spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1257

Redmi Note 7 128GB Resmi Hadir di Indonesia, Segini Harganya

0

Telko.id, Jakarta – Bertepatan dengan rilisnya Redmi 7, Xiaomi mengkonfirmasi bahwa Redmi Note 7 4GB/128GB akan segera dijual secara resmi di Indonesia. Diungkapkan Country Manager Xiaomi, Steven Shi, hadirnya Redmi Note 7 128GB ini menjawab keinginan Mi Fans Indonesia terhadap smartphone dengan spesifikasi tinggi.

“Itu karena Mi Fans di sini menginginkan produk dengan spesifikasi mumpuni dengan harga yang menarik,” katanya di acara peluncuran Redmi 7 di Jakarta, Selasa (23/04/2019).

Menurut Steven, nantinya harga Redmi Note 7 128GB di Indonesia akan mencapai Rp 2,9 jutaan dan akan dijual perdana pada 5 Mei mendatang di Mi Store dan situs resmi Xiaomi, Mi.com.

{Baca juga: Review Redmi Note 7: Ketahanan Bodi dan Baterai Jempolan}

Redmi Note 7 sendiri mengusung layar berukuran besar, tepatnya 6,3 berjenis IPS LCD dengan resolusi Full HD+ (1080 x 2340 piksel) dan aspek rasio mencapai 19,5 : 9. Layarnya juga telah dilapisi oleh panel 2,5D Gorilla Glass 5 yang tahan dari goresan benda-benda cukup tajam seperti kunci, uang koin, dan lainnya.

Smartphone ini sudah ditenagai oleh prosesor octa-core 2.2 GHz Snapdragon 660 AIE atau Artificial Intelligence Engine. Kemudian, digunakan juga konfigurasi RAM dan ROM 3GB/32GB, dan 4GB/64GB serta baterai berkapasitas 4,000 mAh.

Sebelumnya, sub-brand Xiaomi, Redmi resmi merilis produk keduanya di Indonesia lewat Redmi 7. Smartphone ini dibanderol dengan harga yang terjangkau untuk bersaing dengan smartphone menengah ke bawah lainnya yang lebih dulu diluncurkan di Indonesia, seperti Oppo A5s, Samsung Galaxy M20, dan lainnya.

{Baca juga: Andalkan Snapdragon 632, Harga Redmi 7 Cuma Rp 1,5 Jutaan}

Redmi 7 mengusung layar IPS dengan desain Dot Drop berukuran 6,26 inci beresolusi HD+ yang telah dilapisi oleh Corning Gorilla Glass 5. Untuk mesin utamanya, ada prosesor octa-core 1.8 GHz Snapdragon 632 (14nm), GPU Adreno 506, RAM 2GB/3GB, ROM 16GB/32GB, baterai berkapasitas 4,000 mAh, dan sistem operasi MIUI 10 berbasis Android 9 Pie.

Smartphone ini juga telah memiliki kamera ganda di bagian belakangnya dengan sensor 12MP sebagai lensa utama dan 2MP lensa depth. Serta, kamera depan dengan sensor 8MP. (FHP)

Wuiih! Kamera Redmi 7 Mirip Smartphone Flagship Xiaomi Ini

0

Telko.id, Jakarta – Redmi 7 memang masuk ke segmen smartphone menengah ke bawah di Indonesia karena harganya yang “hanya” Rp 1,5 jutaan untuk versi terendahnya. Tapi, smartphone ini ternyata dibekali fitur yang menyerupai smartphone flagship, seperti kamera.

Diklaim Country Manager Xiaomi Indonesia, Steven Shi, kamera utama dari Redmi 7 mempunyai kemiripan dengan smartphone flagship Xiaomi yang dirilis 2 tahun lalu, yakni Xiaomi Mi 6.

