Telko.id – Salah satu fitur WhatsApp yang sering dimanfaatkan penggunanya adalah WhatsApp Web. Sekadar informasi, fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengakses WhatsApp via desktop dengan membukanya menggunakan browser.
Perlu diketahui, saat ini hampir semua pengguna smartphone menggunakan WhatsApp sebagai sarana untuk memudahkan mereka menghubungi siapapun dengan mudah dan cepat.
Namun, tidak semuanya bisa menggunakan smartphone mereka setiap saat, karena sibuk dengan pekerjaan yang menumpuk di depan PC ataupun laptop.
{Baca juga: Cara Mengetahui WhatsApp Diretas dan Pencegahannya}
Makanya, kehadiran WhatsApp Web sangat berguna bagi mereka yang tetap ingin mengakses WhatsApp tanpa harus menggunakan smartphone mereka. Nah, dalam tulisan kali ini tim Telko.id akan membagikan cara menggunakan WhatsApp Web di desktop. Yuk simak!
Pertama, akses situs WhatsApp Web di browser Anda. Bisa Mozilla Firefox, Opera, Google Chrome, sampai Microsoft Edge.
Kemudian, buka aplikasi WhatsApp di smartphone Anda.
Tekan tombol tiga titik bertumpuk di kanan atas layar, dan tekan WhatsApp Web.
Selanjutnya, pindah QR Code yang muncul pada browserdesktop Anda menggunakan smartphone.
Apabila proses pemindaian selesai, otomatis WhatsApp Anda akan “pindah” ke browser desktop. Sehingga Anda dapat mengaksesnya tanpa harus menggunakan smartphone.
Bagaimana, mudah kan? Selamat mencobanya, dan semoga bermanfaat ya! (FHP)
Telko.id, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) angkat suara terkait peretasan 13 juta akun Bukalapak oleh hacker asal Pakistan bernama Gnosticplayers. Menurut Plt. Kabiro Humas Kominfo, Ferdinandus Setu kasus ini sulit dibawa ke jalur hukum, karena belum ada peraturan yang menaungi kasus seperti ini.
Ferdinandus menambahkan bahwa Indonesia belum memiliki Undang-undang Perlindungan Data Pribadi yang bisa menjerat pelaku peretasan data pribadi.
Selain itu Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) belum secara mendetail membahas dan mengatur kasus peretasan.
“Masalahnya kita tidak punya Undang-undang Data Pribadi. Undang-undang Data Pribadi bisa kenakan pidana bagi yang bocorkan data, pihak-pihak yang terlibat,” ujar Ferdinandus di Jakarta, Senin (18/03/2019)
{Baca juga: Regulasi Perlindungan Data Pribadi Masih Belum Jelas}
Dia menambahkan bahwa naskah Rancangan Undang-undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) sudah dalam tahap harmonisasi di Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham). Rencananya mereka pada akhir Maret 2019 naskah tersebut akan dibawa ke Dewan Perwakilan Daerah (DPR).
“Naskah final dari pemerintah itu sudah. Itu ada di Kemenkumham, nanti dikirim lewat surat presiden ke DPR RI. Tinggal dikit lagi DPR, DPD, Presiden, Wakil Presiden dan Presiden kepada DPR RI,” tambahnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa 13 juta akun Bukalapak diretas oleh hacker asal Pakistan bernama Gnosticplayers. Hacker itu mengklaim telah meretas puluhan situs populer dan menjual hasil retasannya di dark web. Yang mengejutkan, nama Bukalapak masuk ke dalam daftar situs yang ia retas.
{Baca juga: Akui Ada Upaya Peratasan, Bukalapak: Data Pengguna Aman}
Menurut The Hacker News, seperti dilansir Telko.id pada Senin (18/03/2019), Gnosticplayers telah meretas 890 juta akun pengguna dari 32 situs populer beberapa waktu lalu. Bukalapak mengakui bahwa memang ada upaya untuk peratasan pada beberapa waktu lalu.
Akan tetapi, pihak Bukalapak telah memastikan tidak ada data pengguna yang penting seperti password, data finansial atau informasi pribadi pengguna yang berhasil didapatkan. [NM/HBS]
Telko.id, Jakarta – Valve kini memperketat kebijakannya terkait konten. Salah satunya adalah aturan yang melarang video game jahat dari Steam. Video game ‘ganas’ yang memungkinkan pemain berperan sebagai ‘pemerkosa dan pembunuh berantai’ dengan suasana sadis akan keca cekal.
