spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1218

NASA Punya Misi Baru ke Bulan, Namanya Artemis

Telko.id, Jakarta – NASA berencana menempatkan orang sekali lagi ke bulan. Badan Antariksa Amerika Serikat ini sedang menyiapkan perjalanan terbaru ke satelit bumi. Nama misi tersebut,  Artemis.

Dilansir Telko.id dari Ubergizmo pada Rabu (15/05/2019), misi ini juga menjadi bentuk penghormatan 50 tahun Misi Apollo, yang berhasil membawa Niel Armstrong menginjakan kaki ke bulan.

NASA memiliki alasan tersendiri mengapa memilih nama Artemis untuk misi terbaru. Untuk diketahui, Artemis merupakan bagian dari dewi dalam sejarah mitologi Yunani yang merupakan saudara kembar dari Apollo dan Selene.

Pada presentasinya, Administrator NASA, Bridenstine menjelaskan bahwa NASA adalah lembaga yang menerima keanekaragaman karyawan. Maka tidak menutup kemungkinan jika ada astronot wanita yang terlibat dalam Misi Artemis di tahun ini.

{Baca juga: Robot NASA Rekam Gempa Pertama di Mars}

“Kantor astronot kami sangat beragam dan sangat berkualitas. Saya pikir sangat indah bahwa 50 tahun setelah Apollo meluncur, program Artemis ini akan membawa pria berikutnya  dan wanita pertama  ke bulan, “kata Bridenstine.

Artemis sendiri adalah  dewi perburuan bersama Orion setia menemaninya. Selain itu Misi Artemis ini bertujuan untuk menandai kembalinya Amerika di permukaan Bulan pada tahun 2024 mendatang.

Rencana membawa astronot ke bulan sendiri telah ada sejak tahun lalu. NASA mengungkapkan bahwa kemarin ada sembilan perusahaan swasta yang akan mengajukan proposal untuk tender NASA senilai maksimal USD 2,6 miliar atau sekitar Rp 42 triliun.

{Baca juga: 9 Perusahaan Ikut Tender NASA untuk Misi ke Bulan}

Tender tersebut diperuntukkan membangun pesawat ruang angkasa yang mengangkut kargo ke bulan pada awal 2019. Program itu merupakan bagian dari rencana NASA untuk mengirim astronot dalam misi ke bulan pada 10 tahun mendatang.

Perjalanan manusia ke bulan ini merupakan yang pertama setelah Apollo mendarat di sana pada 1960-an dan 1970-an. Administrator NASA, Jim Bridenstine, menggambarkannya sebagai kemajuan positif dalam upaya misi ke bulan. [NM/IF]

Kini Oppo F11 Punya Warna yang Cantik, Jewelry White

0

Telko.id, Jakarta – Oppo meluncurkan edisi warna baru untuk smartphone menengahnya, Oppo F11 di Indonesia. Adalah Oppo F11 Jewelry White yang mengusung konsep warna gradasi yang cantik dan tampak premium, yang terinspirasi dari mutiara.

F11 Jewelry White punya warna gradasi hasil perpaduan warna putih bersih di bagian atas dengan warna ungu di bagian bawahnya, yang melapisi body-nya yang berbahan dasar kaca.

“Semua warna, termasuk F11 itu terinspirasi dari alam. Dan Jewelry White terinspirasi dari mutiara,” jelas PR Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto, di acara “1001 Night with Oppo F11” di Jakarta, Rabu (15/05/2019).

{Baca juga: Gaming Test Oppo F11: Sanggup Main Game Terberat Android}

Meski tampil dengan warna yang baru dan terlihat lebih mewah, namun untuk spesifikasinya, smartphone ini masih menggunakan dapur pacu dan konfigurasi kamera yang sama dengan model F11 lainnya.

Smartphone ini memiliki layar berjenis IPS berukuran 6,53 inci dengan resolusi Full HD+, dan telah dilapisi oleh Corning Gorilla Glass 5. Oppo F11 Jewelry White ditenagai oleh prosesor octa-core 2.1 GHz Mediatek Helio P70, RAM 4GB, ROM 128GB, dan baterai berkapasitas 4,020 mAh dengan dukungan teknologi VOOC 3.0.

