spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1354

Oppo Reno Segera Dirilis, Andalkan Teknologi 10x Lossless Zoom

Telko.id, Jakarta – Baru-baru ini VP Oppo, Brian Shen mengumumkan kehadiran Reno yang jadi lini produk baru dari Oppo. Shen mengungkapkan kehadiran Oppo Reno lewat unggahan teaser-nya di situs Weibo.

Kehadiran smartphone pertama dari Oppo Reno juga diperkirakan akan terjadi tak lama lagi. Sebab, smartphone tersebut telah mendapatkan izin dari beberapa badan sertifikasi, seperti IMDA dari Singapura dan Bluetooth Special Interest Group (SIG).

Berdasarkan deskripsi yang didapat dari situs badan sertifikasi tersebut, terungkap bahwa smartphone dengan kode CPH1917 itu akan mengusung layar berukuran besar, tepatnya 6,4 inci dengan resolusi Full HD+.

Smartphone ini ditopang oleh mesin cukup mumpuni berupa prosesor octa-core Snapdragon 710, dan sudah berjalan di atas ColorOS 6.0 berbasis Android 9 Pie.

{Baca juga: 3 Keunggulan Smartphone Oppo Terbaru, Nomor 3 Tercanggih}

Oppo Reno nantinya akan menjadi smartphone dengan kemampuan mumpuni di sektor kameranya. Smartphone ini memiliki kamera ganda beresolusi 48MP dan 5MP, serta satu kamera berbentuk persegi yang dirancang menggunakan dua lensa “D-Cut” yang dirakit seperti periskop.

Sedangkan untuk kamera depannya, digunakan kamera depan beresolusi 16MP. Dilansir Telko.id dari Droidholic, Selasa (12/03/2019), Dengan konfigurasi tersebut, Oppo Reno diprediksi akan menjadi smartphone pertama yang memiliki teknologi 10x Lossless Zoom.

Sekadar informasi, teknologi ini diperkenalkan Oppo pada ajang Mobile World Congress (MWC) 2019 di Barcelona, Spanyol. Teknologi ini merupakan hasil pengembangan dari teknologi 5x Lossless Zoom yang diperkenalkan pada gelaran MWC 2 tahun lalu.

{Baca juga: Berkualitas! Ini Hasil Foto Smartphone Oppo dengan 10x Lossless Zoom}

10x Lossless Zoom dinilai mampu memperbesar kesempatan bagi pengguna untuk mengambil foto berkualitas tanpa khawatir kehilangan kualitas aslinya. 10x Lossless Zoom menggabungkan struktur tiga lensa kamera, yakni lensa 16mm ultra-wide 120 derajat, kemudian kamera dengan sensor 48MP, dan lensa telephoto 160mm.

Ketiganya disusun secara horizontal, untuk membantu masuknya cahaya ke lensa. Dalam pengembangan kameranya juga, Oppo menggunakan solusi kaca prisma, untuk memberikan cukup ruang pada lensa ketika melakukan zoom yang mendalam.

Oppo sendiri memastikan bahwa smartphone barunya tersebut akan diluncurkan pada 10 April mendatang di sebuah acara khusus. Well, kita nantikan saja ya! (FHP)

Gadis 18 Tahun Tewas Usai Posting Foto Selfie di Instagram

Telko.id, Jakarta – Chloe Boniface, gadis berusia 18 tahun meninggal dunia beberapa jam setelah mengunggah foto selfie ke Instagram. Ia diduga terkena penyakit meningitis yang menyerang otak dan organ vitalnya ketika tidur.

Sebelumnya, ia sempat mengirimkan SMS ke ibunya, dan mengatakan bahwa ia sedang merasa kurang sehat. Chloe menghubungi ibunya dari kamar asramanya di Universitas Victoria di Wellington, Selandia Baru.

Kepada ibunya, ia mengeluhkan gejala mirip flu pada 7 November 2018 silam. Sang ibu, Tarsha Boniface mengatakan kepada mendiang putrinya, bahwa penyakitnya itu disebabkan karena kombinasi stres akibat ujian tahun pertama universitas dan kelelahan.

