spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1218

Lewat TMI, Telkomsel akan Investasi untuk Startup

0

Telko.id, Jakarta Telkomsel menyediakan dana investasi bagi perusahaan rintisan atau startup yang berada di tahap pertumbuhan awal atau early-growth stage. Untuk itu, Telkomsel membentuk anak perusahaan bernama Telkomsel Mitra Inovasi (TMI), yang akan melakukan aktivitas investasi bagi perusahaan rintisan.

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima Tim Telko.id pada Senin (13/05/2019), investasi awal yang dikeluarkan adalah sebesar USD$ 40 juta atau Rp 578 miliar. Investasi tersebut hasil kolaborasi dengan MDI Ventures Telkom dan sebuah corporate venture capital (CVC) milik Singtel, yakni Singtel Innov8.

Menurut Dirut Telkomsel, Ririek Adriansyah, bahwa TMI akan berinvestasi pada perusahaan baru yang menjanjikan dan memiliki potensi bekerjasama secara sinergis dalam mengakselerasi pertumbuhan perusahaan tersebut.

“Kami menyadari bahwa Asia Tenggara merupakan kawasan yang berkembang dengan sangat cepat, kolaborasi kami bersama MDI Ventures Telkom dan Singtel Innov8 melalui TMI akan memberikan Telkomsel kemampuan untuk menghadirkan engagement model yang lebih fleksibel, responsif dan dapat diandalkan bagi startup yang mencari akses ke permodalan strategis kami,” kata Ririek.

{Baca juga: Cara Telkomsel Pastikan Jaringan di Ruas Tol Utama di Sumatra dan Jawa Aman}

Hal senada juga dikatakan oleh CEO TIM, Andi Kristianto. Menurutnya, TIM bekerja sama dengan startup dalam membangun rencana strategis dan eksekusi operasional untuk memaksimalkan nilai jangka panjang.

“Kami selalu mencari cara untuk memanfaatkan aset Telkomsel dan memposisikannya untuk bisa dikembangkan dengan cara yang berbeda. Banyak market insights yang dapat kami berikan dari perspektif enterprise dan consumer di Indonesia. Kami juga dapat membantu meningkatkan corporate awareness dalam ekosistem bisnis digital,” ujar Andi.

{Baca juga: 10 Ribu BTS Multi-Band Telkomsel Perkuat RAFI 2019}

Berkolaborasi dengan startup bukanlah hal yang baru bagi Telkomsel. Sejak 2015, lebih dari 5.000 startup dari 20 kota di Indonesia telah mendapatkan akses kepada sumber daya Telkomsel melalui program The NextDev.

Pada tahun 2018, Telkomsel juga meluncurkan program inkubasi untuk internet of things (IoT) bernama Telkomsel Innovation Center (TINC), yang bertujuan untuk  membantu mereka mengeksekusi strategi go-to-market dan meningkatkan kapabilitas teknis produk mereka.[NM/HBS]

Mozilla Kembangkan Mode “Super Private Browsing”, Apa Itu?

Telko.id, JakartaMozilla mungkin menilai bahwa mode incognito atau mode private ketika mengakses internet tidak benar-benar melindungi privasi pengguna. Sebab, menurut Ubergizmo, Mozilla sekarang tengah menjajaki kemungkinan memperkenalkan mode “Super Private Browsing” di Firefox.

Seperti dikutip Telko.id, Senin (13/05/2019), Mozilla bakal menghadirkan mode Super Private Browsing di versi Firefox terbaru. Cara kerja mode itu adalah dengan menyematkan konektivitas Tor di Firefox.

Nantinya, semua lalu lintas internet akan dialihkan dan dienkripsi di seluruh server Tor. Menurut Mozilla, mode private biasa masih mengirimkan lalu lintas pribadi melalui server ISP atau milik perusahaan pengguna bekerja.

{Baca juga: Mozilla Rilis Firefox Send, Apa Itu?}

Mode seperti itu tidak benar-benar pribadi seperti yang pengguna kira. Dan, mode itu pun tidak akan melindungi pengguna dari malware keyloggers atau spyware yang bisa sebenarnya bisa dicegah menggunakan konektivitas Tor ke Firefox.

Akan tetapi, mode ini punya kelemahan. Karena prosesnya yang rumit, Tor dapat mengakibatkan waktu pemuatan halaman yang lebih lama. Inilah sebabnya, Mozilla mengeksplorasi ide untuk melihat kesuksesan dari mode tersebut.

