spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1104

Respawn Peringatkan Cheater Pakai Keyboard-Mouse

Telko.id, Jakarta  – Respawn Entertainment, telah memberi peringatan terkait keyboard-mouse. Pengembang game Apex Legends itu mengaku memiliki metode untuk menemukan cheater yang memanfaatkan skema kontrol itu.

Menurut laporan Ubergizmo, Manajer komunitas Respawn menyebutkan dalam pembaruan terbaru Apred Legends telah ada tes secara internal untuk mengetahui pemain mana yang telah menggunakan skema kontrol tersebut.

{Baca juga: Unik! Respawn akan Pertemukan Pemain Curang di Apex Legends}

Menggunakan skema kontrol keyboard-mouse pada konsol memungkinkan cheater untuk membidik senjata yang lebih cepat dan lebih akurat. Ini jelas menempatkan pemain lain dengan konsol konvensional pada posisi yang kurang menguntungkan.

Xbox One menerima dukungan keyboard dan mouse pada November tahun lalu. Solusi khusus dari produsen aksesori pihak ketiga baru tiba di pasar tak lama setelahnya. Beberapa game telah menambahkan dukungan serupa.

Namun, beberapa pemain juga telah menggunakan XIM Adapter sebagai  skema kontrol alternatif. Mereka “membodohi” Xbox One untuk membidik sasaran dalam permainan, berpikir bahwa pengaturan keyboard/mouse adalah gamepad.

Sebelumnya, Respawn tidak memberi toleransi untuk setiap kecurangan yang dilakukan oleh pemain. Pengembang menyatakan tak akan lagi membuang waktu untuk melarang keberadaan mereka.

Respawn punya ide lain untuk memberikan “pelajaran” bagi para pemain yang tak sportif itu. Para pemain curang akan saling dipertemukan. Respawan mengembangkan teknologi pelarangan otomatis untuk pemain curang.

{Baca juga: Respawn akan Banned Permanen Pemain AFK di Apex Legends}

Mereka tidak akan mengizinkan pemain curang untuk merusak pengalaman orang lain di game Apex Legends. Selain itu, mereka juga meningkatkan sumber daya dan melakukan pekerjaan berkelanjutan untuk beradaptasi. [BA/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Peringatan untuk Pengguna FaceApp: Jangan Kasih Data Foto!

Telko.id, Jakarta – Kontroversi mengenai FaceApp masih ramai diperbincangkan. Namun di tengah prahara tersebut, pelajaran penting yang bisa dipetik dari masalah ini adalah masih banyak pengguna aplikasi yang tidak menyadari nilai data pribadi mereka.

Menurut pengamat keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya bahwa sebenarnya pengguna  memberikan hak kepada FaceApp untuk menyimpan foto. Hal tersebut sudah dilakukan saat User License Agreement (EULA) atau perjanjian antara pembuat dan pengguna aplikasi disetujui.

{Baca juga: Heboh Filter Wajah Tua FaceApp, Amankah Privasi Data Pengguna?}

“Data yang disimpan adalah data foto yang digunakan untuk FaceApp dan di dalam ketentuan memang pengguna memberikan hak kepada FaceApp menggunakan foto tersebut,” jelas Alfons kepada Tim Telko.id pada Rabu (24/07/2019).

Jika mengacu pada EULA tersebut, maka sebenarnya keliru jika FaceApp dinilai menyalahgunakan data pengguna. Menurut Alfons, aplikasi itu baru bisa dikatakan menyalahgunakan data jika mereka menjual data pengguna ke pihak ketiga.

“Kalau FaceApp menggunakan data itu sebatas untuk kepentingan yang disebutkan dalam EULA, mereka tidak salah. Kecuali FaceApp menjual data tersebut kepada pihak ketiga, itu baru melanggar hukum,” tambah Alfons.

Tapi ada satu hal yang luput dari perhatian pengguna, yakni soal data pribadi. Menurut Alfons kasus FaceApp ini membuktikan jika para pengguna tidak menyadari betapa pentingnya data diri mereka di dunia digital.

