spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1351

Pengiriman Huawei Mate 20 Tembus 10 Juta Unit

0

Telko.id, Jakarta – Huawei mengumumkan rekor terbaru di awal tahun 2019. Mereka mengklaim telah mengirimkan 10 juta unit Huawei Mate 20 hanya dalam waktu 4,5 bulan. Huawei juga mengumumkan bahwa seri Mate 20 telah memecahkan rekor penjualan Huawei seri-P di China.

Dilansir Telko.id dari Gizmochina pada Senin (11/03/2019), Huawei menjelaskan bahwa Mate 20 sangat populer di China. Selain itu seri ini juga lari manis di Eropa Barat, Eropa Timur, Timur Tengah, Asia Pasifik dan lain sebagainya.

Melalui akun Weibo, CEO of Huawei Consumer Business, Yu Chengdong mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas pencapaian Huawei yang hebat tersebut.

“Terima kasih atas dukungan, pujian, dan pengakuan dari konsumen global, dan perhatian yang diberikan oleh semua orang. Disarankan bahwa akan ada lebih banyak terobosan pada 2019 dan saya berharap dapat berbagi dengan Anda kegembiraan kemajuan teknologi!,” ucap Chengdong.

{Baca juga: Ini Harga Huawei Mate 20 & Mate 20 Pro di Indonesia}

Sebelumnya Desember tahun lalu, Huawei mengumumkan bahwa pengiriman smartphonenya secara global telah melampaui angka 200 juta unit atau meningkat 66 kali dalam 8 tahun terakhir.

Ketika itu perusahaan telah melaporkan bahwa pengiriman seri Mate 20 sudah mencapai 5 juta unit. Pada Januari tahun ini, jumlahnya meningkat menjadi 7,5 juta unit hingga menjadi 10 juta unit seperti sekarang.

Secara akumulasi, pengiriman smartphone Huawei melampaui 206 juta unit di tahun 2018. Dari pengiriman tersebut pendapatan Huawei  mencapai USD $ 52 miliar atau Rp 742 triliun yang merupakan pendapatan terbesar dari bisnis Huawei.

{Baca juga: Review Huawei Mate 20: Jagoan Baru dengan Teknologi Lengkap}

Untuk itu Huawei Consumer Business President, He Gang berencana untuk mengirim sekitar 230 juta hingga 250 juta unit di tahun 2019 ini. Namun, ia menekankan bahwa semuanya tergantung pada kondisi pasar dan pengiriman antara produsen dan mitra.

Rencana ini dinilai jika Huawei ingin meningkatkan bisnis seluler mereka sekitar 30% hingga 50% dari tahun ke tahun. Sementara, saat ini Huwaei sedang bersiap untuk meluncurkan seri Huawei P30.

Seri yang terdiri dari Huawei P30, Huawei P30 Pro, dan Huawei P30 Lite ini akan diluncurkan pada tanggal 26 Maret 2019 Paris, Prancis. Bahkan Huawei P30 Lite rencananya akan hadir lebih cepat di China, dengan nama Huawei Nova 4e pada 14 Maret 2019 mendatang. [NM/HBS]

Sumber: Gizmochina

IBM Pakai Machine Learning untuk Deteksi Alzheimer

Telko.id, Jakarta – Sekelompok peneliti IBM menggunakan machine learning untuk menemukan cara mendeteksi penyakit Alzheimer.

Penanda biologi yang peneliti coba tandai untuk mendeteksi Alzheimer adalah sebuah peptida yang bernama amiloid-beta. Keberadaan peptida itu bisa diketahui dengan sebuah tes darah.

Dengan metode ini, para peneliti akan bisa memperhitungkan risiko seseorang terkena Alzheimer jauh sebelum gejala penyakit itu muncul.

Metode ini juga bisa digunakan untuk mengetahui ancaman Alzheimer lebih cepat dari metode pemindaian otak, menurut laporan Engadget. Dengan ini, dokter akan bisa menolong pasien mereka dengan lebih baik.

Menurut sebuah studi yang dirilis pada 2017, tingkat konsentrasi amiloid-beta pada cairan spinal seseorang mulai berubah beberapa puluh tahun sebelum gejala pertama Alzheimer muncul pada seseorang.