{Baca juga: Firefox 66 Mampu Blokir Klip dan Video Otomatis}

Mozilla akan melihat apakah mode itu dapat dijalankan tanpa terlalu membebani perangkat dan mengurangi pengalaman pengguna saat menjelajah internet. Apakah cara ini akan berhasil atau tidak, masih harus dilihat. Namun, kedengarannya seperti memiliki potensi yang cukup besar. (SN/FHP)

Sumber: Ubergizmo

Fix! Final Fantasy VII Remake akan Dirilis dalam Beberapa Bagian

Telko.id, Jakarta – Square Enix baru saja merilis video teaser dari game Final Fantasy VII Remake. Pada video, developer tersebut memperlihatkan beberapa gameplay dari game yang kemungkinan besar akan hadir di PlayStation 4 itu.

Melansir dari Ubergizmo, pada Senin (13/05/2019), Square Enix menyatakan bahwa mayoritas konten asli dari Final Fantasy VII Remake sedang digarap ulang.

Mereka juga memastikan bahwa game akan hadir dalam beberapa bagian, ketika diluncurkan secara resmi nanti.

{Baca juga: Mantan Sutradara Final Fantasy Bikin ‘Game Paralympics’}

“Sebagian besar konten asli sedang dikerjakan ulang, dan dengan demikian game akan berada di beberapa bagian. Lebih banyak informasi akan dipublikasikan pada bulan Juni ini, jadi tetaplah disini,” jelas Square Enix.

Kabar ini mengkonfirmasi bocoran sebelumnya soal game Final Fantasy VII Remake yang akan dirilis beberapa bagian. Dan, ini bukanlah pertama kali Square Enix merilis game dalam banyak bagian, karena sebelumnya, mereka pun merilis game Hitman dalam beberapa bagian di tahun 2016.

{Baca juga: Asyik! Game Final Fantasy Terbaru akan Dirilis untuk Android}

Hingga kini, belum ada penjelasan kenapa Square Enix melakukan hal serupa untuk Final Fantasy VII Remake. Diharapkan, perusahaan ini akan meluncurkan secara resmi pada ajang E3 2019 yang digelar di Los Angeles Convention Center, Amerika Serikat. (BA/FHP)

Sumber: Ubergizmo

Bos Apple Ajak Anak-anak Belajar Koding Sejak Dini

Telko.id, Jakarta Bos Apple, Tim Cook mengatakan jika materi koding bisa diajarkan sejak dini di sekolah. Menurutnya, jika belajar koding bisa diterapkan sejak dini, maka tidak perlu lagi belajar 4 tahun di universitas untuk mahir ngoding.

Dilansir Telko.id dari Ubergizmo, pendapat Cook ini muncul ketika bertemu dengan Liam Rosenfeld, salah satu pemenang beasiswa acara Apple Worldwide Developers Conference 2019.

“Saya tidak berpikir gelar empat tahun diperlukan untuk menjadi mahir dalam koding. Saya pikir itu pandangan tradisional yang lama,” tutur Cook.

{Baca juga: Terungkap, Ini Kunci Sukses Bill Gates Bangun Microsoft}

Tim Cook kagum karena Rosenfeld masih berusia 16 tahun, tapi bisa lolos beasiswa tersebut. Menurutnya, Rosenfel adalah contoh bagaimana belajar koding bisa dilakukan di usia muda dan tanpa harus menunggu untuk masuk ke universitas.

“Jika kami bisa mendapatkan materi koding di kelas awal dan sudah menghadapi tantangan saat melakukan koding selama masa sekolah seseorang, maka pada saat Anda lulus anak-anak seperti Liam, mereka sudah bisa merancang aplikasi yang bisa dipasang di App Store,” jelas Cook.

{Baca juga: Ini 6 Seri iPhone dan iPad yang Gak Kebagian iOS 13}

Ucapan Cook bukan berarti gelar sarjana tidak perlu, tetapi Ia menyarankan bahwa mungkin dengan memulai lebih awal di usia yang lebih muda, maka dapat membuat proses belajar koding lebih efisien.