“Ada satu hal yang penting. Mungkin pengguna FaceApp tidak menyadari nilai dari data dirinya. Saat ini komoditas paling berharga di dunia adalah data, lebih berharga melebihi tambang dan mineral,” tutur Alfons.

{Baca juga: Kominfo Himbau Masyarakat Hati-hati Unduh FaceApp}

Untuk itu Alfons menyarankan kepada pengguna agar lebih bijak untuk menjaga data pribadi mereka. Pengguna harus berpikir kembali jika menggunakan aplikasi yang mengharuskan pengguna untuk membagi foto atau data mereka.

“Jadi tidak disarankan menggunakan aplikasi yang meminta hak menggunakan wajah kita dan kita memberikan hak menggunakan wajah kita kepada satu perusahaan hanya karena boleh menggunakan aplikasi,” tutup Alfons. [NM/HBS]

Viral! Pesanan Go-food Rich Brian Diantar Sampai New York

Telko.id, Jakarta – Biasanya mitra Gojek yang membawa pesanan makanan Go-food mengantarkan pesanan ke pelanggan dengan jarak yang tidak terlalu jauh. Tapi, beda kasusnya dengan rapper asal Indonesia, Rich Brian yang mendapatkan pesanan Go-Food yang diantar lintas negara.

Semuanya berawal ketika rapper bernama asli Brian Imanuel Soewarno ini mengungkapkan rasa rindu terhadap masakan Indonesia lewat unggahan Twitter pada 21 Juli lalu.

Tiba-tiba, admin Twitter Gojek menanggapi curhatan Brian. Layanan ride-hailing tersebut memintanya untuk mengirimkan alamat lengkap via DM serta jenis makanan apa yang diinginkan atau dirindukannya.

{Baca juga: Go-Jek Berambisi Jadi yang Terbesar di Asia Tenggara}

Brian memang mengirimkan alamatnya via DM ke Twitter Gojek beserta pesanannya. Tapi ia meyakinkan layanan tersebut bahwa dirinya benar-benar sedang berada di New York, Amerika Serikat.

Asal tahu saja, layanan Gojek sama sekali belum masuk ke wilayah Amerika Serikat, makanya Brian tidak yakin apakah mereka benar-benar akan mengirimkannya kepadanya karena dia saat ini jauh tinggal di New York.

Menanggapi Brian, Gojek mengatakan kepadanya, “No problem, pasti ada jalan brooo,” kata Gojek. Walhasil, obrolan mereka pun menjadi viral di Twitter dengan ribuan retweet dan like.

Meski terdengar mustahil, nyatanya Gojek benar-benar mengantarkan pesanan makanan Brian ke New York. Akun Twitter @88rising yang merupakan label rekaman Rich Brian mengunggah bukti foto ketika mitra Go-food mengantarkan makanan.

{Baca juga: Nonton Film Gratis dengan 4 Aplikasi ini, Dosa Tanggung Sendiri!}

“Kalian benar-benar terbang jauh sampai kesini,” ucap @88rising yang diikuti emoticon kaget.

Kejadian ini pun langsung mendapatkan perhatian dari warganet. Sebagian besar dari mereka menilai bahwa ini adalah aksi setting-an untuk promosi. Tapi hal positifnya, Rich Brian sukses mendapat makanan enak dari Tanah Air. (BA/FHP)

Bug Facebook Messenger Kids Ancam Keamanan Anak-anak

Telko.id, Jakarta – Keamanan anak-anak terancam akibat adanya bug Facebook Messenger Kids. Pasalnya, anak-anak yang jadi pengguna Facebook Messenger Kids dapat menerima kontak dari orang asing yang belum disetujui oleh orang tua.

Sekadar informasi, aplikasi ini mencegah anak-anak mengobrol dengan orang asing atau tak dikenal. Orang tua dapat mengawasi anak mereka, karena anak-anak hanya mengobrol dengan orang yang dikenal dan disetujui oleh para orang tua.