{Baca juga: Aplikasi Ini Bisa Bantu Tuna Netra ‘Melihat’}

Orang-orang yang mengalami masalah kognitif dengan tingkat konsentrasi peptida yang tidak wajar di cairan spinal mereka memiliki risiko 2,5 kali lipat lebih besar untuk terkena Alzheimer.

Sayangnya, proses pengambilan cairan spinal tidak hanya invasif tapi juga mahal. Ini tidak ideal untuk proses pendeteksian awal sebuah penyakit.

Apa yang para peneliti IBM coba lakukan adalah menggunakan machine learning untuk mengidentifikasi protein pada darah untuk memperkirakan tingkat konsentrasi amiloid-beta pada cairan spinal seseorang.

IBM berkata, ini adalah kali pertama machine learning digunakan untuk ini. IBM ingin untuk menggunakan AI untuk membantu para peneliti mengerti penyakit-penyakit seperti Alzheimer.

Tingkat akurasi dari machine learning ini hanya mencapai 77 persen, lebih rendah dari pengujian cairan tulang punggu.

{Baca juga: Peneliti Kembangkan Teknologi AI untuk Deteksi Alzheimer}

Namun, metode ini masih ada dalam tahap awal. Di masa depan, tidak tertutup kemungkinan para peneliti akan mencoba untuk menemukan cara untuk menyembuhkan Alzheimer. [BA/HBS]

Sumber: ZDNet

Warga Kabupaten Natuna Bisa Nikmati Layanan 4G Smartfren

0

Telko.id, Jakarta Smartfren resmi menghadirkan layanan 4G LTE di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Layanan ini diluncurkan untuk mendukung pemanfaatan komunikasi demi mengembangkan potensi sosial dan ekonomi masyarakat disana.

Menurut Presiden Direktur Smartfren, Merza Fachys Kabupaten Natuna memiliki bonus demografi dan letaknya strategis. Selain itu Natuna memiliki kontur wilayah yang cukup menantang dan berbentuk kepulauan.

“Untuk itu hadirnya layanan Smartfren di Natuna diharapkan dapat memberikan kemudahan akses komunikasi dan telekomunikasi bagi warga daerah tersebut. Khusus untuk pemerintah kabupaten Natuna, kami berharap hadirnya Smartfren dapat mempermudah komunikasi juga koordinasi antar para pemangku kepentingan,” ujar Merza.

Merza menambahkan Kota Ranai di Natuna memiliki potensi sebagai Smart City. Mereka pun siap bekerja sama dengan pemerintah jika ingin mewujudkan kota pintar disana.  “kami berharap dapat menjadi partner dalam bidang infrastruktur telekomunikasi sehingga Ranai dapat menjadi Smart City seutuhnya,” tambah Merza.

{Baca juga: Dengan Palapa Ring, Smartfren akan Ekspansi ke Natuna}

Bupati Kabupaten Natuna, Hamid Rizal memberikan apresiasi tinggi atas kehadiran jaringan dan konektivitas Smartfren di wilayahnya. Menurut Hamid, dengan hadirnya jaringan 4G LTE Smartfren dapat mempercepat kesejajaran Kabupaten Natuna dengan Kabupaten dan kota-kota lain di Indonesia, serta dapat mengatasi permasalahan ketersediaan sarana komunikasi dan akses informasi yang ada.

“Hadirnya Smartfren sangat kami apresiasi, karena kami melihat salah satu faktor penting dalam mendukung percepatan pembangunan ekonomi Kabupaten Natuna adalah kelancaran dan kecepatan sarana komunikasi dan informasi,” ucap Hamid.

Mulai Februari 2019, ada 15 Base Transceiver Station atau BTS Smartfren sudah beroperasi di wilayah Natuna. Hadirnya layanan ini menjadikan masyarakat Natuna dapat  merasakan kenyamanan dalam melakukan streaming video dan musik, bersosial media, hingga browsing melalui jaringan Smartfren 4G LTE.

{Baca juga: Pemerintah Dukung Konsolidasi Operator, Smartfren: Biar Efisien}

Adapun secara detail wilayah yang sudah tercakup layanan Smartfren adalah Kecamatan Bunguran Timur, sebagian Bunguran Tengah dan Selatan.

