spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1309

Gara-gara Pakaian, Astronot Perempuan Batal ke Luar Angkasa

Telko.id, Jakarta – Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) membatalkan jadwal penerbangan khusus perempuan ke luar angkasa. Alasannya sepele, yakni ukuran pakaian antariksa tidak sesuai dengan tubuh astronot perempuan.

Satu dari dua perempuan yang akan menjalankan misi ke luar angkasa, Anne McClain, akhirnya merelakan jatah penerbangannya kepada seorang astronot pria. Saat berlatih, Anne mengira pakaian antariksa berukuran besar akan muat.

“Anne sangat menyadari bahwa lebih mudah dan cepat mengganti orang yang menjalankan misi ke luar angksa daripada membuat lagi pakaian antariksa,” kata juru bicara NASA, Stephanie Schierholz, dilansir The Guardian, Rabu (27/03/2019).

{Baca juga: Stres di Luar Angkasa Bisa Bikin Astronot Terserang Herpes}

Semula, NASA akan mengirim astronot Christina Koch dan Anne McClain pada 29 Maret 2019. Mereka akan berjalan ke stasiun ruang angkasa internasional dan memasang baterai baru. Sebelumnya, misi serupa dilakukan tim pria.

Jumat (22/3) pekan lalu, Anne menyadari ukuran pakaiannya lebih cocok dengan yang medium. Hanya ada satu pakaian ruang angkasa medium yang bisa diselesaikan sampai jadwal mendatang, dan itu bakal dikenakan oleh Koch.

Anne adalah perempuan ke-13 yang melakukan spacewalk, menyusul Koch di urutan ke-14 yang bakal melangsungkannya dengan rekan pria. Walau batal ke luar angkasa bersama Koch, Anne punya jadwal selanjutnya pada 8 April 2019.

Anne McClain

Perempuan pertama yang melakukan misi luar angkasa adalah penjelajah ruang angkasa (kosmonaut) asal Soviet, Svetlana Savitskaya, 35 tahun silam. Dari 500 orang yang bertandang ke luar angkasa, hanya 11 persen yang perempuan.

{Baca juga: Kapsul Crew Dragon Milik SpaceX Sukses Kembali ke Bumi}

Asal tahu saja, pakaian dengan ukuran yang tidak sesuai bisa berbahaya jika dikenakan di luar stasiun. Penyesuaian pakaian antariksa adalah hal rumit, apalagi ada efek gaya berat mikro yang membuat tinggi seseorang bisa berubah. (SN/FHP)

Awas!! Bakal Ada “Racun” di Game Fortnite

Telko.id, Jakarta – Epic Games membawa item baru ke Fortnite, yakni Poison Trap. Sesuai namanya, item ini akan menebarkan racun pada pemain yang berjalan di depannya.

Poison Trap pertama kali muncul dalam update Fortnite dengan kode 8.10. Tapi, item itu tidak muncul di dalam gameplay, dan tidak dibuat resmi oleh Epic Games, sang developer.

Tidak diketahui apa alasan Epic tidak menambahkan Poison Trap ke dalam game pada saat itu. Dilaporkan Slashgear, seperti dilansir Telko.id pada Rabu (27/03/2019), salah satu alasannya karena membutuhkan lebih banyak pekerjaan sebelum bisa diluncurkan.

{Baca juga: Kalahkan PUBG, Jumlah Pemain Fortnite Tembus 250 Juta}

Kendati demikian, kini diketahui item tersebut akan tiba dalam waktu dekat. Epic Games rupanya telah memperkenalkan item ini pada bagian “Coming Soon” di News Feed dalam game Fortnite, dengan memberikan sedikit deskripsi soal item ini.

Sayang, karena menilai terlalu dini menerbitkan pemberitahuan itu, Epic Games langsung menghapus peringatan “Coming Soon” di News Feed. Poison Trap sendiri memiliki desain seperti map Aztec yang sama dengan lokasi Sunny Steps yang baru, serta beberapa lubang yang mengeluarkan gas beracun atau menembak panah beracun.

