spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1113

Telkomsel Tunggu Draft Aturan IMEI dari Kemenperin

0

Telko.id, Jakarta Telkomsel menyatakan belum bisa berkomentar terkait regulasi IMEI, karena hingga kini masih menunggu draft aturan IMEI dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan kementerian terkait. Meski begitu, mereka memastikan siap mendukung aturan tersebut.

Menurut Manager External Media Relations Telkomsel Singue Kilatmaka operator telekomunikasi seperti Telkomsel masih menunggu terkait draft regulasi tersebut diberikan kepada operator.

“Posisi sekarang itu operator belum banyak bicara karena draft-nya belum di-shared seperti apa,” kata Singue di Kantor Telkomsel, Jakarta, Senin (15/07/2019).

{Baca juga: Gandeng Google, Telkomsel Perkenalkan ‘Android Zero Touch’}

Singue menambahkan, bahwa operator melalui Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Indonesia (ATSI) telah melakukan dialog terkait regulasi tersebut. Dirinya meyakini jika regulasi IMEI telah digodok dengan matang seperti saat pemerintah menetapkan aturan terkait registrasi kartu prabayar.

“ATSI mewakili operator. Jadi kita tinggal menyesuaikan dan tunggu terkait regulasi tersebut. Apalagi draft-nya juga belum keluar,” tambah Singue.

Dia juga memprediksi jika aturan sudah ditetapkan, maka pemblokiran ponsel ilegal tidak berlangsung lama. Ketika operator menerima data dari Kemenperin terkait IMEI ponsel yang bermasalah maka operator bisa melakukan pemblokiran.

“Jika dicek pemerintah ternyata (ponselnya) bermasalah, maka kita langsung block. Yang di-block itu bukan kartu prabayarnya tapi IMEI-nya. Jadi IMEI tersebut tidak bisa digunakan oleh semua operator,” jelas Singue.

Sebelumnya Regulasi tentang aturan IMEI (International Mobile Equipment Identity) oleh pemerintah mulai menemukan titik terang. Jika tidak ada halangan, aturan tersebut akan ditetapkan pada bulan Agustus 2019 ini.

{Baca juga: Seberapa Ampuh Aturan IMEI Bisa Berantas Ponsel BM?}

Rencana penerapan aturan IMEI tersebut dikonfirmasi langsung oleh Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kominfo, Ismail beberapa waktu lalu.

Ismail mengatakan bahwa peraturan akan ditandatangani oleh Menkominfo Rudiantara, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita dan Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto. [NM/HBS]

Buntut Diembargo, Huawei AS akan PHK Ratusan Karyawan

Telko.id, Jakarta – Ada rumor bahwa Huawei berencana memangkas jumlah pegawainya di luar China, dengan melakukan PHK ratusan karyawan yang bekerja di Amerika Serikat (AS). Semua tak lepas dari embargo yang diterapkan oleh Presiden Donald Trump terhadap perusahaan asal China itu.

Seperti diketahui, pemerintah AS memasukkan Huawei ke daftar hitam. Dengan kebijakan tersebut, Huawei sulit bekerja sama dengan perusahaan Negeri Paman Sam. Kebijakan itu pun menyengsarakan perusahaan tersebut.

{Baca juga: Klarifikasi Trump, Gedung Putih: Huawei Tetap Masuk Daftar Hitam}

Menurut CNBC, Huawei akan memecat para pegawai di divisi pengembangan bernama Futurewei. Futurewei diketahui mempunyai 850 pegawai di lab riset dan pengembangan di Texas, California, serta Washington.

Seperti dikutip Telko.id, Senin (15/7/2019), total ada 1.500 pegawai di AS. Asal tahu saja, perusahaan ini berfokus kepada penjualan alat telekomunikasi untuk operator nirkabel di pedesaan.

Beberapa waktu lalu, Trump memberi sinyal akan meringankan sanksi embargo. Pemerintah AS kemungkinan bakal memberi lisensi sementara kepada produsen asal China itu demi nasib para pengguna.