Rape Day menjadi game pertama yang terkena aturan tersebut. Video game ‘ganas’ yang memungkinkan pemain berperan sebagai “pemerkosa pembunuh berantai serial” selama serangan wabah zombie ini, telah ditarik dari layanan hosting online-nya.
Game Rape Day ini mendorong pemain untuk melecehkan, membunuh, dan memperkosa perempuan secara verbal, dan berisi tema kekerasan fisik, kekerasan seksual, seks tanpa persetujuan, bahasa cabul, nekrofilia, dan inses.
Rape Day menjadi berita utama awal pekan ini, setelah diketahui bahwa game ini sedang ditinjau oleh Valve untuk dimasukkan dalam Steam, yang merupakan toko online terbesar di dunia untuk permainan PC.
Kini Valve telah menghapus Rape Day dari daftar Steam, dan mengonfirmasi bahwa tidak akan mendistribusikan game tersebut.
{Baca juga: Asyik! Pakai Steam Link Bisa Main Game di Televisi}
“Setelah menyelidiki fakta dan diskusi yang signifikan, kami pikir ‘Rape Day’ memakan biaya dan risiko yang tidak diketahui dan karenanya tidak akan ada di Steam,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.
“Kami menghormati keinginan pengembang untuk mengekspresikan diri, dan tujuan Steam adalah untuk membantu pengembang menemukan audiens,” tambahnya.
Perusahaan mengatakan, pengembang telah memilih konten yang ‘bermasalah’, sehingga sangat sulit bagi perusahaan untuk membantu mereka.
Keputusan ini diambil setelah muncul kemarahan publik atas permainan yang dijadwalkan akan dirilis pada April tahun ini.
Valve sebelumnya mengumumkan mengadopsi kebijakan “apa pun” yang berkaitan dengan konten di platform Steam, namun mengatakan bahwa mereka telah membuat pengecualian dalam kasus Rape Day.
Beberapa komentator online telah mengkritik Valve karena tidak bertindak tegas terhadap pengembangnya, Desk Plant.
Namun, Desk Plant tidak menyerah begitu saja dan mengklaim akan mencoba mencari cara alternatif untuk menjual dan memasarkan Rape Day.
“Langkah pertama adalah mengatur penjualan game di tempat lain,” tulis pengembang di website yang dipakai untuk mempromosikan game.
{Baca juga: Respawn Blokir 355 Ribu Cheater Game Apex Legends}
Langkah berikutnya, menjangkau pengembang berkualitas lain yang permainannya dilarang, termasuk konten pornografi dan segala hal yang ilegal, untuk mengatur situs khusus yang menjual game porno yang secara moral terlalu tercela untuk Steam.
“Ini akan sedikit memakan waktu, misalnya menemukan payment processor yang tepat untuk proyek semacam itu. Tapi jangan khawatir, itu akan terjadi,” katanya. [BA/HBS]
Telko.id, Jakarta – Nokia tampaknya memang akan fokus untuk terus meluncurkan smartphone menengah di Indonesia. Setelah Nokia 6.1 Plus yang dirilis September tahun lalu, brand yang kini berada di bawah naungan HMD Global itu mengawali tahun 2019 dengan meluncurkan Nokia 5.1 Plus.
Smartphone ini dibanderol dengan harga yang terjangkau untuk sekelas smartphone menengah. Sebab, HMD melepasnya dengan harga “cuma” Rp 2,5 jutaan saja, lebih murah daripada Nokia 6.1 Plus.
Tapi, apakah dengan harganya yang terbilang murah, Nokia 5.1 Plus perlu dipandang sebelah mata? Belum tentu, karena smartphone ini sebenarnya menawarkan sejumlah keunggulan yang jadi daya tarik utamanya.
{Baca juga: Review Nokia 6.1 Plus: Tangguh dengan Kualitas Khas Finlandia}
Nah karena itu, kali ini tim Telko.id akan melakukan review Nokia 5.1 Plus dengan mengulasnya secara mendalam dari mulai desain, spesifikasi, fitur dan sistem operasi, sampai ke kamera. Gak usah berlama-lama, yuk simak!
Desain
Sekarang Nokia mungkin “belum berani” bereksperimen soal desain ponsel buatannya, seperti saat brand asal Finlandia ini menjadi “raja ponsel” kala itu. Nokia seakan “main aman” dengan mengikuti tren desain smartphone masa kini.