“Sensor atau fitur dari kamera utama Redmi 7 mirip dengan Xiaomi Mi 6 yang dirilis 2 tahun lalu,” katanya saat peluncuran Redmi 7 di Jakarta, Selasa (23/04/2019).

{Baca juga: Andalkan Snapdragon 632, Harga Redmi 7 Cuma Rp 1,5 Jutaan}

Redmi 7 sendiri memiliki kamera ganda di bagian belakangnya dengan sensor 12MP sebagai lensa utama dan 2MP lensa depth. Kamera ini didukung oleh teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) bernama AI Scene Detection yang mengenali 27 skenario foto berbeda.

Sementara kamera depannya, smartphone ini punya kamera dengan sensor 8MP. Seperti kamera belakang, ada juga teknologi berbasis AI bernama AI Beautify 4.0 yang membuat foto selfie menjadi lebih berkualitas.

hdrpl

Smartphone ini merupakan seri kedua dari Redmi yang masuk ke Indonesia setelah Redmi Note 7. Smartphone tersebut mengusung layar IPS dengan desain Dot Drop berukuran 6,26 inci beresolusi HD+ yang telah dilapisi oleh Corning Gorilla Glass 5.

{Baca juga: Redmi 7 Resmi Mendarat di Indonesia}

Ke sektor dapur pacunya, Redmi 7 ditopang oleh mesin utama berupa prosesor octa-core 1.8 GHz Snapdragon 632 (14nm), GPU Adreno 506, RAM 2GB/3GB, ROM 16GB/32GB, baterai berkapasitas 4,000 mAh, dan sistem operasi MIUI 10 berbasis Android 9 Pie.

Redmi 7 mulai dijual perdana di Indonesia pada 2 Mei mendatang di Mi Store dan juga situs resmi Xiaomi dengan harga Rp 1,5 jutaan untuk versi 2GB/16GB dan 1,8 jutaan untuk versi 3GB/32GB. (FHP)

Andalkan Snapdragon 632, Harga Redmi 7 Cuma Rp 1,5 Jutaan

0

Telko.id, Jakarta – Sub-brand Xiaomi, Redmi resmi merilis produk keduanya di Indonesia lewat Redmi 7. Smartphone ini dibanderol dengan harga yang terjangkau untuk bersaing dengan smartphone menengah ke bawah lainnya yang lebih dulu diluncurkan di Indonesia, seperti Oppo A5s, Samsung Galaxy M20, dan lainnya.

Di Indonesia, harga Redmi 7 hanya Rp 1,5 jutaan saja untuk versi terendahnya dan Rp 1,8 jutaan untuk versi tertingginya. Dengan harga “semurah” itu, apa saja yang ditawarkan smartphone ini?

Redmi 7 menawarkan desain yang kekinian, teknologi layar yang baru serta spesifikasi yang lebih handal ketimbang versi sebelumnya, Redmi 6.

{Baca juga: Redmi 7 Resmi Mendarat di Indonesia}

Menurut Country Manager Xiaomi Indonesia, Steven Shi, Redmi 7 dikemas dengan body dengan panel 3D Curve. Panel tersebut membuat smartphone ini nyaman digenggam menggunakan satu tangan.

Selain itu, body-nya juga dilapisi oleh warna gradasi hasil proses pewarnaan nano-spray yang memberikan transisi warna gradasi yang rapi dan tampak premium. Ada tiga pilihan warna yang disediakan, Comet Blue, Lunar Red, dan Eclipse Black.

“Redmi 7 telah menggunakan P2i Splash Proof yang membuatnya tahan dari tumpahan air yang tidak disengaja,” jelas Steven.

Pindah ke bagian layarnya, Redmi 7 mengusung layar IPS dengan desain Dot Drop berukuran 6,26 inci beresolusi HD+ yang telah dilapisi oleh Corning Gorilla Glass 5. Layar ini, diklaim Steven, sudah mendapatkan sertifikasi dari TÜV Rheinland atas kualitas Low Blue Light-nya yang mampu melindungi mata pengguna.