Tapi sayangnya, karena ada bug di Facebook Messenger Kids, para orang tua pun merasa resah.

Bagaimana tidak, anak-anak dapat ditambahkan ke dalam obrolan grup oleh seorang teman yang berisi anggota yang mungkin belum disetujui oleh orang tua mereka.

{Baca juga: Facebook Perluas Layanan Messenger Kids ke Luar AS}

Dilansir Telko.id dari Ubergizmo pada Rabu (24/07/2019), bug ini sendiri muncul dari penerapan izin Facebook Messenger Kids dalam obrolan grup.

“Kami menemukan kesalahan teknis yang memungkinkan anak untuk membuat obrolan grup dengan anak lain atau lebih dari orangtua yang disetujui,” tulis pesan tersebut.

“Kami ingin Anda tahu bahwa kami telah mematikan obrolan grup ini dan memastikan bahwa obrolan grup seperti ini tidak akan diizinkan di masa mendatang,” tambah Facebook.

{Baca juga: Facebook Rilis ‘Messenger Kids’, Aplikasi Chatting Khusus Anak}

Facebook Messenger Kids merupakan aplikasi yang dirilis pada Desember 2017 lalu. Aplikasi ini ditujukan bagi anak berusia 6 hingga 12 tahun. Hal ini sesuai dengan kebijakan Facebook, dimana anak-anak di usia tersebut masih belum dilegalkan untuk memiliki akun sendiri.

Melalui Messenger Kids, para orang tua dapat memilih siapa saja teman yang bisa dihubungi oleh para anak-anak mereka. Tentu saja hal ini dilakukan agar mengurangi kesempatan bagi anak-anak untuk melakukan percakapan degan orang asing. (NM/FHP)

Sumber: Ubergizmo

Sekali Posting Rp 13,5 Miliar, CR7 Atlet Paling Kaya di Instagram

Telko.id, Jakarta – Bintang sepak bola asal Portugal, Cristiano Ronaldo jadi orang dengan pemasukan tertinggi untuk urusan posting Instagram. Pemain yang dijuluki CR7 itu menduduki peringkat teratas di Instagram Rich List untuk atlet olahraga dengan potensi pendapatan £ 780.000 atau Rp 13,5 miliar per postingan.

Menurut laporan The Sun, bintang Juventus berusia 34 tersebut menghasilkan pendapatan di Instagram hampir 50 persen lebih banyak daripada atlet olahraga lain. Di bawah Ronaldo, ada Neymar dengan pendapatan £ 580.000 atau sekitar Rp 10 miliar per postingan.

Bagaimana dengan bintang Barcelona asal Argentina, Lionel Messi? Ia menerima pemasukan £ 521.000 alias Rp 9 miliar per postingan atau masih dibawah Neymar. Pendapatan Messi per postingan di Instagram hampir dua kali lipat dari David Beckham yang berada di posisi kelima.

Yang mengejutkan, nama Ronaldinho juga muncul dalam daftar 10 besar atlet dengan pendapatan besar di Instagram. Meski sudah pensiun, eks bintang Barcelona dan AC Milan itu mendapatkan £ 206.000 atau Rp 3,5 miliar setiap kali berbagi postingan ke 47 juta pengikut di Instagram.

Ronaldo memang masih menjadi magnet spesial di kancah sepak bola maupun hiburan. Pertengahan tahun lalu, Facebook bahkan menggaetnya untuk mengisi acara reality show. Facebook menayangkan acara mengenai Ronaldo di Facebook Watch, platform videonya.

Kabarnya, Facebook merogoh dana tak kurang dari USD 10 juta atau setara Rp 144 miliar untuk bisa membuat reality show sebanyak 13 episode tentang Ronaldo. Acara tersebut diproduksi oleh Matador Content dan Religion of Sports. (SN/FHP)

Sumber: The Sun

Kominfo Larang Zain Telecom Jualan Kartu SIM di Indonesia

Telko.id, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menghentikan penjualan kartu SIM dari operator Arab Saudi, Zain Telecom Saudi. Hal ini karena perlindungan konsumen yang belum jelas dari layanan tersebut.

