spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...
Beranda blog Halaman 1099

Di Bawah Rp 100 Ribuan, Ini Harga Pokemon Card Game

0

Telko.id, Jakarta – The Pokemon Trading Card Game resmi hadir di Indonesia. Permainan kartu tersebut dibandrol dengan harga Rp 80 ribu untuk  Starter Deck berisi 60 kartu dan Rp 20 ribu untuk Booster Pack berisi 1 karakter monster.

Menurut Direktur Eksekutif Salim Group, Axton Salim The Pokemon Trading Card Game akan tersedia di Indomaret yang tersebar di seluruh area Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) dalam bahasa Indonesia.

{Baca juga: Pokemon Trading Card Game Resmi Hadir di Indonesia}

“Pokemon Trading Card Game akan tersedia di Indomaret yang berada di kawasan Jadebotabek,” kata Axton di Jakarta, Kamis (08/08/2019)

Saat ini memang penjualan game kartu ini masih terbatas. Tetapi mereka tidak menutup kemungkinan untuk membawa Kartu Pokemon ke seluruh Indonesia.  “Ini bertahap. Kita mulai Jadebotabek dulu. Tapi kita sebenarnya mau seluruh Indonesia,” tambah Axton.

Dari segi umur pasar yang ditargetkan untuk penjualan game ini adalah anak-anak dan dewasa dari rentang umur 6 tahun hingga 30 tahun. Menurutnya game tersebut bisa mengajarkan tentang interaksi sosial yang baik bagi pemainnya.

“Kartunya lucu-lucu dan bisa ajarin temen-temen buat social interaction. Kalau kita lihat 50% penduduk Indonesia dibawah 30 tahun dan itu market kita,” ujar Axton.

Game kartu ini memang masuk dalam kategori offline dengan media kartu. Tetapi Anggota Dewan Direksi The Pokemon Company, Kenjiro Ito tidak menutup kemungkinan akan menghadirkan game tersebut dalam format online.

{Baca juga: Ada Team Rocket & Shadow Pokemon di Update Pokemon Go}

“Untuk masa ke depannya, kami juga akan meluncurkan versi digital dari trading card ini. Ketika versi digital Pokemon Trading Card diluncurkan, itu adalah pilihan pemain mau memainkan versi digital atau kartu fisik,” tutup Ito.

Perlu diketahui jika kehadiran Pokemon Trading Card Game di Indonesia merupakan kerjasama antara The Pokemon Company dan Salim Group melalui PT Anugerah Kreasi Gemilang (AKG) sebagai pemegang lisensi. [NM/HBS]

Teknologi Ini Bisa Ukur Tekanan Darah dari Smartphone

0

Telko.id, Jakarta – Di masa depan Anda tidak perlu pergi ke dokter untuk mengukur tekanan darah. Pasalnya peneliti telah menemukan teknologi baru yang mampu mengukur tekanan darah dengan menggunakan kamera smartphone.

Dilansir Telko.id dari Engadget pada Kamis (08/08/2019), Kang Lee dan Paul Zheng dari Universitas Toronto Kanada telah menemukan teknologi yang disebut Pencitraan Optik Transdermal (TOI).

TOI menggunakan sensor optik dari kamera smartphone. Sensor  dikembangkan untuk dapat menangkap cahaya merah yang dipantulkan dari Hemoglobin pengguna dan TOI akan memvisualisasikan serta mengukur perubahan dalam tekanan darah.

{Baca juga: Peneliti Bisa Kendalikan Otak Lewat Smartphone}

Peneliti menggunakan TOI untuk menganalisis tekanan darah dari video selfie berdurasi sekitar 2 menit dari 1.328 pengguna iPhone.  Hasilnya dibandingkan metode konvensional teknologi TOI mampu mengukur tiga jenis tekanan darah dengan akurasi 95%.

Sayangnya Kang Lee menilai jika teknologi tersebut membutuhkan penelitian tambahan untuk membuatnya lebih akurat. Pasalnya saat uji coba peserta penelitian berasal dari Asia Timur atau Eropa, dan itu tidak termasuk orang dengan kulit yang sangat gelap atau putih.