Ke sektor dapur pacunya, Redmi 7 ditopang oleh mesin utama berupa prosesor octa-core 1.8 GHz Snapdragon 632 (14nm), GPU Adreno 506, RAM 2GB/3GB, ROM 16GB/32GB, baterai berkapasitas 4,000 mAh, dan sistem operasi MIUI 10 berbasis Android 9 Pie.

{Baca juga: Dirilis 24 April, Redmi Y3 Fokus ke Kamera Selfie}

“Snapdragon 632 adalah prosesor yang cepat di kelasnya dan punya efisiensi daya yang tinggi. Kinerjanya lebih baik 40% dari Snapdragon 625,” ujar Steven.

“Baterainya juga bisa bertahan 8 jam untuk main game tanpa henti,” sambungnya.

Smartphone ini juga telah memiliki kamera ganda di bagian belakangnya dengan sensor 12MP sebagai lensa utama dan 2MP lensa depth. Serta, kamera depan dengan sensor 8MP.

{Baca juga: Video Ini Pastikan Redmi Pro 2 punya “Kamera Berlubang”}

Kamera ini telah didukung teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI). Untuk kamera belakang, ada teknologi AI Scene Detection yang mengenali 27 kategori skenario foto berbeda, dan AI Beautify 4.0 untuk kamera depannya. 

Steven mengatakan, Redmi 7 mulai dijual perdana di Indonesia pada 2 Mei mendatang di Mi Store dan juga situs resmi Xiaomi. So, bagaimana menurut Anda? (FHP)

Go-Food Klaim Jadi yang Terbesar di Asia Tenggara

Telko.id, Jakarta – Layanan pesan antar makanan Go-Food menorehkan prestasinya. Fitur yang masih dalam ekosistem Go-Jek tersebut, mengklaim jika mereka menjadi layanan online food delivery nomor satu di Asia Tenggara dan ketiga di dunia.

Menurut Chief Food Officer Go-Jek Group Catherine Hindra Sutjahyo, penilaian ini berdasarkan jumlah order atau pesanan di Go-Food.

Perusahaan pimpinan Nadiem Makarim tersebut berhasil menerima diatas 30 juta order selama sebulan.  Jumlah orderan juga terus meningkat hingga tujuh kali lipat selama dua tahun terakhir, dan menjadi terbesar di Asia Tenggara serta di dunia.

{Baca juga: Nilai Transaksi Go-Food Terbesar di Dunia}

“Saat ini terbesar di Asia Tenggara dan nomor tiga di dunia itu berdasarkan order. Itu berdasarkan jumlah order karena order kita di atas 30 juta per bulan. Ini untuk Go-Food aja,” kata Catherine di Jakarta, Selasa (23/04/2019)

Data tersebut menurut Catherine yang membuat Go-Food juga menguasai 80% pangsa pasar atau market share layanan pengiriman makanan sehingga jauh mengungguli layanan sejenis seperti GrabFood dan lain sebagainya.

“Di Indonesia, market share kita sekitar 80% dan paling tidak 4 kali lebih besar dari kompetitor terdekat,” tambah Catherine.

Selama ini layanan antar makanan ini telah menggandeng 400 ribu mitra merchant dimana 96% adalah mitra UMKM Kuliner. Berdasarkan riset dari Lembaga Demografi FEB UI di tahun 2018, Go-Food memberikan kontribusi yang siginifikan pada perekonomian Indonesia yaitu sebesar Rp 18 triliun.

{Baca juga: Order Fiktif Go-Food Rp 18 Juta, Ini Tanggapan Go-Jek}

“Kami bangga mitra merchant Go-Food bisa turut memberikan kontribusi nyata kepada perekonomian melalui pemanfaatan teknologi. Mitra UMKM Go-Food rata-rata mengalami peningkatan omzet 3,5 kali lipat sejak mereka bergabung,” ujar Catherine.