Di sektor kameranya, terdapat kamera ganda di bagian belakang dengan konfigurasi 48MP sebagai lensa utama dengan aperture f/1.8, dan lensa depth 5MP. Sementara kamera depannya, beresolusi 16MP aperture f/2.0.

Dalam meluncurkan edisi warna baru ini, Oppo bekerja sama dengan Instax, brand besutan Fujifilm. Kerja sama tersebut melahirkan Oppo F11 Jewelry White Exclusive Bundling Package yang berisi Oppo F11 edisi warna baru, Instax SP-2, dan satu set macaron film.

Bundling ini, dijual mulai 8 Mei sampai 14 Mei 2019 di Blibli dengan harga Rp 4,4 jutaan. Akan tetapi menurut Aryo, F11 bundling tersebut telah terjual habis.

{Baca juga: Traveling Lebih Menyenangkan dengan Oppo F11, Ini Alasannya!}

“Instax harganya Rp 2,7 jutaan, dan Oppo F11 harganya Rp 3 jutaan. Sedangkan harga bundling Rp 4,4 jutaan. Makanya ini penawaran yang bagus dan menarik,” kata Aryo.

Namun ia menyatakan, pihaknya sedang mempertimbangkan untuk menjual Oppo F1 Jewelry White tanpa bundling dalam waktu dekat.

“Kemarin sudah habis terjual, yang pasti ini respon yang baik. Kami mempertimbangkan menjual lagi Jewelry White tanpa Bundling Package,” sambungnya. (FHP)

Ini Tahun ke-3 Indosat Dukung Gerakan 100 Smart City. Apa Targetnya?

0

Telko.id – Indosat Ooredoo Business sudah kali ke-3 berpartisipasi mendukung Gerakan menuju 100 Smartcity yang diinisasi oleh Kemenkominfo, Kemendagri, BAPPENAS, Kemenkeu, Kemenpan RB, dan Kantor Staf Presiden RI. Tujuannya adalah untuk menyusun master plan Smart City melalui kegiatan BIMTEK (bimbingan teknologi), termasuk diantaranya program-program yang dapat diimplementasikan dalam waktu cepat.

“Tahun ini, Indosat Ooredoo Business akan memberikan BIMTEK pada 11 kota/kabupaten terpilih untuk mendampingi kota-kota tersebut dalam pembuatan konektivitas dan solusi-solusi berbasis IT yang dapat digunakan oleh pemerintah daerah untuk melayani warganya dengan lebih baik, tepat guna, cermat dan terukur. Hal ini juga merupakan implementasi dari strategi LEAD yaitu aktivasi percepatan B2B sebagai mesin pertumbuhan yang baru Indosat Ooredoo,” ujar Intan Abdams Katoppo, Chief Business Officer Indosat Ooredoo.

Program Gerakan Menuju 100 Smart City ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi Kota dan Kabupaten diluar 100 Kota dan Kabupaten yang terpilih oleh Kominfo melalui inisiatif daerah masing-masing.

Pada hari yang sama, Indosat Ooredoo juga melaksanakan roadshow yang salah satu kegiatannya adalah memaparkan salah satu fokus Indosat Ooredoo Business pada Smart City yang merupakan inisiatif penting dari Pemerintah di era revolusi industri 4.0. Roadshow berlangsung di Medan, Balikpapan, Semarang, dan Surabaya.

“Dengan demikian membangun Smart City tidak terhenti di 100 Kota dan Kabupaten tersebut, namun juga akan meliputi seluruh Kota dan Kabupaten di Indonesia yang pada akhirnya akan menjadikan bangsa Indonesia sebagai Smart Nation,” ujar Intan.