TOI dirasa belum akurat untuk mendeteksi tekanan darah orang dari Amerika, Amerika Latin dan Afrika. Walaupun begitu teknologi ini memiliki masa depan yang bagus. Teknologi TOI dapat membantu pengidap hipertensi atau hipotensi untuk melacak tekanan darah dari smartphone.

Selain itu TOI juga dapat membantu orang dengan akses layanan kesehatan terbatas, seperti orang yang tinggal di daerah terpencil.

{Baca juga: Peneliti Ciptakan Kalkulator Pendeteksi Batu Ginjal Kambuhan}

“Jika Anda memasang komputer atau telepon, Anda bisa mendapatkan seorang dokter yang, katakanlah, di Toronto dan kemudian Anda dapat berbicara satu sama lain dan mendiagnosis secara bersamaan,” kata Lee.

Peneliti dunia memang terus menciptakan teknologi untuk bidang kesehatan. Sebelumnya  Para peneliti di Mayo Clinic, Amerika Serikat, menciptakan sebuah alat berbasis online untuk membantu menentukan apakah seseorang memiliki masalah dengan penyakit batu ginjal yang sering kambuh atau tidak. [NM/HBS]

Sumber: Engadget

Peti Jarahan di Rocket League akan Dihapus

0

Telko.id, Jakarta  – Rocket League akan menghapus peti jarahan yang mendukung sistem yang akan memberi tahu pemain apa yang mereka beli sebelum mereka membeli.

Pengembang Psyonix mengumumkan kabar itu dan menggambarkannya sebagai perubahan yang mirip dengan yang dibuat di oleh Epic Games di game Fortnite.

{Baca juga: Benang Oranye Jadi Senjata Ampuh di Cyberpunk 2077}

“Kami berdedikasi untuk menciptakan pengalaman terbaik bagi para pemain kami di seluruh dunia,” kata pengembang, seperti dilaporkan The Verge.

Namun demikian, pemain masih dapat membeli Premium Rocket Pass, DLC Cars, dan item toko e-sports secara langsung ketika sistem baru mulai berlaku.

Epic Games mengakuisisi Psyonix pada bulan Mei. Perusahaan itu kemudian digugat oleh orang tua dari seorang pemain di bawah umur asal California, Amerika Serikat.

Ia mengklaim bahwa praktik itu begitu jahat. Terlepas dari popularitas kotak jarahan yang sedang populer di dalam game, praktik ini telah mendapat respons dari pemain dan ofisial.

Anggota parlemen seperti Senator Josh Hawley sedang bekerja untuk mengeluarkan undang-undang yang akan melarang penjualan kotak jarahan untuk anak-anak di bawah usia 18 tahun.

{Baca juga: Respawn Kasih ‘Bocoran’ Game Star Wars Jedi: Fallen Order}

Pada bulan Mei, Nintendo mengumumkan bahwa mereka akan menarik dua game di Belgia atas undang-undang negara yang mendefinisikan kotak jarahan sebagai perjudian. [BA/HBS]

Sumber: The Verge

Pokemon Trading Card Game Resmi Hadir di Indonesia

0

Telko.id, Jakarta – Permainan kartu populer dari Jepang, The Pokemon Trading Card Game resmi masuk ke Indonesia. Permainan yang menjangkau segala usia ini hadir untuk memenuhi rasa cinta masyarakat terhadap sosok Pikachu dan kawan-kawan.

Menurut Anggota Dewan Direksi Perusahaan The Pokemon Company, Kenjiro Itu kartu ini telah hadir di Jepang sejak tahun 1996. Hingga Maret 2019, kartu ini telah tersebar di Asia, Amerika dan Eropa dengan total penjualan mencapai 27,2 miliar kartu.

“Kartu ini telah terjual di Amerika dan Eropa dan kita ingin mengenalkan ke pasar Indonesia,” kata Kenjiro di Jakarta, Kamis (08/08/2019).

{Baca juga: Berani Nantang? Ini 4 Shadow Pokemon Baru di Pokemon Go}

Kenjiro menambahkan jika permainan ini melatih pengembangan karakter sosial pemainnya. Hal ini karena sebelum bermain, kedua pemain harus bersalaman satu sama lain sebagai bentuk perhomatan.