Sebagai bukti, Nokia 5.1 Plus yang masih mengusung desain layar memanjang dan memiliki notch atau poni di bagian atasnya, mirip seperti Nokia 6.1 Plus. Akan tetapi, Nokia tetap setia mengerahkan kemampuannya untuk membuat seluruh smartphone-nya termasuk 5.1 Plus untuk memiliki build quality terbaik.
Nokia 5.1 Plus dibangun menggunakan frame berbahan dasar logam padat dan body berbahan polycarbonate yang dilapisi oleh kaca 2,5D yang melengkung di depan dan belakangnya. Dengan desain itu, 5.1 Plus otomatis nyaman digenggam dan digunakan.
Ketika kami menggunakannya sebagai daily driver selama beberapa minggu. Nokia 5.1 Plus memberikan kesan nyaman. Sebab, smartphone ini enak untuk digenggam menggunakan satu tangan. Ukurannya tidak terlalu besar, dengan layar berukuran 5,8 inci. Malah, smartphone ini punya feel seperti iPhone XS dengan ukuran layar yang sama.
Membahas soal desainnya, smartphone ini punya desain sederhana, tapi cukup membawa sedikit perbedaan yang menarik perhatian. Seperti bagian depan misalnya, terdapat logo “Nokia” di bawah layarnya yang seolah menegaskan bahwa “Hey ini lhosmartphone Nokia dengan build quality terjamin”.
{Baca juga: Review Asus ROG Phone: Smartphone Gahar Khusus “Gamers Hardcore”}
Sama halnya dengan bagian belakang, Nokia 5.1 Plus tidak dikemas dengan desain yang mencolok, banyak gimmick hingga warna gradasi. Cukup tiga warna standar, yakni Gloss Black, Gloss White, dan Gloss Midnight Blue.
Di bagian ini, terdapat frame kamera dengan posisi vertikal di bagian tengah atas smartphone, yang digabungkan dengan LED Flash. Tepat di bawahnya, ada sensor sidik jari yang mudah dijangkau jari dan didesain seakan menyatu dengan warna bodysmartphone. Tak lupa, logo khas Nokia dan Android One juga terdapat di body belakang smartphone sebagai pelengkap.
Meski tampak sederhana, tapi entah kenapa, kami tetap menyukai desain sederhana dari smartphone ini. Bukan karena Nokia Fans nih, tapi karena brand ini sukses menjaga kualitas khas Finlandia untuk tetap hadir di seluruh produknya, termasuk Nokia 5.1 Plus.
Sehingga, dalam hal desain, Nokia 5.1 Plus boleh kami sebut sebagai smartphone yang khusus orang simple yang memperhatikan kualitas dari setiap produk yang dibeli dan digunakannya.
Layar
Sayang bangetsih kalau bicara soal layar. Kenapa? Karena smartphone ini cuma punya layar berjenis IPS berukuran 5,8 inci dengan resolusi HD+ (720 x 1520 piksel) dan aspek rasionya mencapai 19 : 9.
Memang secara kasat mata layar dengan resolusi HD+ dengan FHD+ cukup sulit untuk dibedakan. Tapi apabila digunakan untuk memutar video berkualitas Full HD (1080p) atau video YouTube, barulah terasa kekurangan dari layar HD+.
Tampilan video menjadi kurang maksimal, karena video atau film yang diputar terasa menurun kualitas gambarnya. Akan tetapi, untuk sebuah smartphone menengah dengan harga terjangkau, resolusi HD+ rasanya pas-pas saja. Apalagi sebenarnya kualitas layar smartphone ini sebenarnya cukup bagus.
Layar mampu mereproduksi warna dengan pas dan baik. Layar juga memiliki sudut pandang yang bagus, sehingga pengguna dapat dengan jelas melihat berbagai konten dari angle manapun.
{Baca juga: Review Oppo R17 Pro: Comeback yang Cantik dan Canggih}
Hanya saja, ada satu hal lainnya yang membuat kami kurang menyukai layar smartphone ini, yakni Adaptive Brightnessyang gak terlalu pintar.
Memang, fitur ini bisa menyesuaikan intensitas cahaya layar sesuai kondisi lingkungan ketika pengguna menggunakannya, tapi kadang intensitas cahaya bakal redup atau terang sekali yang membuat mata kami kurang nyaman melihatnya. Semoga saja Nokia dengan cepat memberikan pembaruan software untuk memperbaiki kekurangan ini.
