spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1310

Sampai Maret 2019, Sony Klaim Jual 4,2 PlayStation VR

0

Telko.id, Jakarta – Hingga tanggal 3 Maret 2019, Sony mengklaim telah telah menjual 4,2 juta PlayStation VR di seluruh dunia. Itu artinya kurang dari tiga tahun sejak headset VR itu diluncurkan secara global.

Angka ini bukan jumlah unit yang dikirimkan ke penjual, tapi jumlah unit yang terjual di lapak-lapak penjualan. Dengan kata lain, saat ini ada 4,2 juta orang yang memiliki PlayStation VR.

Sony mulai menjual PlayStation VR pada 2016 sebagai platform virtual reality yang bisa terhubung ke PlayStation 4. Kemungkinan, inilah salah satu alasan mengapa headset VR Sony ini begitu populer.

{Baca juga: Headset Nirkabel Sony PlayStation Minim Inovasi}

Pada Januari, Sony mengumumkan bahwa penjualan PS4 mereka mendekati 100 juta unit. Karena itu, tidak heran jika PS VR bisa terjual hingga 4,2 juta unit.

Beberapa produk pesaing PS VR yang ada saat ini, seperti misalnya HTC Vive dan Oculus Rift, perlu terhubung ke komputer premium untuk bisa bekerja.

Seperti yang disebutkan oleh VentureBeat, perusahaan analisa pasar global, IDC memperkirakan bahwa pengiriman Rift dan Vive pada Q4 2018 hanya mencapai sekitar 300 ribu unit dan 230 ribu unit. Sementara pada kuartal yang sama, Sony mengirimkan 463 ribu unit PS VR.

{Baca juga: Ini Dia Game Terlaris PlayStation 4 di 2018}

Selain mengumumkan angka penjualan PS VR, Sony juga mengumumkan sejumlah game yang akan tersedia di platform VR mereka. Ada 25 judul game baru yang akan tersedia, termasuk Blood & Truth, penerus dari game London Heist yang juga tersedia untuk PS VR.

Selain itu, menurut Engadget, Anda juga akan bisa memainkan Everybody’s Golf VR dan sejumlah game klasik dan mini-game yang bisa Anda temukan di Five Nights At Freddy’s. [BA/HBS]

Sumber: Engadget

 

Foto Kemasan Makanan di Thailand Viral di Facebook

Telko.id, Jakarta – Polusi yang bersumber dari sampah plastik merupakan masalah yang harus dihadapi seluruh manusia di Bumi. Sebuah supermarket di Thailand punya cara unik untuk mengatasinya dengan menggunakan daun pisang. Bahkan solusi ini sempat viral di Facebook.

Saat ini, pemerintah di semua negara dan masyarakat dunia berupaya mengurangi penggunaan plastik untuk mengurangi polusi.

Sebuah supermarket di Thailand menemukan cara sederhana dan efektif untuk secara signifikan mengurangi penggunaan plastik untuk kemasan, dan menggantinya dengan daun pisang.

Terobosan yang dilakukan Rimping Supermarket, yang berlokasi di Chiangmai, Thailand, ini mendapatkan banyak pujian dari ribuan netizen dan menjadi viral setelah diposting di halaman Facebook Perfect Homes Chiangmai.

{Baca juga: Keren! Tempat Sampah Pintar Ini Bisa Kurangi Limbah Makanan}

Foto-foto itu, yang memperlihatkan produk segar yang dibungkus dengan daun pisang, menerima banyak pujian dari netizen. Bahkan telah dibagikan lebih dari 15.600 kali di Facebook sejak Senin (25/3/2019) lalu.

Para netizen memuji lantaran penggunan daun sebagai kemasan sangat ramah lingkungan. Beberapa juga berkomentar bahwa kemasan dari daun ini juga dapat berfungsi ganda sebagai kompos.

Namun, beberapa pengguna menunjukkan bahwa plastik masih digunakan pada beberapa sayuran. Misalnya, seperti yang terlihat dalam satu foto yang menampilkan mentimun. Meski demikian, banyak yang setuju bahwa ini merupakan sebuah kemajuan.

{Baca juga: Indonesia Masuk 10 Negara Penyumbang Sampah Elektronik

Seperti diketahui, di beberapa negara di Asia Tenggara, termasuk di sejumlah pasar tradisional Indonesia, masih banyak penggunaan daun pisang untuk kemasan makanan. Namun, jarang ada supermarket besar yang menggunakan daun pisang sebagai kemasan.

