spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1239

Google Uji Coba Tautan Belanja di YouTube, Untuk Apa?

Telko.id,Jakarta Google sedang melakukan uji coba fitur baru di YouTube. Kabarnya, fitur tautan belanja yang terselip di bawah video YouTube ini tujuannya untuk mendongkrak penjualan di Google Express.

Dilansir Telko.id dari Engadget pada Sabtu (04/05/2019), Google sedang menjalankan uji coba yakni menampilkan produk yang direkomendasikan bersama harga pada platform berbagi video tersebut.

Dalam uji coba tersebut Google menampilkan iklan perusahaan perlengkapan olahraga Nike. Di bagian bawah video akan ada tautan yang mengarahkan penonton ke Google Express, dan pengguna bisa menyelesaikan pembelian di sana.

{Baca juga: Riwayat Lokasi di Google Bisa Terhapus Otomatis per 3 Bulan}

Menurut laporan media The Information awal tahun ini Google juga menguji iklan yang dapat dibeli dalam fitur pencarian gambar di platform mereka. Pengujian beragam fitur ini bukan tanpa alasan. Google dinilai sedang mencari sumber pendapatan lain non iklan yang selama ini menjadi sumber pendapatan utama Google.

Nantinya Google akan mengambil potongan dari barang-barang yang dijual melalui Google Express. Di tahun 2019 pendapatan Google Express berada dibawah $ 1 miliar atau Rp 14,2 Triliun pada 2018 jauh dibanding dengan ritel Amazon yang menghasilkan sekitar $ 141 miliar atau Rp 2002,4 Triliun di Amerika Utara tahun lalu.

Google juga dijadwalkan mengadakan acara akhir Mei 2019 yang disebut Google Marketing Live dan Google I/0 pekan depan. Kabarnya Google akan mengungkap secara resmi iklan produk YouTube di antara dua event tersebut.

{Baca juga: Google Tinjau 1 Juta Video Teroris di YouTube}

Sebelumnya Google juga sedang memberikan perhatian khusus untuk Youtube. Dalam 3 bulan pertama di tahun 2019, Google secara manual meninjau lebih dari 1 juta video yang diduga sebagai video teroris di YouTube.

Dari hasil tinjauan itu, ada 90.000 video yang melanggar kebijakan YouTube sehingga sekitar 9% dari total 1 juta lebih telah dihapus. Dilansir Telko.id dari Engadget pada Jumat (03/05/2019), Google mengatakan di US House Panel kemarin, bahwa pihaknya bekerja ekstra untuk mengulas jutaan konten video tersebut. [NMHBS]

Sumber: Engadget

 

Menkominfo Dorong Pembayaran Bantuan Sosial Lewat Aplikasi

Telko.id, Jakarta – Menkominfo Rudiantara ingin adanya peningkatan teknologi dalam penyaluran bantuan sosial pemerintah seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Program Keluarga Harapan (PKH). Caranya, dia ingin agar penyaluran bantuan tersebut dalam bentuk electronic wallet (e-wallet) atau aplikasi.

Hal tersebut disampaikan Rudiantara usai menghadiri acara kolaborasi antara Grab Indonesia, Ovo dan Tokopedia di Jakarta, Kamis (02/05/2019) lalu. Menkominfo menilai jika perlu ada pembaruan dalam penyaluran bantuan tersebut dari melalui perbankan menjadi e-wallet atau transaksi non-tunai.

“Mendorong sistem keuangan pembayaran penarikan untuk program bantuan pemerintah seperti Program Keluarga Harapan (PKH) untuk menggunakan e-wallet, transaksi nontunai lewat aplikasi,” ucap Rudiantara.

{Baca juga: Grab, Ovo & Tokopedia Kompak Kampanye “Patungan untuk Berbagi”}

Menurut Rudiantara pembayaran nontunai lebih transparan. Pasalnya penyaluran akan terdata dengan baik melalui sistem sehingga potensi penggelapan uang ataupun korupsi, yang mungkin terjadi  bisa dicegah.

“Kalau transaksi tunai, terkadang kita tak tahu bocor dimana. Terus orang cenderung mengambil semua uangnya kalau lewat bank. Kalau nontunai, butuhnya Rp 50 ribu ya bayarnya segitu,” ujarnya.

Kemudian melalui aplikasi nontunai investasi cenderung lebih murah. Sebelumnya jika menggunakan perbankan maka diperlukan investasi berupa perangkat mesin sarana penyedia transaksi dan alat pembayaran atau Electronic Data Capture (EDC), dan biayanya lebih mahal.

Namun jika menggunakan transaksi nontunai maka penerima hanya memerlukan smartphone supaya transaksi bisa digunakan. “Daripada EDC dia investasi memanfaatkan aja punya masyarakat yaitu ponsel jadi gak perlu EDC,” imbuhnya.