Dalam merayakan keberhasilan ini, Go-Food menggelar Hari Kuliner Nasional (Harkulnas) 2019 pada tanggal 5 Mei 2019 mendatang. Program yang memasuki tahun kedua ini dilakukan selama 20 hari di 16 kota di seluruh Indonesia dengan berbagai diskon yang menarik. [NM/HBS]

Redmi 7 Resmi Mendarat di Indonesia

0

Telko.id, Jakarta – Setelah pertama kali diperkenalkan di China, Redmi 7 akhirnya melenggang resmi di Tanah Air. Smartphone ini masuk ke segmen kelas menengah dan bersaing dengan Oppo A5s, Samsung Galaxy M20, dan lainnya.

Smartphone kedua dari Resmi di Indonesia itu mengusung desain yang kekinian serta spesifikasi mumpuni yang menjadi daya tarik utamanya.

“Redmi 7 menyuguhkan desain baru yang kekinian, layar yang baru dan spesifikasi yang mumpuni di kelasnya,” ujar Country Manager Xiaomi Indonesia, Steven Shi di acara peluncuran Redmi 7, di Jakarta, Selasa (23/04/2019).

Redmi 7 memiliki layar IPS LCD berukuran 6,26 inci dengan resolusi HD+ atau 1520 x 720 piksel yang telah dilapisi oleh Corning Gorilla Glass 5, dan terdapat notch atau poni berukuran kecil di bagian atasnya.

{Baca juga: Inikah Tampang Smartphone Kamera Pop-up ala Xiaomi?}

Smartphone ini ditopang oleh mesin utama berupa prosesor octa-core 1.8 GHz Snapdragon 632 (14nm), GPU Adreno 506, RAM 2GB/3GB, ROM 16GB/32GB, baterai berkapasitas 4,000 mAh, dan sistem operasi MIUI 10 berbasis Android 9 Pie.

“Kami menggunakan chipset kinerja tinggi di dalamnya. Kami menggunakan Snapdragon 632 yang cepat di kelasnya dan punya efisiensi daya yang tinggi,” jelasnya.

{Baca juga: Bocoran Poster Ungkap Varian Warna Redmi 7, Apa Saja?}

Di sektor kamera, Redmi 7 sudah memiliki kamera ganda di bagian belakangnya dengan sensor 12MP sebagai lensa utama dan 2MP lensa depth. Serta, kamera depan dengan sensor 8MP.

Kamera ini telah didukung teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI). Untuk kamera belakang, ada teknologi AI Scene Detection yang mengenali 27 kategori skenario foto berbeda, dan AI Beautify 4.0 untuk kamera depannya. (FHP)

Ingin Kelihatan “Eksis”, CIA Bikin Akun Instagram

Telko.id, Jakarta – Badan intelijen Amerika Serikat atau CIA berencana membuka laman Instagram. Tujuannya agar publik bisa mengetahui segala aktivitas yang dilakukan oleh lembaga intelijen kelas kakap tersebut.

“Untuk menerapkan keterbukaan atau transparansi, CIA juga punya akun Twitter. Kantor hubungan masyarakat CIA juga sedang menyiapkan akun Instagram,” kata Direktur CIA, Gina Haspel, Seperti dilansir CNET.

Ia mengungkapkan rencana itu saat digelar forum keamanan nasional di Auburn University, beberapa waktu lalu. Badan Intelijen AS itu berencana merekrut orang-orang yang jago media sosial untuk mengelola akun baru tersebut.

{Baca juga: Gawat! Bandar Narkoba Kini Gunakan Instagram untuk Jualan}

“Kami memahami bahwa beberapa orang di markas Langley, Virgina, tidak mau membicarakan apa yang tengah dikerjakan. Namun, kami berusaha seterbuka mungkin dengan tetapmelindungi rahasia,” imbuh Haspel.