Direktorat Pengendalian Ditjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika (Ditjen PPI) Kominfo telah melakukan pengecekan ke lokasi penjualan kartu SIM asing tersebut di Asrama Haji Pondok Gede pada tanggal Rabu minggu lalu (17/07).

Di sana, Kominfo menemukan 2 booth penjualan Zain Telecom Saudi dengan petugas yang siap melayani pelanggan. Kepada jamaah haji asal Indonesia, Zain menawarkan kuota paket haji dan umroh seharga Rp 150 ribu.

“Registrasi SIM dilakukan setelah berada di Arab Saudi dengan mendatangi booth Zain Telecom yang berada di Bandara dan hotel penginapan haji Indonesia,” tulis Plt. Kabiro Humas Kominfo, Ferdinandus Setu.

{Baca juga: Registrasi SIM Card Jadi Masalah Semua Operator}

Selain di Asrama Haji Pondok Gede, penjualan kartu SIM Zain juga dilakukan di Asrama Haji Lombok NTB, Asrama Haji Donohudan Surakarta, Asrama Haji Sukolilo Surabaya, dan Asrama Haji Makassar Sulawesi Selatan.

Maka untuk menyikapi hal tersebut, Kominfo meminta Zain Telecom Saudi untuk sementara waktu tidak berjualan layanannya di wilayah Indonesia karena perlindungan konsumen.

“Sampai jelas aspek perlidungan konsumen sebagaimana amanat Undang-undang No 8 Tahun 1999 dan Peraturan perundang-undangan terkait lainnya,” tambah Ferdinandus.

Selain itu Kominfo, juga akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Agama, dan YLKI untuk memastikan terjaminnya perlindungan konsumen telekomunikasi akibat penjualan kartu Zain tersebut.

{Baca juga: Musim Haji 2019, Telkomsel Siapkan Posko Siaga Haji}

Layanan telekomunikasi memang dibutuhkan oleh jamaah haji. Sebelumnya  Telkomsel melakukan berbagai persiapan untuk menyambut momen musim Haji 2019. Di tahun ini, Telkomsel menyiapkan berbagai Posko Siaga Haji serta Paket Promo Haji agar para jemaah Haji bisa tetap nyaman dalam berkomunikasi. (NM/FHP)

Kominfo Himbau Masyarakat Hati-hati Unduh FaceApp

Telko.id, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait aplikasi FaceApp. Kominfo masih memantau aktivitas platform tersebut dan menghimbau masyarakat untuk lebih hati-hati dalam mengunduh aplikasi.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, aplikasi FaceApp tidak secara khusus menyimpan data pribadi setiap pengguna dalam waktu yang lama.

“Yang kemarin kan dia (FaceApp) sudah bilang, dia klarifikasi bahwa hanya menyimpannya 2×24 jam, habis itu tidak ada di servernya,” kata Dirjen Semuel di Jakarta, Selasa (23/7/2019). 

Dilansir Telko.id dari laman resmi Kominfo pada Rabu (24/07/2019), Semuel tetap mengingatkan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati jika ingin mengunduh sebuah aplikasi yang baru.

Bahkan tidak hanya aplikasi FaceApp, ia menyarankan sebelum mengunduh aplikasi apapun di Gadget. Masyarakat perlu untuk mempelajari asal-usul dari aplikasi tersebut.  

{Baca juga: Kominfo Gandeng Shopee untuk Fasilitas UMKM Go Online}

“Jadi memang yang harus diperhatikan masyarakat, jangan hanya FaceApp saja, tapi semua aplikasi kalau mengunduh itu pelajari juga usernya,” ujarnya 

Menurut Semuel jika ada aplikasi yang baru dikenal dan  meminta data pengguna yang permintannya berlebihan, maka baiknya tidak diunduh.  “Kadang-kadang aplikasi itu menawarkan sesuatu yang lucu-lucu supaya kita ngasih data. Jadi, kita bisa lihat datanya buat apa,” ungkapnya 

Terkait tanggapan pemerintah soal aplikasi FaceApp, pihaknya belum melakukan evaluasi bersama pihak-pihak terkait. “Kita lagi pantau saja terus, di negara-negara lain juga kan lagi dipantau,”

Aplikasi FaceApp sedang ramai digunakan netizen di seluruh dunia. Aplikasi filter foto ini mampu mengubah wajah pengguna menjadi tampak lebih tua. Namun di balik itu, ada hal yang menjadi sorotan, terkait privasi data pengguna aplikasi tersebut.