{Baca juga: Industri Telko Sakit, Rudiantara: Ini Hutang Saya}

Terakhir Rudiantara membuka kesempatan bagi perusahaan yang mau mengembangkan konsep tersebut. Pemerintah memberikan kesempatan bagi semua pihak untuk jika ingin mewujudkan konsep transaksi nontunai.

“Siapa saja bisa pilot project dan ini diserahkan ke pasar,” pungkas Menkominfo Rudiantara. [NM/HBS]

 

Kualifikasi Berakhir, 24 Pemain Dipastikan Berlaga di Big League IGL

Telko.id, Jakarta – Setelah melalui proses panjang, Indonesia Gaming League (IGL) Online Qualifier FIFA 19 FUT pekan kedelapan akhirnya resmi berakhir. Dari sini, ‘terciduk’ 24 top player yang akan berlaga di Big League.

Melalui keterangan resmi, Sabtu (4/5/2019), IGL selaku penyelenggara menyebut setidaknya lebih dari 400 player berpasrtisipasi dalam Online Qualifier, untuk memperebutkan tiga slot tersisa yang disiapkan.

Meski animo dan antusiasme player terbilang tinggi, namun IGL memastikan akan ada slot yang dilebihkan untuk player yang ingin berpartisipasi.

Berdasarkan laporan yang diterima IGL, total peserta yang sudah mendaftarkan diri selama periode Online Qualifier mencapai lebih dari 1.500 peserta. Meski angka ini berada di bawah ekspektasi awal yakni 2.000 peserta, namun penyelenggara mengaku puas dengan apa yang sudah dicapai.

“Secara keseluruhan kami cukup puas dengan banyaknya pendaftar yang mengikuti event perdana ini. Setelah ini, kami akan adakan evaluasi kecil guna menjadi lebih baik lagi kedepannya,” kata Wakil Ketua IGL, Stephen Clinton.

Terkait mekanisme turnamen sendiri, Stephen menyebut nantinya kesemua player yang telah memastikan diri di Big League akan menempati dua grup liga yakni Big East dan Big West. Dimana masing-masing liga terdiri dari 12 player.

Formatnya akan sama dengan liga pada umumnya, dimana kemenangan akan diganjar dengan 3 poin, seri 1 poin dan mereka yang kalah tak mendapatkan poin. Selama fase ini, setiap player yang mengantungi kemenangan juga akan mendapat bonus uang tunai sebesar Rp350 ribu per pertandingan yang berhasil dimenangkan.

Kedua Big League tersebut nantinya akan digelar pada 11 Mei 2019 selama 11 pekan dan dapat disaksikan melalui live stream di YouTube Indonesia Gaming League.

Setelah fase Big League, kompetisi akan berlanjut ke fase 16 besar. Delapan player terbaik dari masing-masing liga akan kembali bertarung dengan sistem home-away. Jika hasil tetap berakhir imbang di dua laga tersebut, maka kedua tim akan adu keberuntungan di babak adu penalti sampai mendapatkan kemenangan.

Fase 16 besar akan diikuti oleh fase-fase berikutnya, hingga akhirnya tiba di fase puncak, yakni final. Disini runner up akan mendapat hadiah sebesar Rp25 juta dan juara turnamen akan mendapatkan hadiah uang tunai Rp50 juta.

Untuk melengkapi target awal, IGL juga tengah menggelar Offline Competition di 20 kota yang tersebar di seluruh Indonesia. Sejauh ini, tercatat lebih dari 1.000 player telah mendaftarkan diri. 60 player dari masing-masing kota telah terpilih menjadi pemenang.

Ke depan, meski belum mau mengungkap lebih rinci, IGL mengaku sedang menyiapkan turnamen game sepak bola berskala lebih besar lagi. “Biar nanti saja (diumumkannya), yang jelas akan ada surprise dari IGL,” pungkas Clinton.

Untuk lebih lengkapnya mengenai ke-24 player yang akan ambil bagian dalam Big League, berikut nama-namanya:

1. Andika Putra Sanjaya (Makassar)
2. Egi Ilyas Fauzi (Sukabumi)
3. Pugu Mujahit Mantang (Jakarta)
4. Arlan Paranti (Sukabumi)
5. Abdul Rozak R (Jakarta)
6. Dedy Tami H (Bogor)
7. Aditra Gusnar (Denpasar)
8. Ghea Ananta A (Samarinda)
9. Nyoman Tri Laksana P (Bali)
10. Rudi Julio (Surabaya)
11. Ardy Diptayana (Tangerang)
12. Apri Hantoro (Sleman)
13. Muhammad Ikhsan (Jakarta)
14. Mohammad Ega (Jakarta)
15. Rakel Ramadhan (Sukabumi)
16. Windy Hendro (Pontianak)
17. Kenny Prasetyo (Jakarta)
18. Yoga Harahap (Medan)
19. Rama Anggara (Madiun)
20. Brian Hadianto (Jakarta)
21. Kevin Naufal (Depok)
22. Immanuel Mangasi Fernando (Jakarta)
23. Andersen Tjoeng (Jakarta)
24. Andri Luhut (Jakarta)

Polisi New York akan Gunakan Perangkat VR untuk Latihan

Telko.id, Jakarta – Para polisi yang tergabung di New York Police Department (NYPD) akan merasakan sensasi latihan yang baru. Pasalnya, polisi New York akan menggunakan perangkat VR atau Virtual Reality (VR) untuk latihan rutin mereka.