{Baca juga: Siaran Sambil Minum Miras Setiap Hari, Pria Ini Tewas}

Sementara dia terbaring di tempat tidur sambil menahan rasa sakit di kepala, Chloe berbagi foto selfie ke Instagram. Ia mengunggah foto yang memperlihatkan wajahnya yang tertutup sebagian oleh selimut sambil memalingkan muka dari kamera.

Ternyata, foto tersebut menjadi foto terakhir yang dia posting di media sosial. Infeksi yang mematikan menyebar dengan cepat, menyerang otak dan organ-organ vitalnya ketika dia tidur.

Sekitar pukul lima pagi, gadis yang bercita-cita menjadi seorang ahli biologi kelautan ini meninggal dalam tidurnya atau lima jam setelah dia membagikan foto selfienya ke Instagram.

Menurut pakar kesehatan, mahasiswa tahun pertama yang memilih tinggal di kampus dapat beresiko terkena penyakit ini. Sebab, mereka memiliki kebiasaan berbagi peralatan makan, minuman, dan rokok, yang memungkinkan kuman menyebar.

{Baca juga: Gara-gara Charger Palsu, Pria 24 Tahun Tewas Kesetrum}

“Ketika dia meninggalkan rumah untuk kuliah, kami telah berpesan tentang bahaya berjalan sendirian di malam hari dan menghindari minuman jika pergi ke klub. Kami tidak pernah sekalipun berpikir untuk berbicara mengenai meningitis dan gejalanya,” kata sang ayah, Ricky Boniface kepada Woman’s Day, seperti dilansir dari Daily Mail, Selasa (12/03/2019).

Akhirnya keluarga Chloe pun mengajukan petisi agar vaksin gratis diberikan kepada semua orang di bawah umur 20 tahun. Mereka mengatakan, mereka pasti akan mebayar biaya vaksin untuk Chloe seandainya mereka tahu dia berisiko terkena penyakit tersebut.

Penyakit ini sendiri paling umum menyebar melalui bersin, air liur dan batuk. Keluarga Chloe mengaku tidak percaya akan kehilangan Chloe secepat itu.

{Baca juga: Gamers Ini Nyaris Tewas Gara-gara Kecanduan Main PUBG}

“Kami tidak percaya hingga kami melihatnya di ranjang di Wellington. Ruam ungu ada di bagian dalam lengannya. Sesuatu yang memberi kami sedikit kedamaian adalah bahwa ia mati dalam tidurnya, ketika infeksi menyerang otaknya. Jadi mudah-mudahan dia tidak kesakitan,” ucap sang ayah.

Setelah kematian putrinya, ia berharap dapat membantu orang memahami bahwa penyakit yang membunuh Chloe mengancam orang dari semua lapisan masyarakat. Dia mengatakan, Chloe adalah wanita yang sehat yang tidak berasal dari keluarga miskin dan merawat dirinya sendiri. (BA/FHP)

Gamers Ini Nyaris Tewas Gara-gara Kecanduan Main PUBG

Telko.id, Jakarta – Kecanduan game, khususnya game online tentu bukan hal yang baik. Baru-baru ini, ada seorang gamers yang nyaris kehilangan nyawa akibat tergila-gila atau terlalu banyak main PUBG (PlayerUnknown’s Battlegrounds).

Gamers asal India berusia 25 tahun tersebut tidak sengaja minum cairan acid atau asam, karena mengira cairan di botol tersebut adalah sebotor air mineral.

Menurut Dr. Manan Gogiya, dokter yang menyelamatkan nyawa pria asal Chhindwara ini menyatakan bahwa insiden itu terjadi ketika korban sedang bermain PUBG menggunakan smartphone di halaman.

{Baca juga: Duh! Kecanduan Game PUBG, Pelajar Tewas Gantung Diri}

“Sebotol cairan asam disimpan di dekatnya. Ketika sedang asyik bermain, dia tidak sengaja meminum cairan itu, karena mengira itu adalah air. Kondisinya memburuk dan dia dilarikan ke rumah sakit,” katanya, seperti dikutip dari TImes of India, Selasa (12/03/2019).

