spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1224

Ditanya Rencana Setelah Purna Tugas, Rudiantara: Surprise lah…

Telko.id, Jakarta – Walaupun masa jabatan Menkominfo Rudiantara baru akan selesai sekitar Oktober 2019 nanti, tetapi pria yang akrab dipanggi Chef RA tersebut tetap menerima apapun keputusan presiden terpilih nanti termasuk ketika dirinya tak menjabat sebagai menteri lagi.

Ditemui awak media ketika menggelar Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Kominfo dan Mitra Kerja di Kantor Kominfo pada Rabu (08/05/2019), Menkominfo menjawab santai kemungkinan tak menjabat sebagai menteri di periode selanjutnya.

“Alhamdullilah, kita bersyukur, rencana setelahnya nanti sajalah tunggu. Surprise lah,” kata Rudiantara kepada awak media di Kantor Kominfo.

Lebih jauh dia mengatakan bahwa dengan masa kerja yang dimilikinya, masih banyak rencana tugas yang akan diselesaikan terkait infrastruktur telekomunikasi seperti Palapa Ring dan Satelit Satria.

{Baca juga: Rudiantara: Indonesia Bisa Pakai E-Voting di Pemilu 2029}

“Pertama Palapa Ring, dua alhamdulilah kemarin kan sudah tanda tangan Satelit Satria. Itu dua dulu, pokoknya selesaikan. Ketiga bagaimana kita nyewa dulu sebelum Satria hadir di slot orbitnya sana, yang penting itu konektivitas,” ujarnya.

Fokus selanjutnya yang ia ingin selesaikan adalah soal ekonomi digital. Rudiantara akan menggelar kembali event Next Indonesia Unicorn 2019. dengan harapan bisa melahirkan unicorn baru.

“Kan saya target tahun ini 5 unicorn, ternyata baru 4 unicorn salah satu decacorn. Mudah mudahan kalau bisa decacorn dua tahun ini. Jadi dinamis kan,” imbuhnya.

Seperti diketahui, lima tahun lalu Presiden Joko Widodo mengumumkan kabinetnya yang diberi nama Kabinet Kerja. Pada susunan kabinet tersebut, Rudiantara ditunjuk sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika, menggantikan menteri sebelumnya yakni Tifatul Sembiring.

{Baca juga: Industri Telko Sakit, Rudiantara: Ini Hutang Saya}

Sebelumnya menjadi Menkominfo, Rudiantara berkarier di bidang telekomunikasi dan energi. Rudiantara pernah berkarier di Indosat, Telkomsel, Excelcomindo yang kini berubah jadi XL Axiata dan Telkom. Di bidang energi Rudiantara, juga pernah bekerja di PT PLN Persero sebagai Wakil Direktur Utama. [NM/HBS]

Asyiik! Belanja di Google Play Bisa Pakai Uang Tunai

Telko.id, Jakarta – Google memberikan kabar gembira bagi pengguna Android. Raksasa Internet itu baru saja mengeluarkan aturan baru yang mengizinkan pengguna untuk membeli aplikasi di Google Play Store dengan menggunakan uang tunai.

Aturan ini diberlakukan setelah Google meluncurkan fitur “Pending Transaction” yang menawarkan cara pembayaran tanpa menggunakan kartu kredit atau pembayaran online.

Prilaku pengguna di negara berkembang menjadi alasan Google meluncurkan fitur tersebut. Dalam gelaran Google I/O Developer Conference 2019. Kurangnya akses kartu kredit menjadi alasan jika mereka lebih senang mengunduh aplikasi dan game gratis yang dipenuhi iklan ketimbang unduhan berbayar.

“Kami tahu bahwa pasar negara berkembang adalah bidang utama pertumbuhan itulah sebabnya kami senang mengumumkan ‘Pending Transaction,” kata Direktur Teknik yang bertanggung jawab untuk Play Store dan Game di Google Play, Aurash Mahbod.