Semoga, langkah supermarket di Thailand untuk mengurangi penggunaan plastik ini bisa ditiru oleh supermarket besar di Indonesia. [BA/HBS]

Sumber: Worldofbuzz

Asus Live Update Diretas, Jutaan Pengguna Asus Terdampak?

Telko.id, Jakarta – Kaspersky Lab mengungkapkan ada yang tidak beres dengan perangkat Asus. Berdasarkan penelitian mereka, ada upaya peretasan atau Operation ShadowHammer yang menargetkan pengguna Asus Live Update Utility.

Menurut Kaspersky, peretas menyuntikan backdoor kedalam Asus Live Update Utility antara bulan Juni dan November tahun 2018. Kaspersky Lab memprediksi jika serangan tersebut mempengaruhi lebih dari jutaan pengguna di seluruh dunia.

“Serangan rantai pasokan adalah salah satu vektor infeksi yang paling berbahaya dan efektif bahkan eksploitasi semakin meningkat dengan operasi canggih yang berlanjut selama beberapa tahun terakhir,” tulis pihak Kaspersky.

Aktor di balik ShadowHammer menargetkan Asus Live Update Utility sebagai sumber infeksi awal. Asus Live sendiri dimiliki sebagian besar komputer Asus baru, untuk pembaruan BIOS, UEFI, driver dan aplikasi otomatis.

{Baca juga: Asus Kuasai 60% Pasar Laptop Gaming Indonesia}

Peretas menggunakan sertifikat digital curian dari Asus untuk menandatangani binari yang sah. Lalu peretas melakukan perusakan pada versi lama dari perangkat lunak Asus dan menyuntikkan kode berbahaya mereka sendiri.

“Utilitas yang sudah terinfeksi Trojan ditandatangani dengan sertifikat sah, kemudian dimasukan dan didistribusikan dari server pembaruan resmi Asus yang membuatnya sebagian besar tidak terlihat oleh beberapa perangkat solusi perlindungan,” tambahnya.

Berdasarkan keterangan resmi yang didapat Tim Telko.id pada Rabu (27/03/2019) Setiap pengguna perangkat lunak yang terpengaruh berpotensi menjadi korban yang jumlahnya jutaan walaupun  pelaku operasi ShadowHammer sebenarnya fokus pada mendapatkan akses ke beberapa ratus pengguna saja.

{Baca juga: Asus Prediksi Tren Smartphone di Tahun Ini, Apa Katanya?}

Kaspersky juga mengungkapkan bahwa malware serupa juga muncul perangkat lunak dari tiga vendor lain di Asia, semuanya menggunakan metode dan teknik yang  serupa. Kaspersky Lab juga telah melaporkan temuan ini kepada pihak Asus dan vendor lainnya.

“Belum jelas apa tujuan akhir para pelaku kejahatan siber itu dan kami masih meneliti siapa yang berada di balik serangan tersebut. Operasi penyerangan terbaru ini adalah contoh lain dari seberapa canggih dan berbahaya yang dapat dilakukan oleh serangan rantai pasokan pintar saat ini,kata Direktur Tim Penelitian dan Analisis Global, APAC, di Kaspersky Lab Vitaly Kamluk. [NM/HBS]

MUI Gelar Diskusi Terkait “PUBG Haram”, Apa Hasilnya?

Telko.id, Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menggelar Forum Group Discussion (FGD) dengan beberapa ahli terkait game PlayerUnknow’s BattleGround (PUBG) dan game lainnya yang dinilai mengandung unsur kekerasan. Apakah akan ada fatwa PUBG haram?

FGD yang dilakukan di Kantor Pusat MUI di Jakarta pada Selasa kemarin (26/03/2019), dengan beberapa agenda, tak hanya berfokus pada PUBG saja.

Topik yang dibahas dalam FGD adalah game secara keseluruhan yang terindikasi ada unsur kekerasan, radikalisme, hingga terorisme di dalamnya.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh memaparkan bahwa pada pertemuan ini ada beberapa masukan dari Kementerian Kominfo, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Asosiasi e-Sport Indonesia, ahli psikologi, hingga Kantor Staf Kepresidenan.