Gogiya yang melakukan operasi pada korban juga mengatakan, bahwa perut pasiennya itu penuh dengan luka di lambung, namum perlahan pulih setelah operasi. Parahnya, pengalaman mengerikan itu tidak membuat gamers tersebut jera. Sebab, selama dirawat di rumah sakit, ia tetap sibuk bermain game dan juga menyaksikan video via smartphone.

{Baca juga: Tak Dibelikan Ponsel untuk Main PUBG, Bocah Ini Gantung Diri}

“Bahkan selama perawatan, dia sibuk bermain game. Ketika dia tidak bermain, dia akan menonton film di smartphone-nya,” ungkapnya.

Sebelumnya, kematian yang diakibatkan kecanduan bermain game di daerah Buton Sulawesi Tenggara. Seorang siswa ditemukan tewas gantung diri setelah kecanduan bermain game online seperti PUBG, Clash of Clans, dan lainnya.

Seorang siswa ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan tergantung di pohon Kosambi di belakang SMAN 2 Kapontori, Kabupaten Buton Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Minggu (24/02/2019). Diduga siswa tersebut bunuh diri setelah mengenal game PlayerUnknown’s Battleground (PUBG). (BA/FHP)

Pakai Kuis Facebook, Pria di Ukraina Curi Data Pengguna

Telko.id, Jakarta – Facebook menuntut dua pria Ukrania karena diduga menggunakan aplikasi kuis Facebook untuk mencuri data pengguna. Tak hanya itu, mereka menggunakannya untuk memasang iklan di beranda akun Facebook.

Dokumen tuntutan Facebook terhadap dua pria tersebut telah dimasukkan ke pengadilan pada Jumat (8/3/2019) pekan lalu.

Isinya, Facebook menuduh Gleb Sluchevsky dan Andrey Gorbachov telah melakukan aksi itu selama bertahun-tahun.

Pada periode antara 2017 dan 2018, mereka mendorong pengguna untuk memasang plugin untuk peramban dengan malware. Mereka menawari orang-orang yang memasang plugin untuk mengikuti tes horoskop serta karakter dan popularitas.

{Baca juga: Facebook Sengaja Langgar Regulasi Privasi Data?}

Dengan skema tersebut, mereka berhasil menipu 63.000 pengguna Facebook.  Sluchevsky dan Gorbachov diduga membuat empat aplikasi web, termasuk Supertest dan Fquiz, yang menargetkan para pengguna asal Rusia dan Ukraina.

Menurut dokumen yang diserahkan Facebook ke pengadilan, aplikasi-aplikasi itu menawarkan berbagai kuis kepribadian seperti “Siapa Anda sebagai vampire modern?” yang diilustrasikan dengan gambar dari Twilight atau pertanyaan lain.

Aplikasi web itu menawarkan fitur login dengan Facebook, menjanjikan hanya akan mengambil informasi pribadi dalam jumlah tidak banyak. Namun, aplikasi tersebut justru mengarahkan pengguna untuk memasang ekstensi peramban.

Nantinya, peretas jadi mempunyai akses ke akun Facebook korban dan akun media sosial lain. Dalam tuntutannya, Facebook menuduh mereka telah mengambil informasi profil pengguna yang bisa dilihat semua orang serta daftar teman tersembunyi.

{Baca juga: Belum Kapok, Facebook Salahgunakan Data Pribadi Pengguna}

Tak cukup, mereka juga menampilkan iklan buatan sendiri di beranda korban. Ada dugaan kuat, Sluchevsky dan Gorbachov juga memiliki hubungan dengan kasus penjualan 81.000 pesan pribadi Facebook yang terjadi pada tahun lalu. [SN/HBS]

Sumber: The Verge

Update Windows 10 Ganggu Performa Gaming dan Kontrol PC

Telko.id, Jakarta – PC atau laptop menjadi sedikit bermasalah setelah melakukan update Windows 10 sudah menjadi kabar yang sering di dengar. Sayangnya, hal ini kembali terjadi pada update Windows 10 yang dirilis pada 1 Maret 2019.

