spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1209

News Feed Facebook Kini Urutkan Interaksi dengan Teman

Telko.id, Jakarta – Facebook memperbaiki tampilan News Feed di platform. Kini, News Feed Facebook diurutkan berdasarkan interaksi pemilik akun dengan teman. Sebelumnya, News Feed menampilkan semua unggahan teman atau laman yang diikuti.

“Kami ingin menghubungkan orang-orang dengan unggahan yang paling relevan. Kami ingin pengguna merasakan kualitas waktu ketika mengakses Facebook,”,” kata Facebook seperti dilaporkan laman Engadget.

Facebook meminta kepada pengguna untuk menyusun daftar teman yang dianggap dekat. Facebook kemudian akan menganalisis pola komunikasi, apakah mereka sering foto bersama atau berbalas komentar di unggahan.

{Baca juga: Facebook “Haramkan” Konten Terkait Nasionalisme Kulit Putih}

Facebook akan melatih algoritma berdasarkan pola komunikasi seperti itu untuk memprediksi siapa saja yang dekat dengan pemilik akun. Nantinya, interaksi tersebut bakal muncul di News Feed laman Facebook para pengguna.

Pengguna akan melihat unggahan dari orang-orang terdekat di laman teratas News Feed.  Algoritma seperti itu digunakan untuk menentukan unggahan atau tautan apa yang relevan dengan pengguna di Facebook.

{Baca juga: Facebook Ketahuan Simpan 1,5 Juta Kontak Pengguna Tanpa Izin}

Tahun lalu, News Feed di Facebook memberi prioritas kepada berita atau informasi lokal. Facebook melakukannya untuk menampilkan lebih banyak berita dari sumber yang terpercaya secara luas kepada para pengguna.

Lewat metode tersebut, para pengguna dapat melihat lebih banyak berita atau informasi di sekitar di News Feed yang diunggah oleh pembuat berita atau seseorang yang membagikan sesuatu hal yang positif. [BA/HBS]

Sumber: Engadget

Selebgram Ini Dikecam Gara-gara Posting Foto Ciuman di Kereta

Telko.id, Jakarta – Dua selebgram dikecam warganet lantaran mempertaruhkan nyawa untuk sekadar mendapatkan like di Instagram. Selebgram ini adalah sepasang suami istri bernama Jean dan Camille dari Brussels.

Keduanya suka travelling, dan selalu memposting foto saat mereka berlibur di Instagram lewat akun @Backpackdiariez.

Kecaman warganet bermula ketika keduanya memposting foto ciuman ketika sedang berlibur di Sri Lanka.

{Baca juga: Banyak Akal! Programmer Langsung jadi Selebgram “Ngetop” Berkat AI}

Dalam foto, keduanya terlihat berciuman di luar gerbong kereta yang sedang melaju. Si pria, hanya berpegangan menggunakan satu tangan kanannya.

Foto ini akhirnya menuai beragam komentar. Ada beberapa orang berpikir bahwa jepretan itu sebagai foto yang “romantis” dan “luar biasa”. Namun, ada juga yang berpikir bahwa itu adalah sesuatu yang “bodoh”.

“Ini adalah cara bagaimana orang mati. Ini bukan sebuah petualangan, tapi sesuatu yang bodoh. Mempertaruhkan hidup untuk like di Instagram,” tulis seorang warganet.

“Ini sangat berbahaya,” tulis warganet lainnya.

Setelah membaca semua kecaman dan komentar negatif dari netizen, Camille kemudian menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi ketika mereka mengambil foto tersebut. Dia menyebut, bahwa mereka sebenarnya tidak dalam bahaya.

“Ketika kami mengambil gambar, kereta bergerak dengan kecepatan sedang dan jurangnya tidak dalam sama sekali,” jelas Camille, seperti dikutip dari Mirror, Senin (20/05/2019).

Ia menjelasakan, dia dan pasangannya tidak akan pernah mempertaruhkan nyawa hanya untuk sekedar foto yang bagus. Dan, Camille juga mengatakan kalau ada orang ketiga yang telah membantu untuk mengambil foto tersebut.

{Baca juga: Cuma Pamer Jempol Kaki, Selebgram Ini Hasilkan Rp 1,9 Miliar}

“Kita sangat peduli satu sama lain untuk urusan itu,” ucapnya.

