spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...
Beranda blog Halaman 1249

Unik, Warga Amerika Cukup ke McDonalds Saat Kehilangan Paspor

Telko.id, Jakarta – Kabar baik bagi warga Amerika Serikat (AS) yang bepergian ke Austria. Jika kehilangan paspor atau memerlukan bantuan lainnya, mereka akan mendapat pertolongan dari pegawai di gerai McDonalds Austria. Kok bisa?

Kerja sama antara McDonalds Austria dan Kedutaan Besar AS di Wina membuatnya menjadi lebih mudah. Ketika kesulitan mengontak Kedutaan Besar AS di Wina, datang saja ke gerai McDonalds terdekat.

Menurut unggahan di Facebook, warga negara Paman Sam yang bepergian ke Austria akan dibantu oleh pegawai McDonalds untuk menghubungi Kedutaan Besar AS. Mereka bisa mengakses layanan konsuler.

{Baca juga: Arkeolog Temukan “Gerai McDonalds” Zaman Romawi}

Dikutip Telko.id dari Ubergizmo, Kamis (16/05/2019), layanan konsuler yang dimaksud meliputi pelaporan kehilangan paspor atau dicuri serta mencari bantuan perjalanan. Inovasi tersebut pun mendapat pujian.

Beberapa waktu lalu, McDonalds memutuskan memaksimalkan teknologi Artificial Intelligence (AI). Mereka menggunakan teknologi AI untuk mengoptimalkan layanan Drive-Thru kepada para pelanggan.

{Baca juga: McDonalds Gunakan AI untuk Layanan Drive-Thru}

McDonalds mengakuisisi startup pengembang mesin pembelajaran Dynamic Yield senilai USD 300 juta atau Rp 4,2 triliun untuk mengembangkankan layanan itu. Tenaga manusia pun kemudian direduksi.

Saat Anda ingin memesan sandwich, menu Dive-Thru bisa secara proaktif merekomendasikan kentang goreng atau item sampingan lain. AI di McDonalds juga bisa mempromosikan kopi es atau McFlurry. (SN/FHP)

Sumber: Ubergizmo

Aktivitas Googling Naik 40% di Bulan Ramadhan

Telko.id, Jakarta – Google melaporkan adanya peningkatan aktivitas pencarian di bulan Ramadhan. Total, peningkatan aktivitas googling mencapai 40% dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Menurut Head of Marketing Google Indonesia, Veronica Utami, di bulan Ramadhan, pengguna lebih sering menggunakan smartphone dan gadget lainnya untuk berselancar di internet.

“Terjadi peningkatan 40% terkait pencarian dan di bulan Ramadhan orang lebih banyak mencari apa yang ingin dicari,” ujar Veronica di Jakarta, Kamis (16/05/2019)

Google Indonesia mengklasifikasi kategori pencarian informasi pengguna selama bulan Ramadhan. Hasilnya, ada 4 kategori pencarian yakni Informasi Penunjang Ibadah, Makanan di Bulan Ramadan, Terbaik, Terbaru dan Termurah serta Konten Religius.

“Mereka mencari info untuk menunjang ibadah, membeli pakaian atau gadget, dan konten religus untuk beribadah di bulan Ramadan,” tambahnya.

Peningkatan aktivitas juga terjadi di Youtube. Dalam pemaparannya, Veronica menjelaskan jika waktu menonton lebih tinggi di bulan Ramadhan yakni 40%, dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Menurutnya, peningkatan ini terjadi karena ada pengguna mengganti aktivitas makan siang mereka menjadi menonton video di Youtube.

“Biasanya kan makan siang, tapi kalo sekarang kan enggak. Jadi mereka menghabiskan waktu sektiar 1 jam untuk menonton video di Youtube,” tutur Veronica.

Tidak hanya pencarian di Google dan Youtube. Peningkatan aktivitas juga terjadi di aplikasi Google Play Store. Di bulan Ramadhan, terjadi peningkatan download aplikasi hingga 20%. Peningkatan terjadi pengguna ingin mengunduh film, buku atau aplikasi terbaru untuk menunjang kegiatan mereka di bulan puasa ini.

“Mereka ingin mencari hiburan tambahan seperti aplikasi, buku ataupun film,” ucap Veronica. (NM/FHP)

Kini, Terjemahan via Google Translate Pakai Augmented Reality

Telko.id, Jakarta – Google memperbarui dan meningkatkan kemampuan aplikasi penerjemah, Google Translate. Kabarnya, Translate bakal lebih mudah digunakan lantaran pengguna hanya perlu memanfaatkan fitur kamera, karena kemampuan deteksi bahasa otomatisnya yang lebih baik.