{Baca juga: Utamakan Privasi, Google Perluas Fitur Mode Penyamaran}

“Adapun metode dari Pending Transaction seperti uang tunai, transfer bank dan debit langsung,” jelasnya, seperti dilansir Telko.id dari Tech Crunch pada Kamis (09/05/2019).

Opsi ini memberi kemampuan pengguna untuk memilih metode pembayaran alternatif ketika membayar aplikasi atau pembelian dalam aplikasi. Pengguna dapat memilih untuk menerima kode pembayaran yang dapat mereka gunakan untuk membayar melalui uang tunai di toko terdekat. Setelah di toko, pengguna harus menunjukkan kode pembayaran ke kasir dan membayar.

Dalam 10 menit setelah menyelesaikan transaksi, pengguna akan menerima email dengan bukti pembayaran. Meskipun ini membuat pembayaran lebih mudah bagi pengguna Android, tetapi jika mereka kemudian menginginkan pengembalian dana, mereka tidak akan mendapatkan uang kembali.

{Baca juga: Resmi Dirilis, Ini 3 Fitur Baru Paling Menarik di Android Q}

Opsi Pending Transactions adalah salah satu dari beberapa pembaruan yang tiba di Google Play Billing Library baru (versi 2.0), tetapi fitur ini bisa meningkatkan jumlah transaksi berbayar di pasar negara berkembang. [NM/HBS]

Sumber: Tech Crunch

Ini Smartphone Xiaomi dan Nokia yang Adopsi Android Q

0

Telko.id, Jakarta – Google berencana merilis versi Android terbaru bernama Android Q pada Agustus atau September 2019 mendatang. Google pun akan merilis beberapa pembaruan Android Q Beta ke lebih banyak smartphone selain Pixel, beberapa di antaranya adalah smartphone Xiaomi dan Nokia.

Dilaporkan phoneArena, seperti dilansir Telko.id pada Kamis (09/05/2019), selain Pixel yang memang kompatibel dengan pembaruan sistem secara default, dua merek lain baru-baru ini ikut menyusul untuk masuk ke program beta.

Seperti dikutip Telko.id, Kamis (09/05/2019), HMD Global selaku entitas di balik merek Nokia menegaskan bahwa Nokia 8.1 adalah smartphone pertama yang menawarkan sistem operasi baru itu melalui program pratinjau pengembang.

{Baca juga: Catat! Ini Daftar 21 Smartphone yang Dapat Android Q}

Tak mau kalah, Xiaomi juga memberi kesempatan kepada pengembang dan pengadopsi awal untuk menjajal sistem operasi terbaru di Xiaomi Mi 9 dan Xiaomi Mi MIX 3 5G.

Namun begitu, Xiaomi secara tegas menyatakan bahwa kemungkinan besar Xiaomi Mi 9 dan Xiaomi Mi MIX 3 5G Adalah duo perangkat pertama milik perusahaan yang akan mendapatkan pembaruan sistem operasi ke versi final Android Q.

{Baca juga: Resmi Dirilis, Ini 3 Fitur Baru Paling Menarik di Android Q}

Untuk mendaftar di program Android Q Beta, pengguna harus mengunjungi halaman program beta Xiaomi dan mengunduh perangkat lunaknya. Tapi perlu diingat, masih banyak fitur yang mungkin tidak berfungsi di program sistem operasi ini.

Informasi saja, Android Q punya fitur andalan bernama Dark Mode, yang berfungsi untuk mengaktifkan mode penghemat baterai. Fitur Dark Mode di Android Q bahkan bisa diatur berdasarkan waktu, yakni siang atau malam hari. (SN/FHP)

Sumber: phoneArena

Viral! Petarung Wanita MMA Hajar Pria yang Masturbasi di Depannya

Telko.id, Jakarta – Joyce Vieira, petarung wanita MMA, tertangkap kamera menghajar seorang pria di pantai the Praia do Braga di Rio de Janeiro, Brasil. Ia berang lantaran pria tersebut kedapatan melakukan masturbasi selama Vieira menjalani sesi pemotretan baju renang.

Seperti dilaporkan Metro, awalnya Vieira dan seorang teman pria melakukan sesi foto di pantai the Praia do Braga.