“Jalur kereta ini sangat terkenal di Sri Lanka dan kami telah banyak melihat foto di media sosial orang-orang yang nongkrong di pintu, jadi kami tahu kami ingin mencoba ini dan menyiapkannya terlebih dahulu,” pungkas Camille. (BA/FHP)

Sumber: Mirror

Regulasi Pemerintah Dibalik Gempita Fintech dan Kripto

0

Telko.id – Pertumbuhan ekonomi digital melahirkan industri-industri baru yang membutuhkan peraturan dan regulasi yang juga baru. Di antaranya adalah teknologi finansial (Fintech) dan mata uang kripto. Yang kini semakin semarak di masyarakat. Para pemain di kedua industri itu pun berharap mendapat kemudahan agar dapat berkembang di Indonesia.

Berdasarkan peraturan yang ada, yang memberatkan adalah masalah modal awal. Di mana, pelaku industri, misalnya bagi dibisnis kripto harus menyiapkan modal awal sebesar 1 triliun rupiah. Plus harus mempertahankan 80% dana tersebut dan tidak dapat menggunakannya untuk investasi ulang bisnis mereka. Angka ini dianggap terlalu tinggi dan memberatkan.

Lalu, untuk pemain Fintech, OJK menetapkan modal awal sebesar 2,5 miliar rupiah.

Memang, regulasi harus dapat memberikan keseimbangan antara memungkinkan jalannya suatu industri yang dapat mendorong perkembangan ekonomi serta melindungi keamanan dan privasi masyarakat.

“Tantangan yang dihadapi pemain fintech dan kripto saat ini adalah bisa tumbuh stabil dan minim potensi krisis. Dan hal ini harus ditunjang dengan regulasi yang memberikan keseimbangan potensi ekonomi dan keamanan,” tutur Berly Martawardaya, ekonom Universitas Indonesia menjelaskan.

Menurut Berly yang juga merupakan Direktur Riset INDEF tersebut, pemerintah haruslah mendukung kedua industri ini melalui regulasi yang berfungsi sebagai pelindung konsumen maupun sebagai peta panduan (roadmap) bagi kedua industri ini.

“Regulasi sandbox yang dibuat OJK terbukti bisa memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap industri tekfin di Indonesia,” katanya mencontohkan.

Senada dengan itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon Muhammad Lutfi menegaskan bahwa skala prioritas bagi OJK dalam menentukan peraturan untuk pemain P2P di Indonesia adalah perlindungan konsumen pengguna platform baik pihak peminjam maupun yang pemodal. Selain itu, prioritas lainnya adalah penataan dan ketahanan modal penyelenggara.

“Regulasi tentu untuk menata kegiatan bisnis karena sebelumnya belum ada yang mengatur tentang hal tersebut. Jadi bisa menekan angka pemain P2P yang ilegal,” tuturnya.

Lutfi menambahkan, untuk membantu pertumbuhan P2P di Indonesia, selain membuat regulasi, OJK juga bekerja sama dengan asosiasi seperti Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) dalam merumuskan kode etik dan mengkaji ulang aturan secara berkala.

“Kami mengakomodasi masukan-masukan dari para pemangku kepentingan dan mempertimbangkan untuk perkembangan ekosistem tekfin itu sendiri.”

Selain itu, tambahnya, peran OJK dalam mendukung industri ini di tanah air juga dilakukan melalui kegiatan edukasi dan literasi keuangan di berbagai daerah, termasuk skala nasional.

Saat ini, dengan regulasi yang ada, terdapat lebih dari 99 fintek yang telah terdaftar di OJK berdasarkan situs resmi lembaga tersebut. Jumlah peminjam dan pemberi pinjaman itu sendiri telah mencapai 5,16 juta entitas. Hal ini menunjukkan regulasi OJK bisa menstimulus pertumbuhan industri P2P di Indonesia.