Sebagai bentuk apresiasi hadirnya Smartfren di Natuna, selama periode promo ini mulai 6 Maret hingga 6 September 2019, Smartfren memberikan Program Unlimited Internet dengan batas pemakaian wajar dan hanya berlaku untuk area Natuna. [NM/HBS]

 

Vivo Siapkan Desain Smartphone ‘Kamera Pop-up Ganda’

0

Telko.id, Jakarta Vivo telah mengejutkan industri smartphone pada tahun lalu dengan Vivo NEX yang memiliki Pop-up Selfie Camera. Tetapi inovasi itu ternyata belum membuat Vivo puas. Kabarnya mereka telah mengajukan paten terkait desain kamera pop-up ganda atau Dual Pop-Up Selfie Camera.

Dilansir Telko.id dari GizmoChina pada Senin (11/03/2019), pengajuan paten tersebut sudah disetujui oleh Administasi Kekayaan Intelektual Nasional China. Paten ini diajukan pada 23 Mei 2018 dan disetujui pada 1 Maret 2019.

Perlu diketahui bahwa konsep pop-up camera telah menjadi inovasi baru Vivo dalam industri ponsel pintar. Selain Vivo NEX, seri lain yaitu Vivo X27 dan Vivo V15, juga mendapatkan desain kamera tersebut. Desain Dual Pop-up Selfie Camera sendiri, juga telah beredar di internet.

Sekilas ilustrasi tersebut mirip dengan desain Pop-up Selfie Camera yang sudah ada. Sudut kiri atas terdapat unit kamera pop-up yang sedikit lebih lebar dibandingkan dengan Vivo NEX. Unit Ini mengakomodasi untuk dua sensor kamera.

{Baca juga: Punya Tampilan Keren, Ini 3 Keunggulan Kamera Vivo V15}

Sedangkan dari depan, tampilan smartphone ini dikelilingi oleh dagu yang sedikit tebal dan bezel yang lebih ramping. Tampilan layar memiliki tipe AMOLED dan bisa dilengkapi dengan pemindai sidik jari.

Pada desain digambarkan terdapat jack audio sebesar 3,5 mm yang berada di tepi atas ponsel. Pada tepi bawah smartphone tampaknya menampilkan baki kartu SIM, penghubung port USB-C dan speaker eksternal.

Tepi kanan ponsel memiliki volume rocker dan tombol lain yang bisa menjadi tombol daya. Ada satu tombol yang tersedia di tepi kiri perangkat yang belum diketahui apa fungsi tombol tersebut.

{Baca juga: Mengenal Teknologi Ultimate All Screen di Badan Vivo V15}

Dari belakang ponsel ini juga mirip dengan Vivo NEX karena fitur pengaturan kamera ganda dan lampu kilat LED di sudut kiri atas. Handset ini diharapkan akan diluncurkan dengan nama komersial dalam waktu dekat. Tetapi mungkinkah itu datang dengan tampilan  kamera ganda seperti pada ilustrasi di atas? Mari kita tunggu kabar selanjutnya dari Vivo terkait inovasi tersebut. [NM/HBS]

Sumber: GizmoChina

Canggih, LG Patenkan Teknologi “Layar Ponsel Speaker”

Telko.id, Jakarta – LG telah mendaftarkan hak paten teknologi yang bisa membuat layar ponsel menjadi pengeras suara (speaker) dan penguat suara (amplifier). Teknologi itu awalnya bernama Crystal Sound OLED Technology, tetapi kemudian berubah menjadi LG Display Speaker.

Teknologi LG Display Speaker berfungsi memperkuat suara melalui getaran permukaan layar. Getaran tersebut menghasilkan suara dari seluruh layar OLED. Sebelumnya, teknologi getaran permukaan layar sempat dipamerkan pada LG G8 ThinQ pada Mobile World Congres 2019.

Dilansir BGR, teknologi Mobile World Congres 2019 menggunakan layar sebagai diafragma untuk menghasilkan getaran. Getaran itulah yang memproduksi suara. Teknologi LG Display Speaker akan membantu meningkatkan kualitas suara di perangkat berbasis mobile.