Apple sendiri telah berusaha melakukan bagian mereka dalam mendorong anak-anak untuk ngoding, seperti meluncurkan aplikasi Swift Playgrounds yang mengajarkan anak-anak tentang dasar-dasar pengkodean.(NM/FHP)

Sumber: Ubergizmo

Hai Para Startup! Kamu Butuh Duit? Hubungi Saja Operator Ini

0

Telko.id – Salah satu yang membuat startup tidak bisa tumbuh dan berkembang adalah duit. Ya, duit atau dana atau pembiayaan untuk membuat perusahaan rintisan tersebut bisa berjalan. Itu sebabnya, Telkomsel memulai aksi di bidang strategic investments menyentuh perkembangan ekosistem teknologi Indonesia pada sektor teknologi, media dan telekomunikasi. Tak tanggung-tanggung, dana awal yang dipersiapkan adalah USD 40 juta.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan, Dana tersebut akan menjadi dana invetasi baru untuk menemukan, melakukan pendanaan strategis dan kemudian bekerjasama dengan berbagai startup yang berada di tahap pertumbuhan awal (early-growth stage).

Yang melakukan penilaian juga banyak. Bukan hanya Telkomsel saja. Operator ini melakukan secara bersama-sama dengan MDI Ventures Telkom dan Singtel Innov8, sebuah corporate venture capital (CVC) milik Singtel.

Telkomsel juga tidak akan turun langsung, operator ini akan melibatkan anak perusahaan baru yang dimiliki 100% oleh Telkomsel bernama Telkomsel Mitra Inovasi (TMI). TMI bertugas melakukan aktivitas investasi serta proses sinergi dan kolaborasi di berbagai unit bisnis Telkomsel untuk mendorong aspek transformasi digital perusahaan dalam rangka mengakselerasi pengembangan berbagai layanan baru, meningkatkan pengalaman pelanggan dan optimalisasi proses bisnis perusahaan.

TMI inilah nanti yang akan melakukan invetasi pada perusahaan baru yang menjanjikan dan memiliki potensi bekerjasama secara sinergis dalam mengakselerasi pertumbuhan perusahaan tersebut dengan memanfaatkan akses pada ekosistem, aset, dan kompetensi yang dimiliki Telkomsel.

“Kami menyadari bahwa Asia Tenggara merupakan kawasan yang berkembang dengan sangat cepat, kolaborasi kami bersama MDI Ventures Telkom dan Singtel Innov8 melalui TMI akan  memberikan Telkomsel kemampuan untuk menghadirkan engagement model yang lebih fleksibel, responsif dan dapat diandalkan bagi startup yang mencari akses ke permodalan strategis kami, dan di saat bersamaan juga dapat menghadirkan user experience yang lebih baik dengan kerjasama yang saling menguntungkan dalam jangka panjang,” ujar Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkomsel.

Ririek kemudian menambahkan bahwa TMI diharapkan dapat berperan sebagai sarana untuk mengakses berbagai peluang baru yang menarik di sektor teknologi.

“Kami bekerja sama dengan startup dalam membangun rencana strategis dan eksekusi operasional untuk memaksimalkan nilai jangka panjang. Kami selalu mencari cara untuk memanfaatkan aset Telkomsel dan memposisikannya untuk bisa dikembangkan dengan cara yang berbeda. Banyak market insights yang dapat kami berikan dari perspektif enterprise dan consumer di Indonesia. Kami juga dapat membantu meningkatkan corporate awareness dalam ekosistem bisnis digital,” ujar Andi Kristianto, Chief Executive Officer (CEO) TMI.

“Dalam tiga tahun terakhir, kami berkembang dari sebuah CVC eksperimental menjadi kendaraan pertumbuhan untuk Telkom Indonesia. Kami memiliki satu exit IPO di TSE (Tokyo Stock Exchange), dan dua trade sales exit dalam jangka waktu tiga tahun, selain berkontribusi pada top line dan bottom line bagi Telkom Metra Holding. Kami antusias dapat berkolaborasi dengan TMI untuk berpartisipasi dalam pendanaan ini dan bekerja dalam berbagai sektor telekomunikasi digital,” kata Nicko Widjadja, CEO MDI Ventures.

Sedangkan CEO Singtel Innov8, Edgar Hardless mengatakan, “Secara global, Innov8 hadir guna mencari berbagai startup dengan teknologi dan solusi yang mutakhir dan disruptif. Kami melihat bahwa dalam perjalanan mereka, banyak startup yang memiliki ketertarikan yang semakin besar untuk dapat mengembangkan bisnisnya ke Asia Tenggara, mengingat ukuran dan potensi pertumbuhan di kawasan ini. Telkomsel, dengan kehadirannya yang kuat di pasar Indonesia, memiliki posisi yang tepat untuk membantu startup agar mendapatkan akses ke Indonesia. Kami menantikan untuk dapat bekerja sama dengan TMI.”