Regulasi Industri Mata Uang Digital

Kerjasama dengan berbagai pihak, khususnya regulator dibutuhkan untuk menjamin persyaratan dan peraturan yang konsistensi terhadap kedua industri ini terutama yang berkaitan dengan modal awal serta perlindungan terhadap dana konsumen

Peneliti Center for Infrastructure Development Prasetiya Mulya Business School Josep Bely Utarja mengungkapkan tidak mudah memasukkan teknologi blockchain ke dalam kerangka regulasi yang ada di Indonesia.

“Untuk kripto, Bappebti harus menyadari bahwa meski jalan masuk regulasi ke industri ini adalah dari definisi komoditi, namun sebagaimana BI dan OJK, Bappebti juga memiliki keterbatasan wewenang. Perlu kerjasama dengan otoritas dan regulator lain terkait kripto ini,” tuturnya.

Menurutnya, Bappebti perlu memastikan pasar komoditi kripto berjalan wajar jika ingin pasar berjangkanya bisa tercipta.

“Tantangan regulasinya adalah menciptakan manajemen risiko yang tepat untuk pemegang komoditi kripto milik nasabah, manajemen risiko terhadap peretasan hackers atas hot wallet di centralized exchange, perlindungan nasabah dari manipulasi harga, dan ketidakpastian regulasi seperti legitimasi usaha dan masalah perpajakan terkait transaksi.”

Pasar komoditas kripto perlu diberi dorongan untuk tumbuh dengan memberikan jaminan regulasi yang tidak terlalu memberatkan.

Profesor bidang ASEAN dari Guangxi University for Nationalities, China, Roy Darmawan mengungkapkan pertumbuhan industri digital seperti cryptocurrency saat ini memang berkembang pesat.

“Regulasi perlu konsisten dan bervisi ke depan serta memberikan kepastian jangka panjang. Kebijakan Bappebti harus menumbuhkan industri kripto ke depannya, namun tetap perlu pertanggungjawaban dari sisi security dan likuiditas,” tuturnya.

Menurut akademisi dari Universitas Indonesia tersebut, di Indonesia banyak terjadi perizinan namun di tengah-tengah diumumkan secara terbuka sebagai investasi yang dipandang bahaya.

“Tentu ini merugikan perusahaannya maupun penggunanya.”

Roy menambahkan, era digital memunculkan kreativitas industri yang tidak terbendung. Dan pada umumnya memiliki dampak positif dalam menggerakkan perekonomian.

“Kebijakan Bappebti perlu memiliki visi ke depan sekaligus konsisten dalam jangka pendek maupun jangka panjang terhadap pertumbuhan industri ini,” tutupnya. (Icha)

 

Smartphone Bisa Deteksi Infeksi Telinga, Caranya?

Telko.id, Jakarta Smartphone telah berkembang jauh dari sekedar perangkat untuk melakukan panggilan telepon, mengirim email, memutar musik dan berselancar di Internet. Kini smartphone juga bisa menjadi alat medis, yakni mendeteksi penyakit infeksi telinga. Caranya?

Dilansir Telko.id dari Ubergizmo pada Senin (20/05/2019), peneliti baru-baru ini mengembangkan aplikasi yang bisa mengubah smartphone menjadi alat untuk mendiagnosis infeksi telinga. Nantinya smartphone akan dipasangi kertas berbentuk kerucut dan diarahkan ke lubang telinga.

Aplikasi ini akan berguna bagi orang tua yang ingin mendeteksi kesehatan telinga anaknya. Orangtua bisa melakukan diagnosa awal sebelum membawanya ke dokter jika perlu dilakukan pengobatan.

{Baca juga: Apple Watch Siapkan Fitur Pengelola Kesehatan}

Cara kerja aplikasi ini cukup sederhana. Dengan menggunakan speaker ponsel, aplikasi ini akan menyalurkan suara melalui kertas kerucut ke lubang telinga. Melalui gema suara yang diambil oleh aplikasi, akan diketahui apakah ada cairan di belakang gendang telinga atau tidak.

Sejauh ini berdasarkan tes mereka yang melibatkan sekitar 50 anak, ditemukan bahwa aplikasi itu memiliki akurasi sekitar 85%. Namun ada beberapa pihak menilai jika cairan di belakang gendang telinga mungkin tidak selalu menjadi indikasi infeksi, dan telah menyarankan bahwa pembuat aplikasi menyertakan informasi tambahan kepada orang tua tentang cara menafsirkan hasil sebelum pergi ke dokter.