{Baca juga: Bukan Layar Lipat, LG Siapkan Ponsel Layar “Merenggang”?}

Seperti dikutip telset.id, Senin (11/3/2019), teknologi LG Display Speaker juga meningkatkan kejernihan agar suara terdengar lebih halus dan nyata. Paten perangkat yang didaftarkan dideskripsikan sebagai audio speaker untuk ponsel pintar,  jam tangan, dan layar ponsel.

Jika paten berjalan sesuai rencana, teknologi tersebut kemungkinan diimplementasikan ke jam tangan pintar. Namun demikian, sebelum diterapkan ke jam tangan pintar, LG harus mengatasi beberapa masalah terlebih dulu. Salah satunya adalah terkait desain dan ukuran.

Saat ini, LG dilaporkan memang sedang fokus menerapkan paten untuk jam tangan pintar dan perangkat ponsel pintar. LG pun dikabarkan tengah mengusahakan membuat jam tangan pintar yang memiliki kamera terpasang di bodi. Sayang, pihak LG belum bisa dikonfirmasi.

{Baca juga: LG Masih “Galau” akan Rilis Ponsel Layar Lipat}

Sebelumnya, LG dilaporkan tidak akan gegabah dalam merilis ponsel layar lipat. LG justru dikabarkan punya inisiatif untuk menghadirkan perangkat dengan layar yang bisa merenggang. Perangkat tersebut telah digambarkan dalam dokumen paten baru LG dengan tampilan ponsel biasa. [SN/HBS]

Sumber: BGR

Paten Konsol Game Bikinan Google Terkuak 

0

Telko.id, Jakarta – Sejak akhir tahun lalu langkah Google meniti industri game semakin terlihat jelas. Beberapa proyek juga mulai dipamerkan, misalnya Google Project Stream. Selain itu masih berhembus juga rumor konsol game bernama Project Yeti.

Dilansir Digital trends,beredar sebuah bocoran desain controller konsol, yang diyakini berkaitan dengan Project Yeti. Desain ini pertama kali dikabarkan oleh situs Thurrot yang dikenal rajin merilis bocoran proyek gaming Google.

Meskipun belum ada tanggapan dari Google, desain ini ditemukan dalam daftar hak paten di Amerika Serikat. Dokumen yang ditemukan menyebutkan desian stik gaming ini didaftarkan oleh Google.

Melihat fakta tersebut sangat besar dugaan bahwa desain stik gaming ini benar bagian dari proyek konsol gaming Google. Kabar sebelumnya menyebutkan bahwa Google akan hadir di acara Game Developer Conference (GDC) 2019.

Jadi kemungkinan controllerGoogle ini akan dipamerkan di acara tersebut, dua minggu lagi. Sekilas, controller Google memiliki desain seperti DualShock 4. Terdiri dari empat tombol di sisi kanan dan D-Pad di sisi kiri. Bagian tengah terdapat analog.

{Baca juga: Main Game Langsung di Chrome dengan Project Stream}

Di antara joystick terdapat tombol berlogo Google Assistant yang diduga bisa mendukung perintah suara. Bagian tengah terdapat tiga tombol yaitu tombol berlogo Google, tombol berlogo Home, dan tombol berlogo Option. Logo yang biasa dijumpai pada smartphone Android.

Beralih ke bagian belakangnya terdapat shoulder button dan trigger button yang memang mirip seperti di controllerPlayStation 4. Sebuah akun Twitter bernama RepsUp100 membuat versi rendering dari sketsa desain yang didaftarkan sebagai hak paten.

Kehadiran Google di acara GDC 2019 akan sangat dinantikan. Kita akan melihat langkah terbaru dari Google yang dikenal di ekosistem mobile dan mulai terjun ke industri game. [BA/HBS]

Sumber: Digital Trends

Duh! Niatnya Selfie, Perempuan Ini Malah Diterkam Jaguar

Telko.id, Jakarta – Hati-hati kalau mau selfie. Biasakan tengok kondisi lingkungan sekitar agar tak mengakibatkan kejadian fatal. Jangan sampai mengalami peristiwa yang dialami oleh seorang perempuan di Arizona, Amerika Serikat. Niatnya selfie, malah diterkam Jaguar.

