spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1274

Lebih Murah, Harga Vivo iQOO 12GB/128GB Gak Sampai Rp 8 Juta

0

Telko.id, Jakarta – Vivo iQOO sebenarnya memiliki empat konfigurasi RAM dan ROM, yaitu 6GB/128GB, 8GB/128GB, 8GB/256GB, dan 12GB/256GB. Namun kini, Vivo memberikan satu tambahan konfigurasi bagi smartphone gaming itu, yakni RAM 12GB dan ROM 128GB.

Harga Vivo iQOO dengan konfigurasi tersebut tentu lebih murah dibandingkan versi tertinggi 12GB/256GB. Smartphone ini hanya dibanderol USD 551 atau setara Rp 7,7 jutaan.

Harga yang menggiurkan memang, namun Vivo iQOO 12GB/128GB tidak akan tersedia resmi secara global. Sebab, Vivo hanya menjualnya di China pada 14 April kemarin.

{Baca juga: Siap-siap! Asus ROG Phone Generasi Kedua akan Dirilis Akhir Tahun Ini}

Tidak seperti versi lainnya, Vivo iQOO versi ini pun hanya tersedia dengan satu warna saja, yaitu Electric Blue.

Sekadar informasi, smartphone gaming besutan Vivo ini ditenagai oleh dapur pacu monster berkat digunakannya prosesor berbasis 7nm, Snapdragon 855 octa-core 2.84 GHz, GPU Adreno 640, dan baterai berkapasitas 4,000 mAh dengan dukungan fast charging 44W.

{Baca juga: 10 Smartphone Android Terkencang, Huawei P30 Pro Masih “Kedodoran”}

Smartphone ini punya tiga kamera utama di bagian belakangnya, masing-masing adalah 12MP lensa utama aperture f/1.8, kemudian 13MP lensa ultra-wide dan lensa depth dengan sensor 2MP. Sementara kamera depannya, hanya 12MP saja.

Di China, harga smartphone ini mencapai USD 450 atau Rp 6,3 jutaan untuk versi 6GB/128GB. Kemudian, USD 490 atau Rp 6,8 jutaan untuk versi 8GB/128GB, USD 536 atau Rp 7,5 jutaan untuk 8GB/256GB, dan USD 640 atau Rp 9 jutaan untuk model tertinggi 12GB/256GB. (FHP)

100 Juta Dalam 72 Jam, MV Tebaru BTS Cetak Sejarah Baru di YouTube

Telko.id, Jakarta – BTS melanjutkan dominasinya sebagai boyband paling berpengaruh di dunia. Setelah bolak-balik memecahkan rekor, septet asal Korea Selatan ini kembali membuat sejarah setelah video musik (MV) “Boy with Luv” dari album terbarunya, Map of the Soul: Persona tembus 100 juta view di YouTube.

Menariknya, tak seperti beberapa video musik BTS lainnya yang membutuhkan waktu bertahun-tahun atau paling tidak hitungan minggu untuk sampai ke angka 100 juta, “Boy with Luv” cuma butuh waktu kurang dari 72 jam atau tiga hari.

Hingga berita ini diturunkan, tim Telko.id memantau, video musik “Boy with Luv” yang merupakan kolaborasi BTS dengan penyanyi AS Halsey telah dilihat sebanyak 123 juta kali.

{Baca juga: Pembuat Mainan Mattel Resmi Rilis Boneka BTS, Mirip?}

“Boy With Luv” diunggah pertama kali pada Jumat, 12 April, dan langsung mencetak rekor sebagai klip yang paling banyak diputar dalam 24 jam. Tidak tanggung-tanggung, BTS mengantongi 78 juta pasang “mata” hanya di YouTube saja.

Angka yang mencengangkan itu dengan mudah melewati rekor yang sebelumnya dipegang kwartet Korea Selatan, Blackpink, dengan video musik “Kill This Love” yang diputar sebanyak 57 juta kali dalam satu hari penuh pertama di YouTube.

Pencapaian spektakuler boyband beranggotakan RM, Jin, Suga, J-Hope, Jimin, V dan Jungkook ini dikonfirmasi YouTube pada Sabtu (13 April).

{Baca juga: YouTube Error, Tagar #YouTubeDOWN jadi Trending Topic}

“Ya, kami masih menghitung angkanya. Tetapi kami dapat mengonfirmasi bahwa prestasi ‘Boy With Luv’ feat Halsey kini *secara resmi* menjadi yang paling banyak dilihat dalam 24 jam dalam sejarah @YouTube!!,” demikian bunyi cuitan YouTube di akun resmi YouTube Music.

“Boy with Luv” sendiri merupakan video musik ke-15 BTS yang sukses melampaui angka 100 juta view di YouTube. Tahun lalu, pencapaian serupa ditorehkan artis BigHit Entertainment ini lewat “IDOL” dan “Fake Love.”

Samsung Siapkan Empat Model Galaxy Note 10, Termasuk 5G

0

Telko.id, Jakarta – Seperti trio Galaxy S10, Samsung dilaporkan akan menyiapkan banyak model untuk Samsung Galaxy Note 10. Dikabarkan, model dari suksesor Galaxy Note 9 ini akan dibedakan dari ukuran serta teknologi jaringannya.

