spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1208

Redmi Note 7S Resmi Diluncurkan, Cuma Segini Harganya

0

Telko.id, Jakarta – Sub-brand Xiaomi, Redmi baru saja meluncurkan Redmi Note 7S untuk melengkapi seri Redmi Note 7. Smartphone ini mengandalkan kamera 48MP sebagai daya tarik utamanya.

Ya, Redmi Note 7S punya kamera ganda di bagian belakang, dengan konfigurasi 48MP aperture f/1.8 sebagai lensa utama, dan 5MP aperture f/2.4 sebagai lensa depth.

Kamera 48MP milik Note 7S mendukung teknologi Quad Bayer, yang menggabungkan 4 piksel menjadi 1. Sehingga, hasil foto secara default bukanlah 48MP, melainkan 12MP dengan detail dan warna yang berkualitas.

Kamera ini juga sudah disematkan kemampuan Night Mode yang mampu membantu penggunanya untuk menangkan foto malam yang lebih baik.

Redmi Note 7S mengusung layar berukuran 6,3 inci dengan resolusi Full HD+, dengan lapisan Gorilla Glass 5. Tepat di atas layarnya, ada notch berbentuk waterdrop sebagai tempat bagi kamera depan dengan resolusi 13MP.

Smartphone ini ditenagai oleh prosesor octa-core 2.2 GHz Snapdragon 660, RAM 3GB/4GB, ROM 32GB/64GB, dan baterai berkapasitas 4,000 mAh dengan Quick Charge 4.0 18W. Spesifikasi tersebut, menopang seluruh proses yang berjalan di atas sistem operasi MIUI 10 berbasis Android 9 Pie.

Melansir dari GSMArena, Selasa (21/05/2019), Note 7S akan tersedia dalam 3 warna, yakni Onyx Black, Saphhire Blue, dan Ruby Red. Smartphone tersebut mulai dijual pada 23 Mei mendatang via Mi Store dan situs Flipkart dengan harga mulai dari USD 158 atau setara Rp 2,2 jutaan. (FHP)

Kamera Oppo Reno Tahan Naik Turun Lebih dari 5 Tahun

0

Telko.id, Jakarta – Salah satu kekhawatiran yang muncul dari desain kamera pop-up pada smartphone adalah daya tahan dari mekanis kamera tersebut. Namun, Oppo sebagai salah satu brand yang merilis smartphone dengan kamera mekanis seperti Oppo Reno dengan desain Pivot Rising Camera, memastikan kalau kameranya punya daya tahan yang bagus.

Menurut PR Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto, Pivot Rising Camera di Oppo Reno maupun Oppo Reno 10x Zoom sudah diuji dengan serangkaian tes untuk memastikan kualitas dan daya tahannya.

Ia mengklaim, bahwa pihaknya telah menguji Pivot Rising Camera sebanyak 200 ribu kali. Apabila dihitung, maka kamera mekanis tersebut bisa bertahan hingga lebih dari 5 tahun dengan asumsi pemakaian (naik turun) sebanyak 200 kali per harinya.

{Baca juga: Bocoran Harga Oppo Reno, Lebih Murah dari Oppo R17 Pro?}

“Daya tahan minimumnya mencapai 5 tahun. Itu saja kan belum tentu orang selfie 200 kali sehari,” katanya, di acara Unlock Your Creativity, di Jakarta, Selasa (21/05/2019).

Oppo Reno sendiri merupakan versi standar dengan spesifikasi kelas menengah atas. Smartphone ini mengusung layar berjenis OLED berukuran 6,4 inci beresolusi Full HD+ dengan dukungan sensor sidik jari di dalamnya.

Reno ditopang oleh prosesor octa-core 2.2 GHz Snapdragon 710, RAM 6GB/8GB, ROM 128GB/256GB, dan baterai berkapasitas 3,765 mAh yang didukung teknologi VOOC 3.0.

Smartphone ini hadir dengan kamera ganda dengan sensor 48MP sebagai lensa utama dan 5 MP. Sementara kamera depannya mengusung pivot rising camera 16 MP.