{Baca juga: Akhirnya, Voice Chat di Fortnite Aktif Kembali!}

Epic Games sendiri sedang bersiap untuk merilis pembaruan versi 8.20 pada hari ini (27/03). Nah, Poison Trap disinyalir akan tiba dalam pembaruan tersebut. Jadi, tunggu saja ya! (BA/FHP)

Diadu dengan Xiaomi Mi 9, Huawei P30 Pro “Kedodoran”

0

Telko.id, Jakarta – Keputusan Huawei untuk tetap menyematkan prosesor lawas pada smartphone terbarunya, Huawei P30 Pro berdampak pada performa smartphone secara keseluruhan. Alhasil, saat diadu dengan Samsung Galaxy S10+ dan Xiaomi Mi 9, jagoan Huawei itu “kedodoran”.

Berdasarkan hasil benchmark, Huawei P30 Pro masih kalah dari smartphone flagship lain yang mengusung prosesor jenis baru, sebut saja Samsung Galaxy S10+ dan Xiaomi Mi 9.

Sekadar informasi, Huawei masih menggunakan prosesor berbasis 7nm, yakni HiSilicon Kirin 980 yang diluncurkan Agustus tahun lalu untuk smartphone terbarunya, Huawei P30 Pro.

Prosesor tersebut sebelumnya digunakan pada smartphone mereka yang dirilis tahun lalu, yakni Huawei Mate 20, Mate 20 Pro, dan Mate 20 X.

{Baca juga: Diluncurkan, Huawei P30 Pro Jagokan “Leica Quad Camera System”}

Jika dijabarkan, mesin utamanya berupa prosesor octa-core yang terbagi dari 2-core 2.6 GHz high-performance Cortex-A76, 2-core 1.92 GHz, dan 4-core 1.8 GHz power-efficient Cortex-A55.

Seperti seri flagship Huawei sebelumnya, P30 Pro juga punya mode Performance yang mampu meningkatkan performanya secara signifikan.

Berdasarkan benchmark yang dilakukan GSMArena, seperti dilansir Telko.id pada Rabu (27/03/2019), performa Huawei P30 Pro memang berada di atas rata-rata smartphone saat ini.

Namun, P30 Pro harus mengakui keunggulan dari Samsung Galaxy S10+ dan Xiaomi Mi 9 yang menggunakan chipset Qualcomm Snapdragon 855, serta iPhone XS Max dengan prosesor Apple A12 Bionic.

Pada benchmark AnTuTu versi 7 misalnya, P30 Pro hanya memperoleh skor 290.189 poin untuk mode normal dan 316.156 poin untuk mode Performance. Tertinggal cukup jauh dari Galaxy S10+ dengan 333.736 poin, iPhone XS Max dengan 353.210 poin, dan Mi 9 yang jadi jawara dengan skor 372.006 poin.

Sama halnya ketika dilakukan benchmark menggunakan GeekBench 4.1. Smartphone hanya memperoleh skor sebesar 3.270 poin di single-core dan 9.649 poin di multi-core untuk mode normal, dan 3.323 poin di single-core dan 10.014 poin di multi-core untuk mode Performance.

Perolehan tersebut tertinggal cukup jauh dari Galaxy S10+, Xiaomi Mi 9, dan iPhone XS Max. Bahkan, P30 Pro juga berhasil “dilangkahi” oleh Huawei Mate 20 X.

Keputusan Huawei untuk tetap menggunakan Kirin 980 pada smartphone barunya tidak hanya membuat performa P30 Pro cukup tertinggal dari pesaingnya, tapi juga mengundang brand lain untuk melancarkan “serangan”.

Xiaomi misalnya, menemukan “celah sindiran” terhadap dua produk yang baru saja diperkenalkan kompetitornya, Huawei yaitu Huawei P30 dan P30 Pro. Xiaomi meledek Huawei lewat meme yang diunggah oleh salah satu akun Twitter resmi mereka.