Spesifikasi
Nokia 5.1 Plus ditopang oleh spesifikasi yang bisa dibilang mumpuni untuk sebuah smartphone menengah. Smartphone ini dipersenjatai oleh prosesor octa-core 1,8 GHz MediaTek Helio P60, RAM 3 GB, ROM 32 GB, dan baterai berkapasitas 3,060 mAh.
Tunggu, pakai MediaTek? Nanti dulu jangan memandang sebelah mata kepada smartphone yang pakai SoC MediaTek. Sebab, banyak smartphone dengan prosesor buatan perusahaan asal Taiwan ini yang berkualitas dan bertenaga, salah satunya Nokia 5.1 Plus.
Nah, membahas soal MediaTek Helio P60, sebenarnya SoC ini punya performa yang 11 12 dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 636. Kalau Anda belum mengetahui Snapdragon 636 digunakan pada smartphone apa saja, biar kami yang menyebutkannya.
Smartphone dengan Snapdragon 636 yang ada saat ini di Indonesia seperti Asus ZenFone Max Pro M1, Asus ZenFone 5, Xiaomi Mi 6X, hingga “sang kakak”, Nokia 6.1 Plus.
Lantas bagaimana dengan kemampuan sebenarnya? Well, kami menggunakan aplikasi AnTuTu Benchmark versi 7 untuk mengetahui performanya secara angka. Berdasarkan aplikasi benchmark itu, Nokia 5.1 Plus memperoleh skor 119.633 poin.
Apabila dibandingkan dengan smartphone lain yang punya spesifikasi hampir setara seperti, Asus ZenFone Max Pro M1, Asus ZenFone 5, Xiaomi Mi 6X, hingga Nokia 6.1 Plus, smartphone ini bisa unggul dari beberapa kompetitornya. Berikut perbandingannya:
Selain melakukan benchmark, kami juga “menyiksa” smartphone ini dengan menjalankan lebih dari satu aplikasi secara bergantian, sekaligus bermain game dengan grafis berat seperti PUBG. Yap, tipikal smartphone menengah dengan bodypolycarbonate yang glossy langsung terasa.
Sebab, rasa hangat langsung terasa oleh tangan kami ketika bermain game dalam waktu yang lama. Cukup mengganggu, tapi secara overallsmartphone ini terasa tetap bertenaga.
Sisi baterai menjadi salah satu hal yang kami suka dari smartphone ini. Meski baterainya berkapasitas cukup kecil, yakni 3,060 mAh, tapi smartphone ini punya ketahanan baterai yang patut untuk diacungi jempol.
Berdasarkan pengujian kami, smartphone mampu bertahan hingga 23 jam dan screen on-time 3 jam 58 menit, dengan sisa baterai sekitar 14%.
Namun, ada satu kekurangan yang kami dapatkan dari sektor baterai 5.1 Plus, yakni baterainya yang belum didukung oleh teknologi fast charging. Sehingga untuk mengisi baterai berkapasitas kecil ini dari 10% hingga penuh, dibutuhkan waktu sampai 1 jam 47 menit.
Fitur dan Sistem Operasi
Nokia 5.1 Plus berjalan di atas sistem operasi berbasis Android One (Android 9 Pie). Karena berjalan di Android One, otomatis smartphone pun memiliki tampilan standar Android yang mirip dengan user interface (UI) smartphone Google, seperti Google Pixel 3.
Android One juga didesain Google untuk memiliki sistem navigasi yang lebih naturan dan nyaman untuk digunakan. Sistem operasi ini pun dapat menunjang performa smartphone, karena Google telah memaksimalkan sistem operasi tersebut untuk meningkatkan pengalaman pengguna.
Ada beberapa fitur bawaan yang ada di dalamnya, salah satunya adalah Adaptive Battery. Fitur ini, membuat sistem mampu mempelajari kebiasaan pengguna ketika menggunakan smartphone-nya, untuk menyesuaikan pengaturan smartphone yang pas demi menghemat daya baterai. Fitur inilah yang membuat baterai smartphone bisa lebih tahan lama.
Selain itu, sistem operasi ini pun dijanjikan mendapatkan pembaruan sampai 2 tahun ke depan, dan pembaruan security patch selama 3 tahun setiap bulannya. Dengan kepastian tersebut, maka besar kemungkinan smartphone akan mendapatkan sistem operasi Android Q.