Juru bicara Departemen Perdagangan AS mengatakan, Trump akan memberi lisensi sementara untuk mencegah gangguan layanan jaringan dan peralatan yang masih digunakan oleh penyedia internet.

{Baca juga: Huawei Daftarkan Merek Dagang untuk OS Baru, Harmony}

Seperti diketahui, sejumlah penyedia internet dan operator nirkabel di daerah pedesaan dan berpenduduk rendah di AS sekarang masih menggunakan perangkat Huawei. Sebut saja Oregon bagian timur dan Wyoming. [SN/HBS]

Sumber: CNBC

NBA dan NFL akan Manjakan “Apple Fanboy” di Setiap Pertandingan

Telko.id, Jakarta – Kompetisi NBA serta NFL akan menerapkan teknologi terkini dalam setiap pertandingannya. Kabarnya, kompetisi basket dan football di Amerika Serikat itu bakal memakai iPhone untuk mendukung kemeriahan laga.

Pengurus NBA dan NFL sudah menyampaikan niat tersebut pada konferensi Allen & Co di Sun Valley. Nantinya, penonton yang menggunakan iPhone bisa mengakses data pertandingan serta membeli suvenir NBA dan NFL secara langsung.

Menurut laporan Apple Insider, seperti dikutip Telko.id, Senin (15/07/2019), pengelola NBA dan NFL juga ingin memakai iPhone untuk menghadirkan pengalaman secara lebih menarik dalam menonton setiap pertandingan dalam format live streaming.

Komisioner NBA, Adam Silver mengatakan bahwa ke depan para penonton bisa memanfaatkan teknologi seperti Augmented Reality atau AR. Dengan begitu, mereka punya pengalaman baru ketika mengakses pertandingan melalui iPhone.

Komisioner NFL, Roger Goodell pun menggadang pada masa mendatang ada sarana yang bisa melacak data demografi penonton dan menghadirkan fasilitas Wi-Fi di stadion. Dengan demikian, sensasi dalam menonton pertandingan jadi lebih asyik.

Satu hal lagi yang masih membutuhkan negosiasi, pengelola NBA maupun NFL berharap Apple memperbolehkan aplikasi taruhan di iPhone supaya atmosfer pertandingan lebih terasa. Terlebih, di App Store sudah tersedia aplikasi taruhan berlisensi.

Selain pemakaian iPhone, belum lama ini pengelola NBA juga menghadirkan seragam canggih untuk pemain. Nomor punggung dan nama di seragam tersebut bisa berganti, semisal dari Kemba Walker menjadi Stephen Curry, dan terakhir Michael Jordan. (SN/FHP)

Sumber: Apple Insider

Waduh! iPhone 6 Milik Bocah 11 Tahun Terbakar Sendiri

0

Telko.id, Jakarta – Ada kabar tak sedap dari Apple fanboy cilik bernama Kayla Ramos, yang menyebutkan iPhone 6 miliknya secara tiba-tiba terbakar sendiri, tanpa sebab yang jelas. Menurutnya, ponsel itu terbakar saat dipegang, bukan saat di-charge.

Beruntung, Kayla tidak mengalami luka yang berarti. Demikian pula orang-orang di sekitarnya. Mereka hanya kaget. Namun, sebagian selimut milik Kayla tampak hangus terkena percikan api.

{Baca juga: Bukan “Made in China”, iPhone di Eropa Buatan India}

“Ketika sedang memegang ponsel itu, saya seketika melihat percikan api. Percikan sampai berterbangan ke mana-mana. Saya lalu melemparkan ponsel ke atas selimut,” ujar Kayla.

Dikutip Telko.id dari Ubergizmo, Senin (15/7/2019), belum diketahui apa penyebab iPhone 6 milik Kayla tiba-tiba terbakar. Apple sudah menghubunginya untuk menawarkan penggantian.