Dilansir Telko.id dari Ubergizmo pada Sabtu (04/05/2019), sistem pelatihan ini akan digunakan NYPD dalam program percontohan. Teknologi VR digunakan untuk melatih polisi New York terkait cara menangani penembak aktif.

“Ini menambah seluruh komponen lain. Anda dapat mengubah skenario dan Anda tidak membutuhkan ruang sebanyak itu. Jadi kita memperhatikan dengan baik,” kata Wakil Kepala Kontraterorisme NYPD John O’Connell.

Kehadiran teknologi VR untuk latihan mendapat respon positif. Menurut petugas kepolisian kontraterorisme NYPD, John Schoppman dirinya bisa mengeksplor kemampuannya lebih banyak, dan teknologi VR mampu membuat simulasi seperti kenyataan.

{Baca juga: NYPD Tak Lagi Pakai Smartphone‘Kebal Peluru’}

“Saya mendapatkan lebih banyak skenario, dalam waktu yang jauh lebih singkat Anda benar-benar tenggelam. Ada banyak detak jantung dan ini sangat realistis,” kata John.

Selain itu teknologi VR ini juga bermanfaat untuk analisa. Data yang dikumpulkan ketika latihan bisa digunakan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan.

Diharapkan dengan menggunakan VR untuk melatih para perwira mereka bisa menjadi lebih efisien dan efektif, sampai pada titik di mana teknologi VR dapat digunakan sebagai program pelatihan untuk departemen kepolisian di seluruh negeri.

Teknologi VR memang terus dikembangkan oleh banyak pihak. Sebelumnya Facebook menggarap teknologi VR yang diklaim mampu menggantikan fungsi manusia. Hal itu diumumkan oleh Facebook pada konferensi pengembang F8 di San Francisco, Amerika Serikat, Rabu (1/5/2019) waktu setempat.

{Baca juga: Facebook Garap Teknologi VR untuk Gantikan Manusia}

Dalam merealisasikan teknologi itu, seperti dilansir CNET, Facebook bahkan sampai menyimulasikan pakaian yang dikenakan oleh pengguna. Bahannya berupa perangkat lunak, berfungsi merespons secara virtual ketika pengguna tengah menari atau aktivitas lain.

Sumber: Ubergizmo

Ngacir, Ini Skor Antutu Oppo Reno 10X Zoom

0

Telko.id, Jakarta – Oppo smartphone akan segera memperkenalkan seri terbarunya, Oppo Reno, di Indonesia. Ditenagai oleh Snapdragon 855 yang merupakan prosesor seri terbaru dari Platform Mobile Qualcomm dan kemampuannya sudah premium high end.

PR Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto menjelaskan dengan menggunakan Snapdragon 855, kerja CPU mengalami peningkatan hingga 45% dibandingkan seri snapdragon sebelumnya.

“Kecepatannya meningkat 45% dibandingkan Snapdragon 845. Apalagi grafis  Oppo Reno menggunakan Qualcomm Adreno 640 GPU memberikan rendering grafis hingga 20% lebih cepat dibandingkan dengan Snapdragon 845. Semua hal tersebut menghasilkan kinerja keseluruhan dari Reno 10x Zoom meningkat sebesar 45%,”ujar Aryo saat konferensi pers media terbatas di Jakarta, Jumat (3/5/2019).

{Baca juga: Usung Kamera 10X Zoom, Oppo Reno Resmi Meluncur}

Pada kesempatan tersebut Telko.id juga berkesempatan melakukan beberapa benchmark yang pertama kami mencoba mengukur dengan benchmark Antutu dan hasilnya Reno memperoleh skor 357979.

Tidak sampai disitu kami juga menguji benchmark  Geekbench. Nilai yang ditorehkan juga tinggi. Pada uji single core, Oppo Reno mendapatkan 3144. Sedangkan pada multi core mendapat 11314.

Sedangkan untuk pengujian grafis kami menggunakan benchmark 3DMark. Pada uji Sling Shot Extreme-OpenGL ES 3.1 mendapat skor 5646 dan Sling Shot Extreme-Vulkan 4926.