“Diskusi tadi diperoleh beberapa catatan pada pertemuan ini. Game sebagai produk budaya memiliki sisi negatif dan positif. Untuk itu peserta FGD mempunyai kesamaan pandangan mengoptimalkan sisi positif game, salah satu mengkanalisasi melalui eSport yang mengoptimasi kemanfaatan, meminimalisir dampak negatif,” kata Niam.

{Baca juga: Dianggap Bawa Mudarat, MUI Bakal Haramkan PUBG?}

Niam juga mengatakan, baik MUI dan peserta FGD satu suara bahwa harus ada pembatasan terhadap game yang memberi pengaruh terhadap penggunanya. Sayangnya Niam tidak menjelaskan apakah game yang dimaksud adalah PUBG atau tidak.

“Misalnya ada game yang tonjok guru, akhirnya anak menonjok guru betul. Ini sekedar gambar ada game yang memberi pengaruh terhadap penggunanya. Hal seperti ini kita punya kesamaan untuk dibatasi dan pelarangan,” kata Niam.

Pada kesempatan ini juga, Niam mengungkapkan ada kesepahaman untuk dilakukan pembatasan terhadap usia, konten, waktu, dan dampak yang ditimbulkan.

“Di samping pembatasan, ada juga pelarangan beberapa jenis games yang secara nyata berkonten pornografi, perjudian, perilaku seksual menyimpang, dan konten yang terlarang secara agama dan peraturan undang-undangan,” jelasnya.

{Baca juga: MUI Diminta Tak Gegabah Keluarkan Fatwa Haram PUBG}

“Pada FGD ini tidak merujuk kepada satu jenis games, tetapi lebih kepada game dengan konten negatif dan kemudian dinilai sejauh mana memiliki dampak dan pengaruh kepada user serta masyarakat. Kita merujuk kepada satu produk, tetapi keseluruhan,” tambah Niam.

Terkait tindak lanjut dari pertemuan ini apakah diterbitkan fatwa atau penerbitan peraturan perundang-undangan, Niam menjelaskan kalau itu akan dilakukan pendalaman Komisi Fatwa MUI. [NM/HBS]

 

McDonalds Gunakan AI untuk Layanan Drive-Thru

Telko.id, Jakarta McDonalds tak mau ketinggalan untuk memaksimalkan teknologi Artificial Intelligence (AI). Kabarnya mereka menggunakan teknologi AI untuk mengoptimalkan layanan Drive-Thru kepada pelanggan.

Dilansir Telko.id dari Ubergizmo pada Rabu (27/03/2019), McDonald mengakuisisi startup pengembang mesin pembelajaran Dynamic Yield senilai USD $ 300 juta atau Rp 4,2 triliun, untuk mengembangkankan layanannya.

Inovasi ini akan merubah layanan Drive-Thru yang sejak lama mengandalkan tenaga manusia. Diprediksi melalui AI layanan ini akan lebih optimal karena mempertimbangkan peristiwa lokal, waktu, cuaca, tingkat lalu lintas di restoran dan pesanan pelanggan.

Misalnya, jika Anda memesan sandwich, menu drive-thru dapat secara proaktif merekomendasikan kentang goreng atau item sampingan lainnya meskipun Anda tidak secara aktif mencari sandwich.

{Baca juga: Samsung Terapkan Teknologi AI untuk Perangkat Medis}

Teknologi yang sama juga dapat mempromosikan kopi es atau McFlurry pada saat cuaca sedang panas dan minuman hangat ketika situasi diluar sedang hujan atau pun turun salju.

Jika ada banyak lalu lintas di restoran, mungkin menyarankan item sederhana yang lebih cepat untuk disiapkan oleh karyawan.McDonald telah menguji teknologi ini di beberapa lokasi pada tahun 2018.

Hasilnya sangat menjanjikan sehingga sekarang akan meluncurkan teknologi ini ke lebih dari 1.000 lokasi dalam tiga bulan ke depan. AI pada akhirnya akan diluncurkan ke semua 14.000 lokasi AS di samping lokasi di luar negeri.

Sebelumnya, sejumlah pengamat teknologi memprediksi bahwa teknologi AI sepertinya akan semakin banyak digunakan oleh perusahaan di tahun 2019.

Menurut Hendra Lesmana, selaku Country General Menager Dimension Data Indonesia, ada beberapa tren yang akan menentukan lanskap teknologi bisnis di tahun depan, salah satunya dalah penggunaan AI.