Kamera
Nokia 5.1 Plus punya kamera ganda di bagian belakangnya dengan resolusi masing-masing 13MP aperture f/2.0 dan 5MP lensa depth yang dapat membantu pengguna mengambil foto bokeh. Untuk smartphone kelas menengah, kamera Nokia 5.1 Plus punya hasil bidikan yang cukup berkualitas, apalagi ketika pengaturan HDR diaktifkan.
Foto yang dihasilkan punya komposisi warna yang akurat, dengan ketajaman detail yang cukup baik. Tapi dengan syarat penting, yakni pencahayaan ketika memotret mendukung.
Sebab, ketika digunakan untuk memotret di kondisi pencahayaan yang kurang atau low-light, hasil foto terbilang punya kualitas yang cukup buruk karena terganggu oleh banyaknya noise pada foto. Kamera juga seakan kesulitan mencari titik fokus yang baik ketika memotret di kondisi low-light. Berikut beberapa hasil fotonya:
Sedangkan kamera depannya, 5.1 Plus mempunyai kamera dengan resolusi 8MP aperture f/2.2. Ada beberapa fitur yang dibawa Nokia ke dalamnya, seperti Bothie yang bisa mengaktifkan kamera depan dan belakang secara bersamaan, sampai Portrait Lighting yang memberikan efek studio pada foto pengguna.
{Baca juga: Review Xiaomi Mi 8 Lite : Tangguh untuk Kelas Menengah}
Sekadar informasi, Bothie atau DualSight memungkinkan pengguna untuk mengambil foto atau video menggunakan kamera depan dan belakang secara bersamaan. Fitur ini berguna sekali bagi pengguna yang senang menangkap momen ala vlog.
Sebab, mereka bisa melakukan selfie, sambil memperlihatkan suasana yang ditangkap oleh kamera belakang dalam satu foto atau video. Selain itu, pengguna juga bisa melakukan live streaming di YouTube dan Facebook dengan fitur Bothie. Cukup standar lah bagi pengguna yang suka mengambil foto selfie.
Kesimpulan
Nokia 5.1 Plus adalah opsi super terjangkau bagi pengguna yang ingin memiliki smartphone menengah dengan kemampuan mumpuni. Di rentang harga Rp 2,5 jutaan, smartphone ini menawarkan banyak hal kepada pengguna yang meminangnya.
Build quality terbaik ala brand asal Finlandia, lalu spesifikasi dan kameranya yang juga terbilang lumayan mumpuni untuk menunjang berbagai aktivitas digital para penggunanya. So, smartphone ini lebih worth to buy daripada “sang kakak”, Nokia 6.1 Plus yang dihargai Rp 3 jutaan. (FHP)
Telko.id, Jakarta – Bukalapak mengakui bahwa memang ada upaya untuk peratasan pada beberapa waktu lalu. Akan tetapi, tidak ada data penting seperti password, data finansial atau informasi pribadi pengguna yang berhasil didapatkan.
Seperti diketahui sebelumnya, 13 juta akun Bukalapak diretas oleh hacker asal Pakistan bernama Gnosticplayers. Hacker itu mengklaim telah meretas puluhan situs populer dan menjual hasil retasannya di dark web. Yang mengejutkan, nama Bukalapak masuk ke dalam daftar situs yang ia retas.
Dihubungi tim Telko.id via pesan singkat, CEO dan Founder Bukalapak, Acmad Zaky menyatakan bahwa pihaknya selalu meningkatkan sistem keamanan di Bukalapak.
Itu dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para pengguna e-commerce tersebut, sekaligus memastikan data-data penting pengguna tidak disalahgunakan.
{Baca juga: 13 Juta Akun Bukalapak Diretas dan Dijual di Dark Web}
“Upaya peretasan seperti ini memang sangat berpotensi terjadi di industri digital,” katanya kepada tim Telko.id, Senin (18/03/2019).
Lantas ia menghimbau kepada para pengguna untuk lebih memperhatikan keamanan dalam bertransaksi. Caranya, dengan mengganti password secara berkala dan mengaktifkan fitur Two-Factor Authentication (TFA).
“Fitur yang diperuntukan mencegah jika ada penggunaan atau penyalahgunaan data penting dari device yang tidak dikenali,” jelasnya.
