spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1225

Negara Tetangga Resmi Terapkan Undang-undang Anti Hoaks

Telko.id, Jakarta – Negara tetangga Indonesia, Singapura menyatakan keseriusannya untuk memberantas konten hoaks. Sebab, baru-baru ini Singapura telah mengeluarkan Undang-undang anti hoaks yang sempat menjadi wacana yang kontroversial.

Dilaporkan Ubergizmo, seperti dilansir Telko.id pada Kamis (09/05/2019), kebijakan tersebut bernama Perlindungan dari Kepalsuan Online dan RUU Manipuasi.

Undang-undang ini dimaksudkan untuk memberikan kekuatan bagi pemerintah agar dapat bertindak lebih cepat terhadap konten-konten yang dianggap palsu atau hoaks.

{Baca juga: Kominfo Temukan 486 Konten Hoaks, Mayoritas Isu Politik}

Menurut Menteri Dalam Negeri dan Menteri Hukum Singapura, K. Shanmugam, ia mengklaim bahwa kebijakan ini bukan memberikan kekuatan kepada partai politik yang berkuasa, melainkan akan digunakan dalam kasus-kasus yang sedang menunggu jalur pengadilan.

Menurutnya, tidak ada keuntungan apapun termasuk keuntungan politik ketika membiarkan suatu kebohongan menyebar. Ia menyatakan, hoaks akan merusak institusi negara, dan tidak ada partai politik yang akan mendapat manfaat darinya.

{Baca juga: Ikuti Malaysia, Singapura Juga Bikin Regulasi Anti-Hoaks}

“Ini akan merusak pihak mana pun yang ingin menganggap dirinya mainstream dan kredibel. Anda telah melihat apa yang terjadi di Amerika Serikat. Anda telah melihat apa yang terjadi di Inggris,” kata Shanmugam.

Meski demikian, kebijakan ini juga dinilai sebagai cara dari pemerintah Singapura untuk membungkam kritik dari pihak oposisi. Undang-undang serupa juga sebelumnya telah disahkan di negara-negara lain seperti Malaysia, Rusia, dan Vietnam. (NM/FHP)

Sumber: Ubergizmo

Baru Setahun, YouTube Music Miliki 15 Juta Pengguna

Telko.id, Jakarta – Jumlah pengguna YouTube Music dan Google Play Music dilaporkan telah mencapai lebih dari 15 juta pelanggan. Angka itu tentu sangat tertinggal jauh apabila dibandingkan dengan jumlah pengguna di layanan streaming musik lainnya seperti Spotify.

Akan tetapi, jumlah tersebut terbilang cukup mengesankan, terlebih untuk Youtube Music yang baru setahun lalu diluncurkan.

Dilaporkan dari Ubergizmo, seperti dilansir Telko.id pada Kamis (09/05/2019), Google mengatakan bahwa Youtube Music akan menjadi layanan streaming musik andalannya, dan Google Play Music akan dihapus secara bertahap.

{Baca juga: YouTube Music Punya Fitur Android Auto, Apa Manfaatnya?}

Wacana Google Play Music akan dihapus juga dibarengi dengan perpindahan data antara layanan tersebut ke YouTube Music yang masih dilakukan secara perlahan.

Namun, beberapa orang menilai jika perpindahannya cenderung lambat karena unggahan dan daftar putar pengguna Google Play Music belum dipindahkan ke Youtube Music.

YouTube Music sendiri resmi menantang Apple Music dan Spotify. Layanan tersebut sudah tersedia mulai Rabu (23/05) waktu Amerika Serikat, baik secara gratis maupun berlangganan per bulan.

Layanan ini punya harga berlangganan yang terbilang terjangkau. Google mematok harga USD 9,9 per bulan atau Rp 141,5 ribu dan paket keluarga 6 orang dengan harga USD 14,9 per bulan atau Rp 213 Ribu.