Dikutip Telko.id, Selasa (23/4/2019), mereka memiliki akun media sosial Twitter yang kini diikuti oleh lebih dari 2,5 juta orang. Akun itu berisi perekrutan agen baru, sejarah lembaga, dan cerita tentang orang-orang penting.

Sayang, belum diketahui kapan CIA akan meluncurkan akun Instagram barunya. Sejauh ini, belum ada bocoran mengenai foto pertama yang akan diunggah oleh CIA di Instagram. Perwakilan CIA menolak berkomentar.

Belum lama ini, Pasangan Meghan Markle dan Pangeran Harry juga memutuskan untuk membuat akun Instagram. Tak sampai satu hari, satu juta pengikut pun mereka dapat. Sebelumnya, mereka tak punya akun Instagram.

{Baca juga: 10 Foto dengan Like Terbanyak di Instagram, Nomor 6 Mengejutkan!}

Instagram mereka memecahkan rekor. Bernama @sussexroyal, akun tersebut diikuti oleh satu juta orang kurang dari enam jam. Rekor itu mengalahkan idol asal Korea, Kang Daniel, yang meraup satu juta pengikut dalam 11 jam.

https://www.cnet.com/news/cia-plans-to-join-instagram/

Konsorsium PSN Menang Lelang Satelit Multifungsi Satria

0

Telko.id – Akhirnya, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika atau BAKTI memutuskan memenangkan konsorsium PSN untuk menyediakan satelit multifungsi Satria milik pemerintah.

Nilai proyek yang diperoleh konsorsium PSN yang terdiri dari PT Pintar Nusantara Sejahtera, PT Pasifik Satelit Nusantara, PT Dian Semesta Sentosa dan PT Nusatara Satelit Sejahtera adalah sebesar Rp. 20,7 Triliun. Namun, tidak termasuk biaya BHP Frekuensi dan PPN.

Konsorsium PSN sebagai Pemenang Lelang dan Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) ini akan melaksanakan Proyek dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha selama 15 (lima belas) tahun sejak Tanggal Operasi Komersial.

Ruang lingkup dari kerjasama operasional penyediaan kapasitas satelit telekomunikasi ini meliputi penyediaan, pengoperasian dan pemeliharaan kapasitas satelit telekomunikasi, kapasitas internet, fasilitas gateway, fasilitas HUB, fasilitas NOC, serta Sumber Daya Manusia berpengalaman dalam integrasi dan pengawasan performa satelit, HUB dan terminal remote.

Kapasitas satelit telekomunikasi yang dibutuhkan oleh BAKTI menggunakan teknologi High Troughput Satellite (HTS).

“Satelit multifungsi akan melayani sekitar 150 ribu situs publik di Indonesia. Untuk menghubungkan seluruh sekolah, kantor pemerintah, kantor administrasi polisi dan militer, rumah sakit di Indonesia yang tidak memiliki konektivitas, satelit adalah satu-satunya teknologi akses yang layak untuk menangani lokasi-lokasi terpencil ini dengan biaya yang efektif,” ujar Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia menjelaskan beberapa waktu lalu.

Setidaknya, dengan kehadiran dari satelit multifungsi ini nanti nya, semua titik layanan publik itu akan terhubung dengan internet kecepatan tinggi 150 Gbps yang akan disediakan oleh hightroughput satellite itu.

Rudiantara merinci ada 18.500 titik di Papua dan Maluku, kemudian di Bali dan Nusa Tenggara ada 13.900 titik, Sulawesi 23.900 titik dan Kalimantan 19.300 titik. Sementara di Pulau Jawa 19.400 titik dan Sumatera 54.400 titik. Total 149.400 lokasi layanan satelit multifungsi. (Icha)

Asus Buka Pre-order ZenFone Live L2 via BliBli

0

Telko.id, Jakarta – Sesuai jadwal yang direncanakan, hari ini, Senin (22/4/2019) Asus Indonesia sudah mulai menggelar pre-order untuk ZenFone Live L2 di BliBli.com.

