spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1101

Tolong Catat, HongMengOS Bukan Pengganti Android

Telko.id, Jakarta – HongMengOS digadang sebagai sistem operasi buatan Huawei untuk menggantikan Android. Namun, kabar terbaru mementahkan pernyataan itu. HongMengOS hadir bukan untuk menyingkirkan Android.

Senior Vice President Huawei, Catherine Chen menjelaskan, HongMengOS tidak dirancang untuk smartphone. Sistem ini juga bukan pengganti Android. Ia menyebut, Huawei tetap akan memakai Android di perangkatnya.

Dilansir The Verge, seperti dikutip Telko.id, Minggu (21/07/2019), sistem operasi ini kemungkinan hanya untuk keperluan industri. Chen mengemukakan, sistem operasi itu dikembangkan sejak dulu.

Dengan kata lain, HongMengOS bukan baru dibuat akhir-akhir ini seiring embargo pemerintah Amerika Serikat terhadap Huawei. Sistem ini disiapkan oleh Huawei sejak beberapa tahun lalu untuk keperluan khusus.

Chen menambahkan, sistem operasi ini merupakan sistem  yang sangat aman karena source code lebih sedikit dibanding OS mobile. Sistem ini pun memiliki latensi yang sangat rendah dibanding sistem operasi smartphone.

Pada 9 Agustus 2019 mendatang, Huawei akan menggelar konferensi pengembang global di China. Menurut laporan situs ifeng.com, pada cara tersebut, Huawei sekaligus akan memperkenalkan HongMengOS ke publik.

Head of Consumer Business Huawei, Richard Yu, juga pernah menyebut bahwa sistem ini siap diperkenalkan pada musim gugur 2019. Konferensi pengembang nanti diikuti oleh 1.500 mitra dan 5.000 pengembang. (SN/FHP)

Sumber: The Verge

Bakal Dirilis, Feature Phone Nokia 220 Pakai Android?

0

Telko.id, Jakarta – Rumor menyebut, HMD Global selaku pemegang lisensi Nokia sedang mempersiapkan feature phone dengan sistem operasi Android bernama Nokia 220. Rumor itu diperkuat dengan penampakan feature phone Nokia berbasis Android yang bocor di Internet.

Menurut laporan Android Central, seperti dikutip Telko.id, Minggu (21/07/2019), Nokia 220 punya benyuk konvensional dengan d-pad empat arah, keyboard bergaya T9, dan menu pengaturan standar.

Di bocoran foto, ponsel itu punya shortcut untuk Google Assistant dengan ikon mikrofon. Di bagian bawah terdapat ikon untuk YouTube, browser Chrome, dan kamera. Ada pula ikon yang mengikuti Google Material Design.

{Baca juga: Nokia TA-1155 Dapat Sertifikasi di Rusia, Nokia 5.2?}

Sayang, belum ada lagi keterangan mengenai Nokia 220. Kemungkinan, ponsel tersebut memakai sistem operasi Android Go. HMD Global belum bisa dimintai konfirmasi terkait ponsel berbasis Android itu.

Baru-baru ini, HMD Global juga dikabarkan bakal merilis smartphone Nokia terbaru bernama Nokia 5.2. Bocoran telah muncul di situs mikroblog China, Weibo. Gambar menunjukkan, smartphone tersebut memiliki notch waterdrop.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Nokia Terbaru}

Layarnya beresolusi Full HD+. Rumor pun menyebut, perangkat itu akan ditopang prosesor Snapdragon 660 dan baterai 3.500 mAh. Untuk sistem operasi, tetap mengadopsi Android One seperti halnya Nokia lain.

Yang menarik dari Nokia 5.2 adalah konfigurasi kamera ganda di bagian belakang dengan lensa utama 48MP. Lensa lainnya berjenis wide-angle atau telefoto. Bodinya berbahan kaca dan bersensor sidik jari di bagian belakang. (SN/FHP)

Sumber: Android Central

Awas! Ada Aplikasi FaceApp Palsu yang Merusak Smartphone

Telko.id, Jakarta – Aplikasi FaceApp membuat heboh para pengguna di seluruh dunia berkat kehadiran filter penuaan yang memungkinkan pengguna untuk memiliki wajah seperti orang tua. Namun, tak lama berselang, muncul kontroversi penyalahgunaan data pribadi pengguna oleh aplikasi itu.

Pengembang FaceApp sudah mengklarifikasi bahwa komputasi awan yang dipakai sama sekali tidak menyedot konten ataupun data para pengguna. Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan sebuah perusahaan keamanan siber bernama Kaspersky.