{Baca juga: Performanya “Loyo”, Xiaomi Ejek “Softcase” Huawei P30 Pro}

Dalam meme tersebut, Xiaomi menggambarkan keheranan mereka terhadap Huawei P30 yang dinilai tidak punya peningkatan dalam segi performa, dan malah memberikan peningkatan pada casing tambahan untuk smartphone andalannya.

Huawei sendiri sebelumnya harus menanggung malu, karena baru-baru ini iklan teaser untuk Huawei P30 Pro ketahuan menggunakan foto yang bukan hasil jepretan kamera smartphone flagship tersebut.

Setelah aksi tipu-tipu ini ketahuan, pihak Huawei buru-buru menambahkan catatan di sudut teaser tersebut, dengan dalih iklan ini sebatas karya kreatif mereka yang dimaksudkan untuk referensi saja.

Ini bukanlah aksi tipu-tipu pertama yang pernah dilakukan Huawei, dan ketahuan oleh publik. Sebelumnya, Huawei juga pernah ketahuan memanipulasi hasil foto Nova 3 sehingga tampak lebih bagus.

{Baca juga: Ketahuan Bohong (Lagi), Huawei Tipu-tipu Hasil Foto P30 Pro}

Dalam iklan berdurasi 30 detik, brand asal China ini memperlihatkan kemampuan kamera depan smartphone menengahnya yang dapat mengambil foto selfie di berbagai kondisi.

Tapi ternyata, hasil kamera yang ditampilkan bukan diambil menggunakan kamera depan Nova 3, melainkan kamera DSLR.

Kasus yang sama juga pernah terjadi ketika mereka memperlihatkan kemampuan fotografi dari Huawei P9 di Google+. Huawei ketahuan setelah hasil foto Huawei P9 ternyata diambil oleh kamera Canon EOS 5D Mark III.

{Baca juga: Upss Ketahuan! Hasil Foto di Iklan Nova 3 Pakai DSLR}

Melihat aksi tipu-tipu yang terus berulang dilakukan Huawei ini, banyak pengguna yang mulai mempertanyakan kredibilitas perusahaan asal Chima tersebut. Kenapa untuk pabrikan sekelas Huawei masih harus melakukan aksi memalukan seperti itu?

Rasa kurang percaya diri dengan hasil kamera produknya sendiri ini menimbulkan pertanyaan baru. Apakah kamera smartphone Huawei sudah terlalu buruk untuk ditampilkan, sehingga harus memakai foto palsu? (FHP/HBS)

Sumber: GSMArena

Tragis! Gara-gara Selfie, Gadis Cantik Tewas Tertabrak Kereta

Telko.id, Jakarta – Remaja putri asal Rusia bernama Karina Baymukhambetova bernasib tragis. Maksud hati melakukan selfie alias swafoto, nyawanya justru melayang gara-gara tertabrak kereta api yang melintas. Ia dilaporkan melakukan selfie di rel kereta api.

Gadis 15 tahun itu telah diperingatkan oleh saudaranya agar tidak melakukan tindakan nekat. Namun, ia malah mengaku tidak takut terhadap apapun atau siapapun.

Braaak! Tiba-tiba kereta api mengempaskan tubuh Karina. Masinis sebenarnya sudah tahu dari kejauhan ada orang di rel kereta api. Ia bahkan sempat membunyikan klakson berkali-kali sebagai peringatan.

{Baca juga: Gadis 18 Tahun Tewas Usai Posting Foto Selfie di Instagram}

Melihat Karina bergeming, masinis kemudian mengambil tindakan taktis dengan mengaktifkan rem darurat. Dasar nahas, kereta api tidak bisa berhenti secara tepat. Tragedi mengenaskan tersebut tak terhindarkan.

Menurut laporan DailyMail, saudaranya yang ada di tempat kejadian sempat meloncat dari rel untuk menyelamatkan Karina. Tapi, takdir ternyata berkata lain.