Zaky juga menambahkan bahwa para pengguna perlu menjaga kerahasiaan password dan menggunakan security guide yang sudah disediakan oleh Bukalapak. Untuk mengakses security guide Bukalapak, pengguna harus mengakses situs ini.
{Baca juga: Hacker Curi Data 127 Juta Orang dari Delapan Situs}
Sebelumnya, seperti dilansir dari The Hacker News, Gnosticplayers telah meretas 890 juta akun pengguna dari 32 situs populer beberapa waktu lalu. Kemudian, ia menjual ratusan juta akun pengguna tersebut pada 6 dark web dalam empat putaran.
Tiga putaran di antaranya telah dilakukan pada bulan lalu pada dark web bernama Dream Market. Pada putaran keempat, ada 27 juta akun pengguna yang siap dijual dari 6 situs lainnya. Berikut rincian dari keenam situs itu:
Youthmanual – platform perkuliahan dan karier Indonesia, 1,12 juta akun
GameSalad – platform belajar online, 1,5 juta akun
Bukalapak – situs jual-beli online, 13 juta akun
Lifebear – situs notebook dari Jepang, 3,86 juta akun
EstanteVirtual – toko buku online, 5,45 juta akun
Coubic – jadwal janjian, 1,5 juta akun
Hacker ini menjual masing-masing database curian secara terpisah di situs Dream Market. Bila ditotal, harganya mencapai 1,2431 bitcoin atau setara dengan USD 5000 (Rp 72 jutaan). (FHP)
Telko.id, Jakarta – 13 juta akun Bukalapak diretas oleh hacker asal Pakistan bernama Gnosticplayers. Hacker itu mengklaim telah meretas puluhan situs populer dan menjual hasil retasannya di dark web. Yang mengejutkan, nama Bukalapak masuk ke dalam daftar situs yang ia retas.
Menurut The Hacker News, seperti dilansir Telko.id pada Senin (18/03/2019), Gnosticplayers telah meretas 890 juta akun pengguna dari 32 situs populer beberapa waktu lalu.
Kemudian, ia menjual ratusan juta akun pengguna tersebut pada 6 dark web dalam empat putaran. Tiga putaran di antaranya telah dilakukan pada bulan lalu pada dark web bernama Dream Market.
Putaran pertama Gnosticplayers menjual 620 juta akun dari 16 situs. Lalu, dilanjutkan lagi dengan menjual 127 juta akun dari 8 situs, dan diakhiri dengan penjualan 92 juta akun dari 8 situs.
Hacker tersebut menyatakan, ia sedang bersiap untuk menjual 27 juta akun pengguna yang berasal dari 6 situs lainnya pada putaran terakhir. Berikut rincian dari keenam situs itu:
Youthmanual – platform perkuliahan dan karier Indonesia, 1,12 juta akun
GameSalad – platform belajar online, 1,5 juta akun
Bukalapak – situs jual-beli online, 13 juta akun
Lifebear – situs notebook dari Jepang, 3,86 juta akun
EstanteVirtual – toko buku online, 5,45 juta akun
Coubic – jadwal janjian, 1,5 juta akun
Hacker ini menjual masing-masing database curian secara terpisah di situs Dream Market. Bila ditotal, harganya mencapai 1,2431 bitcoin atau setara dengan USD 5000 (Rp 72 jutaan).
Pada tiga putaran awal, kebanyakan situs yang diretas mengakui bahwa terjadi pencurian data. Besar kemungkinan, data yang dijuak Gnosticplayers di putaran keempat pun benar-benar valid.
Sampai berita ini diturunkan, pihak Bukalapak masih belum memberikan pernyataan resminya soal kasus ini. Namun untuk berjaga-jaga, sebaiknya bagi Anda yang jadi pengguna dari situs yang masuk daftar peretasan untuk segera mengganti password. (FHP)
Telko.id, Jakarta – Valve menghapus lebih dari 100 akun pendukung aksi penembakan Masjid Selandia Baru, di layanan penyedia game Steam. Hal ini dilakukan setelah adanya laporan bahwa banyak pengguna yang justru mendukung aksi brutal pelaku penembakan.
Dilansir Telko.id dari The Verge pada Minggu (17/03/2019), laporan soal dukungan pada aksi pelaku penembakan pertama kali muncul dari media teknologi Kotaku.
Setelah peristiwa penembakan, ditemukan bahwa banyak pengguna yang memperbarui profil mereka dengan memasukan nama, gambar penembak bahkan GIF aksi serangan.