Menurut GSMArena, seperti dilansir Telko.id pada Senin (15/04/2019), Samsung mempersiapkan empat model untuk Samsung Galaxy Note 10.

Dua di antaranya dibedakan dari ukuran body dan layarnya, dengan nomor model SM-N970 untuk versi standar dan SM-N975 untuk Samsung Galaxy Note 10+.

{Baca juga: Bos Samsung Yakin Pimpin Industri Smartphone 1 Dekade Lagi}

Masing-masing dari model tersebut memiliki versi yang mendukung teknologi jaringan 4G dan 5G. Khusus model 5G, Samsung memberikan nomor model SM-N971 dan SM-N976.

Dilaporkan juga, Note 10 versi standar akan mengusung layar berukuran 6,28 inci. Sedangkan versi Note 10+, akan dibekali layar lebih besar, tepatnya 6,75 inci.

Dengan ukuran layar tersebut, diprediksi Note 10 akan menjadi smartphone dengan layar terbesar ketika dirilis. Sebagai perbandingan, Galaxy Note 9 memiliki layar 6,4 inci, Galaxy S9+ 6,2 inci, dan iPhone XS Max berukuran 6,5 inci.

{Baca juga: Galaxy Note 10 akan Jadi Smartphone Layar Terbesar}

Samsung memang dikonfirmasi mulai mengembangkan Note 10 pada awal Oktober tahun lalu. Sebab, Samsung disebut-sebut tengah menggarap smartphone dengan kode “DaVinci” yang diprediksi sebagai Galaxy Note 10.

Hingga kini, masih belum ada informasi jelas soal spesifikasi, fitur, dan desain dari Note 10. Termasuk, waktu peluncuran dari phablet berukuran jumbo ini. So, kita nantikan saja bocoran lainnya ya! (FHP)

Hiii Seram… Ada Mode Darkest Night di PUBG Mobile

Telko.id, Jakarta – Tencent Games menjanjikan pembaruan bagi PUBG Mobile. Dalam pembaruan versi 0.12 itu, Tencent akan menghadirkan mode PUBG Mobile Darkest Night.

Melansir dari India Times, Senin (15/04/2019), pembaruan ini dijadwalkan akan hadir pada pekan ini, tepatnya pada Selasa (16/04),

Dalam Darkest Night, terdapat beberapa mode permainan, seperti Survive Till Dawn 2.0. Mode ini merupakan chapter baru dari Zombie Mode yang rilis beberapa waktu lalu ketika PUBG Mobile bekerja sama dengan game Resident Evil 2.

{Baca juga: Battle Royale ala PUBG Diadakan di Dunia Nyata, Berani Ikut?}

Dilaporkan, mode ini juga menyuguhkan musuh-musuh baru dan senjata baru bagi para pemainnya. Kemudian, mode Spectator yang memungkinkan pemain untuk menyaksikan pertandingan dari teman mereka di Darkest Night.

Sementara mode Darkest Night sendiri, memungkinkan para pemain untuk bermain solo atau group dan wajib bertahan dari serangan zombie dan gas beracun hingga akhir pertandingan.

Sebelumnya, Tencent menghadirkan dua senjata baru untuk mode Zombie di pembaruan PUBG Mobile. Dua senjata itu berupa peluncur roket RPG-7 dan crossbow yang dilengkapi dengan bahan peledak.

{Baca juga: Khawatir Anak Jadi Kecanduan Game, Nepal Blokir PUBG}

Asal tahu saja, pembaruan itu dilakukan oleh Tencent di tengah sorotan tajam yang mengarah ke game PUBG. Game tersebut menjadi kontroversial karena membuat kecanduan para generasi muda.

Terkini, game bergenre battle royale itu dilarang di Nepal. Nepal resmi melarang game online populer tersebut karena khawatir konten kekerasan dalam game berdampak negatif pada anak-anak.

Sumber: India Times

Menebar Internet ke Pelosok Negeri Lewat Palapa Ring

Telko.id – Jaringan telekomunikasi menjadi penting dalam sendi kehidupan. Pasalnya jaringan Internet yang berkualitas berdampak pada peningkatan aspek-aspek kehidupan seperti ekonomi, pendidikan dan sosial budaya.

Indonesia sebagai negara kepulauan pun membutuhkan jaringan telekomunikasi yang prima. Masyarakat Indonesia perlu saling terhubung supaya informasi bisa dikirim dan diterima dengan cepat.

Pembangunan jaringan di Indonesia tidaklah mudah. Masyarakat Indonesia tersebar di 17.504 pulau dengan kondisi geografis yang beragam. Ada yang tinggal di pedesaan, perkotaan, di pesisir pantai, ataupun di daerah pegunungan dengan kondisi medan yang sulit.

Dengan kondisi geografis yang tergolong sulit itu, pada akhirnya menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah Indonesia untuk menggelar jaringan telekomunikasi secara merata, hingga ke pelosok wilayah. Meski sulit, namun masih ada harapan untuk menghubungkan seluruh wilayah Indonesia.

Sejak tahun 2016, pemerintah Indonesia menggagas ide untuk membangun proyek pembangunan jaringan serat optik nasional yang bernama Proyek Palapa Ring. Proyek yang terinspirasi dari nama “Sumpah Palapa” yang diucapkan oleh Patih Gajah Mada ini bertujuan untuk meningkatkan sistem telekomunikasi di Indonesia supaya seluruh masyarakat bisa saling terhubung.