{Baca juga: Heboh Filter Wajah Tua FaceApp, Amankah Privasi Data Pengguna?}

Menurut hasil penelitian mengungkap bahwa FaceApp tidak memasang kode yang kuat dalam lalu lintas jaringannya. Selain itu, aplikasi ini dikabarkan mengambil metadata tanpa izin dari foto pengguna.

Imbas Embargo, Huawei Pecat 600 Karyawan di Amerika Serikat

Telko.id, Jakarta – Huawei akhirnya memecat 600 karyawan dari total 850 peneliti yang bekerja di divisi riset Futurewei di Amerika Serikat (AS). Pemecatan karyawan Huawei itu sebagai buntut aturan embargo Huawei yang dilakukan AS.

Sekadar informasi, divisi riset Huawei di AS ada di empat negara bagian, meliputi California, Illinois, Texas, dan Washington. Tahun lalu, total biaya operasi divisi tersebut mencapai USD 510 juta atau sekira Rp 7,1 triliun.

“Sulit untuk membuat keputusan ini. Karyawan yang dirumahkan akan menerima pesangon. Ke depan, Futurewei tetap terus beroperasi merujuk kepada peraturan pemerintah AS,” demikian kata perwakilan Huawei.

Sebelumnya, ada rumor bahwa Huawei berencana memangkas ratusan karyawan yang bekerja di AS. Semua tak lepas dari embargo yang diterapkan oleh Presiden Donald Trump terhadap perusahaan asal China itu.

Seperti diketahui, pemerintah AS telah memasukkan Huawei ke daftar hitam. Dengan kebijakan tersebut, Huawei jadi sulit bekerja sama dengan perusahaan AS. Kebijakan itu pun sangat menyengsarakan Huawei.

Huawei akan memecat para pegawai di divisi pengembangan bernama Futurewei. Futurewei diketahui mempunyai 850 pegawai di divisi riset dan pengembangan di Texas, California, serta Washington.

Total ada 1.500 pegawai Huawei di AS. Futurewei berfokus kepada penjualan alat telekomunikasi untuk operator nirkabel di pedesaan dan berpenduduk rendah di AS, semisal Oregon bagian timur dan Wyoming. (SN/FHP)

Sumber: CNET

Diprediksi Gak Laku, iPhone XR Ternyata Laris Manis

0

Telko.id, Jakarta – Penjualan duo smartphone Apple, iPhone 5c dan iPhone SE, ternyata tak sesuai harapan. Sebaliknya, tanpa diduga-duga, justru iPhone XR yang beberapa kali menjadi iPhone terlaris dengan menguasi penjualan per kuartal.

Menurut data terbaru dari CIRP, pada kuartal III-2019, lagi-lagi iPhone XR menjadi penyumbang terbesar bagi Apple. CIRP mengungkapkan, para periode itu, seri tersebut menjadi iPhone paling laris di Amerika Serikat.

Dilansir Ubergizmo, dikutip Telko.id, rabu (24/07/2019), CIRP mengklaim bahwa seri XR menyumbang 48 persen dari penjualan iPhone. Sebaliknya, sumbangsih iPhone XS dan iPhone XS Max sangat kecil.

{Baca juga: Situs Ini Jual Murah Casing Transparan untuk iPhone, Mau?}

Sekadar informasi, iPhone XR menjadi satu dari tiga iPhone yang dirilis oleh Apple pada 2018 dengan harga lebih terjangkau. Namun, pengamat Ming-Chi Kuo memperkirakan, penjualan iPhone itu tak laku pada 2019.