Sementara itu Reno 10x Zoom ini memiliki tiga kamera belakang dengan kamera utama 48MP, 8MP lensa wide angle, dan 13MP lensa telephoto.

Kamera belakang ini terletak di bagian tengah body secara vertikal dengan tujuan agar pengguna bisa mengambil gambar lebih seimbang.

Kemudian pada bagian kamera depannya beresolusi 16MP, dengan desain kamera pivot rising kamera, jadi saat kamera depan digunakan kamera keluar dari bodi dengan bentuk segitiga dengan lensa pada bagian kanan.

{Baca juga: Duo Oppo Reno Dipastikan akan Hadir di Indonesia }

Dengan kamera yang keluar dari bodi, screen body ratio-nya mencapai 93,1 persen, diagonal 6,6 inci OLED screen dan memorinya 8GB+ 256GB.

Oppo Reno 10x Zoom sendiri dipastikan akan hadir ke Indonesia bersama dengan versi standarnya. (MS)

Gak Perlu DSLR, Ini Dia Trik Bikin Video Sinematik Pakai Smartphone

Telko.id – Sebagian dari kita mungkin masih ingat, saat-saat dimana menghasilkan foto yang bagus menjadi sama beratnya dengan menghadapi Thanos. Mulai dari harus membeli kamera canggih, belajar software untuk editing, bolak-balik baca buku manual dan sebagainya. Semua penderitaan itu berakhir ketika smartphone, khususnya yang memiliki kamera andal seperti Galaxy S10+ hadir. Kini jangankan menghasilkan foto berkualitas tinggi, membuat video sinematik yang membuat kita seolah-olah menjadi Joe Russo pun bukan lagi perkara sulit.

Singkat kata, anti ribet. Apalagi Samsung juga membuat antarmuka Galaxy S10+ sedemikian rupa hingga tak hanya memberikan kemudahan bagi para professional, tetapi juga fotografer amatir seperti kita – bukan? Oke saya saja. At least, tak butuh waktu lama bagi kita untuk bisa menaklukkannya. Mungkin seminggu, atau tiga hari, yang pasti tidak akan butuh waktu berbulan-bulan.

Kini, yang kita perlukan hanyalah kiat-kiat untuk meningkatkan kemampuan baik untuk mengambil foto-foto hebat maupun video sinematik atau yang sesuai dengan kaidah film untuk bioskop. Catat, bukan saja mengambil smartphone dari saku, membidik lalu merekam, kita perlu memperhatikan tone color disini, cerita dibalik foto, aspek rasio dan sebagainya. Intinya, butuh langkah-langkah jitu untuk menghasilkan yang terbaik bahkan dari kamera Galaxy S10+ Anda. Nah, berikut beberapa diantaranya:

Aplikasi kamera video pro

Ada alasan kenapa sebuah video dikategorikan sinematik. Salah satunya adalah bahwa ia dibuat sedemikian rupa hingga menyerupai sebuah film. Untuk menghasilkannya, juga tidak bisa asal-asalan. Setidaknya, Anda harus memiliki perangkat yang mendukung untuk itu. Jika tidak, ya sebuah aplikasi kamera video yang memberi Anda kendali manual atas kamera. Ada banyak di luar sana (aplikasi kamera video), salah satunya adalah Filmic Pro.

Tetapi tentu saja, pergerakan Anda dibatasi disini. Kecuali Anda bersedia merogoh kocek untuk mendapatkan versi pro dari aplikasi. Anda bahkan bisa merekam video 4K dengannya.

Opsi lainnya, ya memiliki smartphone canggih yang memungkinkan Anda menghasilkan video sinematik bahkan tanpa perlu repot-repot menginstal aplikasi tambahan. Dalam hal ini, kami mengambil contoh Samsung Galaxy S10+.

Bukan cuma punya tiga kamera di belakang – terdiri dari lensa telephoto 12MP AF f/1,4, OIS (45 derajat); Wide-angle 12MP 2PD AF f/1,5 & f/2,4, OIS (77 derajat); dan Ultra-Wide 16MP FF, f/2.2 (123 derajat), suksesor ini juga dibekali dua kamera di bagian depan. Adapun masing-masing kamera membawa resolusi 10MP dan 8MP, dengan aperture f/1.8 dan f/2.2. Di atas kertas, lebih dari cukup untuk menghasilkan sebuah gambar atau video berkualitas bukan?

Jangan melampaui batas rentang dinamis

Punya smartphone canggih, jangan cuma paham kelebihannya saja, tapi ketahui juga kelemahannya. Dalam hal ini terkait kemampuannya mengambil video. Yang utama, dan yang akan mempengaruhi bagaimana Anda akan mengambil gambar adalah dynamic range atau rentang dinamis.