{Baca juga: Riset: Teknologi AI akan Semakin Banyak Digunakan di 2019}

Menurutnya, sejak tahun 2018 penggunaan teknologi ini sudah diperkenalkan sehingga tahun depan akan semakin banyak dirasakan.

“Highlight overall 2019 akan melihat lebih banyak lagi teknologi tersebut ke kehidupan sehari-hari. Jadi saya melihat ada penggunaan AI yang lumayan signifikan,” ujar Hendra di Jakarta Selasa (18/12).

Dia menyebutkan, bahwa AI akan memberi perusahaan kemampuan untuk menggabungkan skenario, meningkatkan pemahaman dan membuat keputusan prediktif secara real-time tentang kebutuhan dan perilaku pelanggan.

“Ini adalah perubahan pola pikir yang berfokus pada costumer,” tuturnya. [NM/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Performanya “Loyo”, Xiaomi Ejek “Softcase” Huawei P30 Pro

0

Telko.id, Jakarta – Xiaomi menemukan “celah sindiran” terhadap dua produk yang baru saja diperkenalkan kompetitornya, Huawei yaitu Huawei P30 dan Huawei P30 Pro. Xiaomi ledek Huawei lewat meme yang diunggah oleh salah satu akun Twitter resmi mereka.

Dalam meme tersebut, Xiaomi menggambarkan keheranan mereka terhadap Huawei P30 yang dinilai tidak punya peningkatan dalam segi performa, dan malah memberikan peningkatan pada casing tambahan untuk smartphone andalannya.

Ya, smartphone tersebut masih menggunakan prosesor Kirin 980 yang digunakan pada smartphone yang mereka rilis tahun lalu yaitu Huawei Mate 20, Mate 20 Pro, dan Mate 20 X.

{Baca juga: Diluncurkan, Huawei P30 Pro Jagokan “Leica Quad Camera System”}

Berbeda dengan Xiaomi yang memutuskan untuk menggunakan seri prosesor terbaru dari Qualcomm, yakni Snapdragon 855 pada smartphone flagship terbarunya, seperti Xiaomi Mi 9 sampai Xiaomi Black Shark 2.

Huawei memang memperlakukan desain Huawei P30 dan P30 Pro secara berbeda jika dibanding pendahulunya, Huawei P20 Pro. Smartphone ini mengusung layar besar berjenis Super AMOLED berukuran 6,47 inci dengan resolusi Full HD+.

Layarnya melengkung di sisi kiri dan kanannya, dan telah didukung oleh teknologi sensor sidik jari di dalamnya seperti Mate 20 Pro. Di bagian belakangnya, P30 Pro punya empat pilihan warna gradasi dan satu warna standar, yang terdiri dari Breathing Crystal, Amber Sunrise, Aurora, Pearl White dan Black.

Khusus untuk P30 Pro, Huawei memberikan edisi khusus untuk P30 Pro yang didalam kemasannya terdapat Glamorous Case bertakhtakan kristal Swarovski. Nah, case itulah yang menjadi “celah sindiran” Xiaomi terhadap Huawei.

{Baca juga: Ketahuan Bohong (Lagi), Huawei Tipu-tipu Hasil Foto P30 Pro}

Selayaknya smartphone flagship, Huawei membanderol P30 Pro dengan harga yang cukup menguras kantong. Sebab, harga Huawei P30 Pro mencapai €999 atau setara Rp 15,9 jutaan untuk varian 8GB/128GB, €1.099 atau Rp 17,5 jutaan untuk model 8GB/256GB, dan €1.249 atau Rp 19,9 jutaan untuk versi 8GB/512GB.

Sedangkan Huawei O30, dihargai €799 atau setara dengan Rp 12,7 jutaan. Huawei P30 dan Huawei P30 Pro sendiri telah mengantongi sertifikat TKDN atau tingkat kandungan dalam negeri dari Kementerian Perindustrian Indonesia (Kemenperin), sehingga dipastikan keduanya akan masuk ke Indonesia. (FHP)

Sempat Palsukan Hasil Foto, Huawei P30 Pro Diluncurkan Hari Ini

Telko.id, Jakarta – Sempat dibuat malu karena ketahuan memalsukan hasil foto dari Huawei P30 Pro, Huawei dipastikan akan tetap meluncurkan smartphone terbarunya itu Pro di Paris Prancis hari ini, Selasa 26 Maret 2019, waktu setempat.