Indosat Ooredoo sudah terlibat sejak awal program Gerakan Menuju 100 Smart city mulai dari Jakarta Smart city Forum – 2015, Indonesia Smart city Forum – 2016 (Bandung), Gerakan 100 Kota Cerdas tahap I tahun 2017 (Makassar), tahap II pada tahun 2018, dan kali ini pada tahun 2019. Tahun lalu, Indosat Ooredoo Business dipercaya menjadi technology advisor bagi 16 kota/kabupaten di Indonesia. (Icha)

Supaya Banyak Yang Beli, Nokia Pakai Chipset Qualcomm?

Telko.id – Merek Nokia melalui HMD Global melakukan strategis deal dengan Qualcomm. Di mana, kedua nya menandatangani kesepakatan lisensi paten 5G multimode secara global di San Diego, Amerika (13/05).

Dalam perjanjian yang berlaku global tersebut, meliputi perangkat yang hanya dapat terkoneksi dengan satu jaringan (3G atau 4G atau 5G saja) atau single-mode dan juga perangkat multi-mode yang dapat menggunakan berbagai jaringan seluler yang diproduksi dan dipasarkan oleh HMD Global di bawah merek Nokia.

Dalam poin kerja sama tersebut, Qualcomm memberikan hak pada HMD Global untuk menggunakan paten perusahaan dalam mengembangkan, memproduksi dan menjual perangkat untuk bermerek yang terkoneksi dengan 3G, 4G dan 5G dalam single-mode maupun multi-mode.

“Kami bergerak maju dengan memegang teguh janji unik kami dalam memberikan ponsel yang semakin baik seiring berjalannya waktu. Untuk ini, kami bekerja sangat erat dengan mitra-mitra global terbaik di bidangnya,” sebut Florian Seiche, CEO of HMD Global.

Florian pun menambahkan bahwa “Kolaborasi nya dengan Qualcomm memungkinkan kami membawa inovasi terdepan yang ada di pasar, dan juga di saat yang sama membuktikan janji kami pada konsumen.”

“Qualcomm sangat senang dapat menandatangani kerjasama lisensi paten 3G, 4G dan 5G dengan HMD Global yang dibangun di atas kemitraan teknologi yang erat dan telah terjalin sebelumnya,” kata Alex Rogers, Executive Vice President and President, Qualcomm Technology Licensing.

Alex menambahkan bahwa “Qualcomm memimpin transisi menuju 5G, dan sangat bangga jika terobosan teknologi 3G/4G/5G kami dapat tersedia bagi OEM global seperti HMD Global dan membantu mereka menciptakan produk yang ditunggu-tunggu di seluruh dunia.”

Mudah-mudahan dengan menggunakan teknologi Qualcomm, merek Nokia pun tambah moncer penjualannya dan semakin dipercaya masyarakat sehingga bisa keluar dari ‘lingkaran’ historical masa lalu. (Icha)

Nekat Unggah Konten Terorisme di Facebook? Ini Hukumannya

Telko.id, Jakarta – Facebook memberlakukan hukuman tegas bagi pengguna yang unggah konten terorisme. Jika terbukti, maka pengguna tidak bakal bisa menggunakan fitur siaran langsung atau Facebook Live.

“Kami mulai tegas terhadap pengguna yang melanggar kebijakan mengenai organisasi dan individu membahayakan. Mereka terancam tak bisa mengakses layanan live streaming,”  kata Vice President Integrity Facebook, Guy Rosen.

Menurut CNET, dikutip Telko.id, Rabu (15/05/2019), kebijakan anyar ini diberlakukan merujuk kepada penembakan brutal di Christchurch, Selandia Baru beberapa waktu lalu. Pelaku beraksi sambil siaran langsung di Facebook.

Nantinya, pengguna yang terbukti melanggar peraturan Facebook bakal tak diizinkan menggunakan fitur Facebook Live selama 30 hari.

Sebelumnya diberitakan bahwa seorang anonim menuduh media sosial milik Mark Zuckerberg tersebut sebagai produsen konten-konten ekstrem. Ia bahkan telah mengadukan Facebook ke otoritas Amerika Serikat (AS).

Si pelapor anonim menuding Facebook menyediakan tempat untuk video jihad serta halaman bisnis kepada jaringan Al-Qaeda. Konten serupa milik Nazi juga banyak ditemukan. Facebook pun angkat suara menanggapi tuduhan itu.