Inovasi Smartphone untuk dunia kesehatan bukan hal yang baru. Para dokter di Afrika, menggunakan smartphone sebagai pemindai ultrasonografi. Dilansir Telko.id dari Ubergizmo pada Selasa (23/04/2019), seorang dokter di Uganda, Afrika Timur menggunakan ponsel cerdasnya untuk alat pemindai ultrasonografi.

{Baca juga: Dokter di Afrika Jadikan Smartphone untuk Alat Medis}

Diketahui jika ultrasonografi adalah teknik diagnostik pencitraan menggunakan suara ultra yang digunakan untuk mencitrakan organ internal dan otot, struktur, dan luka patologi. Singkatnya, teknik ini berguna untuk memeriksa organ dalam tubuh. [NM/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Ratu Elizabeth II Buka Lowongan Pekerjaan, Gajinya Rp 533 Juta

Telko.id, Jakarta – Ratu Elizabeth II membuka lowongan kerja. Menurut unggahan pihak Kerajaan Inggris, sang ratu sedang mencari pakar media sosial. Tugasnya, mempublikasikan Ratu Elizabeth II secara tepat ke mata dunia.

“Kandidat harus bisa mengolah kanal kerajaan secara menarik sehingga memantik perhatian dunia. Kandidat harus memastikan setiap kunjungan kenegaraan atau hajatan di kerajaan terpublikasikan secara maksimal,” kata pihak kerajaan.

Menurut laman CNET, seperti dikutip Telko.id, Senin (20/05/2019), satu persyaratan bagi pelamar adalah berpengalaman dalam membuat dan mengunggah konten media sosial. Pelamar wajib pula piawai di bidang fotografi dan penyiaran.

Soal gaji, Kerajaan Inggris menyiapkan anggaran sebesar 30.000 poundsterling atau lebih kurang Rp 553 juta per tahun. Kandidat yang dinyatakan lolos juga akan mendapatkan tunjangan serta insentif lain. Pun demikian dengan jatah libur.

Menurut pihak Kerajaan Inggris, pakar komunikasi digital untuk Ratu Elizabeth II bakal pula memperoleh dana pensiun, jatah libur sebanyak 33 hari, makan siang gratis, dan akses pengembangan dan pelatihan media sosial.

Maret 2019 lalu, keluarga kerajaan pernah merilis panduan komunitas media sosial untuk kanal digital, seperti Clarence House dan Kensington Palace. Intinya, pengguna dilarang mengunggah komentar spam,menghina, apalagi mengancam.

Ratu Elizabeth II sendiri tak lagi awam dengan media sosial. Maret 2019, akun Instagram @TheRoyalFamily menampilkan foto kunjungan resmi ke sebuah museum di London, Inggris. Ada pula foto-foto agenda resmi Kerajaan Inggris. (SN/FHP)

Sumber: CNET

Tenang, Google Tetap “Kasih Keringanan” untuk Huawei

Telko.id, Jakarta – Meski Google memutuskan untuk meninggalkan Huawei, namun mereka tetap memberikan keringanan bagi pengguna smartphone Huawei. Raksasa pencarian ini mengizinkan pengguna untuk mengakses dan memperbarui aplikasi via Google Play Store.

Sekadar informasi, smartphone Huawei terancam kehilangan akses ke pembaruan sistem operasi Android di masa mendatang.

Penyebabnya, Alphabet sebagai induk perusahaan Google telah menghentikan kerja sama bisnisnya dengan Huawei.

{Baca juga: Smartphone Huawei Terancam Tidak Didukung Android Lagi}

Keputusan ini membuat Huawei terancam tidak bisa memanfaatkan berbagai layanan Google, termasuk softwarehardware dan sistem operasi, kecuali yang tersedia secara publik melalui lisensi open source.

Konfirmasi Google soal akses Google Play Store sendiri membantah isu yang berkembang selama ini. Pada awalnya, smartphone Huawei dikabarkan tidak akan lagi menerima pembaruan Android dan aplikasi melalui Play Store, dan tidak dapat mengakses layanan Google lainnya.