Vieira kemudian melihat ada seorang pria sibuk sendiri di dekat semak-semak tak jauh darinya. Ia kemudian menghampiri pria tersebut dan melakukan pemukulan.

{Baca juga: Kesal, YouTuber Ini Pamer Foto Editan Liburan Keliling Eropa}

“Saya melihat ia menurunkan celana dan berdiri di tengah jalan dekat semak-semak. Saya melihat alat kelamin ereksi. Bahkan, ia lantas mendesah-desah,” kata Vieira, seperti dikutip Telko.id, Kamis (09/05/2019).

Berdasarkan laporan polisi, pria itu diketahui bernama Josenei Viana Ferreira. Dalam foto-foto jepretan, Vieira masih mengenakan baju renang warna hitam saat meninju pelaku.

Pria yang dihajar tersebut tampak tak berkutik mendapat serangan dari Vieira. Tak lama setelahnya, Vieira melaporkan kejadian itu ke polisi.

Josenei ditahan atas tuduhan melakukan tindakan tidak pantas. Meski demikian, ia lalu dilepaskan usai memberi pernyataan dan membantah telah melakukan tindakan tak senonoh tersebut.

{Baca juga: YouTubers Ini Siap Bantu Program Diet Kamu, Tertarik?}

“Aneh, ia dilepaskan. Seharusnya hukuman untuk pria sepertinya lebih berat,” kata Vieira.

Sebelum melakukan pemukulan, Vieira menyatakan sudah mencoba berbicara dengan pelaku. Namun, pelaku menolak tanpa alasan jelas. Karena jengkel, Vieira mau tak mau memakai kekerasan dengan memukul pelaku beberapa kali meski tak mengakibatkan luka-luka serius.

Polisi menjelaskan, pelaku mengaku sedang kencing di pantai saat Vieira mendekatinya. Inspektur Juliana Rattes mengatakan, untuk selanjutnya kasus akan ditangani oleh kementerian terkait bekerja sama dengan pengadilan kriminal khusus. “Kasus masih berlangsung,” tegasnya. (SN/FHP)

Sumber: Metro

Asyik! Apex Legends Bakal Bisa Dimainkan di Smartphone

Telko.id, Jakarta – Seperti Fortnite dan PUBG yang tersedia di smartphone, Apex Legends juga bakal bisa dimainkan oleh para gamers smartphone. Electronic Arts (EA) selaku publisher-nya pun telah membenarkan kabar tersebut.

Dikutip dari Ubergizmo, Kamis (09/05/2019), EA ingin menghadirkan Apex Legends untuk perangkat mobile.

Mereka memastikan bahwa saat ini sedang dalam tahap negosiasi untuk merilis game tersebut di smartphone. Meski demikian, EA belum memberikan informasi valid soal waktu pasti perilisannya.

“Kami sedang dalam negosiasi untuk membawanya ke China dan untuk pasar pengguna seluler. Kami akan menginformasikan lebih lanjut jika negosiasi rampung,” terang EA.

{Baca juga: Respawn Blokir 770 Ribu Cheater di Apex Legends}

“Seiring keputusan perusahaan melakukan inovasi baru terkait Apex Legends, kami berharap bisa memanfaatkan kesempatan dengan baik untuk pemasaran game-game lain,” tambah mereka.

Rencananya, EA akan merilis game versi smartphone tersebut di China dan Korea. EA menyatakan pula bahwa Apex Legends adalah franchise game yang digarap dengan pertumbuhan paling cepat. Perusahaan pun ingin memperluas jangkauan dan ketersediaan game secara global.

Game ini muncul sebagai salah satu game Battle Royale yang populer bersama Fortnite. Akan tetapi, game besutan Electronic Arts dan Respawn tersebut dikeluhkan oleh para gamers.

{Baca juga: Ternyata, Ini Alasan Apex Legends Jarang Update}

Ya, banyak gamers mengeluh soal kurangnya pembaruan konten maupun fitur di dalamnya, berbeda jika dibandingkan dengan Fortnite yang terus merilis pembaruan ataupun fitur baru.