Tak cuma itu, dalam pembaruan Translate, Google menghadirkan kualitas penerjemahan yang lebih baik dan mendukung banyak bahasa.

Dilansir phoneArena, dikutip Telko.id, Kamis (16/05/2019), saat ini pengguna masih harus memilih sumber dan target bahasa sebelum mengakses kamera. Pengguna harus pula menggarisbawahi teks yang ingin diterjemahkan.

{Baca juga: Gandeng Google Translate, Wikipedia Tersedia dalam Banyak Bahasa}

Google juga mengembangkan fitur Augmented Reality Instant. Gunanya untuk menerjemahkan teks dan menampilkannya di layar dalam bahasa sesuai pilihan. Semuanya hadir lewat pembaruan Google Translate versi 5.29.

Beberapa waktu lalu, Translate mendapat pembaruan dengan tambahan 13 bahasa baru. Translate pun total punya 39 bahasa yang bisa diterjemahkan setelah ada pembaruan fitur Kamera Google Translate.

{Baca juga: Terjemahan Real-time Hadir di Headphone dengan Google Assistant}

Sebanyak 13 bahasa baru yang ditambahkan di fitur Kamera Google meliputi Arab, Thai, Vietnam, Hindi, Bengali, Gujarati, Kannada, Malayalam, Marathi, Nepali, Punjabi, Tamil, dan Telugu. Fitur itu sangat berguna bagi pelancong.

Mereka bisa mengetahui terjemahan kata-kata asing dengan hanya memfoto tulisan via kamera ponsel. Hasil terjemahan akan ditampilkan berdampingan dengan foto dalam jendela terpisah seperti melakukan terjemahan biasa. (SN/FHP)

Sumber: phoneArena

Tutupi Wajah Saat Disorot Kamera, Pria Ini Ditangkap Polisi

Telko.id, Jakarta – Seorang pria ditahan pihak berwajib karena menutupi wajahnya saat berjalan melewati kamera pengenal wajah atau face recognition. Seorang saksi menerangkan, pria tersebut mengenakan jumper untuk menutupi bagian wajah ketika melihat ada kamera face recogntion saat sedang berjalan.

Tindakan pria tersebut bisa jadi merupakan rasa ketidaknyamanan warga terhadap penerapan teknologi pengenal wajah di tempat umum.

Asal tahu saja, tak semua orang merasa nyaman dengan keberadaannya.

{Baca juga: Tak Ingin Diintai Polisi, Warga Kota Ini Tolak Face Recognition}

Beberapa orang merasa keberadaan teknologi pengenal wajah di tempat umum mengganggu privasi. Bahkan di beberapa kota, warga pun menolaknya.

Seperti dikutip Telko.id dari Ubergizmo, Kamis (16/5/2019), sebenarnya gerak-gerik pria itu sama sekali tidak mencurigakan. Ia tampak hanya tidak nyaman disorot kamera pengenal wajah.

Namun, polisi justru curiga. Polisi kemudian melakukan mengejar pria tersebut. Setelah tertangkap, polisi meminta kepadanya untuk berhenti dan menunjukkan kartu identitas.

{Baca juga: Teknologi Face Recognition Bisa Diakali, Begini Caranya}

Tapi, pria itu keberatan dan marah. Nahas, ia justru ditangkap oleh polisi dengan tuduhan mengganggu ketertiban umum. Ia lantas didenda sebesar 90 poundsterling atau Rp 1,6 jutaan.

Juru bicara kepolisian mengatakan, pria tersebut tampak mencurigakan kala melintas di kota Romford. Ia bahkan begitu agresif saat diinterogasi. Ia juga mengancam para petugas. (SN/FHP)

Sumber: Ubergizmo

Ooredoo Myanmar Tunjuk ZTE Buat Kembangkan 5G

0

Telko.id –  Ooredoo Myanmar dan ZTE Corporation baru saja menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk pengembangan 5G di Myanmar. Kolaborasi ini adalah salah satu dari banyak komponen program modernisasi jaringan Grup Ooredoo dan akan memastikan bahwa Myanmar siap untuk “Evolution to 5G”.

Penandatangan MoU dilakukan oleh Alok Verma, CEO Ooredoo Myanmar dan YanChangzhi, CEO ZTE Myanmar di kantor pusat Ooredoo Myanmar, dengan dihadiri oleh para eksekutif senior dari kedua perusahaan.

Dalam kemitraan ini, Ooderoo Myanmar akan memanfaatkan keahlian teknis dari ZTE Corporation untuk menyediakan infrastruktur telekomunikasi kelas dunia bagi rakyat Myanmar.