Saat ini, banyak smartphone di luar sana yang telah mengunggulkan bagian ini di badannya. Alhasil, menggunakan smartphone untuk menghasilkan video yang tak hanya berkualitas tetapi juga jernih pun bukan lagi sekedar angan-angan. Keberadaan fitur HDR  atau high dynamic range pada beberapa smartphone menjadi kunci. Beberapa bahkan ada yang telah mengemas HDR10+. Fitur ini berfungsi untuk meningkatkan kontras, sehingga secara otomatis membuat gambar menjadi lebih detail, bahkan ketika berada di latar gambar yang gelap dan bayangan.

Teknologi ini juga mampu meningkatkan kualitas warna agar mendekati warna alaminya, terutama ketika sedang menonton film.

Pilih waktu yang tepat untuk mengambil video

Memilih waktu yang tepat untuk pengambilan gambar sangatlah dianjurkan, apalagi jika kita syuting di luar ruangan. Bagaimanapun, cahaya yang bagus akan menghasilkan mood yang bagus juga dalam gambar karena ini akan mempengaruhi kualitas warna dan dimensi foto.

Memang, memberi warna pada video setelahnya bukanlah hal yang mustahil, namun memperbaiki masalah exposure pada tahap post produksi hampir tidak memungkinkan. So, menghindari paparan cahaya yang berlebihan adalah cara terbaik.  Agar tidak over exposure.

Kamera di badan Galaxy S10+ lebih dari mampu untuk menghasilkan video yang lebih sempurna, lantaran mampu melakukan transisi dari gelap ke terang dengan cepat. Ini karena ia memiliki rentamg dinamis yang sangat mengesankan.

Satu hal yang perlu ditekankan, jangan mengambil gambar di bawah sinar matahari langsung.

Tentukan exposure

Memilih exposure dengan kamera ponsel sering kali merepotkan. Di satu kesempatan Anda dapat menangkap semua cahaya dan kontras secara bersamaan, di kesempatan lain Anda harus memilih antara mempertahankan detail dalam highlight atau dalam bayangan, atau menemukan jalan tengah dan berkompromi. Jika ya, segala konsekwensi harus siap dihadapi, termasuk kehilangan detail tertentu.

Exposure pada kamera ponsel dengan aperture tetap akan dikontrol dengan pengaturan ISO, dan kecepatan rana. Untuk yang pertama, biasanya bisa  antara 50 dan 800 sedangkan kecepatan rana bisa diatur pada 1/48 detik untuk menghasilkan video sinematik, yang bisanya diambil pada 24fps.

Posisi pengambilan gambar harus tepat

Jika tujuan kita dari awal adalah menghasilkan video sinematik, maka hal lainnya yang harus diketahui sebelum beraksi adalah posisi pengambilan gambar yang tepat. Posisi horisontal, dalam hal ini, jelas menjadi pilihan terbaik. Kecuali Anda pernah menonton film yang diambil secara vertikal dan itu menarik untuk dilihat. Posisi pengambilan gambar ini ditujukan agar hasil rekaman mejadi lebih luas.

Nah, kabar baik karena smartphone masa kini mulai membekali diri dengan beberapa kamera di bagian belakang. Di Samsung Galaxy S10+, lensa ultra lebar bekerja dengan baik dalam menangkap gambar dengan jangkauan yang lebih luas. Tidak tanggung-tanggung, hingga 123 derajat.

Lebih dari mumpuni untuk membingkai gambar landscape dengan detail yang cukup bagus, Bukan? Pas, untuk Anda yang ingin menjadi Joe Russo berikutnya.

Stabilizer untuk menghindari guncangan

Memastikan tangan untuk tetap stabil dalam berbagai kondisi bukanlah perkara mudah. Bahkan orang paling teguh pendirian pun akan kesulitan untuk melakukannya. Karenanya, stabilizer sangat dibutuhkan saat kita menggunakan smartphone untuk merekam video. Pasalnya, guncangan sekecil apapun bisa berpengaruh pada kualitas gambar.

Samsung menyertakan sejumlah fitur baru di perangkat anyarnya, Galaxy S10+. Salah satunya adalah apa yang disebut “Super Steady”. Seperti namanya, fitur ini sangat berperan dalam menjaga kestabilan saat merekam video.

Anda bisa menggunakan kamera ulta wide di perangkat ini saat Super Steady diaktifkan. Ini akan bekerja mirip dengan EIS (Electrical Image Stabilization) di perangkat lain.

https://youtu.be/PgtiYlQbKAw

Cobalah lebih kreatif

Komposisi adalah salah satu hal terpenting yang bisa membuat sebuah gambar disebut bagus atau tidak. Ide-ide unik dan kreatif biasanya sangat berperan dalam menciptakan ini. Cobalah berpikir out of the box, bahkan pada apa yang ingin kita tangkap. Ini akan membuat “penggemar” terkesima.