Menurut Kaspersky, pemakaian aplikasi FaceApp tidak membahayakan. Meski demikian, Kaspersky meminta kepada semua pengguna untuk memperhatikan otorisasi yang diminta oleh aplikasi. Sebab, mayoritas pengguna mengabaikannya.

Dilansir Forbes, seperti dikutip Telko.id, Minggu (21/07/2019), tak sedikit pula pengguna yang tanpa pikir panjang mencentang semua izin privasi ketika memasang aplikasi di perangkat. Walhasil, pengembang bisa mengakses konten.

Sialnya, sekarang ada pula FaceApp palsu. Kaspersky mengidentifikasi, aplikasi itu menginfeksi pengguna dengan adware bernama MobiDash. Adware tersebut membuat simulasi seolah-olah aplikasi tidak berhasil terpasang.

Sejatinya dalam kondisi seperti itu, aplikasi sedang menginfeksi perangkat. Menurut peneliti keamanan Kaspersky, Igor Golovin, FaceApp palsu berpotensi semakin bergerilya dan memakan korban hanya dalam waktu singkat.

Sebelumnya dilaporkan, FaceApp berhasil mengantongi nama dan wajah 120 juta pengguna di seluruh dunia karena pemberian lisensi abadi.  FaceApp memiliki perjanjian yang menguntungkan perusahaan induk Rusia, Wireless Labs.

Lisensi itu tidak ekslusif dan bebas royalti terkait foto dan nama pengguna. Artinya, aplikasi filter wajah tersebut bebas menggunakan foto dan nama pengguna dalam semua format dan saluran tanpa harus memberi kompensasi. (SN/FHP)

Sumber: Forbes

Nekat! Bocah Ini Mencoba Terbangkan Pesawat dari Hanggar

Telko.id, Jakarta – Seorang bocah laki-laki asal China melakukan aksi yang sangat berbahaya. Bagaimana tidak, ia terekam kamera CCTV ketika sedang berusaha untuk menerbangkan dua pesawat dari sebuah hanggar.

Menurut pihak kepolisian lokal, Provinsi Zhejiang, China, peristiwa ini terjadi pada tengah malam. Mereka menerima laporan mengenai seseorang yang berusaha membajak dua pesawat. Mereka kemudian dengan cepat memeriksa rekaman CCTV dengan harapan dapat menangkap pelakunya.

Dilansir Telko.id dari World of Buzz, Minggu (21/07/2019), dalam video terlihat bocah laki-laki berusia 13 tahun sedang menyelinap masuk ke dalam hanggar pesawat, dan mencoba mendorong pesawat yang kecil.

Setelah itu, ia kemudian naik ke pesawat dan mengutak-atik tombol kontrol sampai berhasil menyalakannya. Ia lalu nekat menjalankan pesawat sampai melintasi hanggar.

Namun nahas, pesawat yang dikendalikannya menabrak pagar karena ia gagal berbelok, dan mengalami kerusakan. Ia kemudian pindah ke pesawat lain dan menyalakan mesinnya juga.

Dia mengendarainya untuk berputar-putar di hanggar tanpa mengalami tabrakan seperti pesawat pertama. Selang beberapa lama, ia pun meninggalkan tempat kejadian.

Polisi akhirnya menemukan bocah nekat itu. Sang orang tua ditagih biaya ganti rugi akibar kerusakan pesawaat sebesar 2.000 RMB atau sekitar Rp 4 juta.

Yang jadi pertanyaan adalah, dari mana bocah itu belajar mengemudikan pesawat? Ternyata, menurut staf yang bekerja di hanggar, beberapa hari sebelumnya mereka melihat seorang anak memperhatikan mereka untuk waktu yang lama ketika mereka memperbaiki pesawat.

Meski telah menyelinap masuk hanggar tanpa izin dan merusakkan satu pesawat, tapi direktur pangkalan operasi pesawat berharap bocah berbakat itu akan mengikuti pelatihan profesional di pangkalan mereka suatu hari nanti untuk menjadi pilot di masa yang akan datang. (BA/FHP)

Sumber: World of Buzz

Viral, Pria Ini Berangkat Kerja Pakai “Sepeda Kawasaki Ninja”

Telko.id, Jakarta – Masyarakat Indonesia dikenal sebagai orang-orang yang kreatif untuk urusan modifikasi kendaraan agar terlihat seperti sesuatu yang mereka inginkan. Salah satu contohnya, seorang pria di Jakarta yang mengubah sepedanya menjadi motor Kawasaki Ninja.