Menanggapi keluhan para gamers, Executive Producer Respawn, Drew McCoy memberikan fakta mengejutkan di balik jarangnya Apex Legends melakukan update. McCoy menjelaskan, mereka ingin menghindari krisis pada karyawan yang bisa dengan cepat menyebabkan mereka kelelahan. (BA/FHP)

Sumber: Ubergizmo

Turis Kebanyakan Selfie, Belanda “Ogah” Promosi Wisata

Telko.id, Jakarta – Tak kurang dari 19 juta turis mengunjungi Belanda setiap tahun. Bahkan pada tahun 2030, jumlah turis di Belanda diperkirakan mencapai 29 juta orang. Akan tetapi, warga setempat justru merasa risau.

Buntut dari keresahan warga Negeri Kincir Angin, otoritas pariwisata Belanda memutuskan untuk menyetop program promosi. Mereka tak lagi mempromosikan Amsterdam dan beberapa wilayah terkenal lain di Belanda.

“Kami sekarang fokus kepada manajemen destinasi wisata. Kami stop promosi demi mengendalikan arus kedatangan turis. Meski demikian, kami tetap melakukan promosi untuk wilayah lain,” ujar juru bicara dilansir Metro.

{Baca juga: Nekat! Pria Ini Pergi dari Belanda ke Australia Pakai Mobil Listrik}

Seperti dikutip Telko.id, Kamis (09/05/2019), otoritas pariwisata bakal mempromosikan wilayah-wilayah kurang terkenal seperti Eindhoven dan Lake District Friesland. Mereka ingin turis mancanegara berkunjung ke sana.

Destinasi wisata seperti Amsterdam sudah cukup terkenal. Sehingga, Belanda memutuskan untuk mengajak wisatawan untuk bisa berpindah kunjungan. Hal itu untuk mengurangi dampak atraksi di ladang bunga tulip yang penuh turis.

{Baca juga: Di China, Cari Toilet Bisa Pakai Aplikasi “Peta Toilet”}

Informasi menyebut, para petani dikabarkan marah-marah karena para wisatawan menginjak-injak bunga tulip demi foto selfie. Padahal, mayoritas turis berkunjung ke sana memang untuk mencari bahan di Instagram.

Tak hanya di Belanda, gandrung berkunjung ke tempat wisata yang Instagramable juga terjadi di banyak negara. Mereka berkunjung bukan untuk refreshing, tetapi mencari objek foto sebagai bahan unggahan di media sosial. (SN/FHP)

Sumber: Metro

Rayakan Detective Pikachu, Ada Konten Baru di Pokemon Go 

Telko.id, Jakarta – Selama 10 hari, mulai 7-17 Mei 2019, game Pokemon Go menghadirkan banyak konten baru seiring perayaan penanyangan film Detective Pikachu di bioskop pada 10 Mei 2019.

Menurut laporan Engadget, para pemain game Pokemon Go bisa memainkan Raid Battles dan Field Reasearch sekaligus mengumpulkan item khusus edisi terbatas untuk avatar.

Di dalamnya terdapat potret Pikachu yang akan muncul dalam mode Snapshot Go. Pokemon yang memiliki kekuatan listrik akan muncul dengan topi detektif dan siap berpose di foto.

Pemain Pokemon Go akan berlari ke Pokemon yang muncul di Detective Pikachu dengan frekuensi lebih banyak. Pokemon Bulbasaur, Jigglypuff, Psyduck, dan Snubbull akan muncul secara teratur.

{Baca juga: Waah.. Ada Shiny Diglett di Pokemon Go Saat Earth Day}

Selama 10 hari, tugas Raid Battles dan Field Research akan dibuka. Sekadar informasi, Field Research adalah kejadian satu pemain yang dimainkan setiap hari di PokeStops.

Sementara Raid Battles, bakal mendorong pelatih Pokemon Go bekerja sama dalam kelompok untuk mengalahkan bos yang muncul di lokasi Gym.