Di Galaxy S10+, Samsung memiliki apa yang disebut Smart Composition. Penggeraknya adalah teknologi AI terbaru, dimana ini memungkinkan kita menerima arahan yang sesuai ketika ingin mengambil gambar. Bukan sembarang foto atau video pastinya, tapi foto dan video yang berkualitas layaknya seorang professional. Fitur smart composition ini bisa Anda maksimalkan jika ingin membuat video dengan tambahan footage berupa foto.

Fokus

Keuntungan dari memiliki smartphone dengan beberapa kamera belakang adalah terbukanya peluang untuk menghasilkan gambar dengan latar memudar. Ini menghasilkan kedalaman bidang dari apa yang kita abadikan, membiarkan kamera membedakan antara latar depan dan latar belakang untuk mengaburkan yang terakhir. Jadinya fokus. Fokus ini sangat penting dalam upaya menghasilkan video sinematik.

Teknologi kamera pada Galaxy S10+ telah diperbarui demi memungkinkan pengguna mendapatkan berbagai gambar dengan latar belakang memudar yang artistik dan dramatis. Disini, setidaknya ada 4 fitur live focus bokeh yang menyertai, termasuk blur, monotone light, zoom bokeh, spin bokeh. Fitur Live Focus ini bisa Anda maksimalkan jika ingin membuat video dengan tambahan footage berupa foto.

Resolusi 1080p

Sekali lagi, menghasilkan video canggih apalagi sinematik bukan sekedar membidik lalu merekamnya, kita juga butuh dukungan minimal HD di smartphone.  Ini penting, demi menghasikan video yang jernih dan bagus secara kualitas.

Jika ingin mendapatkan hasil yang lebih bagus lagi, cobalah untuk mengambil gambar pada 2160p sebelum akhirnya diedit menjadi 1080p. Terkait fps, yang bekerja dengan prinsip semakin tinggi angka fps, maka semakin mulus gambar bergeraknya, perlu diketahui bahwa film biasanya direkam pada 24fps.

Tambahkan musik

Selalu ada alasan dibalik dibuatnya sebuah ost dalam sebuah film. Salah satunya adalah menambah kesan dramatis. Nah, lakukan hal serupa demi membuat video Anda semakin bisa bercerita. Tidak perlu bersusah payah untuk menciptakan yang baru, cari saja beberapa musik jika Anda memiliki cukup banyak waktu. Tapi pastikan itu dapat digunakan tanpa hak cipta.

Lempar video Anda pada pemirsa

Jika sineas film mempublikasikan videonya di bioskop, Anda tidak perlu sejauh itu. Mungkin nanti. Tapi sekarang, Anda bisa mulai dengan mengajak teman atau lingkaran jejaring sosial untuk melihat hasil karya Anda. Yup, Anda bisa melakukan ini dengan mengunggahnya di media social, entah Facebook, Twitter, maupun Insagram.

Telset Video Contest

Mau Bikin Video Sinematik Pakai Samsung Galaxy S10+? Ikuti Telset Video Contest dalam beberapa hari ke depan dan Menangkan Samsung Galaxy S10+. Pantengin terus Telko.id atau daftarkan email Anda untuk jadi yang pertama mengikuti Telset Video Contest!

Dirut Indosat Chris Kanter Dikabarkan Mundur

0

Telko.id, Jakarta – Posisi puncuk pimpinan Indosat Ooredoo nampaknya masih menjadi “kursi panas”. Kabar mengejutkan didapat tim Telko.id menyebutkan bahwa Chris Kanter akan mundur dari jabatannya sebagai Direktur Utama Indosat.

Menurut informasi yang didapat, Chris mundur karena ada selisih paham dengan pihak Ooredoo selaku pemegang saham. Namun tidak disebutkan secara jelas soal masalah apa.

Masih menurut sumber tersebut, posisi Christ akan digantikan oleh Ahmad Abdulaziz yang saat ini menjabat sebagai Komisaris Indosat. Sementara Chris Kanter disebutkan akan kembali menduduki jabatan sebagai komisaris.

Baca juga: Bos Indosat: Konsolidasi Keharusan, kalau Cocok Kami Beli

Sayangnya, hingga berita ini ditulis, Chris Kanter maupun pihak Indosat tidak ada yang mau memberikan keterangan soal kabar tersebut.

Seperti diketahui, Chris ditunjuk sebagai direktur utama Indosat pada Oktober 2018 lalu. Dia menggantikan Joy Wahjudi yang juga mundur dari jabatannya sebagai dirut Indosat. Joy sendiri hanya satu tahun memegang jabatan dirut di operator kuning tersebut.