Berkolaborasi dengan startup bukanlah hal yang baru bagi Telkomsel. Sejak 2015, lebih dari 5.000 startup dari 20 kota di Indonesia telah mendapatkan akses kepada sumber daya Telkomsel melalui program The NextDev. Pada tahun 2018, Telkomsel juga meluncurkan program inkubasi untuk internet of things (IoT) bernama Telkomsel Innovation Center (TINC), yang bertujuan untuk  membantu mereka mengeksekusi strategi go-to-market dan meningkatkan kapabilitas teknis produk mereka. (Icha)

Game Minecraft Terbaru akan Mirip Pokemon Go?

Telko.id, Jakarta – Ada rumor bahwa Microsoft sedang mengembangkan game Minecraft terbaru. Terbukti dengan munculnya teaser tentang game ini yang tayang pada ajang Microsoft Build 2019, yang mengungkapkan bahwa game tersebut bakal mengusung teknologi Augmented Reality (AR).

Seperti dilansir dari The Verge, Senin (13/05/2019), Minecraft bisa jadi akan mengadopsi konsep AR yang sama dengan game besutan Niantic, Pokemon Go.

Meski informasi visual yang ditampilkan cukup terbatas, namun di akhir teaser Microsoft menegaskan bahwa mereka akan menyampaikan informasi lebih lanjut tentang Minecraft terbaru pada 17 Mei 2019 nanti.

{Baca juga: Microsoft Hilangkan Nama Markus “Notch” Persson dari Minecraft}

Di tanggal itu juga, Microsoft merayakan ulang tahun ke-10 dari game dengan gaya kotak-kotak ala grafis 8-bit tersebut.

Minecraft telah menjadi franchise besar setelah sang kreator, Marcus “Notch” Persson menjualnya ke Microsoft sebesar USD 2,5 triliun atau Rp 36,1 triliun (kurs saat ini) pada 2014 silam.

{Baca juga: Microsoft Penuhi Janji Campakkan Kreator Minecraft}

Meskipun telah menjualnya, tapi pria asal Swedia itu masih terus mewakili setiap acara dan konferensi besar yang berhubungan dengan game sandbox tersebut. Sayang, Microsoft mulai perlahan menjauhkan game dari sang kreator dengan tidak mengundangnya di acara ulang tahun ke-10 Minecraft.

Itu dilakukan raksasa teknologi ini setelah melihat sifatnya di Twitter yang semakin kontroversial dan bersifat politikal. (BA/FHP)

Sumber: The Verge

Waduh! Kelompok Ini Curi Rp 34,4 Miliar Lewat Penipuan Kartu SIM

Telko.id, Jakarta – Penegak hukum Amerika Serikat mendakwa 9 orang terkait pencurian dan penipuan kartu SIM. Mereka didakwa karena bersekongkol dengan kelompok yang sering membajak nomor telepon untuk mencuri mata uang kripto atau cryptocurrency, bernama The Community.

Aksi mereka adalah dengan mentransfer nomor telepon pengguna lain ke kartu SIM yang mereka miliki. Kemudian, mereka akan menggunakannya untuk masuk ke akun korban yang biasanya diamankan melalui protokol Two Factor Authentication.

Apabila sudah masuk, The Community ini tak segan untuk mencuri mata uang digital korban.

Dilansir Telko.id dari Engagdet pada Senin (13/05/2019), kelompok ini dituduh telah melakukan 7 serangan dan mencuri mata uang kripto yang jika dikonversi senilai lebih dari USD 2,4 juta atau Rp 34,4 miliar.

{Baca juga: Kartu SIM Bakal jadi Bagian Prosesor Smartphone}

Skema pencurian tersebut terbilang cukup rapi, karena The Community mendapat bantuan dari pihak internal jaringan. 3 dari orang yang dituduh yakni Robert Jack, Fendley Joseph dan Jarratt White bekerja di operator nirkabel, dan diduga menerima suap dengan membantu memberikan identitas pelanggan.

Lalu tersangka lainnya akan berperan sebagai korban dengan berpura-pura mengadu kelayanan pelanggan dan bertukar nomor ke kartu SIM mereka sendiri.