{Baca juga: Jangkau Area Terluar, XL akan Gunakan Palapa Ring}

Proyek ini terbagi dalam 3 paket, yakni Palapa Ring Paket Barat, Palapa Ring Paket Tengah dan Palapa Ring Paket Timur. Baru-baru ini Menteri Telekomunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara menjelaskan bahwa sebentar lagi masyarakat Indonesia akan segera menikmati paket tersebut. Karena hampir semua paket telah rampung pengerjaannya, dan pembangunan Palapa Ring Timur sudah mencapai 94%.

“Jadwalnya (selesai) perkiraan bulan Mei atau Juni. Sekarang Palapa Ring Paket Timur masih 94%,” jelas Rudiantara, saat ditemui di Kantor Kominfo, Jakarta, Rabu (20/03/2019).

Sejarah Palapa Ring

Walaupun mulai dibangun pada tahun 2016, wacana pembangunan proyek ini sebenarnya sudah ada sejak lama. Menurut mantan Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi yang ditemui Tim Telko.id, wacana pembangunan Palapa Ring sudah ada sejak tahun 2006.

Ketika dirinya masih menjabat sebagai komisioner BRTI, waktu itu proyek Palapa Ring masih disebut dengan nama Palapa Ring on Ring atau Palapa O2 Ring.

“Di tahun 2006, kita melihat bahwa pembangunan serat optik diperlukan untuk pemerataan jaringan karena dahulu kebanyakan trafik ini di Jakarta, sehingga digagaslah proyek Palapa O2 Ring,” kata Heru, membuka obrolan di rumahnya di kawasan Ciganjur.

{Baca juga: Palapa Ring Paket Timur Hampir Rampung, Ini Pesan Menkominfo}

Heru mengingat kembali kala wacana tersebut masih menjadi diskusi di kalangan pemerintah serta pegiat telekomunikasi Indonesia. Ia menyebut beberapa nama yang disebutnya sebagai pencetus ide dibuatnya proyek Palapa Ring.

Seperti Arnold Ph. Djiwatampu, Presiden Direktur PT Tiara Titian Telekomunikasi, Sumitro Rustam dari Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), serta Anang Latief yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI).

Kala itu mereka merasa resah terkait kecepatan Internet di Indonesia yang masih lambat, serta konsep National Backbone atau punggung jaringan yang menghubungkan kota dan kabupaten di Tanah Air.

“Kita punya target bagaimana desa terhubung dengan Internet. Jadi kita mulai dari national backbone di kabupaten kota yang ada dalam proyek Palapa Ring,” ujar Heru.

Selain itu, proyek Palapa Ring juga harus melibatkan pihak operator. Tujuannya agar tidak ada tumpang tindih jaringan yang membuat pembangunan sia-sia.

“Jadi secara sukarela kita bersama-sama mengatasi persoalan backbone nasional. Jadi saat itu kita berpendapat operator harus ikut dilibatkan ketika mendesain Palapa Ring. Biar jangan sampai dibangun jaringan yang sudah ada, jadinya malah tumpang tindih,” jelasnya.

{Baca juga: Uji Palapa Ring, Rudiantara Video Call dengan Nelayan Natuna}

Tantangan lain yang dihadapi saat itu adalah, membangun jaringan Palapa Ring membutuhkan biaya yang sangat besar, hingga menyentuh angka triliunan rupiah. Heru mengenang, pemerintah saat itu menawarkan skema konsorsium kepada operator.

Namun pihak operator tidak serta merta menerima skema tersebut, karena masih mempertanyakan keuntungan apa yang mereka dapat ketika turut mengerahkan tenaga untuk pembangunan. Jumlah peserta konsorsium yang awalnya 10 operator pun terus menyusut hingga sampai akhirnya konsorsium dibatalkan.

“Perjalanan pembangunan masih alot karena harus ada insentif yang diberikan kepada operator. Mereka mempertanyakan kalau operator yang membangun, insentifnya apa?” ungkap pria yang hobi main sepakbola itu.

Sebenarnya pemerintah Indonesia memiliki dana untuk pembangunan di bidang telekomunikasi dari dana Universal Service Obligation (USO). Dana tersebut diambil dari 1,25% pendapatan kotor semua operator selama setahun yang masuk ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Waktu itu sebenarnya ada dana awal Rp 1 triliun dari dana USO yang diambil dari 1,25% pendapatan kotor operator, tapi memang kalau sudah masuk APBN agak susah dipakainya,” ujar Heru menjelaskan.

{Baca juga: Uji Palapa Ring, Rudiantara Video Call dengan Nelayan Natuna}

Operator pun akhirnya melakukan pembangunan jaringan sendiri-sendiri. Menurut Heru, PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) pada tahun 2012, secara mandiri melakukan pembangunan jaringan fiber optik bagian timur yang dikenal dengan nama Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS)

“Karena pada saat itu Telkom butuh, dan mereka pun membangun jaringan di timur,” sebut pria yang kini menjabat sebagai Direktur Eksekutif ICT Intitute.