Dilansir ZDNet, Windows 10 versi 1809 yang menyediakan update KB4482887 ternyata memiliki problem yang cukup mengganggu. Pihak Microsoft sendiri sudah mengakui hal tersebut dan tengah melakukan investigasi untuk solusinya.

Problem ini pertama kali disadari oleh pengamat sistem operasi Windows bernama Woody Leonhard. Dia mengunggah problem ini ke forum internet dan menemukan pengguna lain dengan problem yang sama.

Problem dari update ini terasa di performa gaming dan kontrol PC atau laptop. Dilaporkan bahwa game menjadi lambat dengan kualitas grafis menurun drastis. Kontrol mouse atau pointer akan menyebabkan game yang berjalan tersendat dengan interval beberapa detik.

“Patch ini menyebabkan lag yang tinggi pada game lama seperti Call of Duty 4 dan Call of Duty Modern Warfare 2. Game juga tersendat dan berhenti (freeze),” tulisnya. Problem ini disebut tidak ditemukan pada game terbaru.

Problem serupa juga ditemukan pada PC atau laptop yang menggunakan kartu grafis NVIDIA atau AMD. Problem tersebut berupa penurunan kualitas grafis, termasuk di PC yang menggunakan dua kartu grafis.

Dia mengaku menggunakan kartu grafis NVIDIA GeForce GRTX 2080 Ti dan memainkan game Destiny 2 di resolusi 1080p, dan tidak mampu mencapai 60fps. Hal ini disebut problem serius, apalagi dia menggunakan dua kartu grafis atau mode SLI.

{Baca juga: Tahun 2019, Microsoft Rilis Webcam untuk Windows 10 dan Xbox One?}

Solusi yang dianjurkan Microsoft sejauh ini adalah dengan melakukan uninstall pembaruan Windows 10 yang bermasalah. Selain itu, beberapa pengguna menganjurkan untuk membuat konfigurasi update otomatis dihentikan.

Permasalahan pada update Windows 10 sudah menjadi hal yang biasa terjadi. Beberapa kali update Windows 10 justru membuat perangkat gaming bermasalah. Tidak heran apabila beberapa pengguna memilih menonaktifkan fitur update otomatis. [BA/HBS]

Sumber: ZDNet 

 

 

Google Minta Pengguna Segera Update Chrome, Ini Alasannya

Telko.id, Jakarta – Google mengingatkan kepada seluruh pengguna untuk segera memperbarui peramban Google Chrome. Sebab, ditemukan kerentanan keamanan yang memengaruhi Google Chrome dan Microsoft Windows dalam waktu bersamaan.

Untuk memulihkan kerentanan Google Chrome (CVE-2019-5786), Google merilis pembaruan untuk semua platform. Menurut Clement Lecigne dari Threat Analysis Group di Google, pengguna telah diberi notifikasi melalui pembaruan secara otomatis.

“Kami mendorong pengguna untuk melakukan verifikasi. Kami sampaikan bahwa pembaruan otomatis Google Chrome telah beralih ke 72.0.3626.121atau lebih baru,” kata Lecigne, seperti dikutip Telko.id dari Telegraph, Senin (11/3/2019).

{Baca juga: Google Chrome Kini Tak Makan Banyak Memori}

Untuk kerentanan di Microsoft Windows, ada eskalasi hak istimewa lokal di driver kernel Windows win32k.sys yang dapat digunakan sebagai jalan keluar sandbox keamanan. Kerentanan tersebut adalah dereferensi penunjuk NULL di win32k! MNGetpItemFromIndex.

Kerentanan muncul saat NtUserMNDragOver () panggilan sistem dipanggil dalam keadaan tertentu. Tim Google percaya bahwa kerentanan itu hanya bisa dieksploitasi di Windows 7 karena mitigasi telah ditambahkan ke dalam versi Windows yang lebih baru.