Untuk ZenFone Live L2, pengguna yang memesan di BliBli.com hanya perlu menebus di harga Rp1,199 juta untuk versi RAM 2GB dan internal storage 16GB.

“Selama ini, sambutan pasar untuk smartphone terjangkau dengan full view display sangat baik. Untuk itu, Asus Indonesia kembali menggelar pre-order untuk produk terjangkau,” kata Jimmy Lin, Country Manager Asus Indonesia.

{Baca juga: Pakai Snapdragon 855, Ini Bocoran Spek Asus Zenfone 6}

Sebagai informasi, lanjut Jimmy, sambutan pasar atas ZenFone Live L1 sangat baik. “Kami optimis bahwa model terbaru ini pun akan kembali diminati pengguna,” sebutnya.

Untuk pengguna yang melakukan pemesanan, mereka akan mulai mendapatkan unitnya secara bertahap. Mulai tanggal 29 April 2019, produk akan dikirimkan oleh BliBli ke pengguna yang sudah mengikuti sesi pre-order.

“ZenFone Live L2 akan dikirimkan ke alamat yang mereka informasikan saat melakukan pemesanan,” ujar Jimmy.

{Baca juga: Siap-siap! Asus ROG Phone Generasi Kedua akan Dirilis Akhir Tahun Ini}

Adapun masa pre-order ZenFone Live L2 akan digelar per hari ini, 22 April 2019 sampai 26 April 2019. Setelah itu, produk akan tersedia di situs BliBli.com dan juga channel distribusi smartphone Asus lainnya dengan harga yang sama. [HBS]

6 Spesies Langka Ini Nongol di Google Doodle Hari Bumi

Telko.id, Jakarta – Raksasa pencarian, Google turut memperingati Hari Bumi yang dirayakan setiap tanggal 22 April. Seperti biasa, Google merayakannya dengan merilis Google Doodle terbaru yang menunjukkan spesies langka yang terancam punah.

Dilansir dari CNET, Senin (22/04/2019), saat pengguna mengklik Google Doodle spesial Hari Bumi, akan muncul enam slide yang memperlihatkan enam spesies langka beserta penjelasan singkatnya.

Menurut Lead Artist Google Doodle, Kevin Laughlin, proses pemilihan spesies langka yang akan ditampilkan dalam slide merupakan bagian yang paling sulit.

{Baca juga: Rayakan Ultah Google dengan 33 Easter Eggs ini}

“Kami tidak hanya ingin menampilkan binatang yang hanya terlihat imut. Kami mencoba fokus untuk memiliki beragam organisme yang baik dari seluruh dunia yang semuanya memiliki kualitas unik atau superlatif duniawi,” katanya.

Spesies langka yang ditampilkan dalam Google Doodle tahun ini termasuk Wandering Albatross yang merupakan burung dengan rentang sayap terbesar, Coastal Redwood yang merupakan pohon tertua di dunia, dan Paedophryne Amauensis yang merupakan katak dan hewan vertebrata terkecil.

Ada pula Amazon Water Lily yang merupakan tanaman air terbesar di dunia, Coelacanth yang merupakan salah satu spesies paling tua di dunia yang eksis sejak 170 juta tahun yang lalu, dan Deep Cave Springtail yang merupakan serangga tanpa mata yang hidup di kedalaman Bumi.

{Baca juga: Waah.. Ada Shiny Diglett di Pokemon Go Saat Earth Day}

Beberapa spesies yang ditampilkan ditemukan dalam beberapa puluh tahun terakhir. Ada juga satu spesies yang sempat dikira punah 60 juta tahun yang lalu, tapi berhasil ditemukan kembali 80 tahun yang lalu.