Sempat Terhenti

Proyek Palapa Ring Paket Barat resmi diluncurkan Menkominfo, Rudiantara pada 15 Juni 2016 di Batam, Kepulauan Riau. Proyek itu akan menjangkau wilayah Provinsi Riau dan Kepulauan Riau dengan dukung jaringan kabel serat optik sepanjang 1.980 km.

Ada jedah 10 tahun sebelum akhirnya proyek tersebut resmi diluncurkan. Heru menjelaskan bahwa pendanaan menjadi penyebab mengapa proyek tersebut mandeg.

Kala itu belum ada solusi terkait skema pendanaan dari pembangunan proyek pemersatu bangsa ini. “Tidak ada solusi atau titik tengah dari pendanaan. Konsorsium tidak jalan karena belum jelas kira-kira operator dapat apa dari proyek tersebut,” imbuhnya.

{Baca juga: Dengan Palapa Ring, Smartfren akan Ekspansi ke Natuna}

Cerita Heru tadi diamini oleh Anang Latif, yang kini menjabat sebagai Direktur Utama Bakti. Sama seperti Heru, Anang pun menilai jika kendala pembangunan awal Palapa Ring terkait perbedaan pandangan antara pemerintah dan pihak swasta, dalam hal ini operator seluler.

“Pada saat itu pemerintah menginginkan sepenuhnya dibiayai swasta. Namun pihak swasta mencoba menghitung ulang apakah layak atau tidak. Perbedaan pendapat itu cukup alot dibahas, dan memakan waktu yang panjang. Pada akhirnya konsorsium bubar,” kenang Anang.

Skema Baru 

Pada tahun 2014 terjadi pergantian di struktur di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Seiring dengan dilantiknya Kabinet Kerja Presiden Jokowi-Jusuf Kalla, tampuk kepemimpinan Kominfo pun resmi diemban oleh Rudiantara.

Di awal masa jabatannya, Rudiantara berusaha untuk menyusun kembali strategi proyek pembangunan Palapa Ring. Setelah disimpulkan bahwa skema pendanaan menjadi masalah utama, Rudiantara pun mencanangkan skema pendanaan Public Private Partnership (PPP), atau skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

“Baru di tahun 2015 ketemu struktur yang pas, karena Rudiantara mengenalkan struktur PPP, yaitu kerjasama antara pemerintah dan badan usaha,” tutur pria kelahiran Bandung ini.

Uji Palapa Ring, Rudiantara Video Call dengan Nelayan Natuna

Selama tahun 2015, pihak Kominfo, dalam hal ini PT Bakti, melakukan capacity building untuk mempelajari skema PKBU ini. Mereka banyak belajar dari pengalaman yang dijalankan Perusahaan Listrik Negara (PLN). Kemudian secara perlahan melakukan tender untuk mencari pihak swasta mana yang mampu melakukan pembangunan proyek Palapa Ring.

{Baca juga: Palapa Ring akan Samakan Skema Tarif Internet di Indonesia}

Menurut Anang, konsep PKBU dalam proyek pembangunan Palapa Ring sangat bagus. Pasalnya proyek ini memerlukan persetujuan dari banyak pihak seperti Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), serta dua perusahaan BUMN yakni PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII) dan PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) yang mendorong skema PKBU ini.

“Proses dengan skema PKBU ini banyak melalui instansi lain untuk mengawasi, sehingga proses governance lebih transparan,” ujar lulusan Teknik Telekomunikasi di Institut Teknologi Bandung itu.

Selain itu, proyek Palapa Ring juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah. Pasalnya, Palapa Ring menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2015 Tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2014 Tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2015.

“Jadi ketika berstatus PSN maka perizinan jadi lebih cepat, karena banyak proses birokrasi yang dipangkas, sehingga tidak berbelit-belit memakan waktu yang lama lagi,” kata Anang menjelaskan.

Menghindari Resiko 

Anang Latif menjelaskan bahwa sumber pendanaan dalam pembangunan Palapa Ring sepenuhnya dari pihak swasta. Mereka yang memenangkan tander harus membawa sejumlah dana, mengundang investor untuk membiayai proyek jaringan fiber optik tersebut. Konsep ini terbilang efektif karena bisa menghindari risiko jika ada kegagalan dalam pembangunan proyek tersebut.

“Tidak ada uang pemerintah yang keluar selama proyek ini, jadi risiko kegagalan selama masa konstruksi bisa dihindari,” ujar ayah tiga putri dan satu putra ini.

Walaupun begitu, pemerintah akan mengembalikan biaya investasi kepada pihak swasta yang membangun Palapa Ring, dengan menggunakan dana USO selama 15 tahun pertama. Untuk itu pemerintah nantinya akan berhak mengatur siapa saja yang memakai jaringan tersebut.

“Diibaratkan apartemen, karena kamar-kamarnya milik pemerintah sehingga pemerintah berhak menentukan siapa pihak yang memakai kamar tersebut,” jelasnya memberikan ilustrasi.

{Baca juga: Unik, Begini Cara Rudiantara Uji Coba Palapa Ring Paket Tengah}

Perlu diketahui bahwa proyek pembangunana Palapa Ring dilaksanakan oleh beberapa pihak swasta.  Paket barat dilaksanakan oleh PT Palapa Ring Barat yang merupakan bentukan dari konsorsium antara PT. Mora Telematika Indonesia (Moratelindo) dan PT Ketrosden Triasmitra yang memenangkan tender.