{Baca juga: YouTube Music Resmi Tantang Spotify dkk}

YouTube Music, yang menjadi pengganti Google Play Music di perangkat Android, dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang memang menyukai musik, bukan video seperti YouTube Premium.

Lagu yang tersedia merupakan versi asli meski ada lagu yang telah di-remix dan sudah dibawakan secara live maupun di-cover oleh orang lain. Yang menarik, YouTube Music telah didukung dengan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) yang membuat penggunanya semakin mudah untuk menemukan musik yang diminati. (NM/FHP)

Sumber: Ubergizmo

Realme Percaya Diri Jadi “The New Entry Level King” di Indonesia

0

Telko.id, Jakarta – Realme kian percaya diri dipasar Indonesia khususnya di segmen entry-level. Jika dibandingkan dengan kompetitor yang ada sekarang dan kehadiran realme C2 dimana smartphone yang mendefinisikan ulang segmen entry level dan siap untuk menggantikan takhta realme C1 sebagai “The New Entry Level King” di Indonesia.

“Kami tidak hanya menawarkan spesifikasi yang mumpuni, tetapi sebenarnya juga desain bagian belakang dengan harga yang jauh terjangkau. Dan kami berharap kedepannya realme menjadi The New Entry Level King dibandingkan dengan brand-brand lainnya,” ujar Felix Christian, Product manager realme Indonesia ketika wawancara dengan Telko.id, Rabu (8/5/2019).

Realme C2 hadir dengan layar sentuh berponi dewdrop berukuran 6.1 inci beresolusi HD+ untuk menikmati konten multimedia dengan sensasi warna yang memukau dikelasnya.

{Baca juga : Review Realme 3 Pro: Smartphone Flagship Anak Muda}

Berbicara mengenai dapur pacunya, realme C2 ditenagai oleh prosesor MediaTek Helio P22 2.0GHz octa-core yang dilengkapi dengan pilihan RAM 2GB dan 3GB untuk pengalaman pengguna yang lancar dan nyaman tanpa mengorbankan konsumsi daya.

Dari sektor kamera, realme C2 menggunakan kamera belakang ganda dengan konfigurasi kamera utama 13-megapiksel dengan bukaan lensa f/2.2 ditambah dengan kamera sekunder 2-megapiksel dengan bukaan lensa f/2.4 yang dilengkapi teknologi AI untuk efek bokeh sempurna. Untuk menangkap momen selfie, realme C2 menggunakan kamera 5-megapiksel dengan bukaan lensa f/2.0 dan penambahan efek bokeh.

Di bagian perangkat lunak, realme C2 menjalankan ColorOS 6.0 berbasis Android 9.0 Pie. Tentunya ini menjadi keunggulan utama karena sebagian besar smartphone di segmen ini masih menggunakan versi Android yang terdahulu.

{Baca juga : Realme C2 Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Rp 1 jutaan}

Baterai besar 4.000 mAh akan memungkinkan realme C2 untuk dipakai satu hari penuh tanpa khawatir kehabisan baterai, dan smartphone ini terlihat elegan dengan penggunaan desain diamond cutting generasi terbaru yang didapat melalui teknologi pemotongan laser dari 3 lapisan warna dan partikel bersinar mutiara serta material doff/matte yang menjadikannya berbeda dari smartphone kelas pemula lainya. (MS)

Xiaomi Persiapkan Smartphone Tiga Kamera, Xiaomi Mi A3?

0

Telko.id, Jakarta – Xiaomi tampaknya tengah mempersiapkan smartphone tiga kamera utama, yaitu Xiaomi Mi A3. Sebab, brand asal China ini baru saja menyebarkan teaser di Mi Community India soal smartphone terbarunya.

Dalam teaser-nya, Xiaomi menunjukkan lingkaran dengan adanya sensor kamera tunggal, kamera ganda, dan tiga kamera utama.