Reno cocok untuk orang-orang yang suka fotografi, tapi diberi juga baterai besar, kecepatan charge cepat, dan spesifikasi handal. Ini one stop solution untuk fotografi,” jelas Aryo.

{Baca juga: Berkualitas! Ini Hasil Foto Malam dari Kamera Oppo Reno}

Sedangkan Reno 10x Lossless Zoom, punya layar OLED 6,6 inci beresolusi Full HD+ dengan dukungan sensor sidik jari di dalam layarnya.

Digunakan prosesor flagship Qualcomm Snapdragon 855, RAM 6GB/8GB, ROM 128GB/256GB, serta baterai berkapasitas 4,065 mAh dengan VOOC 3.0.

Ada tiga kamera belakang di smartphone ini, masing-masing konfigurasinya adalah lensa utama 48MP Sony IMX586, lensa wide-angle 8MP, dan lensa telephoto 13MP yang bisa memperbesar gambar 5x optical-zoom dan 10x hybrid-zoom. (FHP)

Telkomsel Hadirkan Tiga Pilar Inovasi Digital

0

Telko.id, Jakarta  –  Seiring dengan transformasi Telkomsel menuju digital telco company,  Telkomsel terus mempertegas komitmennya untuk mengakselerasi negeri. Telkomsel memperkenalkan tiga pilar inovasi digital yang terdiri dari The NextDev, Telkomsel Innovation Center (TINC) dan Telkomsel Mitra Inovasi (TMI).

Melalui ketiga pilar tersebut, Telkomsel juga mendorong tumbuhnya para pengusaha startup baru di Indonesia.

“Dalam waktu yang tidak lama lagi, Indonesia akan menjadi salah satu negara dengan kekuatan ekonomi kreatif digital terbesar di Indonesia,” kata Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah, selepas buka puasa bersama di kantor pusat Telkomsel, Jakarta, Senin(20/5/2019).

{Baca juga : Lewat TMI, Telkomsel akan Investasi untuk Startup}

The NextDev, TINC dan TMI merupakan program Telkomsel yang masing-masing telah berjalan dan memiliki kesamaan misi untuk membina perusahaan muda/startup dengan mengasah ketangkasan, keahlian dalam teknologi, serta semangat kewirausahaan. Sinergi tiga pilar inovasi digital ini juga merupakan  bentuk respon Telkomsel atas tantangan di industri telekomunikasi dengan memaksimalkan peluang lain di ekosistem teknologi terkini.

“Sebagai tiga program yang memiliki fokus berbeda dalam tahap perkembangan startup,  kami berupaya untuk mensinergikan  The NextDev, TINC, dan TMI agar memiliki dampak lebih besar bagi perkembangan startup maupun ekosistem digital di Indonesia“, jelas Ririek.

Secara garis besar The NextDev merupakan pilar inovasi digital yang ditujukan khusus untuk mewadahi early stage startup (seed dan pre-series) lokal dengan aplikasi digital yang dapat memberikan solusi bagi masalah sosial di masyarakat.

Sedangkan Telkomsel Innovation Center (TINC) merupakan pilar inovasi digital berupa wadah riset dan pengembangan untuk  para startup di kategori pre-series, dimana para developer dapat berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti penyedia teknologi,  korporasi maupun regulator  dalam pengembangan berbagai solusi digital terutama internet of things (IoT).

Sementara Telkomsel Mitra Inovasi (TMI) merupakan pilar inovasi terbaru Telkomsel yang berfokus melakukan aktivitas investasi pada startup di kategori series A, pre-series B, series B dan pre-series C yang menjanjikan dan memiliki potensi untuk bekerjasama secara sinergis dalam mengakselerasi pertumbuhan mereka dengan memanfaatkan akses pada ekosistem, aset, dan kompetensi yang dimiliki Telkomsel.

Ririek kemudian menyatakan bahwa berbagai wadah inovasi teknologi dari Telkomsel diharapkan dapat mengakselerasi para technopreneur muda untuk merealisasikan ide-ide kreativitas mereka yang sejalan dengan kebutuhan pasar dan mampu memberi nilai tambah secara sosial bagi konsumen. Tidak hanya itu,  hal ini juga menjadi bukti komitmen Telkomsel untuk mengakselerasi negeri.