Niat hati berswafoto di kebun binatang, ia hampir tewas diterkam seekor jagoar. Dilansir Reuters, seperti dikutip Telko.id, Senin (11/3/2019), binatang buas itu menyerang tatkala si perempuan melangkahi pagar pembatas untuk berswafoto.

Sejumlah saksi mata mengatakan, jaguar tersebut melayangkan cakar ketika korban mencoba mendekati kandang guna mendapatkan gambar nan bagus. Beruntung, tubuhnya tidak terkoyak parah oleh gigitan maupun cakaran sang jaguar.

{Baca juga: Asyik Selfie-selfie, Putra Mahkota Arab Tuai Kritik}

Ia hanya mengalami luka dalam di bagian lengan. Video insiden itu menunjukkan seorang perempuan berusia 30-an tahun terbaring dan merintih kesakitan. Ia kemudian mendapatkan pertolongan guna menghindari dampak fatal.

Adam Wilkerson, seorang saksi mata yang mengabadikan peristiwa menggunakan kamera video, mengaku mendengar seseorang berteriak minta tolong. Ia pun langsung berlari menghampiri sumber suara dan mendapati korban tergeletak.

“ Jaguar tersebut telah menancapkan cakar di lengan korban. Ada luka cukup dalam, tetapi segera diatasi oleh petugas medis. Kala menolongnya, ibu saya berupaya mengalihkan perhatian jaguar. Ia melemparkan botol air mineral,” imbuh Wilkerson.

{Baca juga: Gara-gara Selfie, Pengunjung Pameran Rusak Karya Salvador Dali

Lemparan botol ke dalam kandang membuat perhatiah jaguar teralihkan. Jaguar itu agak melepaskan cakarannya. Saya lantas menarik perempuan tersebut untuk menjauhi kandang. Si jaguar kemudian mengejar botol,” paparWilkerson.

Direktur Wildlife World Zoo, Mickey Ollson, menegaskan bahwa tidak ada cara untuk memastikan manusia tidak melampaui pagar pembatas. Ia mengemukakan bahwa pagar di kandang jaguar sengaja dibuat demi keamanan pengunjung. [SN/HBS]

Sumber: Reuters

Facebook Kurangi Jangkauan Konten Kampanye Anti-Vaksin

Telko.id, Jakarta – Facebook melakukan tindakan tegas terkait konten anti-vaksin di platform mereka. Minggu ini Facebook mengumumkan akan mengurangi jangkauan konten anti-vaksin di platform mereka.

Dilansir Telko.id dari Ubergizmo pada Senin (11/03/2019), mengurangi jangkauan konten maksudnya, konten tersebut tidak lagi diizinkan untuk dipromosikan melalui rekomendasi atau iklan dan juga akan dibuat kurang menonjol dalam hasil pencarian.

Selama ini media sosial seperti Facebook dan YouTube  menerima banyak kritik karena informasi anti-vaksin menyebar melalui platform mereka.

Facebook memang mengatakan bulan lalu bahwa pihaknya sedang mencari cara untuk mengatasi masalah tersebut.

Kabarnya selain mengurangi jangkauan, Facebook  juga sedang mencari cara untuk memberikan lebih banyak konteks kepada pengguna tentang vaksin dari organisasi ahli.

{Baca juga: Akun Rusia Sebar Hoaks Antivaksin via Twitter}

Wakil presiden manajemen kebijakan global Facebook, Monika Bickert menulis  bahwa pihaknya tidak akan lagi menerima iklan yang memiliki informasi palsu tentang vaksinasi, dan menghapus kategori penargetan seperti kontroversi vaksin dari alat iklan.

Pihak Facebook juga akan mengurangi peringkat grup dan halaman yang menyebarkan konten anti vaksin di News Feed dan hasil pencarian di platform. Upaya ini juga meluas ke Instagram, yang dimiliki oleh Facebook, karena konten seperti itu tidak akan lagi direkomendasikan di halaman jelajahi Instagram.

Sebelumnya fenomena kampanye anti-vaksin juga mewabah di laman Youtube. Akhirnya YouTube telah menghapus iklan dari video yang mempromosikan kampanye anti-vaksin. YouTube menyebut bahwa konten itu sebagai sesuatu yang berbahaya.