Bisa jadi, itu adalah “tanda” bahwa Xiaomi sedang mempersiapkan dua smartphone dengan spesifikasi kamera yang berbeda. Satu smartphone memiliki tiga kamera utama, dan smartphone lainnya hanya punya dua atau satu kamera saja.

{Baca juga: Xiaomi Mau Rilis Smartphone “Rasa” Flagship Harga Rp 4 Jutaan}

Dikutip dari Gizmochina, Kamis (09/05/2019), kemungkinan dua smartphone tersebut adalah Xiaomi Mi A3 dan Mi A3 Lite yang memang diprediksi bakal meluncur tak lama lagi.

Hal ini juga diamini oleh Managing Director Xiaomi India dan Global VP, Manu Kumar Jain yang menyatakan bahwa mereka sedang mempersiapkan smartphone baru. Menurutnya, di India, Xiaomi akan bekerja sama secara eksklusif dengan Flipkart untuk menjual smartphone tersebut.

{Baca juga: Xiaomi Mi A3 Segera Diluncurkan dengan Snapdragon 730}

Sebelumnya, Manu juga membocorkan bahwa mereka sedang mempersiapkan smartphone baru Xiaomi yang ditopang oleh prosesor Snapdragon seri 7 terbaru yang diprediksi sebagai Snapdragon 730 atau 730G.

Diprediksi, smartphone itu adalah Xiaomi Mi A3 yang memiliki tiga kamera belakang dengan konfigurasi 48MP + 8MP + 13MP. Rumor lainnya mengatakan, bahwa Mi A3 bakal memiliki layar berjenis OLED dengan teknologi sensor sidik jari di dalam layarnya. (FHP)

Bukan Kamera, Ini 3 Fitur Smartphone yang Paling Diincar Konsumen

0

Telko.id, Jakarta – Akhir-akhir ini, sejumlah brand smartphone yang merilis smartphone baru di Indonesia, selalu mengandalkan sisi kamera sebagai daya tarik utama. Akan tetapi menurut Google Indonesia, kamera tidak termasuk 3 fitur smartphone yang paling dicari konsumen Indonesia.

Berdasarkan survei bertajuk Google Smartphone Insights 2019 yang menyertakan 1.730 responden secara online, Google mengungkapkan tiga fitur utama dari smartphone yang jadi pertimbangan utama konsumen Indonesia saat membeli smartphone baru.

Fitur pertama adalah “Speed”, yang mencakup performa smartphone dan kecepatan jaringan. Menurut Senior Industry Analyst Google Indonesia,Yudistira Nugroho, ada 87% responden yang mempertimbangkan hal ini ketika memutuskan untuk membeli smartphone baru.

{Baca juga: Ternyata, Orang Indonesia Butuh 2 Minggu Buat Beli Smartphone Baru}

“Jadi saat memutuskan membeli smartphone baru, salah satu yang utama adalah kecepatannya. Maksudnya adalah prosesor yang dipakai di smartphone dan jaringan,” jelasnya.

Senior Industry Analyst Google Indonesia,Yudistira Nugroho. (Foto: Muhammad Faisal/Telko.id)

Kemudian “Battery”, yang dipilih oleh 83% responden Google. Yudistira mengatakan, smartphone adalah hal penting yang selalu digunakan hampir seharian, sehingga kapasitas baterai, dan daya tahannya menjadi hal yang penting.

“Penggunaan smartphone di Indonesia sehari rata-rata 5 jam. Jadi penting,” ujarnya.

Terakhir adalah “Storage” atau memori penyimpanan yang dipilih 81% responden Google. Konsumen Indonesia dinilai mementingkan besaran memori internal smartphone saat ingin membeli smartphone baru.

{Baca juga: 10 Smartphone Canggih yang Muncul di Film Avengers}

Lantas, bagaimana dengan kamera? Ternyata berdasarkan survei Google, kamera berada di posisi 12 dengan 71% responden yang memilihnya. Meski begitu, Yudistira menilai itu bukan berarti kamera jadi tidak penting dan tidak diperhatikan.