Baca juga: Direktur Utama Indosat Ooredoo Joy Wahjudi Mundur

Kanter sendiri bukan muka baru di Indosat. Dia telah menjabat sebagai komisaris di Indosat sejak 2015 hingga sekarang. Sebelumnya dari tahun 2010-2015, Kanter menjabat sebagai komisaris independen di Indosat. [HBS]

 

 

 

 

Menkominfo: Aturan Konsolidasi untuk Sehatkan Industri Telko

Telko.id, Jakarta – Pemerintah mendorong operator telekomunikasi untuk melakukan konsolidasi. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) saat ini sedang menyusun aturan terkait merger dan akuisisi demi menyehatkan industri telko.

“Aturan ini sedang dipersiapkan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI). Kendati demikian, konsolidasi bisa dilakukan tanpa perlu menunggu aturan keluar,” ujar Menkominfo Rudiantara di Seminar Indonesia Technology Forum (ITF) di Jakarta, Kamis (02/05/2019)

Saat ini jumlah operator seluler yang beroperasi di Indonesia dinilai Menkominfo Rudiantara terlalu banyak, oleh karena itu harus segera disikapi.

“Masalah itu sudah mulai disadari oleh para pemegang saham antaroperator telekomunikasi. Konsolidasi itu corporate action, sehingga pemegang saham yang menentukan, tapi pemerintah yang memfasilitasi,“ ujar Rudiantara.

{Baca juga: Pendapatan Industri Telekomunikasi Turun 6.4% di 2018}

Menurutnya, konsolidasi untuk menyehatkan industri sebetulnya bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya manage top line. “Sebetulnya menyehatkan industri itu sederhana, bagaimana cara industri kita melihatnya jangan per operator, (tapi) manage top line,” ujarnya.

Top line dari operator idealnya harus naik. Sebab, dirinya melihat top line di industri telekomunikasi ini masih dibawah angkah 1,5 persen. Menurutnya, hal itu dapat dibuktikan dari beberapa tahun sebelumnya yang sudah menunjukkan angka-angka yang tidak sehat dari industri telekomunikasi.

Top line ini harus bisa naik, dan saya yakin bisa naik. Sebetulnya kontribusi top line yang secara industri kita masih mungkin sekitar 1,2 persen dari Gross Domestic Product (GDP),” ucapnya.

Rudiantara mencontohkan bahwa GDP di negara-negara tetangga yang rata-rata 1,5 persen. Bahkan, menurutnya GDP di Filipina sampai mencapai 1,7 persen.

“Ruang untuk kesana ada, tapi kemauan untuk kesana yang repot. Jadi, pemerintah juga bisa bantu banyak di komponen biaya dengan membuat aturan-aturan atau regulasi,” tutup Rudiantara.

{Baca juga: Industri Telko Sakit, Rudiantara: Ini Hutang Saya}

Sebelumnya, Menkominfo Rudiantara buka suara terkait industri telko yang sedang sakit atau pertumbuhannya negatif. Dia merasa berhutang dengan pelaku industri yang mengalami pertumbuhan negatif di tahun lalu.

Ia mengatakan bahwa pada tahun 2015, dirinya pernah menjelaskan komitmennya terhadap industri telekomunikasi. Saat itu menteri kabinet kerja tersebut mengatakan bahwa salah satu program strategisnya adalah menyehatkan industri telekomunikasi.

“Satu hutang saya yaitu bagaimana menyehatkan industri telko. Ini hutang saya sejak tahun 2015,” tutur Rudiantara. [NM/HBS]

Pemerintah Siapkan Satelit SATRIA untuk Jangkau Daerah Terpencil

Telko.id, Jakarta – Pemerintah berupaya meningkatkan kualitas layanan publik melalui pemerataan konektivitas di seluruh wilayah Indonesia khususnya di daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T). Untuk itu, pemerintah menggelar Proyek Satelit Multifungsi (SMF) Satelit Republik Indonesia (SATRIA).

Menkominfo Rudiantara berharap jika Proyek Satelit SATRIA nantinya dapat menuntaskan masalah konektivitas pada layanan publik pemerintah.

Hal tetsebut dia katakan dalam sambutannya di acara Penandatanganan Perjanjian Kerjasama, Perjanjian Penjaminan dan Perjanjian Regres Proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha Satelit Multifungsi di Museum Nasional Jakarta, Jumat (03/05/2019).

“Satelit SATRIA ini menjadi solusi bagi daerah-daerah yang tidak terjangkau oleh Proyek Palapa Ring. Satelit ini diperutukan untuk pemerintah. sekolah, puskesmas, kantor desa, korsamil, polsek yang membutuhkan akses internet,” ungkap Rudiantara.

Proyek SATRIA ini memiliki kapasitas 150 Gbps yang menggunakan teknologi High Throughput Satellite (HTS) dengan frekuensi Kurtz Above Band atau KA-Band. Cakupan layanan SATRIA akan mencapai hampir 150 ribu titik layanan publik di seluruh wilayah Indonesia.