Tak hanya itu, Apple juga ingin menyelidiki tentang penyebab kebakaran. Kemungkinan besar, ponsel milik bocah ini terbakar gara-gara kabel rusak atau pemakaian pengisi daya tak asli.

Bisa juga, ponsel tersebut terbakar karena ada kerusakan baterai. Meski demikian, semua masih dugaan. Apple masih mencoba melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait hal tersebut.

Beberapa waktu lalu, kasus serupa terjadi di Palm Harbor, Florida, Amerika Serikat. Sebuah iPhone 6 Plus meledak ketika sepasang suami istri sedang terlelap cukup pulas di tengah malam.

{Baca juga: Wah, iPhone 6 Plus Terbakar Saat Pemiliknya Terlelap}

Tiba-tiba, iPhone 6 Plus milik sang istri terbakar. Sebelum terbakar, iPhone 6 Plus itu sedang dalam proses pengisian baterai hingga akhirnya terjadilah insiden yang mengejutkan tersebut. [SN/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Awas! Gamers Fortnite Jangan Update iOS 13 Beta!

Telko.id, Jakarta – Epic Games mengimbau kepada para pemain game Fortnite di iPhone dan iPad agar tidak menginstal pembaruan iOS baru versi beta. Sebab, iOS 13 beta akan mengakibatkan problem stabilitas game.

“Kami menemukan problem stabilitas di iOS 13 beta untuk game Fornite versi mobile. Karenanya, kami merekomendasikan kepada pemilik iPhone dan iPada untuk tidak menggunakan iOS 13 beta,” demikian ujar Epic Games.

{Baca juga: Siap-siap! Fortnite Season 10 Rilis 1 Agustus}

Epic Games menyampaikan imbauan itu via akun Twitter. Epic Games meminta kepada pemain Fortnite di iPhone dan iPad menahan diri menginstal iOS 13 beta public. Sayang, Epic Games tak mengungkap alasan soal permasalahan stabilitas itu.

Menurut Cult of Mac, Epic Games juga tidak memberikan indikasi kapan pemain Fortnite di iPhone dan iPad bisa mendapatkan perbaikan. Epic Games kemungkinan belum memiliki optimasi Fortnite untuk iOS 13.

Baru-baru ini, sebuah kabar baik datang bagi penggemar Fortnite. Musim lanjutan dari game tersebut, yakni Fortnite Season 10, akan dirilis pada 1 Agustus 2019. Artinya, Fortnite Season 9 akan berjalan sedikit lebih lama dari biasanya

Kenapa? Final Piala Dunia Fortnite diadakan menjelang akhir Juli 2019 dan perubahan musim selalu berdampak kepada peta dan gameplay. Akibatnya, akan perlu adanya perubahan strategi.

Nah, karena Epic Games ingin memastikan para finalis bermain di lapangan yang sama yang mereka kenali, season 9 membutuhkan waktu lebih lama untuk diselesaikan daripada musim-musim sebelumnya.

{Baca juga: Keuntungan Memakai Internet Download Manager & Cara Install IDM 2019}

Masih menurut laporan, Fortnite season 10 ini akan dimulai tepat setelah season 9 berakhir, di awal 1 Agustus. Rincian skin dan Battle Pass baru baru akan diungkap dalam waktu dekat. [BA/HBS]

Sumber: Cult of Mac

Kolaborasi Ini Bisa Buat Transformasi Digital Dari 5 Bulan Jadi 5 Menit!

0

Telko.id – Transformasi digital untuk sebuah perusahaan saat ini menjadi keharusan. Tapi banyak kendala sehingga tidak jadi melakukan transformasi. Itu sebabnya, Telkomsel bersama Google kerjasama yang diberi nama AndroidTM zero-touch enrollment, diperuntukan bagi perusahaan.