Dikutip Telko.id, Rabu (27/03/2019), peristiwa tersebut menuai perhatian banyak pihak. Anak-anak muda pun diperingatkan untuk sadar terhadap keselamatan saat selfie, dan dihimbau untuk tidak nekat hanya demi konten media sosial.

Anggota kepolisian Rusia, Denis Khnykin, juga meminta para orangtua untuk memperingatkan anak-anak mereka masing-masing. “Mohon ingatkan bahwa foto-foto di rel berbahaya bagi kehidupan,” ucapnya.

{Baca juga: Duh! Niatnya Selfie, Perempuan Ini Malah Diterkam Jaguar}

Kejadian fatal akibat selfie sebelumnya juga dialami oleh seorang perempuan di Arizona, Amerika Serikat. Niatnya selfie, ia malah hampir tewas diterkam seekor jaguar. Dilansir Reuters, seperti dikutip Telko.id, Senin (11/03/2019), binatang buas itu menyerang tatkala si perempuan melangkahi pagar pembatas untuk berswafoto.

Sejumlah saksi mata mengatakan, jaguar tersebut melayangkan cakar ketika korban mencoba mendekati kandang guna mendapatkan gambar nan bagus. Beruntung, tubuhnya tidak terkoyak parah oleh gigitan maupun cakaran sang jaguar. (SN/FHP)

Resep Aneh ‘Oreo Rice’ Viral di Twitter

Telko.id, Jakarta – Sebagai seorang yang aktif di media sosial, khususnya Twitter, Anda dapat melihat segala kehebohan dari para warganet. Contohnya, sebuah foto “Oreo Rice” yang menjadi viral diperbincangkan netizen. Kenapa?

Seorang pemilik akun Twitter asal Malaysia bernama @WahyuYordan, memposting sebuah foto makanan yang ia sebut “Oreo Rice” atau nasi oreo, yang akhirnya viral di internet.

Foto pertama yang ia posting, menunjukkan kue Oreo yang dimasak bersama susu dan nasi di atas tungku. Foto kedua dan ketiga menunjukkan Oreo dihancurkan dan dicampur dengan susu dan nasi.

Dalam waktu singkat, tweet itu segera mulai “meledak” di platform media sosial, mengumpulkan lebih dari 4.700 retweet pada Selasa (26/3/2019) lalu. Para netizen dengan cepat mencela “Oreo Rice”, dan sebagian besar pengguna telah mencoba resep tersebut.

{Baca juga: Foto Kemasan Makanan di Thailand Viral di Facebook}

Tweet ini bahkan menarik perhatian portal berita metro.co.uk. Portal berita online yang berbasis di Inggris, ang juga mengulas viral mengenai “Oreo Rice”, yang dianggap oleh sebagian besar netizen sesuatu yang menjijikan.

Resep aneh ini sepertinya ini bukanlah pertama kalinya dicoba. Pada tahun 2015, BuzzFeed juga berbagi resep ini. Tapi, sepertinya mereka membuatnya terlihat jauh lebih baik daripada apa yang ditampilkan dalam tweet viral itu. [BA/HBS]

Sumber: Worldofbuzz

Iron Man VR Segera Nongol di PlayStation VR

0

Telko.id, Jakarta – Sony membuat kejutan di acara State of Play, saat mengumumkan bahwa Iron Man VR dari Marvel akan diluncurkan untuk PlayStation VR pada 2019.

Dalam video cuplikan dari Iron Man VR, terlihat adegan pertarungan udara. Pesawat Tony Stark diserang oleh musuh yang tidak diketahui jati dirinya.

Dengan bantuan dari asisten digitalnya, FRIDAY, dia keluar dari pesawat yang rusak dan mengenakan armor Iron Man sebelum bertarung dengan para musuh.

Para pemain bisa mengarahkan tangan mereka untuk menyerang musuh dengan blaster yang ada di telapak tangan armor Iron Man. Dalam cuplikan ini, juga terlihat tulisan “bukan gameplay sebenarnya”.