{Baca juga : Cara Telkomsel Pastikan Jaringan di Ruas Tol Utama di Sumatra dan Jawa Aman}

 

Lebih dari 1.000 Orang Rebutan Dapatkan Oppo Reno

0

Telko.id, Jakarta – Oppo Reno memang belum dirilis secara resmi di Indonesia. Akan tetapi, kehadirannya ternyata disambut positif oleh konsumen Tanah Air. Setidaknya, itu terlihat dari lebih dari ribuan pendaftar yang ingin mendapatkan Oppo Reno dan Oppo Reno 10x Zoom lebih awal.

Sekadar informasi, jelang diluncurkannya Reno ke Indonesia, Oppo menggandeng e-commerce Blibli untuk kegiatan yang bernama “Unlock Your Creativity” yang diselenggarakan dari 17 sampai 21 Mei.

Jadi dalam kegiatan ini, brand asal China itu memberikan kesempatan kepada 100 konsumen Indonesia untuk mendapatkan smartphone flagship ini lebih awal sebelum waktu perilisannya terjadi.

{Baca juga: Reno Lolos TKDN, Oppo Langsung Kasih Penawaran Spesial}

“Kegiatan Unlock Your Creativity merupakan bentuk apresiasi kami kepada konsumen yang telah menantikan kehadiran Oppo Reno,” ujar Aryo Meidianto, PR Manager Oppo Indonesia, di Jakarta, Senin (20/05/2019).

Menurutnya, terhitung sampai hari Senin (20/05) sore, sudah lebih dari 1.300 orang yang mendaftar untuk mendapatkan seri Reno. Ia mengatakan, jumlah itu mungkin saja akan semakin membesar karena sambutan positif konsumen Tanah Air.

“Tadi saya lihat sudah tembus 1.300 lebih pendaftar,” ucapnya.

{Baca juga: Bocoran Harga Oppo Reno, Lebih Murah dari Oppo R17 Pro?}

Nantinya, konsumen yang sudah mendaftar akan dipilih secara acak melalui sistem untuk dipilih menjadi salah satu pembeli yang bisa mendapatkan Reno dengan harga spesial. Oppo akan mengumumkan 100 konsumen terpilih melalui e-mail, akun media sosial, dan Blibli pada 21 Mei 2019.

Sekadar informasi, smartphone ini mengusung layar AMOLED berukuran 6,4 inci. Smartphone itu punya kemampuan lebih di sektor kameranya, khususnya 10x Zoom. Sebab, punya konfigurasi lensa utama 48MP Sony IMX586, lensa wide-angle 8MP, dan lensa telephoto 13MP yang bisa memperbesar gambar 5x optical-zoom dan 10x hybrid-zoom. (FHP)

Telkomsel Siap Manfaatkan Palapa Ring

0

Telko.id, Jakarta – Telkomsel menyatakan siap memanfaatkan jaringan serat optik tulang punggung (backbone) pada proyek Palapa Ring.

Direktur Utamanya Telkomsel, Ririek Ardiansyah mengatakan, meski kita sudah punya jaringan kabel laut sendiri. Untuk menggunakan Palapa Ring, kemungkinan pake itu ada. Akan tetapi kita belum tahu di segmen mana yang akan dipakai.

“Kalau memang ada segmen yang perlu kita lengkapi, berarti potensi untuk dipakai itu ada,”ujar Ririek saat temu wartawan di acara buka bersama media di Jakarta, Senin (20/5/2019).

{Baca juga :10 Ribu BTS Multi-Band Telkomsel Perkuat RAFI 2019}

Ririek juga menjelaskan, untuk persaingan kedepannya sebenarnya Palapa Ring hanya mengcover salah satu dari komponen yang ada. Karena Palapa Ring hanya backbond saja, diluarnya sendiri masih banyak komponen yang harus dipesiapkan seperti BTS-nya dimana dan kapasitasnya sepertia apa.

“Jadi sebenarnya Palapa Ring hanya backbond dimana kalaupun operator semua pake itu bukan berarti tidak ada persaingan, karena diluar itu masih banyak kemungkinan jauh lebih besar” ungkapnya.