Langkah ini menurut Telkomsel memiliki pasar yang sangat luas. Di mana, menurut data ada 27 juta perusahaan di Indonesia, dari berbagai level dan industry. Dan 85% ingin melakukan transformasi, tetapi pada kenyataanya hanya 34% saja yang benar-benar melakukan transformasi digital

“Salah satu yang menjadi kendala adalah masalah waktu. Kalau sebuah perusahaan mau melakukan transformasi digital harus dilakukan selama 5 bulan karena harus men-deployment, instaliasi aplikasi dan juga setup perangkat yang jumlah nya puluhan atau malah ratusan device. Tentu itu membuat mundur para perusahaan untuk bertansformasi,” Dharma Simorangkir, SVP Enterprise Account Management Telkomsel menjelaskan.

Nah, dengan adanya Android zero-touch enrollment ini, perusahaan lebih mudah melakukan setup perangkat instalasi aplikasi dan konfigurasi karena tidak perlu dilakukan secara manual. “Bahkan bisa dilakukan hanya dalam jangka waktu 5 menit saja,” tegas Dharma.

Karyawanpun dapat lebih mudah dan cepat dalam  mendukung bisnis perusahaan.

Pada tahap awal, Telkomsel dan Google bekerjasama untuk security terlebih dahulu.

Di mana, Android zero-touch enrollment menjamin keamanan perangkat dengan enkripsi dan system keamanan berlapis yang memungkinkan perusahaan untuk mengurangi ketergantungan terhadap internal IT Support.

Selain itu, layanan ini dapat digunakan pada berbagai merk smartphone ydengan sistem operasi Android sehingga memudahkan perusahaan dalam menentukan smartphone yang sesuai kebutuhan dan anggaran.

“Kemitraan untuk menghadirkan Andorid zero-touch enrollment ini sesuai dengan komitmen Telkomsel untuk terus mengakselerasikan dunia bisnis dalam negeri melalui solusi digital yang inovatif. Kami berharap efisiensi bisnis yang dihasilkan dari pemanfaatan teknologi yang kami hadirkan ini dapat membantu menciptakan ekosistem digital Indonesia yang lebih efisien”, tutup Dharma.

“Ke depan, akan banyak kerjasama-kerjasama lain lagi yang memudahkan perusahaan di Indonesia untuk melakukan transformasi digital”, tutup Dharma. (Icha)

Gandeng Google, Telkomsel Perkenalkan ‘Android Zero Touch’

0

Telko.id, Jakarta – Telkomsel terus berupaya untuk mendorong transformasi digital di perusahaan. Melalui Telkomsel myBusiness, operator pelat merah ini mengumumkan aliansi strategis dengan Google untuk menghadirkan Android Zero-Touch Enrollment bagi perusahaan.

Menurut SVP Enterprise Account Management Telkomsel Dharma Simorangkir berdasarkan survei dari IDC secara global, dari 85% perusahaan yang ingin melakukan transformasi digital, ternyata baru sedikit yang benar-benar melakukannya.

“Saat ini baru ada 34% yang melakukannya. Bahkan di Asia bisa lebih sedikit dari itu,” kata Dharma di Telkomsel Smart Office Jakarta, Senin (15/07/2019).

{Baca juga: Musim Haji 2019, Telkomsel Siapkan Posko Siaga Haji}

Android Zero-touch Enrollment adalah teknologi yang bisa melakukan pengaturan perangkat milik perusahaan tanpa hambatan dan dengan cepat. Didukung oleh jaringan Telkomsel, Android Zero-touch memungkinkan proses deployment dilakukan secara online dan massal.

Menurut Dharma Android Zero-touch Enrollment merupakan teknologi yang memudahkan perusahaan dalam melakukan pengaturan perangkat instalasi aplikasi. Dari yang biasanya membutuhkan 5 bulan, namun berubah menjadi 5 menit saja.