Menurut artikel blog Marvel, dalam Iron Man VR, Stark akan “menghadapi hantu dari masa lalunya”. Disebutkan, dia akan melawan kelompok tangguh yang ingin menghancurkan apa yang dia dan rekan super heronya bangun.

Di sini, Stark beserta para rekannya akan mengunjungi berbagai tempat di Bumi untuk melindungi Stark Industries dan juga Bumi. Armor yang dikenakan oleh Tony Stark kali ini dinamai Impulse Armor.

Ia merupakan armor baru yang desainnya dibuat oleh ilustrator Adi Granov. Dalam artikelnya, Marvel juga menyertakan animasi yang menunjukkan cara kerja armor Iron Man saat terbang dalam game.

Menurut laporan Polygon, game tersebut akan dibuat oleh Camouflaj. Sayangnya, masih belum diketahui berapa harganya. Penggemar PlayStation dan Iron Man sudah tak sabar menantinya. [BA/HBS]

Sumber: Polygon 

Ini Penjelasan Asus Soal Peretasan Asus Live Update

Telko.id, Jakarta – Pihak Asus buka suara terkait peretasan yang terjadi pada server Asus Live Update. Mereka mengakui jika terjadi serangan dan mengajak pengguna untuk mengecek apakah perangkat mereka terinfeksi atau tidak.

Berdasarkan keterangan yang diterima Tim Telko.id pada Rabu (27/03/2019), serangan terhadap server Asus Live Update menggunakan metode Advanced Persistent Threat (APT).

Sebagai informasi, metode Advanced Persistent Threat yaitu sebuah serangan siber skala nasional yang dilakukan oleh kelompok tertentu.

“Biasanya ditunjukan kepada negara tertentu dengan target organisasi atau entitas internasional bukan konsumen langsung,” tulis Country Manager Asus Indonesia, Jimmy Lim.

Perlu diketahui Asus Live Update  merupakan aplikasi khusus yang terdapat di setiap laptop Asus yang berfungsi untuk memastikan pengguna mendapatkan driver dan firmware versi terbaru dari Asus.

{Baca juga: Asus Live Update Diretas, Jutaan Pengguna Asus Terdampak?}

Sedangkan serangan APT pada server Live Update membuat sejumlah kecil perangkat terinfeksi oleh aplikasi berbahaya yang diketahui menargetkan serangan pada pihak tertentu.

“Pihak Customer Service Asus telah mengambil tindakan terhadap masalah ini dan menawarkan bantuan kepada setiap konsumen yang terinfeksi,” tambah Jimmy.

Jimmy menambahkan jika Asus juga telah merilis update untuk aplikasi Asus Live Update (ver. 3.6.8) yang kini telah dilengkapi dengan sistem verifikasi, enkripsi, dan keamanan yang lebih baik.

Update ini memastikan tidak ada lagi aplikasi berbahaya yang bisa disusupkan ke perangkat konsumen. Selain itu, mereka juga meningkatkan sistem keamanan pada arsitektur software server-to-end-user untuk mencegah serangan serupa.

“Asus telah menyediakan aplikasi khusus untuk memeriksa perangkat secara online, sehingga pengguna bisa mengetahui apakah perangkatnya terinfeksi oleh aplikasi berbahaya atau tidak,” kata Jimmy.

{Baca juga: Asus Kuasai 60% Pasar Laptop Gaming Indonesia}

Asus telah menyediakan aplikasi khusus untuk memeriksa perangkat secara online, sehingga pengguna bisa mengetahui apakah perangkatnya terinfeksi oleh aplikasi berbahaya atau tidak.

Pabrikan asal Taiwan ini menyarankan setiap pengguna untuk memeriksa perangkatnya dengan cara mengunduh aplikasi tersebut melalui URL ini untuk memeriksa apakah perangkat Anda terinfeksi atau tidak. [NM/HBS]

Awas! Prank Ini Bisa Bikin Akun Twitter Terkunci

Telko.id, Jakarta – Sejak Senin (25/3/2019), ada prank di Twitter yang isinya menjanjikan pengguna Twitter mempunyai feed lebih berwarna, punya hak admin, juga akun terverifikasi. Syaratnya, pengguna mengubah tahun lahir di profil menjadi 2007.