Pokemon: Detective Pikachu disutradarai oleh Rob Letterman. Pemain yang berakting di film ini antara lain Ryan Renolds, Justice Smith, Kathryn Newton, Suki Waterhouse, dan Omar Chaparro.

{Baca juga: Pokemon Go Punya Tiga Aturan Baru untuk Atasi Cheater}

Berawal dari video game, tokoh fiksi Pikachu yang merupakan spesies pokemon berhasil memikat banyak orang di awal kemunculannya pada era 90an. Karakter itu pun dibangkitkan ke layar lebar. [BA/HBS]

Sumber: Engadget

Ubah Kebijakan, Kini Instagram “Lebih Adil” Soal Blokir Akun

Telko.id, Jakarta Instagram dilaporkan akan meluncurkan kebijakan baru terkait penghapusan akun Instagram. Media sosial berbagi foto dan video ini bakal blokir akun Instagram pengguna, jika jumlah pelanggarannya sudah mencapai angka dan waktu tertentu.

Meski demikian, seperti dilansir dari CNET, Kamis (09/05/2019), Instagram tidak mengungkapkan batas jumlah pelanggaran dan durasi waktu.

Alasannya, mereka tidak ingin ada pihak yang memanfaatkan pedoman tersebut. Perlu diketahui, aturan Instagram sebelumnya menjelaskan jika pengguna sering mengunggah konten, maka ia diizinkan untuk melakukan “lebih banyak pelanggaran”.

{Baca juga: Sambut Bulan Puasa, Instagram Rilis Filter dan Stiker Ramadhan}

Akan tetapi dengan adanya kebijakan baru, Instagram memberlakukan standar kebijakan terkait pelanggaran yang sama untuk semua

Sebelumnya, Instagram menyatakan keseriusannya untuk memberantas konten hoaks di platform mereka. Mereka bahkan menggandeng FacebookFact-checkers untuk memberantas foto dan video hoaks, dan menjaga penyebarannya tidak meluas.

Dikutip dari Engadget, Selasa (07/05/2019), Instagram nantinya tidak akan menghapus konten hoaks. Namun, media sosial ini memilih untuk tidak memunculkannya di tab Explore atau di halaman hasil pencarian hashtag.

{Baca juga: Tegas! Instagram Serius Berantas Konten Hoaks Bareng Facebook}

“Pendekatan kami terhadap informasi yang salah sama dengan Facebook. Ketika kami menemukan informasi yang salah, daripada menghapusnya, kami akan mengurangi distribusinya,” kata juru bicara Instagram.

Sebelumnya, sejak pemilihan jangka menengah Amerika Serikat, Instagram dilaporkan telah bekerja sama dengan tim News Feed Integrity Facebook. Ketika itu saat konten hoaks ditemukan di Facebook, mereka juga akan mencarinya di platform Instagram. (NM/FHP)

Sumber: CNET

Tahun Depan, WhatsApp Stop Dukung Android dan iOS Lawas

Telko.id, Jakarta – Mulai Februari 2020 mendatang, WhatsApp akan resmi menghentikan dukungan untuk beberapa sistem operasi lama, baik di Android maupun iOS. Dampaknya, sejumlah fitur bakal secara bertahap tidak lagi bisa diakses oleh pengguna.

Menurut laporan Phone Arena, WhatsApp menyatakan bahwa aplikasi untuk perangkat bersistem operasi Android versi 2.3.7 Gingerbread atau sebelumnya dan iOS 7 atau sebelumnya hanya bisa dipakai hingga 1 Februari 2020 nanti.

Bahkan, seperti dikutip Telko.id, Kamis (9/5/2019), untuk perangkat bersistem operasi Windows Phone, WhatsApp akan berhenti memberi dukungan lebih cepat, yakni 31 Desember 2019. WhatsApp fokus ke sistem operasi baru.