“Melalui Android Zero-touch Enrollment perusahaan lebih mudah melakukan setup perangkat instalasi aplikasi dan konfigurasi karena tidak perlu dilakukan secara manual. Dahulu menginstal membutuhkan waktu 5 bulan, tapi sekarang hanya 5 menit saja,” tambah Dharma.

Android zero-touch enrollment juga menjamin keamanan perangkat dengan enkripsi dan sistem keamanan berlapis yang memungkinkan perusahaan untuk mengurangi ketergantungan terhadap internal IT Support.

Selain itu layanan ini dapat digunakan pada berbagai merek smartphone dengan sistem operasi Android, sehingga mudahkan perusahaan dalam menentukan smartphone yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran.

“Kemitraan untuk menghadirkan Android Zero-touch Enrollment ini sesuai dengan komitmen Telkomsel untuk terus mengakselerasikan dunia bisnis dalam negeri,” ucap Dharma.

{Baca juga: Telkomsel Terus Kembangkan Jaringan 5G di Indonesia}

Transformasi digital dinilai bisa meningkatkan kinerja perusahaan. Pasalnya sebuah perusahaan yang pernah bercerita kepada Telkomsel mengatakan bahwa setelah melakukan transformasi terjadi peningkatan pendapatan hingga 16%.

“Kami berharap efisiensi bisnis yang dihasilkan dari pemanfaatan teknologi yang kami hadirkan dapat membantu menciptakan ekosistem digital yang lebih efisien,” tutup Dharma. [NM/HBS]

Game Hearts Segera Almarhum, Ini Kata Microsoft

Telko.id, Jakarta – Microsoft akan menghilangkan beberapa game digital via Internet seperti game Hearts, Spades, Checkers, Backgammon, dan Reversi. Demikian halnya MSN Go dalam berbagai versi di Windows XP, Windows ME, dan Windows 7.

Permainan-permainan tersebut bakal  menghilang dari sistem operasi Windows XP dan Windows ME pada 31 Juli 2019 mendatang. Meski demikian, permainan-permainan itu masih akan ada di Windows 7 hingga 22 Januari 2020 nanti.

“Dengan berat hati kami mengambil keputusan. Waktu terus berjalan. Kami terus mengembangkan perangkat keras dan perangkat lunak untuk menginvestasikan sumber-sumber daya menuju teknologi-teknologi terbaru,” ujar tim Microsoft.

{Baca juga: Xbox Live Bakal Terintegrasi ke Perangkat iOS dan Android}

Menurut laporan CNET, Microsoft sekarang memilih fokus kepada pengembangan dan peluncuran layanan streaming xCloud Xbox. Berdasarkan informasi, layanan tersebut bakal tersedia pada Oktober 2019 mendatang.

Layanan itu akan menawarkan permainan melalui perangkat seperti ponsel pintar dan tablet, serta memainkan lebih dari 3.500 judul dalam daftar perpusatakaan permainan Xbox One. Begitu pula untuk 1.900 judul yang masih dalam pengembangan.

“Proyek xCloud merupakan penempatan Xbox dalam pusat data. Kami akan mempersilakan orang-orang untuk mengaksesnya,” tambah Kepala Xbox Microsoft, Phil Spencer, dalam penyelenggaraan E3 pada Juni 2019 lalu.

Belum lama ini, Microsoft membawa Immersive Reader ke Minecraft: Education Edition. Alat itu akan memungkinkan pengguna memperluas teks dalam dialog karakter, pengaturan, serta papan.

{Baca juga: Microsoft Siapkan Xbox Pass untuk Gamer PC}

Immersive Reader akan menentukan setiap kata saat disorot sehingga pengguna dapat mengikuti. Di sana terdapat gambar khusus Minecraft untuk kata-kata seperti “Creeper” dan “Mooshroom”. [BA/HBS]

Sumber: CNET 

Gempa Maluku Utara, Telkomsel Pastikan Layanannya Tetap Normal

0

Telko.id, Jakarta – Telkomsel memastikan layanannya di Ternate dan Kabupaten Halmahera Selatan tetap dapat dinikmati secara normal oleh para penggunanya, pasca gempa Maluku Utara magnitudo 7,2 yang mengguncang wilayah Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara pada Minggu (14/07).