Dilaporkan phoneArena, seperti dilansir Telko.id pada Senin (20/05/2019), Google menjelaskan jika pengguna Huawei masih akan memiliki akses ke Google Play Store dan keamanan dari Google Play Protect.

{Baca juga: Setelah Google, Giliran Intel dan Qualcomm Musuhi Huawei}

Artinya, pengguna Huawei masih dapat memperbarui aplikasi mereka serta mengunduh aplikasi baru kapan pun mereka mau. Selain itu, beberapa layanan Google seperti Gmail, Google Maps, Google Search, dan Google Assistant akan terus bekerja pada smartphone Huawei.

Asal tahu saja, ditinggalkannya Huawei oleh Google ini menyusul keputusan Donald Trump yang menambahkan Huawei ke daftar hitam perdagangan. Keputusan ini membuat perusahaan asal China tersebut sangat sulit untuk melakukan bisnis dengan mitra asal Amerika. (NM/FHP)

Huawei Tak Gentar Dengan Deklarasi Darurat Nasional Trump

Telko.id – Medio pertengahan Mei ini, Presiden Donald Trump mendeklarasikan kondisi darurat nasional atas ancaman terhadap teknologi Amerika Serikat (AS) pada Rabu (15/5/2019).

Langkah tersebut, dilakukan melalui perintah eksekutif, memberi wewenang kepada Menteri Perdagangan Wilbur Ross memblokir transaksi dalam bidang teknologi informasi atau komunikasi yang “menimbulkan risiko keamanan nasional Amerika Serikat.”

“Presiden Donald Trump mendukung keputusan itu, yang akan mencegah teknologi Amerika digunakan oleh entitas asing dengan cara yang berpotensi merusak keamanan nasional AS atau kepentingan kebijakan luar negeri,” kata Menteri Perdagangan Wilbur Ross dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari CNBC International, Kamis (16/5/2019).

Keputusan tersebut, membuat Huawei Technologies dan 70 perusahaan afiliasi lainnya masuk dalam daftar perusahaan yang tidak boleh membeli perangkat dan komponen dari perusahaan AS tanpa persetujuan pemerintah. Artinya, setiap Huawei akan membeli perangkat dan komponen dari AS atau perusahaan AS maka harus ada lisensi atau persetujuan pemerintah.

Hal ini tentu akan membuat produsen teknologi asal Cina ini terhambat produksinya. Bukan apa-apa, banyak teknologi yang digunakan oleh Huawei ini masih buatan Amerika.

Perusahaan AS pun sudah mulai ‘bergerak’ memblokir nama Huawei dari kliennya. Seperti yang sudah dilakukan oleh Induk usaha Google, Alphabet. Perusahaan ini telah menghentikan sementara berbagai kerja sama bisnis dengan Huawei.

Kemudian berlanjut dengan Intel, Qualcom dan Broadcom. Seperti dikutip Telko.id dari Bloomberg, Senin (20/5/2019), ketiga produsen dan supplier chip ini akan menghentikan kerja sama dengan Huawei dalam waktu dekat. Intel sendiri merupakan pemasok chip server dan prosesor untuk jajaran laptopnya Huawei, sementara Qualcomm menyediakan modem dan prosesor lainnya.

Tak pelak, Huawei pun akan terisolasi dan pasti nya akan mengganggu bisnis Huawei secara keseluruhan.

Tapi tanpa ada ke khawatiran sedikit pun, pendiri dan CEO Huawei Technologies Ren Zhengfei berkomentar, “Mungkin pertumbuhan Huawei akan melambat, tetapi hanya sedikit,” kata nya dihadapan media Jepang sebagai komentar resmi pertamanya setelah pembatasan A.S, seperti dikutip dari Reuters, Senin (20/5/2019).

Bahkan Ren sangat yakin bahwa pertumbuhan pendapatan perusahaan yang didirikannya akan lebih dari 20%.

Dan, Ren juga menyakin bahwa perusahaan yang didirikan, sama sekali tidak melanggar hukum, seperti yang dituduhkan Amerika terhadap Huawei.

Ren Zhengfei menambahkan Huawei memang dipersiapkan menghadapi ‘badai’ seperti sekarang ini dan Huawei akan “baik-baik saja” bahkan jika pembuat chip ponsel AS Qualcomm Inc dan pemasok Amerika lainnya tidak akan menjual chip kepada perusahaannya.