Menurut laporan BBC, seperti dikutip Telko.id, Jumat (10/05/2019), Facebook menegaskan sudah menghapus video-video konten ekstrem. Namun, memang ada kendala di sistem sehingga upaya penanggulangan belum berjalan sempurna.

Sebuah penelitian mengungkapkan, selama lima bulan terakhir ada 3.000 orang yang menyukai atau terhubung ke organisasi teroris di Facebook. Pemerintah AS menyatakan, kelompok ekstrem seperti al-Qaeda cukup aktif di Facebook. (SN/FHP)

Sumber: CNET

OS Fuchsia Dikembangkan Bukan untuk Smartphone?

Telko.id, Jakarta – Beberapa waktu lalu, ada kabar bahwa Google menggarap sistem operasi baru bernama Fuchsia. Sayang, tak banyak informasi tersedia untuk sistem operasi Fuchsia itu. Tapi sekarang, informasi lanjutan soal sistem tersebut datang.

Sekadar informasi, Fuchsia merupakan kombinasi antara sistem operasi Chrome dan Android.

Menurut Kepala Android dan Chrome Google, Hiroshi Lockheimer, Fuchsia mendorong batas seni dari sebuah sistem operasi.

{Baca juga: Inikah Tablet Pertama dengan Sistem Operasi Chrome?}

Fuchsia, sebutnya, bisa diterapkan di produk-produk lain. Dan kini, Google dalam tahap pengembangan awal untuk membangun sistem operasi tersebut.

“Sebenarnya belum ada kejelasan seperti apa wujudnya. Kami juga belum tahu apakah Fuchsia akan hadir untuk smartphone (atau tidak). Bisa jadi, Fuchsia bakal digunakan untuk hal-hal lain,” ujarnya dikutip Telko.id, Rabu (15/05/2019).

Google butuh waktu minimal lima tahun untuk mengembangkan sistem operasi terbarunya. Artinya, saat sistem operasi itu dirilis, kondisi pasar sudah berbeda. Google pun tak menutup kemungkinan mengubah pola pasar.

{Baca juga: Disebut Bakal Gantikan Android, Ini Penjelasan Google Soal Fuchsia}

Beberapa waktu lalu dikabarkan, telah ditemukan file yang diunggah ke situs Android Open Source Project (AOSP) yang mengindikasikan bahwa Google sedang membangun Android Runtime (ART) untuk sistem operasi terbaru.

Dengan kata lain, Google sedang mencoba mengembangkan versi baru dari ART yang bisa membantu perangkat Fuchsia untuk menjalankan aplikasi Android. Rumornya, ART di sistem operasi ini akan berbeda dengan Android.

Sebab, keberadaannya tidak tampak ditargetkan untuk perangkat jenis tertentu. Bahkan, sistem operasi baru tersebut diduga bisa digunakan di hampir seluruh perangkat teknologi seperti desktop, smartphone, sampai tablet. (SN/FHP)

Sumber: Ubergizmo

Redmi Ungkap Nama Smartphone “Flagship Killer” Mereka

0

Telko.id, Jakarta – Akhirnya teka-teki dari nama smartphone flagship Redmi terjawab. Lewat situs Weibo, General Manager Redmi, Lu Weibing mengungkapkan nama smartphone Redmi, yakni Redmi K20.

Ini mematahkan prediksi soal smartphone flagship Redmi yang sempat dikira sebagai Redmi X dan Redmi Pro 2.

Dalam unggahannya, Weibing juga menyatakan bahwa nama K20 bukan sekadar kode saja, tapi punya makna tersendiri.

Menurutnya, K20 akan menjadi smartphone flagship killer” yang punya performa tinggi berkat penggunaan spesifikasi khas smartphone flagship.

“K Series itu flagship paling berperforma dari Redmi dan K bermakna The Killer First,” katanya, seperti dikutip dari GSMArena, pada Rabu (15/05/2019).