“Ooredoo adalah operator telekomunikasi pertama di Myanmar yang meluncurkan inisiatif menuju pengembangan 5G, mengakui potensi 5G, yang akan membuka kunci generasi berikutnya dari teknologi nirkabel dengan kecepatan tinggi, latensi sangat rendah dan kapasitas lebih besar, melepaskan kemungkinan baru dalam mobilitas, manufaktur, kesehatan, transportasi dan beberapa industri lainnya. Ini juga sejalan dengan visi kami untuk memperkaya kehidupan digital orang. Kami berharap dapat bekerja sama dengan ZTE Corporation dalam inisiatif baru yang menarik ini,” ujar Alok Verma, CEO Ooredoo Myanmar.

Untuk memulai kemitraan, Ooredoo Myanmar dan ZTE Corporation akan melakukan test environment untuk membangun jaringan 5G pada jaringan Ooredoo Myanmar. Environment test ini nantinya akan digunakan untuk mengevaluasi dari performance jaringan dan teknologi 5G serta memastikan layanan terbaik di kelasya sudah tercapai setelah jaringan beroperasi.

“Kami berharap dapat memanfaatkan keahlian 5G global Ooredoo melalui kolaborasi kami di Myanmar,” sahut MeiZhonghua, SVP dari ZTE Corporation.

Menurut MeiZhonghua, “5G adalah masa depan teknologi nirkabel yang dirancang untuk memenuhi persyaratan kinerja yang semakin maju dan semakin kompleks. Ini sekitar 100 kali lebih cepat dari 4G. Ini menawarkan latensi sangat rendah, akan mengkatalisasi mobilitas, jaringan industri, layanan kesehatan jarak jauh, realitas virtual, dan video definisi ultra-tinggi, dan meningkatkan pengalaman digital pelanggan kami dan membantu mereka menikmati Internet dengan cara baru dan menarik. 5G akan memengaruhi seluruh jaringan seluler dan ekosistem terkait, dari perangkat hingga akses radio, inti IP, dan ke cloud. ”

Sebagai informasi, Ooredoo membuat sejarah ketika menjadi operator pertama di dunia yang meluncurkan jaringan 5G langsung di Qatar pada Mei 2018. Ooredoo bersiap untuk menguji generasi baru teknologi nirkabel 5G ini sejak 2014.

Selama beberapa bulan ke depan, Ooredoo berencana untuk menambah tonggak pertama di dunia dalam hal penguji 5G seluler dan jaringan melalui uji coba pengguna dan peluncuran komersial di Ooredoo Opcos di seluruh dunia. (Icha)

 

Instagram Ungkap Fakta di Balik Kasus “Polling Bunuh Diri”

Telko.id, Jakarta – Instagram langsung merespons kabar duka seorang gadis asal Malaysia bunuh diri setelah mengadakan polling hidup atau mati di platform. Instagram mengungkapkan bahwa hasil polling Instagram di akun korban tak seperti yang diberitakan.

Sebelumnya dikabarkan bahwa seorang remaja asal Malaysia nekat bunuh diri seusai melakukan jajak pendapat lewat Instagram. Dalam polling, 69 persen pengikut memilih ia mengakhiri hidup, sedangkan 31 persen memintanya tetap hidup.

“Kami mendoakan keluarga korban. Mengenai kasus ini, kami sangat berkomitmen menjaga keamanan para pengguna,” tulis Head of Communications Instagram, Ching Yee Wong, dikutip Telko.id dari Business Insider, Kamis (16/05/2019).

{Baca juga: Gadis 16 Tahun Bunuh Diri Usai Bikin Polling di Instagram}

Ia menegaskan bahwa hasil jajak pendapat korban menunjukkan 88 persen pengikut memintanya agar tetap hidup. Hanya 12 persen pengikut yang memilihnya untuk melakukan bunuh diri. Sayang, ia tak menjelaskan detail hasil jajak pendapat.

Dari kabar yang sebelumnya beredar, remaja itu melakukan jajak pendapat pada pukul 15.00. Ia ditemukan meninggal dunia pada pukul 22.00. Jasadnya kemudian dibawa oleh warga setempat ke rumah sakit Sarawak Malaysia untuk diautopsi.

{Baca juga: Tragis! Bocah 15 Tahun Bunuh Diri Karena Dilarang Main Game Online}

Ching Yee Wong mengimbuhkan, Instagram menghimbau kepada para pengguna supaya menggunakan fitur pelaporan serta menghubungi pihak berwajib manakala mengetahui ada perilaku janggal di platform yang membahayakan orang lain.