“Karena jumlah responden yang memilihnya juga banyak, jadi bukan berarti tidak penting,” ujar Yudistira.

Ia juga menambahkan, bahwa desain berada di urutan 25. Penyebabnya, desain smartphone saat ini terbilang mirip satu sama lain. (FHP)

Ternyata, Orang Indonesia Butuh 2 Minggu Buat Beli Smartphone Baru

0

Telko.id, Jakarta – Orang Indonesia ternyata membutuhkan waktu cukup lama untuk sekadar membeli smartphone baru idaman. Hal ini diungkapkan lewat hasil survei Google Smartphone Insights 2019.

Survei yang dilaksanakan Google Indonesia ini, dilakukan secara online dengan 2.230 responden yang semuanya baru saja membeli smartphone baru dalam 3 bulan terakhir.

Menurut Senior Industry Analyst Google Indonesia,Yudistira Nugroho, orang Indonesia butuh waktu 14 hari untuk melakukan riset, pertimbangan, dan akhirnya membeli smartphone baru.

{Baca juga: Aneh Bin Ajaib! 7 Barang Ini Nyatanya Bisa Dibeli di Toko Online}

“Sebagai besar pembeli smartphone belum memutuskan brand apa yang mau dibeli. Mereka mempertimbangkannya selama 14 hari (untuk memutuskan beli smartphone baru),” jelas Yudistira di kantor Google Indonesia, Rabu (08/05/2019).

Senior Industry Analyst Google Indonesia,Yudistira Nugroho. (Foto: Muhammad Faisal/Telko.id)

“Hari pertama, mereka mencari segala informasi soal smartphone. Bisa jadi di tahap ini, brand yang tidak terpikirkan oleh mereka bisa ditemukan,” jelasnya.

Proses pencarian informasi ini akan terus berlanjut hingga hari ke-13. Yudistira menjelaskan, orang Indonesia sering melihat komparasi, review secara online atau lewat YouTube, bahkan sampai mencari promo bundling.

“Mereka cari promo, dan yang paling banyak adalah smartphone bundling,” ucapnya.

Kemudian di hari terakhir, sebagai besar dari mereka lantas datang ke toko ritel untuk membeli smartphone impian. Yudistira menyatakan, orang Indonesia perlu “human touch” saat membeli barang incaran, termasuk smartphone.

{Baca juga: 10 Smartphone Canggih yang Muncul di Film Avengers}

“Ada 69% yang datang ke toko untuk beli smartphone baru,” ujar Yudistira.

Akan tetapi, riset Google ini sedikit dikoreksi oleh Director Marketing Erajaya Group, Djatmiko Wardoyo. Menurut pria yang kerap disapa Koko itu, jangka waktu 14 hari untuk membeli smartphone adalah waktu yang lama, dan tidak tercermin dalam perilaku konsumen di lapangan.

Sebab menurutnya, dalam jangka waktu itu pasti ada smartphone baru lainnya yang akan dirilis, dan malah membuat konsumen semakin sulit untuk mengambil keputusan. Hingga pada akhirnya, mereka malah tidak jadi membeli smartphone baru.

“Kalau orang Indonesia memutuskan 14 hari, dia malah gak akan beli smartphone. Karena dalam 14 hari, ada smartphone baru lain yang di-launching. Jadi makin bingung dia,” pungkasnya. (FHP)

Hati-hati! Banyak Scammers Avengers: End Game Mengintai

Telko.id, Jakarta – Banyak orang yang mencari blockbuster online yang baru dirilis. Contohnya film Avengers: End Game yang kini paling banyak diburu penggemar film. Layanan video yang sah tentunya tidak dapat menyediakannya, tapi para scammer mampu melakukannya.