Meski demikian, ia tidak menjelaskan apa makna dari angka “20” pada smartphone ini. Mungkin saja, ia akan membeberkannya pada acara peluncurannya yang diprediksi tak akan lama lagi.

Redmi K20 sendiri bakal mengusung layar berjenis AMOLED berukuran 6,39 inci dengan resolusi Full HD+. Layarnya bakal dilapisi oleh Corning Gorilla Glass 6 untuk melindunginya dari goresan benda-benda tajam.

Redmi mengadopsi teknologi kamera pop-up 20MP untuk K20. Desain kamera tersebut mirip seperti Oppo F11 Pro atau Vivo V15 yang akan mencuat dari dalam body ketika digunakan.

Smartphone ini juga punya tiga kamera utama, dengan konfigurasi 48MP sebagai lensa utama, 8MP sebagai lensa ultra-wide, dan 16MP sebagai lensa telephoto. Redmi K20 akan ditopang olehprosesor Snapdragon 855, RAM 6GB/8GB, ROM 64GB/128GB/256GB, dan baterai berkapasitas 4,000 mAh yang didukung fast charging 27W.

Sebelumnya, muncul kabar kalau Redmi akan mempersiapkan dua smartphone flagship bertenaga Snapdragon 855, yaitu Redmi K20 dan Redmi K20 Pro yang akan berubah namanya menjadi Pocophone F2. (FHP)

Sumber: GSMArena

Resmi Diluncurkan, Ini Spek dan Harga OnePlus 7 Pro

0

Telko.id, Jakarta – OnePlus 7 Pro resmi melenggang dengan sejumlah teknologi dan desain baru, serta dapur pacu bertenaga. Smartphone flagship OnePlus ini tampil dengan desain fullscreen dengan panel layar yang melengkung di sisi kiri dan kanannya.

OnePlus 7 Pro mengusung layar berjenis Fluid AMOLED berukuran 6,67 inci dengan resolusi QHD+. Layar ini punya refresh rate 90Hz, teknologi HDR10+, dan sensor sidik jari di dalamnya.

Smartphone ini tidak lagi mengadopsi desain layar berponi atau notch. Sebab, OnePlus kini mengusung kamera pop-up mekanik untuk menyimpan sensor 16MP sebagai kamera depannya, sekaligus memaksimalkan aspek rasio layar terhadap body.

{Baca juga: Keren! Hasil Kamera OnePlus 7 Pro jadi Sampul Majalah Populer}

Desain kamera pop-up tersebut mirip seperti Oppo F11 Pro, yang mencuat keluar body ketika digunakan.

Masih soal kamera, ada tiga kamera utama di OnePlus 7 Pro. Masing-masing konfigurasinya adalah, kamera 48MP dengan sensor Sony IMX586 sebagai lensa utama.

Kamera ini punya bukaan besar, tepatnya f/1.6 dan sudah mendukung OIS, EIS, UltraShot HDR+, dan fitur Super Resolution. Lalu kamera 8MP sebagai lensa telephoto dengan kemampuan optical-zoom 3x, serta kamera 16MP sebagai lensa ultra-wide dengan jangkauan 117°.

Membahas soal dapur pacunya, OnePlus 7 Pro ditenagai oleh prosesor Snapdragon 855 dengan sistem pendingin bernama 10-layer vapor chamber. Disematkan juga RAM hingga 12GB dan ROM 256GB, serta baterai berkapasitas 4,000 mAh dengan teknologi Warp Charge 30 (5V/6A).

{Baca juga: Video Ini Ungkap Desain Dual-slider Asus Zenfone 6}

OnePlus 7 Pro tersedia dalam tiga warna, yakni Nebula Blue, Mirror Gray, dan Almond. Smartphone tersebut dibanderol dengan harga mulai dari USD 670 atau Rp 9,6 jutaan untuk versi 6GB/128GB, USD 700 atau Rp 10,1 jutaan untuk versi 8GB/256GB, dan USD 750 atau Rp 10,8 jutaan untuk versi 12GB/256GB.