“Untuk kontan-konten mengganggu, Instagram secara otomatis melakukan penyaringan. Kami menghindari unggahan bermuatan sensitif. Kami juga menambahkan fitur pencegahan bunuh diri dan kegiatan yang melukai diri sendiri,” terangnya. (SN/FHP)

Sumber: Business Insider

Oppo F11 Edisi Jewelry White Diklaim Habis Terjual!

Telko.id –Oppo baru saja meluncurkan F11 dengan dua varian warna yakni Fluorite Purple dan Marble Green. Lalu, dilanjutkan dengan menghadirkan dengan varian baru yakni Jewelry White. Khusus pemasarannya, Oppo F11 edisi Jewelry White ini dibundling dengan printer foto instan Fujifilm Instax SP-2 dan dijual secara eksklusif di e-commerce Blibli dalam pre-order pada 8-14 Mei lalu. Dan, ternyata 100 unit yang disediakan sudah langsung ludes.

Hal itu disampaikan oleh Aryo Meidianto, PR Manager Oppo Indonesia dalam acara buka puasa bersama media yang digelar di Jakarta (15/5).

“Saya baru dapat kabar baik bahwa (F11 Edisi Jewelry White) sudah habis terjual,” kata Aryo.

“Karena, melihat respon pasar yang positif, kami menimbang untuk kembali menjual produk Oppo F11 Edisi Jewwlry White. Tapi hanya unit handphone saja tanpa bundling,” ujar Aryo menambahkan.

Oppo F11 sendiri merupakan ponsel kelas menengah yang pertama kali dipasarkan di Indonesia pada bulan April lalu seharga Rp 3.999.000. Layar Oppo F11 berdiagonal 6,5 inci dengan poni model waterdrop yang memuat kamera selfie 16 megapiksel (f/2.2).

Dapur pacunya mengandalkan chip MediaTek Helio P70 dengan RAM 4 GB dan storage 128 GB. Di punggungnya terdapat kamera ganda yang masing-masing memiliki resolusi 48 megapiksel (f/1.8) dan 5 megapiksel (f/2.4). Ada juga baterai 4.000 mAh dengan fast charging VOOC 3.0, dan OS Android 9.0 Pie.

Oppo F11 Edisi Jewelry White memiliki spesifikasi serupa dengan F11 reguler, hanya saja bagian punggungnya bercorak gradasi warna putih dan ungu. Oppo juga memasarkan F11 Pro dengan keunggulan berupa kamera Pop-up, tapi sebagian besar spesifikasinya mirip dengan seri F11. (Icha)

Marak Aksi “Swatting”, Kepolisian Cegah Pakai Cara Khusus

Telko.id, Jakarta – Polisi di Seattle, Amerika Serikat (AS), mewaspadai aksi Swatting yang telah memakan korban jiwa. Asal tahu saja, Swatting adalah tindakan melaporkan kejahatan palsu ke polisi supaya tim SWAT turun tangan.

Dilaporkan PC Gamesn, Seperti dikutip pada Kamis (16/05/2019), polisi AS menyebutnya sebagai panggilan hoaks di layanan 911.

Kepolisian Seattle pun berinisiatif dengan cara menyediakan layanan khusus di situs resmi agar warga tak menjadi korban.

{Baca juga: Polisi New York akan Gunakan Perangkat VR untuk Latihan}

Warga cukup mendaftarkan diri dan melaporkan alamat domisili jika menjadi korban Swatting. Kepala kepolisian Seattle, Carmen Best yakin cara itu cukup jitu dalam mengantisipasi kejahatan palsu untuk memanggil tim SWAT.

“Kami menjamin setiap panggilan darurat termasuk akan ditanggapi secara serius. Kami akan mengirim tim dengan melakukan verifikasi domisili korban. Kami akan melakukan tindakan dengan penuh kehati-hatian,” terangnya.

Swatting cukup marak di kalangan gamers AS sebagai tindakan arogan. Sebab, alamat lokasi atau orang yang menjadi korban sama sekali tidak mengetahui apa-apa. Aksi ini diinisiasi oleh beberapa gamers yang tidak saling mengenal.

{Baca juga: Polisi Minta Riwayat Lokasi Pengguna ke Google, Ada Apa?}

Desember 2018 lalu, kasus tersebut telah memakan korban jiwa seorang pria berusia 28 tahun. Ia ditembak mati oleh personel SWAT dari kepolisian Wichita. Korban ditembak oleh SWAT sesaat membuka pintu rumahya.