Dengan kata lain, kerentanan itu kecil kemungkinan bisa dieksploitasi dia Windows 8 maupun Windows 10. Sejauh ini, Google hanya mengamati eksploitasi aktif terhadap sistem Windows 7 32-bit. “Kalau menemukan kerentanan, kami melapor ke Microsoft,” ujarnya.

{Baca juga: Chrome Versi Dekstop Bakal Punya Fitur Emoji}

Kerentanan di Windows sangatlah serius dan sedang dieksploitasi secara aktif oleh penyerang dalam serangan yang ditargetkan. Kerentanan Windows yang belum ditambal masih bisa digunakan untuk meningkatkan hak istimewa atau dikombinasikan dengan kerentanan perambah lain. [SN/HBS]

Sumber: Telegraph

Pengiriman Huawei Mate 20 Tembus 10 Juta Unit

0

Telko.id, Jakarta – Huawei mengumumkan rekor terbaru di awal tahun 2019. Mereka mengklaim telah mengirimkan 10 juta unit Huawei Mate 20 hanya dalam waktu 4,5 bulan. Huawei juga mengumumkan bahwa seri Mate 20 telah memecahkan rekor penjualan Huawei seri-P di China.

Dilansir Telko.id dari Gizmochina pada Senin (11/03/2019), Huawei menjelaskan bahwa Mate 20 sangat populer di China. Selain itu seri ini juga lari manis di Eropa Barat, Eropa Timur, Timur Tengah, Asia Pasifik dan lain sebagainya.

Melalui akun Weibo, CEO of Huawei Consumer Business, Yu Chengdong mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas pencapaian Huawei yang hebat tersebut.

“Terima kasih atas dukungan, pujian, dan pengakuan dari konsumen global, dan perhatian yang diberikan oleh semua orang. Disarankan bahwa akan ada lebih banyak terobosan pada 2019 dan saya berharap dapat berbagi dengan Anda kegembiraan kemajuan teknologi!,” ucap Chengdong.

{Baca juga: Ini Harga Huawei Mate 20 & Mate 20 Pro di Indonesia}

Sebelumnya Desember tahun lalu, Huawei mengumumkan bahwa pengiriman smartphonenya secara global telah melampaui angka 200 juta unit atau meningkat 66 kali dalam 8 tahun terakhir.

Ketika itu perusahaan telah melaporkan bahwa pengiriman seri Mate 20 sudah mencapai 5 juta unit. Pada Januari tahun ini, jumlahnya meningkat menjadi 7,5 juta unit hingga menjadi 10 juta unit seperti sekarang.

Secara akumulasi, pengiriman smartphone Huawei melampaui 206 juta unit di tahun 2018. Dari pengiriman tersebut pendapatan Huawei  mencapai USD $ 52 miliar atau Rp 742 triliun yang merupakan pendapatan terbesar dari bisnis Huawei.

{Baca juga: Review Huawei Mate 20: Jagoan Baru dengan Teknologi Lengkap}

Untuk itu Huawei Consumer Business President, He Gang berencana untuk mengirim sekitar 230 juta hingga 250 juta unit di tahun 2019 ini. Namun, ia menekankan bahwa semuanya tergantung pada kondisi pasar dan pengiriman antara produsen dan mitra.

Rencana ini dinilai jika Huawei ingin meningkatkan bisnis seluler mereka sekitar 30% hingga 50% dari tahun ke tahun. Sementara, saat ini Huwaei sedang bersiap untuk meluncurkan seri Huawei P30.

Seri yang terdiri dari Huawei P30, Huawei P30 Pro, dan Huawei P30 Lite ini akan diluncurkan pada tanggal 26 Maret 2019 Paris, Prancis. Bahkan Huawei P30 Lite rencananya akan hadir lebih cepat di China, dengan nama Huawei Nova 4e pada 14 Maret 2019 mendatang. [NM/HBS]

Sumber: Gizmochina

IBM Pakai Machine Learning untuk Deteksi Alzheimer

Telko.id, Jakarta – Sekelompok peneliti IBM menggunakan machine learning untuk menemukan cara mendeteksi penyakit Alzheimer.