Kasus hukum ini terbilang berat. Diprediksi, mereka akan dijatuhi hukuman maksimal 20 tahun penjara. Belum lagi mereka harus membayar denda terkait pencurian identitas yang bisa memperpanjang masa kurungan, jika tak bisa membayarnya.

{Baca juga: Apple Larang Aplikasi Penambang Mata Uang Kripto}

Kasus pembajakan SIM ini masih relatif baru. Namun, dakwaan dari kasus ini bisa menjadi tolak ukur jika di masa depan terjadi kasus serupa. Selain itu, kasus ini juga menjadi pengingat bagi pengguna internet, karena Anda tidak dapat menganggap akun Anda aman hanya karena Anda menggunakan protokol Two Factor Authentication. (NM/FHP)

Sumber: Engadget

Khusus Anak Muda, iPhone XR 2 Punya Warna yang Eye-catching

0

Telko.id, Jakarta – Generasi selanjutnya dari iPhone XR dikabarkan akan punya daya pikat lain. Dilaporkan, iPhone XR 2 bakal memiliki lebih banyak pilihan warna dibandingkan seri iPhone lainnya yang bakal diluncurkan nanti.

Apple nantinya akan memasarkan smartphone itu dengan tampilan yang lebih trendi dan jauh lebih menarik.

Menurut laporan Mac Otakara, penerus iPhone XR tersebut punya opsi warna baru bagi pengguna. Seperti dilansir laman Ubergizmosmartphone ini akan hadir dengan pilihan warna anyar, yaitu Green dan Lavender.

{Baca juga: Selain Dual-Camera, iPhone XR 2 Punya Banyak Pilihan Warna?}

Dikutip Telko.id, Senin (13/05/2019), dua warna baru ini akan menggantikan dua pilihan warna Coral dan Blue di seri sebelumnya. Tidak jelas kenapa warna-warna itu akan diganti, tapi bisa jadi, disebabkan karena penjualannya yang tidak cukup baik.

Pilihan warna baru juga kemungkinan merupakan cara Apple untuk “menutupi” kekurangan dari iPhone XR. Sekadar informasi, smartphone ini memang tidak terbuat dari bahan premium seperti halnya iPhone XS dan iPhone XS Max. Namun, ia punya daya pikat lain dengan menonjolkan pilihan warna.

Apple memasarkan iPhone XR dalam aneka pilihan warna cerah yang mencerminkan gaya kaum muda ketimbang iPhone XS dan iPhone XS Max.

Strategi penjualan dengan menawarkan aneka pilihan warna mungkin memang tampak agak sepele. Namun, kalau melihat ke belakang, strategi tersebut terbukti penting. Ambil contoh saat Apple meluncurkan iPhone versi rose gold.

{Baca juga: Situs Jepang Ungkap Prototipe Trio iPhone 2019}

Selain opsi warna baru, sebelumnya dilaporkan bahwa iPhone XR 2 juga dapat mengadopsi desain kamera ganda. Penampakannya pun bakal lebih menarik bagi mereka yang rela menghabiskan sekitar USD 1.000 untuk smartphone ini.

April 2019 lalu, sebenarnya sudah muncul rumor serupa terkait iPhone XR terbaru. Kabar menyebut, iPhone XR 2 punya tempat berbentuk persegi di bagian belakang untuk menempatkan kamera. (SN/FHP)

Sumber: Ubergizmo

Tegas! Twitter Hapus 166 Ribu Akun Penyebar Konten Terorisme

Telko.id, Jakarta – Twitter membuat kemajuan dalam menangani konten terorisme di platform mereka. Media sosial ini menyatakan telah menghapus 166.153 akun sejak Juli hingga Desember 2018. Seluruh akun itu diduga telah menyebarkan aksi terorisme di Twitter sejak juli hingga desember 2018.

Penghapusan ratusan ribu akun penyebar konten terorisme itu sendiri dilakukan secara proaktif oleh teknologi internal Twitter.

Menurut laporan Asia One, seperti dilansir pada Senin (13/05/2019), Twitter menjelaskan bahwa 91% dari ratusan ribu akun tersebut mempromosikan aksi terorisme.

Menurut Wakil Presiden Twitter untuk Kebijakan Publik, Sinead McSweeney, terjadi penurunan tajam jumlah akun pendukung terorisme dibanding 6 bulan sebelumnya sekitar 19%, atau dari 205.156 akun menjadi 166.153 akun yang ditangguhkan.