{Baca juga: YouTube Hapus Iklan Kampanye Anti-Vaksin}

YouTube mengonfirmasi hal itu kepada BuzzFeed News setelah menghubungi tujuh perusahaan. Tujuh perusahaan tersebut tidak sadar bahwa iklan mereka ditampilan di video anti-vaksin. YouTube melakukannya untuk membatasi teori konspirasi dan konten bermasalah lain di platform.

Contoh akun anti-vaksin yang kini tidak lagi mendapatkan uang dari iklan adalah LarryCook333. Demikian pula akun VAXXED TV dan kanal pengobatan alternatif iHealthTube. Secara keseluruhan, menurut The Verge, ketiga kanal itu memiliki total pengikut sebanyak 473 ribu orang. [NM/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Dalam 2 Tahun, Bigo Live Blokir 200 Ribu Konten Negatif

Telko.id, Jakarta – Aplikasi live streaming, Bigo Live telah memberantas konten negatif di platform mereka. Aplikasi tersebut telah memblokir 200 ribu konten negatif sejak Januari 2017 lalu.

Informasi tersebut berdasarkan hasil pantauan dan pengawasan Subdit Pengendalian Konten Internet Ditjen Aptika ke kantor perwakilan Bigo Live Indonesia pada Rabu (06/03) lalu. Dari hasil pantauan, ditemukan bahwa Bigo telah melakukan pemblokiran sejak Januari 2017 hingga Februari 2019.

“Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap kinerja platform media sosial yang beroperasi di Indonesia, termasuk platform video streaming Bigo Live,” ucap Plt. Kabiro Humas Kominfo, Ferdinandus Setu dalam keterangan resmi yang diterima tim Telko.id, Senin (11/03/2019).

{Baca juga: Kominfo Kepincut Teknologi Penyaring Konten Negatif Bigo}

Menurutnya, jenis konten yang diblokir antara lain konten streaming yang menampilkan pakaian tidak senonoh, tarian tidak senonoh, serta pembicaraan yang tidak senonoh. Pemblokiran dilakukan berdasarkan temuan tim monitoring dan laporan dari pengguna Bigo Live.

Berdasarkan pantauan pihak Kominfo, pemblokiran konten negatif pada platform Bigo Live diklasifikasikan menjadi dua, yakni pemblokiran device atau banned permanent dan pemblokiran berjangka waktu atau non device.

“Kominfo mengapresiasi setiap langkah positif yang dilakukan oleh platform media sosial yang beroperasi di Indonesia, termasuk langkah Bigo memblokir 200 ribu konten negatif pada platformnya,” tambah Ferdinandus.

{Baca juga: Bigo Live Gandeng UC Browser Luncurkan Fitur Baru “Kuis Kaget Uang Kaget”}

Sebelumnya, pada 14 Januari 2019 pihak Dirjen Aplikasi informatika Kominfo bersama Pimpinan Bigo Live Indonesia telah melakukan penandatangan MoU tentang penanganan konten pornografi secara bersama-sama menggunakan sistem Artificial Intelegence (AI).

Untuk diketahui, Bigo Live adalah perusahaan internet asal Singapura yg mulai beroperasi di Indonesia sejak 2016 akhir. Pada Desember 2016 Kemkominfo pernah melakukan pemutusan akses Bigo Live dari Indonesia namun setelah Bigo memperbaiki SOP dan mekanisme streaming, blokir dibuka kembali pada 13 Januari 2017. Saat ini terdapat sekitar 20 juta warga Indonesia tercatat sebagai pengguna Bigo Live. (NM/FHP)

5 Medsos Ini Pernah Hits di Masanya, Anak Tua Gak Bakal Lupa!

Telko.id, Jakarta – Kembali ke awal-awal tahun 2000an, tepatnya ketika media sosial (medsos) pertama kali diperkenalkan. Saat itu sebagian dari kita mungkin tak pernah menduga jika perkembangannya akan sedemikian pesat.

Kita telah menjadikan media sosial sebagai bagian integral dari kehidupan. Bukan saja untuk terhubung dengan teman dan keluarga, kita juga menjadikan media sosial sebagai acuan untuk mengikuti acara terkini, dan mungkin, yang paling penting, untuk menghibur diri sendiri.