Ia mengemukakan, pada kuartal pertama I-2019, penjualannya bakal ada di rentang 38-24 juta unit, lebih rendah dari 2018 yang mencapai 50 juta unit. Penjualan iPhone secara keseluruhan pun akan drop.

Ia menambahkan, penjualan iPhone XS dan XR saat musim liburan juga tidak akan tertolong dengan proporsi penjualan iPhone model lama, yakni iPhone 7 dan iPhone 8. Tapi faktanya, iPhone itu masih laris manis.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Apple Terbaru}

Beberapa waktu lalu, jurnalis tekno Bloomberg, Mark Gurman, mengunggah gambar pecahan kaca di akun Twitter. Pecahan kaca berwarna-warni tersebut ia klaim sebagai casing iPhone XR 2. Jumlahnya ada lima buah.

Masing-masing berwarna hitam, putih, kuning, ungu, dan hijau. Ada dugaan, pecahan itu dibuang dari pabrik pembuat panel kaca. Kuat dugaan, warna baru ungu dan hijau akan menggantikan iPhone XR warna biru dan koral. (SN/FHP)

Sumber: Ubergizmo

Tampil Seksi di YouTube, Kominfo Panggil Kimi Hime

Telko.id, Jakarta – YouTuber gaming, Kimi Hime dipanggil Kominfo. Pemanggilan tersebut terkait konten video dari Kimi Hime yang dianggap melanggar norma asusila di masyarakat.

Menurut Plt. Kabiro Humas Kominfo, Ferdinandus Setu pemanggilan telah diajukan sejak Senin kemarin. Akan tetapi, menurutnya, belum ada tanggapan dari Kimi Hime sampai sekarang.

“Kami sudah memanggil sejak Senin 22 Juli 2019. Sampai sekarang belum ada tanggapan dari Kimi Hime,” ucap Ferdinandus kepada Tim Telko.id pada Rabu (24/07/2019).

Kominfo bukan tanpa alasan memanggil Kimi Hime. Hal ini dilakukan terkait laporan dari masyarakat bahwa konten-kontennya di Youtube melanggar kesusilaan karena acapkali berpenampilan seksi dalam konten-konten videonya.

{Baca juga: Kominfo Resmi Cabut Pembatasan Akses Media Sosial}

“Beberapa konten Youtube-nya dilaporkan oleh warga melanggar kesusilaan,” tambah Ferdinandus.

Kimberly Khoe, yang lebih dikenal dengan nama  Kimi Hime adalah Youtuber asal Indonesia. Kontennya pun berkisar mengenai aksinya dalam bermain game dan kehidupan sehari-harinya.

Namun, sosoknya menjadi kontroversial karena dirinya sering berpakaian seksi saat bermain. Saat ini YouTuber itu telah mengunggah 467 video dan memiliki 2,2 juta subscriber.

Nampaknya ini baru pertama kalinya Kominfo melakukan pemanggilan kepada Youtuber. Selama ini Kominfo sering memberikan surat, memanggil atau berdiskusi dengan platform media sosial untuk membahas isu-isu terkini.

Sebelumnya, Menkominfo Rudiantara mengaku telah menyurati bos Facebook, Mark Zuckerberg terkait “Dark Social Media“. Rudiantara ingin segera mengantisipasi fenomena yang sekarang telah ramai di dunia maya.

Sekadar informasi, dark social media merupakan istilah yang menggambarkan penggunaan media sosial secara serampangan. Untuk itu, Rudiantara berusaha melakukan langkah konkret, dengan menyurati bos Facebook sebagai salah satu strateginya.

{Baca juga: Marak “Dark Social Media”, Menkominfo Surati Bos Facebook}

Menurutnya, ia telah meminta Facebook agar pembukaan tiap akun pengguna yang referensinya di Indonesia harus menggunakan ponsel. Salah satu tujuannya, yakni menghindari pengguna medsos anonim alias tanpa identitas. (NM/FHP)