Namun Anda jangan tergoda, karena aksi mengerjai tersebut bisa membuat akun Twitter pengguna terkunci.

Cuitan pertama yang menyebarkan prank itu mengiming-imingi skema warna tambahan di Twitter dan telah dicuit ulang lebih dari 16.000 kali.

Akan tetapi, seperti dikutip Telko.id, dari Cnet, Rabu (27/3/2019), pengguna yang melakukannya bakal menjadi korban penipuan. Pengguna dikerjai. Mengubah tahun kelahiran di profil Twitter menjadi 2007 justru membuat akun Twitter terkunci.

{Baca juga: Twitter Perbarui Fitur Pelaporan untuk Lindungi Pengguna}

Gara-gara masalah tersebut, Twitter sampai turun tangan, memperingatkan pengguna untuk tidak lagi melakukannya. Sebab, syarat dan ketentuan Twitter secara tegas melarang pengguna berusia di bawah usia 13 tahun untuk mendaftar di platform.

Jika tahun lahir diganti menjadi 2007, maka usia maksimal pengguna akan menjadi 12 tahun pada 2019. Dan, hal tersebut akan membuat akun pengguna langsung terkunci. Namun, mayoritas pengguna tak menyadari dan jadi korban prank.

“Kami melihat ada prank yang mencoba membuat orang mengubah tahun kelahiran di profil menjadi 2007. Tolong, jangan pernah melakukannya. Kalau nekat, akun kalian akan terkunci karena masuk kategori usia di bawah 13 tahun,” jelas Twitter.

{Baca juga: Twitter Bakal Punya Fitur untuk Sembunyikan Cuitan}

Ketentuan Twitter yang menyebut bahwa akun pengguna di bawah usia 13 tahun langsung terkunci secara otomatis telah diterapkan sejak tahun lalu. Aturan itu mengacu kepada General Data Protection Regulation yang diterapkan oleh Uni Eropa. [SN/HBS]

Sumber: Cnet

Oppo F7 vs Oppo F9 vs Oppo F11: Waktunya Upgrade?

0

Telko.id, Jakarta – Oppo baru saja memperkenalkan smartphone teranyarnya, Oppo F11 Pro, dengan sejumlah fitur canggih yang bahkan belum kita temui di seri-seri sebelumnya. Jika Anda sudah menjadi pemilik Oppo F7 atau Oppo F9, sekarang mungkin saatnya untuk duduk dan mulai berpikir – apakah sudah waktunya ganti smartphone baru?

Tentu saja, banyak hal yang harus dipertimbangkan saat seseorang ingin berganti ponsel. Apakah itu terkait desain, hasil foto yang lebih baik, ataupun performa yang lebih unggul.

Sebagai penerus, adalah ideal bagi Oppo F11 Pro maupun F11 saja untuk menjadi lebih baik dibanding para pendahulunya. Paling tidak dari segi spesifikasi. Bukan harga mati memang, apalagi jika kita belum benar-benar mengujinya secara langsung. Namun, ini bisa menjadi bantuan – setidaknya sedikit, bagi Anda untuk memutuskan apakah ini saat yang tepat untuk berganti ke seri yang lebih baru atau tidak. Atau, merasa puas dengan apa yang sudah Anda miliki.

{Baca juga: Berkenalan Lebih Jauh dengan ‘Rising Camera’ Oppo F11 Pro}

Mau desain lebih baik?

Pabrikan smartphone semakin peduli dengan penampilan. Oppo tak terkecuali. Lewat Oppo F11 dan F11 Pro, pabrikan asal Tiongkok ini telah menghasilkan sebuah perangkat yang tak hanya terlihat bagus, tetapi juga unik.