Setiap peluncuran film yang populer, akan selalu ada penundaan antara rilis film dan ketersediaannya pada layanan streaming. Rilis digital dapat memakan waktu berbulan-bulan, dan semakin bagus filmnya, semakin lama penundaannya.

Hal itu wajar terjadi, karena setiap studio film ingin menghasilkan lebih banyak uang di bioskop daripada di ruang menonton Anda di rumah. Maka tak heran jika layanan video yang sah tentunya tidak dapat menyediakannya. Tapi hebatnya, para scammer mampu melakukannya.

{Baca juga: Hiii Seram… Efek Jentikan Jari Thanos “Rusak” Google Search}

Atau lebih tepatnya, para scammers ini dapat mencoba meyakinkan Anda bahwa mereka akan menyediakan. Contoh terkini adalah skema penipuan terkait film Avengers yang baru saja dirilis dan sangat populer, yakni Avengers Endgame.

Mengunduh Film Avengers: Endgame Seutuhnya? Jangan Jatuh pada Tipuan Ini

Semua dimulai dengan pencarian sederhana. Hasilnya mencakup situs web yang menjanjikan pengguna mengunduh atau melihat Avengers: Endgame online.

Aktivitas streaming sebenarnya dimulai tanpa insiden. Namun ancaman berbahaya akan datang setalah itu dimulai, sebuah pesan muncul untuk meminta pengguna membuat akun.

Mendaftar untuk membuat sebuah akun tidak akan dipungut biaya, namun pengguna harus memberikan alamat email dan membuat kata sandi.

Namun, setelah mengklik ‘Lanjutkan’, pengguna akan mengetahui bahwa itu saja tidak cukup. Akun harus divalidasi. Untuk itu diperlukan informasi tagihan pengguna dan detail kartu kredit termasuk kode CVC yang tercetak di bagian belakang kartu.

Situs web menjanjikan informasi hanya akan digunakan untuk memastikan bahwa pengguna berasal dari negara di mana situs web tersebut “berlisensi untuk mendistribusikan” konten. Tertulis disitu bahwa pengguna tidak akan dikenai biaya apapun.

{Baca juga: Peringatan! Dilarang Bagikan Spoiler Avengers: Endgame}

Tentu saja, tidak akan ada film yang telah dijanjikan. Beberapa detik konten asli yang ditayangkan para scammers hanyalah sebagian dari cuplikan trailer film. Akhirnya, informasi yang diberikan pengguna berakhir di tangan scammers.

Mengapa Membuat Akun di Situs Web Tersebut Berbahaya?

Sebagian besar pengunjung akan meninggalkan situs setelah diminta untuk rincian kartu kredit mereka. Namun, scammers telah menang dengan mendapatkan alamat email dan kata sandi. Kenyataannya, orang masih cenderung menggunakan kata sandi yang sama untuk banyak akun. Hampir semua orang melakukannya.

Oleh karena itu, sangat mungkin dipertaruhkan bahwa setidaknya beberapa kombinasi email dan kata sandi yang dikumpulkan oleh scammers di situs web ini akan cocok dengan kredensial akun di situs web lain seperti toko online, layanan game atau streaming, akun email, media sosial, dan seterusnya.

Dan akun-akun itu berharga untuk para scammers online. Mereka dapat menggunakannya untuk mencuri uang atau barang berharga digital, mencuci dana dan barang curian, atau setidaknya untuk melakukan spamming.

{Baca juga: Potongan Adegan Avengers: Endgame Bocor, Dijual Rp 50 ribu}

“Metode rekayasa sosial ditujukan untuk mengeksploitasi emosi seseorang. Franchise berpengaruh dan sangat dicintai dengan basis penggemar global yang sangat besar sepertinya menjadi target yang sempurna,” kata Tatyana Sidorina, seorang peneliti keamanan di Kaspersky Lab.