Lewat akun media sosialnya, Huawei mengkonfirmasi bahwa P30 dan P30 Pro yang akan diluncurkan nanti sudah dilengkapi dengan Leica Quad Camera System, dan fitur wireless charging.

Pabrikan asal China itu menyebutkan memilih Paris sebagai lokasi peluncuran karena kota tersebut dikenal sebagai “The Fashion Capital of the World”, “The City of Love” serta “The City of Lights”.

Sebagai kota yang menjadi pusat keindahan, budaya, seni, dan sejarah sejak Renaissance Prancis, masuk akal untuk memilih tempat ini menjadi lokasi untuk memamerkan Huawei P30 Series kepada khalayak, smartphone terbaru dari Huawei yang menawarkan fitur unggulan pada kamera yang telah diakui kualitasnya selama beberapa tahun terakhir.

“Selain kota-kota lain seperti Barcelona dan London untuk memperkenalkan Huawei P Series sebelumnya, kini Huawei P30 akan menginjakan kaki di Paris,” kata Lo Khing Seng, Deputy Country Director, Huawei Device Indonesia dikutip dari Pocket-lint.

{Baca juga: Ketahuan Bohong (Lagi), Huawei Tipu-tipu Hasil Foto P30 Pro}

Huaweri sendiri sebelumnya harus menanggung malu, karena baru-baru ini iklan teaser untuk Huawei P30 Pro ketahuan menggunakan foto yang bukan hasil jepretan kamera smartphone flagship tersebut.

Setelah aksi tipu-tipu ini ketahuan, pihak Huawei buru-buru menambahkan catatan di sudut teaser tersebut, dengan dalih iklan ini sebatas karya kreatif mereka yang dimaksudkan untuk referensi saja.

Ini bukanlah aksi tipu-tipu pertama yang pernah dilakukan Huawei, dan ketahuan oleh publik. Sebelumnya, Huawei juga pernah ketahuan memanipulasi hasil foto Nova 3 sehingga tampak lebih bagus.

Dalam iklan berdurasi 30 detik, brand asal China ini memperlihatkan kemampuan kamera depan smartphone menengahnya yang dapat mengambil foto selfie di berbagai kondisi.

Tapi ternyata, hasil kamera yang ditampilkan bukan diambil menggunakan kamera depan Nova 3, melainkan kamera DSLR.

Kasus yang sama juga pernah terjadi ketika mereka memperlihatkan kemampuan fotografi dari Huawei P9 di Google+. Huawei ketahuan setelah hasil foto Huawei P9 ternyata diambil oleh kamera Canon EOS 5D Mark III.

{Baca juga: Upss Ketahuan! Hasil Foto di Iklan Nova 3 Pakai DSLR}

Melihat aksi tipu-tipu yang terus berulang dilakukan Huawei ini, banyak pengguna yang mulai mempertanyakan kredibilitas perusahaan asal Chima tersebut. Kenapa untuk pabrikan sekelas Huawei masih harus melakukan aksi memalukan seperti itu?

Rasa kurang percaya diri dengan hasil kamera produknya sendiri ini menimbulkan pertanyaan baru. Apakah kamera smartphone Huawei sudah terlalu buruk untuk ditampilkan, sehingga harus memakai foto palsu? (FHP/HBS)

Kocak! Xiaomi Ledek Huawei P30 Pro Gara-gara “Softcase”

0

Telko.id, Jakarta – Xiaomi menemukan “celah sindiran” terhadap dua produk yang baru saja diperkenalkan kompetitornya, Huawei yaitu Huawei P30 dan Huawei P30 Pro. Xiaomi ledek Huawei lewat meme yang diunggah oleh salah satu akun Twitter resmi mereka.

Dalam meme tersebut, Xiaomi menggambarkan keheranan mereka terhadap Huawei P30 yang dinilai tidak punya peningkatan dalam segi performa, dan malah memberikan peningkatan pada casing tambahan untuk smartphone andalannya.

Ya, smartphone tersebut masih menggunakan prosesor Kirin 980 yang digunakan pada smartphone yang mereka rilis tahun lalu yaitu Huawei Mate 20, Mate 20 Pro, dan Mate 20 X.

{Baca juga: Diluncurkan, Huawei P30 Pro Jagokan “Leica Quad Camera System”}

Berbeda dengan Xiaomi yang memutuskan untuk menggunakan seri prosesor terbaru dari Qualcomm, yakni Snapdragon 855 pada smartphone flagship terbarunya, seperti Xiaomi Mi 9 sampai Xiaomi Black Shark 2.