Kejadian ini dibagikan oleh akun @maswanz di Twitter. Dalam video berdurasi 16 detik yang mendadak viral di media sosial, terlihat seorang pria yang sedang berangkat kerja dengan mengendari sepeda yang dimodifikasi sedemikian rupa hingga menyerupai Kawasaki Ninja.

Apabila dilihat dari belakang, kita tentu beranggapan bahwa si pria sedang mengendarai motor besar buatan Kawasaki.

Akan tetapi jika dilihat dari samping, barulah terlihat bahwa ia hanya sedang mengayuh “sepeda Kawasaki Ninja” berwarna hijau.

“Repost dari grup WhatsApp, entah dapat dari mana. Gak Ninja Gak Dicinta,” tulis pengunggah video ini.

Ternyata, sejumlah netizen juga pernah melihat pria yang mengayuh sepeda modifikasi Ninja ini. Pemilik akun @katinasetya misalnya, ia membagikan video perjumpaannya dengan sepeda kayuh unik tersebut.

“Aku bertemu Ninja pada hari Senin,” tulisnya.

Video viral ini telah ditonton lebih dari 7000 kali, dan di-retweet sebanyak 24 ribu kali, serta disukai 15 ribu kali.

Beberapa netizen memuji pria ini. Menurut mereka, pria ini sangat kreatif, serta dapat mempromosikan olahraga dan ramah lingkungan. (BA/FHP)

Dianggap Kemahalan, Konsumen Buat Petisi untuk Redmi K20

0

Telko.id, Jakarta – Redmi telah memboyong smartphone flagship terbarunya ke India, yakni Redmi K20 dan Redmi K20 Pro dengan harga yang “murah meriah”. Akan tetapi, ada sejumlah konsumen negeri Bollywood yang masih merasa keberatan dengan harga Redmi K20.

Asal tahu saja, disana K20 dibanderol dengan harga INR 21.999 atau Rp 4,4 jutaan untuk model 6GB/64GB, INR 23.999 atau Rp 4,8 jutaan untuk 6GB/128GB. Sementara K20 Pro, dilepas INR 27.999 atau Rp 5,6 jutaan untuk 6GB/128GB dan INR 30.999 atau setara Rp 6,2 jutaan untuk 8GB/256GB.

Dilansir Telko.id dari GSMArena, Minggu (21/07/2019), konsumen India yang merasa keberatan dengan harga yang ditawarkan Redmi mengajukan petisi di Change.org.

{Baca juga: Jadi “Flagship Killer 2.0”, Segini Harga Duo Redmi K20}

Dalam petisi itu, mereka menyatakan bahwa harga Redmi versi 6GB/64GB dirasa kemahalan. Sehingga, mereka meminta Redmi untuk menurunkan harganya menjadi INR 20.000 atau sekira Rp 4 jutaan, dan mengubah konfigurasi standar dari 6GB/64GB menjadi 6GB/128GB.

“64GB tidaklah cukup untuk generasi terbari. Minimum adalah 128GB. Apabila harganya INR 22.000, setidaknya smartphone punya kapasitas memori yang lebih besar,” jelas petisi tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, sudah ada 1.399 pengguna Change.org yang menandatangani petisi.

Secara spesifikasi, K20 dan K20 Pro memang disematkan spesifikasi mumpuni. Kedua smartphone ini punya layar berjenis OLED dengan ukuran 6,39 inci dan beresolusi Full HD+, serta aspek rasionya mencapai 19,5 : 9.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Xiaomi Terbaru}

K20 versi standar ditopang oleh prosesor Snapdragon 730 (8nm), RAM 6GB, ROM 64GB/128GB, dan baterai berkapasitas 4,000 mAh dengan fast charging 18W.

Sedangkan K20 Pro, ditenagai oleh prosesor Snapdragon 855 (7nm), RAM 6GB/8GB, ROM 64GB/128GB/256GB, dan baterai berkapasitas 4,000 mAh dengan fast charging 27W. (FHP)

Sumber: GSMArena

Nvidia Reka Ulang Pendaratan di Bulan Pakai RTX

Telko.id, Jakarta – Tepat pada peringatan ke-50 tahun pendaratan di bulan, Nvidia merilis video reka ulang dari perjalanan pertama manusia ke Bulan yang dilakukan oleh Neil Armstrong, Buzz Aldrin, dan Michael Collins menggunakan Apollo 11.

Untuk mereplikasi pendaratan di Bulan, perusahaan ini menggunakan teknologi Nvidia RTX. Teknologi tersebut bisa membuat video dengan refleksi cahaya yang akurat secara real-time.