Pada awalnya Kotaku melihat ada 66 akun pendukung, namun jumlah pendukung terus bertambah hingga lebih dari 100 akun. Pihak Kotaku pun menghubungi Valve, dan akhirnya ratusan akun tersebut telah dihapus.
{Baca juga: Facebook & YouTube Hapus Video Penembakan Masjid Selandia Baru}
Walaupun Valve telah bereaksi cepat dengan menghapus ratusan akun, namun sayangnya masih ada beberapa pengguna Steam yang memuji aksi penembakan tersebut.
“Ratusan akun terus mengangguk ke arah penembak massal masa lalu termasuk pelaku pembantaian di Charleston, Isla Vista dan Parkland dan tentang pembunuhan massal 2011 di Norwegia,” tulis Kotaku.
Hingga saat ini Valve juga belum memberikan komentar terkait kasus ini.
Langkah Valve ini menyusul langkah serupa yang diambil oleh banyak perusahaan digital yang menanggapi respon atas aksi penembakan keji di Selandia Baru. Facebook dan YouTube menjadi dua media sosial yang bergerak cepat menghapus video penembakan Masjid Selandia Baru,
Selain menghapus video yang tengah viral di media sosial, Facebook juga menghapus postingan terkait pujian dan dukungan yang dilakukan oleh pelaku.
{Baca juga: Viral! Ini Ucapan Terakhir Korban Penembakan Masjid Selandia Baru}
“Polisi Selandia Baru memberi tahu kami sebuah video di Facebook tidak lama setelah streaming berlangsung, kami langsung menghapus akun Facebook penembak dan videonya,” kata perwakilan Facebook di Selandia Baru, Mia Garlick, dikutip Telko.id dari CNET, Jumat (15/03/2019).
Seperti diketahui bahwa pada Jumat kemarin (15/03/2019) terjadi penembakan di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood di Christchurch Selandia Baru yang menewaskan 50 orang yang dilakukan oleh Breton Tarrant, warga Australia berusia 28 tahun. [NM/HBS]
Telko.id, Jakarta – The Palace Museum atau Museum Istana dan Huawei menandatangani kerja sama strategis pada 15 Maret 2019. Keduanya bahu-membahu membangun aplikasi uji coba jaringan 5G, membangun area cerdas Museum Istana, dan mengadakan kompetisi kecerdasan buatan.
Dilansir Xinhua, seperti dikutip Telko.id, Minggu (17/3/2019), Museum Istana menerima lebih dari 17 juta pengunjung sepanjang 2018, menjadikannya museum yang paling banyak dikunjungi di dunia. Pada awal 1998, Museum Istana meluncurkan konstruksi digital.
Setelah 20 tahun, secara bertahap terbentuk jaringan informasi kantor yang mencakup seluruh museum dan sistem pengumpulan, mengelola 1,86 juta informasi peninggalan budaya. Museum Istana mengembangkan aplikasi tentang informasi peninggalan budaya.
{Baca juga: Tak Cuma 5G, China Juga akan Menangkan Persaingan AI}
Total, aplikasi itu mempunyai lebih dari enam juta unduhan. Juga, museum memiliki penelitian tentang penerapan VR, AR, AI dan teknologi lainnya di museum. Ini mengumpulkan sumber daya digital yang kaya dari bangunan kuno dan peninggalan budaya.
Penandatanganan perjanjian otomatis menandai babak baru dalam kerja sama strategis antara The Palace Museum dan Huawei Technologies. Selanjutnya, kedua belah pihak akan memberikan contoh untuk aplikasi 5G, menciptakan warisan budaya yang cerdas.
Selain itu, Huawei akan mempercepat pembangunan area cerdas Museum Istana dengan teknologi dan solusi inovatif menggunakan 5G, AI, dan bidang teknis lain. “Museum Istana belum pernah sedekat ini dengan sains dan teknologi,” kata Shan Jixiang, sang direktur.
{Baca juga: China akan Cabut Sebagian Sensor Internet di Hainan?}
Shan berbagi banyak ide tentang 5G di The Palace Museum. Dengan bantuan teknologi canggih, diharapkan khalayak di seluruh dunia akan mengunjungi Museum Istana. Penggunaan teknologi AI juga menyediakan platform dan dukungan pengetahuan lebih kuat. [SN/HBS]
Telko.id, Jakarta – Insiden penembakan brutal yang terjadi di dua masjid di kota Chrischurch, Selandia Baru, pada Jumat 15 Maret 2019 lalu membuat dunia berduka. Puluhan orang tewas dalam kejadian itu.