Huawei memang memperlakukan desain Huawei P30 dan P30 Pro secara berbeda jika dibanding pendahulunya, Huawei P20 Pro. Smartphone ini mengusung layar besar berjenis Super AMOLED berukuran 6,47 inci dengan resolusi Full HD+.

Layarnya melengkung di sisi kiri dan kanannya, dan telah didukung oleh teknologi sensor sidik jari di dalamnya seperti Mate 20 Pro. Di bagian belakangnya, P30 Pro punya empat pilihan warna gradasi dan satu warna standar, yang terdiri dari Breathing Crystal, Amber Sunrise, Aurora, Pearl White dan Black.

Khusus untuk P30 Pro, Huawei memberikan edisi khusus untuk P30 Pro yang didalam kemasannya terdapat Glamorous Case bertakhtakan kristal Swarovski. Nah, case itulah yang menjadi “celah sindiran” Xiaomi terhadap Huawei.

{Baca juga: Ketahuan Bohong (Lagi), Huawei Tipu-tipu Hasil Foto P30 Pro}

Selayaknya smartphone flagship, Huawei membanderol P30 Pro dengan harga yang cukup menguras kantong. Sebab, harga Huawei P30 Pro mencapai €999 atau setara Rp 15,9 jutaan untuk varian 8GB/128GB, €1.099 atau Rp 17,5 jutaan untuk model 8GB/256GB, dan €1.249 atau Rp 19,9 jutaan untuk versi 8GB/512GB.

Sedangkan Huawei O30, dihargai €799 atau setara dengan Rp 12,7 jutaan. Huawei P30 dan Huawei P30 Pro sendiri telah mengantongi sertifikat TKDN atau tingkat kandungan dalam negeri dari Kementerian Perindustrian Indonesia (Kemenperin), sehingga dipastikan keduanya akan masuk ke Indonesia. (FHP)

Diluncurkan, Huawei P30 Pro Jagokan “Leica Quad Camera System”

0

Telko.id, Jakarta – Huawei P30 Pro resmi melenggang di acara khusus yang diadakan di Paris Convention Center, Perancis. Smartphone flagship ini menyimpan banyak peningkatan apabila dibandingkan dengan pendahulunya, P20 Pro.

Soal desain misalnya, smartphone ini mengusung layar besar berjenis Super AMOLED berukuran 6,47 inci dengan resolusi Full HD+. Layar ini melengkung di sisi kiri dan kanannya, dan telah didukung oleh teknologi sensor sidik jari di dalamnya seperti Mate 20 Pro.

Layar itu punya aspek rasio yang besar, karena P30 Pro mengadopsi desain berponi atau notch dengan bentuk dewdrop atau waterdrop.

{Baca juga: Oops! Bos Huawei Ketahuan Bawa iPhone Saat Diciduk Polisi}

Di bagian belakangnya, P30 Pro punya empat pilihan warna gradasi dan satu warna standar, yang terdiri dari Breathing Crystal, Amber Sunrise, Aurora, Pearl White dan Black.

Untuk spesifikasinya, Huawei P30 Pro ditenagai oleh prosesor yang sama dengan trio Huawei Mate 20 yaitu Kirin 980 yang dibantu oleh RAM 8GB, dan ROM hingga 512GB.

Foto: TechCrunch

Smartphone ini ditopang juga oleh baterai berkapasitas 4,200 mAh yang didukung oleh teknologi 40W Super Charge. Mirip Mate 20 Pro, hadir juga fitur fast wireless charging 15W dan reverse wireless charging.

Huawei P30 Pro sebenarnya memiliki peningkatan yang signifikan pada sektor kameranya. Bagaimana tidak, kini smartphone tersebut punya empat kamera utama di bagian belakang, dan satu kamera beresolusi besar di bagian depan.

{Baca juga: Banyak Konsumen iPhone Beralih ke Ponsel China}

P30 Pro dilengkapi dengan Leica Quad Camera System dengan resolusi masing-masing 40MP berteknologi Huawei SuperSpectrum Sensor sebagai lensa utama, 20MP lensa ultra-wide, 8MP lensa telephoto, dan lensa Time of Filed (ToF). Sementara kamera depannya, beresolusi 32MP.

