukan di toko-toko baik online maupun offline.
Hingga akhir bulan, setidaknya 130 negara dijadwalkan akan menerima kadatangan Samsung Galaxy S10 versi 4G, sementara versi 5G sendiri baru akan melantai akhir tahun ini.
{Baca juga: Samsung Galaxy S10 vs iPhone XS: Adu Kuat Flagship “Zaman Now”}
Di Indonesia, peluncuran perdana ketiga flagship sendiri digelar pada 8-10 Maret 2019. Samsung menggelarnya di empat titik secara serentak, yakni Central Park Mall, Jakarta Barat; Kota Kasablanka Mall, Jakarta Selatan; Pakuwon Mall, Surabaya; dan Sun Plaza, Medan.
Sejumlah penawaran menarik pun diberikan Samsung Electronics Indonesia bagi calon pembeli. Untuk pembelian perdana Galaxy S10 dan S10+ misalnya, akan mendapatkan bundling promo Galaxy Buds, sementara pembelian Galaxy S10e akan mendapatkan bundling promo JBL Flip 3.
{Baca juga: Samsung Galaxy S10 Disiksa dan Dibakar, Bisa Selamat?}
Tambahan menarik bagi pembelian perdana maupun pembelian trade in yaitu cashback hingga Rp 750.000 dan program cicilan 0% hingga 18 bulan melalui bank yang telah menjadi mitra Samsung.
Lain di Indonesia, lain di Taiwan. Di negara yang beribukota di Tapei ini, Samsung bahkan disebut-sebut kebanjiran pesanan, dengan Samsung Galaxy S10+ menjadi tokoh utamanya. Menurut laporan Digitimes, pre-order seri tersebut mencapai 60%, sementara sisanya dibagi antara S10 dan S10e, masing-masing 30% dan 10%.
Bagi Anda yang penasaran dengan smartphone teranyar Samsung ini, di bawah ini kami memiliki video ulasannya.
Telko.id, Jakarta – Korea Utara telah memperoleh sekitar USD 670 juta atau setara Rp 9.4 Triliun dalam bentuk mata uang virtual dan fiat, dalam upayanya mengatasi sanksi ekonomi yang diberlakukan sebagai akibat dari program nuklir dan misilnya.
Dilaporkan Nikkei, mengutp panel ahli yang melapor ke Dewan Keamanan PBB, tetangga Korea Selatan itu mengumpulkan dana melalui serangan dunia maya, yang dalam hal ini sebagian besar dilakukan oleh korps khusus dalam militer negara.
Dalam laporannya, panel merekomendasikan agar negara-negara anggota PBB “meningkatkan kemampuannya untuk memfasilitasi pertukaran informasi yang deras terhadap serangan cyber oleh Republik Rakyat Demokratik Korea, baik dengan pemerintah lain ataupun lembaga keuangan mereka sendiri.”
{Baca juga: Korea Utara Diduga Retas Data Pribadi 997 Pembelot}
Tak tanggung-tanggung, terkait serangan siber ini, Korea Utara disebut-sebut telah melakukan serangan terhadap lembaga keuangan asing selama tiga tahun, terhitung sejak 2015 hingga 2018. Negara yang dipimpin Kim Jong Un ini juga diperkirakan telah berhasil menargetkan pertukaran mata uang digital Asia setidaknya lima kali dari Januari 2017 hingga September 2018. Kerugian diperkirakan mencapai USD 571 juta atau sekitar Rp 8 Triliun.
Masih menurut panel, seperti dilansir dari TNW, Minggu (9/3/2019), mata uang virtual disebut telah membantu Korea Utara dalam menemukan lebih banyak cara untuk menghindari sanksi, mengingat itu lebih sulit untuk dilacak, dapat dicuci berkali-kali dan independen dari peraturan pemerintah.
{Baca juga: Korea Utara Manfaatkan Google Play untuk Cari Pengkhianat}
Sementara itu, Marine Chain, sebuah perusahaan yang menggunakan teknologi blockchain untuk bisnis jual beli kapal di seluruh dunia juga diduga memasok cryptocurrency ke pemerintah Korea Utara. Marine Chain yang berbasis di Hongkong sendiri kini dinytakan telah ‘mati’.