Kepolisian Wichita mendapat laporan palsu dari pelaku bahwa korban telah menyandera anggota keluarganya dan sudah menyiram bensin ke dalam rumah. Usut-punya usut, pelapor adakah dua gamers Call of Duty yang melakukan taruhan. (BA/FHP)

Sumber: PC Gamesn

Netflix Gabung Acara E3 2019, Mau Rilis Game?

Telko.id, JakartaNetflix mungkin melihat kalau industri game “lebih sexy” ketimbang industri film maupun musik. Karenanya, layanan streaming film ini ingin mengembangkan bisnis mereka ke dunia game, dengan merilis game Netflix yang diadaptasi dari film.

Dilansir dari Gamesradar, Kamis (16/05/2019), Netflix diberitakan siap berpartisipasi pada gelaran E3 2019 pada 12 Juni 2019 mendatang.

Asal tahu saja, E3 2019 merupakan acara industri game terbesar dan termegah sejagat.

{Baca juga: Film Homecoming Laku, Netflix Bayar Beyonce Rp 845 Miliar}

Pada acara yang diadakan di Los Angeles Convention Center, California, Amerika Serikat, Netflix rumornya akan pamer konten berjudul “Bringing Your Favorite Shows to Life: Developing Netflix Originals into Video Games” dan “Stranger Thing 3: The Game”.

Sepertinya, layanan ini akan membuat sebuah game berdasarkan satu serial TV. Sayang, mereka belum bisa dimintai konfirmasi, apalagi memberi bocoran mengenai game yang sedang digarap oleh mereka.

{Baca juga: Niantic Labs Pastikan Ingress: The Animation Tayang di Netflix}

Belum lama ini, lewat akun Twitter, Niantic Labs mengumumkan bahwa serial Ingress: The Animation tayang di Netflix pada 30 April 2019. Serial animasi itu diadaptasi dari game augmented reality Ingress buatan Niantic Labs.

Serial Inggres: The Animation sebetulnya sudah dirilis lebih dulu di Jepang pada 2018 lalu. Rencana adaptasi game tersebut ke serial animasi bergaya Jepang sebenarnya sudah diumumkan sejak Juli 2018 lalu. (BA/FHP)

Sumber: Gamesradar

Gadis 16 Tahun Bunuh Diri Usai Bikin Polling di Instagram

Telko.id, Jakarta – Seorang gadis asal Kuching, Sarawak, Malaysia nekat melakukan bunuh diri atas “saran” para netizen di polling Instagram. Kisah tragis ini bermula ketika gadis berusia 16 tahun itu mengadakan polling di Instagram berisi, apakah dirinya harus mati atau hidup.

“Really Important, Help Me Choose D(Die)/ L (Live),” katanya dalam jajak pendapat tersebut.

Ia juga mengunggah status di Facebook yang menyatakan bahwa ia sudah bosan dengan kehidupannya.

“WANNA QUIT (MY) F*CKING LIFE, I’M TIRED,” keluh gadis ini.

Dilansir dari World of Buzz, Kamis (16/05/2019), setelah melihat hasil polling, 69 persen pengikutnya di Instagram mendukung keputusannya untuk mengakhiri hidupnya. Hingga akhirnya, ia nekat mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari lantai tiga sebuah toko di Bandar Baru Batu Kawa, Senin (13/05) sore waktu setempat.

“Sekitar 69 persen pengikut Instagramnya mendukung keputusannya (untuk mengakhiri hidupnya) melalui jajak pendapat, yang dibuat sekitar pukul 15.00, Senin (13/05) kemarin sore,” kata Kepala Polisi Distrik Padawan, Inspektur Aidil Bolhassan.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap smartphone korban oleh pihak berwenang, mereka menemukan bahwa gadis itu telah menulis status WeChat yang menyedihkan kepada teman-temannya dalam bahasa Cina sebelum melakukan bunuh diri.

Aidil menjelaskan, gadis itu mungkin merasa stres setelah ayah tirinya menikahi seorang wanita asal Vietnam di Singapura. Rupanya setelah menikah, keduanya menjadi jarang pulang ke rumah.

Tubuh korban ditemukan seorang pria sekitar pukul 8 malam, dan ia segera melaporkan kejadian itu ke kantor polisi Batu Kawa. Setelah itu, saudara laki-laki korban dan ibu korban yang berkebangsaan Indonesia juga menemukan mayatnya tergeletak ketika mereka sedang dalam perjalanan pulang setelah makan malam.

Mayat korban selanjutnya dibawa ke Departemen Forensik Rumah Sakit Umum Sarawak untuk dilakukan otopsi. Pihak berwenang kemudian menyimpulkan bahwa tidak ada motif kejahatan yang terdeteksi dan kasus itu diklasifikasikan sebagai bunuh diri. (BA/FHP)