Dijelaskan VP ICT Network Management Area Pamasuka Telkomsel, Samuel Pasaribu, layanan voice, SMS, hingga layanan data Telkomsel bisa dimanfaatkan oleh para pengguna di wilayah terdampak karena tidak ada gangguan yang bersifat masif.

Samuel mengatakan, sebagian kecil layanan BTS Telkomsel memang sempat mengalami gangguan. Namun pihaknya telah mengatasi gangguan tersebut seiring pulihnya keseluruhan pasokan listrik dari PLN yang sebelumnya padam di sejumlah titik.

“Manajemen Telkomsel turut prihatin atas bencana gempa bumi yang terjadi di Ternate dan Kabupaten Halmahera Selatan,” katanya.

“Semoga warga terdampak diberi ketabahan untuk proses pemulihan lebih lanjut,” jelasnya.

Samuel memastikan juga bahwa pihaknya telah mengambil langkah cepat dengan mensiagakan dan memaksimalkan perangkat Mobile Backup Power (MBP) sebagai langkah antisipasi ke depan di sejumlah titik yang terdampak bencana.

Sekadar informasi, gempa magnitudo 7,2 terjadi mengguncang wilayah Labuha, pada pukul 18.10 WIT. Selain di wilayah Labuha dan Maluku Utara, guncangan gempa juga dirasakan di daerah Obi V MMI, Labuha III MMI, Manado, Ambon II-III MMI, Ternate, Namlea, Gorontalo, Raja Ampat, Sorong, dan Bolaang Mongondow II MMI. (FHP)

Oppo Bangun R&D Baru Demi Percepat Inovasi Smartphone dan IoT

Telko.id, Jakarta – Oppo telah lama berkomitmen untuk melakukan pengembangan inovasi teknologi smartphone secara global. Untuk merealisasikan komitmen tersebut, brand asal China ini akhirnya membangun pusat penelitian dan pengembangan (R&D) di Chang’an, Dongguan, provinsi Guangdong, China.

Menurut Wakil Presiden Oppo, Eric Zhu, pihaknya telah menggelontorkan dana sekitar 10 miliar RMB atau setara dengan Rp 21 triliun di tahun 2019 untuk membangun R&D Oppo ini.

“Kami sangat senang secara resmi akan membangun pusat Litbang baru Oppo di Chang’an,” katanya, dalam keterangan resmi yang diterima Telko.id pada Senin (15/07/2019).

{Baca juga: Kualitas Reno 10x Zoom, Kata Fotografer Profesional Darwis Triadi}

“Ini akan memainkan peran strategis perusahaan dalam upaya melakukan penelitian dan pengembangan serta meningkatkan kemampuan teknologi, dan mempercepat implementasi inovasi teknologi pada produk kami selanjutnya,” jelasnya.

Nantinya, R&D Oppo akan memudahkan rencana Oppo untuk menghadirkan perangkat dan layanan canggih di masa mendatang. Pasalnya, mereka bakal melakukan berbagai usaha pengembangan dan penelitian, desain dan pengujian berbagai perangkat pintar, termasuk smartphone dan produk IoT.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Oppo Terbaru}

Pusat litbang Oppo sendiri dibangun di atas area seluas 82.000 meter persegi di kawasan Greater Bay Area China. Kawasan ini merupakan koridor inovasi sains dan teknologi di kawasan Guangdong – Shenzhen.

Area seluas itu akan berdiri setidaknya 10 menara-menara kaca, termasuk kantor, pusat pengembangan bakat, R&D, pusal penelitian internet seluler, dan pusat pengujian. Oppo bekerja sama dengan firma arsitektur Kohn Pedersen Fox Associates untuk merealisasikan pembangunannya ini. (FHP)