Penanda biologi yang peneliti coba tandai untuk mendeteksi Alzheimer adalah sebuah peptida yang bernama amiloid-beta. Keberadaan peptida itu bisa diketahui dengan sebuah tes darah.

Dengan metode ini, para peneliti akan bisa memperhitungkan risiko seseorang terkena Alzheimer jauh sebelum gejala penyakit itu muncul.

Metode ini juga bisa digunakan untuk mengetahui ancaman Alzheimer lebih cepat dari metode pemindaian otak, menurut laporan Engadget. Dengan ini, dokter akan bisa menolong pasien mereka dengan lebih baik.

Menurut sebuah studi yang dirilis pada 2017, tingkat konsentrasi amiloid-beta pada cairan spinal seseorang mulai berubah beberapa puluh tahun sebelum gejala pertama Alzheimer muncul pada seseorang.

{Baca juga: Aplikasi Ini Bisa Bantu Tuna Netra ‘Melihat’}

Orang-orang yang mengalami masalah kognitif dengan tingkat konsentrasi peptida yang tidak wajar di cairan spinal mereka memiliki risiko 2,5 kali lipat lebih besar untuk terkena Alzheimer.

Sayangnya, proses pengambilan cairan spinal tidak hanya invasif tapi juga mahal. Ini tidak ideal untuk proses pendeteksian awal sebuah penyakit.

Apa yang para peneliti IBM coba lakukan adalah menggunakan machine learning untuk mengidentifikasi protein pada darah untuk memperkirakan tingkat konsentrasi amiloid-beta pada cairan spinal seseorang.

IBM berkata, ini adalah kali pertama machine learning digunakan untuk ini. IBM ingin untuk menggunakan AI untuk membantu para peneliti mengerti penyakit-penyakit seperti Alzheimer.

Tingkat akurasi dari machine learning ini hanya mencapai 77 persen, lebih rendah dari pengujian cairan tulang punggu.

{Baca juga: Peneliti Kembangkan Teknologi AI untuk Deteksi Alzheimer}

Namun, metode ini masih ada dalam tahap awal. Di masa depan, tidak tertutup kemungkinan para peneliti akan mencoba untuk menemukan cara untuk menyembuhkan Alzheimer. [BA/HBS]

Sumber: ZDNet

Warga Kabupaten Natuna Bisa Nikmati Layanan 4G Smartfren

0

Telko.id, Jakarta Smartfren resmi menghadirkan layanan 4G LTE di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Layanan ini diluncurkan untuk mendukung pemanfaatan komunikasi demi mengembangkan potensi sosial dan ekonomi masyarakat disana.

Menurut Presiden Direktur Smartfren, Merza Fachys Kabupaten Natuna memiliki bonus demografi dan letaknya strategis. Selain itu Natuna memiliki kontur wilayah yang cukup menantang dan berbentuk kepulauan.

“Untuk itu hadirnya layanan Smartfren di Natuna diharapkan dapat memberikan kemudahan akses komunikasi dan telekomunikasi bagi warga daerah tersebut. Khusus untuk pemerintah kabupaten Natuna, kami berharap hadirnya Smartfren dapat mempermudah komunikasi juga koordinasi antar para pemangku kepentingan,” ujar Merza.

Merza menambahkan Kota Ranai di Natuna memiliki potensi sebagai Smart City. Mereka pun siap bekerja sama dengan pemerintah jika ingin mewujudkan kota pintar disana.  “kami berharap dapat menjadi partner dalam bidang infrastruktur telekomunikasi sehingga Ranai dapat menjadi Smart City seutuhnya,” tambah Merza.

{Baca juga: Dengan Palapa Ring, Smartfren akan Ekspansi ke Natuna}

Bupati Kabupaten Natuna, Hamid Rizal memberikan apresiasi tinggi atas kehadiran jaringan dan konektivitas Smartfren di wilayahnya. Menurut Hamid, dengan hadirnya jaringan 4G LTE Smartfren dapat mempercepat kesejajaran Kabupaten Natuna dengan Kabupaten dan kota-kota lain di Indonesia, serta dapat mengatasi permasalahan ketersediaan sarana komunikasi dan akses informasi yang ada.