“Dengan RTX, setiap piksel pada layar dihasilkan dengan melacaknya secara real-time. Jalur cahaya juga terdeteksi, dan mengambil detail dari objek yang berinteraksi,” kata Nvidia, seperti dikutip Telko.id dari The Next Web, Minggu (21/07/2019).

{Baca juga: Dikira Hilang, Video Langka NASA Dimiliki Mantan Anak Magangnya}

“Itu memungkinkan kreator untuk secara instan melihat refleksi akurat, soft shadows, penerangan global, dan fenomena visual lainnya (dalam video),” lanjut mereka.

Dengan menggunakan RTX, kreator video tidak perlu lagi mereplikasi setiap refleksi cahaya secara akurat, dan menunggu server untuk membuat adegan.

Pasalnya, mereka dapat dengan mudah menciptakan kembali sumber cahaya atau matahari melalui teknologi yang disediakan oleh Nvidia RTX.

{Baca juga: Ssst, Facebook & Google Tahu Kamu Doyan Nonton Film Porno}

“Anda dapat melihat bagaimana hal itu mempengaruhi pencahayaan pada saat astronot mendarat di bulan,” ujar Nvidia.

Sayangnya, Nvidia tidak menyediakan demo bagi orang-orang agar mereka dapat mencoba atau melihat demo pendaratan tersebut secara langsung. Meski demikian, mereka merilis video replikasi pendaratan bersejarah ini di YouTube. (FHP)

Zoom-Indonesia, “Pendekatan Aneh” Oppo untuk Reno 10x Zoom

0

Telko.id, Malang – Setelah memboyong Reno Series beberapa waktu lalu ke Indonesia, Oppo langsung mengadakan kegiatan bernama “Oppo Reno 10x Zoom: Zoom-Indonesia, 10x Wonderful Journey”. Kegiatan itu, menurut PR Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto, bertujuan untuk memperlihatkan keunggulan dari Reno 10x Zoom ke konsumen.

“Fokusnya sebenarnya Reno 10x Zoom di kegiatan ini. Tapi, Oppo Reno juga kan pasti akan terbawa,” katanya, saat ditemui tim Telko.id usai acara “Oppo Reno 10x Zoom: Zoom-Indonesia, 10x Wonderful Journey” di Oppo Megastore Malang, Sabtu (20/07/2019).

Ia mengatakan, kegiatan ini untuk menunjukkan fungsi dan kualitas kamera, serta hasil gambar yang ditangkap oleh kamera seri tertinggi dari Reno. Misalnya saja, cara memanfaatkan lensa tele, mengambil foto berkualitas menggunakan mode portrait, hingga memanfaatkan Night Mode untuk menangkap foto malam yang bagus.

{Baca juga: Hasil Foto Ciamik Pakai Lensa Tele Oppo Reno 10x Zoom}

Makanya, Oppo mengundang fotografer hingga content creator di tiap-tiap kota yang dikunjungi untuk membagikan pengalamannya menggunakan seri tertinggi Reno ke konsumen.

“Jadi orang gak tahu Reno itu apa. Tahunya mungkin ‘wah harganya mahal ya’, dan lainnya,” ucap Aryo.

“Di kegiatan ini, kita akan memperlihatkan keunggulan Reno. Sekaligus, cara membuat konten juga,” lanjutnya.

Akan tetapi, Aryo menyebut kegiatan ini sebagai “pendekatan yang aneh”. Pasalnya, mengundang seorang content creator atau orang yang benar-benar mengerti sisi fotografi untuk ikut dalam experience sebuah smartphone tertentu jarang dilakukan vendor-vendor smartphone lainnya.

PR Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto di acara “Oppo Reno 10x Zoom: Zoom-Indonesia, 10x Wonderful Journey”

Menurutnya, vendor smartphone biasanya melakukan pendekatan melalui influencer. “Kita itu mengundang orang-orang yang berbeda-beda sesuai bidangnya. Seperti Barry Kusuma untuk mengambil foto landscape, dan lainnya,” jelasnya.

Meski terbilang “pendekatan yang aneh”, namun pihaknya menilai bahwa kegiatan itu terbilang efektif untuk memamerkan kemampuan Reno.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Oppo Terbaru}

Alasannya, mereka bisa memberitahu bahwa kamera di smartphone bukan cuma untuk menangkap foto cantik saja, tapi juga bisa menangkap berbagai momen di berbagai mode. Seperti, dapat digunakan untuk kegiatan travelling ataupun dapat membuat sesuatu secara kreatif.