Oppo F11 Pro memilih dua pilihan warna gradasi untuk membalut badannya, Thunder Black dan Aurora Green. Thunder Black menghadirkan pertama kalinya gradasi tiga warna pada F series, dimana warna merah dan biru berpadu pada bagian tepi yang dapat terlihat sebagai warna hitam klasik. Sementara Aurora Green dibuat dengan mengadopsi desain gradien dua warna berbentuk S.

Bagian atas dan bawah frame dari perangkat juga dibuat membulat untuk mendapatkan kenyamanan pengguna dalam mengenggam. Sementara untuk menghindari tertutupnya posisi speaker saat bermain game ataupun menelepon, Oppo memutuskan untuk memindah posisi speaker dan mikrofon. Kemana? Ada di bagian atas.

Mau layar lebih besar?

Ketika Oppo F7 dan Oppo F9 diperkenalkan, Oppo memilih untuk tetap konsisten dengan keberadaan notch atau poni di layar. Kala itu, baik F7 maupun F9 masing-masing menampilkan aspek rasio19:9 dan 19.5:9 pada 6,2 inci dan 6.3 inci. Layarnya membentuk kurva membuat ponsel tak hanya tampak luwes di pandangan tetapi juga nyaman di genggaman.

Oppo F11 – dalam hal ini F11 Pro tak jauh berbeda. Hanya saja, tidak ada notch kali ini, membuat tampilan muka benar-benar terlihat lapang. Ukuran layarnya 6.53 inci, lebih dari cukup untuk para penikmat layar besar. Sementara rasio screen-to-body 90.9% – yang adalah rasio terbesar untuk perangkat lini seri F, membuat F11 Pro tetap pas di genggaman. Terdengar besar, tapi tidak tampak sebesar itu.

Siasat lainnya yang digunakan Oppo untuk membuat F11 Pro tampak lebih lapang adalah dengan membenamkan kamera depan jauh ke dalam bodi. Bukan didalam notch atau di bagian depan lainnya pada smartphone. Kamera ini akan keluar secara otomatis saat dibutuhkan.

Mau kamera lebih baik?

Kamera yang lebih baik kerap menjadi alasan orang saat ingin berganti smartphone. Ini manusiawi. Salah satu keunggulan yang ditawarkan Oppo F11 Pro adalah kamera 48MP sebagai lensa utama dengan aperture f/1.79. Oppo mengklaim, kamera utama pada smartphone anyarnya ini mampu menangkap foto secara detail, apalagi dalam keadaan pencahayaan yang kurang atau low-light.

Kami mengujinya dengan menangkap sejumlah objek foto di luar uangan – saat itu waktu menunjukkan sekitar pukul 17.00 WIB. Hasilnya, bukan saja foto dengan komposisi warna yang bagus yang kami dapat, ini juga tampak detil. Bahkan saat foto diperbesar beberapa kali.

{Baca juga: Hasil Bidikan Kamera 48MP Oppo F11 Pro}

Di bagian depan, hasil yang tak jauh berbeda kami dapatkan dari kamera 16 MP yang dibawanya – kebetulan besaran yang sama juga diadopsi dua penerusnya. Satu hal yang membuatnya menarik, khususnya jika dibandingkan dengan Oppo F7 dan F9, seri Oppo F11 – dalam hal ini versi Pro, punya modul kamera depan yang tak biasa.

Ya, seperti telah kami ungkap sebelumnya, ini dipanggil rising front camera. Teknologi ini akan memunculkan kamera depan dari bingkai bagian atas saat ia dibutuhkan untuk swafoto, melalui sebuah mekanisme motoris. Keren.

Mau performa lebih baik?

Performa adalah hal lainnya yang diharapkan orang dari sebuah pergantian. Oppo F11 series ditenagai oleh prosesor mediatek P70 yang memiliki frekuensi maksimum sebesar 2,1 Ghz. Jika dibandingkan dengan perangkat generasi sebelumnya, performa CPU dan GPU meningkat 5% dan 13%.

Oppo F11 Pro dilengkapi dengan RAM 6GB LPDDR 4X yang akan memenuhi kebutuhan Anda atas video berkualitas tinggi ataupun game berat.