Kalau ingin tahu lebih lanjut tentang keenam spesies yang ditampilkan dalam Google Doodle, penguna bisa klik ikon kaca pembesar yang ada di tiap slide. Ketika diklik, pengguna akan langsung dibawa menuju hasil pencarian Google untuk masing-masing spesies. (BA/FHP)

Sumber: CNET

Indeks Adopsi Teknologi di China Tertinggi, Indonesia Juru Kunci

Telko.id, Jakarta – China menjadi negara dengan indeks adopsi teknologi baru tertinggi di Asia. Sedangkan Indonesia berada di posisi juru kunci atau di 3 terbawah dengan skala indeks yang rendah.

Baru-baru ini lembaga riset GfK merilis studi tentang New Tech Adoption Index (NTAI) negara-negara di Asia.

Penelitian tersebut memberikan ukuran relatif kecenderungan oleh konsumen Asia terhadap adopsi teknologi dan produk konsumen dengan fitur atau teknologi canggih.

GfK melakukan riset di 9 negara yakni Jepang, China, Singapura, Korea Selatan, India, Malaysia, Thailand, Indonesia dan Vietnam.

Hasilnya, ada 3 negara yang berada di posisi tiga teratas dan tiga terbawah. China mengunci posisi puncak dengan skala indeks, (146). Kemudian posisi kedua Singapura dengan skala indeks 134, dan Korea Selatan dengan skal indeks 128.

{Baca juga: Dokter di China Uji Coba Operasi Jarak Jauh dengan 5G}

“Indeks Adopsi Teknologi Baru menunjukkan kecenderungan pasar dalam adopsi teknologi baru berdasarkan seberapa jauh atau lebih rendah indeks yang dihitung mereka diposisikan dari skala 100,” jelas Managing Director for Client Solutions and Innovation APAC, Vishal Bali.

Lantas bagaimana dengan Indonesia? Menurut GfK, Indonesia berada berada di posisi 3 terbawah, dengan skala indeks 67. Indonesia hanya lebih baik dari India yang memiliki skala indeks sebesar 46 dan Vietnam sebesar 81.

Berdasarkan data tersebut Vishal Bali menilai jika adopsi teknologi baru cenderung tinggi di negara-negara maju. Begitupun sebaliknya.

“Kami melihat tren yang jelas dari pengelompokan pasar di antara pasar maju dan berkembang, di mana NTAI adalah lebih tinggi untuk pasar yang lebih matang, dan lebih rendah untuk yang baru muncul,” kata Vishal, dalam keterangan resmi yang diterima Tim Telko.id, Senin (22/04/2019).

Hasil riset itu juga mengungkap bahwa 24 dari total 70 kota yang diteliti memperlihatkan 5 kota teratas ditempati oleh kota-kota di China dan Korea Selatan. Yakni Beijing (196), Shanghai (193), Seoul (156), Chungcheong (156) dan Inchon (153), yang menunjukan adopsi teknologi baru yang tinggi.

Kemudian ada temuan yang menarik. Walaupun Indonesia berada di urutan terbawah terkait adopsi teknologi baru, tetapi kota-kota di Indonesia seperti Bogor, Tanggerang dan Bekasi (Botabek) memiliki nilai skala yang beragam.

{Baca juga: China Ungguli AS dan Eropa dalam ‘Pertempuran’ 5G}

“Sedangkan yang paling beragam di Asia adalah Indonesia mulai dari 33 hingga 118 dengan Botabek menjadi kota yang melihat tingkat tertinggi adopsi teknologi baru,” tambah Vishal.

Terakhir Vishal mengatakan bahwa riset ini penting bagi pelaku pasar di industri teknologi. Menurutnya riset ini bisa menjadi acuan mereka untuk mengembangkan pasar di Asia.

“Indeks Adopsi Teknologi Baru dapat membantu merek mengidentifikasi pasar-pasar ini, dan bahkan menentukan kota dan wilayah tertentu di setiap pasar,” tutup Vishal. [NM/HBS]