“Godaan untuk mengambil beberapa jalan pintas keamanan demi menonton film yang telah lama ditunggu-tunggu dan tidak perlu khawatir akan spoiler atau tiket terjual habis dapat terbukti sangat menarik bagi penggemar setia, itulah yang menjadi mangsa para pelaku kejahatan siber,” lanjut  Tatyana.

Lantas bagaimana langkah pencegahannya? Berikut ini saran dan rekomendasi Kaspersky Lab agar tetap aman:

Langkah Pertama, jangan mengklik tautan dalam email, teks, pesan instan atau posting media sosial jika itu berasal dari orang atau organisasi yang tidak Anda kenal. Periksa alamat yang mencurigakan aneh ketika ada informasi pribadi atau keuangan yang diminta, situs yang sah harus dimulai dengan “https”.

{Baca juga: Lawan Thanos, Avengers Pilih Smartphone Ini jadi “Senjata Utama”}

Phisher akan selalu mengeksploitasi emosi seseorang. Tanda-tanda bahwa mungkin ada pelaku phisher di tempat kerja termasuk pesan yang terlalu mengancam (berupa peringatan pengenaan denda atau hukuman lain, misalnya), menuntut tindakan segera, meminta sejumlah besar informasi yang sangat pribadi dan tampaknya tidak relevan, atau hanya terdengar terlalu berlebihan untuk dilakukan.

Langkah Kedua, Anda dianjurkan memiliki kartu bank dan rekening terpisah dengan jumlah uang terbatas khusus untuk hiburan online. Ini akan membantu menghindari kerugian finansial yang serius jika detail bank Anda dicuri. [HBS]

 

Pelanggan Wanita Pergoki Kamera Tersembunyi di Kamar Airbnb

Telko.id, Jakarta – Seorang pria di China Timur dengan sengaja memasang kamera tersembunyi di kamar tidur yang disewanya pada platform Airbnb. Namun, aksinya terungkap ketika seorang wanita yang ia jamu mengenali peralatan yang dia pasang.

Setelah menemukan kamera yang tersembunyi, wanita ini melaporkannya ke polisi. Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan polisi, pria yang dikenal sebagai “Superhost” (host berpengalaman dan terkenal) ternyata telah memfilmkan tamu yang ia jamu sejak Maret.

Wanita yang dikenal di online dengan nama Yunfei, mengatakan kepada Beijing Youth Daily bahwa dia bekerja di keamanan Internet. Yunfei mengaku terbiasa untuk selalu memeriksa kamar hotel yang akan ia pakai menginap.

Yunfei mengatakan, ketika dia tiba di sebuah flat milik pria di Qingdao, Provinsi Shandong, dia melihat sesuatu yang tidak biasa.

{Baca juga: Fitur Anyar Airbnb Ramah Disabilitas}

“Saya menemukan monitor sensor gerak di pintu masuk flat dan dua di dua kamar tidur. Yang membuat aneh, flat itu belum direnovasi untuk otomatisasi rumah pintar,” katanya.

Dia kemudian memeriksa detektor asap dan televisi, yang kerap digunakan untuk menempatkan kamera tersembunyi. Ketika dia memeriksa router, yang menghadap ke tempat tidur, dia menemukan lampu yang tampak tidak biasa dan mencurigainya sebagai kamera tersembunyi.

“Saya memeriksanya dengan hati-hati dan menemukan pengaturan kabel berbeda dari yang biasa,” katanya.

Ia kemudian membandingkan router tersebut dengan gambar produk di internet dan menyadari bahwa router itu telah diubah. Kemudian ia membuka tutupnya dan menemukan kartu memori digital di dalamnya.

“Saya segera menelepon polisi setelah menemukan kartu. Mereka kemudian datang dan mengambil peralatan,” katanya.

Ia enggan kembali ke flat seharga 1.700 yuan atau sekitar Rp 3,5 juta per tiga malam itu. Dia mengaku belum bertemu tuan rumah secara langsung, namun telah berkomunikasi dengannya secara online tentang check-in dan kata sandi WiFi.