Sedikit membahas soal kameranya, teknologi Huawei SuperSpectrum Sensor merupakan teknologi sensor baru dengan konfigurasi RYYB, bukan RGGB seperti sensor kamera smartphone kebanyakan. Sensor ini menggantikan piksel hijau dengan piksel kuning yang diklaim mampu meningkatkan ISO maksimum menjadi 409.600.

Foto: Digital Trends

Lensa kamera smartphone ini pun didukung oleh teknologi SuperZoom yang mampu memperbesar gambar hingga 5x lipat dengan optical zoom, 10x lipat dengan hybrid zoom, dan 50x lipat dengan digital zoom.

{Baca juga: Segera Diluncurkan! Trio Huawei P30 Kantongi Sertifikat TKDN}

Selayaknya smartphone flagship, Huawei membanderol P30 Pro dengan harga yang cukup menguras kantong. Sebab, harga Huawei P30 Pro mencapai €999 atau setara Rp 15,9 jutaan untuk varian 8GB/128GB, €1.099 atau Rp 17,5 jutaan untuk model 8GB/256GB, dan €1.249 atau Rp 19,9 jutaan untuk versi 8GB/512GB.

Trio Huawei P30 sendiri dipastikan akan hadir di Indonesia. Sebab, Huawei P30, Huawei P30 Pro, dan Huawei P30 Lite telah mengantongi sertifikat TKDN atau tingkat kandungan dalam negeri dari Kementerian Perindustrian Indonesia (Kemenperin).

Akan tetapi, belum diketahui kapan smartphone tersebut akan diluncurkan di Indonesia. So, nantikan saja ya! (FHP)

Dua Game Ini Bakal Tersedia di Google Stadia 

Telko.id, JakartaGoogle telah memantapkan diri untuk serius masuk ke bisnis game dengan meluncurkan layanan streaming game bernama Stadia pada 20 Maret 2019. Bahkan Google telah menyiapkan dua game yang akan tersedia di layanan barunya itu.

Raksasa teknologi asal Amerika Serikat tersebut memenuhi janjinya membuat platform game online bernama Stadia untuk menjalankan video game AAA pada PC dan smartphone.

Selain itu, Stadia juga akan kompatibel dengan beberapa layanan buatan Google lainnya, yakni Chrome dan Chromecast.

Google juga menjanjikan streaming hingga resolusi 4K pada 60fps dengan HDR + saat peluncuran, dengan pembaruan hingga 8K dan 120fps untuk di masa depan.

{Baca juga: Google Perkenalkan Layanan Streaming Game “Stadia”}

“Ada percakapan antara saya dan Google sebelum saya bergabung dengan perusahaan. Pandangan saya, untuk memberi para pemain persis apa yang ingin kami janjikan yang adalah bahwa kami harus membuat permainan sendiri,” kata Phil.

Dia juga mengatakan jika pihaknya tengah mempersiapkan game yang dibuat khusus untuk pusat data. Dan jika game ini muncul di platform streaming lain, itu pun bisa dijalankan.

Oleh karena itu, lanjut Phil berarti bahwa pengembang mulai berinovasi dan berpikir tentang masa depan dan penciptaan game dari abad ke-21, bukan game dari abad ke-20.

Phil juga mengkonfirmasi bahwa game yang dikembangkan langsung oleh Google akan tetap eksklusif untuk Stadia.

Jade Raymond, kepala divisi Stadia Games and Entertainment, sedang mengurus pengembangan judul-judul yang akan tersedia di Stadia. Ada dua judul game yang disiapkan, yakni Assassin’s Creed Odyssey dan DOOM Eternal.

Seperti diketahui sebelumnya, Google meresmikan layanan streaming game mereka yang sebelumnya diuji coba dengan nama Project Stream. Kini, setelah diluncurkan, layanan tersebut diberi nama Stadia.

{Baca juga: Gandeng Ubisoft, Google Siapkan Cloud Gaming}

Dengan logo yang menyerupai ikon sinyal WiFi, layanan ini hadir bersama controller yang paten desainnya sempat beredar lebih dulu. Desainnya tidak berbeda jauh dengan yang diumumkan, namanya Stadia Controller.

Dilansir Polygon, layanan streaming ini bisa diakses lewat perangkat apa saja dalam demonya. Mulai dari televisi pintar, PC, laptop, hingga smartphoneselama memiliki peramban Google Chrome untuk mengaksesnya. [BA/HBS]

Sumber: The Star.com.my