Menurut laporan Bloomberg, Huawei juga telah mempersiapkan kemungkinan ini dengan menimbun chip dari pemasok AS yang bisa membuat perusahaan bertahan dalam tiga bulan mendatang.

Ren Zhengfei menegaskan bahwa Huawei tidak akan menerima instruksi dari pemerintah AS. “Kami tidak akan mengubah manajemen kami atas permintaan AS atau menerima pemantauan, seperti langkah yang diambil ZTE,” katanya.

Akan kah Huawei mampu bertahan dari ‘gerakan’ isolasi yang dilakukan oleh Amerika ini? Mungkin akan terlihat 3 bulan kedepan, ketika persediaan Huawei sudah mulai menipis. (Icha)

Catat! Ini Tanggal Peluncuran Redmi K20

0

Telko.id, Jakarta – Sub-brand Xiaomi, Redmi akhirnya mengumumkan tanggal peluncuran dari smartphone flagship mereka, Redmi K20. Melalui situs Weibo, Redmi mengungkapkan bahwa Redmi K20 akan melenggang resmi pada 28 Mei mendatang.

Melansir dari Indiashopps, Senin (20/05/2019), bos Xiaomi, Lei Jun juga turut membocorkan sedikit spesifikasi dari K20.

Ia mengkonfirmasi kalau smartphone flagship Redmi itu akan memiliki kamera utama 48MP dengan sensor Sony IMX586. Meski demikian, tidak disebutkan bocoran spesifikasi lainnya soal smartphone ini.

{Baca juga: Redmi Ungkap Nama Smartphone “Flagship Killer” Mereka}

Sebelumnya, General Manager Redmi, Lu Weibing lagi-lagi memberikan teaser soal K20. Ia mengatakan, kalau smartphone tersebut bakal mengusung teknologi kamera pop-up yang bisa tahan digunakan hingga 8 tahun.

“Mereka (insinyur Redmi) mengatakan bahwa angka naik turun mencapai 300.000 kali. Dan itu berarti bisa digunakan lebih dari 8 tahun,” ujar Weibing.

{Baca juga: Kamera Pop-up Redmi K20 Bisa Tahan 8 Tahun Naik Turun}

Redmi K20 sendiri bakal mengusung layar berjenis AMOLED berukuran 6,39 inci dengan resolusi Full HD+. Layarnya bakal dilapisi oleh Corning Gorilla Glass 6 untuk melindunginya dari goresan benda-benda tajam.

Smartphone ini juga punya tiga kamera utama, dengan konfigurasi 48MP sebagai lensa utama, 8MP sebagai lensa ultra-wide, dan 16MP sebagai lensa telephoto. Smartphone akan ditopang oleh prosesor Snapdragon 855, RAM 6GB/8GB, ROM 64GB/128GB/256GB, dan baterai berkapasitas 4,000 mAh yang didukung fast charging 27W. (FHP)

Sumber: Indiashopps

Ditinggalkan Android, Bagaimana Nasib Huawei P30 Pro?

0

Telko.id, Jakarta Huawei terancam akan kehilangan dukungan dari sistem operasi Android, usai Alphabet selaku induk perusahaan Google memutuskan untuk tidak lagi bekerja sama dengan mereka. Lantas, bagaimana nasib smartphone Huawei seperti Huawei P30 dan Huawei P30 Pro?

Asal tahu saja, kedua smartphone flagship ini baru saja diluncurkan pada bulan Maret lalu. Smartphone flagship ini menyimpan banyak peningkatan apabila dibandingkan dengan pendahulunya, P20 Pro.

Dilaporkan Android Authority, seperti dikutip Telko.id pada Senin (20/05/2019), kasus ditinggalkannya Google oleh Huawei akan berdampak pada smartphone Huawei yang berjalan di Android.

{Baca juga: Setelah Google, Giliran Intel dan Qualcomm Musuhi Huawei}

“Huawei Technologies akan segera kehilangan akses ke pembaruan untuk sistem operasi Android, dan versi berikutnya dari smartphone di luar China juga akan kehilangan akses ke aplikasi dan layanan populer termasuk Google Play Store dan aplikasi Gmail,” catat Reuters.