OnePlus bakal menjualnya secara perdana di Amerika Serikat pada 17 Mei mendatang, dan beberapa negara lainnya seperti Kanada, Eropa, India, China, dan Hong Kong dalam waktu dekat. (FHP)

Waduh, Harga iPhone XS Bisa Naik Gara-gara Perang Dagang

Telko.id, Jakarta – Harga iPhone XS diprediksi akan naik Rp 2,3 jutaan di China. Penyebabnya, adalah perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China yang berkelanjutan.

Seperti diketahui, saham Apple ditutup turun hampir enam persen pada Senin (13/05) waktu setempat, setelah muncul berita tentang eskalasi besar dalam perang dagang AS dan China.

China memutuskan untuk menaikkan tarif untuk beberapa barang AS. Keputusan itu dilakukan setelah Presiden Donald Trump mengancam untuk menaikkan tarif impor China pada minggu lalu.

Perang dagang AS dan China memang memengaruhi banyak saham. Namun, Apple tampaknya menjadi perusahaan yang paling terdampak, karena indeks Dow Jones Industrial turun 2,6 persen dan Nasdaq 3,5 persen.

Menurut laporan CNBC, seperti dikutip Telko.id, Rabu (15/5/2019), Apple sangat rentan terhadap perang dagang antara AS dan China karena dua alasan utama. Pertama, Apple merakit mayoritas iPhone di China.

Melihat kondisi seperti itu, para investor tampaknya harus mengawasi detail saham Apple. Sebab, tidak menutup kemungkinan beberapa produk Apple bisa ikut terjebak dalam “baku tembak” antara AS dan China.

Analis Morgan Stanley, Katy Huberty juga memperkirakan dampak perang dagang ini, dan pengenaan tarif 25 persen untuk iPhone. Ia memprediksi bahwa akan terjadi kenaikan harga iPhone XS hingga USD 160 atau sekitar Rp 2,3 juta di pasar smartphone China.

“Apple memiliki eksposur paling signifikan terhadap ekspor China ke AS untuk barang-barang teknologi. Sebab, perakitan mayoritas perangkat elektronik Apple berlokasi di China,” tulis Huberty dalam catatan. (SN/FHP)

SUmber: CNBC

BlackBerry Mau Rilis Smartphone Baru, BlackBerry Monet?

0

Telko.id, Jakarta – BlackBerry tampaknya masih ingin bersaing di pasar smartphone dunia. Terbaru, muncul informasi tentang BlackBerry Monet, dengan nomor modelnya BBJ100.

Menurut laporan Ubergizmo, smartphone baru BlackBerry hadir dalam dua pilihan, yakni SIM tunggal dan SIM ganda. Sayang, belum ada informasi jelas apakah smartphone itu punya keyboard fisik atau layar sentuh.

Seperti dikutip Telko.id, Selasa (15/05/2019), BlackBerry belum mengonfirmasi apakah Monet merupakan seri flagship atau tidak. Perusahaan ini pun belum memberikan bocoran atau informasi soal waktu peluncurannya.

{Baca juga: BBM Resmi Tamat, BlackBerry Siapkan Penggantinya}

Kali terakhir BlackBerry meluncurkan smartphone adalah pada 2018. Kala itu, perusahaan menghadirkan BlackBerry Evolve dan BlackBerry Evolve X.

Beberapa waktu lalu, CEO BlackBerry, John Chen mengaku lebih skeptis menyoal daya tarik perangkat layar lipat. Ia berpendapat, smartphone layar lipat kurang memiliki daya tarik lantaran minim inovasi.

{Baca juga: BlackBerry Ogah Bikin Smartphone Layar Lipat}

Secara personal, Chen cenderung menginginkan perangkat yang bekerja lebih cepat dengan peningkatan fungsional. Namun, ia tidak ingin perangkat berdimensi lebih tebal dan tanpa peningkatan spesifik.

Chen berpendapat bahwa konsumen pada umumnya menginginkan lebih dari sekadar perangkar berlayar lebih besar. Saat ini, BlackBerry masih terfokus kepada layanan keamanan dan komunikasi, serta software. (SN/FHP)

Sumber: Ubergizmo