“Permainan kartu ini membangun karakter dan juga keterampilan sosial bagi masing-masing pemainnya, karena ini permainan kartu yang offline dan bukan permainan online,” tambah Kenjiro.

Kenjiro menilai walaupun Pokemon adalah animasi yang lucu, tetapi permainan ini tidak hanya untuk anak-anak saja. The Pokemon Trading Card Game bisa dimainkan dari anak umur 6 tahun hingga 35 tahun.

Kenjiro mengaku jika permainan ini cukup rumit pada awalnya, tetapi jika sudah paham maka semua keluarga bisa bermain bersama.

“Saya tahu untuk memulai agak susah tapi setelah memahaminya, kita bisa menikmati Pokemon Game ini. Pokemon ini dapat dinikmati keluarga kalian,” tutur Kenjiro.

Kenjiro Ito pun berharap jika permainan ini diterima oleh masyarakat Indonesia. Pasalnya Indonesia bisa mengikuti kejuaraan Pokemon World Championship 2020 mendatang. “Saya harap Indonesia bisa mengikuti ajang turnamen dunia,” tutup Kenjiro.

{Baca juga: Ada Team Rocket & Shadow Pokemon di Update Pokemon Go}

Kehadiran Pokemon Trading Card Game di Indonesia merupakan kerjasama antara The Pokemon Company dan Salim Group melalui PT Anugerah Kreasi Gemilang (AKG) sebagai pemegang lisensi. Menurut Direktur Eksekutif Salim Group, Axton Salim juga menilai jika game ini bisa menumbuhkan interaksi sosial antar pemain.

“Kartunya lucu-lucu dan bisa ajarin temen-temen buat social interaction,” kata Axton Salim. [NM/HBS]

Samsung Galaxy Note 10 Bisa “Zoom-in” Suara untuk Merekam

0

Telko.id, Jakarta  – Samsung merilis Samsung Galaxy Note 10 dan Galaxy Note 10+ di New York, Amerika Serikat, pada Rabu (7/8/2019) waktu setempat. Ada satu fitur yang menarik di duo ponsel tersebut. Fitur itu bernama Zoom-in Mic.

Zoom-in Mic memiliki fungsi sama dengan zoom kamera. Dengan fitur tersebut, pengguna memungkinkan untuk meningkatkan suara dari tempat tertentu yang menjadi fokus bidikan.

{Baca juga: Ini Dia Fitur-fitur Canggih S Pen Samsung Galaxy Note 10}

Seperti dikutip Telko.id dari Phone Arena, Kamis (8/8/2019), pengguna dari kedua phablet ini bisa leluasa merekam atraksi di jalanan nan sibuk dan memperjelas suaranya menggunakan Zoom-in Mic.

Samsung menegaskan, perangkat barunya ini mampu menghilangkan semua kebisingan dan memperkuat suara dari objek yang direkam. Fitur itu seolah memperlihatkan kehebatan inovasi Samsung.

Kedua smartphone ini resmi hadir dengan spesifikasi mumpuni. Galaxy Note 10 punya RAM 8GB atau RAM 12GB untuk model 5G, ROM 256GB atau 512GB, dan baterai 3,500 mAh dengan Fast Charging 25W.

Sedangkan Galaxy Note 10+ punya RAM 12GB, ROM 256GB atau 512GB, dengan microSD hingga 1TB, dan baterai 4,300 mAh dengan Super Fast Charging 45W. Keduanya mendukung Fast Wireless Charging dan Reverse Wireless Charging.

{Baca juga: Samsung Galaxy Note 10 Tidak Ada Jack Headphone, Kenapa?}

Yang menarik, Galaxy Note 10 dan Galaxy Note 10+ dipersiapkan sebagai ponsel gaming oleh Samsung. Dua ponsel tersebut punya fitur Game Booster untuk meningkatkan performa ponsel saat dipakai untuk bermain game. [SN/HBS]

Sumber: PhoneArena

Samsung Umumkan Notebook Tipis Samsung Galaxy Book S

0

Telko.id, Jakarta – Dalam acara “Galaxy Unpacked” di Barclays Center, New York dini hari tadi (08/08/2019) Samsung juga memperkenalkan notebook tipis Samsung Galaxy Book S.