“Seperti spirit Reno saja, adalah kreativitas seluas mungkin dan mencakup semuanya. Kamera itu sebagai alat yang ada di kantong untuk menangkap momen di siang, malam, gelap, sudut lebar, tele, dan lainnya,” pungkasnya. (FHP)

Redmi dan Realme Garap Smartphone Berotak Snapdragon 855 Plus

Telko.id, Jakarta – Redmi dan Realme mengindikasikan bakal menghadirkan smartphone terbaru dengan prosesor Snapdragon 855 Plus. Kedua brand ini menyusul jejak Asus, Xiaomi, dan Nubia yang lebih dulu memastikan akan menyematkan prosesor Snapdragon 855 Plus pada smartphone gaming terbaru mereka.

Melalui situs media sosial Weibo, Realme membalas unggahan akun Qualcomm China soal Snapdragon 855 Plus. Balasan tersebut seolah mengisyaratkan bahwa mereka saat ini sedang mempersiapkan smartphone bertenaga prosesor terkencang itu.

“Halo, Snapdragon 855+,” tulis Realme. 

{Baca juga: Review realme X: Another Midranger, Rasa Flagship}

Belum ada pernyataan resmi dari Realme soal ini. Akan tetapi apabila dikaitkan dengan pernyataan CEO Realme, Madhav Sheth pada April lalu soal perangkat 5G, bisa jadi ini perangkat yang dimaksud akan ditenagai Snapdragon 855 Plus yang dipasangkan dengan modem Snapdragon X50.

Begitu juga dengan Redmi. Dilansir Telko.id dari Gizchina, Sabtu (20/07/2019), General Manager Redmi, Lu Weibing memastikan bahwa pihaknya segera menghadirkan smartphone terbaru dengan prosesor Snapdragon 855 Plus. 

Ia bahkan dengan pede-nya mengatakan kalau smartphone Redmi dengan prosesor terkencang Qualcomm ini bakal diboyong pada akhir tahun mendatang. 

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Realme Terbaru}

Secara spesifikasi, sebenarnya prosesor ini hanya memiliki peningkatan CPU dan GPU. Clock-speed CPU Kryo 485 di Snapdragon 855 Plus naik menjadi 2.96 GHz dari 2.84 GHz.

Sedangkan GPU, Adreno 640 di dalamnya memberikan performa 15% lebih kencang daripada GPU Adreno 640 di prosesor sebelumnya. Selain performa, tidak ada lagi perubahan signifikan pada prosesor ini.

Modem misalnya, Qualcomm tetap menggunakan modem X24 LTE. Begitu jug dengan dukungan maksimal untuk RAM dan ROM yang belum ada peningkatan. (FHP)

Sumber: Gizchina

Ngebut Banget! Ini Skor Benchmark Snapdragon 855 Plus

0

Telko.id, Jakarta – Prosesor Snapdragon 855 Plus resmi jadi prosesor terkencang bagi smartphone Android saat ini. Klaim ini muncul setelah Geekbench menampilkan skor benchmark dari beberapa smartphone gaming yang akan diluncurkan.

Skor ini diperoleh setelah benchmark Xiaomi Black Shark 2 Pro masuk ke dalam database benchmark Geekbench. Dilansir Telko.id dari phoneArena, Sabtu (20/07/2019), smartphone mencatat 11.304 poin untuk pengujian multi-core dan 3.632 poin untuk single-core

Skor tersebut beda tipis dengan perolehan Asus ROG Phone 2 yang memperoleh skor masing-masing 11.103 poin untuk multi-core dan 3.616 poin untuk single-core.

{Baca juga: Qualcomm Luncurkan Prosesor Terkencang, Snapdragon 855 Plus}

Walhasil, dengan perolehan itupun membuat Snapdragon 855 Plus menjadi prosesor terkencang untuk smartphone Android di Geekbench.

Asal tahu saja, Black Shark 2 Pro dan Asus ROG Phone adalah dua smartphone pertama yang ditopang oleh Snapdragon 855 Plus.

{Baca juga: Oppo dan 5 Fakta Menarik Tentang Perangkat Terbarunya, Reno}

Kedua smartphone ini juga akan diperkenalkan dalam waktu yang berdekatan. ROG Phone 2 pada tanggal 23 Juli, sementara Black Shark 2 Pro di tanggal 30 Juli mendatang.

Snapdragon 855 Plus sendiri adalah prosesor dengan performa CPU dan GPU yang jauh lebih kencang dari Snapdragon 855. Prosesor ini juga punya dukungan terhadap aplikasi berbasis Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR). (FHP)

Sumber: phoneArena