Untuk wilayahnya sendiri kemungkinan Telkomsel akan menggunakan wilayah tengah dan timur.

Proyek Palapa Ring adalah salah satu upaya pemerintah dalam membangun ketersediaan layanan jaringan serat optik sebagai tulang punggung bagi sistem telekomunikasi nasional, yang menghubungkan seluruh kabupaten/kota di Indonesia.

{Baca juga : Lewat TMI, Telkomsel akan Investasi untuk Startup}

Dampaknya masyarakat dapat menikmati kecepatan akses data yang lebih merata sehingga memberikan asas manfaat yang dapat meningkatkan kualitas hidup maupun menjadi modal peningkatan kreativitas dan ekonomi di masa mendatang.

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) tengah mendorong operator untuk melakukan pemanfaatan jaringan serat optik Palapa Ring Barat yang telah selesai, agar masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), mendapatkan manfaat maksimal. (MS)

Mantap! Minecraft Telah Terjual 176 Juta Kopi

Telko.id, Jakarta – Penjualan game Minecraft melesat. Microsoft melaporkan jika game tersebut telah terjual lebih dari 176 juta kopi di seluruh dunia, atau terjadi peningkatan dibandingkan laporan 7 bulan lalu.

Dilansir Telko.id dari Ubergizmo pada Senin (20/05/2019) pada laporan di bulan Oktober lalu, Microsoft mengonfirmasi jika pihaknya telah menjual 156 juta kopi game Minecraft secara global. Peningkatan penjualan game Minecraft tidak bisa terlepas dari inovasi yang dilakukan Microsoft.

Dalam laporannya Microsoft menilai jika peningkatan penjualan Minecraft karena pembaruan dan peningkatan, yang dilakukan secara berkala untuk game tersebut.

Ada versi peramban gratis dari game ini, versi Cooperative gameplay atau co-op online, dan sekarang bahkan ada versi Augmented Reality (AR) yang disebut Minecraft Earth.

{Baca juga: Microsoft Penuhi Janji Campakkan Kreator Minecraft}

Microsoft juga mengungkapkan telah memiliki lebih dari 200 juta pengguna di China dan 130 juta pengguna untuk game Minecraft Hour of Code.

Sebelumnya Microsoft mengumumkan game mobile terbaru yakni Minecraft Earth. Game ini menggunakan teknologi augmented reality (AR) dan akan tersedia untuk versi Android dan IoS.

Raksasa software itu mengatakan game ini akan memasuki fase beta pada musim panas ini atau sekitar bulan Juni-Agustus dan pre-registrasi sudah tersedia di situs Minecraft Earth. Berdasarkan informasi awal, pemain nantinya dapat mengumpulkan sumber daya sambil berjalan-jalan mengelilingi area sekitarnya.

{Baca juga: Microsoft akan Bawa Minecraft ke Xbox Game Pass}

Sumber daya ini bisa digunakan untuk membangun proyek konstruksi skala kecil bersama teman atau konstruksi berukuran besar dengan orang lain di lingkungan sekitar. Perlu diketahui jika Minecraft telah menjadi franchise besar setelah sang kreator, Marcus “Notch” Persson menjualnya ke Microsoft sebesar USD 2,5 triliun atau Rp 36,1 triliun (kurs saat ini) pada 2014 silam. [NM/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Catat Rekor, TikTok Terpopuler di App Store

Telko.id, Jakarta – TikTok kabarnya menjadi aplikasi yang paling banyak diunduh di App Store selama lima kuartal berturut-turut. Hal itu terungkap dari hasi kajian lembaga riset Sensor Tower, baru-baru ini.

Menurut Sensor Tower, seperti dilansir laman TechCrunch, selama kuartal I-2019 lalu ada 33 juta unduhan TikTok di App Store. Berturut-turut, di bawah TikTok ada YouTube, Instagram, WhatsApp, dan Messenger.

Yang menarik, dikutip Telko.id pada Senin (20/5/2019), Twitter hanya berhasil menduduki peringkat ke-16 untuk jumlah unduhan di App Store. Sepanjang kuartal I-2019 lalu, Twitter diunduh sebanyak 11,7 juta kali.