Notebook ini memiliki ketebalan hanya 11,8 mm, berat 0,96 Kg dengan bahan alumunium anodized premium. Samsung Galaxy Book S juga terdapat layar sentuh Full HD berukuran 13,3 inci dengan baterai yang cukup besar yakni 42Wh.

Dalam pemaparannya Samsung menjanjikan jika notebook tersebut dapat bertahan hingga 23 jam ketika dilakukan pemutaran video.

Demi memberi pengalaman suara maksimal, dipasang speaker stereo AKG berteknologi Dolby Atmos di Samsung Galaxy Book S. Selain itu notebook terbaru Samsung ini juga mendukung standar Quick Charge 2.0, Power Delivery 2.0 dan koneksi seluler LTE Cat.18.

{Baca juga: Versi Terbaru Samsung Notebook 9 Dirilis, Apa Keunggulannya?}

Dilansir Telko.id dari GSM Arena pada Kamis (08/08/2019) jeroan Notebook ini juga tidak main-main. Samsung Galaxy Book S diotaki dengan Chipset Snapdragon 855 dan OS Windows 10. Daya penyimpanannya cukup besar dengan RAM LPDDR4X 8GB dan penyimpanan internal hingga 512GB dengan slot kartu microSD hingga 1TB.

Untuk keamanan notebook ini menawarkan pembaca sidik jari yang mendukung fitur Hello Windows. Sayangnya, hanya ada port USB-C tunggal sehingga Anda perlu menggunakan aksesoris tambahan untuk menyambungkan notebook ini ke Layar LCD ataupun perangkat lainnya.

{Baca juga: Samsung Galaxy Note 10 dan Galaxy Note 10+ Resmi Meluncur}

Notebook ini akan tersedia pada musim gugur atau September mendatang. Nantinya tersedia dua varian warna yakni Mercury Gray dan Earthy Gold dengan harga USD$ 999 atau Rp 14,1 juta. Pada acara tersebut Samsung juga merilis smartphone flagship mereka yakni Samsung Galaxy Note 10 dan Samsung Galaxy Note 10+

Sesuai prediksi dan bocoran, suksesor Galaxy Note 9 ini membawa banyak peningkatan, seperti ukuran layar, dapur pacu, kamera, hingga S Pen. [NM/HBS]

Sumber: GSM Arena

Ada Skin Baru untuk Duo Koboi di Fortnite

0

Telko.id, Jakarta  – Ada set skin baru di toko Fortnite. Kali ini, game battle royale menghadirkan Hatfield dan McCoys. Tak hanya satu, tetapi ada dua kulit koboi baru. Satu untuk Jonesy dan satu lagi untuk Ramirez.

Kulit laki-laki (Frontier) hadir dengan beberapa back bling yang sesuai dengan bentuk detonator TNT. Kulit wanita (Rio Grande) hadir dengan ransel yang lebih mendasar. Tapi, pemain kemungkinan bisa mengubahnya.

{Baca juga: Adu Kuat! Champion Series Fortnite Digelar Lima Minggu}

Kulit baru hadir di samping alat panen langka yang dikenal sebagai Longhorn. Sesuai dengan estetika barat, pada dasarnya ini adalah branding rod raksasa dengan tengkorak banteng yang terpasang dan memiliki topi kecil.

Menurut laporan PC Gamer, jika Anda membutuhkan bantuan untuk menjelajahi semua konten Fortnite, ada kode kreatif favorit untuk pemain yang ingin melarikan diri dari pertempuran royale yang membosankan.

Jika Anda menyelam kembali ke battle royale dengan musim baru, pastikan untuk memeriksa peta Musim 10 dan panduan menjarah. Sebab, beberapa perubahan signifikan telah hadir dalam catatan patch Musim 10.