Sedangkan untuk paket tengah proyek ini dimenangkan oleh  Konsorsium Pandawa Lima yakni PT LEN, PT Teknologi Riset Global Investama, PT Sufia Technologies, PT Bina Nusantara Perkasa, dan PT Multi Kontrol Nusantara.

Paket timur dilakukan oleh konsorsium antara PT. Mora Telematika Indonesia (Moratelindo), PT Inti Bangun Sejahtera (IBS) dan PT Smart Telecom Tbk. Biaya proyeknya pun berbeda-beda, palapa ring paket barat memiliki biaya Rp 1,2 triliun, paket tengah Rp 1,38 triliun dan paket timur Rp 5,13 triliun.

“Jadi total proyek ini hampir 8 triliun dan sepenuhnya dari swasta,” ujar lulusan Master of Science in Operational Telecommunications di Convetry University itu.

Pemerataan Layanan Internet

Palapa Ring merupakan proyek infrastruktur telekomunikasi berupa pembangunan serat optik di seluruh Indonesia sepanjang 36.000 kilometer. Proyek ini terdiri atas tujuh lingkar kecil serat optik (untuk wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Papua, Sulawesi, dan Maluku) dan satu backhaul untuk menghubungkan semuanya.

Menurut Anang, jaringan serat optik dalam Palapa Ring dapat menjangkau puluhan kota baru di Indonesia yang selama ini belum dijamah oleh jaringan operator lain.

Jika dikategorikan berdasarkan paket Palapa Ring, akan ada 10 kota/kabupaten baru di Paket Barat, 27 kota/kabupaten baru di Paket Tengah serta hampir 53 kota/kabupaten baru di Paket Timur yang terhubung dengan jaringan tersebut.

“Jadi total ada 90 kota/kabupaten baru yang akan terhubung dengan Palapa Ring,” tutur pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Tim Taskforce Implementasi Digital TV antara Indonesia, Malaysia, dan Singapura itu.

Anang mengungkapkan, bahwa proyek ini memiliki dampak yang bagus bagi kehidupan masyarakat. Misalnya melalui Palapa Ring, layanan kesehatan khususnya di daerah kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) bisa mendapatkan akses informasi yang cepat.

Selain itu, diharapkan Palapa Ring ini bisa mendorong ekonomi digital di Indonesia. “Yang penting adalah dampak perekonomian. Jadi nanti mereka dikenalkan ekonomi digital dan itu bisa dirasakan semua karena Palapa Ring telah hadir di ibukota/provinsi tersebut,” katanya.

{Baca juga: Tuntas 100%, Palapa Ring Paket Tengah Siap Uji Coba Operasi}

Dampak lainnya adalah soal kecepatan internet. Selama ini ada perbedaan kecepatan antara pengguna di Jakarta dengan di Provinsi Papua. Menurut Anang, di Jakarta kecepatan internet bisa diatas 8 Mbps, namun kecepata Internet di Papua hanya sekitar 400 kilobyte per second (kbps).

Padahal masih sama-sama bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, tapi tidak ada pemerataan akses telekomunikasi. “Ini terjadi ketidakadilan, karena speed yang didapat jauh lebih rendah,” tandasnya.

Harapan pada Palapa Ring 

Pembangunan Proyek Palapa Ring telah mendekati akhir. Saat ini hanya tinggal merampungkan Palapa Ring Timur syang belum selesai, sehingga diharapkan akan rampung pada pertengahan tahun 2019 ini. “Harapannya di Juni atau Juli, Paket Timur sudah beroperasi,” kata Anang.

Jaringan Palapa Ring bisa digunakan oleh pihak operator untuk melakukan penetrasi jaringan. Selama ini pihak operator enggan membangun jaringan di kawasan timur dan terpencil karena belum ada jaringan penghubung antara ibukota kabupaten dengan kabupaten lain.

Anang pun menganalogikan Palapa Ring seperti jalan bebas hambatan atau Jalan Tol. Palapa Ring memberikan akses penghubung sehingga pihak operator tinggal membangun jaringan ke daerah permukiman atau kawasan bisnis.

“Proyek palapa Ring kita bangunkan jalan tolnya hingga ibukota kabupaten tinggal dari pintu tol ke rumah-rumah atau lokasi-lokasi bisnis itu mereka,” tambah pria yang pernah 20 tahun berkarir di Kementerian Kominfo itu.

{Baca juga: Palapa Ring Diproyeksikan Rampung September 2018}

Anang pun memiliki harapan terhadap proyek Palapa Ring yang kini tengah digeber penyelesaiannya oleh pemerintah. Ia berharap, semoga dengan adanya Palapa Ring, nantinya terjadi pemerataan layanan internet di seluruh wilayah Indonesia.

“Inti dari proyek ini adalah pemerataan. Jadi saudara-saudara kita akan merasakan kesamaan layanan yang kita rasakan di Jakarta atau pulau Jawa dengan yang ada di luar Jawa, seperti di Papua. Harapannya nanti kelak akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi setempat,” tegas Anang.