Apapun itu, yang pasti media sosial terus bertumbuh. Dan sementara beberapa nama seperti Facebook, Instagram, dan Twitter masih bersinar hingga saat ini, bertahun-tahun ke belakang, tak sedikit pula jejaring sosial yang sempat berkibar, sebelum akhirnya tutup usia seiring perkembangan zaman.

{Baca juga: 8 Jenis Orang yang Harus Kita Unfollow di Media Sosial, Biar Bahagia!}

Nah, beberapa nama berikut adalah contohnya, yang sempat berjaya pada eranya, namun akhirnya tergilas oleh kedatangan pesaingnya. Apakah sebagian dari Anda pernah mengenalnya?

Friendster

Mereka yang besar di awal tahun 2000-an mungkin tak asing lagi dengan nama Friendster. Pendahulu MySpace dan Facebook ini didirikan sebagai situs jejaring sosial standar pada tahun 2002 (dan berganti nama menjadi platform game pada tahun 2011). Friendster adalah salah satu situs pertama yang memungkinkan pengguna untuk berbagi foto dan video online, serta berita dan info acara.

Selama masa jayanya, seperti dilaporkan imaginativegroup, Friendster memiliki lebih dari 150 juta pengguna! Kehancurannya pada tahun 2015 bisa jadi disebabkan oleh banyak hal. Entah desain ulang yang kurang oke, waktu pemuatan yang semakin lambat, ataupun meningkatnya persaingan dari MySpace dan Facebook.

MySpace

Dibuat pada tahun 2003, MySpace adalah platform modern yang ditujukan untuk pengguna yang lebih muda. Setidaknya pada masanya. Situs ini memiliki kemampuan jejaring ala Friendster namun dengan bonus tambahan membiarkan orang terhubung dengan artis musik terbaru.

{Baca juga: Ini Durasi Ideal Penggunaan Media Sosial Menurut Ilmuwan}

Sepintas, terdengar mengasyikkan. Namun nyatanya nasibnya tidaklah lebih baik dari Friendster. MySpace tewas lantaran diduga tidak mampu beradaptasi dengan preferensi pengguna yang terus berkembang.

Yahoo!Messenger

Siapa yang tak mengenal Yahoo! Pada masa jayanya, hampir semua pengguna internet tak bisa melepaskan diri darinya. Cari berita, ke Yahoo! Terhubung dengan teman, ke Yahoo! Yah, sampai Google mengambil alih kedudukan.

Kini hampir tak banyak lagi orang yang menggunakan layanan email dari Yahoo! Pun demikian chatting melalui layanan Yahoo! Messenger. Orang-orang beralih ke Gmail, membuat layanan inipun akhirnya ditutup pada 2016.

Google +

Di awal-awal kemunculannya, Google + cukup banyak digandrundi. Apalagi ini juga dirancang untuk menjadi semacam perpaduan antara Facebook dan LinkedIn.

Namun demikian, perpaduan profesional dan santai sepertinya tidak terlalu dibutuhkan oleh pengguna. Mereka yang ingin berinteraksi dengan teman bisa langsung pergi ke Facebook, sementara yang lebih berorientasi pada pekerjaan bisa pergi ke LinkedIn. Pada akhirnya, Google + tak lagi dibutuhkan. Tahun 2019 ini, Google direncanakan akan menutupnya.

miRC

mIRC merupakan perangkat lunak berbayar untuk Internet Relay Chat atau percakapan daring yang beroperasi di sistem operasi Windows. Diciptakan tahun 1995 oleh Khaled Mardam-Bey, aplikasi ini adalah layanan chatting yang cukup populer pada masanya.

Dalam kategori chatting, miRC bahkan memiliki pengguna terbanyak setelah diunduh hingga 9.129.578 kali. Nielsen-Net pun memasukan mIRC ke dalam daftar “10 aplikasi internet terbaik” tahun 2003.

Dengan tersedianya skrip, para pengguna bisa mengatur cara bekerja mIRC sebebas-bebasnya. Huruf ‘m’ dalam mIRC sendiri belum diketahui pasti, tetapi dalam FAQ (pertanyaan yang sering ditanyakan) dalam forum mIRC, pihak mIRC mengatakan ‘m’ adalah singkatan dari “Moo”. Nah lho….