Beberapa waktu lalu, Epic Games telah menambahkan senjata OP alias overpowered di Fortnite. Senjata ini bernama Air Strikes, berupa tabung asap yang ketika dilemparkan mampu memberikan serangan “badai api” dari atas ke target.

Air Strikes bisa didapatkan dari hasil loot, chests, supply drop, mesin penjual otomatis, dan llama. Ketika pemain melemparkan tabung gas tersebut, otomatis 20 rudal akan muncul dari atas dengan radius ledakan tiap rudal mencapai 3,5 meter.

{Baca juga: Seri Kejuaraan Fortnite Pertama Digelar 17 Agustus, Minat?}

Setiap rudal bisa memberikan damage tinggi bagi karakter pemain dan juga bangunannya. Meski senjata ini dinilai sangat berguna, tetapi kabarnya beberapa orang menilai bahwa senjata udara Fortnite tersebut meniru Apex Legends. [BA/HBS]

Sumber: PC Gamer

Memakan Korban, Instagram “Bersih-bersih” Unggahan Plagiat

0

Telko.id, Jakarta  – Instagram memburu akun-akun yang memposting ulang gambar milik akun lain tanpa mencantumkan kredit atau keterangan. Kebijakan itu menimpa Ben, remaja 15 tahun, sebagai korban.

Pada 26 Juli 2019, Ben terkejut mengetahui tidak bisa masuk ke lima dari delapan akun miliknya. Kurator meme, yang bernama samaran spicymp4, tersebut punya beberapa akun komedi populer.

{Baca juga: Instagram Tendang Hyp3r karena “Nilep” Data Pengguna}

Akun @ spicy.mp4 memiliki lebih dari 500 ribu pengikut. Akun lain, seperti @bnjee dan @memeextraordinaire, masing-masing memiliki lebih dari 20.000 pengikut. Ben bukan satu-satunya korban.

Akhir bulan lalu, dikutip Telko.id dari New York Post, Kamis (8/8/2019), Instagram melarang lebih dari 30 akun populer. Beberapa di antaranya punya jutaan pengikut, tapi memposting ulang meme lucu.

Aplikasi ini sekarang menargetkan situs lain yang dianggap merampas konten orang lain. Kabarnya, aksi bersih-bersih Instagram telah menghilangkan potensi pendapatan para plagiat hingga ribuan dolar.

Baru-baru ini, aplikasi berbagi foto dan video ini juga menghentikan kerja sama dengan mitra iklan Hyp3r. Alasannya, aplikasi tersebut telah melanggar aturan dengan diam-diam mengumpulkan data pengguna Instagram.

{Baca juga: Instagram akan Hapus Akun yang Sering Langgar Aturan}

Hyp3r dilaporkan mengeksploitasi keamanan untuk mengumpulkan lokasi spesifik dari jutaan unggahan pengguna. Agensi itu juga menyimpan data Instagram Story serta profil para pengguna. [SN/HBS]

Sumber: NY Post

Galaxy Note 10, “Senjata” Samsung Melawan Huawei

0

Telko.id, JakartaSamsung Galaxy Note 10 dan Galaxy Note 10+ telah diluncurkan di New York, Amerika Serikat pada Rabu (07/08) waktu setempat. Kabarnya, Samsung ingin membangkitkan minat konsumen terhadap produk-produk andalannya guna menangkal tantangan Huawei.

Raksasa Korea Selatan tersebut meluncurkan duo Galaxy Note 10 seminggu setelah divisi mobile melaporkan penurunan laba operasional perusahaan. Gara-garanya, masih menurut laporan divisi mobile, penurunan laba operasional disebabkan permintaan pasar handset premium yang lesu.

Perangkat premium baru keluaran Samsung akan menjadi senjata utama dalam pertempuran melawan Huawei. Apalagi, Huawei sedang dalam kondisi tak menguntungkan lantaran masuk daftar larangan ekspor Amerika Serikat. Huawei terancam tak bisa memakai sistem operasi Android.

{Baca juga: Ini Dia Fitur-fitur Canggih S Pen Samsung Galaxy Note 10}

Pertempuran antara Samsung dan Huawei bahkan akan benar-benar terjadi pada bulan depan. Sebab, Huawei akan meluncurkan smartphone lipat Huawei Mate X. Dan, pada waktu bersamaan, Samsung kemungkinan besar akan menghadirkan smartphone serupa dengan nama Samsung Galaxy Fold.