Sedangkan Heru Sutadi berharap jika nantinya Palapa Ring bisa membuat tarif layanan internet menjadi satu harga di seluruh Indonesia. “Sekarang okelah terjadi perbedaan harga di barat dan timur, tapi kalau bisa nanti internet satu harga bisa terlaksana,” tutup Heru. [NM/HBS]

Katherine Louise Bouman, Sosok di Balik Foto Lubang Hitam

Telko.id, Jakarta – Perempuan ilmuwan asal Amerika Serikat (AS) bernama Katherine Louise Bouman menjadi perbicangan hangat. Ia adalah orang yang mengembangkan algoritma serta berhasil menangkap foto lubang hitam (black hole).

Perempuan berusia 29 tahun itu memimpin pengembangan program komputer yang memungkinkan terobosan citra.

Dalam foto tersebut, lubang hitam terlihat dengan rupa lingkaran cahaya berisi debu dan gas, berlokasi 500 juta triliun kilometer dari Bumi.

{Baca juga: Ilmuwan Ungkap Foto ‘Black Hole’ untuk Pertama Kalinya}

“Tidak percaya melihat gambar lubang hitam pertama merupakan hasil karya saya,”  terang Bouman, seperti dikutip Telko.id dari The Guardian, Minggu (14/4/2019).

Bouman menceritakan kali pertama membuat algoritma pada tiga tahun lalu. Saat itu, ia masih menjadi mahasiswa pascasarjana di Massachusetts Institute of Technology (MIT). Ia dibantu oleh  tim dari Laboratorium Ilmu Pengetahuan dan Kecerdasan Buatan MIT.

Gambar lubang hitam ditangkap oleh Event Horizon Telescope (EHT), jaringan delapan teleskop virtual terkait algoritma buatan Bouman.

“Ketika melihatnya untuk kali pertama, kami semua tidak percaya. Benar-benar spektakuler,” tambah Bouman.

Lubang hitam yang dikenal sebagai bagian dari ruang waktu merupakan gravitasi paling kuat di luar angkasa. Selama ini, lubang hitam tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Lubang hitam ditemukan dengan ukuran 40 miliar kilometer atau tiga juta kali ukuran Bumi.

Setelah ditemukan, lubang hitam dipindai 10 hari di galaksi Messier 87.  Bouman dan tim mengembangkan algoritma yang mengubah data teleskopik menjadi foto bersejarah. Sejauh ini, tidak ada teleskop tunggal yang mampu menangkap lubang hitam.

{Baca juga: Ilmuwan akan Pamer Foto Lubang Hitam di 5 Kota Besar}

Jaringan delapan teleskop diatur untuk melakukannya menggunakan teknik bernama interferometri. Data yang ditangkap kemudian disimpan di dalam ratusan hard drive. Selanjutnya, data dikirim ke pusat pemrosesan pusat di Boston, AS, dan Bonn, Jerman. [SN/HBS]

Sumber: The Guardian

Bahagia Bercerai, Bos Amazon Ajak Anak Jajan Es Krim

Telko.id, Jakarta – Bos Amazon, Jeff Bezos, resmi bercerai dengan MacKenzie. Untuk merayakan perpisahan dengan perempuan yang dinikahinya 25 tahun lalu itu, Bezos punya cara unik. Ia memakan es krim manis bersama anaknya.

Tampaknya, Bezos tak risau MacKenzie resmi mendapatkan lebih dari Rp 511 triliun dari harta gono gini perceraian. Sebaliknya, dikutip Telko.id dari Page Six, Minggu (14/4/2019), Bezos justru tampak senang pascaperceraian.

“Setelah mempertimbangkan semuanya, kami memutuskan untuk bercerai dan melanjutkan kehidupan sebagai sepasang sahabat,” ungkap Bezos maupun MacKenzie lewat akun Twitter, beberapa waktu lalu.

{Baca juga: Upss! SMS Mesum Jeff Bezos Dijual Rp 2,8 Miliar}

Tak lama setelah resmi bercerai, Bezos terlihat asyik jalan-jalan di kota New York, Amerika Serikat. Bersama beberapa pengawal, ia dan anaknya mampir ke sebuah gerai es krim terkenal. Ia bersantai di East Village Milk Bar.

Di sana, pengusaha yang juga memiliki perusahaan Blue Origin itu menghabiskan waktu bersama anak-anaknya. Menurut orang-orang yang ada di sana, Bezos terlihat sangat bahagia. Pun demikian dengan para buah hati.

“Bezos memesan es krim sereal klasik. Sepertinya, tidak ada yang menyadari kehadiran Bezos. Padahal ia dan anak-anaknya  mengantre untuk membeli es krim di sana,” ujar seorang pengunjung East Village Milk Bar.

{Baca juga: Cerai dengan Bos Amazon, MacKenzie jadi Wanita Terkaya Sedunia}

Setelah mendapatkan es krim dengan topping sereal klasik, Bezos langsung berlalu. Ia sepertinya sengaja menghindari perhatian dari orang-orang. Maklum, Bezos memang cukup terkenal sebagai orang terkaya sejagat. [SN/HBS]

Sumber: Pagesix

Balita Kunci Password iPad Ayahnya sampai 50 Tahun

Telko.id, Jakarta – Seorang bocah berusia tiga tahun mencoba membuka kunci tablet milik keluarganya pada akhir pekan lalu. Dasar sial, balita itu malah mengunci password iPad ayahnya  hingga 50 tahun ke depan.