“Hadirnya Smartfren sangat kami apresiasi, karena kami melihat salah satu faktor penting dalam mendukung percepatan pembangunan ekonomi Kabupaten Natuna adalah kelancaran dan kecepatan sarana komunikasi dan informasi,” ucap Hamid.

Mulai Februari 2019, ada 15 Base Transceiver Station atau BTS Smartfren sudah beroperasi di wilayah Natuna. Hadirnya layanan ini menjadikan masyarakat Natuna dapat  merasakan kenyamanan dalam melakukan streaming video dan musik, bersosial media, hingga browsing melalui jaringan Smartfren 4G LTE.

{Baca juga: Pemerintah Dukung Konsolidasi Operator, Smartfren: Biar Efisien}

Adapun secara detail wilayah yang sudah tercakup layanan Smartfren adalah Kecamatan Bunguran Timur, sebagian Bunguran Tengah dan Selatan.

Sebagai bentuk apresiasi hadirnya Smartfren di Natuna, selama periode promo ini mulai 6 Maret hingga 6 September 2019, Smartfren memberikan Program Unlimited Internet dengan batas pemakaian wajar dan hanya berlaku untuk area Natuna. [NM/HBS]

 

Vivo Siapkan Desain Smartphone ‘Kamera Pop-up Ganda’

0

Telko.id, Jakarta Vivo telah mengejutkan industri smartphone pada tahun lalu dengan Vivo NEX yang memiliki Pop-up Selfie Camera. Tetapi inovasi itu ternyata belum membuat Vivo puas. Kabarnya mereka telah mengajukan paten terkait desain kamera pop-up ganda atau Dual Pop-Up Selfie Camera.

Dilansir Telko.id dari GizmoChina pada Senin (11/03/2019), pengajuan paten tersebut sudah disetujui oleh Administasi Kekayaan Intelektual Nasional China. Paten ini diajukan pada 23 Mei 2018 dan disetujui pada 1 Maret 2019.

Perlu diketahui bahwa konsep pop-up camera telah menjadi inovasi baru Vivo dalam industri ponsel pintar. Selain Vivo NEX, seri lain yaitu Vivo X27 dan Vivo V15, juga mendapatkan desain kamera tersebut. Desain Dual Pop-up Selfie Camera sendiri, juga telah beredar di internet.

Sekilas ilustrasi tersebut mirip dengan desain Pop-up Selfie Camera yang sudah ada. Sudut kiri atas terdapat unit kamera pop-up yang sedikit lebih lebar dibandingkan dengan Vivo NEX. Unit Ini mengakomodasi untuk dua sensor kamera.

{Baca juga: Punya Tampilan Keren, Ini 3 Keunggulan Kamera Vivo V15}

Sedangkan dari depan, tampilan smartphone ini dikelilingi oleh dagu yang sedikit tebal dan bezel yang lebih ramping. Tampilan layar memiliki tipe AMOLED dan bisa dilengkapi dengan pemindai sidik jari.

Pada desain digambarkan terdapat jack audio sebesar 3,5 mm yang berada di tepi atas ponsel. Pada tepi bawah smartphone tampaknya menampilkan baki kartu SIM, penghubung port USB-C dan speaker eksternal.

Tepi kanan ponsel memiliki volume rocker dan tombol lain yang bisa menjadi tombol daya. Ada satu tombol yang tersedia di tepi kiri perangkat yang belum diketahui apa fungsi tombol tersebut.

{Baca juga: Mengenal Teknologi Ultimate All Screen di Badan Vivo V15}

Dari belakang ponsel ini juga mirip dengan Vivo NEX karena fitur pengaturan kamera ganda dan lampu kilat LED di sudut kiri atas. Handset ini diharapkan akan diluncurkan dengan nama komersial dalam waktu dekat. Tetapi mungkinkah itu datang dengan tampilan  kamera ganda seperti pada ilustrasi di atas? Mari kita tunggu kabar selanjutnya dari Vivo terkait inovasi tersebut. [NM/HBS]

Sumber: GizmoChina