Seperti dikutip Telko.id dari Asia Nikkei, Kamis (08/08/2019), DJ Koh, CEO Divisi Mobile Samsung, juga menggembar-gemborkan soal keamanan Galaxy Note 10 dan Galaxy Note 10+. Ia menyindir keamanan smartphone buatan Huawei yang dianggap mengancam Amerika Serikat.

Huawei sadar bahwa pemboikotan Amerika Serikat dan sekutunya berdampak besar terhadap target perusahaan. Padahal, Huawei sangat berambisi menjadi penguasa smartphone dunia, mengalahkan Samsung yang sampai sekarang masih kokoh menjadi vendor smartphone terbesar di dunia.

{Baca juga: Spesifikasi Lengkap dan Harga Samsung Galaxy Note 10}

Sempat lama bertengger di peringkat tiga, Huawei beberapa waktu lalu berhasil menggeser posisi Apple sebagai produsen smartphone terbesar kedua di dunia. Huawei lantas begitu berambisi mengakuisisi posisi Samsung dari peringkat pertama. Namun, Huawei kini tersandung masalah.

“Kami seharusnya akan menjadi produsen terbesar di dunia pada kuartal IV-2019. Akan tetapi, melihat kondisi sekarang, proses untuk mencapai tujuan itu membutuhkan waktu lebih lama,” kata pimpinan Huawei Consumer Business Group, Shao Yang, beberapa waktu lalu di Shanghai. (SN/FHP)

Sumber: Asia Nikkei

Duo Galaxy Note 10 Tersemat Game Call of Duty: Mobile

0

Telko.id, Jakarta  – Samsung pelan-pelan mulai serius merambah ponsel gaming. Dimulai tahun lalu, saat meluncurkan Galaxy Note 9 sebagai ponsel Android pertama yang memanfaatkan kepopuleran game Fortnite. Kini giliran Samsung Galaxy Note 10 menyematkan game Call of Duty: Mobile.

Tahun lalu, ada turnamen akbar Fortnite setelah Galaxy Note 9 debut di pasar. Turnamen itu melibatkan Ninja, streamer Fortnite. Nah, tahun ini, Samsung menyiapkan kejutan lain untuk para gamer di seluruh dunia.

Dikutip Telko.id dari Phone Arena, Kamis (8/8/2019), orang-orang di SamMobile baru saja mengetahui bahwa Samsung Galaxy Note 10 dan Galaxy Note 10+ tersemat game Call of Duty: Mobile, judul baru terbitan pengembang Activision.

{Baca juga: S Pen Samsung Galaxy Note 10 Usung Teknologi Motion Tracking}

Namun demikian, bagi pengguna di Australia atau Kanada, saat ini sudah bisa mendaftar di Google Play Store untuk menerima akses awal ke permainan. Sekadar informasi, Call of Duty: Mobile belum memiliki tanggal rilis resmi.

Galaxy Note 10 dan Galaxy Note 10+ telah resmi hadir dengan spesifikasi mumpuni. Galaxy Note 10 punya RAM 8GB atau RAM 12GB untuk model 5G, ROM 256GB atau 512GB, dan baterai 3,500 mAh dengan Fast Charging 25W.

{Baca juga: Spesifikasi Lengkap dan Harga Samsung Galaxy Note 10}

Galaxy Note 10+ punya RAM 12GB, ROM 256GB atau 512GB, dengan microSD hingga 1TB, dan baterai 4,300 mAh dengan Super Fast Charging 45W. Keduanya mendukung Fast Wireless Charging dan Reverse Wireless Charging.

Yang menarik, Galaxy Note 10 dan Galaxy Note 10+ dipersiapkan sebagai ponsel gaming oleh raksasa elektronik asal Korea Selatan itu. Dua ponsel tersebut punya fitur Game Booster untuk meningkatkan performa ponsel saat dipakai untuk bermain game. [SN/HBS]

Sumber: PhoneArena