{Baca juga: Menjajal Cepatnya VOOC 3.0 Flash Charge di Oppo F11 Pro}

Untuk pengisian daya cepat, di F11 Pro kita akan dibawa mengenal teknologi VOOC 3.0. Bukan sekedar Flash Charge seperti di seri F sebelumnya. Teknologi ini disebut-sebut telah mengalami peningkatan, dimana dengan algoritma baru, VOOC 3.0 dapat mengatur tegangan tinggi sewaktu melakukan tickle charging, sehingga mempersingkat waktu pengisian secara keseluruhan hingga 20 menit. Itu artinya, F11 series dapat diisi penuh dalam waktu 80 menit. Masih meningkat dari seri sebelumnya, yang masing-masing membawa baterai berkapasitas 3400 mAh dan 3500 mAh, di Oppo F11 Pro ada baterai sebesar 4000 mAh.

Kominfo Awasi Kampanye di Media Sosial Selama Masa Tenang

Telko.id, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan mengawasi dan melarang iklan kampanye yang tampil pada media sosial dan platform digital, selama masa tenang Pemilu 2019.

Menurut Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, pihaknya melarang peredaran iklan kampanye oleh pihak manapun selama masa tenang.

“Jadi konten iklan disebarkannya targeted itu yang dilarang. Jadi iklannya pun kita batasi, jadi tidak boleh ada iklan kampanye selama masa tenang dilakukan oleh siapapun. Kalau beriklan itu pasti akan terdaftar dan dia akan disebar oleh platform dan itu yang dilarang,” ujar Semuel.

Semuel menambahkan jika larangan ingin tak hanya berlaku untuk pihak Partai Politik (Parpol), namun juga masyarakat yang berniat untuk berkampanye di masa tenang.

{Baca juga: Kominfo: Konten Hoaks Semakin Banyak Jelang Pemilu}

“Bukan hanya peserta parpol tetapi semua masyarakat karena mungkin juga kalau kita tidak batasi nanti malah menggunakan tangan masyarakat untuk pasang iklan,” tambahnya.

Dilansir Telko.id dari laman resmi Kominfo pada Rabu (27/03/2019), masa tenang Pemilu Serentak Tahun 2019 berlangsung dari tanggal 14 April 2019 sampai dengan 16 April 2019.

Selama masa tenang, kampanye atau kegiatan yang mengajak untuk memilih dan menawarkan visi, misi dan program kerja dilarang. Kesepakatan pelarangan dan pembatasan itu dicapai dalam pertemuan Kominfo bersama penyelenggara Pemilu.

Hasil dari pertemuan itu memutuskan untuk melarang platform digital menampilkan konten kampanye atau iklan kampanye selama masa minggu tenang.

“Kita pengendaliannya langsung ke platform, jadi iklan pasti dia melibatkan platform digital. Jadi sekali lagi semua bentuk iklan tentang kampanye dilarang selama masa tenang,” terang Semuel.

“Kalau tim kampanye yang terdaftar pastinya itu dilarang. Karena itu kan ada yang terdaftar berarti itu resmi tapi kalau masyarakat kita tidak bisa membatasi,” tambahnya.

{Baca juga: Kominfo Pertimbangkan untuk Blokir Game PUBG}

Menurut Semuel, pelarangan itu dilakukan agar dapat menjaga ruang siber selama masa tenang. Keputusan ini diambil oleh semua pesarta yang hadir, mulai dari semua platform dan perwakilan dari pasangan calon dan Bawaslu.

“Tadi sudah kita dengarkan semua bagaimana sih tujuannya supaya menjaga ruang cyber di masa tenang ini,” ungkap Semuel.

Pertemuan untuk pelarangan iklan kampanye di platform digtal sebelumnya dipimpin langsung oleh Semuel Abrijani Pangerapan juga dihadiri perwakilan Bawaslu, Facebook, Twitter, Google, LINE, Bigo Live dan beberapa platform lainnya. [NM/HBS]