Sementara itu, Airbnb mengatakan flat pria itu telah dihapus dari platformnya setelah adanya laporan wanita ini. Pihak Airbnb juga meminta maaf kepada wanita tersebut.

Baca juga: Hati-hati, WiFi Hotel Beresiko Terdapat Malware!

“Kami dengan tulus meminta maaf kepada klien dan telah menghapus flat dari daftar apartemen,” kata juru bicara Airbnb kepada Beijing Youth Daily.

Juru bicara Airbnb menambahkan, perusahaan juga telah dihubungi ketika wanita itu melapor ke polisi, dan telah mengembalikan uangnya.

Kejadian ini bukanlah yang pertama menimpa pelanggan Airbnb. Sebelumnya dikabarkan sepasang kekasih asal Inggris juga telah menemukan kamera rahasia yang disembunyikan di sebuah jam digital di sebuah kamar apartemen yang mereka sewa melalui Airbnb, di Toronto, Kanada.

Dougie Hamilton dan pacarnya mengatakan kamera tersembunyi itu diarahkan ke tempat tidur kamar yang mereka sewa. Wanita berusia 34 tahun ini menuturkan beberapa menit setelah masuk ke kamar, pandangannya tertuju pada sebuah jam digital kecil di atas meja.

{Baca juga: Duh! Pelanggan Airbnb Temukan Kamera Tersembunyi di Kamar}

Ia teringat dengan video YouTube tentang kamera ‘spy’ yang biasanya disembunyikan dalam berbagai bentuk benda. Dougie kemudian menyelidiki jam digital yang dia curigai. Ia kemudian mengambil jam itu, dari samping, menghindari bila benar ada kamera tersembunyi di jam itu. Dia merasa takut, apabila menemukan lensa kecil yang mungkin telah merekamnya.

Setelah mengambil jam itu, dia kemudian melepas pengisi daya jam dan menemukan baterai lithium di bagian belakang perangkat. Setelah melepas baterai, tampilan depan jam mati dan tampak lensa kamera.

”Kami mengalami hari yang sangat sibuk di sekitar kota dan akhirnya tiba ke Airbnb dan kami pikir kami bisa bersantai. Saya sedang berbaring di sofa dan melihat jam digital ini menghadap ke ruang tamu dan tempat tidur. Tiba-tiba muncul di pikiranku, video itu muncul di kepalaku, bayangkan jika itu adalah kamera mata-mata di jam,” katanya.

Sumber: The Star

Rudiantara: Indonesia Bisa Pakai E-Voting di Pemilu 2029

Telko.id,Jakarta – Menkominfo Rudiantara mengatakan bahwa Indonesia bisa menggelar sistem electronic voting (e-voting) pada Pemilu 2029. Hal ini karena cakupan jaringan telekomunikasi diprediksi sudah merata.

Menurut Rudiantara salah satu aspek yang harus diperhatikan aspek pemerataan jaringan. Pada tahun tersebut, dia yakin jaringan di Indonesia sudah merata, sehingga tinggal tunggu Komisi Pemilihan Umum (KPU) apakah ingin menyelenggarakan e-voting atau tidak.

“Jadi ini tergantung KPU. Tapi di tahun 2029 coverage kita sudah kemana-mana,” tutur Menkominfo Rudiantara di Jakarta, Rabu (08/05/2019).

{Baca juga: Menkominfo: Jaringan 5G Lebih Cocok untuk Industri}

Dia menjelaskan alasan mengapa e-voting baru bisa dilakukan sekitar tahun 2029. Selain terkait cakupan jaringan, hal lain yang juga diperhatikan adalah kegiatan registrasi prabayar oleh masyarakat karena bisa digunakan untuk otentifikasi data masyarakat.

“Hingga saat ini registrasi prabayar belum sepenuhnya selesai 100 persen, jadi kita beresin dululah,” jelasnya.