Tahu perbuatan anaknya, sang ayah bergegas meminta pertolongan lewat Twitter. Ia membagi foto pesan yang muncul di layar tablet tersebut. Pesan itu memuat kalimat “Coba lagi dalam 25.536.442 menit.”

Beberapa pengguna mengatakan bahwa ayah bayi tersebut harus menunggu hingga 2067 untuk mencoba lagi membuka kunci iPad. Dengan kata lain, saat itu usia sang bayi sudah berusia sekitar 50 tahun.

Menurut DailyMail, bayi tersebut mengaktifkan fitur keamanan dengan berulang kali memasukkan password yang salah. Apple kemudian menyarankan supaya sang ayah untuk melakukan restore perangkat.

{Baca juga: Ibu Ini Kaget, Bayi di Dalam Rahimnya Pakai “Headphone”}

Namun, seperti dikutip Telko.id, Minggu (14/4/2019), ada konsekuensi apabila sang ayah memutuskan untuk melakukan restore iPad. Konsekuensi itu adalah semua data di perangkat akan hilang.

Setelah mengalami dilema berkepanjangan, Evan Osnos, nama ayah si bayi, memberitahu bahwa angka menit di iPad sudah turun beberapa ratus menit. Namun, artinya, ia masih memiliki 25 juta menit tersisa.

“Di Twitter, orang-orang memang menyarankan berbagai solusi perbaikan. Namun, saya menggunakan sistem operasi lama yang tidak mengizinkan proses restart secara baru dari iTunes,” tambah Evan.

Pagi harinya, ia mencuit di Twitter. Ia berhasil melakukan restore perangkat itu setelah mengakfitkan mode Device Firmware Update. “Terima kasih kepada mereka yang telah memberi saran dan masukan,” ujarnya.

Kejadian unik ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya di Shanghai China juga pernah terjadi peristiwa serupa yang menimpa seorang ibu bernama Lu.

Cerita bermula ketika Lu meminjamkan iPhone miliknya kepada sang buah hatinya yang berumur dua tahun. Ia bermaksud agar anaknya dapat menonton video berisi konten-konten pendidikan secara online, selagi dirinya beraktivitas di luar rumah.

Namun nahas, ketika ia kembali ke rumah untuk mengambil iPhone kesayangannya, iPhone-nya malah terkunci selama 25 juta menit atau setara dengan 47 tahun.

{Baca juga: Duh! iPhone Terkunci 47 Tahun Gara-gara Balita}

Sama seperti kisah di atas, kejadian di yang menimpa Lu ini juga bisa terjadi karena anaknya berulang kali memasukkan kode akses yang salah ketika iPhone terkunci.

Menurut seorang teknisi Apple Store Shanghai bernama Wei Chunlong, ibu itu hanya memiliki dua pilihan, yakni menunggu iPhone-nya terbuka selama 47 tahun atau me-reset ulang iPhone kesayangannya tersebut, asalkan dipastikan telah mem-backup datanya di iTunes atau iCloud. [SN/HBS]

Sumber: Dailymail

Pesawat Ruang Angkasa Israel Gagal Mendarat di Bulan

Telko.id, Jakarta – Beresheet, pesawat ruang angkasa milik Israel dikabarkan gagal melakukan pendaratan di Bulan, setelah sebelumnya menabrak permukaan Bulan hingga pecah. Beresheet menjalankan misi mengambil gambar dan melakukan eksperimen di Bulan.

Kegagalan tersebut membuat rekor misi pertama yang didanai swasta ke Bulan belum bisa terlaksana. Sejauh ini, hanya badan antariksa pemerintah bekas Uni Soviet, Amerika Serikat, dan China yang berhasil.

“Kami sudah benar-benar mencoba,” ujar pencetus proyek, Morris Kahn, seperti dikutip Telko.id dari New York Times, Minggu (14/4/2019).

Perjalanan pesawat ruang angkasa tidak berawak tersebut untuk mendekati orbit akhir Bulan memakan waktu tujuh pekan. Seorang astronom dan reporter berita sains, Kimberly Cartier, pun menyampaikan rasa sedih.

{Baca juga: China Berhasil Daratkan Pesawat di “Sisi Gelap Bulan”}

Beresheet, yang dalam bahasa Ibrani berarti “Pada Awalnya” adalah proyek bersama antara dua pihak. Mereka adalah Spaceil, organisasi nirlaba Isreal yang didanai secara pribadi, serta Israel Aerospace Industries.

Spaceil awalnya mengembangkan Beresheet sebagai bagian dari kompetisi Google Lunar Xprize. Kompetisi tersebut akhirnya berakhir tanpa pemenang ketika tidak ada tim yang meluncurkan pesawat sampai batas waktu.

Namun, Spaceil tetap meneruskan misi dan mampu meluncurkan Beresheet di atas roket Falcon milik SpaceX pada tahun ini. Roket berhasil mengarahkan Berseheet ke orbit luas di sekitar Bumi pada 21 Februari 2019 lalu.