{Baca juga: Wow! TikTok Saingi Facebook dengan 1 Miliar Unduhan}

Kalau dihitung berdasarkan jumlah unduhan Twitter di App Store sejak kuartal I-2015, perolehan pada kuartal I-2019 mencatatkan rekor terbaik. Secara rinci, ada peningkatan jumlah unduhan 0,36 persen per tahun.

Tak cuma di perangkat bersistem operasi Android, di gadget berbasis Android pun TikTok berhasil masuk tiga besar. Aplikasi paling banyak diunduh di Android ditempati oleh WhatsApp dengan 199 juta unduhan.

Di bawah WhatsApp, aplikasi terpopuler kedua di Android adalah Messenger. Selanjutnya, secara berturut-turut, ada TikTok, Facebook, dan Instagram. Hal itu menjadi kabar baik setelah layanan streaming video itu sempat menuai masalah.

Beberapa waktu lalu, Apple dan Google menghapus Tiktok dari App Store dan Play Store bagi pengguna di India. Pemerintah khawatir aplikasi berbagi video itu digunakan untuk menyebarkan konten pornografi.

{Baca juga: TikTok Travel Kampanyekan Destinasi 10 Bali Baru}

Pengadilan tinggi India menolak banding Byte Dance, perusahaan yang menaungi TikTok, untuk menunda perintah tersebut. Padahal, kala itu, TikTok tercatat memiliki lebih dari 120 juta pengguna di seluruh India. [SN/HBS]

Sumber: Techcrunch

Lebih Murah, Pemerintah Korsel Akan Beralih ke Linux

Telko.id, Jakarta – Pemerintah Korea Selatan melakukan perubahan besar-besaran pada sistem komputer yang ada di kantor pemerintah. Mereka berencana untuk mengganti sistem operasi dari Windows ke Linux karena biaya penggunaan Linux yang lebih murah.

Dilansir Telko.id dari Engadget pada Senin (20/05/2019), nantinya Kementerian Dalam Negeri dan Keselamatan Negara, akan menguji coba Linux pada perangkat personal computer (PC). Selanjutnya peralihan akan diperluas ke kementerian-kementerian lain di Korea Selatan.

Tidak pasti jenis Linux mana yang akan digunakan pemerintah, dan tidak ada jadwal khusus kapan migrasi akan dilakukan. Namun perlu diketahui jika dukungan Microsoft untuk Windows 7 versi gratis akan berakhir pada 14 Januari 2020.

{Baca juga: Microsoft Danai Proyek AI untuk Penyandang Difabel}

Selain itu Microsoft tak akan lagi menyediakan dukungan untuk pemilik komputer dan laptop yang masih menggunakan sistem operasi itu . Pengguna tak bakal mendapat semua dukungan, termasuk perlindungan dari serangan malware. Pengguna punya waktu setahun sebelum dukungan tak lagi tersedia.

Microsoft juga telah menegaskan bahwa pelanggan korporat dan institusional seperti pemerintah Korsel hanya dapat membayar untuk dukungan pembaruan keamanan Windows hingga Januari 2023 saja.

Raksasa teknologi Amerika Serikat ini akan meningkatkan biaya upgrade setiap tahun mulai 2020 – 2023. Dengan demikian, semakin lama perusahaan menggunakan produk masa lalu itu, akan semakin mahal harganya.

{Baca juga: Dukungan Microsoft untuk Windows 7 Tinggal Setahun}

Microsoft mungkin tidak terlalu memikirkan migrasi sistem yang dilakukan oleh pemerintah Korsel tersebut. Pasalnya Microsoft saat lebih tertarik pada layanan cloud daripada menjual salinan Windows terbaru kepada pemerintah Korsel.

Apalagi rencana untuk berhenti mendukung Windows 7 telah mereka rencanakan sejak lama, karena telah menyiapkan beragam versi terbaru untuk menunjang aktivitas pengguna Windows. [NM/HBS]

Sumber: Engadget

Update Galaxy Watch Hadirkan Fitur Pendeteksi Jantung

0

Telko.id, Jakarta – Samsung kabarnya menghadirkan pembaruan antarmuka One UI Active, fitur kesehatan, dan optimalisasi lain ke jam tangan pintar Galaxy Watch, Gear S3, dan Gear Sport.

