Telko.id, Jakarta – Huawei baru saja mengumumkan smartphone flagship terbarunya Huawei P30 dan Huawei P30 Pro. Dan salah satu hal terbesar yang menjadi fokus Huawei adalah kualitas kameranya. Kedua smartphone ini diklaim Huawei sebagai smartphone dengan kamera terbaik.
Yang menarik, saat di acara peluncuran P30 dan P30 Pro, yang digelar di Paris, Perancis, Selasa (26/3) lalu, nama Samsung dan iPhone ikut disebut-sebut saat Huawei memamerkan kemampuan kamera Huawei P30 Pro.
Saat itu, Huawei membandingkan kamera P30 Pro dengan iPhone Xs Max dan Samsung Galaxy S10 Plus. Salah satu petinggi Huawei memamerkan kebolehan kamera P30 Pro. Ia menyebut flagship baru Huawei itu mengungguli kedua smartphone jagoan pesaingnya itu.
Tapi apakah memang kamera P30 Pro lebih unggul? Bagaimana sebenarnya komparasi spesifikasi ketiga flagship tersebut?
{Baca juga: Diluncurkan, Huawei P30 Pro Jagokan “Leica Quad Camera System”}
Seperti dilansir PetaPixel, terlihat dari foto yang dihasilkan memang sangat nyata kamera Huawei P30 dan P30 Pro behasil mengungguli kamera iPhone Xs Max dan Galaxy S10 Plus.
Akan tetapi dari parameter yang digunakan dilihat dari gambar sangat kurang berimbang. Di gambar telihat kalau iPhone Xs Max memang memiliki aperture f/1.8, tapi Shutter Speed yang digunakan hanya 1/4s dengan ISO 3200.
Begitu juga saat dibandingkan dengan Galaxy S10 Plus, Huawei menggunakan parameter yang tidak berimbang, karena S10 Plus menggunakan aperture f/1.5 dengan Shutter Speed 10s dan ISO 800.
{Baca juga: Diadu dengan Xiaomi Mi 9, Huawei P30 Pro “Kedodoran”}
Sedangkan Huawei P30 menggunakan aperture f/1.8 dengan Shutter Speed 30s dan ISO 3200. Sementara P30 Pro juga menggunakan aperture f/1.6 Shutter Speed 30s dan ISO 3200.
Dari situ terlihat sangat jelas komparasi yang dilakukan tidak berimbang. Hal pertama yang tidak berimbang tentunya Shutter Speed Huawei P30 dan P30 Pro menggunakan 30s (detik).
Secara fungsi jelas ketika Shutter Speed semakin lama, maka exposure time nya akan semakin lama dan sensor akan semakin banyak menyerap cahaya, namun apabila semakin singkat exposure time-nya maka cahaya yang masuk semakin sedikit pula. Ini yang terjadi saat komperasi kamera dari keempat smartphone tersebut, sangat tidak berimbang.
{Baca juga: Performanya “Loyo”, Xiaomi Ejek “Softcase” Huawei P30 Pro}
Yang kedua soal masalah ISO, pada Galaxy S10 Plus hanya menggunakan ISO 800 sedangkan keduanya menggunakan ISO 3200. Sementara secara fungsi, semakin besar nilai pada settingan ISO kamera, maka semakin sensitive dan besar cahaya yang didapat.
Secara konsep fotografi ketika ingin mendapatkan hasil maksimal tentunya segitiga exposure seperti ISO, Shutter Speed dan Aperture harus di atur sesuai dengan kondisi.
Nah, kalau lihat komparasi di atas, tentunya tidak memenuhi syarat karena parameternya yang digunakan tidak berimbang. Jadi wajar saja hasil foto yang ditampilkan duo Huawei P30 dan P30 Pro terlihat lebih unggul. Terkecuali jika Huawei hanya ingin menunjukkan bahwa P30 dan P30 Pro punya shutter speed dan range ISO yang lebih luas dibanding kedua kompetitornya tersebut. Selain tentu saja fakta bahwa untuk mode pro, dua kompetitornya tersebut hanya sanggup di setting maksimal untuk ISO dan shutter speed seperti yang disebutkan di atas.
Lantas, apakah Huawei P30 dan P30 Pro lebih unggul dari dua kompetitornya tersebut? Untuk parameter range ISO dan shutter speed, Yes. Tapi secara umum, perlu komparasi yang lebih komprehensif untuk mengatakan bahwa kamera Huawei P30 dan P30 Pro lebih unggul dari iPhone Xs Max dan Samsung Galaxy S10 Plus. (MS)




MacMillan menjabat sebagai chairman, presiden, dan CEO Hologic sejak Desember 2013. Hologic sendiri merupakan produsen alat kesehatan dan diagnostik yang berbasis di Marlborough, Massachusetts. Tahun 2018 kemarin, lulusan Harvard Business School ini mendapat gaji sebesar U$42.04 juta atau setara Rp 598 miliar.
Richard B. “Rich” Handler adalah seorang pebisnis AS yang saat ini menjabat sebagai presiden dan CEO Jefferies Group, sebuah perusahaan investasi dan perbankan yang berbasis di New York, AS. Tahun 2018 lalu, alumni Stanford University ini mendapat gaji US$44.67 juta atau sekitar Rp 635 miliar.
Robert A. “Bob” Iger menjabat sebagai pimpinan tertinggi di The Walt Disney Company sejak tahun 2000. Iger terlibat dalam pengambilan alih Pixar pada tahun 2006 setelah periode ketegangan dengan studio animasi tersebut. Tahun 2018 lalu, Iger mendapatkan gaji sebesar US$65.65 juta atau sekitar Rp 934 miliar.
David M. Zaslav adalah presiden sekaligus CEO Discovery Inc., Ia menduduki posisi ini sejak Januari 2007, dengan raihan salah satunya mengakuisisi Scripps Networks Interactive. Tahun 2018 lalu, mantan eksekutif NBC Universal ini mengantongi gaji US$129 juta atau sekitar Rp 1,8 Triliun.