Beresheet kemudian menghabiskan dua bulan terakhir untuk melakukan perjalanan mendekati Bulan. Pekan lalu, Beresheet berhasil memasuki orbit. Pada 3.10 sore waktu setempat, Beresheet menembakkan mesin utama.

{Baca juga: Tahun 2024, Astronot NASA akan Tinggal di Bulan}

Tembakan tersebut memperlambat laju Beresheet.  Awalnya, semua tampak baik-baik saja. Saat turun ke permukaan Bulan, Beresheet bahkan mengirim gambar swafoto dengan bendera Israel ke Bumi sert gambar permukaan Bulan.

Tembakan mesin seharusnya menurunkan kecepatan dari 6.000 kilometer per jam menjadi nol. Tapi, ketika berada di sekitar tujuh kilometer dari permukaan, mesin Beresheet berhenti. Tim misi di Bumi juga kehilangan komunikasi. [SN/HBS]

Sumber: NY Times

Di Masa Depan, Polisi Bisa ‘Bajak’ Mobil Anda

Dan asal tahu saja, mobil pintar di masa depan bisa menjadi sangat ‘terhubung’ secara fisik, sehingga sulit bagi pengendara untuk melanggar hukum.

Para pakar bahkan mengatakan, di masa depan, polisi dapat ‘membajak’ mobil Anda dan mengurangi kecepatan dari mana saja.

Ya, mobil otonom yang terhubung membuat para pelanggar hukum tidak dapat lolos dari kejaran polisi. Para ahli di Qualcomm mengatakan, pada akhirnya, pengembangan mobil akan terus dikaitkan dengan infrastruktur jalan, termasuk sistem pengendali kecepatan.

{Baca juga: Seperti Pesawat, Mobil di Inggris Bakal Punya ‘Kotak Hitam’}

Perusahaan teknologi AS ini bekerja sama dengan puluhan pembuat mobil terkemuka untuk membuat desain chip dan teknologi untuk membantu menciptakan mobil yang dapat terhubung di masa depan.

Berbicara kepada wartawan di acara AI di San Francisco, Wakil Presiden Qualcomm Technologies Inc,  Nakul Duggal menjelaskan cara kerja sistem tersebut.

Dia mengatakan, kelak di masa depan, akan ada jalan raya pintar, yang dilengkapi dengan kamera dan radar yang akan menampilkan kondisi jalan secara real time.

“Katakanlah cakupannya satu kilometer, Anda sekarang dapat tahu siapa yang melakukan pelanggaran,” katanya.

Informasi ini kemudian dapat secara otomatis dikirimkan ke basis data polisi untuk menjadi dasar polisi memberikan hukuman bagi pengemudi yang melanggar.

“Kami mulai melihat China bergerak ke arah itu, semoga bukan Amerika yang pergi dengan cara yang sama,” tambahnya.

Baca juga: Berkat AI, Mobil Ini Bisa Belajar Bergerak Sendiri

Nakul juga menjelaskan bagaimana sistem ini dapat digunakan polisi untuk membatasi kecepatan. “Anda sekarang memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan kendaraan dan melakukan tindakan yang harus diambil,” katanya.

Pada akhirnya, sistem ini membuat Anda tidak dapat mengemudi sepenuhnya, jika Anda dianggap tidak layak melakukan perjalanan darat.

“Pengawasan pengemudi berguna dari sudut pandang keamanan. Kewaspadaan pengemudi sangat penting. Apakah pengemudi bermasalah? Apakah pengemudi dalam keadaan sehat?,” papar Nakul.

Jika pengemudi mengalami masalah, mobil akan mengemudi sendiri dan membawa mobil ke tempat yang aman di mana tidak akan berdampak pada mobil lain.

Mobil Anda, kata Nakul, pada akhirnya dapat melacak lokasi Anda saat tidak memiliki koneksi GPS, berkat kamera bawaan. Idenya, dengan menggunakan kamera mobil, sistem AI akan memeriksa silang cuplikan area di sekitar Anda untuk mengetahui dengan tepat di mana Anda berada.

“Pengendara dapat menggabungkan informasi kamera dengan info lokasi,” katanya kepada wartawan.

Dia mencontohkan, misalnya, ketika di San Francisco kadang tidak ada sinyal untuk GPS, dan Anda memerlukan akurasi tingkat jalur dengan akurasi 10 cm, maka Anda dapat melakukannya dengan menggabungkan informasi kamera dengan info lokasi.

“Ini menggunakan AI dan ini sangat penting ketika pengendara perlu tahu lokasi di jalur,” katanya.

{Baca juga: Meski Murah, Manusia Ogah Naik Pesawat Tanpa Pilot}

Bahkan jika mobil Anda tidak pintar, masih mungkin untuk melacak apa yang dilakukan di dalam mobil melalui ponsel cerdas.

Sementara itu, Rajesh Pankaj dari Qualcomm, yang mengepalai Kelompok Penelitian AI mengatakan, AI dapat mengetahui kecepatan mobil otonom, dapat mendengar suara mesin mobil, suara bising atau ketika mesin mati.

“Anda dapat menggunakan AI untuk mengetahui jenis suara apa itu, dan kecepatan Anda. AI dapat mengerti bahwa kamu sedang berada di dalam mobil dan mengemudi,” jelasnya. [BA/HBS]