Akan tetapi, raksasa pencarian ini mengatakan bahwa smartphone Huawei yang ada sekarang, termasuk Huawei P30 dan P30 Pro, masih tetap dapat menggunakan dan mengunduh pembaruan aplikasi yang disediakan oleh Google. Itu artinya, keputusan raksasa pencarian ini hanya berlaku bagi smartphone Huawei yang akan diluncurkan.

“Kami mematuhi perintah dan meninjau implikasinya. Untuk pengguna layanan kami, Google Play dan Google Play Protect akan terus berfungsi pada perangkat Huawei yang ada,” kata Google.

{Baca juga: Smartphone Huawei Terancam Tidak Didukung Android Lagi}

Kasus ini pun bisa jadi akan berdampak pada sub-brand Huawei, Honor yang sedang bersiap untuk meluncurkan Honor 20 di London, Inggris pada Selasa (21/05) waktu setempat.

Ditinggalkannya Huawei oleh Google ini menyusul keputusan Donald Trump yang menambahkan Huawei ke daftar hitam perdagangan. Keputusan ini membuat perusahaan asal China tersebut sangat sulit untuk melakukan bisnis dengan mitra asal Amerika. (NM/FHP)

Sumber: Android Authority

Setelah Google, Giliran Intel dan Qualcomm Musuhi Huawei

Telset, Jakarta – Setelah Google, Huawei kini ditinggalkan oleh perusahaan teknologi lainnya, yaitu Qualcomm, Intel, dan Broadcom. Ketiganya memutuskan untuk berhenti bekerja sama dengan Huawei, menyusul keputusan Donald Trump yang embargo Huawei dan memasukkannya ke daftar hitam perdagangan.

Ketiga perusahaan ini memutuskan untuk berhenti memasok chip untuk perangkat Huawei.

Dilaporkan The Verge, seperti dikutip Telko.id pada Senin (20/05/2019), Bloomberg mengatakan bahwa karyawan di ketiga pemasok chip terbesar itu telah diberitahu bahwa perusahaan akan embargo Huawei dengan membekukan penawaran pasokan mereka dengan Huawei sampai pemberitahuan lebih lanjut.

{Baca juga: China Kritik AS Terkait Perintah Trump Embargo Huawei}

Selama ini, Intel memberi Huawei chip server dan prosesor untuk jajaran laptopnya. Sementara Qualcomm, menyediakan modem dan prosesor untuk perangkat smartphone Huawei.

Sadar bahwa mereka telah ditinggalkan oleh perusahan-perusahaan asal Amerika, Huawei pun telah mempersiapkan semuanya.

Huawei telah menimbun chip dari perusahaan-perusahaan tadi untuk bertahan setidaknya 3 bulan pasca pemutusan kerja sama. Huawei juga telah mengembangkan alternatif in-house untuk Android dan Windows, untuk tetap bertahan.

Sebelumnya, smartphone Huawei terancam kehilangan akses ke pembaruan sistem operasi Androidi masa mendatang. Penyebabnya, Alphabet sebagai induk perusahaan Google telah menghentikan kerja sama bisnisnya dengan Huawei.

Keputusan ini membuat perusahaan terancam tidak bisa memanfaatkan berbagai layanan, termasuk softwarehardware dan sistem operasi, kecuali yang tersedia secara publik melalui lisensi open source.

“Huawei hanya dapat menggunakan versi publik Android dan tidak akan bisa mendapatkan akses ke aplikasi dan layanan dari Google,” tegas sumber dari Reuters, seperti dikutip pada Senin (20/05/2019).

{Baca juga: Smartphone Huawei Terancam Tidak Didukung Android Lagi}

Ini tentu menjadi “tamparan keras” bagi bisnis smartphone Huawei di luar China. Sebab, smartphone yang berjalan di sistem operasi Android, akan kehilangan akses ke layanan utama Google, seperti Google Play Store, Gmail, YouTube, dan lainnya.

Akan tetapi, raksasa pencarian ini mengatakan bahwa smartphone Huawei saat ini masih tetap dapat menggunakan dan mengunduh pembaruan aplikasi yang disediakan oleh Google. (NM/FHP)

Sumber: The Verge