Pemerintah negara-negara dunia mengutuk keras aksi teror yang menewaskan puluhan jemaah di masjid tersebut. Aksi teror juga menjadi keprihatinan dari petinggi teknologi dunia, salah satunya CEO Apple, Tim Cook.
Sang bos Apple menyampaikan perasaannya atas tragedi itu melalui akun Twitter miliknya. Ia mengaku sedih mendengar peristiwa mengerikan tersebut. Ia mengutarakan belasungkawa yang terdalam.
“Sedih luar biasa atas kabar dari Selandia baru. Masyarakat di Chrischurch yang terdampak oleh serangan mengerikan itu ada di hati kami,” tulis Cook, seperti dilansir DailyMail.
{Baca juga: Bicara Teror Masjid Selandia Baru, Senator Australia Dilempari Telur}
Selain menuliskan simpatinya kepada para korban terdampak serangan teror itu, Cook menyertakan kutipan kata bijak dari tokoh kemanusiaan dan pemimpin pergerakan HAM di Amerika, Martin Luther King.
“Aku sudah memutuskan untuk tetap dalam cinta. Kebencian adalah sebuah beban yang teramat berat untuk ditanggung – MLK,” tulis Cook.
Teror penembakan brutal di Selandia Baru pada Jumat 15 Maret 2019 sungguh mengerikan. Aksi tersebut menewaskan puluhan korban.
{Baca juga: Viral! Ini Ucapan Terakhir Korban Penembakan Masjid Selandia Baru}
Sang teroris nekat menyiarkan aksi biadabnya melalui live streaming di media sosial. Selain di Facebook, pelaku memamerkan aksi keji di Instagram, Twitter dan YouTube. Facebook dan YouTube mengungkapkan keduanya sudah menghapus video aksi teroris tersebut dari platform mereka.
Telko.id, Jakarta – Perkembangan kecederasan buatan atau artificial intelligence (AI) tidak hanya dimanfaatkan untuk meningkatan kualitas gawai. Di China, sejumlah perguruan tinggi menggunakan AI untuk mengecek absen kuliah mahasiswa di kelas.
Di Universitas Hangzhou Dianzi, China misalnya, para dosen di universitas tersebit menggunakan aplikasi pintar AI saat baru memasuki kelas.
Cara kerjanya, dosen mengumumkan kode verifikasi secara acak. Lalu, semua mahasiswa wajib memasukkannya ke ponsel dalam waktu tertentu.
“Waktu respons hanya 36 detik. Dosen bisa mengurangi waktu input secara manual. Meski tidak mungkin menghilangkan kecurangan, tapi kami telah mengurangi kemungkinan melalui intervensi manual,” ujar Wakil Direktur Universitas Hangzhou, Hu Haibun.
{Baca juga: Cegah Siswa Bolos, Sekolah di China Pasangkan “Seragam Pintar”}
Dilansir Xinhua, seperti dikutip Telko.id, Minggu (17/3/2019), Hu kemudian menambahkan bahwa jika seorang mahasiswa benar-benar hadir di dalam kelas setelah memasukkan kode verifikasi, maka dosen akan secepatnya mengubah informasi kehadiran.
Berbeda halnya bagi mahasiswa yang tidak hadir di dalam kelas, maka informasi ketidakhadiran akan masuk ke dalam data konselor sekolah. Selanjutnya, yang bersangkutan akan menerima panggilan otomatis dari aplikasi untuk menghadap ke konselor.
“Sebelumnya, dosen butuh tujuh menit sampai delapan menit untuk mengabsen. Ssekarang, berkat keberadaan aplikasi berteknologi AI, presensi mahasiswa bisa diselesaikan dalam 15 detik. Setelah dua minggu diuji coba, kehadiran meningkat tujuh persen,” jelas Hu.
{Baca juga: Pertama di Dunia, “Robot AI” Jadi Pembaca Berita TV di China}
Hu memastikan bahwa para mahasiswa tidak bisa menghindari panggilan Little AI dengan mengubah nomor ponsel. Konselor akan menghubungi mahasiswa secara langsung dan menanyakan alasan tidak masuk ke kelas. Nantinya ada bimbingan akademik. [SN/HBS]