Lewat pembaruan itu, dilansir Engadget, pengguna pun jadi memiliki antarmuka jam tangan pintar yang lebih hidup, lebih mudah diurai, dan cocok dengan antarmuka di ponsel Galaxy terbaru.

Tak cukup, pembaruan juga membawa lebih banyak kontrol. Pengaturan jam tangan pintar bisa beralih ke mode sentuh, terdapat Goodnight Mode, serta dilengkapi frekuensi Daily Briefing.

{Baca juga : Lagi, Apple Watch Series 4 Selamatkan Nyawa Nenek 80 Tahun}

Untuk fitur kesehatan, pengguna bisa mengakses pelacakan latihan yang lebih cepat, lebih sederhana melalui aplikasi Samsung Health dan Widget. Ada pula trek renang luar ruangan.

Seperti dikutip Telko.id, Senin (20/5/2019), pembaruan juga membuat pengguna memiliki pendeteksi denyut jantung nan akurat ala Apple Watch serta pelacakan tidur yang lebih rinci.

Belum cukup, pembaruan untuk jam tangan pintar Samsung menawarkan pula daya tahan baterai yang lebih baik dan manajemen memori yang lebih agresif yang menutup aplikasi latar belakang.

{Baca juga: Hebat! Apple Watch Kembali Selamatkan Nyawa Pengguna}

Pengguna masih bisa menyempurnakan pengaturan lain, seperti kecerahan dan batas waktu layar. Dengan begitu, pengguna tak perlu berakhir pekan dengan mengisi ulang daya jam tangan pintar.

Sumber: Engadget

Duet Microsoft-Sony Bakal Ancam Google Stadia

Telko.id, Jakarta – Microsoft dan Sony mengumumkan kerja sama pengembangan layanan cloud gaming. Pengembangan cloud gaming di Microsoft Azure bertujuan untuk mendukung layanan game dan konten streaming milik dua perusahaan.

Menurut laporan The Verge, nantinya layanan streaming konten dan game dari Sony akan menggunakan Microsoft Azure. Kerja sama Microsoft dengan Sony bakal menyertakan pengembangan platform yang lebih baik untuk kreator konten.

Kemungkinan besar, Microsoft dan Sony bekerja sama untuk membuat layanan untuk kreator dan komunitas gaming. Dengan kata lain, Microsoft dan Sony akan bekerja sama dalam pengembangan cloud gaming.

Kolaborasi antara Microsoft dan Sony menjadi ancaman buat pebisnis cloud, yakni Amazon. Bersama Microsoft, Sony akan mendapatkan dukungan infrastruktur cloud guna melawan Google, yang beberapa waktu lalu menghadirkan Stadia.

{Baca juga: Dua Game Ini Bakal Tersedia di Google Stadia}

Selain cloud gaming, duet Microsoft dan Sony juga akan mengembangkan bisnis di bidang semikonduktor dan kecerdasan buatan. Mereka akan mengembangkan solusi sensor gambar cerdas yang menggunakan Azure AI.

“Sony adalah pemimpin di ranah hiburan dan teknologi. Kerja sama kami akan membawa kemampuan Azure dan Azure AI untuk perangkat Sony guna penyediaan layanan gaming dan hiburan baru,” kata CEO Microsoft, Satya Nadella.

Seperti diketahui, Google akhirnya mengumumkan layanan streaming game yang diberi nama Stadia pada ajang Game Developers Conference (GDC) 2019. Layanan tersebut sebelumnya diuji coba dengan nama Project Stream.

{Baca juga: Google Perkenalkan Layanan Streaming Game “Stadia”}

Dengan logo yang menyerupai ikon sinyal WiFi, layanan ini hadir bersama controller yang paten desainnya sempat beredar lebih dulu. Desainnya tidak berbeda jauh dengan yang diumumkan, namanya Stadia Controller. [BA/HBS]

Sumber: The Verge