{Baca juga: Menkominfo: Jaringan 5G Lebih Cocok untuk Industri}

“Dari 150 ribu titik ini kita membutuhkan 150 ribu antena, namun dengan catatan tidak boleh di bangun di Pulau Jawa tapi kita harus distribusikan ke daerah. Mungkin ada lima lokasi dengan 30 ribu masing-masing,” jelasnya.

Proyek SATRIA menggunakan skema pembayaran ketersediaan layanan atau Availability Payment/AP  selama 15 tahun masa konsesi dengan nilai total Rp 20,68 Triliun  yang meliputi nilai CAPEX, OPEX, dan perhitungan pengembalian investasi yang wajar. Pembayaran AP akan menggunakan anggaran di dalam lingkungan Kominfo.

“SATRIA sendiri menjadi satelit pertama di Asia yang terbesar, sedangkan di dunia menjadi nomor 5 (lima) dari sisi kapasitas. Angka 21 triliun ini adalah angka untuk membangun, meluncurkan, mengoperasikan dan memilihara dalam waktu 15 tahun,” ujar Rudiantara.

Proyek Satelit SATRIA ini didukung penuh dan dimonitor oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan serta Kementerian Komunikasi dan Informatika yang berperan sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK).

Dilansir Telko.id dari laman resmi Kominfo pada Jumat (03/05/2019), proses pengadaan Badan Usaha Pelaksana (BUP) proyek SMF SATRIA dikelola oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo.

{Baca juga: Ini Tarif Sewa Jaringan Palapa Ring Tengah}

Pihak penjamin adalah PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) dan didukung pula oleh konsorsium yang terdiri dari PT Pintar Nusantara Sejahtera, PT Pasifik Satelit Nusantara, PT Dian Semesta Sentosa, dan PT Nusantara Satelit Sejahtera telah ditetapkan sebagai pemenang dan mereka telah membentuk PT Satelit Nusantara Tiga pada 26 April 2019 lalu.

Konstruksi SATRIA akan dimulai pada akhir tahun 2019 dan ditargetkan selesai dan bisa diluncurkan pada kuartal kedua tahun 2022. Pada tahun 2023 diharapkan SATRIA dapat beroperasional untuk mendukung konektivitas layanan publik. [NM/HBS]

Google Tinjau 1 Juta Video Teroris di YouTube

Telko.id, Jakarta – Dalam 3 bulan pertama di tahun 2019, Google secara manual meninjau lebih dari 1 juta video yang diduga sebagai video teroris di YouTube. Dari hasil tinjauan itu, ada 90.000 video yang melanggar kebijakan YouTube sehingga sekitar 9% dari total 1 juta lebih telah dihapus.

Dilansir Telko.id dari Engadget pada Jumat (03/05/2019), Google mengatakan di US House Panel kemarin, bahwa pihaknya bekerja ekstra untuk mengulas jutaan konten video tersebut.

Google telah memiliki lebih dari 10 ribu orang yang bekerja pada ulasan konten dan menghabiskan ratusan juta dolar untuk meninjau konten terorisme.

Sebelumnya Google, Facebook dan Microsoft telah diminta pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk mengungkapkan anggaran anti terorisme mereka. Diperkiraan Google telah mengeluarkan ratusan juta dollar untuk memberantas konten terosisme dari platform mereka.

Penyebaran konten kekerasan pada kasus penyerangan Mesjid di Christchurch di Selandia Baru, telah menambah tekanan bagi platform media sosial untuk memantau konten.

{Baca juga: Riwayat Lokasi di Google Bisa Terhapus Otomatis per 3 Bulan}

Australia telah membuat undang-undang untuk meminta perusahaan media sosial bertanggung jawab untuk menghapus konten kekerasan, dan Uni Eropa sedang mempertimbangkan undang-undang yang mengharuskan konten teroris dihapus dalam waktu satu jam setelah pemberitahuan.

Untuk memenuhi standar tersebut, Google kemungkinan akan membutuhkan sistem yang menandai video secara lebih akurat untuk ditinjau secara manual. Sayangnya Google belum mau memberikan komentar lebih jelas terkait usaha mereka melawan konten terorisme.

Sebelumnya YouTube juga sempat direpotkan dengan “serbuan” video penembakan di Selandia baru tersebut.  Chief Product Officer YouTube, Neal Mohan, mengatakan bahwa pascakasus tersebut setiap detik ada satu video terkait penembakan di Selandia Baru yang diunggah ke platform. Ia menyebut, situasi baru mulai terkendali ketika 24 jam setelahnya.

{Baca juga: Setiap Detik, Video Penembakan di Selandia Baru Nongol di YouTube}

“Setiap kali tragedi serupa terjadi, kami harus mempelajari hal baru. Dalam kasus penembakan di Selandia Baru, volume video yang diunggah ke platform mencatatkan rekor,” terangnya, seperti dikutip Telko.id dari Engadget. [NM/HBS]

Sumber: Engadget