{Baca juga: 3 Trik WhatsApp Web yang Wajib Anda Tahu}

Ke depan, WhatsApp hanya akan mendukung sistem operasi Android 4.0.3 ke atas, iOS 8 hingga terbaru, Windows Phone 8 ke atas dan sejumlah ponsel yang memakai KaiOS 2.5.1 ke atas, termasuk JioPhone serta JioPhone 2.

Beberapa waktu lalu, WhatsApp mengirim peringatan kepada pengguna agar tidak menggunakan aplikasi pihak ketiga yang dimodifikasi. Aplikasi yang dimodifikasi seperti WhatsApp Plus dan GB WhatsApp memiliki risiko keamanan.

WhatsApp tidak bisa menjamin praktik keamanan aplikasi versi yang dimodifikasi. Karenanya, WhatsApp melarang penggunaannya. Jika dicekal, mereka harus mengunduh WhatsApp versi resmi untuk bisa mengakses lagi akun lama.

{Baca juga: Kirim Forward Pesan WhatsApp Dibatasi Hanya Bisa 5 Kali}

Pengguna juga bertanggung jawab menyimpan riwayat obrolan sebelum mengunduh aplikasi resmi. Kendati demikian, WhatsApp tetap tidak segan untuk menghapus seluruh riwayat obrolan pengguna yang melanggar pedoman. [SN/HBS]

Sumber: PhoneArena

Ke Depan, Pemerintah AS Bakal Adopsi AI Sepenuhnya

Telko.id, Jakarta – Senator Amerika Serikat (AS) terus berupaya agar adopsi Artificial Intelligence (AI) bisa digunakan di lingkungan pemerintahan. Mereka memperkenalkan kembali Rancangan Undang-undang (RUU) dalam upaya mendorong adopsi AI di pemerintah federal AS.

Dilansir Telko.id dari Engadget, pada Kamis (09/05/2019), senator tersebut berasal dari kelompok bipartisan termasuk Cory Gardner, Kamala Harris, Rob Portman dan Brian Schatz.

Nantinya, jika aturan tersebut disahkan, maka cabang-cabang pemerintah bisa melakukan eksplorasi dan mengimplementasikan penggunaan teknologi AI jika memungkinkan.

Melalui undang-undang tersebut, Kantor Administrasi Layanan Umum AS akan ditugaskan untuk menyediakan teknologi AI untuk lembaga dan peneliti kebijakan. Lalu, Kantor Manajemen dan Anggaran AS perlu menyusun strategi untuk berinvestasi dan menggunakan AI untuk data federal.

Kemudian, Kantor Manajemen Personalia akan mengindentifikasi keterampilan yang diperlukan untuk pekerja AI dan menciptakan pekerjaan yang relevan.

{Baca juga: Model Virtual dengan Teknologi AI Ini Terlihat Menakjubkan}

RUU ini sebelumnya telah didorong oleh senator pada tahun 2018 lalu tetapi minim dukungan. Tahun ini, RUU tersebut mendapat banyak dukungan dari perusahaan teknologi termasuk Facebook, Microsoft, Amazon dan Google.

Jika itu menjadi resmi menjadi kebijakan baru, maka adopsi AI dalam pemerintahan akan berguna untuk memilah volume data  yang kadang-kadang kurang dimanfaatkan. Perlu diketahui, bahwa Teknologi AI memang diprediksi semakin banyak digunakan oleh manusia di tahun 2019 ini.

Pada sebuah wawancara, Hendra Lesmana, selaku Country General Menager Dimension Data Indonesia, ada beberapa tren yang akan menentukan lanskap teknologi bisnis di tahun depan, salah satunya dalah penggunaan AI.

Menurutnya, sejak tahun 2018 penggunaan teknologi ini sudah diperkenalkan sehingga tahun depan akan semakin banyak dirasakan.

{Baca juga: Riset: Teknologi AI akan Semakin Banyak Digunakan di 2019}

“Highlight overall 2019 akan melihat lebih banyak lagi teknologi tersebut ke kehidupan sehari-hari. Jadi saya melihat ada penggunaan AI yang lumayan signifikan,” ujar Hendra di Jakarta Selasa (18/12). (NM/FHP)

Sumber: Engadget