Aspek lainnya adalah sosialisasi masyarakat. Dengan sistem e-voting, masyarakat bisa menggunakan hak pilih hanya melalui smartphone. Tetapi Rudiantara menyadari jika tidak semua masyarakat Indonesia memiliki smartphone, sehingga memerlukan proses adaptasi yang cukup lama.

“Kemudian orangnya jangan kagetan. Saat ini memang sudah ada orang yang tahu smartphone, tetapi bagaimana mereka yang selama ini belum megang?,” tanya Rudiantara.

{Baca juga: Kominfo Ajak Operator dan Akademisi Bikin Kelompok Kerja 5G}

Sebenarnya e-voting saat ini sudah dilakukan oleh beberapa daerah untuk pemilihan Kepala Desa dan Bupati. Selain itu, pihak Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi selama ini sedang mengembangkan e-voting, walaupun baru pada tahapan pemilihan tingkat daerah.

E-voting itu dalam skala kecil sudah dipakai dalam pemilihan desa kepala desa, dan BPPT mulai fokus mengembangkan sistem e-voting,” tutup Rudiantara. [NM/HBS]

Kesal, YouTuber Ini Pamer Foto Editan Liburan Keliling Eropa

Telko.id, Jakarta – YouTuber asal London, Inggris, bernama George Mason, sedang viral di media sosial. Hal itu tak lepas dari aksinya membagikan foto editan di Instagram. Foto-foto “sulapan” tersebut seolah memperlihatkan ia sedang piknik di berbagai negara Eropa.

Dilaporkan Business Insider, dikutip Telko.id, Rabu (8/5/2019), Mason mengunggah video parade foto-foto editan di media sosial. Ia menyertakan keterangan bahwa foto itu merupakan hasil olahan Adobe Photoshop. Sejak 7 Januari 2019, video diputar sebanyak tujuh juta kali.

Di balik guyonannya tersebut, Mason heran kenapa para pengikut di Instagram masih saja percaya perihal keaslian foto itu. Tak ingin mereka terus percaya, Mason lantas menjelaskan via Instagram dan YouTube mengenai cara memalsukan foto-foto tersebut menggunakan aplikasi.

{Baca juga: Hebat! Bocah 7 Tahun Jadi YouTuber Paling Tajir Sejagat}

Mason juga menyampaikan alasan kenapa memutuskan untuk mengedit sejumlah foto menjadi seolah-olah sedang berlibur di tempat-tempat monumental. Ia mengaku melakukannya lantaran merasa kesal dengan kehidupan mewah di Instagram yang penuh kepalsuan.

“Media sosial membuat Anda dapat terhubung dengan banyak orang. Namun, tahukah bahwa media sosial punya sisi buruk. Orang-orang tertipu oleh oknum. Sebagian orang percaya kepada kehidupan mewah influencer yang sejatinya hanyalah hasil editan,” terang Mason.

Unggahan Mason di Instagram menampilkan foto-foto liburan nan mewah di berbagai negara. Awalnya, ia mengedit foto seolah-olah tengah piknik di Spanyol. Sayang, upaya itu tak 100 persen berhasil memancing komentar para pengikut. Ia pun mencoba yang lain.

{Baca juga: Wah.. YouTuber Ini Berhasil “Dapatkan” Palu Thor}

Ia kemudian membuat foto palsu di dekat menara Eiffel, Paris, Prancis. Ia sengaja berpose dengan jari meleset jauh dari puncak Eiffel. Dari unggahan tersebut, mulai banyak orang percaya bahwa foto-foto itu asli. Sialnya, gara-gara hal tersebut, ia juga kehilangan pengikut.

Mason kemudian mengunggah foto seolah sedang berada di Amsterdam, Belanda. Keesokan harinya, Mason juga mengunggah foto palsu dari Roma, Italia. Kali ini, Mason menerima banyak komentar miring. Mereka menuduh Mason melakukan liburan palsu. [SN/HBS]

Sumber: Business Insider