{Baca juga: Sepanjang 2018, Kominfo Blokir 500 Situs Terorisme}

“Penurunan tajam ini merupakan indikasi tren yang lebih besar yang sekarang kita amati dari tahun ke tahun. Jumlah organisasi teroris yang mencoba menggunakan layanan kami berkurang,” kata Sinead.

“Ini dapat dikaitkan dengan pendekatan teknis yang kuat yang telah kami tingkatkan selama bertahun-tahun. Kami didorong oleh metrik ini tetapi akan tetap waspada, ”tambahnya.

Sebelumnya, Twitter bersama dengan Facebook dan Google, berada di bawah tekanan dari regulator dan pemerintah di seluruh dunia untuk menghapus konten ekstremis lebih cepat atau menghadapi undang-undang yang lebih berat, dari masing-masing negara.

Bahkan baru-baru ini Seorang anonim menuduh Facebook sebagai produsen konten ekstrem. Ia bahkan mengadukan jejaring sosial milik Mark Zuckerberg itu ke otoritas Amerika Serikat (AS).

{Baca juga: Facebook Dituding sebagai Produsen Konten Ekstrem}

Si pelapor anonim menuding Facebook menyediakan tempat untuk video jihad serta halaman bisnis kepada jaringan Al-Qaeda. Konten serupa milik Nazi juga banyak ditemukan. Facebook pun angkat suara menanggapi tuduhan-tuduhan itu.

Facebook menegaskan sudah menghapus video-video konten ekstrem. Namun, memang ada kendala di sistem sehingga upaya penanggulangan belum berjalan sempurna. (NM/FHP)

Pendapatan Indosat Ooredoo Naik 6,9% di Triwulan Pertama 2019

0

Telko.id, Jakarta Indosat Ooredoo mencatat prestasi yang baik di tahun 2019. Berdasarkan laporan kinerja Triwulan Pertama (TW1) 2019, mereka mencatat pendapatan selular sebesar Rp 4,9 triliun atau naik sebesar 6,9% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Secara total, pendapatan Indosat Ooredoo meningkat 3,9% atau Rp 6 triliun dibanding TW1 2018. Kenaikan ini disebabkan oleh pertumbuhan pendapatan data sebesar 8,9% pada TW1 2019 dan pertumbuhan trafik data sebesar 69,2% dibanding TW1 2018.

EBITDA (pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) pada TW1 2019 juga meningkat sebesar 4,2% menjadi Rp 2,2 triliun dibanding TW1 2018 dengan marjin EBITDA yang solid sebesar 35,7%.

Selain itu, Indosat Ooredoo juga mencatat pengeluaran modal sepanjang TW1 2019 sebesar Rp 2,2 triliun dan tumbuh sebesar 66,4%.

Operator ini pun mengungkapkan bahwa layanan selular, MIDI, dan telekomunikasi tetap masing-masing memberikan kontribusi sebesar 80%, 17%, dan 3% terhadap pendapatan usaha terkonsolidasi yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2019.

Rata-rata pendapatan bulanan per pelanggan (ARPU) untuk pelanggan selular pada TW1 2019 adalah sebesar Rp26,5 ribu, atau naik sebesar Rp14,1 ribu dibanding TW1 2018.

{Baca juga: Indosat Ooredoo Ajak Siswa Sekolah #BijakBersosmed}

Hasil ini merupakan buah dari dibangunnya infrastruktur jaringan secara masif. Sepanjang TW1 2019, operator ini sudah menambah 12.996 4G BTS dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Saat ini perusahaan mengoperasikan total sebanyak 22.015 BTS 4G di 422 kota dengan cakupan populasi lebih dari 81%.

Sayangny,a basis pelanggan pada TW1 2019 tercatat sebesar 53,3 juta atau menurun sebesar 44,6% dibandingkan TW1 2018, dengan rata-rata tingkat churn yang terus menurun ke 8,2%. Basis pelanggan menurun akibat implementasi aturan terkait registrasi kartu perdana yang diterapkan pada tahun 2018 lalu.

{Baca juga: Indosat Ooredoo Resmikan Gerai dengan Konsep Digital}

Tingkat churn yang rendah mencerminkan loyalitas pelanggan yang lebih baik untuk mendukung pertumbuhan lebih lanjut. Pada TW1 2019, Indosat Ooredoo juga telah melunasi seluruh porsi utang bank dalam USD guna semakin mengurangi resiko perubahan mata uang asing (foreign exchange). (NM/FHP)